redocean

Keliling Pasar di Hanoi

11 posts in this topic

 

Walaupun lebih terkenal dengan berbagai macam danau dan bangunan bersejarahnya, Kota Hanoi juga memiliki pusat-pusat perbelanjaan souvenir yang bisa anda kunjungi. Anda bisa menemukan berbagai macam souvenir dari mulai jenis souvenir pada umumnya hingga kerajinan-kerajinan khas Vietnam. Berikut beberapa tempat yang menjadi pusat perbelanjaan para turis dalam mencari oleh-oleh:

  • Dong Xuan Market

Terletak sekitar 900 meter dari Hoan Kiem Lake, anda pasti dengan mudah menemukan pasar ini. Dong Xuan Market merupakan pasar terbesar di Kota Hanoi. Anda akan menjumpai betapa padatnya pasar ini. Antara satu kios dan kios lainnya memiliki jarak yang sempit sehingga anda harus pintar-pintar mencari jalan. Namun sepertinya, bagi anda yang sering berkunjung ke pusat perbelanjaan di Indonesia seperti Mangga Dua dan Tanah Abang akan terbiasa dengan hal ini.

Sebagai pasar terbesar di Kota Hanoi, Dong Xuan menyediakan berbagai macam jenis barang.

 

Anda bisa memilih apa saja untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Mulai dari aneka makanan hingga kaos, pakaian, sepatu, sandal, alat makan, gantungan, handuk, tas. Layaknya mall pada umumnya, Dong Xuan Market memang menyediakan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Anda bisa membelinya secara satuan, walaupun Dong Xuan Market lebih cenderung pada bentuk pasar grosir. Untuk masalah harga, anda bisa melakukan tawar menawar untuk mendapatkan harga terbaik. Harga di Dong Xuan Market dikenal lebih murah dari daerah lain di Kota Hanoi. Di sinilah pusat bisnis dan jual beli Hanoi berada. Anda akan merasakan hawa super sibuk dan padat di Dong Xuan Market.

 

Dong_Xuan_market.jpg

 

Pasar yang dahulunya merupakan salah satu saksi sejarah pertempuran sengit antara Pahlawan Vietnam dan Imperialis Perancis ini memiliki pasar outdoor yang digelar malam hari. Dong Xuan Night Market atau pasar malam Dong Xuan ini bisa menjadi tujuan jalan-jalan malam anda di Hanoi. Selain menjual berbagai barang, food court yang ada di pasar mala mini merupakan magnet lain dari Dong Xuan. Pasar ini selalu ramai dikunjungi baik oleh orang lokal maupun para turis asing. Oleh karenanya, selalu waspada terhadap segala kemungkinan tindakan para pencopet jahil.

 

  • Hang Da Market

Hang Da Market merupakan pasar terpadat kedua setelah Dong Xuan Market. Tempat dari Hang Da memang tidak sebesar Dong Xuan. Akan tetapi, Hand Da merupakan pasar yang menyediakan berbagai jenis kerajinan tangan ala Vietnam yang bisa anda jadikan buah tangan. Anda bisa mendapatkan keramik-keramik yang indah atau berbagai jenis pot dari tanah liat yang memukau.

 

Hang-Da-market.jpeg

 

Jangan ketinggalan untuk membeli aodai, pakaian adat khas Vietnam. Anda bisa mencoba ukurannya, apalagi untuk ukuran sesame orang Asia, pasti tidak sulit untuk mendapatkannya. 

Pastikan anda menawar mulai dari 50% harga yang ditawarkan para pedagang pada anda. Harga yang ditawarkan biasanya melambung jauh dari harga aslinya, apalagi untuk para turis. Hati-hati dan berusaha mendapatkan harga serendah mungkin. Hang Da market juga dikenal sebagai pasar barang bekas. Jika beruntung, anda akan mendapatkan barang second dengan kualitas yang tinggi.

 

  • Han Gai Street

Han Gai Street saat ini  dikenal sebagai silk street, karena di sini adalah pusat jual beli kain sutra beserta berbagai jenis produknya. Han Gai terletak di utara Hoan Kiem Lake. Perkembangan Han Gai sebagai Silk Street sangat pesat, karena awalnya tempat ini hanya populer di kalangan orang lokal Vietnam saja. Namun seiring dengan semakin banyaknya turis asing di Hanoi, maka Han Gai Street pun mulai terkenal. Han Gai merupakan jalan yang memiliki panjang hanya 250 meter namun memiliki lebih dari 90 kios yang menjual kain sutra dan berbagai produk lain seperti pakaian, dompet, dan lain sebagainya. Jalanan ini begitu terlihat memesona, karena warna-warni yang berasal dari kain sutra yang dipajang di sepanjang jalan. Anda bisa berbelanja sekaligus memanjakan mata dengan warna-warni yang indah di jalan Han Gai ini.

 

Vietnam-HanoiOldQuarter-small.jpg

  • Quang Ba Street

Jika Han Gai terkenal sebagai jalan sutera, maka Quang Ba adalah jalan bunga. Di sini merupakan pasar bunga yang dibuka sejak dini hingga pagi hari saja. Quang Ba terletak di distrik Tay Ho dan bisa menjadi tempat yang menarik yang bisa anda kunjungi di pagi hari. Bunga-bunga di sini berasal dari berbagai daerah di Kota Hanoi dan sekitarnya. Tengah malam, pasar ini mulai berdetak. Banyak sekali mobil dan motor pengantar bunga segar dari berbagai tempat di Hanoi dan para pedagang pun bersiap membuka kios masing-masing. Suasana pasar bunga ini begitu segar di pagi hari dan pastinya sangat indah. Walaupun tidak berbelanja, pasar ini menjadi tempat yang patut dikunjungi di pagi hari Kota Hanoi.

 

quang-ba-flower-market.jpg

Jalan2 likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah...menarik sekali Sis, di setiap pasar jadi mempunyai ciri khas masing2 ya...untuk harga pasarannya sendiri bagaimana Sis...mahal2 atau tidak?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Artikel yg sangat bermanfaat.. pasti berguna saat sy ke hanoi nanti...thanks!

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah...menarik sekali Sis, di setiap pasar jadi mempunyai ciri khas masing2 ya...untuk harga pasarannya sendiri bagaimana Sis...mahal2 atau tidak?

utk ukuran indo... mata uang vietnm msh trmsk murah sis.. jd hrga ya standar bs dbilng :)

 

Artikel yg sangat bermanfaat.. pasti berguna saat sy ke hanoi nanti...thanks!

jgn lupa fto2nya y mbaak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

seperti pasar tradisional ya mba...Quang Ba Street, kalau di Indonesia seperti pasar bunga yang ada di Rawa Belong...malah menurut saya masih bagusan di Rawa Belong karena tidak becek :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

seperti pasar tradisional ya mba...Quang Ba Street, kalau di Indonesia seperti pasar bunga yang ada di Rawa Belong...malah menurut saya masih bagusan di Rawa Belong karena tidak becek :D

iya bener pasar bunga gitu.. saya belum pernah ke Rawa Belong.. dimana itu sis?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah tempatnya keliatannya khas gitu ya kalau di sini harga nya terjangkau dong ya? tapi emang keliatan kayak pasar pada umumnya aja ya..

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah tempatnya keliatannya khas gitu ya kalau di sini harga nya terjangkau dong ya? tapi emang keliatan kayak pasar pada umumnya aja ya..

beda suasana aja ya mbak.. ini suasana luar negeri :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Update info saja.. Sept kemarin saya dari Hanoi..

