Sign in to follow this  
baehaki

Akihibara, Surga para Otaku Di Jepang

10 posts in this topic

Otaku, istilah yang satu ini cukup familier di beberapa kalangan, termasuk saya :D. Menurut Wikipedia, Otaku sendiri adalah orang yang terobsesi dengan keinginan yang tinggi, secara khusus kepada anime dan manga. Namun, tak sedikit juga yang beranggapan mereka yang menyukai game juga termasuk dalam kategori otaku, termasuk juga tokusatsu. Bagi yang kurang ngeh dengan istilah tersebut, Tokusatsu itu adalah istilah yang biasa digunakan untuk tayangan televisi dengan tokoh utama superhero. Contoh paling mudah tokusatsu ya berbagai seri Kamen Rider atau Ksatria Baja Hitam. Tahu dong kalau ini... :D

 

Secara umum, emang biasanya orang yang suka manga dan anime Jepang, kebanyakan akan menyukai hal-hal lain berbau Jepang. Makanya tidak heran orang yang ngefans dengan tokusatsu dan game juga termasuk dikategorikan dalam otaku.

 

Kalau di tanah air, rasanya akan cukup sulit menemukan daerah atau wilayah yang secara khusus menjadi tempat berkumpulnya para otaku (atau mungkin ada yang tahu?). Nah, untuk yang ada di Jepang sono, ada sebuah tempat khusus bernama Akihibara yang sangat terkenal di kalangan para otaku.

 

Saya sendiri pertama kali mengenal tempat ini pada saat nonton drama jepang berjudul Densha Otoko, di mana tokoh utamanya adalah seorang otaku :D. Nah, di Akihibara inilah yang menjadi tempat bersejarah si tokoh utama dengan wanita yang dicintainya.

 

Tempat ini berada di pusat kota Tokyo dan juga kerap disebut sebagai Akiba. Awalnya, kawasan ini bukanlah setenar yang sekarang. Di sana, dulunya hanya terdapat deretan toko-toko elektronik. Mungkin kalau di Jakarta semacam Glodok atau kalau di Surabaya seperti Hi-tech Mall kali ya.

 

Nah, sebagai tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya para otaku, hari minggu pun menjadi hari yang spesial di sini. Pada hari tersebut, jalan utama di Akihibara sengaja ditutup untuk kendaraan umum, alias car freeday yang dilaksanakan dari pukul 13.00 hingga 18.00 (namun pada Oktober hingga Maret ditutup pada 17.00).

 

3003_map_06.gif

 

 

Nah, dari sekian banyak tempat-tempat di Akihibara, terdapat beberapa yang sangat terkenal dan menjadi rujukan para otaku. Mana-mana saja tempat itu? Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

 

Maid Cafe

 

Daya tarik sebuah manga dan anime salah satunya adalah karakternya yang cantik. Dan, entah ya kenapa, karakter anime dan manga yang memakai kostum pembantu kenapa kerap dinilai seksi. Soalnya, bagi saya sih nggak begitu... :D.

 

320px-Maid-rose.jpg

 

Nah, untuk mereka yang menganggap bahwa karakter manga dan anime berkostum pembantu aka maid itu seksi dan imut, bisa datang ke Maid Cafe. Kafe ini memiliki desain yang menarik bagi para otaku, karena para pelayannya secara khusus menggunakan kostum maid. Dan, tempat ini pun muncul dalam Densha Otoko yang saya ceritakan di atas. Dan, sepertinya menyenangkan nih kalau ke tempat ini... hehehe

 

 

Super Potato

 

3003_20.jpg

 

Nah, tempat yang satu ini menjadi lokasi bagi otaku yang ingin mencari berbagai tipe video game serta konsol game. Koleksi game yang dipunyai oleh tempat ini pun sangat banyak. 

 

 

Mandrake

 

3003_22.jpg

 

Pemilik tempat ini menjuluki Mandrake sendiri sebagai toko anime dan manga terbesar di dunia, tidak mengherankan memang, selain karena Akihibara merupakan pusat para otaku Jepang juga menjadi negara tempat lahirnya anime dan manga. So, bebas aja mereka mengklaim seperti itu bukan? Di tempat ini, para otaku pun bisa menemukan berbagai jenis barang yang menjadi kesukannya, seperti anime figure, manga, boneka anime dan manga, CD, mainan dan aksesoris lain yang berhubungan dengan manga n anime.

 

Gundam Cafe

 

20100423090502-29948.jpg

 

Kalau Anda para otaku kurang menyukai suasana Maid Cafe, bisa menuju ke Gundam Cafe. Seperti namanya, kafe yang satu ini memiliki desain khusus untuk para pecinta anime dan manga gundam. Tak hanya dekorasinya yang berbau gundam, bahkan makanan yang ditawarkan pun berbau gundam juga. 

 

 

Ishimaru Denki

 

3003_03.jpg

 

Terdapat tiga toko Ishimaru Denki yang ada di daerah Akhibara. Masing-masing toko menjual barang-barang yang berbeda. Untuk toko pusatnya lebih mengkhususkan diri untuk menjual perangkat komputer dan handphone. sedang toko cabangnya menyediakan barang-barang berbau otaku, DC ataupun DVD.

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahaha ada-ada aja ya ada gundam cafe segala, emang makanan berbau gundam itu kayak gimana hahaha densha otoko lumayan tuh, tapi saya wktu itu cuma baca manganya sih bukan nonton filmnya hahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahaha ada-ada aja ya ada gundam cafe segala, emang makanan berbau gundam itu kayak gimana hahaha densha otoko lumayan tuh, tapi saya wktu itu cuma baca manganya sih bukan nonton filmnya hahaha

justru saya nggak tau kalau ada manganya itu densha otoko... --"

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akihabara emang tempatnya para penggemar otaku. Banyak banget toko-toko yang ada di Akihabara. Penggemar barang-barang elektronik antik sama alat musik juga bisa ke Akihabara. Alat musik murah n alat elektronik murah juga banyak kok disini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akihabara emang tempatnya para penggemar otaku. Banyak banget toko-toko yang ada di Akihabara. Penggemar barang-barang elektronik antik sama alat musik juga bisa ke Akihabara. Alat musik murah n alat elektronik murah juga banyak kok disini.

wah, baru tahu nih kalau di sini juga jual alat musik. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Dari sekian banyak distrik keren yang ada di Tokyo, nama Shibuya termasuk salah satu distrik yang paling wajib disambangi kalau punya kesempatan untuk wisata ke ibu kota Jepang tersebut. Shibuya memang layak masuk dalam daftar distrik terpopuler di Tokyo, karena distrik ini memang memiliki hampir semua yang dicari oleh wisatawan: tempat kongkow keren, spot yang ikonik, aneka tempat belanja, hingga urban legend populer seperti Hachiko.
      Jika kalian baru pertama kali menjejakkan kaki ke Tokyo dan berencana untuk mengunjungi Shibuya, mari simak berbagai tips trivia berikut ini. Ingat, Shibuya itu lebih dari sekedar Shibuya crossing dan Patung Hachiko saja. Jangan puas kalau baru mengetahui kedua spot tersebut, karena sebetulnya di Shibuya masih banyak spot keren lainnya – beberapa diantaranya masih relatif jarang terekspos – yang layak masuk dalam itinerary kalian.
      *             *             *             *             *
      Informasi Dasar

      Shibuya, via Nelo Hotsuma/flickr/creative commons
      Kalau menyebut nama Shibuya, biasanya orang akan langsung membayangkan daerah komersial yang ada di sekitar Stasiun Shibuya – termasuk Shibuya crossing-nya yang fenomenal itu. Pendapat tersebut nggak salah, tapi nggak sepenuhnya benar.
      Shibuya sejatinya merupakan nama sebuah distrik di Tokyo. Tepatnya, Shibuya merupakan salah satu dari 23 distrik khusus di Tokyo yang terdiri dari beberapa distrik. Dengan kata lain, Shibuya itu luas banget! Kalian mungkin perlu waktu 1-2 harian jika betul-betul ingin menjelajah Shibuya sampai tamat hingga ke ujung gang-nya.

      Shibuya, via Candida.Performa/flickr/creative commons
      Ingin membayangkan seluas apa distrik Shibuya ini? Mari kita kenalan dulu dengan beberapa distrik dan sub-distrik yang menjadi bagian dari Shibuya: Hatagaya (Sasazuka, Hatagaya, Honmachi), Yoyogi (Uehara, Oyamacho, Nishihara, Hatsudai, Motoyoyogicho, Tomigaya, Yoyogi-kamizonocho), Sendagaya (Sendagaya, Jingumae), Ebisu-Omukai (Kamiyamacho, Sakuragaokacho, Jinnan, Hachiyamacho, Udagawacho, Uguisudanicho, Shoto, Daikan’yamacho, Shinsencho, Ebisunishi, Maruyamacho, Ebisuminami, Dogenzaka, Nanpeidaicho), Hikawa-Shimbashi, Shibuya, Higashi, Ebisu, Hiroo. Luas banget kan?
      *             *             *             *             *
      Daya Tarik Shibuya

      Shibuya, via jonolist/flickr/creative commons
      Sudah tahu kan, kalau Shibuya itu luas? Tapi mari kita persempit fokusnya pada hal-hal yang membuat Shibuya ini menarik perhatian wisatawan, yaitu mulai dari fashionnya.
      Shibuya memang terkenal sebagai salah satu distrik fashion ternama di Tokyo. Tepatnya, Shibuya dikenal sebagai kiblatnya fashion wanita muda. Berbeda dengan Harajuku yang lebih cocok untuk segmen remaja. Berbagai tren mode fashion terbaru lahir dari distrik Shibuya, dan itulah yang membuat para pecinta fashion wajib mampir ke sana saat memiliki kesempatan untuk wisata ke Tokyo. Di Shibuya ada banyak toko-toko fashion dan berbagai pusat perbelanjaan yang wajib dikunjungi oleh pecinta fashion, salah satunya adalah Shibuya 109 dan PARCO (sementara ditutup untuk proses renovasi, dan baru dibuka lagi tahun 2019).

      Shibuya Crossing, via Yoshikazu TAKADA/flickr/creative commons
      Hal lain yang membuat Shibuya terasa begitu seksi dikunjungi oleh wisatawan, adalah karena di distrik ini bertabur spot ikonik yang kerap muncul dalam berbagai media – seperti film dan buku. Misalnya saja, di Shibuya ada patung Hachiko yang diangkat dari kisah anjing Hachiko yang legendaris. Kemudian ada Shibuya Crossing yang pernah muncul dalam berbagai film terkenal seperti The Fast and the Furious: Tokyo Drift dan Resident Evil: Afterlife. Jangan lupakan juga kalau Harajuku dengan Takeshita-dori nya itu masih termasuk dalam wilayah Shibuya.

      Karaoke, via vanityfair
      Shibuya juga kaya akan tempat kongkow yang asyik. Mulai dari resto biasa, aneka resto tematik, hingga izakaya (bar khas Jepang), semua bisa ditemukan di Shibuya. Bahkan jika kalian tiba-tiba kangen kehidupan malam saat tengah berada di Tokyo, beberapa klub terbaik bisa kalian sambangi di Shibuya. Atau, jika ingin sekedar karaoke, Shibuya juga memiliki banyak tempat karaoke keren lho.
      Hal lain yang membuat Shibuya begitu menarik adalah banyaknya sub-distrik keren di distrik ini. Masing-masing sub-distrik memiliki ciri khas tersendiri, seperti Daikanyama yang terkenal sebagai spot belanja barang bermerk, atau Ebisu yang memiliki sejumlah bar dan restoran kelas atas. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya.
      *             *             *             *             *
      Yang Harus Dilakukan di Shibuya
      Sebetulnya, ada banyak sekali variasi aktifitas yang bisa dilakukan di Shibuya. Maklum, hampir semua hal bisa ditemukan di distrik ini. Berikut ini beberapa aktifitas populer dan semi-populer untuk dilakukan oleh wisatawan di Shibuya.
      1. Mengeksplorasi Area di Sekitar Stasiun Shibuya
      Punya waktu traveling yang sangat terbatas? Kalau begitu, fokus saja menjelajah area di sekitar Stasiun Shibuya. Mayoritas daya tarik Shibuya memang ada di sekitar Stasiun Shibuya. Berikut ini beberapa spot keren yang bisa kalian temukan disana:
      A. Patung Hachiko

      Patung Hachiko, via IQRemix/flickr/creative commons
      Meeting poin paling populer di Shibuya. Patung Hachiko dibuat untuk mengenang anjing Hachiko, sosok anjing yang setia menunggui tuannya di depan Stasiun Shibuya hingga ajal menjemputnya. Kalian belum sah mengunjungi Shibuya kalau belum melihat patung yang ada di depan Stasiun Shibuya ini.
      B. Shibuya Crossing

      Shibuya Crossing, via WIL/flickr/creative commons
      Sejatinya, Shibuya Crossing ini merupakan zebra cross biasa. Yang membuatnya unik adalah karena banyaknya jumlah pejalan kaki yang menyeberangi zebra cross ini dalam satu waktu. Detail tentang Shibuya Crosing bisa dibaca disini: Shibuya Crossing: Antara Cerita, Realita, dan Tips.
      C. Shibuya 109

      Shibuya 109, via timeout
      Salah satu shopping center paling populer di Shibuya. Bangunannya yang ikonik membuat Shibuya 109 ini sering muncul dalam berbagai manga dan film. Sekedar informasi, berbagai tren fashion di Tokyo banyak yang lahir dari tren di Shibuya 109 ini.
      D. Patung Moyai

      Patung Moyai, via retrip
      Selain Patung Hachiko, patung Moyai juga menjadi salah satu meeting point populer di Shibuya – walau masih kalah populer dari Patung Hachiko. Patung ini dihadiahkan oleh orang-orang dari pulau Niijima pada tahun 1980.
      E. Shibuya Hikarie

      Shibuya Hikarie (bangunan di sebelah kiri), via Dick Thomas Johnson/flickr/creative commons
      Gedung pencakar langit setinggi 34 lantai yang lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Shibuya. Gedung ini memiliki department store seluas 8 lantai, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas keren seperti teater, museum, ruang pamer, restoran, dan lain-lain.
      2. Shopping, Shopping, Shopping!

      Pusat perbelanjaan di Shibuya, via barnimages.com/flickr/creative commons
      Sebagai salah satu distrik fashion ternama, tentu saja Shibuya memiliki banyak sekali shopping spot keren. Mulai dari toko kecil di berbagai sudut Shibuya, hingga aneka department store dan shopping mall besar, semua bisa kalian temukan di Shibuya. Jika kalian (terutama wanita muda) memang termasuk shopaholic, Shibuya jelas akan menjadi salah satu surga belanja favorit di Tokyo.
      Menariknya, Shibuya nggak hanya didominasi oleh fashion saja. Di distrik ini pun terdapat beberapa toko bagi para otaku (sebutan untuk die hard fans) manga dan anime. Bagi penggemar segala pernak-pernik Disney, di Shibuya ada Disney Store Shibuya yang menjual bermacam merchandise Disney. Kalau kalian nggak sempat pergi ke Tokyo Disneyland ataupun Tokyo DisneySea, kalian bisa memuaskan hasrat belanja souvenir dengan mampir ke toko ini.
      3. Menjelajah Hingga ke Sudut Shibuya
      Jangan puas hanya keliling-keliling di depan Stasiun Shibuya! Jangan merasa cukup setelah melihat Patung Hachiko, menyeberangi Shibuya Crossing, maupun belanja di Shibuya 109. Shibuya juga memiliki banyak jalan dan kawasan yang menarik untuk dijelajahi; beberapa diantaranya masih relatif jarang disebutkan dalam berbagai panduan wisata Shibuya. Jika kalian termasuk doyan jalan kaki dan hobi sightseeing, yuk mari intip beberapa jalan dan kawasan favorit di Shibuya berikut ini.
      A. Center Gai

      Center Gai, via kcomiida/flickr
      Center Gai merupakan jalur pedestrian utama di Shibuya. Kawasan ini lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Shibuya. Di blok ini banyak terdapat bermacam jenis toko, restoran, hingga bar dan klab malam. Center Gai ini cukup menarik untuk dilalui oleh mereka yang hobi window shopping, atau sekedar ingin kongkow di tengah keramaian Shibuya.
      B. Love Hotel Hills

      Love Hotel Hill, via irubyourbrog.blogspot
      Sesuai dengan namanya, Love Hotel Hills ini merupakan sebuah kawasan di Shibuya yang memiliki konsentrasi Love Hotel lebih banyak dibanding daerah lainnya. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan dengan gaya arsitektur yang nyentrik, dan tentu saja, deretan Love Hotel yang bisa kalian coba (kalau penasaran). Hanya saja, sekedar pemberitahuan, rata-rata Love Hotel di Shibuya ini memiliki rate yang lebih tinggi dibanding tempat lainnya.
      C. Spain Slope

      Spain Slop, via de.jal.com
      Spain Slope a.k.a Supein-zaka merupakan sebuah jalan sempit sepanjang 100 meter yang menghubungkan PARCO dan Inogashira Street. Jalan ini dinamakan “Spain Slope” karena suasananya yang mengingatkan pada suasana jalanan di Spanyol. Di sepanjang jalan ini banyak terdapat kafe kecil, toko-toko, dan juga restoran.
      D. Dogenzaka Street

      Dogenzaka, via User:Piotrus/wikimedia commons
      Salah satu jalan utama sekaligus jalan tersibuk di Shibuya. Jalan yang dimulai dari Hachiko Square dan membentang ke arah Barat ini memiliki banyak tempat makan, tempat belanja, perkantoran, dan klub malam.
      E. Koen Dori

      Koen Dori, via irubyourbrog.blogspot
      Suka belanja? Maka kalian perlu banget mampir ke Koen Dori (=jalan taman). Jalan sepanjang 450 meter tersebut merupakan salah satu shopping street populer di Shibuya yang memiliki banyak department stores dan bangunan yang menarik. Jalan ini dimulai dari Marui Department Store mengarah ke Yoyogi Park di Harajuku.
      F. Sakuragaoka-cho

      Sakuragaoka-cho, via Momotarou2012/wikimedia commons
      Kawasan yang terletak di sebelah Barat Daya Stasiun Shibuya ini memiliki banyak kafe dan restoran. Dibanding kawasan lain di Shibuya, Sakuragaoka-cho ini relatif lebih tenang dan suasananya pun menyenangkan.
      G. Bunkamura Dori
      Jalan di dekat Shibuya 109 yang dipenuhi dengan berbagai tempat makan, belanja, serta hiburan.
      H. Nonbei Yokocho

      Nonbei Yokocho, via Rs1421/wikimedia commons
      Salah satu kawasan di Shibuya yang memiliki suasana ala Tokyo sebelum Perang Dunia II. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan kecil, dan restoran berkapasitas 3-4 tamu saja. Suasana di Nonbei Yokocho ini mirip-mirip dengan Golden Gai di Shinjuku.
      I. Cat Street

