AmaliaHolmes

Menapaki Jejak menuju Pusuk Buhit (1982 MDPL) - Gunung Sakral Etnis Batak

46 posts in this topic

Setelah sekian lama memendam rasa penasaran untuk bisa menapakkan jejak di Gunung Pusuk Buhit, akhirnya pada beberapa waktu lalu kesampaian juga menapakkan jejak di gunung yang satu ini.. :)

Pusuk Buhit, gunung ini memang tidak populer di mata para pendaki..

Tak seperti Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang hampir selalu ada di list kegiatan para Pecinta Alam di Sumatera Utara.

Tapi taukah Anda bahwa Pusuk Buhit ini merupakan satu-satunya gunung di Sumatera Utara yang sangat disakralkan oleh etnis Batak ? Baik etnis Batak yang bermukim di Sumatera Utara, di Indonesia, bahkan di dunia..

post-124-0-74745400-1363794853_thumb.jpg

Gunung Pusuk Buhit, gunung ini terletak di Kabupaten Toba Samosir, Kota Pangururan - Pulau Samosir. Dan merupakan titik tertinggi di sekitar objek wisata Danau Toba.

Menurut informasi, Gunung Pusuk Buhit adalah satu-satunya anak Gunung Api Toba (Purba) yang masih aktif ketika 17.000 tahun yang lalu letusan Gunung Api Toba tersebut meluluh-lantakkan dataran Sumatera hingga kemudian membentuk Danau Toba yang kini dikenal sebagai danau terbesar ke-2 di dunia. Bahkan letusannya sendiri lebih dahsyat di bandingkan letusan Gunung Krakatau yang ada di Selat Sunda.

Nah, kabarnya Gunung Pusuk Buhit inilah yang pada saat peristiwa letusan dahsyat tersebut tidak / belum meletus !!

Gunung Pusuk Buhit juga diyakini sebagai lokasi pertama di turunkannya Siraja Batak, nenek moyang etnis Batak oleh Mula Jadi Na Bolon ratusan tahun silam. Dan di atasnya juga terdapat sebuah pendopo silsilah Siraja Batak yang dinamakan Sopo Guru Tatea Bulan..

***

Kisah pendakian ini bermula dari informasi yang di sampaikan oleh salah seorang teman saya yang juga hobbi meng-eksplor tempat-tempat indah di seluruh Sumatera Utara. Beliau menginformasikan kegiatan pendakiannya menuju Puncak Pusuk Buhit.

Maka di sekitar bulan Januari saya dan teman-teman membuat planning untuk melakukan kegiatan pendakian ke gunung yang satu ini. Apalagi sebahagian besar teman-teman saya adalah etnis Batak dengan marga-marga Batak yang tercantum di belakang nama mereka..

Ya, pastinya mereka semangat sekali untuk mendaki gunung yang satu ini !

"Pulang kampung" kata mereka.. hehehe.. :D

* Hari Pertama (I)

Dari Terminal Amplas - Kota Medan, kami menggunakan Bus Sejahtera dengan tujuan Kota Wisata Parapat yang terletak di Kabupaten Simalungun. Dengan membayar ongkos Rp. 35.000,- / orang yang akan memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan..

Kemudian, tibalah kami di Kota Wisata Parapat setelah melalui 5 jam perjalanan yang rasa-rasanya cukup menjemukan. Namun, karena waktu telah menunjukkan pukul 16.00 WIB, kami urungkan niat kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tigaraja, pelabuhan dimana kami dapat menemukan ferry yang akan membawa kami menuju Pulau Samosir. Kami memilih menginap di rumah salah seorang teman yang kebetulan berdomisili di kota Parapat..

Lumayan, gratis..!!

Ya, hari itu kami menghabiskan waktu berjalan-jalan di kota Parapat saja. Udaranya sejuk dengan panorama Danau Toba di depan mata. Indah sekali..

