adel_lia

Satu-satunya di Dunia, Kereta Api Lokomotif Uap di Ambarawa

11 posts in this topic

JJners ada yang suka naik kereta?

Apalagi kalo keretanya dijalankan secara tradisional, masih menggunakan kayu bakar yang keras (katanya sih kayu jati) dan batu bara.
*kebayang kan kalo duduknya deket lokomotif, puanase puol :rolleyes:

Museum Kereta Api yang berada di pusat kota Ambarawa, sekitar 20 kilometer dari Ungaran, Kabupaten Semarang adalah kereta api satu-satunya di dunia yang memamerkan keunikannya dengan menjalankan lokomotif uap.

Dulunya museum ini adalah stasiun yang dibangun oleh Raja Willem I pada tanggal 21 Mei 1873, dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan pasukan menuju Semarang.Pada tahun 1970-an jalur pengoperasiannya mulai ditutup dan kini dijadikan museum yang diresmikan pada tanggal 8 April 1976 oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak Supardjo Rustam bersama Kepala PJKA Eksploitasi, Bapak Soeharso.

post-966-0-50947400-1364958796_thumb.jpg
Sampai sekarang tulisan di atas belum diganti lho..

Selain itu di dalam museum itu juga terdapat tiga mesin hitung zadoel (zaman doeloe), tiga mesin ketik zadoel, beberapa pesawat telepon zadoel dan peralatan kuno lainnya yang dulu digunakan di stasiun tersebut.

post-966-0-14060400-1364958868_thumb.jpg
Bangunannya masih sama seperti pada saat didirikan. Selama ini sih cuma direnovasi catnya doank

HTM ke museum ini cukup murmer - Rp 5.000 saja (exclude tarif naik kereta nya yaa).

Wisatawan yang datang ke museum ini akan disuguhi pemandangan alam yang indah, bangunan dengan arsitek kuno, dan lokomotif dengan menggunakan bahan bakar kayu dan batu bara. Pengunjung juga masih bisa menikmati perjalanan dengan kereta api kuno tersebut.

Museum KA di Ambarawa ini memiliki koleksi 22 lokomotif uap. Di antaranya adalah kereta api dengan Lokomotif Nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen (orang Jerman). Kereta tua inilah yang berjaya sebagai kereta api wisata. Untuk menikmati perjalanan wisata menggunakan kereta api uap ini dan juga dua gerbong lagi buatan Belanda tahun 1911, wisatawan bisa menyewanya dengan harga sekitar Rp 3 juta bisa diisi maximal 80 orang (2 gerbong).

 

Tapi jangan khawatir kalo liburan, terutama liburan sekolah, kereta ini dibuka untuk umum dengan harga tiket kereta Rp 50.000/org (harga bisa naik sewaktu-waktu).

 

Gimana, JJners mau coba?

Okay..
semoga bermanfaat buat traveller yang mau ke Semarang dan sekitarnya yaa :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

post-966-0-23335400-1364960781_thumb.jpg
Di sela-sela perjalanan dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Bedono kereta akan berhenti di Stasiun Jambu untuk membalikkan arah lokomotif. Jadi sewaktu dari Stasiun Ambarawa, lokomotif berada di depan, dan sesampainya di Stasiun Jambu, lokomotif itu harus berada di belakang karna lokomotifnya lebih besar.  Hal ini dikarenakan kalo dari Stasiun Jambu, perjalanan keretanya merayap menyusuri jalur yang semakin tinggi.

post-966-0-99954100-1364960722_thumb.jpg
Dalam perjalanan dari Ambarawa menuju Bedono kereta akan berhenti lagi untuk mengisi air untuk memanasi ketel uap. Airnya sih diambil dari parit kecil dengan pompa. Saat kereta api berhenti  mengisi air, saatnya para penumpang memanfaatkan kesempatan buat foto2.

post-966-0-97396100-1364960756_thumb.jpg
Selain merasakan eksotisme naik kereta api kuno, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan alam. Sepanjang perjalanan itu wisatawan disuguhi pemandangan lembah-lembah yang menyejukkan mata (hijau) di antara Gunung Ungaran dan  Gunung Merbabu yang menjulang tinggi.

Selain dijadikan tempat wisata, stasiun kereta api yang masih terawat rapi dan masih terasa sejarahnya, menjadikan lokasi ini juga sering digunakan buat tempat foto2 model ato pre wedding.

 

UPDATE

Share this post


Link to post
Share on other sites

waw keren ya masih di lestarikan

btw video klip pertama Boys N Root - Ngaku Ngaku

ber setting di Stasiun Kota Tua Semarang pake Kereta Api Lokomotif nya hehehe

tapi saya waktu itu gak bisa ikut syuting karna pada tanggal itu adik saya koma

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa wahh malah udah dibuat setting video clip sama BnR..

