• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
lictan

The Black Death

6 posts in this topic

Pernah denger gak soal The Black Death atau yang dikenal juga dengan nama The Black Plague? The Plack Death adalah salah satu pandemi paling mematikan di dunia. Wabah ini diperkirakan dimulai dari Asia Tengah. Sekitar tahun 1340-an wabah ini menyebar ke Eropa. The Black Death diperkirakan telah membunuh antara sepertiga hingga dua pertiga populasi manusia di Eropa. Kematian mencapai 20 sampai 30 juta hanya di Eropa. Dan pandemi ini bertanggung jawab atas kematian 75 juta orang di seluruh dunia.

 

The+Black+Death.jpg

 

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Manusia infeksi Yersinia pestis mengalam tiga penyakit utama: pneumonia (radang paru-paru), septicemia (keracunan darah), dan pes. Jadi sumber wabah mematikan ini adalah dari populasi hewan di China. Belum lama pandemi ini oleh CDC (Pusat Pengendalian Penyakit) Amerika Serikat telah diklasifikasikan sebagai kategori patogen A yang memerlukan perhatian penting untuk kemungkinan dimanfaatkan oleh para teroris karena pandemi ini bisa dijadikan sebagai senjata biologis.

 
Inilah+ujud+si+Yersinia+pestis..jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah baru denger ane gan, taunya selama ini cuman black market,hwehehehe.,. Berarti hampir sama dgn H5N1 ya,dulu pas kuliah ada 1 lagi apa ya namanya lupa ane,tapi pokoknya yg menyebabkan diare berdarah gt,hiiiii.,.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Manusia infeksi Yersinia pestis mengalam tiga penyakit utama: pneumonia (radang paru-paru), septicemia (keracunan darah), dan pes.

 

Sebenarnya bukan 3 penyakit utama tapi lebih ke sindrom.

sindrom itu kumpulan gejala2 penyakit.

nah si Y. Pestis ini menyerang saluran pernafasan dan kelenjar getah bening. bila sudah menyebar ke seluruh tubuh (bentuk paling parah) akan menyebabkan sepsis (septicemic).

karena itu gejala awalnya penyakit saluran pernafasan (pneumonia) dalam bentuk batuk dan pembesaran getah bening yang ujung2nya menyebabkan abses dan gangren (biasanya yang sering kena daerah inguinal/selangkang paha).

bila udah kena sepsis, udah gak bakal tertolong lagi (sepsis ini bisa terjadi di semua penyakit infeksi)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sebenarnya bukan 3 penyakit utama tapi lebih ke sindrom.

sindrom itu kumpulan gejala2 penyakit.

nah si Y. Pestis ini menyerang saluran pernafasan dan kelenjar getah bening. bila sudah menyebar ke seluruh tubuh (bentuk paling parah) akan menyebabkan sepsis (septicemic).

karena itu gejala awalnya penyakit saluran pernafasan (pneumonia) dalam bentuk batuk dan pembesaran getah bening yang ujung2nya menyebabkan abses dan gangren (biasanya yang sering kena daerah inguinal/selangkang paha).

bila udah kena sepsis, udah gak bakal tertolong lagi (sepsis ini bisa terjadi di semua penyakit infeksi)

wahaha.. mantab nih penjelasan langsung dari ahlinya. 

 

Saya sendiri sih ga pernah dengar tentang masalah ini. Jangan sampai ada deh senjata-senjata biologis, emang ada aja orang-orang yang ga seneng ya kl org lain idup tentram -.-"

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah baru denger ane gan, taunya selama ini cuman black market,hwehehehe.,. Berarti hampir sama dgn H5N1 ya,dulu pas kuliah ada 1 lagi apa ya namanya lupa ane,tapi pokoknya yg menyebabkan diare berdarah gt,hiiiii.,.

 

oh yang kayak raditya dika wkwkwk

 

 

Sebenarnya bukan 3 penyakit utama tapi lebih ke sindrom.

sindrom itu kumpulan gejala2 penyakit.

nah si Y. Pestis ini menyerang saluran pernafasan dan kelenjar getah bening. bila sudah menyebar ke seluruh tubuh (bentuk paling parah) akan menyebabkan sepsis (septicemic).

karena itu gejala awalnya penyakit saluran pernafasan (pneumonia) dalam bentuk batuk dan pembesaran getah bening yang ujung2nya menyebabkan abses dan gangren (biasanya yang sering kena daerah inguinal/selangkang paha).

bila udah kena sepsis, udah gak bakal tertolong lagi (sepsis ini bisa terjadi di semua penyakit infeksi)

 

wah gitu ya thanks nih infonya :D

 

 

wahaha.. mantab nih penjelasan langsung dari ahlinya. 

