Sign in to follow this  
Followers 0

Perkebunan Strawberry Walk di Bandung


3 posts in this topic

Posted

Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang menyimpan banyak sekali tempat menarik dan juga indah. Segala macam ada di Bandung dan anda tinggal memilihnya sesuai selera. Begitu juga soal wisatanya. Ada wisata belanja, kuliner, alam, ya pokoknya Bandung adalah juaranya. Pernah dengan wisata agrowisata? Bandung saat ini sudah mulai mempopulerkan wisata alam yang juga penuh dengan edukasi tersebut. bahkan karena populer juga, Bandung jadi lokasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati wisata agrowisata. Mulai dari perkebunan teh sampai buah-buahan yang segar.

 

Anda penggemar strawberry? Buah yang cantik dengan rasa yang asam segar bercampur manis. Warnanya menggiurkan, bentuk buahnya juga rupawan aduhai. Walau saya bukan penggemar makan buah strwaberry, saya termasuk yang menyukai warna dan bentuknya. Buah strawberry banyak dibudidayakan di Bandung. Bahkan, anda pasti sering mendengar buah-buahan ini bisa dipetik dan langsung dimakan di tempat. Bayangkan bagaimana segarnya? Ya sudah dari pada ngiler terus, berikut ini beberapa perkebunan strawberry di Bandung yang juga disajikan sebagai salah satu objek wisata.

 

1. Ciwidey

Paling populer pastinya. Perkebunan strawberry di Ciwidey dikenal masyarakat luas karena memang tempat ini menjadi salah satu tujuan utama jika ingin memburu perkebunan strawberry. Belum lagi, lokasinya yang mudah dijangkau dan dekat dengan objek wisata populer lainnya yaitu kawah putih.

 

Perkebunan strawberry Ciwidey terletak di Bandung Selatan. Jika naik kendaraan pribadi, arahkan saja ke Ciwidey, begitu juga dengan kendaraan umum. Anda bisa mencari mobil yang menuju Terminal Ciwidey. Nanti dari Terminal Ciwidey, anda bisa naik angkutan umum yang bisa membawa anda ke perkebunan strawberry di sana. Tarifnya sekitar Rp 7000 kurang lebih. Atau jika ingin naik ojek, anda bisa menawar harga antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Semakin pintar menawar semakin mudah untuk mendapatkan harga termurah tentunya. Perkebunan mana yang sebaiknya anda kunjungi? banyak sekali di sepanjang jalan menuju Ciwidey kebun strawberry yang bisa anda temui. Itu terserah anda, karena semuanya nyaman dan juga menyenangkan.

 

kebun%2520strawberry%2520buah%25207000%2

 

Masuk ke perkebunan Ciwidey ini gratis lho. Nantinya, kita hanya diminta bayaran ketika ingin membawa pulang sejumlah strawberry yang berhasil kita 'panen'. Harganya juga nggak mahal, karena di sini dijual dengan harga normal pasaran. Satu kilogramnya mungkin sekitar Rp 30.000 hingga Rp 35.000. Jadi nanti hasil yang kita petik akan ditimbang dan dihargai sejumlah harga yang ada. Termasuk murah kan? Belum lagi nih, jika temen-temen ingin mencoba menanam buah strawberry di rumahnya, bisa lho beli bibit di sini. Harganya juga pasti murah. Rp 2000 per bibitnya dan biasanya setengah gelas aqua cup itu. Seru kan, bukan hanya bisa menikmati hasil buah strawberry Ciwidey, tapi juga bisa membawa pulang bibitnya untuk segera ditanam.

 

Nah, apalagi yang ada di Ciwidey ini? Banyak, ada cafe yang menyediakan aneka olahan buah strawberry jika anda ingin mencobanya. Baik makanan maupun minuman tentunya ada di sini. Anda bisa mencobanya di tengah lelah ketika jalan-jalan mengitari perkebunan strawberry Ciwidey. Selain itu, karena tempat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan, akomodasi dan fasilitas lainnya pun cukup lengkap. Jadi jika kemalaman, jangan ragu untuk menginap di sini.