Kirain cuma Didi Kempot aja yg bikin video clip di situ :lol:

 

btw, bagus juga tuh video clip tapi sayang gk ada Momodnya (tapi adik memang harus diutamakan daripada video clip)

=> besok nyusul bikin sendiri yaa Mod :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Tarmizi Arl
      71 tahun sudah negeri kita ini merdeka. Ribuan atau bahkan jutaan pahlawan telah memperjuangkan segala upaya untuk mencapai titik kemerdekaan itu di masa-masa sulit era penjajahan. Dari sekian banyak pahlawan itu, baik yang tercatat maupun tidak, ada 2 nama yang bisa dikatakan paling dikenal. Ya, sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang juga menjadi Presiden dan Wakil Presiden pertama negeri ini, Soekarno dan Hatta.
      Dalam buku sejarah yang pernah kita pelajari di bangku sekolah, tercatat bahwa kedua sosok hebat ini mengalami berbagai peristiwa baik manis ataupun pahit yang mengharuskan mereka berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Jejak jejak sejarah peninggalan inilah yang bisa kita telusuri sembari berwisata sejarah.
      Tentunya ada banyak lokasi yang pernah memiliki kenangan dengan kedua sosok proklamotor ini, tetapi dalam artikel ini kita hanya membahas beberapa diantaranya saja. Apa kamu sudah pernah mengunjungi salah satunya?
       
      1.Rumah Kelahiran Bung Karno – Jl. Pandean IV, Surabaya
      Kita awali penelusuran sejarah sang proklamator bahkan dari kelahirannya. Presiden Soekarno sendiri menurut penelusuran sejarah yang dilakukan, lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901. Beliau lahir dan tinggal di masa kanak-kanak di kawasan Pandean, Kota Surabaya.
      Saat ini rumah kelahiran Putra ‘Sang Fajar’ ini dihuni oleh Ibu Djamilah dan keluarga, alias bukan berbentuk museum yang bisa bebas di datangi dan di masuki bagian dalamnya. Jadi bagi pengunjung, cukup menapaki jejak-jejak Bung Karno dengan menikmati sisi luar bangunan dan termasuk kawasan daerah tersebut.
       
      Rumah Lahir Soekarno (foto : Foto: Nurul A/okezone)
      Meskipun bukan museum, tetapi bangunan rumah seluas 5x14 meter itu sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya sejak 2013 silam oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hal itu dipertegas juga dengan adanya prasasti warna emas yang ditempel tepat di atas pintu masuk rumah.
      Semenjak itulah, rumah tersebut menjadi dikenal oleh warga dan wisatawan.
      Lokasi rumah ini sendiri tidak begitu sulit ditemukan. Kalian bisa langsung menuju Jalan Peneleh, lalu dilanjutkan mencari gang Pandean IV. Tak perlu takut kesulitan karena selain bisa bertanya, didepan gang juga terpasang sapnduk besar bergambar BungKarno dengan tulisan ‘Di Sini Tempat Kelahiran Bapak Bangsa Dr. Ir. Soekarno. Penyambung Lidah Rakyat, Proklamator, Presiden Pertama RI, Pemimpin Besar Revolusi’.
       
      2. Rumah Lahir Bung Hatta – Bukittinggi
      Sosok Bung Hatta memang sangat identik dengan Minang. Beliau memang putra asli dari Tanah Minangkabau tepatnya Bukittinggi. Di Bukittinggi pula, sang proklamator itu di lahirkan. Bukti terbangunnya ialah sebuah rumah yang kini sudah berbentuk museum yaitu Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.
      Beralamat di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittingi, tidak akan membuat sulit menemukan lokasi museum ini karena berada di tepi jalan dan tentunya memiliki plang nama. Bangunan perpaduan kayu dan bambu nampak sangat tradisional dan melambangkan kesederhanaan serta tampak sangat homey. Bangunan ini sendiri sudah berdiri diperkirakan sekitar 1860an. Bung Hatta sendiri lahir di tahun 1902 dan menempati rumah tersebut di masa kecilnya hingga tahun 1913. Kemudian beliay hijrah ke Kota Padang untuk meneruskan penidikannya.
       
      Tampak bagian depan Rumah Lahir Bung Hatta via dkputri.wordpress.com
      Memasuki bagian dalam rumah, nuansa kuno tradisional akan langsung menyapa. Beberapa perabotan merupakan asli sejak dulu dan sebagian lainnya merupakan hasil pemugaran. Di museum ini juga terpajang foto-foto yang memberikan potret berbagi hal seputar Bung Hatta dan keluarga.
      Dari berbagai ruang di rumah 2 tingkat itu, ada 1 ruang yang paling inti. Itulah kamar dimana Bung Hatta di lahirkan oleh Ibundanya, Saleha. Kamar itu berada di lantai 2. Masih dengan suasana klasik, kamar tersebut terasa sangat hangat dengan dinding dari anyaman bambu. Ranjang tempat kelahirannya, lemari, meja rias, dan tak ketinggalan foto-foto juga menjadi bagian kamar yang cukup luas itu.
       
      Kamar tempat Lahir Bung Hatta via wisatanagari.co.id
      Selain kamar itu, ada satu hal lagi yang terbilang paling menyita perhatian yaitu ‘bugi’ sebutan untuk bendi yang dahulu dipakai Bung hatta untuk pergi kesekolah. Bugi ini berada di bagian belakang rumah dekat sebuah istal kuda. Jika tidak menggunakan bugi, Beliau juga biasanya menggunakan sepeda yang juga tersimpan di museum tersebut.
       
