Sign in to follow this  
Followers 0
redocean

Perkebunan Strawberry Walk di Bandung

3 posts in this topic

Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang menyimpan banyak sekali tempat menarik dan juga indah. Segala macam ada di Bandung dan anda tinggal memilihnya sesuai selera. Begitu juga soal wisatanya. Ada wisata belanja, kuliner, alam, ya pokoknya Bandung adalah juaranya. Pernah dengan wisata agrowisata? Bandung saat ini sudah mulai mempopulerkan wisata alam yang juga penuh dengan edukasi tersebut. bahkan karena populer juga, Bandung jadi lokasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati wisata agrowisata. Mulai dari perkebunan teh sampai buah-buahan yang segar.

 

Anda penggemar strawberry? Buah yang cantik dengan rasa yang asam segar bercampur manis. Warnanya menggiurkan, bentuk buahnya juga rupawan aduhai. Walau saya bukan penggemar makan buah strwaberry, saya termasuk yang menyukai warna dan bentuknya. Buah strawberry banyak dibudidayakan di Bandung. Bahkan, anda pasti sering mendengar buah-buahan ini bisa dipetik dan langsung dimakan di tempat. Bayangkan bagaimana segarnya? Ya sudah dari pada ngiler terus, berikut ini beberapa perkebunan strawberry di Bandung yang juga disajikan sebagai salah satu objek wisata.

 

1. Ciwidey

Paling populer pastinya. Perkebunan strawberry di Ciwidey dikenal masyarakat luas karena memang tempat ini menjadi salah satu tujuan utama jika ingin memburu perkebunan strawberry. Belum lagi, lokasinya yang mudah dijangkau dan dekat dengan objek wisata populer lainnya yaitu kawah putih.

 

Perkebunan strawberry Ciwidey terletak di Bandung Selatan. Jika naik kendaraan pribadi, arahkan saja ke Ciwidey, begitu juga dengan kendaraan umum. Anda bisa mencari mobil yang menuju Terminal Ciwidey. Nanti dari Terminal Ciwidey, anda bisa naik angkutan umum yang bisa membawa anda ke perkebunan strawberry di sana. Tarifnya sekitar Rp 7000 kurang lebih. Atau jika ingin naik ojek, anda bisa menawar harga antara Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Semakin pintar menawar semakin mudah untuk mendapatkan harga termurah tentunya. Perkebunan mana yang sebaiknya anda kunjungi? banyak sekali di sepanjang jalan menuju Ciwidey kebun strawberry yang bisa anda temui. Itu terserah anda, karena semuanya nyaman dan juga menyenangkan.

 

kebun%2520strawberry%2520buah%25207000%2

 

Masuk ke perkebunan Ciwidey ini gratis lho. Nantinya, kita hanya diminta bayaran ketika ingin membawa pulang sejumlah strawberry yang berhasil kita 'panen'. Harganya juga nggak mahal, karena di sini dijual dengan harga normal pasaran. Satu kilogramnya mungkin sekitar Rp 30.000 hingga Rp 35.000. Jadi nanti hasil yang kita petik akan ditimbang dan dihargai sejumlah harga yang ada. Termasuk murah kan? Belum lagi nih, jika temen-temen ingin mencoba menanam buah strawberry di rumahnya, bisa lho beli bibit di sini. Harganya juga pasti murah. Rp 2000 per bibitnya dan biasanya setengah gelas aqua cup itu. Seru kan, bukan hanya bisa menikmati hasil buah strawberry Ciwidey, tapi juga bisa membawa pulang bibitnya untuk segera ditanam.

 

Nah, apalagi yang ada di Ciwidey ini? Banyak, ada cafe yang menyediakan aneka olahan buah strawberry jika anda ingin mencobanya. Baik makanan maupun minuman tentunya ada di sini. Anda bisa mencobanya di tengah lelah ketika jalan-jalan mengitari perkebunan strawberry Ciwidey. Selain itu, karena tempat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan, akomodasi dan fasilitas lainnya pun cukup lengkap. Jadi jika kemalaman, jangan ragu untuk menginap di sini.

 

Tips

Beberapa tips yang bisa ditulis dalama tulisan ini adalah sebagai berikut:

- Datang pagi atau siang hari,

Mengapa demikian? Perkebunan Ciwidey berada di ketinggian di atas laut, cukup tinggi, dingin, dan berkabut. Makanya, kalau anda sekalian datang di pagi dan siang akan lebih leluasa dibandingkan datang di sore hari di mana kabutnya mulai turun dan bisa mengganggu pandangan mata. Kalau takut tidak keburu, bisa menginap di akomodasi sekitar Ciwidey sekalian berlibur dengan harga yang relatif murah. Akomodasi di sekitar sini sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 saja semalamnya.

 

- Datang saat musim kemarau

Kemarin ada berita sejumlah perkebunan wisata strawberry di Bandung nyaris merugi akibat banjir di Jakarta. Alasannya biasa, karena banjir jadi malas keluar rumah atau lebih tepatnya nggak bisa keluar rumah. Jadi, kebun strawberry harus cukup merugi karena strawberry yang ada harus dipanen sendiri dan dijual di pasar di sekitar Bandung.

 

Ada alasan lainnya, karena menurut beberapa sumber, pilihlah waktu di mana musim kemarau tiba karena rasa strawberry nya akan lebih enak. Tapi jika tidak bisa, anda bisa memilih strawberry yang ditanam di tempat yang ada atapnya. Mungkin itu bisa jadi pilihan anda.

 

- Sekalian mampir ke Kawah Putih

Kalau lagi ke Ciwidey, rasanya kurang pas kalau tidak mengunjungi wisata andalan di sini. Jadi, anda semua bisa atur jadwal untuk bisa mengunjungi Kawah Putih yang letaknya tidak jauh dari perkebunan-perkebunan strawberry di Ciwidey. Jangan lewatkan kesempatan ini dan anda bisa menikmati keindahan alam bumi pasundan ini.

