redocean

Keliling Pasar di Hanoi

11 posts in this topic

 

Walaupun lebih terkenal dengan berbagai macam danau dan bangunan bersejarahnya, Kota Hanoi juga memiliki pusat-pusat perbelanjaan souvenir yang bisa anda kunjungi. Anda bisa menemukan berbagai macam souvenir dari mulai jenis souvenir pada umumnya hingga kerajinan-kerajinan khas Vietnam. Berikut beberapa tempat yang menjadi pusat perbelanjaan para turis dalam mencari oleh-oleh:

  • Dong Xuan Market

Terletak sekitar 900 meter dari Hoan Kiem Lake, anda pasti dengan mudah menemukan pasar ini. Dong Xuan Market merupakan pasar terbesar di Kota Hanoi. Anda akan menjumpai betapa padatnya pasar ini. Antara satu kios dan kios lainnya memiliki jarak yang sempit sehingga anda harus pintar-pintar mencari jalan. Namun sepertinya, bagi anda yang sering berkunjung ke pusat perbelanjaan di Indonesia seperti Mangga Dua dan Tanah Abang akan terbiasa dengan hal ini.

Sebagai pasar terbesar di Kota Hanoi, Dong Xuan menyediakan berbagai macam jenis barang.

 

Anda bisa memilih apa saja untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Mulai dari aneka makanan hingga kaos, pakaian, sepatu, sandal, alat makan, gantungan, handuk, tas. Layaknya mall pada umumnya, Dong Xuan Market memang menyediakan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Anda bisa membelinya secara satuan, walaupun Dong Xuan Market lebih cenderung pada bentuk pasar grosir. Untuk masalah harga, anda bisa melakukan tawar menawar untuk mendapatkan harga terbaik. Harga di Dong Xuan Market dikenal lebih murah dari daerah lain di Kota Hanoi. Di sinilah pusat bisnis dan jual beli Hanoi berada. Anda akan merasakan hawa super sibuk dan padat di Dong Xuan Market.

 

Dong_Xuan_market.jpg

 

Pasar yang dahulunya merupakan salah satu saksi sejarah pertempuran sengit antara Pahlawan Vietnam dan Imperialis Perancis ini memiliki pasar outdoor yang digelar malam hari. Dong Xuan Night Market atau pasar malam Dong Xuan ini bisa menjadi tujuan jalan-jalan malam anda di Hanoi. Selain menjual berbagai barang, food court yang ada di pasar mala mini merupakan magnet lain dari Dong Xuan. Pasar ini selalu ramai dikunjungi baik oleh orang lokal maupun para turis asing. Oleh karenanya, selalu waspada terhadap segala kemungkinan tindakan para pencopet jahil.

 

  • Hang Da Market

Hang Da Market merupakan pasar terpadat kedua setelah Dong Xuan Market. Tempat dari Hang Da memang tidak sebesar Dong Xuan. Akan tetapi, Hand Da merupakan pasar yang menyediakan berbagai jenis kerajinan tangan ala Vietnam yang bisa anda jadikan buah tangan. Anda bisa mendapatkan keramik-keramik yang indah atau berbagai jenis pot dari tanah liat yang memukau.

 

Hang-Da-market.jpeg

 

Jangan ketinggalan untuk membeli aodai, pakaian adat khas Vietnam. Anda bisa mencoba ukurannya, apalagi untuk ukuran sesame orang Asia, pasti tidak sulit untuk mendapatkannya. 

Pastikan anda menawar mulai dari 50% harga yang ditawarkan para pedagang pada anda. Harga yang ditawarkan biasanya melambung jauh dari harga aslinya, apalagi untuk para turis. Hati-hati dan berusaha mendapatkan harga serendah mungkin. Hang Da market juga dikenal sebagai pasar barang bekas. Jika beruntung, anda akan mendapatkan barang second dengan kualitas yang tinggi.

 

  • Han Gai Street

Han Gai Street saat ini  dikenal sebagai silk street, karena di sini adalah pusat jual beli kain sutra beserta berbagai jenis produknya. Han Gai terletak di utara Hoan Kiem Lake. Perkembangan Han Gai sebagai Silk Street sangat pesat, karena awalnya tempat ini hanya populer di kalangan orang lokal Vietnam saja. Namun seiring dengan semakin banyaknya turis asing di Hanoi, maka Han Gai Street pun mulai terkenal. Han Gai merupakan jalan yang memiliki panjang hanya 250 meter namun memiliki lebih dari 90 kios yang menjual kain sutra dan berbagai produk lain seperti pakaian, dompet, dan lain sebagainya. Jalanan ini begitu terlihat memesona, karena warna-warni yang berasal dari kain sutra yang dipajang di sepanjang jalan. Anda bisa berbelanja sekaligus memanjakan mata dengan warna-warni yang indah di jalan Han Gai ini.

 

Vietnam-HanoiOldQuarter-small.jpg

  • Quang Ba Street

Jika Han Gai terkenal sebagai jalan sutera, maka Quang Ba adalah jalan bunga. Di sini merupakan pasar bunga yang dibuka sejak dini hingga pagi hari saja. Quang Ba terletak di distrik Tay Ho dan bisa menjadi tempat yang menarik yang bisa anda kunjungi di pagi hari. Bunga-bunga di sini berasal dari berbagai daerah di Kota Hanoi dan sekitarnya. Tengah malam, pasar ini mulai berdetak. Banyak sekali mobil dan motor pengantar bunga segar dari berbagai tempat di Hanoi dan para pedagang pun bersiap membuka kios masing-masing. Suasana pasar bunga ini begitu segar di pagi hari dan pastinya sangat indah. Walaupun tidak berbelanja, pasar ini menjadi tempat yang patut dikunjungi di pagi hari Kota Hanoi.

