redocean

Keliling Pasar di Hanoi

11 posts in this topic

 

Walaupun lebih terkenal dengan berbagai macam danau dan bangunan bersejarahnya, Kota Hanoi juga memiliki pusat-pusat perbelanjaan souvenir yang bisa anda kunjungi. Anda bisa menemukan berbagai macam souvenir dari mulai jenis souvenir pada umumnya hingga kerajinan-kerajinan khas Vietnam. Berikut beberapa tempat yang menjadi pusat perbelanjaan para turis dalam mencari oleh-oleh:

  • Dong Xuan Market

Terletak sekitar 900 meter dari Hoan Kiem Lake, anda pasti dengan mudah menemukan pasar ini. Dong Xuan Market merupakan pasar terbesar di Kota Hanoi. Anda akan menjumpai betapa padatnya pasar ini. Antara satu kios dan kios lainnya memiliki jarak yang sempit sehingga anda harus pintar-pintar mencari jalan. Namun sepertinya, bagi anda yang sering berkunjung ke pusat perbelanjaan di Indonesia seperti Mangga Dua dan Tanah Abang akan terbiasa dengan hal ini.

Sebagai pasar terbesar di Kota Hanoi, Dong Xuan menyediakan berbagai macam jenis barang.

 

Anda bisa memilih apa saja untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Mulai dari aneka makanan hingga kaos, pakaian, sepatu, sandal, alat makan, gantungan, handuk, tas. Layaknya mall pada umumnya, Dong Xuan Market memang menyediakan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Anda bisa membelinya secara satuan, walaupun Dong Xuan Market lebih cenderung pada bentuk pasar grosir. Untuk masalah harga, anda bisa melakukan tawar menawar untuk mendapatkan harga terbaik. Harga di Dong Xuan Market dikenal lebih murah dari daerah lain di Kota Hanoi. Di sinilah pusat bisnis dan jual beli Hanoi berada. Anda akan merasakan hawa super sibuk dan padat di Dong Xuan Market.

 

Dong_Xuan_market.jpg

 

Pasar yang dahulunya merupakan salah satu saksi sejarah pertempuran sengit antara Pahlawan Vietnam dan Imperialis Perancis ini memiliki pasar outdoor yang digelar malam hari. Dong Xuan Night Market atau pasar malam Dong Xuan ini bisa menjadi tujuan jalan-jalan malam anda di Hanoi. Selain menjual berbagai barang, food court yang ada di pasar mala mini merupakan magnet lain dari Dong Xuan. Pasar ini selalu ramai dikunjungi baik oleh orang lokal maupun para turis asing. Oleh karenanya, selalu waspada terhadap segala kemungkinan tindakan para pencopet jahil.

 

  • Hang Da Market

Hang Da Market merupakan pasar terpadat kedua setelah Dong Xuan Market. Tempat dari Hang Da memang tidak sebesar Dong Xuan. Akan tetapi, Hand Da merupakan pasar yang menyediakan berbagai jenis kerajinan tangan ala Vietnam yang bisa anda jadikan buah tangan. Anda bisa mendapatkan keramik-keramik yang indah atau berbagai jenis pot dari tanah liat yang memukau.

 

Hang-Da-market.jpeg

 

Jangan ketinggalan untuk membeli aodai, pakaian adat khas Vietnam. Anda bisa mencoba ukurannya, apalagi untuk ukuran sesame orang Asia, pasti tidak sulit untuk mendapatkannya. 

Pastikan anda menawar mulai dari 50% harga yang ditawarkan para pedagang pada anda. Harga yang ditawarkan biasanya melambung jauh dari harga aslinya, apalagi untuk para turis. Hati-hati dan berusaha mendapatkan harga serendah mungkin. Hang Da market juga dikenal sebagai pasar barang bekas. Jika beruntung, anda akan mendapatkan barang second dengan kualitas yang tinggi.

 

  • Han Gai Street

Han Gai Street saat ini  dikenal sebagai silk street, karena di sini adalah pusat jual beli kain sutra beserta berbagai jenis produknya. Han Gai terletak di utara Hoan Kiem Lake. Perkembangan Han Gai sebagai Silk Street sangat pesat, karena awalnya tempat ini hanya populer di kalangan orang lokal Vietnam saja. Namun seiring dengan semakin banyaknya turis asing di Hanoi, maka Han Gai Street pun mulai terkenal. Han Gai merupakan jalan yang memiliki panjang hanya 250 meter namun memiliki lebih dari 90 kios yang menjual kain sutra dan berbagai produk lain seperti pakaian, dompet, dan lain sebagainya. Jalanan ini begitu terlihat memesona, karena warna-warni yang berasal dari kain sutra yang dipajang di sepanjang jalan. Anda bisa berbelanja sekaligus memanjakan mata dengan warna-warni yang indah di jalan Han Gai ini.

 

Vietnam-HanoiOldQuarter-small.jpg

  • Quang Ba Street

Jika Han Gai terkenal sebagai jalan sutera, maka Quang Ba adalah jalan bunga. Di sini merupakan pasar bunga yang dibuka sejak dini hingga pagi hari saja. Quang Ba terletak di distrik Tay Ho dan bisa menjadi tempat yang menarik yang bisa anda kunjungi di pagi hari. Bunga-bunga di sini berasal dari berbagai daerah di Kota Hanoi dan sekitarnya. Tengah malam, pasar ini mulai berdetak. Banyak sekali mobil dan motor pengantar bunga segar dari berbagai tempat di Hanoi dan para pedagang pun bersiap membuka kios masing-masing. Suasana pasar bunga ini begitu segar di pagi hari dan pastinya sangat indah. Walaupun tidak berbelanja, pasar ini menjadi tempat yang patut dikunjungi di pagi hari Kota Hanoi.

 

quang-ba-flower-market.jpg

Jalan2 likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah...menarik sekali Sis, di setiap pasar jadi mempunyai ciri khas masing2 ya...untuk harga pasarannya sendiri bagaimana Sis...mahal2 atau tidak?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Artikel yg sangat bermanfaat.. pasti berguna saat sy ke hanoi nanti...thanks!

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah...menarik sekali Sis, di setiap pasar jadi mempunyai ciri khas masing2 ya...untuk harga pasarannya sendiri bagaimana Sis...mahal2 atau tidak?

utk ukuran indo... mata uang vietnm msh trmsk murah sis.. jd hrga ya standar bs dbilng :)

 

Artikel yg sangat bermanfaat.. pasti berguna saat sy ke hanoi nanti...thanks!

jgn lupa fto2nya y mbaak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

seperti pasar tradisional ya mba...Quang Ba Street, kalau di Indonesia seperti pasar bunga yang ada di Rawa Belong...malah menurut saya masih bagusan di Rawa Belong karena tidak becek :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

seperti pasar tradisional ya mba...Quang Ba Street, kalau di Indonesia seperti pasar bunga yang ada di Rawa Belong...malah menurut saya masih bagusan di Rawa Belong karena tidak becek :D

iya bener pasar bunga gitu.. saya belum pernah ke Rawa Belong.. dimana itu sis?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah tempatnya keliatannya khas gitu ya kalau di sini harga nya terjangkau dong ya? tapi emang keliatan kayak pasar pada umumnya aja ya..