Tapi, ada satu hal yang menarik perhatian saya ketika tiba di kota Parapat ini, saya melihat sebuah angkot berwarna putih dengan tulisan "Wonderful Indonesia" lengkap dengan gambar burung garuda di sisi kanan dan kirinya. Saya pun berpikir, jarang-jarang ada angkot yang "nasionalis" seperti ini..!!

Tapi, kebiasaan "ngetem" sembarangannya nampaknya juga belum bisa di hilangkan.. Hehehe.. :D

* Hari Kedua (II)

Pagi hari, kami sibuk dengan agenda persiapan pendakian dan rapat koordinasi kecil-kecilan. Semua perlengkapan pendakian serta logistik di persiapkan dan di periksa kembali. Siapa tau ada sesuatu yang terlupakan..

Pukul 7.30 WIB kami menggunakan ferry dari Pelabuhan Tigaraja - Parapat dengan tujuan wilayah Tomok yang terletak di Pulau Samosir. Dengan ongkos sekitar Rp. 6.000,- dan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kami pun tiba di pelabuhan Tomok. Panorama Danau Toba di sepanjang perjalanan tadi begitu memanjakan mata, apalagi dari kejauhan juga tampak tulisan besar berwarna putih yang bertuliskan SAMOSIR. Mirip tulisan yang ada di Hollywood..

Namun, karena cuaca pagi hari yang masih berkabut.. Tulisan tersebut hanya terlihat samar-samar saja dari kejauhan..

post-124-0-89172100-1363795334_thumb.jpg

Di sepanjang perjalanan menggunakan ferry ini, terdengar alunan musik Batak yang mengalun dengan kencang. Mulai dari list tembang-tembang Batak seperti Sinanggar Tulo, Butet, Poda hingga Pos Ni Uhur dan semua tembang yang begitu familiar di telinga.

Benar-benar terasa sekali nuansa Batak di sepanjang perjalanan ini..

Setelah tiba di Tomok, kemudian kami menggunakan mini bus yang akan membawa kami ke kota Pangururan - sebuah kota kecil dengan jarak 50 KM yang dapat di tempuh dalam waktu 1,5 jam dari wilayah Tomok. Perjalanan dengan waktu selama itu sama sekali tidak membuat kami lelah karena panorama Danau Toba terlihat sangat indah di sepanjang perjalanan..

Malah salah seorang teman saya sibuk sekali dengan acara ber-narsis ria di depan kamera..

post-124-0-42706200-1363795075_thumb.jpg

post-124-0-78387000-1363795162_thumb.jpg

post-124-0-70504300-1363795239_thumb.jpg

* Di Kota Pangururan

Setelah tiba di kota Pangururan kami memilih beristirahat sejenak sebelum melakukan pendakian. Kami beristirahat di sebuah warung dengan membeli beberapa perbekalan lagi. Waktu istirahat ini kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sebelum menempuh perjalanan untuk melakukan pendakian menuju puncak Pusuk Buhit.

Suasana kota Pangururan ini sendiri berbeda dengan kota Parapat, kota ini terlihat lebih kecil dan masih terlalu "tradisional" di bandingkan dengan kota Parapat. Tak banyak aktivitas masyarakat di kota Pangururan ini yang sebahagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang..

**

Setelah 20 menit kami beristirahat, kami pun mulai melakukan pendakian ke Gunung Pusuk Buhit.

Start pendakian kami tempuh dari Desa Sianjur Mula-Mula, ini adalah start pendakian yang biasa di gunakan oleh para pendaki yang masih "awam" dengan Pusuk Buhit yang letaknya pun tepat berada di kaki Pusuk Buhit. Menurut informasi yang di dapat dari warga sekitar, pendakian Pusuk Buhit melalui Desa Sianjur Mula-Mula ini terbilang sangat singkat. Ya, hanya sekitar 2 jam perjalanan saja..

Di sepanjang perjalanan dari Desa Sianjur Mula-Mula, ada banyak sekali jenis wisata budaya etnis Batak yang dapat kami saksikan. Seperti Aek Sipitu Dai (Mata Air Tujuh Rasa), Batu Hobon, Batu Cawan hingga kawasan pemakaman Raja-raja Batak yang usianya di sinyalir sudah ratusan tahun sejak di bangunnya wilayah pemukiman oleh generasi-generasi awal Siraja Batak di kaki Pusuk Buhit ini.

