hobijalan2poto2

Cantiknya Pulau Jeju

16 posts in this topic

Annyeong Sahabat Jalan-Jalaners,
Jalan-jalan edisi kali ini mengajak sahabat semua untuk mengintip kecantikan salah satu pulau di Korea yakni pulau Jeju. Pulau Jeju adalah pulau vulkanik terbesar di Korea Selatan yang dianugerahi dengan ragam alam yang luar biasa mulai dari pantai, pegunungan, air terjun, gua serta hamparan ladang bunga yang cantik. Terletak di Selat Korea tepatnya sebelah barat daya Provinsi Jeolla Selatan, Pulau Jeju menjadi salah satu daya tarik bagi turis asing untuk mengunjungi Korea. Keberlangsungan pariwisata di Pulau Jeju juga didukung oleh cuacanya yang hangat sepanjang tahun sehingga bisa membuat sahabat nyaman untuk menikmati keindahannya. Yuk kita mulai petualangan di Pulau Jeju !

seongsan-ilchulbong2.jpg?w=545gunung+Halla.jpg
1. Keindahan dataran Jeju
Yuk kita menuju puncak Gunung Halla & Seongsan Ilchulbong (Puncak Matahari Terbit) di Pulau Jeju. Gunung Halla yang merupakan gunung tertinggi di Korea Selatan ini terletak ditengah Pulau Jeju yang juga berfungsi sebagai cagar alam yaitu Taman Nasional Hallasan (Hallasan Gungnip Gongwon). Uniknya, gunung setinggi 1.950 meter ini mempunyai 3 iklim yang berbeda dimana puncak gunung dengan iklim dingin yang diselimuti salju, bagian tengah gunung beriklim sedang dan kaki gunung beriklim subtropis. Seongsan Ilchulbong (Puncak Matahari Terbit) adalah kawah gunung berapi yang muncul ke permukaan dari dasar laut akibat letusan gunung berapi dari 100.000 juta tahun yang lalu. Kawah dengan tinggi 90 meter dan berdiameter 600 meter ini terletak di ujung timur pulau Jeju. Selain dikelilingi oleh lautan biru dengan deburan ombak putih, kawasan sebelah tenggara & utara Seongsan Ilchulbong juga berupa tebing sementara sisi barat laut terhampar padang rumput hijau. Pada musim semi di puncak kawah akan bermekaran bunga-bunga Lobak cantik berwarna kuning yang memanjakan mata sahabat yang melihatnya. Kedua kawasan tersebut bahkan juga dimasukkan sebagai warisan dunia oleh Unesco. Di seputar wilayah Gunung Halla juga banyak ditemukan gunung kecil atau perbukitan yang disebut dengan Oreum. Jumlahnya bahkan bisa mencapai 365 buah, antara lain Saebyeol Oreum, Darangshi Oreum (Wollang Peak), Yongnuni Oreum.
Tak kalah seru juga kalau kita menjelajah ke dalam bumi Jeju dengan memasuki wisata gua yang ada seperti The Geomunoreum Lava Tube System. Geomunoreum yang termasuk salah satu warisan dunia versi Unesco dahulunya merupakan jalur lava dari pegunungan vulkanik yang ada di pulau Jeju. Sekarang setelah tidak ada lagi lava yang tersisa dijalur tersebut maka Geomunoreum dibuka menjadi objek wisata. Jangan lupa juga untuk mampir ke beberapa spot air terjun di Jeju seperti air terjun Cheonjiyeon, Cheonjeyeon & Jeongbang.

Bunjae_Artpia+3.jpg
2. Bunjae Artpia Museum
Dengan luas 39.700 m2. Bunjae Artpia ,merupakan museum alam atau kebun raya terbesar di dunia. Ratusan hingga ribuan tanaman serta bunga-bunga yang langka terdapat di kebun raya ini yang ditata sebagai sebuah taman yang indah.Terletak di desa Jeoji, Hangyeong di utara Pulau Jeju, Bunje Artpia tidak hanya mempunyai koleksi tanaman khas Korea tetapi juga terdapat 700 jenis tanaman yang didatangkan dari berbagai negara. Mau melihat tanaman cantik dari berbagai belahan dunia ? maka Bunjae Artpia tempatnya.

hyp-beach.jpg

3. Pantai-Pantai Cantik
Sebagai pulau yang dikelilingi laut, Pulau Jeju memiliki banyak wisata pantai yang indah yang bisa sahabat kunjungi. Sebut saja pantai Hyeopjae, pantai Hamdeok, pantai Jungmun, pantai Pyoseon. Salah satu daya tarik pantai Jungmun adalah pada warna pasir pantainya yang bervariasi dengan gradasi warna hitam, merah dan abu-abu. Sementara pantai Hyeopjae menawarkan perpaduan keindahan pasir putih yang terhampar sejauh 20 meter, air laut yang jernih berwarna biru kehijauan serta hutan hijau yang terbentang disekitarnya. Pantai ini juga menawarkan fasilitas perkemahan bagi sahabat yang ingin menginap dan merasakan suasana pantai di malam hari. Setiap pantai di Pulau Jeju menawarkan air laut yang jernih termasuk pula pantai Hamdeok, ditambah dengan kedalaman airnya yang dangkal membuat nyaman bagi sahabat yang ingin berkunjung dan mengajak adik kecil. Fasilitas pariwisata di Hamdeok juga tidak kalah lengkap dengan adanya guesthouse, hotel, perkemahan serta sarana permainan air yang seru.

jeju-daeboreum-fire-festival3.jpg

4. Meriahnya Festival Pulau Jeju
Setelah menjelajah pegunungan dan pantai di Pulau Jeju, yuk kita berinteraksi dengan masyarakat sekitar dengan mengikuti bermacam festival yang sering diadakan. Festival-destival utama yang diadakan di Jeju antara lain: Jeju Jeongwol Daeboreum Fire Festival, the Jeju King Cherry Blossom Festival, the Jeju Canola Flower Festival, the Tamna Cultural Festival dan Jeju Orange Festival. Jeju Jeongwol Daeboreum Fire Festival mungkin bisa disamakan seperti perayaan tahun baru. Festival yang diadakan di Saebyeol Oreum ini merupakan upacara yang diadakan untuk pengharapan kesehatan, kedamaian, kemakmuran serta hasil panen yang baik untuk kehidupan masyarakat di Pulau Jeju. Namanya saja fire festival maka akan ada banyak api di perayaan ini. Wisatawan dan penduduk asli bersama-sama memeriahkan festival ini dengan memegang obor ditangan, pemandangan kegelapan gunung dimalam hari serta nyala api obor yang menyebar akan memikat mata sahabat. Jeju King Cherry Blossom Festival adalah perayaan musim semi. Karena Jeju adalah pulau paling selatan di Korea maka Pulau Jejulah yang pertama kali merasakan musim semi sekaligus daerah yang pertama kali bermekaran bunga Cherry oleh karena itu diadakanlah festival ini. Pohon King Cherry Blossom yang ada di pulau Jeju merupakan jenis pohon dengan bunga Cherry terindah. Tetapi bunga bunga Cherry bermekaran penuh dan terlihat sangat indah hanya dalam masa yang singkat yakni 2-3 hari, oleh karena itu jangan sampai sahabat ketinggalan mengikuti keindahan festival ini yang diadakan di bulan April.

Masih belum puas dengan bahasan diatas? Jangan kecewa dulu, karena masih banyak hal-hal menarik lain di Pulau Jeju yang bisa sahabat jelajahi. Jadi yuk segera saja berangkat ke pulau Bali nya Korea. Beautiful Jeju !

Jalan2 and ameryudha like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya bagus banget tau pulau jeju, apalagi pas di liatin di serial korea boys before flowers tuhh...

keren bgt euy, tapi kalo di tempat yang ada empat musim kaya korea kaya'y paling asik kalo dateng pas musim dingin atau musim semi kali yakh.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya bagus banget tau pulau jeju, apalagi pas di liatin di serial korea boys before flowers tuhh...

keren bgt euy, tapi kalo di tempat yang ada empat musim kaya korea kaya'y paling asik kalo dateng pas musim dingin atau musim semi kali yakh.

hehehe iya emang indah banget....

didukung punya 4 musim.. bisa ngerasain salju, tapi tetep dapet musim panas :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

hehehe iya emang indah banget....

didukung punya 4 musim.. bisa ngerasain salju, tapi tetep dapet musim panas :D

Iya kan kalo di indo mah kita kga bakal ngerasain tuh yang nama'y musim salju, jadi kita harus ke negeri orang dulu, tapi kalau cuma liat pantai ke luar negeri yang salah, karena di indonesia pantainya banyak banget yang bagus.

Hayoo segera save money for travel, hehehehehehe.... :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya kan kalo di indo mah kita kga bakal ngerasain tuh yang nama'y musim salju, jadi kita harus ke negeri orang dulu, tapi kalau cuma liat pantai ke luar negeri yang salah, karena di indonesia pantainya banyak banget yang bagus.

Hayoo segera save money for travel, hehehehehehe.... :)

iya nih, saya belum pernah pegang salju asli... cuma pernah pegang salju di freezer kulkas hahhahaha

 

kalo pantai indah Indonesia yg belum pernah tu di daerah Indonesia timur.. pengen juga kesana... harus habisin wisata Indo dulu, baru niat traveling ke luar hehehehe :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya nih, saya belum pernah pegang salju asli... cuma pernah pegang salju di freezer kulkas hahhahaha

 

kalo pantai indah Indonesia yg belum pernah tu di daerah Indonesia timur.. pengen juga kesana... harus habisin wisata Indo dulu, baru niat traveling ke luar hehehehe :D

Jiahhh itu mah bukan salju gehh tapi es, kan kalo salju mahh lembut tau gak kasar kaya yang di feezer itu..