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah tempatnya keliatannya khas gitu ya kalau di sini harga nya terjangkau dong ya? tapi emang keliatan kayak pasar pada umumnya aja ya..

beda suasana aja ya mbak.. ini suasana luar negeri :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Update info saja.. Sept kemarin saya dari Hanoi..

Hang Da market sekarang jadi semacam mall kecil dengan berbagai butik internasional seperti LV, Ferragamo, Chanel, dll.  Saya tidak sempat masuk ke dalamnya, hanya beberapa kali lewat baik dengan mobil atau jalan kaki (malam hari, jadi sudah tutup ga bisa masuk). Menurut tour guide saya yg memang penduduk Hanoi, Hang Da market ini memang sekarang lebih banyak barang branded, tapi penduduk lokal Hanoi kurang suka belanja disana karena harga lebih tinggi dari toko2 tradisional yang memang ada di setiap sudut Hanoi. Kalaupun ke mall ini, penduduk lokal biasanya hanya untuk membandingkan harga, tapi nanti belanjanya tetap di toko tradisional. Demikian sekilas infonya, bagi yang ke Hanoi bisa dilihat sendiri yah...

kyosash likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • Backpacker Menelusuri Vietnam dari Selatan sampai ke ujung Utara.
      By Yones deliyandra
      Hi man temans.. apa kabar? Semoga kita semua sehat dan kuat yaa, sehingga masih diberi kesempatan untuk menikmati segala ciptaan Tuhan. ketemu lagi dengan saya Yones, yang terdahulu saya pernah berbagi tentang perjalanan saya ke Maldives,    Kali ini saya akan berbagi tentang perjalanan saya untuk menyusuri Vietnam dimulai dari bagian Selatan sampai ujung Utara Vietnam selama 10 hari. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk memenuhi 1 dari wishlist saya untuk trip keluar negeri. Saya memang memiliki beberapa wishlist untuk dalam dan luar negeri, dan apakah itu semuanya terwujud? tidak! tapi ada. Yang penting kita berani bermimpi, rangkai mimpi itu dan berusaha mewujudkannya. Apakah gampang? tidak! semuanya butuh kerja keras dan pengorbanan. Mudah-mudahan wishlist lain segera menyusul..aminn... heheh bantu amin kan dong.. biar kita bisa jalan-jalan bareng.. hehhehe aminnnnn. Beberapa hari ini banyak sekali teman-teman saya dari Instagram dan Facebook yang meminta info dan itinerary tentang perjalanan kali ini. Saya ga enak jika membuat teman-teman terlalu lama menunggu, untuk itu saya sampaikan secara ringkas dulu ya.. untuk cerita-cerita seru dan lagi unik serta perasaan saya saat perjalanan ini, menyusulya. Soalnya butuh waktu dan ketenangan untuk bisa mengungkapkannya... heheh cielee.. jangan diejek donk... xixiix
        Mari to the point.. hahhaha Saya merencanakan trip kali ini fokus ke Vietnam saja, kenapa tidak ke Indochina lainnya sekaligus. Alasannya klasiknya adalah masalah waktu, dan alasan kerennya adalah saya ingin benar-benar menyelami tentang Vietnam aja, tanpa terganggu oleh bahasa lain, mata uang lain, atau budaya lain.. awas kalo bilang lebay. Perjalanan ini kami mulai dari selatan menuju utara vietnam.   Dari gambar peta di atas diliat, untuk selatan Vietnam kita bisa mulai dari Ho Chi Minh City (Saigon) dan berakhir di Hanoi. Itinerary
      Day 1,  30 April 2016 Berangkat dari Jakarta dengan kereta malam, ehhh pesawat malam nya si burung merah tercinta alias Air Asia. Sampai di KLIA2 tengah malam. Dan selanjutnya ritual wajib bagi backpacker adalah buka lapak.... cari spot tercantik untuk gelar lapak dan tiduuuuuur donk.   Day 2, 1 Mei 2016 Saya memilih penerbangan pagi atau siang untuk menuju Ho Chi Minh City, kenapa?.. alasannya adalah keamanan. Dari kabar yang beredar saya dengar dan baca kalo di Ho Chi Minh City sekarang banyak sekali scamnya, terutama di taxi dan dijalan sepi. Untuk itu saya benar-benar menghindari kedua hal itu. Sampai di Ho Chi Mint City saat pagi sampai jam 6 sore, kita masih bisa menggunakan bus untuk menuju ke daerah distrik 1 (areanya banyak hotel backpacker dan objek wisata dikota ini). Jika sudah malam hanya ada taxi, dan itu cendrung rawan. Kalo emang punya badan gede kaya Aderai yaaa gapapa, tapi kalo badan nya ceking kaya saya... ahhhhh kaga beraniiii... mending cari amann aja dah... Dari bandara Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 bisa menaiki Bus 152. Keluar bandara dengan wajah sok pinter gitu lansung aja belok kanan, sampai keliatan Bus 152, jangan pikir panjang-panjang lansung aja naik, ga usah noleh kiri-kanan.. hahahha... harganya berapaa? 5000 dong aja kok... Bisa turun di Ben Than Market, dan karena hotel kita di jalan Pham Ngu Lao, keluar bus belok kiri dan jalan lurus kedepan sampai ketemu jalan Pham Ngu Lao, dekeet kok yaaa. Ben Than Market Sore ini kami di HCMC mengunjungi City hall, dan Patung paman Ho Chi Minh.. di hall ini pada sore hari akan sangat rame, dan ada beberapa pertunjukan yang bisa kita nikmati secara free... yeeeey. City hall
      Sebelum pulang ke hotel, kami memesan tiket untuk ke Mui Ne esok hari di TheSinhTourist seharga 99.000 dong (sitting bus) berangkat jam 2 siang (lama perjalanan adalah 5 jam) 

