• ×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

      Only 75 emoticons maximum are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By kurniasolution
      perkenalkan kami adalah agen antena tv termurah & terlengkap,terbaik serta bergaransi.
    • By pleasejackys
      Paling Jengkel Kalau Jalan-Jalan Kena Masalah yang Seperti Ini!
       
       
      Petualangan seorang traveller tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah. Baik itu masalah kecil atau besar, masalah yang muncul tak terduga atau masalah akibat kelalaian sendiri, dan lain sebagainya. Ya wajar saja kalau hal itu terjadi karena yang namanya hidup pun memang tak bisa luput dari masalah, bukan hanya travelling saja.
       
      Bagi seorang traveller sejati, masalah biasa dianggap sebagai tantangan yang bisa membuat petualanganmu terasa lebih berkesan. Bukan hanya itu, menghadapi masalah juga akan membuat kita banyak belajar. Pertama, kita belajar untuk bisa bersikap tenang dan menguasai diri agar tidak mudah panik saat harus menghadapi rintangan. Kedua, kita belajar untuk berfikir secara bijaksana dan kreatif dalam mencari solusinya. Ketiga, kita bisa juga belajar supaya lebih berhati-hati di kemudian hari supaya masalahnya tidak perlu terjadi lagi. Masalah juga dapat membuat traveller menjadi orang yang penyabar dan bijak dalam menghadapi hidup.
       

      Traveller yang Tertimpa Masalah
      (Sumber: travelandescape.ca)
       
      Meskipun begitu, ada juga beberapa jenis masalah yang tidak mudah untuk dihadapi dengan penuh kesabaran. Beberapa masalah tertentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup parah sehingga hati menjadi kesal dan jengkel. Beberapa contoh masalah yang seperti itu antara lain:
       
       
      1. Delay Pesawat Waktu Akan Berangkat ke Tempat yang Jauh
       
      Saat akan travelling ke tempat yang jauh, biasanya kita menggunakan jenis transportasi udara alias pesawat terbang. Cara ini umum dipilih karena pesawat mampu membawa kita ke tempat yang jauh dalam waktu yang singkat. Sayangnya, tiket pesawat bukanlah barang murah sehingga kita harus berhati-hati saat membelinya. Semakin jauh suatu tempat, biasanya semakin mahal pula tiket penerbangannya. Untuk itu, seorang traveller akan mengatur perjalanannya sedemikian rupa agar pengalaman jalan-jalan dapat optimal dan sepadan dengan uang yang telah dikeluarkan.
       
      Salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan mengatur ittinerary yang detail dan terarah. Jadwal kegiatan pun dibuat padat sehingga tidak ada waktu yang tersia-siakan. Biasanya, kegiatan akan dimulai langsung setelah kita sampai di kota tujuan. Ittinerary yang dibuat ini nantinya harus diikuti dengan penuh komitmen supaya tidak ada obyek wisata yang terlewatkan selama kita berada di kota tersebut. Kita dapat mendisiplinkan diri agar bisa menaati ittinerary yang sudah kita buat sendiri tadi. Namun, hal itu tetap saja bisa dikacaukan oleh pengaruh dari luar. Salah satunya adalah keterlambatan jam penerbangan saat akan berangkat ke sana.
       

      Mati Gaya karena Pesawat Terlambat
      (Sumber: image.politico.com)
       
      Terlambat berangkat berarti terlambat sampai di tujuan sehingga kita punya waktu yang lebih sedikit untuk berpetualang. Padahal, jadwal yang padat sudah menanti kita di sana. Ini berarti kita harus membuat penyesuaian kembali terhadap jadwal kegiatan. Biasanya yang jadi korban adalah obyek wisata pertama yang akan kita kunjungi supaya pengaturan ulang jadwalnya tidak terlalu ribet. Lain halnya jika penerbangan yang terlambat adalah penerbangan pulang. Keterlambatan ini justru akan menyenangkan karena dapat memberikan kita lebih banyak waktu untuk jalan-jalan.
       
      Jika keterlambatannya hanya beberapa menit bukanlah masalah. Kita cukup mempersingkat alokasi waktu di satu obyek wisata yang kita datangi pertama kali. Masalahnya terasa menyebalkan ketika keterlambatannya sampai beberapa jam. Itu berarti, setidaknya kita harus membatalkan salah satu obyek wisata atau mengatur ulang seluruh jadwal dari awal.
       
      Antisipasinya untuk masalah ini adalah dengan mengatur ittinerary yang mudah diatur ulang. Obyek-obyek wisata yang sangat kita minati sebaiknya tidak diletakkan di hari pertama. Atau setidaknya jangan diletakkan sebagai obyek wisata pertama yang kita kunjungi begitu sesampainya kita di sana. Di hari pertama, buatlah kegiatan yang santai dan bukan obyek wisata yang begitu penting. Sehingga kita tidak akan merasa terlalu jengkel jika harus mengorbankannya.
       