 

Iya tuhh terutama daerah sulawesi ama papua, keren euy pantai'y. Kalo saya sebalik'y lebih seneng ke luar negeri dulu, karena saya lebih interest ke tempat-tempat yang nuansa'y perkotaan dan taman gtu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jiahhh itu mah bukan salju gehh tapi es, kan kalo salju mahh lembut tau gak kasar kaya yang di feezer itu..

 

Iya tuhh terutama daerah sulawesi ama papua, keren euy pantai'y. Kalo saya sebalik'y lebih seneng ke luar negeri dulu, karena saya lebih interest ke tempat-tempat yang nuansa'y perkotaan dan taman gtu.

Hahaha ya kan belum pernah pegang salju. Makanya gak tau... hihihihihihi

Ya, selera sih yaa.. yg jelas kalo aku yg memungkinkan dulu. Yg gak butuh banyak waktu n uang. Hehehehe

Soalnya kan kerja.. hehehe

Habis kalo ke singapore sama ke papua. Hampir lebih mahal di papua..

Asal gak gila blanja aja pas di singapore..

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah indah bgt bunganya.... tumbuh selalu karena tanahnya subur ya di daerah vulkanik, pgn bgt kesana deh  :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

terakhir kmrn ke pameran tour n travel di jcc ditawari paket 6 hari keliling pulau jeju $1.500 pake garuda

kemahalan gak?

Share this post


Link to post
Share on other sites

ke pulau jeju aja mbak??? kemahalan si menurutku....

ya tapi sih emang pake garudanya itu juga sihhh... :)

 

cukup jauh mbak harganya kalo sama airasia hehehehe :)

 

penawaran terbaru yg aku baca dari beberapa penawaran tour travel yang masuk ke email sih ada yg 7hari 6 malam itu 7,5juta mbak... cuman kurang baca lengkap apa aja +/-nya sama penawaran yg mbak dapettt :D

 

harus diulik sejeli2nya mbak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Pulau yang indah yang merupakan salah satu 7 keajaiban alam terbaru dari new 7 wonders foundation bersama pulau komodo kebanggaan kita.

Share this post


Link to post
Share on other sites

iyaaa.... Indonesia keren juga yaaa banyak bgt ternyata tempat yang diakui dunia. borobudur, pulau komodo. keren kerennnn  :salut  :cintaindo

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akh biasa2 aja kali Jeju Island menurut saya sih lebih enak Bali. Kalo mau main golf iya, enak

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akh biasa2 aja kali Jeju Island menurut saya sih lebih enak Bali. Kalo mau main golf iya, enak

 

sudah pernah ya ke pulau jeju?? boleh deh sharing pengalamannya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Terimakasih informasinya, saya jadi tambah pengen ke Jeju. Kebetulan September ini saya mau ke Korea Selatan. Mohon saran, sebaiknya tiket pesawat ke Jeju beli online dari sini? atau langsung beli disana? jika saya berangkat dari Busan. Teman saya merekomendasikan dengan Jin Air, katanya murah. Tapi saya belom berhasil2 bisa beli via online. Kalau Jeju Air bisa via online, hanya saja harganya lebih mahal. Mohon saran nya. Terimakasih banyak yaa....

Share this post


Link to post
Share on other sites

gw suka jeju...

suka banged malah,,hehehe

klo di komper2 ama bali y susah jg,,pasti ada kelebihan msg2 hehe

tapi bali too crowded c (bwt sayah) jeju enak krn adem n tenang

walopun pas gw kesana pas penghujung winter,,anginnya kenceng bgd,kudu berpakaian serba tebal

n jdnya g bs maen2 di pantai deh...

tapi overall gw suka jeju,,n pengen kesana lg *klo tar hanimun :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • CARI TEMEN KE KOREA - SEOUL. MEI 2016. KHUSUS PECINTA KPOP
      By trolly
      Aku lagi cari temen untuk ke Korea 10 mei 2016 - 17 mei 2016
      Karena aku suka Kpop, aku pengen banget mengunjungi entertainment building, ga cuma sm, yg, jyp, atau cube. Aku juga pengen mengunjungi kingkong entertainment (lee kwang soo), dream tea ent (girl's day), dll. Selain itu, mengunjungi live performance seperti music bank, inkigayo, dll. Ke jjimjilbang, everland, lotte world, konser hologram. Aku harap bisa dapat teman dengan keinginan yang sama.

      Itinerary nanti kita pikirin bersama ya. Rencananya mau 7 hari, tapi masih bisa dibicarakan lagi. aku domisili di jakarta, karena ga semua jalan2 member domisili di jakarta, jadi beli tiket pp sendiri2 aja supaya mempermudah. meet up langsung di seoul tanggal 11 mei 2016

      Anyway, ini trip bareng, aku bukan tour & travel, jadi segala penerbangan, akomodasi, makan, pengeluaran pribadi ditanggung masing-masing dan tidak ada saling meminjam uang ya.
      Budget tergantung dari jumkah tempat wisata, makan, and transportasi yang akan dipakai, jadi aku ga tau berapa budgetnya. KLau menurut budgetyourtrip.com, satu hari kita akan menghabiskan 45.000krw/hari. Tapi kayaknya kita ga akan semahal itu deh.
      Sekian, untuk kontak bisa lewat private message. kakaotalk : rory93 atau email rorypop93@gmail.com

    • Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 3/3
      By Reiko Shiwatari
      Akhirnya saya kembali lagi dengan part3  maaf sudah menunggu lama, semoga masih berminat untuk membaca FR ini hehe.. 
       
      Jumat,11 September 2015
      Hari ini saya bangun pagi seperti biasa & sudah lebih fresh karena semalam tidur cepat. Hotel kali ini lumayan, ada free breakfast  jadi saya pun makan yang banyak supaya kenyang & irit jadi gak usah jajan2 nanti hehe.. makanannya juga enak2 & banyak macamnya untuk ukuran sarapan pagi. 

      Setelah sarapan, saya langsung check out, itu sekitar jam 7:30 pagi. Sebelumnya, saya benar2 pusing mau kemana hari ini, karena kemarin rasanya sudah terbuang 1 ahari begitu2 saja & memang capek bgt terus pusing cari koper. Antara Hakone & Kawaguchiko, hanya 2 pilihan itu tapi pusingnya sudah 7 keliling. Mau ke Hakone naik cruise & cable car tapi saya gak punya tiket terusan pasti bakalan keluar uang banyak & gak bisa ke Kawaguchiko lagi. Kalau saya pilih ke Kawaguchiko pasti gak bakal bisa ke Hakone, ya syukur2 bisa liat Fuji & liat Lake Kawaguchiko , pokoknya pilih salah 1 & korbankan yang satunya. 
      Setelah searching2 informasi akrhina saya putuskan ke Kawaguchiko. Lalu saya segera check out & titip koper2 saya di front desk, saya bilang saya akan balik lagi sekitar jam 1 siang (padahal telat). Tadinya sih gak mau nitip, tapi daripada capek bawa2 barang & waktu juga terbatas ya mau gak mau nitip di hotel, kalau di locker lagi kan intinya dibawa juga barangnya (bayar juga). Lalu saya pun langsung ke Gotemba Station dan ternyata saya ditinggal bus....
      Tapi tidak apa2, itu bus yang paling pertama, saya akhirnya dapat bus kedua, jam 8:10. Yang lucunya (malu2in sih), di haltenya banyak orang yang nunggu bus, anak2 sekolah semua & ada beberapa orang bule (yg saya pikir turis) saya pikir masa iya anak2 ini mau ke Kawaguchiko juga?? Karena haltenya itu benar ke Kawaguchiko. Terus di halte lain juga ada anak2 sekolah lagi. Sesaat kemudian datang bus, saya tanya sama penjaga tiket, "ini bus yg ke Kawaguchiko ya?" lalu ia jawab: "bukan, nanti yang jam 8:10" oh, jadi anak2 itu menunggu BUS SEKOLAH!!! Gubrak!  untung gak naik, klo gak nanti saya jadinya ke sekolahan & bule yang tadi itu guru mereka atau siapa lah, karena ikut naik bus juga. Udah, saya nunggu lagi. Eh ada lagi yang nunggu, anak sekolah juga & datang lagi busnya, terus saya tanya lagi, "ini busnya ya?" dijawab lagi "bukan, setelah ini baru busnya" saya udah gak sabar. Dan setelah bus ini pegi sekitar jam 8:10 atau 1-2 menit sebelumnya, datanglah bus saya. "ini bus ke Kawaguchiko" orang tiket keluar dari ruangannya & bilang ke saya, saya jadi malu ternyata klo jadwalnya jam 8:10 ya jam 8:10 gak kecepetan & gak juga kelambatan. Lalu saya pun naik bus & duduk di depan sendiri & menikmati pemandangan sekitar karena perjalanan dari Gotemba ke Kawaguchiko itu 1 jam. 
      Saya lihat Fujikyu HighLand, kepingin mampir bentar pulangnya karena ada Evangelion tapi akhirnya gak jadi juga karena takut ribet nanti busnya, karena tiketnya round trip jadi nanti pulangnya dari Kawaguchiko Station lagi. Sesampainya saya di Kawaguchiko saya langsung mencari Sightseeing Bus, untuk keliling2 Kawaguchiko. Saya putuskan gak jadi ke Fujiyama karena masih sekitar 1 jam perjalanan & naik bus sekitar $20 bakal habis dijalan nanti waktunya. Saya beli tiket terusan untuk Sightseeing Bus saja, sebenarnya bisa berlaku 2 hari tapi sayangnya saya cuma 1 hari (gak sampai malah) tadinya saya mau kasih ke orang lain tapi gak jadi, simpan saja buat kenang2an hehe... 
      Lalu saya naik bus itu ke Lake Kawaguchiko & naik ropeway (untung ada yang kasih tau dari forum ini). Ternyata banyak juga yang bisa dilihat di Kawaguchiko ini, sayang gak cukup 1 hari, ada beberapa cave, museum, danau, dll. Tapi saya cuma pergi ke beberapa tempat saja karena sorenya harus ke Tokyo. Dan ternyata saya pergi ke tempat yang saya sebenarnya pengen & gak kepengen pergi, yaitu Aokigahara...