 

Saya sendiri sih ga pernah dengar tentang masalah ini. Jangan sampai ada deh senjata-senjata biologis, emang ada aja orang-orang yang ga seneng ya kl org lain idup tentram -.-"

 

 

 

wah, kalo ngomongin senjata biologis, isunya Israel sedang membuat senjata biologis tuh...

emang senjata biologis lebih mematikan dari pada senjata mekanik.

efeknya itu loh...

 

wah baru tau nih soal israel.. serem juga ya senjata biologis senjata kimia sama nuklir gitu, masalahnya jangkauannya banyak sih..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By sehatq
      Kita sudah tahu bahwa jantung memiliki peran vital dalam tubuh untuk memompa darah. Namun seperti organ tubuh lainnya, jantung manusia juga memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi yang tidak kita inginkan. Salah satu kondisi tersebut yakni kardiomegali. Apa itu kardiomegali? Dan apa yang menjadi penyebabnya?
      Kardiomegali merupakan sebuah kondisi dimana jantung mengalami pembengkakan atau pembesaran yang tidak normal. Kondisi kardiomegali ini bukanlah suatu penyakit, melainkan dapat menjadi tanda dari dari penyakit atau kondisi medis lain.
      Apa yang Menyebabkan Terjadinya Kardiomegali?
      Ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya pembesaran pada jantung. Misalnya, kardiomegali dapat dipicu oleh suatu kondisi di mana jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya.
      Kardiomegali juga dapat disebabkan oleh kelainan pada otot jantung. Ada pula kasus dimana jantung dapat membesar dan menjadi lemah tanpa sebab yang jelas (disebut dengan kondisi idiopatik).
      Beberapa kondisi medis di dalam tubuh manusia dapat berkaitan dengan kardiomegali. Kondisi medis tersebut di antaranya adalah:
      ●     Valvular heart, atau penyakit katup jantung
      ●     Hipertensi pulmonal atau hipertensi arteri paru, yakni kondisi di mana terjadinya penyumbatan pembuluh nadi yang menuju paru-paru
      ●     Tekanan darah tinggi
      ●     Kardiomiopati, yakni kelainan yang terjadi pada otot jantung
      ●     Anemia atau kurangnya sel darah merah
      ●     Hemokromatosis, yakni kondisi medis dimana tubuh kelebihan zat besi
      ●     Menumpuknya cairan pada perikardium (kantong yang menyelimuti jantung)
      ●      Gangguan pada kelenjar tiroid, misalnya hipotiroid atau kurangnya hormon serta kebalikannya, hipertiroiditis atau kelebihan hormon tiroid dalam tubuh
      ●      Kelainan jantung bawaan, misalnya anomali ebstein, koarktasio aorta, defek septum ventrikel,  defek septum ventrikel, patent ductus arteriosus, dan tetralogy of fallot
      ●      Penyakit langka yang bisa berdampak pada jantung, misalnya amiloidosis atau kondisi di mana berkumpulnya zat protein amiloid di organ-organ tubuh.
      Kenali Juga Faktor Risikonya
      Memiliki faktor risiko terserang penyakit jantung membuat kita memiliki potensi untuk mengalami kardiomegali. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:
      ●      Kegemukan atau obesitas
      ●      Hipertensi atau tekanan darah tinggi
      ●      Memiliki keluarga yang juga menderita kardiomegali
      ●      Pernah mengalami serangan jantung
      ●      Mempunyai gangguan metabolik, seperti penyakit tiroid
      ●      Gaya hidup pasif atau malas bergerak
      Itulah beberapa hal yang menyebabkan jantung kita bisa mengalami pembesaran atau kardiomegali. Jika dilihat pada faktor risiko, ada beberapa hal yang bisa lakukan untuk mengurangi kemungkinan terserang penyakit jantung yang menyebabkan kardiomegali. Di antaranya yakni mulai aktif berolahraga serta menjaga asupan yang cukup.
    • By sehatq
      Pernah ngga, kamu merasakan bangun tiba-tiba dari tidur, dan merasa kaget? Atau terbangun karena kamu mengalami mimpi terjatuh dari ketinggian? Kondisi kaget saat tidur ini dinamakan hypnic jerk.