      Day 3, 2 Mei 2016 Pagi sampai siang berkunjung ke : People Committee Hall (free) People Committee Hall Cathedral Notre Dame  (free) Cathedral Notre Dame Central Post Office (free) Central Post Office Independence Palace (30.000 dong / org) Ben Than Market Siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Mui Ne dengan bus.HCMC (Saigon) - Mui ne (lama perjalanan 5 jam) berangkat jam 2 siang sampai jam 7 malam. Sampai di Mui Ne kami menginap di Muine Hills (lansung bisa turun di dekat hotel) seharga 15$ USD/night. Kami juga lansung memesan paket Tour Muine Sunrise seharga 6$ USD dihotel.   Day 4, 3 Mei 2016 Jam 3 pagi bangun dan siap untuk Tour Muine. Tour sand dunes trip ini meliputi : Fairy stream Fairy stream Fairy stream Fishing village Fishing village White sand dunes White sand dunes   White sand dunes Red sand dunes. Red sand dunes Red sand dunes Ada 2 pilihan, yaitu : Pagi (menikmati sunrise matahari terbit, tour dimulai jam 4 pagi sampai jam 9 pagi) Sore (menikmati sunsite matahari terbenam, tour dimulai jam 2 siang sampai jam 7 malam) Saya memilih pagi, karena pagi lebih sejuk dan tidak terlalu panas. Sebelum kembali ke hotel, kami sempatkan mencari tiket bus ke Dalat untuk berangkat siang ini. Ada tiket dijual di hotel dan outlet2 yang banyak disekitar hotel. Kami membeli di outlet karena lebih murah daripada beli di hotel. Kami dapat tiket bus ke Dalat 4$ / orang, berangkat jam 1 siang. Kembali ke hotel untuk bersih dan packing. Berangkat jam 1 siang dan jam 4 sore kami sampai di Dalat. Di Dalat kami menginap di Duy Huang Hotel seharga Rp. 169.000 / malam. Dekat dengan pusat kota Dalat dan 10 menit jalan kaki ke pusat kota Dalat.
      Day 5, 4 Mei 2016 Keliling kota Dalat. Kami menyewa sepeda motor seharga 100.000 Dong, dan bisa sewa di depan Lotteria pusat kota Dalat. Domaine De Marie (free) Domaine De Marie Domaine De Marie Ligh Son Pagoda (free) Ligh Son Pagoda City flower garden (30.000 Dong) City flower garden Dalat Railway Station (free) Dalat Railway Station Crazy house (40.000 Dong) Dalat cathedral (Free) Pasar dalat (free) Dalat Lake (free) Dalat Lake
      Day 6, 5 Mei 2016 Bersiap menuju Hanoi dengan Vietjetair. Dari kota Dalat menuju Airport dalat bisa menggunakan suttle bus seharga 40.000 Dong lama perjalanan lebih kurang 45 menit. Sejauh 30 km. Dalat – Hanoi di tempuh selama 2 jam. Sampai di bandara hanoi kita lansung menuju daerah Old Quarter. (kawasan backpacker) Menuju ke Old Quarter kami menggunakan bus kota no 17 dengan harga hanya 7.000 Dong. Selama 1,5 jam. bus kota no 17 Jika naik bus jetstar, mungkin bisa lebih cepat dengan harga 40.000 Dong. Sampai di Old Quarter kami lansung mencari tiket Bus ke Sapa. Awalnya kami hanya memesan tiket pergi seharga 260.000 Dong / orang. Setelah itu kepikiran buat lansung beli tiket pulang nya juga (Sapa – Hanoi). Maka kami lansung memesan tiket pulang, dan dapat harga lebih murah yaitu 225.000 Dong / orang. Tau gini, lebih baik memesan lansung PP diawal. Saat itu kita juga lansung memesan paket ke Halong bay untuk tanggal 8 Mei, seharga 23$ USD / orang (include kayaking), kalo tanpa kayaking hanya 18$ USD. Berangkat ke Sapa jam 9 Malam. Dan akan sampai di Sapa esok hari jam 6 pagi.
      Day 7, 6 Mei 2016 Sampai jam 6 pagi di Sapa. Kami lansung mencari hotel yang sudah di booking, katanya tidak jauh dari Sapa Town. Sebelum sampai di hotel Kami cari-cari paket treking 1 hari, akhirnya Kami membeli paket treking ke ibu-ibu yang sejak kami turun bus selalu mengikuti kami dan menawarkan paket treking. Mereka berpakaian tradisional suku Hmong. Bersama mama Bau Kami memilih si ibu yang keliahatan nya baik dan lucu, yang akhirnya kami memanggilnya dengan Mama Bau. Kami beli paket treking 1 hari ini seharga 10$ USD / orang. Treking Treking di mulai jam 9 pagi sampai jam 4 sore, sudah termasuk makan di rumah Mama Bau. Treking bersama mama Bau
      Day 8, 7 Mei 2016 Keliling sapa dengan menyewa sepeda motor seharga 100.000 Dong. Kami mengunjungi : Silver waterfal (15.000 Dong, 6 km dari Sapa town) Silver waterfal Love waterfall and Golden Stream (40.000 Dong, 2 km dari Sapa town) Love waterfall and Golden Stream   Love waterfall and Golden Stream Sapa Church (free) Sapa Church Sapa Town Square Bersama Hmong People Sapa market (free) Malam hari kami menuju Hanoi, berangkat jam 10 malam. Dan akan sampai di Hanoi esok hari jam 6 pagi.
      Day 9, 8 Mei 2016 Sampai di hanoi pagi, lansung menuju hotel yang sudah di book, numpang mandi dan siap-siap menunggu untuk dijemput untuk Halong Bay trip. Trip ke Halong bay 1 hari dimulai jam 8.30 pagi sampai jam 9 malam. Halong bay   Halong bay Malamnya menikmanti night market .
      Day 10, 9 Mei 2016 Hanoi - KL
      kembali melakukan ritual wajib yaitu dalah buka lapak.... cari spot tercantik untuk gelar lapak dan tiduuuuuur
      Day 11, 10 Mei 2016 Kuala lumpur (KLIA2) To Jakarta (CGK)
      Kembali ke kehidupan nyata.


      Rincian Biaya Perjalanan Rate $1 USD = 22.100 VND $1 USD  = 13.200 VND 1 VND = 0,6 IDR   Tiket pesawat
      Jakarta (CGK) – Kuala Lumpur (KLIA 2) by Air Asia seharga : 439.000 IDR
      Kuala Lumpur (KLIA 2) – Ho Chi Mint City by Air Asia seharga : 107 MYR (374.500 IDR)
      Dalat – Hanoi by Viejet Air seharga : 675.841 IDR
      Hanoi - Kuala Lumpur (KLIA 2) by Air Asia seharga : 911.979 IDR
      Kuala Lumpur (KLIA 2) – Jakarta (CGK) by Air Asia seharga : 146.250 IDR
      Total : 2.547.570 IDR   Penginapan (1 kamar isi 2 orang)
      Ho Chi Minh City, 1 night (Dai Huy Huang) seharga  : 197.944 IDR
      Mui Ne, 1 night (Muine Hills)seharga  : 317.655 VND (189.182 IDR)
      Dalat, 2 night (Duy Huang) seharga : 338.000 IDR
      Sapa, 1 night seharga : 174.271 IDR
      Hanoi, 1 night seharga : $11 USD (145.200 IDR) Total  : 1.044.597 IDR / 2 = 522.298 IDR   Bus antar kota
      Ho Chi Minh City – Mui Ne  : 99.000 VND
      Mui ne – Dalat : $4 USD (88.400 VND)
      Hanoi – Sapa : 260.000 VND
      Sapa – Hanoi : 225.000 VND Total : 672.400 VND   Bus dalam kota
      Bus dari bandara HCMC ke Distrik1 (Bus no. 152) : 5.000 VND
      Suttle bus dari kota Dalat ke Dalat airport : 40.000 VND
      Bus dari Hanoi airport ke Old Quarter (Bus kota no. 17) : 7.000 VND
      Taxi ke Hanoi Airport dari Old Quarter : 250.000 VND / 2 = 125.000 VND Total  : 177.000 VND     Paket tour
      Tour Muine Sand Dunes : $6 USD (132.600 VND)
      Sapa Treking 1 day : $10 USD (221.000 VND)
      Halong Bay 1 day include kayaking : $23 USD (508.300 VND) Total : $39 USD (861.900 VND)   Motor Rent
      Motor Rent di Dalat 1 day : 100.000 VND
      Motor Rent di Sapa 1 day : 100.000 VND Total : 200.000 VND   Tiket wisata Ho Chi Minh City
      People Committee hall : free
      Cathedral Notre Dame : free
      Central Post Office: free
      Independence Palace : 30.000 VND
      Mui Ne
      Fairy stream, Fishing village, white sand dunes dan red sand dunes (Tour Muine Sand Dunes) Dalat Domaine De Marie : free Ligh Son Pagoda  : free City flower garden : 30.000 VND Dalat Railway Station  : free Crazy house : 40.000 VND Dalat cathedral : free Pasar dalat : free Sapa SapaTreking (Sapa Treking 1 day) Silver waterfal : 15.000 VND Love waterfall and Golden Stream : 40.000 VND Sapa Church : free Sapa market : free Hanoi Halong Bay (Halong Bay 1 day) Total  : 155.000 VND   Total                                                                                      Pesawat + Penginapan : 3.069.868 IDR Bus antar kota + Bus dalam kota + Paket tour + Motor Rent + Tiket wisata  : 2.066.300 VND (1.230.605 IDR) Total Keseluruhan : 4.300.474 IDR   Perlu Untuk Diketahui ·         Ibukota Vietnam adalah Hanoi ·         Free visa untuk Warga Negara Indonesia ·         Mata uang Vietnam adalah Vietnam Dong (VND)
      Masih banyak cerita seru nan unik lainnya, nanti akan saya ceritakan lebih detailnya per kota selama di Vienam ini, beserta tips-tips yang mungkin akan sangat membatu...
      byee byeee... bobo dulu yaaa...
      Silakah kunjungi blog sederhana saya juga  yaa... http://yonesfd.blogspot.co.id/  terima kasih
       
