Amel

Seru loch nonton teater di TIM :D

11 posts in this topic

Halo temen2…saya kali ini mau share pengalaman serunya jalan2 dan nonton teater di Taman Ismail Marzuki weekend kemaren. Ada yang suka nonton teater disini??

Sebagai tempat budaya, TIM tempatnya memang pas banget, dengan menggabungkan tontonan teater yang menunjukkan budaya nasional, dengan disebelahnya ada bioskop 21 yang ada unsure budaya internasionalnya hehehe...

Saya kemarin nonton pertunjukkan karya Butet Kartarejasa, namun dia menampilkan tema dari tanah Minang yaitu Malin Kundang, diplesetkan menjadi Maling Kondang hahaha!

Ceritanya diubah sedikit dari sejarah yang semestinya. Kalau di sejarah Malin dikutuk jadi batu karena tidak mau mengakui ibunya, maka di Maling Kondang ini, Malin dikutuk ibunya jadi batu karena Malin menjadi kaya di Jakarta berkat korupsi :P

Pertunjukkannya didukung artis2 beken seperti Nirina Zubir, Opie Andaresta, Effendi Gozali, dll…yang mana...semuanya orang Padang hehehe....banyak dialognya yang memakai bahasa Padang jadi agak kurang mengerti kalau mereka sedang berpantun. Tapi untungnya sebagian besar dialog tetap menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar...

Kesannya sih saya puas banget dengan penampilan mereka yang oke, lawakannya konyol, serta tarian nya juga bagus2. Sekali2 jalan2 ke TIM dan nonton teater di malam minggu bikin kesan yang unik aja daripada ke bioskop hehehe...

Cheers!!

Lia Cute, Wasnia and bening like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo di Teater biasanya artis terkenal main mulu om.

disini baru dia ga terlalu nuntut komersil nya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo di Teater biasanya artis terkenal main mulu om.

disini baru dia ga terlalu nuntut komersil nya :)

iya betul bro, mgkn karena mereka tau pendapatan teater tidak terlalu besar untungnya. kalo di luar negeri semua aktor terkenal malah keluaran teater, kebanyakan sih. Kalo disini yg terkenal keluaran sinetron hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya dari dulu blm pernah nntn di TIM haleeeuuhh gtw nih ga kesampean mulu padahal dket :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya dari dulu blm pernah nntn di TIM haleeeuuhh gtw nih ga kesampean mulu padahal dket :(

coba deh pasti ketagihan, tidak kalah serunya kok dengan pertunjukan di 21 nya :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah bener tu Sis, seru banget rahang pipi sampe pegel cekak cekik nontonya dan kebetulan gw juga nonton bareng ortu kalo ngak di ajak sama ortu juga ngak akan tahu..ternyata seru kok nonton theater dan ngak ngebosenin

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya juga yang lumayan sering nonton di bioskopnya malah ngak pernah nonton di theaternya, next time mau coba harga tiketnya berapa ya Sis?

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau nonton di bioskopnya sering, tapi waktu itu ortu ngajakin nonton teaternya awalnya memang kurang menarik ya...eh ternyata tidak yang dibayangkan loh...nonton teater tidak kalah menariknya dengan nonton di bioskop apalagi di tambah dengan tempat duduknya yang unik karena model tempat duduknya masih model zaman dulu ya Sis :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya yang seumur-umur tinggal di Jakarta masih blum pernah nih ke Taman Ismail Marzuki. Pengen juga sekali-sekali ke sana, tapi saya agak kurang tertarik dengan dunia teater... jadi ya gitu deh niatnya ga dapet-dapet. Kayanya oke juga tuh nonton Butet di sana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya dari dulu blm pernah nntn di TIM haleeeuuhh gtw nih ga kesampean mulu padahal dket :(

sama nh padahal deket ke tim.. gag kesampean mulu

Share this post


Link to post
Share on other sites

sama nh padahal deket ke tim.. gag kesampean mulu

jalannya ga sampe2 atau pikirannya ga sampe buat beli tiket he2.

susah sih kalau ga suka kaya teater mah. lagian kan jamnya kadang2 juga mepet jam plg kerja.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • Menelusuri Berbagai Referensi Co-Working Space di Jakarta untuk Kamu yang Nggak Doyan Kerja Kantoran
      By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Jakarta merupakan salah satu kota terpenting bagi ekosistem startup company di Indonesia. Di kota ini, banyak anak mudanya mulai tergerak untuk mengembangkan bisnisnya sendiri ketimbang menjadi para pekerja kantoran.
      Hal ini tentu saja adalah hal yang positif. Dan seiring dengan berkembangnya banyak startup di kota Jakarta, kamu juga akan dapat menemukan banyak co-working space yang akan lebih menunjang serta memfasilitasi startup company-mu.
      Co-working space sendiri dibuat dengan senyaman dan sekondusif mungkin sehingga mampu membuat siapa pun akan merasa nyaman berada di dalamnya. Kamu adalah seorang penggiat bisnis dan berencana mencari tempat nyaman untuk mengembangkan bisnismu? Mungkin beberapa co-working space ini dapat menjadi referensimu dalam mencari ide dan mengembangkan bisnis.
       
      1. Kedasi


      Kedasi Co-Working Spaces via Share Desk
       
      Untuk mengawali pilihan referensimu dalam mencari coworking space di Jakarta, kamu dapat memulainya dengan melihat lebih dekat mengenai Kedasi ini. Kedasi sendiri beralamat di Jl. Cempaka No.24, Kota Bambu Utara, Palmerah, Kota Jakarta Barat.


      Tampilan luar Kedasi via Google Images
       
      Coworking space bernama Kedasi ini merupakan coworking space pertama yang terletak di Jakarta Barat. Tempat ini juga tergolong masih baru dibuka, karena baru saja dibuka sekitar Januari 2016.
      Tempat ini didirikan oleh Ivan Janitra Podiman setelah melihat banyak orang memanfaatkan kafe, kamar kos dan juga rumah sendiri sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis mereka.
      Tempat ini awalnya merupakan sebuah kantor, namun kemudian ia memutuskan untuk mengubah fungsi kantornya untuk menjadi ruang yang lebih bermanfaat bagi para pekerja freelance, pendiri startup company serta mahasiswa.
      Kedasi sendiri terletak dekat dengan berbagai kampus dari mulai Universitas Trisakti hingga Binus. Biaya yang harus kamu keluarkan jika ingin menggunakan fasilitas di Kedasi ini selama satu jam adalah Rp 30.000,00 dan juga Rp 150.000,00 untuk all day pass.
      Fasilitas yang tersedia di tempat ini adalah sebuah ruangan indoor yang dapat menampung sekitar 20 orang. Selain itu, di tempat ini juga tersedia meeting room dan private office dengan line telefon terpisah dan juga satu PC.
      Yang lebih menyenangkan, di tempat ini kamu juga dapat menggunakan fasilitas gaming room dan outdoor lounge. Fasilitas tersebut tersedia terutama bagi kamu yang menyukai jenis ruangan semi terbuka.
      Kedasi juga menyediakan the, kopi dan juga free printing yang dapat kamu nikmati. Kedasi dibuka dari hari Senin hingga Jumat pukul 9.00 hingga 20.00.
       
      2. WorkOut Coworking Space


      WorkOut Coworking Space via Share Desk
       
      Pilihan coworking space selanjutnya yang dapat kamu jadikan sebagai referensi adalah WorkOut Coworking Space ini. WorkOut Coworking Space sendiri terletak di Kawasan Perkantoran Grand Panglima Polim, Kav 90, Jalan Panglima Polim Raya No. 16-17, Kota Jakarta Selatan.
      WorkOut sendiri juga terletak di kawasan yang strategis, yaitu di sekitar kawasan gedung Senayan Golf Driving Range yang dapat ditempuh dengan berjalan sekitar 10 menit dari Ritz Carlton Pasific Place Mall.
      Coworking space ini menawarkan konsep yang unik dan dapat dinikmati oleh para member. Ya, jika kamu telah menjadi member di WorkOut, kamu dapat menikmati fasilitas coworking serta menikmati fasilitas olahraga di tempat ini. Menyenangkan sekali, bukan?