       
      2. Tempat Wisata Tutup
       
      Sebelum menyusun ittinerary sebuah perjalanan, kita biasanya terlebih dahulu mencari informasi tentang potensi wisata di daerah tujuannya. Dari situ, kita akan tahu obyek wisata apa saja yang tersedia di sana. Ittinerary kemudian kita susun berdasarkan obyek wisata apa saja yang ingin kita kunjungi. Pemilihan obyek wisata tentu saja didasarkan pada minat pribadi kita masing-masing.
       
      Dari penyusunan ittinerary sampai akhirnya kita sampai di kota tujuan, pikiran kita tentu akan sering disibukkan dengan bayangan akan petualangan kita nantinya. Obyek wisata yang kita kunjungi, apakah akan terlihat seindah di gambar yang kita temukan di internet, apakah berkegiatan di sana akan terasa se-asyik yang orang-orang bilang di forum, dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengusik rasa penasaran kita. Tak sabar rasanya menunggu waktu untuk membuktikan hal tersebut secara langsung.
       
      Lalu, bayangkan jika setelah memendam rasa penasaran sekian lama, ternyata kamu mendapati obyek wisata yang kamu minati ternyata tutup ketika kamu sudah sampai di sana. Tentu rasanya sebal bukan main. Apalagi jika obyek wisata itu merupakan obyek wisata yang paling kita ingin kunjungi. Mustahil rasanya jika kita memaksa pihak pengelola untuk membuka obyek wisata itu untuk kita.
       

      Anak Mendatangi Kebun Binatang yang Tutup
      (Sumber: i.huffpost.com)
       
      Beberapa obyek wisata yang sudah terkenal secara internasional biasanya memberikan pengumuman sejak awal jika akan tutup di tanggal-tanggal tertentu. Informasi ini mereka cantumkan pada website mereka masing-masing. Obyek wisata yang tidak terlalu populer pun juga akan demikian jika pengelolanya memiliki website dan cukup aktif dalam meng-update website mereka.
       
      Apabila kamu tidak ingin mendapati masalah yang seperti ini, kamu bisa mengunjungi website resmi dari obyek wisata yang kamu minati tersebut. Jika ingin lebih yakin lagi, kamu bisa menelepon kantor pengelolanya sebelum berangkat ke sana. Namun, cara ini jarang dilakukan orang karena memang jarang terjadi obyek wisata tutup tanpa ada alasan dan pemberitahuan yang jelas.
       
       
      3. Google Map Tidak Valid
       
      Seorang traveller yang berjiwa petualang biasanya suka berjalan-jalan sendiri keliling kota, baik untuk mengeksplorasi suasananya atau sekedar untuk mengunjungi obyek wisata yang diminatinya. Untuk berjalan-jalan, mereka tentu membutuhkan peta sebagai bekal pegangannya. Peta itulah yang membuatnya berani untuk melangkah sendiri karena ia jadi tahu ke arah mana dia harus berjalan. Tanpa peta, tentu dia tidak akan tahu ke mana harus pergi.
       
      Di jaman yang modern seperti ini, peta kertas yang konvensional sudah banyak ditinggalkan. Kebanyakan traveller menggunakan aplikasi GPS yang biasanya sudah otomatis ter-install dalam smartphone masing-masing. Peta konvensional sudah banyak ditinggalkan karena terasa repot jika kita harus berjalan membawa selembar kerta super lebar. Belum lagi cara membacanya pun agak sulit bagi sebagian orang. Sebaliknya, Google Map memang aplikasi yang sangat bisa diandalkan. Selain praktis karena tidak perlu dibawa-bawa, petanya pun cukup detail dan jelas. Kita juga bisa mencari alternatif jalan lain, mengetahui tingkat kemacetan, dan mengukur estimasi waktu yang diperlukan untuk sampai di sana.
       

      Peta dalam Genggaman
      (Sumber: image.bwbx.io)
       
      Namun rupanya tidak semua daerah tercakup dengan baik oleh aplikasi semacam ini. Ada juga daerah-daerah yang petanya bermasalah. Peta yang tidak detail membuat kita bingung saat kita menemukan jalan yang buntu atau tidak terdata dengan baik. Belum lagi jika rupanya peta tersebut merupakan peta lama yang mana keadaannya di dunia nyata sudah mengalami banyak perubahan. Terkadang bahkan ada gambar di peta yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Peta yang tidak valid beresiko membuat kita tersesat di kota yang tidak kita ketahui. Kita bisa gagal mencapai obyek wisata yang akan kita kunjungi. Otomatis, gagal sudah rencana kita untuk berwisata pada saat itu.
       
      Jika kamu berencana menggantungkan hidupmu pada Google Map pada saat akan berjalan-jalan mengelilingi sebuah kota, sebaiknya pastikan dahulu apakah peta yang ada sudah cukup update dan lengkap. Biasanya, kota besar memiliki data gambar yang lengkap dan update. Sebaliknya, kota kecil yang tidak terlalu populer biasanya tidak bisa terlalu diharapkan di aplikasi semacam ini. Walaupun sudah ada aplikasi peta GPS di smartphone, sebaiknya kamu juga membekali diri dengan peta konvensional di dalam tas. Selain itu, jangan merasa takut dan malu untuk bertanya pada penduduk lokal jika kamu menemukan sesuatu yang membingungkan di peta.
       