    • Saigon, I'm in Love
      By sasanatasya
      Setelah banyak peer nulis FR skaligus kerjaan yg gak pernah abis akhirnya, i'm back...
       
      Dan akhirnya setelah berhasil naklukin Hongkong-Shenzhen-Macau sendirian akhirnya jadi ketagihan solo trip.... Kali ini skejulnya ke Ho Chi Minh aka Saigon. Cekidoott!!
       
       
       
       
      Berawal dari cerita temen-temen di kantor yg emang ada project di Vietnam, tepatnya di Hanoi sih, akhirnya gue memutuskan mau liburan ke Vietnam. Setelah browsing kesana kemari, ngintip FR di forum, pilihan awal adalah Halong Bay tapi berhubung terbatasnya waktu akhirnya gue memutuskan untuk jelajah Ho Chi Minh City. Terbanglah kesana berbekal kenekatan lagi dan beginilah kisahnya:
       
       
       
       
       
       
      Day 1, 9 April 2016 : Kuala Lumpur International Airport-Tan Son Nhat International Airport
       
      Perjalanan hari pertama ini sebenarnya cuma airport-to-airport. Jam 14.50 terbang dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dilanjutkan 19.40 dari Kuala Lumpur terbang ke Ho Chi Minh. Begitu sampai di bandara Tan Son Nhat, setelah ngantri imigrasi dan beli simcard lokal gue jalan keluar buat nyari antrian taksi. Kenapa taksi? Karena selain lebih cepat, gue juga takut nyasar. Sayangnya gue gak sempat ngambil foto suasana di bandara Tan Son Nhat karena sudah terlalu lama sendiri (eh...curhat ), maksudnya udah terlalu capek. Taksi disini bermobil Innova dengan driver yg sudah duduk manis di belakang stir sebelah kiri.
       
      Oh iya, sebelum dilanjutin lagi, ini ada beberapa tips dari gue di hari pertama sampai HCM:
       
      Ho Chi Minh atau Saigon itu negara bebas visa. jadi masih bisa masuk HCM pakai passpor dengan maximum stay 30 hari.  
      Mata uang Vietnam adalah Vietnam Dong (VND). lebih baik bawa USD dari Jakarta dan tukar di money changer sana, di bandara sendiri hampir di setiap sudut pasti ketemu money changer.  
      Pilhan transportasi dari bandara menuju kota ada bus dan taksi. jika ingin naik bus cari tujuan Ben Thanh Market no. 152 tapi bus ini hanya beroperasi sampai jam 7 malam. jika ingin taksi pastikan naik taksi Vinasun atau Mailih, argonya 160,000 VND dengan estimasi waktu sampai lokasi 20-30 menit.  
      Sepanjang jalan menuju tempat penginapan, gue ngeliat Independence Palace dalam kegelapan. Gak jauh dr situ mulai tampak Ben Thanh Market yg artinya sebentar lagi gue sampai ke penginapan. Gue nginep di daerah Phạm Ngũ Lão/District 1 Area, daerah terkenal di HCM untuk para backpacker. Agak shock juga begitu turun dari taksi, gue harus menyebrang ke pasar menuju gang kecil dan cari tempat penginapan yg sudah gue booking sebelumnya. Kalau rame-rame mungkin oke yaaa tapi ini sendirian, cewek pulaaakk hahaha.. tapi ya sudahlah yg penting finally I’m in Ho Chi Minh City!! Yeaayy!! Begitu sampai penginapan yg cukup nyaman, gue mandi dan bersiap untuk tidur supaya besok stamina balik fit lagi. Untungnya tadi udah sempet makan malam di pesawat jadi gue gak perlu keluar kamar untuk cari makan malam.
      Day 2, 10 April 2016 : War Remnants Museum- Thiên Hậu Temple-Binh Tay Market-Cu Chi Tunnels-Ben Tanh Market
       
      The day has come!! Akhirnya setelah perjalanan panjang kemarin hari ini bangun pagi semangat banget buat mulai explore HCM. Karena keterbatasan public transport di HCM dan lagi kepanikan gue terhadap HCM yg terkenal sebagai scam city, gue memilih berjalan-jalan menggunakan tour. Kebetulan di hostel tempat gue menginap menyediakan beberapa pilihan paket tour. Jadi gue ambil paket half city tour dan half Cu Chi Tunnels tour dan akhirnya gue pun duduk manis di meja makan sambil menghabiskan sarapan dan menunggu waktu dijemput oleh pihak tour. Setelah dijemput gue diajak berjalan kaki menuju terminal bus, ternyata terminalnya ada di sebrang gang hostel tempat gue menginap. Deket banget… Gue barengan rombongan lain naik bus wisata yg lumayan besar dan siap untuk keliling HCM.

      sarapan roti segede gaban dari pihak hostel

       
      here we go...
      Perjalanan dimulai dari War Remnants Museum. Disini kita bisa melihat sisa-sisa perang Vietnam dan dampak yg terjadi pada Vietnam setelah perang dengan Amerika Serikat tempo dulu. Sebelum masuk ke museum ini, terpampang besar pesawat tua yg digunakan untuk perang waktu itu. Ketika masuk ke dalam museum, banyak terlihat senjata yg pernah direbut dari AS dipamerkan. Selain itu, banyak juga foto dokumentasi korban akibat ledakan bom dan ranjau darat dan semprotan cairan kimia beracun dari pesawat yg disebut Agen Oranye dan yg paling ngenyes hati waktu gue lihat kotak kaca yg berisi mayat bayi yg mengalami malformasi akibat Agen Oranye. Semua yg ada di museum ini emang bikin gue merinding dan gak berenti bersyukur how lucky I am that I haven’t experience what they had before.
       