      Shibuya Cat Street, vi Aw1805/wikimedia commons
      Jalan ini terletak di antara Shibuya dan Harajuku. Suasana jalan ini terbilang menyenangkan, karena mayoritas areanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, sementara di setiap sisi jalannya mayoritas dipenuhi oleh aneka toko kecil dan kafe yang trendi.
      4. Kulineran dan Minum-minum

      Alcatraz ER, sebuah kafe tematik di Shibuya, via Aleksi M/flickr
      Shibuya memiliki banyak tempat makan keren untuk berbagai jenis tamu. Mulai dari izakaya, restoran fine dining, hingga restoran tematik, semua bisa ditemukan di Shibuya. 
      5. Dugem, Atau Sekedar Nonton Musik

      Pengunjung di Club Asia, via MIXTRIBE/wikimedia commons
      Yes, Shibuya memang terkenal juga sebagai salah satu distrik yang memiliki beberapa klub terbaik di Tokyo. Jika kalian mendadak ingin dugem saat berada di Shibuya, kalian bisa mencoba main ke beberapa club berikut ini: Wombs (salah satu klub terbesar di Tokyo), Club Asia (terkenal karena kerap memutar musik trance sepanjang malam), Camelot (klub malam yang memiliki banyak ruang yang memutar bermacam aliran musik), dan Sound Museum Vision (klub underground di Dogenzaka yang memiliki sound system unik).
      Sebagai tambahan informasi, di Shibuya juga kerap digelar berbagai pertunjukan musik. Saat berkunjung ke Shibuya, coba deh cek jadwal pertunjukan artis kesayangan kalian. Siapa tahu waktunya bertepatan dengan konser/pertunjukan mereka yang digelar di Shibuya.
      6. Mengunjungi Kuil dan Tempat Ibadah Lainnya

      Konno Hachimangu Shrine, via Rs1421/wikimedia commons
      Shibuya mungkin nggak memiliki kuil-kuil besar seperti yang terdapat di Asakusa dan Harajuku (walau secara teknis, Harajuku masih termasuk wilayah Shibuya). Tapi di Shibuya ada beberapa kuil yang memiliki nilai sejarah tinggi, dan layak disambangi kalau kalian sudah bosan dengan hiruk pikuk Shibuya. Dua diantaranya adalah Konno Hachimangu Shrine dan Miyamasu Mitake Shrine.
      Konno Hachimangu Shrine merupakan sebuah kuil yang didirikan di bekas rumah klan Shibuya yang dulu menguasai daerah tersebut (dan namanya diabadikan sebagai nama distrik itu). Sedangkan Miyamasu Mitake Shrine merupakan tempat bersemayamnya Kaisar Keikou, salah satu pahlawan legenda di Jepang.
      Selain memiliki kuil, di Shibuya pun terdapat masjid terbesar di Tokyo, yaitu Tokyo Camii. Bagi traveller muslim, berkunjung ke Tokyo Camii bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan saat berada di Shibuya.
      7. Main-main ke NHK Studio Park

      Salah satu aktifitas di NHK Studio Park, via planetyze
      Di Shibuya memang tidak ada theme park besar seperti Disneyland, DisneySea, maupun Tokyo Dome. Tapi di Shibuya ada NHK Studio Park, sebuah theme park interaktif milik NHK (Nippon Hoso Kyokai), sebuah stasiun televisi dan radio di Jepang. Di theme park ini pengunjung dapat melihat bagaimana proses recording berbagai program populer, merasakan serunya menjadi dubber, melihat teater 3D, dan lain-lain.
      8. Menghadiri Beberapa Festivalnya

      Kemeriahan pesta Halloween di Shibuya, via Hideya Hamano/flickr
      Mengingat distrik Shibuya itu cukup luas, sebetulnya banyak sekali event yang bisa kalian sambangi di sepanjang tahun. Tapi jika ada event yang harus diberi highlight, maka itu adalah event Halloween (31 Oktober). Setiap pelaksanaan Halloween, banyak muda-mudi berkostum yang akan memadati Center Gai. Suasana pun akan sangat meriah, dan pastinya, banyak sekali obyek menarik yang bisa dijepret selama momen kemeriahan Halloween di Shibuya.
      9. Main-main ke Beberapa Spot Populer di Shibuya
      A. Daikanyama

      Daikanyama T-Site, via 江戸村のとくぞう (Edomura no Tokuzo)/wikimedia commons
      Salah satu kawasan di Shibuya yang terkenal sebagai kawasan perumahan high class dan memiliki banyak butik fashion ternama. Di Daikanyama juga terdapat banyak restoran, toko-toko unik, dan tempat nongkrong keren seperti Hillside Terrace dan Daikanyama T-Site.
      B. Ebisu

      Ebisu Garden Place, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
      Ebisu populer sebagai salah satu area perumahan mewah di Shibuya. Di kawasan ini pun terdapat area perkantoran, dan sebuah shopping complex populer Ebisu Garden Place. Di Ebisu pun terdapat The Museum of Yebisu Beer, sebuah museum bir Ebisu yang dapat dimasuki secara cuma-cuma; dan sebuah museum fotografi.
      C. Sendagaya

      Hatonomori Hachiman Jinja di Sendagaya, via 110kuwahara/wikimedia commons
      Kawasan perumahan di Shibuya yang lokasinya berbatasan dengan Shinjuku dan Aoyama. Sendagaya relatif lebih tenang dibanding daerah lainnya di Shibuya, sehingga mungkin terkesan kurang meriah di mata wisatawan. Tapi di kawasan ini terdapat beberapa spot yang cukup menarik, seperti National Noh Theatre, Tokyo Metropolitan Gymnasium and Sport Comple, sebagian area Shinjuku Gyoen National Garden, beberapa kuil, dan lain-lain.
      D. Harajuku, Omotesando, Aoyama
      Detail tentang ketiga tempat tersebut dapat dibaca disini: Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo.
      *             *             *             *             *
      Akses

      Di depan Stasiun Shibuya, via IQRemix/wikimedia commons
      Cara paling mudah untuk mencapai Shibuya tentu saja dengan menggunakan kereta api. Sebagi salah satu stasiun tersibuk di Tokyo, Stasiun Shibuya dilalui oleh berbagai jalur kereta api. Stasiun ini pun dilalui oleh jalur Yamanote Line, sebuah jalur kereta berbentuk loop line di Tokyo. Pokoknya, nggak sulit deh untuk mencapai Shibuya jika kalian berangkat dari berbagai tempat lainnya di Tokyo.
    • By vie asano
      Nama “Harajuku” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kebanyakan orang, entah orang tersebut penggemar segala sesuatu yang bertema Jepang atau tidak. “Harajuku” kerap diasosiasikan dengan segala sesuatu yang berbau budaya pop Jepang, dan istilah “Harajuku style” pun identik dengan segala sesuatu yang funky dan unik, khususnya dalam hal style fashion. “Harajuku” juga acapkali identik dengan orang-orang yang berdandan unik dan khas, cosplayer yang memenuhi jalan, dan banyak stereotipe lain tentang Harajuku – yang sebagian diantaranya too good to be true.
      Agar tidak terjebak dengan ilusi tentang Harajuku, dan agar tidak kecewa saat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana (khususnya bagi first time traveller), yuk mari mengenal sedikit tentang Harajuku. Sebetulnya, Harajuku itu apa? Dan apa saja yang bisa kalian temukan dan dapatkan disana? Simak detailnya berikut ini.
      *             *             *             *             *
      Informasi Dasar

      Harajuku, via (imagine)/flickr/creative commons
      Saat menyebut nama “Harajuku”, tak sedikit yang mengira jika Harajuku adalah nama sebuah distrik di Tokyo. Sayangnya, pendapat tersebut kurang tepat. Sejatinya Harajuku adalah nama sebuah kawasan (bukan distrik resmi) yang berada di sekitar Stasiun Harajuku. Bahkan Harajuku tidak digunakan sebagai alamat surat menyurat lho, karena secara administratif Harajuku ini termasuk dalam Distrik Shibuya. Jadi, saat melihat peta Tokyo, jangan harap kalian dapat menemukan nama Harajuku tercantum sebagai nama kawasan disana.
      Sejarah Harajuku sebagai pusat fashion anak muda dan tren budaya pop Jepang terkini konon dimulai paska Perang Dunia II berakhir. Pada saat itu, banyak tentara Amerika dan penduduk sipil yang tinggal di area (yang kini menjadi Harajuku). Secara tidak langsung, penduduk di Harajuku pun jadi terinspirasi dengan gaya fashion Western yang dibawa oleh warga Amerika tersebut, yang akhirnya menarik minat pada desainer fashion untuk meluncurkan “Harajuku style”.
      Tren tersebut semakin mewabah sejak pelaksanaan Tokyo Olympics pada tahun 1964 yang selenggarakan di Yoyogi National Gymnasium (dekat Harajuku). Event tersebut otomatis membuat Harajuku ikut kebanjiran didatangi oleh turis asing, dan mendorong tumbuhnya berbagai toko untuk mengakomodasi kebutuhan turis tersebut. Sejak saat itulah Harajuku populer sebagai salah satu tempat kongkow trendi, dan seiring berjalannya waktu, dikenal sebagai pusat trend fashion anak muda Jepang terkini.
      *             *             *             *             *
      Daya Tarik Harajuku
      Ada banyak hal yang membuat Harajuku menarik untuk dikunjungi saat berada di Tokyo. Mari mulai dengan Takeshita-dori (atau Jalan Takeshita) yang menjadi jantungnya Harajuku. 

      Kepadatan di pintu masuk Takeshita-dori, via jdnx/flickr/creative commons
      Dari seluruh daya tarik Harajuku, Takeshita-dori layak mendapat peringkat pertama, sehingga belum sah rasanya menjejakkan kaki di Harajuku jika belum mampir ke Takeshita-dori. Jalan sepanjang 400 meter ini memiliki banyak toko, kafe, outlet fashion, hingga restoran fast food di sepanjang sisinya. Dari toko-toko di jalan inilah lahir tren fashion yang dikenal sebagai Harajuku Style. Takeshita-dori ini sangat populer, dan selalu ramai dipadati oleh pengunjung, khususnya dari kalangan anak muda Jepang.

      La Foret Harajuku, via Comyu/wikimedia commons
      Tak hanya memiliki toko-toko kecil yang menawarkan tren fashion terkini, Harajuku juga memiliki pusat perbelanjaan yang cukup populer, yaitu LaForet Harajuku. Pusat perbelanjaan yang terdiri dari 7 lantai ini memiliki banyak butik fashion dan toko, serta museum di lantai atasnya. Tak jauh dari La Foret Harajuku, ada Tokyu Plaza Omotesando Harajuku yang baru beroperasi sejak tahun 2012. Sama seperti La Foret Harajuku, Tokyu Plaza ini juga memiliki banyak toko fashion dan lifestyle.

      Meiji Jingu, via Kakidai/wikimedia commons
      Selain memiliki Takeshita-dori, di Harajuku juga terdapat terdapat beberapa obyek wisata menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah Meiji-jingu, sebuah kuil Shinto yang lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Harajuku. Meiji-jingu ini merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk mengenang dan menghormati Kaisar Meiji. Suasana di sekitar Meiji-jingu ini sangatlah asri karena dipenuhi dengan pepohonan. Kontras dengan suasana lain di sekitar Harajuku yang sibuk dan ramai.
      Obyek wisata lain yang cukup dekat dengan Takeshita-dori adalah Togo Shrine atau Togo Jinja, sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo. Posisi kuil ini sebetulnya ada di kawasan Aoyama, namun cukup dekat dari Takeshita-dori

      Yoyogi Park, via Eyewall ZRH/flickr/creative commons
      Tak jauh dari Meiji-jingu ada sebuah taman yang disebut-sebut sebagai salah satu taman publik terluas di Tokyo, yaitu Yoyogi Park. Taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik seperti area joging, hutan, spot untuk piknik, dan lain-lain.
      Ngomong-ngomong, Harajuku ini posisinya sangat dekat dengan beberapa kawasan populer di Tokyo. Dua diantaranya adalah Aoyama dan Omotesando. Aoyama merupakan salah satu kawasan elit di Tokyo yang memiliki banyak pusat perbelanjaan, restoran, dan pusat hiburan. Sedangkan Omotesando memiliki banyak butik dan retail yang dirancang dengan gaya arsitektur yang menarik. Detailnya bisa kalian simak dalam bagian selanjutnya.
      *             *             *             *             *
      Yang Wajib Dilakukan di Harajuku
      Ada banyak aktifitas gratis dan non-gratis yang bisa kalian lakukan di Harajuku. Mari mulai dari yang gratisan lebih dulu:
      1. Melihat-lihat Takeshita-dori

      Jalan-jalan di Takeshita-dori, via Leng Cheng/flickr/creative commons
      Sebagai daya tarik utama dari Harajuku, mengunjungi Takeshita-dori jelas merupakan sebuah kewajiban. Asyiknya, jalan ini menarik untuk dikunjungi tanpa harus membeli apapun, alias window shopping saja. Itu karena Takeshita-dori selalu ramai dipadati oleh pengunjung, sehingga suasananya selalu hidup dan menarik untuk dinikmati.
      Tambahan lain, di Takeshita-dori banyak muda mudi yang kerap berdandan dengan padu padan menarik. Bagi kalian yang suka bingung mix and match baju, bisa mencari inspirasi dari dandanan pada muda mudi di Harajuku.
      2. Mengunjungi Meiji-jingu

      Pesta pernikahan di Meiji Jingu, via Everjean (EverJean) from Antwerp, Belgium/wikimedia commons
      Yes, Meiji-jingu ini bebas biaya tiket masuk alias dapat dikunjungi secara gratis – kecuali jika kalian masuk ke Treasure House dan/atau taman di bagian dalam (biaya JPY500 untuk masing-masing spot). Nggak sulit kok untuk mencapai Meiji Jingu ini, karena lokasinya yang sangat dekat dengan Stasiun Harajuku. Hanya saja, walau terbilang dekat, kalian membutuhkan waktu kira-kira 15 menitan jalan kaki melewati hutan sebelum betul-betul bisa mencapai kuil ini.
      3. Mampir ke Togo Jinja

      Togo Jinja, via Rs1421/wikimedia commons
      Togo Jinja merupakan sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo Heihachiro, seorang jenderal di periode Taisho yang pernah mengalahkan armada kapal Rusia pada perang Russo-Jepang tahun 1905. Walau kalah megah dari Meiji Jingu, kuil ini cukup populer dijadikan spot pemotretan foto pernikahan karena suasananya yang cukup menarik. Togo Jinja juga memiliki danau, jembatan kecil, dan tempat penjualan jimat. PS: kuil ini hanya berjarak 5 menitan jalan kaki dari Stasiun JR Harajuku.
      4. Menghabiskan waktu di Yoyogi Park

      Dancer di Yoyogi Park, via blondinrikard/flickr/creative commons
      Sebagai salah satu taman publik terbesar di Tokyo, Yoyogi Park ini memiliki hampir semua yang bisa dicari dari sebuah taman: danau, lapangan terbuka, area hutan, taman bunga, dan banyak lagi. Jika kalian berkunjung ke taman ini pada akhir pekan, kalian dapat melihat berbagai pertunjukan dari street performer (dance, band, dll). PS: Taman ini bebas tiket masuk lho.
      5. Berburu Cosplayer

      Cosplayer di Harajuku, via Jacob Ehnmark/wikimedia commons
      Salah satu daya tarik Harajuku yang sudah populer ke mancanegara adalah keberadaan para cosplayer yang kerap berdiri di titik-titik tertentu. Para cosplayer ini biasanya akan dengan senang hati meladeni permintaan berfoto bersama, atau bahkan memperagakan beberapa adegan dari cosplay yang tengah diperankannya. Tips: salah satu spot yang jadi tempat nongkrong favorit para cosplayer adalah Harajuku Bridge.
      6. Menghadiri Berbagai Festival

      Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi, via 工房 やまもも/wikimedia commons
      Ada beberapa festival menarik yang digelar di Harajuku, atau setidaknya, cukup dekat dari Harajuku. Beberapa festival yang layak masuk dalam agenda kalian antara lain:
      - St.Patrick’s Day Parade (pertengahan Maret),
      - Yoyogi Park Wanwan Carnival (pertengahan April),
      - Tokyo Rainbow Pride (pertengahan Mei), Thai Festival (pertengahan Mei),
      - The Okinawa Festival (akhir Mei),
      - Vietnam Festival (pertengahan Juni),
      - Ocean Peoples Toko (awal Juli),
      - Brazilian Day Japan (pertengahan Juli),
      - Taiwan Festa (akhir Juli),
      - Jingu Gaien Fireworks Festival (pertengahan Agustus),
      - Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi (akhir Agustus),
      - Fashion’s Night Out (awal September),
      - Namaste India (akhir September),
      - Hokkaido Fair in Yoyogi (akhir September-awal Oktober),
      - Indonesia Japan Friendship Festifal (pertengahan Oktober),
      - Omotesando Halloween Pumpkin Parade (akhir Oktober),
      - Tokyo Vegefood Festa (akhir Oktober),
      - Meiji Jingu Shrine Yabusame (awal November),
      - Fiesta de Espana (akhir November),
      Note: Beberapa festival di atas mungkin saja bukan festival tahunan. Ada baiknya lakukan double check untuk memastikan tanggal pelaksanaan festival sebelum memasukkan dalam itinerary.
      Tapi jika kalian berkunjung ke Harajuku diluar waktu tersebut, setidaknya kalian bisa mencoba main ke Meiji Jingu maupun Togo Shrine. Jika beruntung, siapa tahu kalian berkesempatan melihat acara pernikahan khas Shinto yang digelar di kedua kuil tersebut.
      7. Main-main ke Aoyama, Omotesando, atau Shibuya
      Sudah tahu kan kalau Harajuku sangat dekat dengan Aoyama, Omotesando, atau Shibuya? Maka tentu saja salah satu aktifitas gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku, adalah dengan sekaligus mengunjungi kawasan-kawasan tersebut. Selama kalian mau berjalan kaki beberapa menit, cukup mudah kok untuk mencapai Aoyama, Omotesando, dan Shibuya tanpa harus mengeluarkan tiket kereta sama sekali.
      Berikut ini daftar beberapa rekomendasi aktifitas yang bisa kalian lakukan di Aoyama, Omotesando, dan Shibuya:
      Aoyama