      Hypnic jerk atau mioklonus terjadi ketika otot-otot tubuh mengalami kontraksi atau menegang secara mendadak, pada saat kita terlelap. Sebenarnya, cegukan adalah salah satu bentuk mioklonus, pada saat kita terjaga. Kondisi ini muncul akibat kontraksi tiba-tiba otot diafragma.
      Orang dewasa lebih sering kaget saat tidur
      Hypnic jerk atau kaget saat tidur dialami kurang lebih 50% orang dewasa, meski dapat terjadi pada bayi dan anak-anak.
      Perlu diingat, kaget saat tidur ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa disertai riwayat penyakit tertentu. Penyebab pasti dari hypnic jerk ini belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga berkontribusi dalam menimbulkan terjadinya hypnic jerk.
      Berikut ini beberapa faktor yang bisa membuat kaget saat tidur. Apakah pernah mengalaminya?
      1.    Kurang tidur
      Kurang tidur merupakan kondisi yang berhubungan dengan terjadinya hypnic jerk. Sementara itu, hypnic jerk yang berulang, juga dapat mengakibatkan gangguan tidur atau insomnia kronis.
      2.    Olahraga sebelum tidur
      Olahraga atau aktivitas fisik memang baik untuk tubuh. Namun, apabila olahraga dilakukan pada sesaat sebelum jam tidur, kamu malah jadi sulit tidur.
      3.    Kecemasan dan stres
      Perasaan cemas dan stres membuat kita selalu terjaga, karena otak tetap aktif pada saat kita tidur. Hal ini menyebabkan otak mengirim sinyal waspada dan menyebabkan kita terbangun secara tiba-tiba, pada saat tidur.
      4.    Konsumsi kafein dan nikotin
      Teh dan kopi dengan kafein, merupakan zat stimulan yang mungkin sering kamu konsumsi. Selain kafein, nikotin menimbulkan hypnic jerk. Sebab, zat-zat stimulan tersebut membuat tubuh terus terjaga, dan menjadikanmu susah tidur nyenyak.
      Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, hypnic jerk merupakan hal yang alami dan dapat terjadi pada siapa saja. Oleh karena ini, selalu hindari faktor-faktor risiko di atas, untuk mengurangi kecenderungan terjadinya hypnic jerk.
    • By sehatq
      Memasuki usia 40 tahun, tanda-tanda penuaan perlahan tapi pasti mulai terlihat dan terasa. Salah satu organ tubuh yang sangat mungkin terkena adalah mata. Saat penglihatan dirasa sulit untuk melihat sesuatu dalam jarak dekat, bisa jadi seseorang mengalami apa yang disebut dengan rabun tua.
      Banyak informasi mengenai rabun tua yang dapat diakses di zaman now termasuk internet. Namun, tidak semua info tersebut benar, mengingat mudahnya hoax untuk menyebar. Berikut beberapa mitos rabun tua yang ternyata tidak benar.
      1.    Wanita lebih mudah mengalami rabun tua
      Beberapa riset memang menemukan jumlah wanita yang menderita rabun tua lebih banyak dibanding pria.
      Hal ini terjadi bukan karena wanita lebih mudah terkena. Akan tetapi, wanita memiliki kebutuhan yang lebih besar akan melihat dekat dibanding pria dalam kegiatan sehari-hari sehingga ketika mulai kesulitan melihat dekat sedikit pun, wanita akan cenderung memeriksakan matanya sehingga dengan cepat diketahui adanya rabun tua.
      2.    Mata yang sehat tidak akan terkena rabun tua
      Rabun tua merupakan salah satu proses penuaan yang terjadi pada semua orang. Mata yang sehat atau memiliki tajam penglihatan normal tidak menjamin seseorang tidak mengalami rabun tua.
      3.    Rabun tua dapat dicegah
      Tidak ada makanan, minuman, atau aktivitas yang dapat mencegah rabun tua. Hal yang dapat Anda lakukan yaitu melindungi mata dan penglihatan Anda.
      4.    Rabun tua sama dengan rabun dekat
      Keluhan pada rabun tua dan rabun dekat memang sama, yaitu sulit melihat dengan jelas sesuatu dalam jarak dekat. Bedanya, rabun tua dialami orang yang berusia 40 tahun ke atas. Pada rabun tua, terkadang melihat jauh pun turut menjadi masalah.
      5.    Kerja mata terlalu berat menimbulkan rabun tua
      Rabun tua tidak disebabkan oleh lelahnya mata atau penggunaan yang berlebihan. Kondisi ini merupakan efek penuaan yang menyebabkan beberapa komponen mata tidak fleksibel seperti saat muda.
      6.    Rabun tua bisa menjadi buta
      Kondisi rabun tua tidak membuat seseorang buta. Alat bantu yang tepat akan menolong penderita rabun tua untuk kembali melihat dengan jelas.
      Demikian beberapa hoax yang ternyata sering dipahami orang sebagai kebenaran mengenai rabun tua. Berhati-hatilah dalam membaca informasi yang anda temukan. Pastikan informasi tersebut valid dan benar adanya.
    • By sehatq
      Biduran karena alergi dingin bisa terjadi pada anak-anak. Saat anak Bunda menunjukkan tanda kulit kemerahan, bintik-bintik, dan gatal ketika dingin maka bisa saja itu menjadi tanda dirinya mengalami biduran karena alergi dingin lho!
      Jika kondisi ini menyerang Si Kecil, apakah Anda sudah siap menjalankan cara mengatasi alergi dingin, agar anak cepat pulih?
      Adakah cara mengatasi alergi dingin?
      Biduran karena alergi dingin disebut juga urtikaria. Saat dingin, tubuh bisa melepaskan histamin dan zat kimia lain ke dalam aliran darah. Zat kimia tersebut memicu munculnya gatal, bintik-bintik, dan kemerahan di kulit anak bunda. Nah, biduran itu bisa muncul di satu tempat atau tempat yang berbeda-beda. Ukuran biduran pun bisa bervariasi.
      Apapun yang dingin bisa memicu terjadinya biduran pada anak yang memiliki alergi dingin. Contohnya, bila anak bunda berada di tempat yang udaranya dingin, minum air es atau menyentuh benda yang dingin maka bisa menyebabkan biduran.
      Alergi dingin bahkan bisa menimbulkan gejala lain, misalnya area tubuh yang terkena dingin menjadi bengkak. Selain itu, Bunda juga harus merasa khawatir bila biduran karena alergi dingin menyebabkan Si Kecil pingsan, sesak napas atau jantungnya berdetak kencang. Bila hal itu terjadi sebaiknya, segera bawa anak bunda ke dokter ya!
      Jadi, Bunda bisa mengetahui cara terbaik untuk mengatasi alergi dingin yang dialami Si Kecil.
      Faktor risiko biduran karena alergi dingin
      Tahukah Bunda, kalau ternyata ada faktor risiko yang bisa membuat Si Kecil terkena biduran karena alergi dingin? Ada dua faktor risiko yang harus bunda tahu. Keduanya yaitu:
      Sifat bawaan: Ternyata, biduran karena alergi dingin bisa diturunkan dari orangtua kepada anak. Tapi, hal ini jarang terjadi. Kondisi kesehatan: Kanker atau hepatitis juga bisa mendasari anak Bunda terkena biduran karena alergi dingin. Saat merasa Si Kecil memiliki faktor risiko tersebut, sebaiknya jangan membawanya ke tempat dingin atau memberinya makanan dan minuman yang dingin. Bunda harus menjaganya agar terhindar dari biduran karena alergi dingin.
      Biduran karena alergi dingin pada anak biasanya tidak berlangsung lama. Namun, Bunda bisa memberinya obat alergi. Pastikan menggunakan obat sesuai anjuran dokter ya, agar keadaan anak Bunda bisa secepatnya pulih.
    • By sehatq
      Bagi penderita sakit jantung, stroke akibat penyumbatan, emboli paru, atau trombosis vena dalam, nama antikoagulan tidaklah asing di telinga mereka. Salah satu contohnya adalah warfarin.
      Dalam memberikan antikoagulan, diperlukan beberapa pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi darah Anda sebelum memberikan obat pengencer darah ini.

