Dyla78

Paket wisata "Jalan Kaki" di Australia

5 posts in this topic

Hai jalan2ers....

 

Backpacking atau mengembara, identik dengan ransel dan berjalan kaki... ya, salah satu cara berwisata dengan biaya hemat... beberapa negara menawarkan wisata murah ala backpacker yaitu wisata jalan kaki...

Australia salah satu negara yang konsern terhadap konsep wisata berjalan kaki bahkan mereka telah menyiapkan paket wisata berjalan kaki dengan rute2 khusus dan berikut ini adalah paket wisata berjalan kaki yang ditawarkan oleh Australia:

 

1. Overland Track, Tasmania

Dengan rute sejauh 65 km yang dimulai dari Gunung Cradle menuju Danau St Clair yang ditempuh dengan berjalan kaki selama 6 hari, tenang saja perjalanan hanya dilakukan di siang hari saja. Wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan di pegunungan, beberapa air terjun dan dana selama di perjalanan. Disarankan untuk memilih bulan April-November karena pada bulan-bulan ini cuaca lebih bagus dan siang hari lebih panjang.

 

2. Pedalaman Gold Coast

Paket wisata berjalan kaki ini sejauh 54 km selama 4 hari. Wisatawan akan disuguhi indahnya rute hutan belantara, lembah dan sungai-sungai. Waktu yang disarankan adalah bulan Maret-Oktober karena pada saat itu cuaca lebih hangat.

 

3. Six Foot Track, New South Wales

Perjalanan sejauh 45 km  dari Katoomba menuju Jenolan Caves yang ditepuh dalam 3 hari melewati pegunungan, padang semak yang menebarkan bau harum, melintasi tebing, gua dan air terjun. Waktu yang disarankan untuk menikmati paket wisata ini adalah pada musim semi dan musim gugur, karena pada musim panas dan dingin perjalanan ini akan terjebak oleh cuaca ekstrim.

 

4. Kanangra to Katoomba Walk, New South Wales

Perjalanan diawali dari Tanam Nasional Kanangra ke Katoomba sejauh 45 km yang ditempuh selama 4 hari, perjalanan dilakukan di siang hari. Wisatawan akan terpesona dengan indahnya perbukitan dan pegunungan liar.

 

Semua paket wisata di atas ditujukan untuk para backpacker dan wisatawan yang ingin merasakan berwisata dengan berjalan kaki. Namun anda tidak perlu khawatir karena telah disediakan tenda untuk berkemah dan alas tidur yang hangat, meski ada beberapa pemondokan yang disediakan dibeberapa titik, tapi ngga ada jaminan anda akan mendapatkan kamar kosong.

 

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika teman2 ingin mencoba paket wisata berjalan kaki ini :

  • Saat merencanakan perjalanan melintasi hutan semak atau jelajah alam, periksa jarak dan tingkat kesulitan perjalanan.
  • Pertimbangkan penggunaan jasa pemandu setempat untuk perjalanan yang jauh atau menantang. Kalau melakukan perjalanan tanpa pemandu, beri tahu seseorang ke mana teman2 pergi dan kapan kembali.
  • Pakai sepatu pelindung, topi, losion pelindung dari sinar matahari dan obat pengusir serangga dan bawa perlengkapan hari hujan, peta topografi dan banyak air.
  • Saat berjalan, baca peta dan rambu-rambu, tetap mengikuti jalur yang seharusnya, di balik pagar pengaman dan jauh dari pinggir tebing. Jangan memberi makan atau bermain dengan hewan liar, karena teman2 mungkin dicakar atau digigitnya.
  • Rencanakan perjalanan pada musim panas dengan teliti dan hindari perjalanan jelajah alam yang menantang ketika sinar matahari terlalu panas.

 

Kalo di Indonesia, ada ngga ya paket wisata ‘berjalan kaki’?

