nonaJJ

Lokasi Foto Pre-Wedding Keren di Jakarta

10 posts in this topic

Pre Wedding foto atau foto sebelum menikah belakangan ini makin populer di masyarakat Indonesia. Foto pre wed biasanya bisa digunakan di kartu undangan atau memang untuk di pajang di hari bahagia, saat akad dan juga resepsi pernikahan. Atau untuk sekedar koleksi? tentu bisa saja. 
 
Tulisan kali ini, saya mau coba kasih daftar lokasi-lokasi keren untuk pre-wed jalan2ers. Sebenernya memang bisa dilakukan di mana saja, tapi beberapa tempat ini adalah lokasi yang paling sering digunakan untuk pre wed foto di Jakarta. Lokasi tersebut memang sebagian besar adalah lokasi wisata, makanya mungkin anda pun sering melihat saat berwisata banyak juga yang sedang melakukan pre wedding. Di mana saja? semoga bisa menginspirasi:
 
1. Kota Tua, Jakarta
Kawasan Kota Tua Jakarta merupakan kawasan yang tentunya paling populer untuk dijadikan sebagai lokasi favorit pre-Wedding. Jika foto pre wed anda ingin bertema klasik, kawasan kota tua ini sangat cocok. Banyak pasangan yang menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai lokasi foto pre-wednya, karena di sini, bukan cuma karena gratis, tapi memang lokasinya sangat pas dan banyak pilihan.
 
datang ke Kota Tua, anda bisa berpose di luar Museum Fatahiillah dan sekitarnya. banyak lokasi atau spot yang menarik dengan ciri bangunan tuanya yang klasik namun elegan. Jika membutuhkan properti, bisa menyewa sepeda ontel lengkap dengan topi ala Belanda zaman dulu. Untuk foto di dalam museum sendiri, anda harus mencoba mengkonfirmasikannya pada pihak museum terkait izin. Ada museum fatahillah dan juga museum wayang yang menarik dan beberapa sering melakukan pre-wed di lokasi tersebut.
 
2. Pulau Seribu
Keindahan panorama pulau seribu adalah suasana lain yang akan hadir di foto pre-wed anda. Lokasi ini bisa menjadi lokasi yang sangat menarik jika anda ingin berpose untuk foto pre wed dengan tema pulau atau pantai. Di Pulau seribu, anda pun tetap bisa menemukan lokasi klasik yang bersejarah. Benteng Martello merupakan sebuah benteng tua yang masih gagah dan berdiri kokoh. Memiliki warna merah bata yang menarik dan membuat foto pre wedding anda akan berkesan seperti berada di Eropa atau luar negeri lainnya. Benteng ini ada di Pulau Kelor, Pulau Seribu.
 
085111_preweddjkt2.jpg
 
3. Hutan Mangrove, Penjaringan
Hutan Mangrove, tak banyak yang tahu bahwa Jakarta masih menyimpan suaka margasatwa. Hutan Mangrove ada di Penjaringan Jakarta Utara. Ada di dekat Pantai Indah Kapuk yang juga sering menjadi lokasi foto pre-wedding. Hutan Mangrove ini masih lembab sehingga sejuk dan juga menyenangkan. Anda yang ingin menggunakan tema alam, hutan Mangrove di Jakarta Utara ini tentu sangat cocok. 
 
menikmati-sejuknya-jakarta-di-hutan-baka
 
Hutan Mangrove memiliki jembatan yang biasanya menjadi tempat favorit untuk foto pre wedding. Selain keindahan lokasinya, saat melakukan proses foto pun anda akan ditemani aneka kicauan burung dan satwa yang berkeliaran di hutan ini. Ada hewan yang sangat terkenal dan menjadi ikon dari Hutan Mangrove, yaitu monyet ekor panjang. Monyet ini masih berkeliaran dengan bebas termasuk juga hewan-hewan lainnya. Menarik bukan? Sayangnya, birokrasi di hutan ini belum terlalu jelas. Jadi tidak bisa diketahui berapa harga atau biaya masuk ke sini dan bagaimana proses perizinan untuk melakukan foto pre wedding. Tapi tenang saja, sudah banyak yang melakukan foto pre wedding di sini. 
 
4. Ancol dan Dufan
Jika ingin mendapatkan suasana berbeda lainnya, bisa mengunjungi Ancol. Pantainya bisa menjadi lokasi anda dalam melakukan foto pre wedding. Anda mungkin malas menyebrang ke Pulau Seribu, cukup mengunjungi pantai di Ancol saja.
 
