• agoda-hemat.png

  • Similar Content

    • By pleasejackys
      Legenda Penciptaan Dunia Menurut Berbagai Kebudayaan (Part 2)
       
                     
      Hampir seluruh kebudayaan di dunia menceritakan kisah tentang bagaimana dunia bermula. Seluruh kisah tersebut berbeda-beda, namun seringkali memiliki unsur yang serupa. Tema yang biasa muncul dalam legenda-legenda tersebut termasuk terpisahnya langit dan bumi, banjir bandang yang memusnahkan umat yang ada saat itu, telur, raksasa, dan dewa-dewa.
       
      1.  China

      source : via Flickr
       
      Pada awalnya, sebuah telur terbentuk dari kekosongan alam semesta. Di dalam telur itulah konsep Yin dan Yang terbentuk. Setelah 18 ribu tahun, telur tersebut pecah, dan lahirlah Pan Gu. Pan Gu merupakan seorang raksasa dengan dua tanduk di kepalanya. Ia memakai pakaian yang terbuat dari bulu-bulu tebal dan memiliki sebuah kapak besar. Dengan ayunan kapaknya, ia memisahkan Yin dan Yang, membentuk langit sebagai Yang dan bumi sebagai Yin. Lalu, ia berdiri di antara keduanya dan mulai mengangkat langit. Hal ini berlangsung selama 18 ribu tahun, dimana setiap harinya langit menjadi 3 meter lebih tinggi, bumi menjadi 3 meter lebih tebal, dan Pan Gu menjadi 3 meter lebih tinggi.
       
      Setelah 18 ribu tahun, Pan Gu meninggal. Mayatnya menjadi unsur-unsur alami di bumi. Nafasnya menjadi angin, darahnya menjadi sungai, suaranya menjadi petir, dan kedua matanya menjadi bulan dan matahari.
       
      Terdapat beberapa versi mengenai awal mula manusia. Ada legenda yang mengatakan bahwa parasit di tubuh Pan Gu menjadi manusia-manusia pertama. Ada juga legenda yang menceritakan tentang dewi Nu Wa. Ratusan tahun setelah kematian Pan Gu, seorang dewi bernama Nu Wa membentuk manusia dari tanah liat. Manusia-manusia tersebut menjadi para aristokrat. Kemudian, Nu Wa mencelupkan sebuah tambang ke dalam adonan tanah liat, dan tetesan-tetesan yang jatuh dari tambang tersebut menjadi rakyat jelata.
       
       
      2.  Inca

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Inca mengenal seorang dewa yang disebut Viracocha. Menurut legenda, Viracocha terlahir dari sungai Titicaca di masa kegelapan. Viracocha pun membawa cahaya ke dunia, dengan menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Ia menciptakan manusia dari batu-batuan, namun ciptaannya tersebut tidak mampu berpikir. Akhirnya, ia menghancurkan manusia batu tersebut dengan banjir, dan membuat manusia yang baru dari bebatuan yang lebih kecil.
       
      Beberapa lama kemudian, ia mengirimkan kedua putranya, Imahmana Viracocha dan Tocapo Viracocha untuk mencari tahu apakah umat manusia masih mematuhinya. Di perjalanan, Imahmana dan Tocapo memberi nama pada tumbuh-tumbuhan, dan mengajari manusia tumbuhan mana yang dapat dimakan, mana yang beracun, dan mana yang dapat menyembuhkan. Setelah itu, Imahmana, Tocapo, dan Viracocha menghilang.
       
      Konon, Viracocha masih berkeliaran di bumi dengan menyamar sebagai seorang pengemis. Ia mengajari manusia berbagai hal dan melakukan berbagai keajaiban ketika diperlukan. Menurut legenda, Viracocha akan kembali ketika dunia membutuhkannnya.
       
       
      3.  Babylonia

      source : via Flickr
       
      Legenda ini dimulai dengan lahirnya dua makhluk, satu berjenis kelamin laki-laki dan satu lagi perempuan. Yang laki-laki dikenal dengan nama Apsu (air manis) dan yang perempuan dikenal dengan nama Tiamat (air asin). Dari perkawinan mereka, lahirlah berbagai monster dan dewa. Para monster dan dewa tersebut terus berkembang biak menjadi sangat banyak dan menyebabkan kebisingan, sehingga Apsu mengancam untuk membunuh mereka. Kemudian, karena takut akan dibunuh, salah seorang dewa yang bernama Ea membunuh Apsu.
       