 

quang-ba-flower-market.jpg

Jalan2 likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah...menarik sekali Sis, di setiap pasar jadi mempunyai ciri khas masing2 ya...untuk harga pasarannya sendiri bagaimana Sis...mahal2 atau tidak?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Artikel yg sangat bermanfaat.. pasti berguna saat sy ke hanoi nanti...thanks!

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah...menarik sekali Sis, di setiap pasar jadi mempunyai ciri khas masing2 ya...untuk harga pasarannya sendiri bagaimana Sis...mahal2 atau tidak?

utk ukuran indo... mata uang vietnm msh trmsk murah sis.. jd hrga ya standar bs dbilng :)

 

Artikel yg sangat bermanfaat.. pasti berguna saat sy ke hanoi nanti...thanks!

jgn lupa fto2nya y mbaak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

seperti pasar tradisional ya mba...Quang Ba Street, kalau di Indonesia seperti pasar bunga yang ada di Rawa Belong...malah menurut saya masih bagusan di Rawa Belong karena tidak becek :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

seperti pasar tradisional ya mba...Quang Ba Street, kalau di Indonesia seperti pasar bunga yang ada di Rawa Belong...malah menurut saya masih bagusan di Rawa Belong karena tidak becek :D

iya bener pasar bunga gitu.. saya belum pernah ke Rawa Belong.. dimana itu sis?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah tempatnya keliatannya khas gitu ya kalau di sini harga nya terjangkau dong ya? tapi emang keliatan kayak pasar pada umumnya aja ya..

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah tempatnya keliatannya khas gitu ya kalau di sini harga nya terjangkau dong ya? tapi emang keliatan kayak pasar pada umumnya aja ya..

beda suasana aja ya mbak.. ini suasana luar negeri :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Update info saja.. Sept kemarin saya dari Hanoi..

Hang Da market sekarang jadi semacam mall kecil dengan berbagai butik internasional seperti LV, Ferragamo, Chanel, dll.  Saya tidak sempat masuk ke dalamnya, hanya beberapa kali lewat baik dengan mobil atau jalan kaki (malam hari, jadi sudah tutup ga bisa masuk). Menurut tour guide saya yg memang penduduk Hanoi, Hang Da market ini memang sekarang lebih banyak barang branded, tapi penduduk lokal Hanoi kurang suka belanja disana karena harga lebih tinggi dari toko2 tradisional yang memang ada di setiap sudut Hanoi. Kalaupun ke mall ini, penduduk lokal biasanya hanya untuk membandingkan harga, tapi nanti belanjanya tetap di toko tradisional. Demikian sekilas infonya, bagi yang ke Hanoi bisa dilihat sendiri yah...

kyosash likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By sasanatasya
      Setelah banyak peer nulis FR skaligus kerjaan yg gak pernah abis akhirnya, i'm back...
       
      Dan akhirnya setelah berhasil naklukin Hongkong-Shenzhen-Macau sendirian akhirnya jadi ketagihan solo trip.... Kali ini skejulnya ke Ho Chi Minh aka Saigon. Cekidoott!!
       
       
       
       
      Berawal dari cerita temen-temen di kantor yg emang ada project di Vietnam, tepatnya di Hanoi sih, akhirnya gue memutuskan mau liburan ke Vietnam. Setelah browsing kesana kemari, ngintip FR di forum, pilihan awal adalah Halong Bay tapi berhubung terbatasnya waktu akhirnya gue memutuskan untuk jelajah Ho Chi Minh City. Terbanglah kesana berbekal kenekatan lagi dan beginilah kisahnya:
       
       
       
       
       
       
      Day 1, 9 April 2016 : Kuala Lumpur International Airport-Tan Son Nhat International Airport
       
      Perjalanan hari pertama ini sebenarnya cuma airport-to-airport. Jam 14.50 terbang dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dilanjutkan 19.40 dari Kuala Lumpur terbang ke Ho Chi Minh. Begitu sampai di bandara Tan Son Nhat, setelah ngantri imigrasi dan beli simcard lokal gue jalan keluar buat nyari antrian taksi. Kenapa taksi? Karena selain lebih cepat, gue juga takut nyasar. Sayangnya gue gak sempat ngambil foto suasana di bandara Tan Son Nhat karena sudah terlalu lama sendiri (eh...curhat ), maksudnya udah terlalu capek. Taksi disini bermobil Innova dengan driver yg sudah duduk manis di belakang stir sebelah kiri.
      Oh iya, sebelum dilanjutin lagi, ini ada beberapa tips dari gue di hari pertama sampai HCM:
       