 

Tips

Beberapa tips yang bisa ditulis dalama tulisan ini adalah sebagai berikut:

- Datang pagi atau siang hari,

Mengapa demikian? Perkebunan Ciwidey berada di ketinggian di atas laut, cukup tinggi, dingin, dan berkabut. Makanya, kalau anda sekalian datang di pagi dan siang akan lebih leluasa dibandingkan datang di sore hari di mana kabutnya mulai turun dan bisa mengganggu pandangan mata. Kalau takut tidak keburu, bisa menginap di akomodasi sekitar Ciwidey sekalian berlibur dengan harga yang relatif murah. Akomodasi di sekitar sini sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 saja semalamnya.

 

- Datang saat musim kemarau

Kemarin ada berita sejumlah perkebunan wisata strawberry di Bandung nyaris merugi akibat banjir di Jakarta. Alasannya biasa, karena banjir jadi malas keluar rumah atau lebih tepatnya nggak bisa keluar rumah. Jadi, kebun strawberry harus cukup merugi karena strawberry yang ada harus dipanen sendiri dan dijual di pasar di sekitar Bandung.

 

Ada alasan lainnya, karena menurut beberapa sumber, pilihlah waktu di mana musim kemarau tiba karena rasa strawberry nya akan lebih enak. Tapi jika tidak bisa, anda bisa memilih strawberry yang ditanam di tempat yang ada atapnya. Mungkin itu bisa jadi pilihan anda.

 

- Sekalian mampir ke Kawah Putih

Kalau lagi ke Ciwidey, rasanya kurang pas kalau tidak mengunjungi wisata andalan di sini. Jadi, anda semua bisa atur jadwal untuk bisa mengunjungi Kawah Putih yang letaknya tidak jauh dari perkebunan-perkebunan strawberry di Ciwidey. Jangan lewatkan kesempatan ini dan anda bisa menikmati keindahan alam bumi pasundan ini.

 

2. Lembang

Jika di selatan ada Ciwidey, di bagian utara Bandung ada Lembang. Siapa yang nggak kenal Lembang. Lembang merupakan lokasi yang juga banyak diburu para wisatawan. Nah, setelah Ciwidey, Lembang juga mulai mempopulerkan wisata strawberry yang menyegarkan. Konsepnya sama dan tentunya yaitu dengan cara memetik sendiri lalu bisa kita bawa pulang. Lembang ini memang terkenal dengan wisata alamnya, jadi ketika anda pergi ke Lembang, anda akan dengan mudah menemukan berbagai bentuk wisata alam.

 

Nah, sebagaimana di Ciwidey, Lembang juga memiliki perkebunan strawberry yang beragam dan bisa anda pilih sesuai dengan selera. Anda tinggal memilihnya sesuka hati. Perkebunan strawberry di Lembang memang belum terlalu lama populer jika dibandingkan dengan perkebunan di Ciwidey yang lebih luas dan terkenal. Tapi, jangan salah, di Lembang ini beberapa tahun belakangan juga semakin maju di bidang wisata perkebunan strawberry. Banyak perkebunan strawberry yang dibuka untuk kekepentingan wisata. Dan anda bisa memilihnya. Di depan perkebunan, banyak papan nama yang bertuliskan Strawberry Walk yang artinya anda bisa berjalan-jalan di perkebunan strawberry dan langsung memetiknya sendiri. Selain itu, jalan-jalan di sini tentunya banyak bonus pemandangan yang indah dan juga keren. Jadi, nggak menyesal jika harus jalan-jalan di perkebunan strawberry ini.