      Fasilitas loker tersedia di sini via Startup Bisnis


      Contoh Ruangan via Startup Bisnis
       
      Di WorkOut ini, tersedia fasilitas loker yang akan menunjangmu dalam melakukan kegiatan olahraga baik sebelum maupun sesudah kamu menggunakan fasilitas coworking space yang tersedia di sini.
      Ya, kamu dapat menyimpan barang bawaanmu di loker yang tersedia. Setelah berolahraga, kamu juga dapat langsung membersihkan diri dengan menggunakan shower dan menambah sedikit biaya.
      Bukan hanya coworking space, WorkOut juga menyediakan fasilitas meeting room dan juga private office. Private office adalah sebuah ruangan kantor kecil yang dapat digunakan oleh 2-4 orang dengan dilengkapi dengan fasilitas access card.
      Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas mini bar dan café. Yang spesial di tempat ini adalah free flow coffee dan tea.
      Biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu berniat untuk menikmati fasilitas coworking space adalah sekitar Rp 200.000,00 selama empat jam. Selain itu, biaya untuk menikmati private office bervariasi dari mulai Rp 2.000.000,00 hingga Rp 5.000.000,00 per minggu. Sementara untuk fasilitas meeting room, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar Rp 200.000,00 per jam. WorkOut sendiri juga sudah dilengkapi dengan fasilitas wifi.
       
      3. Conclave


      Conclave Coworking Space via Rappler


      Conclave via Manual
       
      Coworking space selanjutnya yang dapat kamu jadikan sebagai referensi adalah Conclave coworking space ini. Conclave sendiri beralamat di Jalan Wijaya 1 No. 5C, (Tendean-Wijaya Intersection), Jakarta.
      Berdiri di atas lahan seluas 1.700 meter persegi, Conclave memiliki tiga lantai dan juga satu basement. Di lantai dua Conclave, terdapat auditorium kedap suara yang dapat menampung sekitar 125 orang. Ruangan ini juga dilengkapi dengan projector yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang rapat, presentasi dan masih banyak lainnya.
      Sementara itu, di lantai tiga terdapat fixed office yang dapat digunakan sebagai kantor tetap bagi para pengunjung. Di tempat ini terdapat printer, PC serta wifi dan tersedia seperti selayaknya kantor sungguhan hingga loker pribadi. Di tempat ini juga tersedia studio foto, perpustakaan serta ruang rapat yang berkapasitas 12 orang.
      Conclave yang didirikan oleh Aditya Hadiputra dan Marshall Utoyo sendiri memiliki sebuah kelebihan yang menjadi nilai positif. Ya, Conclave merupakan salah satu dari sedikit coworking space yang menawarkan konsep 24 jam. Hal ini memungkinkan para pekerja lepas, pendiri startup company serta mahasiswa dapat menggunakan tempat ini di pukul berapa pun.
      Salah satu aktivitas penunjang yang dapat menambah kenyamananmu dalam bekerja adalah fasilitas kafe yang tersedia di tempat ini. Fasilitas kafe ini diberi nama Mikoro. Mikoro merupakan singkatan dari mi, kopi dan rokok. Selain itu, di kafe ini juga tersedia berbagai makanan dan minuman lainnya.
      Paket untuk member conclave sendiri bervariasi. Jika kamu ingin menggunakan coworking space selama satu jam, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar Rp 50.000,00. Selain itu, biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin menggunakan fasilitas coworking space ini sepanjang hari adalah sekitar Rp 200.000,00. Sementara, untuk member setahun dikenai biaya Rp 25.000.000,00.
      Menurut para reviewer yang pernah mengunjungi Conclave, keberadaan coworking space seperti Conclave mampu memberikan dampak positif terutama bagi para freelancer, pendiri startup serta mahasiswa. Hal ini dapat meningkatkan jaringan bisnisnya.
      Conclave sendiri dibuka setiap hari selama 24 jam sehingga tentunya dapat memudahkanmu dalam mengembangkan jaringan bisnismu.
       
      4. Kejora


      Kejora Coworking Space via Startup Bisnis


      Kejora Coworking Space via Startup Bisnis
       
      Untuk referensi coworking space selanjutnya yang dapat kamu jadikan pilihan, mungkin kamu dapat mencoba untuk menyambangi coworking space yang satu ini. Tempat ini adalah Kejora Coworking Space.
      Lokasi tepat dari coworking space ini adalah di Barito Pacific Plaza Tower B, lt. 6, Jl. S. Parman, KAV 62-63, Slipi, Jakarta.
      Kejora ini dibuka pada Maret 2014. Kejora dikelola oleh figure terkenal startup di Indonesia yaitu  Andy Zain (Direktur Jakarta Founder Institute) dan Sebastian Togelang (Founding Partner Mountain SEA Ventures).
      Di tempat ini terdapat tiga program yang dapat dipilih oleh para pendiri startup. Program pertama adalah Founder Institute. FI ini dapat dipilih oleh para pengunjung yang ingin membuat startup tetapi tidak tahu cara memulainya.
      Selanjutnya, terdapat program IdeaBox. IdeaBox bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar, yang nantinya akan membantu startup-startup aplikasi mobile terpilih dalam membangun bisnis mereka.
      Program ketiga bekerjasama dengan Mountain Sea Ventures, sebuah perusahaan modal yang sudah memiliki lebih dari 200 portofolio di Eropa.
      Ketiga program inilah yang kemudian dapat melahirkan Kejora sebagai coworking space. Fasilitas kerja yang tersedia di Kejora ini adalah meja kerja, layanan printing, ruang meeting dan sebagainya. Selain itu, member Kejora juga dapat menghadiri acara, workshop serta berinteraksi dengan mentor.
       
      5. Billine Space


      Billine Space via Rappler
       
      Pilihan referensi coworking space selanjutnya yang dapat kamu jadikan pilihan adalah Billine Space yang satu ini. Billine Space sendiri terletak di Jl. Prapanca Raya No.13, RT.2/RW.3, Pulo, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. 
      Fasilitas yang tersedia di Billine Space ini adalah ruang meeting, convenience store serta layanan printing. Selain itu, fasilitas pendukung lainnya yang tersedia di Billine Space ini adalah wifi, sepeda, TV, dan masih banyak lainnya.
      Selain itu di Billine ini juga tersedia fasilitas pantry. Biaya yang dapat kamu persiapkan untuk mendapatkan fasilitas di Billine Space sendiri berbeda-beda. Paket membership per bulan dibanderol dengan biaya Rp 2.000.000,00. Selain itu, paket membership per minggu dibanderol dengan harga Rp 500.000,00. Sementara paket harian dibanderol dengan harga Rp 100.000,00.
      Billine Space dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00. Untuk melengkapi referensi coworking space yang dapat kamu nikmati di Jakarta, kamu tentu dapat memasukkan Billine Space ini ke dalam daftar referensimu.
       
      6. Jakarta Digital Valley


      Jakarta Digital Valley via Id Technasia
       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu coworking space di Jakarta yang dapat kamu jadikan sebagai referensi. Coworking space ini adalah Jakarta Digital Valley yang dibuat oleh Telkom Indonesia.
      Alamat lengkap dari Jakarta Digital Valley ini adalah Menara Multimedia, Jl. Kebon Sirih No.10, Jakarta Pusat. Jakarta Digital Valley sendiri didirikan pada 25 November 2014. Mengenai masalah member, coworking space ini merupakan coworking space gratis.
      Para pengunjung yang berniat untuk menggunakan fasilitas di Jakarta Digital Valley ini dapat langsung datang ke sini. Setelah itu, pihak Jakarta Digital Valley akan langsung melakukan proses seleksi untuk pemilihan member.
      Coworking space ini memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Fasilitas yang tersedia di tempat ini adalah ruangan gadget, ruangan rapat dan ruangan incubator. Jakarta Digital Valley ini dapat menampung setidaknya sekitar 50 orang.
      Saat ini, Jakarta Digital Valley berada di bawah naungan Divisi Digital Business Telkom (DBB). Selain di Jakarta, Digital Valley juga terletak di Bandung dan Yogyakarta.
      Untuk melengkapi referensi coworking space-mu selama berada di Jakarta, jangan lupa untuk memasukkan Jakarta Digital Valley ini ke dalam referensimu.
       
