hobijalan2poto2

Trevi Fountain - mitos lempar koin ke kolam

6 posts in this topic

Roma, pasti udah pada tau kota yg bangunannya sangat eksotis ini. Kota yg terkenal dgn colosseumnya ini. Bangunan peninggalan romawi yg kalo gak salah sih pernah masuk 7 keajaiban dunia.

Namun disamping colosseum tenyata juga ada tempat wisata lain yg gak kalah menarik n ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru. Namanya Trevi Fountain.

Nih fotonya...

trevi-fountain%5B1%5D.jpg

kalo pas malem jadi gini 470trevi.jpg

keren kan?

Jadi ada mitos di Trevi Fountain, kalo kita bisa ngunjungin lokasi ini terus nglempar kion ke kolamnya sambil kita balik badan dan koinnya masuk, mitosnya kita bakal balik lg ke roma.

Wah perlu di coba ya bagi yg sempet ke roma.. biar ntar balik lagi ke roma.. :D :D ^_^

Share this post


Link to post
Share on other sites

Nice info sis....

masa siiii, mitosnya gituu??? kalo kolam segede gitu kita lempar koin balik badan n gak masuk parah bangettt yaaaa....... kalo segedi itu jugaaaa........... hihihihihihii

daripada Roma saya maunya Milan aja ah di Italy, kan ada Intermilannya..... huheeueeheheheueue

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya sering denger tuh mitos itu, haha banyak mitos kayak begitu, percaya gak percaya ajalah. Kalau ada kesempatan lempar koin dan masuk ya percaya aja, kalau ga masuk nggak usah percaya huehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

daripada Roma saya maunya Milan aja ah di Italy, kan ada Intermilannya..... huheeueeheheheueue

wah ya boleh mas nanti ajak2 kalo ke italy, ntar saya ikut juga ke italy, saya pengen ketemu sneijder m coutinho nih kalo di inter :D

masuk ya percaya aja, kalau ga masuk nggak usah percaya huehehe

wah setuju bangeeettt !! namanya juga mitos :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

ah iya nich yg tentang satu ini saya sering banget liat di tv. Itu koin yg dilempar koin apa aja ya? brarti mungkin bnyk rupiah kali tuh di dlm kolam wkwkw.. kl rupiah koin ngapung ato tenggelam ya? wkkww

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1
      Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 8 Mei 2018
      Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot.
      Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”.
      1.Vatican City
      Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square.



      2. Castel Sant’ Angelo
      Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican.

      3. Chiesa Nuova
      Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova.

      4. Piazza Navona
      Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis.


      5. Santa Maria ad Martyres Pantheon
      Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar.
      Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai.

      6. Trevi Fountain
      Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain.
      Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal.

      7. Quirinale


       
      Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.

    • By Dantik
      Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 6 Mei 2018
      Pagi ini kami berangkat dari Athena menuju Roma menggunakan Ryan Air. Perjalanan selama 2 jam berjalan tepat waktu. Ryan Air adalah budget airlines yang cukup ketat dalam masalah kabin bagasi. Hanya diperbolehkan satu tas jinjing atau backpack yang muat dibawah kursi jika tidak membeli kabin bagasi.
      Mendarat di bandara Roma Ciampino, ada 3 pilihan transportasi dari bandara menuju kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat 30 euro. Kedua menggunakan airport shuttle bus tarif 5-6 euro. Dan yang terakhir menggunakan bus + metro tarif 1.50 euro.
      Kami menggunakan pilihan ketiga yaitu dari Ciampino Airport menggunakan bus 520 turun di Cinecitta. Kemudian naik Metro A turun di Termini Station. Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro.

       
      1.Santa Maria Maggiore
      Dari Termini Station kami mulai mengeksplore kota Roma. Pertama kami menuju Santa Maria Maggiore, sudah mulai terlihat antrian masuk gereja pada saat itu.


      2.San Giovanni
      Kemudian kami pergi ke San Giovanni menggunakan Metro A dari Vittorio Emanuele Station turun di San Giovanni Station.

      3.Colosseo
      Dari San Giovani kami pergi ke Colosseo menggunakan Tram 3. Di sini terlihat banyak sekali wisatawan, terlihat juga antrian yang panjang. Banyak orang yang menawarkan jasa Skip The Line untuk masuk ke Colosseum. Ada 3 objek wisatawan yang bisa kita lihat di sini. Pertama Coloseum itu sendiri, kedua Arch of Constantine, dan yang ketiga Roman Forum.