      Icho Namiki Avenue, via Kakidai/wikimedia commons
      - Jalan-jalan di Icho Namiki Avenue (khususnya kalau berkunjung ke Tokyo saat musim gugur). Icho Namiki Avenue merupakan sebuah jalan yang memiliki deretan pohon Ginkgo. Saat musim gugur, pohon-pohon tersebut akan berubah warna menjadi keemasan.
      - Mampir ke Akasaka Palace
      - Mengunjungi Aoyama Cemetery (Aoyama Reien). Ya, Aoyama Cemetery adalah salah satu kuburan publik tertua di Jepang. Tempatnya cukup luas, dan di kuburan ini terdapat banyak makam orang dan tokoh ternama – salah satunya adalah anjing Hachiko. Lanskap di pemakaman ini pun cukup menarik, dan populer dikunjungi saat musim semi tiba (untuk melakukan hanami).
      - Jalan-jalan ke Killer-dori (Killer Street) yang memiliki banyak toko street fashion. Lokasinya terletak di Minami Aoyama, tak jauh dari Aoyama Cemetery.
      Omotesando

      Omotesando Hills, via IQRemix/flickr/creative commons 
      - Jalan-jalan menikmati suasana. Omotesando bertabur banyak bangunan yang memiliki gaya arsitektur menarik.
      - Belanja. Tak hanya memiliki banyak gedung menarik, Omotesando juga bertabur toko dan butik ternama. Prada dan Louis Vuitton hanyalah sebagian brand yang bisa kalian temukan di Omotesando.
      - Mengunjungi beberapa museum keren di Omotesando, seperti Nezu Museum dan Ota Memorial Museum of Art.
      Shibuya

      Patung Hachiko di Shibuya, via Leng Cheng/flickr/creative commons
      - Melihat/memotret/melintas di Shibuya Crossing.
      - Shopping. Shibuya kaya akan berbagai tempat belanja, mulai dari shopping mall besar hingga toko-toko kecil.
      - Mencicipi izakaya, atau bar ala Jepang.
      - Jalan-jalan di berbagai walking spot populernya, seperti Dogenzaka Street, Nonbei Yokocho, dan lain-lain.
      - Berpose di Patung Hachiko.
      - Mengubah penampilan di berbagai salon trendi di Shibuya.
      - Mengunjungi beberapa kuil di Shibuya. Walau kuil-kuil itu sebetulnya bukan kuil populer, namun lumayan bisa dijadikan tempat pelarian sejenak jika kalian sudah bosan dengan suasana Shibuya yang ramai.
      Sedangkan aktifitas non-gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku antara lain:
      1. Belanja, Belanja, Belanja

      Deretan toko di Harajuku, via Joe Mabel/wikimedia commons
      Sudah tahu, kan, kalau di Harajuku bertabur banyak tempat belanja? Jadi, jelas banget kalau shopping menjadi aktifitas yang wajib dilakukan saat berada di Harajuku. Kalian bisa keluar masuk berbagai toko di Harajuku – mulai dari toko kecil hingga shopping mall – untuk belanja, maupun sekedar mencari inspirasi mix and match fashion. Sedangkan jika kalian ingin membeli pernak-pernik murah untuk dijadikan oleh-oleh, Daiso Harajuku bisa menjadi pilihan asyik untuk dilirik. Sedangkan kalau ingin mencari toko mainan terkenal, bisa mampir ke Kiddy Land.
      PS: Jangan hanya fokus pada toko-toko yang ada di jalan utama. Terkadang kalian akan menemukan toko-toko menarik di jalan kecil yang ada di belakang jalan utama.
      Informasi beberapa toko populer di Harajuku dan sekitarnya bisa dilihat disini.
      2. Kulineran!

      Display crepes di Harajuku, via Leng Cheng/flickr/creative commons
      Sebagai salah satu kawasan yang populer di kalangan anak muda, tentu saja Harajuku memiliki beberapa kuliner khas. Salah satu yang paling wajib untuk dicoba adalah mencicipi aneka crepes dengan berbagai kombinasi rasa. Harga aneka crepes ini biasanya ada di kisaran JPY500, dan kalian akan mudah menemukan kios penjual crepes di Takeshita Dori.
      3. Membuat Purikura

      Contoh booth purikura, via Pixelms/wikimedia commons
      Purikura, atau photo sticker booth (di Indonesia lebih populer dengan sebutan ‘photo box’), sebetulnya sudah banyak ditemukan di Indonesia. Hanya saja, purikura di Jepang biasanya memiliki lebih banyak fitur imut dan juga bisa mengedit wajah. Membuat purikura merupakan salah satu aktifitas yang disukai oleh remaja Jepang, dan di Harajuku kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai mesin purikura.
      *             *             *             *             *
      Akses

      Stasiun JR Harajuku, via Chris 73/wikimedia commons
      Harajuku terletak di sekitar area Stasiun Harajuku, yang jaraknya hanya terpaut 1 stasiun dari Stasiun Shibuya dan 2 stasiun dari Stasiun Shinjuku. Otomatis Harajuku ini asyik dikunjungi saat kalian berwisata ke Shibuya maupun Shinjuku. Stasiun Harajuku ini dilalui oleh JR Yamanote Line, yaitu sebuah jalur kereta loop line mengelilingi Tokyo, sehingga jalur ini mudah sekali di akses dari mana-mana. Dari Stasiun Harajuku, kalian hanya tinggal menyeberang jalan untuk mencapai Takeshita Dori.
      Alternatif lainnya, kalian dapat naik Chiyoda dan Fukutoshin Subway Lines, dan turun di Stasiun Meijijingu-mae. Dari stasiun ini, kalian tinggal jalan kaki beberapa menit untuk mencapai Takeshita Dori. Ngomong-ngomong, stasiun ini juga relatif dekat dengan Omotesando lho. Jika turun di Meijijingu-mae, kalian bisa bebas memilih apakah akan menjelajah Omotesando atau Harajuku lebih dulu.
      Ingin jalan-jalan sambil menikmati suasana? Jika berangkat dari Shibuya, kalian bisa jalan kaki untuk mencapai Harajuku. Jarak tempuhnya mungkin kira-kira 10-15 menitan jalan kaki. Tidak terlalu jauh kan?
      *             *             *             *             *
      Note:
      Seluruh foto diambil dari creative commons (credit tercantum dalam setiap foto). Tidak ada proses editan tambahan lainnya selain proses resizing.
       
    • By vie asano
      Saat mempersiapkan untuk liburan ke luar negeri, kebanyakan wisatawan akan fokus untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan seperti passport, visa, daftar tempat wisata untuk dikunjungi, hingga daftar siapa saja yang harus mendapat oleh-oleh. Sayangnya, nggak sedikit di antara wisatawan yang lupa membekali diri dengan aneka safety tips (atau tips keselamatan). Padahal, setiap negara – terutama negara maju -- biasanya memiliki prosedur keselamatan tersendiri, khususnya untuk menghadapi hal-hal diluar dugaan seperti bencana alam.
      Begitu juga dengan negara Jepang. Negara berjuluk Matahari Terbit ini memiliki beberapa tips keselamatan yang sebetulnya penting banget untuk diketahui oleh wisatawan. Apalagi, dibalik segala pesonanya, Jepang pun tak luput dari berbagai bencana alam. Mengingat Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki bahasa khas, dikhawatirkan wisatawan asing yang tidak familiar dengan bahasa Jepang akan mengalami kesulitan seandainya terjadi hal-hal darurat saat tengah berwisata ke sana.
      Jika kalian memiliki rencana untuk berwisata ke Jepang, coba simak beberapa tips keselamatan berikut ini. Secara garis besar saya akan membagi aneka tips ini dalam 2 bagian utama: tips saat menghadapi bencana alam, dan tips untuk menghadapi/mencegah terjadinya kejahatan.
      *             *             *             *             *
      Tips Keselamatan Untuk Bencana Alam

      Pemadaman reaktor nuklir Fukushima paska terjadinya tsunami tahun 2011, via sites.suffolk.edu
      Pada tanggal 22 November 2016 Jepang diguncang gempa yang cukup kuat (6,9 Skala Richter). Efek guncangannya terasa hingga ke beberapa kota, dan beberapa daerah dilanda tsunami kecil setinggi 60 cm hingga 1,40 meter. Tsunami tersebut bahkan turut mengguncang Onahama Port, yang dikhawatirkan akan kembali mengganggu reaktor nuklir di Fukushima (untungnya tidak sampai separah itu).
      Ini bukan kali pertama Jepang diguncang bencana alam. Pada bulan April 2016, prefektur Kumamoto diguncang dua gempa besar. Tahun 2011 yang lalu Jepang juga mengalami serangkaian bencana, termasuk tsunami, yang meluluhlantakkan sebagian wilayah di Jepang – termasuk merusak reaktor nuklir di Fukushima dan menyebabkan terjadinya bencana radiasi. Bahkan sebetulnya, kalau ditelaah secara teliti, negara Jepang bisa dikatakan sangat rentan akan bencana alam. Gempa bumi, taifun (alias typhoons), letusan gunung berapi, tsunami, dan lain-lain; hanyalah sebagian bencana yang cukup rutin menyapa Jepang.
      Walau begitu, jangan dulu takut dan akhirnya membatalkan acara wisata ke Jepang ya. Sekalipun Jepang cukup sering dilanda, namun negara tersebut memiliki sistem peringatan dini dan prosedur standar evakuasi yang sangat baik. Hanya saja, mengingat bencana selalu datang tanpa diundang, nggak ada salahnya calon wisatawan yang berencana mengunjungi Jepang mengetahui beberapa tips untuk menghadapi bermacam bencana alam. Tujuan utamanya tentu saja agar wisatawan tidak bingung sendiri seandainya terjadi bencana, dan tahu prosedur keselamatan standar yang harus dilakukan. Simak detailnya berikut ini:
      +             +             +
      Informasi Dasar

      Sebuah kapal tersangkut di atap rumah paska tsunami 2011, via rd.nl
      -   Jepang memiliki sistem peringatan dini yang cukup baik. Penduduk setempat pun rutin berlatih untuk menghadapi situasi darurat. Bahkan setiap rumah memiliki kantong darurat (berisi makanan, minuman, dan beberapa perlengkapan lainnya) yang siap dibawa setiap kali terjadi ada peringatan bencana. Jadi, saat bingung harus melakukan apa, kalian dapat mengamati respon dari penduduk lokal saat terjadi bencana.
      -  Saat berada di Jepang, jangan malas memantau prakiraan cuaca setiap harinya. Prakiraan cuaca di Jepang relatif akurat dan bisa diandalkan karena berdasarkan pantauan harian. Ingin lebih praktis? Kunjungi website Japan Meteorological Agency (JMA) (klik link) untuk melihat prakiraan cuaca terkini.
      -  Sedangkan untuk pantauan peringatan kondisi cuaca harian, dapat mengunjungi website Japan Meteorological Agency (JMA)/Warnings berikut (klik link).
      -  Untuk wisatawan, kalian dapat mengunduh aplikasi sistem peringatan dini “Safety Tips” yang akan mengirimkan peringatan otomatis saat terjadi bencana (terutama untuk gempa bumi dan tsunami). Penjelasan tentang aplikasi tersebut dapat dibaca DISINI, dan kalian dapat mengunduh aplikasinya disini: ANDROID atau IPHONE. 
      -  Untuk memudahkan komunikasi saat terjadi kondisi darurat, khususnya jika kalian tidak bisa berbahasa Jepang, kalian bisa mencetak beberapa kartu komunikasi berikut ini dalam ukuran yang praktis untuk dibawa-bawa (sumber)
         a. Saat terjadi bencana

         b. Memastikan keselamatan/keamanan lokasi saat ini

         c. Paska evakuasi (1)

         d. Paska evakuasi (2)

         e. Perawatan medis

         f. Informasi dalam bahasa asing

         g. Masalah transportasi

      -  Jika terjadi bencana alam dalam skala besar dan tidak memungkinkan bagi kalian untuk kembali ke hotel/penginapan, segeralah mencari shelter perlindungan terdekat. Biasanya shelter darurat akan diadakan di beberapa fasilitas publik (seperti taman dan bangunan sekolah). Di shelter darurat tersebut kalian akan mendapatkan makanan, minuman, dan dapat menggunakan toilet.
      -  Saat bencana, ada kalanya jaringan telepon tidak berfungsi sehingga kalian akan sulit untuk dihubungi atau menghubungi keluarga. Namun, dalam beberapa kasus, jaringan internet justru lebih bisa diandalkan untuk mencari informasi, maupun untuk memberi kabar pada keluarga di rumah. 
      -  Seandainya terjadi situasi yang betul-betul darurat, catat beberapa alamat kedutaan dan konsulat Indonesia yang ada di Jepang:
         a. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang
             Chancery: 5-2-9, Higashi-Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022. Telp: 03-3411-4201
         b. Konsulat Jendral Republik Indonesia di Osaka
             Nakanoshima Intes Building 22F, 6-2-40 Nakanoshima, Kita-ku, Osaka 530-0005. Telp: 06-6449-9898
         c. Honorary Consulate of the Republic Indonesia in Sapporo
             c/o Hokkaido Gas K.K., 7-3-1, Odori-nishi, Chuo-ku, Sapporo-shi 060-8530. Telp: 011-207-2100
         d. Honorary Consulate of the Republic of Indonesia in Fukuoka
             c/o Kyudenko Corp., 23-25, Nanokawa 1-chome, Minami-ku, Fukuoka-shi 815-0081. Telp: 092-523-1691.       
      +             +             +
      Gempa Bumi

      Sebuah daerah perumahan di Kumamoto paska terjadi gempa April 2016, via marketwatch
      -  Dari berbagai jenis bencana yang kerap menyapa Jepang, gempa bumi berada di urutan pertama. Daerah Tohoku dan Kanto (di sekitar Tokyo) termasuk daerah-daerah yang cukup sering mengalami gempa dibanding daerah lainnya di Jepang.
      -  Ini sebetulnya tips standar yang berlaku di negara mana pun. Setiap kali menginap di hotel/akomodasi lain, jangan lupa untuk mencari tahu jalur evakuasi darurat.
      -  Jika kalian mengalami gempa bumi saat berada di dalam hotel, atau saat berada di luar ruangan, JANGAN langsung buru-buru lari untuk menyelamatkan diri. Kenapa? Soalnya dikhawatirkan kalian akan terluka oleh pecahan kaca/serpihan lain saat panik. Lebih baik segera berlindung dibawah meja atau obyek lain yang kira-kira cukup kuat untuk melindungi kepala.
      -   Sebagai tambahan informasi, mayoritas bangunan (khususnya bangunan baru) di Jepang dirancang dengan konstruksi anti gempa. Kadang lebih aman berada di dalam bangunan (saat terjadi gempa) dibanding langsung lari berhamburan keluar. Namun jika kalian tak yakin, sebaiknya tanyakan pada orang di sekitar kalian (jika ada) apakah harus keluar bangunan atau cukup aman untuk berdiam di dalam saja.
      -  Sedangkan jika kalian berada di tepi pantai, atau di dekat laut, segera menjauh dari laut karena dikhawatirkan akan terjadi tsunami.
      -  Setelah keadaan mulai reda, segera perhatikan sekeliling kalian. Adakah api yang muncul setelah gempa, atau adakah potensi akan terjadi kebakaran? Jika ya, segera evakuasi diri ke ruang terbuka. Mayoritas korban jiwa akibat bencana gempa (di Jepang) terjadi bukan karena tertimpa reruntuhan bangunan, namun karena terjebak kebakaran (yang terjadi karena gempa) dan tidak bisa menyelamatkan diri.
      +             +             +
      Tsunami

      Tsunami di Miyako (2011), via gazabpost
      -  Daerah yang paling rawan terkena tsunami tentu saja daerah yang berada dekat dengan laut. Jika kalian berwisata ke daerah dekat laut, terlebih jika daerah itu memiliki sejarah terkena tsunami, ada baiknya kalian langsung lari menjauh dari tepi laut saat terasa gempa bumi (terutama jika gempa tersebut berlangsung lebih dari 20 detik). Usahakan lari ke tempat yang lebih tinggi.
      -  Seandainya saat tsunami terjadi kalian berada di daerah yang terdampak langsung dengan tsunami (khususnya jika daerah tersebut jauh dari kota besar), kalian mungkin akan sulit untuk bepergian karena terganggunya infrastruktur. Sebaiknya segera tanyakan lokasi shelter darurat, karena disana kalian bisa mendapatkan berbagai informasi tambahan yang dibutuhkan.
      +             +             +
      Taifun

      Berjalan menembus taifun, via theindependentbd
      -  Taifun biasanya kerap terjadi antara bulan Juni hingga Desember, dan intensitas taifun terbanyak pada bulan Juni-September. Adapun daerah di Jepang yang memiliki resiko tinggi terkena taifun antara lain Okinawa, Kyushu, dan Hokkaido. Namun, secara keseluruhan, daerah di selatan Jepang lebih rentan terkena taifun dibanding daerah lainnya.
      -  Saat taifun melanda, disarankan untuk tidak berada di luar ruangan. Seandainya kebetulan kalian tengah berada di ruang outdoor, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk berlindung. Dan, menjauhlah dari sumber air (seperti sungai) karena terkadang taifun dapat menyebabkan banjir.
      -  Biasanya, saat taifun melanda, transportasi publik akan berhenti beroperasi. Jika kalian terpaksa harus bepergian saat taifun, gunakanlah moda transportasi bawah tanah seperti subway. Hanya saja, jika taifun ini disertai banjir, sangat tidak disarankan untuk menggunakan subway.
      +             +             +
      Bencana Lainnya

      Orang-orang mengenakan masker saat bagai pasir menyerang, via japantimes
      -  Jepang tentu saja tak luput dari berbagai bencana alam lain seperti letusan gunung berapi, banjir, hingga badai pasir (kiriman dari Gurun Gobi). Namun frekuensinya relatif lebih jarang dibanding gempa bumi, sehingga kalian tak perlu terlalu takut untuk berwisata ke Jepang. Yang terpenting, selalu pantau prakiraan cuaca terkini dan peringatan dari pemerintah setempat.
      *             *             *             *             *
      Tips Menghadapi/Mencegah Terjadinya Kejahatan

      Polisi Jepang, via javedch
      Jepang memiliki reputasi yang sangat baik dalam masalah kejahatan, karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia. Kota-kota besar di Jepang pun sudah sangat dikenal akan tingkat keamanannya yang tinggi, dan cukup aman bagi wisatawan untuk berjalan kaki sendirian di malam hari.
      Namun, apakah Jepang 100% aman? Tentu saja tidak. Faktanya, kejahatan itu tetap ada. Bahkan, pada tahun 2014, Asahi Shinbun mengungkap fakta jika kepolisian Osaka tidak melaporkan lebih dari 81000 kasus kejahatan (dalam kurun waktu antara tahun 2008-2012) dengan tujuan untuk melindungi reputasi kota tersebut (sumber). Wow! Beberapa kasus penusukan random dan upaya pembunuhan massal pun pernah beberapa kali terjadi di Jepang. Jadi, sekalipun Jepang dikenal sebagai salah satu negara teraman, nggak ada salahnya jika kalian tetap bersikap waspada. Lebih baik mencegah daripada menyesal, bukan?
      Dengan berbekal premis “kejahatan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja”, nggak ada salahnya calon wisatawan lebih dulu mengenali beberapa potensi tindak kriminal/tindak kejahatan yang kerap dilaporkan terjadi di Jepang, antara lain:
      -  Chikan, atau pelecehan seksual yang kerap terjadi di transportasi publik seperti kereta. Percaya atau tidak, mereka yang sudah terbiasa melakukan chikan kerap beroperasi di jalur kereta tertentu, dan tak segan naik kereta tertentu (seperti kereta rapid atau limited express – jenis kereta yang tidak berhenti di setiap stasiun) agar bisa lebih lama mengerjai korbannya.
      -  Stalker, atau penguntit.
      -  Pencurian sepeda. Kasus pencurian sepeda termasuk salah satu tindak kriminal yang cukup sering terjadi di Jepang. Menariknya, kepolisian Jepang tercatat sukses mengembalikan lebih dari 50% sepeda yang dilaporkan hilang.
      -  Scam. Kasus scam yang paling banyak dilaporkan oleh wisatawan biasanya terjadi di daerah yang memiliki banyak tempat hiburan malam (seperti Kabukicho dan Roppongi). Biasanya di daerah-daerah seperti itu banyak bertebaran orang-orang yang akan mengajak turis untuk masuk ke bar atau klab malam tertentu. Beberapa turis pernah melaporkan kalau mereka mendapat tagihan yang diluar batas kewajaran, kehilangan dompet, hingga pembobolan kartu kredit (setelah menggesek kartu di bar/klab tersebut) – sumber.
      -  Rasis. Oke, ini memang bukan tindak kriminal, dan mungkin lebih cocok disebut ‘tindakan kurang menyenangkan’. Tapi Jepang memang tak luput dari isu rasial, dan wisatawan kurang paham kadang merasa tersinggung. Contoh dari isu rasis di Jepang antara lain beberapa bar dan pub melarang wisatawan asing untuk masuk (dan menempelkan tulisan “Japanese Only” di pintu masuknya) dengan berbagai alasan. Kalian dapat menemukan bar seperti itu di beberapa kawasan seperti Golden Gai (Tokyo).

