bening

Tune Hotel, Favorit Backpackers

31 posts in this topic

Hello guys, mau sharing pengalaman lagi nih waktu ke Bali. Gw waktu itu bareng temen2 nginep di sebuah hotel yang bernama Tune Hotel. Letaknya di daerah Kuta

Pertama kali gw nginep di hotel ini langsung suka dengan konsep yang mereka bikin, yaitu budget hotel, alias hotel yang dapat disesuaikan dengan budget kita.

Jadi ini hotel dapat meng-ada-kan dan men-tiada-kan fasilitas2 yang biasa terdapat di sebuah hotel. Misalnya kalau loe ngga mau ada AC, maka AC akan di non aktifkan, dan otomatis harga sewanya lebih murah. Trus kalo misalnya ngga mau dapet handuk dan perlengkapan mandi lainnya juga bisa, dan harganya dikurangin lagi.

Trus yang lebih kerennya lagi, listrik dikamar kita dapat kita tentukan kebutuhannya. Kalau kita banyak jalan-jalan maka kita bisa membayar listrik 12 jam saja misalnya. Tentunya lebih murah daripada bayar listrik yang 24 jam.

Keren banget kan, jad ngga boros2 banget kita nginepnya. Tapi soal kualitas kamar tetap mereka standarkan pada hotel berbintang. Jadi meskipun murah tapi nggak murahan...(kayak marketing aja neh hehehe)

Oke deh, ada yang punya pengalaman seru di Tune Hotel? Sharing2 aja yah…:P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hello guys, mau sharing pengalaman lagi nih waktu ke Bali. Gw waktu itu bareng temen2 nginep di sebuah hotel yang bernama Tune Hotel. Letaknya di daerah Kuta

Pertama kali gw nginep di hotel ini langsung suka dengan konsep yang mereka bikin, yaitu budget hotel, alias hotel yang dapat disesuaikan dengan budget kita.

Jadi ini hotel dapat meng-ada-kan dan men-tiada-kan fasilitas2 yang biasa terdapat di sebuah hotel. Misalnya kalau loe ngga mau ada AC, maka AC akan di non aktifkan, dan otomatis harga sewanya lebih murah. Trus kalo misalnya ngga mau dapet handuk dan perlengkapan mandi lainnya juga bisa, dan harganya dikurangin lagi.

Trus yang lebih kerennya lagi, listrik dikamar kita dapat kita tentukan kebutuhannya. Kalau kita banyak jalan-jalan maka kita bisa membayar listrik 12 jam saja misalnya. Tentunya lebih murah daripada bayar listrik yang 24 jam.

Keren banget kan, jad ngga boros2 banget kita nginepnya. Tapi soal kualitas kamar tetap mereka standarkan pada hotel berbintang. Jadi meskipun murah tapi nggak murahan...(kayak marketing aja neh hehehe)

Oke deh, ada yang punya pengalaman seru di Tune Hotel? Sharing2 aja yah… :P

Di Tune Hotel di Bali kan sekarang udah ada pilihan buat kamar yang ada TV, emang TVnya berapa inch ya? jadi kalo ada bola mending nonton di kamar daripada ke bar.

Share this post


Link to post
Share on other sites

ngga pernah... tapi kalo jalan ke bali mau coba ah ke sana. kayaknya nuansanya kos kosan banget yaa pake acara bayar listrik. tapi bener tuh kita bisa hemat tanpa harus stres bayar yang gak kepake... sipp i love this!

Share this post


Link to post
Share on other sites

tune hotel di jakarta juga ada kok, setau aku ada yang didaerah pasar baru. aku juga pernah waktu ke bali nginep di hotel ini, memang tidak mengecewakan kalo untuk makan di bawah deket lobby ada mini market dia jual kayak pop mie yang bisa di seduh di situ juga kayak roti2 juga ada

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah, untuk tema hotelnya bagus sekali.

jadi, yang sering maen keluar dan ke hotel hanya untuk tidur saja, sepertinya cocok untuk saya.

lalu, untuk kebersihan hotelnya sendiri bagaimana mas...?

kalo bisa sih, dengan fotonya nanti update lagi yah.

saya jadi ingin benar2x mencoba

Share this post


Link to post
Share on other sites

emang kira kira patokan harganya dari berapa? terus dikuranginnya berapa? bagus juga konsep hotelnya bisa lebih hemat jadinya hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ia dulu pernah nginep di Tunes Kuta, dia kalau mau pakai Hairdryer, atau AC, kita harus tambah duit lagi.

Kalau ngak cuma dapet Kipas angin aja, bagus sih hotelnya minimalis. tapi nyaman. harga juga ok.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ia dulu pernah nginep di Tunes Kuta, dia kalau mau pakai Hairdryer, atau AC, kita harus tambah duit lagi.

