Sign in to follow this  
Rene

BUKIT KELAM, AYERS ROCK-NYA INDONESIA DI KALIMANTAN BARAT

7 posts in this topic

Apa yang Anda pikirkan tentang batu monolit terbesar di dunia? Ayers Rock? Aha! Kiranya, hampir semua orang sepakat bahwa Uluru/Ayers Rock adalah batu monolit terbesar di dunia. Memiliki ketinggian 863 m di atas permukaan laut, bukit batu di Australia ini dikenal dengan pemandangan alamnya yang memukau. Nah, ternyata Ayers Rock ini bukan bukit batu tertinggi di dunia lho! Masih ada yang lebih tinggi namun sedikit kurang terkenal, yaitu Bukit Kelam yang berlokasi di Sintang, Kalimantan Barat. Ketinggian Bukit Kelam mencapai 990 m dengan luas 520 hektar ini.
 
Seperti Gunung Tangkuban Perahu di Bandung, proses terbentuknya Bukit Kelam juga kerap disandingkan dengan cerita rakyat. Hal ini sesuai dengan keberadaannya yang seolah-olah teronggok begitu saja di sebidang tanah lapang. Konon, Bukit Kelam merupakan sebongkah batu yang dipikul oleh seorang sakti bernama Bujang Beji dari daerah Kapuas Hulu untuk membendung Sungai Melawi. Ini dilakukannya karena rasa iri hatinya yang mendalam pada seorang sakti lain bernama Temenggung Marubai. Temenggung Marubai menguasai Sungai Melawi, sedangkan Bujang Beji menguasai Sungai Kapuas. Keduanya suka menangkap ikan, tetapi tangkapan Temenggung Marubai selalu banyak karena ia selalu membiarkan ikan yang masih kecil hidup lalu menangkapnya saat sudah besar. Rasa iri Bujang Beji terhadap tangkapan ikan Temenggung Marubai mendorongnya menangkap semua ikan di Sungai Kapuas tanpa memilih mana ikan kecil mana ikan besar. 
Akibatnya, ikan-ikan di daerah itu semakin sedikit. Karena itu, ia berniat menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar pada hulu Sungai Melawi. Akan tetapi, para dewi di kayangan menertawainya sehingga Bujang Beji marah dan tali pengikat batunya yang terbuat dari rumput putus. Batu tersebut lalu jatuh di sebuah lembah bernama Jetak. Bujang Beji berusaha mengangkat kembali batu tersebut, namun batu tersebut sudah melekat dan tidak bisa diangkat lagi. Selain dikaitkan dengan legenda tersebut, keberadaan Bukit Kelam juga dikabarkan sebagai jatuhan dari sebuah meteor besar pada jutaan tahun silam. 
 
Bukit Kelam terletak di Kecamatan Kelam Permai, 20 km dari Kota Sintang, Kalimantan Barat atau sekitar 395 km dari Pontianak. Letak Bukit Kelam berada di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Untuk mencapai lokasi ini, Anda bisa menempuhnya melalui jalur darat maupun udara. Jalur darat bisa ditempuh dengan kendaraan atau mengambil bus reguler arah Pontianak-Sintang sejauh 400 km selama 6 jam perjalanan. Untuk jalur udara, penerbangan kalstar telah membuka rute dari Pontianak-Sintang dan sebaliknya dengan waktu tempuh 35 menit. Umumnya, para wisatawan menjadikan Kota Sintang sebagai basecamp untuk menelusuri berbagai objek wisata di Kabupaten Sintang.
 
Setelah sampai di lokasi Bukit Kelam, Anda bisa mencapai puncaknya dengan dua cara, yaitu mendaki atau menaiki tangga yang disediakan. Jalur pendakiannya cukup bersahabat dengan kemiringan 15 – 40 derajat. Jika enggan, Anda bisa menapaki tangga 90 derajat bertingkat dari sebelah barat bukit.
 
Kedua jalur pendakian ini memang melelahkan, tetapi akan terbayar lunas begitu Anda menginjakkan kaki di puncak Bukit Kelam. Dari sana, Anda bisa mencium udara segar sambil menikmati pemandangan Kota Sintang dengan persawahannya yang berundak rapi, pepohonan menjulang yang lebih menyerupai ilalang abstrak hijau, lalu kelokan aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas yang menenangkan hati. Kadang-kadang, jika cuaca cerah puncak bukit ini akan tertutup kabut putih. Serasa di atas awan, bukan? Nah, momen ‘pemanjaan mata’ ini tak berhenti di sini. Anda bisa berjalan-jalan di puncak bukit untuk melihat gua-gua sarang burung walet atau menjelajahi Gua Maria, pusat wisata rohani umat kristiani, yang berlokasi tak jauh dari bukit ini. Jika beruntung, Anda bisa melihat anggrek hitam yang sedang mekar atau bertemu dengan beruang madu yang sangat cantik. Di puncak bukit ini juga terdapat tanaman endemik kantong semar raksasa (Nephentes clipeata) yang oleh penduduk biasa dijadikan wadah untuk menanak nasi. Sangat memukau, bukan?
 
Nah, Anda tentu tak ingin lekas-lekas turun tanpa menguji adrenalin di bukit terjal ini, bukan? Saatnya menunjukkan keahlian Anda dalam olahraga paralayang, rock climbing, atau olahraga panjat tebing. Bukit ini juga disukai para penggemar trekking dan hiking, lho! Tunggu apalagi? Yuk berwisata ke Bukit Kelam, Ayers Rock-nya Indonesia!
 

DSC_0030.JPG

 

bukit+kelam.jpg

 

38975016.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this