 

2. Lembang

Jika di selatan ada Ciwidey, di bagian utara Bandung ada Lembang. Siapa yang nggak kenal Lembang. Lembang merupakan lokasi yang juga banyak diburu para wisatawan. Nah, setelah Ciwidey, Lembang juga mulai mempopulerkan wisata strawberry yang menyegarkan. Konsepnya sama dan tentunya yaitu dengan cara memetik sendiri lalu bisa kita bawa pulang. Lembang ini memang terkenal dengan wisata alamnya, jadi ketika anda pergi ke Lembang, anda akan dengan mudah menemukan berbagai bentuk wisata alam.

 

Nah, sebagaimana di Ciwidey, Lembang juga memiliki perkebunan strawberry yang beragam dan bisa anda pilih sesuai dengan selera. Anda tinggal memilihnya sesuka hati. Perkebunan strawberry di Lembang memang belum terlalu lama populer jika dibandingkan dengan perkebunan di Ciwidey yang lebih luas dan terkenal. Tapi, jangan salah, di Lembang ini beberapa tahun belakangan juga semakin maju di bidang wisata perkebunan strawberry. Banyak perkebunan strawberry yang dibuka untuk kekepentingan wisata. Dan anda bisa memilihnya. Di depan perkebunan, banyak papan nama yang bertuliskan Strawberry Walk yang artinya anda bisa berjalan-jalan di perkebunan strawberry dan langsung memetiknya sendiri. Selain itu, jalan-jalan di sini tentunya banyak bonus pemandangan yang indah dan juga keren. Jadi, nggak menyesal jika harus jalan-jalan di perkebunan strawberry ini.

 

Untuk soal harga di sini juga sama dengan yang ada di Ciwidey. Sebagian besar perkebunan tidak menggunakan tiket masuk, kalau pun ada, tiketnya hanya sebesar Rp 5000 kurang lebihnya. Harga satu kilo strawberry yang anda petik langsung adalah Rp 30.000 hingga Rp 35.000. Cukup murah bukan? Ya, jika anda bandingkan dengan harga satu bungkus yang dijual di pasaran, harganya memang lebih murah sekitar Rp 10.000 tapi tentunya rasanya akan lebih berbeda jika anda pilih, petik, dan cuci sendiri dari pohonnya langsung, ya kan?

 

Nah, di Lembang ini juga banyak perkebunan strawberry yang bisa dipilih. beberapa yang bisa dipilih antara lain ada di kawasan Cihideung, ada juga di kawasan Maribaya dan juga kawasan Tangkuban Perahu.  Banyak macamnya dan tentunya anda bisa juga menikmati olahan lain yang beragam dari stawberry. Dari mulai makanan biasa hingga makanan-makanan yang unik sekalipun. Anda bisa mencoba jus, es krim, atau makanan dan minuman lainnya dari stawberry, bahkan anda bisa juga mencicipi nasi goreng stawberry lho. Rasanya bagaimana ya?

 

kebun%2520strawberry%2520papa%2520nama%2

 

Nah, kalau mau yang di sekitar Tangkuban Perahu, ada salah satu tempat yang memang diperuntukkan sebagai wisata stawberry dan juga wisata edukasi untuk anak-anak. Nama perkebunan tersebut adalah Terminal Wisata Grafika Cikole. Di tempat ini berbeda dengan perkebunan terbuka lainnya. Di sini, anda akan diminta harga tiket sebesar Rp 5000 dengan mendapatkan secangkir minuman selamat datang berupa jus strawberry, hmmm seger pastinya. Nah, selain bisa jalan-jalan di perkebunan strawberry yang cukup luas, di sini juga tersedia wisata edukasi untuk anak-anak. Jadi, di sini, anak-anak bisa outbond dengan berbagai kegiatan. Mulai dari mengenal bagaimana cara budidaya stwaberry hingga bermain basah-basahan yang menyatu dengan alam. Misalnya, anak-anak bisa bermain menangkap ikan atau bermain keseimbangan menyebrang kolam dengan jembatan yang terbuat dari tali. lainnya juga masih ada permainan atau wahana seru menarik lainnya. lebih seru lagi, karena di sini ada penangkaran rusa lho. Jadi, ada paket wisara lengkap yang bisa dinikmati terutama untuk anak-anak. Tempatnya juga menyenangkan dan bagus lho.

 

Hasil perkebunan stawberry baik di Ciwidey dan juga di Lembang ini ternyata nggak cuma didistribusiin di Indonesia saja, tapi juga di luar negeri. Keren ya? Punya kualitas yang tinggi, jadi makin bangga deh sama segala kekayaan alam yang kita punya. Jadi, tinggal pilih mau ke kebun strawberry di Ciwidey atau mau yang ke Lembang? Semua punya nuansa yang beda-beda. Selamat jalan-jalan dan makan strawberry ya…

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      The Lodge Maribaya Will Brighten Your Day, itu adalah judul tulisan saya kali ini, sesuai judul tersebut apa yang saya rasakan ketika berkunjung kesini sungguh membuat saya Ceria kembali, menempuh perjalanan yang cukup lama dan sedikit menyulitkan. Akhirnya di hibur dengan pemandangan Hijau, Cerah dan Udara yang Bersih, dari satu tempat yang bernama The Lodge Maribaya
      Mungkin kalian pernah dengar tentang The Lodge ini dari Social Media, tempat yang sempat tutup dan khusus untuk pribadi (pemilik) ini. Akhirnya di buka kembali untuk umum awal tahun 2016 ini. Apa saja yang di tawarkan dan bagaimana cara kesini baca terus ya