      7. Tier Space


      Mengunjungi Tier Space via Tier Space
       
      Pilihan referensi coworking space selanjutnya adalah Tier Space ini. Tier Space sendiri adalah sebuah coworking space yang terletak di Jalan Bhakti No.10, 4, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.
      Tier Space didirikan pada Januari 2015. Tier Space sendiri terdiri dari beberapa jenis ruangan coworking space adalah coworking space dan private office suite.
      Coworking space adalah sebuah ruangan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti wifi dan skype booth. Ruangan ini memiliki fasilitas yang mencapai sekitar 5 hingga 8 orang.
      Sementara itu, private office suite ditujukan untuk perusahaan dengan tim kecil beranggotakan dua hingga lima orang. Fasilitas yang tersedia di private office ini adalah meja, kursi dan beberapa fasilitas lainnya.
      Beberapa variasi biaya di Tier Space sendiri dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu. Biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu menggunakan coworking space ini selama satu jam adalah sekitar Rp 30.000,00.
      Selain itu, biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu menggunakan coworking space ini selama 4 jam adalah sekitar Rp 90.000,00. Biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu menggunakan Tier Space ini selama satu hari penuh adalah sekitar Rp 220.000,00.
      Nah, di tempat ini juga tersedia fasilitas paket bulanan yang dapat kamu apply jika kamu bersedia. Fasilitas yang tersedia di tempat ini adalah meeting room, skype booth, loker pribadi, pantry dan masih banyak lainnya.
      Selain itu, di tempat ini juga tersedia fasilitas loker pribadi, printer, scanner, mesin fotokopi, peralatan kantor, dapur hingga minuman. Tier Space ini dibuka dari hari Senin hingga Jumat pada pukul 09.00 hingga 22.00. Tier Space juga dibuka pada hari Sabtu pada pukul 10.00 hingga 16.00.
       
      8. Kolega


      Kolega via Id Technasia
       
      Pilihan coworking space selanjutnya yang dapat kamu jadikan sebagai referensi adalah Kolega. Kolega sendiri beralamat di Jl. Suryo No.50, RT.4/RW.4, Tebet, Jakarta, DKI Jakarta.
      Kolega adalah sebuah coworking space yang terletak di bilangan Tebet dan sudah beroperasi sejak 1 Agustus 2015. Kolega sendiri mengusung kultur fleksibilitas, komunitas, entrepreneur, dan mahasiswa.
      Kolega memiliki dua jenis ruangan utama, yaitu ruang kerja dan seminar yang tidak dibatasi. Secara keseluruhan, ruangan di Kolega bisa memuat sekitar 60 hingga 70 orang. Kolega menyediakan fasilitas seperti Wi-Fi, ruang rapat, locker pribadi, dan minuman gratis; layaknya co-working space pada umumnya.
      Selain tempat kerja, Kolega juga dapat digunakan sebagai tempat menyelenggarakan berbagai acara. Acara yang diselenggarakan di Kolega ini adalah acara rutin bulanan yang bekerja sama dengan startup maupun penggiat entrepreneurship.
      Range biaya yang dapat kamu keluarkan untuk menggunakan fasilitas di Kolega ini adalah sekitar Rp 20.000 per jam untuk individu serta Rp 1.000.000,00 per jam untuk tim selama satu bulan. Kolega sendiri dibuka setiap hari pada pukul 9.00 hingga 21.00.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai menelusuri berbagai referensi coworking spaces di Jakarta. Semoga artikel ini dapat menginspirasimu untuk menemukan coworking space terbaik di Jakarta.
      Happy traveling!
    • SEAFOOD "BAHARI 52" - MANGGA BESAR
      By eka wibisono
      Seafood “BAHARI 52”
       
      (Seafood Kaki Lima Rasa Resto)
       
       
       

      Di Jakarta, siapa sih yg gak tau ada apa aja di  kawasan Mangga Besar... Yupp betul bgt, daerah Mangga Besar, selain terkenal sbg pusat hiburan “esek-esek”, daerah itu terkenal jg sebagai tempat kulineran makanan non halal. Tapi ada jg sih rumah makan yg jual makanan halal & populer antara lain Bubur Ayam Mangga Besar 1 & Bakso Akiaw 99. 
      Udah lama bgt, ada temen kantor info, dekat Bubur Ayam Mangga Besar 1, ada tempat makan seafood kaki lima yg enak & gak terlalu mahal harganya yaitu “BAHARI 52”. Nah pas banget deh, Jumat malam yg lalu, aku ada keperluan ke daerah Mangga Besar, jadi sekalian mampir deh ke Bahari 52.
      Bahari 52 buka dari  jam 17.00 -24.00 WIB. Hari Libur tetep buka ( kecuali Hari Raya Idul Fitri libur +/- 1 minggu). Kalo mo tanya2 menu atau mau pesen tempat bisa hubungi No. telpon : 0812 8208 5252              
       
      Lokasinya terletak di Jl. Labu (sebelah Lindeteves Trade Centre/LTC). Arahnya dari Stasiun Kota, setelah LTC, ada jalan, belok kiri, lurus dikit, di sebelah kiri itu lah lokasi Bahari 52, bersebelahan dengan Resto “Old Town White Coffee”.
      Kalau kita ambil arah dari Jl. Gajah Mada, harus puter balik di depan LTC, kalo gak keburu ambil kiri masuk ke Jl. Labu, lurus aja dulu baru belok masuk ke Jl. Mangga Besar Raya, setelah lewat Lawson, belok kiri masuk ke Jl. Mangga Besar 1, lurus  nanti ada pertigaan ketemu Resto Old Town White Coffee, belok kiri dikit, nah tampak deh Bahari 52.

      Walaupun jualannya di emperan jalan, tempatnya bersih lho dan gak sumpek. Sebelum duduk, pengunjung harus pilih dulu seafood yg mau diolah. Ada beberapa aquarium yg dipajang berisi udang , rajungan, ikan kerapu, kerang kampak. Selain itu seafood yg ditawarkan ada  ikan gurame, ikan kakap merah, ikan bawal hitam dan bawal putih, ikan kue, ikan baronang, macam-macam kerang, kepiting, cumi. Untuk  sayuran mereka tawarkan Kangkung, Pakcoy (sejenis sawi hijau), Kailan, Tauge dan Pete.

      Untuk harga jual, menurut aku masih terjangkau sih, tp ada beberapa jenis yg agak mahal harganya seperti ikan kerapu, kepiting, rajungan (tapi harga sesuai dgn kualitasnya sih). Nih dia list harga & jenis makanan (berhubung daftar menu dikasinya foto copy & gak menarik, terpaksa deh comot daftar menu dari Google):
      -Kepiting @Rp. 34 ribu per ons
      -Rajungan @Rp.30 ribu per ons
      -Kerang @Rp. 20 rb s/d Rp. 27 rb per ons (tergantung jenis kerang)
      -Ikan @Rp.15 rb-Rp.25 rb per ons (tergantung jenis ikan)
      -Udang @+/- Rp. 25 rb- Rp. 35 rb  per porsi (tergantung jenis masakannya)
      -Cumi @Rp. 35 rb-Rp.40 rb per porsi (tergantung jenis masakannya)
      -Sayur-sayuran @Rp.15 rb – Rp.20 rb per porsi (tergantung jenis sayur)

       
       
      Berhubung baru pertama kali berkunjung ke sini, untuk ngetest masakannya enak atau tidak, aku & suami pesan seafood favorit kami yaitu Kepiting & Ikan. Jadilah aku pesan Kepiting Saus Padang (kebetulan termasuk salah satu masakan special Bahari 52), Ikan Kue bakar kecap & Kangkung tumis belacan/terasi.
      Yuuk icipin masakannya.

      Ternyata beda lho rasa Kepiting Saus Padangnya dengan seafood kaki lima lainnya. Kepitingnya, padat dagingnya & msh berasa juicy, rasa saosnya ringan, gak terlalu pedes. Ikan bakarnya enak msh fresh dan bumbu kecapnya meresap. Kangkung tumis belacan jg enak krn kangkungnya dimasaknya pas kematengannya jd msh keliatan hijau menarik. Untuk rasa, gak kalah lho sama Resto Seafood yg populer seperti Rasane, Pondok Pesanggrahan, Saung Greenville.
      Sambil makan, mataku gak sengaja tuh liat  ke meja sebelah, waduh.. ternyata meja sebelah pesen Ikan  kerapu masak steam Hongkong, wow.. tampilannya menarik, persis bgt seperti di resto-resto Chinese (dalam hati udh niat nih, next mo cobain ikan steamnya hehehe...)  Nih seperti ini contoh masakannya (ambil dr Google).