       




      Oke, cukup sudah meringisnya. Sekarang saatnya naik bus lagi melanjutkan perjalanan ke Chinatown-nya HCM. Sebelum mampir ke Binh Tay Market, bus melipir ke temple terdekat yaitu Ba Thien Hau. Temple ini didirikan sebagai dedikasi untuk dewi laut, Thiên Hậu. Selesai dari situ, perjalanan pun dilanjut ke Binh Tay Market yg katanya harga lebih murah dari Ben Tanh Market. Disini banyak sekali pedagang pakaian, souvenir, tas, koper, dll. Gue pribadi karena gak terlalu suka belanja jadi gue melipir ke toko yg berjualan kopi dan berencana mencicil oleh-oleh yg akan gue bawa pulang ke Jakarta. Niatnya kan nyicil malah jd kalap belanja oleh-oleh kopi dari Vietnam… Hahahaha namanya juga perempuan.
       


      Chợ Lớn area

      borong kopi Binh Tay Market, nama tokonya Anh Loi
      Pulang dari Binh Tay Market, bus melaju kembali ke District 1 lagi untuk makan siang dan bertukar bus untuk yg melanjutkan perjalanan ke Cu Chi Tunnels.
      Sekitar jam 1 siang, kita rombongan tur berangkat menuju Cu Chi Tunnels. Perjalanan ini agak jauh dari kota, sekitar 2 jam. Sebelum sampai ke Cu Chi Tunnel kita sempet mampir ke tempat kerajinan tangan para veteran perang Vietnam yg cacat fisik. Paling pas emang kalau abis dr War Remnants Museum terus langsung ke Cu Chi Tunels. Ini kayak gambaran asli pas jaman perang Vietnam dulu. Sistem terowongan ini menjadi sarana pertahanan gerilyawan saat perang. Panjangnya juga gak kira-kira sekitar 250 kilometer. Banyak tentara AS yg mati karena terperangkap dalam jebakan yg dibuat oleh tentara Vietnam. Gue sempet masuk ke dalam terowongannya dan wewww it’s hard to imagine how the Vietnamnese soldiers stayed in the underground tunnels for weeks at time while I hardly made 5 seconds in there. Engap bok!!! Setelah berkeliling, gue baru sadar ini kayak taktik yg pernah dipakai Indonesia waktu ngusir penjajah Belanda dulu. Medan perangnya sama, dikelilingin oleh sungai Mekong dan sungai Saigon.
       
       

      makan siang di Kim Cafe


       
      Jam 6 sore bus melaju ke HCM City. Karena selama perjalanan tadi gue tertidur lumayan pulas dan begitu masuk perkotaan, gue memilih untuk drop di Ben Tanh Market. Sambil membawa plastik belanjaan oleh-oleh yg tadi gue beli di Binh Tay, gue menelusuri Ben Tanh Market untuk sekedar survey harga oleh-oleh yg akan gue beli besok.
       
      Akhirnya, badan ini lelah juga dan gue berjalan kaki menuju tempat penginapan yg hanya sekitar 10 menitan dari Ben Tanh.
       


      dinner today..very yum!!!
       
      Day 3, 11 April 2016 : Mekong Delta River- Ben Tanh Market-Night City Tour
       
       
      to be continued...
    • Dimana Beli Tiket ke Muine Dari Saigon?
      By Ahook_
      Tujuan utama ke Hochiminh bukanlah ke Hochiminh-nya, tapi ke Muine, butuh 5 jam perjalanan darat lagi dari kota terbesar kedua rumah Uncle Ho itu. Dari awal, saat pertama kali tiket sudah ditangan setahun sebelumnya, Hochiminh City / Saigon, aku jadikan kota transit saja. Tidak terlalu antusias untuk melihat lebih dekat kota itu. Dari hasil tanya jawab sama Om Google, benar saja, tidak ada apa-apanya di Saigon itu. Wisata kota dan belanja saja yang ada.
       
      Tidak jauh berbeda antara Hanoi dan Saigon, boleh cek disini deh. Bahkan saat di Saigon, aku tidak terlalu mengunjungi tempat- tempat mainstream yang banyak di-review travelers. Aku hanya ke beberapa tempat saja. Notredame Church, Post office, Ben Thanh market, Ho Chi Minh square dan sempat ke China town yang tidak ada apa-apanya.

      The Sinh Tour, gampang sekali ditemukan jika kamu tinggal didaerah Pham Ngu Lao.
      Karena itu, sesuai dengan tujuan pertama ke Saigon adalah untuk ke Muine, begitu sampai, langsung cari tiket bus ke Muine. Banyak review yang mengatakan lebih baik beli tour di The Sinh Tour. Akupun demikian. Rasa- rasanya, lebih terjamin. Aku sih tidak tahu operator yang lain, tapi pengalaman aku naik bus ini, tidak ada berhenti untuk naikkan penumpang ditengah- tengah perjalanan. Berhentipun, itu karena urusan kebelakang, dan itu hanya sekali saja.

      Schedule bus
      Oh ya, trip ke Muine, aku barengan sama 3 cewek cantik asal Jakarta yang hebat. Kalau tidak salah dengar, trip ini menjadi kali pertama bagi mereka untuk backpackeran. Bahkan 1 diantara mereka, yang menjadi ketua genk, baru pertama kali trip keluar negeri. Sekali lagi, aku bilang hebat. Kami bertemu di bus dari airport mau ke kota Saigonnya. Bisa baca juga , cara naik bus murah meriah dari dan ke airport.

      Penampakan bus
      Singkat cerita, aku memutuskan untuk trip bareng mereka ke Muine besok paginya. Beli tiket di The Sinh Tour dengan harga 89.000 Dong per orang ( 1 Rp = 0,6 Dong ) atau sekitar Rp 53.400,- sekali jalan dengan menggunakan sleeping bus. Perjalanan ke Muine memakan waktu sekitar 5 jam. Sepanjang perjalanan, tidak banyak yang bisa dinikmati. Kanan kiri adalah pepohonan, terkadang ada rumah penduduk.                

      Sleeping bus : 3 baris, 2 lorong buat jalan, 2 tingkat dan 1 toilet.
       
      Sleeping busnya lebih sempit dibanding saat aku naik dari Laos ke Hanoi. Bisa baca disini. Ada 3 jalur, tempatnya juga lebih kecil, tapi untuk duduk lebih gampang dibanding sebelumnya. Bus ini dilengkapi toilet dan wifi yang tidak bekerja maksimal. Tidak ada fasilitas power listrik buat kamu nge-charge barang elektronik. Aku tetap saranin, lebih nyaman pilihlah tempat dibagian atas. Suka baca buku, sediakanlah, suka dengarin musik, jangan lupa baterei alat pemutar musik kamu full.

      Ngobrol sama local`s yang juga sedang berlibur. 
      Tidak ada hal lain bisa dilakukan sepanjang perjalanan itu. Walaupun bawa buku bacaan, aku malah lebih memilih dengar musik dan melamun tak karuan. Aku pakai waktu 5 jam itu untuk mengkhayal semau aku. Entah apa sajalah. Seingatku, semuanya ya tentang traveling. Ingin kesana, mau kesitu. Intinya, aku mau keliling dunia. Amin...
       
      Mengkhayal menjadi satu aktifitas yang paling suka aku lakukan diwaktu senggang. Ingin menjadi siapa dan mau berbuat apa, sangat bebas. Karena itu, aku pernah tulis disini, andaikan hidup itu seindah di film, pasti menyenangkan dan sempurna.