      ALAMAT
      Alamat : Jl. Maribaya Timur Km. 6 Kampung, Kosambi, Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
      Telepon : 022-2536110
      Google Map : KLIK
      HTM : Weekdays Rp. 15.000 | Weekend Rp. 25.000 | Periode Liburan Rp. 35.000
      Berada di sebelah Timur dari Kota Lembang mungkin sekitar 30 menit perjalanan menggunakan Mobil Pribadi. Jadi kalian harus perhitungkan waktu kunjungan ya.
      Cara menuju ke The Lodge menggunakan Kendaraan Pribadi. Arahkan kendaraan kalian ke Lembang, lembang berada di Utara Kota Bandung di Kabupaten Bandung Barat. Setelah tiba di tengah kota Lembang arahkan kendaraan kalian menuju Jalan Maribaya. Setelah berada di Jalan Maribaya patokan kalian adalah arah ke Burgundy Dine & Wine Restaurant. Akan banyak plang petunjuk nya di jalan Maribaya ini, ikuti saja. Lalu ikuti saja terus jalan ini sampai tiba di Desa Cibodas, lalu sekitar 500 meter dari Gerbang Desa, di sebelah kanan akan ada Plang Petunjuk The Lodge. Advice jalan di Desa Cibodas ini jelek sekali jadi hati-hati ya
      Cara menuju ke The Lodge menggunakan Angkutan Umum. Gunakan angkot St. Hall - Lembang biasanya dari Stasiun Bandung, lalu turun di Pasar / Alun-Alun Lembang seharga Rp. 8.000 - 10.000. Lalu lanjut menggunakan angkot Lembang - Cibodas ke arah Maribaya / Desa Cibodas dan turun di Desa Cibodas dekat The Lodge, lalu jalan kaki sekitar 500 meter ke The Lodge, seharga Rp. 5.000 - 8.000
      REVIEW
      Ada apa saja di The Lodge Maribaya ? Mungkin itu kalimat yang paling sering saya dengar jika orang bertanya tentang suatu tempat wisata baru. Garis besar nya di The Lodge kalian bisa Camping dan menikmati keindahan Alam Hutan Pinus dari Ketinggian.
      Namun sebelum nya saya sudah tulis jika tempat ini sempat di tutup untuk umum sekitar tahun 2015 dan di buka lagi untuk umum di tahun 2016 awal. Ya dulu sebelum tahun 2015 tempat ini merupakan perpaduan dari Restoran, Outbound, Camping Ground dan Rabbit Farm. Namun dengan alasan tertentu akhirnya di tutup lalu di buka lagi dengan konsep yang sedikit berbeda, dengan lebih mengutamakan Camping Ground dan juga Pine View. Walaupun tetap ada cafe nya.
      Sebelum masuk ke area Parkiran The Lodge kalian akan melewati jalan kecil yang di kiri kanan nya terdapat Ladang yang ditanami Bawang dll. Sekitar 500 meter dari situ yang melewati sebuah pemukiman warga, kalian akan menemukan plang petunjuk ke arah parkiran The Lodge. Dan disini harus hati-hati. Karena jalan ke parkiran nya hanya cukup untuk Satu Mobil saja, jadi harus bergantian, dahulu kan yang mau keluar dari The Lodge ya. Parkiran nya cukup luas

      Masuk ke dalam kita akan berjalan menuruni tangga, karena posisi The Lodge ini ada di pinggir jurang, dan ketika menuruni tangga di sebelah kanan ada sebuah Villa bernama Villa Kayu. Namun setelah saya tanya petugas villa ini tidak di sewakan, hanya untuk pemilik dan keluarga saja.
      Di sisi kiri dari Villa ini terdapat sebuah Restoran yang bernama Dapur Hawu. Jika kalian mau makan disini tempatnya karena menunya lebih ke masakan Sunda, dengan konsep semacam Rumah Saung  

      Lalu jalan turun lagi akhirnya kita akan bertemu dengan area utama dari The Lodge ini yang di bagi atas beberapa area. Di area pertama terdapat sebuah kafe bernama Pines Cafe, disini kita bisa bersantai sambil menikmat view The Lodge dan juga menikmati minuman dan makanan ringan. Dengan Range Harga dari Rp. 10.000 - 30.000

      Lalu area berikut nya jika kita melihat ke arah Pines Cafe ini di sisi kiri dan kanan dari cafe ini terdapat Camping Ground. Nah disini unik nya Camping Ground nya berupa Glamping atau Glamour Camping. Ya camping yang berasa menginap di Hotel ini sedang booming di Bandung. Karena kalian tetap bisa merasakan seru nya Camping di alam dengan tenda yang sudah di sediakan, namun dengan fasilitas di dalam dan luar tenda setara menginap di Hotel loh. Bentuk Glamping nya juga unik seperti Mini Kubah berwarna orange, satu tenda bisa muat sampai 4 orang dan harga nya pun bervariasi.
      Daftar Harga Glamping The Lodge :
      Single Occupancy : IDR 475.000 ++ /pax /night Double Occupancy : IDR 375.000 ++ /pax /night 3 person Occupancy : IDR 325.000 ++ /pax /night 4 person Occupancy : IDR 275.000 ++ /pax /night Rates Include :
      Entrance Fee Welcome Drink Dinner One Night Stay in Tent Breakfast Guided Trekking Horse Ridding Archery Lalu ada beberapa spot menarik di sini untuk kalian berfoto, seperti di depan Pines Cafe, terdapat sudut yang di lengkapi pagar kayu dengan background Hutan Pinus yang hijau, dan juga Flower Gate sebagai penghubung area atas dan bawah