Hang Da market sekarang jadi semacam mall kecil dengan berbagai butik internasional seperti LV, Ferragamo, Chanel, dll.  Saya tidak sempat masuk ke dalamnya, hanya beberapa kali lewat baik dengan mobil atau jalan kaki (malam hari, jadi sudah tutup ga bisa masuk). Menurut tour guide saya yg memang penduduk Hanoi, Hang Da market ini memang sekarang lebih banyak barang branded, tapi penduduk lokal Hanoi kurang suka belanja disana karena harga lebih tinggi dari toko2 tradisional yang memang ada di setiap sudut Hanoi. Kalaupun ke mall ini, penduduk lokal biasanya hanya untuk membandingkan harga, tapi nanti belanjanya tetap di toko tradisional. Demikian sekilas infonya, bagi yang ke Hanoi bisa dilihat sendiri yah...

kyosash likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • Dimana Beli Tiket ke Muine Dari Saigon?
      By Ahook_
      Tujuan utama ke Hochiminh bukanlah ke Hochiminh-nya, tapi ke Muine, butuh 5 jam perjalanan darat lagi dari kota terbesar kedua rumah Uncle Ho itu. Dari awal, saat pertama kali tiket sudah ditangan setahun sebelumnya, Hochiminh City / Saigon, aku jadikan kota transit saja. Tidak terlalu antusias untuk melihat lebih dekat kota itu. Dari hasil tanya jawab sama Om Google, benar saja, tidak ada apa-apanya di Saigon itu. Wisata kota dan belanja saja yang ada.
       
      Tidak jauh berbeda antara Hanoi dan Saigon, boleh cek disini deh. Bahkan saat di Saigon, aku tidak terlalu mengunjungi tempat- tempat mainstream yang banyak di-review travelers. Aku hanya ke beberapa tempat saja. Notredame Church, Post office, Ben Thanh market, Ho Chi Minh square dan sempat ke China town yang tidak ada apa-apanya.

      The Sinh Tour, gampang sekali ditemukan jika kamu tinggal didaerah Pham Ngu Lao.
      Karena itu, sesuai dengan tujuan pertama ke Saigon adalah untuk ke Muine, begitu sampai, langsung cari tiket bus ke Muine. Banyak review yang mengatakan lebih baik beli tour di The Sinh Tour. Akupun demikian. Rasa- rasanya, lebih terjamin. Aku sih tidak tahu operator yang lain, tapi pengalaman aku naik bus ini, tidak ada berhenti untuk naikkan penumpang ditengah- tengah perjalanan. Berhentipun, itu karena urusan kebelakang, dan itu hanya sekali saja.

      Schedule bus
      Oh ya, trip ke Muine, aku barengan sama 3 cewek cantik asal Jakarta yang hebat. Kalau tidak salah dengar, trip ini menjadi kali pertama bagi mereka untuk backpackeran. Bahkan 1 diantara mereka, yang menjadi ketua genk, baru pertama kali trip keluar negeri. Sekali lagi, aku bilang hebat. Kami bertemu di bus dari airport mau ke kota Saigonnya. Bisa baca juga , cara naik bus murah meriah dari dan ke airport.

      Penampakan bus
      Singkat cerita, aku memutuskan untuk trip bareng mereka ke Muine besok paginya. Beli tiket di The Sinh Tour dengan harga 89.000 Dong per orang ( 1 Rp = 0,6 Dong ) atau sekitar Rp 53.400,- sekali jalan dengan menggunakan sleeping bus. Perjalanan ke Muine memakan waktu sekitar 5 jam. Sepanjang perjalanan, tidak banyak yang bisa dinikmati. Kanan kiri adalah pepohonan, terkadang ada rumah penduduk.                

      Sleeping bus : 3 baris, 2 lorong buat jalan, 2 tingkat dan 1 toilet.
       
      Sleeping busnya lebih sempit dibanding saat aku naik dari Laos ke Hanoi. Bisa baca disini. Ada 3 jalur, tempatnya juga lebih kecil, tapi untuk duduk lebih gampang dibanding sebelumnya. Bus ini dilengkapi toilet dan wifi yang tidak bekerja maksimal. Tidak ada fasilitas power listrik buat kamu nge-charge barang elektronik. Aku tetap saranin, lebih nyaman pilihlah tempat dibagian atas. Suka baca buku, sediakanlah, suka dengarin musik, jangan lupa baterei alat pemutar musik kamu full.

      Ngobrol sama local`s yang juga sedang berlibur. 
      Tidak ada hal lain bisa dilakukan sepanjang perjalanan itu. Walaupun bawa buku bacaan, aku malah lebih memilih dengar musik dan melamun tak karuan. Aku pakai waktu 5 jam itu untuk mengkhayal semau aku. Entah apa sajalah. Seingatku, semuanya ya tentang traveling. Ingin kesana, mau kesitu. Intinya, aku mau keliling dunia. Amin...
       
      Mengkhayal menjadi satu aktifitas yang paling suka aku lakukan diwaktu senggang. Ingin menjadi siapa dan mau berbuat apa, sangat bebas. Karena itu, aku pernah tulis disini, andaikan hidup itu seindah di film, pasti menyenangkan dan sempurna.

      Menjelang tiba ke Muine disambut pemandangan seperti ini...
      Begitu juga, perjalanan pulang kembali ke Saigon pada malam harinya setelah sunset tour.  Kami naik sleeping bus tengah malam, dengan perkiraan, jam 6 pagi sudah tiba di Saigon. Harga tiket pulang lebih mahal dibanding pada saat datang. Kabarnya, jika mau dapat harga murah bisa langsung beli di The Sinh Tour Muine, tapi kantornya jauh dari keramaian kota.
       
      Kami beli di Asia Travel dengan harga 143.000 Dong. Bosnya baiklah, bersedia menunggu kami sampai bus datang menjemput kami walau sudah larut malam. Asiknya lagi, tempatnya ada free wifi yang kencang, rasa kantuk sedikit terusir walau sudah menunggu lebih dari 3 jam.
       

      Tempat menunggu bus sampai larut malam...
      Mungkin karena sudah capek main seharian , letih dan lelah. Begitu naik bus, langsung molor sampai perbehentian untuk buang air kecil. Setelah itu, molor lagi dan baru bangun ketika sudah tiba di Saigon. Wifi bus malam lebih kencang dan on sepanjang perjalanan. Rasanya, lebih memilih tidur daripada berselancar didunia maya.

      Bus malam dari Muine ke Saigon bersama 3 cewek cantik nan hebat...
       
