nonaJJ

Lokasi Foto Pre-Wedding Keren di Jakarta

10 posts in this topic

Pre Wedding foto atau foto sebelum menikah belakangan ini makin populer di masyarakat Indonesia. Foto pre wed biasanya bisa digunakan di kartu undangan atau memang untuk di pajang di hari bahagia, saat akad dan juga resepsi pernikahan. Atau untuk sekedar koleksi? tentu bisa saja. 
 
Tulisan kali ini, saya mau coba kasih daftar lokasi-lokasi keren untuk pre-wed jalan2ers. Sebenernya memang bisa dilakukan di mana saja, tapi beberapa tempat ini adalah lokasi yang paling sering digunakan untuk pre wed foto di Jakarta. Lokasi tersebut memang sebagian besar adalah lokasi wisata, makanya mungkin anda pun sering melihat saat berwisata banyak juga yang sedang melakukan pre wedding. Di mana saja? semoga bisa menginspirasi:
 
1. Kota Tua, Jakarta
Kawasan Kota Tua Jakarta merupakan kawasan yang tentunya paling populer untuk dijadikan sebagai lokasi favorit pre-Wedding. Jika foto pre wed anda ingin bertema klasik, kawasan kota tua ini sangat cocok. Banyak pasangan yang menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai lokasi foto pre-wednya, karena di sini, bukan cuma karena gratis, tapi memang lokasinya sangat pas dan banyak pilihan.
 
datang ke Kota Tua, anda bisa berpose di luar Museum Fatahiillah dan sekitarnya. banyak lokasi atau spot yang menarik dengan ciri bangunan tuanya yang klasik namun elegan. Jika membutuhkan properti, bisa menyewa sepeda ontel lengkap dengan topi ala Belanda zaman dulu. Untuk foto di dalam museum sendiri, anda harus mencoba mengkonfirmasikannya pada pihak museum terkait izin. Ada museum fatahillah dan juga museum wayang yang menarik dan beberapa sering melakukan pre-wed di lokasi tersebut.
 
2. Pulau Seribu
Keindahan panorama pulau seribu adalah suasana lain yang akan hadir di foto pre-wed anda. Lokasi ini bisa menjadi lokasi yang sangat menarik jika anda ingin berpose untuk foto pre wed dengan tema pulau atau pantai. Di Pulau seribu, anda pun tetap bisa menemukan lokasi klasik yang bersejarah. Benteng Martello merupakan sebuah benteng tua yang masih gagah dan berdiri kokoh. Memiliki warna merah bata yang menarik dan membuat foto pre wedding anda akan berkesan seperti berada di Eropa atau luar negeri lainnya. Benteng ini ada di Pulau Kelor, Pulau Seribu.
 
085111_preweddjkt2.jpg
 
3. Hutan Mangrove, Penjaringan
Hutan Mangrove, tak banyak yang tahu bahwa Jakarta masih menyimpan suaka margasatwa. Hutan Mangrove ada di Penjaringan Jakarta Utara. Ada di dekat Pantai Indah Kapuk yang juga sering menjadi lokasi foto pre-wedding. Hutan Mangrove ini masih lembab sehingga sejuk dan juga menyenangkan. Anda yang ingin menggunakan tema alam, hutan Mangrove di Jakarta Utara ini tentu sangat cocok. 
 
menikmati-sejuknya-jakarta-di-hutan-baka
 
Hutan Mangrove memiliki jembatan yang biasanya menjadi tempat favorit untuk foto pre wedding. Selain keindahan lokasinya, saat melakukan proses foto pun anda akan ditemani aneka kicauan burung dan satwa yang berkeliaran di hutan ini. Ada hewan yang sangat terkenal dan menjadi ikon dari Hutan Mangrove, yaitu monyet ekor panjang. Monyet ini masih berkeliaran dengan bebas termasuk juga hewan-hewan lainnya. Menarik bukan? Sayangnya, birokrasi di hutan ini belum terlalu jelas. Jadi tidak bisa diketahui berapa harga atau biaya masuk ke sini dan bagaimana proses perizinan untuk melakukan foto pre wedding. Tapi tenang saja, sudah banyak yang melakukan foto pre wedding di sini. 
 
4. Ancol dan Dufan
Jika ingin mendapatkan suasana berbeda lainnya, bisa mengunjungi Ancol. Pantainya bisa menjadi lokasi anda dalam melakukan foto pre wedding. Anda mungkin malas menyebrang ke Pulau Seribu, cukup mengunjungi pantai di Ancol saja.
 
Atau ada lagi tempat dengan tema yang berbeda, Dufan. Mungkin anda dan pasangan adalah orang yang energik, casual, dan ceria? Gunakan saja latar belakang Dufan sebagai konsep foto pre-wed anda. Tentunya menarik melakukan foto pre wed di tempat yang penuh dengan keceriaan seperti theme park tersebut.
 
5. Taman Mini Indonesia Indah
Tak perlu repot pergi ke luar Jakarta jika ingin berkonsep adat. Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur adalah tempat yang bisa memuaskan segala keinginan anda. Bisa berfoto di berbagai rumah adat yang anda inginkan. Selain itu, anda pun bisa berfoto di Museum yang ada di TMII dan memang menjadi lokasi favorit para pasangan yang ingin melakukan pre wedding.
 
6. Cafe
Saat ini, foto pre wed juga banyak dilakukan di dalam ruangan. Ada beberapa cafe terkenal yang menjadi lokasi favorit para pasangan saat melakukan foto pre wedding. Beberapa di antaranya adalah Cafe Bakoel Cikini, Cafe Batavia, Kedai Kemang, Birdcage Parc di Kebayoran Baru, dan juga Hawke Auto Gallery di Cipete. Semua cafe-cafe tersebut punya konsep yang menarik masing-masing. Rata-rata berkonsep klasik dan juga tentunya akan menarik untuk diabadikan dalam jepretan kamera.
 
