• agoda-hemat.png

baehaki

10 Fakta tentang Mauritius, Surga Bulan Madu di Benua Afrika

6 posts in this topic

Nama Mauritius mungkin terdengar cukup asing di telinga. Namun, negara yang berlokasi di Afrika ini merupakan sebuah negara kepulauan yang menawarkan pemandangan tak kalah dengan pulau-pulau cantik lain di dunia. Jadi, tak heran kalau pulau ini juga menjadi tempat singgah yang ramai bagi para wisatawan dari seluruh dunia.

 

1. Mauritius merupakan negara yang tidak memiliki tentara, sama seperti Swiss yang setahu saya juga tidak mempunyai satuan khusus untuk kegiatan militer. Lalu, untuk fungsi keamanan serta militer berada di bawah kepemimpinan oleh Komisaris Polisi.

 

2. Burung Dodo, burung yang sudah sangat lama punah dari dunia merupakan hewan endemik dan hewan nasional di negara ini. Dahulu, burung Dodo banyak diburu karena diyakini memiliki daging yang enak dan sangat mudah diburu. Bahkan sejarah mencatat bahwa burung ini punah dalam waktu yang terbilang singkat. Bayangkan saja, hanya butuh delapan tahun bagi burung ini untuk hidup setelah mereka ditemukan oleh manusia.

 

561px-Dronte_dodo_Raphus_cucullatus.jpg

 

3. Selain hewan nasional, Mauritius juga memiliki bunga nasional bernama Trochetia Boutoniana atau disebut sebagai Bouble d'Oreille oleh masyarakat sekitar. Bunga ini merupakan bunga endemik Mauritius

 

Secara ukuran, bunga ini mampu tumbuh hingga setinggi 3 meter. Bunga ini juga termasuk sebagai bunga yang sulit untuk tumbuh di alam. Hal ini karena biasanya biji bunga ini kerap dimakan oleh para monyet. Trochetia boutoniana ini pun biasanya mekar pada rentang Juni hingga Oktober.

 

4. Menurut catatan sejarah, Mauritius pertama kali dikunjungi oleh pelaut dari Arab bernama Dina Arobi pada zaman middle age (abad ke lima hingga abad 15 masehi). Selanjutnya, orang Portugis pun datang ke tempat ini pada tahun 1507 dan selanjutnya diikuti oleh orang Belanda. Pada saat pertama kali menjejakkan kaki, sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda adanya tempat tinggal manusia di pulau ini. Bahkan rumah ini pada waktu itu bisa diibaratkan sebagai rumah para Burung Dodo.

 

5. Pada saat pertama kali ditemukan, memang pulau ini adalah pulau yang tidak berpenghuni. Namun, saat ini kondisinya sudah sangat lain. Bahkan pulau ini merupakan tempat terpadat yang ada di Afrika. Di dunia, pulau ini menempati posisi terpadat ke 17.

 

6. Mauritius, meskipun berada di Afrika, ternyata mempunyai rata-rata harapan hidup yang tinggi, terutama untuk kategori negara berkembang.

 

7. Permasalahan pemerataan penduduk ternyata juga menjadi masalah yang serius di Mauritius, seperti di Indonesia sepertinya. Dan yang menjadi tujuan utama masyarakat Mauritius adalah ibukota Port Louis. Bahkan tercatat terdapat 40 persen penduduk Mauritius tinggal di kota ini.   

 

8. Pantai-pantai terbaik dunia berada di negara ini. Pantai-pantai tersebut di antaranya adalah Grand Bay, Pereybere, Belle Mare, Blue Bay, La Morne, Tamarin serta Flic en Flac. Tidak heran jika pantai ini kerap dijadikan sebagai lokasi untuk menghabiskan waktu romantis dalam melangsungkan bulan madu.

 

Mauritius_beach.png

 

9. Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi di negara ini. Namun, bahasa Inggris bukanlah bahaya yang banyak digunakan di Mauritius. Alih-alih orang banyak memakai bahawa Perancis. Pada tahun 1715, Mauritius memang menjadi salah satu bagian dari koloni Perancis. Pada waktu itu, pulau ini diberi nama sebagai Isle de France. Selanjutnya, pada tahun 1810, negara Inggris mengambil alih negara ini dari tangan Perancis. Dan, pada 12 Maret 1968, Mauritius resmi menjadi salah satu negara merdeka yang masuk dalam persemakmuran Inggris.

 

10. Mauritius mempunyai dua situs warisan dunia yang telah diakui oleh PBB sejak 24 April 1968. Dua tempat tersebut adalah Aapravasi Ghat dan Le Morne Cultural Landscape.

 

Aapravasi Ghat merupakan sebuah kompleks bangunan yang berada di Port Louis. Bangunan ini dulunya difungsikan sebagai semacam kantor imigrasi dari tahun 1849 hingga 1923, dan hampir setengah juga orang Indian telah dibawa ke tempat ini.

 

Sementara itu, Le Morne Cultural Landscape atau yang juga dikenal sebagai Le Morne Brabant merupakan sebuah semenanjung yang ada pada bagian selatan Pulau Mauritius. Semenanjung ini memiliki puncak setinggi 556 meter di atas permukaan laut. Semenanjung ini pun dulunya digunakan sebagai tempat pelarian untuk para budak. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now