      Saya pikir Aokigahara itu masih jauh & dekat sama Fujiyama, tapi ternyata daerah sini juga. Saya pun tranfer bus & menunggu sekitar 30 menit untuk menuju ke sana (Sightseeing Bus nya ada 2 macam dengan jalur yang berbeda). Sebernarnya saya juga gak ke dalam hutannya banget, tapi ya itu sudah Aokigahara memang, saya pergi ke Saiko Bat Cave & Lava Cave (lupa, entah Lava Cave atau Wind Cave karena mereka berdekatan). Ngeri2 sendiri masuk ke dalam cave mana saya sendiri & yang lain minimal 2 orang & gak rame banget. Apalagi ke Saiko Bat Cave, sepi banget saya sepertinya sendirian, karena saya lihat ada orang baru keluar, saya langsung masuk ke dalam & lihat2 cepat2 cari jalan keluar. Rendah, licin, itu kondisinya, untung bawa payung jadi buat support saya jalan di dalam, pas ada rombongan yang baru masuk saya agak lega & langsung keluar. Di luar cave nya itu ya si Aokigahara, pohon2 semua, ngeri... saya langsung kembali ke toko souvenier beli beberapa oleh2 & menunggu bus karena bus nya ada 30 menit sekali & jarak dari cave 1 ke cave lain atau tempat lain lumayan jauh & kalau saya mampir2 lagi saya harus menunggu 30 menit lagi. 
      Saya pun naik bus & langsung kembali ke Kawaguchiko Station & naik bus menuju Gotemba. Setibanya di Gotemba sudah hampir jam 3 & saya ambil koper saya di hotel. Perjalanan saya belum berakhir, saya masih harus ke Tokyo. Saya mencari jalan mana yang lebih cepat & dicover JR Pass & kalau bisa mampir ke Odawara & mau ke onsen (tapi gak jadi karena capek & kesorean). Jadi dari Gotemba saya berhenti di Kozu Station (sempat ketinggalan kereta) lalu lanjut ke Tokyo Station lalu ke Ueno. Di Ueno Station inilah saya merasa tersiksa, saya rasanya ingin lempar koper saya  karena saya bertemu dengan musuh terbesar saya, yaitu tangga.
      Entah kenapa setiap jalan mencari jalur kereta ke Tawaramachi saya harus melalu tangga, ya tangga, bukan escalator bukan juga elevator. Kira2 3x saya harus naik turun tangga. Untung ada orang Jepang yang baik hati & menolong saya membawakan 1 koper saya (sampai ketemu 2x) lumayanlah hehehe.. Akhirnya saya naik kereta ke Tawaramachi menuju hotel  di Asakusa. Di luar sudah gelap, sudah jam 7 malam. Setelah check in & taro koper saya langsung mencari makan karena sudah kelaperan. Yang saya sayangkan dari hotel ini adalah, hotel ini ternyata tidak terima credit card, padahal waktu booking bisa bayar pakai kartu tapi pas check in harus cash karena beli tiketnya di mesin & tukar dengan kunci kamar. Dan yang anehnya (mungkin ini karena ada capsule hotelnya juga) setiap hari saya harus check in & check out. What??!! Saya booked kamar bukan capsule, memang dapat kamar dengan kamar mandi yang sangat kecil, jadi sudah peraturan disini, saya check in malam ini, besok pagi saya harus check out tapi gak seperti yang saya bayangkan, gak seperti di capsule hotel, barang2 kita tetap berada di kamar. Jadi yang dimaksud check out disini adalah, kalau kita keluar (jalan2 paginya) kita titip kunci & pas sore/malam kita balik ke hotel kita harus bayar lagi untuk malam ini, beli tiket lagi. Kamar masih sama, barang2 juga masih ada, jadi intinya bayar per hari. Karena kehabisan uang cash, saya tarik tunai di ATM Sevel di seberang hotel. Saya pernah baca kalau kita mau tarik uang dari ATM, kita tarik dari ATM Sevel aja, karena gak kena biaya (kena cuma dari bank kita masing2 karena bukan ATM bank kita). Gampang, praktis, gak kena biaya. 

       
      Sabtu, 12 September 2015
      Masih pagi, kira2 jam 6 pagi, saya masih tidur di kasur, tiba2 saya merasa kasur & kamar ini goyang. Karena masih setengah sadar, saya pikir ini mimpi atau ada orang lewat di depan kamar atau hotel ini berhantu. Lalu tidak lama kemudian saya bangun & siap2 menuju Tokyo Disneyland & saya menemukan 'jawaban' dari guncangan tadi. Ada peengumuman di dalam kereta saya bahwa kereta jalur mana sedang delay karena GEMPA BUMI. What?! ya ampun, ternyata itu gempa... lumayan, 5.3 skalanya. Untung saya gak apa2, tapi bertambah juga pengalaman yang tidak terlupakan, "merasakan gempa di Jepang" lol. 
      Lalu saya pun tiba di Tokyo Disneyland. Karena terbatasnya waktu (dana juga) saya pun tidak membeli tiket. Saya cuma naik kereta yang mengelilingi area tsb. Jadi naik turun kereta ke Disneyland, Disneysea & Stasiun Maihama. Saya sempat foto2 di dekat gerbang Disney tapi ditegur petugas karena saya bawa tripod, (benar ternyata tripod, monopod itu dilarang disini karena bisa menggangu/membahayakan orang lain). Saya lihat ada beberapa orang yang memakai costume Disney, entah mereka pengunjung yang bercosplay atau mereka kerja disini. 

      Setelah puas berkeliling dengan kereta monorail Disney, saya langsung menuju Yokohama. Saya pergi ke Ramen Museum di Shin-Yokohama. Tempatnya gak beda dengan takoyaki Museum, intinya banyak yang jual macam2 ramen, tapi tempatnya ini 1 gedung & dihias seperti sebuah kota kecil. Untuk masuk, kita harus beli tiket dulu & kalau mau makan ramen ya bayar lagi, pilih ramennya di mesin & beli tiketnya baru duduk. Karena bingung mau makan yang mana saya pilih yang rame. Untuk rasa, bolehlah, karena saya gak tau yang paling enak yang mana, tapi karena lapar ya enak2 saja. Setelah itu saya pergi ke Minamoto Mirai, masih sekitar Yokohama, tapi karena salah turun jadi saya harus jalan kaki cukup jauh & berpanas2 ria. Saya pun mampir ke cafe & minum Melon Soda Float, yummy!! 

      Ada amusement park, ada tempat game, ada shopping center juga & ada event juga, tebak jenis coca cola apa, zero sugar atau yang biasa, kita diberi 1 kaleng coca cola & mata kita ditutup lalu kita minum & tebak coca cola apa itu. Tadinya gak mau ikutan karena takut gak ngerti bahasanya, tapi banyak juga orang asing yang ikut, jadi ikut saja lumayan dapat coca cola gratis
      Perjalanan saya berlanjut di Shinjuku, tapi ya begitu2 saja, karena saya juga menargetkan 1 hari harus bisa 3 tempat, jadi cuma sebentar saja. Intinya juga cuma gedung2 tinggi & tempat2 belanja. Jadi saya langsung ke Shibuya. Mau ke Meijijingu Shrine tapi sudah tutup, mau ke Yoyogi juga malas jalan lagi, jadi saya jalan2 di Harajuku, sekitar Omotesando Hill. Karena lagi ada event & malam minggu juga, rame banget, banyak yang menawarkan souvenir2 gratis dari toko2 daerah situ & free gift kalau kita berbelanja. Saya gak beli apa2, tapi saya dapat minuman gratis, ice cream gratis & kipas gratis. 
      Karena sudah pusing dengan ramenya Harajuku, saya pun pindah ke Shibuya. Mau foto sama Hachiko & lihat Shibuya Crossing. Masih sama intinya, gedung2 & tempat berbelanja, karena sudah malam & lapar, saya gak jadi belanja jadi langsung cari restaurant. Bingung mau makan dimana, searching2 makanan yang enak tapi bingung sendiri, akhirnya makan sushi di sebuah gang kecil & ternyata... keren!!!!! Gak sia2 antri lama & cari2 tempatnya, ternyata WOW! Saya merasa wong ndeso, bingung2 sendiri gimana caranya, sampai salah tekan. Untuk harga masih terjangkau. Recommended lah! Setelah makan saya kembali ke hotel. 