       
      4. Terlalu Banyak Biaya Tak Terduga
       
      Travelling membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika tempat yang dituju cukup jauh atau terpencil. Seringkali, urusan biaya ini menghambat para traveller untuk mewujudkan hasrat jalan-jalannya terutama mereka yang biasa travelling dengan budget minim. Maka dari itu, perhitungan dan perencaan yang detail sangat diperlukan agar biaya yang dikeluarkan dapat diperkirakan dan diatur dengan baik.
       
      Sebaik-baiknya perhitungan dan perencanaan, pada kenyataannya bisa saja kita mendapati pengeluaran lain yang tidak kita duga sebelumnya. Hal ini masih bisa dibilang wajar karena kenyataan biasanya tidak mungkin bisa sama persis dengan rencana. Setiap traveller pun biasanya sudah mengalokasikan dana untuk persiapan terhadap pengeluaran-pengeluaran mendadak semacam ini.
       

      Menghabiskan Uang
      (Sumber: thewalisses.files.wordpress.com)
       
      Namun terkadang, suatu tempat dapat menguras uang kita lebih banyak daripada yang kita kira. Ada saja pengeluaran itu, baik yang terpaksa kita keluarkan maupun pengeluaran yang berasal dari keinginan kita sendiri. Contoh pengeluaran yang terpaksa misalnya membayar ongkos taksi karena tidak menemukan transportasi umum atau menyewa hotel yang lebih mahal karena hotel yang murah terlalu tidak memadai. Sementara contoh pengeluaran yang kita inginkan sendiri adalah seperti kita melihat barang kerajinan lokal yang begitu indah kemudian kita beli padahal harganya cukup mahal.
       
      Pengeluaran tak terduga yang berasal dari keinginan sendiri akan membuat kita merasa galau karena membuat budget semakin menipis. Namun, hal itu masih tidak akan membuat kita merasa kesal. Namun jika pengeluaran tak terduga itu merupakan keterpaksaan dan nominalnya pun besar, pasti hati ini akan terasa sangat kacau. Apalagi jika budget kita sudah sangat tipis sehingga kita harus mengambil alokasi dana dari hal lain.
       
       
      5. Makanan Tidak Enak Terus
       
      Travelling tidak terasa lengkap jika kita belum mengeksplorasi nilai-nilai budaya lokalnya. Salah satu caranya adalah dengan berwisata kuliner. Mencicipi cita rasa khas suatu daerah memang merupakan pengalaman yang seru untuk dilakukan. Kegiatan ini bisa membuat kita merasakan aura dari suatu daerah secara lebih mendalam. Saat berada di suatu tempat, akan lebih seru jika kita dapat mencicipi sebanyak mungkin jenis makanan dan minuman khas daerahnya.
       
      Tidak ada jaminan bahwa kita akan menyukai rasa makanan yang akan kita santap. Memang itulah resikonya saat berwisata kuliner. Sesekali kita menemukan rasa yang benar-benar memanjakan lidah yang mungkin akan membuat kita rindu suatu hari nanti. Sesekali lain, kita menemukan rasa yang biasa-biasa saja yang mungkin akan kita lupakan. Sesekali pula, kita menemukan makanan yang begitu terasa aneh dan tidak nyaman di lidah. Begitulah dinamikanya berwisata kuliner.
       

      Makanan yang Tidak Bisa Dinikmati
      (Sumber: itspchan.files.wordpress.com)
       
      Terkadang, seseorang cukup sial untuk menemukan makanan yang tidak enak berkali-kali dalam waktu yang berurutan. Sarapan tidak enak, makan siang tidak enak, bahkan cemilan sore pun terasa tidak menyenangkan di indra pengecap. Padalah harga makanan tersebut tidak bisa dibilang murah juga. Kesialan seperti ini akan membuat kita sungguh merindukan masakan rumah atau masakan khas daerah tempat asal kita.
       
      Masalah seperti ini bisa dihindari. Sebelum membeli makanan, cari tahu terlebih dahulu informasi tentang makanan tersebut terutama informasi mengenai bahan dasar dan cara pemasakannya. Sebelum masuk warung makannya, coba untuk menghirup aroma masakannya, apakah terasa cukup menggiurkan atau tidak. Jika perlu tanyakan pada teman-temanmu yang sudah pernah mencicipinya, terutama ke teman-teman yang selera makannya mirip denganmu.
       
      Apabila ternyata kamu cukup sial untuk menemukan makanan yang tidak enak sampai berkali-kali secara berurutan, bisa jadi lidahmu memang tidak cocok dengan cita rasa lokal daerah situ. Kalau sudah begini, sebaiknya kamu cari makanan yang rasanya cukup familiar di lidah seperti McDonalds, nasi goreng, atau mie instan. Memang rasanya terlalu klise, namun masih lebih baik begini daripada tidak makan.
       
