Amel

Seru loch nonton teater di TIM :D

11 posts in this topic

Halo temen2…saya kali ini mau share pengalaman serunya jalan2 dan nonton teater di Taman Ismail Marzuki weekend kemaren. Ada yang suka nonton teater disini??

Sebagai tempat budaya, TIM tempatnya memang pas banget, dengan menggabungkan tontonan teater yang menunjukkan budaya nasional, dengan disebelahnya ada bioskop 21 yang ada unsure budaya internasionalnya hehehe...

Saya kemarin nonton pertunjukkan karya Butet Kartarejasa, namun dia menampilkan tema dari tanah Minang yaitu Malin Kundang, diplesetkan menjadi Maling Kondang hahaha!

Ceritanya diubah sedikit dari sejarah yang semestinya. Kalau di sejarah Malin dikutuk jadi batu karena tidak mau mengakui ibunya, maka di Maling Kondang ini, Malin dikutuk ibunya jadi batu karena Malin menjadi kaya di Jakarta berkat korupsi :P

Pertunjukkannya didukung artis2 beken seperti Nirina Zubir, Opie Andaresta, Effendi Gozali, dll…yang mana...semuanya orang Padang hehehe....banyak dialognya yang memakai bahasa Padang jadi agak kurang mengerti kalau mereka sedang berpantun. Tapi untungnya sebagian besar dialog tetap menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar...

Kesannya sih saya puas banget dengan penampilan mereka yang oke, lawakannya konyol, serta tarian nya juga bagus2. Sekali2 jalan2 ke TIM dan nonton teater di malam minggu bikin kesan yang unik aja daripada ke bioskop hehehe...

Cheers!!

bening, Wasnia and Lia Cute like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo di Teater biasanya artis terkenal main mulu om.

disini baru dia ga terlalu nuntut komersil nya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo di Teater biasanya artis terkenal main mulu om.

disini baru dia ga terlalu nuntut komersil nya :)

iya betul bro, mgkn karena mereka tau pendapatan teater tidak terlalu besar untungnya. kalo di luar negeri semua aktor terkenal malah keluaran teater, kebanyakan sih. Kalo disini yg terkenal keluaran sinetron hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya dari dulu blm pernah nntn di TIM haleeeuuhh gtw nih ga kesampean mulu padahal dket :(

coba deh pasti ketagihan, tidak kalah serunya kok dengan pertunjukan di 21 nya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah bener tu Sis, seru banget rahang pipi sampe pegel cekak cekik nontonya dan kebetulan gw juga nonton bareng ortu kalo ngak di ajak sama ortu juga ngak akan tahu..ternyata seru kok nonton theater dan ngak ngebosenin

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya juga yang lumayan sering nonton di bioskopnya malah ngak pernah nonton di theaternya, next time mau coba harga tiketnya berapa ya Sis?

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau nonton di bioskopnya sering, tapi waktu itu ortu ngajakin nonton teaternya awalnya memang kurang menarik ya...eh ternyata tidak yang dibayangkan loh...nonton teater tidak kalah menariknya dengan nonton di bioskop apalagi di tambah dengan tempat duduknya yang unik karena model tempat duduknya masih model zaman dulu ya Sis :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya yang seumur-umur tinggal di Jakarta masih blum pernah nih ke Taman Ismail Marzuki. Pengen juga sekali-sekali ke sana, tapi saya agak kurang tertarik dengan dunia teater... jadi ya gitu deh niatnya ga dapet-dapet. Kayanya oke juga tuh nonton Butet di sana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya dari dulu blm pernah nntn di TIM haleeeuuhh gtw nih ga kesampean mulu padahal dket :(

sama nh padahal deket ke tim.. gag kesampean mulu

Share this post


Link to post
Share on other sites

sama nh padahal deket ke tim.. gag kesampean mulu

jalannya ga sampe2 atau pikirannya ga sampe buat beli tiket he2.

susah sih kalau ga suka kaya teater mah. lagian kan jamnya kadang2 juga mepet jam plg kerja.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Titi Setianingsih
      Mungkin ini telat laporannya, tapi tak apalah, buat dokumentasi saya juga kalau pernah ke Pulau Pari.
      Bulan Mei sudah dekat dengan bulan puasa, tapi kami masih gatal kakinya kalau tidak jalan2, begitu saya lempar ajakan ke Grup kami kok pada mau juga temen2 yang lain, jadilah trip 2D1N ke Pulau Pari.  Kami gandeng salah satu Trip Organizer langganan kami, dengan paket seharga Rp. 365.000 kami mendapatkan fasilitas :
      Tiket Kapal dari Muara Angke – Pulau Pari PP Homestay / Penginapan AC Guide lokal Sepeda Snorkling Alat snorkling + Rompi Pelampung + kaki katak ( 1 orang = 1 set ) Kapal Snorkling Free Camera Underwater Makan 3x BBQ @1x Free Aqua (dispenser galon di homestay)  
      Deal, jadilah Sabtu pagi hari itu kami bangun pagi2 untuk menuju Dermaga kali Adem di Muara Angke Jakarta Barat, gak kebayang sejauh mana itu dermaga, mengingat kami belum pernah ke Pulau Seribu lewat sini. Percaya gak percaya, jam 3 pagi kami sudah bangun dan pergi ke pintu tol jatiasih untuk menunggu mobil teman.
      Rupanya kalau pagi lancar, sehingga sebelum adzan Subuh kami sudah sampai di parkiran Dermaga Kali Adem, mobil teman kami yang rombongan dari Bogor di parkir di Pluit Mall karena takut kebanjiran katanya.
      Memang kalau paigi air laut meluap hingga jalanan menuju Kali Adem, ban mobil sempat terendam air, tapi rombongan kami penasaran, kami teruskan saja hingga ke dermaga dan ternyata parkiran disana kering, lega rasanya. Kenapa kami nekat parkir di sini ? Karena kalau parkir di Pluit Mall mahal hingga mencapai 200,000 sedang di Kali Adem tetap menggunakan tarif parkir per jam, dan hari itu kami hanya kena tarif 70.000,-. Lumayan kan selisihnya ?
      Selesai shalat Subuh kami menuju tempat loket, tempat janjian dengan teman2, begitu sudah dibagi tiket kapal oleh guide kami, menujulah kami ke dermaga. Untuk kedalam masih harus bayar retribusi per orang 2.000,-
      Begitu sampai ke dalam, pilihlah kapal2 yang menuju Pulau Pari, jangan sampai keliru ke Pulau lain nanti bisa hilang dengan rombongan. Kamipun mencari kapal yang dikasih tahu Guide, banyak kapal yang satu jurusan, tapi pilihlah yang ada dibagian luar, supaya jalannya nanti duluan.


      Sambil menunggu antrian, kita bisa menikmati sarapan pagi terlebih dahulu di tepian dermaga, banyak yang jual lontong sayur, nasi uduk dan snack2 lainnya yang bisa dibawa untuk bekal di kapal. Yaaaa kita bakal 3 jam diatas kapal loh, karena ini bukan kapal cepat melainkan kapal kayu.


      Akhirnya setelah menunggu lama, melajulah kapal kami kurang lebih jam 08,00. Jadi diperkirakan nanti akan sampai jam 11an, dengan catatan ombak bersahabat. Dan alhamdulillah, perjalanan lancar meski lelah yang terasa. Dan untuk supaya tidak mabok kami pilih di dek atas, supaya bisa memandang ke lautan lepas dan kena angin.
       


       
      Tidur merupakan salah satu cara untuk mengusir pusing, dan sebagian penumpang yang di ruangan atas memang pada tidur semua, tapi saya tidak mau tidur, saya kepingin menikmati perjalanan ini. Sangat sayang jika pemandangan alam yang luar biasa indah dilewatkan, ombak yang berkejar-kejaran, perahu2 nelayan yang simpang siur juga kapal2 cepat di seberang sana yang juga mengangkut para travellers.