Atau ada lagi tempat dengan tema yang berbeda, Dufan. Mungkin anda dan pasangan adalah orang yang energik, casual, dan ceria? Gunakan saja latar belakang Dufan sebagai konsep foto pre-wed anda. Tentunya menarik melakukan foto pre wed di tempat yang penuh dengan keceriaan seperti theme park tersebut.
 
5. Taman Mini Indonesia Indah
Tak perlu repot pergi ke luar Jakarta jika ingin berkonsep adat. Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur adalah tempat yang bisa memuaskan segala keinginan anda. Bisa berfoto di berbagai rumah adat yang anda inginkan. Selain itu, anda pun bisa berfoto di Museum yang ada di TMII dan memang menjadi lokasi favorit para pasangan yang ingin melakukan pre wedding.
 
6. Cafe
Saat ini, foto pre wed juga banyak dilakukan di dalam ruangan. Ada beberapa cafe terkenal yang menjadi lokasi favorit para pasangan saat melakukan foto pre wedding. Beberapa di antaranya adalah Cafe Bakoel Cikini, Cafe Batavia, Kedai Kemang, Birdcage Parc di Kebayoran Baru, dan juga Hawke Auto Gallery di Cipete. Semua cafe-cafe tersebut punya konsep yang menarik masing-masing. Rata-rata berkonsep klasik dan juga tentunya akan menarik untuk diabadikan dalam jepretan kamera.
 
Hauwke-1-300x200.jpg
 
Di mana pun itu, anda bisa menyesuaikan dengan tema dan konsep yang anda inginkan. Ada yang punya tempat favorit lain? Semoga bisa menginspirasi ya... 
deffa likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

haha... emang bener tuh.. kota tua uda sering banget dijadiin tempat-tempat buat org-org yg mau foto pre-wed. Bukan cuma pre-wed, kalau lagi iseng jalan-jalan ke sana juga mungkin bisa ngeliat model-model yang lagi difoto dengan latar belakang kota tua. Emang eksotis sih tempatnya kalau buat foto-foto.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kota tua dan juga ancol ya yang saya tahu sering banget dijadikan tempat foto prewed, tema memang penting banget untuk menentukan lokasi yang akan di pilih :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kemaren nemu yg pre wed di Taman Buah mekarsari wkwkwk repot pake gaun yg ceweknya sy kasih jempol ajah :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

itu kan istilah sob kan biasa tuh kalo bulan2 Maret - Mei itu banyak yang nikah katanya seh bulan2 rejeki hehehe

namanya musim kawin :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya juga lagi cari cari lokasi foto yg bagus nih buat pra-nikah heheheheheh

Share this post


Link to post
Share on other sites

kaya kucing aja musim kawin ha2...

biasa sih musim kawin tuh akhir tahun.

hhaha musim kawin kapan aja yg penting ada rejekinya :D

 

haha... emang bener tuh.. kota tua uda sering banget dijadiin tempat-tempat buat org-org yg mau foto pre-wed. Bukan cuma pre-wed, kalau lagi iseng jalan-jalan ke sana juga mungkin bisa ngeliat model-model yang lagi difoto dengan latar belakang kota tua. Emang eksotis sih tempatnya kalau buat foto-foto.

Kota tua dan juga ancol ya yang saya tahu sering banget dijadikan tempat foto prewed, tema memang penting banget untuk menentukan lokasi yang akan di pilih :)

iya daerah kota tua emang eksotis abis deh buat pre wed... buat fto biasa aja udah bagus apalagi pre wed :)

 

Kemaren nemu yg pre wed di Taman Buah mekarsari wkwkwk repot pake gaun yg ceweknya sy kasih jempol ajah :D

hahha kasih jempol karena cantik apa karena oke mau ribet2an?

 

itu kan istilah sob kan biasa tuh kalo bulan2 Maret - Mei itu banyak yang nikah katanya seh bulan2 rejeki hehehe

namanya musim kawin :P

iya masss.. tapi kata mas asep di atas akhir taun bagus juga tuh.. jd kapan mas deffa? *ehh

 

saya juga lagi cari cari lokasi foto yg bagus nih buat pra-nikah heheheheheh

nah, monggo bisa survey lokasi langsung mas :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Niakurniati
      Salam kenal semuanya.....
      Saya Nia dari Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan. Saya mahasiswi tingkat akhir di salah satu universitas negeri yang katanya sih di Jakarta padahal letaknya di Ciputat, Tangerang . Saya bekerja di bagian admin di salah satu bimbel, baru dua bulan bekerja sih tapi gatau kenapa mulai merasa bosan, jenuh dan bawaannya pengen jalan-jalan. Mungkin kejenuhannya berlipat-lipat antara kuliah sama kerjaan. Ditambah lagi jenuh karena Allah belum kasih bocoran siapa jodoh saya Sampai akhirnya nemu forum jalan-jalan ini. Bergabunglah saya di sini. Semoga di sini bisa sedikit atau banyak mengurangi kejenuhan saya. Semoga juga ada yang mau ajak saya jalan-jalan *ke pelaminan haha maaf maaf kebanyakan curhatnya. Sekali lagi salam kenal dari saya yang kurang piknik :)
      yuk jalan jalan yuuukkkk 
    • By Ardo Nainggolan
      Halo teman2 yang tinggal di Jakarta!