      Menjelang tiba ke Muine disambut pemandangan seperti ini...
      Begitu juga, perjalanan pulang kembali ke Saigon pada malam harinya setelah sunset tour.  Kami naik sleeping bus tengah malam, dengan perkiraan, jam 6 pagi sudah tiba di Saigon. Harga tiket pulang lebih mahal dibanding pada saat datang. Kabarnya, jika mau dapat harga murah bisa langsung beli di The Sinh Tour Muine, tapi kantornya jauh dari keramaian kota.
       
      Kami beli di Asia Travel dengan harga 143.000 Dong. Bosnya baiklah, bersedia menunggu kami sampai bus datang menjemput kami walau sudah larut malam. Asiknya lagi, tempatnya ada free wifi yang kencang, rasa kantuk sedikit terusir walau sudah menunggu lebih dari 3 jam.
       

      Tempat menunggu bus sampai larut malam...
      Mungkin karena sudah capek main seharian , letih dan lelah. Begitu naik bus, langsung molor sampai perbehentian untuk buang air kecil. Setelah itu, molor lagi dan baru bangun ketika sudah tiba di Saigon. Wifi bus malam lebih kencang dan on sepanjang perjalanan. Rasanya, lebih memilih tidur daripada berselancar didunia maya.

      Bus malam dari Muine ke Saigon bersama 3 cewek cantik nan hebat...
       
      With love,
       
      @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • Kilas cerita tentang kereta di Vietnam
      By lysya
      Halo semua^^
      Ini postingan pertama saya di forum ini. Mau ikut berbagi referensi sekaligus sedikit cerita tentang pengalaman naik kereta di Vietnam saat solo trip pertama Saya bulan Oktober ini. Semoga referensinya ngga repost ya...
      Dalam perjalanan ke Vietnam tgl 13-18 Oktober 2015 lalu, ada 2x Saya menggunakan kereta api di Vietnam. Pertama untuk perjalanan dari Hue city menuju Hanoi menggunakan night train dengan 4 soft bed (sleeper), dan yang kedua untuk perjalanan dari Lao Cai menuju Hanoi menggunakan night train dengan soft seat. Mau pilih jenis sleeper ataupun soft seat, keduanya ada dalam satu rangkaian kereta, cuma beda gerbong aja. Karena dalam satu rangkaian kereta jarak jauh di Vietnam umumnya terdiri dari gerbong sleeper 4 soft bed, gerbong sleeper 6 hard bed, gerbong soft seat, dan gerbong hard seat. Kondisi semua gerbong sama-sama bersih, ber-AC, dan ada toilet. Karena saya cuma coba 2 jenis gerbong, maka saat ini cuma bisa ceritakan kondisi sleeper 4 soft bed dan soft seat aja ya…
        Pada soft seat, tiap penumpang cuma dapat fasilitas selimut dan di ujung gerbong hanya ada toilet saja. Menurut saya mirip gerbong eksekutif kereta jarak jauh di pulau Jawa. Hanya saja kursinya nggak seempuk kursi eksekutif di Indonesia tapi tetap nyaman dan bersih. Sayangnya colokan listrik & meja kecil pada gerbong soft seat yg saya naiki dari Lao Cai ke Hanoi, cuma disediakan pada 2 baris kursi yang ada di posisi paling tengah gerbong. Alhasil nggak bisa charging hape yg uda sekarat baterenya karna nggak dapat seat tsb :'(   gerbong soft seat dan lorong di gerbong 6 hard beds (sayangnya nggak bisa foto bagian dalam kabin karena masih ada penghuninya waktu mau ambil gambar)   Sedangkan di gerbong 4 soft bed, satu gerbong terbagi jadi beberapa kabin/ kamar tertutup yang masing-masing dilengkapi 4 kasur, bantal & selimut yang nyaman, 1 meja kecil & tempat sampah, colokan listrik tiap bed, serta wastafel, toilet, dan water dispenser di bagian ujung gerbongnya. Untuk jarak jauh, pastinya jenis 4 soft bed yang paling nyaman karena bisa tidur normal di atas kasur yang empuk. Tapi sayangnya, jenis ini bagi saya malah kurang rekomen buat solo female traveler. Karena kita nggak pernah tahu akan sekamar dengan orang seperti apa nantinya. Bisa jadi kamu sekamar dengan 3 orang cowok dan jadi cewek satu-satunya di dalam kabin atau cuma berduaan dengan seorang cowok aneh dan menyeramkan dalam satu kabin, hehe…ini lumayan bikin parno Saya, tapi nggak kepikiran waktu booking tiket 4 soft bed dan baru berasa waktu ngalamin sendiri.   gerbong 4 soft beds, abaikan gorden & isi kabin yang berantakan   Saat naik kereta dengan 4 soft bed dari stasiun Hue pkl. 21.30, Saya sendiri awalnya sekamar dengan seorang cewek lokal yang seumuran Saya dan hanya kami berdua dalam satu kabin karena saat itu kereta nggak terlalu penuh. Sayangnya sang cewek ini turun lebih awal daripada Saya, lalu diganti dengan penumpang lain dari stasiun berikutnya. Setelah itu Saya pun jadi sekamar dengan seorang bapak-bapak lokal yang nggak bisa ngomong english hingga Hanoi. Walaupun situasi aman terkendali dan sang Bapak bukan orang jahat, tetap aja bikin tidur jadi nggak tenang kalau tidur sekabin cuma berduaan dengan bapak-bapak. Alhamdulillah Bapaknya baik, sampai ngingetin waktu ada barang Saya yang hampir ketinggalan di kabin dan nunjukkin rute keluar stasiun menuju jalan Le Duan (walaupun cuma pakai bahasa isyarat, hehe…).   Cara Membeli Tiket Kereta   Cara beli tiket kereta api di vietnam pada dasarnya sama seperti di Indonesia, bisa datang langsung ke loket resmi di stasiun kereta api manapun di Vietnam atau beli online via situs resmi Vietnam Railways : www.dsvn.vn dan situs agent travel tertentu yang sudah terpercaya. Tentunya harga tiket akan lebih murah jika beli langsung dari situs resmi kereta api Vietnam atau datang langsung ke stasiun keretanya. Sayangnya dari info yang saya baca dari seat61 dan tripadvisor, saat ini situs resmi vietnam railway www.dsvn.vn tsb cuma terima pembayaran pakai credit cards Vietnamese aja, belum bisa terima pembayaran dari kartu kredit atau bank internasional. Buat Saya yang takut kehabisan tiket kereta & nggak sempat ke stasiun dulu pada H-1 keberangkatan, tentunya memilih booking lewat situs agent travel tertentu. Alhamdulillah dari hasil googling dapat info juga dari seat61 dan tripadvisor, kalau ada situs online www.baolau.vn yang rekomended untuk beli tiket kereta di Vietnam.   Booking tiket dari Baolau prosesnya sederhana, cepat & pakai bahasa Inggris. Ketersediaan tempat duduk & berth-nya juga cukup aktual dan menerima semua jenis kartu kredit internasional untuk pembayarannya. Email konfirmasi & e-ticket akan langsung dikirim Baolau ke email kita begitu proses booking dan payment selesai, serta terkonfirmasi. Untuk tiket-tiket yang keretanya beroperasi di bawah management Vietnam railway, e-ticket ini bisa langsung diprint & dipakai saat boarding di kereta, jadi nggak perlu ditukar lagi di stasiun. Sedangkan untuk tiket yang keretanya non-Vietnam railway seperti Fanxipan Express, King Express, Orient Express, atau Sapaly Express, e-ticket ini cuma berupa voucher dan nggak valid sebagai boarding pass sehingga harus ditukar dulu di loket stasiun sebelum memasuki kereta.   Untuk harga yang ditawarkan oleh Baolau (ini yang paling penting, hehe…) lumayan murah dibanding dengan situs travel lain atau pesan dari hotel yang harganya bisa beda sekitar 30-50% lebih tinggi. Bukan bermaksud iklan sih, tapi Saya udah survey & bandingkan dengan situs resmi kereta api vietnam & situs travel lain, serta tanya ke beberapa hotel tempat Saya akan menginap saat mau berangkat ke Vietnam. Harga dari Baolau bisa dibilang murah karena cuma mengenakan service charge sebesar 40.000 VND atau sekitar USD 2 dari harga tiket resmi yang dibeli di loket stasiun kereta dan situs resmi kereta api www.dsvn.vn. Selain itu Baolau juga punya layanan antar tiket dan pembayaran COD (cash on delivery) untuk area Ho Chi Minh dan Hanoi dengan biaya tambahan lagi sebesar USD 2. Untuk lebih jelasnya, bisa cek & baca langsung dari situs www.baolau.vn yang bersangkutan atau baca beberapa review tentang Baolau dari seat61 ini dan tripavisor ini atau bandingkan harganya dengan situs resmi kereta api vietnam di www.dsvn.vn
        Tips : pemesanan tiket, perubahan, atau pembatalan tiket via Baolau hanya bisa dilakukan paling lambat hingga 24 jam sebelum jam keberangkatan. Kalau kurang dari 24 jam, perubahan & pembatalan harus dilakukan di stasiun kereta.   Sebagai gambaran, tiket yang saya beli via Baolau yaitu 1 tiket one way tipe 4 soft bed rute Hue-Hanoi dengan keberangkatan tgl 13 Oktober 2015 pkl. 21.30. Proses booking saya lakukan dari Jakarta pada tgl 12 Oktober 2015 sekitar pkl. 12 siang. Selesai booking langsung dapat email balasan dalam waktu kurang dari 1 jam. Nggak lama kemudian, e-ticket pun Saya terima via email terpisah. Mirip kayak booking tiket pesawat via online. E-ticket langsung saya print, jadi bisa langsung dipakai untuk boarding di kereta dengan menunjukkan e-ticket tsb. Untuk tiket kereta dari Lao Cai ke Hanoi tgl 17 Oktober, juga saya booking dari Baolau. Hanya saja e-ticketnya nggak Saya print, cuma disimpan dalam bentuk pdf di smartphone sehingga Saya harus pergi ke loket tiket dulu untuk mencetak boardingpass saat tiba di stasiun kereta Lao Cai. Prosesnya juga mudah, cukup tunjukkan e-ticket yang ada di smartphone ke petugas loket, kemudian boardingpass akan langsung diprint.   e-ticket from baolau   Sekian kilas cerita saat Saya berkereta di Vietnam, maaf kalau kepanjangan & belum ada gambarnya hehe....masih bingung utk insert fotonya. Walaupun baru 2x nyobain kereta disana, semoga bisa bermanfaat & jadi referensi buat yang baca.   Selamat mencoba & safe trip ya^^   Note : tulisan ini sebelumnya saya posting pada https://coretanlysya.wordpress.com/2015/10/26/kilas-cerita-tentang-kereta-di-vietnam/  
    • Muine Backpacker Hostel Ditengah Kota Muine Yang Sepi
      By Ahook_
      Walaupun aku tidak bermalam di Muine, jika kamu yang punya kesempatan ke Muine dan berencana stay 1 malam disana, aku punya rekomendasi nih hostel backpacker buat kamu yaitu Muine Bacpakcer Hostel. Cuma aku lupa tanya harga kamarnya permalam berapa? Pas waktu itu, diburu waktu untuk segera mencari tiket bus pulang ke Saigon dan cari cemilan untuk mengganjal perut sebelum Sunset trip dimulai. 