Hauwke-1-300x200.jpg
 
Di mana pun itu, anda bisa menyesuaikan dengan tema dan konsep yang anda inginkan. Ada yang punya tempat favorit lain? Semoga bisa menginspirasi ya... 
deffa likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

haha... emang bener tuh.. kota tua uda sering banget dijadiin tempat-tempat buat org-org yg mau foto pre-wed. Bukan cuma pre-wed, kalau lagi iseng jalan-jalan ke sana juga mungkin bisa ngeliat model-model yang lagi difoto dengan latar belakang kota tua. Emang eksotis sih tempatnya kalau buat foto-foto.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kota tua dan juga ancol ya yang saya tahu sering banget dijadikan tempat foto prewed, tema memang penting banget untuk menentukan lokasi yang akan di pilih :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kemaren nemu yg pre wed di Taman Buah mekarsari wkwkwk repot pake gaun yg ceweknya sy kasih jempol ajah :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

itu kan istilah sob kan biasa tuh kalo bulan2 Maret - Mei itu banyak yang nikah katanya seh bulan2 rejeki hehehe

namanya musim kawin :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya juga lagi cari cari lokasi foto yg bagus nih buat pra-nikah heheheheheh

Share this post


Link to post
Share on other sites

kaya kucing aja musim kawin ha2...

biasa sih musim kawin tuh akhir tahun.

hhaha musim kawin kapan aja yg penting ada rejekinya :D

 

haha... emang bener tuh.. kota tua uda sering banget dijadiin tempat-tempat buat org-org yg mau foto pre-wed. Bukan cuma pre-wed, kalau lagi iseng jalan-jalan ke sana juga mungkin bisa ngeliat model-model yang lagi difoto dengan latar belakang kota tua. Emang eksotis sih tempatnya kalau buat foto-foto.

Kota tua dan juga ancol ya yang saya tahu sering banget dijadikan tempat foto prewed, tema memang penting banget untuk menentukan lokasi yang akan di pilih :)

iya daerah kota tua emang eksotis abis deh buat pre wed... buat fto biasa aja udah bagus apalagi pre wed :)

 

Kemaren nemu yg pre wed di Taman Buah mekarsari wkwkwk repot pake gaun yg ceweknya sy kasih jempol ajah :D

hahha kasih jempol karena cantik apa karena oke mau ribet2an?

 

itu kan istilah sob kan biasa tuh kalo bulan2 Maret - Mei itu banyak yang nikah katanya seh bulan2 rejeki hehehe

namanya musim kawin :P

iya masss.. tapi kata mas asep di atas akhir taun bagus juga tuh.. jd kapan mas deffa? *ehh

 

saya juga lagi cari cari lokasi foto yg bagus nih buat pra-nikah heheheheheh

nah, monggo bisa survey lokasi langsung mas :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Met siang JJ'er,,,!!
       
      Rawon masakan khas Jawa Timur ya ? Kluwak yang menjadi ciri khasnya, sehingga masakan Rawon kuahnya akan berwarna hitam. Rawon akan lebih sedap disajikan bersama-sama dengan daun kemangi, toge mentah dan telor asin, juga emping mlinjo. Awalnya anak saya yang suka sekali rawon, umumnya rawon isinya daging sapi, ini yang anak saya paling suka. Nah belakangan, saya di traktir teman ke Rawon Dengkul, rada aneh dengernya, katanya menu favorit di resto ini ya Rawon Dengkul. Jadi penasaran kalau dibilang menu favorit.
      dan ternyata, jangan ditanya deh, namanya dengkul itu kan sama aja tunjang ya kalau di warung Padang, hhhmmmmm gurihnya luar biasa, berlemak dan syedaaaapppppp. Gak percaya ? Niih tampilannya,,,


      Kami satu keluarga akhirnya sering ke Rawon Dengkul TB Simatupang Jakarta Selatan, persisnya ada di seberang Gedung ANTAM, masih bilangan Pasar Minggu ya ? Alamat lengkapnya di Jl. T.B. Simatupang No. 52C , Jakarta Selatan.  Katanya siy ada 4 cabang, tapi yang saya tahu baru ini, di seberang Gedung ANTAM, jadi kalau dari arah Kampung Rambutan ada di sebelah kiri jalan, sudah dekat2 dengan perempatan Lenteng Agung (pas di sebelah pintu keluar tol Lenteng Agung).


      Kalau dari jauh plangnya gak begitu jelas karena kecil, plang yang besar ada menempel di bangunan restonya, jadi pelan2 saja kalau sudah dekat2 dengan TKP dari pada kebablasan nanti mutarnya jauh lagi (pengalaman pribadi soalnya).
      Untuk yang tidak suka rawon, di sini banyak juga menu lainnya seperti ribs, sop iga sapi, ayam goreng, sate jamur dllnya.
      selamat mencoba yaaaaa,,,,,!!!
    • By Titi Setianingsih
      Mungkin ini telat laporannya, tapi tak apalah, buat dokumentasi saya juga kalau pernah ke Pulau Pari.
      Bulan Mei sudah dekat dengan bulan puasa, tapi kami masih gatal kakinya kalau tidak jalan2, begitu saya lempar ajakan ke Grup kami kok pada mau juga temen2 yang lain, jadilah trip 2D1N ke Pulau Pari.  Kami gandeng salah satu Trip Organizer langganan kami, dengan paket seharga Rp. 365.000 kami mendapatkan fasilitas :
      Tiket Kapal dari Muara Angke – Pulau Pari PP Homestay / Penginapan AC Guide lokal Sepeda Snorkling Alat snorkling + Rompi Pelampung + kaki katak ( 1 orang = 1 set ) Kapal Snorkling Free Camera Underwater Makan 3x BBQ @1x Free Aqua (dispenser galon di homestay)  
      Deal, jadilah Sabtu pagi hari itu kami bangun pagi2 untuk menuju Dermaga kali Adem di Muara Angke Jakarta Barat, gak kebayang sejauh mana itu dermaga, mengingat kami belum pernah ke Pulau Seribu lewat sini. Percaya gak percaya, jam 3 pagi kami sudah bangun dan pergi ke pintu tol jatiasih untuk menunggu mobil teman.
      Rupanya kalau pagi lancar, sehingga sebelum adzan Subuh kami sudah sampai di parkiran Dermaga Kali Adem, mobil teman kami yang rombongan dari Bogor di parkir di Pluit Mall karena takut kebanjiran katanya.
      Memang kalau paigi air laut meluap hingga jalanan menuju Kali Adem, ban mobil sempat terendam air, tapi rombongan kami penasaran, kami teruskan saja hingga ke dermaga dan ternyata parkiran disana kering, lega rasanya. Kenapa kami nekat parkir di sini ? Karena kalau parkir di Pluit Mall mahal hingga mencapai 200,000 sedang di Kali Adem tetap menggunakan tarif parkir per jam, dan hari itu kami hanya kena tarif 70.000,-. Lumayan kan selisihnya ?
      Selesai shalat Subuh kami menuju tempat loket, tempat janjian dengan teman2, begitu sudah dibagi tiket kapal oleh guide kami, menujulah kami ke dermaga. Untuk kedalam masih harus bayar retribusi per orang 2.000,-
      Begitu sampai ke dalam, pilihlah kapal2 yang menuju Pulau Pari, jangan sampai keliru ke Pulau lain nanti bisa hilang dengan rombongan. Kamipun mencari kapal yang dikasih tahu Guide, banyak kapal yang satu jurusan, tapi pilihlah yang ada dibagian luar, supaya jalannya nanti duluan.