      Pasti penat dengan kesibukan setiap hari, macet nya jalanan, yang dilihat cuma gedung2 tinggi, polusi, dll.

      Kita jalan2 yok, rencanain one-day trip kemana aja, misal nya ke curug di bogor, ke kepulauan seribu, kuliner di blok M, kemana aja yang kita suka.
      Biar Senin nya gak penat lagi, udah refreshing, jadi semangat kerja lagi (jadi budak korporat... xixixi).
      yuk yuk!

       
    • By Hildree Takizawa
      holla.. semua nya
       
      saya kembali dan masih dengan report dan pengalaman ..hmm lebih tepat nya sih hoby saya makan di tempat ini (hehe..ehhe) abis makanan nya enak-enak dan bikin ketagihan kalo belom kenyang masih saja asyik menikmati jajan yg ada di sepanjang jl.kisamaun ini.

      salah satu sudut jajanan pasar
       
      Konon Pasar Lama Tangerang ini adalah salah satu daerah Pecinan di salah satu sudut kota tua Tangerang (Tapi emang bener karna di sini banyak cina bentengnya..termasuk saya juga cina benteng ).
       
      Tak heran memang saat saya berkunjung ke sana seringa ada sekelompok pemain barongsai kebetulan lewat. memang pekerjaan mereka sehari hari bermain barongsai, entahl! Saya sedang tidak meliput sisi budaya Tionghoanya, mungkin lain waktu saya akan kesana khusus untuk  itu.
       
      Saat ini saya ingin bercerita soal citarasa kuliner di Pasar Lama yang banyak ragamnya.  Kuliner pasar tradisonal tentunya dengan harga murah terjangkau. Di Pasar Lama ini sangat terkenal kuliner jajanan pasar yang walau makannya juga dipinggir jalan dengan modal kursi plastik saja. Tapi soal rasa kata pak Bondan maknyussss…dan beliau memang pernah berkunjung ke sana, konon ceritanya begitu yang saya dengar.
      Salah satu kuliner yang sempat saya nikmati adalah nasi ayam bakar disuir-suir..hmmm aroma daun pembungkus yang terbakar merangsang nafsu untuk segera melahap habis isi bungkusan tersebut. tetapi makanan favorite saya adalah asinan sewan dan siomay sewan,Sesudahnya biasa ditutup dengan desert es podeng yang membuat lidah tetap menjilat-jilat sendok untuk mendapatkan sisa tetes es podeng sampai yang terakhir…hmmm sslruuppp gleqk …
        Kuliner yang ada di sana antara lain nasi bakar, pempek, toge goreng, ketoprak, bakso, bubur ayam, otak-otak, bakso, martabak, asinan, juhi, laksa, es podeng bahkan gulali. Banyak sekali, saya tak terlalu hapal nama namanya (saking banyak nya). Kenikmatan kuliner di Pasar Lama ini sudah terkenal dari mulut ke mulut sebab yang namanya jajanan pasar pastilah tanpa iklan yang mempromosikan enaknya makanan.
       

      ini asinan kesukaan aku
       

      Setelah bumbu di aduk nich ..
       

      es podeng sebagai makanan penutup
       
      Iklan mulut ke mulut jauh lebih efektif dan terbukti sangat menggoda untuk datang segera ke Pasar Lama. Taruhlah saya juga sedang mempromosikan Pasar Lama ini sebagai salah satu lokasi yang wajib dikunjungi untuk berwisata kuliner jika kebetulan Anda datang dimari dijamin Anda tidak menyesal..suerrrr!
       
      Anggaplah ini salah satu ajakan untuk ikut melestarikan kuliner tradisional Nusantara dari serbuan makanan luar seperti fastfood yang junkfood. Kalau bukan kita yang mempopulerkan makanan tradisional Nusantara siapa lagi? Lihat saja para pewaralaba yang menggurita membuka outlet outlet mereka bahkan sampai ke kota kota kecil di daerah. Saya termasuk salah satu penggemar kuliner Nusantara dibandingkan fasfood manapun. Selain memang harganya yang tak menguras kantong, kuliner Nusantara sangat cocok di lidah saya.
        Dan makan disini selalu padat dan ramai baik siang atau pun malam hari dan skrg pedagang nya juga bertambah banyak dan ragam nnya.dari yg halal sampai non halal lengkap dech pokoknya.  
    • By Titi Setianingsih
      Met siang JJ'er,,,!!
       