       
      Tapi, beneran.. tempatnya bagus, nyaman dan bersih. Ada kolam renang, walau hanya kecil. Sepertinya lebih cocok untuk duduk - duduk manis disamping kolam saja atau sekedar buat basah-basahan. Dan yang membuat aku suka hostel ini adalah, pemandangan yang disajikan dibelakang hostel ini. Memang tidak ada pasir pantai yang bisa dipakai buat kamu untuk berjemur dan main, tapi mereka menyediakan kursi payung yang bisa membuat kamu lupa ingatan sejenak tentang asal usul kamu dari mana, lupa akan segala kepenatan kamu dan aktifitas yang membosankan. 
       

       
      View-nya langsung ke laut, langsung ke bibir pantai yang banyak dipakai kitesurfer untuk KiteSurfing. Jika dilihat dari peta dunia, lokasinya tepat berada dibibir pantai dari garis pulau tempat Vietnam berada. Angin yang sepoi- sepoi membuat kamu semakin menikmati waktumu. 100 % kamu pasti suka.

       
      Balik lagi tentang penginapannya sendiri, Muine Backpacker Hostel terletak di 137 Nguyen Dinh Chieu, Ham Tien. Boleh langsung ke websitenya disini atau cari di hostelworld. Biar gampang, pas pesan tiket di The Sinh Tour, baca disini, kamu langsung kasih tahu, kamu minta diturunin di hostel ini. Menurut informasi sih, harga per malam masih bersahabat dikantong, sekitar 7 Usd permalam. Pastinya, walau hanya numpang sebentar disini, karena kami beli tiket tour Sand Dunes disini, kami bisa menikmati free wifi dan pakai toiletnya. Bisa duduk santai didekat kolam renang sembari mengunyah makanan.

      Tidak punya banyak pengalaman tentang hostel ini terutama tentang kamar dan bentukannya seperti apa. Paling tidak, sebagian foto yang aku ambil bisa memberikan sedikit gambaran menarik untuk kamu. Tepat disamping hostel ini ada mart, lapar dan haus tinggal ngesot. Oh ya, didepannya ada yang jual sandwich Vietnam, Banh Mi. 

       
      Muine sendiri bukanlah kota yang ramai. Hanya ada satu jalan saja, kanan kiri dipenuhi travel agent, restoran dan hostel/ hotel / resort. Kendaraan yang lalu lalang juga sedikit. Pas sampai disana, sudah menjelang makan siang, suasana kotanya sepi, saat sudah pulang dari Sunset trip, masih saja sepi, ketika keluar makan malam, tetap saja sepi, dan hingga larut malam, juga sepi. Intinya, yang kesana, selain tujuan utama untuk menikmati Sand dunes, ya memang untuk bersantai saja. 

      @ranselahok  ditengah kesepian...
       
      With love,
       
      www.ranselahok.com
      IG/ Twitter : @ranselahok
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • Pilih Hanoi atau Hochiminh?
      By Ahook_
      Aku pilih Hanoi dibanding dengan Hochiminh City / Saigon. Walaupun kedua kota ini perawakannya hampir sama, motor dimana- mana, cara mengendarai motor seenaknya saja. Ruang tata kota yang tidak jauh berbeda juga. Banyak taman umum yang bisa dipakai masyarakat setempat dengan bebas. Transportasi umum berupa bus yang gampang dan ramah dikantong.