      Turun melalui Flower Gate, kita bisa menemui Gardu Pandang loh, ya seperti Gardu Pandang yang ada di Kalibiru. Di The Lodge juga ada hanya beda nya tidak terlalu tinggi dan juga viewnya hanya Hutan Pinus, namun cukup bagus dan indah loh. Untuk naik ini harus antri dan bayar tiket lagi, per orang Rp. 10.000. Bayar tiket nya di Pines Cafe

      Ke bawah lagi ada satu spot yang menarik yaitu sebuah Meja dan Kursi Kayu seperti foto saya di awal di paling atas, view nya kece badai disini. Jadi kalian harus banget foto di sini ya karena salah satu ikonik The Lodge foto di sini

      Turun ke bawah lagi kita akan bertemu sebuah pagar kayu yang di bentuk bulat cukup unik untuk tempat foto, dan juga sebuah lapangan hijau yang cukup luas, mungkin di sini biasanya untuk event mungkin Wedding, tapi kemarin sedang tidak bisa di masuki. Karena sudah di reserved

      Untuk kegiatan Outbound seperti Archery dan Berkuda hanya bisa di lakukan jika kalian menginap di Glamping karena itu paketan dari Glamping tersebut.
      Lalu jika kalian ingin melakukan Professional Photography seperti Photo Session, Photo Pre Wedding atau pun Booklet School Photo. Harganya berbeda lagi berikut daftar nya :

      Namun jika selain dari Professional Photography di atas, harga Tiket Masuk tetap Rp. 15.000 dan boleh membawa Kamera DSLR dan Tripod tentu nya
      Ya sekian review tentang The Lodge Maribaya ini, sangat worth sekali di kunjungi loh, jika kalian punya waktu lebih di Lembang. Cobalah ke bagian timur lembang ini karena kalian akan menemukan tempat dengan View yang Kece Badai. Juga di area Timur Lembang ini juga ada beberapa tempat yang keren lagi loh seperti Pines Forest Camp (Tempat penyanyi Andine melakukan pernikahan). Lalu Air Terjun Maribaya dll
      Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan  
       
    • By Rawoniste
      Hi, jalan2er. Ini FR saya yg kedua.
      Pikcol apaan ? Ah... Itu hanya istilah singkatan yg saya pake saja. Piknic colongan.
      Ceritanya saya bermaksud berkunjung ke sodara di ciwidey , males bawa kendaraan ahirnya pake angkutan umum saja .....
      Nyampe terminal ciwidey (ongkos bdg ciwidey 10k) saya langsung naik angkot warna kuning jurusan ciwidey -patengan (10k kalo nyampe sodara,nyampe patengan saya tdk tau taripnya ) 
      Lha ko lama tdk ada yg naik2, iseng nanya ke sopir. 
      A kawah putih masih rame ?
      Rame A ,apalagi sekarang libur 
      Si sopir ujug2 nawarin jasa nyerocos sana sini, kalo mau saya anter kemanapun. Kawah putih,ranca upas,situ lembang,patengan,kawah renganis,cimanggu dll sepuasnya sampe sore.
      Saya iseng nanya berapa tuh ? 
      250k 
      200k saja saya mau.
      Deal .....
      Hahahaha ahirnya saya piknik colongan naik angkot butut .yipiiiie 
      Kunjungan pertama ke kawah putih.
      Tiket 36ribu sudah termasuk angkutan ke lokasi 

      Kawah putih yg tdk pernah sepi pengunjung.
      Iseng nengok kiri saya menemukan "umbul" yg airnya jernih bgt. Apakah ada yg pernah ngambil poto disini sambil nyelam seperti di umbul di klaten itu. 

      Ini penampakannya, kliatan tdk dalam kok.

      Penasaran pengen nyentuh airnya, wuih dingin banget.
      Nengok kanan ,jajaran pohon2 khas yg tumbuh di deket kawah. 

      Bagus jg poto2 disini.
      Lanjut ke ranca upas .pernah kemping disini jaman SMP dgn pasilitas apa adanya.cukup pangling ,sekarang lengkap pasilitas nya jg ada waterboom nya 

      Angkot yg kuning di sebelah kiri adalah kendaraan pribadi saya Hahahaha

      Area kemping bisa dimana saja.
      Tentunya kalo ke ranca upas otomatis lihat penangkaran rusanya dong 

      Rusanya jinak, bisa di deketin. Karena becek jg males ngelusnya.

      Spot menarik buat poto2

       @deffa hi ..... 
      Puas main disini lanjut ke situ lembang, apaaaa lembang ? Yup saya baru tau ada situ lembang di ciwidey ini. Situ munggil dgn air terjun mininya. Ticket masuk 10k 

      INI penampakan air terjun mininya

      Panas bgt kesini 
      Gak lama2 disini, saya lanjut ke kawah Renganis, yes ! Baru pertama x kesini.
      Disuguhi pemandangan kebun teh karena lokasi nya berdekatan dgn situ patengan. Hanya ngambil arah ke kanan sudah ketemu dgn kawah Renganis ini. Naiknya lumayan curam kira2 500m , bisa naek ojek .Mobil tdk bisa masuk kesini. Saya jalan kaki saja itung2 olah raga.ticket 15k

      Cukup indah kan pemandangan nya

      Nunggu INI tempat sepi yg selfie susah bgt

      Awas kecemplung kawah mas bisa terapi punggung di air ini.tapi panas bgt Ihhh.