      Rawon masakan khas Jawa Timur ya ? Kluwak yang menjadi ciri khasnya, sehingga masakan Rawon kuahnya akan berwarna hitam. Rawon akan lebih sedap disajikan bersama-sama dengan daun kemangi, toge mentah dan telor asin, juga emping mlinjo. Awalnya anak saya yang suka sekali rawon, umumnya rawon isinya daging sapi, ini yang anak saya paling suka. Nah belakangan, saya di traktir teman ke Rawon Dengkul, rada aneh dengernya, katanya menu favorit di resto ini ya Rawon Dengkul. Jadi penasaran kalau dibilang menu favorit.
      dan ternyata, jangan ditanya deh, namanya dengkul itu kan sama aja tunjang ya kalau di warung Padang, hhhmmmmm gurihnya luar biasa, berlemak dan syedaaaapppppp. Gak percaya ? Niih tampilannya,,,


      Kami satu keluarga akhirnya sering ke Rawon Dengkul TB Simatupang Jakarta Selatan, persisnya ada di seberang Gedung ANTAM, masih bilangan Pasar Minggu ya ? Alamat lengkapnya di Jl. T.B. Simatupang No. 52C , Jakarta Selatan.  Katanya siy ada 4 cabang, tapi yang saya tahu baru ini, di seberang Gedung ANTAM, jadi kalau dari arah Kampung Rambutan ada di sebelah kiri jalan, sudah dekat2 dengan perempatan Lenteng Agung (pas di sebelah pintu keluar tol Lenteng Agung).


      Kalau dari jauh plangnya gak begitu jelas karena kecil, plang yang besar ada menempel di bangunan restonya, jadi pelan2 saja kalau sudah dekat2 dengan TKP dari pada kebablasan nanti mutarnya jauh lagi (pengalaman pribadi soalnya).
      Untuk yang tidak suka rawon, di sini banyak juga menu lainnya seperti ribs, sop iga sapi, ayam goreng, sate jamur dllnya.
      selamat mencoba yaaaaa,,,,,!!!
    • By Titi Setianingsih
      Mungkin ini telat laporannya, tapi tak apalah, buat dokumentasi saya juga kalau pernah ke Pulau Pari.
      Bulan Mei sudah dekat dengan bulan puasa, tapi kami masih gatal kakinya kalau tidak jalan2, begitu saya lempar ajakan ke Grup kami kok pada mau juga temen2 yang lain, jadilah trip 2D1N ke Pulau Pari.  Kami gandeng salah satu Trip Organizer langganan kami, dengan paket seharga Rp. 365.000 kami mendapatkan fasilitas :
      Tiket Kapal dari Muara Angke – Pulau Pari PP Homestay / Penginapan AC Guide lokal Sepeda Snorkling Alat snorkling + Rompi Pelampung + kaki katak ( 1 orang = 1 set ) Kapal Snorkling Free Camera Underwater Makan 3x BBQ @1x Free Aqua (dispenser galon di homestay)  
      Deal, jadilah Sabtu pagi hari itu kami bangun pagi2 untuk menuju Dermaga kali Adem di Muara Angke Jakarta Barat, gak kebayang sejauh mana itu dermaga, mengingat kami belum pernah ke Pulau Seribu lewat sini. Percaya gak percaya, jam 3 pagi kami sudah bangun dan pergi ke pintu tol jatiasih untuk menunggu mobil teman.
      Rupanya kalau pagi lancar, sehingga sebelum adzan Subuh kami sudah sampai di parkiran Dermaga Kali Adem, mobil teman kami yang rombongan dari Bogor di parkir di Pluit Mall karena takut kebanjiran katanya.
      Memang kalau paigi air laut meluap hingga jalanan menuju Kali Adem, ban mobil sempat terendam air, tapi rombongan kami penasaran, kami teruskan saja hingga ke dermaga dan ternyata parkiran disana kering, lega rasanya. Kenapa kami nekat parkir di sini ? Karena kalau parkir di Pluit Mall mahal hingga mencapai 200,000 sedang di Kali Adem tetap menggunakan tarif parkir per jam, dan hari itu kami hanya kena tarif 70.000,-. Lumayan kan selisihnya ?
      Selesai shalat Subuh kami menuju tempat loket, tempat janjian dengan teman2, begitu sudah dibagi tiket kapal oleh guide kami, menujulah kami ke dermaga. Untuk kedalam masih harus bayar retribusi per orang 2.000,-
      Begitu sampai ke dalam, pilihlah kapal2 yang menuju Pulau Pari, jangan sampai keliru ke Pulau lain nanti bisa hilang dengan rombongan. Kamipun mencari kapal yang dikasih tahu Guide, banyak kapal yang satu jurusan, tapi pilihlah yang ada dibagian luar, supaya jalannya nanti duluan.