      Polisi Jepang di depan koban, via vlasenko
      Beberapa tips untuk mencegah/menghadapi terjadinya tindak kriminal selama berada di Jepang:
      -  Saat mengalami tindak kejahatan, kalian dapat langsung melapor dengan menekan nomor 110 (bisa dilakukan dari berbagai telepon).
      -  Jika mengalami kejahatan di wilayah Tokyo dan kalian ingin melapor melalui telepon, hubungi nomor 03-3501-0110. Layanan berbahasa Inggris tersedia setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.30-17.15 waktu setempat.
      -  Kalian juga dapat membuat laporan dengan mendatangi berbagai koban. Koban adalah pos polisi (versi mini dari kantor polisi) yang ada di setiap distrik, sehingga membentuk jaringan informasi yang unik antara polisi dan masyarakat.
      -  Tak dapat menemukan petugas saat ingin melapor ke koban? Jangan dulu cemas. Mungkin petugas polisi sedang melakukan tugas luar, patroli, atau karena jam tugas telah selesai (koban memang tidak aktif 24 jam). Jika kepentingan kalian betul-betul mendesak, kalian dapat menggunakan telepon yang ada di dalam koban, yang akan langsung tersambung dengan kantor polisi di daerah tersebut.
      -  Untuk menghindari kemungkinan dijadikan target chikan (khususnya perempuan), hindari menunjukkan kesan lemah. Para pelaku chikan biasanya lebih suka mengincar korban yang terlihat lemah karena (kemungkinan) tak berani melawan, dibanding mengincar korban yang terlihat berpenampilan tegas (sekalipun mengenakan baju yang lebih terbuka).
      -  Kalian (khususnya perempuan) juga dapat naik kereta khusus wanita (jika ada) untuk menghindari chikan. Atau, hindari naik kereta di jam sibuk, karena chikan biasanya suka beroperasi saat kereta tengah padat.
      -  Namun jika kalian tetap menjadi korban chikan, jangan langsung panik. Tetaplah tenang, dan tatap mata si pelaku dan minta dengan baik-baik untuk menghentikan kegiatannya. Atau, saat ada kesempatan, segera tangkap tangan pelaku dan teriakkan ‘chikan’ untuk memancing perhatian pengguna kereta lainnya. Biasanya, pelaku chikan yang tertangkap basah akan memilih menghindari konflik dan turun di stasiun terdekat (karena jika tertangkap, mereka bisa dikenai denda antara JPY500000-1000000 atau hukuman kurungan antara 6 bulan-10 tahun).
      -  Sedangkan untuk traveller pria, agar terhindar dari tuduhan sebagai chikan (karena selalu ada kemungkinan korban akan salah mengenali pelaku), sebaiknya hindari berdiri di belakang wanita (apalagi jika wanita itu cantik). Kalian bisa juga memegang sesuatu (seperti membaca buku dengan kedua tangan atau memegang pegangan kereta) untuk menghindari kemungkinan dituduh sebagai chikan.
      -  Untuk meminimalkan potensi terkena scam, sebaiknya hindari mengunjungi daerah-daerah kerap identik dengan aktifitas scam seperti Kabukicho dan Roppongi. Kalian juga bisa mempertimbangkan untuk menghindari daerah-daerah berbahaya di Jepang (baca: Inilah Daerah-daerah Berbahaya di Jepang: Area Tokyo (part 1) dan Inilah Daerah-daerah Berbahaya di Jepang: Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan (Part 2 End))
      Semoga informasinya bermanfaat.
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari berbagai sumber (cek caption). Tidak ada editan tambahan lain selain proses resize.
    • By vie asano
      Saat membaca judul tulisan ini, mungkin ada yang bertanya-tanya. Sadako Yamamura? Siapa tuh? Artis Jepang kah? Politisi? Atlet? Atau siapa?
      Kalau kalian masih bertanya-tanya siapa itu Sadako Yamamura, berarti kalian bukan penggemar film ber-genre horor. Sadako Yamamura, atau lebih populer dengan sebutan Sadako saja, adalah nama tokoh hantu dalam trilogy Ring (1998), Ring 2 (1998), dan Ring 0: Birthday (2000); yang gaungnya masih terasa hingga saat ini. Lupa dengan Sadako? Itu lho, sosok hantu yang populer karena keluar dari televisi. Masih belum ada bayangan? Coba lihat foto berikut ini:

      Sadako saat keluar dari televisi, via techwireasia
      Nah, sudah ingat? Sudah tahu siapa itu Sadako Yamamura? Kalau sudah, kita akan flashback sedikit cerita di film Ring (1998). Kalian yang pernah melihat film tersebut pasti tahu ceritanya. Ada sebuah video terkutuk, dan siapapun yang melihatnya akan mati dalam waktu 7 hari. Sepasang mantan suami-istri kemudian menyelidiki video tersebut, dan menemukan jika dialek dalam video itu berasal dari daerah Izu Oshima. Mereka berdua kemudian sengaja pergi ke Izu Oshima dengan harapan dapat mematahkan kutukan tersebut, dan berujung dengan ditemukannya sebuah sumur tempat mayat Sadako terpendam.
      Ngomong-ngomong, Izu Oshima yang menjadi setting dalam cerita tersebut bukan sebuah tempat fiktif. Pulau itu benar-benar nyata, dan masih masuk dalam wilayah Tokyo loh! Pulau ini juga populer dikunjungi sebagai side trip dari Ibu Kota Jepang tersebut. Penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang Izu Oshima? Simak detailnya berikut ini:
      *             *             *             *             *
      Informasi Dasar

      Izu Oshima, via jnto.go.jp
      Izu Oshima, atau biasa disebut sebagai Oshima saja, adalah nama salah satu pulau yang ada di Kepulauan Izu. Tepatnya, Oshima adalah pulau terbesar yang ada di kepulauan tersebut. Ngomong-ngomong, Kepulauan Izu itu termasuk dalam wilayah Oshima, sub-prefektur dari Tokyo Metropolitan Government. Dengan kata lain, Oshima ini masih masuk dalam wilayah Tokyo (lihat bagian selanjutnya untuk detail tentang Kepulauan Izu), namun memiliki atmosfir yang lebih ke arah pulau tropis dibanding Tokyo (walau iklim di pulau ini tidak sepanas Okinawa).

      Posisi Oshima terhadap Tokyo dan Shizuoka (capture Google Maps)
      Tak hanya menjadi pulau terbesar di Kepulauan Izu, Oshima juga jaraknya paling dekat dari Tokyo (kira-kira 108 kilometer). Untuk mencapai pulau ini, kalian hanya memerlukan waktu kira-kira 1 jam 45 menitan saja. Nggak heran kalau Oshima ini menjadi salah satu destinasi side-trip populer dari Tokyo dan Shizuoka, karena pulau ini pun lokasinya cukup dekat dan cukup mudah di akses dari Shizuoka.

      Izu Oshima, via Taiyofj/flickr/creative commons
      Ngomong-ngomong, Oshima ini tak hanya populer dijadikan sebagai lokasi shooting untuk film Ring saja lho. Pulau ini menjadi lokasi ‘pemakaman’ Godzilla dalam film The Return of Godzilla (1984), dan tampil juga dalam beberapa film Godzilla lainnya seperti The Return of Godzilla (1989) dan Godzilla vs. Biollante. Sedangkan jika kalian pernah bersentuhan dengan waralaba Pokemon, baik dalam game maupun anime, Pulau Cinnabar dalam waralaba tersebut terinspirasi dari Oshima.
      *             *             *             *             *
      Sekilas Tentang Kepulauan Izu

      Kepulauan Izu, via tdk/wikimedia commons  
      Kepulauan Izu merupakan sebutan untuk kumpulan pulau vulkanik yang terletak di sisi tenggara Tokyo, yang jaraknya bervariasi antara 108 kilometer hingga 354 kilometer dari Tokyo. Biasanya, Kepulauan Izu ini disebut sebagai Izu Shichito (atau “Izu Seven”) karena ada 7 pulau utama yang ada di kepulauan tersebut, yaitu Izu Oshima, Toshima, Niijima, Shikinejima, Kozushima, Miyakejima, Mikurajima, Hachijojima, dan Aogashima. Namun pada kenyataannya, jumlah pulau di Kepulauan Izu ini ada lusinan, dan 9 diantaranya kini tak berpenghuni.

      Aogashima, via thieunien
      Sama seperti posisi Kepulauan Seribu bagi wilayah Jakarta, Kepulauan Izu ini juga populer sebagai destinasi wisata dari Tokyo. Izu Oshima tentu saja menjadi pulau yang paling populer untuk dikunjungi karena jaraknya cukup dekat dari Tokyo. Namun sebetulnya, masing-masing pulau yang termasuk Izu Seven memiliki karakteristik unik tersendiri, dan menawarkan aktifitas wisata yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Mikurajima terkenal sebagai salah satu destinasi populer untuk berenang bersama lumba-lumba. Aogashima memiliki 2 gunung berapi, dan Shikinejima terkenal akan onsen-nya.
      *             *             *             *             *
      Daya Tarik Oshima

      Oshima, via find-travel.jp
      Sebagai pulau terbesar di Kepulauan Izu (luasnya mencapai 91,06 kilometer persegi) sekaligus yang paling dekat dengan Tokyo, Oshima memiliki beberapa obyek wisata populer. Salah satu yang paling populer adalah Gunung Mihara (atau Mihara-san), sebuah gunung berapi setinggi 758 meter yang pernah beberapa kali mengeluarkan letusan dahsyat pada Periode Nara (tahun 710-794). Letusan terakhir tercatat pada tahun 1990, yang berarti gunung ini masih cukup aktif.

      Gunung Mihara dilihat dari atas, via Japan Coast Guard/wikimedia commons
      Gunung Mihara ini cukup menarik perhatian wisatawan yang hobi hiking maupun sekedar suka menikmati suasana alam. Terdapat beberapa hiking trail menuju ke puncak, dan umumnya wisatawan membutuhkan waktu 45-60 menit hingga ke puncak. Bagian yang paling keren, di puncak gunung tersebut ada kaldera yang sangat besar (diameter 300 meter dan kedalaman 200 meter) yang dikelilingi oleh jalan setapak. Sehingga, dari puncak Gunung Mihara ini pengunjung dapat menikmati 2 view spektakuler dalam satu waktu: pemandangan ke arah kaldera, dan pemandangan di sekitar Oshima.

      Oshima Onsen Hotel, via travel.yahoo.co.jp
      Keberadaan gunung vulkanis di Oshima memberikan sebuah keuntungan tersendiri. Salah satunya, pulau ini jadi kaya akan sumber air panas alami. Tak sulit menemukan berbagai onsen di pulau ini. Bahkan ada juga onsen yang menawarkan pemandian terbuka dengan view langsung ke arah laut, lho. 

      Pantai Hinode-hama, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
      Selain itu, Oshima memiliki beberapa pantai populer; sesuatu yang bakalan susah kalian temukan di Tokyo. Pantai terbesar di pulau ini adalah Kobo-hama, yang di sekitarnya banyak terdapat bar dan restoran yang kerap menampilkan hiburan musik nan meriah. Pantai lainnya adalah Noda-hama yang memiliki atmosfir lebih tenang dan ideal untuk melakukan aktifitas diving. Sedangkan jika berlibur bersama anak-anak dan keluarga, pantai Hinode-hama bisa menjadi tujuan favorit karena memiliki ombak yang tenang dan populasi ikan warna-warni.

      Layer dinding vulkanis, via Stanislam Raczynski/wikimedia commons
      Oshima juga memiliki lanskap yang sangat menarik. Di beberapa bagian pulau ini kalian dapat melihat dinding tebing bebatuan vulkanis. Pengunjung dapat melihat layer sedimen vulkanis yang membentuk pola-pola menarik, dan semua itu dapat diamati secara kasat mata tanpa menggunakan alat bantu apapun. Percayalah, kalian nggak akan bisa melihat hal-hal seperti itu di Tokyo maupun kota besar lainnya di Jepang.

      Izu Oshima Museum of Volcanoes, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
      Ngomong-ngomong, Oshima ini juga memiliki beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Yang pertama adalah Izu Oshima Museum of Volcanoes. Museum ini menampilkan berbagai informasi tentang gunung berapi dari berbagai negara. Museum lainnya yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah Odoriko no Sato Museum, sebuah museum tentang profesi gadis penari yang aktif di wilayah Izu pada tahun 1900-an. 

      Motomachi dilihat dari Gunung Mihara, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
      Kota terbesar sekaligus menjadi pusat pemerintahan di Oshima adalah Motomachi (atau biasa disebut Oshima Town). Di Motomachi inilah terdapat fasilitas publik seperti sekolah, kantor pos, ATM, beberapa pantai berpasir hitam, hingga pusat informasi wisata. Kota Motomachi ini memiliki atmosfir yang tenang layaknya sebuah kota kecil, sehingga cukup menarik juga untuk dijelajahi sambil bersepeda santai.

      Peta Oshima, via tokaikisen
      Motomachi ini memiliki 6 desa/kota kecil: Okada, Senzu, Sashikiji, Motomura, Nomashi, dan Habuminato. Okada menjadi salah satu desa yang penting untuk mengakses Oshima, karena di desa tersebut terdapat pelabuhan utama di Oshima. Namun Habuminato (atau Habu) disebut-sebut sebagai salah satu desa yang paling menarik untuk dikunjungi. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya.
      *             *             *             *             *
      Yang Harus Dilakukan Disana
      1. Mendaki Gunung Mihara

      Wisatawan dan Gunung Mihara, via Donners/wikimedia commons
      Sebagai daya tarik utama dari Oshima, mendaki Gunung Mihara jelas menjadi sebuah aktifitas yang wajib dilakukan selama mengunjungi pulau ini. Jalur pendakiannya cukup landai, sehingga pemula pun takkan mengalami kesulitan berarti untuk mencapai puncak Gunung Mihara.
      2. Berendam di Onsen

      Hamano-yu, via jnto.go.jp
      Oshima memiliki banyak onsen. Namun jika kalian membutuhkan rekomendasi onsen untuk dikunjungi selama berada di pulau tersebut, kalian bisa mulai dengan main ke Hamano-yu. Onsen ini lokasinya menit jalan kaki dari pelabuhan Motomachi, dan menawarkan pemandian terbuka ke arah lautan lepas. Biaya masuk ke onsen ini hanya JPY400 saja, dan kalian bisa berendam hingga pukul 19.00.

      Miharayama Onsen, via odigo
      Onsen lainnya yang menarik untuk dicoba adalah Gojinka Onsen yang memiliki kolam berendam sepanjang 25 meter. Onsen ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kafe, sauna, jacuzzi, dan lain-lain. Alternatif lainnya, kalian bisa mampir ke Miharayama Onsen yang menjadi bagian dari fasilitas Oshima Onsen Hotel. Kolam terbuka (rotenburo) di onsen ini menampilkan view ke Gunung Mihara saat cuaca cerah.
      3. Bersepeda dan Eksplorasi Oshima

      Bersepeda di Oshima, via Yobito Kayanuma/wikimedia commons
      Oshima dikelilingi oleh jalan yang kondisinya cukup baik. Kalian bisa mengelilingi pulau ini sambil menikmati momen-momen bersepeda di jalur-jalur tepi laut. Jangan lupa untuk menjelajah Sunset Palm Line, sebuah jalur sepeda yang ada di sisi utara Motomachi. Dari jalur tersebut kalian nggak hanya bisa menikmati suasana laut, namun juga view ke arah Shizuoka dan Gunung Fuji (saat hari cerah).
      4. Wisata Kuliner

      Bekko Sushi, via tokyoislands.jp
      Oshima memiliki beberapa kuliner khas yang bakalan sulit kalian temukan di kota lainnya di Jepang. Kalaupun ada, rasanya takkan seenak jika disantap di Oshima. Salah satu kuliner yang wajib dicicipi saat berada di Oshima adalah Bekko, yaitu irisan ikan segar yang di-marinated dalam chili pepper soy sauce sehingga warnanya berubah menjadi kemerahan.
      Kuliner lain yang wajib dicoba di Oshima adalah Camellia fondue, yaitu aneka makanan (biasanya seafood) dan tumbuhan yang di goreng deep fry dalam minyak Camelia. Kalian juga wajib mencicipi milk rice crackers yang dibuat dengan menggunakan susu produksi asli Oshima. Panganan ini dijual di berbagai toko souvenir, dan menjadi oleh-oleh khas dari Oshima.