      With love,
       
      @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • Kilas cerita tentang kereta di Vietnam
      By lysya
      Halo semua^^
      Ini postingan pertama saya di forum ini. Mau ikut berbagi referensi sekaligus sedikit cerita tentang pengalaman naik kereta di Vietnam saat solo trip pertama Saya bulan Oktober ini. Semoga referensinya ngga repost ya...
      Dalam perjalanan ke Vietnam tgl 13-18 Oktober 2015 lalu, ada 2x Saya menggunakan kereta api di Vietnam. Pertama untuk perjalanan dari Hue city menuju Hanoi menggunakan night train dengan 4 soft bed (sleeper), dan yang kedua untuk perjalanan dari Lao Cai menuju Hanoi menggunakan night train dengan soft seat. Mau pilih jenis sleeper ataupun soft seat, keduanya ada dalam satu rangkaian kereta, cuma beda gerbong aja. Karena dalam satu rangkaian kereta jarak jauh di Vietnam umumnya terdiri dari gerbong sleeper 4 soft bed, gerbong sleeper 6 hard bed, gerbong soft seat, dan gerbong hard seat. Kondisi semua gerbong sama-sama bersih, ber-AC, dan ada toilet. Karena saya cuma coba 2 jenis gerbong, maka saat ini cuma bisa ceritakan kondisi sleeper 4 soft bed dan soft seat aja ya…
        Pada soft seat, tiap penumpang cuma dapat fasilitas selimut dan di ujung gerbong hanya ada toilet saja. Menurut saya mirip gerbong eksekutif kereta jarak jauh di pulau Jawa. Hanya saja kursinya nggak seempuk kursi eksekutif di Indonesia tapi tetap nyaman dan bersih. Sayangnya colokan listrik & meja kecil pada gerbong soft seat yg saya naiki dari Lao Cai ke Hanoi, cuma disediakan pada 2 baris kursi yang ada di posisi paling tengah gerbong. Alhasil nggak bisa charging hape yg uda sekarat baterenya karna nggak dapat seat tsb :'(   gerbong soft seat dan lorong di gerbong 6 hard beds (sayangnya nggak bisa foto bagian dalam kabin karena masih ada penghuninya waktu mau ambil gambar)   Sedangkan di gerbong 4 soft bed, satu gerbong terbagi jadi beberapa kabin/ kamar tertutup yang masing-masing dilengkapi 4 kasur, bantal & selimut yang nyaman, 1 meja kecil & tempat sampah, colokan listrik tiap bed, serta wastafel, toilet, dan water dispenser di bagian ujung gerbongnya. Untuk jarak jauh, pastinya jenis 4 soft bed yang paling nyaman karena bisa tidur normal di atas kasur yang empuk. Tapi sayangnya, jenis ini bagi saya malah kurang rekomen buat solo female traveler. Karena kita nggak pernah tahu akan sekamar dengan orang seperti apa nantinya. Bisa jadi kamu sekamar dengan 3 orang cowok dan jadi cewek satu-satunya di dalam kabin atau cuma berduaan dengan seorang cowok aneh dan menyeramkan dalam satu kabin, hehe…ini lumayan bikin parno Saya, tapi nggak kepikiran waktu booking tiket 4 soft bed dan baru berasa waktu ngalamin sendiri.   gerbong 4 soft beds, abaikan gorden & isi kabin yang berantakan   Saat naik kereta dengan 4 soft bed dari stasiun Hue pkl. 21.30, Saya sendiri awalnya sekamar dengan seorang cewek lokal yang seumuran Saya dan hanya kami berdua dalam satu kabin karena saat itu kereta nggak terlalu penuh. Sayangnya sang cewek ini turun lebih awal daripada Saya, lalu diganti dengan penumpang lain dari stasiun berikutnya. Setelah itu Saya pun jadi sekamar dengan seorang bapak-bapak lokal yang nggak bisa ngomong english hingga Hanoi. Walaupun situasi aman terkendali dan sang Bapak bukan orang jahat, tetap aja bikin tidur jadi nggak tenang kalau tidur sekabin cuma berduaan dengan bapak-bapak. Alhamdulillah Bapaknya baik, sampai ngingetin waktu ada barang Saya yang hampir ketinggalan di kabin dan nunjukkin rute keluar stasiun menuju jalan Le Duan (walaupun cuma pakai bahasa isyarat, hehe…).   Cara Membeli Tiket Kereta   Cara beli tiket kereta api di vietnam pada dasarnya sama seperti di Indonesia, bisa datang langsung ke loket resmi di stasiun kereta api manapun di Vietnam atau beli online via situs resmi Vietnam Railways : www.dsvn.vn dan situs agent travel tertentu yang sudah terpercaya. Tentunya harga tiket akan lebih murah jika beli langsung dari situs resmi kereta api Vietnam atau datang langsung ke stasiun keretanya. Sayangnya dari info yang saya baca dari seat61 dan tripadvisor, saat ini situs resmi vietnam railway www.dsvn.vn tsb cuma terima pembayaran pakai credit cards Vietnamese aja, belum bisa terima pembayaran dari kartu kredit atau bank internasional. Buat Saya yang takut kehabisan tiket kereta & nggak sempat ke stasiun dulu pada H-1 keberangkatan, tentunya memilih booking lewat situs agent travel tertentu. Alhamdulillah dari hasil googling dapat info juga dari seat61 dan tripadvisor, kalau ada situs online www.baolau.vn yang rekomended untuk beli tiket kereta di Vietnam.   Booking tiket dari Baolau prosesnya sederhana, cepat & pakai bahasa Inggris. Ketersediaan tempat duduk & berth-nya juga cukup aktual dan menerima semua jenis kartu kredit internasional untuk pembayarannya. Email konfirmasi & e-ticket akan langsung dikirim Baolau ke email kita begitu proses booking dan payment selesai, serta terkonfirmasi. Untuk tiket-tiket yang keretanya beroperasi di bawah management Vietnam railway, e-ticket ini bisa langsung diprint & dipakai saat boarding di kereta, jadi nggak perlu ditukar lagi di stasiun. Sedangkan untuk tiket yang keretanya non-Vietnam railway seperti Fanxipan Express, King Express, Orient Express, atau Sapaly Express, e-ticket ini cuma berupa voucher dan nggak valid sebagai boarding pass sehingga harus ditukar dulu di loket stasiun sebelum memasuki kereta.   Untuk harga yang ditawarkan oleh Baolau (ini yang paling penting, hehe…) lumayan murah dibanding dengan situs travel lain atau pesan dari hotel yang harganya bisa beda sekitar 30-50% lebih tinggi. Bukan bermaksud iklan sih, tapi Saya udah survey & bandingkan dengan situs resmi kereta api vietnam & situs travel lain, serta tanya ke beberapa hotel tempat Saya akan menginap saat mau berangkat ke Vietnam. Harga dari Baolau bisa dibilang murah karena cuma mengenakan service charge sebesar 40.000 VND atau sekitar USD 2 dari harga tiket resmi yang dibeli di loket stasiun kereta dan situs resmi kereta api www.dsvn.vn. Selain itu Baolau juga punya layanan antar tiket dan pembayaran COD (cash on delivery) untuk area Ho Chi Minh dan Hanoi dengan biaya tambahan lagi sebesar USD 2. Untuk lebih jelasnya, bisa cek & baca langsung dari situs www.baolau.vn yang bersangkutan atau baca beberapa review tentang Baolau dari seat61 ini dan tripavisor ini atau bandingkan harganya dengan situs resmi kereta api vietnam di www.dsvn.vn
        Tips : pemesanan tiket, perubahan, atau pembatalan tiket via Baolau hanya bisa dilakukan paling lambat hingga 24 jam sebelum jam keberangkatan. Kalau kurang dari 24 jam, perubahan & pembatalan harus dilakukan di stasiun kereta.   Sebagai gambaran, tiket yang saya beli via Baolau yaitu 1 tiket one way tipe 4 soft bed rute Hue-Hanoi dengan keberangkatan tgl 13 Oktober 2015 pkl. 21.30. Proses booking saya lakukan dari Jakarta pada tgl 12 Oktober 2015 sekitar pkl. 12 siang. Selesai booking langsung dapat email balasan dalam waktu kurang dari 1 jam. Nggak lama kemudian, e-ticket pun Saya terima via email terpisah. Mirip kayak booking tiket pesawat via online. E-ticket langsung saya print, jadi bisa langsung dipakai untuk boarding di kereta dengan menunjukkan e-ticket tsb. Untuk tiket kereta dari Lao Cai ke Hanoi tgl 17 Oktober, juga saya booking dari Baolau. Hanya saja e-ticketnya nggak Saya print, cuma disimpan dalam bentuk pdf di smartphone sehingga Saya harus pergi ke loket tiket dulu untuk mencetak boardingpass saat tiba di stasiun kereta Lao Cai. Prosesnya juga mudah, cukup tunjukkan e-ticket yang ada di smartphone ke petugas loket, kemudian boardingpass akan langsung diprint.   e-ticket from baolau   Sekian kilas cerita saat Saya berkereta di Vietnam, maaf kalau kepanjangan & belum ada gambarnya hehe....masih bingung utk insert fotonya. Walaupun baru 2x nyobain kereta disana, semoga bisa bermanfaat & jadi referensi buat yang baca.   Selamat mencoba & safe trip ya^^   Note : tulisan ini sebelumnya saya posting pada https://coretanlysya.wordpress.com/2015/10/26/kilas-cerita-tentang-kereta-di-vietnam/  
    • Muine Backpacker Hostel Ditengah Kota Muine Yang Sepi
      By Ahook_
      Walaupun aku tidak bermalam di Muine, jika kamu yang punya kesempatan ke Muine dan berencana stay 1 malam disana, aku punya rekomendasi nih hostel backpacker buat kamu yaitu Muine Bacpakcer Hostel. Cuma aku lupa tanya harga kamarnya permalam berapa? Pas waktu itu, diburu waktu untuk segera mencari tiket bus pulang ke Saigon dan cari cemilan untuk mengganjal perut sebelum Sunset trip dimulai. 