      Bisa rendeman disini, kalo tdk keberat an bareng bapak2 hanya berkancut doang
       
      Puas main disini, saya lanjut ke situ patenggang . pas datang kabut dimana2 jd pemandangan kurang jelas. Masuk kesini gratis hehehe. Angkotnya udah biasa masuk sini. Kalo tdk salah ticket 20k 
       
      Tidak kerasa udah jam 3 sore.... Saya minta pulang saja. Tidak lupa mampir dulu ke sodara yg jadi tujuan utama tsb. 
      Sehabis magrib saya pun pamit pulang, dianterin sampe terminal 


      Situ patengan yg berkabut selama berkunjung
    • By Dewi Calico
      DOMBA FARMHOUSE
      안녕하세요
      Aahhh lagi lagi Traveler Cute mau cerita.
      Cerita kali ini tentang salah satu Hewan menggemaskan di Farmhouse.
      Farmhouse memang konsepnya adalah peternakan modern.
      Mungkin mengadaptasi seperti peternakan di New zealand kali yaa.
      Salah satu hewan yang menurut Saya jadi maskot Farmhouse ini adalah Domba.
      Domba di Farmhouse menurut saya seperti Shaun The Sheep.
      Di bagian Domba-Domba ini menurut saya cukup luas.
      Karena ada puluhan Domba yang di lepas.
      Dibagian ini diberi pagar supaya domba tidak keluar.
      Ada pintu untuk Keluar-Masuk pengunjung yang ingin bermain dengam doma dari dekat.
      Serta bisa mengelus domba dan memberi makan.
      Bagi yang geli/jijik tapi penasaran bisa melihat dari luar pagar dan memberi makan dari luar pagar.
      Pagar ini dari besi dan tidak tinggi.
      Sudah di setting untuk anak-anak.
      Di dekat pintu ada petugas yang membuka-menutup pintu.
      Jadi pengunjung tidak perlu repot.
      Karena saya suka dengan hewan, dan kebetulan teman saya mas @deffa yang menemani saya juga suka hewan.
      Maka kami masuk ke dalam area domba.
      Sebelum masuk, saya membeli wortel untuk diberikan kepada domba.
      Saya tidak begitu paham kenapa wortel?? Bukankah domba makan rumput??
      Hmm maybe supaya praktis hahaha.
      Dan wortel juga bisa diberikan kepada kelinci karena ada area khusus kelinci.
      Saya membeli 2 ikat wortel.
      Setiap ikat seharga 5.000 Rupiah.
      Jadi total 10.000.
      Yeaaayyy akhirnya saya dan teman saya masuk ke dalam area Domba.
      Huuhuuu expectations saya adalah Domba ini akan tenang kemudian saya bisa foto selfie bersama domba dan saya bisa uyel-uyel para domba.
      Realitanya adalah saat domba melihat saya membawa wortel wooww saya dikejar.
      Beberapa domba mengelilingi saya untuk meminta wortel.
      Saya tidak bisa kendalikan situasi ini.
      Hiks hiks gagal sudah impian saya foto selfie dengan domba.
      Domba ini juga mencampakan saya, saat wortel habis kemudian mereka meninggalkan saya dan mendekati pengunjung lain yang masih membawa wortel hahahaha.
      Para Domba ini sangat cute.
      Bulunya tebal dan empuk hahahaha.
      Dan yang keren yaaa ini Domba memakai popok.
      Hahahahaha popok ini fungsinya untuk menampung pipis dan kotoran domba.
      Jadi domba tidak bau pesing.
      Dan juga area domba ini sangat bersih.
      Jadi untuk kalian yang pengen bermain dengan domba tapi takut kena pipis daj kotorannya, maka berkunjunglah ke Farmhouse.
      FARMHOUSE
      JL. RAYA LEMBANG
      NO. 108
      LEMBANG
      BANDUNG - JAWA BARAT.
      Happy Traveling.
      Salam Dewi Calico



    • By Koper Bunda
      Legok Kondang Lodge memiliki konsep kegiatan camping di alam terbuka namun turut dilengkapi berbagai sarana modern. Barisan penginapan eksklusif ini menjual privacy dan kenyamanan dalam berkemah. Konstruksi bangunan ‘rumah panggung’ dibuat semipermanen dari kayu dan bambu, dilapisi tenda berbahan waterproof membrane serta kain corduraoy yang memberi kehangatan melebur iklim dingin pegunungan.
      Posisi Legok Kondang tersembunyi pada sebuah lembah di Desa Rancabali, dan dari situlah kata ‘legok’ berasal. Suhu disini berkisar antara 10°C hingga 20°C, memiliki udara bersih dan sejuk dikelilingi oleh bukit hutan pinus. Perkemahan ini bermula dengan 4 tenda (tahun 2004) dan kini mempunyai 20 tenda didalam areal seluas ± 3 ha. Terbagi dalam beragam tipe yang disesuaikan dengan jumlah penghuni, yaitu Standard Tent, Deluxe Tent, Family Tent, Luxury Tent, dan Luxury Tent Sunrise yang memiliki keunggulan sebagai tempat terbaik menyaksikan keindahan sinaran sang surya.
      Kesatuan bunda memesan Deluxe Tent seharga Rp. 1200k/malam, dan telah dibayar LUNAS 2 bulan sebelumnya! Ya, saking “kondang”nya sampai harus memesan berbulan-bulan sebelumnya untuk mendapatkan kamar eh tenda! Tenda Deluxe berkapasitas 4 orang ini ternyata cukup luas untuk menampung 3 dewasa, 1 ABG, dan 2 serdadu kumbang. Tipe ini memiliki balkon dilengkapi jemuran eh tempat duduk untuk selonjoran (serta hammock sebagai point plus-nya), menghadap ke kolam (fish pool view) serta rimbunan pohon hijau di lereng pegunungan.
      Seperti biasa bunda mengangkut serta koper kesayangannya walau judulnya sedang menginap di tenda. Dia tidak membawa perlengkapan berkemah pada umumnya, seperti backpack berisi sleeping bag, tenda, bantal, selimut, handuk, makanan kaleng, kompor, beras, kulkas, bakiak, obor, ember, gayung, sabun dan sikat gigi, karena semua sudah disediakan. Camping has never been so easy atau istilah si bunda: #kempingmanja. ;p
      Fasilitas glamping berbeda di setiap bumi perkemahan. Di Legok Kondang dapat ditemui sejumlah perkakas modern seperti hot shower, toilet duduk, wastafel, telephone, wi-fi dan tivi kabel walau hanya memiliki 1 channel.. Fasilitas gratis lainnya berupa teh dan kopi *tuang-sendiri* yang hadir di depan tenda selama 24 jam, serta wahana api unggun. Berhubung hujan mengucur terus semalaman, upacara api unggun & BBQ dinner diganti dengan pesta duren! Tak usah khawatir untuk pergi mencari durian, petugas yang akan membantu dan membawakan durian lokal: tjap Tjiwidey.
      Ikuti kisah lanjutan, informasi serta foto-2nya di sini yaa.. http://koperbunda.com/legok-kondang-lodge-ciwidey/
       