      Ho Chi Minh atau Saigon itu negara bebas visa. jadi masih bisa masuk HCM pakai passpor dengan maximum stay 30 hari.  
      Mata uang Vietnam adalah Vietnam Dong (VND). lebih baik bawa USD dari Jakarta dan tukar di money changer sana, di bandara sendiri hampir di setiap sudut pasti ketemu money changer.  
      Pilhan transportasi dari bandara menuju kota ada bus dan taksi. jika ingin naik bus cari tujuan Ben Thanh Market no. 152 tapi bus ini hanya beroperasi sampai jam 7 malam. jika ingin taksi pastikan naik taksi Vinasun atau Mailih, argonya 160,000 VND dengan estimasi waktu sampai lokasi 20-30 menit.  
      Sepanjang jalan menuju tempat penginapan, gue ngeliat Independence Palace dalam kegelapan. Gak jauh dr situ mulai tampak Ben Thanh Market yg artinya sebentar lagi gue sampai ke penginapan. Gue nginep di daerah Phạm Ngũ Lão/District 1 Area, daerah terkenal di HCM untuk para backpacker. Agak shock juga begitu turun dari taksi, gue harus menyebrang ke pasar menuju gang kecil dan cari tempat penginapan yg sudah gue booking sebelumnya. Kalau rame-rame mungkin oke yaaa tapi ini sendirian, cewek pulaaakk hahaha.. tapi ya sudahlah yg penting finally I’m in Ho Chi Minh City!! Yeaayy!! Begitu sampai penginapan yg cukup nyaman, gue mandi dan bersiap untuk tidur supaya besok stamina balik fit lagi. Untungnya tadi udah sempet makan malam di pesawat jadi gue gak perlu keluar kamar untuk cari makan malam.
      Day 2, 10 April 2016 : War Remnants Museum- Thiên Hậu Temple-Binh Tay Market-Cu Chi Tunnels-Ben Tanh Market
       
      The day has come!! Akhirnya setelah perjalanan panjang kemarin hari ini bangun pagi semangat banget buat mulai explore HCM. Karena keterbatasan public transport di HCM dan lagi kepanikan gue terhadap HCM yg terkenal sebagai scam city, gue memilih berjalan-jalan menggunakan tour. Kebetulan di hostel tempat gue menginap menyediakan beberapa pilihan paket tour. Jadi gue ambil paket half city tour dan half Cu Chi Tunnels tour dan akhirnya gue pun duduk manis di meja makan sambil menghabiskan sarapan dan menunggu waktu dijemput oleh pihak tour. Setelah dijemput gue diajak berjalan kaki menuju terminal bus, ternyata terminalnya ada di sebrang gang hostel tempat gue menginap. Deket banget… Gue barengan rombongan lain naik bus wisata yg lumayan besar dan siap untuk keliling HCM.

      sarapan roti segede gaban dari pihak hostel

       
      here we go...
      Perjalanan dimulai dari War Remnants Museum. Disini kita bisa melihat sisa-sisa perang Vietnam dan dampak yg terjadi pada Vietnam setelah perang dengan Amerika Serikat tempo dulu. Sebelum masuk ke museum ini, terpampang besar pesawat tua yg digunakan untuk perang waktu itu. Ketika masuk ke dalam museum, banyak terlihat senjata yg pernah direbut dari AS dipamerkan. Selain itu, banyak juga foto dokumentasi korban akibat ledakan bom dan ranjau darat dan semprotan cairan kimia beracun dari pesawat yg disebut Agen Oranye dan yg paling ngenyes hati waktu gue lihat kotak kaca yg berisi mayat bayi yg mengalami malformasi akibat Agen Oranye. Semua yg ada di museum ini emang bikin gue merinding dan gak berenti bersyukur how lucky I am that I haven’t experience what they had before.
       
       




      Oke, cukup sudah meringisnya. Sekarang saatnya naik bus lagi melanjutkan perjalanan ke Chinatown-nya HCM. Sebelum mampir ke Binh Tay Market, bus melipir ke temple terdekat yaitu Ba Thien Hau. Temple ini didirikan sebagai dedikasi untuk dewi laut, Thiên Hậu. Selesai dari situ, perjalanan pun dilanjut ke Binh Tay Market yg katanya harga lebih murah dari Ben Tanh Market. Disini banyak sekali pedagang pakaian, souvenir, tas, koper, dll. Gue pribadi karena gak terlalu suka belanja jadi gue melipir ke toko yg berjualan kopi dan berencana mencicil oleh-oleh yg akan gue bawa pulang ke Jakarta. Niatnya kan nyicil malah jd kalap belanja oleh-oleh kopi dari Vietnam… Hahahaha namanya juga perempuan.
       


      Chợ Lớn area

      borong kopi Binh Tay Market, nama tokonya Anh Loi
      Pulang dari Binh Tay Market, bus melaju kembali ke District 1 lagi untuk makan siang dan bertukar bus untuk yg melanjutkan perjalanan ke Cu Chi Tunnels.
      Sekitar jam 1 siang, kita rombongan tur berangkat menuju Cu Chi Tunnels. Perjalanan ini agak jauh dari kota, sekitar 2 jam. Sebelum sampai ke Cu Chi Tunnel kita sempet mampir ke tempat kerajinan tangan para veteran perang Vietnam yg cacat fisik. Paling pas emang kalau abis dr War Remnants Museum terus langsung ke Cu Chi Tunels. Ini kayak gambaran asli pas jaman perang Vietnam dulu. Sistem terowongan ini menjadi sarana pertahanan gerilyawan saat perang. Panjangnya juga gak kira-kira sekitar 250 kilometer. Banyak tentara AS yg mati karena terperangkap dalam jebakan yg dibuat oleh tentara Vietnam. Gue sempet masuk ke dalam terowongannya dan wewww it’s hard to imagine how the Vietnamnese soldiers stayed in the underground tunnels for weeks at time while I hardly made 5 seconds in there. Engap bok!!! Setelah berkeliling, gue baru sadar ini kayak taktik yg pernah dipakai Indonesia waktu ngusir penjajah Belanda dulu. Medan perangnya sama, dikelilingin oleh sungai Mekong dan sungai Saigon.
       

      makan siang di Kim Cafe


       
      Jam 6 sore bus melaju ke HCM City. Karena selama perjalanan tadi gue tertidur lumayan pulas dan begitu masuk perkotaan, gue memilih untuk drop di Ben Tanh Market. Sambil membawa plastik belanjaan oleh-oleh yg tadi gue beli di Binh Tay, gue menelusuri Ben Tanh Market untuk sekedar survey harga oleh-oleh yg akan gue beli besok.
      Akhirnya, badan ini lelah juga dan gue berjalan kaki menuju tempat penginapan yg hanya sekitar 10 menitan dari Ben Tanh.
       


      dinner today..very yum!!!
       