       
      Tapi, beneran.. tempatnya bagus, nyaman dan bersih. Ada kolam renang, walau hanya kecil. Sepertinya lebih cocok untuk duduk - duduk manis disamping kolam saja atau sekedar buat basah-basahan. Dan yang membuat aku suka hostel ini adalah, pemandangan yang disajikan dibelakang hostel ini. Memang tidak ada pasir pantai yang bisa dipakai buat kamu untuk berjemur dan main, tapi mereka menyediakan kursi payung yang bisa membuat kamu lupa ingatan sejenak tentang asal usul kamu dari mana, lupa akan segala kepenatan kamu dan aktifitas yang membosankan. 
       

       
      View-nya langsung ke laut, langsung ke bibir pantai yang banyak dipakai kitesurfer untuk KiteSurfing. Jika dilihat dari peta dunia, lokasinya tepat berada dibibir pantai dari garis pulau tempat Vietnam berada. Angin yang sepoi- sepoi membuat kamu semakin menikmati waktumu. 100 % kamu pasti suka.

       
      Balik lagi tentang penginapannya sendiri, Muine Backpacker Hostel terletak di 137 Nguyen Dinh Chieu, Ham Tien. Boleh langsung ke websitenya disini atau cari di hostelworld. Biar gampang, pas pesan tiket di The Sinh Tour, baca disini, kamu langsung kasih tahu, kamu minta diturunin di hostel ini. Menurut informasi sih, harga per malam masih bersahabat dikantong, sekitar 7 Usd permalam. Pastinya, walau hanya numpang sebentar disini, karena kami beli tiket tour Sand Dunes disini, kami bisa menikmati free wifi dan pakai toiletnya. Bisa duduk santai didekat kolam renang sembari mengunyah makanan.

      Tidak punya banyak pengalaman tentang hostel ini terutama tentang kamar dan bentukannya seperti apa. Paling tidak, sebagian foto yang aku ambil bisa memberikan sedikit gambaran menarik untuk kamu. Tepat disamping hostel ini ada mart, lapar dan haus tinggal ngesot. Oh ya, didepannya ada yang jual sandwich Vietnam, Banh Mi. 

       
      Muine sendiri bukanlah kota yang ramai. Hanya ada satu jalan saja, kanan kiri dipenuhi travel agent, restoran dan hostel/ hotel / resort. Kendaraan yang lalu lalang juga sedikit. Pas sampai disana, sudah menjelang makan siang, suasana kotanya sepi, saat sudah pulang dari Sunset trip, masih saja sepi, ketika keluar makan malam, tetap saja sepi, dan hingga larut malam, juga sepi. Intinya, yang kesana, selain tujuan utama untuk menikmati Sand dunes, ya memang untuk bersantai saja. 

      @ranselahok  ditengah kesepian...
       
      With love,
       
      www.ranselahok.com
      IG/ Twitter : @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • Pilih Hanoi atau Hochiminh?
      By Ahook_
      Aku pilih Hanoi dibanding dengan Hochiminh City / Saigon. Walaupun kedua kota ini perawakannya hampir sama, motor dimana- mana, cara mengendarai motor seenaknya saja. Ruang tata kota yang tidak jauh berbeda juga. Banyak taman umum yang bisa dipakai masyarakat setempat dengan bebas. Transportasi umum berupa bus yang gampang dan ramah dikantong.

      Maoseluem Hochiminh, Hanoi
      Tidak ada alasan pasti kenapa aku lebih memilih Hanoi? Bisa jadi, karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Hanoi menjadi tempat pertama yang aku kunjungi di Vietnam. Saat menginjakkan kaki begitu tiba di terminal bus setelah 27 jam naik bus dari Luang Prabang, Laos, baca disini, aku langsung jatuh cinta. Malam itu, udaranya menembus kedalam badanku yang masih sempoyongan. Kondisi terminal antar kota/negara masih sibuk dan ramai tatkala waktu sudah menunjukkan jam 9 malam lebih. 

      Hoan Kiem Lake, Hanoi
      Dibanding dengan Hanoi, Saigon lebih maju dan lebih modern. Bangunan bertingkat dan gedung pencakar langit bisa dengan gampang ditemui. Di Hanoi, untuk ukuran mall saja, saat aku kesana, aku belum menemukannya. Udara di Saigon lebih panas. Karena itu, jalan kaki mengelilingi kota mengunjungi objek wisata terasa sangat lelah, capek dan malasin. Berbeda dengan di Hanoi, dari pagi sampai malam, keliling terus tanpa berhenti, tetap saja, masih semangat. Udara di Hanoi lebih sejuk, saat siang dan sore, terasa adem. 

      Uncle Ho Statue in Saigon
      Biaya hidup di Hanoi lebih murah dibanding di Saigon. Ini versi aku ya. Nginap di Hanoi Central Backpacker per malamnya 5 USD, sedangkan nginap di Saigon Backpacker Hostel per malamnya 7 USD. Jika dilihat dari fasilitas, Hanoi Central Backpacker lebih unggul. Bisa dicek disini, kemudian bandingkan disini juga dengan Saigon Backpacker Hostel. Makan di Hanoi juga lebih murah loh. Contohnya makan Pho, noodle soup. Di Hanoi semangkok Pho dengan porsi dan treatment yang sama 45.000 Dong, di Saigon, harganya 65.000 Dong. 
       
      Di Hanoi, kamu bisa melihat langsung jenazah Uncle Ho yang diawetkan di Maoseleum Hochiminh. Lebih dekat jika kamu ingin teruskan trip kamu ke Halong Bay dan Sapa. Baca pengalaman aku saat one day trip ke Halong Bay. Dari Hanoi, bisa langsung nyebrang ke China, kabarnya bisa naik kereta turun di Nanning, China. Satu hari, aku akan mencoba rute ini, amin...

      Halong Bay
      Sisanya sama sih, baik di Hanoi maupun di Saigon, banyak taman umum yang asri dan bersih disediakan pemerintah untuk warganya. Tempat - tempat sejarah, area backpacker, area pub dan night market. Bisa jalan kaki buat keliling isi kota jika kamu mau. Hahaha.. seperti aku, cukup jalan kaki. Bisa baca disini, tempat wajib yang harus dikunjungi saat ke Hanoi.
       
      Dari Saigon, kamu bisa ke Muine, terkenal dengan padang pasirnya. Atau bisa daytrip ke beberapa tempat lainnya. Datang saja ke travel agent disekitaran Pham Ngu Lou, banyak tawaran paket menarik yang bisa mengisi hari- hari kamu selama di Saigon. 

      Sudut kota Saigon, kondisi yang hampir sama di Hanoi
      Baik di Hanoi dan Saigon, aku belum bertemu dengan jalanan yang jelek dan berlubang. Dan sama- sama mempunyai juntaian kabel yang luntang- lantung sana -sini. Ukuran kabelnya pun gede-gede. Aku sudah bilang diatas, walaupun Hanoi sebagai ibukota Vietnam, tapi Saigon lebih maju dilihat dari bangunan kotanya. Hampir setiap sudut kota Saigon ada coffee shop, sudah ada mall dengan gedung modern. 

      Mall di Saigon
      Tapi, tiket pesawat ke Hanoi lebih mahal dibanding tiket ke Saigon. Tidak ada flight langsung menuju kedua kota itu dari Jakarta, saat aku kesana( Oktober -November 2015 ). Transit di Kuala Lumpur. Saat ke Hanoi, dari KL, aku terbang ke Viantiene dulu, baru naik bus ke Luang Prabang kemudian nyebrang ke Hanoi dan pulang dari Hanoi ke KL. Kalau ke Saigon Maret 2016, aku dari KL langsung ke Saigon ( pp ). 
       
      Karena itu, ada baiknya, jika kamu punya banyak waktu dan rencana yang mantap, buatlah full trip ke Vietnam dari Selatan sampai ke Utara. Mulai dari Saigon, ke Muine, Da Nang, Hue, Hoi An, sampai ke Hanoi, Sapa dan Halong Bay. Aku tidak tahu, bagaimana rute terbaiknya. Masuk dari Hochiminh menjadi alternatif terbaik buat backpacker, tiket jauh lebih murah. 