       
      6. Jadi Korban Kriminalitas
       
      Tidak ada daerah yang terjamin 100% keamanannya. Di setiap daerah, ada saja potensi kejahatan dan kriminalitas yang mengincar turis. Rata-rata jenis kejahatan yang mengancam turis atau traveller adalah yang berkaitan dengan harta benda. Beberapa contohnya antara lain pencopetan, penodongan, penipuan, dan masih banyak lagi. Menjelajah tempat yang asing, tentu kita akan sangat berhati-hati dalam bersikap, terutama dalam menjaga diri dan harta benda yang kita bawa. Namun, terkadang kita cukup sial atau lengah sehingga menjadi korban kriminalitas.
       

      Pencopetan Marak Menyerang Turis
      (Sumber: rand.org)
       
      Dimanapun itu, kehilangan handphone, uang, dokumen berharga, dan harta benda lain akan terasa menyedihkan. Kita pun juga merasa jengkel bukan main kepada pelaku kejahatannya. Jika hal itu terjadi di tempat yang jauh yang mana kita masih asing dengan daerahnya, hal itu akan terasa jauh lebih menyedihkan dan menjengkelkan. Ditambah lagi kita harus repot-repot mengurus laporannya ke pihak berwajib.
       
      Agar tidak menjadi korban kriminalitas seperti ini, memang kita harus bersikap sangat hati-hati. Cari tahu tentang kriminalitas apa saja yang biasa terjadi di obyek wisata yang akan  kamu datangi. Dapatkan informasinya dari internet, forum, atau dengan bertanya langsung ke warga atau polisi setempat. Jangan lupa, mintalah tips-tips untuk menghindari jenis kriminalitas tersebut.
       
       
      Masalah-masalah yang disebutkan di atas tadi memang bukanlah hal yang sering terjadi pada seorang traveller. Tidak semua traveller pernah memiliki pengalaman pahit yang seperti itu. Akan tetapi, jika masalah ini jatuh menimpamu, dijamin kamu akan merasa jengkel dibuatnya. Nah sekarang, dari beberapa contoh yang disebutkan di atas, adakah kejadian yang pernah menimpamu saat jalan-jalan? Atau kamu punya kejadian menjengkelkan lain yang kamu alami? Ayo ceritakan pengalamanmu di sini!
    • By pleasejackys
      Huufftt.... Menyebalkan Deh Kalau Dapat Masalah yang Seperti Ini di Hotel Murah!
       
       
      Hidup seorang traveller banyak bergantung pada hotel. Berkelana jauh ke tempat-tempat asing dimana tidak ada sanak famili atau teman, hotel tentu menjadi tempat andalan kita untuk berbaring tidur di malam hari demi mengumpulkan kembali tenaga untuk lanjut berpetualang keesokan harinya. Keunggulan lainnya adalah hotel memiliki banyak variasi baik dari segi lokasi, fasilitas, serta harga. Dengan begini, kita bisa dengan mudah memilih satu tempat yang cocok dengan kondisi dan keinginan kita.
       
      Sebagian besar traveller lebih suka memilih hotel murah sebagai akomodasi selama berkunjung ke tempat asing. Alasannya tentu demi menghemat anggaran sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting dan bermanfaat. Lagipula, hotel hanya digunakan untuk tidur di malam hari saja. Hotel mewah terasa lebih seperti pemborosan yang tidak perlu karena segala macam fasilitasnya tidak akan terlalu banyak dimanfaatkan.
       
      Sebuah kamar hotel memiliki harga yang murah umumnya karena minim fasilitas. Ini bukanlah masalah bagi para traveller. Selama ada kasur yang nyaman, itu sudah cukup. Namun, tak jarang hotel yang murah memiliki berbagai masalah. Sebagai seorang traveller, kamu pun tentu sudah berkali-kali menemukan masalah di kamar hotel yang kamu inapi. Masalah tersebut bermacam-macam; ada yang besar dan ada yang kecil, ada yang bisa diatasi dengan mudah dan ada yang tidak bisa diapa-apakan lagi, ada yang bisa kita tolerir dan ada juga yang menyebalkan.
       

      Merasa Sebal di Kamar Hotel
      (Sumber: i.huffpost.com)
       
      Kalau kamu memang seorang traveller sejati yang sering menggunakan hotel murah sebagai pilihan akomodasimu, tentu setidaknya kamu pernah mengalami satu dari beberapa masalah menyebalkan berikut ini:
       
       
      1. Bekas Noda yang Permanen
       
      Hal pertama yang biasanya kita lakukan begitu memasuki sebuah kamar hotel adalah melihat ke seluruh penjuru ruangan. Seberapa luas kamarnya, bagaimana perletakan interiornya, apakah ada jendela atau tidak, seberapa besar kasurnya, dan lain sebagainya. Awalnya, kita melihat secara umum dari pintu kamar. Setelah itu, barulah kita melangkah masuk, meletakkan bawaan, dan mulai melakukan apapun yang perlu kita lakukan. Di saat itulah kita bisa melihat setiap barang secara lebih dekat.
       