      Ea memiliki seorang putra bernama Marduk, dewa yang paling tinggi dan paling sakti di antara seluruh dewa-dewa. Marduk memiliki kekuatan untuk mengontrol angin, dan badai yang dihasilkannya membuat para dewa tidak bisa beristirahat. Tiamat dan suaminya yang baru, Qingu, akhirnya memutuskan untuk melawan Marduk, namun pertarungan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Marduk. Dari mayat Tiamat, Marduk membangun bumi. Ia membelah mayat Tiamat menjadi dua, satu ia angkat menjadi langit dan satunya menjadi bumi. Kemudian, ia menciptakan matahari, bulan, awan, pegunungan, kabut, dan angin dari organ-organ tubuh Tiamat.
       
      Dari darah Qingu, Marduk menciptakan umat manusia. Ia pun mewajibkan manusia bekerja untuk para dewa, dan menyediakan makanan di kuil-kuil. 
       
       
      4.  Yunani

      source : via Flickr
       
      Di permulaan waktu, lahirlah Gaia (bumi), Eros (cinta), Abyss (Tartarus), dan Erebus (kegelapan) dari kekosongan. Kemudian, tanpa pasangan, Gaia melahirkan Uranus (langit) dan menikahinya. Dari perkawinan tersebut, lahirlah enam pasang dewa-dewi pertama, yang dikenal dengan nama Titan dan dua monster, Hekatonkheires dan Cyclope. Cronus, salah satu dari para Titan, kemudian memutilasi Uranus dan menjadi pemimpin para dewa.
       
      Cronus memiliki banyak anak, namun karena takut akan dikhianati oleh anaknya seperti halnya ia mengkhianati ayahnya, ia memakan semua anaknya. Istrinya, Rhea, menyelamatkan anak mereka yang terakhir, yang bernama Zeus. Ia menutupi sebuah batu dengan selimut dan memberikannya kepada Cronus, yang kemudian memakannya. Sementara itu, Zeus disembunyikan di sebuah gua.
       
      Ketika Zeus dewasa, ia memberikan sebuah minuman kepada Cronus, yang membuatnya memuntahkan semua anak-anaknya yang lain. Zeus dan saudara-saudaranya kemdudian mengurung Cronus dan dewa-dewi Titan di Tartarus. Sejak saat itu, Zeus disembah sebagai pemimpin dari para dewa.
       
       
      5.  India

      source : via Flickr
       
      Pertama, para dewa menciptakan seorang manusia yang disebut dengan nama Purusha. Purusha memiliki seribu kepala, seribu mata, dan seribu kaki. Kemudian, para dewa mengorbankan Purusha untuk membangun dunia; lemak di tubuhnya menjadi binatang, matanya menjadi matahari dan bulan, nafasnya menjadi angin, dan tubuhnya menjadi manusia. Dari kepalanya lahirlah kasta Brahmana, dari lengannya kasta Ksatriya, dari pahanya kasta Waisya, dan dari kakinya kasta Sudra.
       
      Dalam versi yang lain, disebutkan bahwa dahulu hanya ada sebuah entity bernama Atman (atau Brahma). Karena kesepian, ia membagi dirinya sendiri menjadi dua, seorang manusia laki-laki dan manusia perempuan. Dari perkawinan mereka, lahirlah umat manusia. Kemudian, mereka berubah menjadi sepasang sapi, dan lahirlah para sapi. Mereka kemdian berubah lagi menjadi berbagai macam binatang. Setelah itu, sang Atman menciptakan api, soma dan para dewa. Ia juga memberikan para dewa berbagai kekuatan, membangun kasta, menetapkan dharma, dan lain-lain.
       
       
      6.  Aborigin

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Aborigin mengenal banyak legenda penciptaan dunia, salah satunya adalah legenda Ular Pelangi. Pada permulaan dunia, bumi merupakan tempat yang kosong. Matahari, bulan, bintang, dan seluruh nenek moyang tertidur di bawah bumi. Beserta mereka ada makhluk yang dikenal dengan nama Ular Pelangi. Ketika waktunya tiba, sang Ular Pelangi terbangun dan pergi ke permukaan bumi.
       
      Sang Ular Pelangi merupakan pemimpin dari semua makhluk yang ada di bumi. Makhluk-makhluk yang tidak mematuhinya dihukumnya dengan cara dimakan. Tulang belulangnya dimuntahkan dan menjadi bebatuan dan bukit. Makhluk-makhluk yang mematuhinya dihadiahinya dengan dijadikan manusia.
       
      Ular Pelangi juga dikenal dengan sebutan si Wanita Tua, dan konon ialah yang mengajari manusia cara untuk mencari makan. Beberapa suku Aborigin percaya bahwa mereka keturunan dari binatang, dan sang Ular Pelangi menetapkan bahwa mereka tidak dapat memakan binatang yang merupakan nenek moyang mereka. Dengan begitu, tersedia cukup makanan untuk semua orang.
       