Namun sangat disayangkan sekali. Semua wisata budaya tersebut masih dikelola sepenuhnya oleh masyarakat Batak yang bermukim di desa ini, tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk melestarikan situs-situs yang mengandung nilai-nilai historis pada semua objek wisata tersebut.

* Ntah apa sebabnya..

Seandainya saja pemerintah ikut memberikan kontribusinya, mungkin objek wisata di Desa Sianjur Mula-Mula ini akan menjadi populer di mata wisatawan..!!

post-124-0-18342100-1363795554_thumb.jpg

Tiba di lereng Pusuk Buhit setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Desa Sianjur Mula-Mula, kami pun berniat untuk menyinggahi Sopo Guru Tatea Bulan. Ya, ini adalah sebuah tempat dimana kita dapat menyaksikan silsilah keturunan generasi awal Siraja Batak melalui media patung. Tempat ini sendiri adalah sebuah tempat pemujaan bagi etnis Batak yang masih bermukim di Samosir dan tentunya sangat di sakralkan. Sehingga siapa saja yang ingin memasuki Sopo Guru Tatea Bulan ini harus mempunyai niat yang suci tanpa adanya maksud terselubung..

post-124-0-18935400-1363795456_thumb.jpg

post-124-0-67676300-1363795662_thumb.jpg

Sopo Guru Tatea Bulan ini sangat terkenal dengan kesan mistisnya. Terang saja, letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk serta berada di lereng gunung yang terkenal "keangkerannya" membuat Sopo Guru Tatea Bulan ini identik dengan nuansa angkernya. Menurut salah seorang penjaga tempat ini, terkadang muncul makhluk halus yang mirip seorang kakek tua berjalanan mengelilingi kawasan ini..

Tak peduli apakah cerita tersebut adalah realita ataukah hanya isapan jempol semata, tetapi mendengarnya saja sudah membuat bulu kuduk ini merinding.. :(

Setelah puas menelusuri Sopo Guru Tatea Bulan di lereng Pusuk Buhit, kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju ke titik tertinggi di Pusuk Buhit.

Tak terasa hari semakin siang, kami pun dengan semangat menapaki jejak demi jejak untuk menggapai 1982 mdpl, dimana puncak Pusuk Buhit ini berada..

Jalur pendakian Pusuk Buhit ini sendiri bisa dikatakan tidak terlalu sulit bagi para pendaki pemula, apabila di bandingkan dengan jalur pendakian Gunung Sinabung yang dipenuhi bebatuan serta bukit-bukit yang terjalnya mencapai 75 derajat. Justru sebahagian besar jalur pendakian menuju ke Puncak Pusuk Buhit ini telah di aspal, sehingga memudahkan siapa saja untuk menapakinya. Meskipun pada beberapa jalur masih terlihat bebatuan yang tajam serta tebing-tebing jurang yang curam, tetapi jalur tersebut masih bisa untuk dilalui dan kami tidak menemukan kesulitan yang berarti..

Di sepanjang perjalanan menelusuri puncak Pusuk Buhit ini, tampak panorama Danau Toba dari titik tertinggi yang semakin terlihat jelas. Kabut yang tadinya tampak menyelimuti Danau Toba sudah tak terlihat lagi dan telah berganti dengan cuaca cerah yang seakan-akan mulai membuka "tabir" Danau Toba untuk mempertunjukkan keindahannya bagi siapa saja yang menyaksikannya..

Sementara, temperatur udara ketika menapaki jejak demi jejak menuju Puncak Pusuk Buhit ini pun kian lama kian rendah, sehingga suhunya menjadi sangat dingin. Kami pun memilih untuk beristirahat sembari meneguk air mineral dan membuka makanan-makanan ringan yang kami bawa sebelum melanjutkan pendakian menuju puncaknya yang hanya berjarak 200 meter lagi..