      Sambil menunggu antrian, kita bisa menikmati sarapan pagi terlebih dahulu di tepian dermaga, banyak yang jual lontong sayur, nasi uduk dan snack2 lainnya yang bisa dibawa untuk bekal di kapal. Yaaaa kita bakal 3 jam diatas kapal loh, karena ini bukan kapal cepat melainkan kapal kayu.


      Akhirnya setelah menunggu lama, melajulah kapal kami kurang lebih jam 08,00. Jadi diperkirakan nanti akan sampai jam 11an, dengan catatan ombak bersahabat. Dan alhamdulillah, perjalanan lancar meski lelah yang terasa. Dan untuk supaya tidak mabok kami pilih di dek atas, supaya bisa memandang ke lautan lepas dan kena angin.
       


       
      Tidur merupakan salah satu cara untuk mengusir pusing, dan sebagian penumpang yang di ruangan atas memang pada tidur semua, tapi saya tidak mau tidur, saya kepingin menikmati perjalanan ini. Sangat sayang jika pemandangan alam yang luar biasa indah dilewatkan, ombak yang berkejar-kejaran, perahu2 nelayan yang simpang siur juga kapal2 cepat di seberang sana yang juga mengangkut para travellers.


      Sesuai perkiraan, jam 11an lebih disiang yang terik, sandarlah kapal kami di dermaga Pulau Pari. Pulau yang kesohor ini telah membuat penasaran kami, dan terbayarlah sudah keinginan kami selama ini. Ini baru pulau kelima setelah Pulau Tidung, Pulau Onrust, Pulau Cipir dan Pulau Kelor, gugusan pulau di Kepulauan Seribu yang berhasil saya kunjungi, hhmmmmm,,,masih 995 pulau lagi, kapan habisnya ya ? 


      Untuk menuju homestay kami berjalan kaki kurang lebih 10 menit, 2 homestay kami pesan untuk menampung teman2 kami yang berjumlah 24 orang. Hari pertama akan kami isi dengan snorkling, mumpung cuaca lagi bagus dan kalau terlalu sore nanti keburu ombaknya besar.
      Tentu saja kami berangkat snorkling sesudah shalat Dhuhur dan makan siang terlebih dahulu. Sebelum makan siangnya terhidang kami bersepeda dulu menuju Pantai Perawan yang letaknya mengarah ke timur dari homestay kami. Yang tidak bisa naik sepeda boleh dengan jalan kaki, karena tidak terlalu jauh kok.

      Masih panas terik suasana di Pantai Perawan, kalau melihat air laut yang hijau itu rasanya pingin nyebur, tapi belum saatnya basah2an kan ? Benar2 godaan, tapi ternyata ada anaknya teman kami yang langsung lari menuju laut yang nyebur,,,,bbbbbrrrrrrrrrr,,,!!





      Untuk yang tidak kuat panas2an bisa duduk2 saja di gajebo2 yang ada di pinggir pantai, sambil memandang hijaunya air laut di Pulau Pari, itulah ciri khas Pulau Pari yang lain daripada yang lain, hijaunya menandakan di dalam laut tersebut banyak terdapat ganggang hijau. Dan Pulau Pari ternyata juga salah satu penghasil rumput laut. Untuk yang suka panas2an jangan ditanya, lompat2an pun dilakukan untuk memuaskan hati.


      Ketika Guide Lokal memberitahukan kalau hidangan makan siang sudah tersaji lengkap, kamipun pulang ke homestay untuk makan siang. Makan siang yang sederhana tapi sangat membantu kebugaran kami setelah 3 jam lebih melaut. Dan kamipun siap melakukan snorkling.


      Kami berjalan kaki menuju perahu2 snorkling tertambat, disamping snorkling ada juga permainan banana boat, siapa yang berani main banana di laut lepas ?? Live jacket jangan lupa di pakai karena kita bakal melaut lagi dengan perahu kecil membelah ombak menuju spot snorkling yang ditentukan. Semakin ke tengah ternyata ombak semakin besar, kami kudu jaga keseimbangan perahu tentunya.


      Dan hampir setiap wiken katanya tidak pernah lowong perairan ini, spot snorkling penuh, menjadikan air laut menjadi keruh, sehingga foto underwater kurang bagus hasilnya. Tapi bermain air saja sudah cukup memuaskan kami yang sudah rindu dengan wisata air. Apalagi anak2 kami, mereka terlihat gembira dan tidak takut untuk nyebur ke tengah, beda dengan kami para orang tuanya malah ada yang gak bisa sama sekali melakukan snorkling (contoh terlampir, hiks).