       
       
      Jadi kesimpulanku setelah icip-icip, recommended deh Bahari 52 ini utk dicoba masakan seafoodnya. 
       
       

    • Kamu Pecinta Kopi? Lengkapi Referensi Minum Kopimu dengan Menyambangi Tempat Ngopi Kece di Jakarta Ini
      By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Bagi para pecinta kopi tentunya sudah lekat dengan kebiasaan meminum kopi. Akan lebih menyenangkan jika kamu meluangkan waktu minum kopimu di tempat-tempat kece. Belum lagi jika ditambah dengan obrolan hangat bersama teman-teman, tentu akan semakin lengkap rasanya.
      Nuansa yang apik serta suasana yang kondusif dapat mendukungmu dalam menciptakan rencana perjalanan wisata. Atau juga jika kamu tidak memiliki begitu banyak waktu luang untuk berlibur sehingga sekadar duduk di kafe tentu dapat menjadi salah satu cara tersendiri untuk menyegarkan pikiran.
      Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai menyambangi berbagai tempat minum kopi kece di Jakarta. Yuk, kita simak pembahasannya berikut ini.
       
      1. Trafique Coffee


      Trafique Coffee via Manual
       
      Kafe ini adalah sebuah kafe minum kopi yang terletak di kawasan Hang Tuah. Lokasi tepat dari kafe ini adalah di Jalan Hang Tuah Raya no. 9, dekat Mal Senayan City, Kebayoran Baru.
      Kafe ini agak sulit dicari karena tidak ada papan signage di depannya. Sehingga sebaiknya kamu memperhatikan bangunan dengan batu bata berwarna putih serta pintu besar berwarna kuning.


      Bagian Depan Trafique Coffee via Anakjajan


      Interior Trafique Coffee via Gogirl


      Menu dan Kopi via Jenzcorner


      Interior via Jenzcorner


      Interior via Sugareandspice


      Kursi via Anakjajan
       
      Ketika memasuki bagian dalam interior Trafique Coffee, kamu dapat langsung jatuh cinta. Karena interiornya terkesan homey sehingga mampu membuat siapa saja merasa betah dan nyaman ketika berada di tempat ngopi ini.
      Interior di kafe ini didominasi oleh bata berwarna putih dan juga nuansa kuning. Hal ini semakin membuat kafe ini terlihat lebih lega dan juga nyaman. Tentu saja akan menambah kondusif suasana kerjamu atau nongkrong ketika berada di tempat ini, bukan?
      Trafique Coffee menggiling sendiri biji kopi mereka. Ada berbagai jenis kopi yang disajikan di kafe ini dari mulai yang dingin hingga panas. Selain itu, ada pula yang digiling secara manual dan masih banyak lainnya.
      Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi yang tentu akan memudahkanmu dalam menggunakan internet ketika sedang mengunjungi tempat ini.
      Di tempat ini juga tersedia area merokok yang dibatasi dengan sebuah pintu kaca.
      Nah, ketika open bar, kamu juga dapat mencoba untuk membuat sendiri kopimu. Sebagai contoh, kamu bisa membuat espresso di sini. Kamu bisa mencoba membuat espresso dengan menggunakan mesin kopi sendiri dan dibantu oleh pelayan yang baik dan ramah.


      Cold Drip via Instagram Traffique Coffee


      Espresso via Anakjajan


      Spresso via Anakjajan


      Carrotcake via Anakjajan
       
      Beberapa jenis minuman yang tersedia di kafe ini adalah espresso, spresso, cold drip, ice Americano, manual brew (Pitaloka), dolok sanggul, ice cappuccino dan masih banyak lainnya.
      Sementara itu, beberapa jenis makanan yang tersedia di tempat ini adalah spaghetty carbonara, carrotcake, strawberry cheesecake dan masih banyak lainnya.
      Rata-rata budget yang dapat kamu persiapkan untuk menghabiskan waktu di kafe ini adalah sekitar Rp 100.000,00 untuk dua orang menurut Zomato. Kafe ini buka setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 9 malam.
       
      Informasi
      Alamat       : Jalan Hang Tuah Raya no. 9, Kebayoran Baru, Jakarta
      Jam buka  : 09.00 – 21.00 WIB
      Fasilitas     : sarapan pagi, makan siang, makan malam, wifi, musholla, AC
      Website     : trafique-coffee.com
      Instagram  : https://www.instagram.com/trafiquecoffee
       
      2. One Fifteenth Coffee


      One Fifteenth Coffee via Lensza
       
      Selanjutnya, inilah dia kafe yang dapat kamu jadikan referensi dan masih di bilangan Jakarta. Kafe ini adalah One Fifteenth Coffee yang terletak di Jalan Gandaria 1 no. 63, DKI Jakarta.
      Kafe ini adalah salah satu kafe yang hampir selalu ramai karena suasananya yang nyaman. Selain itu, kafe ini juga sudah masuk dalam daftar kafe yang paling populer di bilangan Jakarta Selatan.


      Interior One Fifteenth Coffee via Travel Kapanlagi


      Bagian Depan One Fifteenth Coffee via Manual


      Kopi via One Fifteenth Coffee


      Interior via Instagram One Fifteenth


      Interior via Instagram One Fifteenth


      Menu via Instagram One Fifteenth


      Interior via Funfooddiary
       
      Interior kafe ini didominasi dengan banyak furniture kayu yang berwarna cokelat polos. Selain itu, interior kafe ini juga didominasi dengan warna biru tua yang membuat suasana menjadi terkesan lebih homey dan nyaman.
      Nuansa yang tercipta di kafe yang telah dibangun sejak Juni 2012 ini juga begitu nyaman dan tenang ditambah dengan penerangan kekuningan yang membuat para pengunjung semakin menyukai nuansa yang tercipta.
      Nama 1/15 sendiri diambil dari metode paling sederhana dalam meracik kopi yaitu perbandingan 1:15 untuk rasio air dan kopi guna menghasilkan kopi dengan cita rasa paling ideal.
      Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi yang tentu akan memudahkanmu dalam menggunakan internet ketika sedang mengunjungi tempat ini.
      Di tempat ini, kamu juga dapat menemukan Sample Bar yang menyajikan berbagai biji kopi pilihan dari berbagai negara hasil dari beberapa roaster ternama di dunia. Tetapi, ketersediaan berbagai kopi dari negara lain akan tergantung setiap harinya dan ketika tidak ada berbagai biji kopi tersebut, maka akan digantikan dengan kopi house blend bikinan kafe ini sendiri.


      Ice White Coffee via Instagram One Fifteenth Coffee


      Baked Goods via Instagram One Fifteenth
       
      Beberapa jenis minuman yang tersedia di kafe ini adalah café latte, cold drip with sparkling water, iced coffee, dan masih banyak lainnya.
      Minuman yang sebaiknya kamu coba ketika kamu menyambangi kafe ini adalah Rojali. Minuman ini merupakan minuman yang dibuat dari kopi yang “diperas” selama 12 jam, dicampur dengan sedikit soda dan perasan jeruk, kemudian disajikan secara dingin.
      Sementara itu, beberapa jenis makanan yang tersedia di tempat ini adalah churros, pancake, melted chocolate, baked goods, burger dan masih banyak lainnya.
      Rata-rata budget yang dapat kamu persiapkan untuk menghabiskan waktu di kafe ini adalah sekitar Rp 200.000,00 untuk dua orang menurut Zomato. Kafe ini buka setiap hari dari pukul 7 pagi hingga 9 malam.
       
      Informasi
      Alamat       : Jalan Gandaria 1 no. 63, Jakarta
      Jam buka  : 07.00 – 21.00 WIB
      Fasilitas     : sarapan pagi, tempat duduk tersedia, wifi, AC
      Website     : www.1-15coffee.com
      Instagram  : https://www.instagram.com/115coffee
       
      3. ABCD Coffee


      ABCD Coffee via Jenzcorner
       
      Kafe ini adalah sebuah kafe minum kopi yang terletak di kawasan Pasar Santa. Lokasi tepat dari kafe ini adalah di Pasar Santa Level 1 Blok AL.01-BKS No. 75-77, Jalan Cipaku I, Kebayoran Baru, Jakarta.
      Salah satu hal yang membuat banyak orang penasaran dengan kafe ini adalah karena owner dari kafe ini, Hendri Kurniawan, yang merupakan salah satu juri pada kejuaraan Barista dunia.