Kalau ngak cuma dapet Kipas angin aja, bagus sih hotelnya minimalis. tapi nyaman. harga juga ok.

kalo semua hotel bisa seperti itu ada bagusnya juga ya..hehe

mudah2an banyak hotel yang kayak gitu sekarang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah iya, saya pernah baca nih di majalah beberapa waktu yg lalu. Nampak menarik untuk dicoba. Karna kadang sebagian dari kita (contoh nyata yaitu temen saya) agak geli kalo mesti pake handuk hotel. Jadi tanpa fasilitas handuk hotel, bakal lebih murah ya biaya sewa kamarnya? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hotel pinter nih, gw pernah cobain yang di Legian, Bali. Konsepnya unik banget dan mungkin baru dia yang pertama kali punya konsep seperti ini. Dalam waktu dekat pasti menjamur hotel2 tipe seperti ini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hotel pinter nih, gw pernah cobain yang di Legian, Bali. Konsepnya unik banget dan mungkin baru dia yang pertama kali punya konsep seperti ini. Dalam waktu dekat pasti menjamur hotel2 tipe seperti ini.

mudah2an sih bener gan nanti menjamur hotel seperti itu. kita ga rugi kalo emang nanti jadi banyak...hehe. lebih cocok di kantong backpacker hotel seperti ini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hello guys, mau sharing pengalaman lagi nih waktu ke Bali. Gw waktu itu bareng temen2 nginep di sebuah hotel yang bernama Tune Hotel. Letaknya di daerah Kuta

Pertama kali gw nginep di hotel ini langsung suka dengan konsep yang mereka bikin, yaitu budget hotel, alias hotel yang dapat disesuaikan dengan budget kita.

Jadi ini hotel dapat meng-ada-kan dan men-tiada-kan fasilitas2 yang biasa terdapat di sebuah hotel. Misalnya kalau loe ngga mau ada AC, maka AC akan di non aktifkan, dan otomatis harga sewanya lebih murah. Trus kalo misalnya ngga mau dapet handuk dan perlengkapan mandi lainnya juga bisa, dan harganya dikurangin lagi.

Trus yang lebih kerennya lagi, listrik dikamar kita dapat kita tentukan kebutuhannya. Kalau kita banyak jalan-jalan maka kita bisa membayar listrik 12 jam saja misalnya. Tentunya lebih murah daripada bayar listrik yang 24 jam.

Keren banget kan, jad ngga boros2 banget kita nginepnya. Tapi soal kualitas kamar tetap mereka standarkan pada hotel berbintang. Jadi meskipun murah tapi nggak murahan...(kayak marketing aja neh hehehe)

Oke deh, ada yang punya pengalaman seru di Tune Hotel? Sharing2 aja yah… :P

wooooww nice info, mungkin bisa dikasih tau alamat lengkapnya dimana :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

setau ane sekarang makin banyak hotel dengan konsep seperti itu, sebagai contoh ada POP Hotel, trus juga ada Dewarna.,.

yang terakhir ane sebut ada di Ngalam alias Malang, aada 2 kalau ga salah, rate dari 250-300rb (stand.-super.), tanpa handuk,amenitis (*tau salah apa bener ejaannya,hehehe. pokoknya sabun,dll) dan air mineral, masing2 klo mau nambah kena charge 10rb.,.

kamar bagus,rapi bersih tuh kalau ada yg mau ke malang lumayan rekomen (kecuali backpack tentunya).,.

please CMIIW, :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya juga sudah pernah menginap di Tune Hotel, tapi yang ada di seminyak legian. Memang keren nih hotel cz bener2 minimalis bwt para backpacker

mas, bagusan tune di seminyak apa di Kuta ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Rudi Nemob
      Pulau Bali merupakan pulau yang terkenal di dunia karena kekayaan dan eksotisme alam maupun budaya yang membuat banyak orang ingin berkunjung. Pulau ini terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok dengan dikelilingi oleh beberapa pulau kecil seperti Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lambongan, dan Pulau Nusa Penida. Dikarenakan mayoritas penduduknya yang adalah beragama Hindu, orang-orang mengenal pulau ini dengan sebutan Pulau Dewata.
      Begitu banyak club dan tempat wisata yang terdapat di Pulau Bali. Karena banyaknya tempat wisata dan club, Bali dijadikan sebagai pusat hiburan di Dunia. Salah satu club yang terkenal di Pulau Bali adalah Omnia Bali Day Club.

      Omnia Bali Day Club adalah sebuah day club yang di sponsori oleh Grup Hakkasan yang berpusat di Las Vegas. Di resmikan pada awal Februari 2018 , Omnia Bali Day Club merupakan day club dengan konsep pantai pertama di dunia yang berada di Bali. Dengan menggunakan konsep rancangan WOHA Singapore dan New York’s Rockwell, day club yang dibangun di atas tebing kapur Uluwatu ini menjadi incaran pertama turis saat memijakkan kaki di Pulau Bali.
      Terdapat banyak fasilitas penunjang yang akan membuat kamu nyaman dan ingin menetap lama di club ini. Salah satunya dengan bersantai di ruangan-ruangan yang telah disediakan oleh Omnia Bali Day Club. Kamu juga dapat menyewa ruangan untuk mengadakan acara seperti Birthday, Anniversary, dan Gathering di day club ini.

       
      Daya Tarik Omnia Bali Day Club
      Omnia Bali Day Club ini memiliki berbagai macam daya tarik yang membuat kamu penasaran jika tidak mampir. Dengan konsep terbuka dan menyajikan pemandangan laut yang indah membuat day club ini selalu ramai dikunjungi apalagi pada saat weekend dan libur nasional.
      Sun bed yang tersedia di area kolam renang disiapkan bagi pengunjung yang ingin rebahan sambil memanjakan mata untuk menikmati indahnya sunset di Bali. Setelah matahari terbenam, wisatawan pun akan disuguhkan sebuah pemandangan kubus perak berkilauan yang disebut Cube Bar. Lounge Kasual juga turut dihadirkan untuk dapat chit chat dengan keluarga, pasangan ataupun rekan kerja.