Share this post


Link to post
Share on other sites

waduuuuh...walaupun backpakeran, untuk saya pribadi kalau jalan kaki lebih baik mengeluarkan uang saja....karena tidak kuat kalau untuk perjalanan jauh :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

australia itu luas banget

tante n sepupu saya tinggal di asutralia yang 1 di brisbane yg 1 di sidney

pake pesawat aja 4 jam

gmana jalan darat :P

 

hahaha...yang jelas bukan berjam-jam lagi tapi berhari-hari, saya aja ngga bisa ngebayangin mampu ngga ya, apalagi wilayah dan cuaca Ausi dikenal sangat ekstrim, selain panas dengan semak belukar juga banyak binatang buas

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Ahook_
      Tanggal 18 April 2018
      Setelah melewati imigrasi Belanda dengan hati yang sangat lega, bisa baca disini, kenapa? Selanjutnya adalah ambil ranselnya ahok, yang beratnya tidak ketulungan. Padahal yang dibawa cuma sedikit loh, tapi beratnya 18 kg. Bongkok deh yang ada. Untuk itu, kepada teman- teman yang baik hati dan sangat perhatian, terima kasih banget untuk tidak dimintain titipan beli ini- itu, karena untuk membopong ransel yang isinya cuma pakaian seharian saja, aku kewalahan, apalagi mau tambah titipan belanjaan kamu. Mending, begitu belanja langsung pulang, ini mau keliling, hadeh... KASIHANILAH AKU... AKU TIDAK OPEN PO... 

      Sekitaran Grand Palace.
      Selanjutnya, harus tunggu datangnya pagi, tunggu Flix Bus jam 6.10 pagi tujuan Brussels, Belgium. Sesuai arahan yang di-email dari pihak bus, aku diminta untuk tunggu bus di line C, tapi tidak ada plang yang menunjukkan flix busnya berada. Plangak- plongok dipagi buta yang dingin, aku menunggu dengan tidak pasti, busnya mana? Khawatir akan ketinggalan bus, karena waktu itu, sudah 6.05, bus belum datang juga. Apakah aku menunggu di tempat yang salah? Kemudian ketemu 3 orang asal Russia, yang juga menunggu bus yang sama dan sama- sama bingung. 

      Urban City Hostel.
      Busnya tidak tepat waktu. Busnya datang lewat dari jadwal. Yang pasti, pagi itu, Flixbus membawaku ke Brussels dengan menempuh 2 jam perjalanan. Harga bus dari Bandara Schiphol ke Brussels, aku bayar Rp 193.333,- atau 11,24 Euro. Bus berhenti di Brussels North Train Station, yang mana jauh banget dari hostel. Hahaha.. Salah perkiraan. Waktu pesan hostel, lihat jarak dari google maps, sih dekat. Hahaa, setelah dijalani, amsiong coy...  Ya tergantung juga sih kamu tinggalnya dimana. 

      Urban City Hostel
      Aku sih nginap di Urban City Hostel, yang mana sebenarnya lebih dekat ke South Train Station, lebih dekatnya juga beda 10 menit doang. Hikss.. Oh ya, Flix Bus dari Bandara Schiphol itu kalau ke Brussels memang berhenti di North Station. Jadi, intinya, pilih penginapan terdekat dengan station-lah. Tapi entah juga, buat kamu yang biasa naik taxi, jarak bukanlah kendala. 

      Urban City Hostel.
      Aku 3 malam di Brussels. Artinya nginap di hostel ini 3 malam. Aku bayar 65 Euro untuk 3 malam, bayar ditempat, booking via Agoda. Tidak ada sarapan. Wifi gratis, tanpa buffering. Living room sih nyaman. Akses keluar masuk pakai key card. Bersih. Ada outdoor juga buat duduk- duduk santai. 
      Urban City Hostel bagian dari Hotel BRXXL5. Receptionist-nya ada di Hotel. Kamu tidurnya di bagian hostel. Hahaha.. Untuk fasilitas, harusnya hotel lebih baguslah. Naik turun pakai lift. Walaupun begitu, yang nginap di hostel, boleh pakai living room-nya juga. 