      Ashitaba tempura, via tokyobling.wordpress
      Sebagai penutup, kalian juga disarankan mencicipi Ashitaba, sejenis tumbuhan yang tumbuh di Izu dan biasa digunakan dalam berbagai kuliner lokal – mulai dari salad hingga teh. Ashitaba ini mengandung banyak vitamin dan mineral, sehingga punya banyak manfaat kesehatan.
      Oya, jika menyukai minuman beralkohol, sempatkan untuk mencicipi Gojinka, sejenis whiski khas Oshima.
      5. Melakukan Berbagai Olah Raga Air

      Wisatawan beraktifitas di pantai Oshima, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
      Yes, kalian bisa melakukan berbagai aktifitas olah raga air di Oshima, mulai dari diving, scuba diving, memancing, dan lain-lain. Untuk lebih detailnya, bisa menghubungi pusat informasi wisata setempat.
      6. Mengunjungi Habuminato

      Suasana di Habuminato, via tokyoislands.jp
      Habuminato, atau Habu, merupakan sebuah desa nelayan yang memiliki lanskap menarik. Desa ini memiliki suasana seperti kota tua, sehingga sangat menarik untuk diabadikan oleh kamera. Kalian juga dapat berjalan-jalan ke pelabuhan Habu, melihat aktifitas nelayan di desa ini, dan mengunjungi observation deck. Dari observation deck ini kalian dapat menikmati view indah ke arah Habu dan laut.
      7. Melihat Bunga Camelia

      Izu Oshima Camelia Festival, via amu-zen.com
      Oshima memang terkenal akan bunga Camelia-nya. Di kota ini terdapat banyak sekali varian bunga Camelia yang mungkin sulit kalian temukan di daerah lain. Bunga-bunga ini bermekaran pada bulan Januari-Maret, dan pada musim itu biasanya digelar berbagai festival bunga. Adapun salah satu spot populer untuk menikmati bunga Camelia adalah Oshima Park.
      8. Main ke Pulau Lain

      Pantai di Shikinejima, via sumally
      Kepulauan Izu terdiri dari banyak pulau. Mumpung lagi ada di Oshima, jangan ragu untuk sekalian main ke pulau lainnya. Banyak lho pulau menarik lainnya yang menawarkan surga liburan tersendiri bagi kalian.
      *             *             *             *             *
      Cara Mengakses Oshima
      A. Menuju Oshima
      Ada 2 cara untuk mencapai Oshima, yaitu dengan menggunakan jalur udara dan jalur air. Jika menggunakan jalur udara, kalian bisa naik penerbangan lokal dari Haneda International Airport (Tokyo) dan Chofu Airport (Tokyo) menuju Oshima Airport (Motomachi). Terdapat beberapa penerbangan dalam sehari, dengan durasi penerbangan 25-35 menit. Biayanya cukup bervariasi, namun bisa berada di kisaran JPY11800 untuk sekali jalan.

      Oshima Airport, via Hyougushi/Hideyuki Kamon from Takarazuka, Hyogo, Japan/wikimedia commons
      Sedangkan jika melalui jalur air, Oshima bisa dijangkau dengan menggunakan kapal feri dan high speed ferry. Jika menggunakan feri biasa, kalian harus menempuh durasi perjalanan 5-7 jam dari Takeshiba Ferry Terminal (Tokyo) menuju Oshima. Perjalanan menuju Oshima (menggunakan feri biasa) dilakukan pada malam hari, sehingga wisatawan bisa memanfaatkan perjalanan tersebut untuk menghemat biaya akomodasi. Sedangkan perjalanan kembali ke Tokyo biasanya dilakukan di siang hari. Oya, harga tiket untuk kelas termurahnya kira-kira JPY4500.

      High speed ferry di Takeshiba Pier, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
      Ingin lebih cepat menjangkau Oshima? Kalian bisa naik feri cepat dari Takeshiba Ferry Terminal (Tokyo) ke Oshima. Durasi perjalanan berkisar antara 1 jam 45 menit hingga 2 jam, dengan biaya kira-kira JPY7500 (sekali jalan). Feri cepat ini juga berangkat dari kota Atami di Shizuoka (durasi perjalanan 5 menit). Harga tiketnya kita-kita JPY5700 sekali jalan.
      Sebagai tambahan informasi, di Oshima ini terdapat dua pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama menuju Oshima: Pelabuhan Motomachi dan Pelabuhan Okata. Kedua pelabuhan ini digunakan bergantian, tergantung kondisi cuaca dan kondisi laut. Sehingga, bisa jadi pelabuhan tempat kalian masuk ke pulau ini akan berbeda dengan tempat kalian pulang. Supaya lebih jelas, pastikan dimana kalian akan berlabuh dan dari mana kalian harus naik perahu jika ingin pulang dari Oshima (bisa ditanyakan di pusat informasi wisata setempat).
      B. Orientasi di Oshima

      Bus di Oshima, via Cassiopeia Sweet/wikimedia commons
      Oshima mungkin menjadi salah satu tempat dimana JR Pass tidak bisa digunakan. Maklum, di pulau ini tidak ada jaringan kereta api sih. Transportasi publik yang cukup menjangkau berbagai sudut pulau adalah bus, kecuali pada bagian pesisir timur. Wisatawan lebih disarankan menyewa mobil agar lebih bebas menjelajah Oshima, atau menyewa sepeda di sekitar Pelabuhan Motomachi maupun Pelabuhan Okata.
      *             *             *             *             *
      Tips dan Informasi Penting
      - Berencana untuk main-main ke Izu Oshima? Jangan lupa catat beberapa pusat informasi turis berikut ini. Siapa tahu bermanfaat untuk membantu kalian selama berada di pulau tersebut.
      1.    Oshima Town Office Tourism Section, telp: 04992-2-1446
      2.    Oshima Tourist Association, telp: 04992-2-2177
      3.    Tokyo Islands Tourist Federation, telp: 03-3436-6955
      - Tips lainnya, berhati-hatilah dengan ular beracun yang mungkin akan kalian temukan saat mendaki gunung, maupun saat melintasi jalur-jalur jalan yang dekat dengan hutan.
      - Oshima memiliki sistem penanggulangan bencana yang sangat baik. Jika kalian mendengar bunyi sirine, jangan hanya diam saja. Segeralah bertanya tindakan apa yang harus diambil, atau lihat, amati, dan tiru respon penduduk setempat.
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari mesin pencari (via creative commons dan google). Sumber foto dapat dilihat pada caption masing-masing. Tidak ada editan tambahan selain proses resizing.
    • By vie asano
      Bagi kalian yang tengah merencanakan wisata ke Jepang dan bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, saatnya mempertimbangkan untuk melirik Pulau Shikoku. Walau tidak memiliki destinasi wisata yang betul-betul besar seperti Tokyo Disneyland dan Universal Studio Japan, pulau yang hanya berjarak 1-1,5 jam dari Osaka ini memiliki banyak daya tarik juga lho. Detailnya bisa kalian simak dalam artikel ini: Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar dan Kenapa Harus Kesana.
      *             *             *             *             *
      Waktu Terbaik Berkunjung ke Pulau Shikoku

      Kusuhimakaikyo Ohashi Bridge di Shikoku, via As6022014/wikimedia commons
      - Sama seperti daerah lainnya di Jepang, pulau Shikoku ini juga memiliki pemandangan berbeda di keempat musimnya. Dengan kata lain, pulau ini menarik untuk dikunjungi pada musim apapun. Apalagi iklim di Pulau Shikoku ini relatif lebih hangat dibanding tempat lainnya, jadi pulau ini tetap terasa menyenangkan sekalipun dikunjungi saat musim dingin sekalipun.
      - Namun, musim semi dan musim gugur tetap menjadi musim favorit untuk mengunjungi Pulau Shikoku, tepatnya saat bunga Sakura mulai bermekaran (kira-kira pada awal April) dan daun-daun mulai berubah warna (saat musim gugur). Mengingat populasi di Pulau Shikoku jauh lebih sedikit dibanding daerah lain di Jepang, besar kemungkinan kalian dapat melakukan hanami (momen menikmati mekarnya bunga Sakura) dan melakukan koyo (menikmati perubahan warna daun di musim gugur) dalam suasana yang lebih lenggang dibanding melakukan hanami dan koyo di kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto.
      - Alternatif lainnya, kalian bisa berkunjung ke pulau ini saat musim festival tiba. Sebetulnya hampir setiap bulan ada festival budaya di Pulau Shikoku. Namun dua festival terbesarnya, yaitu Yosakoi (di Kochi) dan Awa Odori (di Tokushima) selalu sukses menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Festival Yosakoi sendiri digelar pada tanggal 9-12 Agustus, dan Awa Odori digelar pada tanggal 12-15 Agustus. Jika kalian ingin ikut larut dalam kemeriahan suasana festival, datanglah pada periode tersebut.
      - Sebaliknya, jika ingin menghindari suasana ramai, sebaiknya jangan berwisata di periode festival besar di Pulau Shikoku.
      - Sebaiknya hindari berkunjung di awal musim gugur. Pada waktu-waktu tersebut, taifun kerap melanda daerah Kochi dan bagian selatan Ehime. Otomatis masalah transportasi pun bisa terganggu karenanya.
      - Kalian juga dapat berkunjung ke pulau ini pada saat ulang tahun. Ada diskon khusus untuk pembelian tiket terusan kereta api bagi yang membeli tepat pada hari ulang tahun. Detail bisa dilihat pada bagian transportasi.
      *             *             *             *             *
      Seputar Itinerary

      Sameura Dam di Shikoku, via Qurren/wikimedia commons
      - Pulau Shikoku memiliki 4 prefektur, dan masing-masing prefektur memiliki daya tarik tersendiri. Namun sebelum menentukan destinasi mana yang akan dikunjungi di pulau Shikoku, sebaiknya realistis dulu dengan waktu wisata yang kalian miliki. Apakah kalian akan berwisata ke Shikoku sebagai side trip dari kota lain, ataukah kalian memiliki waktu beberapa hari untuk menjelajah Shikoku?
      - Jika kalian menjadikan pulau Shikoku sebagai side trip dari kota lain seperti Osaka, Kobe, dan Hiroshima, ada baiknya kalian fokus mengunjungi 1-2 obyek wisata saja. Pulau Naoshima, Teshima, kota Takamatsu, melihat pusaran air Naruto, selalu menjadi aktifitas favorit untuk dilakukan dalam waktu singkat di pulau Shikoku.
      - Sedangkan jika memiliki waktu wisata 1-2 hari di Pulau Shikoku, pertimbangkan untuk menjelajah daerah rural maupun daerah pinggiran kota, atau melakukan kombinasi 1 kota besar dan 1 daerah rural. Jika menginginkan suasana liburan yang Jepang banget, maka kalian wajib memasukkan minimal satu kota kecil maupun daerah pinggiran kota ke dalam itinerary kalian.
      - Namun jika memiliki waktu lebih dari 3 hari (makin lama makin baik), kalian bisa lebih leluasa menjelajah sebuah prefektur, atau melakukan lintas prefektur. Kalian bisa menjajal berbagai aktifitas di tengah alam bebas, maupun mengunjungi daerah yang betul-betul terpencil dan merasakan suasana liburan yang anti mainstream. Daftar tempat yang wajib dikunjungi di Pulau Shikoku bisa dilihat di bagian selanjutnya.
      - Setelah memutuskan berapa hari yang akan kalian lalui di Pulau Shikoku dan menentukan destinasi wisata apa saja yang ingin dikunjungi, jangan malas untuk memastikan transportasi yang harus digunakan untuk menjangkau berbagai obyek wisata tersebut. Beberapa obyek mungkin hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu atau kereta limited express yang hanya berangkat beberapa kali dalam sehari. Sementara beberapa obyek lainnya mungkin hanya bisa dicapai dengan menggunakan bus karena belum tersentuh oleh jaringan kereta. Ketahui juga kalau kereta di Shikoku rata-rata bergerak lebih lambat karena jalurnya yang melewati pegunungan, sehingga kalian harus realistis juga saat menentukan destinasi yang ingin dikunjungi.
      *             *             *             *             *
      Yang Wajib Dikunjungi di Pulau Shikoku
      Pulau Shikoku terdiri dari 4 prefektur. Masing-masing prefektur memiliki daya tarik wisata tersendiri. Untuk mengetahui obyek wisata mana yang wajib dikunjungi di masing-masing prefektur, simak deskripsi singkatnya berikut ini. Tentu saja yang dicantumkan disini hanya highlight dari masing-masing prefektur saja, dan masih banyak obyek wisata lainnya yang belum ditulis disini.
      +             +             +
      A. Prefektur Kagawa
      1. Takamatsu

      Lanskap kota Takamatsu, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons
      Takamatsu merupakan ibu kota dari prefektur Kagawa. Jika kalian hanya memiliki waktu wisata super singkat di Pulau Shikoku, menjelajah kota Takamatsu bisa menjadi sebuah alternatif yang praktis. Di kota ini saja sudah ada beberapa obyek wisata keren. Misalnya saja Ritsurin Koen, sebuah taman bergaya Jepang yang proses perencanaan dan pembangunannya membutuhkan waktu 120 tahun. Taman ini seringkali disebut-sebut sebagai salah satu taman terindah di Jepang, lho.

      Salah satu jembatan di Ritsurin Koen, via Leela Soden/wikimedia commons
      Untuk wisata sejarah, ada Takamatsu Castle, salah satu kastil original yang masih tersisa di Jepang.

      Takamatsu Castle, via 663highland/wikimedia commons
      Lebih suka wisata museum? Kalian bisa mengunjungi Noguchi Museum, sebuah museum yang didedikasikan untuk Isamu Noguchi (seniman, pematung, dan desainer lanskap Jepang-Amerika); dan Shikoku Mura, sebuah museum terbuka tentang arsitektur tradisional Shikoku.

      Shikoku Mura, via 663highland/wikimedia commons
      Tentu saja di Takamatsu pun terdapat banyak spot belanja modern, akuarium, dan pusat hiburan modern lainnya. Dengan sedikit bergerak ke luar Takamatsu, kalian juga bisa mendaki gunung dan menikmati pemandangan ke pulau Shikoku.

      View dari Yashima, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons
      +             +             +
      2. Pulau-pulau di Seto Inland Sea

      View di Seto Inland Sea, via Japanexperterna.se/wikimedia commons
      Seto Inland Sea merupakan sebutan untuk selat yang memisahkan pulau Shikoku dengan pulau Honshu dan pulau Kyushu. Di selat tersebut terdapat beberapa pulau kecil yang sangat populer di kalangan pecinta seni dan arsitektur. Lho, kok bisa?
      Selama beberapa tahun belakangan, pulau-pulau di Seto Inland Sea (dan sebagian wilayah Jepang lainnya) mengalami krisis depopulasi. Jumlah penduduk terus berkurang karena pertambahan penduduk yang sangat kecil, sementara populasi orang tua terus meningkat. Demi merevitalisasi pulau-pulau tersebut, dibangunlah berbagai museum dan fasilitas lain untuk menarik minat pengunjung. Setiap tiga tahun sekali digelar event Setouchi Trienale (atau Setouchi International Art Festival) di pulau-pulau tersebut, yang diadakan pada musim semi, musim panas, dan musim gugur (event selanjutnya tahun 2019).
      Diluar event Setouchi Trienale, pulau-pulau ini tetap menarik untuk dikunjungi karena banyaknya fasilitas dan karya seni yang bisa dinikmati disana. Sebagai catatan, kalian harus menggunakan perahu untuk mencapai pulau-pulau tersebut dan mungkin harus membeli tiket untuk masuk ke berbagai fasilitas. Jika tak berminat untuk masuk ke aneka fasilitas tersebut, kalian tetap bisa menikmati suasana masing-masing pulau yang memiliki atmosfir tenang, dengan pemandangan alam yang indah.
      Berikut beberapa pulau di Seto Inland Sea yang populer dikunjungi oleh pengunjung diluar pelaksanaan event Seto Trienale:
      A. Naoshima.
      Beberapa fasilitas yang ada disana: Chichu Museum, Benesse House, Lee Ufan Museum, Ando Museum, 007 Museum

      Benesse House di Naoshima, via benesse-artsite
      B. Teshima
      Highlight fasilitas di pulau Teshima antara lain Teshima Art Museum, Shima Kitchen, Tom Na H-iu, dan Il Vento. Diluar aneka fasilitas itu, pulau ini memiliki lanskap yang cukup indah, dan terdapat beberapa desa nelayan.

      Teshima Art Museum, via benesse-artsite
      C. Megijima
      Kerap diasosiasikan sebagai Pulau Setan (Onigashima) dalam legenda Momotaro. Pulau ini memiliki beberapa gua, taman, pantai, observation point. Pengunjung bisa menyewa sepeda untuk mengelilingi pulau. Cocok dikunjungi saat musim semi karena di pulau ini terdapat ratusan pohon Sakura.

      Salah satu bangunan di Megijima, via Sunport216/wikimedia commons
      D. Ogijima
      Pulau kecil tetangga Megijima yang ukurannya hanya 2 kilometer (panjang) dan 1 kilometer (lebar). Terdapat beberapa instalasi seni permanen, kuil, mercusuar, dan museum kecil. Pemandangan di pulau ini cukup indah dan pulau ini mudah dijelajahi dengan menggunakan sepeda. Ngomong-ngomong, Ogijima ini juga dikenal sebagai salah satu pulau kucing (karena banyaknya populasi kucing disini), walau popularitasnya sebagai pulau kucing masih kalah dari Aoshima di prefektur Ehime.

      Mercusuar di Ogijima, via 投稿者/wikimedia commons
      E. Shodoshima
      Salah satu venue Setouchi Trienale yang memiliki atmosfir ala Mediterania. Pulau ini juga rutin dijadikan lokasi film lho, karena di pulau ini ada Eigamura (movie village). Di Shodoshima pun terdapat beberapa fasilitas publik, pantai yang cukup indah, lanskap persawahan, berbagai workshop, hingga ropeway yang melintasi lembah; sehingga wisatawan nggak perlu takut mati gaya jika mengunjungi Shodoshima.

      Ropeway di Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons
      +             +             +
      3. Kotohira

      Izutama-jinja di Kotohira, via 663highland/wikimedia commons
      Sebuah kota kecil di Prefektur Kagawa yang dikenal karena adanya Kompira-san, sebuah kompleks kuil Shinto yang sangat luas dan merupakan salah satu kuil terpenting di Jepang. Untuk mencapai lokasi Kompirasan, kalian harus lebih dulu mendaki 1368 anak tangga. Wow!
      +             +             +
      4. Marugame

      Marugame Castle, via 663highland/wikimedia commons
      Salah satu kota pelabuhan di Prefektur Kagawa. Di kota ini terdapat sebuah jembatan panjang yang menghubungkan Pulau Shikoku dengan Pulau Honshu, dan sebuah kastil yang masih asli, yaitu Marugame Castle.