      Di samping lounge pun, terdapat Restoran Sake no Hana yang merupakan restoran bernuansa Jepang modern. Restoran ini mengusung konsep restoran elegan yang dilengkapi dengan pemandangan Samudera Hindia yang dapat diliat langsung dari pinggir restoran.
      Selain itu, bungalow ekslusif yang di lengkapi dengan private pool dan Cabanas VIP hadir untuk menawarkan fasilitas mewah dan elok yang sangat cocok bagi kalian untuk mengambil foto yang instagrammable dengan konsep kekinian. Tempat ini pun bisa dijadikan tempat untuk hunting foto oleh fotografer karena selain banyaknya spot foto keren, posisi day club ini terlihat seperti mengambang di pinggir Pantai Uluwatu.
      Letak dan Peta Lokasi

      Lokasi day club ini berada di ujung barat daya Bukit Peninsula, tepatnya di Jl. Belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Desa Pecatu, Uluwatu, Bali 80364, Indonesia. Bagi pengunjung yang berasal dari luar Pulau Bali, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai untuk sampai ke day club ini.
      Selain dari Bandara Internasional Ngurah Rai, kamu dapat mencapai lokasi ini selama 15 menit dari Teluk Jimbaran dekat Pura Uluwatu. Jika kalian belum pernah kesini atau merupakan pendatang baru di Bali, kalian dapat membuka aplikasi navigasi petunjuk jalan seperti Google Maps atau Waze. Peta lokasi telah tercantum dibawah ini.
      PETA LOKASI

       
      Kamu juga dapat bertanya ke penduduk di sekitar Desa Pecantu karena mereka pasti tahu di mana letak pasti lokasi tempat ini dan tenang saja, penduduk Bali yang sangat ramah akan dengan senang hati menunjukkan jalan yang benar ke kamu.
      Sebelum sampai ke tempat ini, kamu juga dapat terlebih dahulu mampir ke beberapa tempat wisata yang berada di dekat lokasi Omnia Bali Day Club seperti Pantai Jimbaran, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, dan Pantai Tegal Wangi.
      Harga Tiket Masuk dan Menu Makanan
      Omnia Bali Day Club mulai beroperasi dari jam 11.00-19.00 setiap harinya. Tetapi jangan khawatir jika kalian ingin menyantap hidangan di Restoran Sake no Hana, restoran ini akan tetap buka hingga jam 23.00. Namun, harga menu makanan dan minuman yang tersedia pun terbilang cukup mahal, minuman Mojito dan Cocktails diberi harga Rp.170.000/gelas, begitu pula dengan kisaran harga makanan Rp.300.000 untuk 2 orang.

      * Harga sewaktu- waktu bisa berubah

      Untuk harga tiket normal dibanderol Rp.200.000 dan untuk Week End harga mulai Rp. 300.000. Jika kamu ingin datang di special occasion, pada saat ada acara dan bintang tamu, harga tiket akan melonjak naik di kisaran Rp.675.000 hingga Rp. 1.250.000 dan kalian harus melakukan pemesanan dengan sistem booking yang dapat dilihat di website omniaclubs.com. Jika kamu beruntung, kamu dapat mengikuti party yang diadakan dengan penampilan beberapa DJ hits yang paling diminati oleh pengunjung saat ini.
      Hotel Terdekat Omnia Bali Day Club
      Bagi turis lokal maupun mancanegara, kamu dapat menginap di salah satu hotel ataupun Villa yang terdapat di sekitar Omnia Bali Day Club. Terdapat beberapa hotel dan Villa yang sangat cocok digunakan untuk beristirahat dengan konsep dan pemandangan yang menarik mata seperti:
      Hideway Villas Bali
      Alila Villas Uluwatu
      Ungasan Cliff Resort
      Karma Kandara
      Banyan Tree Ungasan
      Harga hotel atau Villa ini pun beragam. Bagi kamu yang berlibur membawa keluarga atau sedang dalam group trip, kamu dapat menyewa Villa yang memiliki beberapa kamar di dalamnya dengan kisaran harga lebih dari Rp.5.000.000. Tetapi, untuk kamu yang berlibur sendiri atau pasangan dengan jumlah orang 1-2 orang, lebih disarankan untuk menyewa hotel dengan harga sekitar Rp.350.000.
      Cara Terbaik Menuju Lokasi
      Untuk menuju ke Omnia Bali Day Club, kalian akan lebih dimudahkan jika berkendara menggunakan mobil pribadi atau sewa mobil apalagi bagi kamu yang berlibur bersama keluarga dan sedang dalam group trip. Taksi konvensional ataupun taksi online tidak dapat menjangkau lokasi ini karena akses yang terbatas. Sangat disarankan pula untuk menyewa mobil sopir di bali bagi kamu yang belum handal dalam membawa mobil karena banyaknya jalanan yang menikung tajam.
      Selain itu, Omnia Bali Day Club tidak menyediakan jasa valet parkir. Kamu harus memarkirkan mobil sendiri dan sangat besar kemungkinannya untuk tidak mendapat parkiran apalagi di weekend dan libur nasional karena lahan parkir yang terbatas. Jika kamu termasuk ke dalam pengemudi wanita yang masih baru dan takut untuk memarkirkan mobil sendiri, akan lebih baik jika sewa mobil dan sopir.
       