      Day 3, 11 April 2016 : Mekong Delta River- Ben Tanh Market- Ben Nghe
       
      Kali ini bangun lebih pagi karena jam 8 pagi sudah harus standby untuk berangkat ke Mekong Delta. Sayangnya bus tour yg gue naiki ngaret jadi aja berangkat jam 9 pagi. Perjalanan menuju Mekong Delta kurang lebih 1 setengah jam. Sebelum sampai di Mekong River bus sempat melipir di Mekong Rest Stop, semacam rest area gitu. Disini ada restoran, toko souvenir, mini market dan jalan ke belakang ada taman yg hijauuuu banget.
       

      Gak jauh dari Mekong Rest Stop bus melipir lagi di Vinh Trang Temple. Terdapat 3 patung besar yang menjadi daya tarik disana. Hanya sekitar 20 menit bus berhenti disana sampai akhirnya jalan lagi menuju tepian sungai Mekong. Sampai disana rombongan tour langsung berpindah ke boat yg telah disediakan oleh pihak tour. Nah, dengan boat inilah gue berkeliling menikmati delta sungai Mekong. Sungai Mekong masuk nomor 10 dalam urutan sungai terpanjang di dunia. Sungai ini melewati Vietnam, Kamboja, Laos, Birma, Thailand, China, Tibet. Di sungai ini gue akan berkeliling ke empat pulau (Dragon Island, Phoenix Island, Turtle Island dan Unicorn Island).


      First stop rombongan dibawa ke tempat pembuatan Coconut Candy. Permen kelapa ini ada beberapa rasa. Abis nyicip testernya ternyata lumayan enak gue beli beberapa untuk oleh-oleh. Selesai itu rombongan dibawa ke restoran local untuk makan siang. Setelah selesai makan siang rombongan diberikan free time. Jadi diberikan fasilitas gratis untuk bersepeda, tidur santai di hammock atau sekedar berjalan kaki di pulau kecil itu. Dari sini gue baru tau kalau ternyata Vietnam juga punya kebiasaan “afternoon naps” jadi gue memilih mengikuti kebiasaan mereka dengan tiduran nyantai sambil berayun di atas hammock.
      Lumayan banget ngumpulin energy abis bobo siang, akhirnya perjalanan dilanjutkan ke Unicorn Island. Disini ada penangkaran lebah madu dan handicraft. Habis icip-icip madu khas Vietnam, akhirnyaaa yang gue tunggu telah tiba. Naik sampan menyusuri sungai kecil di Unicorn Island. Setiap sampan hanya boleh dinaiki oleh 4 orang dan 2 pendayung. Sekitar 10 menitan menyusuri sungai, rombongan kembali ke daratan dan disuguhi entertainment dan buah-buahan tropis.
       




      Berikut ini tips dari gue kalau mau jalan-jalan ke Mekong Delta:
      1.    Pas mampir di Mekong Rest Stop sebaiknya beli air mineral atau snack karena setelah itu susah cari tempat untuk beli air mineral atau snack. Harga di rest areanya gak terlalu mahal kok.
      2.    Cuaca di Mekong sangaaatlah panas. Biasanya di setiap sampan yg kita naiki dipinjami caping khas Vietnam atau biasa disebut Nón lá. Tapi kalau udah terlanjur beli kayak gue ya udah simpen aja bawa pulang ke rumah jadiin pajangan….
      3.    Siapin uang tips untuk pendayung. Gue agak kaget sih waktu dia nodong tips sebelum gue turun dari sampan tapi ya wajarlaahh tangannya pegeelll bok ngedayung bolak balik gitu
      4.    Untuk non-muslim, sebaiknya request makan siang non-halal sebelum sampai di restoran local
      Sekitar jam 4 sore, rombongan kembali ke boat lalu ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke HCMC. Gue minta di-drop di Ben Tanh Market untuk sekalian belanja oleh-oleh yang sempat gue hunting kemarin. Sepanjang jalan di Ben Tanh Market beberapa kali gue mendengar ada beberapa orang Indonesia yang sedang menawar berbelanja disini. Hahaha… memang Ben Tanh Market itu murah bangeeettt. Sekedar tips nih buat kalian yang hobi shopping, tawarlah barang sampai dengan batas gak tau diri disini. Dijamin biarpun kalian dimaki sama si penjual tapi pada akhirnya kalian akan dapatkan barang yang kalian mau. Uhuuukk… ini pengalaman pribadi lho. Gue beli tas buat Nyokap dan Kakak Ipar dari buka harga 600.000 VND per satu tasnya atau setara dengan Rp350ribu-an  akhirnya bisa gue dapetin DUA-DUAnya dengan harga 150.000 VND atau sekitar Rp80ribu-an plus bonus makian dari sang suami empunya tokonya dan sang suami sempat bikin drama mau dipanggilin polisi juga karena gue nawarnya gak tau diri.  Sebenernya banget sih gue asal nyeplos angkanya pas gue lagi tawar-menawar tapi begitu sampe hotel dan sadar kalau tas oleh-oleh yang gue beli itu emang muraaahh banget. Hahahaha rejeki anak soleha!!! Menurut gue dari beberapa night market yang pernah gue datengin, Ben Tanh Market termasuk te-o-pe banget deh harga dan kualitasnya. Sepulang dari belanja oleh-oleh, gue berjalan menuju penginapan. Agak rempong juga memang bawa lumayan banyak kantong kresek tapi itung-itung olahraga malam deh.
      Baru inget kalau gue belum makan malam. Kalau kecapekan emang kadang gue suka lupa makan malam. Akhirnya setelah selesai mandi dan ganti baju, gue melangkahkan kaki keluar penginapan dan menunggu taksi. Rencana malam ini mau jalan-jalan nyantai ke daerah Bến Nghé sekalian wisata malam ke Notre-Dame Cathedral dan Saigon Central Post Office. Gue turun dari taksi dan menyebrang ke gereja Notre-Dame Cathedral. Gue termasuk salah satu orang pengagum bangunan Cathedral dan sayang sekali karena hari sudah sangat malam jadi gue gak sempet masuk ke dalamnya. Tujuan selanjutnya Central Post Office yang berada di sebrang persis gereja yang juga sudah tutup jam visitnya. Jadi gue hanya bisa foto tampak luarnya. Tujuan selanjutnya…makan!!! Gak perlu jauh-jauh jalan karena di samping Central Post ada McDonalds.
       