       
      Minggu, 13 September 2015
      Seperti kemarin, saya "check out" lagi dari hotel & kembali lagi ke Shibuya. Untuk yang beragama Kristen, kalau ingin beribadah hari Minggu di gereja di Tokyo, bisa datang ke Tokyo Baptist Chruch di Shibuya, gereja ini berbahasa Inggris, jadi gak cuma orang Jepang saja, ada orang bule juga. Di sana saya lihat beberapa orang Jepang beribadah memakai kimono, bertambah lagi pengalaman saya. 
      Lalu, rencana saya hari ini adalah ke Ghibli Museum. Karena JR Pass sudah tidak bisa dipakai & batal ke Kamakura, jadi saya ke Ghibli. Saya salah stasiun, salah sih gak juga, tapi kalau ke Ghibli dari sini ribet & banyak yang gak tau. Jadi saya ke Mitaka Station, karena mereka menyediakan shuttle bus ke Ghibli. Karena kurangnya informasi, saya tidak bisa masuk ke Ghibli. Kali ini bukan karena gak ada waktu atau dana, tapi benar2 gak tau kalau Ghibli itu harus reservasi dulu, gak bisa beli tiket di tempat. Jadi kita harus planning jauh2 hari & beli tiket. Beli tiketnya itu di minimarket, saya langsung pergi ke minimarket dekat situ, saya pikir bisa beli buat besok tapi sudah habis.  sudah jauh2 & butuh perjuangan ke sini tapi gak bisa masuk, ya sudahlah, saya foto2 diluar. Setelah itu saya ke Roppongi. Cukup menarik di Roppongi. Ada event juga, pertandingan basket, tapi yang membuat saya tertarik adalah museum TV Asahi. Tiket gratis & bagus buat foto2. Ada doraemon, Crayon Shinchan & berbagai program2 TV Asahi. Saya pun beli dorayaki disini hehehe...  Dan setelah keluar dari sini saya mencoba crepes, lumayanlah makan sambil melihat yang sedang bermain basket. 
      Petualangan saya berlanjut di Odaiba. Aqua City, Joypolis, sampai akhirnya ketemu juga Diver City. Sempat keputar2 juga pas pulangnya. Di sini benar2 fun! Bisa foto bareng Gundam & ada yang fotoin juga hehe.. Saya juga mencoba beberapa macam jajanan, seperti Kentang goreng Calbee yang enak banget & Ikayaki yang (bagi saya) gak enak banget.  Saya sudah cukup memborong beberapa oleh2 disini, tapi kaki saya & hati saya masih ingin berpetualang di Tokyo Dome. Saya pun langsung ke sana. Agak sedih juga, baru jam 7 tapi sudah sepi, Saya mau ke Jump Shop (tempat Majalah Shounen Jump) tapi sudah tutup, padahal mau foto bareng Naruto & Gintama  Akhirnya yang ada belanja oleh2 lagi di Don Quijote. Tambah berat bawaan saya, lalu saya balik ke hotel. Petuangalan hari ini berakhir. 


      Senin, 14 September 2015
      Hari ini hari terakhir saya berpetualang. Pesawat saya sih masih tengah malam, tapi pagi2 saya sudah harus check out, masih banyak waktu sebenarnya tapi repot sama koper2 ini. Saya belum menjelajahi Asakusa, belum ke Tokyo Tower juga. Setelah check out saya taro barang di loker di Asakusa Station, lalu saya pergi mencari Kaminarimon.  Lalu lanjut ke Ginza, foto di Hibiya Park, & berpetualang menuju Tokyo Imperial Palace. Jalannya cukup jauh dari Ginza Station & saya harus balik lagi ke stasiunya juga, tapi karena di Kyoto gak kesampaian jadi saya paksakan ke sini walau capek. Ternyata rame, banyak turis juga, tapi memang cuma bisa dilihat dari jauh, tapi itu sudah membuat saya senang

      Lalu setelah perjalanan jauh itu saya makan siang, salah masuk restaurant juga  maksud hati mau makan semacam sate yakitori eh salah masuk ke tempura restaurant. Porsi memang banyak tapi untuk rasa saya gak begitu suka, makan gak habis & gak semangat. Setelah itu saya ke Akihabara!! Akrhinya ke Akiba juga! Harus! Mutlak! Sebagai seorang otaku saya wajib ke sana walau gak beli apa2  Saya ke Maid Cafe. 
      Karena Maid Cafe yang terkenal rame & banyak dikunjungin turis itu gak ketemu, saya ketemu seorang Maid di jalan yang sedang membagikan brosur, akhirnya saya ke cafenya Maid itu. Sepi, & letaknya di lantai paling atas. Dan cukup menguras banyak uang. Saya pesan paket dessert (ice cream & minuman soda) plus foto bareng Maid (cuma 1x) & dapat souvenier. Itu sudah lebih dari 2000 Yen  duduknya saja bayar 500 Yen di meja biasa, & di sofa sekitar 1000 Yen. Saya pikir bisa main & ngobrol dengan Maidnya, tapi begitu2 saja. Maidnya datang membawa ice cream & mengajak saya mengikuti gerakannnya (moe moe cute, seperti itulah) setelah itu saya ditinggal begitu saja  entah karena Maidnya kurang fasih berbahasa Inggris atau memang servicenya cuma itu saja. Saya pergi ke beberapa Maid Cafe di beberapa Anime Convention di USA, lebih menarik & lebih murah dari ini. Lalu setelah itu saya kembali berkeliling Akihabara. 

      Setelah cukup puas di Akihabara saya pergi ke Ikebukuro. Ada suatu tempat yang memang sangat ingin saya kunjungi, yaitu NamjaTown. Sebuah amusement park kecil di dalam mall, tapi cukup menarik bagi saya karena saya ingin mencoba beraneka macam rasa ice cream. Saya mencoba rasa Salt of Okhotsk, Miso Noodle Ice Cream, Indian Curry, Roasted Green Tea, Homemade Ice Cream Rose & Wasabi Ice Cream. Tadinya mau coba yang Vampire (rasa garlic) tapi habis. Untuk 6 macam rasa berbeda & masing2 1 scoop saya menghabiskan 560 Yen. Dan rasanya, sangat unik! Yang paling 'gak banget' adalah Indian Curry. Untuk Miso Noodle, benar2 ada mienya kecil2, untuk Wasabi not bad lah tapi aneh juga (saya juga beli Kitkat Wasabi). Lalu saya juga mencoba Gyoza, ya lumayan enak. 
      Setelah berfoto dengan maskot NamjaTown, saya pergi ke J-World, tepat 1 lantai dibawah NamjaTown. Masih amusement park tapi bertemakan anime. Karena sudah malas & capek saya gak jadi ke Tokyo Tower padahal mau ke Museum One Piece, karena disini ada One Piece juga, saya jadi beli tiket unlimited ride, mencoba berbagai macam permainan, dari rumah hantu Naruto, tembak2an One Piece & mencari bola naga dari Dragon Ball  Benar2 senang banget, sampai lupa waktu, saya harus ambil koper & menuju Haneda.

      Setelah mengambil koper di Asakusa Station, saya menuju ke Haneda. Karena HP sudah low battery & pokcet wifi juga sudah mati, saya bertanya pada sepasang suami istri yang membawa2 koper seperti saya. Dan memang mereka juga mau ke Haneda, jadi saya bareng mereka. Lumayan, koper saya dibawakan oleh sang suami yang adalah orang Amerika & istrinya orang Jepang. Di kereta kita ngobrol2 mereka kaget saya pergi sendiri & bawa2 koper ini. Saya pikir, mereka ini adalah penolong saya (memang menolong saya sih) tapi ternyata masih melakukan kesalahan juga. Kita bertiga salah kereta.... 
      Jalur yang sama, tapi beda kereta. Kereta yang harusnya kita naik adalah langsung menuju Haneda, gak perlu transfer lagi. Tapi kereta ini harus transfer & kita sudah kelewat 1 stasiun. Tapi ya, masih gak apa2, karena saya masih dibantu, dibawain kopernya hehehe.. Lalu kami pun pindah kereta. Setibanya di Haneda, kami naik elevator. Karena di lantai 2 ada yang mau keluar saya pun keluar, ternyata saya salah. Tapi saya lihat ada tempat pengembalian pokcet wifi, jadi saya kembalikan dulu & langsung menuju ke lantai 3. Sayang sekali saya belum pamitan dengan orang tadi. Setelah saya check in koper saya & membeli beberapa oleh2 saya bertemu mereka lagi, mereka tanya kenapa tadi saya keluar di lantai 2, saya jawab dengan agak malu "saya gak tau, tapi saya lihat ada tempat pengembalian pocket wifi jadi saya kesana"  
      Lalu kami pun berpisah. Saya menuju gate pesawat saya. Masih beberapa jam, saya sudah ngantuk & lapar juga jadi saya makan dulu di food court. Lalu saya pun boarding & setelah di dalam pesawat saya langsung tertidur & bangun2 dapat makan, tidur lagi, & tau2 sudah mau sampai, gak terasa cepat banget. Setelah trasnsit 1x di San Francisco, saya langsung menuju Philadelphia Airport. Saya pun tiba kembali di rumah dengan selamat  

      Begitulah pengalaman saya, suka & duka (lebih banyak sukanya sih) selama berpetualang di negeri ginseng & negeri matahari terbit ini. Mohon maaf ada kata2 / kesalahan dalam FR ini & lamanya penyusunan part3 ini. Sampai ketemu di FR lain dengan petualangan2 lain, terima kasih sudah membaca.  
       
       

       



    • Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 1/3
      By Reiko Shiwatari
      Ini pertama kalinya saya traveling ke luar negeri & pergi sendiri.
      Saya cuma bawa 1 koper carry on & 1 ransel (di dalam koper ada 2 tas kosong, semacam tas sport, untuk cadangan).
      Saya pergi dari tanggal 4 September 2015 - 15 September 2015.
      Berikut ini adalah suka duka saya selama solo travel di South Korea & Jepang (maaf kalau agak panjang,semoga gak pusing & bosan bacanya).