      4.Piramide
      Dari Coloseum kami pergi ke Piramide menggunakan Tram 3 yang sama turun di Porta S. Paolo. Mungkin ga banyak orang yang tau kalau di Roma itu ada Piramida juga.

      5.Circo Massimo
      Dari Piramide kami kembali ke Circo Massimo menggunakan Tram 3 arah balik turun di Aventino. Circo Massimo ini adalah lahan luas yang dulunya dipakai untuk arena sirkus seperti pacuan kuda dll. Kemarin saya lihat di sini kalau sore banyak juga yang jogging. Sebelah Circo Massimo adalah Palatine Hill.

      6.Bocca della Verita
      Dari Circo Massimo kami mulai berjalan menuju Bocca della Verita. Ternyata banyak orang mengantri untuk berfoto di Bocca della Verita. Bocca della Verita nama lainnya adalah Mouth of Truth. Konon katanya jika kita memasukan tangan kita ke dalam mulut batu kuno ini dan ketahuan berbohong, maka batu ini akan menggigit tangan kita sampai putus. Sayang, kami tidak sempat mengambil foto batu itu karena antrian yang panjang.

      7.Isola Tiberina
      Dari Bocca della Verita kami berjalan lagi menuju Isola Tiberina. Isola Tiberina adalah sebuah pulau kecil di tengah sungai Tiber. Di pulau ini ada gereja San Bartolomeo dan juga taman untuk duduk-duduk di pinggir sungai.


      8.Palazzo Farnese
      Setelah makan es krim di sini kami naik Bus 280 ke Palazzo Farnese.

      9.Campo dè Fiori
      Dari Palazzo Farnese ini kami berjalan ke Campo dè Fiori. Di sini banyak sekali orang berjualan, mungkin seperti pasar kaget kali yah.

      10.Capitoline Museums & Piazza Venezia
      Lalu kami berjalan lagi ke Capitoline Museums & Piazza Venezia melalui jalan Botteghe Oscure. Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami berangkat ke Terminal Bus Tiburtina untuk melanjutkan perjalanan kami ke Venice dengan bus malam.

       
      Itulah itinerary hari pertama kami di Roma. Kami menggunakan Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro untuk semua transportasi kami dalam satu hari.
      Dari Terminal Bus Tiburtina kami menggunakan Bus Center ke Venice harga tiket 21 euro.
      Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
    • By Vara Deliasani

      Perjalanan di Roma di mulai dengan kekecewaan. Semua rencana gagal berantakan. Tadinya abis landing, dari airport langsung ke hotel terus langsung jalan keliling kota. Udah sengaja nih ambil penerbangan paling pagi dari Vienna, niatnya biar puas di Roma. Tapi yaaa apa mau dikata.. ternyata ujan turun dengan derasnya..
      Loh katanya kota yang penuh dengan keberuntungan? Kenapa belom apa-apa udah sial duluan? Tenaaaaanggg.. kesialan cuma datang di awal doang..
      Sampe di hotel barulah keberuntungan dimulai. Keberuntungan pertama, di lobbi hotel ada brosur diskonan hop on hop off bus. Waah lumayan nih sambil nunggu ujan bisa keliling kota naik bis. Murah pula. Keberuntungan ke 2, haltenya persis di depan hotel, jadi ga perlu jalan ujan2an ke halte. Horeeee!!! Keberuntungan ke 3, begitu menjelang sampe di halte colloseum hujannya berenti. Hahahaha. Rejeki tante kece. Langsunglah kita memutuskan turun dari bis. Keberuntungan ke 4, langit yang tadinya hitam gelap tiba2 biru cerah. Keberuntungan ke 5, karena abia ujan jadi semua tenpat wisata utama sepi dari turis. Asliiiii gw ga pake antri. Keberuntungan ke 6, nemu restoran steak and wine yang asliiiii enak dan murah persis di depan Pantheon. Kebayangkaaann.. makan malem dengan pemandangan Pantheon yang aaaahhh.. gw ga bisa ngejelasinnya.. Keberuntungan ke 7 ( ini yang paling penting) cahaya disana maksimal banget,, mengakibatkan gw bisa dapet ribuan foto yg "layak". Hahahaha.
      Pokoknya Roma penuh dengan keberuntungan!!!