      Bagian Depan ABCD Coffee via JPNN


      ABCD Coffee via HotDetik


      Kopi via Suara


      Interior via Jenzcorner


      Interior via Wordpress A Bunch of Caffeine Dealers


      Menu Kopi via Efenerr
       
      Kafe ini menawarkan pemandangan unik yang tidak biasa. Ya, ketika kamu menyambangi tempat ini kamu dapat melihat sebuah kafe kopi modern yang terletak di tengah pasar. Pemandangan yang berbeda, bukan?
      Lokasi kedai kopi ini sendiri terletak di lantai tiga Pasar Santa sehingga dapat membuatmu mencicipi ketenangan dalam segelas kopi di tengah hiruk pikuk pasar.
      Awalnya, kedai kopi ini merupakan sebuah kedai kopi yang berdiri untuk mewadahi orang-orang yang ingin belajar mengenai kopi. Kedai kopi yang merupakan akronim dari A Bunch of Caffeine Dealers ini juga didirikan bagi para barista yang ingin mewadahi diri mereka dalam meracik kopi.
      Kemudian, tempat ini pun berkembang sehingga dapat juga dinikmati bagi para penikmat kopi. Sehingga sekarang, selain didirikan untuk belajar kopi, para penikmat kopi juga dapat menikmati kopi pilihan mereka sendiri selama berada di tempat ini.
      Berbeda dengan suasana minum kopi di berbagai kafe yang cenderung individualis, di tempat ini para penikmat kopi dapat membaur dengan barista sehingga suasana yang tercipta pun menjadi semakin cair.


      Salah satu minuman di ABCD Coffee via Instagram ABCD Coffee


      Salah satu minuman ABCD Coffee via Instagram ABCD Coffee
       
      Beberapa jenis minuman yang tersedia di kafe ini adalah kopi Bali kintamani yang di-brew dengan cara tubruk atau di filter, kopi Geisha, latte dan masih banyak lainnya. Tetapi, spesifikasi dari ABCD Coffee ini adalah hot coffee.
      Selain itu, keunikan tersendiri dari kafe ini adalah pengunjung dipersilakan untuk menghargai sendiri berapa harga untuk secangkir kopinya. Jenis ini adalah appreciation can, dan ini tentu sangat sesuai bagi para pengunjung yang selama ini seringkali menilai harga secangkir kopi terlalu mahal atau terlalu murah.
      ABCD Coffee pun serba self service, pesan langsung dan ambil langsung. Tetapi karena letaknya di pasar tradisional, sehingga harap maklum jika tidak ada AC maupun wifi.
       
      Informasi
      Alamat       : Pasar Santa Level 1 Blok AL.01-BKS No. 75-77, Jalan Cipaku I, Kebayoran Baru, Jakarta
      Website     : abunchofcaffeinedealers.com
      Instagram  : https://www.instagram.com/abcd_coffee
       
      4. Giyanti Coffee Roastery


      Giyanti Coffee Roastery via Website Giyanti Coffee Roastery
       
      Selanjutnya, inilah dia kafe yang dapat kamu sambangi jika kamu ingin mencicipi nikmatnya secangkir kopi. Kafe ini adalah Giyanti Coffee Roastery yang terletak di kawasan Menteng. Lokasi tepat dari kafe ini adalah Jalan Surabaya no. 20, Menteng, Jakarta Pusat.
      Giyanti Coffee Roastery ini termasuk tidak begitu sulit untuk ditemukan karena letaknya yang berada persis di depan Jalan Surabaya yang tersohor.


      Giyanti Coffee via Website Giyanti Coffee Roastery


      Interior Giyanti Coffee via Looks



      Meja dan Kursi via Foody



      Mesin penggiling kopi via Volioo


      Kopi via Jenzcorner


      Interior via Eatsandtreats
       
      Ukuran dari Giyanti Coffee ini sendiri cenderung tidak begitu luas. Namun, space-nya dibagi menjadi dua bagian yaitu area merokok dan tidak.
      Interior di kafe ini didominasi dengan warna cokelat. Nuansa natural juga menjadi salah satu elemen dekorasi utama dari kafe ini. Warna kehijauan yang dihasilkan dari daun-daun yang menggantung di dinding kafe menjadi salah satu cara membuat suasana kafe ini menjadi lebih natural.
      Tempat ini sangat homey dan cozy ditambah dengan furniture kayu yang menjadi elemen utama interior di kafe ini.
      Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi yang tentu akan memudahkanmu dalam menggunakan internet ketika sedang mengunjungi tempat ini.


      Kopi via Eatdrinkcookdo


      Café latte via Caramelleontop


      Makanan di Giyanti Coffee via Thefatcorner
       
      Beberapa jenis minuman yang tersedia di kafe ini adalah piccolo latte, ice cappuccino, café latte, dan masih banyak lainnya.
      Sementara itu, beberapa jenis makanan yang tersedia di tempat ini adalah coffee cake, beef pie, green velvet dan masih banyak lainnya.
      Rata-rata budget yang dapat kamu persiapkan untuk menghabiskan waktu di kafe ini adalah sekitar Rp 150.000,00 untuk dua orang menurut Zomato. Kafe ini buka setiap hari dari pukul 9.30-17.30 WIB.
      Giyanti Coffee sendiri hanya beroperasi dari hari Rabu ke Sabtu sebab sisanya mereka melakukan proses roasting coffee tanpa ingin mengganggu atau diganggu customernya. Sehingga pastikan kamu datang di waktu yang tepat, ya.
       
      Informasi
      Alamat       : Jalan Surabaya no. 20, Menteng, Jakarta Pusat
      Jam buka  : 09.30 – 17.30 WIB (Hari Rabu hingga Sabtu)
      Fasilitas     : sarapan, tempat duduk, AC, wifi
      Website     : www.giyanticoffeeroastery.com
      Instagram  : https://www.instagram.com/giyanticoffee
       
      5. Common Grounds Coffee


      Common Grounds via Eatsandtreats
       
      Kafe kelima yang dapat kamu jadikan referensi untuk bisa mendapatkan secangkir kopi yang nikmat adalah Common Grounds Coffee yang satu ini. Kafe ini terletak di bilangan Sudirman. Lokasi tepat dari kafe ini adalah di City Walk Sudirman Lantai Ground, Jl. KH Mas Mansyur Kav. 121.


      Interior via Instagram Common Grounds


      Barista via Instagram Common Grounds
       


      Interior via Instagram Coffee Grounds
       
      Ketika memasuki bagian dalam interior Coffee Grounds, kamu dapat langsung jatuh cinta. Karena interiornya terkesan homey sehingga mampu membuat siapa saja merasa betah dan nyaman ketika berada di tempat ngopi ini.
      Nah, bagi kamu yang ingin mencari sebuah kafe untuk minum kopi yang berada di dalam mall maka tempat ini tentu dapat kamu jadikan sebagai referensi.
      Common Grounds sendiri bukan hanya serius dalam meracik kopi tetapi mereka juga serius dalam menggarap menu makanan sehingga jika kamu memutuskan untuk mengunjungi kafe ini kamu dapat menikmati makanan dan juga kopinya.
      Suasana yang diciptakan oleh Common Grounds ini didominasi oleh warna putih sehingga menimbulkan efek clean.
      Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi yang tentu akan memudahkanmu dalam menggunakan internet ketika sedang mengunjungi tempat ini.
      Nah, selain itu, pencahayaan yang diciptakan oleh Common Grounds ini juga tergolong sangat bagus. Hal ini tentu akan membuatmu merasa puas setelah mengambil beberapa foto dari kafe ini.