Setelah beristirahat sejenak, kami pun kembali melanjutkan pendakian untuk menggapai Puncak Pusuk Buhit yang dengan angkuh mempertunjukkan kemegahannya di tengah Danau Toba ini. Segera kami langkahkan kaki untuk menggapainya..

Air mineral dan makanan-makanan ringan yang kami santap, tentunya akan menghindari kami dari gejala Hipotermia. Sebab setiap jejak yang kami tapaki, temperatur udara kian menusuk tulang..

Dingin sekali..!!

Setelah melalui perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan, akhirnya kami pun tiba di Puncak Pusuk Buhit.

Ya, puncak yang sangat kental dengan nilai-nilai historis Siraja Batak.

Puncak yang sangat kental dengan aroma mistis Pusuk Buhit yang keberadaannya masih sangat di sakralkan oleh sebahagian besar etnis Batak

Puncak yang memaksa kami untuk menyaksikan panorama Danau Toba dari atas titik tertinggi yang benar-benar sangat luar biasa..!!

Sungguh maha karya Sang Pencipta yang tiada duanya..

post-124-0-60277500-1363796036_thumb.jpg

post-124-0-60751200-1363796141_thumb.jpg

post-124-0-10319100-1363796224_thumb.jpg

post-124-0-33610900-1363796310_thumb.jpg

Puncak Pusuk Buhit di tandai dengan sebuah plakat yang terbuat dari bebatuan. Plakat ini merupakan plakat untuk menginformasikan titik tertinggi Pusuk Buhit bagi siapa saja yang melakukan pendakian. Di sebelah plakat tersebut terdapat lokasi pemujaan agama Parmalim berupa cawan berwarna putih yang di dalamnya tedapat jeruk purut.

Agama Parmalim sendiri merupakan salah satu lokal yang masih di anut oleh sebahagian kecil etnis Batak di Pulau Samosir. Kabarnya, mereka juga membangun pemukiman di Puncak Pusuk Buhit ini. Hanya saja karena kurangnya informasi, sangat disayangkan sekali karena kami tidak mengetahui pasti dimana letak pemukiman para penganut kepercayaan Parmalim tersebut berada..

Di Puncak Pusuk Buhit yang berdiri megah di atas panorama Danau Toba, kami pun akhirnya memilih beristirahat sembari melakukan kegiatan masak-memasak di atas puncak.

Ya, ini waktunya makan siang setelah hampir 2 jam perjalanan menapaki jejak-jejak untuk menuju Puncak Pusuk Buhit ini yang cukup melelahkan dan menguras energi.

Kemudian, kami pun melaksanakan sholat dzuhur berjama'ah di atas ketinggian Pusuk Buhit - di tengah maha karya Sang Pencipta yang luar biasa indahnya.

Setelah menunaikan kewajiban 5 waktu tersebut, kami pun mulai menyusuri kawasan-kawasan lain di sekitar Puncak Pusuk Buhit ini yang terlihat sangat luas..

Hari pun semakin sore. Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB.

Syukurlah, akhirnya kami pun berhasil menyelesaikan kegiatan pendakian ini dan kembali turun melewati jalur yang sama seperti jalur yang kami lewati untuk sebelumnya.

Keanehan pun terjadi, jalur yang membawa kami ketika menapaki puncak dengan jalur yang membawa kami untuk turun ke Desa Sianjur Mula-Mula ini ternyata lebih singkat dari biasanya.

Ya, tak sampai 1 jam kami pun sudah tiba di Desa Sianjur Mula-Mula..

Sungguh suatu fenomena yang tak dapat di terima logika, tetapi kami memilih untuk tetap positive thinking tanpa banyak berbicara untuk membahas peristiwa yang baru saja kami alami.

Habisnya seram juga kalau dibayangkan.. :(

Demikianlah pengalaman kami dalam meng-eksplor jejak-jejak historis pada gunung yang sangat di sakralkan oleh etnis Batak ini.