      Sesuai perkiraan, jam 11an lebih disiang yang terik, sandarlah kapal kami di dermaga Pulau Pari. Pulau yang kesohor ini telah membuat penasaran kami, dan terbayarlah sudah keinginan kami selama ini. Ini baru pulau kelima setelah Pulau Tidung, Pulau Onrust, Pulau Cipir dan Pulau Kelor, gugusan pulau di Kepulauan Seribu yang berhasil saya kunjungi, hhmmmmm,,,masih 995 pulau lagi, kapan habisnya ya ? 


      Untuk menuju homestay kami berjalan kaki kurang lebih 10 menit, 2 homestay kami pesan untuk menampung teman2 kami yang berjumlah 24 orang. Hari pertama akan kami isi dengan snorkling, mumpung cuaca lagi bagus dan kalau terlalu sore nanti keburu ombaknya besar.
      Tentu saja kami berangkat snorkling sesudah shalat Dhuhur dan makan siang terlebih dahulu. Sebelum makan siangnya terhidang kami bersepeda dulu menuju Pantai Perawan yang letaknya mengarah ke timur dari homestay kami. Yang tidak bisa naik sepeda boleh dengan jalan kaki, karena tidak terlalu jauh kok.

      Masih panas terik suasana di Pantai Perawan, kalau melihat air laut yang hijau itu rasanya pingin nyebur, tapi belum saatnya basah2an kan ? Benar2 godaan, tapi ternyata ada anaknya teman kami yang langsung lari menuju laut yang nyebur,,,,bbbbbrrrrrrrrrr,,,!!





      Untuk yang tidak kuat panas2an bisa duduk2 saja di gajebo2 yang ada di pinggir pantai, sambil memandang hijaunya air laut di Pulau Pari, itulah ciri khas Pulau Pari yang lain daripada yang lain, hijaunya menandakan di dalam laut tersebut banyak terdapat ganggang hijau. Dan Pulau Pari ternyata juga salah satu penghasil rumput laut. Untuk yang suka panas2an jangan ditanya, lompat2an pun dilakukan untuk memuaskan hati.


      Ketika Guide Lokal memberitahukan kalau hidangan makan siang sudah tersaji lengkap, kamipun pulang ke homestay untuk makan siang. Makan siang yang sederhana tapi sangat membantu kebugaran kami setelah 3 jam lebih melaut. Dan kamipun siap melakukan snorkling.


      Kami berjalan kaki menuju perahu2 snorkling tertambat, disamping snorkling ada juga permainan banana boat, siapa yang berani main banana di laut lepas ?? Live jacket jangan lupa di pakai karena kita bakal melaut lagi dengan perahu kecil membelah ombak menuju spot snorkling yang ditentukan. Semakin ke tengah ternyata ombak semakin besar, kami kudu jaga keseimbangan perahu tentunya.


      Dan hampir setiap wiken katanya tidak pernah lowong perairan ini, spot snorkling penuh, menjadikan air laut menjadi keruh, sehingga foto underwater kurang bagus hasilnya. Tapi bermain air saja sudah cukup memuaskan kami yang sudah rindu dengan wisata air. Apalagi anak2 kami, mereka terlihat gembira dan tidak takut untuk nyebur ke tengah, beda dengan kami para orang tuanya malah ada yang gak bisa sama sekali melakukan snorkling (contoh terlampir, hiks).




      Hahahahah,,,foto yang berbicara tentang keseruan mereka, untuk ibu2 yang takut nyebur cukup foto2 di atas kapal sambil melihat anak2 mereka yang tertawa girang, hingga pada akhirnya kami harus pulang menuju homestay. Awalnya kami akan singgah ke salah satu pulau yang terdekat denga pulau pari tapi ada kabar kalau ombaknya makin besar sehingga kami putuskan untuk langsung pulang. Dan nyatanya benar, menuju pulang perahu kami terombang ambing bahkan ada yang terlemper hampir satu meter jauhnya saking besarnya guncangan perahu, seketika kami berdoa memohon kepada Allah untuk keselamatan kami. Alhamdulillah,,,sampai juga dengan selamat ke dermaga, petualangan yang seru sore ini tak akan dilupakan. Tapi bagi saya masih belum puas karena latihan snorklingnya belum berhasil juga, gak ada foto underwater yang saya dapatkan di Pulau pari. Next bakal balik ke pulau lainnya untuk mencapai satu keinginan, bisa snorkling dengan puas dan menikmati biota laut yang indah.
      Selesai mandi dan shalat Ashar, perburuan berikutnya adalah sunset di Bukit Matahari. Saya yang kebagian mandi terakhir sudah tertinggal dengan teman2, sehingga kami tidak bisa mencapai bukit itu, nyasarlah kami ke suatu tempat yang entah apa namanya. Semakin jauh dan jauh hingga sudah kelewat sunset barangkali, sehingga kami putuskan untuk balik ke homestay. Sepedapun terkayuh dengan pelan,,,,sudah lelah Sist,,,!


       
      Huuufftttttt,,,,capai juga main sepedanya, begitu sampai homestay suasana masih sepi, rupanya yang lain belum pada pulang. Dan ada yang telepon rupanya nyasar juga,,,memang disana banyak sekali gang kecil yang bikin bingung kalau tidak hafal tanda2 homestay dimana kita tinggal. Tapi tak usah khawatir, pulau Pari kecil gak akan hilang walau nyasarnya sudah jauh.
      Malam ini kami akan BBQan,,,guide lokal siap bikin perapian, terlihat di nampan sudah berjajar ikan, cumi, udang yang sudah bersih dan siap di bakar. Malampun dingin oleh hembusan angin malam, hingga seafood yang sudah banyak menurut kami akhirnya ludes dimakan ramai2. Doyan apa lapar yaaaa ????


      Rasa capai yang sangat dan kantuk yang luar biasa, membuat kami sangat cepat terlelap. Walau hanya tidur dengan kasur yang terhampar dilantai, tapi AC kamar yang dingin sudah membuat kami pulas dan untungnya alarm alam (guide) telah membangunkan kami. Buru2 kami cuci muka untuk melakukan Shalat Subuh dan sesudahnya bergegas menyambar sepeda untuk menuju Pantai Perawan lagi untuk menikmati sunrise.



      Pagi itu mendung sehingga kami tidak bisa menyaksikan terbitnya mentari dengan sempurna, tapi kami masih menikmati kemilau sinarnya. Dan air lautpun pasang, pohon kering yang terdampar dilaut terendam sementara kemarin siang terlihat secara utuh. Hingga ketika ada yang mencoba meniti pohon itu jatuhlah handphonenya...byuuurrrr....jatuh ke air.

       
      Melihat ada yang handphonenya tenggelam di air, kamipun menjauh, hihihi takut handphone kami jatuh juga. Dan di sisi sebelah barat bahkan nampak pelangi, Subhanallah indahnya, sepertinya sudah hampir seabad kami tidak melihat pelangi. Rasanya aneh dan bersyukur masih bisa menikmatinya, apa karena kami sekelompok Rainbow Moms sehingga ia harus menyapa kami di pagi yang mendung itu ??

      Dan semakin ke barat, kami temukan permainan yang lain, yaitu dayung. Jika mau berkeliling hutan mangrove bayar 15.000 untuk ber 5, maklum perahunya kecil. Baiklah, 1 perahu ber 5 jadi dengan 75.000 kami bisa berputar-putar sepuasnya, tapi masih tetap ingat waktu, karena siang ini harus sudah kembali ke Jakarta dengan menumpang kapal yang jam 11. 




      Air di hutan mangrove ini cukup dangkal dan bening, jadi untuk yang gak bisa berenang tidak usah takut, walau begitu tetap harus hati2, lain kali musti bawa drybag supaya barang2 kita aman dan tidak takut kena air. setelah kurang lebih 20 menit mendayung, sampailah kami ke pulau kecil yang terlihat ketika kami sedang bermain di pinggir Pantai Perawan tadi. Perahupun singgah di pulau itu dan kami puas2in untuk foto2. Memang bersih sekali airnya, seperti di luar negeri saja kelihatannya.