      Kasajima, via 663highland/wikimedia commons
      Di sekitar Marugame ini terdapat beberapa pulau kecil yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, baik dengan menggunakan perahu maupun kereta. Misalnya saja Pulau Honjima yang memiliki beberapa bangunan bersejarah. Bahkan di pulau tersebut ada sebuah kota yang masih mempertahankan nuansa jadul-nya, yaitu kota Kasashima (atau Kasajima). Adapun pulau lain yang bisa dikunjungi di sekitar Marugame antara lain Awashima, Shamijima, Takamijima, dan Ibukijima.
      +             +             +
      5. Zentsuji Temple

      Zentsuji, via 663highland/wikimedia commons
      Kuil ini terletak di kota Zentsuji, prefektur Kagawa. Jika kalian sengaja datang ke Pulau Shikoku dengan tujuan untuk melakukan wisata religi, atau minimal mencari obyek wisata bertema religi, maka kuil ini termasuk salah satu yang sayang untuk dilewatkan. Zentsuji dikenal sebagai tempat kelahiran Kukai (atau Kobo Daishi), tokoh paling berpengaruh dalam penyebaran agama Budha di Jepang; sekaligus menjadi kuil ke-75 yang harus dikunjungi dalam rangkaian 88 Temples Pilgrimage.  
      *             *             *             *             *
      B. Prefektur Tokushima
      1. Tokushima

      Lanskap Tokushima, via 663highland/wikimedia commons
      Ibu kota prefektur Tokushima ini memiliki beberapa obyek wisata yang cukup menarik untuk disambangi. Tuan rumah festival Awa Odori memiliki beberapa museum seni, kastil (Tokushima Castle), dan kuil-kuil yang menjadi bagian dari 88 Temple Pilgrimage (Shikoku Henroku) – yaitu kuil Jirakuji, Kokubunji, dan Kan’onji.
      +             +             +
      2. Naruto

      Pusaran air Naruto, via katorisi/wikimedia commons
      Jangan kaget dulu. Naruto yang dimaksud disini adalah nama sebuah kota, bukan nama tokoh anime yang serialnya baru saja tamat beberapa waktu lalu. Kota yang ada di timur laut pulau Shikoku ini memiliki pusaran air Naruto yang sangat terkenal. Pusaran air ini berlokasi di Selat Naruto, tepatnya dibawah jembatan yang menghubungkan antara Shikoku dengan Pulau Awaji. Jika kalian berniat melihat pusaran air Naruto, saat terbaik untuk melihatnya adalah pada momen bulan baru dan bulan purnama.

      German House, via そらみみ (Soramimi) /wikimedia commons
      Selain pusaran air Naruto, kota ini juga populer karena menjadi titik awal 88 Temple Pilgrimage. Dua kuil di kota ini, yaitu Ryozenji dan Gokurakuji, menjadi dua kuil pertama yang mengawali aktifitas napak tilas tersebut. Naruto juga memiliki beberapa spot wisata menarik lainnya, seperti Otsuka Art Museum dan German House.  
      +             +             +
      3. Iya Valley

      Patung ‘peeing boy’ di Iya Valley, via Karl Baron/flickr/creative commons
      Iya Valley merupakan sebuah daerah lembah pegunungan yang lokasinya cukup terpencil. Pemandangan di lembah ini sangat indah dan dramatis, membuat tempat ini populer di kalangan para pecinta aktifitas alam.

      Jembatan sulur di Iya Valley, via Kimon Berlin/wikimedia commons
      Walau lembah pegunungan ini letaknya terpencil, bukan berarti di sekitar lembah ini sama sekali tidak ada fasilitas apapun. Malahan area lembah ini memiliki beberapa fasilitas menarik, seperti onsen, hotel, dan museum. Di lembah ini pun terdapat beberapa rumah tradisional, karena Iya Valley ini dulunya kerap dijadikan tempat samurai bersembunyi. Oya, saat berkunjung ke lembah ini, sempatkan untuk melewati aneka jembatannya yang terbuat dari akar dan sulur tanaman. Dua jembatan paling populer di Iya Valley adalah Oku-Iya Kazurabashi dan Iya Kazurabashi.
      +             +             +
      4. Mima

      Udatsu di Mima, via +-/wikimedia commons
      Salah satu kota di Prefektur Tokushima yang punya banyak sekali daya tarik wisata. Di Mima ada Udatsu Townscape, sebuah distrik yang memiliki banyak bangunan tempo doeloe. Nuansa jadul sangat terasa di kota tua tersebut, yang akan mengingatkan kalian pada suasana kota tua Kyoto. Selain itu, di Mima juga ada banyak museum dan rumah-rumah bersejarah yang dibuka untuk umum.

      Honkaku Temple di Mima, via Johan Hoenselaar/wikimedia commons
      Selain itu, Mima juga kaya akan kuil dengan sejarah yang panjang. Kuil-kuil tersebut banyak yang sudah didirikan sejak abad ke-7, yang berarti usianya sudah ribuan tahun. Salah satu yang paling populer adalah Teramachi, sebuah daerah yang dikenal sebagai kota Kuil karena memiliki banyak kuil di area tersebut.

      Gunung Tsurugi, via Mass Ave 975/wikimedia commons
      Oya, di Mima juga ada Gunung Tsurugi setinggi 1955 meter dari permukaan laut. Puncak gunung ini merupakan puncak gunung tertinggi kedua di Jepang Barat, dan dari puncak tersebut kalian dapat melihat hingga ke Seto Inland Sea. Tersedia cable lift bagi kalian yang ingin mempersingkat waktu menuju puncak.
      +             +             +
      5. Oboke Gorge dan Koboke Gorge

      Naik perahu di Oboke Gorge, via zh.zekkeijapan
      Tempat ini berada di sekitar pintu masuk menuju Iya Valley yang juga memiliki pemandangan menawan. Disana kalian bisa melakukan berbagai aktifitas outdoor seperti naik perahu menyusuri sungai, hiking, dan rafting.
      *             *             *             *             *
      C. Prefektur Ehime
      1. Matsuyama

      Matsuyama Castle, via Yamaguchi Yoshiaki/wikimedia commons
      Sebagai ibu kota Prefektur Ehime sekaligus kota terbesar di Pulau Shikoku, Matsuyama jelas memiliki banyak destinasi wisata yang cukup keren. Mari mulai dari Matsuyama Castle, salah satu kastil original yang masih tersisa di Jepang. Selain itu, terdapat juga reruntuhan kastil Yuzuki yang ada di Dogo Park.

      Dogo Onsen, via Jyo81/wikimedia commons
      Matsuyama juga memiliki beberapa onsen yang cukup populer. Salah satu yang paling tua dan yang paling terkenal adalah Dogo Onsen, yang dulunya langganan digunakan oleh keluarga kerajaan. Di Dogo Onsen ini ada Dogo Onsen Hokan, sebuah pemandian air panas untuk umum yang usianya sudah lebih dari 100 tahun.

      Itami Juzo Museum, via Jyo81/wikimedia commons
      Ingin melakukan wisata museum? Di Matsuyama juga terdapat beberapa museum untuk dikunjungi. Aneka taman bersejarah, hingga taman bermain anak (Ehime Children’s Castle) pun bisa ditemukan di kota ini.

      Yasakaji, via Reggaeman/wikimedia commons
      Tentu saja di Matsuyama pun ada beberapa kuil yang menjadi bagian dari rangkaian 88 Temple Pilgrimage. Kuil-kuil tersebut antara lain Joruriji, Yasakaji, Sairinji, Jodoji, Hantaji, Ishiteji, Taizanji, dan Enmyoji. Rata-rata kuil tersebut dapat dikunjungi secara cuma-cuma, lho.
      +             +             +
      2. Uwajima

      Uwajima Castle, via Vickerman625/wikimedia commons
      Kota ini terletak pesisir Barat Pulau Shikoku. Walau termasuk kota kecil, Uwajima ini juga memiliki beberapa destinasi wisata yang cukup menarik. Misalnya saja, di kota ini ada Uwajima Castle, salah satu kastil original yang masih tersisa di Jepang.

      Phallus di Taga Jinja, cia Jpatokal/wikimedia commons
      Kemudian, di Uwajima pun ada Taga Shrine, sebuah kuil Shinto yang populer dikunjungi oleh mereka yang menginginkan kesuburan. Bahkan di kuil ini ada museum sex-nya lho! Itulah mengapa museum kuil ini hanya boleh dikunjungi oleh mereka yang berusia minimal 20 tahun.

      Lokasi pertarungan banteng, via ぺ有家音/wikimedia commons
      Daya tarik lain dari kota Uwajima ini terletak pada pertarungan banteng. Ya, di kota ini memang terdapat sebuah arena pertarungan banteng (totalnya terdapat 9 arena di seluruh Jepang), dan pertandingan banteng tersebut dilakukan 5x dalam setahun. Jika ingin melihat pertandingan ini, kalian harus menyiapkan dana antara JPY2500-3000.
      +             +             +
      3. Ozu

      Lanskap Ozu, via Amake/wikimedia commons
      Salah satu kota di Prefektur Ehime ini dulunya dikenal sebagai kota kastil. Karena itulah kota ini memiliki nuansa ala kota lama di beberapa bagiannya. Ozu juga memiliki sebuah kastil yang baru selesai direkonstruksi pada tahun 2004. Jika kalian menyukai suasana ala kota kastil nan klasik, Ozu cukup menarik untuk dikunjungi.

      Kucing di Aoshima, via 暇・カキコ/wikimedia commons
      Ngomong-ngomong, di Ozu ini ada sebuah pulau yang dikenal sebagai pulau kucing, yaitu Aoshima. Konon rasio perbandingan populasi kucing dan manusia di pulau tersebut mencapai 6:1. Wow! Tak heran jika Aoshima kemudian dijuluki sebagai Neko no Shima (=pulau kucing), dan populer dikunjungi oleh para pecinta kucing.
      +             +             +
      4. Ikata

      Ikata, via Dokudami/wikimedia commons
      Ikata merupakan sebuah kota kecil yang di sepanjang Sadamisaki Peninsula, prefektur Ehime. Walau di kota ini tidak ada obyek wisata mayor, namun pemandangan dari peninsula ini sangatlah menarik. Wisatawan dapat melihat mercusuar dan berbagai kincir angin yang ada di Ikata. Seandainya kalian memiliki waktu wisata yang cukup panjang dan memilih prefektur Ehime sebagai basecamp petualangan di Shikoku, Ikata ini cukup keren untuk dikunjungi.
      +             +             +
      5. Shimanami Kaido

      Shimanami Kaido, via Hiroaki Kaneko/wikimedia commons
      Tempat ini sejatinya merupakan sebuah jalan tol yang menghubungkan kota Imabari prefektur Ehime di Shikoku dengan kota Onomichi di Hiroshima. Jalan tol sepanjang 60 kilometer ini melewati beberapa pulau kecil, sehingga pemandangan di sepanjang jalan ini sangatlah indah.
      Bagian menariknya, tersedia jalur khusus untuk sepeda, lho. Kalian yang hobi bersepeda bisa menyewa sepeda di kedua ujung jalan tol ini (di Onomichi maupun di Imabari) dan bersepeda menyusuri jalan tol Shimanami Kaido. Tenang, kalau tiba-tiba lelah di tengah jalan, kalian bisa berhenti kapan saja dan naik bus untuk meneruskan perjalanan/kembali ke titik keberangkatan.
      *             *             *             *             *
      D. Prefektur Kochi
      1. Kochi

      Kochi Castle, via 663highland/wikimedia commons
      Ibukota prefektur Kochi ini dikenal sebagai tuan rumah berbagai festival. Yang paling populer adalah Yosakoi, sebuah festival tari yang rutin diselenggarakan setiap tanggal 9-12 Agustus. Namun jika kalian berkunjung ke kota ini diluar periode tersebut, tak perlu khawatir akan mati gaya. Kochi memiliki beberapa obyek wisata menarik, salah satu diantaranya adalah Kochi Castle. Kastil ini adalah satu dari 12 kastil original yang masih ada.

      View ke arah Kochi dari Godaisan, via Kounosu/wikimedia commons
      Kochi juga memiliki beberapa museum, gunung, dan taman yang menarik. Salah satu gunung yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah Godaisan. Di gunung tersebut ada kuil Chikurinji (kuil ke-31 dalam rute 88 Temple Pilgrimage) dan Kochi Prefectural Makino Botanical Garden.

      Katsurahama, via 京浜にけ/wikimedia commons
      Jika tiba-tiba kalian ingin main ke pantai, Kochi juga memiliki sebuah pantai populer, yaitu Katsurahama. Sayangnya pengunjung tidak boleh berenang di pantai ini karena arus yang terlalu kuat. Sebagai gantinya, kalian bisa menikmati berbagai atraksi dan fasilitas di sekitar Pantai Katsurahama, seperti akuarium, kuil, hingga museum.
      Oya, di depan Stasiun Kochi terdapat sepeda yang dipinjamkan secara cuma-cuma khusus untuk wisatawan. Syaratnya hanya satu, yaitu kalian harus mengembalikan sepeda tersebut sebelum jam 5 sore.
      +             +             +
      2. Cape Ashizuri

      Cape Ashizuri, via 日:Muramasa /wikimedia commons
      Tanjung ini menjadi bagian dari Ashizuri-Uwakai National Park. Di tempat ini kalian dapat menikmati pemandangan indah ke arah lautan lepas, atau sekedar santai menikmati suasana. Di sekitar Cape Ashizuri ini terdapat beberapa patung, kuil, dan observation point. Terdapat juga beberapa hotel dan resort yang memiliki fasilitas onsen.
      +             +             +
      3. Shimanto

      Sungai Shimanto, via 京浜にけ/wikimedia commons
      Kota kecil ini lebih dikenal karena keberadaan sungainya, yaitu Sungai Shimanto. Sungai ini cukup lebar, dan kerap dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktifitas outdoor seperti rafting, tandem kayak, canoe, dan lain-lain. Kota Shimanto juga terkenal akan kulinernya lho, terutama untuk hidangan ikan dan seafood-nya. Kalian wajib mencicipi kuliner Katsuo no Tataki saat berada di kota ini. Hidangan tersebut adalah ikan bonito yang dibakar sebentar dalam api besar (bagian dalamnya masih mentah).
      +             +             +
      Diluar kota-kota tersebut, sebetulnya masih banyak aktifitas lain yang bisa kalian lakukan di prefektur Kochi. Misalnya saja melihat ikan paus dan mengunjungi berbagai festivalnya. Masih banyak juga obyek wisata yang belum disebutkan, seperti Shikoku Karst, Monet’s Garden, dan Muroto Global Geopark.
      *             *             *             *             *
      Tentang Transportasi
      A. Sebelum Pergi ke Pulau Shikoku

      Ikeda Port di Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons
      - Pulau Shikoku dapat dicapai dengan menggunakan berbagai cara: via pesawat terbang, kereta api, bus, mobil, perahu. Gambaran transportasi menuju Pulau Shikoku bisa dibaca disini: Pulau Shikoku Untuk Pemula: Informasi Dasar, dan Kenapa Harus Kesana.
      - Pulau Shikoku memang tidak terhubung dengan shinkansen. Namun jika kalian menggunakan JR Pass, perjalanan mencapai Shikoku di cover sepenuhnya oleh JR Pass (harus transfer dulu di Stasiun Okayama). Itu jika kalian berangkat dari Tokyo maupun Osaka menuju Takamatsu.
      - Tertarik untuk datang ke Shikoku menggunakan pesawat? Harga tiketnya sangat bervariasi, tergantung darimana kalian berangkat, airport mana yang dituju, dan maskapai apa yang digunakan. Namun ada kalanya kalian bisa mendapatkan penawaran yang sangat baik, mulai dari JPY4000 sekali jalan (berangkat dari Narita ke Takamatsu Airport). Kalian bisa men-survey sendiri besaran biaya perjalanan yang dibutuhkan dengan mengunjungi aneka situs berikut ini (klik link): All Nippon Airways, Peach Aviation, Japan Airlines, Spring Airlines, JetStar Japan.
      - Oya, Pulau Shikoku ini juga dapat dicapai dengan menggunakan perahu lho. Jika berangkat dari Hiroshima dan Beppu, kalian hanya membutuhkan waktu 1-3 jam saja (tergantung kota tujuan dan jenis perahu yang digunakan). Namun kalian juga bisa berangkat dari kota lainnya, seperti Tokyo-Tokushima (19 jam), Kobe/Osaka-Toyo (6-8 jam), Kobe-Naoshima (4 jam), dan Kobe-Takamatsu (4,5 jam).
      +             +             +
      B. Transportasi Lokal