      Hahahahah,,,foto yang berbicara tentang keseruan mereka, untuk ibu2 yang takut nyebur cukup foto2 di atas kapal sambil melihat anak2 mereka yang tertawa girang, hingga pada akhirnya kami harus pulang menuju homestay. Awalnya kami akan singgah ke salah satu pulau yang terdekat denga pulau pari tapi ada kabar kalau ombaknya makin besar sehingga kami putuskan untuk langsung pulang. Dan nyatanya benar, menuju pulang perahu kami terombang ambing bahkan ada yang terlemper hampir satu meter jauhnya saking besarnya guncangan perahu, seketika kami berdoa memohon kepada Allah untuk keselamatan kami. Alhamdulillah,,,sampai juga dengan selamat ke dermaga, petualangan yang seru sore ini tak akan dilupakan. Tapi bagi saya masih belum puas karena latihan snorklingnya belum berhasil juga, gak ada foto underwater yang saya dapatkan di Pulau pari. Next bakal balik ke pulau lainnya untuk mencapai satu keinginan, bisa snorkling dengan puas dan menikmati biota laut yang indah.
      Selesai mandi dan shalat Ashar, perburuan berikutnya adalah sunset di Bukit Matahari. Saya yang kebagian mandi terakhir sudah tertinggal dengan teman2, sehingga kami tidak bisa mencapai bukit itu, nyasarlah kami ke suatu tempat yang entah apa namanya. Semakin jauh dan jauh hingga sudah kelewat sunset barangkali, sehingga kami putuskan untuk balik ke homestay. Sepedapun terkayuh dengan pelan,,,,sudah lelah Sist,,,!


       
      Huuufftttttt,,,,capai juga main sepedanya, begitu sampai homestay suasana masih sepi, rupanya yang lain belum pada pulang. Dan ada yang telepon rupanya nyasar juga,,,memang disana banyak sekali gang kecil yang bikin bingung kalau tidak hafal tanda2 homestay dimana kita tinggal. Tapi tak usah khawatir, pulau Pari kecil gak akan hilang walau nyasarnya sudah jauh.
      Malam ini kami akan BBQan,,,guide lokal siap bikin perapian, terlihat di nampan sudah berjajar ikan, cumi, udang yang sudah bersih dan siap di bakar. Malampun dingin oleh hembusan angin malam, hingga seafood yang sudah banyak menurut kami akhirnya ludes dimakan ramai2. Doyan apa lapar yaaaa ????


      Rasa capai yang sangat dan kantuk yang luar biasa, membuat kami sangat cepat terlelap. Walau hanya tidur dengan kasur yang terhampar dilantai, tapi AC kamar yang dingin sudah membuat kami pulas dan untungnya alarm alam (guide) telah membangunkan kami. Buru2 kami cuci muka untuk melakukan Shalat Subuh dan sesudahnya bergegas menyambar sepeda untuk menuju Pantai Perawan lagi untuk menikmati sunrise.



      Pagi itu mendung sehingga kami tidak bisa menyaksikan terbitnya mentari dengan sempurna, tapi kami masih menikmati kemilau sinarnya. Dan air lautpun pasang, pohon kering yang terdampar dilaut terendam sementara kemarin siang terlihat secara utuh. Hingga ketika ada yang mencoba meniti pohon itu jatuhlah handphonenya...byuuurrrr....jatuh ke air.

       
      Melihat ada yang handphonenya tenggelam di air, kamipun menjauh, hihihi takut handphone kami jatuh juga. Dan di sisi sebelah barat bahkan nampak pelangi, Subhanallah indahnya, sepertinya sudah hampir seabad kami tidak melihat pelangi. Rasanya aneh dan bersyukur masih bisa menikmatinya, apa karena kami sekelompok Rainbow Moms sehingga ia harus menyapa kami di pagi yang mendung itu ??

      Dan semakin ke barat, kami temukan permainan yang lain, yaitu dayung. Jika mau berkeliling hutan mangrove bayar 15.000 untuk ber 5, maklum perahunya kecil. Baiklah, 1 perahu ber 5 jadi dengan 75.000 kami bisa berputar-putar sepuasnya, tapi masih tetap ingat waktu, karena siang ini harus sudah kembali ke Jakarta dengan menumpang kapal yang jam 11. 




      Air di hutan mangrove ini cukup dangkal dan bening, jadi untuk yang gak bisa berenang tidak usah takut, walau begitu tetap harus hati2, lain kali musti bawa drybag supaya barang2 kita aman dan tidak takut kena air. setelah kurang lebih 20 menit mendayung, sampailah kami ke pulau kecil yang terlihat ketika kami sedang bermain di pinggir Pantai Perawan tadi. Perahupun singgah di pulau itu dan kami puas2in untuk foto2. Memang bersih sekali airnya, seperti di luar negeri saja kelihatannya.




      Yaaaahhhhhhhhhh,,,,,habis sudah waktunya, kami hanya dikasih waktu 30 menit berkeliling hutan mangrove, tapi kemungkinan sudah lebih dari itu karena singgah di pulau dan bermain pasir sebentar. Dan seperti biasanya, begitu mendarat guide lokal sudah menghadang di pinggir pantai untuk ngasih tahu kalau sarapan sudah tersedia, dan tidak boleh lewat dari jam 10 harus sudah selesai packing karena akan ikut pelayaran jam 11. Okelaaahhhhh,,,walau kami melirik2 ke orang2 yang sedang main volley pantai, tapi kami urungkan keinginan untuk nimbrung ke mereka.
      Sepedapun kami kayuh dengan kecepatan tinggi,,,wuuuzzzzzzz,,,,,,sampailah kami ke homestay tidak pakai nyasar. Alhamdulillah,,,,selesai sudah jalan2 kami kali ini, semoga lain waktu bisa main lagi ke pulau2 lainnya. Masih banyak pulau yang menanti,,,,,,,sampai jumpaaaaaa,,,,!!
       
      Salam Jalan2 Indonesia.....!!!
       