      Seperti yang udah di jelasin di atas hari pertama gw dimulai dengan berkeliling di pusat kota Roma. Di mulai dari komplek Colloseum (Colloseum, Platina Hill, Forro Romano)

      Selesai dari sana dilanjut jalan ke seputaran Plaza Venezia (Altare Della Patria, Scallinata Dell'Aracoeli, Cardonata, Campidoglio, dll). 

      Dari sana lanjut menjelajah Pantheon dan Trevi di Fountain dan kembali ke hotel. Sampe hotel betis pegeeeelll sumpaaaah!! Kaki berkonde. Tapi hati senang. Semua objek utama di wilayah kota tua Roma berhasil kita lalui.


      Hari ke 2 waktunya berkeliling Vatican. Kalo mau puas ke Vatican emang harus seharian sih yaaa. Soalnya sayang banget kalo ga masuk ke Museum Vatican yang emang juara abis!! Ini museum kerennya luar biasa deh. Gw yang ga ngerti sama sekali soal agama mereka aja terbengong2,, arsitektur di dalam museum ini emang breathtaking abis.


      Keluar dari Vatican jangan lupa mampir ke Castel d'Angelo, tinggal jalan dikit aja.

      Dari sana kalo masih ada waktu bolehlah disambung mengunjungin tempat wisata lainnya. Tapi gw sih udah capek banget. Akhirnya kita memutuskan memanjakan diri makan gelato di deket Pantheon sambil menghangatkan diri. Dan mampir ke spanish step sambil jalan balik ke hotel.

      Sekian cerita kali ini soal Roma.
       
      Catatan :
      Sekeren-kerennya Roma masih tetap Praha yang nomor 1 di hati gw. Hahaha.
      Karena ngeliat @Ikamarizka bikin open trip ke Jepang,, gw jadi mikir buat bikin open trip ke Eropa dengan budget minimal. Gimana??? Gimana??? Gimana??? Setuju ga??  
      *Ya kali kaya  gw bakalan boleh cuti lagi* 
       
       
    • By vie asano
      Gara-gara kemarin ketak-ketik tentang [http://w3land.mlit.go.jp/WebGIS/ National Land Image Information (Color Aerial Photographs)], Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism "]

      Pintu gerbang
      Kastil biasanya memiliki beberapa pintu gerbang, mulai dari gerbang terluar hingga gerbang di bagian dalam. Pintu gerbang terluar biasanya terdiri dari 2 jenis gerbang demi keamanan.








      Foto 04: Beberapa gerbang kastil



      (a.) Gerbang di Inuyama Castle [foto: Yanajin33/wikimedia], (b.) Matsumoto Castle [foto: 663highland/wikimedia], (c.) Nijo Castle [foto: Araisyohei/wikimedia], (d.) Osaka Castle [foto: Marcel Montes/wikimedia]


      Dinding dan parit
      Area terluar kastil biasanya dibatasi oleh dinding berlapis yang ditinggikan dan juga parit berukuran besar. Tujuannya tentu saja untuk menyulitkan lawan yang akan menyerang kastil, dan juga agar mudah untuk mengawasi sekitarnya. Contoh parit ini bisa ditemukan di Imperial Palace (1, 2, 3) yang dulunya adalah Edo Castle, Osaka Castle (1, 2, 3), dan Goryokaku Fort. Hmm, mungkin Takeda Castle tidak memiliki parit karena posisinya yang ada di puncak gunung sudah menjadi bentuk pertahanan alami.








      Foto 05: Contoh dinding dan parit di beberapa kastil



      (a.) Nijo Castle [foto: Corpse Reviver/wikimedia], (b.) Osaka Castle [foto: Inoue-hiro/wikimedia], (c.) Marugame Castle [foto: Reggaeman/wikimedia], (d.) Matsumoto Castle [foto: 663highland/wikimedia]


      Menara pengawas (yagura)
      Biasa ditempatkan di dinding terluar kastil (atau dinding yang membatasi antar zona), tepatnya di sudut-sudut strategis. Selain berfungsi sebagai menara pengawas, biasanya menara ini sekaligus menjadi ruang penyimpanan.