      Sambil menunggu antrian, kita bisa menikmati sarapan pagi terlebih dahulu di tepian dermaga, banyak yang jual lontong sayur, nasi uduk dan snack2 lainnya yang bisa dibawa untuk bekal di kapal. Yaaaa kita bakal 3 jam diatas kapal loh, karena ini bukan kapal cepat melainkan kapal kayu.


      Akhirnya setelah menunggu lama, melajulah kapal kami kurang lebih jam 08,00. Jadi diperkirakan nanti akan sampai jam 11an, dengan catatan ombak bersahabat. Dan alhamdulillah, perjalanan lancar meski lelah yang terasa. Dan untuk supaya tidak mabok kami pilih di dek atas, supaya bisa memandang ke lautan lepas dan kena angin.
       


       
      Tidur merupakan salah satu cara untuk mengusir pusing, dan sebagian penumpang yang di ruangan atas memang pada tidur semua, tapi saya tidak mau tidur, saya kepingin menikmati perjalanan ini. Sangat sayang jika pemandangan alam yang luar biasa indah dilewatkan, ombak yang berkejar-kejaran, perahu2 nelayan yang simpang siur juga kapal2 cepat di seberang sana yang juga mengangkut para travellers.


      Sesuai perkiraan, jam 11an lebih disiang yang terik, sandarlah kapal kami di dermaga Pulau Pari. Pulau yang kesohor ini telah membuat penasaran kami, dan terbayarlah sudah keinginan kami selama ini. Ini baru pulau kelima setelah Pulau Tidung, Pulau Onrust, Pulau Cipir dan Pulau Kelor, gugusan pulau di Kepulauan Seribu yang berhasil saya kunjungi, hhmmmmm,,,masih 995 pulau lagi, kapan habisnya ya ? 


      Untuk menuju homestay kami berjalan kaki kurang lebih 10 menit, 2 homestay kami pesan untuk menampung teman2 kami yang berjumlah 24 orang. Hari pertama akan kami isi dengan snorkling, mumpung cuaca lagi bagus dan kalau terlalu sore nanti keburu ombaknya besar.
      Tentu saja kami berangkat snorkling sesudah shalat Dhuhur dan makan siang terlebih dahulu. Sebelum makan siangnya terhidang kami bersepeda dulu menuju Pantai Perawan yang letaknya mengarah ke timur dari homestay kami. Yang tidak bisa naik sepeda boleh dengan jalan kaki, karena tidak terlalu jauh kok.

      Masih panas terik suasana di Pantai Perawan, kalau melihat air laut yang hijau itu rasanya pingin nyebur, tapi belum saatnya basah2an kan ? Benar2 godaan, tapi ternyata ada anaknya teman kami yang langsung lari menuju laut yang nyebur,,,,bbbbbrrrrrrrrrr,,,!!





      Untuk yang tidak kuat panas2an bisa duduk2 saja di gajebo2 yang ada di pinggir pantai, sambil memandang hijaunya air laut di Pulau Pari, itulah ciri khas Pulau Pari yang lain daripada yang lain, hijaunya menandakan di dalam laut tersebut banyak terdapat ganggang hijau. Dan Pulau Pari ternyata juga salah satu penghasil rumput laut. Untuk yang suka panas2an jangan ditanya, lompat2an pun dilakukan untuk memuaskan hati.


      Ketika Guide Lokal memberitahukan kalau hidangan makan siang sudah tersaji lengkap, kamipun pulang ke homestay untuk makan siang. Makan siang yang sederhana tapi sangat membantu kebugaran kami setelah 3 jam lebih melaut. Dan kamipun siap melakukan snorkling.


      Kami berjalan kaki menuju perahu2 snorkling tertambat, disamping snorkling ada juga permainan banana boat, siapa yang berani main banana di laut lepas ?? Live jacket jangan lupa di pakai karena kita bakal melaut lagi dengan perahu kecil membelah ombak menuju spot snorkling yang ditentukan. Semakin ke tengah ternyata ombak semakin besar, kami kudu jaga keseimbangan perahu tentunya.