      Yaaaahhhhhhhhhh,,,,,habis sudah waktunya, kami hanya dikasih waktu 30 menit berkeliling hutan mangrove, tapi kemungkinan sudah lebih dari itu karena singgah di pulau dan bermain pasir sebentar. Dan seperti biasanya, begitu mendarat guide lokal sudah menghadang di pinggir pantai untuk ngasih tahu kalau sarapan sudah tersedia, dan tidak boleh lewat dari jam 10 harus sudah selesai packing karena akan ikut pelayaran jam 11. Okelaaahhhhh,,,walau kami melirik2 ke orang2 yang sedang main volley pantai, tapi kami urungkan keinginan untuk nimbrung ke mereka.
      Sepedapun kami kayuh dengan kecepatan tinggi,,,wuuuzzzzzzz,,,,,,sampailah kami ke homestay tidak pakai nyasar. Alhamdulillah,,,,selesai sudah jalan2 kami kali ini, semoga lain waktu bisa main lagi ke pulau2 lainnya. Masih banyak pulau yang menanti,,,,,,,sampai jumpaaaaaa,,,,!!
       
      Salam Jalan2 Indonesia.....!!!
       
    • By eka wibisono
      Restoran Jepang di Pelabuhan Muara Baru? Haa.... pasti gak  kebayang deh resto Jepang yg  biasanya ada di gedung perkantoran atw mal-mal, ada di daerah Muara Baru yg padat & tempat pelelangan ikan itu.  Tp kenyataannya memang bener,  yup... nama Restoran Jepang itu adalah SUSHI MASA dan menurut orang2 merupakan salah satu resto Jepang yg populer selain Sushi Tei. Gak usah kawatir kalo mo ke Pelabuhan Muara Baru, udah byk perubahan kok, jalan masuknya udh dicor, gak becek & gak sekumuh Pelabuhan Muara Angke.
      Krn penasaran pengen buktiin bener gak makanan di sana enak, suatu siang di hari Sabtu, awal Agustus 2016, saya dan teman2  (barengan jg sama @luxia dan @dewi fu) pas ada acara ke daerah Teluk Gong, Jakarta Utara,  skalian deh kita menjelajah  ke Pelabuhan Muara Baru utk maem siang di Sushi Masa.
      Menuju ke Pelabuhan Muara Baru, gampang bgt jalannya. Kalo dari arah Pluit menuju Kota (Jl. Pluit Selatan), setelah lewatin Sanno Hotel, lurus aja nanti dikiri ada Mesjid agak besar warna hijau (Masjid Nurul Mubin), nah tinggal belok kiri, lurus aja terus, udh sampe deh di kawasan Pelabuhan Muara baru.
      Dari arah Kota , atau exit tol Kota ke arah Pluit, kita masuk ke Jl Pluit Selatan, lewatin  ex Rumah Duka Heaven (kiri jalan) dan  di kanan ada Apartemen Mitra Bahari. Ikutin jalan aja, setelah belokan ke kiri, puter balik, nanti ketemu tuh Mesjid warna hijau, setelahnya arah sama seperti yg diatas.
      Dari gerbang masuk Pelabuhan, lurus terus, mentok, belok kiri, ikutin jalan, belok kanan, nanti ketemu tuh Gedung  3 lantai berwarna  agak abu2 tanpa nama, sebelahan sama BNI. Itu lah dia Grey Building tempat Resto Sushi Masa berada.

         - Alamat lengkapnya: Grey Building Jl Tuna Raya No. 5, Pelabuhan Muara Baru. Telp. 29263561
          -Jam buka: 11-15.00 17.30-22.00
      Waah ternyata kalo jam makan siang di hari weekend rame lho. Jd kalo mo rame2 makan di sini, sebaiknya pesen tempat deh krn ruangannya gak terlalu gede.

      Untuk pilihan menu-menunya, nih liat aja deh.
       


      Abis liat2 buku menu,  nah ini lah pilihan menu kami:
                        1. Skin Salmon Maki
                          2.Unagi Maki
                          3.   Anakyu Maki
                         4. Salmon Aburi Sushi.
                         5. California Maki
                         6. Salmon Donburi Set
                        7. Mix Mushroom with Uni Sauce
                        8. Ice cream Ogura (kacang merah)
                       9.Ice cream Geinmai (green tea)
                      10.Ice cream Hokkaisan Sake
                      11. Ice cream Mascapone Cheese
      Hahaha...gembul  jg ya makannya cewek2,  maklum deh  krn kita pd doyan makan sih. Oh iya utk minum sebaiknya pesen  Ocha aja krn  free flow alias boleh refill.
       
      Dari pesenan kita,  yg juaranya ini dia: Salmon Donburi Set & Mix Mushroom with Uni Sauce.
      1.    Salmon Donburi:  Cukup kenyang lho kalo makan sendiri krn dpt miso soup & salad jg. Isi  mangkuknya jg  meriah, selain nasi, ada telor ikan, telor kukus dan  irisan Salmon mentah. Nah ini yg aku heran, Salmonnya enak lho (padahal aku biasanya gak doyan sashimi), nasinya enak bgt krn pulen khas nasi Jepang & dibubuhi dgn kecap Jepang dikit. Katanya sih Salmon yg dipake, salmon dari Norwegia.

      2.    Mix Mushroom with Uni Sauce. Dari namanya aja udh ketauan ya, jamur yg dicampur. Jadi 4 macam jamur dicampur jd 1 dikasih sauce spesial. Nah ini jamurnya bener2 enak. Unik rasanya dan jenis jamurnya jg lain dr pada yg umum ditemui, selain jamur inoki lho.

      Abis makan, blom afdol kalo gak icip2 dessertnya. Semua dessertnya menarik2, tp akhirnya pilihan jatuh ke Hokkaido Ice cream (katanya sih favorit) , aku pilih rasa Hakkisan Sake (ngarepnya bener ada rasa sakenya). Harga 1 scoop kecil, lumayan mahal jg sih Rp.26 ribu, tp sayang.... rasanya gak sesuai  yg dibayangin hehehe... yaah namanya jg cobain.

      Untuk harga makanan... hmm... ada yg sedang, ada jg yg mahal. Contohnya ada lho  masakan seporsi  ikan harganya Rp.600rb yaitu menu Kinki Nitsuke. Utk menu sushi dan beberapa masakan lainnya, harganya ya...msh normal sih, setara lah sama Sushi Tei.
      Jd kalo teman2 penggemar masakan Jepang, pas main ke daerah Pluit dan sekitarnya boleh lah mampir icip-icip di Resto Sushi Masa ini. Recommended deh. Selamat mencoba.
       
    • By Hartono Hasian
      Salah satu tempat wisata yang bersejarah di Jakarta adalah megaria,  daerah ini sudah mempunyai sejarah yang panjang, bioskop ini awalnya bernama metropole dan dibangun tahun 1932, walau bolak balik ganti nama antara megaria dan metropole,  tapi keaslian daerah ini dengan bioskop,  es teler, pempek, ayam bakar dan kuliner lainnya tetap mempunyai kesan sendiri baik bagi pencinta kuliner, pencinta nongkrong, maupun pencinta film
      Walau saat ini sudah ada kuliner modern seperti starbuck,  dan gedungnya sudah direnovasi menjadi modern,  tapi bentuk bangunan tetap terjaga dan sama, sehingga tidak menghilangkan kesan peninggalan sejarah
      Sudah lama saya tidak berkunjung ke lokasi ini, sehingga memancing nafsu berkunjung saat bersama teman ingin menuju matraman dari slipi, saat sampai di lokasi,  saya terkaget dan terkagum, karena lokasi tersebut sudah direnovasi,  yang tadinya berpikir mau makan ayam bakar solo di warung samping bioskop,  ternyata sudah berubah menjadi rumah makan yang lumayan besar.
      Walaupun sudah jadi rumah makan,  jumlah pengunjung tetap sangat ramai,  tapi ada yang berbeda,  pelayanan agak kurang,  rasa juga agak kurang,  dulunya seingat saya ayam kampung,  tapi kali ini rasanya sih ayam negeri,  Yang tetap sama adalah habis makan, bayar sendiri ke kasir
      Jika anda suka wisata kuliner,  nga ada salahnya anda mencoba
      Lokasinya di belakang rs cipto mangunkusumo atau FKUI
       