      3. Istana Gebang, Rumah Masa Kecil Soekarno - Blitar
      Nama Kota Blitar memang sangat identik dengan sosok Soekarno, hal ini karena memang Blitar menjadi salah satu kota yang dihuni beliau di masa mudanya, bahkan makamnya pun berada di sana. Peninggalan jejak sejarah Bung Karno juga masih bisa disaksikan di Blitar yaitu berupa rumah yang menjadi saksi keceriaan masa kecil Sang Putra Fajar tersebut.

      Istana Gebang di Blitar via ranselsibungsu
      Rumah Masa Kecil Soekarno atau biasa juga disebut Istana Gebang beralamat di Jalan Sultan Agung no.69, Kota Blitar, tidak begitu jauh dari komplek makam beliau sendiri. Bangunan utama rumahnya sendiri memang tidak begitu besar, tetapi tampak cukup megah dan khas dengan pelataran luas didepannya. Selain tiang bendera, tepat di depan rumah juga terdapat patung Soekarno tengah berdiri dengan gaya khas nya yang seolah menunjuk ke arah atas seolah menyimbolkan semangat menggebu seperti dalam gaya pidato-pidatonya.
      Bangunan rumahnya sendiri nampak khas bangunan kolonial Belanda dengan batu alam sebagai pondasi bawah. Sedankan atapnya nampak lebih tradisional dengan rangka kayu dan berupa susunan genteng. Warna putih dan biru muda menjadi yang paling dominan dan membuatnya nampak teduh dipandang.
      Memasuki dalam rumah, pengunjung hanya cukup mengisi buku tamu. Tidak ada biaya masuk kecuali untuk biaya parkir jika membawa kendaraan pribadi. Bagian dalam rumah sebagian besar masih merupakan perabotan asli sehingga nuansa klasik sangat kental terasa. Selain perabotan rumah seperti lampu kuno, almari, kursi, dan meja, dinding-dinding Istana Gebang ini juga mencolok karena banyak dihiasi dengan foto-foto yang berkaitan dengan Soekarno.
      Tak ketinggalan, kamar tidur dan ruang kerja lengkap dengan mesin tik nya menjadi bagian sisi rumah yang menarik bagi wisatawan untuk menapaki jejak Sang Proklamator. Bahkan, di rumah ini juga masih terimpan mobil kodok tua yang juga dipercaya memiliki sejarah dengan Soekarno.
       
      4. Rumah Pengasingan Soekarno – Ende, NTT
       
      Rumah Pengasingan Soekarno di Ende via KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
      Perjalanan hidup Soekarno dan Hatta memang tidaklah mudah. Beberapa kali tercatat mereka mengalami pengasingan di berbagai daerah. Bagi Soekarno, pengasingan dirinya juga pernah terjadi hingga ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Pengasingan ini terjadi pada 14 Januari tahun 1934 selama 4 tahun.
      Bung Karno di asingkan di Kota Ende ini bersama dengan istrinya, Ibu Inggit Garnasih. Pada awalnya, beliau ditempatkan di markas Polisi Militer, namun kemudian Abdullah Amburawa memberikannya rumah yang dikenal saat ini sebagai rumah pengasingan itu. Dengan waktu selama 4 tahun, Soekarno tentunya banyak memiliki pengalaman dan kedekatan dengan Ende dan warga kala itu.
      Rumah Pengasingan yang beralamat di Jalan Perwira ini, berukuran cukup kecil dengan 4 ruang didalamnya. Bagian ruang depan merupakan ruang tamu dengan perabotan yang dipercaya masih sebagai mana aslinya. Ruang tidur Bung Karno sendiri berada di bagian tengah, disusul dapur dan kamar mandi di bagian belakang. Di halaman belakangnya juga sendiri terdapat juga halaman dengan sumur timba. Kondisinya sekarang sudah dipugar sehingga nampak lebih baik dan nyaman.
      Bagi pengunjung, tidak ada biaya resmi untuk masuk ke sana, namun disediakan kotak sumbangan seikhlasnya. Situs sejarah ini bisa dikunjungi setiap hari dari jam 8 pagi hingga 4 sore waktu setempat.
       
      5. Taman Renungan Pancasila, tempat Soekarno merenung dan melahirkan Pancasila – Ende, NTT
       
      Patung Bung Karno di Taman Pancasila Ende via blog.travelish.net
      Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu sudah sangat mengenal dasar negara kita yaitu Pancasila. Kita juga tahu bawa Bung Karno lah yang menyusunnya hingga menjadi ideologi bangsa yang bisa diterima semua kalangan. Namun, mungkin masih banyak diantara kita yang belum tahu bahwa dalam pengasingan di Ende lah beliau menyusun falsafah butir-butir Pancasila itu.
      Bung Karno menyusun rancangan Pancasila di bawah sebuah pohon Sukun bercabang lima. Di sanalah biasanya Soekarno menghabiskan waktu sore untuk merenung dan membaca buku-buku. Hal tersebut ternyata dikuatkan lagi dengan pengakuan beliau sendiri ketika datang lagi ke Ende di tahun 1955.
      Namun sayangnya, pohon asli tempat Bung Karno bernaung sudah terlanjur tumbang secara alami tahun 1960an karena faktor usia. Sekarang, pohon itu digantikan dengan duplikasinya yang juga bahkan bercabang 5 seolah menegaskan 5 sila dalam Pancasila.
      Di lokasi yang sekarang dinamai Taman Pancasila itu, persis di samping pohon sukun duplikat asli, dibangun juga sebuah monumen dengan patung Soekarno yang tengah duduk seolah tengan merenung. Lokasi taman ini sendiri hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah pengasingan sehingga tak ada salahnya menyinggahi keduanya ketika berada di Ende.
       