    • By eka wibisono
      Restoran Jepang di Pelabuhan Muara Baru? Haa.... pasti gak  kebayang deh resto Jepang yg  biasanya ada di gedung perkantoran atw mal-mal, ada di daerah Muara Baru yg padat & tempat pelelangan ikan itu.  Tp kenyataannya memang bener,  yup... nama Restoran Jepang itu adalah SUSHI MASA dan menurut orang2 merupakan salah satu resto Jepang yg populer selain Sushi Tei. Gak usah kawatir kalo mo ke Pelabuhan Muara Baru, udah byk perubahan kok, jalan masuknya udh dicor, gak becek & gak sekumuh Pelabuhan Muara Angke.
      Krn penasaran pengen buktiin bener gak makanan di sana enak, suatu siang di hari Sabtu, awal Agustus 2016, saya dan teman2  (barengan jg sama @luxia dan @dewi fu) pas ada acara ke daerah Teluk Gong, Jakarta Utara,  skalian deh kita menjelajah  ke Pelabuhan Muara Baru utk maem siang di Sushi Masa.
      Menuju ke Pelabuhan Muara Baru, gampang bgt jalannya. Kalo dari arah Pluit menuju Kota (Jl. Pluit Selatan), setelah lewatin Sanno Hotel, lurus aja nanti dikiri ada Mesjid agak besar warna hijau (Masjid Nurul Mubin), nah tinggal belok kiri, lurus aja terus, udh sampe deh di kawasan Pelabuhan Muara baru.
      Dari arah Kota , atau exit tol Kota ke arah Pluit, kita masuk ke Jl Pluit Selatan, lewatin  ex Rumah Duka Heaven (kiri jalan) dan  di kanan ada Apartemen Mitra Bahari. Ikutin jalan aja, setelah belokan ke kiri, puter balik, nanti ketemu tuh Mesjid warna hijau, setelahnya arah sama seperti yg diatas.
      Dari gerbang masuk Pelabuhan, lurus terus, mentok, belok kiri, ikutin jalan, belok kanan, nanti ketemu tuh Gedung  3 lantai berwarna  agak abu2 tanpa nama, sebelahan sama BNI. Itu lah dia Grey Building tempat Resto Sushi Masa berada.

         - Alamat lengkapnya: Grey Building Jl Tuna Raya No. 5, Pelabuhan Muara Baru. Telp. 29263561
          -Jam buka: 11-15.00 17.30-22.00
      Waah ternyata kalo jam makan siang di hari weekend rame lho. Jd kalo mo rame2 makan di sini, sebaiknya pesen tempat deh krn ruangannya gak terlalu gede.

      Untuk pilihan menu-menunya, nih liat aja deh.
       


      Abis liat2 buku menu,  nah ini lah pilihan menu kami:
                        1. Skin Salmon Maki
                          2.Unagi Maki
                          3.   Anakyu Maki
                         4. Salmon Aburi Sushi.
                         5. California Maki
                         6. Salmon Donburi Set
                        7. Mix Mushroom with Uni Sauce
                        8. Ice cream Ogura (kacang merah)
                       9.Ice cream Geinmai (green tea)
                      10.Ice cream Hokkaisan Sake
                      11. Ice cream Mascapone Cheese
      Hahaha...gembul  jg ya makannya cewek2,  maklum deh  krn kita pd doyan makan sih. Oh iya utk minum sebaiknya pesen  Ocha aja krn  free flow alias boleh refill.
       
      Dari pesenan kita,  yg juaranya ini dia: Salmon Donburi Set & Mix Mushroom with Uni Sauce.
      1.    Salmon Donburi:  Cukup kenyang lho kalo makan sendiri krn dpt miso soup & salad jg. Isi  mangkuknya jg  meriah, selain nasi, ada telor ikan, telor kukus dan  irisan Salmon mentah. Nah ini yg aku heran, Salmonnya enak lho (padahal aku biasanya gak doyan sashimi), nasinya enak bgt krn pulen khas nasi Jepang & dibubuhi dgn kecap Jepang dikit. Katanya sih Salmon yg dipake, salmon dari Norwegia.

      2.    Mix Mushroom with Uni Sauce. Dari namanya aja udh ketauan ya, jamur yg dicampur. Jadi 4 macam jamur dicampur jd 1 dikasih sauce spesial. Nah ini jamurnya bener2 enak. Unik rasanya dan jenis jamurnya jg lain dr pada yg umum ditemui, selain jamur inoki lho.

      Abis makan, blom afdol kalo gak icip2 dessertnya. Semua dessertnya menarik2, tp akhirnya pilihan jatuh ke Hokkaido Ice cream (katanya sih favorit) , aku pilih rasa Hakkisan Sake (ngarepnya bener ada rasa sakenya). Harga 1 scoop kecil, lumayan mahal jg sih Rp.26 ribu, tp sayang.... rasanya gak sesuai  yg dibayangin hehehe... yaah namanya jg cobain.

      Untuk harga makanan... hmm... ada yg sedang, ada jg yg mahal. Contohnya ada lho  masakan seporsi  ikan harganya Rp.600rb yaitu menu Kinki Nitsuke. Utk menu sushi dan beberapa masakan lainnya, harganya ya...msh normal sih, setara lah sama Sushi Tei.
      Jd kalo teman2 penggemar masakan Jepang, pas main ke daerah Pluit dan sekitarnya boleh lah mampir icip-icip di Resto Sushi Masa ini. Recommended deh. Selamat mencoba.
       
    • By Hartono Hasian
      Salah satu tempat wisata yang bersejarah di Jakarta adalah megaria,  daerah ini sudah mempunyai sejarah yang panjang, bioskop ini awalnya bernama metropole dan dibangun tahun 1932, walau bolak balik ganti nama antara megaria dan metropole,  tapi keaslian daerah ini dengan bioskop,  es teler, pempek, ayam bakar dan kuliner lainnya tetap mempunyai kesan sendiri baik bagi pencinta kuliner, pencinta nongkrong, maupun pencinta film
      Walau saat ini sudah ada kuliner modern seperti starbuck,  dan gedungnya sudah direnovasi menjadi modern,  tapi bentuk bangunan tetap terjaga dan sama, sehingga tidak menghilangkan kesan peninggalan sejarah
      Sudah lama saya tidak berkunjung ke lokasi ini, sehingga memancing nafsu berkunjung saat bersama teman ingin menuju matraman dari slipi, saat sampai di lokasi,  saya terkaget dan terkagum, karena lokasi tersebut sudah direnovasi,  yang tadinya berpikir mau makan ayam bakar solo di warung samping bioskop,  ternyata sudah berubah menjadi rumah makan yang lumayan besar.
      Walaupun sudah jadi rumah makan,  jumlah pengunjung tetap sangat ramai,  tapi ada yang berbeda,  pelayanan agak kurang,  rasa juga agak kurang,  dulunya seingat saya ayam kampung,  tapi kali ini rasanya sih ayam negeri,  Yang tetap sama adalah habis makan, bayar sendiri ke kasir
      Jika anda suka wisata kuliner,  nga ada salahnya anda mencoba
      Lokasinya di belakang rs cipto mangunkusumo atau FKUI
       
       
       