       
      7.  Finlandia

      source : via Flickr
       
      Dahulu kala, yang ada hanyalah lautan dan langit. Namun, sang langit memilki anak perempuan yang bernama Ilmatar. Suatu hari, Ilmatar turun ke lautan, mencari suatu tempat untuk beristirahat. Setelah mengapung selama 700 tahun, ia melihat seekor burung yang juga sedang mencari tempat untuk beristirahat. Kemudian, burung tersebut hinggap di lutut Ilmatar, dan mengeluarkan 6 butir telur yang terbuat dari emas dan besi. Telur-telur tersebut menjadi semakin panas, sehingga Ilmatar terbakar dan menyentakkan kakinya. Telur-telur tersebut terjatuh dan pecah di lautan, cangkangnya membentuk bumi, putih telurnya membentuk bulan dan bintang, sementara kuning telurnya membentuk matahari.
       
      Ilmatar menghabiskan ratusan tahun lagi mengambang di lautan sebelum akhirnya memutuskan untuk meneruskan penciptaan bumi. Ia membangun pegunungan dan bukit, serta para binatang. Suatu hari, ia melahirkan Vainamoinen, manusia pertama.
       
       
      8.  Dogon, Mali

      source : via Flickr
       
      Legenda penciptaan yang dikenal suku Dogon bermula dengan Amma, seorang dewa yang telah ada sebelum waktu dimulai. Amma, yang sendirian, merasa kesepian dan menciptakan Bumi. Amma kemudian menikahi Bumi, dan lahirlah Ogo dan sepasang ikan kembar bernama Nommo.
       
      Ogo, yang tidak memiliki pasangan, kemudian mencoba mengawini Bumi. Dari perkawinan ini muncullah darah menstruasi pertama. Darah yang mengalir dari Bumi menjadi tumbuh-tumbuhan dan binatang. Kemudian, Amma menciptakan matahari dan bulan. Konon, manusia yang berkulit putih lahir di bawah bulan dan yang berkulit hitam lahir di bawah matahari. Kemudian, ia menghukum Ogo dengan mengubahnya menjadi seekor anjing.
       
       
      9.  Blackfoot, Amerika

      source : via Flickr
       
      Masyarakat suku Blackfoot di Amerika percaya bahwa matahari menciptakan bumi. Mereka memanggil matahari dengan nama Napi—pria tua. Dahulu kala, hanya ada air di bumi ini. Di permukaan air tersebut, sebuah kapal mengapung. Di dalamnya terdapat sang Napi dan seluruh binatang. Napi ingin membuat pulau, maka ia meminta para binatang untuk menyelam dan mengambil tanah di dasar laut.
       
      Pertama, berang-berang menyelam, namun ia tidak dapat mencapai dasar laut. Tidak satupun binatang berhasil mencapai dasar laut, hingga akhirnya seekor tikus kesturi berhasil mengambil sedikit tanah dari dasar laut. Dengan tanah tersebut, Napi membangun pulau-pulau, membentuk sungai dan gunung, menumbuhkan hutan dan tanam-tanaman. Manusia pertama yang ia buat merupakan seorang wanita dan seorang anak dari tanah liat. Ia mengajari manusia cara berburu dan menyalakan api.
      Kemudian, ia mengumpulkan seluruh manusia di atas bukit dan memberikan mereka air dalam berbagai warna. Setiap warna merepresentasikan bahasa yang berbeda. Sejak saat itu, manusia berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda.
       
       
      10.  Boshongo, Afrika

      source : via Flickr
       
      Pada zaman dahulu kala, hanya ada seorang raksasa berwarna putih bernama Mbombo. Saat itu, bumi merupakan tempat yang kosong, hanya ada air dan langit. Pada suatu hari, Mbombo merasakan sakit di perutnya, dan ia pun memuntahkan matahari, bulan, dan bintang. Panasnya matahari menguapkan air laut, sehingga terbentuklah awan dan daratan. Mbombo kemudian memuntahkan sembilan binatang; leopard, elang, buaya, ikan, kura-kura, macan, bangau, kumbang, dan kambing. Mbombo juga memuntahkan banyak manusia, salah satu manusia yang dimuntahkan Mbombo bernama Loko Yima.
       
      Kesembilan binatang yang dimuntahkan Mbombo kemudian menciptakan binatang-binatang lainnya. Salah satu dari mereka, Tsetse Bumba, seekor bangau putih, berbuat keonaran, sehingga Mbombo mengejarnya. Tsetse Bumba kabur ke langit, dimana ia menjadi petir. Hal ini menyebabkan bumi tidak memiliki api, sehingga kemudian Mbombo mengajarkan manusia cara untuk membuat api dari kayu. Setelah semua itu selesai, Mbombo pergi ke kahyangan. Loko Yima dipilih sebagai pemimpin di bumi.
       