    • By Koper Bunda
      Valentine’s day, jarang dirayakan bersama pasangan, apalagi jika pas di akhir pekan! Sudah (nyaris) tak mungkin ayah dan bunda dapat pergi berdua-duaan, tanpa dikawal oleh serdadu kumbang.
      Maka ketika matahari menyalakan sinarnya pada tanggal 14 February 2016, serdadu ‘ngengat’ plus orang tua bunda meluncur menuju Lembang untuk mendatangi sebuah “rumah peternakan” sebagai tujuan liburan penghujung minggu. Adalah Farm House yang sedang teramat nge-heitz (baca: hits), bahkan saking heitz-nya, ‘peternakan’ tersebut sudah dihinggapi oleh ribuan manusia walau masih pukul 09.00 WIB pagi, tepat waktunya dibuka!
      Farm House menjadi biang macet di Jalan Raya Lembang, dipadati dengan rombongan bus dan kendaraan yang mencari parkir hingga ke pekarangan rumah warga. Bunda harus mencari alternatif tempat wisata lain karena tak mungkin serdadu ciliknya dapat menikmati rekreasi jika situasi teramat ramai.
      Maribaya Reborn! Bunda mendapat petunjuk dari sang mertua (yang lebih ‘traveler’ daripada si bunda) mengatakan bahwa sekarang Maribaya sudah cantik jelita setelah di operasi eh renovasi. Segera ayah merubah haluan, mengarahkan pansernya 10 km ke bagian timur Lembang, melampaui beberapa objek wisata terkenal lainnya seperti De  Ranch dan Kebun Bunga Begonia.
      Sejak dahulu Maribaya memang sudah terkenal akan sumber air panas dan kemolekan air terjunnya. Wanawisata ini sempat ditutup selama 2 tahun untuk dibenahi, and finally Maribaya dibuka kembali pada bulan Juli 2015 dengan konsep baru berupa air terjun serta kolam pemandian air panas alami yang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas resor atau sanggraloka modern namun tetap ramah lingkungan. Objek wisata alam ini telah ‘lahir kembali’ dengan nama baru yaitu Maribaya Natural Hot Spring Resort and Waterfall.
      Tibalah jua serdadu bunda di kawasan yang terletak di Jl. Maribaya No.105/212 Kec. Lembang Jawa Barat, dan dari tempat ayah memarkirkan pansernya, telah menanti angkutan shuttle car (gratis) yang disediakan oleh pihak pengelola untuk mengantarkan pengunjung ke lokasi –yang ternyata hanya berjarak 1 menit dari tempat parkir.
      Setelah membayar tiket masuk Rp. 35k/orang, armada bunda mulai memasuki area Maribaya seluas 6 ha, yang tampak sangat berbeda dari wanawisata lain. Sebelumnya bunda sempat enggan “tamasya ke  curug” mengingat pengalamannya kepayahan menaiki anak tangga di Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi). Tapi ternyata Curug Maribaya tidak seperti yang ia kira. Bunda langsung tertarik dengan suasana taman hutan nan hijau asri dengan penataan natural-modern, bersih dan rapi. Bangunan yang ada pun memiliki design unik dan serasi dengan alam sekitar. Ya, kawasan Maribaya kini telah berkembang menjadi kawasan resort eksklusif. Keren!
      Untuk lanjutan kisahnya silahkan pencet link ini yuaa http://koperbunda.com/air-terjun-maribaya-lembang/
      Salam
    • By shata
      Melihat pemandangan dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah wajib hukumnya kalau lagi mengunjungi Kota Bandung. Dulu setiap ke Bandung TS selalu pengen liat city view alias pemandangan ke rumah2, gedung, jalanan, lampu kota, dkk. Pemandangan kayak gini biasanya bisa dilihat dari cafe2 di daerah Dago Pakar, Sersan Bajuri, Bukit Moko, Caringin Tilu, dan lainnya. Tapi sekarang pemandangan di Kota Bandung udah bervariasi banget. Kita bisa liat deretan pohon pinus, lembah, sawah, atau gabungan dari semuanya. Pemandangan kayak gini salah satunya bisa dilihat dari Tebing Keraton. Jalan2ers mungkin udah familiar banget sama DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang satu itu ya. Nah selain Tebing Keraton ada lagi yang pemandangannya gak kalah bagus, The Lodge Earthbound Adventure Park nama tempatnya. TS emang belum pernah ke Tebing Keraton tapi pernah ke The Lodge beberapa waktu lalu, jadi belum bisa bandingin keduanya tapi udah bisa buktiin kalau The Lodge keren banget 
       