      Jumat, 4 September 2015
      Saya tinggal di USA sekarang, di Pennsylvania state tepatnya di kota Philadelphia. Jadi jadwal pesawatnya itu berangkat jam 6 pagi dari Philadelphia Airport ke San Francisco Airport. Dan layover 1,5 jam di San Francisco setelah itu ke Incheon Airport dan tiba disana hari Sabtu jam 3 sore.
      Tapi..., jadwal itu buyar semua karena pesawat saya delay beberapa jam & beberapa kali...
      Saya delay di Philadelphia Airport, semua penumpang sudah di dalam pesawat selama kurang lebih 2 jam. Padahal pesawatnya sudah mau t erbang, eh, katanya AC nya gak nyala, jadi mau dicari tahu dulu penyebabnya. Singkatnya setelah 2 jam, kami di "tendang keluar" dari pesawat karena mereka gak bisa perbaiki & menemukan kesalahannya dimana. Jadi, karena delay ini saya ketinggalan pesawat yang dari San Francisco ke Seoul & setelah itu gak ada pesawat lagi yang ke Seoul. Penumpang lain pun masih antri menunggu kepastian pesawatnya. Serasa di PHP-in sama penerbangannya. Alhasil saya telp penerbangannya (United Air) saya minta bagamannapun saya harus ke Seoul & tiba di sana hari Sabtu! Akhirnya saya dioper ke gate lain & pesawatnya itu terbang ke Washington Airport (padahal dekat tuh airport) & saya nunggu 1,5 jam.
      Yeay, pesawatnya ontime gak delay. Saya pun sampai di Washington Airport & langsung menuju gate ke pesawat berikutnya. Lucunya, pesawat itu tujuannya ke Narita!!! So, dari Narita lanjut ke Seoul. Kenapa jadi ke Jepang dulu?! Tapi gak apalah, yg penting sampai dulu di Seoul. Untungnya juga saya gak ada check in koper, jadi gak perlu pusingin lagi soal koper. Lalu, ternyata pesawatnya delay lagi  Dan saya pun trauma ketinggalan pesawat untuk ke Seoul karena layovernya cuma 1jam. Tapi untungnya, karena banyak penumpang yang mau ke Seoul, pesawatnya nunggu & jemput penumpang dari pesawatnya & di antar ke gatenya. Huuff, jadi amanlah saya. Saya sudah pusing bagaimana kalau saya gak jadi ke Seoul padahal sudah booking hotel& sudah bayar pocket wifi juga.

      Sabtu, 5 September 2015
      Akhirnya saya sampai di Incheon Airport! Tapi masalah belum berhenti di situ. Jam 10 malam tempat pengambilan pocket wifi sudah tutup. Saya tiba di sana jam 9.30 malam, jadi masih ada 30 menit untuk cari tempatnya. Berhubung gak tahu tempatnya & tanya2 orang disana pada gak tahu & ada yang gak bisa bahasa Inggris, saya terlambat. Saya WA orangnya tapi mereka gak bisa tunggu, jadi saya disuru hub officenya saja. Saya cuma rent untuk hari Sabtu & Minggu saja, karena saya cuma semalam di Seoul. Tapi waktu saya sudah terbuang 6 jam, seharusnya tiba jam 3 malah jadi jam 9 lewat, gak bisa kemana-mana juga. Saya sudah bayar $65, karena butuh deposit $50. Saya cuma mau refund uangnya saja. Akhirnya saya email offinya & mereka balas mereka akan refund dalam beberapa hari.
      Setelah keluar dari imigrasi, saya lihat ada counter pocket wifi jadi saya langsung rent saja disana. Bingung juga kalau sampai gak ada internet. Setelah selesai rent iternet & tukar uang saya langsung menuju stasiun kereta Incheon Airport. Sudah pada sepi, kereta yang paling cepat  menuju Seoul Station sudah gak ada. Saya naik kereta biasa. Untung ada 2 orang bule lagi beli ticketnya di mesin, jadi saya tanya mereka bagaimana caranya. Saya lihat ada kereta & orang2 masuk ke situ. Saya langsung lari padahal saya gak tahu kereta itu mau kemana. Tapi untungnya benar, kereta itu menuju ke Seoul Station. Lama juga, kira2 sekitar 45 menit sampai di Seoul Station. Lalu dari Seoul Station saya transfer ke Myeong-dong Station.

      Setelah sampai di Myeong-dong saya pun langsung menuju hotel.


      Minggu, 6 September 2015
      Saya gak bisa tidur karena jetlag, saya cuma tidur-tiduran di kasur 2 jam. Jam 6 pagi mulai siap2 menjelajahi Seoul. Untung hotel check out jam 12, jadi saya bisa taro koper & balik lagi ambil sekalian check out. Sekitar jam 6.30 pagi saya keluar hotel & jalan2 di sekitar hotel. Saya cari2 Myeong-dong Cathedral gak ketemu, padahal bagus tuh pakie GPS HP, tapi bingung jalannya, banyak jalanan kecil & gedung2 & sepertinya jalanan2 tersebut buntu, jadi ga tahu mau jalan dari mana. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat lain, karena jam 10an saya harus kembali ke hotel untuk siap2. Pesawat saya untuk ke Kansai Airport jam 2 siang, jadi paling gak jam 11an saya harus sudah berangkat karena kepengen naik bus jadi bisa liat2 pemandangan. 
      Saya mulai "petualangan" di Seoul dari Gyeongbokgung. Jadi, selama saya pergi ke berbagai tempat ini, saya gak masuk ke dalam & beli ticket. Pertama karena masih kepagian, belum buka. Kedua, karena gak ada waktu untuk pergi ke tempat lain. Ketiga, karena irit

      Setelah itu saya pergi ke Changdeokgung.
      Saya melanjutkan perjalan ke Gwanghwamun. Sudah berasa capeknya, padahal gak terlalu jauh dari stasiun tapi kayanya jauh banget, saya sudah mau nyerah, tapi saya tetap maju
       
      Lalu, tujuan terakhir saya ada Namdaemun Market. Saya bingung, koq sepi, saya tanya sama kasir di mini market, katanya masih terus lagi. Dengan sisa tenaga yang ada saya jalan lagi, padahal sudah arah balik ke stasiun. Pas jalan,saya liat beberapa pedangan kaki lima. Barang2nya mahal juga & gak cocok buat souvenier. Saya sudah jalan lumayan tapi gak ada keramaian pasar juga, alhasil setelah menemukan tempat di bawah ini, saya langsung balik ke hotel karena waktunya sudah mepet.

      Sampai di hotel saya langsung siap2. Jam 11:10 saya langsung menuju halte bus. Bus ini adalah Limousine Bus (saya pikir mewah banget, tapi ya biasa aja sih). Antrian cukup panjang, namun interval setiap bus adalah setiap 10-15 menit, jadi saya naik bus berikutnya. Harga busnya 10000 Won dengan perjalanan 1 jam menuju Incheon Airport. Tapi entah kenapa, pas bus yang berikutnya ini lebih mahal. Saya bayar 14000 Won &  perjalanan 1,5 jam!! Saya nyaris telat! 
      Enak sih, liat pemandangan, mampir dulu ke Gimpo Airport, tapi waktu sudah menipis.
      Saya hanya punya waktu 1 jam 15 menit untuk check in pesawat, kembalikan pocket internet, periksa security & cari gatenya.
      Saya sempat bulak balik cari Asiana Air, itu sudah buang2 waktu. Dan check in antrinya panjaaang banget! Kira2 saya antri 20 menit. Tapi untungna counter internet ada persis di bagian belakang, jadi setelah check in koper (kali ini koper saya check in karena kopernya sudah mau rusak ) saya langsung kembalikan pocket internet. Prosesnya cepat, kira2 cuma 5 menit. jadi saya punya waktu kira2  45 menit sampai waktu boarding ditutup. 
      Saya antri untuk screening, antrian di luarnya cepat tapi setelah masuk, panjaaaaang & lamaaaa!!! Belum lagi antri periksa passport, saya sudah gak punya waktu lagi. Saya langsung lari menuju gate, untung gak jauh. Secara waktu, saya sudah terlambat 5 menit, itu sudah waktunya pesawat lepas landas. Tapi untungnya masih banyak yg antri boarding, jadi saya selamat walaupun saya akhirnya saya gak beli apa2 selama disini gak ada oleh2 sama sekali. Harusnya tadi saya naik kereta saja, tapi malas turun naik bawa2 koper yg rodanya sudah rewel mau rusak. Saya pikir saya bisa beli oleh2 di airport, tapi yang ada malah hampir telat boarding. 
      Pesawat pun menuju Kansai Airport. Walau agak sedikit terlambat, tapi tiba tepat waktu di Kansai. Setibanya saya di Kansai, saya langsung buru2 ke imigrasi, dan ternyata benar, antrinya panjang juga. Tapi gak terlalu lama juga, kira2 sekitar 15-20 menit saja & saya langsung ke tempat claim baggage. 
      Setelah ambil koper, tukar uang & ambil pocket wifi, saya pun ke kantor JR untuk menukar JR Pass & reservasi untuk menuju ke Hiroshima Station. Saya cuma transfer 1x di Shin-Osaka. Saya tiba di Hiroshima Station jam 8 malam & langsung menuju ke Ryokan yang gak jauh dari situ. 

       
      Senin, 7 September 2015
      Hari ini saya pergi menjelajahi Hiroshima. Saya mulai dari Miyajima Island. Jaraknya kurang lebih 30 menit dari Ryokan saya. Saya tiba di Ferry Port sekitar jam 8:30. Karena sudah ditinggal ferry yang sebelumnya, jadi saya menunggu 10 menit untuk ferry berikutnya. Mungkin karena masih pagi atau gak tahu gimana, ferry-nya sepi banget. Hanya ada beberapa orang, saya pun duduk di paling depan (tapi di dalam karena takut gak bisa berenang hehehe)  
      Saat ferry sudah merapat, saya pun tiba di Miyajima Island. Saya pun mulai menelusuri pulau ini. Tadinya hanya ingin 2 jam saja disini, tapi karena sudah terpukau dengan pemandangannya akhirnya saya jadi 3 jam di sini.
      Untungnya air laut sedang surut, jadi saya bisa turun dan lihat Itsukushima Shrine dari dekat. Setelah itu langsung saya masuk ke shrine yang gak jauh dari situ. Dan ternyata di sana sedang ada pernikahan   jadi lumayan bisa lihat sebentar & berfoto2. 