      Foto 06: Contoh yagura dan parit di beberapa kastil



      (a.) Funai Castle [foto: Reggaeman/wikimedia], (b.) Hiroshima Castle [foto: Fg2/wikimedia], (c.) Mitsue Castle [foto: Mister99/wikimedia], (d.) Toyama Castle [foto: Pazuzu/wikimedia]


      Menara kastil (tenshukaku)
      Ukurannya lebih besar dibanding yagura, terdiri dari 3-7 lantai. Fungsinya tentu saja untuk pertahanan kastil, jadi disinilah pusatnya aktifitas militer. Biasanya, menara ini dibuat megah (dari segi ukuran dan desain) untuk menunjukkan kekuasaan daimyo. Selain itu, menara ini biasanya juga dirancang dengan konsep yang unik. Jumlah lantai yang ada dalam bangunan kastil biasanya lebih banyak dari yang terlihat dari luar. Misalnya, dari luar terlihat hanya 3 lantai, padahal aslinya ada 4 lantai.








      Foto 07: Menara kastil



      (a.) Hikone Castle [foto: Miya.m/wikimedia], (b.) Himeji Castle [foto: Fg2/wikimedia], (c.) Inuyama Castle [foto: Miya.m/wikimedia], (d.) Nagoya Castle [foto: Fg2/wikimedia]


      Istana
      Disinilah tempat tinggalnya para penguasa daerah setempat, termasuk kantor pemerintahannya. Saat ini jarang ada istana yang betul-betul utuh. Salah satu contoh terbaik bisa dilihat di Nijo Castle (1, 2, 3).








      Foto 08 (a-d):



      Honmaru di Nijo Castle [foto: Daderot/wikimedia, Dingy/wikimedia, Reggaeman/wikimedia, Reggaeman/wikimedia]




      ***


      Niat awalnya hanya sekilas info, tapi ternyata panjang juga. Padahal saya masih ingin berceloteh tentang beberapa info lainnya seputar kastil di Jepang, seperti seputar masalah keaslian kastil dan berapa jumlah kastil yang ada di seluruh Jepang. Dilanjut nanti ya.



      ***


      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.
    • By alf
      Kastil Bran atau yang dikenal dengan sebutan Kastil Drakula adalah sebuah kastil bergaya era abad pertengahan yang berada di negara Rumania. Terdiri dari 17 buah ruangan, kastil Bran juga merupakan salah satu properti termahal di negara tersebut, dengan nilai jual sekitar 140 juta dollar. Kastil Bran menjadi terkenal setelah Bram Stoker menulis novel terkenalnya berjudul "Dracula", dimana tokoh utamanya adalah Pangeran Dracula. Tokoh Drakula, sebetulnya, secara luas dipercaya terinspirasi oleh sisi kelam dari kepribadian tokoh sejarah Rumania: Pangeran Vlad Tepes. Pangeran ini memerintah kota Vallachia, daerah bagian Rumania, selama abad ke-15.
       

       
      Kastil Bran disebut juga sebagai "Kastil Drakula" sekitar tiga dekade yang lalu oleh wisatawan asal Barat yang berkunjung ke Rumania dalam rangka pencarian Drakula. Mereka dikejutkan oleh bagaimana pintu masuk menuju rumah besar Transylvanian menyerupai kastil seperti yang digambarkan oleh Stoker dalam karya novelnya, dan oleh sebab itu dinamakan Kastil Drakula.
      Dengan seiring berlalunya waktu, sudah menjadi kepercayaan bahwa novel Stoker memiliki beberapa hubungan nyata dengan Kastil tersebut walau permasalahannya bukan tepat seperti itu.
       

       
      Tapi kastil ini apabila dilihat secara langsung bukanlah kastil yang menyeramkan, kastil ini terlihat sangat bergaya dan khas dengan arsitektur indah ditengah pegunungan yang tenang dimana banyak penggembala menggembalakan ternaknya.
    • By Sundel Bolong
      Teknologi yang ada saat ini benar-benar dimanfaatkan dalam segala aspek. Termasuk dalam bidang pariwisata. Untuk yang satu ini, terdapat beberapa contoh aplikasi teknologi. Dan, salah satunya yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan teknologi dalam pembuatan air mancur.

      Berkat teknologi, terdapat beberapa air mancur yang memiliki desain paling mengagumkan di dunia. Dari sekian banyak, terdapat delapan air mancur yang dianggap mempunyai desain paling cantik. Di mana saja air mancur tersebut?

      1. Moonlight Rainbow Fountain, Seoul

      Air mancur yang satu ini merupakan air mancur jembatan yang paling panjang di dunia. Air mancur ini memiliki panjang total sekitar 1140 meter. Airmancur Moonlight Raibow ini didirikan pada tahun 1009 di Jembatan Banpo.