       
       






    • By alexandra anastasya
      Berikut Alternatif Pengalihan Route Ganjil Genap di Jakarta :
      Sosialisasi 21 Juni - 26 Juli 2016 Ujicoba 27 Juli - 26 Agustus 2016 Pemberlakuan mulai 30 Agustus 2016 Seperti di kutip dari Facebook Page Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di SINI

    • By alexandra anastasya
      Jakarta - Dua hari lagi Pemerintah Provinsi DK Jakarta dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan memulai uji coba pembatasan kendaraan bermotor roda empat dengan sistem plat nomor ganjil-genap, yang area cakupan dan periode waktunya mengikuti aturan three-in-one yang sekarang sudah dihapus.
      Berikut ini beberapa hal mendasar yang perlu Anda ketahui.
      Kapan harus ganjil, kapan harus genap?
      Sederhana. Pada tanggal ganjil, hanya mobil dengan plat nomor ganjil saja boleh lewat di tempat dan jam yang ditentukan. Demikian juga tanggal genap, hanya untuk plat nomor genap.
      Di mana saja aturan ini berlaku?
      Untuk sementara ini, Polda menetapkan wilayah-wilayah berikut: Jl. Sisingamangaraja, Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat, dan sebagian Jl. Gatot Soebroto (antara jalan layang Senayan sampai perempatan Kuningan).
      Berapa lama berlakunya?
      Jangan khawatir, aturan ganjil-genap tidak berlaku 24 jam sehari, namun hanya pada pukul 07.00-10.00 dan 16.00-20.00, setiap Senin sampai Jumat. Tidak berlaku pada Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.
      Kapan masa uji coba ini berlaku?
      Masa uji coba ditetapkan dari 27 Juli hingga 26 Agustus 2016. Setelah itu mulai 30 Agustus 2016 aturan ini akan berlaku penuh dengan sanksi yang mengikat bagi para pelanggar aturan.
      Apa ada pengecualian?
      Tentu. Aturan ganjil-genap tidak berlaku untuk sepeda motor, kendaraan rombongan presiden, wakil presiden, pejabat tinggi negara (dengan kode plat nomor RI), pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum (plat kuning), angkutan barang yang mendapat dispensasi, dan kendaraan dengan plat dinas.
      Apa sanksinya kalau melanggar?
      Pada masa uji coba, setiap pelanggaran akan mendapat blangko teguran warna merah dari polisi, dan nomor kendaraan pelanggar akan didokumentasikan.Lewat masa uji coba, pelanggaran akan mendapat bukti pelanggaran atau tilang dan diproses sesuai hukum. Polisi juga memperingatkan agar pengemudi tidak mengelabui aturan dengan plat nomor palsu. Jika ketahuan, baik masa uji coba atau tidak, pengemudi akan dikenakan sanksi pidana dua bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 500.000.
      Heru Andriyanto/HA
      SUMBER
      BeritaSatu.com
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Memakan seafood mungkin saja menjadi salah satu lifestyle dimana banyak orang sekarang menggemari makanan yang satu ini. Nah, bagaimana jika kamu menyambangi kota Jakarta sambil menikmati seafood di kota ini?
      Jakarta rupanya juga memiliki banyak referensi restoran yang dapat kamu sambangi terutama untuk kamu yang ingin menikmati makanan seafood. Nah, apakah kamu penasaran dengan rekomendasi tempat makan seafood di Jakarta?
      Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam melihat berbagai rekomendasi makan seafood di Jakarta yang sayang untuk dilewatkan. Yuk, simak pembahasannya berikut ini.
       
      1. Aju Pantai Indah Kapuk

      Aju Pantai Indah Kapuk via Opensnap

      Kuliner seafood via Kaskus
       
      Untuk mengawali perjalanan wisata kulinermu selama berada di Jakarta dan ingin menyambangi seafood, kamu dapat memulainya dengan menyambangi Aju Pantai Indah Kapuk yang satu ini.
      Destinasi wisata kuliner ini menawarkan kuliner seafood yang sangat nikmat dan tentunya dapat kamu nikmati. Aju sendiri terletak di kawasan Food Plaza, Jalan Outer Ring Road, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
      Pasar Pantai Indah Kapuk memang terkenal dengan seafoodnya yang nikmat dan harga yang tergolong terjangkau. Bagi kamu yang bingung ingin pilih yang mana, kamu bisa memilih Aju yang satu ini.
      Salah satu rekomendasi kuliner yang dapat kamu coba di Aju ini adalah ikan bakar rica-rica dengan sambal. Rasanya begitu nikmat dan bahkan kamu juga dapat meminta sambal ekstra jika kamu ingin.
      Selain itu, kamu juga dapat mencoba kepiting asap dan kerang bambu saus padang yang rasanya nikmat. Jika kamu ingin memakan makanan yang cepat tersaji, kamu dapat mencoba untuk memilih memesan calamari dan nasi sembari menunggu kepitingmu datang.
      Daging kepitingnya cenderung manis dan empuk. Kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi cumi telur asin dan juga kailan bawang putih. Kamu juga dapat mencoba untuk mencicipi ikan kue bakar pedas yang bumbunya terasa di seluruh ikan.
      Range biaya yang harus kamu persiapkan untuk mencoba mencicipi seafood di tempat ini adalah sekitar 200.000 rupiah untuk dua orang.
       
      2. Kerang Kiloan Pak Rudi Blok M

      Kerang Kiloan Pak Rudi Blok M via Foody

      Kerang Kiloan Pak Rudi via Jajalable
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata kuliner seafood yang dapat kamu sambangi di Jakarta. Tempat ini adalah Kerang Kiloan Pak Rudi Blok M.
      Bagi kamu pecinta kerang sejati, dapat mencoba untuk menyambangi tempat ini. Tempat ini dibuka dari pukul 5 sore hingga sold out. Nah, pastikan kamu menyambangi tempat ini pada waktu yang tepat, ya.
      Karena dinamakan sebagai kerang kiloan, sehingga sekalinya kamu memesan, kamu diharuskan untuk memesan dalam bentuk per kilo. Kamu bisa mencoba menikmati kerang dara ataupun kerang bamboo ketika menyambangi tempat ini.
      Beberapa bumbu yang tersedia di sini adalah garlic butter, cheesecream, mushroom, saus padang, saus tiram, saus barbeque, sambal matah dan masih banyak lainnya.
      Salah satu rekomendasi kuliner yang dapat kamu coba ketika menyambangi tempat ini adalah kerang hijau goreng dengan menggunakan saus nanas asam manis.
      Kerang yang tersedia di sini sangat enak, fresh dan juga memiliki harga yang terjangkau. Kamu juga dapat memesan kerang dengan dilengkapi berbagai jenis sambal sesuai dengan preferensimu.
      Range biaya yang harus kamu siapkan adalah sekitar 150.000 untuk sekitar 2 orang.
       