      Menu via Instagram Common Grounds


      Espresso via Instagram Coffee Grounds


      Coffee and Cake via Instagram Common Grounds


      Makanan via Instagram Common Grounds
       
      Beberapa jenis minuman yang tersedia di kafe ini adalah espresso, cappuccino al fredo, jasmine pearls tea, dan masih banyak lainnya.
      Sementara itu, beberapa jenis makanan yang tersedia di tempat ini adalah eggs benedict, smashed avocade sampe truffled mushroom mash, phil's fried chicken nya dan beef hamburg rice, dan masih banyak lainnya.
      Rata-rata budget yang dapat kamu persiapkan untuk menghabiskan waktu di kafe ini adalah sekitar Rp 250.000,00 untuk dua orang menurut Zomato. Kafe ini buka setiap hari dari pukul 8 pagi hingga 10 malam.
       
      Informasi
      Alamat       : City Walk Sudirman Lantai Ground, Jl. KH Mas Mansyur Kav. 121
      Jam buka  : 08.00 – 22.00 WIB
      Fasilitas     : sarapan pagi, makan siang, makan malam, wifi, AC
      Website     : www.commongrounds.co.id
      Instagram  : https://www.instagram.com/commongroundsjkt
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai kamu pecinta kopi? Lengkapi referensi minum kopimu dengan menyambangi tempat ngopi kece di Jakarta ini. Semoga artikel ini dapat menginspirasimu untuk dapat menemukan tempat minum kopi terbaik selama berada di Jakarta.
    • YANG TAK BIASA DARI JAKARTA
      By Tarmizi Arl
      Sebagai ibukota negara, sudah barang tentu Jakarta senantiasa menarik banyak kunjungan dengan berbagai tujuan, tak terkecuali untuk tujuan wisata. Jika membicarakan tentang wisata di daerak khusus ini, maka ada beberapa list yang cukup populer dikunjungi baik oleh warganya sendiri maupun wisatawan seperti Monumen Nasinal, Ancol, Taman Bermain Dufan, Kebun Binatang Ragunan, Kawasan Kota Tua, Kampung Budaya Situ Babakan, atau Wisata Bahari di Kepulauan Seribu.
      Namun Jakarta nyatanya tidak itu saja. Di tengah keramaiannya yang terlampau, kota ini juga masih menyimpan sisi-sisi berbeda yang masih tak biasa dikunjungi untuk tujuan wisata. Tak Jarang, warga ibukota sendiri belum pernah atau malah belum mengenal beberapa diantaranya. Padahal dengan mengunjunginya, dijamin galeri foto yang kalian punya akan lebih menarik dan bahkan bisa mengundang banyak love di akun sosial mediamu.
      Apa dan dimana sajakah tempat-tempat wisata tak biasa tersebut?
       
      Tak Biasa ! Museum Taman Prasasti, Bukan Museum Seperti Umumnya

      Salah satu sudut taman
      Kalau mendengar kata Museum, maka sudah dapat dipastikan pikiran kita akan mengarah ke suatu bangunan dimana didalamnya dipamerkan benda-benda peninggalan sejarah, seni, atau sebagainya didalam sebuah etalase. Tapi kali ini yang akan kita bahas ialah Museum yang tak biasa, karena Museum Taman Prasasti lebih serupa dengan Pemakaman.
      Ya, Museum Taman Prasasti sejatinya merupakan pemakaman peninggalan masa kolonial Belanda yang sekarang sudah menjadi cagar budaya. Lokasinya berada di Jalan Tanah Abang I No.1, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Monas. Sangat strategis bukan?
      Di area seluas 1,2 Hekter tersebut, pengunjung bisa masuk dengan membayar retribusi hanya sebesar Rp 5 ribu saja. Keunikan dari Taman Pemakaman ini ialah bentuk-bentuk nisan kuno peninggalan abad ke 18 hingga 19 yang nampak sangat artistik. Di sana juga terdapat patung-patung seperti pada umumnya pemakaman bangsa eropa kuno. Dapat dikatakan, di Museum Taman Prasasti ini, kita seolah masuk galeri seni yang menyuguhkan mahakarya seni patung, ukiran, pahatan, kaligrafi, bahkan kereta jenazah yang masih dipamerkan disana.  
      Beberapa tokoh terkenal yang bisa kalian lihat nisannya di Museum Taman Prasasti tersebut diantaranya ialah Dr. H.F. Roll sang Pendiri Stovia, Olivia Marianne Istri dari Thomas Raffles, dan tokoh aktivis 60an Soe Hok Gie.
      Sebagai lokasi pemakaman, namun Museum Taman Prasasti ini sangat menarik bukan untuk disambangi? Galeri foto kalian juga akan semakin kaya dengan gambar seni khas kolonial seperti layaknya melintasi waktu dan zaman. Tak heran jika loksi ini kerap kali menjadi setting video clip dan pemotretan.
       
      Berbalut Sejarah Abad 17, Galangan Kapal VOC Menjadi Bagian Wisata Baharinya Jakarta

      Bangunan galangan kapal
      Kawasan Jakarta Utara tidak sekedar memiliki Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan bersejarah bagi bangsa ini. Di daerah Penjaringan tepatnya Jalan Kakap no.1-3, terdapat sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu sejarah kejayaan Nusantara dalam hal perniagaan melalui jalur laut.
      Galangan Kapal sendiri maksudnya ialah tempat bongkar muat, menyimpan, bahkan memperbaiki kapal-kapal terutama kapal besar yang berbulan-bulan berlayar. Selain itu, di lokasi ini juga dijadikan kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda.
      Dibangun sejak tahun 1628 di atas tanah urukan di tepi sungai, menjadikan bangunan galangan kapal ini memiliki gaya arsitektural khas gudang-gudang kolonial Belanda abad ke 17. Meskipun dalam sejarahnya ditahun 1721, sebagian bangunan di sana mengalami kebakaran sehingga dilakukan pemugaran. Meskipun begitu, bentuk dan ornamen aslinya sebagian besar masih tetap dipertahankan.
      Saat ini, bangunan Galangan Kapal VOC tidak sekedar sebagai bangunan tua, karena dibawah pengelolaan swasta atau pribadi, bangunan dimanfaatkan sebagai restoran, cafe, dan galeri. Hal ini tentu sangat baik untuk menjadi kelestariannya.
      Selain itu, baru baru ini daerah sekitarnya yang dikenal dengan nama Pasar Ikan sedang ditata ulang sebagai upaya penggalakan oleh pemerintah Provinsi Jakarta sebagai daerah wisata bahari. Salah satunya termasuklah Galangan Kapal VOC ini yang menjadi salah satu objek wisata utamanya bersama dengan museum bahari yang berada di dekatnya.
      Museum bahari tersebut juga menjadi salah satu saksi bisu kejayaan Pelabuhan Sunda kelapa. Berbeda dengan Galangan Kapal, Museum Bahari dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta. Disana, pengunjung dapat melihat koleksi yang berkaitan dengan kemaritiman seperti perahu tradisional, miniatur kapal VOC, model mercusuar, jangkar, hingga koleksi biota laut.
       
      Berdiri Kokoh Memantau Jakarta, Menara Syahbandar Menjadi Matanya

      Bangunan Menara
      Berada tidak jauh dari Galangan Kapal VOC tepatnya di Jalan Pasar Ikan No. 1, terdapat sebuah menara yang awalnya difungsikan sebagai menara pemantau keluar masuknya kapal-kapal ke Batavia. Selain itu, disana juga menjadi kantor pajak untuk barang-barang yang dibongkar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Fungsinya sebagai menara pandang berakhir tahun 1886 ketika Tanjung Priok dibuka.
      Dibangun tahun 1839, tinggi Menara Syahbandar ialah 12 meter dengan ukuran 4 x 8 meter. Uniknya, seiring waktu menara ini mulai condong atau miring laiknya menara miring Pisa di Italia. Hal ini diperkirakan karena lokasinya yang berada di tepi jalan raya padat sehingga beban getar yang dihasilkan mobil-mobil besar membuat sisi jalan menjadi turun. Selain itu, ketika kita berada di dalam menara maka akan merasakan goyangan ketika ada mobil besar yang melewati jalan, tak heran jika menara ini juga sering disebut ‘Menara Goyang’.
      Di bagian dalam menara, kalian akan melihat lempengan batu dengan tulisan Tiongkok yang jika diartika ialah Batas Titik. Ya, awalnya di menara inilah titik nol Batavia berada sebelum dipindahkan ke Monas.
      Di sekeliling menara dibangun tembok pertahanan kota saat itu. Di tembok itu juga tersandar dua meriam kuno. Di sisi lain terdapat bungker atau ruang bawah tanah dimana terdapat pintu besi yang konon kabarnya menjadi jalan masuk ke lorong bawah tanah yang menuju Masjid Istiqlal. Tapi sayangnya kabar tersebut masih simpang siur kebenarannya dan memang sekarang pintu besi tersebut sudah dikunci.
       
