Sign in to follow this  
Rene

Istana Muliakarta, Peninggalan Sejarah Berharga di Kalimanta Barat

2 posts in this topic

Sebelum terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah Negara kita ini terdiri dari kerajaan kerajaan yang menguasai tiap wilayah tertentu di tanah air. Tiap kerajaan dipimpin oleh seorang raja dan menempati istana atau keraton dalam istilah kerajaan di Jawa. Istana ini ada yang sudah hilang tergerus zaman, hancur karena dibombardir penjajah, juga beberapa ada yang tergerus bencana alam. Namun di Kalimantan Barat, ada istana kerajaan yang hingga kini masih ada meskipun sitem kerajaannya sudah tidak berjalan lagi. Istana ini adalah istana Muliakarta.
 
Istana Muliakarta terdapat di Desa Muliakarta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Sebutan lain bagi istana ini ialah Istana Panembahan Matan. Menurut historinya, istana ini merupakan pusat pemerintahan dari kerajaan Matan Tanjungpura, yang merupakan kelanjutan silsilah dari kerajaan Tanjungpura, kerajaan terbesar yang pernah ada di bumi Borneo ini.
 
Istana Panembahan ini terakhir digunakan sebagai pusat pemerintahan kerajaan pada zaman kekuasaan Panembahan Gusti Muhammad Saunan. Panembahan ini juga yang juga mendesain arsitetektur istana yang bentuknya dapat dilihat hingga sampai saat ini. Panembahan ini juga tidak mempunyai keturunan, sehingga tidak ada tahta yang dapat diwariskan. Sang panembahan konon menurut penduduk di sekitar ini menghilang dengan berbagai versi sebabnya, ada yang mengatakan Panembahan hilang karena menjadi salah satu korban pembantaian tentara Jepang sekitar tahun 1943. Peristiwa ini disebut masyarakat sebagai peristiwa penyungkupan, yakni pembantaian kaum cerdik cendikia dan tokoh masyarakat Kalimantan Barat.
 
Semenjak hilangnya Panembahan, istana Matan Tanjungpura ini berubah status menjadi swapraja. Fungsi istana ini masih sebagai pusat pemerintahan yang dipimpin oleh Majelis Swapraja, yang terdiri dari tiga orang kerabat dekat kerajaan. Seriring berjalannya waktu, istana ini diubah oleh pemerintah setempat menjadi museum oleh pemerintah daerah setempat.
 
Di dalam istana Matan Tanjungpura ini terdapat berbagai barang peninggalan para Panembahan Matan Tanjungpura, seperti mesin jahit, berbagai jenis pakaian asli khas kerajaan ini, kamar tidur, senjata, serta masih ada banyak lagi peninggalan laiinya. 
Peninggalan sejarah yang populer di keraton ini adalah adanya meriam yang dikenal dengan nama Meriam Padam Pelita. Meriam ini terletak di sebelah kiri jalan masuk.  Dulu meriam ini berguna sebagai pos penjagaan istana.
 
Konon menurut cerita orang dulu apabila meriam ini dibunyikan maka seluruh Ketapang pada waktu itu, lampu pelitanya akan padam terkena bisa suara meriam ini. Yang lebih aneh lagi, diceritakan meriam ini meskipun kecil akan tetapi beratnya sangat luar biasa sehingga hanya kerabat keraton saja yang bisa mengangkatnya. 
 
Jika dilihat dari sudut pandang arsitektur, corak dan gaya arsitektur khas istana ini sungguh menarik dan mencerminkan keilmuan yang tinggi dalam merancang bangunan. Mayoritas, konstruksi bangunan istana Muliakarta ini terbuat dari kayu belian atau biasa disebut dengan sebutan kayu ulin. Keanggunan istana ini sudah dapat terlihat dari kejauhan, bagaimana ukiran serta paduan warna kuning yang mendominasi istana tersebut melambangkan kewibawaan dan keluhuran budi pekerti. 
 
Di dalam ruangan istana, terdapat balairung (tempat pertemuan), tempat kerja sultan, serta tiga kamar sultan dengan keluarganya. Koleksi di dalam istana antara lain seperti singgasana sultan dan permaisuri, foto keluarga sultan, tempat tidur sultan, batik kuno serta benda lain yang menghias ruangan dalam istana tersebut.
 
Selain istana panembahan matan-tanjungpura, sisa sisa sejarah yang masih bisa ditemui di Ketapang di antaranya ialah makam keramat Sembilan di desa Tanjungpura, makam keramat Tujuh di Muliakerta, reruntuhan bangunan kuno di kecamatan Sandai dan Naga Tayap serta berbagai peninggalan lain. Tentu, diharapkan dengan adanya revitalisasi istana Matan Tanjungpura menjadi museum ini bisa menjaga adat dan budaya daerah, terutama dari suku Melayu Kayong.

 

Istana+Muliakarta+-+Kerajaan+Matan+Tanju

 

5026692_20130118063457.jpg

 

images.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this