* Pusuk Buhit, semoga di lain waktu kami dapat menapaki puncakmu kembali,

dan bercengkrama dengan aroma kesakralanmu yang sangat di sucikan oleh etnis asli di dataran Sumatera Utara ini..

Sekian.. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah... keren banget ni... :salut

saya baru tau ni ada gunung pusuk buhit di sumatra utara

Ada, di Pesisir Samosir dekat kota Pangururan, Mas.. :D

Gunungnya belum terlalu familiar seperti halnya Sinabung dan Sibayak, pendakinya juga belum banyak.. kebetulan waktu itu pengen banget mencoba pengalaman baru ke Pusuk Buhit, sekaligus wisata religi dan budaya Batak disana,,

Habisnya, ke Sibayak dan Sinabung udah cukup sering sih.. Hehe.. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@AmaliaHolmes

Hmm, sangat menginspirasi untuk balik lagi ke Medan dan coba mendaki gunung ini. Parapat ya? Bisa sekalian nginep di Toba nanti. Makasih ya mbak dan foto pemandangan dari atasnya, sungguh amat cantik. :)

Sama-sama, mbak..

Saya juga berada di Jawa Barat sekarang dan kangen banget pengen lagi mendaki gunung ini. Tapi sayangnya, teman-teman 'seperjuangan' udah pada jauh.. :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ada, di Pesisir Samosir dekat kota Pangururan, Mas.. :D

Gunungnya belum terlalu familiar seperti halnya Sinabung dan Sibayak, pendakinya juga belum banyak.. kebetulan waktu itu pengen banget mencoba pengalaman baru ke Pusuk Buhit, sekaligus wisata religi dan budaya Batak disana,,

Habisnya, ke Sibayak dan Sinabung udah cukup sering sih.. Hehe.. :D

Oke, nnti sekali sekali maen ke sana deh

Share this post


Link to post
Share on other sites

keren FRnya... kmren ane jg dr sana,,penasaran ama air terjun yg keliatan dari patung raja batak. akhirnya ane sm temen ane kesana, ke air terjunnya masih belum dijamah. karna butuh pemandu warga sekitar, karna membelah hutan dengan rumput ilalangnya. ini pictnya 

lupa nama desanya.. kalau dari patung raja batak itu keliatan ada 3 air terjun nah ane liat yg tengah. pas ane terbangin pake DJI Phantom * sejenis helikopter buat shoot video itu air terjunnya ada 7 tingkatan.. pokoknya epic banget... rencana mau kesamosir lagi buat shoot dari air terjun paling atas. sebenernya bukan gunung. tapi cuma bukit pusuk buhit :) ane masihlama ini di medan kalo mau ajakin ane atau mau ajakin ngopi2 boleh lhoo :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalian sih ngeracun buat bikin FR hahahaha makanya ane tambahin. iya kalo diliat dari DJI Phantomnya sih gitu, jadi air terjun kolam, turun air terjun kolam, turun air terjun kolam, itu ddari atas smpe bawah ada 7 tingkatan.. iya bisa maenan aer.. tapi yaa dingiiinnya minta ampunnn... warga minta di eklpore ke org lain biar itu bisa jadi objek wisata dan bisa buat nambah domper warga mereka gt... tempatnya epic.. bener membelah rimba..hahaha gitu sih bro @deffa Air terjunnya namanya Air Terjun Sibintangur

Share this post


Link to post
Share on other sites

..

Gunung Pusuk Buhit juga diyakini sebagai lokasi pertama di turunkannya Siraja Batak, nenek moyang etnis Batak oleh Mula Jadi Na Bolon ratusan tahun silam. Dan di atasnya juga terdapat sebuah pendopo silsilah Siraja Batak yang dinamakan Sopo Guru Tatea Bulan..

***

 

 

Ini FR-nya sangat menarikk... really appreciate this!