    • By alexandra anastasya
      Berikut Alternatif Pengalihan Route Ganjil Genap di Jakarta :
      Sosialisasi 21 Juni - 26 Juli 2016 Ujicoba 27 Juli - 26 Agustus 2016 Pemberlakuan mulai 30 Agustus 2016 Seperti di kutip dari Facebook Page Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di SINI

    • By alexandra anastasya
      Jakarta - Dua hari lagi Pemerintah Provinsi DK Jakarta dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan memulai uji coba pembatasan kendaraan bermotor roda empat dengan sistem plat nomor ganjil-genap, yang area cakupan dan periode waktunya mengikuti aturan three-in-one yang sekarang sudah dihapus.
      Berikut ini beberapa hal mendasar yang perlu Anda ketahui.
      Kapan harus ganjil, kapan harus genap?
      Sederhana. Pada tanggal ganjil, hanya mobil dengan plat nomor ganjil saja boleh lewat di tempat dan jam yang ditentukan. Demikian juga tanggal genap, hanya untuk plat nomor genap.
      Di mana saja aturan ini berlaku?
      Untuk sementara ini, Polda menetapkan wilayah-wilayah berikut: Jl. Sisingamangaraja, Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat, dan sebagian Jl. Gatot Soebroto (antara jalan layang Senayan sampai perempatan Kuningan).
      Berapa lama berlakunya?
      Jangan khawatir, aturan ganjil-genap tidak berlaku 24 jam sehari, namun hanya pada pukul 07.00-10.00 dan 16.00-20.00, setiap Senin sampai Jumat. Tidak berlaku pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.
      Kapan masa uji coba ini berlaku?
      Masa uji coba ditetapkan dari 27 Juli hingga 26 Agustus 2016. Setelah itu mulai 30 Agustus 2016 aturan ini akan berlaku penuh dengan sanksi yang mengikat bagi para pelanggar aturan.
      Apa ada pengecualian?
      Tentu. Aturan ganjil-genap tidak berlaku untuk sepeda motor, kendaraan rombongan presiden, wakil presiden, pejabat tinggi negara (dengan kode plat nomor RI), pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum (plat kuning), angkutan barang yang mendapat dispensasi, dan kendaraan dengan plat dinas.
      Apa sanksinya kalau melanggar?
      Pada masa uji coba, setiap pelanggaran akan mendapat blangko teguran warna merah dari polisi, dan nomor kendaraan pelanggar akan didokumentasikan.Lewat masa uji coba, pelanggaran akan mendapat bukti pelanggaran atau tilang dan diproses sesuai hukum. Polisi juga memperingatkan agar pengemudi tidak mengelabui aturan dengan plat nomor palsu. Jika ketahuan, baik masa uji coba atau tidak, pengemudi akan dikenakan sanksi pidana dua bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 500.000.
      Heru Andriyanto/HA
      SUMBER
      BeritaSatu.com
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Memakan seafood mungkin saja menjadi salah satu lifestyle dimana banyak orang sekarang menggemari makanan yang satu ini. Nah, bagaimana jika kamu menyambangi kota Jakarta sambil menikmati seafood di kota ini?
      Jakarta rupanya juga memiliki banyak referensi restoran yang dapat kamu sambangi terutama untuk kamu yang ingin menikmati makanan seafood. Nah, apakah kamu penasaran dengan rekomendasi tempat makan seafood di Jakarta?
      Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam melihat berbagai rekomendasi makan seafood di Jakarta yang sayang untuk dilewatkan. Yuk, simak pembahasannya berikut ini.
       
      1. Aju Pantai Indah Kapuk

      Aju Pantai Indah Kapuk via Opensnap

      Kuliner seafood via Kaskus
       
      Untuk mengawali perjalanan wisata kulinermu selama berada di Jakarta dan ingin menyambangi seafood, kamu dapat memulainya dengan menyambangi Aju Pantai Indah Kapuk yang satu ini.
      Destinasi wisata kuliner ini menawarkan kuliner seafood yang sangat nikmat dan tentunya dapat kamu nikmati. Aju sendiri terletak di kawasan Food Plaza, Jalan Outer Ring Road, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
      Pasar Pantai Indah Kapuk memang terkenal dengan seafoodnya yang nikmat dan harga yang tergolong terjangkau. Bagi kamu yang bingung ingin pilih yang mana, kamu bisa memilih Aju yang satu ini.
      Salah satu rekomendasi kuliner yang dapat kamu coba di Aju ini adalah ikan bakar rica-rica dengan sambal. Rasanya begitu nikmat dan bahkan kamu juga dapat meminta sambal ekstra jika kamu ingin.
      Selain itu, kamu juga dapat mencoba kepiting asap dan kerang bambu saus padang yang rasanya nikmat. Jika kamu ingin memakan makanan yang cepat tersaji, kamu dapat mencoba untuk memilih memesan calamari dan nasi sembari menunggu kepitingmu datang.
      Daging kepitingnya cenderung manis dan empuk. Kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi cumi telur asin dan juga kailan bawang putih. Kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi ikan kue bakar pedas yang bumbunya terasa di seluruh ikan.
      Range biaya yang harus kamu persiapkan untuk mencoba mencicipi seafood di tempat ini adalah sekitar 200.000 rupiah untuk dua orang.
       
      2. Kerang Kiloan Pak Rudi Blok M

      Kerang Kiloan Pak Rudi Blok M via Foody

      Kerang Kiloan Pak Rudi via Jajalable
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata kuliner seafood yang dapat kamu sambangi di Jakarta. Tempat ini adalah Kerang Kiloan Pak Rudi Blok M.
      Bagi kamu pecinta kerang sejati, dapat mencoba untuk menyambangi tempat ini. Tempat ini dibuka dari pukul 5 sore hingga sold out. Nah, pastikan kamu menyambangi tempat ini pada waktu yang tepat, ya.
      Karena dinamakan sebagai kerang kiloan, sehingga sekalinya kamu memesan, kamu diharuskan untuk memesan dalam bentuk per kilo. Kamu bisa mencoba menikmati kerang dara ataupun kerang bamboo ketika menyambangi tempat ini.
      Beberapa bumbu yang tersedia di sini adalah garlic butter, cheesecream, mushroom, saus padang, saus tiram, saus barbeque, sambal matah dan masih banyak lainnya.
      Salah satu rekomendasi kuliner yang dapat kamu coba ketika menyambangi tempat ini adalah kerang hijau goreng dengan menggunakan saus nanas asam manis.
      Kerang yang tersedia di sini sangat enak, fresh dan juga memiliki harga yang terjangkau. Kamu juga dapat memesan kerang dengan dilengkapi berbagai jenis sambal sesuai dengan preferensimu.
      Range biaya yang harus kamu siapkan adalah sekitar 150.000 untuk sekitar 2 orang.
       