      White Sand Dunes, Muine
      Trip ke Vietnam, tidak akan menguras isi kantong. Trip ke Vietnam menjadi trip termurah tapi tidak murahan. Aku 4 hari di Saigon , hanya menghabiskan Rp 850.000,- , sudah termasuk makan di Saigon, transportasi, penginapan, bus pulang pergi ke Muine, oneday trip ke White Sand Dunes, Red Sand Dunes, Fairy Stream dan Fishing Village, makan malam enak di restoran Mexico di Muine, apalagi ya, ngemil, beli barang koleksian, oh ya, termasuk kirim kartu ke temanku di Paris. Begitu juga saat 3 hari trip ke Hanoi. hanya menghabiskan 50 USD, sekitar Rp 600.000,- ( rate saat aku pergi ). Termasuk trip ke Halong Bay dan semuanya deh.  
       
      Sisanya, cuma punya satu PR, cari tiket promo murah meriah saja. 
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      Twitter / IG : @ranselahok
      --semoga semua mahluk hidup berbahagia--
    • Ajakan jalan2 bareng Vietnam-kamboja-bangkok 23-29 mei 2016
      By Sheva
      Halo, tak bosan2 saya mencari temen dari forum ini.
       
      join to my next trip
      23-29mei 2016
      rute 
      CGK-KUL-HO CHI MIN
      phnom pen- siem reap-bangkok-SUB
      TIKET PROMO AA gak pake mahal
      CGK - Kul 23mei
      Kul - ho chi min 23 mei
      dari ho chi min ke pnomphen,siem reap n bangkok via darat.
      pulang dari bangkok lsg k sby,
       
      sejauh ini sdh 12 org yg fix tiket.
      yg mau gabung ayook d tunggu..
      Kalo aja mas @deffa mau gabung.
       
      ato mau ikut next teip saya?
      Febuari : 15-25 bangkok,phuket,krabi,hatyai,melaka,penanf,kl
      Maret : 8-12
      sin,kul,myanmar
      mei : 23-27
      vietnam,kamboja,bangkok
      okt : 18-27
      korsel
      all next trip saya sdh fix tiket, yg mau join hayuuk!!
       
      lsg line saya aja:
      shevarea20
       
       
    • SHARE COST - Ngetrip Santai Vietnam (Ho Chi Minh - Mui Ne - Hanoi), 1 - 9 Maret 2016!!
      By diyanamatir
      Haloo Jalan2ers...
      apa kabarrrr??
      ihh udah lama banget ga posting di sini hehehe.
      Jadi langsung aja ya, saya rencana mau balik lagi ke Vietnam nih, sebelumnya sih udah pernah ke Ho Chi Minh cuma explore beberapa hari aja bisa baca FR nya (http://jalan2.com/forum/topic/5532-fr-trip-3-negara-vietnam-kamboja-dan-thailand/) nah rencana tahun depan mau balik lagi nih, dan mau ajak temen-temen yang mau gabung. Tapi saya cuma batesin maksimal 6 orang yang ikut termasuk saya.
      Rencana perjalanannya :
      1 Maret 2016 :  JKT - KL (by Air Asia, flight malam jam 19.30) 
      Stay at airport
      2 Maret 2016 :
      Pagi pagi keluar bandara, kulineran singkat, sore udah terbang lagi ke Ho Chi Minh
      Check in Hostel HCMC
      3 Maret 2016 : Menuju Muine, explore White Sand Dune & Red Sand Dune, stay di Muine. (transport pakai bis pagi)
      4 Maret 2016 : Balik ke Ho Chi Minh, kulineran dan Explore sisi lain Ho Chi Minh
      5 Maret 2016 : Prepare go to Hanoi by airplane, sampai Hanoi, check in hostel Hanoi
      6 Maret 2016 : Menuju Halong Bai, live on board semalem
      7 Maret 2016 : Masih di Halong Bai
      8 Maret 2016 : explore Hanoi
      9 Maret 2016 : balik ke Jakarta, penerbangan Hanoi - KL - JKT (airasia)
       
      Itu rencana perjalanannya, budgetnya sekitar 3juta ya, exc tiketnya ya, saya udah dapat tiket promo kemarin AA kalau ada yang mau gabung silahkan samakan jadwal penerbangannya. Sementara ada 1 temen yang sudah gabung anak jalan2 juga cewe, tapi dya hanya sampai tanggal 5, dya balik ke Jakarta. Rincian budget kita searching bareng dan detailin bareng untuk lain-lainnya. yang berminat silahkan PM saya atau whatsapp ke 087880994415 ya, ini pure share cost, jadi susah senang ditanggung rame-rame.
      Spoiler dikit.
      Halong Bay (photo by heritage-line.com)

       
    • Field Report: Hanoi - Ha Long Bay - Ninh Binh selama 6 hari 5 malam (Part 01)
      By Wili
      Selamat malam, Mas dan Mbak dan Teman2 semua.
      Mohon maaf saya baru bisa posting lagi sekarang.. Sibuk sekali pekerjaan minggu kemarin. 
      Hari ini saya mau sharing Field Report saya yang pertama di forum ini tentang perjalanan saya ke Vietnam bulan Juni kemarin, tepatnya ke Hanoi, Ha Long Bay, dan Ninh Binh. 
      Biar tidak pusing bacanya dan karena keterbatasan waktu saya untuk ngeposting, saya bagi laporan ini jadi beberapa bagian, boleh ya??
      Berikut bagian pertamanya. Semoga berguna dan dapat menginspirasi.
      Day 1: Hanoi
      Kota tua yang hidup, pagoda dan kuil indah, danau legenda di tengah jantung kota, dan harmonisnya budaya masa lampau di tengah kehidupan modern adalah hal-hal yang saya ingat pertama kali jika menyebut nama Hanoi. Pesona dari Kota Seribu Danau ini memang tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. 
       
      Jam 08:50.. Pesawat yang kutumpangi dari Kuala Lumpur mendarat dengan selamat di Noi Bai Internasional Airport. Setelah mengeset waktu di jam tanganku kembali 1 jam lebih awal seperti waktu di Surabaya, aku lalu bergegas keluar dari pesawat. "Welcome to Viet Nam" itulah sambutan pertama yang kuterima sesaat aku masuk ke dalam Area Kedatangan. Aku tersenyum sendiri. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan, aku bersyukur karena akhirnya sampai juga di negerinya Paman Ho ini.
      Baru saja aku mulai antre di loket imigrasi, tiba-tiba aku dikejutkan oleh salah seorang petugas imigrasi yang meminta saya pindah ke loket 'Vietnamese'. Walah, dikira mereka saya ini salah satu dari mereka. Mata sipit dan kulit kuning aku sudah mengecoh mereka kelihatannya. Tertawalah saya (dalam hati) mengingat ucapan teman dadakan aku di Kuala Lumpur yang mengajak aku taruhan bahwa aku bakal dikira orang Vietnam sama warga lokal (Lain kali saya bagi deh cerita saya di Kuala Lumpur). Eh, beneran kejadian.. utang taruhan deh.. 

      Keluar dari bandara aku langsung di sambut oleh para supir taksi freelance yang tidak pakai seragam, menawarkan jasa mereka. Kutolak mereka dengan sopan, lalu aku langsung bergegas menuju electric car yang haltenya terletak tidak jauh dari gedung bandara, Dengan electric car, aku diantar menuju Terminal Domestik Bandara Noi Bai yang berjarak sekitar 1 km dari Terminal Internasionalnya. Dari situ kemudian aku langsung naik ke Bus Kota Hanoi no 17 yang akan mengantar aku langsung ke Long Bien, terminal bus terdekat dengan Old Quarter, tempat tujuan pertama saya di Hanoi dan area hostel dan hotel murah di Hanoi. Yup, naik bis kota adalah salah satu moda transportasi termurah untuk pergi ke Hanoi dari bandara. Hanya dengan 9,000 VND (kurang lebih 6000 perak) kita sudah bisa sampai di Hanoi dengan bus kota yang meskipun model tua tapi ber AC dan sangat-sangat longgar spacenya. Sayangnya, bus kota ini mengambil jalan memutar untuk sampai di Hanoi, sediakan waktu selama 1,5 jam jika Anda berminat untuk naik bus ini. Alternatif lain yang lebih cepat tetapi masih lebih murah daripada naik taksi (ongkos taksi dari bandara ke Old Quarter sekitar 360,000 VND pakai taksi berargo) adalah dengan numpang shuttle busnya Vietnam Airlines dengan ongkos sekitar 40,000 VND, nantinya shuttle bus ini akan turun di office nya Vietnam Airlines di jalan 1 Quang Trung, sekitar 2km selatan Hoan Kiem Lake. 