      Dan hampir setiap wiken katanya tidak pernah lowong perairan ini, spot snorkling penuh, menjadikan air laut menjadi keruh, sehingga foto underwater kurang bagus hasilnya. Tapi bermain air saja sudah cukup memuaskan kami yang sudah rindu dengan wisata air. Apalagi anak2 kami, mereka terlihat gembira dan tidak takut untuk nyebur ke tengah, beda dengan kami para orang tuanya malah ada yang gak bisa sama sekali melakukan snorkling (contoh terlampir, hiks).




      Hahahahah,,,foto yang berbicara tentang keseruan mereka, untuk ibu2 yang takut nyebur cukup foto2 di atas kapal sambil melihat anak2 mereka yang tertawa girang, hingga pada akhirnya kami harus pulang menuju homestay. Awalnya kami akan singgah ke salah satu pulau yang terdekat denga pulau pari tapi ada kabar kalau ombaknya makin besar sehingga kami putuskan untuk langsung pulang. Dan nyatanya benar, menuju pulang perahu kami terombang ambing bahkan ada yang terlemper hampir satu meter jauhnya saking besarnya guncangan perahu, seketika kami berdoa memohon kepada Allah untuk keselamatan kami. Alhamdulillah,,,sampai juga dengan selamat ke dermaga, petualangan yang seru sore ini tak akan dilupakan. Tapi bagi saya masih belum puas karena latihan snorklingnya belum berhasil juga, gak ada foto underwater yang saya dapatkan di Pulau pari. Next bakal balik ke pulau lainnya untuk mencapai satu keinginan, bisa snorkling dengan puas dan menikmati biota laut yang indah.
      Selesai mandi dan shalat Ashar, perburuan berikutnya adalah sunset di Bukit Matahari. Saya yang kebagian mandi terakhir sudah tertinggal dengan teman2, sehingga kami tidak bisa mencapai bukit itu, nyasarlah kami ke suatu tempat yang entah apa namanya. Semakin jauh dan jauh hingga sudah kelewat sunset barangkali, sehingga kami putuskan untuk balik ke homestay. Sepedapun terkayuh dengan pelan,,,,sudah lelah Sist,,,!


       
      Huuufftttttt,,,,capai juga main sepedanya, begitu sampai homestay suasana masih sepi, rupanya yang lain belum pada pulang. Dan ada yang telepon rupanya nyasar juga,,,memang disana banyak sekali gang kecil yang bikin bingung kalau tidak hafal tanda2 homestay dimana kita tinggal. Tapi tak usah khawatir, pulau Pari kecil gak akan hilang walau nyasarnya sudah jauh.
      Malam ini kami akan BBQan,,,guide lokal siap bikin perapian, terlihat di nampan sudah berjajar ikan, cumi, udang yang sudah bersih dan siap di bakar. Malampun dingin oleh hembusan angin malam, hingga seafood yang sudah banyak menurut kami akhirnya ludes dimakan ramai2. Doyan apa lapar yaaaa ????


      Rasa capai yang sangat dan kantuk yang luar biasa, membuat kami sangat cepat terlelap. Walau hanya tidur dengan kasur yang terhampar dilantai, tapi AC kamar yang dingin sudah membuat kami pulas dan untungnya alarm alam (guide) telah membangunkan kami. Buru2 kami cuci muka untuk melakukan Shalat Subuh dan sesudahnya bergegas menyambar sepeda untuk menuju Pantai Perawan lagi untuk menikmati sunrise.



      Pagi itu mendung sehingga kami tidak bisa menyaksikan terbitnya mentari dengan sempurna, tapi kami masih menikmati kemilau sinarnya. Dan air lautpun pasang, pohon kering yang terdampar dilaut terendam sementara kemarin siang terlihat secara utuh. Hingga ketika ada yang mencoba meniti pohon itu jatuhlah handphonenya...byuuurrrr....jatuh ke air.

       
      Melihat ada yang handphonenya tenggelam di air, kamipun menjauh, hihihi takut handphone kami jatuh juga. Dan di sisi sebelah barat bahkan nampak pelangi, Subhanallah indahnya, sepertinya sudah hampir seabad kami tidak melihat pelangi. Rasanya aneh dan bersyukur masih bisa menikmatinya, apa karena kami sekelompok Rainbow Moms sehingga ia harus menyapa kami di pagi yang mendung itu ??