      Urban City Hostel
      Kamar sih okey. Lega. Ada loker. Bawa gembok sendiri ya. Kamar mandi bersih. Air panas tersedia dengan shower. Yang buat mampus adalah tangganya, terutama yang kebagian kamar lantai 4. Kalau kata mereka, itu sih tangga jahanam. Anjritt... menjulang naik ke atas, tanpa basa- basi, total 81 anak yang harus kamu injak jika kamu mau sampai di lantai 4. Bawa diri saja sih enteng. Bopong ransel depan belakang, ngap coy, rasanya nafas tinggal sehembus. 
      Oh ya, yang kupingnya tahan sama berisiknya orang- orang Brussels lagi ngumpul, kamu sih bisa nginap disini. Kalau tidak, sebaiknya, cari tempat lain. Yups, tepat diseberang hostel ini, banyak restaurant gitu. Ada yang sudah mulai gelar kursi dari pagi ke pagi. Ada yang baru gelar kursi setelah jam 6 sore sampai ke pagi. Bayangkan, mereka ngobrol, ketawa terbahak- bahak dan sebagainya. Aku sendiri, tidak pernah ada masalah terkait ini. Tidur ya tidur saja, pulas sampai pagi. 
      Dari hostel, mau kemana- mana sih gampang dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Situs wisata seperti Grand Palace bisa dicapai dengan jalan kaki. Lagian, menurutku sih, Brussels itu ya seputaran sana saja. Aku, seperti biasanya, bukan yang tipe, buat itinerary khusus untuk setiap traveling. Aku hanya jalan kaki, jalan sesampainya kaki dimana berhenti. 

      Grand Palace.
      Keliling Brussels, pengalamanku sih okey - okey saja. Bersih. Tidak terlalu banyak mobil. Kebetulan, beberapa ruas jalan utam sedang diperbaiki. Begitupun, masih bersih dan tidak amburadul. Sebagaimana seperti kota- kota lainnya di Eropa, arsitektur bangunan Brussels ya seperti itu. 

      Sudut kota Brussels.
      Aku didekatin 3 kali oleh 3 orang yang berbeda, dengan akting pura- pura mabuk, sok mau bantuin dan mau tanya jalan. Aku cuekin saja. Entah-lah, katanya itu yang harus kamu lakukan, cuekin saja jika ada orang aneh seperti mendekatimu. Alasannya, keselamatan jiwa dan raga. Lebay ya...
      Aku tidak banyak mendatangi situs- situs yang katanya wajib didatangi kalau sudah ke Brussels. Aku lebih banyak jalan menyusuri lorong- lorong yang tidak ada orangnya. Setelah sadar, baru putar balik. Aku sendiri tidak bisa membedakan, mana asli orang Belgia, mana yang bukan? Hahaha.. Bahasa yang sering aku dengar, kalau tidak Jerman, ya Perancis. Walau, aku sendiri tidak mengerti, mereka lagi ngomongin apa, termasuk tetamu hostel dan hotel. 

      Snack Brussels.
      Tentu, mata uang yang bisa dipakai Euro. Aku keseringan makan crossant selama di Belgia. Memang sudah doyan crossant dari sananya. Jadi tidak terlalu ribet kalau mau makan. Udaranya, masih tergolong dingin, sejuk dan ber-angin. Masih dibawah 20 derajat. Panas matahari sih menyengat, tapi tidak buat badan kamu kepanasan, apalagi sampai bau matahari, kayak macam naik motor di Jakarta 1 jam saja. Hahahaha... Katanya, kudu cobain snack semacam waffle gitu. Oke-lah rasanya.