      Setelah itu saya kembali lagi mengitari daerah sekitar itu. Banyak juga yang bisa dilihat, banyak toko oleh2 di sana & banyak juga yang menjual makanan khas Miyajima, yaitu oyster  
      Saya pun mencoba beberapa macam makanan yang mengandung oyster. Beberapa di antaranya ada yang enak banget & ada yang biasa banget  

      Setelah itu saya lanjut menuju Five Storied Pagoda. Huaa!! Tangganya yang gak tahan! Capek juga, tapi gak sia2, sudah jauh2 ke sini ya maju terus!
      Kira2 jam 12:20 saya kembali ke Ferry Port & kembali lagi ke Hiroshima Station. 
      Karena ada sightseeing bus yang dicover oleh JR Pass, saya pun naik bus itu. Namanya Hiroshima Meipuru~pu. Halte bus tersebut berada di Entrance-nya Shinkansen. Saya langsung menuju ke Hiroshima Castle. Setibanya saya di Hiroshima Castle saya agak kaget ternyata sepi banget.  Saya pun beli tiket masuk, nothing special sih kecuali bisa mencoba baju samurai & kimono/yukata free!! (tapi gak boleh kemana2, gak boleh keluar dari karpetnya). 
      Singkat cerita, setelah mengitari daerah Hiroshima Castle, saya jalan kaki menuju Atomic Bomb & Peace Park. Lumayan lah, kira2 15-20 menit jalan kaki & masih sore sekitar jam 4:30.
      Ada sebuah monumen untuk mengenang korban2 Perang Dunia II. Ada beberapa orang Jepang yang berdoa disana, melemparkan koin & berdoa dengan cara/kepercayaan mereka.

      Setelah itu, saya ke Hondori Street yang berjarak 5 menit dari sana. It's shopping time!! Lumayan ada beberapa barang yang murah & sale. Tadinya saya juga mau mencoba okonomiyaki di sana, tapi karena sudah capek & sudah gelap & takut gak ada bus lagi, saya pun kembali ke halte Meipuru~pu bus di Atomic Bomb. Akhirnya saya makan okonomiyaki di Hiroshima Station. Menurut saya ini sih okono-mie-yaki, karena pake mie (bisa pake nasi juga) & porsinya banyak banget! Not too bad & not too special juga sih, biasa aja, lebih enak okonomiyaki yang biasa malah. 
      Setelah itu, saya kembali ke ryokan. Besok saya harus check out & menuju ke Osaka! 
       
      Bersambung ke Part 2 ya!  
      thanks udah mau baca field report ini  saya masih amatir dalam hal travel & membuat laporan hehehe...
       

       
       
    • Solo Travel to Seoul-Hiroshima-Osaka-Kyoto-Kawaguchiko-Tokyo September 2015 (10D/9N) Part 2/3
      By Reiko Shiwatari
      Hallo, ini saya kembali lagi dengan part 2 FR saya
      @deffa         @Nightrain    
      @kyosash    @Jalan2
       
      Selasa, 8 September 2015
      Saya bangun pagi sekitar jam 5:30 lalu siap2 & beresin koper to next destination, Osaka. Seperti yang saya baca di review ryokan ini, di receptionist suka gak ada orang, jadi kalau orang mau check out harus tunggu dulu agak lama sampai orangnya datang. Saya pun turun ke bawah & ternyata benar! Gak ada orang! Itu juga sudah jam 7 lewat. Tapi untungnya gak lama orangnya datang & saya langsung check out. Kekurangan ryokan ini mereka gak terlalu bisa bahasa Inggris hiks... 
      Ini saya foto kamar saya, lumayanlah Japanese Style Room dengan private bathroom. Ini juga ada foto beberapa makanan yang saya sempat beli kemarin & lupa saya post di part 1, hehehe...  

      Ini foto beberapa minuman & kue yang saya beli di Hiroshima kemarin. Kue nya enak gak terlalu manis,  Ice Green Tea Latte nya kurang manis & Milk Tea bergambar Attack On Titan lumayan enak. 

      Setelah check out saya pun langsung ke Hiroshima Station & kembali reservasi Shinkansen ke Osaka. Setelah saya sampai di Osaka, ternyata cuaca kurang mendukung. Langit sudah mendung & mulai gerimis. Sayapun beli payung di 7-Eleven. Karena cuaca begini & saya sudah kesel sama koper yang sudah mulai rusak, saya pun menaruh koper saya di locker di Osaka Station. Jadi dari  Shin-Osaka Station saya transfer ke Osaka Station & saya langsung ke locker sebelum melanjutkan perjalanan. Saya sudah prepare cuma bawaa ransel yang isinya baju ganti & perlengkapan mandi, payung, serta barang2  elektronik (kamera, hp, tablet). Jadi pas waktu check in di hotel nanti saya gak perlu ambil koper di locker, ambilnya besok pas mau ke Kyoto, jadi gak repot bawa2 koper & cari2 hotel ditambah hujan2an. Memang nambah biaya sih, sekitar 700 Yen/hari, setelah jam 2 pagi sudah terhitung 2 hari, jadi mau gak mau saya bayar 2 hari. 
      Saya sempat bingung mau kemana dulu, akhirnya saya putuskan mau ke Osaka Castle. Sayapun beli kartu ICOCA. Gak ngerti gimana belinya, akhirnya minta tolong petugasnya. Setelah sampai di Stasiun (lupa namanya)  GPS sudah menunjukkan letak Osaka Castle yang cuma berjarak 5 menit dari stasiun. Ternyata saya salah input alamat Osaka Castle-nya ternyata nama hotel bukan nama tempat wisatanya, hiks.. Akhirnya saya dapat alamatnya & ternyata cukup jauh juga, sekitar 15 menit jalan kaki ditambah hujan gerimis. Pas saya sudah lihat temboknya, WOW! Akhirnya sudah dekat, tapi ternyata masih jauh di dalam. 
      Singkat cerita, saya pun tiba di depan Osaka Castle & saya terpana melihatnya. Ramai, banyak pengunjung, banyak yang jual makanan juga. Rasa capek pun hilang jadinya. Saya lalu beli tiket & masuk ke dalam, di mulai dari lantai paling atas (pakai lift). Di sini juga ada untuk mencoba baju samurai & kimono/yukata, tapi harus bayar 300 Yen, ya sayapun coba juga walau di Hiroshima Castle sudah coba (karena lebih keren & lengkap di sini)  
      Lalu setelah keluar dari castle, saya membeli beberapa oleh2 & mencoba makanan yang ada di sana. Setelah itu kira2 jam 1:30 kembali ke stasiun & pergi ke Tempozan Market Place. 
      Tempozan Market Place ini semacam tempat belanja & ada beberapa permainan seperti ferris wheel & juga ada aquarium. Saya berada di situ kira2 cuma 1 jam saja. Saya sudah lapar & gak terlalu tertarik sama makanan yang ada di sana. Sambil duduk saya browsing internet untuk cari tempat makan yang lumayan terkenal atau khas Osaka hehehe...

      Lalu akhirnya saya putuskan saya pergi ke Universal Studio!  Memang ada rencana mau ke sana juga, tapi ragu2 karena saya gak akan beli tiket. Tapi karena katanya ada Takoyaki Museum jadi saya berminat ke sana. Jarak dari Tempozan itu sekitar 30 menit dengan kereta & cuaca masih gerimis & semakin deras
      Sayapun tiba di USJ. Saya melihat ada restaurant sushi (mungkin ini yang saya baca dari FR forum ini) yang ada conveyor belt & murah meriah. Tidak diragukan lagi, memang super murah! 1 piring di mulai dari 100 Yen & paling mahal sekitar 300an saja. Sushinya juga enak, fresh! 

      Setelah makan sushi saya pun menelusuri City Walk & berfoto2 di sana (fotonya hujan2an pakai payung). Sebelum kembali ke stasiun saya mampir dulu membeli bakpao yang 'katanya' terkenal di Osaka. Setelah itu saya ke Takoyaki Museum yang sebenarnya adalah tujuan utama saya ke sini. Saya pikir ini seperti museum, ternyata cuma semacam food court yang menjual takoyaki. Semua serba takoyaki, dari yang original sampai bermacam2 rasa/saus. Sebenarnya saya sudah kenyang, tapi karena sudah berada di sini ya saya makan lagi, mencicipi takoyaki. Saya beli di tempat yang paling banyak antriannya. Yang membuat saya kaget adalah cara memesannya itu di mesin. Jadi kita masukkan uang lalu kita pilih mau yang mana. Setelah kita pilih nanti receiptnya keluar & saat sudah berada di depan (orang yang buat takoyaki) kita kasih receipt itu  & mereka langsung membuat sesuai yang kita order di mesin tadi. Saya pilih paket 12 takoyaki (sok2an beli banyak padahal gak habis) plus soup & minuman. Takoyakinya ada 3 macam, ada yang gak pakai saus, saus special & mayonaise. Untuk rasa ya lumayanlah, yang original itu unik juga rasanya hehehe.