 

Saya pernah baca literatur ttg Tarombo Batak yg teratas di SIlsilah batak adalah Siraja Batak,

dimana Siraja Batak diturunkan langsung 

dari Tuhan Sang Pencipta (Mulajadi na Bolon)

di  Pusik Buhit ( Pusat Bukit / Bukit Utama)  ini sekitar thn 1200 Masehi.

(Story ttg asal mula Siraja Batak itu masih diperdebatkan sampai saat ini)

 

Kemudian, si Raja Batak memiliki 2 anak yaitu Guru Tatae Bulan dan Raja Isumbaon...

tapi setelah baca FR diatas, hanya bercerita ttg Guru Tatae Bulan, apakah tidak ada info ttg anaknya

yg satu lagi (Raja Isumbaon - red)?

*penasaran euy...

 

@deffa @Octobrian Panjaitan

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Japan Hanya tokyo kyoto osaka
      Perlu nih Piknik Denga suasana berbeda 360 derajat Cobalah destinasi anti mainstreem
      yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sikit
      namun kita akan Bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah satu spot dan lainya
      dan disuguhi Udara yang super Bersih
       untuk menyusuri alpine route kita harus bayar terpisah dari tiket jr mau jr nasional jr west jr east
       yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen tinggal duduk manis
      atau eceranpun ada namun boros 3000 yen (12000 yen )
      Bagaimana cara  ke alpine Route
      dan ini jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang Jr Pas
      Dari Shinjuku Tokyo Pake Bus menuju  matsumoto 4500 yen  3 jam kurleb Wakltu tempuh  Highway Bus
      Tak lupa saya tukarkan  Turis pass  Matsumoto takayama Alpine  beli di turtravel kita seharga 17500 Yen
       dengan Rincian Jr pas mencakup  sinano omachi,  matsumoto .kiso fukushima, Ena , Nagoya , Gifu, Gero Takayama, Hida ,Toyama 
      Saya tidak beli Jr pas karena lebih murah   Rp 1.2 jutan pake paket ini  karena tidak ke Osaka  dan pulang Via Narita PP nya
      Piknik seputaram Alpine Takayama Matsumoto  ,bias mencapai Beberapa  Perfektur
      yang saya kunjungi mempergunakan Jr campur Optionak tiket Alpine berlaku 5 Hari  17500 YEN
      Sbb
      Matsumoto : sayakunjungi  Castel matsumoto salah saqtu yang terkenal Di japan
      Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan Pinky
      Sala satu perguruan tinggi melegenda  Kaichi school museum
      Kami kochi  sungai yang jernih https://www.google.com/destination/map/topsights?q=ada+apa+di+matsumoto.&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/012xgc&sa=X&ved=2ahUKEwiJqOOR9pfbAhXYeX0KHe6hBnUQ69EBKAAwAHoECAEQLQ#trifp=skpm%3D/m/027qll0
      Narai juku / Kiso Valey :

      Desa kuno yang memegang peran penting untuk jalur Distribusi perdagangan  ke Tokyo Kyoto
      hasil pegunungan Takayama  dan desa seniman keramik juga serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur saying saya ngak bias bacanya
       https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://www.japan-guide.com/e/e6080.html&prev=search
      Hida :
      Adalah kota kecil penghasil Kayu paling berkualitas  dengan ahli2 kayunya 
      Pemandangan sekeliling nya indah dengan  dilintasi sungai besar berasal pegunungan takayama
      Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer rumah2 kuno dan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar2  untuk menandakan Bahwa terdampak Bom Atoom  jaman Hirosma  Nagasaki telah Clear dan Hida ini melaui selokan kecil berisi ikan koi gede2 menjadi terkenal seantero negrinya dan universal
      https://www.google.com/destination?q=ada+apa+di+hida+furukawa&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/02jbp_&sa=X&ved=2ahUKEwjY9Na3-JfbAhXaXCsKHe8bDX8Qri4wGXoFCAEQmQE#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wNhIKMjAxOC0wNi0xMA 
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      GERO ONSEN
       