 

Untuk soal harga di sini juga sama dengan yang ada di Ciwidey. Sebagian besar perkebunan tidak menggunakan tiket masuk, kalau pun ada, tiketnya hanya sebesar Rp 5000 kurang lebihnya. Harga satu kilo strawberry yang anda petik langsung adalah Rp 30.000 hingga Rp 35.000. Cukup murah bukan? Ya, jika anda bandingkan dengan harga satu bungkus yang dijual di pasaran, harganya memang lebih murah sekitar Rp 10.000 tapi tentunya rasanya akan lebih berbeda jika anda pilih, petik, dan cuci sendiri dari pohonnya langsung, ya kan?

 

Nah, di Lembang ini juga banyak perkebunan strawberry yang bisa dipilih. beberapa yang bisa dipilih antara lain ada di kawasan Cihideung, ada juga di kawasan Maribaya dan juga kawasan Tangkuban Perahu.  Banyak macamnya dan tentunya anda bisa juga menikmati olahan lain yang beragam dari stawberry. Dari mulai makanan biasa hingga makanan-makanan yang unik sekalipun. Anda bisa mencoba jus, es krim, atau makanan dan minuman lainnya dari stawberry, bahkan anda bisa juga mencicipi nasi goreng stawberry lho. Rasanya bagaimana ya?

 

kebun%2520strawberry%2520papa%2520nama%2

 

Nah, kalau mau yang di sekitar Tangkuban Perahu, ada salah satu tempat yang memang diperuntukkan sebagai wisata stawberry dan juga wisata edukasi untuk anak-anak. Nama perkebunan tersebut adalah Terminal Wisata Grafika Cikole. Di tempat ini berbeda dengan perkebunan terbuka lainnya. Di sini, anda akan diminta harga tiket sebesar Rp 5000 dengan mendapatkan secangkir minuman selamat datang berupa jus strawberry, hmmm seger pastinya. Nah, selain bisa jalan-jalan di perkebunan strawberry yang cukup luas, di sini juga tersedia wisata edukasi untuk anak-anak. Jadi, di sini, anak-anak bisa outbond dengan berbagai kegiatan. Mulai dari mengenal bagaimana cara budidaya stwaberry hingga bermain basah-basahan yang menyatu dengan alam. Misalnya, anak-anak bisa bermain menangkap ikan atau bermain keseimbangan menyebrang kolam dengan jembatan yang terbuat dari tali. lainnya juga masih ada permainan atau wahana seru menarik lainnya. lebih seru lagi, karena di sini ada penangkaran rusa lho. Jadi, ada paket wisara lengkap yang bisa dinikmati terutama untuk anak-anak. Tempatnya juga menyenangkan dan bagus lho.

 

Hasil perkebunan stawberry baik di Ciwidey dan juga di Lembang ini ternyata nggak cuma didistribusiin di Indonesia saja, tapi juga di luar negeri. Keren ya? Punya kualitas yang tinggi, jadi makin bangga deh sama segala kekayaan alam yang kita punya. Jadi, tinggal pilih mau ke kebun strawberry di Ciwidey atau mau yang ke Lembang? Semua punya nuansa yang beda-beda. Selamat jalan-jalan dan makan strawberry ya…

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

asiik jadi pengen ke bandung  :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

asiik jadi pengen ke bandung  :senyum

yuk mariii.. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Situ Patenggang, Pulau Asmara, Batu Cinta
      By Asep Andri

      Hujan gerimis, suasana remang, rumah bocor, bau bangke tikus, sungguh indah istanaku. Kali ini aku akan menyambung cerita perjalananku di Situ Patenggang. Baca cerita sebelumnya

      Ya, Dari lokasi kawah putih, aku lanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang. “Patenggang tebih keneh pak?†Tanyaku pada sopir ontang anting di Kawah Putih. “Caket, 3 kiloanâ€jawabnya singkat. Sepanjang 3 kilo ini mataku disejukkan dengan hamparan perkebunan teh. Banyak juga pasangan muda mudi yang memarkirkan kendaraan mereka ditepi jalan dan menikmati indahnya pemandangan. Ingin rasanya menendang mereka hingga jatuh terperosok kebawah sana HAHAHA, kan romantis nyungsep bareng, ya kan? Bukan aku iri dengan mereka yang sedang memadu kasih, tapi… ah sudahlah. Kita juga akan melewati pemandian air panas Cimanggu dan Ciwalini, yang mau berendam cocok nih kesini. Dulu aku pernah ke Cimanggu dengan keluarga, tapi tidak ada yang berkesan saat kita tidak mengerti. Apaan sih? Skip, lanjutkan.