      Town Square
      Untuk urusan perut, ada McD, terus banyak yang jualan kebab dan sejenisnya. Gampang cari makanan kayak dari Turki gitu. Harusnya tuh halal kali ya. Buat yang wajib makan nasi, di restoran Turki, ada pilihan nasi. ( Tapi, aku gak tahu pasti deh, itu restoran Turki atau bukan ya, maksud aku sih makanan asal Timur Tengah atau semacamnya.. ).
      Entah turis apa orang lokal, yang pasti bule gitu perawakannya, mereka suka banget ya ngumpul- ngumpul di town square dekat McD. Duduk- duduk sambil jemuran begitu. Matahari sih memang terik, tapi ya itu, tidak buat kepanasan. Di Grand Palace juga sama, pada duduk- duduk sembari menikmati hidup.
      Oh ya, didekat Grand Palace, ada sebuah patung, yang nempel ke dinding, patung seorang wanita sedang tiduran. Nah, semua turis pasti ngantri, selain buat foto dengan patung tersebut, para turis juga mengeluskan tangannya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki patung itu.
      Kalau sudah bosan foto- foto di Grand Palace, jalan- jalan santai-lah, keluar masuk toko souvenir. Untuk kamu yang suka nongkrong sambil ngebeer, atau sekedar ngopi, kayaknya, cocok deh. Tinggal pilih mau nongkrong di cafe yang mana. Duduk, kemudian nikmati hidupmu. Sederhana... 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
    • By Fath17
      (SHARECOST) (CARI TEMAN) Explore Sumba 03-09 Mei 2018
      :iloveindonesia Salam Backpacker, :travel  
      Halo agan dan aganwati semua.. :malu 
      Ane mau ngajakin Backpacker jelajah Sumba nih gan. :travel 
      Start 03 Mei dari Waingapu-Sumba Timur perjalanan berujung di Tambolaka-Sumba Barat.
      Untuk sementara kita sudah ber 2 cowok masih nyari sekitar 3-4orang, biar cukup 1mobil.
      Rencana kita akan explore Sumba Timur -+2-3 harian ya gan. Kita keliling menggunakan mobil/motor sewa dari warga sekitar biar bisa sampai ke tempat-tempat terpelosok sekalipun dan bebas tanpa batas waktu. Feel free guys...
      Setelah puas di Sumba Timur, kita menuju Sumba Barat, bisa menggunakan public transport atau sewa mobil gan.
      Di Sumba Barat kita jga akan Explore menggunakan mobil/motor gan, alasannya ya sama kaya sebelumnya gan. :2thumbup Hehehehe....
      So, buat agan/aganwati yg ada rencana di tanggal itu silahkan gabung, ini murni SHARE COST & FIX BERANGKAT yah karena kita sudah issued tiket :ngacir2 
      Bagi yang berminat silahkan inbox ya gan..
      Atau
      WA : 0857-3156-3466
      Phone : 0822-1089-9919
      Phone: 0877-8109-1999
    • By Daniyah Isa
      Hayhay, 
      Aku ada rencana ke Jepang tahun depan, sudah ganti pasport jadi E-paspor. Apa benar visa waiver harus full 15 hari di Jepang? Karena kalau tidak, akan diintrogasi sama imigrasi, dan akan dipulangkan hari itu juga? Sementara, aku rencana cuma 7 hari di sana, ga enak cuti kelamaan. Mohon teman-teman infonya yang sdh pengalaman ke sana. 
      Terima kasih. 
    • By Desyzulfiani
      Kawan jalan2 ada yg pernah ke Maroko gak,, share donk pengalaman nya..
    • By Endah Nurdianti
      Hi,
      Saya rencana mau ke Korea spring 2018 ini yaitu di bulan april. Mungkin tanggal 13-22 april sklian for my bday celebration on the 19th. Cari temen ( cewe) buat traveling bareng karna gk biasa solo travel juga. Untuk jalan2nya disana bisa diskusi lebih lanjut. 
      Line : 19frenchie
    • By Santi Fitrianingsih
      Perjalanan ke Warnambool, Country site of Melbourne ( please visit this city, if u please J)
      Sampai juga di Melbourne airport. Waktu sudah jam 8 pagi,,,,wuuussshh angin dinginnya brrrrr….sampai di airpot, kita sudah dijemput sama teman teman kita di sini, namanya Ian dan Marja, saya pikir kita langsung ke city of Melbourne, eeeh ternyata kita di bawa kaboooorrr dari Melbourne.  Jadi ceritanya kita akan munuju countrysite Melbourne namanya Warnambool. Menempuh kurang lebih 3 - 4 jam dari Melbourne aiport ke Warnambool. Dalam perjalanan ke warnambool, setelah 1 jam lebih, kita berhenti di satu daerah namanya Steiglitz, di daerah ini ada kota tua yang sudah tidak berpenghuni, ditinggalkan begitu saja oleh orang2 nya, abandoned city, menurut sejarahnya, dikatakan bahwa dulu orang2 membuka daerah ini untuk tambang emas, tapi lama mereka tidak menemukan emasnya…bukan Ballarat yah, kalau ballarat, memang tambang emas zaman dulunya.