      Setelah perut kenyang, badan semakin lunglai dan hari semakin malam, gue pun memberhentikan taksi dan siap kembali ke penginapan. Gak baik cewek baik-baik jalan malam-malam sendirian kan?
       
      Day 4, 12 April 2016 : The Independence Palace-NotreDame Cathedral-Saigon Central Post Office- Tan Son Nhat International Airport- Kuala Lumpur International Airport
       
      Last day in Ho Chi Minh. Pagi ini sebelum terbang kembali ke Jakarta, gue bangun pagi buat mampir ke beberapa tempat yang kemarin belum sempat gue datangi dan mau mampir ke dalam Cathedral dan Post Office di pagi hari.
      Tempat pertama yang gue datangi adalah Independence Palace atau biasa dikenal juga dengan Reunification Palace. Tempat ini merupakan saksi bisu terjadinya banyak peristiwa penting di Vietnam. Harga tiket masuknya VND 26.000 kita udah bebas berkeliling di bangunan berlantai 4 ini.
       

       


      Setelah puas dan cukup lama berkeliling di dalam Independence Palace, gue berjalan kaki gak begitu jauh ke Cathedral dan Post Office. Beginilah suasana di dalamnya…
       



      Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 pagi. Gue segera bergegas ke penginapan dan melanjutkan perjalanan ke airport menaiki taksi yang sebelumnya sudah gue pesan dari tempat penginapan. Ahhh, tak terasa liburan sudah berakhir. After another my solo trip in Asia I can definitely say Saigon is one of my favourites, with its bustling streets yang ngingetin gue sama Ibukota dan kopi dan porknya dan dan dan dan yang lainnya… dan menurut gue negara ini ramah banget buat solo traveler yg gampang banget lupa kayak gue secara gue gak perlu ngapalin berapa nomor bus (karena emang waktu gue mepet jd gak sempet nyoba bus antar kota-nya), ngingetin arah jalan (karena kebetulan nyari tempat tinggal yang bisa jalan kaki kesana kemari), ganti jalur MRT (karena disana belum ada MRT), biaya hidup hari-harinya yang masih terjangkau banget… I think I never get enough of this place. I’ll be back for Sapa, Halong Bay (gak sempet main kesana…hiks) and the rest of Vietnam.
       

      goodbye Ho Chi Minh aka Saigon!!
       
       
       
       
       
    • By j.Leo
      Halo, saya Leo.
      Saya akan melakukan trip Indochina 16 - 30 Dec, dengan itinerary kasar sebagai berikut:
      17 Dec Vientiane (Laos)
      18 Dec: Luang Prabang (Laos)
      21 Dec: Bangkok (Thailand)
      24 Dec: Siem Reap (Cambodia)
      26 Dec: Mui Ne (Vietnam)
      28 Dec: Ho Chi Minh (Vietnam)
      30 Dec: Flight HCMC - Jkt
      Seandainya ada teman-teman yang berminat untuk ikutan sehingga bisa sharing cost tempat tinggal dan transport darat, monggo contact saya melalui BBM pin 57455CB5 ya =)
      Airasia lagi ada promo tiket nih, saya sertakan linknya utk mempersuasi mempermudah pengecekan harga (bukan promosi ya min) 
       