                     
      Legenda-legenda tersebut mungkin berasal dari ingatan kolektif masyarakat tentang suatu kejadian besar yang telah lama terjadi, misalnya suatu bencana besar. Kemudian, cerita tersebut berkembang dari generasi ke generasi, menghasilkan legenda-legenda yang kita kenal sekarang. Meskipun legenda-legenda ini tidak memegang peran yang begitu penting lagi di masa kini, kita dapat mempelajari banyak hal dari cerita-cerita tersebut.
    • By pleasejackys
      Legenda Penciptaan Dunia Menurut Berbagai Kebudayaan (Part 1)
       
      Bagaimana awal mula dunia? Mungkin itu adalah salah satu misteri tertua yang dihadapi manusia, dan manusia telah menghabiskan ribuan tahun mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Masyarakat dari berbagai tempat di dunia muncul dengan jawaban yang berbeda-beda; masing-masing mencoba untuk menjelaskan asal mula dari kehidupan.
       
      1.  Jepang

      source : via Flickr
       
      Pada awal waktu, alam semesta merupakan sebuah materi tak berbentuk dan tak bersuara. Kemudian, muncullah cahaya dan berbagai partikel lainnya. Cahaya merupakan partikel yang paling cepat dan ringan, oleh karena itu ia berada di pucak alam semesta. Di bawahnya, partikel-partikel lainnya membentuk awan dan surga, yang disebut Takamagahara. Sisanya membentuk bongkahan keras yang menjadi bumi. Ketika Takamagahara terbentuk, lahirlah lima dewa pertama, yang disebut Kotoamatsukami. Kelima dewa tersebut tidak memiliki gender tertentu, dan setelah kelahirannya mereka pergi bersembunyi.
       
      Kemudian, lahirlah empat belas dewa lagi, yang disebut Kamiyonanayo. Dua diantaranya merupakan Izanagi dan istrinya Izanami. Izanami melahirkan berbagai pulau dan makhluk, namun ia meninggal ketika melahirkan Kagutsuchi, dewa api. Dalam kemarahannya, Izanagi membunuh Kagutsuchi dan mengunjungi istrinya di alam kematian. Ia pun akhirnya menemukan Izanami yang tersembunyi dalam kegelapan dunia kematian. Izanami berkata bahwa ia akan mencoba meminta izin agar bisa keluar dari dunia kematian, dengan syarat Izanagi tidak boleh melihat dirinya.
       
      Namun, ketika Izanami tidur, Izanagi menyalakan sebuah obor dan kaget ketika ia melihat bahwa istrinya yang dulu cantik kini telah membusuk. Ia pun mencoba kabur, namun Izanami yang marah mengirimkan setan dan iblis untuk mengejarnya. Izanagi berhasil kabur dan menutupi pintu masuk ke alam kematian dengan sebuah batu besar. Kemudian Izanami pun berjanji untuk membunuh 1000 orang manusia setiap harinya, dan Izanagi membalas bahwa ia akan menghidupkan 1500 manusia setiap harinya.
       
       
      2.  Mesir

      source : via Flickr
       
      Dahulu, Nun merupakan satu-satunya hal yang ada. Nun adalah air yang gelap dan bergejolak. Kemudian, lama-kelamaan, air tersebut menyurut, dan muncullah pulau-pulau. Pada hari pertama, di pulau yang pertama, tampaklah matahari terbit yang pertama.  Kejadian ini disebut sebagai permulaan dunia menurut masyarakat Mesir kuno.
       
      Pada puncak pulau yang pertama, berdirilah Atum, dewa yang pertama. Kemudian, Atum menciptakan Shu, dewa udara, dan Tefnut, dewi embun.  Shu dan Tefnut kemudian memiliki dua anak, yaitu Geb, dewa bumi, dan Nut, dewi langit. Shu pun mengangkat Nut sehingga ia menutupi Geb. Kemudian, dari Geb, dan Nut, lahirlah Osiris, Isis, Seth, dan Nephthys.
       
      Osiris diangkat menjadi raja di bumi, dengan Isis sebagai istrinya. Mereka pun memiliki anak bernama Horus. Ia merupakan raja yang baik dan memimpin dengan bijak dan adil. Namun, saudara Osiris, Seth, merasa iri pada Osiris dan kemudian memutuskan untuk membunuhnya. Ia memotong-motong Osiris menjadi ribuan bagian dan menyebarkanya di seluruh penjuru dunia.  Seth kemudian menjadi raja, namun ia tak sempat memerintah lama. Tak lama kemudian, Horus membunuh Seth untuk membalaskan dendam ayahnya. Sejak saat itu, Osiris pun tinggal di dunia kematian, sementara Horus menetap di bumi dan menjadi raja.
       