      Dan semakin ke barat, kami temukan permainan yang lain, yaitu dayung. Jika mau berkeliling hutan mangrove bayar 15.000 untuk ber 5, maklum perahunya kecil. Baiklah, 1 perahu ber 5 jadi dengan 75.000 kami bisa berputar-putar sepuasnya, tapi masih tetap ingat waktu, karena siang ini harus sudah kembali ke Jakarta dengan menumpang kapal yang jam 11. 




      Air di hutan mangrove ini cukup dangkal dan bening, jadi untuk yang gak bisa berenang tidak usah takut, walau begitu tetap harus hati2, lain kali musti bawa drybag supaya barang2 kita aman dan tidak takut kena air. setelah kurang lebih 20 menit mendayung, sampailah kami ke pulau kecil yang terlihat ketika kami sedang bermain di pinggir Pantai Perawan tadi. Perahupun singgah di pulau itu dan kami puas2in untuk foto2. Memang bersih sekali airnya, seperti di luar negeri saja kelihatannya.




      Yaaaahhhhhhhhhh,,,,,habis sudah waktunya, kami hanya dikasih waktu 30 menit berkeliling hutan mangrove, tapi kemungkinan sudah lebih dari itu karena singgah di pulau dan bermain pasir sebentar. Dan seperti biasanya, begitu mendarat guide lokal sudah menghadang di pinggir pantai untuk ngasih tahu kalau sarapan sudah tersedia, dan tidak boleh lewat dari jam 10 harus sudah selesai packing karena akan ikut pelayaran jam 11. Okelaaahhhhh,,,walau kami melirik2 ke orang2 yang sedang main volley pantai, tapi kami urungkan keinginan untuk nimbrung ke mereka.
      Sepedapun kami kayuh dengan kecepatan tinggi,,,wuuuzzzzzzz,,,,,,sampailah kami ke homestay tidak pakai nyasar. Alhamdulillah,,,,selesai sudah jalan2 kami kali ini, semoga lain waktu bisa main lagi ke pulau2 lainnya. Masih banyak pulau yang menanti,,,,,,,sampai jumpaaaaaa,,,,!!
       
      Salam Jalan2 Indonesia.....!!!
       
    • By eka wibisono
      Restoran Jepang di Pelabuhan Muara Baru? Haa.... pasti gak  kebayang deh resto Jepang yg  biasanya ada di gedung perkantoran atw mal-mal, ada di daerah Muara Baru yg padat & tempat pelelangan ikan itu.  Tp kenyataannya memang bener,  yup... nama Restoran Jepang itu adalah SUSHI MASA dan menurut orang2 merupakan salah satu resto Jepang yg populer selain Sushi Tei. Gak usah kawatir kalo mo ke Pelabuhan Muara Baru, udah byk perubahan kok, jalan masuknya udh dicor, gak becek & gak sekumuh Pelabuhan Muara Angke.
      Krn penasaran pengen buktiin bener gak makanan di sana enak, suatu siang di hari Sabtu, awal Agustus 2016, saya dan teman2  (barengan jg sama @luxia dan @dewi fu) pas ada acara ke daerah Teluk Gong, Jakarta Utara,  skalian deh kita menjelajah  ke Pelabuhan Muara Baru utk maem siang di Sushi Masa.
      Menuju ke Pelabuhan Muara Baru, gampang bgt jalannya. Kalo dari arah Pluit menuju Kota (Jl. Pluit Selatan), setelah lewatin Sanno Hotel, lurus aja nanti dikiri ada Mesjid agak besar warna hijau (Masjid Nurul Mubin), nah tinggal belok kiri, lurus aja terus, udh sampe deh di kawasan Pelabuhan Muara baru.
      Dari arah Kota , atau exit tol Kota ke arah Pluit, kita masuk ke Jl Pluit Selatan, lewatin  ex Rumah Duka Heaven (kiri jalan) dan  di kanan ada Apartemen Mitra Bahari. Ikutin jalan aja, setelah belokan ke kiri, puter balik, nanti ketemu tuh Mesjid warna hijau, setelahnya arah sama seperti yg diatas.
      Dari gerbang masuk Pelabuhan, lurus terus, mentok, belok kiri, ikutin jalan, belok kanan, nanti ketemu tuh Gedung  3 lantai berwarna  agak abu2 tanpa nama, sebelahan sama BNI. Itu lah dia Grey Building tempat Resto Sushi Masa berada.

         - Alamat lengkapnya: Grey Building Jl Tuna Raya No. 5, Pelabuhan Muara Baru. Telp. 29263561
          -Jam buka: 11-15.00 17.30-22.00
      Waah ternyata kalo jam makan siang di hari weekend rame lho. Jd kalo mo rame2 makan di sini, sebaiknya pesen tempat deh krn ruangannya gak terlalu gede.