      Beberapa furnitur mungkin saja tidak terlalu bagus atau bahkan mungkin sudah agak usang. Namanya juga hotel murah. Bagi kita, itu bukanlah masalah selama barang tersebut masih bisa digunakan dengan baik. Namun, yang tidak bisa kita tolerir adalah jika barang tersebut kotor. Ini tentu akan membuat kita merasa jijik melihatnya, apalagi menggunakannya. Lebih parahnya lagi, jika pada barang tersebut terdapat bekas noda misterius yang tampaknya sudah lama sekali melekat di sana sehingga tidak akan bisa dibersihkan lagi.
       

      Noda Apakah Gerangan?
      (Sumber: worldnow.com)
       
      Bekas noda permanen yang misterius tentu akan membuat kita bertanya-tanya; darimana noda itu berasal, sejak kapan, dan sebagainya. Yang jelas, hal itu sangatlah menjijikan dan membuat kita enggan mendekatinya apalagi menyentuhnya. Lebih tidak tertahankan lagi jika noda itu ada pada benda-benda yang akan menempel langsung dengan tubuh kita misalnya sprei kasur, alat makan, dudukan toilet, dan sebagainya.
       
      Bekas noda masih bisa kita tolerir selama tidak berada di benda-benda yang menempel langsung dengan tubuh kita. Bekas noda juga bisa kita tutupi dengan benda lain agar kita tidak perlu melihatnya. Toh nodanya sudah lama sekali mengering sehingga kotornya kemungkinan besar tidak akan menjalar atau menyebar kemana-mana. Tapi biasanya kita tetap saja akan merasa jijik dan meminta diganti barangnya atau ganti kamar sekalian.
       
       
      2. Bau
       
      Masalah lain yang sangat mengganggu dari sebuah kamar hotel murah adalah bau. Jika bekas noda masih bisa ditolerir dalam keadaan tertentu, lain halnya dengan masalah bau. Aroma tak sedap yang masuk ke lubang hidung akan sangat membuat kita merasa tidak nyaman. Saking terganggunya, bisa jadi kita tidak bisa tidur nyenyak dibuatnya, terutama bila bau tersebut cukup menyengat menusuk hidung. Bau yang paling sering muncul di kamar hotel murah adalah bau pesing, bau sampah, dan bau bekas makanan. 
       

      Terganggu oleh Bau
      (Sumber: i.huffpost.com)
       
      Bau yang tidak sedap umumnya timbul dari sesuatu yang kotor. Kamar hotel yang bau akan terkesan sebagai kamar yang jorok dan kotor. Ini akan membuat kita semakin tidak nyaman lagi berada di dalamnya. Kita tentu akan kepikiran kotoran apakah yang menyebabkan bau tersebut dan apakah kotoran itu akan mengganggu kesehatan kita nantinya.
       
      Siapapun yang mendapatkan kamar hotel yang bau tentu akan mengajukan komplain kepada pihak hotel karena memang bau yang mengganggu termasuk merupakan masalah yang tidak bisa ditolerir. Harapan kita, pihak hotel bisa menemukan sumber bau tersebut dan kemudian membersihkannya agar tidak bau lagi. Masalah ini akan jadi semakin menyebalkan jika pihak hotel tidak bisa mengindentifikasi bau apakah yang muncul itu dan dari mana asalnya. Dijamin, kamu akan langsung meminta pindah kamar atau bahkan pindah hotel sekalian.
       
       
      3. Asap Rokok
       
      Hotel yang mahal biasanya memiliki aturan khusus untuk tamu yang perokok. Biasanya mereka menyediakan ruangan khusus untuk merokok. Kamar hotel pun dipisah antara yang bebas rokok dengan yang boleh merokok. Akan tetapi, fitur seperti ini jarang sekali ada di hotel-hotel yang murah. Pihak manajemen hotel biasanya tidak terlalu memedulikan apakah tamunya merokok atau tidak di area hotel.
       
      Kebebasan merokok di hotel murah ini mengakibatkan seringnya ada asap rokok yang mengepul di mana-mana dalam area hotel tersebut. Bagi sebagian orang, asap rokok mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, asap rokok bisa jadi sangat mengganggu bagi sebagian orang lainnya seperti orang yang memiliki masalah pernapasan seperti asma, alergi, atau hipersensitif. Walaupun jumlahnya sedikit pun asap rokok akan membuat orang-orang seperti ini merasa sebal dan sangat tidak nyaman. Orang yang menjaga pola hidup sehat pun tidak mau berurusan dengan asap rokok karena itu akan menjadikan mereka perokok pasif.
       