       
      3.  Fon, Afrika

      source : via Flickr
       
      Orang-orang Fon di Afrika mempercayai bahwa pada permulaan dunia, terdapat seorang dewa bernama Nana Buluku, yang bukan laki-laki maupun perempuan. Nana Buluku kemudian menciptakan seorang dewi bernama Mawu dan seorang dewa bernama Lisa. Mawu, dengan mengendarai seekor ular raksasa berwarna-warni yang disebut Aido Hwedo, mulai menciptakan segalanya. Setelah ia membuat bumi, ia pun meminta Aido Hwedo untuk menopang bumi.
       
      Aido Hwedo pun melingkari bumi dengan kencang, ujung ekornya berada di dalam mulutnya. Kemudian, Mawu membuat lautan untuk melindungi Aido Hwedo dari panas. Orang-orang Fon percaya bahwa gempa bumi terjadi akibat Aido Hwedo bergerak.
       
       
      4.  Maya

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Maya mengenal dewa bernama Kukulkan dan Tepeu. Menurut legenda, sepasang dewa tersebut memutuskan untuk membuat laut, pulau, gunung, binatang, dan pepohonan untuk menyembah mereka. Namun, tidak satu pun dapat mematuhi mereka, maka mereka pun memutuskan untuk membuat makhluk yang serupa dengan mereka untuk meninggali bumi.
       
      Pertama, mereka membuat makhluk dari tanah, namun ternyata tanah terlalu rapuh, tidak dapat berkembang biak, dan tidak dapat berpikir. Mereka pun akhirnya menghancurkan mahluk tersebut. Kemudian, mereka membuat makhluk dari kayu, namun makhluk tersebut tidak memiliki jiwa dan melupakan mereka. Para dewa pun mengirimkan hujan dan banjir untuk memusnahkan manusia kayu tersebut. Para binatang, yang sebelumnya sering diperalat oleh para manusia kayu, ikut memukuli manusia kayu tersebut dan merusak wajah mereka. Para manusia kayu itu kabur bersembunyi di dalam hutan dan berubah menjadi monyet. Itulah sebabnya monyet memiliki kemiripan dengan para manusia.
       
      Kemudian, para dewa mencoba membuat manusia dari tepung jagung, yang bagi bangsa Maya merupakan makanan utama mereka. Manusia tersebut dapat berpikir, berbicara, dan merasa, dan kemudian mereka menjadi nenek moyang bagi seluruh manusia di bumi.
       
       
      5.  Korea

      source : via Flickr
       
      Legenda ini dimulai ketika langit dan bumi masih berupa satu kesatuan. Suatu hari, muncul kekosongan di tengahnya, dan semua yang ringan naik ke atas membentuk langit, sementara semua yang berat jatuh membentuk bumi. Kemudian, dari langit jatuhlah embun berwarna biru, dan dari bumi keluarlah embun berwarna hitam. Kedua embun tersebut bersatu, dan dari embun itu lahirlah semua jenis makhluk dan benda, kecuali matahari, bulan, dan bintang.
       
      Pimpinan dari seluruh dewa, Cheonjiwang, terbangun dan menciptakan dua matahari dan dua bulan, yang akan terbit bergantian di siang dan malam hari. Kemudian, ia bertemu dengan seorang gadis yang lebih cantik dari seluruh bidadari di surga, yang disebut Chongmyeon-agi (Gadis Bijak). Cheonjiwang pun menikahi gadis tersebut, dan malam itu pun sang gadis menjadi Chongmyeon-buin (Istri Bijak). Setelah empat hari, Cheonjiwang kembali ke kahyangan meninggalkan istrinya.
       
      Chongmyeon-buin melahirkan dua orang putra kembar yang diberi nama Dae-byeol dan So-byeol. Setelah dewasa, mereka berdua pun pergi ke kahyangan dan menemui ayahnya. Melalui kompetisi, Choenjiwang memberikan So-byeol tugas untuk memimpin dunia manusia dan Dae-byeol untuk memimpin dunia akhirat. So-byeol pun mulai memimpin dunia manusia, namun ia kebingungan. Pada saat itu, setiap harinya banyak orang mati terbakar dan setiap malamnya banyak orang mati kedinginan. Ia meminta tolong pada Dae-byeol, yang kemudian menghancurkan satu matahari dan satu bulan, yang pecah membentuk bintang-bintang di langit.
       
       
      6.  Sumeria

      source : via Flickr
       
      Pada awalnya, hanya ada kegelapan dan dewi laut yang bernama Nammu. Kemudian, Nammu menciptakan, Anki, alam semesta, yang kemudian menciptakan Enlil, udara. Enlil kemudian memisahkan Anki menjadi dua bagian, yaitu An, langit, dan Ki, bumi. Setelah itu, ia menciptakan Nanna, dewa bulan, yang kemudian menciptakan Utu, dewa matahari.
       