      Salah satu kereta wisata di Shikoku, via zekkeijapan
      - Secara umum, perjalanan kereta di Shikoku sedikit lebih lambat dibanding tempat lainnya di Jepang karena jalur keretanya rata-rata masih single track. Karenanya, jika ingin bepergian dengan cepat dari satu kota ke kota lain, pertimbangkan untuk menggunakan kereta ekspress atau bus malam.
      - Kebanyakan moda transportasi umum di Shikoku, termasuk bus dan kereta, masih menggunakan keterangan dalam bahasa Jepang. Kalian pun mungkin akan kesulitan menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris di Shikoku. Ada baiknya jika kalian menyiapkan nama-nama tempat yang akan dikunjungi (dalam tulisan Jepang) untuk memudahkan saat bertanya jalan maupun saat mencari kereta/bus menuju lokasi yang diinginkan.
      - Jaringan kereta di pulau Shikoku umumnya sudah cukup baik, walau belum menjangkau seluruh pelosok (terutama untuk daerah terpencil). Jadi, saat merencanakan itinerary di Shikoku, jangan hanya berpatokan pada moda transportasi kereta saja. Terutama jika kalian berencana untuk mengunjungi kota kecil dan daerah rural di Shikoku. Ada kalanya bus malah lebih efektif untuk menjangkau berbagai kota kecil yang belum terhubung oleh kereta. Kombinasi antara rute kereta dan bus bisa menjadi solusi transportasi yang baik selama berada di Shikoku.
      - Namun jika kalian lebih mengutamakan pengalaman dibanding kecepatan bepergian dari satu tempat ke tempat lain, kereta bisa menjadi moda transportasi utama selama di Shikoku. Di Shikoku, ada 6 jalur kereta utama, yaitu JR Shikoku Line, Iyotetsu Line, Tosaden Traffic, Tosa Kuroshio Line, Asato Line, dan Kotoden Line. Aneka kereta di Shikoku memiliki keunikan tersendiri. Ada kereta yang dirancang dengan tema tertentu, ada kereta wisata, dan ada juga kereta yang jalurnya melintasi lembah dan terowongan, dengan view cantik ke arah laut.  
      - JR Shikoku Line menguasai sebagian besar jaringan kereta di Shikoku, termasuk jaringan yang menghubungkan Shikoku dengan Honshu dan Kyushu. Jika kalian membeli JR Pass, free pass tersebut berlaku untuk mengakses kereta JR di pulau ini.
      - Sayangnya, untuk daerah pelosok, biasanya belum tersentuh oleh jaringan JR. Dibanding mengandalkan JR Pass, akan lebih praktis dan efektif jika kalian membeli free pass khusus di Shikoku (lihat bagian selanjutnya).
      - Namun jika kalian cukup suka bersepeda, kalian bisa menyewa sepeda untuk jalan-jalan di dalam kota maupun melakukan perjalanan lintas kota/lintas prefektur. Banyak wisatawan dari luar yang sengaja mengelilingi Shikoku dengan bersepeda supaya bisa lebih bisa menikmati keindahan alam Shikoku. Bahkan ada juga lho wisatawan yang bersepeda untuk melakukan 88 Temple Pilgrimage (yang seharusnya dilakukan dengan berjalan kaki).
      +             +             +
      C. Aneka Free Pass di Shikoku
      Berikut ini beberapa free pass yang berlaku di Pulau Shikoku:
      1. JR Pass
      Hanya berlaku untuk mengakses kereta JR yang ada di Pulau Shikoku, dan kereta JR yang menuju pulau Shikoku (tidak berlaku untuk naik shinkansen Nozomi dan Mizuho). Detail bisa dibaca disini: Beberapa Freepass yang Wajib Dilirik Oleh Wisatawan ke Jepang
      2. All Shikoku Rail Pass
      Tiket ini khusus untuk wisatawan asing yang akan berkunjung ke Shikoku (visa maksimal 90 hari), berlaku untuk mengakses semua jalur kereta yang ada di Shikoku (JR dan non-JR). Kalian dapat membeli tiket ini di luar Jepang maupun di dalam Jepang. Ada sedikit perbedaan harga jika membeli di Jepang maupun di luar Jepang (lebih murah jika beli di luar Jepang). Free pass ini terdiri dari bermacam tipe, mulai dari tipe untuk 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari. Detail harganya adalah sebagai berikut (harga tahun 2016):
      Jika membeli di luar Jepang
      Dewasa (usia >12 tahun): JPY7400 (2 hari), JPY8500 (3 hari), JPY9400 (4 hari), JPY10000 (5 hari)
      Anak-anak (usia 6-11 tahun): JPY3700 (2 hari), JPY4250 (3 hari), JPY4700 (4 hari), JPY5000 (5 hari)
      Jika membeli di Jepang
      Dewasa (usia >12 tahun): JPY7900 (2 hari), JPY 9000 (3 hari), JPY9900 (4 hari), JPY10500 (5 hari)
      Anak-anak (usia 6-11 tahun): JPY3950 (2 hari), JPY4500 (3 hari), JPY4950 (4 hari), JPY5250 (5 hari)
      Untuk tempat pembelian di Indonesia, kalian bisa membeli di tempat-tempat berikut ini (klik link). Sedangkan jika ingin membeli langsung saat berada di Jepang, kalian bisa membelinya di stasiun utama yang ada di masing-masing ibu kota prefektur (Stasiun Takamatsu, Stasiun Matsuyama, Stasiun Tokushima, dan Stasiun Kochi), dan di 6 cabang JR Shikoku Travel Center (Warp) yang ada di Takamatsu, Matsuyama, Tokushima, Kochi, Umeda, dan Stasiun Sakaide Warp Plaza. Kalian juga bisa menukarkan bukti pembelian/pemesanan tiket (jika membeli di luar Jepang) di tempat-tempat yang telah disebutkan sebelum ini untuk ditukar dengan tiket fisik.
      Ada keuntungan lain yang didapat jika membeli All Shikoku Rail Pass. Selain dapat leluasa naik kereta JR dan non-JR, kalian juga akan mendapat diskon jika naik bus Nangoku Express (antara Matsuyama dan Kochi), diskon naik Nankai Ferry yang menghubungkan Tokushima Port dan Wakayama Port, diskon naik ferry/kapal berkecepatan tinggi yang menghubungkan Matsuyama Port dan Hiroshima Port, dan kalian dapat naik Iyotetsu Takashimaya Ferris Wheel secara gratis (ada di kota Matsuyama).
      3. Shikoku Free Kippu
      Rail pass ini dikeluarkan oleh JR dan hanya berlaku untuk naik kereta JR (termasuk kereta limited express) di pulau Shikoku secara unlimited. Rail pass ini berlaku selama 3 hari, dengan harga JPY16140 (untuk dewasa usia >12 tahun) dan JPY8070 (untuk anak-anak 6-11 tahun). Rail pass ini dijual di berbagai stasiun JR yang ada di Shikoku dan Hokkaido.
      4. Birthday Kippu
      Sebetulnya rail pass ini sama saja dengan Shikoku Free Pass. Hanya saja, rail pass ini hanya bisa dibeli di bulan ulang tahun kalian. Harganya pun jauh lebih terjangkau, yaitu JPY10280, dan dapat digunakan untuk mengakses seluruh kereta JR di pulau Shikoku dan jaringan Tosa Kuroshio Railroad. 3 orang yang bepergian bersama kalian juga bisa membeli Birthday Kippu ini.
      5. Shikoku Saihakke Haya-Toku Kippu
      Rail pass ini berlaku selama satu hari penuh dengan harga JPY2000 saja. Hanya saja ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipahami sebelum membeli rail pass ini. Pertama, rail pass ini hanya berlaku di akhir pekan dan pada hari libur saja. Kedua, rail pass ini hanya berlaku untuk mengakses kereta lokal di Shikoku. Ketiga, kalian harus membeli rail pass ini sehari sebelum tanggal yang diinginkan.
      *             *             *             *             *
      Akomodasi

      Hotel Green Plaza Shodoshima, via 663highland/wikimedia commons
      - Tak perlu khawatir dengan masalah akomodasi. Di kota-kota besar di Shikoku umumnya terdapat berbagai tipe akomodasi, mulai dari guesthouse, hostel, hingga hotel. Kalian bisa memilih sendiri akomodasi mana yang sesuai dengan budget.
      - Di Shikoku pun ada beberapa hotel resort yang suasana yang lebih ‘wah’ dengan fasilitas yang lebih lengkap. Beberapa hotel resort berlokasi di spot yang sangat cocok untuk liburan, seperti di Iya Valley. Seandainya kalian berencana melakukan bulan madu di Shikoku, kalian bisa melirik aneka hotel resort tersebut.
      *             *             *             *             *
      Tips Random Lainnya
      - Secara umum, kalian mungkin akan lebih sulit menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris saat berada di Shikoku. Beberapa informasi jalan dan tempat pun mungkin hanya menggunakan bahasa Jepang saja. Namun jangan jadi ragu untuk mengunjungi Shikoku, karena traveller sejati akan menganggap kendala bahasa sebagai tantangan.
      - Namun jika kalian betul-betul membutuhkan informasi dalam bahasa Jepang, sangat disarankan untuk mengunjungi berbagai Tourist Information Center yang ada di Shikoku. Berikut beberapa Tourist Information Center yang memiliki staff berbahasa Inggris di Shikoku (informasi diambil dari brosur wisata Shikoku):
      1. Tokushima Prefektural International Exchange Association (TOPIA). Clement Plaza, 6/F, 1-61 Terashimahon-cho, Tokushima City 770-0831. Telp: 088-656-3303
      2. Ryokan Sanukiya. 39 Mitsuicho, Muyacho Benzaiten, Naruto City, Tokushima Pref. 772-0014. Telp: 088-686-3301.
      3. Takamatsu City Information Plaza. 1-16-Hamano-cho, Takamatsu City, Kagawa Pref. 760-0011. Telp: 087-851-2009.
      4. Ehime Prefectural International Center (EPIC). 1-1 Dogo Ichiman, Matsuyama City, Ehime Pref. 790-0844. Telp: 089-917-5678.
      5. Dogo Tourist Information. 6-8 Dogo-Yunomachi, Matsuyama City, Ehime Pref. 790-0842. Telp: 089-943-8342.
      6. Matsuyama City Tourist Information. 1-14-1 Minamiedo, Matsuyama City, Ehime Pref. 790-0062. Telp: 089-931-2914.
      7. Sunrise-Itoyama. 2-8-1, Sunabacho, Imabari City, Ehime Pref. 794-0001. Telp: 0898-41-3196.
      8. Komecho Ryokan. 1-1-4 Tokiwa-cho, Imabari City, Ehime Pref. 794-0015. Telp: 0898-32-0554.
      9. “I” Information Center. JR Kochi Station Building, 2-4-10, Sakaeda-cho, Kochi City, Kochi Pref. 780-0061. Telp: 088-826-3337.
    • By vie asano
      Setiap kali membahas tentang wisata Jepang, biasanya topiknya nggak jauh-jauh dari Tokyo, Kyoto, Osaka, Nagoya, Hiroshima, atau paling banter ke Hokaido. Pertanyaan seputar “obyek wisata apa yang harus dikunjungi di Tokyo”, “berapa lama jarak dari Tokyo ke Kyoto”, “di Osaka enaknya kemana saja”, “yang bagus di Hokaido tuh apa saja”; termasuk beberapa pertanyaan yang rutin kalian temukan di berbagai forum traveling, khususnya yang berkaitan dengan topik Jepang.
      Pertanyaannya, apakah obyek wisata di Jepang hanya sebatas kota-kota itu saja?
      Jawabannya, tentu saja tidak. Masih banyak lho daerah lain di Jepang yang juga menarik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Pulau Shikoku. Jika kalian mencari destinasi wisata anti-mainstream saat berada di Jepang, Pulau Shikoku ini layak banget untuk dilirik. Namun sebelum memutuskan untuk pergi kesana, nggak ada salahnya kalian menyimak dulu beberapa informasi dasar tentang Pulau Shikoku.
      *             *             *             *             *
      Informasi Dasar

      Salah satu jembatan yang menghubungkan pulau Shikoku dengan pulau lain, via japan-magazine.jnto.gp.jp
      Pulau Shikoku merupakan pulau keempat terbesar di Kepulauan Jepang. Nama “Shikoku” sendiri berarti “empat kerajaan”, dan pemberian nama tersebut merujuk pada sejarah yang menyebutkan jika dulu ada empat kerajaan di pulau Shikoku. Saat ini kerajaan tersebut memang sudah tidak ada. Namun sebagai gantinya, kini ada empat prefektur (wilayah setara provinsi) di Pulau Shikoku: prefektur Tokushima, Kagawa, Ehime, dan Kochi.

      View salah satu kota di pulau Shikoku, via 屋嶋の仙人/wikimedia commons
      Keempat prefektur di Shikoku memiliki ibu kota pemerintahan masing-masing, yang sekaligus menjadi kota-kota terbesar di Shikoku. Prefektur Tokushima, yang posisinya paling dekat dengan Pulau Honshu, memiliki ibu kota Tokushima. Prefektur Kagawa memiliki ibu kota Takamatsu. Prefektur Ehime ber-ibukota-kan Matsuyama (yang menjadi kota terbesar di Shikoku), sementara Prefektur Kochi memiliki ibu kota bernama sama, yaitu Kochi. Lihat foto di bagian “Posisi Pulau Shikoku” untuk melihat posisi masing-masing prefektur.
      *             *             *             *             *
      Posisi Pulau Shikoku

      Posisi Pulau Shikoku, via tourismshikoku
      Pulau Shikoku terletak di sebelah Barat Daya Pulau Honshu (yang merupakan pulau terbesar di Jepang, tempat kota-kota populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka berada). Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 1-2 jam saja dari Tokyo, Osaka, dan Hiroshima, tergantung jenis transportasi yang digunakan (lihat bagian “Cara Mencapai Pulau Shikoku” untuk detail lebih lanjut).
      *             *             *             *             *
      Daya Tarik Pulau Shikoku, dan Kenapa Harus Kesana

      View Ikeda Port di Prefektur Kagawa, via 663highland/wikimedia commons
      Pulau ini bisa ditempuh dalam waktu cukup singkat dari pulau Honshu, terutama jika kalian pergi dari Osaka dan Hiroshima (untuk detailnya, lihat bagian “Cara Mencapai Pulau Shikoku”). Karena itulah pulau ini menarik juga untuk dimasukkan dalam list side trip dari Osaka dan Hiroshima. Tentu saja kalian mungkin tidak akan bisa menjelajah pulau ini sampai tuntas seandainya mengunjungi Shikoku sebagai side trip.
      Ngomong-ngomong, di Pulau Shikoku ini kalian memang tidak akan menemukan obyek wisata major seperti Tokyo Disneyland, DisneySea, maupun Universal Studio. Jangan pula berharap di pulau ini kalian akan menemukan theme park besar layaknya Fuji-Q Highland yang memiliki aneka roller coaster level dunia.
      Lha, trus apa dong yang membuat pulau ini menarik untuk dikunjungi walau tidak memiliki obyek wisata yang betul-betul major?
      Kita bicara secara general dulu. Pulau Shikoku ini memiliki empat prefektur, dan masing-masing prefektur jelas memiliki daya tarik masing-masing. Namun secara umum, ada beberapa hal yang membuat pulau ini menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

      Iya Valley, via awanavi
      Pertama dan yang paling penting, bicara tentang Pulau Shikoku tak bisa dilepaskan dari membicarakan tentang keindahan alamnya. Ya, secara umum Pulau Shikoku ini sangat populer di kalangan mereka yang menyukai kegiatan di tengah alam, seperti hiking. Pulau ini memang memiliki area pegunungan yang masih sangat asri alami, dengan pemandangan yang menakjubkan. Beberapa area seperti Iya Valley bahkan memiliki pemandangan yang terlalu eksotis untuk dilewatkan oleh kamera.

      Sungai Shimanto, via 京浜にけ/wikimedia commons
      Pulau ini juga memiliki beberapa sungai yang cukup besar, dan wisatawan bisa melakukan rafting dan canoeing di beberapa spotnya. Salah satu yang paling populer adalah canoeing dan rafting menyusuri Sungai Shimanto yang ada di Shimanto, Prefektur Kochi. Sedangkan jika pergi ke Sungai Niyodo yang juga ada di Prefektur Kochi, kalian bisa melakukan berbagai kegiatan alam disana: camping, memancing, hingga canoeing dan rafting.

      Jembatan antar pulau di Shikoku, via pianoshushibar
      Tak hanya populer sebagai destinasi untuk hiking, pulau Shikoku juga terkenal akan keindahan alamnya. Wisatawan biasanya suka sekali menjelajah berbagai spot di pulau Shikoku dengan berjalan kaki maupun naik sepeda, sambil menghirup udara yang pastinya jauh lebih segar dibanding kota-kota besar lainnya di pulau Honshu. Apalagi jika kalian sengaja pergi bersepeda ke area pegunungan dan ke kota-kota kecilnya, maupun melintasi berbagai jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan pulau lainnya.

      Iya Onsen, salah satu onsen di Iya Valley, via iyaonsen
      Dan, setelah lelah jalan-jalan, kalian bisa mampir ke berbagai onsen yang ada di Pulau Shikoku. Ya, pulau ini juga memiliki onsen-onsen keren. Beberapa diantaranya bahkan terletak di daerah yang cukup tersembunyi, sehingga menawarkan atmosfir yang berbeda dari onsen-onsen populer lainnya di Jepang.

      Awa Odori, via rosino/wikimedia commons
      Itu baru dari sisi keindahan alamnya saja. Pulau Shikoku juga memiliki daya tarik lain dari sisi festival. Pulau ini menjadi tuan rumah beberapa festival besar seperti Yosakoi dan Awa Odori yang dilangsungkan pada bulan April dan Oktober. Di luar event festival, berbagai kota di pulau ini kaya akan berbagai kelas budaya singkat yang bisa diikuti oleh wisatawan, seperti kelas martial art, pencelupan kain, menari, dan banyak lagi.

      Kochi Castle, via reggaeman/wikimedia commons
      Pulau ini juga memiliki banyak daya tarik jika dilihat dari segi sejarah. Kita bicara dari bangunan kastilnya dulu. Dari ratusan kastil (atau malah ribuan kastil) yang pernah berdiri di Jepang, tahukah kalian jika saat ini hanya sedikit sekali yang masih original (baca: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!). Nah, dari 12 kastil tersebut, 4 diantaranya ada di pulau Shikoku, yaitu Marugame Castle (Marugame), Kochi Castle (Kochi), Matsuyama Castle (Matsuyama), dan Uwajima Castle (Uwajima). Jumlah tersebut paling banyak ditemukan dalam sebuah wilayah, mengingat 8 kastil lainnya berada di wilayah yang terpisah-pisah.

      Gokurakuji, salah satu kuil yang dikunjungi dalam aktifitas 88 Temple Pilgrimage, viaウランボルグ/wikimedia commons
      Nggak hanya kastil, di pulau Shikoku ini juga bertaburan aneka kuil yang usianya sudah ribuan tahun. Banyak kuil yang masih original dan telah diakui sebagai National Important Cultural Properties, sedangkan taman-tamannya masuk dalam daftar taman dengan pemandangan terbaik. Ngomong-ngomong, di Pulau Shikoku ini ada rangkaian aktifitas napak tilas bernama 88 Temple Pilgrimage atau Shikoku Henro Pilgrimage. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya.
      Sedangkan jika dibahas daya tarik dari masing-masing prefektur yang ada di Pulau Shikoku, maka pembahasannya bisa lebih banyak lagi. Setiap prefektur di Shikoku ini memiliki daya tarik tersendiri. Begitu juga dengan kota-kotanya, banyak yang memiliki daya tarik wisata yang berbeda satu sama lainnya. Mari kita intip sekilas pembahasan masing-masing prefektur, dimulai dari Prefektur Kagawa.

      Chichu Art Museum di Naoshima, via benesse-artsite
      Prefektur Kagawa mungkn saja prefektur terkecil di Jepang. Namun prefektur ini termasuk salah satu yang paling banyak menarik perhatian wisatawan di pulau Shikoku, khususnya bagi para pecinta seni dan arsitektur. Pasalnya, dua pulau di prefektur ini, yaitu Naoshima dan Teshima, dipenuhi oleh berbagai museum yang bangunannya dirancang oleh arsitek ternama seperti Tadao Ando. Pulau-pulau tersebut juga memiliki banyak street art menarik. Detail Naoshima dan Teshima mungkin akan dibahas terpisah, karena terlalu banyaknya aktifitas yang bisa dilakukan di pulau tersebut.

      Salah satu bagian Takamatsu Castle, via 663highland/wikimedia commons
      Selain Naoshima, Prefektur Kagawa masih memiliki banyak daya tarik wisata lainnya. Kota Takamatsu, ibu kota prefektur Kagawa, juga punya banyak obyek wisata keren. Mulai dari shopping arcades, kuil, hingga kastil (salah satunya Takamatsu Castle), semua bisa ditemukan disini. Takamatsu juga terkenal akan udon-nya, dan udon dari kota ini kerap dijadikan oleh-oleh khas Shikoku.