      lihat gabarnya hampir tidak ada orang, karena memang seperti kota Steiglitz yang di tinggalkan.
      Lanjut lagi dari Steiglitz ke arah Meredith, dan ini waktunya makan siang, isi perut dulu sebentar, kita makan pie brokoli, dan pie jamur, sama minum the, uenaaaaaaaaakk (atau saking laparnya) ….ga tau restoran apa itu, café pinggir jalan….. Hehehe…lupa foto juga, akhirnya foto di pinggir jalan Meredith – Steiglitz ajah deh
      Pinggir jalan abis makan pie di Meredith
      Sepanjang jalan menuju countryside pemandangannya bagus, jalan mulus, sesekali (yang ternyata sering kali) kita temukan pelangi JJ dan jarang sekali kami berpapasan dengan mobil, tidak ada lampu lalu lintas, no polisi, penduduknya pun jarang terlihat, yang ada malah sapi, dan domba di hamparan lapangan yang sangaaaat luas dan hijau.

      Heading to Warnambool, ada apa sih di Warnambool. Sebenarnya kita ke Warnambool ini untuk stay one nite sebelum besok rencana menyusuri Great Ocean Road dan balik ke Melbourne city. Yuk kita lihat di Warnambool ada apa….
      Check in dulu di Best Western Tudor Motor Inn, small hotel tapi asyik, kamar standart, dan bersih. Terletak di 519 Raglan Parade, Warnambool, pasti langsung ketemu gampang di cari, rate nya sekitar Rp. 900.000,00 – 1.000.000 an juta/malam.  (breakfastnya enak, dan porsinya buesaaarr hahaha).

       Ngapain yah, yuk taruh barang, trus kita jalan sekitar hotel, yup waktu menunjukkan hampir pukul 5 sore. Dan….wow mereka kebanyakan tutup jam segitu…..doenk. Yo  wis kita jalan jalan keliling warnambool ajah deh….dan bener donk sepiiiiiiii……astaga mendekati matahari terbenam sama sekali ngga ada orang di kota kecil ini persis kaya kota mati dan kita berlima masih keliling-keliling fofotoan…. Di bawah ini tampak sisi kotanya, banyak mobil parkir tapi orangnya hilang entah kemana. JJJ

      Cantiknya kota kecil ini, bersih, rapi, ga ada sampah, hanya daun daun jatuh saja yang megotori jalan, tentu saja karena ini musim gugur. Selalu ada Art n Gallery dan library walaupun di kota kecil, suka deh,,,,,take a pic dulu aaah.

      Lanjut lagi jalan menuju salah satu  ujung kota, Danau Pertobe, melihat matahari terbenam ceritanya…..viuuuh jauh juga. Sebenernya ada 1 site pantai tempat orang biasa lihat ikan paus, tapi agak jauh, bentar apa yah namanya Logan Beach Whale Watching Platform, tapi ngga akan keburu udah jam segini,,,,,hahaha seriusan ini ga ada orang satupun, bahkan convenient store sedikit sekali, hmmm…. baru tau kalo kota kecil di sini sampe begini.