      Jangan gunakan obat antikoagulan jika Anda mengalami kondisi ini
      Setelah mengetahui kondisi darah Anda, maka dokter akan menyesuaikan dosis pemberian antikoagulan Anda sehingga efek yang diharapkan sesuai dan tidak merugikan Anda.
      Namun, terdapat beberapa kondisi di mana antikoagulan bisa berbahaya bagi penggunanya.
      1.    Tindakan operasi
      Ketika Anda menggunakan antikoagulan dan Anda memerlukan tindakan operasi atau tindakan invasif lainnya, pastikan petugas kesehatan di tempat tersebut tahu akan penggunaan antikoagulan Anda.
      Tindakan invasif termasuk pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis seperti endoskopi dan sistoskopi. Tindakan-tindakan ini dapat membuat luka dalam prosesnya. Jika Anda menggunakan antikoagulan, maka pendarahan dari luka ini akan menghasilkan darah yang lebih banyak dari normalnya.
      Alih-alih sembuh, mungkin Anda akan menambah perawatan jika Anda tidak memberitahu petugas kesehatan yang ada.
      2.    Hamil
      Antikoagulan seperti warfarin umumnya tidak diberikan pada wanita hamil karena dapat mengganggu bayi dalam kandungan. Bayi bisa mengalami pendarahan atau kecacatan akibat obat ini.
      Biasanya, jika memang diperlukan, dokter akan memberikan antikoagulan pada kehamilan trimester kedua, yaitu bulan ke 5 hingga ke 8 kehamilan.
      Jika Anda sedang konsumsi antikoagulan, sebaiknya gunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan Anda untuk mecegah kehamilan..
      3.    Menyusui
      Antikoagulan warfarin biasanya tetap dapat Anda gunakan saat menyusui bayi Anda. Heparin juga masih tergolong aman untuk ibu menyusui. 
      Namun, jika Anda dalam penggunaan antikoagulan lain, beritahu dokter Anda agar antikoagulan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.
      4.    Mengalami luka
      Hindari terjadinya luka saat Anda menggunakan antikoagulan. Luka yang dimaksud adalah luka fisik yang dapat menyebabkan keluarnya darah.
      Berhati-hatilah saat menyikat gigi, bercukur, dan berkebun. Luka kecil saja dapat membuat pendarahan yang lebih banyak dari biasanya saat Anda menggunakan antikoagulan. Selain luka, hindari juga terjadinya benturan di kepala Anda.
      5.    Makanan dan minuman tertentu
      Saat menggunakan antikoagulan, perhatikan menu makanan Anda. Sayuran hijau dan hati yang banyak mengandung vitamin K perlu dikontrol jumlahnya. Selain itu, konsumsi alkohol juga perlu dihindari saat menggunakan antikoagulan.
    • By sehatq
      Terkadang batuk muncul disertai pilek bagi beberapa orang yang alergi terhadap pergantian suhu. Bila gejala pilek juga muncul, maka dibutuhkan obat batuk dan pilek yang dikombinasi secara bersamaan. Akan tetapi, mendapatkan obat dengan kombinasi formula yang tepat dan sesuai dengan kondisi setiap orang bukanlah hal mudah. Oleh sebab itu, penyembuhan batuk dan pilek juga harus didasarkan pada gejala yang muncul pada penderita, antara lain