      Pusaran air di Naruto Strait, via release
      Prefektur Tokushima juga punya banyak daya tarik wisata. Prefektur yang ada di sisi Timur pulau Shikoku ini menjadi tuan rumah festival Awa Odori. Di prefektur ini ada pusaran air bernama Naruto (baca: Ternyata Naruto Itu Nama Kota di Jepang, Lho!), dan wisatawan yang berminat untuk melihat lebih dekat bisa naik perahu wisata khusus yang melintas di dekat pusaran tersebut.

      Suasana di kota Kamikatsu, via betterworldinternational
      Oh iya, di prefektur Tokushima pun ada sebuah kota yang menerapkan konsep “zero waste” town, yaitu kota Kamikatsu. Kalian yang suka dengan tema lingkungan hidup bisa melihat langsung proses pengolahan sampah di Kamikatsu, yang mengklasifikasikan sampahnya ke dalam 34 kategori!

      Suihakogen di Ehime, via dokugami/wikimedia commons
      Di Prefektur Ehime, ada kota Matsuyama yang menjadi kota terbesar di Shikoku. Kota tersebut kaya akan bangunan kuno, jalanan yang melintasi pemandangan keren, kuil-kuil populer, taman-taman, onsen-onsen dengan view menarik, hingga kastil asli (Matsuyama Castle).

      Lansdscape kota Kochi, via kounosu/wikimedia commons
      Sedangkan di Prefektur Kochi, terkenal akan suasana alamnya. Prefektur terbesar di Shikoku ini justru memiliki populasi yang sedikit. Kota-kota di prefektur ini (termasuk ibu kotanya) memiliki suasana yang lebih tenang dan menawarkan atmosfir yang bersahabat. Cocok banget untuk kalian yang memang menyukai suasana tenang dan berbaur dengan alam. Oya, di prefektur ini juga ada kastil original (Kochi Castle) dan pantai yang indah.
      *             *             *             *             *
      Yang Harus Dilakukan di Pulau Shikoku
      Dari sekian banyak daya tarik wisata untuk dikunjungi dan aktifitas seru untuk dilakukan di Pulau Shikoku, berikut ini beberapa hal yang perlu banget untuk dilakukan selama berada di Shikoku:
      1. Melakukan 88 Temple Pilgrimage (Ziarah 88 Kuil)

      Shikoku Henroku, via lefigaro
      Aktifitas ini merupakan aktifitas napak tilas perjalanan Kukai atau Kobo Daishi (tokoh besar dalam penyebaran agama Budha di Jepang) mengelilingi rute yang melingkari pulau Shikoku (melewati 88 kuil), dengan total panjang 1200 kilometer. Biasanya para peziarah melakukannya dengan berjalan kaki, sambil menikmati pemandangan pulau Shikoku. Namun ada juga wisatawan yang melakukan ziarah ini sambil naik sepeda. Tentu saja kalian nggak wajib melakukan ini, apalagi kalau memiliki waktu wisata terbatas.
      2. Wisata Kuliner

      Sanuki udon di Kamagawa, via sekido/wikimedia commons
      Masing-masing prefektur di pulau Shikoku memiliki kuliner khas. Prefektur Ehime terkenal akan jeruk mandarin manisnya. Prefektur Kagawa terkenal akan sanuki udon-nya. Bahkan udon fresh di prefektur ini kerap dibungkus dan dijadikan oleh-oleh. Prefektur Kochi populer dengan hidangan bonito (katsuo), sejenis ikan tuna kecil yang dibakar dan disantap saat panas. Sedangkan prefektur Tokushima memiliki sudachi (buah sitrus hijau seperti jeruk nipis) sebagai buah khasnya.
      3. Pergi ke Pulau Naoshima dan Teshima

      View dari Benesse Art House di Naoshima, via 663highland/wikimedia commons
      Menjelajah pulau kecil yang penuh dengan karya seni? Kenapa tidak! Apalagi pulau-pulau ini cukup dekat dari Osaka lho.
      4. Menghadiri Berbagai Festival di Shikoku

      Kochi Yosakoi Matsuri di Kochi, via 工房 やまもも/wikimedia commons
      Sebagai tuan rumah dari beberapa festival berskala nasional, maka aneka festival di Shikoku ini layak banget untuk kalian kunjungi.
      5. Melakukan Aktifitas Bertema Alam

      Bersepeda, via 700bike
      Hiking, rafting, canoeing, bersepeda menikmati alam, camping; semua bisa (dan bahkan wajib) untuk dilakukan di pulau Shikoku, entah pergi ke prefektur manapun yang ada di pulau tersebut.
      6. Merasakan Suasana Jepang yang Sesungguhnya

      Suasana di Kota Tosa, Kochi, via Mark Mrwizard/wikimedia commons
      Pulau Shikoku memiliki banyak kota kecil yang menawarkan atmosfir nan nyaman, dengan keramahan khas Jepang. Di kota-kota kecil tersebut masih banyak bangunan-bangunan tradisional, yang sangat menarik untuk dilihat-lihat. Jika kalian mendambakan untuk melihat Jepang yang sesungguhnya, wisata ke Pulau Shikoku wajib banget untuk kalian pertimbangkan. 
      7. Melihat Langsung Ikan Paus dan Lumba-lumba

      Whale watching, via visitkochijapan
      Jika kalian berwisata ke Shikoku pada akhir bulan April hingga akhir bulan Oktober, kalian dapt naik perahu dan melihat lebih dekat kerumunan ikan paus dan lumba-lumba di lautan pulau Shikoku. Atraksi seperti ini jelas nggak bisa kalian dapatkan kalau berwisata ke kota besar seperti Tokyo, kan?
      8. Mengeksplorasi Laut
      Keindahan alam bawah laut Pulau Shikoku mungkin tidak semahsyur Gili Terawangan dan Raja Ampat. Namun di pulau ini kalian dapat melakukan beberapa aktifitas seru untuk menjelajah laut, seperti seawalker (berjalan di bawah laut dengan mengenakan helm khusus).
      *             *             *             *             *
      Cara Mencapai Pulau Shikoku
      Ada beberapa cara untuk mencapai Pulau Shikoku: menggunakan pesawat, kereta api, jalur laut, dan mobil. Mari kita bahas dari jalur udara lebih dulu.

      Tokushima airport dilihat dari udara, via asacyan/wikimedia commons
      Via Pesawat Terbang
      Pulau Shikoku memiliki 4 prefektur, dan masing-masing prefektur memiliki bandara sendiri. Bandara di Matsuyama dan Takamatsu melayani penerbangan langsung dari Seoul, Hongkong dan Shanghai, sementara bandara lainnya melayani penerbangan lokal dari Tokyo (Haneda dan Narita), Osaka (Bandara Itami dan Kansai International Airport), dan Fukuoka. Durasi penerbangan lokal bervariasi antara 1-1,5 jam, tergantung kalian berangkat dari bandara mana dan turun di bandara kota mana.

      Sebuah kereta di Tokushima, via pref.tokushima
      Via Kereta Api
      Sebagai informasi awal, pulau Shikoku ini belum terhubung oleh shinkansen. Jadi, jika menggunakan shinkansen, kalian harus transit dulu di kota Okayama. Setelah itu baru lanjut menggunakan JR Limited Express menuju Takamatsu. Jika berangkat dari Stasiun Shin-Osaka di Osaka, total waktu yang dibutuhkan kira-kira 1 jam 45 menit, dan rute tersebut di cover oleh JR Pass.
      Dari Takamatsu, barulah kalian bisa mengeksplor kota lain di Pulau Shikoku dengan mengunakan kereta, karena jaringan kereta api sudah cukup baik di pulau tersebut. Hanya saja, mayoritas informasi yang tersedia mungkin hanya dalam bahasa Jepang saja. Tapi jika kalian menganggap kendala bahasa sebagai sebuah tantangan, maka nggak ada masalah, bukan?
      Ngomong-ngomong, mayoritas jaringan kereta di Pulau Shikoku ini dimiliki oleh JR dan rutenya di cover oleh JR Pass. Hanya saja, jika kalian memutuskan untuk menjelajah pelosok Shikoku, kebanyakan jaringan kereta disana dimiliki oleh perusahaan non-JR. Ada baiknya kalian mempertimbangkan untuk membeli free pass khusus yang berlaku di pulau tersebut (detail menyusul).

      JR Shikoku Bus, via Cassiopeia sweet/wikimedia commons
      Via Bus
      Sedangkan jika kalian berangkat dari Kyoto maupun Osaka, kalian bisa mengakses Pulau Shikoku dengan menggunakan highway bus, dan turun di Tokushima. Durasi perjalanannya bervariasi, antara 2 jam 20 menit hingga 2 jam 50 menit. Dari Tokushima, kalian bisa naik bus lainnya untuk mengakses kota lain di Pulau Shikoku.
      Biaya bus ini sangat bervariasi, tergantung bus dari perusahaan mana yang kalian gunakan. Sebagai gambaran saja, jika menggunakan JR Shikoku Bus dari Osaka (berangkat dari JR Namba Station, JR Osaka Station, dan Universal Studio Japan), kalian harus menyiapkan minimal JPY3700 untuk sekali jalan (atau JPY6700 untuk tiket pulang-pergi) dan turun di Stasiun Tokushima. Sedangkan jika berangkat dari Kyoto (Stasiun JR Kyoto) ke Tokushima (turun di Stasiun Tokushima), kalian perlu menyiapkan dana JPY4200 (sekali jalan) atau JPY7600 (pulang-pergi). Itu gambaran kasarnya saja. Harga bisa lebih murah (atau lebih mahal) jika kalian menggunakan operator bus lainnya, maupun jika turun di kota lain yang ada di pulau Shikoku.

      Kobe-Awaji-Naruto Expressway, via 663highland/wikimedia commons
      Via Mobil
      Berencana untuk menyewa mobil saat wisata ke Jepang? Kalian bisa mengakses pulau Shikoku melalui jalan tol. Hanya saja, biaya untuk lewat jalan tol menuju Pulau Shikoku terbilang mahal, karena kalian harus menyiapkan setidaknya JPY5000 sekali jalan.

      Miyanoura port di Naoshima, via 663highland/wikimedia commons
      Via Perahu
      Jika berangkat dari Kobe, Hiroshima, dan Beppu; kalian bisa mencoba cara lain untuk mengakses Pulau Shikoku, yaitu dengan menggunakan kapal feri. Durasi perjalanan kira-kira 2 jam 30 menit hingga 2 jam 50 menit (turun di Matsuyama atau Yawatahama). Untuk perkiraan biaya, kapal dari Hiroshima menuju Matsuyama membutuhkan biaya kira-kira JPY2700.
      *             *             *             *             *
      Baca juga:
      Serba-serbi Pulau Shikoku, Mulai dari Tips dan Trik, Hingga Bocoran Obyek Wisata Favorit
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari creative commons dan google (sumber terlampir). Tidak ada editan tambahan selain proses resizing.
    • By vie asano
      Di setiap negara, pasti ada saja sebuah jalan yang memiliki pemandangan eksotis dan indah, maupun unik, yang akhirnya populer sebagai sebuah destinasi wisata. Begitu juga dengan Jepang. Negara ini juga memiliki beberapa jalan setapak yang fenomenal dan akhirnya populer hingga ke manca negara. Dimanasajakah aneka jalan tersebut? Berikut daftarnya:
       
      1. Menelusuri lorong Sakura di Philosopher's Path di Kyoto
       
       
       
       
       
       
      Philosopher's path, Kyoto. Foto:
      blog.viajeglobal  
       
      Jalan ini merupakan salah satu jalan yang paling fenomenal di Kyoto, bersama dengan Arashiyama Bamboo Forest yang ada di point nomor 2. Philosopher’s Path (atau Tetsugaku-no-michi) ini merupakan sebutan untuk sebuah jalan setapak yang menyusuri kanal Danau Biwa. Nama tempat ini konon diambil dari Kitaro Nishida, seorang profesor di Universitas Kyoto yang konon suka berjalan-jalan melalui jalan setapak ini sambil memikirkan berbagai hal secara mendalam. Tapi, bukan faktor sejarahnya yang membuat jalan ini terkenal. Philosopher’s Path ini ditumbuhi oleh pohon Sakura di sepanjang sisinya, sehingga saat musim semi tiba dan bunga Sakura bermekaran, kalian akan seperti tengah menembus lorong Sakura. Namun diluar musim semi pun tempat ini masih tetap menyajikan pesona lain yang tak kalah indahnya. Dan bagian yang paling asyik, adalah karena Philosopher’s Path ini menghubungkan beberapa obyek wisata ternama di Kyoto, mulai dari Ginkaku-ji Temple (baca disini: Ginkaku-ji Temple part 1, Ginkaku-ji Temple part 2), Eikando Temple (baca disini: Eikan-do Temple part 1, Eikan-do Temple part 2), dan Nanzenji Temple (baca disini: Nanzen-ji Temple part 1, Nanzen-ji Temple part 2).
       
      2. Mendengar gemerisik nyanyian bambu di Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto
       
       
       
       
       
       
      Arashiyama Bamboo Forest. Foto:
      smilepost  
       
      Jalan ini tak hanya populer di Kyoto, namun juga menarik perhatian wisatawan manca negara. Itu karena hutan bambu yang kerap disebut juga dengan sebutan Sagano Bambo Forest dan Arashiyama-Sagano Bamboo Path ini juga kerap dijadikan wallpaper desktop. Jika kalian berwisata ke Kyoto, jalan ini jelas menjadi salah satu jalan yang wajib untuk dikunjungi, baik dengan berjalan kaki maupun sambil naik jinrikisha (alias becak Jepang).
       
      3. Melintasi lorong penuh warna di Wisteria Flower Tunnel, Kitakyushu
       
      Mungkin kalian pernah melihat lorong bunga ini di berbagai website, namun tak sedikit yang hanya memuat fotonya tanpa menuliskan keterangan tentang lokasi dari lorong bunga ini. Tempat ini berlokasi di Kawachi Fuji Garden, di kota Kitakyushu, Fukuoka. Jaraknya kira-kira 6 jam perjalanan dari Tokyo (menurut Google Maps) menggunakan shinkansen. Di taman tersebut terdapat lebih dari 150 tanaman wisteria yang terdiri dari 20 jenis. Lorong ini paling keren dikunjungi pada akhir April hingga pertengahan Mei. Pada saat itu, kalian akan dapat melihat bunga Wisteria yang beraneka warna, mulai dari warna ungu, merah muda, putih, biru, dan banyak lagi.
       
       
       
       
       
       
      Wisteria tunnel yang penuh warna. Foto:
      coca  
       
      4. Menikmati keindahan pesona jalanan di Hitachi Seaside Park di semua musim
       
       
       
       
       
       
      Berjalan di tengah birunya lautan bunga baby-blue di Hitachi Seaside Park. Foto:
      girlschannel  
       
      Saya pernah mendapat order istimewa dari seorang klien yang minta dibuatkan itinerary ke Hitachi Seaside Park. Padahal rangkaian itinerary dari klien berkisar di Osaka, Kyoto, dan Tokyo, yang berarti prefektur Ibaraki (tempat Hitachi Seaside Park berada) tidak termasuk dalam daftar wisata. Namun klien tersebut sengaja bela-belain pergi ke Ibaraki yang berjarak kira-kira 1,5 jam dari Tokyo. Hasilnya? Semua puas dan merekomendasikan tempat ini untuk dikunjungi oleh siapa saja.
       
      Hitachi Seaside Park ini memang keren. Taman publik seluas 190 hektar ini dipenuhi dengan beragam bunga yang mekar sepanjang tahun. Salah satu pemandangan ikonik dari taman ini adalah pemandangan ladang bunga baby-blue (nemophilas), hamparan bunga tulip, dan semak-semak yang berubah warna menjadi merah tua.
       
      5. Indah dan menakjubkan! Lorong torii di Fushimi Inari Taisha, Kyoto
       
       
       
       
       
       
      Dua gadis ber-kimono menyusuri senbon torii di Fushimi Inari Taisha. Foto:
      kay  
       
      Satu lagi jalan ikonik yang berlokasi di Kyoto dan kerap dijadikan wallpaper desktop. Jika kalian pernah melihat film Memoirs of Geisha yang booming beberapa tahun silam, kalian mungkin mengingat adegan saat sang tokoh utama berlari melintasi lorong yang dibentuk oleh torii (=gerbang kuil) berwarna merah. Tempat tersebut betul-betul ada (disebut sebagai senbon torii), dan berlokasi di Fushimi Inari Taisha. Kuil ini dapat dikunjungi secara cuma-cuma lho. Jadi bagi yang ingin mencoba merasakan sensasi berjalan menembus ratusan (bahkan ribuan) torii, berkunjunglah ke kuil Fushimi Inari Taisha saat berada di Kyoto.
       
      6. Hanyut dalam keheningan mistis di Kumano Kodo, Kumano
       
       
       
       
       
       
      Kumano Kodo. Foto:
      cnn  
       
      Jalan setapak yang satu ini sebetulnya merupakan suatu rangkaian jalan di rute ziarah yang terdapat di wilayah Kansai. Jalan di Kumano Kodo ini menghubungkan beberapa wilayah suci di Kii Peninsula, antara lain Kumano Sanzan (yang terdiri dari Hongu Taisha, Hayatama Taisha, dan Nachi Taisha), dengan Gunung Koya (atau Koya-san) dan Gunung Omine. Jadi jangan heran jika rute ini banyak menembus hutan, dan memiliki atmosfir yang sangat tenang dan mistis. Sayangnya beberapa rute kini sudah tersentuh modernisasi. Jadi jika kalian berencana untuk hiking dan menikmati kesunyian di jalur ini, jangan lupa untuk meneliti lebih lanjut rute mana saja yang cukup mudah untuk dilalui dan masih terjaga suasananya.
       
       
       
       
       
       
      Magose pass di Kumano Kodo. Foto:
      pref.mie.lg  
       
      7. Cape Kamui dan jalan yang berujung di lautan
       
       
       
       
       
       
      Cape Kamui. Foto:
      663Highland/commons.wikimedia  
       
      Hokkaido yang berada di sisi utara Jepang boleh saja terkenal sebagai negeri salju (baca disini: ). Namun pulau sekaligus prefektur di Jepang ini juga memiliki beberapa tempat yang menawarkan pemandangan yang eksotis, dengan jalan setapak yang melalui tempat-tempat eksotis tersebut. Salah satunya adalah Cape Kamui yang terletak di Shakotan Peninsula, sebelah barat Hokkaido. Untuk mencapai tempat ini, kalian hanya dapat menggunakan mobil maupun bus. Namun setelah tiba disana, kalian pasti akan melupakan segala lelah di perjalanan karena keindahan pemandangan disekitarnya, yang bisa kalian lihat dalam foto di atas. Jika berminat datang ke tempat ini, salah satu waktu terbaik adalah di musim panas, yaitu saat rumput mulai menghijau dan laut terlihat begitu biru.
       
      Dari sekian banyak jalan di atas, mana yang paling indah menurut kalian? Dan mana yang paling ingin kalian lalui?