      6. Rumah Pengasingan Bung Hatta – Banda Neira, Maluku
      Banda Neira mungkin kita kenal sebagai salah satu surga wisata bahari di Timur negeri ini. Banyak tentu diantara kita yang memimpikan untuk bisa berlibur ke sana untuk menikmati keindahan pantai dan lautnya. Namun ternyata Banda Neira di Provinsi Maluku ini juga memiliki cerita sejarahnya tersendiri dengan Proklamator Bung Hatta.
       
      Rumah Pengasingan Bung Hatta bersama Sutan Sjahrir via pecintawisata.wordpress.com
      Muhammad Hatta pernah diasingkan di pulau seluas 19,33 km persegi tersebut bersama dengan Sutan Sjahrir. Mereka diasingkan dalam kurun waktu cukup lama yaitu sekitar 6 tahun dari 1936 hingga 1942. Bahkan sebelum itu, mereka juga diasingkan dulu ke sebuah area terisolasi bernama Boven Digoel, Papua.
      Kondisi pengasingan di Banda Neira mungkin jauh lebih baik karena setidaknya Bung Hatta bisa bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Bahkan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir juga sempat membuka sekolah sore bagi warga pribumi.
      Menapaki jejak sejarah Sang Proklamator tersebut bisa langsung dirasakan di rumah pengasingannya yang berada di Banda Neira itu sendiri. Di rumah sederhana ini, tersimpan benda-benda pribadi milik Bung Hatta dari mulai buku hingga pakaian beliau. Perabotan di sana juga masih merupakan yang asli seperti dahulunya. Bahkan ruang tempat Bung Hatta mengajar sekolah sore nya juga berada di rumah bernuansa kuno tersebut.
       
      ---
      baca juga bagian 2 artikel ini disini
    • By eka wibisono
      Happy New Year Friends! Kebetulan libur akhir tahun 2014, saya & keluarga bisa ada kesempatan pulang kampung ke Semarang & Kudus (kampung halaman ortu sih). Tapi cerita yg aku bagi kali ini one day trip ke kota Ambarawa. Memang aku sudah rencana mau ajak anak2 ke Museum Kereta Api Ambarawa, sukur2 bisa cobain naik kereta api jadul (walaupun baca dari berita katanya Museum Kereta Api ditutup dr th 2012 utk renovasi & kreta api jadul udah gak beroperasi utk umum). Jd dr awal Desember 2014 aku udh buka2 tuh website Museum Kreta Api Ambarawa, tp no telpon yg tercantum tidak bisa dihubungi (bikin kesel jg sih, buat apa ya no telpon dicantumin kalo gak bisa dicontact). Akhirnya coba liat2 di website kereta-api.co.id nemu deh caranya kalo mau cek jadwal Museum Kereta Api Ambarawa, kita bisa contact ke DAOP 4 Semarang di 024-3545382.
       
      Hati udah seneng krn Museum Kereta Api udh dibuka lg utk umum tp kereta wisata jadul baru jalan kalo dibooking utk rombongan pribadi). Mahal jg lho sewa 1 gerbong kreta api wisata utk kapasitas 40 orang Rp. 5 juta (pp Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang). Awalnya udh mau batal sih, krn anak2 kan pengennya naik kreta api jadul. Eee...kebetulan saudaraku yg di Semarang baca di koran lokal, kalo kereta api jadul dioperasikan utk umum dari tgl. 28 Des 2014-5 Jan 2015. Jadi semangat lg deh pergi ke Ambarawa.
       
      Akhirnya tgl. 1 Januari 2015 pagi, pergilah kami sekeluarga (15 org) ke kota Ambarawa. Dari Semarang, ambil jalan tol arah Bawen, cuma perlu waktu +/- 1,5 jam udh sampe di Ambarawa. Nah pas masuk kota Ambarawa boleh tuh kita mampir ke toko roti jadul namanya Toko Roti PAULINE (ada di kiri jalan). Mrk jual macam2 roti & kue basah, enak2 semua tp aku sih doyannya roti semir (roti bulat diolesin mentega gula). Nah di sebelah toko roti Pauline, ada yg jual kue Lekker. Kue Lekker, camilan khas Semarang & Ambarawa. Kaya kue ape di Jakarta, tp ini diisi pisang, coklat atau keju atau dikombinasi isinya. Kalo baru mateng, hmm... enak . crunchy bgt.