      3. Seafood Ayu Kelapa Gading

      Seafood Ayu via Doyan Kuliner
       
      Selanjutnya, inilah dia sebuah tempat wisata kuliner yang dapat kamu sambangi di Jakarta. Tempat wisata ini adalah Seafood Ayu yang terletak di Jalan Raya Boulevard Barat, Belakang Gedung Gading Marina.
      Tempat ini memang berupa seafood tenda tetapi tempatnya sangat ramai. Beberapa rekomendasi jenis kuliner yang dapat kamu cicipi di sini adalah ikan kue bakar (berukuran untuk dua orang), cumi goreng tepung, cumi saus padang, dan kerang rebus.
      Ikan kuwe bakar adalah salah satu rekomendasi kuliner favorit di sini. Bahkan konon, jika kamu mendiamkan ikan ini dan memasukkannya ke dalam kulkas tetapi rasa ikan kuwe bakar ini tetap saja nikmat dan lezat.
      Sementara itu, kerang dara rebus terasa sangat nikmat terutama jika dimakan dengan sambal yang dicampur dengan nanas. Ya, rasa kuliner ini memang sangat nikmat.
      Cumi gorengnya juga terasa sangat lezat dan nikmat. Selain itu, kamu dapat mencoba untuk mencicipi cumi saus padang. Cumi saus padang menawarkan bumbu legit ringan dan rasa yang pedas.
      Bagi kamu yang tidak begitu menyukai rasa pedas, kamu dapat mencoba untuk memesan kepada pihak restoran agar cumi yang ditawarkan tidak begitu pedas. Hal ini karena biasanya standar di restoran ini memang sangat pedas.
      Masalah harga juga tergolong tidak begitu mahal. Untuk melengkapi referensi wisata kuliner seafoodmu selama berada di Jakarta, kamu dapat mencoba untuk menyambangi restoran ini.
       
      4. Cut The Crab

      Cut The Crab via Manual
       
      Masih penasaran dengan referensi wisata kuliner seafood lainnya di Jakarta? Kali ini, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Cut The Crab yang satu ini.
      Ada tiga cabang restoran Cut The Crab yang dapat menjadi referensimu. Restoran tersebut adalah Senayan, Pantai Indah Kapuk dan Kelapa Gading.
      Lokasi tepat dari restoran cabang Senayan adalah Jln Cikajang 32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sementara itu, lokasi tepat dari restoran cabang Pantai Indah Kapuk adalah Rukan Garden House Blok B Nomer 1B, Jakarta Utara.
      Lokasi tepat dari restoran cabang Kelapa Gading adalah  Jalan boulavard Barat Raya Blok LC-6 No.7, samping Dunkin Donut.
      Restoran Cut The Crab sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian area merokok dan tidak merokok. Bagian merokok terdapat di luar restoran dan berdekatan dengan tempat parkir. Sementara itu, bagian yang tidak merokok terletak di dalam restoran dengan kapasitas sekitar 40 hingga 50 meja.
      Menu utama yang ditawarkan oleh Cut The Crab adalah kepiting dengan berbagai pilihan saos yang tersedia dan tentu saja dapat kamu pilih sendiri sesuai selera. Untuk porsi berdua, kamu dapat memesan small atau medium dan ditambah dengan mix seafood.
      Mix seafoodnya juga ada beberapa jenis, ada yang pakai kepiting, ada yang pakai lobster, dan lain sebagainya. Kamu juga dapat memilih sendiri jenis saos yang tentunya dapat disesuaikan dengan seleramu.
      Di sini juga tersedia menu lainnya, seperti karbohidrat yang bisa kita pilih mulai dari nasi, jagung, kentang, ubi, dan lain-lain. Kalau gak mau seafood juga ada ayam kok di menunya.
      Yang menarik dan unik dari Cut The Crab adalah cara penyajiannya. Seperti yang sudah kita ketahui, memakan kepiting itu cukup ribet. Namun, Cut The Crab mampu memberi alternative lain sehingga memakan kepiting tidak akan terasa menyulitkan lagi.
      Meja di Cut The Crab akan diubah menjadi piring. Pelayan Cut The Crab akan mengantarkan alas makan kepadamu yang tentunya dapat kamu gunakan sebagai alas untuk memakan kepitingmu dan membuka cangkangnya.
      Menurut website Cut The Crab, Kepiting Cut The Crab dikirim setiap hari melalui cargo pesawat udara dari Irian Jaya, Sulawesi dan Kalimantan, pada hari yang sama saat nelayan menangkapnya. Dengan demikian, kesegaran dari seafood yang ditawarkan di restoran ini memang sangat terjaga dengan baik.
      Range biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar 400 ribu hingga 500 ribu untuk dua orang. Untuk pelayanannya sendiri termasuk sangat memuaskan karena para pelayan sangat sigap.
      Nah, untuk melengkapi referensi makan seafoodmu selama berada di Jakarta jangan lupa sempatkan untuk menikmati seafood di restoran yang satu ini.
       
      5. Ben Seafood

      Ben Seafood via Benseafood
       
      Nah, apakah kamu masih penasaran dengan destinasi wisata kuliner seafood lainnya yang terdapat di Jakarta? Kali ini, kamu dapat mencoba Ben Seafood yang satu ini.
      Ben Seafood adalah salah satu restoran seafood yang menyajikan seafood segar dan tanpa bahan pengawet. Jadi, kamu tidak perlu khawatir mengenai masalah kesehatan ketika menyambangi Ben Seafood yang satu ini.
      Jenis seafood yang disediakan di Ben Seafood bervariasi seperti kepiting, ikan, cumi, kerang bamboo dan masih banyak lainnya. Ben Seafood terletak di Kompleks Duta Mas, Jalan Tubagus Angke, Jelambar, Jakarta Barat.
      Ben Seafood sendiri beroperasi dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam. Ben Seafood hanya menerima uang tunai sehingga pastikan kamu akan membayar makananmu dengan menggunakan uang tunai.
      Fasilitas yang tersedia di Ben Seafood ini adalah area merokok, area parkir dan juga fasilitas take away. Untuk masalah harga, kamu tidak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan oleh tempat makan ini cukup terjangkau dan sesuai dengan rasa yang didapatkan.
      Beberapa contoh menu makanan yang tersedia di Ben Seafood ini adalah kepiting asap, kepiting saus padang, ikan bakar, ikan tim, cumi goreng tepung, kerang bamboo dan masih banyak lainnya.
      Nah, jangan lupa untuk menyambangi Ben Seafood ini agar kamu dapat merasakan sensasi nikmatnya mencicipi seafood.
       
      6. Bola Seafood Acui

      Bola Seafood Acui via Makanmakan
       
      Selanjutnya, inilah dia referensi tempat makan seafood lainnya yang dapat kamu nikmati selama kamu berada di Jakarta. Tempat makan ini adalah Bola Seafood Acui yang terletak di Jalan Outer Ring Road, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
      Selain itu, ada pula Bola Seafood Acui yang terletak di Muara Karang B.8 Timur, Jakarta Barat. Memang Bola Seafood Acui ini menggunakan tenda namun tidak mengurangi cita rasa Bola Seafood Acui ini yang juga sangat nikmat.
      Range harga seafood yang dapat kamu nikmati di tempat ini adalah sekitar 15 ribu hingga 150 ribu. Berbagai macam jenis kuliner yang dapat kamu nikmati di tempat ini adalah aneka jenis kerang (dara, bambu, kampak, mutiara (Oyster), aneka jenis ikan (pari, kakap merah, kerapu, baronang), kepiting, cumi-cumi dan juga udang.
      Salah satu menu kuliner yang sangat direkomendasikan di tempat ini adalah kepiting asap. Bagi kamu yang menyukai makanan pedas, kamu dapat meminta agar menu ini diberi rasa lebih pedas. Selain kepiting asap, kamu juga dapat mencoba ikan bakar di sini.
      Nah, jangan lupa untuk merasakan nikmatnya seafood di tempat ini. Ya, sebaiknya tempat ini memang masuk dalam daftar restoran seafood yang dapat kamu nikmati selama kamu berada di Jakarta.
       