       
      source : https://nemob.id/id/story/page/Review-Omnia-Bali-Day-Club-Lokasi-Fasilitas-Harga-Masuk-dan-Daya-Tarik?id=606e3813-1d60-4931-b6cc-24bb6731d478
    • By Maryam
      Hi semua, sebelumnya saya mo blg thank you sama @deffa yang udah bisa bikin saya log in lagi disini
      sesuai judulnya, saya mau minta tolong nih, info soal ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Udah baca2 forum tentunya, nge Google juga, Youtube apalagi. tapi yah masih ada pertanyaan spesifik...kali aja ada yang bisa share  tolong di bantu ya para sensei.
      1. Suami ngebet banget pengen ke Penida (gegara Youtuber Cody Buffinton) dan kalau liat video2 di Youtube, jarak 4 destinasi utama (Broken Beach, Angel's Billabong, Crystal Bay dan Kelingking B ga jauh2 amat yah? jadi saya pikir mau rental scooter aja) kebetulan saya lg di US and ga punya SIM Indonesia, saya baru mo apply SIM sini (karena selalu takut nyetir lol  tapi belum tentu lulus nih...aduuuh) suami ada SIM dan mungkin mo apply SIM international, tapi saya raguin dia buat bawa scooter deh (ngeri soalnya udah lama ga scooter-ran) so alternatifnya ya saya aja (pengennya dan hobi juga lol) yang nyetirnyahh tapi masih kudu apply SIM kali aja di tolak mentah2 sama abang2 rentalnya ...ummm so apakah sim wajib punya klo kita mau rental scooter? kayanya ga bakal ada polisi lalin deh melihat kondisi 4 destinasi tersebut  bukan mksd ga mau tertib,,tapi kita stay di Indonesia hanya 2 bulan, untuk apply SIM bakal rempong kayanya....ada yg bisa share soal ini?

      2. sebaiknya kita ke Lembongan atau Penida dulu? misal ke Penida dulu...sarana transportasi yg ada apa yah menuju Lembongan nya? jam berapa kira2nya dan bisa di arrange in advance ga? kira2 ongkosnya berapa? 
      3.  share pengalaman nya dong di tempat2 berikut: Ubud monkey forest, Uluwatu Temple, Tanah Lot, mungkin Tegallalang rice terrace, art market. kalau ada tempat lain yg recommended boleh juga ya di share  (planning stay nya 10 hari saja)
      apa aja yg kira2 bisa ngebantu, detail or cuma sekilas2 juga gpp. Pertama kali ke Bali nihand kita bukan backpacker sejati haha ok gitu dulu deh ya..thank you :)
       
       
    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By Putra Buana Wira
      Pernah ngelirik satu iklan di Google tentang Airy Rooms, mengklaim bahwa mereka punya banyak promo. Tertarik sih, tapi aku ngga pernah percaya dengan promo-promo online yang too good to be true. Trik marketing kan sama aja. Mereka akan menaikkan harga sebelum akhirnya dipotong dengan “diskon”. Sama juga dengan e-commerce online; belum tentu harga yang diberikan adalah benar-benar harga “promo”.
       
      Suatu hari, aku pernah lagi butuh banget tiket pesawat untuk urusan kerjaan, kira-kira bulan Januari lalu. Sempat panik cari tiket pesawat karena harus ada di venue keesokan harinya dan sudah sore. Karena kantorku pakai sistem reimburse, aku juga harus mikir harga tiketnya karena saat itu adalah tanggal tua. Panik karena tiket pesawat di beberapa platform terkenal sudah hampir habis dan menyisakan tiket yang harganya berjuta-juta. Duh!
       
      Akhirnya melirik ke Airy. Bisa dibilang Airy ini adalah pendatang baru dalam hal per-tiket-an, kan? Sebelumnya, Airy lebih dikenal sebagai penyedia kamar hotel yang murahnya ngga masuk akal, menurutku. Hahahahaha. Jadi ngga pernah pesan di sana, takut zonk.
       
      Anyway, balik ke tiket pesawat. Akhirnya aku melirik ke Airy dan melihat daftar tiket pesawatnya dengan hopeless. Hasilnya? Yaa, bener. Akhirnya benar-benar kecewa.
       
      Kecewa kok ngga dari awal aku melihat list tiket dari Airy! Kan jadinya ngga perlu panik! Harga tiket yang sama, penerbangan yang sama, bisa lebih murah di Airy! Kebetulan lagi, mereka punya promo yang iseng aku coba dan ternyata BERHASIL! Asli, aku girang banget! Logikanya, kalau harga mereka udah lebih rendah dari yang lain, pun dikasih promo jadi lebih murah, berarti mereka diskonnya ngga tipu-tipu! Wah. Salut banget sama Airy!
      Setelah booking dan bayar, tiket pesawatnya agak delay. Kira-kira setengah jam. Lumayan deg-degan tuh. Tapi positive thinking aja, mungkin sistemnya yang lagi heavy load. Setelah setengah jam, e-ticket masuk ke email, langsung ploooong! Kerjaan aman, kantong pun aman. Hehehehe.
      Langsung aja nih penampakannya :

      Sembari tadi menunggu e-ticket, aku sempat browsing-browsing kamar Airy. Kepo juga setelah disodori tiket pesawat murah. Kok banyak review yang bilang kamarnya bagus, memuaskan, dan lain-lain. Sepertinya lumayan nih untuk dicobain. Gimana-gimana, produk utamanya Airy Rooms kan kamar hotelnya ini. Bahkan ada beberapa hotel yang ada kolam renangnya! Bayangin, kamar hotel harga dua ratus ribuan, dapat fasilitas kolam renang! Wagelaseh!
       