       
      Pas jam 9 pagi, rombonganku sampe di depan Museum Kereta Api Ambarawa, di depan ada loket yg kita pikir sekalian jual tiket kreta api wisata jadul, eh ternyata cuma jual tiket Museum Kreta Api doang. Harga tiket masuk Museum adalah Rp.10.000 per orang. Jd kami mesti jalan masuk ke dalam dulu ke setasiun Ambarawa (yg memang 1 kawasan). Nah ini dia, udh tau petugas di Museum itu  cuma sedikit, bukannya dipasang pengumuman yg informatif. Ampuun...deh kita yg mesti cari2 dulu petugasnya pas mau tanya2. Jadi  trayek Kereta api wisata jadul hari itu adalah dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang (deket Rawa Pening) dgn jam keberangkatan jam 9.30, 11.30, 13.30, 15.30 




       
      Setelah jalan kaki +/-10 menit ke stasiun Ambarawa, ya ampuun... ternyata antrian orang yg minat naik kereta wisata udah mengular.  Karena udah niat mau naik kereta wisata terpaksalah ikut antri, pas antri tiket orang2 sempet pd emosi tuh krn tau2 jatah tiket utk jadwal 11.30 sudah habis  pd hal posisi waktu antri masih di pukul 10.00. Mrk yg sudah antri lebih duluan dari aku kesel krn antrian kok lama majunya & gak ada pengumuman kuota tiket per keberangkatan. Pelayanan tiket jg lambat. Udah tau yg antri banyak orang ternyata tiket diprint satu persatu per nama penumpang. Memang gak praktis deh & buang waktu aja. Setelah orang2 protes, baru deh petugas mengumumkan quota tiket utk tiap jam keberangkatan.  Akhirnya setelah antri hampir 3 jam, rombonganku berhasil dapet tiket utk keberangkatan jam 15.30.Oh iya biaya tiket kereta wisatanya Rp.50.000 per orang. Ckckck...gak sia2 deh nongkrong di stasiun hehehe... yg penting anak2 seneng.

       
      Berikut beberapa foto di kawasan Museum Kereta Api Ambarawa. Anak2 sih seneng selama di Museum ini, mereka boleh naik ke lokomotif yg ada, tp anak2 gak bisa bertanya2 ttg kereta api yg dipajang krn tidak ada petugas yg standby. Sayang sekali.. deh.
       










       
      Akhirnya jam 15.30 naiklah kami semua ke kereta wisata. Waah...anak2 seneng bgt. Udah gerbongnya kuno, full angin pula hehehe...(msh model jendela terbuka). Total gerbong wisata yg dioperasikan adalah 4 buah  dan lokomotif yg dipakai utk menarik gerbong kereta wisata  udah gak model jadul lg tp  lokomotif  tenaga diesel. Jarak tempuh pulang pergi +/- 1 jam. View yg diliat selama di perjalanan menarik jg, pemandangan sawah dan danau Rawa Pening. Sayang Danau Rawa Pening sudah dipenuhi tanaman Eceng Gondok tp any way pemandangannya tetap menyejukkan mata terutama utk kita2 yg hidup di kota besar hehehe....
       
       






       
      Demikian ya sedikit cerita dari aku. Kalo ada teman2 yg  kebetulan lewat kota Ambarawa boleh lah mampir sebentar, bawa anak2 ke Museum Kereta Api ini. Berguna sih utk pengetahuan mereka. 
    • By reborn.culture
      Teman2 mohon bantuannya mengisi kuesioner penelitian saya mengenai wisata sejarah / heritage tour disini => http://www.jotform.me/form/41194932585462 . Terima kasih banyak untuk bantuannya :)
    • By febriant rhezty
      Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah, bisa jadi alternatif pilihan untuk berpetualang di masa liburan. Kota yang identik dengan ikonnya Tugu Muda dan Gedung Lawang Sewu yang terdapat tepat di depannya, menawarkan jutaan pesona hingga ke kota-kota di sekitarnya tentu saja yang saya maksud adalah Ambarawa dan Salatiga. Bagi anda yang ingin mencoba untuk berwisata di kota yang terkenal dengan Lumpianya ini, berikut rincian perjalanan yang pernah saya lakukan bersama sahabat-sahabat saya dari Surabaya.
       