      7. Seafood Mulyono 94

      Seafood Mulyono via Qraved
       
      Selanjutnya, inilah dia referensi tempat kuliner lainnya yang tentu saja menarik untuk kamu masukkan dalam daftar referensi tempat kuliner seafood selama berada di Jakarta. Tempat ini adalah Seafood Mulyono 94.
      Seafood ini disebut-sebut sebagai juaranya seafood kaki lima di Jakarta. Sudah seringkali tempat makan seafood ini dijadikan sebagai rekomendasi terutama untuk kamu yang menyukai kuliner seafood.
      Lokasi tepat dari tempat ini adalah Jl. Hidup Baru, Kalimati Pademangan, Jakarta Utara. Nah, tempat ini terletak tidak begitu jauh dari Mangga Dua Square.
      Tempat ini beroperasi dari pukul 18.30 hingga pukul 00.30 sehingga kamu masih dapat tetap menyambangi tempat ini bahkan di waktu tengah malam sekalipun.
      Beberapa menu yang tersedia di tempat ini adalah kepiting, ikan bakar, kangkung polos, cumi saus padang, udang saus tiram, kerang rebus dan masih banyak lainnya yang tentu saja menggugah selera.
      Untuk rasa, tergolong enak dan tidak mengecewakanmu. Sambalnya sendiri tergolong pedas sehingga dapat membuatmu semakin nikmat ketika mencicipi tempat ini. Kamu juga dapat mencicipi kepiting mentega yang nikmat ketika menyambangi tempat ini.
      Ketika menyambangi tempat ini, kamu tidak perlu khawatir masalah parkir. Ya, tersedia lahan parkir yang cukup luas serta tenda yang cukup besar sehingga menjadi nilai tambah tersendiri bagi tempat ini.
      Pelayanannya sendiri juga tergolong cepat. Banyak orang memesan menu dalam jumlah besar namun dapat tersedia dalam waktu yang tergolong singkat. Untuk melengkapi referensi tempat makan seafoodmu selama berada di Jakarta, jangan lupa sempatkan waktu untuk menyambangi restoran yang satu ini.
       
      8. Bandar Djakarta

      Bandar Djakarta via Indoindians
       
      Bagi kamu yang merupakan pecinta seafood, tentu sudah tidak asing lagi mendengar Bandar Djakarta. Nah, bagi kamu yang ingin merasakan sensasi makan seafood di kawasan pantai, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Bandar Djakarta ini.
      Suasananya sangat nyaman dan cocok untuk bersantai sehingga seringkali tempat ini dijadikan sebagai rekomendasi untuk mencicipi seafood di Jakarta.
      Begitu tiba, kamu akan melihat deretan seafood yang tersedia di pasar ikan. Kamu tidak perlu khawatir akan bau amis, karena pihak petugas Bandar Djakarta akan membantumu dalam memilih seafood terbaik untuk dapat kamu konsumsi.
      Setelah puas memilih, kamu dapat langsung menyambangi area penimbangan. Baru setelah itu kamu dapat memesan seafood apa dan akan dimasak seperti apa.
      Beberapa rekomendasi seafood yang dapat kamu nikmati di sini adalah udang goreng tepung, kepiting saus padang, cumi saus tiram, kepiting tarakan dan masih banyak lainnya. Selama menikmati makanan, kamu juga akan melihat pemandangan yang indah di teluk Jakarta.
      Tidak mengherankan jika Bandar Djakarta juga masih menjadi salah satu restoran favorit terutama untuk keluarga yang ingin menikmati makanan seafood.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai melihat berbagai rekomendasi makan seafood di Jakarta yang sayang untuk dilewatkan. Semoga referensi ini dapat membantumu dalam menentukan pilihan restoran seafood terbaik yang akan kamu sambangi selama kamu berada di Jakarta.
      Happy eating seafood!
    • By vie asano
      Jakarta, oh Jakarta. Ibu kota negeri kita tercinta ini kerap diidentikkan dengan kemacetan, banjir, penduduknya yang padat, dan udaranya yang telah tercemar oleh polusi. Walau begitu, Jakarta juga punya banyak pesona, salah satunya adalah aneka pusat perbelanjaannya yang menjadi surga bagi para shopaholic, serta beberapa obyek wisata mainstream-nya yang sudah tersohor kemana-mana seperti Dunia Fantasi, Monumen Nasional, Kebun Binatang Ragunan, dan banyak lagi.
      Dan sebetulnya, ada lho beberapa aktifitas semi-mainstream –bahkan anti-mainstream– yang bisa kalian lakukan untuk menikmati kota yang dulunya bernama Batavia ini. Mau tahu apa saja? Simak beberapa yang sudah Jalan2 kumpulkan untuk kalian!
      *             *             *             *             *
      1.Mari mulai dari yang gratisan, yaitu mengikuti tour keliling Jakarta secara gratis!

      Monas dan sekitarnya. Foto: myhalalchannel
      Kalian mungkin sudah cukup sering mengelilingi Jakarta, apalagi jika kalian tinggal disana. Namun berapa banyak dari kalian yang sungguh-sungguh mengenal kota Jakarta diluar aneka pusat perbelanjaannya? Untuk itulah, coba deh ikutan beberapa tour yang diadakan untuk mengelilingi Jakarta. Beberapa tour bahkan menawarkan tour gratisan (atau bayar seikhlasnya) untuk mengelilingi beberapa spot wisata populer, seperti aneka museum dan Monumen Nasional, namun disertai dengan penjelasan yang berkaitan dengan sejarah yang pastinya akan membuat kalian lebih kenal lagi dengan tempat-tempat tersebut. Ngomong-ngomong, walau tour tersebut gratis, jika kalian puas, jangan lupa untuk merelakan beberapa rupiah untuk uang lelah pemandu wisatanya ya!
      *             *             *             *             *
      2. Mencari harta karun di berbagai pasar di Jakarta
      Main ke mall? Itu sudah biasa. Mainstream! Jika kalian ingin menyalurkan hasrat belanja maupun memanjakan mata dengan melakukan window shopping, coba deh main ke berbagai pasar yang ada di Jakarta. Jangan salah, pasar di Jakarta juga punya banyak produk keren yang tak kalah dengan mall, malah harganya bisa lebih miring dan bisa ditawar. Apalagi karena saat ini beberapa pasar sudah mulai dibenahi sehingga semakin terasa nyaman untuk dijelajahi. Berikut beberapa pasar yang direkomendasikan untuk dikunjungi di Jakarta. Siapa tahu kalian akan menemukan harta karun disana!
      ***
      A. Pasar Tanah Abang

      Pasar Tanah Abang. Foto: Fiuzu
      Sudah jadi rahasia umum jika Pasar Tanah Abang merupakan pusatnya grosir fashion. Di pasar ini, yang terus menerus mempercantik diri, kalian dapat menemukan berbagai jenis pakaian dengan harga grosir. Untuk dipakai sendiri atau dijual lagi pun bisa.
      ***
      B. Pasar Glodok

      Pasar Glodok. Foto: si-g.blogspot
      Di era internet seperti saat ini, siapa sih yang nggak perlu gadget maupun barang-barang elektronik? Dan, kabar baik untuk kita semua, karena di Jakarta ada sebuah pasar yang dikenal sebagai sentra-nya produk-produk elektronik, yaitu Pasar Glodok.
      ***
      C. Pasar Gembrong

      Seorang anak menunjuk mainan di salah satu kios Pasar Gembrong. Foto: hatiyangbertelinga.wordpress
      Cari kado untuk adik atau keponakan tapi keuangan di dompet sudah masuk ke level menyedihkan? Atau mungkin ingin buka usaha mainan dengan modal yang terbatas? Pergi saja ke pasar Gembrong! Pasar ini merupakan sentra-nya berbagai mainan anak. Kalian dapat dengan mudah menemukan aneka mainan yang biasa dijual di mall maupun ITC, namun dengan harga yang lumayan miring. Selisihnya bisa sampai 50% lebih lho!
      *             *             *             *             *
      3. Jika sudah bosan melihat ‘Indonesia’ dari kereta gantung, saatnya menambah wawasan dengan mengunjungi berbagai museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

      Salah satu museum di TMII. Foto: travelalltogether
      TMII identik dengan kereta gantung yang melintasi pulau-pulau buatan yang dibuat menyerupai kepulauan Indonesia, dan naik kereta gantung termasuk salah satu ritual yang wajib untuk dilakukan di TMII –selain mengunjungi berbagai rumah tradisional dan bersenang-senang di Snow Bay. Namun, TMII juga punya banyak museum tematik, yang asyiknya, harga tiketnya sangat bersahabat dengan dompet di tanggal tua sekalipun. Ada museum bertema minyak bumi, transportasi, olah raga, alat komunikasi, dan banyak lagi. Jika kalian ingin mencoba aktifitas yang terbilang semi-mainstream di TMII, wisata museum bisa jadi opsi yang cantik.
      *             *             *             *             *
      4. Menghabiskan waktu menanti senja di Waduk Pluit. Kalian akan takjub melihat tempat ini sekarang!