      Maoseluem Hochiminh, Hanoi
      Tidak ada alasan pasti kenapa aku lebih memilih Hanoi? Bisa jadi, karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Hanoi menjadi tempat pertama yang aku kunjungi di Vietnam. Saat menginjakkan kaki begitu tiba di terminal bus setelah 27 jam naik bus dari Luang Prabang, Laos, baca disini, aku langsung jatuh cinta. Malam itu, udaranya menembus kedalam badanku yang masih sempoyongan. Kondisi terminal antar kota/negara masih sibuk dan ramai tatkala waktu sudah menunjukkan jam 9 malam lebih. 

      Hoan Kiem Lake, Hanoi
      Dibanding dengan Hanoi, Saigon lebih maju dan lebih modern. Bangunan bertingkat dan gedung pencakar langit bisa dengan gampang ditemui. Di Hanoi, untuk ukuran mall saja, saat aku kesana, aku belum menemukannya. Udara di Saigon lebih panas. Karena itu, jalan kaki mengelilingi kota mengunjungi objek wisata terasa sangat lelah, capek dan malasin. Berbeda dengan di Hanoi, dari pagi sampai malam, keliling terus tanpa berhenti, tetap saja, masih semangat. Udara di Hanoi lebih sejuk, saat siang dan sore, terasa adem. 

      Uncle Ho Statue in Saigon
      Biaya hidup di Hanoi lebih murah dibanding di Saigon. Ini versi aku ya. Nginap di Hanoi Central Backpacker per malamnya 5 USD, sedangkan nginap di Saigon Backpacker Hostel per malamnya 7 USD. Jika dilihat dari fasilitas, Hanoi Central Backpacker lebih unggul. Bisa dicek disini, kemudian bandingkan disini juga dengan Saigon Backpacker Hostel. Makan di Hanoi juga lebih murah loh. Contohnya makan Pho, noodle soup. Di Hanoi semangkok Pho dengan porsi dan treatment yang sama 45.000 Dong, di Saigon, harganya 65.000 Dong. 
       
      Di Hanoi, kamu bisa melihat langsung jenazah Uncle Ho yang diawetkan di Maoseleum Hochiminh. Lebih dekat jika kamu ingin teruskan trip kamu ke Halong Bay dan Sapa. Baca pengalaman aku saat one day trip ke Halong Bay. Dari Hanoi, bisa langsung nyebrang ke China, kabarnya bisa naik kereta turun di Nanning, China. Satu hari, aku akan mencoba rute ini, amin...

      Halong Bay
      Sisanya sama sih, baik di Hanoi maupun di Saigon, banyak taman umum yang asri dan bersih disediakan pemerintah untuk warganya. Tempat - tempat sejarah, area backpacker, area pub dan night market. Bisa jalan kaki buat keliling isi kota jika kamu mau. Hahaha.. seperti aku, cukup jalan kaki. Bisa baca disini, tempat wajib yang harus dikunjungi saat ke Hanoi.
       
      Dari Saigon, kamu bisa ke Muine, terkenal dengan padang pasirnya. Atau bisa daytrip ke beberapa tempat lainnya. Datang saja ke travel agent disekitaran Pham Ngu Lou, banyak tawaran paket menarik yang bisa mengisi hari- hari kamu selama di Saigon. 

      Sudut kota Saigon, kondisi yang hampir sama di Hanoi
      Baik di Hanoi dan Saigon, aku belum bertemu dengan jalanan yang jelek dan berlubang. Dan sama- sama mempunyai juntaian kabel yang luntang- lantung sana -sini. Ukuran kabelnya pun gede-gede. Aku sudah bilang diatas, walaupun Hanoi sebagai ibukota Vietnam, tapi Saigon lebih maju dilihat dari bangunan kotanya. Hampir setiap sudut kota Saigon ada coffee shop, sudah ada mall dengan gedung modern. 

      Mall di Saigon
      Tapi, tiket pesawat ke Hanoi lebih mahal dibanding tiket ke Saigon. Tidak ada flight langsung menuju kedua kota itu dari Jakarta, saat aku kesana( Oktober -November 2015 ). Transit di Kuala Lumpur. Saat ke Hanoi, dari KL, aku terbang ke Viantiene dulu, baru naik bus ke Luang Prabang kemudian nyebrang ke Hanoi dan pulang dari Hanoi ke KL. Kalau ke Saigon Maret 2016, aku dari KL langsung ke Saigon ( pp ). 
       
      Karena itu, ada baiknya, jika kamu punya banyak waktu dan rencana yang mantap, buatlah full trip ke Vietnam dari Selatan sampai ke Utara. Mulai dari Saigon, ke Muine, Da Nang, Hue, Hoi An, sampai ke Hanoi, Sapa dan Halong Bay. Aku tidak tahu, bagaimana rute terbaiknya. Masuk dari Hochiminh menjadi alternatif terbaik buat backpacker, tiket jauh lebih murah. 

      White Sand Dunes, Muine
      Trip ke Vietnam, tidak akan menguras isi kantong. Trip ke Vietnam menjadi trip termurah tapi tidak murahan. Aku 4 hari di Saigon , hanya menghabiskan Rp 850.000,- , sudah termasuk makan di Saigon, transportasi, penginapan, bus pulang pergi ke Muine, oneday trip ke White Sand Dunes, Red Sand Dunes, Fairy Stream dan Fishing Village, makan malam enak di restoran Mexico di Muine, apalagi ya, ngemil, beli barang koleksian, oh ya, termasuk kirim kartu ke temanku di Paris. Begitu juga saat 3 hari trip ke Hanoi. hanya menghabiskan 50 USD, sekitar Rp 600.000,- ( rate saat aku pergi ). Termasuk trip ke Halong Bay dan semuanya deh.  
       
      Sisanya, cuma punya satu PR, cari tiket promo murah meriah saja. 
       
      With Love,
       
      www.ranselahok.com
      Twitter / IG : @ranselahok
      --semoga semua mahluk hidup berbahagia--
    • Ajakan jalan2 bareng Vietnam-kamboja-bangkok 23-29 mei 2016
      By Sheva
      Halo, tak bosan2 saya mencari temen dari forum ini.
       
      join to my next trip
      23-29mei 2016
      rute 
      CGK-KUL-HO CHI MIN
      phnom pen- siem reap-bangkok-SUB
      TIKET PROMO AA gak pake mahal
      CGK - Kul 23mei
      Kul - ho chi min 23 mei
      dari ho chi min ke pnomphen,siem reap n bangkok via darat.
      pulang dari bangkok lsg k sby,
       
      sejauh ini sdh 12 org yg fix tiket.
      yg mau gabung ayook d tunggu..
      Kalo aja mas @deffa mau gabung.
       
      ato mau ikut next teip saya?
      Febuari : 15-25 bangkok,phuket,krabi,hatyai,melaka,penanf,kl
      Maret : 8-12
      sin,kul,myanmar
      mei : 23-27
      vietnam,kamboja,bangkok
      okt : 18-27
      korsel
      all next trip saya sdh fix tiket, yg mau join hayuuk!!
       
      lsg line saya aja:
      shevarea20