      Suasana Long Bien Terminal
      Sesampainya di Long Bien, jalanlah sedikit ke arah jalan Nguyen Trung Truc (ada papan namanya kok), kita sudah memasuki area Old Quarter. Old Quarter yang dalam bahasa Vietnamnya disebut Phố Cổ (o yang diberi topi itu bacanya seperti huruf 'o' pertama di kata 'melotot'), merupakan kawasan perdagangan tertua di Hanoi. Toko-toko dan kios makanan berjejeran dengan rukun, jalanan sempit yang padat sekali. Mau melihat dan merasakan bagaimana kacaunya traffic di Hanoi?, di sini adalah tempat yang cocok. Sepeda motor dan mobil seliweran, saling berebut, menyerobot. Klakson-klakson berteriak seramai-ramainya untuk minta jalan duluan atau sekedar memperingatkan pejalan kaki agar tidak menghalangi jalan mereka. Celoteh, tawa, dan seruan khas orang Hanoi terdengar meriuhkan suasana, aroma lezat penuh cita dari masakan Vietnam bercampur dengan bau harum dupa tercium, dan lezatnya makanan Vietnam dihidangkan di trotoar dapat kita nikmati sambil duduk di kursi dan meja ukuran anak TK. Ah, benar-benar kota tua yang unik. Masih ada yang unik lagi dari Old Quarter , yaitu nama jalan yang menyesuaikan dengan barang dagangan yang dijual oleh pedagangnya. Ada lebih dari 50 nama jalan yang memang sesuai dengan barang yang dijual di jalan bersangkutan. Jadi, ada jalan, yang jika diartikan, yang namanya jalan sutera (Hang Gai), jalan perhiasan (Hang Bac) dan masih banyak lagi. Jadi berjalan-jalan di kawasan ini akan terasa seperti berjalan di pasar raksasa di tengah kota!
       
      Sedikit penampakan di Old Quarter
      Di Old Quarter juga terdapat pasar terbesar di Hanoi (jadinya seperti pasar di dalam pasar yak? ) namanya Cho Dong Xuan. Yang hobi belanja wajib ke sini nih, Dari gantungan kunci, pakaian, sampai bahan makanan ada di sini. Jangan lupa ditawar ya kalau belanja di sini. Sedikit tips untuk memuluskan proses tawar-menawar di Vietnam: cobalah mengingat-ingat beberapa kosakata bahasa Vietnam yang penting seperti halo (xin chau), terima kasih (cảm ơn dengan huruf 'o' yang dibaca seperti huruf 'i' di kata 'bird') , berapa harganya ini? (cai nay bao nhieu thien?), dan beberapa kata panggilan di Vietnam seperti Anh (mas atau a'a), Chi atau co (mbak atau teteh), Bac (ini untuk orang yang dituakan), Em (anak atau adik) atau Ban (dibaca bhang dengan penekanan di huruf a, artinya teman). Sekedar info saja, orang Vietnam jarang sekali berbicara dengan kata 'aku' dan 'kamu'. Mereka biasanya menggunakan kata panggilan yang saya sebutkan untuk pengganti kata 'aku' (Toi dalam bahasa Vietnam) dan 'kamu' (May dibaca seperti Mhay, jangan dipakai, dianggap kasar di Vietnam). Jadi, benar rumornya kalau tidak ada kalimat Aku Cinta Kamu di Vietnam karena yang ada adalah Anh Yeu Em yang artinya Akang Cinta Adik! (jadinya kakak adik-an dong ). Percayalah, orang Vietnam sangat apresiatif terhadap foreigner yang berusaha untuk berbicara seperti mereka. Jadi, Jika Anda bisa menguasai prinsip berbahasa ini, orang Vietnam akan sangat menghargai Anda yang pada akhirnya bisa mengakrabkan Anda dengan si penjual dan melancarkan proses tawar-menawar. Jika kondisi memungkinkan tambahkan frase 'oi gioi oi, Dat Qua' (baca: oi dzoi oi, Dza' Kuak) yang artinya kurang lebih "omg, mahal banget!", yang pasti dapat mengundang gelak tawa si penjual, semakin mencairkan suasana. 
              
      Cho Dong Xuan atau Dong Xuan Market dan penampakan dalamnya sekilas
      Setelah puas beristirahat sebentar di Hostel saya yang masih di kawasan Old Quarter, saya melanjutkan perjalanan saya, tujuan kali ini adalah Hoa Lo Prison, Temple of Literature, dan Ho Chi Minh Mausoleum Complex. Tetapi sebelum saya menuju obyek-obyek wisata ini, saya berjalan dulu ke jalan Ha Trung untuk menukar duit USD saya ke VND.
      Kenapa kok saya mau repot-repot nuker duit ke USD dulu baru beli VND di Hanoi? karena: kursnya lebih menguntungkan daripada beli VND di Indonesia. Sebagai perbandingan saja, mari hitung-hitungan sedikit:
            Kurs beli VND bulan Mei 2015 adalah 1 VND = 0.81 IDR. (data: Dolarindo Money Exchanger, Bandung)
            Kurs beli USD bulan Mei 2015 waktu itu adalah 1 USD = 13250 IDR 
            Kurs beli USD bulan Mei 2015 di Hanoi adalah 1 USD = 22000 VND
            Jadi jika dikonversi kita akan mendapat:    13250 IDR/USD x 1/22000 USD/VND = 0.60 VND/IDR 
           Dengan kata lain dengan duit sejuta rupiah kita bakal dapat 1,670,000 VND dengan cara tukar USD ke VND daripada 1,235,000 VND kalau kita tukar VND di Indonesia.
      Beres menukar duit, perjalanan pun kulanjutkan ke Hoa Lo Prison. Objek wisata yang satu ini tidak boleh dilewatkan bagi yang cinta sejarah. Menurut peta, jarak antara Jalan Ha Trung ke Hoa Lo Prison tidak terlalu jauh hanya sekitar 1 km saja, dan memang benar, dengan jalan kaki santai tidak terasa aku sudah sampai di Jalan Hoa Lo. Tepat di mulut jalan, sudah terlihat bangunan bertembok kuning dan bergerbang lengkung dengan tulisan 'Maison Centrale', saya sudah sampai. Setelah membeli tiket seharga 30,000 VND, aku pun memasuki bangunan yang terlihat seperti benteng ini.  