      Setelah minta box untuk di bawa pulang saya pun kembali ke stasiun & langsung pergi ke hotel untuk check in. Hotel kali ini adalah Capsule Hotel di daerah Namba. Uniknya hotel ini kita harus check in setelah jam 5 sore karena sebelum itu mereka tutup. Kalau kita nginap lebih dari 1 malam, maka kita harus check out dulu paginya (sebelum jam 10) lalu jam 5 check in lagi. Terus barang2 kita gimana? Ya itu dia, harus dibawa keluar!!! 

      Saya tiba di hotel sekitar jam 7 malam. Lobby hotel sudah penuh dengan koper2 besar. Capsule hotel ini bisa untuk pria & wanita. Yang pria berada di lantai berapa & wanita di lantai lain & mereka gak boleh pergi ke lantai itu! Dilarang makan/minum di dalam kamar (di lantai tempat kita tidur, lantai kamar mandi). Kalau mau makan/minum harus di lobby, ada beberapa bangku & meja yang disediakan & ada vending machine untuk beli minuman. Sepatu harus ditaro di dalam loker di lantai bawah (di lobby). Mereka kasih 2 kunci, 1 kunci loker sepatu & 1 kunci loker buat barang2 karena sebenarnya gak boleh bawa tas ke dalam kamar (tapi ada juga yang bawa & taro di depan kamar). Setelah melihat kamar saya yang begitu mungil ini & taro barang2 di loker saya melanjutkan perjalanan hehehe... 

      Hotel ini gak jauh dari Glicoman Bridge. Kira2 5 menit jalan kaki. Kondisi cuaca juga masih hujan walau gak begitu deras. Saya pun memakai jas hujan yang sempat saya beli di 7-eleven karena malas bawa payung. Dan inti dari perjalanan di Namba ini adalah belanja! Beli oleh2 yang 'katanya' khas Osaka. Saya pun membeli beberapa macam snacks (teryata enak2!).
      Ternyata setelah berbelanja, saya lapar. Saya pun kembali bertanya pada Mbah Google, restaurant mana yang enak & terkenal & khas di daerah sini. Lalu setelah memilih-milih, saya pun mencoba Kushikatsu! Yaitu berupa gorengan yang ditusuk seperti sate & dicelup ke dalam saus. Yang menjadi ciri khas dari kushikatsu ini adalah cara makan & peraturannya. Dalam 1 meja panjang (seperti meja bar) hanya ada beberapa mangkok saus celup. Nah, gak perduli berapa orang yang makan & kenal atau gak, kita harus sharing saat mau mencelupkan si kushikatsu tersebut. Hiiiy, gimana kalau sudah digigit?? Bekas orang lain kan  
      Maka dari itu, ada peraturannya disini (di tulis di menu) setiap kushikatsu yang akan dicelup ke dalam saus, tidak boleh digigit/di makan dulu. Jadi kalau habis dicelup terus kita gigit/makan gak boleh di celup lagi. Kalau masih mau sausnya, sausnya di ambil & taro di piring kita (keliatan gampang kan) tapi gak pakai sendok. Saat memesan kushikatsu, kita juga dikasih sayur kol yang dipotong lebar2 dengan tujuan supaya bisa menyendok si saus tersebut. Aneh tapi nyata, begitulah peraturan disini, tapi untuk makan disini saja antrinya puaanjaaaaaang bgt, untung saya sendiri jadi langsung hehehe...
      Setelah kenyang & membawa beberapa kanton belanjaan saya pun kembali ke hotel, itu juga sudah hampir jam 10 malam.

       
      Rabu, 9 September 2015

      Saya kembali lagi bangun pagi  sekitar jam 6, lalu mulai siap2 beresin tas & mengatur barang karena sudah penuh dengan snakcs  
      Lalu sekitar jam 7:30 pagi saya check out & menuju ke Shitennoji. Sebenarnya ada tempat yang pengen bgt saya kunjungin, yaitu Open Air Museum, itu semacam museum traditional farm-nya Jepang. Tapi karena jarak dari stasiun ke museum itu harus jalan kaki lagi sekitar 15 menit (pp jadi 30 menit) & cuaca juga masih hujan, jadinya batal hiks...   
      Ternyata di Shitennoji itu kurang menarik, sepi pula, cuma ada beberapa orang yang sepertinya sebelum mereka berangkat kerja mereka berdoa dulu di situ. Salut juga sih, masih ada beberapa orang yang seperti itu padahal hujan juga tapi masih menyempatkan diri untuk datang & berdoa. 
      Setelah dari Shitennoji saya pun kembali ke Osaka Station untuk ambil koper di lokcer. Untuk membuka locker tersebut (karena saya sudah terhitung 2 hari & kemarin baru bayar 1 hari) saya harus masukkan lagi 700 Yen lalu kuncinya baru bisa terbuka. Lalu saya langsung beresin ransel & pindahin snacks2 ke dalam koper jadi lebih ringan ranselnya. 
      Singkat bgt rasanya, kurang bgt waktunya tapi saya sudah harus ke Kyoto (sesuai itinerary yang saya buat). Masih ada beberapa tempat yang belum saya explore di Osaka. Tapi ya sudahlah, setidaknya saya sudah cukup puas & senang selama berada di Osaka. 

      Saya tiba di Kyoto kira2 jam 11:30. Seperti di Osaka Station, saya pun langsung mencari locker lagi untuk taro koper (pisahin baju ganti lagi, bawa ransel, bawa payung, dll). Memang sebenarnya boros juga kalau setiap pindah kota harus sewa locker lagi, tapi kali ini keputusan ini adalah keputusan yang benar2 baik karena sesuatu yang gak terduga terjadi (nanti saya cerita di bawah). 
      Cuaca lumayan bagus, ada matahari walau sudah mulai gerimis2 kecil. Tapi saya langsung berlanjut ke Bamboo Grove. Saya sudah terbayang2 mau naik scenic train tapi pas sampai di Saga-Arashiyama Station ternyata Saga Torokko Station itu tutup sepertinya setiap hari Rabu memang tutup, hiks...
      Jadi saya berjalan kaki menuju Bamboo Groves, karena banyak turis yang ke sana juga saya ikutin mereka dari belakang hehehe... Ternyata gak begitu jauh, 5-7 menit saja sudah bisa melihat bambu2 tersebut. Saya pun menelusuri jalan yang kecil itu. Di sana ada beberapa kuil tapi saya gak mampir ke semua kuil itu karena harus bayar lagi & saya masih harus ke tempat lain setelah ini, jadi saya cuma mampir Nonomi Ya (kalau gak salah). Setelah itu saya kembali ke Saga-Arashiyama. Saya sempat salah jalan, di panah jalan ada stasiun juga gak jauh dari Nonomi Ya, saya lewat situ ternyata itu stasiun untuk scenic train, ya tutup kan. Saya pikir bisa balik ke Saga-Arashiyama dari situ, ternyata gak bisa jadi saya balik lagi ke jalan yang tadi (karena takut nyasar & udah capek, panas juga ternyata). Sebelum ke Saga-Arashiyama saya mampir dulu ke cafe, minum green tea latte &  ber-AC ria hehehe... 
      Saya pun lanjut ke Fushimi Inari. Salah satu hal yang saya suka di Fushimi Inari adalah, cari tempatna gampang! Keluar dari stasiun sudah kelihatan jadi gak usah using2 cari jalan. Karena saya belum makan dari pagi, saya duduk dulu di pinggiran & makan bakpao yang saya beli dari Osaka. Bakpaonya sudah dingin tapi untung masih enak, saya beli 2 tapi saya makan 1 saja & setelah itu langsung menuju torii2 yang sudah menanti saya  

      Cukup rame, tapi semakin ke dalam, semakin jauh, ya agak sepi juga. Tadinya saya mau muterin semua yang ada di peta, tapi gak jadi karena takut kejauhan. Saya berada di sini hampir 2 jam, karena sekalian bersantai & menunggu check in hotel jam 3. Lalu sekitar jam 4 saya pun menuju hotel. Hotel kali ini berada di dekat Gion, sengaja saya mencari daerah sini, jadi kalau malam tinggal jalan kaki ke Gion & hotel ini adalah ryokan. Saya sempat keputar2 cari ryokannya, ya entah saya gak bisa baca GPS nya atau memang GPS nya yang error, depan jadi belakang, kiri jadi kanan. Kira2 30 menit lah saya keputar2, saya sampai di ryokan jam 5. Di sinilah terjadi hal yang tidak terduga...