      1. Bersin dan Hidung Tersumbat
      Bersin dan hidung tersumbat seringkali melanda ketika pergantian musim atau mengalami kondisi alergi pada dingin. Jika batuk disertai dengan bersin dan hidung tersumbat, ada beberapa jenis obat yang bisa digunakan untuk meringankan gejala ini, di antaranya:
      ●     Antihistamin, obat yang digunakan hampir pada setiap gangguan hidung tersumbat ini memang efektif melegakan pernapasan. Namun, obat jenis ini tidak bisa digunakan ketika seseorang mengalami batuk berdahak karena menyebabkan dahak tetap berada di paru-paru.
      ●     Dekongestan, obat jenis ini biasa digunakan saat meredakan hidung tersumbat dan melegakan pernapasan. Dekongestan juga seringkali digunakan bersamaan dengan kombinasi obat lainnya untuk mengatasi batuk yang disertai pilek.
      2. Batuk Berdahak dan Kering
      Dikutip dari https://www.sehatq.com obat batuk terdiri dari dua jenis berdasarkan fungsinya. Batuk berdahak diatasi dengan obat yang mampu mengencerkan dahak dan melegakan tenggorokan. Sementara obat untuk batuk kering biasanya dikomposisikan dengan kombinasi obat yang menekan batuk secara refleks.
      3. Nyeri dan Demam
      Nyeri dan demam biasanya juga menyertai kondisi batuk dan pilek, sehingga semakin menyiksa kondisi pasien. Obat dari golongan NSAID dan Acetaminophen biasanya diresepkan dokter untuk mengurangi gejala ini. Beberapa golongan obat NSAID yang berfungsi mengurangi demam dan nyeri, seperti Ibuprofen dan Aspirin.
      Penggunaan obat NSAID lebih difokuskan untuk pasien dengan usia dewasa, sementara anak-anak dan remaja bisa menyebabkan risiko jangka panjang pada kesehatannya.
      4. Sakit Tenggorokan
      Selain nyeri disertai demam, batuk dan pilek juga menimbulkan gejala tidak nyaman pada tenggorokan. Gejala ini bisa terjadi karena peradangan pada tenggorokan yang menimbulkan pasien jadi sulit makan hingga dehidrasi. Penggunaan Ibuprofen dan Aspirin bisa mengurangi gejala ini.
      Butuh Penanganan Lainnya?
      Tidak sedikit orang yang memilih menangani batuk dan pilek dengan menggunakan kombinasi obat batuk dan pilek tertentu. Namun, bila Anda masih ragu dengan cara tersebut sebaiknya lakukan pengecekan terlebih dulu pada kondisi tubuh Anda. Terangkan pada dokter tentang gejala dan hasil cek up untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
      Baca Label Obat
      Selain membeli obat dengan mengetahui gejala yang terjadi pada tubuh Anda, pastikan membaca beberapa keterangan yang ada pada obat batuk dan pilek tersebut. Misalnya mengenai komposisi obat, kegunaan, cara pemakaian, dan peringatan penyimpanan serta dosis obat.
      Kapan Menghubungi Dokter?
      Jika kondisi tidak mengalami perubahan pada waktu yang lama, sebaiknya Anda melakukan konsultasi pada dokter. Saat yang tepat untuk menghubungi dokter antara lain ketika kondisi Anda mengalami gejala lebih parah selama 2 minggu, demam tinggi hingga mencapai 40o Celcius, dan sakit tenggorokan lebih dari 5 hari
    • By sehatq
      Mimisan memang sering terjadi pada anak-anak. Tidak jarang, kondisi ini bisa membuat Bunda khawatir. Namun, dengan cara mengatasi mimisan yang tepat, kondisi ini sebanarnya bisa reda dengan cepat. Bunda tidak perlu panik, karena mimisan pada anak pun biasanya tidak menandakan suatu gangguan kesehatan yang serius. Meski begitu, Bunda juga tetap perlu berhati-hati jika mimisan yang dialami dirasa tidak kunjung berhenti dan disertai dengan gejala-gejala lain.