      Sebalnya Jadi Perokok Pasif
      (Sumber: climonomics.com)
       
      Bukan hanya asap rokok yang masih mengepul saja, bekas asap rokok yang menempel di kasur atau tirai kamar pun bisa sangat mengganggu. Bekas asap rokok yang masih menempel berarti masih ada sisa nikotin, tar, dan zat berbahaya lainnya di kain tersebut. Sisa zat tersebut bisa terbawa udara dan masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut atau hidung. Ini sama saja efeknya seperti menjadi perokok pasif.
       
       
      4. Kamar yang Sumpek dan Gerah
       
      Tidur di hotel apapun, yang paling penting adalah kita bisa berbaring dan tidur dengan nyaman. Kenyamanan itu bukan hanya bergantung pada empuknya kasur semata, melainkan juga keadaan udara yang baik. Kondisi udara dalam suatu kamar dapat dibilang nyaman jika sirkulasinya bagus, suhunya berada pada level normal, dan tidak lembab.
       
      Masalahnya, tidak semua hotel dibangun atau dirawat dengan baik sehingga tak jarang ada beberapa kamar yang sistem udaranya agak buruk. Ada kamar yang jendela dan ventilasinya minim sehingga sirkulasi udaranya tidak lancar. Ini mengakibatkan kamar terasa sumpek dan pengap. Kamar yang terlalu tertutup seperti ini juga biasanya terasa gerah karena tidak ada angin yang masuk. Hal ini bukan masalah jika kamarnya menggunakan AC. Tapi jika sistem penyejuk udaranya adalah kipas angin, kamar semacam ini pasti terasa amat tidak nyaman digunakan.
       
      Dinding kamar yang tidak di-maintenance dengan baik bisa terjadi rembes, baik rembes oleh air hujan, air dari kamar mandi, maupun dari pipa air dalam tembok. Rembes ini akan menyebabkan dinding lembab dan berjamur. Udara di dalam kamar pun jadi lembab dan cenderung agak bau. Sungguh menyebalkan jika ternyata kamar hotel yang kita sewa memiliki kondisi yang seperti ini.
       
       
      5. Berisik
       
      Tidak ada yang lebih memuaskan hati selain kenyamanan yang kita rasakan saat akan tidur malam di sebuah kamar hotel setelah seharian berpetualang. Untuk mendukung kenyamanan itu, kita memerlukan kamar yang bersih, sejuk, dan suasana yang tenang. Suasana yang tenang dapat membuat badan terasa rileks dan pikiran suntuk pun hilang. Sehingga, kita pun dapat beristirahat dengan baik.
       
      Sebaliknya, jika suasana hotel cukup berisik, ketenangan kita pun akan terusik. Ini akan menggaggu kenyamanan istirahat kita. Di hotel yang berkelas, tiap-tiap kamar sudah diatur sedemikian rupa agar terlindung dari kebisingan dan suara berisik dari luar. Sementara, hal itu tidak ada di hotel-hotel kelas bawah. Berisik atau tidaknya hotel tergantung pada keberuntungan kita. Jika kebetulan pada saat itu tidak ada tamu yang gaduh dan tidak ada event tertentu di area sekitar, biasanya suasana hotel pun cenderung tenang.
       

      Berisik dari Kamar Sebelah
      (Sumber: spotcoolstuff.com)
       
      Berisiknya suasana hotel biasanya terjadi ketika hotel tersebut direservasi oleh sebuah kelompok besar, misalnya rombongan keluarga besar, rombongan sekolah, maupun rombongan instansi. Karena datang beramai-ramai, biasanya mereka bersemangat sehingga mereka akan saling berbicara dan bergurau dengan suara keras antar satu sama lain. Tanpa disadarinya, suara mereka akan mengganggu tamu lain yang juga menginap di sana. Jika tidak ingin terjebak dalam situasi seperti ini, kita bisa menanyakan terlebih dahulu ke pihak hotel apakah ada rombongan besar yang akan menginap di saat yang sama dengan waktu kita menginap.
       
      Tidak ada rombongan besar pun bukan jaminan hotel yang kita inapi tidak akan berisik. Bisa jadi, dinding kamar di hotel tersebut terlalu tipis. Jika temboknya tipis dan penghuni kamar sebelah membuat kegaduhan, suaranya pasti akan terdengar ke kamar kita. Mungkin suaranya tidak akan begitu jelas tetapi frekuensinya akan cukup untuk membuat kenyamanan kita terganggu. Solusinya, mintalah pindah ke kamar lain yang kamar sebelahnya tidak berisik.
       
       
      6. Air Bersih yang Bermasalah
       
      Selain tempat tidur yang nyaman dan tenang, hal lain yang sangat penting dalam sebuah kamar hotel yang kita sewa adalah ketersediaan air yang terjamin bersih dan lancar. Air bersih sangat diperlukan untuk banyak hal terutama untuk mandi setelah dan sebelum jalan-jalan. Namun pada umumnya orang tidak pernah terlalu mengkhawatirkan atau mempertanyakan masalah ketersediaan air bersih saat akan melakukan reservasi hotel.
       