      Gerbang Masuk Hoa Lo Prison 
      Konon, menurut prasasti yang dipamerkan di dalam penjara berubah jadi museum ini, Hoa Lo Prison ini dulunya adalah sebuah desa. Penduduk desa ini dipindah paksa oleh pemerintah kolonial Perancis yang hendak membangun penjara besar di atas tanah desa tersebut. Bangunan ini dulunya merupakan penjara terbesar yang dibangun oleh pemerintah Perancis, Fungsi utamanya adalah untuk menghukum dan mengasingkan para pejuang kemerdekaan Vietnam. Wah, kayak penjara Sukamiskin gitu kali ya? Bedanya yang di Vietnam penjara jadi museum, di negara kita, jadi penjara koruptor. 
                                                
      Kiri: Prasasti Desa tempat berdirinya Hoa Lo Prison; Kanan: Salah satu sudut Hoa Lo Prison

      Maket Hoa Lo Prison. Besar dan kayak Benteng Penjara ini.
      Di dalam benteng ini, suasananya tenang banget. Padahal jalanan di luar ramainya bukan main, mungkin karena saking luasnya kali ya? Di dalam banguna luar penjara dipamerkan banyak barang-barang peninggalan penjara ini. Dari baju tahanan, alat-alat hukuman (salah satunya guilotine), sampai baju pilot AS John McCain yang terdampar di Hanoi setelah pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh pasukan Vietkong. Beberapa bagian bangunan penjara terasa sangat mencekam dan gelap, kelihatannya dikondisikan seperti kondisi jaman penjajahan dulu. Di dalam penjara juga diletakkan diorama dengan patung sebesar manusia yang menggambarkan kondisi tahanan yang berada di penjara ini dahulu, makin seramlah jadinya tempat ini. Gimana kalau tiba-tiba patung-patung ini hidup dan bergerak? hiii... Masuk lebih dalam lagi, suasana penjara menjadi semakin mencekam lagi karena cahaya matahari hampir tidak bisa masuk ke dalam ruangan, di sini kita dapat melihat sel pengasingan tempat para tahanan yang membangkang dijebloskan. Dijelaskan bahwa beberapa tokoh penting perjuangan kemerdekaan Vietnam pernah dijebloskan ke dalam sel-sel ini. Aku tidak berani berlama-lama di sini, bulu kudukku berdiri semua membayangkan keadaan tahanan yang masuk ke ruangan ini. Horor pastinya. Keluar dari bangunan penjara, aku melihat salah satu tembok dipahat dengan gambar pejuang Vietnam berdiri dengan latar gambar penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh penjajah Perancis. Altar kecil berisi dupa dan makanan persembahan ditaruh di depan tembok ini. Melihat ada dupa yang baru saja dibakar, aku pun berpikir jikalau tembok ini adalah bentuk penghormatan rakyat Vietnam terhadap pahlawan mereka. Sengaja aku tidak mengambil gambar tembok ini sebagai bentuk penghormatanku terhadap tempat yang sakral ini. Puas berkeliling tempat ini yang ditutup dengan acara menonton video propaganda Vietnam tentang perang Vietnam, aku pun keluar dari bangunan benteng yang menambah wawasan ini. 
      Aku berjalan menyusuri jalan besar Hai Ba Trung dan diteruskan ke jalan Nguyen Thai Hoc sampai aku bertemu dengan Jalan Van Mieu. Kususuri sedikit jalan ini hingga terlihat gapura yang terlihat seperti benteng kerajaan Cina jaman dahulu. Nah, sampailah aku ke Temple of Literature yang dalam bahasa Vietnamnya disebut Văn Miếu - Quốc Tử Giám. Harga tiket masuknya sama dengan Hoa Lo Prison, bonus brosur singkat tentang kuil ini.
      Memasuki landmark ini, aku dibuat lupa, lupa kalau aku sedang berada di Vietnam bukan di Cina dan lupa kalau aku hidup di tahun 2015 bukan tahun 1070! Landmark yang satu ini memang punya nuansa Cina yang kental sekali. Dibangun oleh raja Vietnam bernama Ly Nhan Tong, tempat ini merupakan kelenteng Konfusius sekaligus Akademi Kerajaan. Tak salah kalau landmark satu ini diklaim sebagai universitas pertama dan tertua di Hanoi. Kuil yang pernah menjadi salah satu spot acara The Amazing Race ini punya banyak spot-spot indah yang pasti tidak bisa dilewatkan oleh pecinta arsitektur dan fotografi. Nama-nama dari bangunan dan area di sini juga keren-keren. Gerbang masuk saja dinamain lhoo, namanya The Great Portico yang didahului oleh Four Pillars (sebelum loket tiket masuk) ada juga Khue Van Pavilion yang jadi simbol kota Hanoi, yang kalau diterjemahkan namanya menjadi Constellation of Literature Pavilion ; keren ya namanya? di tengah taman pertama ada gerbang tengah dengan tiga pintu yang disebut Dai Trung (The Great Middle Gate) yang memisahkan Great Portico dan Khue Van Pavilion. 
          
                                        The Great Portico                                                                                 Four Pillars yang ada di depan Great Portico
                
                           The Great Middle Gate terlihat dari jauh                                                      Constellation of Literature Pavilion 

      Panorama Mode dari Halaman Kedua (Second Courtyard)
      Di halaman tengah Temple of Literature, ada kolam besar dengan air kehijauan berhiaskan pahatan arsitektural Cina di tengah-tengahnya, namanya Well of Heavenly Clarity (nama yang ini juga keren), dan juga 82 Doctor's Stelae yang merupakan kumpulan prasasti bertuliskan nama lulusan dari Akademi Kerajaan ini. 

      Well of Heavenly Clarity dengan Doctor's Stelae terjajar rapi di pinggiran kolam

      Salah satu dari Doctor's Stelae berdiri di atas pahatan berbentuk kura-kura
      Halaman tengah ini dipisahkan oleh gerbang besar berwarna merah yang disebut Dai Thanh (diterjemahkan menjadi Gate of Great Synthesis ; weis lagi-lagi nama yang keren ). Di tengah-tengah halaman yang luas ini terdapat semacam kuali perunggu yang berbau asap dupa mengarah ke bangunan besar di ujung halaman yang menaungi altar tempat patung Konfusius dan murid-muridnya. Di kiri kanan tempat ini terdapat toko souvenir yang menjual souvenir unik dari Van Mieu yang disebut Lucky Coins. Biasanya Lucky Coins ini dijadikan pembatas buku cantik yang bertuliskan berbagai kata-kata positif seperti "Prosperous" , "Success", atau "Healthy". Ini bisa jadi alternatif oleh-oleh yang lain dari yang lain lhoo. Selain itu, di sini juga menjual berbagai souvenir lainnya seperti dompet sutera, topeng kayu, dan lain-lain. Harga souvenir di sini cukup terjangkau dan (kadang) bisa ditawar. Di dalam bangunan tempat altar terdapat museum kecil yang memajang alat-alat tulis mahasiswa jaman kerajaan dulu dan baju seragamnya. (NB: Yang jaga toko souvenir sempat bikin saya terpana sebentar, cantik sih, menurut saya )


      Altar Konfusius
              
      Bangunan altar dan Toko Souvenir di Fourth Courtyard di Temple of Literature
      Di bagian paling belakang dari Temple of Literature ini berdiri dua bangunan. Di dalamnya terdapat patung rektor dari Akademi Kerajaan yang terkenal, namanya Chu Van An. Juga terdapat patung dari tiga Raja Vietnam yang berjasa dalam membangun dan mengembangkan Temple of Literature. Di depan bangunan utama terdapat lapangan berwarna merah yang disebut Thai Hoc dan dua bangunan di samping lapangan seperti rumah yang sayangnya tidak bisa dimasuki. Di belakang dua bangunan ini terdapat genderang dan genta yang bentuknya seperti yang ada di film-film Shaolin.