      Sampai di pintu masuk situ Patenggang, aku dihadang oleh seorang perempuan cantik berkebaya. Kami, yaelah kami! Beradu pandang dan saling diam membisu selama beberapa jam, eh detik. Dalam hati aku berpikir, “Kenapa nih, mau kenalan kali ya? Aku tahu aku ini pria idaman wanita, tapi jangan sekarang lah, aku sedang ingin jalan jalan.†“24 Ribu†Dia memecah keheningan. “Anjoy! Apa-apaan ini? Cantik-cantik kok malak? Toloooong! Aku di rampok!†Akhirnya dengan senang hati aku berikan 30 ribu. Ternyata preman, bukan bukan, tapi pregirl ini masih baik hati, aku masih diberi kembalian 4 ribu. Dan aku gunakan untuk parkir di hatinya. #Preeeeett!!!

      Ternyata ada sebuah mobil disampingku yang didalamnya ada cewek yang aku temui di Kawah Putih tadi. Ituloh, yang memintaku menggantikan pacarnya. Baca cerita sebelumnya. Saling lempar senyum, gak enak hati juga sebenarnya. Karena aku tahu dia pasti cemburu melihat kedekatanku dengan pregirl ini HAHA.

      Belum mencapai situ, aku berhenti di sudut yang menampilkan Patenggang dari atas. Secara keseluruhan, aku merasa disinilah spot terbaik menikmati Situ. Hamparan kebun teh dan Situ Patenggang serta hangatnya sinar matahari harus kamu rasakan disini.

      photo1353.jpg

      Sampai di Situ Patenggang, aku tidak ingin terburu buru. Aku mulai menelusuri Situ dari sisi kiri. Banyak kios kios menjual souvenir yang akan kita lewati, dari pakaian, accessories sampai makanan lengkap tersedia. Disini kita akan menjumpai danau kecil, gak kecil kecil juga sih. Danau ini sepertinya sepi peminat, hanya perahu bebek berjejer di tepi danau. Disini juga kita akan menemui sebuah jembatan bambu dan beberapa tenpat seperti saung, tapi bukan saung, apalah itu namanya. Yang sudah pasti dihuni oleh banyak pasang kekasih, cocok banget buat bawa seligkuhan kesini HAHA. Aku juga menjumpai sejumlah orang yang sedang memancing disini, ingin rasanya melempar granat tepat di depan mereka. Seperti kebiasaanku saat kecil dulu, lalu kabur sambil dikatain Gob*log HAHAHA.

      photo1357.jpg

      Kembali menyusuri Situ, banyak perahu berjejer yang siap mengantarmu ke pulau di seberang sana. Yah, Pulau Asmara dan Batu Cinta. Konon pasangan yang berkunjung kesini, cinta mereka akan abadi. Gak percaya? Buktikan dengan selingkuhanmu. Dan kuputuskan menaiki perahu untuk mencapai Pulau Asmara, sebenarnya mau berenang saja, tapi apa daya aku hanya membawa baju yang kupakai. Jadi naik perahu sajalah. Dengan melompat aku menaiki perahu, sontak 4 orang yang sedang ada di perahu kaget karena perahu tiba tiba bergoncang karena lompatanku. Bahkan saking kagetnya satu dari mereka melompat kedalam air HAHAHA #JustKid

      photo1373.jpg

      Setelah penumpang penuh, perahu pun di dayung menuju Pulau Asmara. Dari obrolan singkatku bersama pendayung yang akrab dipanggil “Pak Hajiâ€, aku mengetahui bahwa disini terdapat beberapa jenis ikan, dan diperbolehkan juga memancing. Dengan catatan membawa benih ikan untuk ditebar terlebih dulu, dan hasil pancingan yang besar boleh dibawa pulang. Terdapat juga hiu, buaya, anaconda, dan reptile jinak lainya. Reptile mana yang jinak? Skip. #JustKid