      3. Seafood Ayu Kelapa Gading

      Seafood Ayu via Doyan Kuliner
       
      Selanjutnya, inilah dia sebuah tempat wisata kuliner yang dapat kamu sambangi di Jakarta. Tempat wisata ini adalah Seafood Ayu yang terletak di Jalan Raya Boulevard Barat, Belakang Gedung Gading Marina.
      Tempat ini memang berupa seafood tenda tetapi tempatnya sangat ramai. Beberapa rekomendasi jenis kuliner yang dapat kamu cicipi di sini adalah ikan kue bakar (berukuran untuk dua orang), cumi goreng tepung, cumi saus padang, dan kerang rebus.
      Ikan kuwe bakar adalah salah satu rekomendasi kuliner favorit di sini. Bahkan konon, jika kamu mendiamkan ikan ini dan memasukkannya ke dalam kulkas tetapi rasa ikan kuwe bakar ini tetap saja nikmat dan lezat.
      Sementara itu, kerang dara rebus terasa sangat nikmat terutama jika dimakan dengan sambal yang dicampur dengan nanas. Ya, rasa kuliner ini memang sangat nikmat.
      Cumi gorengnya juga terasa sangat lezat dan nikmat. Selain itu, kamu dapat mencoba untuk mencicipi cumi saus padang. Cumi saus padang menawarkan bumbu legit ringan dan rasa yang pedas.
      Bagi kamu yang tidak begitu menyukai rasa pedas, kamu dapat mencoba untuk memesan kepada pihak restoran agar cumi yang ditawarkan tidak begitu pedas. Hal ini karena biasanya standar di restoran ini memang sangat pedas.
      Masalah harga juga tergolong tidak begitu mahal. Untuk melengkapi referensi wisata kuliner seafoodmu selama berada di Jakarta, kamu dapat mencoba untuk menyambangi restoran ini.
       
      4. Cut The Crab

      Cut The Crab via Manual
       
      Masih penasaran dengan referensi wisata kuliner seafood lainnya di Jakarta? Kali ini, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Cut The Crab yang satu ini.
      Ada tiga cabang restoran Cut The Crab yang dapat menjadi referensimu. Restoran tersebut adalah Senayan, Pantai Indah Kapuk dan Kelapa Gading.
      Lokasi tepat dari restoran cabang Senayan adalah Jln Cikajang 32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sementara itu, lokasi tepat dari restoran cabang Pantai Indah Kapuk adalah Rukan Garden House Blok B Nomer 1B, Jakarta Utara.
      Lokasi tepat dari restoran cabang Kelapa Gading adalah  Jalan boulavard Barat Raya Blok LC-6 No.7, samping Dunkin Donut.
      Restoran Cut The Crab sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian area merokok dan tidak merokok. Bagian merokok terdapat di luar restoran dan berdekatan dengan tempat parkir. Sementara itu, bagian yang tidak merokok terletak di dalam restoran dengan kapasitas sekitar 40 hingga 50 meja.
      Menu utama yang ditawarkan oleh Cut The Crab adalah kepiting dengan berbagai pilihan saos yang tersedia dan tentu saja dapat kamu pilih sendiri sesuai selera. Untuk porsi berdua, kamu dapat memesan small atau medium dan ditambah dengan mix seafood.
      Mix seafoodnya juga ada beberapa jenis, ada yang pakai kepiting, ada yang pakai lobster, dan lain sebagainya. Kamu juga dapat memilih sendiri jenis saos yang tentunya dapat disesuaikan dengan seleramu.
      Di sini juga tersedia menu lainnya, seperti karbohidrat yang bisa kita pilih mulai dari nasi, jagung, kentang, ubi, dan lain-lain. Kalau gak mau seafood juga ada ayam kok di menunya.
      Yang menarik dan unik dari Cut The Crab adalah cara penyajiannya. Seperti yang sudah kita ketahui, memakan kepiting itu cukup ribet. Namun, Cut The Crab mampu memberi alternative lain sehingga memakan kepiting tidak akan terasa menyulitkan lagi.
      Meja di Cut The Crab akan diubah menjadi piring. Pelayan Cut The Crab akan mengantarkan alas makan kepadamu yang tentunya dapat kamu gunakan sebagai alas untuk memakan kepitingmu dan membuka cangkangnya.
      Menurut website Cut The Crab, Kepiting Cut The Crab dikirim setiap hari melalui cargo pesawat udara dari Irian Jaya, Sulawesi dan Kalimantan, pada hari yang sama saat nelayan menangkapnya. Dengan demikian, kesegaran dari seafood yang ditawarkan di restoran ini memang sangat terjaga dengan baik.
      Range biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar 400 ribu hingga 500 ribu untuk dua orang. Untuk pelayanannya sendiri termasuk sangat memuaskan karena para pelayan sangat sigap.
      Nah, untuk melengkapi referensi makan seafoodmu selama berada di Jakarta jangan lupa sempatkan untuk menikmati seafood di restoran yang satu ini.
       