                 
      Bel dan Drum Besar yang ada di Fifth Courtyard

      Jika beruntung, kita bisa menyaksikan orkestra tradisional Vietnam yang dimainkan oleh sukarelawan dan guide di tempat ini. Sayang, saya nggak ketemu.. 
      Setelah beristirahat sejenak di tempat yang indah ini, Saya menyusuri jalan Van Mieu lagi hingga bertemu dengan jalan Huong Vuong. Matahari sudah mulai bergerak ke langit barat, aku berjalan bergegas agar dapat mencapai Ba Dinh Square secepat mungkin. Salah satu tujuanku adalah menyaksikan sunset di West Lake yang berada di dekat Ba Dinh Square. Di Ba Dinh Square sendiri, ada monumen agung yang tidak mungkin diabaikan begitu saja: Ho Chi Minh Mausoleum. Makam tokoh terpenting dalam sejarah perjuangan rakyat Vietnam ini bangunannya mirip dengan Mausoleum Lenin di Moskow. Sayangnya untuk memotret bangunan yang megah ini begitu sulit karena banyak sekali tentara Vietnam yang berjaga di tempat ini dan mereka melarang kita untuk mengambil gambar di area itu. Di belakang bangunan ini ada Museum Ho Chi Minh dan rumah tempat tinggal bapak bangsa Vietnam dulu. Tidak ketinggalan salah satu dari dua kuil ikonik nya Hanoi, yaitu One Pillar Pagoda yang termasyhur juga ada di kompleks ini. Sesuai namanya, One Pillar Pagoda ini memang berdiri hanya di satu tiang penyangga saja di atas kolam teratai. Meskipun terlihat sederhana, tetapi One Pillar Pagoda ini sebenarnya menyimpan filosofi yang dalam lhoo. Konon, katanya pagoda ini dibangun oleh Kaisar Ly Thai Tong sebagai perwujudan syukur kepada dewi Quan Am (a.k.a Dewi Kwan Im / Boddhisattva Avalokiteshvara) yang dipercaya telah mengaruniakan anak kepadanya. Sang Kaisar yang belum punya anak bermimpi tentang Dewi Quan Am yang memberikan anaknnya di dalam bunga lotus. Nah, atas saran biksu bernama Thien Tue, Sang Kaisar akhirnya membangun kuil dengan satu pilar di atas kolam lotus, menggambarkan mimpinya. Untuk tiga tempat terakhir ini (Museum Ho Chi Minh, Rumah Ho Chi Minh, dan One Pillar Pagoda), setelah berbincang sebentar dan meyakinkan kalau aku ini cuma turis kepada seorang tentara yang jaga, akhirnya aku baru dikasih ijin sama buat potret-potret.  

      Ho Chi Minh Museum         
       
      One Pillar Pagoda
      Tidak terlalu lama aku singgah di tempat ini, sekitar pukul setengah enam sore, aku langsung bergegas menuju West Lake. Beruntunglah jarak antara Ba Dinh Square ke West Lake sangat dekat. Aku berjalan cepat melewati Istana Kepresidenan dan taman kota yang masih satu kompleks dengan Ho Chi Minh Mausoleum dan setelah berjalan kurang lebih 10 menit sampailah aku di West Lake. 
      Aku sampai di tempat ini tepat saat sang fajar hendak kembali ke tempat peristirahatannya, pemandangan yang tersaji sungguh mempesona. Permukaan air yang tenang memantulkan semburat cahaya jingga di langit barat Hanoi, dilatari oleh kapal tua yang merapat di tepi danau dan kota Hanoi yang terus mempercantik diri. Aku duduk di sebuah bangku, menyandarkan punggungku, beristirahat sejenak dari perjalananku. Sambil menikmati Bo Bia Keo Nha yang kubeli di pinggir jalan Thanh Nien yang melintasi danau, aku tersenyum sendiri dan bersandar dengan nikmatnya "Ah.. betapa indahnya hidup ini.." .
      Tidak terasa matahari benar-benar terbenam, waktu itu sudah pukul enam lebih empat belas menit. Aku berjalan menuju Lotteria di seberang danau untuk mencari makan malam, tidak apa-apalah sekali-kali mencicipi fast food di negeri orang. Begitu aku melihat menunya, aku tertarik dengan satu menu yang tidak ada di Lotteria Indonesia: Pork Fillet Rice. Nah, bagi rekan-rekan yang muslim mungkin harus berhati-hati saat hendak makan Lotteria di Vietnam ya karena ada menu yang satu ini. Sayangnya, waktu aku hendak memesan menu ini, ternyata stoknya habis. Yang perlu dicoba kalau makan di fast food chain seperti Lotteria adalah saus sambalnya. Saus sambalnya tidak sepedas seperti di Indonesia tetapi rasanya lebh asam menggelitik. Unik.

      Sunset di West Lake
                     
      Bo Bia Keo Nha, Jajanan khas Vietnam, Kulit Lumpia tipis diisi honeycomb renyah, kelapa parut, karamel, dan wijen. Enak dan manis
      Harganya pun murah, Seporsi cuma 5000 VND. Yang jual biasanya ibu-ibu dan mbak-mbak yang bawa kotak styrofoam tempat bahan dan sepeda angin.
      Jam enam lebih lima puluh menit. Aku bergegas keluar ke jalan Thanh Nien lagi menuju ke jalan Quang Thanh. Aku harus segera sampai di Stasiun KA Hanoi sebelum jam delapan untuk membeli tiket KA ke Ninh Binh untuk 3 hari mendatang. Aku kemudian mencegat taksi yang sedang melintas dan meluncur ke Stasiun. Perjalanan ke stasiun makan waktu selama empat puluh menit karena terhambat padatnya lalu lintas Hanoi. Sesampainya di stasiun, kubayar ongkos taksi sesuai argo sebesar 35000 VND dan langsung berlari ke dalam stasiun. Di dalam stasiun aku langsung menuju loket tiket dan mengambil nomor antrian. Beruntunglah aku antrianku tidaklah lama, tetapi loketnya hanya satu yang buka. Agak ketar-ketir karena sepuluh menit lagi sudah jam 8. Untunglah, si nona yang menjaga loket masih mau melayani kita yang masih menunggu nomor antrian. Nomor antrianku dipanggil dan aku segera membeli tiket PP Hanoi - Ninh Binh sebesar 170,000 VND. 

      Stasiun KA Hanoi
      Dari Stasiun, aku kemudian berjalan santai menyusuri jalan Le Duan belok ke Jalan Hai Ba Trung menuju ke Hoan Kiem Lake. Danau yang ada di tengah kota ini terlihat semarak di malam hari dengan cahaya lampu menyinari The Huc Bridge dan Turtle Tower di kejauhan. Kelihatannya Hoan Kiem Lake ini benar-benar pusat kotanya Hanoi. Warga Hanoi tua dan muda, pria wanita tumpah ruah memenuhi sekelilingan danau ini. Ada yang lari-lari sama anjing peliharaan mereka, Para muda-mudi kongkow dengan pasangan dan teman-teman mereka duduk di atas motor listrik mereka di tepi danau. Orang tua dan anak-anak bermain dan antre es krim yang di jual di salah satu kios di tepi danau. Berhubung waktu itu musim panas, kios es krim bukan main larisnya. Aku pun berkesempatan untuk mencicipi es krim Vietnam ini. Di antara banyak pilihan rasa, aku memilih rasa kelapa yang rasanya aduhai.. lembut dan meleleh dalam mulut. Lalu lintas di jalan raya yang mengelilingi Hoan Kiem Lake juga seakan tidak ada habisnya. Lautan motor dengan kencangnya melaju setelah lampu merah menjadi hijau, bunyi klakson terdengar bersahut-sahutan berebut menyalip minta duluan. Polantas Hanoi yang kebanyakan berperawakan kecil dan berseragam warna krem, terlihat berjaga-jaga di sekitar persimpangan. Bahkan, kadang mengadakan razia surat kendaraan di tengah jalan yang ramai itu.  

      Hoan Kiem Lake dengan The Huc Bridge yang menyala
                          
                                  
                       
      Suasana di sekitaran Hoan Kiem Lake di malam hari; Dua foto terakhir diambil di sepanjang jalan Hang Be, pusat nightlife di Old Quarter dan dekat Hoan Kiem Lake
        
      Polantas Hanoi yang sedang razia surat kendaraan (mirip Indonesia ya?) 

      Es krim rasa kelapa yang enak banget.
      Malam semakin larut, tapi kelihatannya suasana di Hoan Kiem Lake masih jauh dari kata tidur. Aku beranjak pulang ke hostel. Besok aku harus bangun pagi untuk bersiap-siap menuju tujuanku berikutnya. Aku sudah mengkonfirmasi dengan Tour Agent yang ku booking, dan mereka memastikan bahwa besok pagi jam setengah delapan mereka akan menjemputku. Sambil menyaksikan hebohnya suporter kesebelasan Vietnam merayakan kemenangan di tengah jalan, aku berjalan santai dan berkata "Selamat Malam, Hanoi" 

      Ramenya suporter Vietnam sampai dibubarkan oleh Polantas