      Waduk Pluit. Foto: megapolitan.kompas
      Dulu, Waduk Pluit identik dengan sampah yang menggunung dan pemukiman kumuh yang luar biasa padat. Namun itu dulu. Saat ini Waduk Pluit sudah mendapat makeover total. Waduk Pluit kini menjelma bak gadis remaja yang baru didandani: cantik, dan membuat siapapun betah berlama-lama di tempat ini untuk sekedar berjalan-jalan maupun nongkrong.
      *             *             *             *             *
      5. Lepaskan penatmu dengan menghirup udara segar di berbagai taman kota yang semakin cantik saja
      Jika selama ini kalian terbiasa dengan udara Jakarta yang sudah dipenuhi oleh polusi, coba deh sesekali manjakan paru-paru kalian dengan menghirup udara yang lebih segar. Jika tak punya waktu untuk wisata ke daerah pegunungan, tak perlu khawatir. Jakarta kini memiliki banyak oasis berwujud taman yang tersebar di berbagai sudut kota. Beberapa diantaranya terlalu keren untuk tidak dikunjungi. Lihat rekomendasinya dibawah ini!
      ***
      A.Taman Menteng

      Rumah kaca di Taman Menteng. Foto: tindaktandukarsitek.wordpress
      Salah satu taman terkeren dan teraktif di Jakarta saat ini. Taman yang berlokasi di kawasan Menteng ini memang populer sebagai tempat hangout-nya anak muda. Banyak komunitas yang kerap melakukan kumpul-kumpul di taman ini, mulai dari komunitas sepeda, skateboard, dan banyak lagi. Di taman yang dulunya merupakan stadion Persija ini juga terdapat rumah kaca dengan bentuk yang khas dan kerap dijadikan latar belakang untuk berbagai pemotretan dan video klip lho.
      ***
      B. Taman Suropati

      Taman Suropati. Foto: tempatwisataid
      Taman yang terletak di Jalan Suropati ini konon sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Saat ini Taman Surapati ditumbuhi dengan pepohonan yang rindang dan juga terdapat air mancur. Dan sebagai bonus, di taman ini ada banyak komunitas musik yang kerap berlatih disini, sehingga akan membuat kalian betah berlama-lama di taman Suropati.
      ***
      C. Taman Tebet

      Jembatan di Taman Tebet. Foto: blog.mataruma 
      Sesuai namanya, taman ini terletak di daerah Tebet. Semula taman ini bisa dibilang sepi pengunjung dan hanya terdiri dari pepohonan saja. Tapi sekarang, taman ini termasuk taman yang aktif. Banyak pengunjung sengaja datang untuk bersantai menikmati udara taman yang sejuk, jogging, maupun sekedar jalan-jalan sore saja.
      ***
      D. Taman Ayodia

      Taman Ayodya. Foto: infojakarta
      Terletak di kawasan Barito, Jakarta Selatan, taman yang asri dan sejuk ini termasuk salah satu tempat nongkrong favorit bagi para anak muda. Apalagi karena di sekitar taman cukup banyak pedagang kaki lima, jadi kalian bisa nongkrong sambil menikmati beragam jenis jajanan kaki lima.
      ***
      E. Taman Situ Lembang

      Taman Situ Lembang. Foto: saifulmuhajir
      Berlokasi di lokasi yang tak begitu jauh dari Taman Suropati, Taman Situ Lembang ini disebut-sebut sebagai salah satu taman tertua di Jakarta. Jika kalian merasa jenuh dengan kehidupan perkotaan, datang saja ke taman ini. Di Taman Situ Lembang ini terdapat sebuah danau kecil yang airnya berasal dari sumber alami lho. Dan di sore hari, di sekitar taman ini banyak terdapat pedagang makanan yang siap menyuplai kebutuhan ngemil sore saat nongkrong di taman, tentunya selama kalian membeli dari para pedagang itu ya.
      *             *             *             *             *
      6. Lihat Sisi Lain Kota Jakarta dengan Menyusuri Berbagai Kampung Deret-nya yang Keren

      Salah satu kampung deret di Jakarta. Foto: sinarharapan
      Jika selama ini kalian menganggap Jakarta identik dengan area slum yang cukup besar, coba deh ubah cara pandang kalian dengan menyusuri berbagai Kampung Deret yang terdapat di Jakarta. Proyek Kampung Deret merupakan sebuah proyek revitalisasi kawasan padat penduduk yang biasanya cenderung kumuh, dan ditata dengan rapi dengan model hunian yang jauh lebih layak. Beberapa daerah kumuh di Jakarta telah berhasil disulap menjadi kampung deret nan apik, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas tambahan seperti taman bermain untuk anak-anak. Mungkin jika Kampung Deret ini jumlahnya sudah semakin banyak, daerah kumuh di Jakarta bisa semakin berkurang dan wajah kota Jakarta pun akan semakin cantik saja.
      *             *             *             *             *
      7. Atau Kalian Bisa Melihat Sisi Lain Kota Jakarta Melalui Kampung Percontohan Banjarsari

      Suasana asri di Kampung Banjarsari. Foto: hartonocen.blogspot
      Apakah kalian pernah mendengar tentang Kampung Banjarsari? Sayang sekali jika kalian belum pernah dengar tentang kampung ini, karena Kampung Banjarsari merupakan sebuah kampung hijau yang punya reputasi internasional! Kampung Banjarsari ini memanglah sebuah kampung percontohan dalam hal penglolaan sampah serta penghijauan, jadi nggak heran jika suasana di kampung ini sangat asri dan cukup sejuk. Kontras dengan daerah Cilandak, tempat kampung ini terletak, yang identik dengan kepadatan, kemacetan, dan juga polusi udara. Yang paling keren, kampung Banjarsari ini dijadikan kampung percontohan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) lho. Jika kalian ingin melihat sisi lain kota Jakarta, mampirlah ke Kampung Banjarsari untuk menikmati hijaunya suasana disana maupun untuk belajar cara untuk mengolah sampah.
      *             *             *             *             *
      8. Mengelilingi Jakarta dengan menggunakan Trans Jakarta a.k.a busway

      TransJakarta. Foto: mobilkomersial
      Bagi mereka yang tinggal di Jakarta, naik Trans Jakarta (atau lebih familiar dengan sebutan busway) mungkin bukan hal baru. Namun, belum tentu kalian pernah naik busway diluar jalur rutin yang biasa kalian tempuh, seperti dari rumah ke sekolah, kantor, tempat les, maupun tempat gaul. Jika kalian ingin mencoba menikmati Jakarta dengan cara yang berbeda, daripada keliling-keliling menggunakan mobil pribadi, coba deh bangkitkan hasrat berpetualang kalian dengan menaiki busway diluar rute yang biasa kalian tempuh dan turunlah dimanapun kalian inginkan untuk menjelajah daerah tersebut. Atau, sekedar keliling-keliling Jakarta dengan naik busway oke juga. Siapa tahu kalian akan tiba di daerah lain yang belum pernah kalian kunjungi karena, hei, Jakarta itu luas, bung!
      *             *             *             *             *
      9. Atau, Cobalah Melihat Jalanan Jakarta dari Sudut Pandang yang Berbeda. Misalnya Saja Dari Tingkat 2 Bus Tingkat Jakarta City Tour Bus

      Jakarta City Tour Bus. Foto: klikgaya
      Jika kalian bosan dengan busway, mungkin kalian perlu mencoba naik Jakarta City Tour Bus. Bus wisata kebanggaan kota Jakarta ini merupakan sebuah bus double decker. Asyiknya sih karena bus ini full AC dan bukan bertipe open-top double decker, sehingga kalian tak perlu takut kehujanan maupun kepanasan jika naik di tingkat 2. Sesekali menikmati suasana jalanan Jakarta dari ketinggian tampaknya seru juga ya!
      *             *             *             *             *
      10. Kalian Mungkin Tahu Jika Kepulauan Seribu Termasuk dalam Wilayah Jakarta. Tapi, Sudah Pernah Kesana Belum?