      Buat yang lain, ngga usah mengulangi kepanikan yang aku alami kemarin, ya! Rugi waktu dan energi. Mending langsung cek harga di Airy. Udah jaminan paling murah dan banyak promo. Tapi aku tetep kecewa sih, kenapa baru ada sekarang-sekarang ini? Harusnya Airy ada dari dulu doong hiks.. Kan jadi bisa hemat dari dulu. Tapi yasudahlah, yang lalu biarlah berlalu, yang penting adalah melihat ke depan, semoga ke depannya harga Airy masih murah terus dan banyak promonya.
    • By Friesca Maryto
      Halo komunitas jalan2,
      perkenalkan saya Friesca Maryto domisili DKI Jakarta, sudah sering kepo ke sini dari 2016. tapi baru kali ini sign up sebagai anggota, karena kebutuhan.
      saat ini saya sedang menempuh pendidikan pascasarjana Magister Teknologi Informasi di Universitas Indonesia, dan sedang membutuhkan banyak responden untuk Tugas Akhir saya yang berjudul "Analisis Kualitas Website B2C: Studi Kasus Hotel Bintang 5". Jika teman2 di komunitas jalan2 pernah melakukan pemesanan kamar langsung melalui website hotel bintang 5 di Jakarta, atau mempunyai kenalan yang pernah, mohon berkenan mengisi kuesioner pada link berikut
      http://bit.ly/websiteB2C
      Ada hadiah pulsa total IDR 500,000,- untuk 10 orang yang beruntung. Pemenang akan diumumkan pada minggu ke 2 Juli. Jika ada hal yang ingin teman-teman tanyakan, jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email friesca.maryto@ui.ac.id. Terimakasih sebelumnya
       
      Cheers,
       
      Friesca
       
    • By Muhammad Firman Ali Putra
      Kabar gembira untuk semua pecinta Treveling dan Backpacker di Indonesia!

      Punya rencana Traveling ke Bangkok? Tapi masih bingung tentang penginapan atau hotel? Jangan khawatir Travelholic, Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar hadir buat kamu!



      Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar berlokasi di pusat kota atau lebih tepatnya No. 45 Soi Chareonkrung 50 Bangrak Bangkok 10500. Hostel kami juga berdekatan dengan Stasiun BTS Saphan Taksin dan Dermaga Satorn yang hanya berjarak 2 menit saja kawan. Pastinya mudah sekali bila ingin pergi kemanapun dan tentunya murah meriah.





      Banyak sekali tempat yang menarik di sekitar Hostel kami, kamu bisa ber-shoping-ria sepuasnya di Pasar Malam dan menikmati lezatnya kuliner khas Thailand bahkan merasakan sensai Pijat unik Khas Thailand.


      Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar bukan cuma sekedar Hostel biasa yang hanya menyediakan tempat akomodasi biasa dengan kamar tidur bergaya asrama saja, TIDAK! Kami juga menyediakan Private Room untuk Pasangan, Grup, bahkan Keluarga. Kami juga memiliki fasilitas Restoran dan Thai Massage (Pijat khas Thailand) yang tentunya cocok dengan kantong kamu.