      Kampung Arab Namun Warganya Keturunan Tionghoa? Jakarta Memang Tak Biasa !

      Masjid Langgar Tinggi
      Bagi kalian pecinta wisata budaya tentu sudah tak asing dengan perkampungan dari etnis tertentu. Di berbagai kota besar biasanya memiliki beberapa kampung etnis seperti kampung etnis Tiongkok atau biasa dikenal Pecinan, kampung etnis India atau biasa disebut Little India, serta Kampung Arab. Tak terkecuali dengan di ibukota Jakarta dimana terdapat juga Kampung Arab yang berlokasi di Pekojan, kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
      Nama Pekojan kabarnya berasal dari kata Khoja, yaitu sebutan untuk penduduk Muslim berketurunan India. Pada masa kolonialisme Belanda lah, daerah ini lebih dikenal sebagai Kampung Arab dimana imigran dari Yaman Selatan diharuskan tinggal di sana terlebih dahulu sebelum pindah ke kota-kota lain.
      Yang menjadikan Pekojan saat ini sangat unik dan tak biasa ialah meskipun tetap dikenal sebagai Kampung Arab, justru saat ini warga di sana mayoritas keturunan Tionghoa yang berbaur dengan hanya sekitar 10% etnis Arabnya itu sendiri.
      Meskipun begitu, beberapa bangunan peninggalan Muslim India atau Arab masih bisa dijumpai sebagai bangunan bersejarah. Diantaranya ialah Masjid Al-Anshor yang dibangun tahun 1648 oleh Muslim India, Masjid Kampung Baru yang dibangun di abad ke 18, Masjid Langgar Tinggi yang dibangun abad-18 oleh Muslim Arab, Masjid An-Nawier yang sekarang menjadi Masjid terbesar di Pekojan, Masjid Zawiyah, serta Jembatan Kambing.
      Dalam sejarahnya juga di tahun 1901, di Pekojan ini  berdiri organisasi Pendidikan islam bernama Jamiatur Kheir. Dari sanalah hadir tokoh besar KH Ahmad Dahlan dan HOS Tjokroaminoto. Namun sayangnya, bangunan sekolah yang berada di jalan Pekojan Raya saat ini sudah tak ditemukan lagi.
       
      Museum di Tengah Kebun. Sudah Pernahkah Kamu Kesana?

      Salah satu sisi Museum
      Begitulah nama Museum yang berada di Jalan Kemang Timur 66 Jakarta Selatan ini, Museum di Tengah Kebun. Seperti namanya, bangunan museum memang berada di tengah kebun atau taman nan asri khas tropis. Lantas museum apakah ini? Apa yang menjadi koleksinya?
      Museum di Tengah Kebun ini merupakan museum yang mengkoleksi barang seni antik dari dalam dan luar negeri. Bukan dikelola pemerintah, namun milik swasta alias pribadi seorang tokoh periklanan modern Indonesia, Bapak Sjahril Dajlil. Beliau memang pecinta barang antik yang membuatnya berburu koleksi hingga ke berbagai negara.
      Dengan koleksi yang terbilang sangat lengkap, yaitu 4.000 koleksi dari 63 negara dan 26 Provinsi di Indonesia, Museum yang berada di lahan seluas 3.500 m2 ini sempat terpilih sebagai Museum Swasta Terbaik dalam Museum Awards 2013.
      Gerbang museum ini sudah sangat nyentrik terlihat. Gerbang kayu dengan sentuhan topeng yang dipajang menjadikan kesan seni sudah terasa dari sini. Setelah memasuki gerbang, pengunjung akan langsung disambut dengan lorong sepanjang 60 meter dimana sisi kanan dan kirinya ditanami tanaman hijau tropis yang membuatnya sangat adem. Lorong ini sering disebut sebagai lorong waktu karena memang nantinya kita akan diajak masuk ke suasana berbeda.
      Setelahnya, pengunjung lagi-lagi disuguhkan pemandangan taman luas yang bertema tropis. Di tengahnya terdapatlah bangunan utama dengan arsitektural tradisional jawa. Persis namanya, museum yang berada di tengah kebun.
      Dari depan bangunan museum, sudah dapat terlihat koleksi berupa patung Singa dari Dinasti Qing, pot bunga dari Jepang, Patung Pahat Asmat, dan lainnya. Koleksi lain benda-benda antiknya sendiri dibagi dalam 17 ruangan utama dengan tema-tema tertentu seperti ruang Buddha yang berisi berbagai patung Buddha dari berbagai negara, Ruang Lukisan Raja Wilhelm dari Jerman, Ruang Mari Jepang, Ruang Dinasti Ming, Ruang Singa Garuda, Ruang Dewi Sri, dan lain sebagainya. Selain itu beberapa benda juga tersebar acak di berbagai sudut termasuk di tamannya.
      Untuk menugunjungi Museum ini kalian tidak bisa asal waktu saja. Kalian harus melakukan reservasi terlebih dahulu ke nomor teleponnya 021-7196907 dimana minimal rombongan ialah 7 orang dan maksimal 15 orang. Kalian akan dikenakan uang jaminan Rp 200 ribu namun akan dikembalikan ketika kalian berkunjung. Hari dan jam kunjungannya sendiri hanya tersedia di Hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu di jam 09:00-12:00 serta 12:30-15:30 WIB.
    • KEDAI KOPI "LAO HOE" (Glodok)
      By eka wibisono
      Setelah membaca artikel di suatu majalah, baru tahu, kalo di Pancoran Glodok ternyata ada juga lho Kedai Kopi yg populer selain Kedai Kopi Tak Kie, yaitu KEDAI KOPI LAO HOE.  Mendengar namanya “Lao Hoe” yg dalam bahasa Chinese artinya “Tua atau sudah berumur” hmm.. menimbulkan rasa ingin tahu, kenapa disebut “Lao Hoe”. Yuuk… kita buktikan kenapa diberi nama “Lao Hoe”.
      Akhirnya di suatu hari Sabtu menjelang siang, pergilah aku ke Glodok utk mendatangi Kedai Kopi Lao Hoe ini. Untuk sampai di Kedai Kopi ini, gak terlalu sulit utk menemukan tempatnya. Kalo kita masuk dari jalan Pancoran, lokasinya gangnya ada di sebelah kiri jalan. Berhubung lokasinya di gang sempit di area Pasar Petak Sembilan. Kalo teman2 bawa kendaraan pribadi, sebaiknya parkir di gedung parkir Glodok dari pada pusing cari parkir.   Lokasi Kedai Kopi Lao Hoe yaitu Gang Pancoran 5 No. 10, Petak Sembilan (sebelum Restoran cepat saji A&W). Nah dari mulut gang, gak terlalu jauh  kok jalannya, ketemu deh tu Kedai Kopi di sebelah kanan. Kalau gak nemu kedai kopi, jgn kawatir tinggal tanya ke penduduk sekitar Petak Sembilan, tp mereka gak ngerti lho kalo ditanya lokasi kedai kopi Lao Hoe, mereka taunya rumah makan yang jual laksa/mie belitung.

      Pertama kali melihat tampilan kedai kopinya, rapi dan menarik banget krn interiornya khas banget  cina peranakan, pas duduk di dalam rasanya adem krn gak berasa panas seperti udara di luar, jd nyaman deh untuk kongkow2. Dan ketemu jawabannya kenapa disebut Kedai Kopi Lao Hoe, ternyata pemilik kedai kopi  ini adalah sepasang kakek & nenek yang dibantu oleh adik2nya yg sudah berumur juga, mengelola kedai ini sejak tahun 1980 an. Pas aku kesana, pengunjungnya kebanyakan orang yg sudah berumur jg…. cocok  deh untuk tempat bernostalgia.