      Enlil dan Ki kemudian bergabung membentuk Enki, yang merupakan dewa air, tumbuh-tumbuhan, dan kebijaksanaan. Enki mengambil bagian dari Nammu dan menuangkannya ke bumi, menciptakan sungai Euphrat dan sungai Tigris. Ia pun menciptakan binatang dan tumbuh-tumbuhan untuk mengisi bumi. Sementara itu, di kahyangan, para dewa yang lain sedang mengadakan pesta. Mereka memutuskan untuk menciptakan manusia.
       
      Manusia yang pertama terbuat dari tanah liat. Mereka begitu rapuh, namun para dewa terlalu mabuk untuk menyadarinya. Manusia tersebut diturunkan ke bumi, dan tak lama kemudian jelaslah bahwa mereka tak dapat bertahan. Para dewa pun memutuskan untuk memusnahkan mereka dalam banjir besar. Namun, Enki memerintahkan dua orang manusia, Ziusudra dan Istrinya, untuk membangun sebuah kapal dan bersembunyi di dalamnya. Mereka pun selamat dan menjadi nenek moyang seluruh manusia.
       
       
      7.  Hawaii

      source : via Flickr
       
      Masyarakat Hawaii kuno percaya bahwa kegelapan merupakan tempat terjadinya penciptaan. Pada awal waktu, hanyalah kegelapan yang ada. Dari kegelapan ini, lahirlah Kane, dewa penciptaan. Ia mengambil sebuah labu raksasa dan melemparnya. Labu tersebut pecah menjadi dua bagian; langit dan bumi. Biji-bijinya membentuk bintang di langit. Langit berada di bawah kekuasaan dewa Rangi, sementara bumi dikuasai oleh dewi Papa.
       
      Kemudian, Kane memenuhi bumi dengan binatang dan tanaman. Ia memberikan hutan kepada dewa Ku dan memberikan tanaman-tamanan yang dapat dimakan kepada dewa Lono. Kemudian, ia memerintahkan para dewa untuk mencari sebuah benda untuk membuat manusia. Para dewa pun mencari dan mencari, hingga pada suatu hari mereka menemukan tanah merah yang lunak. Mereka pun memberikan tanah tersebut pada Kane, yang kemudian membentuk manusia dan meniupkan kehidupan kepadanya.
       
       
      8.  Nordik

      source : via Flickr
       
      Sebelum bumi yang kita kenal saat ini diciptakan, hanya ada sebuah kekosongan yang dikenal dengan nama Ginnungagap. Ginnungagap terletak di antara Muspelheim, dunia api, dan Niflheim, dunia es. Api dari Muspelheim mencairkan es dari Niflheim, meneteskan air yang jatuh di Ginnungagap. Dari air tersebut lahirlah seorang raksasa bernama Ymir, dan dari tetesan keringatnya muncul raksasa-raksasa lainnya.
       
      Dari tetesan lainnya, muncullah seekor sapi, Audhumbla, yang kemudian menjilati es di Niflheim. Jilatannya ini melahirkan Buri, yang memiliki seorang putra bernama Bor. Bor kemudian menikahi seorang raksasa bernama Bestla. Dari pernikahan mereka, lahirlah Odin, Vili dan Ve. Mereka bertiga membunuh Ymir dan membangun bumi dari mayatnya. Dari darahnya terbentuklah lautan, dari kulit dan dagingnya terbentuklah tanah, dari rambutnya terbentuklah tumbuh-tumbuhan, dan dari tengkoraknya terbentuklah langit.
       
      Setelah itu, para dewa menciptakan manusia pertama, Ask dan Embla, dari batang pohon. Mereka pun membangun pagar di sekeliling bumi untuk melindungi para manusia dari raksasa.
       
       
      9.  Siberia

      source : via Flickr
       
      Pada zaman dahulu kala, hanya ada sebuah samudra tak berujung. Kemudian, sang dewa Buga menyalakan sebuah api yang mengeringkan sebagian dari samudra tersebut, dan muncullah pulau-pulau. Setelah itu, Buga pun menciptakan cahaya dan menempatkannya di atas pulau-pulau tersebut. Namun, Buninka, seorang setan yang iri pada Buga, merusak lyra milik Buga, sehingga akhirnya Buga yang marah menantang Buninka untuk membuat sebuah pohon cemara yang dapat berdiri tegak di tengah samudra. Siapapun yang kalah harus tunduk kepada pemenangnya.
       
      Kompetisi tersebut dimenangkan oleh Buga, yang kemudian mengubah kepala Buninka menjadi besi. Kemudian, Buga menciptakan manusia; dagingnya diciptakan dari tanah, jantungnya diciptakan dari besi, dan darahnya diciptakan dari air. Buninka dilarang untuk mencelakai manusia. Ketika manusia mulai bertambah banyak, Buninka ingin menguasai sebagian dari manusia. Buga menolak untuk memberikan manusia yang masih hidup, namun ia setuju untuk memberikan Buninka jiwa dari manusia-manusia yang jahat. Maka, setelah meninggal, para manusia yang jahat akan menemani Buninka di neraka, dimana mereka akan dihukum.
       