    • By Yones deliyandra
      Hi man temans.. apa kabar? Semoga kita semua sehat dan kuat yaa, sehingga masih diberi kesempatan untuk menikmati segala ciptaan Tuhan. ketemu lagi dengan saya Yones, yang terdahulu saya pernah berbagi tentang perjalanan saya ke Maldives,    Kali ini saya akan berbagi tentang perjalanan saya untuk menyusuri Vietnam dimulai dari bagian Selatan sampai ujung Utara Vietnam selama 10 hari. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk memenuhi 1 dari wishlist saya untuk trip keluar negeri. Saya memang memiliki beberapa wishlist untuk dalam dan luar negeri, dan apakah itu semuanya terwujud? tidak! tapi ada. Yang penting kita berani bermimpi, rangkai mimpi itu dan berusaha mewujudkannya. Apakah gampang? tidak! semuanya butuh kerja keras dan pengorbanan. Mudah-mudahan wishlist lain segera menyusul..aminn... heheh bantu amin kan dong.. biar kita bisa jalan-jalan bareng.. hehhehe aminnnnn. Beberapa hari ini banyak sekali teman-teman saya dari Instagram dan Facebook yang meminta info dan itinerary tentang perjalanan kali ini. Saya ga enak jika membuat teman-teman terlalu lama menunggu, untuk itu saya sampaikan secara ringkas dulu ya.. untuk cerita-cerita seru dan lagi unik serta perasaan saya saat perjalanan ini, menyusulya. Soalnya butuh waktu dan ketenangan untuk bisa mengungkapkannya... heheh cielee.. jangan diejek donk... xixiix
        Mari to the point.. hahhaha Saya merencanakan trip kali ini fokus ke Vietnam saja, kenapa tidak ke Indochina lainnya sekaligus. Alasannya klasiknya adalah masalah waktu, dan alasan kerennya adalah saya ingin benar-benar menyelami tentang Vietnam aja, tanpa terganggu oleh bahasa lain, mata uang lain, atau budaya lain.. awas kalo bilang lebay. Perjalanan ini kami mulai dari selatan menuju utara vietnam.   Dari gambar peta di atas diliat, untuk selatan Vietnam kita bisa mulai dari Ho Chi Minh City (Saigon) dan berakhir di Hanoi. Itinerary
      Day 1,  30 April 2016 Berangkat dari Jakarta dengan kereta malam, ehhh pesawat malam nya si burung merah tercinta alias Air Asia. Sampai di KLIA2 tengah malam. Dan selanjutnya ritual wajib bagi backpacker adalah buka lapak.... cari spot tercantik untuk gelar lapak dan tiduuuuuur donk.   Day 2, 1 Mei 2016 Saya memilih penerbangan pagi atau siang untuk menuju Ho Chi Minh City, kenapa?.. alasannya adalah keamanan. Dari kabar yang beredar saya dengar dan baca kalo di Ho Chi Minh City sekarang banyak sekali scamnya, terutama di taxi dan dijalan sepi. Untuk itu saya benar-benar menghindari kedua hal itu. Sampai di Ho Chi Mint City saat pagi sampai jam 6 sore, kita masih bisa menggunakan bus untuk menuju ke daerah distrik 1 (areanya banyak hotel backpacker dan objek wisata dikota ini). Jika sudah malam hanya ada taxi, dan itu cendrung rawan. Kalo emang punya badan gede kaya Aderai yaaa gapapa, tapi kalo badan nya ceking kaya saya... ahhhhh kaga beraniiii... mending cari amann aja dah... Dari bandara Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 bisa menaiki Bus 152. Keluar bandara dengan wajah sok pinter gitu lansung aja belok kanan, sampai keliatan Bus 152, jangan pikir panjang-panjang lansung aja naik, ga usah noleh kiri-kanan.. hahahha... harganya berapaa? 5000 dong aja kok... Bisa turun di Ben Than Market, dan karena hotel kita di jalan Pham Ngu Lao, keluar bus belok kiri dan jalan lurus kedepan sampai ketemu jalan Pham Ngu Lao, dekeet kok yaaa. Ben Than Market Sore ini kami di HCMC mengunjungi City hall, dan Patung paman Ho Chi Minh.. di hall ini pada sore hari akan sangat rame, dan ada beberapa pertunjukan yang bisa kita nikmati secara free... yeeeey. City hall
      Sebelum pulang ke hotel, kami memesan tiket untuk ke Mui Ne esok hari di TheSinhTourist seharga 99.000 dong (sitting bus) berangkat jam 2 siang (lama perjalanan adalah 5 jam) 