      Menariknya lagi, di Kedai Kopi ini gak cuma jual minuman kopi aja, tapi mereka jg menyediakan beberapa menu makanan.
      * Menu makanannya:
         -Mie Belitung
         -Laksa
         -Nasi Uduk + ayam goreng + tahu & tempe
         -Cempedak Goreng, Pisang Goreng, Tape goreng dan Sukun goreng.  
          -Uyen (makanan khas Bangka yang terbuat dari tales dan digoreng)
          -Combro
      *Menu minumannya yg khas:
         -Kopi hitam (panas/dingin)
         -Kopi susu (panas/dingin)
         -Badak (sejenis minuman bersoda rasa sarparila khas kota Medan)
      *Harga makanan dan minuman : Rp.3.000 – Rp.20.000,-
      *Jam buka : 7.00 -17.00
      *Hari Libur :  hari Kamis
       
      Di Kedai kopi ini makanan yang populernya adalah  Mie Belitung, Laksa dan Cempedak goreng. Jadi aku cobain deh ke 3 makanan itu hehehe….(sengaja gak sarapan pagi supaya puas icip2nya)
      Menu 1 : Laksa @ Rp. 20.000
      Laksa ini terdiri dari ketupat, bihun, tauge rebus, suwiran daging ayam dan potongan telur rebus yang diguyur dengan kuah santan berwarna kuning. Rasanya  bener enak, kuahnya gak terlalu kental jd pas di lidah.
       
       

      Menu 2: Mie Belitung @ Rp. 20.000
      Jika ada teman2 yang kangen dengan Mie Atep Belitung, gak usah pusing, tinggal dateng aja kesini. Mie Belitung a la Lao Hoe terdiri dari tahu, kentang, mie kuning, irisan ketimun dan udang dan emping.  Rasa Mie Belitung a la Lao Hoe beda dikit sih dengan Mie Atep, tapi rasanya gak kalah enak kok dengan Mie Atep.
       
       

      Menu 3 : Cempedak Goreng @Rp. 8.000
      Cempedak  adalah buah yg rasanya seperti nangka dan paling enak  digoreng pake tepung kalo buahnya pas matengnya. Di sini, cempedaknya sesuai dng yang aku bayangin, manis, legit dan gak lembek.
       
       

      Untuk minumannya aku cobain Es Kopi Susu. Campuran kopi dan susunya pas, gak terlalu dominan rasa susunya, kopinya jg gak berasa asam., oh iya gak lupa aku jg minum “Badak” favoritku hehehe… yang pas bgt buat minuman pelengkap pas makan Mie Belitung.

      Oh iya, untuk teman-teman muslim gak usah kawatir kalo mau makan di sini karena makanan yang disajikan HALAL. Nah teman-teman kalo pas main ke daerah Glodok, jangan lupa kulineran di Lao Hoe ini. 
    • ST. ALI CAFE JAKARTA
      By eka wibisono
      ST. ALI CAFÉ GOES TO JAKARTA
       
       
       

      Teman-teman yg sudah pernah ke kota Melbourne di Australia pasti gak asing deh dengan nama café yang satu ini. Yes, it is St. Ali !!  St. Ali merupakan salah satu café yang populer di Melbourne dan yg terkenal dari café ini adalah minuman kopinya krn menggunakan jenis kopi yang terbaik.
      Nah di awal Februari 2016, St. Ali buka cabang di Jakarta lho, lokasinya ada di Gedung Setiabudi 2 lantai Dasar, Jl. H.R. Rasuna Said. Karena penasaran, pengen cobain yg special dari café ini, pas istirahat makan siang di akhir Februari yg lalu, pergilah aku ber 3 dgn teman kantor icip-icip menu St. Ali.
      Kesan pertama, suasana di St. Ali cozy karena ruangan tanpa sekat, simple, gaya anak muda banget dan ada area open space juga untuk pengunjung yg gak pengen duduk di dalam ruangan. Jam buka St. Ali adalah jam 7.00 pagi sampai jam 18.00. Pengunjungnya banyak lho, terutama di hari Jumat, Sabtu & Minggu. Jadi sebaiknya buat reservasi dulu kalo teman2 mau rame-rame ke sini. Nih no. telponnya 52906814.


      Untuk menu makanannya ternyata menu ala “breakfast dan brunch (jenis makanan kombinasi makan pagi & makan siang)”, jadi jenis makanannya gak terlalu berat tp porsinya mengenyangkan. Harga makanannya berkisar dari harga Rp.35 ribu – rp.165 ribu. Harga minuman berkisar dari harga Rp. 40 ribu- Rp. 175 ribu.
      Nih menu makanan & minumannya.
       
       

      Untuk pesanan kami ber 3, hmm.. lumayan mahal sih abisnya Rp. 615 ribu (gak ada tax & service charge)  hehehe… bisa jebol juga kantong kalo sering2 ke sini.

      Ini dia, makanan yg kami coba :
      The Daddy : terdiri dari burger daging babi, daging asap babi & telur orak arik. Gak recommended karena roti burgernya kering dan dagingnya gak “juicy”.

      The Fatboy: terdiri dari bacon babi (bisa minta ganti bacon sapi), sosis, hash brown (sejenis perkedel kentang), beberapa potong jamur, 2 iris roti gandum, 2 telor mata sapi, kacang masak saus tomat. Recommended krn enak dan porsinya cukup besar jg.  Topnya sih telur mata sapinya, hmm…nyam nyam banget deh krn kuning telurnya ½ mateng.

      Koo Koo Ca Choo : terdiri dari jamur,hash brown, telur mata sapi, daun2 an. Recommended karena porsinya pas, gak eneg dan enak rasanya.  Nah temenku tambah extra bacon, dan tentunya dikenakan extra fee jg.

      Untuk minumannya kami pesan ice coffee + almond milk dan hot chocolate. Nah rasa kopinya agak asem & pahit nih krn kombinasi kopi Colombia dan Brazil, untuk yg bukan penggemar kopi pahit terpaksa deh harus minta tambahan gula cair hehehe. Minuman coklatnya ok walaupun agak mahal. Oh iya, mereka buat minuman kopi langsung pas kita pesen lho. Jadi kalo mau liat bisa jg krn baristanya buat kopi di meja terbuka deket dapur.
      Di St. Ali ini sayang pelayanannya agak lambat krn  pas kami minta tambahan peralatan makan, sambal, gula cair, beberapa x  kami harus mengingatkan waiternya.   
      Jadi teman-teman yg suka nongki-nongki sambil ngopi, boleh lah cobain kopinya St. Ali. 
      Hal-hal yang perlu diperhatikan kalo mau makan di St. Ali:
      1         1.  Untuk yang beragama Muslim, harus hati-hati banget baca menunya karena ada beberapa jenis makanan gak halal..      
                   2. Siap bawa uang tunai yang cukup atau kartu debit BCA (gak tau jg sih bisa atau tidak pake  kartu debit bank lain)  karena St. Ali belum menerima pembayaran      kartu kredit. 
                   3.  Yg biasa doyan pake saos sambal, mending bawa sendiri saus sambal sachet karena St. Ali cuma menyediakan saus sambal “Tabasco” (saus sambalnya              orang bule, rasanya so pasti kurang pedes hehehe)
            4. Jangan lupa bikin reservasi kalo datengnya rame-rame, daripada kelamaan nunggu.
    • dre's kopitiam, kopitiam di jalan sabang/ H.Agus Salim
      By Hartono Hasian
      tanggal 3 feb 2016 kemarin, mampirlah ke dre's kopitiam, di jl agus salim d/h jl sabang, pada awalnya punya pemikiran paling kopitiam seperti biasa yang pernah saya pergi, tetapi ternyata kopitiam nya sangat nyaman dan makanan/minuman yang di coba hampir semua sangat cocok di lidah
       
      saya sampai  penasaran, bossnya bajak kokinya dari mana, hahahahah, makanan bisa selezat itu
       
      untuk makanan makanan dan minuman yang dicoba, harga nya masih masuk akal untuk kopitiam sekelas dre's kopitiam dengan posisi di daerah segitiga emas
       
      untuk anda yang akan santai, bikin pertemuan komunitas, bekerja/belajar dengan suasana kopitiam, pertemuan bisnis atau untuk sarapan, makan siang, makan malam, suasana sangat cocok, ada area smoking area, dan ada non smoking area, ada juga wifi gratis:)
       
      jam buka : senin - sabtu , jam 07-20 WIB
       
      silakan dilihat foto satu persatu :)