      Lokasi:
      No. 45, Charoen Krung Rd. Soi 50, Bangrak, Thailand 10500. Hostel kami terletak pada titik yang sangat strategis tepat berada pusat kota dan sungguh mudah dijangkau dengan berbagai moda Transportasi umum.
      a)     2 menit dari Saphan Taksin BTS Station dan Satorn Pier
         Menuju ke Grand Palace, Wat Pho (Sleeping Buddha), Wat Arun (Tample of Dawn) 
      § Taxi Metter 20-30 menit 100-150 THB
      § Kapal (dari Satorn Pier) 20 menit 15-60 THB
      § Bus No. 1 atau 15, 45 menit 9-20 THB
      § Tuk Tuk 30 menit, harga sekitar 200 THB (tawar-menawar)
      c)      Menuju Khao San Road
      § Bus No. 1, 15, dan 35, 30-45 menit harga 9-20 THB
      § Taxi Metter 30-45 menit 100-180 THB (tergantung lalu lintas)
      § Kapal (dari Satorn Pier) 30 menit 15-60 THB
      § Tuk Tuk 30 menit, harga sekitar 200 THB (tawar-menawar)
      d)     Menuju Pratunam Market, Central world, Platinum, Pantip Mall,  dan  Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI)
      § Bus No. 77 30 menit 9-20 THB
      § Taxi Metter 30-45 menit 100-150 THB (tergantung lalu lintas)
      § BTS skytrain 15 menit 40 THB (bisa turun di Rachathewi BTS station atau Chit Lom BTS Station)
      e)     Menuju Chatuchak Weekend Market, JJ Green Weekend Night Market, dan Mo Chit Bus Terminal (Northern Bus Terminal)
      § Bus No. 77, 30-45 menit 9-27 THB
      § Mo Chit BTS Station 25 menit 47 THB
      f)      Menuju Silom Complex dan Lumpini Park
      § Jalan kaki 30 menit
      § Bus No. 77, 15 menit 9-10 THB
      § Sala Daeng BTS Station 7 menit 25 THB
      § Taxi Matter 20 menit 60 THB
      g)     Menuju MBK Mall
      § National Stadium BTS Station 20 menit 37 THB
      § Bus No. 15, 30-60 menit 7 THB
      § Taxi Metter 30-45 menit 80-100 THB
      h)     Menuju Siam Paragon, Siam Square, Madame Tussauds Museum, Sea Life Bangkok
      § Siam BTS Station 15-20 menit 37 THB
      § Bus No. 15, 30-60 menit 7 THB 
      § Taxi Metter 30-45 menit 80-100 THB
      i)       Menuju Asiatique
      § Jalan kaki 30 menit
      § Kapal (Gratis) 15 menit
      § Bus No. 1, 15, dan 75, 15-30 menit 7-15 THB
      § Taxi Matter 15 menit 60 THB
      j)       Menuju Hualam Phong Train Station
      § Bus No. 1 dan 15, 15-20 menit 7-15 THB
      § Taxi Matter 15-20 menit 60 THB
      k)     Menuju China Town
      § Bus No. 1 dan 15, 15-20 menit 7-15 THB
      § Taxi Matter 15-20 menit 60 THB
      l)Menuju Sai Taimai Bus Terminal (Southern Bus Terminal)
      § Taxi Matter 60 menit 150-200 THB (tergantung Lalu Lintas)
      m)   Menuju Ekkamai Bus Terminal (Eastern Bus Terminal)
      § Taxi Matter 60-90 menit 150-250 THB (tergantung Lalu Lintas)
      § Ekkamai BTS station 35 menit 52 THB
      n)     Menuju Suvarnabhumi International Airport
      § Taxi Matter 60-90 menit 350-500 THB (termasuk biaya jalan Tol)
      § BTS Skytrain dan Airport Link 45 menit 87 THB
      o)     Menuju Don Mueang International Airport
      § Bus No. 77 turun di Chatuchak Market (9-27 THB) kemudian dilanjutkan Bus No. A1 menuju Bandara (35 THB), 60-90 menit.
      § Taxi Matter 45-60 menit 350-450 THB (termasuk biaya jalan Tol)
      p)     Menuju Damnoen Saduak Floating Market 
      § Taxi Metter ke Saitaimai Bus terminal terlebih dahulu 200-250 THB 45-60 menit, keudian di lanjutkan dengan Van 60 THB/orang 90-120 menit.

      SEKITAR HOSTEL
      A.     Bangrak Bazaar 
      Hanya berjarak beberapa langkah dari Hostel, kamu bisa ber-shoping-ria dengan harga yang terjangkau serta dapat menikati suasana sebuah Pasar Malam khas Thailand.

      B.     ROBINSON Mall
      ROBINSON adalah sebuah Pusat Perbelanjaan yang tepat berada di depan Hostel Kami. Hampir semua hal yang kamu ingingkan berada disini, mulai dari baju anak-anak sampai baju kakek-nenek pun tersedia disini, dari harga miring sampai barang ber-Merk Original ada disini.

      C.     Ban Oou Mosque (Masjid)
      Bagi Muslim Traveler, jangan khawatir tentang tempat beribadah karena Hostel kami berdekatan dengan sebuah masjid. Kamu juga bisa mendengarkan suara Adzan dari Hostel kami, jadi jangan takut lupa beribadah dan tidak tahu jam beribadah.

      D.     Thailand Street Food
      Baru pertama kali Ke Thailand dan ingin mencicipi kuliner khas Thailand? Atau sudah pernah ke Thailand dan sudah pernah merasakan kuliner khas Thailand, kangen dengan itu semua? Tenang, karena banyak sekali penjual jajanan khas Thailand di sekitar Hostel, dari yang normal sampai yang “Nyeleneh” ada disini.

      E.      Halal Food
      Kamu muslim? Ingin merasakan makanan khas Thailand tapi takut tidak Halal? Jangan sedih dulu, karena terdapat sebuah Restoran Halal di dekat Hostel kami. Kamu hanya perlu berjalan sekitar 7 menit dari Hostel kami dan dijamin bisa memanjakan lidah kamu semua.
       

      Fasilitas dan Jasa Pelayanan:
      A.     Thai Restaurant and Cofee Bar
      Selain menyediakan jasa akomodasi, kami juga mempunyai sebuah restoran yang mana menyediakan berbagai kuliner dan masakan khas Thailand. Bagaimana rasanya? Enak kah? Cita rasa yang sangat menggoda ditambah rempah-remapah pilihan khas Thailand, yang tidak bisa dipungkiri lagi dan bisa di katakan “Aroi-Mak-Mak”.  Kami juga mempunyai Coffee Bar yang menyediakan kopi serta Bir khas Thailand tentunya.