      Jembatan cinta Pulau Tidung. Foto: peataholidays
      Sebagian orang mungkin sudah tahu jika Kepulauan Seribu masuk dalam wilayah Jakarta. Sebagian lainnya mungkin baru tahu jika kota Jakarta memiliki sekumpulan pulau kecil yang termasuk dalam wilayah kotanya. Pertanyaannya adalah, apa kalian sudah pernah ke Kepulauan Seribu? Jika belum, coba deh kalian menikmati wajah lain dari Jakarta dengan bertualang di berbagai pulau yang ada dalam gugusan Kepulauan Seribu. Mencari bidadari di Pulau Bidadari atau sekedar melompat dari Jembatan Cinta di Pulau Tidung akan menambah wawasan kalian mengenai wajah kota Jakarta yang selama ini kalian kenal.
      *             *             *             *             *
      11. Bersenang-senang di car free day: bersepeda, main sepatu roda, atau sekedar ngecengin mereka yang tengah beraktifitas di car free day

      Car free day di bunderan HI. Foto: panoramio
      Di Jakarta, car free day alias hari bebas kendaraan diadakan setiap hari Minggu, rata-rata mulai pukul 06.00-11.00 (untuk beberapa ruas jalan hanya sampai pukul 09.00-10.00). Dan, car free day itu bukan sekedar jalan yang ditutup dan tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor lho. Ada banyak aktifitas seru yang dilakukan di car free day, mulai dari senam bersama, bersepeda, main sepatu roda, melihat-lihat berbagai event yang digelar selama car free day, dan banyak lagi. Bagi yang tengah mencari aktifitas seru untuk dilakukan di Jakarta, kenapa nggak datang saja ke car free day dan bersenang-senang disana!
      *             *             *             *             *
      12. Saat Monas Dirasa Sudah Terlalu Imut Untuk Menikmati Jakarta di Ketinggian, Saatnya Untuk Main ke SKYE. Kalian Dapat Melihat Seperti Apa Jakarta dari Ketinggian ±230 Meter!

      SKYE Jakarta. Foto: ismaya
      Monas sudah sangat populer sebagai salah satu tempat untuk menikmati Jakarta dari ketinggian. Namun jika Monas yang puncaknya berada di ketinggian 132 meter dirasa sudah tenggelam oleh berbagai gedung tinggi lain di Jakarta, saatnya kalian mencoba SKYE Bar & Restaurant. SKYE terletak di lantai 56 gedung Menara BCA (yang memiliki 57 lantai dengan tinggi total mencapai 230 meter) merupakan sebuah rooftop bar dan restauran yang menawarkan kesempatan untuk menikmati makanan dan minuman sekaligus dengan menikmati view kota Jakarta. Jika kalian tertarik untuk datang ke tempat ini, pastikan kalian mengenakan pakaian yang sesuai dengan dresscode dan ketahui range harga di tempat tersebut untuk memperoleh bayangan berapa budget yang harus disiapkan.
      *             *             *             *             *
      13. Jika Udara Jakarta Terlalu Panas Untuk Kalian, Dinginkan Tubuh dengan Menggila di Berbagai Waterboom yang Ada di Berbagai Pelosok Jakarta

      Waterbom Jakarta. Foto: myhotelmyresort
      Sudah bukan rahasia lagi jika Jakarta memiliki beberapa waterboom dan waterpark yang keren dan memiliki tema beragam. Snow Bay, Waterbom Jakarta (Pantai Indah Kapuk), Gelanggang Samudra Ancol; hanyalah sebagian waterboom yang dapat kalian jajal keseruannya di Jakarta.
      *             *             *             *             *
      14. Melihat Serunya Air Mancur Menari di Baywalk, Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta’s Waterfront

      Ruang outdor Baywalk Mall. Foto: klikhotel
      Main ke pusat perbelanjaan di Jakarta, itu hal yang mainstream. Namun tunggu dulu sampai kalian mengunjungi Baywalk Mall di Green Bay Pluit. Mall yang satu ini menawarkan pemandangan ke Jakarta’s Waterfront yang bisa dinikmati dari semua lantainya, dan memiliki area outdoor waterfront; tempat dimana kalian bisa hangout sambil menikmati pemandangan ke arah laut. Dan, tunggu hingga pukul 19.00. Biasanya, jika tak ada aral melintang, pada jam tersebut diadakan pertunjukan air mancur menari diiringi dengan alunan musik tertentu dan juga lampu yang berwarna-warni.
      *             *             *             *             *
      15. Buktikan Kalimat “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” dengan Melihat Langsung Kesibukan di Pelabuhan Sunda Kelapa

      Pelabuhan Sunda Kelapa. Foto: hadirkanlah.blogspot
      Kalian mungkin sudah hapal dengan lirik lagu “Nenek moyangku seorang pelaut”. Tapi berapa banyak dari kalian yang pernah melihat langsung bentuk kapal yang sebenarnya? Jika kalian tengah mencari aktifitas seru untuk dilakukan di Jakarta, coba deh jangan hanya melihat bentuk kapal yang ada di museum saja. Jakarta punya pelabuhan yang masih aktif, yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa, yang dulunya menjadi nama paten untuk kota Jakarta. Berminat untuk main-main ke Pelabuhan Sunda Kelapa? Paling seru jika kalian datang di pagi hari maupun sore hari, apalagi jika sambil naik sepeda dari Kawasan Kota Tua.
      *             *             *             *             *
      16. Berburu Jejak Rumah Artis di Kawasan Pondok Indah

      Salah satu rumah artis di Pondok Indah. Bisa tebak ini rumah siapa? Foto: suryopod.blogspot
      Ini sudah jadi informasi umum jika banyak artis memiliki rumah di salah satu kawasan ter-elit di Ibu Kota, yaitu Pondok Indah. Ahmad Dhani, Mulan Jameela, dan Inul Daratista, hanya sebagian artis yang diketahui memiliki rumah yang jaraknya hanya beberapa menit dari Pondok Indah Mall, sebuah pusat perbelanjaan di Pondok Indah. Mungkin kalian nggak nge-fans dengan artis-artis tersebut, dan mungkin juga kalian menganggap aktifitas mencari rumah artis itu norak. Tapi, jika kalian ingin terlihat keren dan seolah sangat tahu tentang dunia selebriti Jakarta, khususnya di mata teman atau saudara yang berasal dari luar kota, mungkin kalian bisa mencoba aktifitas ini disela-sela waktu luang.
      *             *             *             *             *
      17. Akhiri Hari Dengan Mencicipi Es Krim Tertua di Jakarta

      Es krim Ragusa. Foto: cheesevelvet
      Untuk menutup hari, paling sip dan paling mantap dengan mencicipi Es Krim Ragusa yang konon merupakan es krim tertua di Jakarta. Es krim yang kabarnya sudah berdiri sejak tahun 1932 ini menggunakan bahan dasar susu sapi segar dan tanpa pengawet, sehingga rasanya fresh banget. Berminat mencoba es krim ini? Datang saja ke tokonya yang terletak tak jauh dari Stasiun Gambir.
      *             *             *             *             *
      Note:
      Tulisan ini merupakan tulisan lama yang saya buat tahun 2015, dan saya posting ulang di tahun 2016. Jika ada hal-hal yang sekiranya perlu di update atau ditambahkan, feel free untuk meninggalkan komentar.