      Day 3, 2 Mei 2016 Pagi sampai siang berkunjung ke : People Committee Hall (free) People Committee Hall Cathedral Notre Dame  (free) Cathedral Notre Dame Central Post Office (free) Central Post Office Independence Palace (30.000 dong / org) Ben Than Market Siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Mui Ne dengan bus.HCMC (Saigon) - Mui ne (lama perjalanan 5 jam) berangkat jam 2 siang sampai jam 7 malam. Sampai di Mui Ne kami menginap di Muine Hills (lansung bisa turun di dekat hotel) seharga 15$ USD/night. Kami juga lansung memesan paket Tour Muine Sunrise seharga 6$ USD dihotel.   Day 4, 3 Mei 2016 Jam 3 pagi bangun dan siap untuk Tour Muine. Tour sand dunes trip ini meliputi : Fairy stream Fairy stream Fairy stream Fishing village Fishing village White sand dunes White sand dunes   White sand dunes Red sand dunes. Red sand dunes Red sand dunes Ada 2 pilihan, yaitu : Pagi (menikmati sunrise matahari terbit, tour dimulai jam 4 pagi sampai jam 9 pagi) Sore (menikmati sunsite matahari terbenam, tour dimulai jam 2 siang sampai jam 7 malam) Saya memilih pagi, karena pagi lebih sejuk dan tidak terlalu panas. Sebelum kembali ke hotel, kami sempatkan mencari tiket bus ke Dalat untuk berangkat siang ini. Ada tiket dijual di hotel dan outlet2 yang banyak disekitar hotel. Kami membeli di outlet karena lebih murah daripada beli di hotel. Kami dapat tiket bus ke Dalat 4$ / orang, berangkat jam 1 siang. Kembali ke hotel untuk bersih dan packing. Berangkat jam 1 siang dan jam 4 sore kami sampai di Dalat. Di Dalat kami menginap di Duy Huang Hotel seharga Rp. 169.000 / malam. Dekat dengan pusat kota Dalat dan 10 menit jalan kaki ke pusat kota Dalat.
      Day 5, 4 Mei 2016 Keliling kota Dalat. Kami menyewa sepeda motor seharga 100.000 Dong, dan bisa sewa di depan Lotteria pusat kota Dalat. Domaine De Marie (free) Domaine De Marie Domaine De Marie Ligh Son Pagoda (free) Ligh Son Pagoda City flower garden (30.000 Dong) City flower garden Dalat Railway Station (free) Dalat Railway Station Crazy house (40.000 Dong) Dalat cathedral (Free) Pasar dalat (free) Dalat Lake (free) Dalat Lake
      Day 6, 5 Mei 2016 Bersiap menuju Hanoi dengan Vietjetair. Dari kota Dalat menuju Airport dalat bisa menggunakan suttle bus seharga 40.000 Dong lama perjalanan lebih kurang 45 menit. Sejauh 30 km. Dalat – Hanoi di tempuh selama 2 jam. Sampai di bandara hanoi kita lansung menuju daerah Old Quarter. (kawasan backpacker) Menuju ke Old Quarter kami menggunakan bus kota no 17 dengan harga hanya 7.000 Dong. Selama 1,5 jam. bus kota no 17 Jika naik bus jetstar, mungkin bisa lebih cepat dengan harga 40.000 Dong. Sampai di Old Quarter kami lansung mencari tiket Bus ke Sapa. Awalnya kami hanya memesan tiket pergi seharga 260.000 Dong / orang. Setelah itu kepikiran buat lansung beli tiket pulang nya juga (Sapa – Hanoi). Maka kami lansung memesan tiket pulang, dan dapat harga lebih murah yaitu 225.000 Dong / orang. Tau gini, lebih baik memesan lansung PP diawal. Saat itu kita juga lansung memesan paket ke Halong bay untuk tanggal 8 Mei, seharga 23$ USD / orang (include kayaking), kalo tanpa kayaking hanya 18$ USD. Berangkat ke Sapa jam 9 Malam. Dan akan sampai di Sapa esok hari jam 6 pagi.
      Day 7, 6 Mei 2016 Sampai jam 6 pagi di Sapa. Kami lansung mencari hotel yang sudah di booking, katanya tidak jauh dari Sapa Town. Sebelum sampai di hotel Kami cari-cari paket treking 1 hari, akhirnya Kami membeli paket treking ke ibu-ibu yang sejak kami turun bus selalu mengikuti kami dan menawarkan paket treking. Mereka berpakaian tradisional suku Hmong. Bersama mama Bau Kami memilih si ibu yang keliahatan nya baik dan lucu, yang akhirnya kami memanggilnya dengan Mama Bau. Kami beli paket treking 1 hari ini seharga 10$ USD / orang. Treking Treking di mulai jam 9 pagi sampai jam 4 sore, sudah termasuk makan di rumah Mama Bau. Treking bersama mama Bau
      Day 8, 7 Mei 2016 Keliling sapa dengan menyewa sepeda motor seharga 100.000 Dong. Kami mengunjungi : Silver waterfal (15.000 Dong, 6 km dari Sapa town) Silver waterfal Love waterfall and Golden Stream (40.000 Dong, 2 km dari Sapa town) Love waterfall and Golden Stream   Love waterfall and Golden Stream Sapa Church (free) Sapa Church Sapa Town Square Bersama Hmong People Sapa market (free) Malam hari kami menuju Hanoi, berangkat jam 10 malam. Dan akan sampai di Hanoi esok hari jam 6 pagi.
      Day 9, 8 Mei 2016 Sampai di hanoi pagi, lansung menuju hotel yang sudah di book, numpang mandi dan siap-siap menunggu untuk dijemput untuk Halong Bay trip. Trip ke Halong bay 1 hari dimulai jam 8.30 pagi sampai jam 9 malam. Halong bay   Halong bay Malamnya menikmanti night market .
      Day 10, 9 Mei 2016 Hanoi - KL
      kembali melakukan ritual wajib yaitu dalah buka lapak.... cari spot tercantik untuk gelar lapak dan tiduuuuuur
      Day 11, 10 Mei 2016 Kuala lumpur (KLIA2) To Jakarta (CGK)
      Kembali ke kehidupan nyata.