       http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      satu kota  wisata sungai dan onsen umum saying saya dating nya kepagian coba kalo nginap di Gero atao agak sore kemalam tentu mataku berbinar2-binar dengan onsen bareng  nyampur cewe cowo disana  huhuiii jangan Omes ya tradisi mandi bareng  /onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi local bahwa kita termasuk satu keluarga besar saat itu
      semuanya berdekatan dengan Perfektur Gifu Hanya dengan 175000 Yen  kita bias mengunjungi mtempat tempat ini semua  bias dari Tokyo atau dari Osaka  tentunya berbeda beda JR nya  ingin nyaman beda sikit pegang lah JR pass ingin irit  intip cara sibocah tua nakal mengirit  http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya  tanpa kendalal dan berbagai hambatan terjadi tak sukses namanya  secara “ sibocah tua nakal “  (yang tidak bisa Bhs asing Gadget Low  dan segala kekurangannya }
      Kendala pertama yang menghambat perjalananb saya 5 Hari
      Sbb  : teledor nya saya dikala nukar Turis pass tidak dibaca 
      Saya beli tiket terusan pass Alpine Takayama Matsumoto  sudah Betul
      Namun petugas di JR Tokyo Lalai salah menempelkan ke Kartu Jr west Pass
      Nah kendala pas mau digunakan ditolak oleh petugas lapangan  satu petugas ke  petugas lainyaq tetap ditolak lebih dari 5 orang  waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar2 Dibatas Mutlak hanya 20000 yen untu uang saku selama seminggu 
      Begitu lunglai pass lirik ada japan turis informasi  nah saya coba deh 
      Plis help mi talk Bahasa ????? bengong tuh semua 
      Aduh kumaha atu ieu the wot hepen cantik
      Keluar deh seorang atasannya sambil bawa Hp gede sebesar buku
      Mulai dia taktik tuk eh keluar  suara Indonesia   apa yang bisa kami bantu
      Saya jawab apa macam persoalannya  masih ngak nyambung pake Suara inputnya
      Nah disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir ) nya sibocah tua nakal secara saya pernah utak atik Tranlate Bhs ku ketik juga via Abjad  BINGO nyambung deh walo lama mereka sabar
      Sudah tau masalahnya  langsuk bikin Maklumat sakti untuk kepala setasiun  bla blab la mohon untuk Membantu  Lao ye #bos tua ---ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catt CP pejabat Jr pusat
      Namun tetap  ada saja tiap ganti perfektur kendala terjadi  saya keluarkan jurus  nakal nya sampe kepala stasiun berkenan keluar kandang nya  dengan pake Googele tralate suara dikencangkan  heboh kan hehehehe swibocah tua nakal punya mainan baru








      Fr Alpine2018.docx













    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By ko Acong

      Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya:
      Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama  @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan  minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.-  
      Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-)
      Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000)  
       
      Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah:
      Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen
      Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen
      Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)























    • By Dantik
      Hello guys!
      Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani.
      Hari 1, 5 Mei 2018
      Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square.
      1.The Athenian Trilogy
      Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap.

      2.National Archaeological Museum
      Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro.

      3.Syntagma Square
      Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya.

      4.National Garden dan Zappeion
      Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion.

      5.Panathenaic Stadium
      Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar.

      6.Temple of Olympian Zeus
      Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos.

      Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian.
      7.Plaka
      Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan.

      8.Acropolis
      Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli.
      Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus.

      Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike.

      Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis.

      Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora.
      9.Roman Forum and Tower of the Winds
      Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      10.Hadrian's Library
      Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 

      11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus
      Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos.

      12.Kerameikos
      Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks...

      Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market.
      Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki.

      Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki.
       
       
       
       
    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By chrizz_msweb
      Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di  Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai.  Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam.

      Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan.

      Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano.
      Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta,  tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa.

      Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain.
      Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag.
      Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain.
       
      Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html
       






    • By anna22

      Hi,
      Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana.
      18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka.
      19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant).
      20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse.
      21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum.
      22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat.
      23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe).
      24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba.
      25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang.
      26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple.
      27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport.
      Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut.
      Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO.
      Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian.
      Terima kasih sudah membaca :)