      1. Hari pertama: Semarang
       
      Tujuan pertama kami ketika tiba di Semarang adalah mengunjungi kota lama, meskipun tidak seterkenal kota lama yang ada di Jakarta, kota lama di Semarang memiliki spot-spot yang mengagumkan untuk diabadikan menggunakan lensa kamera anda. beberapa area di kota lama ini sering digunakan untuk syuting film-film terkenal seperti GIe, dan trilogi merah putih. menyusuri jalanan di kota ini seakan-akan membawa anda kembali ke masa lalu. bagaimana tidak, sepanjang jalan anda akan di suguhi oleh bangunan-bangunan tua bergaya ala eropa lama.
      setelah selesai hunting beberapa foto, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Semarang. Sesampainya di masjid agung semarang, kami terbius oleh keindahan dan kemegahan Masjid Agung Semarang, karna pada waktu itu kami beruntung mendapati payung-payung di sekitaran masjid sedang terbuka sepenuhnya :) Selesai Sholat Dhuhur, dan mengambil beberapa foto dari penjuru masjid, kami makan siang di sekitaran Masjid, harga yang di tawarkan cukup murah dan tidak mencekik kantong para backpacker tentunya.
      Selesai makan dan beribadah, kami memutuskan untuk mampir ke museum Ronggowarsito yang letaknya agak jauh dari Masjid Agung. di museum ini terdapat banyak sekali koleksi mata uang kuno indonesia dan luar negeri, fosil dan tulang-belulang, serta yang menarik adalah barang-barang peninggalan dari Jend. Soedirman. Lelah menghabiskan waktu di museum Ronggowarsito, kami melanjutkan perjalanan sembari melepas lelah menuju area Banjir kanal Semarang. Tempat ini membuat saya teringat pada film-film jepang dan Korea dimana para aktornya sering duduk bersama dengan suguhan pemandangan berupa sungai yang membentang dan jembatan, very romantic!
      Selepas magrib, kami mencoba kuliner di daerah simpang lima, yang terkenal dengan pusat perbelanjaannya dan mencoba untuk makan Tahu gimbal di depan kawasan Masjid di Simpang lima. Tahu gimbal adalah makanan khas Semarang dengan tahu, telur, ketupat dan bakwan udang yang dicampur dengan bumbu kacang khas. Rasanya benar-benar mantap, apalagi jika anda sangat menyukai makanan pedas. harga yang ditawarkan adalah Rp.8000, murah bukan?
      Setelah kenyang, kami pergi mengunjungi dua ikon terkenal kota Semarang, yaitu lawang sewu dan Tugu muda. Lawang sewu adalah sebuah bangunan kuno peninggalan Belanda. karena begitu banyaknya pintu yang ada di bangunan tersebut, maka bangunan ini dijuluki lawang sewu (seribu pintu). Lawang sewu begitu menarik perhatian apabila dikunjungi pada malam hari, selain menawarkan keindahan bangunan dan arsitekturnya yang megah, lawang sewu pada malam hari juga memberikan kesan "mistis" karena beberapa orang di Semarang percaya bahwa banyak "makhluk" yang menghuni Lawang Sewu. Selain itu setelah munculnya sosok "kunti" di ruangan bawah tanah pada sebuah tayangan televisi swasta, membuat animo pengunjung yang ingin mengunjungi wisata ruangan bawah tanah di lawang sewu meningkat tajam. Harga yang ditawarkan untuk masuk ke Lawang Sewu adalah Rp.10.000/orang dan guide Rp.50.000 untuk lawang sewu, dan Rp.5.000/orang dan Rp.20.000 untuk guide di ruangan bawah tanah. Selesai mengeksplorasi Lawang sewu dan ruangan bawah tanahnya, kami mengakhiri tour hari pertama kami di Semarang dengan beristirahat dan mengabadikan beberapa foto di sekitar tugu muda. tepat pukul 11.00 kami sampai di rumah Ambarawa:)
       
      2. Hari Kedua: Ambarawa
       
      Ambarawa, kota kecil yang terletak sekitar 35 km dari Semarang mempunyai banyak tempat wisata yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang di luar daerah Ambarawa. Kami berangkat pagi-pagi sekali untuk mencari tahu lokasi dari sebuah objek wisata yang baru-baru ini ditemukan oleh warga sekitar Sumowono Ambarawa, objek wisata ini bernama CUrug Tujuh Bidadari (air terjun ). Setelah berkeliling sejauh 20 km dari Ambarawa, rasa lelah kami terbayarkan dengan indahnya tujuh air terjun yang ada di tempat ini.

      kami memang berencana untuk bermain air dan berenang di curug ini, airnya benar-benar dingin! Beberapa mitos banyak terdengar di lingkungan masyarakat sekitar. Siapa saja yang mandi di Curug ini, akan mendapatkan kecantikan layaknya bidadari :) (itu artinya sekarang saya sudah secantik bidadari hahaha), selain itu air di curug ini dipercaya dapat menghilangkan penyakit-penyakit kulit, percaya atau tidaknya terserah anda. hanya dengan Rp.7.000(masuk dan parkir per orang) anda dapat puas bermain air, dan menyembuhkan penyakit kulit, kenapa tidak? Puas bermain air, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Gedong Songo, di candi ini terdapat 9 candi yang tersebar di seluruh penjuru gunung :), namun sayangnya hanya ada 5 candi yang tersisa. untuk mengelilingi candi, anda dapat menggunakan jasa kuda atau jalan kaki. Untuk masuk ke candi ini, anda cukup merogoh kocek Rp.10.000, untuk jasa kuda bervariasi antara Rp. 30.000-Rp.50.000 tergantung jarak yang anda tempuh.
       