      B.     Thai Massage
      Tidak puas rasanya jika pergi ke Thailand tapi belum pernah merasakn terapi pijat khas Thailand bukan? Tenang, jangan sedih karena kami juga menyediakan jasa terapi pijat khas Thailand. Para terapis kami merupakan para ahli serta profesiaonal di bidangnya, jadi jangan ragu unntuk mencobanya. Kami jamin bahwa anda akan merasa segar bugar setelah menyelesaikan sesi terapi bersam kami, kepuasan anda adalah segalanya untuk kami.


      Keuntungan

      1.      Biaya penginapan sudah temasuk dengan Sarapan ”a la carte breakfast for FREE”
      2.      Wi-Fi super cepat 24 jam
      3.      Staf 24 jam
      4.      Staf dapat berbahasa Indonesia
      5.      Dapatkan diskon untuk tiket kapal
      6.      Peta kota Bangkok “gratis”

      Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

      ·        Telepon resmi 02-630-5595 atau +6295-656-5955
      ·        Firman (staf dapat berbahasa Indonesia) +6298-851-3840
      ·        E-mail resmi info.glurbangkok@gmail.com 
      ·        Website resmi www.glurbangkok.com 
      ·        Akun facebook resmi www.facebook.com/GLURBANGKOK/ 

      Jadi tunggu apa lagi? Pesan sekarang! Hanya di Glur Bangkok Hostel & Coffe Bar dan dapatkan pengalamamnya, karena “Hostel That Fits All”  adalah motto kami.


      Tips: 
      Dapatkan penawaran terendah dibandingkan online travel agent yang lainnya dengan melakukan pemesanan melalui website resmi kamiwww.glurbangkok.com
    • By vie asano
      Bagi traveler, menginap di hotel menjadi salah satu hal yang hampir selalu dilakukan saat traveling; walau kadang ada juga non-traveler yang rutin menginap di hotel karena alasan tertentu, salah satunya karena menyukai suasana hotel. Saya pribadi termasuk salah satu yang doyan banget menginap di hotel. Bukan karena faktor makanannya maupun fasilitas ekstra di hotel tersebut (seperti tempat fitness maupun spa), melainkan karena faktor suasananya, dan juga interior kamarnya. Dan satu lagi yang saya suka, adalah mengamati macam-macam karakter tamu yang menginap di hotel.
       
      Ya, bicara tentang hotel memang nggak lepas dari ngobrolin tentang tamu-tamu hotel. Terlepas dari apakah mereka termasuk tipe family (alias yang hanya bepergian bersama keluarga di akhir pekan), pebisnis (menginap hanya untuk keperluan bisnis), turis, maupun lansia; yang menarik untuk diamati adalah macam-macam karakter tamu hotel. Sebagai tempat bertemunya orang-orang yang memiliki kepribadian beragam, kadang ada saja karakter tamu hotel yang unik dan nyeleneh, sehingga menarik untuk diamati.
       
      Saya mengumpulkan beberapa karakter tamu yang lazim kita lihat setiap menginap di hotel. Sebagian saya dapat dari pengamatan pribadi, sebagian lainnya dengan mengamati tulisan dari mereka yang bekerja di industri hotel, serta hasil ngobrol-ngobrol dengan saudara yang pernah bekerja di hotel. Dari bermacam karakteristik tamu hotel berikut ini, manakah yang paling cocok dengan kalian?
       
      1. Tipe Ordinary
      Mungkin kebanyakan tamu hotel menganggap diri mereka biasa-biasa saja. Datang untuk check-in, istirahat di hotel maupun menikmati fasilitas didalamnya, dan check-out pada waktunya. Normalnya sih tamu hotel memang seperti itu, namun lihat dulu tipe-tipe tamu lainnya di bawah ini sebelum menganggap diri kalian adalah tamu biasa ya.
       
      *             *             *
       
      2. Tipe Selebriti
       

      Ilustrasi staff hotel sedang mencatat pesanan dari tamu, via gumtree 
       
      Maksud tipe selebritis disini maksudnya bukan selebriti sungguhan, namun para tamu yang terlalu ingin dilayani layaknya selebriti. Sebagian orang mungkin lebih suka menjuluki tamu jenis ini sebagai tamu manja. Tamu dengan tipe selebriti ini sangat suka diperhatikan, dan mereka maunya serba dilayani sebaik mungkin. Mereka suka dinomorsatukan, kadang nggak mentolelir kesalahan yang dibuat oleh pihak hotel maupun staff hotel, dan selalu menekankan jika “tamu adalah rajaâ€. Nggak sedikit staff hotel yang akan kesal dengan tipe tamu seperti ini.
       
      *             *             *
       
      3. Tipe Turis Sejati
       

      Spa di hotel, via hotels.1001tur 
       
      Tamu seperti ini datang ke hotel dengan tujuan untuk beristirahat. Mereka memilih hotel bukan karena faktor lokasi semata, melainkan karena fasilitas dan suasana yang ditawarkan oleh hotel tersebut. Karenanya, mereka suka menggunakan fasilitas hotel seperti spa dan fitness maupun berenang dan bersantai di tepi kolam renang; dan nggak sungkan membelanjakan uangnya untuk memesan makanan di hotel maupun mengikuti program tour yang diselenggarakan oleh hotel. Tamu jenis ini biasanya cenderung royal terhadap uang tip sehingga disukai oleh staff hotel.
       