      Air mancur ini pun memompa air secara berulang-ulang dari sungai Han yang berada di bawahnya. Terdapat 380 nozzle yang mampu memuncratkan air sepanjang 140 kaki secara horizontal. Sebagai kombinasi, air mancur ini juga dilengkapi dengan musik serta 10 ribu LED yang menimbulkan efek pelangi.

      2. La Joute Fountain, Montreal


      Musim panas merupakan momen yang tepat untuk menyaksikan keindahan air mancur La Joute di Montreal, Kanada. Pada setiap malamnya di musim panas, air mancur ini memunculkan pertunjukan selama 32 menit yang diawali dengan kabut serta diakhiri dengan lingkaran api.

      3. Fountains of Bellagio, Las Vegas

      Air mancur ini berada di Las Vegas yang mampu menyemburkan air setinggi 500 kaki ke udara. Tak lupa, air mancur ini pun dilengkapi dengan musik, yang salah satunya adalah lagu Elvis Presley yang berjudul Viva Las Vegas dan My Heart Will Go On yang dinyanyikan oleh Celine Dion. Air mancur ini pun melakukan pertunjukannya setiap 15 menit atau setiap 30 menit.

      4. Swarovski Kristallwelten (Swarovski Crystal Worlds), Austria


      Swarovski Crystal Worlds dibuka untuk memperingati ulang tahun ke 100 Swarovski. Bagi yang suka dengan perhiasan, tentunya tahu dengan sosok Daniel Swarovski. Air mancur ini memiliki potongan kristal yang dijadikan sebagai mata dan mulut yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air.

      5. Jet d'Eau, Geneva, Switzerland


      Pada awalnya, air mancur Jet d'Eau ini didirikan oleh para engineer di tahun 1886 pada sebuah pabrik hidrolik untuk mengeluarkan tekanan air. Pada waktu itu, mesin yang mereka buat berhasil menyemburkan air setinggi 30 meter dan berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar. Selanjutnya, pemerintah Genewa pun memutuskan untuk memindahkan air mancur tersebut ke lokasi publik, tepatnya di Danau Genewa.

      6. The Dubai Fountain



      Air mancur ini merupakan salah satu yang paling fenomenal di dunia. Pemerintah Dubai rela mengeluarkan uang sebesar 218 juta USD untuk mendirikan bangunan ini di depan bangunan Burj Khalifa yang merupakan bangunan tertinggi di dunia.

      Air mancur ini mampu menyemprotkan air sebanyak 22 ribu galon dengan ketinggian hingga 500 kaki. Pertunjukan air mancur ini pun dikombinasikan dengan berbagai jenis musik dan lampu. Saking fenomenalnya air mancur ini, masyarakat bisa menyaksikannya dari jarak hingga 20 mil.

      7. The Montjuïc Magic Fountain, Barcelona



      Air mancur yang satu ini pertama kali mementaskan pertunjukannya pada tahun 1929 dalam acara Pameran Internasional Bercelona. Semprotan air yang digelontorkan air mancur ini pun dibuat agar sinkron dengan musik yang dimainkan. Untuk menyaksikan 15 menit pertunjukan air mancur ini, kita bisa datang pada sore hari.

      8. Trevi Fountain, Roma



      Yang tak bisa ketinggalan tentunya adalah Trevi Fountain yang ada di kota Roma. Air mancur yang satu ini memiliki ketinggian 85 kaki dengan lebar 65 kaki. Saat ini, pemerintah Italia berusaha untuk mengembalikan air mancur ini seperti sebelumnya. Mereka pun rela mengeluarkan uang sebesar 2.9 juta USD dan merencanakan untuk menyelesaikannya pada tahun 2015.
    • By desmaster
      Teman-teman jalan2ers sekalian, sebagian besar orang kalau ditanya jalan-jalan ke Perancis itu kemana... biasanya pada jawab ke Paris, yaitu menara Eiffel. Di post ini saya mau menunjukkan satu lokasi lainnya yang cukup menarik untuk dikunjungi kalau lagi jalan-jalan ke Perancis. Ada sebuah Château, sejenis tempat tinggal bangsawan di jaman dulu. Namanya Vaux-le-Vicomte. Tempat ini sekarang bisa kita sewa, baik dari kastil, bagian luar gedung, maupun taman. Bahkan banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan di kastil ini lho. Ada yang mau nabung supaya bisa nikah di sini juga?