      Lokasi Alamat resmi The Lodge ada di KM 4,5 Maribaya, Cibodas, Lembang. Bingung gak sih alamatnya pake angka2 kilometer gitu? Tenang jangan sedih, TS bakal jelasin ancer2nya. Patokan paling awal dan paling mudah adalah Restoran Burgundy. Wargi Bandung mungkin banyak yang udah tau Burgundy itu dimana karena resto ini termasuk resto yang besar dengan suasana yang romantis. Letak persisnya ada di Jl. Maribaya No. 163. Rute yang paling mudah untuk menuju ke Burgundy adalah lewat Dago Giri karena jalannya lurus2 doang. Di ujung jalan Jalan2ers bakal nemu plang Burgundy. Kalau kebetulan lagi di Lembang atau lebih deket ke Lembang daripada ke Dago, bisa juga lewat rute Jalan Raya Lembang - Jalan Panorama I (lokasi De' Ranch, Tahu Tauhid, dll) - Jalan Maribaya ke arah Dago Giri, nanti di sebelah kiri ada plang Burgundy. 
      Kalau udah nemu Restoran Burgundy jangan mampir dulu ya.. langsung lurus menuju Jalan Panorama I. Kok nama jalannya Panorama I lagi ya? Wkwk sebenernya TS juga bingung, tapi udah liat di Google Maps beneran Panorama I namanya. Dari jalanan ini Jalan2ers terus menuju Taman Wisata Maribaya yang terkenal akan curugnya. FYI, taman wisata ini lagi direnovasi loh. Waktu TS kesana hasil renovasinya keliatan bakal keren banget. Boleh dicoba tuh setelah jadi! Taman Wisata Maribaya udah terkenal dari jaman orang tua TS masih muda, jadi Jalan2ers gak mungkin nyasar karena petunjuknya jelas atau bisa tanya2 sama orang sekitar. Setelah melewati Taman Wisata Maribaya, Jalan2ers terus ikutin jalan menuju Jalan Cigalukguk dan Jalan Cibodas-Bukit Tunggul. Jalanan ini cukup panjang jadi bakal kerasa kayak gak sampe2 but be patient cause you're in the right track! 
      Jalan2ers pernah merhatiin akad nikah penyanyi Andien yang bertema outdoor, kayu2, dan pohon pinus? Pesta tersebut diadakan di Pine Forest Camp, yang mana lokasinya berseberangan dengan The Lodge. Berhubung papan petunjuk yang dimiliki The Lodge minim banget, Jalan2ers bisa ikutin papan petunjuknya Pine Forest Camp, Mulberry Hill, atau Tania Adventure. Semuanya berdekatan dengan The Lodge. Beberapa meter setelah pintu masuk Tania Adventure (di sebelah kiri jalan) Jalan2ers akan nemuin plang The Lodge warna oranye. Plangnya sekecil itu, jadi Jalan2ers harus perhatiin baik2. Dari plang tersebut belok kanan dan lurus terus sampai nemu belokan ke kanan. JANGAN BELOK karena The Lodge nya persis ada di sebelah kiri sebelum belokan. TS hampir terlewat karena The Lodge sama sekali gak memasang tanda atau papan nama, bagian depannya cuma halaman rumput aja. Halaman rumput ini digunakan buat parkir mobil. Jadi kalau TS liat halaman rumput dengan mobil2 diatasnya, itulah The Lodge 
       
      Kegunaan The Lodge saat ini Di tengah halaman rumput tersebut ada pintu masuk kayu diikuti tangga2 yang menuju kebawah. Waktu TS kesana kondisinya lagi sepi banget jadi sama sekali gak ada petugas yang jaga di depan. Nah TS gak tau kalau lagi rame gimana. Karena gak ada yang jaga, TS langsung masuk dan menuruni tangga sampe ke bagian bawah ke area rumput luas berada. Pas nurunin tangga TS lewatin area penginapan di sebelah kanan dan area restoran di sebelah kiri. Di keduanya gak ada siapa2, makanya TS gak kesana dulu, langsung turun ke bawah yang jelas2 ada wujud manusia  Wujud manusia ini adalah warga lokal yang dijadikan pengurus oleh pemilik The Lodge. TS samperin mereka buat nanya2 tentang The Lodge. Merasa gak tau banyak, mereka memanggil sang pemilik. Ternyata sang pemilik punya banyak kenalan yang ada hubungannya sama ibu TS. Dunia memang selebar daun kelor!
      Setelah ngobrol panjang lebar sama si pemilik, akhirnya TS tau kenapa The Lodge sering sepi. Sekarang restoran, penginapan, outbound, dan aktivitas2 lain kayak berkuda, kasih makan kelinci, dan bersepeda di The Lodge sudah gak dibuka lagi buat umum. Kalau umum mau datang cuma buat foto2 (kecuali foto pre-wedding) atau sekedar liat pemandangan, silahkan datang tanpa harus bayar apa2. Tapi setelah itu, pengunjung gak bisa makan di resto, nginep di penginapannya, atau camping tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Buat Jalan2ers yang tertarik mau adain acara di The Lodge bisa reservasi di nomer 0817227966.
       
      Bagian dalam The Lodge The Lodge terdiri dari 4 area. TS sebut area yang paling deket sama pintu masuk sebagai area atas dan area yang deket sama pemandangan sebagai area bawah. Area atas sebelah kiri (kalau diliat dari posisi Jalan2ers setelah masuk The Lodge) adalah restoran, sebelah kanan area penginapan 3 lantai. Di area bawah kiri (bawahnya restoran) ada camping ground dan di area bawah kanan ada area rerumputan serta dek batu buat sightseeing. Dibawah kanan kedua tempat ini ada area rerumputan lagi. Kegunaannya bisa buat apa pun.. bisa jadi camping ground, tempat sightseeing, tempat barbekyu, dll sesuai dengan keinginan. Sejauh yang TS liat, area2 di The Lodge hanya sebatas yang TS sebutkan. TS gak tau apakah ada area tambahan atau area lain diluar itu.