       
      Di masa modern ini, tidak banyak masyarakat yang masih mempercayai legenda-legenda tersebut, namun di masa lalu, legenda-legenda itu merupakan aspek yang sangat penting dari kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Seringkali, legenda tersebut merupakan dasar dari agama dan norma yang dianut oleh masyarakat tersebut.
    • By Imron369
      Nyale adalah sebuah pesta atau upacara yang dikenal dengan Bau Nyale. Kata Bau berasal dari Bahasa Sasak yang berarti menangkap sedangkan kata Nyale berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dibawah permukaan laut.

      Bau Nyale merupakan sebuah acara perburuan Cacing laut. Acara ini diselenggarakan sekitar bulan Februari dan Maret. Tempat penyelenggaraan upacara Bau Nyale ini ada di Pantai Seger, Kuta. Terletak dibagian selatan Pulau Lombok.
      Pesta atau upacara Bau Nyale merupakan sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi Suku Sasak, Suku asli Pulau Lombok. Keberadaan pesta bau nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian selatan.

      Putri Mandalika, seorang putri cantik jelita yang menjelma menjadi cacing nyale dan muncul sekali dalam setahun di Pantai Lombok. Siapa sangka cacing nyale yang diperebutkan dan dicari-cari setiap tahun oleh masyarakat Lombok ini adalah jelmaan dari seorang putri yang sangat cantik yang jaman dahulu diperebutkan oleh pangeran-pangeran dari berbagai kerajaan di Lombok.

      Putri Mandalika adalah putri dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting. Raja ini terkenal karena kebijaksanaannya sehingga rakyatnya sangat mencintainya karena mereka hidup makmur. Putri Mandalika hidup dalam suasana kerajaan dan dihormati hingga dia menginjak dewasa.

      Saat dewasa Putri Mandalika tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan mempesona. Kecantikannya tersebar hingga ke seluruh Lombok sehingga Pangeran-Pangeran dari berbagai Kerajaan seperti Kerajaan Johor, Kerajaan Lipur, Kerajaan Pane, Kerajaan Kuripan, Kerajaan Daha, dan kerajaan Beru berniat untuk mempersuntingnya.

      Mengetahui hal tersebut ternyata membuat sang Putri menjadi gusar, karena jika dia memilih satu diantara mereka maka akan terjadi perpecahan dan pertempuran di Gumi Sasak. Bahkan ada beberapa kerajaan yang memasang senggeger agar Sang Putri jatuh hati padanya. Namun hal ini malah membuat sang Putri makin gusar.

      Setelah berpikir panjang, akhirnya sang Putri memutuskan untuk mengundang seluruh pangeran beserta rakyat mereka untuk bertemu di Pantai Kuta Lombok pada tanggal 20 bulan ke 10 menurut perhitungan bulan Sasak tepatnya sebelum Subuh. Undangan tersebut disambut oleh seluruh pangeran beserta rakyatnya sehingga tepat pada tanggal tersebut mereka berduyun-duyun menuju lokasi undangan.

      Setelah beberapa saat akhirnya Sang Putri Mandalika muncul dengan diusung oleh prajurit-prajurit yang menjaganya. Kemudian dia berhenti dan berdiri di sebuah batu dipinggir pantai. Setelah mengatakan niatnya untuk menerima seluruh pangeran dan rakyat akhirnya Sang Putri pun meloncat ke dalam laut. Seluruh rakyat yang mencarinya tidak menemukannya. Setelah beberapa saat akhirnya datanglah sekumpulan Cacing berwarna-warni yang menurut masyarakat dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.
    • By Sugihstory
      Kalian pengen banget Travelling ke negara mana? Alasannya apa? Apa sudah ada rencana untuk berangkat?
    • By alf
      Kulkas mungkin hanyalah peralatan rumah tangga biasa yang biosa ditemukan hampir di setiap rumah yang ada. Tapi kulkas sebenarnya adalah sebuah penemuan yang sangat penting. Sebelum ada kulkas, dulu es diimpor dari luar negeri. Es dianggap barang berharga yang tidak mudah diperoleh dan dibuat. mengawetkan daging dan bahan makanan lainnya blok besar es harus diimpor jauh-jauh dari negara-negara Skandinavia dalam lingkaran Arktik. Misalnya di Eropa, es didatangkan dari Norwegia. Di Rusia, mereka memperolehnya dari Sungai Neva, dan di India mengambil dari pegunungan Himalaya.
       