      kami memerlukan waktu kurang lebih dua jam untuk mengelilingi komplek candi. yang paling mengherankan dari komplek candi ini adalah, disediakannya kolam renang air panas (belerang) untuk para pengunjung, tapi tidak banyak orang yang memanfaatkannya. sebenarnya kami tertarik untuk mencoba, tapi dikarenakan kami baru saja selesai berenang di curug tujuh bidadari mungkin lain waktu. pulang dari candi gedong songo, kami menyempatkan diri untuk mencoba wisata kuliner di bandungan yang terkenal dengan tahu serasinya yang selembut sutra. Selain memesan tahu serasi Rp. 10.000 lengkap dengan sambel kecap, kami memesan sate kelenci, yang benar-benar empuk dan gurih, satu porsinya lengkap dengan lontong adalah Rp.15.000. (sate kelinci paling enak adalah kiri jalan dari arah gedong songo sebelah penjual bunga2) dan untuk minumannya saya memesan susu jagung seharga Rp.3000, karena susu kedelai sudah banyak ada di pasaran. Kenyang sekali rasanya. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk membeli Cotot (gorengan khas ambarawa terbuat dari singkong yang di dalamnya berisi gula), Mendoan (tempe goreng dengan tepung dan bumbu tebal), Rolade atau ganja goreng (gorengan dari daun ketela dan tahu), Timus (gorengan dari ketela yang dihaluskan) serta Leker bandungan yang diatasnya ditaburi nangka, coklat dan pisang).
       
      karena hari masih sore, kami memutuskan untuk pergi menyambangi museum kereta api dan museum palagan. disini terdapat puluhan gerbong dan loko kereta api uap yang digunakan sejak jaman belanda. juga ada lori yang akan membawa kita menyusuri rel-rel kereta api dengan 2 tujuan yang berbeda yaitu Ambarawa-Jambu, atau Ambarawa-Tuntang. (sayangnya lori ini hanya beroprasi ketika pengunjung mencapai min.10 orang, dengan masing-masing orang membayar Rp.10.000). untuk memasuki museum ini anda tidak perlu membayar alias gratis, kecuali di museum palagan, anda harus membayar Rp. 5.000 untuk memasuki kawasan ini. banyak hal yang ditawarkan oleh kedua museum ini, selain kereta api kuno, ada juga museum isdiman yang memuat cerita dan biorama pertempuran amabarawa. ada juga monumen palagan, dan berbagai macam jenis pelontar bomb dan senjata yang dulu digunakan. yang paling menarik adalah gerbong kereta api yang bertuliskan catatan-catatan sejarah para pejuang kita.
       
      Sepulang dari museum, kami menyempatkan untuk pergi wisata kuliner Serabi Jambu, Rp.3.000 anda akan merasakan nikmatnya serabi dengan kuah kolak nangka segar berbagai rasa, (plain, pandan maupun coklat). benar-benar cita rasa yang luar biasa:) Dari Jambu kami menyusuri jalan lingkar Ambarawa- Bawen dan mengakhiri perjalanan kami di Tlogo tuntang untuk berwisata kuliner Gecok dan memborong Durian. Gecok adalah makanan khas Tuntang, terbuat dari daging kambing dan konon katanya puluhan rempah-rempah Jawa untuk Jamu penguat stamina, dan obat lelah. seporsi gecok biasa dihargai Rp.10.000. Di daerah Tlogo ini apabila sedang musimnya Durian paling enak di dunia dapat ditemukan disini:D, banyak orang dari puluhan kota tidak hanya di pulau jawa tetapi di pulau-pulau yang lainnya ketagihan dengan durian Tlogo dan Brongkol yang begitu manis, legit dan biji yang kecil. Apabila anda pintar menawar maka anda akan bisa mendapatkan durian berukuran sedang dengan harga Rp.100.000 5 buah (TAWAR!!!)
      Sebenarnya masih banyak tempat wisata di ambarawa, seperti bukit cinta (tempat wisata rawa pening), Umbul Sidomukti (yang terkenal dengan flying fox lintas jurang), Goa Maria Kerep (tempat peribadatan yang sering dikunjungi banyak peziarah umat kristiani dari seluruh Indonesia), Kampung Rawa ( Wisata Kuliner baru yang mengambil konsep di tengah rawa) dan Negeri di awan (komplek Pemakaman cina dengan pemandangan rawa pening dan kota Ambarawa yang sungguh menakjubkan di bawahnya, dan Bandungan di atasnya). tapi sayangnya, waktu tidak memberi kesempatan banyak pada kawan-kawan saya, karena besok mereka harus kembali ke Surabaya.
       