      Untuk pilihan menu-menunya, nih liat aja deh.
       


      Abis liat2 buku menu,  nah ini lah pilihan menu kami:
                        1. Skin Salmon Maki
                          2.Unagi Maki
                          3.   Anakyu Maki
                         4. Salmon Aburi Sushi.
                         5. California Maki
                         6. Salmon Donburi Set
                        7. Mix Mushroom with Uni Sauce
                        8. Ice cream Ogura (kacang merah)
                       9.Ice cream Geinmai (green tea)
                      10.Ice cream Hokkaisan Sake
                      11. Ice cream Mascapone Cheese
      Hahaha...gembul  jg ya makannya cewek2,  maklum deh  krn kita pd doyan makan sih. Oh iya utk minum sebaiknya pesen  Ocha aja krn  free flow alias boleh refill.
       
      Dari pesenan kita,  yg juaranya ini dia: Salmon Donburi Set & Mix Mushroom with Uni Sauce.
      1.    Salmon Donburi:  Cukup kenyang lho kalo makan sendiri krn dpt miso soup & salad jg. Isi  mangkuknya jg  meriah, selain nasi, ada telor ikan, telor kukus dan  irisan Salmon mentah. Nah ini yg aku heran, Salmonnya enak lho (padahal aku biasanya gak doyan sashimi), nasinya enak bgt krn pulen khas nasi Jepang & dibubuhi dgn kecap Jepang dikit. Katanya sih Salmon yg dipake, salmon dari Norwegia.

      2.    Mix Mushroom with Uni Sauce. Dari namanya aja udh ketauan ya, jamur yg dicampur. Jadi 4 macam jamur dicampur jd 1 dikasih sauce spesial. Nah ini jamurnya bener2 enak. Unik rasanya dan jenis jamurnya jg lain dr pada yg umum ditemui, selain jamur inoki lho.

      Abis makan, blom afdol kalo gak icip2 dessertnya. Semua dessertnya menarik2, tp akhirnya pilihan jatuh ke Hokkaido Ice cream (katanya sih favorit) , aku pilih rasa Hakkisan Sake (ngarepnya bener ada rasa sakenya). Harga 1 scoop kecil, lumayan mahal jg sih Rp.26 ribu, tp sayang.... rasanya gak sesuai  yg dibayangin hehehe... yaah namanya jg cobain.

      Untuk harga makanan... hmm... ada yg sedang, ada jg yg mahal. Contohnya ada lho  masakan seporsi  ikan harganya Rp.600rb yaitu menu Kinki Nitsuke. Utk menu sushi dan beberapa masakan lainnya, harganya ya...msh normal sih, setara lah sama Sushi Tei.
      Jd kalo teman2 penggemar masakan Jepang, pas main ke daerah Pluit dan sekitarnya boleh lah mampir icip-icip di Resto Sushi Masa ini. Recommended deh. Selamat mencoba.
       
    • By Hartono Hasian
      Salah satu tempat wisata yang bersejarah di Jakarta adalah megaria,  daerah ini sudah mempunyai sejarah yang panjang, bioskop ini awalnya bernama metropole dan dibangun tahun 1932, walau bolak balik ganti nama antara megaria dan metropole,  tapi keaslian daerah ini dengan bioskop,  es teler, pempek, ayam bakar dan kuliner lainnya tetap mempunyai kesan sendiri baik bagi pencinta kuliner, pencinta nongkrong, maupun pencinta film
      Walau saat ini sudah ada kuliner modern seperti starbuck,  dan gedungnya sudah direnovasi menjadi modern,  tapi bentuk bangunan tetap terjaga dan sama, sehingga tidak menghilangkan kesan peninggalan sejarah
      Sudah lama saya tidak berkunjung ke lokasi ini, sehingga memancing nafsu berkunjung saat bersama teman ingin menuju matraman dari slipi, saat sampai di lokasi,  saya terkaget dan terkagum, karena lokasi tersebut sudah direnovasi,  yang tadinya berpikir mau makan ayam bakar solo di warung samping bioskop,  ternyata sudah berubah menjadi rumah makan yang lumayan besar.
      Walaupun sudah jadi rumah makan,  jumlah pengunjung tetap sangat ramai,  tapi ada yang berbeda,  pelayanan agak kurang,  rasa juga agak kurang,  dulunya seingat saya ayam kampung,  tapi kali ini rasanya sih ayam negeri,  Yang tetap sama adalah habis makan, bayar sendiri ke kasir
      Jika anda suka wisata kuliner,  nga ada salahnya anda mencoba
      Lokasinya di belakang rs cipto mangunkusumo atau FKUI