      Sampai di pulau asmara, langsung aku cari Batu Cinta. Mana? Mana? Oh ini, aku tidak sempat mengambil gambarnya karena penuh dengan orang yang berfoto. Tidak lebih dari 5 menit aku mengelilingi Pulau Asmara ini. Ya, karena pulau ini terbilang kecil. Beberapa warung menjajakan aneka jajanan, jagung bakar, ikan bakar, ayam bakar, sapi bakar, kuda bakar, kerbau bakar, hingga semua menu dengan embel embel berakhiran bakar ada disini. Udah? Segini aja Pulau Asmara? Ternyata belum pemirsa, penasaran aku mendaki bukit yang ada dibelakang. Tenyata pemandangan Situ Patenggang dari sini juga tidak kalah indahnya.

      photo1385.jpgphoto1387.jpg

      Menyenangkan karena dipuncak bukit ini walaupun tidak kosong tapi terbilang sepi, yang artinya aku bisa menikmati keindahannya dengan tenang. Ada sebuah batu yang cukup besar di puncak bukit ini, sayang terdapat banyak coretan oleh tangan tak bertanggung jawab. Banyak tulisan nama pasangan disini, sebenarnya ingin juga menulis namaku dan orang yag aku suka dibatu ini, tapi karena aku lebih cinta alam daripada wanita #Yaelah maka tidak aku lakukan #PadahalGakBawaAlatTulis #Hiks #Lebay

      Puas menikmati Situ Patenggang dari puncak Pulau Asmara, aku kembali kebawah menunggu perahu untuk kembali ke seberang. Sambil menunggu perahu penuh, aku menikmati hangatnya gorengan dan segelas kopi panas sambil menikmati cantiknya wajah si teteh penjualnya Situ Patenggang. Perahu penuh, kita segera kembali ke seberang. Sepanjang perjalanan kembali ke seberang ini, aku mencelupkan tanganku kedalam air yang sangat segar, bukan dingin, tapi segar. Kamu harus merasakannya sendiri. Mencelupkan tangan ya, bukan kepala, yakali mencelupkan kepala sepanjang 15menit perjalanan, tiba diseberang udah dapet gelar almarhum HAHA.

      photo1396.jpgphoto1398.jpg

      Sampai diseberang, aku diam beberapa saat di pinggir perahu. Ngapain? Nunggu ditagih bayaran. Satu menit, dua menit, kriiiik, kriiiiik. Kok gak ada ya? Gratis? Gak mungkin, dari info yang kutahu tarifnya sekian puluh ribu. Akhirnya aku beranjak pergi, sampai dirumah baru ditagih HAHA. Jarak beberapa meter aku melangkah barulah seseoang menghampiri menagih bayaran. Malu juga karena takutnya aku dianggap kabur tidak mau membayar #PadahalIya HAHA. Ngak nggak aku gak ada niat untuk kabur. Cuaca mulai mendung hari pun sudah sore, kuputuskan untuk mengakhiri petualangan pertamaku dan pulang ke rumah…..ku lah, masa rumahmu.

      Secepat keong aku sudan sampai di Jl Raya Ciwidey, aku berhenti di depan Saung Sari yang memang sudah aku rencanakan dari awal. Aku ingin makan liwet strawberry dan strawberry goreng disini. Recomend yang suka wisata kuiner nih, Saung Sari namanya. Aku lihat isi dompet, hanya tersisa 20ribu. Ah, hanya cukup untuk bensin, seandainya bisa bayar pake KTP HAHA. Gak jadi mampir, aku melesat pulang bagaikan ultraman. Dan yah, begitulah cerita perjalanan pertamaku. Apa aku seorang Backpacker? Apa aku seorang Traveler? Entahlah, aku hanya suka jalan jalan.