      Rincian Biaya Perjalanan Rate $1 USD = 22.100 VND $1 USD  = 13.200 VND 1 VND = 0,6 IDR   Tiket pesawat
      Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KLIA 2) by Air Asia seharga : 439.000 IDR
      Kuala Lumpur (KLIA 2) – Ho Chi Mint City by Air Asia seharga : 107 MYR (374.500 IDR)
      Dalat – Hanoi by Viejet Air seharga : 675.841 IDR
      Hanoi - Kuala Lumpur (KLIA 2) by Air Asia seharga : 911.979 IDR
      Kuala Lumpur (KLIA 2) – Jakarta (CGK) by Air Asia seharga : 146.250 IDR
      Total : 2.547.570 IDR   Penginapan (1 kamar isi 2 orang)
      Ho Chi Minh City, 1 night (Dai Huy Huang) seharga  : 197.944 IDR
      Mui Ne, 1 night (Muine Hills)seharga  : 317.655 VND (189.182 IDR)
      Dalat, 2 night (Duy Huang) seharga : 338.000 IDR
      Sapa, 1 night seharga : 174.271 IDR
      Hanoi, 1 night seharga : $11 USD (145.200 IDR) Total  : 1.044.597 IDR / 2 = 522.298 IDR   Bus antar kota
      Ho Chi Minh City – Mui Ne  : 99.000 VND
      Mui ne – Dalat : $4 USD (88.400 VND)
      Hanoi – Sapa : 260.000 VND
      Sapa – Hanoi : 225.000 VND Total : 672.400 VND   Bus dalam kota
      Bus dari bandara HCMC ke Distrik1 (Bus no. 152) : 5.000 VND
      Suttle bus dari kota Dalat ke Dalat airport : 40.000 VND
      Bus dari Hanoi airport ke Old Quarter (Bus kota no. 17) : 7.000 VND
      Taxi ke Hanoi Airport dari Old Quarter : 250.000 VND / 2 = 125.000 VND Total  : 177.000 VND     Paket tour
      Tour Muine Sand Dunes : $6 USD (132.600 VND)
      Sapa Treking 1 day : $10 USD (221.000 VND)
      Halong Bay 1 day include kayaking : $23 USD (508.300 VND) Total : $39 USD (861.900 VND)   Motor Rent
      Motor Rent di Dalat 1 day : 100.000 VND
      Motor Rent di Sapa 1 day : 100.000 VND Total : 200.000 VND   Tiket wisata Ho Chi Minh City
      People Committee hall : free
      Cathedral Notre Dame : free
      Central Post Office: free
      Independence Palace : 30.000 VND
      Mui Ne
      Fairy stream, Fishing village, white sand dunes dan red sand dunes (Tour Muine Sand Dunes) Dalat Domaine De Marie : free Ligh Son Pagoda  : free City flower garden : 30.000 VND Dalat Railway Station  : free Crazy house : 40.000 VND Dalat cathedral : free Pasar dalat : free Sapa SapaTreking (Sapa Treking 1 day) Silver waterfal : 15.000 VND Love waterfall and Golden Stream : 40.000 VND Sapa Church : free Sapa market : free Hanoi Halong Bay (Halong Bay 1 day) Total  : 155.000 VND   Total                                                                                      Pesawat + Penginapan : 3.069.868 IDR Bus antar kota + Bus dalam kota + Paket tour + Motor Rent + Tiket wisata  : 2.066.300 VND (1.230.605 IDR) Total Keseluruhan : 4.300.474 IDR   Perlu Untuk Diketahui ·         Ibukota Vietnam adalah Hanoi ·         Free visa untuk Warga Negara Indonesia ·         Mata uang Vietnam adalah Vietnam Dong (VND)
      Masih banyak cerita seru nan unik lainnya, nanti akan saya ceritakan lebih detailnya per kota selama di Vienam ini, beserta tips-tips yang mungkin akan sangat membatu...
      byee byeee... bobo dulu yaaa...
      Silakah kunjungi blog sederhana saya juga  yaa... http://yonesfd.blogspot.co.id/  terima kasih
       
    • By Penggalih Herlambang
      Dear all Rekan-rekan,
      Mau tanya nih, minggu depan rencana mau ke Vietnam untuk pelatihan selama 12 hari. Nah pas cek kartu ternyata mahal banget ya kalau roaming pakai Indosat. Kira ada yang pernah coba pakai SIMCARD provider di Vietnam nggak? Rekomendasinya apa saja? Ribet nggak?
      Terima kasih,
      Salam
    • By aprisnando
      Salam kenal guys,
      Ane newbie di sini,
      Ane punya rencana trip akhir tahun dari 10 November - 22 November (cuti 8 Har kerja),nah ane punya rencana ke 4 negara
      Jadi gini itinerary mentah yg ane punya
      1. 10 Nov-11 Nov CGK-KUL-RGN , berangkat kamis malam, menginap di KLIA2 pagi lanjut ke Yangon, sampe Yangon siang, langsung check in hostel dan keliling kota Yangon
       liat2 pagoda, Sule Pagoda, Shwedagon pagoda, mahabandoola park, dan sebagainya.
      2. 12-13 Nov Yangon-Bagan naik bus, jadi nginap semalam di bus, paginya tgl 13 langsung explore Bagan, dan sorenya langsung balik lagi ke Yangon untuk ngejar flight ke Bangkok
      3.14 Nov, RGN-DMK, Sampe Bangkok cuma istirahat aja sehari, kalo ada yang mau explore kota Bangkok ane anterin secara ane udah pernah kemari jadi Thailand buat transit aja,
      4. 15 Nov Malam, Bangkok - Siem Reap by bus, nginap di Bus semalam ke Siem Reap
      5. 16 Nov, Explore Siem reap seharian, ke angkor wat dsb. Nginap sehari di Siem Reap
      6. 17 Nov Malam, Siem Reap - Ho Chi Minh City Vietnam by bus, nginap di bus lagi
      7. 18 Nov, Explore ho chi minh, ke cu chi tunnel, museum2, notre dame, dsb. (berhubung ane ada saudara disini jadi ane bakal stay sampe tanggal 22), kalo kalian yang pengen
      duluan balik it's oke bakal ane temenin keliling2 dulu di Ho Chi Minh
       
      Begitulah singkatnya itinerary ane,
      Btw ane belum beli tiket dsb, kira2 budget flight aja sekitar 2.5 juta dari Jakarta-KL-Yangon-Bangkok-Ho Chi Minh-Jakarta (bisa lebih murah lagi sambil nunggu promo)
      Untuk biaya kasarnya ane spare sekitar 4 jutaan diluar flight (biaya tiap orang beda2 karena ada yang suka jajan, ada yang suka belanja, ada yang irit dsb) 
      jadi ini cuma ajakan aja kalo minat bisa PM ane ya, sapa tau cocok dan kita bisa traveling bareng dan share cost
       
    • By Junia Savitri
      Haloooo semuanyaa, saya newbie di forum iniii.
      Mohon bantuannya ya senior senior hehe
      Mau tanya travel yang rekomen untuk trip Halong Bay apa ya?
      Dan untuk meeting pointnya sendiri Sinh Tourist ini dimana ya?
      Sudah liat webnya tapi Sinh Tourist ini tidak di pick up di hotel.
      Ada yang rencana ke Hanoi awal Oktober ini? Join yukkk