      Bayangkan bagaimana rasanya jika kita ingin mandi pagi supaya bisa segera jalan-jalan, lalu membuka keran air dan mendapati air yang mengalir ternyata agak keruh. Atau, air shower mendadak berhenti mengalir akibat persediaan di tangki habis. Bukan hanya menyebalkan, namun itu juga bisa menggagalkan atau setidaknya menunda agenda jalan-jalan kita. Tidak mungkin juga kan kita jalan-jalan keliling kota dalam keadaan badan masih kotor dan bau?
       

      Bagaimana Bisa Mandi?
      (Sumber: cloudfront.net)
       
      Sebenarnya kebanyakan hotel menggunakan air dari PAM yang lebih terjamin kejernihannya. Namun hotel-hotel kecil di pinggir kota banyak juga yang hanya mengandalkan air tanah untuk bisa menghemat anggaran. Walaupun air tanah di suatu daerah biasanya bagus pun, terkadang bisa saja terjadi airnya menjadi agak keruh karena suatu hal.
       
      Jernih dan lancarnya persediaan air bersih bukanlah masalah yang paling sering terjadi di hotel. Yang paling umum adalah water heater yang tidak berfungsi dengan baik. Entah itu mesinnya rusak, airnya kurang hangat, debit air yang kecil, dan masih banyak lagi. Memang itu bukanlah masalah yang besar. Toh kita masih tetap bisa mandi walaupun airnya tidak hangat. Tapi tetap saja rasanya menyebalkan karena kita membayar tarif kamar termasuk juga membayar biaya air hangatnya.
       
       
      8. Pelayanan Buruk
       
      Terakhir, masalah menyebalkan di hotel murah yang sangat sangat sering terjadi adalah staff yang cuek terhadap tanggung jawabnya. Entah mereka terlalu cuek, tidak ramah, lamban dalam bertindak, dan masih banyak lagi sikap menyebalkan dari mereka yang menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu serius dalam mengerjakan tanggung jawabnya.
       
      Logikanya, hotel murah tentu juga memberikan gaji yang murah kepada karyawannya. Sementara seorang karyawan jika digaji kecil pun tidak akan terlalu bersemangat. Lain halnya hotel mewah yang berani memberi gaji besar kepada karyawannya. Mereka tentu akan sangat bersemangat dan juga takut kehilangan pekerjaannya jika tidak bekerja dengan benar. Maka dari itu mereka akan melayani tamu dengan sigap, ramah, dan penuh tanggung jawab.
       

      Komplain yang Tidak Ditanggapi dengan Baik oleh Resepsionisnya
      (Sumber: thrillist.com)
       
      Pelayanan yang buruk dari sebuah hotel bisa membawa efek negatif yang cukup besar, baik bagi kita sebagai tamu ataupun bagi pihak hotel itu sendiri. Tamu yang tidak dilayani dengan baik tentu akan merasa tidak dihargai dan kecewa. Ini bisa menyebabkan kacaunya mood kita seharian sehingga acara jalan-jalan kita pun jadi kurang terasa menyenangkan. Akhirnya kita pun malas untuk kembali ke hotel itu lagi di lain waktu. Akhirnya, hotel itu pun jadi tidak laku karena orang-orang malas ke sana.
       
       
      Seharian beraktivitas dan berkelana mengeksplorasi suatu tempat tentu akan membuat kita merasa lelah di malam hari. Di saat seperti itu, satu-satunya hal yang kita inginkan dan butuhkan adalah tidur yang nyenyak dan nyaman tanpa terganggu suatu apapun. Maka jika kemudian kita menemukan satu masalah yang menyebalkan, tentu kita akan merasa sangat kesal dan terganggu. Akan tetapi, jangan sampai kita menjadi emosi dan rusak mood hanya karena hal ini terutama jika di keesokan hari kita masih memiliki agenda wisata lagi. Bersikaplah dengan tenang dan pikirkan baik-baik bagaimana cara mengatasinya agar kita bisa mendapatkan solusi yang terbaik untuk itu. Anggaplah ini sebagai sebuah tantangan yang harus kita hadapi dengan bijak.
    • By bangchangkyu