      3. Hari Ketiga: Salatiga
       
      sebagai tempat tujuan terakhir kami, Salatiga tidak bisa dipandang remeh. Salatiga mempunyai sebuah Universitas yang bertajuk Indonesia kecil yaitu UKSW (kampus saya sendiri ) menawarkan berbagai macam wisata kuliner yang menggoyang lidah. wisata kami dimulai di Kali pancur (objek wisata air terjun) yang berkonsep hiking, karena untuk dapat mencapai ke objek wisata tersebut, kita harus berjalan kaki membelah bukit sepanjang 800 m, tapi meskipun begitu, banyak pos-pos pemberhentian yang dapat kita gunakan untuk melepas penat setelah berjalan jauh. pemandangan yang disuguhkan berupa hamparan luas kota ambarawa dan salatiga dari atas, tentu saja dengan rawa pening yang terbentang seperti ular dari kejauhan. Untuk dapat memasuki area ini anda harus membayar Rp.5000/orang
      sayang debit airnya saat itu tidak begitu deras, jadi kami tidak bisa bermain air sepuasnya di sana seperti di curug tujuh bidadari. tapi setidaknya kami bisa sedikit berolahraga mendaki untuk kembali ke tempat semula. Setelah melepas lelah di posko pemberhentian, kami melanjutkan perjalanan ke Kopeng untuk memetik buah strawberry. Untuk dapat masuk dan memetik buah strawberry sepuasnya, kita diwajibkan membayar Rp. 30.000/orang per keranjang. karena hari ini jadwal kami terlau padat (karena harus kembali ke surabaya), maka kami tidak berwisata ke Treetop, umbul songo dan Gunung Telomoyo. sekembalinya kami ke kota Salatiga, kami berwisata kuliner Mie pangsit Andalan yang terletak di Cungkup< belakang kampus UKSW > hanya dengan harga Rp. 7.000 anda akan dapat merasakan rasa pangsit paling enak se Salatiga, coba dan buktikan rasanya begituu lembut, gurih, dan pas di lidah. Tidak lupa kami membeli oleh-oleh berupa Gethuk Kethek , dan Singkong Oven Casava, Enting-enting gepuk, Bandeng Presto, Lumpia, Wingko, dan mochi sebagai oleh-oleh khas Salatiga di daerah pecinan.
      lengkap sudah rasanya berwisata selama tiga hari dua malam di tiga kota Semarang, Ambarawa dan Salatiga.
      Ada lagi yang ingin menambahkan?
       
      So, buat siapa aja yang berencana jalan-jalan ke Semarang, Ambarawa dan Salatiga, dipersilahkan untuk bertamu ke rumah saya :)
    • By adel_lia
      Hello JJers....
      TS mau sedikit share tentang wisata sejarah di kepulauan seribu nih 
      Sekitar bulan Mei 2013 (tanggalnya lupa pokoknya waktu itu hari Minggu ) TS iseng-iseng ngikut trip-nya mba @diyanamatir
       
       
      Setelah semua peserta kumpul, berangkatlah kita dari Muara Kamal

      Ini penampakan dari kapal tetangga
      FYI kita nyebrang pake 2 kapal
       
      Tujuan pertama yang paling jauh dulu..ke Pulau Kelor 

      di belakang TS itu ada benteng.. yang katanya dulu sebagai benteng pertahanannya Belanda *CMIIW
       

      ini temen TS foto di sekitaran Pulau Kelor
       
      Next..Pulau Onrust
      kita nyebrang ngga jauh sih kalo jalan kaki..
      tapi berhubung laut semua, yaa berjalan di atas air 
       
      Nah, ini sebagian penampakannya

      itu orang pada ngapain yaa cc: @diyanamatir 
       
      ini sebagian miniatur Pulau Onrust sebelum acak-acakan gara-gara meletusnya gunung Krakatau (edited)

       

      entah kenapa TS lebih suka spot ini 
       
      Next... Pulau Cipir


      Nah.. di sini nih kalo menurut TS bisa buat foto pre wed cc: mba @halimun yang dari kemarin nanyain tempat pre wed mulu 


    • By Agung Jelajah Nesia
      Ada banyak benteng kuno yang menjadi saksi bisu tentang perjuangan Bangsa Indonesia di Surabaya yang tersebar di beberapa kawasannya. Salah satunya adalah Benteng Kedung Cowek.
       
      Benteng ini sebenarnya berlokasi tak jauh dari gerbang masuk Jembatan Suramadu. Tetapi sayang karena lokasinya yang berada di dalam kawasan yang mirip hutan dengan pepohonan yang rindang dan semak belukarnya, membuat Benteng ini tak banyak diketahui oleh publik.
       
      Apalagi benteng itu juga berada dalam pengawasan militer sehingga untuk menuju kesana harus dengan izin pada petugas tentara yang berjaga di pos. Tentu tak mudah untuk bisa masuk  Benteng Kedung Cowek itu.
       
      Baca artikel selengkapnya di :
       
      http://log.viva.co.id/news/read/423406-berwisata-menapak-jejak-di-benteng-kedung-cowek

    • By Agung Jelajah Nesia
      Omah Balung, demikian sebutan untuk bangunan kuno yang tampak kotor dan menyeramkan itu. Bangunan itu berada di kawasan Makam Belanda di Peneleh - Surabaya.
       
      Sesuai dengan namanya yaitu Omah Balung yang berarti Rumah Tulang, bangunan itu pada masa lampau konon digunakan sebagai tempat untuk menyimpan tulang orang-orang Belanda yang tinggal dan meninggal di Surabaya.
       
      Walau tempatnya sangat kotor dan  menyeramkan karena sangat kuat aura mistisnya, Omah Balong itu sering digunakan oleh cewek-cewek cantik untuk berganti pakaian.
       
      Penasaran dengan untuk apa cewek-cewek itu berganti pakaian di Omah Balung?
       
      Baca artikel selengkapnya di :
       
      http://log.viva.co.id/news/read/401802-misteri-omah-balung-di-makam-belanda