      Check in jam 3, saya datang jam 5, & alamat yang benar. Saya mencoba membuka pintu masuk, tapi gak kebuka juga. Saya coba pintu yang satunya gak kebuka juga. Saya ketok2, saya teriak2 "Sumimasen!!!" gak ada jawaban. Saya bingung, ini ryokan gimana sih, orangnya kemana, lagi keluar atau memang sudah gak menyewakan kamar lagi??! Ada tulisan dalam bahasa Inggirs, tapi itu adalah cara kita membuka pintu (harus digeser) saya sudah coba geser tapi memang di kunci. Saya bingung, saya cuma bisa email CS  booking.com karena saya booking dari situ. Di depan ryokan ada sebuah bar kecil seperti rumah biasa, saya pun masuk & bertanya tentang ryokan itu. Berhubung bahasa Jepang saya terbatas & pemilik bar itu juga gak bisa bahasa Inggris jadi yaaa, nyambung gak nyambung. 
      Maksud ibu pemilik bar adalah kenapa saya gak coba telp, nah maksud saya HP saya ini gak bisa buat telp. Ibu itu pun mencoba telp seseorang (yang saya pikir bisa bahasa Inggris & bakal ngomong sama saya) ternyata bukan! Ibu itu cuma tanya apakah saya sudah reservasi, gubrak! Saya bilang sudah, lalu kita ke ryokan itu & mencoba ketok2 & membuka pintu tapi  masih gak ada jawaban. Setelah it kembali lagi ke bar, saya menunggu kira2 1 jam, tapi masih juga gak ada yang bukain. Mungkin ibu itu kasihan sama saya, saya dikasih minum & snacks secara gratis!! 
      Lalu saya pun langsung berpikir cari cara gimana ini, saya pun kembali bertanya pada Mbah Google. Banyak hotel di sana, tapi saya gak tau harganya, takut beda sama yang ada di internet. Akhirnya saya lihat ada Capsule Hotel lagi yang gak jauh dari situ & harga murah & only 1 left! Saya pun pamit & berterima kasih kepada ibu itu hiks... jadi terharu saya 
      Untunglah saya gak bawa koper, saya gak bisa bayangin saya udah capek2 bawa koper & keputar2 & endingnya gak dibukain pintu, sedih banget. Saya cuma bilang di email saya mau refund saja, karena saya sudah ke sana tapi tutup & sampai beberapa hari belum ada jawaban juga (tapi endingnya memang balik uangnya). 
      Sayapun tiba di Capsule Hotel. Saya kaget, karena saya gak reservasi jadi harganya 2x lipat!! Saya bilang, tadi saya lihat harganya cuma segini.., terus mereka bilang saya reservasi online dulu sekarang & kalau sudah ada confirm ke email baru saya check in. Kira2 10 menit setelah reservasi online saya pun sudah bisa check in, huuff, lega rasanya, gak di PHP-in lagi sama hotel hehehe... Sayang bgt saya sudah buang2 waktu 1 jam lebih. 

      Lalu sekitar jam 6:30 saya menuju ke Kyoto International Manga Museum. Tapi sesampainya saya di sana ternyata sudah tutup, gagal lagi gagal lagi... Saya langsung mampir ke cafe & minum Milk Tea lalu langsung menuju ke Gion dengan berjalan kaki selama 30 menit lebih (karena mampir2 dulu beli oleh2 lagi & beli Bubble Tea lagi). 
      Saya menelurusi sepanjang jalan di Gion Disctric, cukup rame, ya sebenarnya cuma begitu2 saja sih, gak lihat Geisha nya juga, ke kuilnya juga sudah gelap. Saya pun kembali ke hotel & kali ini agak nyasar juga karena bingung sendiri sama GPS, batre HP juga sudah mau habis, Power Bank juga sudah mati, jadi saya berharap bisa sampai hotel sebelum benar2 mati HP nya, sudah mau nyerah mau naik taksi saja tapi akhirnya sampai juga.

       
      Kamis, 10 September 2015

      Seperti Capsule Hotel yang sebelumnya, gak boleh makan & minum di lantai kamar kita, & harus check out sebelum jam 10, saya pun makan sisa bakpao di lobby. Kali ini saya turun ke lobby lebih pagi, sekitar 5:30 karena saya mau ke Kiyomizudera & kalau bisa ke Kinkakuji, Ginkakuji, Imperial Palace juga (tapi kenyataannya gak jadi). 
      Jam 6 saya mulai menunggu bus di halte. Kalau jalan kaki itu 20-30 menit, naik bus ya lebih cepat, tapi untuk sampai di kuilnya tetap harus jalan kaki juga. Jadi saya beli tiket bus untuk 1 hari seharga 500 Yen, saya turun di halte dekat Kiyomizudera. Masih pagi, saya sudah capek, karena jalanannya menanjak semua. Tapi daripada gak kemana2 gak ada yang jadi & ini sudah di depan mata, saya pantang menyerang, saya jalan terus. 
      Setibanya di depan gerbang, sudah ada larangan dilarang makan, minum & merokok. Saya bawa air minum & ditegur oleh petugas, boleh bawa tapi jangan minum di dalam katanya. Sepi bgt di sana, tempatnya luas & memang belum jam buka sepertinya. Saya mulai mutar2 keliling tempat itu, sempat agak bingung koq beda sama yang di foto yang saya lihat di internet, koq cuma begini saja. Saya lihat sepertinya sedang ada perbaikan, saya pun memutar balik & pergi menuju tangga naik ke Love Stone. Ya, di sini ada batu cinta, konon katanya kalau kita bisa berjalan dari batu A ke batu B dengan mata tertutup & jalan lurus intinya kisah cinta kita bagus, lancar & akan dikabulkan (kalau gak salah begitu) saya coba jalan eh untung saya langsung buka mata, ternyata di depan saya sudah tangga yang tadi saya lewati, untung gak jatuh Itu artinya apa ya, apa kisah cinta saya gak bagus ya hehehe (artinya saya selamat gak jatuh dari tangga).

      Lalu saya pun kembali ke tempat yang sepertinya sedang diperbaiki tadi, untung seribu untung, ternyata kalau saya jalan terus ke sebelah kiri, itu ternyata pintu masuk ke Main Hall nya & memang harus beli tiket. Saya pun beli tiket & ada beberapa orang juga yang baru datang & membeli. Setelah saya melewati Main Hall, saya bisa melihat pemandangan kota Kyoto, bagus bgt!! Saya lanjut berjalan mengikuti arah panah, dan ternyata... inilah yang saya cari... 

      Bagus bagus baguussss bgt! Gak nyesal saya capek2 jalan ke sini. Ini yang paling berksesan selama di Kyoto. Karena sudah dapat yang bagus sepert ini, saya gak jadi ke Kinkakuji, Ginkakuji dll, saya menikmati tempat ini dulu. Saya turun ke bawah & melihat Main Hall nya dari bawah, benar2 beda bgt sama kuil2 yang saya kunjungin sebelumnya. 
      Setelah puas berada di sana, sekitar jam 8 saya kembali ke hotel untuk beresin barang & check out karena waktu sudah mepet. Saya ingin ke Kyoto Station sepagi mungkin untuk mengejar kereta ke Gotemba. 

      Singkat cerita saya sampai di Kyoto Station jam 9:30 pagi, saya mencari money changer dulu & membeli oleh2 lagi. Setelah itu saya reservasi kursi untuk ke Gotemba, saya ambil yang jam 11, jadi saya ada waktu untuk beresin koper lagi. Karena sepertinya ini bakalan ribet, perjalanan menuju Gotemba itu hampir sekitar 3 jam karena saya harus transfer di Atami & Numazu. 
      Saya tiba di Gotemba Station sekitar jam 2, seperti biasa, cari locker lagi, tapi kali ini bukan ide yang bagus karena ternyata hotelnya dekat bgt, tinggal jalan lurus saja tapi ya sudah terlanjur & lockernya juga lebih murah, cuma 600 Yen. Setelah itu saya pun berjalan ke hotel, check in di mulai dari jam 3 tapi saya sampai lebih awal & untungnya dibolehkan untuk langsung check in & masuk ke kamar. 

      Menurut saya, saya buang2 waktu selama di Gotemba. Karena saya melakukan kesalahan, yaitu, saya gak membaca dengan benar tentang Fuji-Hakone Pass. Saya pikir orang2 di sana pada tahu, ternyata gak. Mereka malah tanya saya mau kemana, Hakone & Fuji itu beda arah. Di itinerary yang saya susun, sebenarnya hari ini itu ke Hakone & besok ke Fuji/Kawaguciko. Tapi karena sempat hujan juga & gak ada Ticket Pass rencana itu batal.
      Akhirnya saya cuma ke Gotemba Outlet untuk beli koper & makan karena saya sudah pusing & capek. Saya pun mulai bertanya2 lagi di Forum ini & akhirnya saya tahu bahwa beli Pass nya itu dari Shinjuku (kalau gak salah). 

      Saya sempat bertanya di bagian informasi Outlet, kalau saya mau ke Hakone/Fuji itu gimana & naik apa. Mereka bilang Naik bus, tapi karena saya gak ada Ticket Pass, jadi saya harus bayar kalau turun naik bus. Lebih mahal juga apalagi kalau mau naik cruise di Lake Ashi & Ropeway di Owakudani (tapi lagi ditutup juga karena vulkanik sedang tinggi & jadi bahan pertimbangan saya gak jadi ke Hakone). Kalau bus ke Kawaguchiko itu juga ada, tapi karena sudah sore, untuk bus kembali ke Gotemba itu yang paling terakhir sekitar jam 8 & saat it sudah sekitar jam 4, perjalanan saja sudah 1 jam. Daripada buang2 uang & buang2 waktu jauh2 juga & cuma sebentar ya gak jadi saya. Setelah dari Outlet balik ke hotel & menyusun rencana buat besok. Saya sudah tepar di hotel, sekitar jam 9 saya pun langsung tidur karena besok benar2 harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
      Sekian FR Part 2 saya, maaf lebih panjang dari yang Part 1, tapi begitulah yang saya alami & saya rasakan :) Thanks sudah membaca FR ini! Bersambung ke Part 3
       
       

       
       

    • akomodasi murah
      By kimcheekorea
      Halo! Kimchee Guesthouse merupakan penginapan di Korea Selatan yang memiliki keunggulan:

      1.     Fasilitas lengkap dengan Harga yang MURAH dan bervariasi.

      2.     Berbagai Lokasi STRATEGIS di pusat kota Seoul (lokasi kami berada di Gangnam, Hongdae, Sincheon, Stasiun Seoul, dan area downtown.

      3.     Tempat yang BERSIH, AMAN, dan NYAMAN.

      4.     Staff yang RAMAH dan bisa berbagai Bahasa, dll.

      Merupakan pilihan yang sangat tepat untuk tinggal di guest house kami, bila Anda sedang berkunjung ke Korea Selatan. BERGABUNGLAH dengan KAMI dan DAPATKAN PROMO MENARIK AKHIR TAHUN dengan mengunjungi website kami di https://kimcheeguesthouse.com/id/