      Iran dengan cuca yang ekstrim, masih sering kesusahan air walau dalam musim dingin. Mereka punya cra unik dan pintar untuk mempertahankan es impor meereka agar tidak meleleh. Mereka punya bangunan khusus yang mirip seperti kulkas raksasa yang bisa menjaga es sepanjang tahun.
       

       
      Selain sebagai tempat pendinginan, masyarakat Iran kala itu bisa membuat es sendiri. Di belakang rumah es ada saluran untuk menuang air ke dalamnya selama musim dingin. Karena terlindung, air tersebut membeku. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga musim panas tiba dan ada persediaan es yang cukup.
       

       

       
      Ada lenih dari 100 rumah es loh di Iran, tapi sekarang banyak yang sudah rusak dan parahnya lagi hanya dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.
    • By lictan
      Pernah denger gak soal The Black Death atau yang dikenal juga dengan nama The Black Plague? The Plack Death adalah salah satu pandemi paling mematikan di dunia. Wabah ini diperkirakan dimulai dari Asia Tengah. Sekitar tahun 1340-an wabah ini menyebar ke Eropa. The Black Death diperkirakan telah membunuh antara sepertiga hingga dua pertiga populasi manusia di Eropa. Kematian mencapai 20 sampai 30 juta hanya di Eropa. Dan pandemi ini bertanggung jawab atas kematian 75 juta orang di seluruh dunia.
       

       
      Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Manusia infeksi Yersinia pestis mengalam tiga penyakit utama: pneumonia (radang paru-paru), septicemia (keracunan darah), dan pes. Jadi sumber wabah mematikan ini adalah dari populasi hewan di China. Belum lama pandemi ini oleh CDC (Pusat Pengendalian Penyakit) Amerika Serikat telah diklasifikasikan sebagai kategori patogen A yang memerlukan perhatian penting untuk kemungkinan dimanfaatkan oleh para teroris karena pandemi ini bisa dijadikan sebagai senjata biologis.
       
    • By lictan
      Berikut ini adalah pekerjaan-pekerjaan dengan tingakatan stress tertinggi menurut majalah Health
       
      1. Perawat Lansia dan Babysitter
      Hampir 11% orang di dua bidang ini mengalami depresi berat dengan proporsi 13% di antara pada para pengangguran dan 7% pada populasi umum.
       
      2. Pramusaji
      10% pramusaji mengalami depresi berat dalam setahun terakhir, dan hampi 15% wanita melakukan pekerjaan ini
       
      3. Pekerja Sosial
      Karena pekerja sosial harus bekerja dengan orang yang sangat membutuhkan mereka, sangat sulit untuk tidak mengorbankan banyak hal untuk pekerjaannya ini. Banyak pekerja sosial yang mudah tersulut emosinya.
       
      4. Pekerja di Bidang Kesehatan
      Dokter, perawat, terapis dan profesi lain yang banyak memberi bantuan kepada orang lain namun sering melupakan diri sendiri. Pekerjaan seperti ini memiliki jam kerja yang lama dan tak tentu. Selain itu, pekerjaan ini terbebani dengan kenyataan bahwa keselamatan orang lain ada di tangan mereka.
       
      5. Seniman, Entertainer dan Penulis
      Tidak mendapatkan upah yang teratur, jam kerja tak menentu dan sering terisolasi dari kehidupan sosial. Orang-orang kreatif memiliki tingkat gangguan mood yang tinggi dan sekitar 9% orang dilaporkan mengalami depresi berat.
       
      6. Guru
      Pekerjaan ini mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak yang berbeda. Misalnya, dari para murid, orang tua murid dan pihak sekolah
       
      7. Staf Administrasi
      Orang-orang dalam bidang pekerjaan ini berada dalam garis depan, mendapat permintaan dari orang banyak namun mereka berada dalam tingkat terbawah untuk kekuasaan. Banyak staf administrasi yang merasa bahwa pekerjaannya tidak diakui sebagai pekerjaan yang mempermudah hidup orang lain.
       
      8. Petugas Reparasi
      Mereka harus bekerja dengan jadwal yang tidak menentu dan tak jarang sering mendapat giliran kerja larut malam. Walau pekerjaan mereka cukup membutuhkan banyak energi, upah yang diterima termasuk kecil.
       
      9. Penasihat Keuangan
      Banyak orang yang tidak suka berurusan dengan tabungan dan keuangan mereka karena membuat stres. Bayangkan jika harus menangani ribuan atau jutaan uang untuk orang lain.
       
      10. Staf Penjualan
      Mereka tidak tahu secara pasti berapa banyak uang yang akan mereka dapat pada bulan depan. Tak jarang staf penjualan hidup berjauhan dari keluarga dan teman karena harus banyak menghabiskan waktu di luar rumah atau tinggal kota berbeda.