      Di tepi danau Pertobe.
      Nikmati suasana musim gugur di negeri orang, good scenery, n enjoy the beauty of Warnambool sembari nunggu restoran buka jam 7 untuk makan malam…..dan bener dong … jam 7 teng restoran buka dan orang orang mulai keluar dari rumah itu juga bagi yang ingin makan di luar atau pergi ke bar. Saya sama sekali tidak melihat anak anak begitu sampai kota kecil ini. Aktivitas restoran juga tidak begitu lama setelah selesai makan malam, ngobrol sebentar dan pulang. Kecuali bar mereka buka sampai tengah malam.
      Amazing yah, masyarakat di sini, mereka benar-benar  tutup 2 jam (jam 5 sampai jam7) untuk istirahat, berkumpul dengan keluarga, atau bagi restoran ya bisa prepare untuk dinner.
      Untuk makan malam kali ini kami berlima memilih makan steak, setelah itu, back to hotel n tidur, karena beberapa dr kami lumayan jetlag.
      Zzzzz, siap siap besok pagi Great ocean road, silahkan baca postingan saya selanjutnya di 4 pitstop in Great Ocean Road.
      Terimakasih sudah baca yah, semoga berguna, feel free to ask.
      Mpit.

       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Nanda Hartoph Rio
      Hello fellow.
      Trip : 25 - 28 Desember 2017
      Cost : 1.950.000 inc. Kapal Xpress Sorong - Misool PP,  Boat 2 Hari , Makan & Minum.
      Metting Point : Pelabuhan Rakyat Sorong
      Pendaftaran akhir : 25 November 2017
      Contact : 082199225007
      Untuk Tahun ini acara kumpul backpacker di misool bulan desember, acara ini dibuat khusus untuk backpacker yang ingin mengunjungi Raja Ampat dengan Cost yang minim. jadi jika kalian traveler elite jangan gabung deh. Nah Trip ini saya buat sebagai ajang ngumpul dan silatuhrahmi, dan disini di bagi 2 kelompok yaitu kelompok 1 tinggal di basecamp dan kelompok 2 Camping di pulau tak berpenghuni. 
      Np. untuk yang ingin masuk di kelompok Camping disarankan membawa Alat camping masing masing.
       
      Itinerary & Detail

      Hari Pertama.
      Kita akan kumpul di meeting point yang nanti akan ditentukan, dan apabila semua telah berkumpul pada pukul 11.00 Wit maka kita akan berangkat pada pukul 12.00 Wit menggunakan Kapal Xprees Marina. Dan apabila peserta belum terkumpul pada pukul 11.00 wit maka kita akan menggunakan Kapal Fajar Indah Pukul 24.00 Wit.
      - Kapal Xpress Marina akan menempuh waktu 3 – 4 Jam (tergantung kondisi) menuju misool. Setelah sampai di misool kita akan menuju basecamp yang telah kami sediakan.
      - Kapal Fajar Indah akan Berangkat Pukul 24.00 Wit menempuh waktu 10 jam menuju misool (kamp. Fafanlap) .

      Hari Kedua
      Setelah serapan pagi berkemas dan melanjutkan tour keliling pulau di bagian misool selatan antaranya ;
      Puncak Harfat Jaya – Yapap – Pulau Bannos – Sunmalelen ( lukisan artefak ) .
       
       
      Setelah sore hari kembali menuju basecamp.

      Hari Ketiga
      Setelah sarapan pagi berkemas dan melanjutkan tour keliling pulau diantaranya ;
      Pulau Balbullol – Pulau Dhamu – Puncak love  - Danau ubur –ubur.
            
       
      Setelah sore hari kembali menuju basecamp.

      Hari Keempat.
      Setelah sarapan pagi kita berkemas dan menuju pelabuhan pukul 07.00 Wit menggunakan kapal Express Marina dengan jarak tempuh 3 – 4 jam ( tergantung kondisi ) dan setelah sampai di pelabuhan sorong trip selesai.