      5. Ben Seafood

      Ben Seafood via Benseafood
       
      Nah, apakah kamu masih penasaran dengan destinasi wisata kuliner seafood lainnya yang terdapat di Jakarta? Kali ini, kamu dapat mencoba Ben Seafood yang satu ini.
      Ben Seafood adalah salah satu restoran seafood yang menyajikan seafood segar dan tanpa bahan pengawet. Jadi, kamu tidak perlu khawatir mengenai masalah kesehatan ketika menyambangi Ben Seafood yang satu ini.
      Jenis seafood yang disediakan di Ben Seafood bervariasi seperti kepiting, ikan, cumi, kerang bamboo dan masih banyak lainnya. Ben Seafood terletak di Kompleks Duta Mas, Jalan Tubagus Angke, Jelambar, Jakarta Barat.
      Ben Seafood sendiri beroperasi dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam. Ben Seafood hanya menerima uang tunai sehingga pastikan kamu akan membayar makananmu dengan menggunakan uang tunai.
      Fasilitas yang tersedia di Ben Seafood ini adalah area merokok, area parkir dan juga fasilitas take away. Untuk masalah harga, kamu tidak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan oleh tempat makan ini cukup terjangkau dan sesuai dengan rasa yang didapatkan.
      Beberapa contoh menu makanan yang tersedia di Ben Seafood ini adalah kepiting asap, kepiting saus padang, ikan bakar, ikan tim, cumi goreng tepung, kerang bamboo dan masih banyak lainnya.
      Nah, jangan lupa untuk menyambangi Ben Seafood ini agar kamu dapat merasakan sensasi nikmatnya mencicipi seafood.
       
      6. Bola Seafood Acui

      Bola Seafood Acui via Makanmakan
       
      Selanjutnya, inilah dia referensi tempat makan seafood lainnya yang dapat kamu nikmati selama kamu berada di Jakarta. Tempat makan ini adalah Bola Seafood Acui yang terletak di Jalan Outer Ring Road, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
      Selain itu, ada pula Bola Seafood Acui yang terletak di Muara Karang B.8 Timur, Jakarta Barat. Memang Bola Seafood Acui ini menggunakan tenda namun tidak mengurangi cita rasa Bola Seafood Acui ini yang juga sangat nikmat.
      Range harga seafood yang dapat kamu nikmati di tempat ini adalah sekitar 15 ribu hingga 150 ribu. Berbagai macam jenis kuliner yang dapat kamu nikmati di tempat ini adalah aneka jenis kerang (dara, bambu, kampak, mutiara (Oyster), aneka jenis ikan (pari, kakap merah, kerapu, baronang), kepiting, cumi-cumi dan juga udang.
      Salah satu menu kuliner yang sangat direkomendasikan di tempat ini adalah kepiting asap. Bagi kamu yang menyukai makanan pedas, kamu dapat meminta agar menu ini diberi rasa lebih pedas. Selain kepiting asap, kamu juga dapat mencoba ikan bakar di sini.
      Nah, jangan lupa untuk merasakan nikmatnya seafood di tempat ini. Ya, sebaiknya tempat ini memang masuk dalam daftar restoran seafood yang dapat kamu nikmati selama kamu berada di Jakarta.
       
      7. Seafood Mulyono 94

      Seafood Mulyono via Qraved
       
      Selanjutnya, inilah dia referensi tempat kuliner lainnya yang tentu saja menarik untuk kamu masukkan dalam daftar referensi tempat kuliner seafood selama berada di Jakarta. Tempat ini adalah Seafood Mulyono 94.
      Seafood ini disebut-sebut sebagai juaranya seafood kaki lima di Jakarta. Sudah seringkali tempat makan seafood ini dijadikan sebagai rekomendasi terutama untuk kamu yang menyukai kuliner seafood.
      Lokasi tepat dari tempat ini adalah Jl. Hidup Baru, Kalimati Pademangan, Jakarta Utara. Nah, tempat ini terletak tidak begitu jauh dari Mangga Dua Square.
      Tempat ini beroperasi dari pukul 18.30 hingga pukul 00.30 sehingga kamu masih dapat tetap menyambangi tempat ini bahkan di waktu tengah malam sekalipun.
      Beberapa menu yang tersedia di tempat ini adalah kepiting, ikan bakar, kangkung polos, cumi saus padang, udang saus tiram, kerang rebus dan masih banyak lainnya yang tentu saja menggugah selera.
      Untuk rasa, tergolong enak dan tidak mengecewakanmu. Sambalnya sendiri tergolong pedas sehingga dapat membuatmu semakin nikmat ketika mencicipi tempat ini. Kamu juga dapat mencicipi kepiting mentega yang nikmat ketika menyambangi tempat ini.
      Ketika menyambangi tempat ini, kamu tidak perlu khawatir masalah parkir. Ya, tersedia lahan parkir yang cukup luas serta tenda yang cukup besar sehingga menjadi nilai tambah tersendiri bagi tempat ini.
      Pelayanannya sendiri juga tergolong cepat. Banyak orang memesan menu dalam jumlah besar namun dapat tersedia dalam waktu yang tergolong singkat. Untuk melengkapi referensi tempat makan seafoodmu selama berada di Jakarta, jangan lupa sempatkan waktu untuk menyambangi restoran yang satu ini.
       
      8. Bandar Djakarta

      Bandar Djakarta via Indoindians
       
      Bagi kamu yang merupakan pecinta seafood, tentu sudah tidak asing lagi mendengar Bandar Djakarta. Nah, bagi kamu yang ingin merasakan sensasi makan seafood di kawasan pantai, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Bandar Djakarta ini.
      Suasananya sangat nyaman dan cocok untuk bersantai sehingga seringkali tempat ini dijadikan sebagai rekomendasi untuk mencicipi seafood di Jakarta.
      Begitu tiba, kamu akan melihat deretan seafood yang tersedia di pasar ikan. Kamu tidak perlu khawatir akan bau amis, karena pihak petugas Bandar Djakarta akan membantumu dalam memilih seafood terbaik untuk dapat kamu konsumsi.
      Setelah puas memilih, kamu dapat langsung menyambangi area penimbangan. Baru setelah itu kamu dapat memesan seafood apa dan akan dimasak seperti apa.
      Beberapa rekomendasi seafood yang dapat kamu nikmati di sini adalah udang goreng tepung, kepiting saus padang, cumi saus tiram, kepiting tarakan dan masih banyak lainnya. Selama menikmati makanan, kamu juga akan melihat pemandangan yang indah di teluk Jakarta.
      Tidak mengherankan jika Bandar Djakarta juga masih menjadi salah satu restoran favorit terutama untuk keluarga yang ingin menikmati makanan seafood.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai melihat berbagai rekomendasi makan seafood di Jakarta yang sayang untuk dilewatkan. Semoga referensi ini dapat membantumu dalam menentukan pilihan restoran seafood terbaik yang akan kamu sambangi selama kamu berada di Jakarta.
      Happy eating seafood!