       
        Pernah melakukan kesalahan pada sahabat sendiri? Bagaimana rasanya? Pasti nggak enak banget kan? Ada kalanya kita memang pernah melakukan kesalahan, bahkan pada sahabat sendiri. Ya wajar aja, kalau nggak gitu persahabatan atau pertemanan rasanya kurang pas atau terlalu hambar. Misalnya, pernah kita berdiskusi dengan sengit tapi karena sama-sama panas, malah menyinggung satu sama lain. Atau misalnya karena hal lain yang faktor atau sebabnya beragam. Dalam kondisi seperti ini, salah satu di antara kita tentu harus bisa mengalah dan mengakui kesalahannya. Nggak bisa didiemin terus karena akan semakin sulit kalau semakin membiarkan luka di dalam hati. Pertemanan jadinya nggak terbuka atau ada aja yang ngeganjel. Kalau sudah begitu, berikut beberapa cara sama temen sendiri.    1. Akui kesalahan kita Yang pertama kali harus kita lakukan adalah menyingkirkan ego kita sendiri dan benar-benar mengakui kesalahan kita. Coba renungkan apa yang kita lakukan. Jika memang kita salah, maka majulah untuk minta maaf terlebih dahulu. Mengakui kesalahan bukan hal yang mudah, karena itu, mengakui kesalahan adalah tindakan terpuji, kalau kata buku-buku PPKN jaman SD Ungkapkan kalimat maaf dengan mengakui semua kesalahan kita tanpa menggunakan tapi. Misalnya, "Maafin gue deh. Gue emang salah tadi gue terlalu keras. Terllau lebay.. dan lain sebagainya." Coba deh, pengakuan kesalahan yang didenger temen kita biasanya akan meluluhkan rasa sakitnya pada kita.    2. Tulus tanpa tapi Saat meminta maaf, hindari kata tapi. Kata tapi ini emang dahsyat banget. Tapi dalam suatu ucapan biasanya yang lebih didengar atau yang lebih diingat dibanding kalimat sebelumnya. Misalnya nih, kamu bilang, "Maaf ya tadi tuh beneran nggak disengaja deh. Gue bener-bener minta maaf..." walauapun ada kalimat yang seolah menunjukkan kamu emang bener menyesal, semuanya akan sia-sia kalau kamu tambahin tapi di akhirnya. Misalnya, "Maaf ya tadi tuh beneran nggak disengaja deh. Gue bener-bener minta maaf... Tapi kan lu juga yang bikin gue kayak gitu... bla bla bla" Siapa pun pasti tahu semua kalimat tersebut nggak menunjukkan ketulusan kamu yang sesungguhnya.    3. Ingat kebaikan dia Ada kalanya kita benar-benar sulit meminta maaf. Jika ini yang sedang kamu rasakan, kamu bisa mencoba untuk mengingat semua kebaikan dan momen kebersamaan kalian selama ini. Momen-momen bahagia seperti itu rasanya sayang jika harus berakhir. Coba, jika memang kalian teman baik, kalian pasti tak ingin hubungan pertemanan atau persahabatan kalian berakhir begitu aja. Jadi, ingat kembali masa-masa itu agar kalian punya kekuatan untuk meminta maaf. Intinya sih menyingkirkan ego itu penting dalam hubungan apa pun. Harus ada yang bisa ngalah untuk bisa menetralkan semuanya.    4. Hadiah boleh tapi bukan segalanya Jangan pernah mengukur permintaan maaf dengan barang atau hadiah yang kamu berikan sebagai permintaan maaf. Nggak semua orang sebenernya senang dengan hadiah sebagai permintaan maaf. Ada beberapa orang yang menganggap cara yang kurang sopan, seperti 'menyuap' atau istilah lainnya. Sehingga ada di antara mereka yang jadi tersinggung jika kita melakukan hal tersebut. Tapi kamu yang lebih memahami dan mengerti teman atau sahabat kamu tersebut. kecil sebenarnya lebih berarti dari pada hadiah besar yang mahal. Kamu bisa memilih hadiah sederhana seperti sesuatu yang dia suka dan kamu bisa membuatnya sendiri. Atau sesuatu sebagai ungkapan maaf yang tidak berlebihan. Tentunya akan lebih menyentuh dibanding harus memaksakan membeli barang atau hadiah yang mewah dan mahal. Membuat sendiri hadiah tersebut akan lebih berarti karena ada ketulusan kamu di dalamnya.    5. Berikan waktu untuknya Jika semua yang sudah dilakukan tapi masih belum berhasil. Tunggu sebentar tapi jangan kelamaan. Kamu bisa memberinya jeda waktu untuk sendiri. Mungkin keadaannya masih panas sehingga sulit untuk kembali normal. Coba satu hari untuk tidak mengganggunya. Setelah itu, jika keadaan sudah mulai membaik, kamu bisa kembali menemuinya dan mengungkapkan dengan tulus permohonan maaf untuknya.    semoga bisa diaplikasikan. :)
    • By moonlight
      Pernah nggak sih punya temen yang gelagatnya atau tingkah lakunya itu tinggi banget? Bikin keki bikin geregetan.   Jadi, kalau ada apa-apa dia selalu merasa lebih dari kita. Yah, emang sih percaya diri tapi jadi terkesan sombong kan. Gemes sama temen-temen kayak gini. Kalau diceplosin kadang lebih galak mereka. Didiemin ngelunjak dan bikin kita makin keki. Geregetan bawaannya. hahaha   Yah, semoga aja orang-orang kayak gitu cepet sadar deh. Sebel banget soalnya.. heheh maap ya jd curcol banget.
    • By zeekyuryu
      Simple pertanyaannya,
       
      Gimana ya cara ngobatin patah hati yang efektif? Hahah udah lama ga patah hati jadi baru kerasa lagi.