      *             *             *
       
      4. Tipe Tukang Komplain
       

      Ilustrasi seorang tamu hotel yang sedang komplain, via bikashmohanty 
       
      Dari seluruh jenis tamu yang ada di daftar ini, mungkin tamu jenis ini yang paling membuat staff hotel mengelus dada. Segala macam dikeluhkan olehnya, mulai dari air kamar mandi yang lama panasnya, sampah yang telat dibersihkan, room service yang lambat merespon, dan banyak lagi komplain-an lainnya. Sebetulnya, tamu tukang komplain ini penyebabnya bermacam-macam. Ada yang memang sifat aslinya hobi mengeluh, namun ada juga yang berusaha mencari keuntungan dengan melakukan komplain ini-itu, seperti mengincar kompensasi dari hotel tersebut.
       
      *             *             *
       
      5. Tipe Kabayan
       

      Ilustrasi tamu yang bahagia, via hotelserena 
       
      Maksud dari tipe kabayan (diambil dari nama tokoh dalam cerita Sunda, Kabayan, yang dulu kerap diperankan oleh Didi Petet) disini adalah tamu yang kelihatan banget jarang menginap di hotel. Mereka selalu terpukau setiap kali masuk ke dalam hotel, selalu terlihat malu-malu, dan menganggap hotel (terutama hotel berbintang) merupakan dunia lain yang berbeda dengan dunia mereka sehari-hari. Biasanya, tamu jenis ini sangat ramah terhadap staff hotel maupun tamu lainnya, sehingga cukup menyenangkan untuk dijadikan tetangga kamar.
       
      *             *             *
       
      6. Tipe Kolektor
      Kalau tamu jenis ini murni berdasarkan pengamatan dan, uhuk, pengalaman pribadi. Mereka suka mengumpulkan barang-barang dari hotel, mulai dari barang-barang kecil seperti sampo, sabun, maupun toiletries; hingga barang-barang yang agak besar seperti sandal hotel, perlengkapan menulis, dan lain-lain. Asalkan barang tersebut ada logo hotelnya, maka barang tersebut bisa di embat untuk di koleksi. Adakah yang termasuk tipe ini?
       
      *             *             *
       
      7. Tipe Ogah Rugi
      Check-in jauh sebelum waktunya sehingga bisa masuk kamar tepat waktu, dan selalu check-out sesaat menjelang batas waktu yang ditentukan. Tujuannya supaya nggak rugi waktu selama menginap di hotel. Semua fasilitas gratisan selalu dimanfaatkan dengan maksimal, mulai dari sarapan gratis (semua menu dicoba, mulai dari semua jenis appetizer hingga dessert), toiletries, kolam renang; pokoknya tamu jenis ini selalu memaksimalkan waktu kunjungannya saat berada di hotel deh.
       
      *             *             *
       
      8. Tipe gratisan
      Nah, tamu jenis ini biasanya sering menginap di hotel, maupun mengetahui seluk beluk dunia perhotelan. Jadi mereka mengerti celah-celah untuk meminta diskon, dan malah terkadang minta gratisan.
       
      *             *             *
       
      10. Tipe Pebisnis
       

      Ilustrasi seorang pebisnis di kamar hotel, via themalaymailonline 
       
      Tamu tipe ini hanya menginap di hotel untuk keperluan bisnis. Jadi, mereka hanya menggunakan hotel sebagai tempat istirahat sementara dan jarang menggunakan fasilitas dalam hotel karena sibuk diluar. Kalaupun ada fasilitas yang sering digunakan, adalah area lounge untuk bertemu dengan tamu, serta fasilitas internet di hotel. Jika bicara, gaya bicaranya formal dan berwibawa.
       
      *             *             *
       
      11. Tipe Annoying
       

      Tetangga kamar yang hobi membuat keributan jelas menyebalkan, via motherswhowork 
       
      Nggak semua dinding hotel itu kedap suara, karena faktanya, banyak juga hotel yang memiliki dinding tipis dan berbahan non-bata. Sayangnya, nggak semua tamu hotel bisa bersikap tenang. Ada juga yang kerap menyetel TV keras-keras, ngobrol dengan keras, bahkan bertengkar tanpa malu-malu sehingga bisa didengar oleh tetangga sebelahnya maupun berpesta. Saya pernah bertetangga dengan tipe seperti ini (hobi ngobrol dengan suara keras), sehingga kami harus mengeraskan suara TV di kamar supaya suara obrolan di sebelah nggak kedengaran lagi.
       
      *             *             *
       
      12. Tipe Kombinasi
       
      Faktanya, bisa saja seorang tamu hotel memiliki kombinasi dari karakteristik yang sudah disebutkan di atas. Misalnya saja, jika menginap di hotel, saya termasuk tipe turis sejati (datang ke hotel untuk istirahat dan santai) dengan kombinasi tipe ogah rugi (check-in dan check-out tepat waktu supaya maksimal istirahat di hotelnya, haha). Dulu sih sempat jadi kolektor, untungnya sekarang sudah insyaf, hehe.  
       
      Nah, kira-kira teman-teman termasuk tipe yang mana? Jika kombinasi, kombinasi apa saja nih? Share dong! Feel free kalau mau menambahkan tipe tamu hotel lainnya yang belum ada dalam daftar ini.