      Area rerumputan yang berbatasan dengan dek batu
       

      Area bawah kanan (bawahnya dek batu)

      Area rerumputan yang berada didepan penginapan (bangunan kayu di belakang adalah penginapan)
       
      View The Lodge dan spot favorit The Lodge mengusung pemandangan hutan pinus / deretan pohon pinus, kebun sayuran, dan pegunungan tapi pemadangan yang paling dominan adalah pohon pinus. Mereka sengaja ditanam oleh pemda buat mencegah erosi, makanya letak pepohonannya sangat rapi. Pemandangan ini paling bagus dilihat dari dek batu yang berbatasan langsung sama area rerumputan. Di atas dek batu ini ada 3 kursi dan meja, di sekelilingnya dibatasi dengan pagar. Kursi, meja, dan pagar terbuat dari kayu, menambah kesan rustic yang ingin ditonjolkan oleh The Lodge.

      Pemandangan yang didapat dari atas dek batu
      Foto2 disini keren banget, berasa di Grand Canyon versi lokal dengan pemandangan hutan pinus  Duduk2 di kursi kayu yang ada di atas dek batu juga nikmat duniawi; menikmati angin semilir, aliran Sungai Cibodas, udara khas Lembang, sambil melihat pemandangan hijau yang bikin mata seger. Jalan2ers bisa juga liat pemandangan ini di area rerumputan yang dibawahnya lagi tapi kalau TS lebih suka di dek batu. Area rerumputan yang dibawah ditandai dengan gapura kayu yang ditanami dengan bunga kertas warna pink. Bunganya cukup banyak sehingga sangat menarik buat jadi spot foto. Camping ground juga banyak digunakan sebagai spot foto2, sayangnya TS gak eksplor sampai sana.

      Pohon pinus yang berjejer rapi

      Gapura kayu yang ditanami bunga kertas warna pink
       
      Waktu terbaik Waktu terbaik buat ke The Lodge bisa pagi, siang atau sore hari, mengingat cuaca siang hari di Lembang adem2 aja. Kalau pagi2 mau sambil liat sunrise, The Lodge tentu belum buka. Kalau sunset masih memungkinkan karena The Lodge buka dari pukul 10.00 - 17.00. Jangan dateng pas hari kerja karena The Lodge cuma buka hari Sabtu dan Minggu. Jangan juga datang pas musim hujan karena The Lodge adalah area terbuka, jarang ada atap buat berteduh. 
       
      Overall, pengalaman TS di The Lodge super seru! I might say that The Lodge is recommended buat Jalan2ers yang mau cuci paru2 di tempat wisata yang anti mainstream. Walaupun letaknya gak sedekat Tebing Keraton atau tempat wisata lainnya yang ada di daerah Dago Atas dan Lembang, The Lodge will totally worth your journey     
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Jadi weekend kemaren mumpung Bandung lagi adem bener, jadi saya sempatkan untuk maen ke Lembang.
      Yup Lembang adalah salah satu tempat favorit baik bagi warga Bandung maupun luar kota untuk menghabiskan masa liburan weekend, karena suasana alam disini masih terbilang Asri dan Sejuk karena berada di area Gunung Tangkuban Perahu.
       
      Lokasi lengkap nya berada di Jalan Kolonel Masturi, Lembang. Kalo nomornya berapa kayak nya gak ada deh. Tapi bisa di cek melalui Google Maps kok, posisi jalan masuk nya rada di tengah tanjakan (turunan) jadi hati-hati ketika belok nya ya

       
      Waktu masuk bagi yang bawa mobil langsung bayar biaya parkir Rp. 5.000 per mobil, kalo motor nampak nya Rp. 2.000 saja. Parkiran cukup luas adi yang bawa Bus Rombongan juga bisa masuk.
       
      Penampakan nya sudah terlihat seperti Hutan dan banyak Gubug Kayu khas Sunda. Tempat makan nya juga cukup unik, jadi di pinggir jalan utama, kiri - kanan nya ada gazebo (gubug) kecil tempat makan dan juga tempat masaknya. Oh ya ada juga yang berupa Gubug Lesehan di suasana tengah Hutan.

       
      Karena niat saya kesini mau Makan Siang, jadi saya coba di area Gubug Lesehan nya dan order menu nya. Menu makanan nya nama nya unik loh dan rata-rata menu Sunda Indonesia. Dari Hayam Warisan, Hayam Geprek / Gabrug, Hayam Panggang Daun Pisang, Sate, dll. Saya pesan Hayam Panggang Daun Pisang 1 Ekor + Tumis Kangkung + Tempe + Nasi Timbel Polos + Es Teh Manis. Cukup enak loh makanannya walaupun agak kurang pedas bagian sambal nya heheh

       
      Untuk harga ya masih Menengah lah standar harga Jakarta dan Bandung :
      Hayam Panggang Daun Pisang 1 Ekor = Rp. 75.000 Tumis Kangkung = Rp. 20.000 Tempe 1 porsi = Rp. 5.000 Nasi Timbel = Rp. 6.000 Es Teh Manis = Rp. 5.000 Jelas sekali disini yang di jual Konsep Alam dan Sunda nya ya di mana kita bisa menikmati, ke asrian alam dan juga ada Danau Buatan, Kolam Pemancingan Ikan, Vila untuk di sewakan. Kalau tidak salah Rate permalam vila nya mulai dari Rp. 700.000.

       
      Jadi kalau kalian mau ke Lembang cari tempat makan yang rada unik dan nuansa alam bisa di coba kesini, walaupun banyak konsep yang sama di area Lembang. Tapi disini ada kata Seniman nya, karena di salah satu area benar-benar ada Gubug khusus seorang Seniman sedang Melukis, dan kita bisa belajar Melukis disitu