      Cara mengatasi mimisan pada anak yang perlu Bunda ketahui
      Mimisan paling sering terjadi pada anak berusia 3 hingga 10 tahun. Biasanya, kondisi ini bisa terjadi karena udara kering atau karena anak tidak sengaja melukai bagian dalam hidung dengan jari atau kuku.
      Meski mimisan terlihat cukup menyeramkan, namun Bunda bisa melakukan cara mengatasi mimisan yang tepat di bawah ini untuk membantu meredakannya:
      Tetap tenang dan beritahu anak untuk juga tetap tenang. Bawa anak untuk duduk tegak di kursi atau di pangkuan Bunda, lalu posisikan kepalanya sedikit menunduk. Jangan posisikan kepala anak pada posisi menengadah atau mendongak. Hal ini bisa membuat darah mengalir ke belakang tenggorokan dan bisa menyebabkan anak mual, muntah, dan batuk. Jepit cuping hidung perlahan, dengan tisu atau handuk yang halus. Lakukan hal ini selama kurang lebih 10 menit. Jika berhenti terlalu cepat, mimisan bisa kembali terjadi. •    Biarkan anak beristirahat dengan santai setelah mimisan berhasil diatasi. Beritahu kepada si kecil untuk tidak mengorek-ngorek hidung atau mengusap-ngusap hidung setelah mimisan. Jika cara mengatasi mimisan tidak membuahkan hasil, segera hungi dokter Meski mimisan umumnya bukanlah kondisi yang membahayakan, terdapat kondisi-kondisi tertentu yang membuat mimisan perlu mendapatkan penanganan dari dokter. Hubungi dokter apabila:
      Si kecil sangat sering mimisan Mungkin baru saja memasukkan suatu benda ke hidungnya Anak terlihat mudah memar Punya kecenderungan berdarah banyak, meski luka yang dialami hanya kecil, atau gusinya mudah berdarah Baru-baru ini mengonsumsi obat yang sebelumnya belum pernah dikonsumsi Mimisan yang dialami disertai dengan gejala lain seperti pusing atau lemas Mimisan terjadi akibat benturan di kepala Tidak kunjung berhenti meski telah melakukan cara mengatasi mimisan dua kali berturut-turut Jadi, Bunda tidak perlu bingung lagi jika anak mimisan. Bunda tinggal mengikuti langkah-langkah di atas, dan mimisan pun diharapkan dapat segera berhenti. Jangan tunda untuk ke dokter jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda seperti di atas.