Sign in to follow this  
Rene

PULAU-PANTAI SELIMPAI, ANTARA PENYU DAN PESONA PINUS

2 posts in this topic

Pernah berkeinginan menghabiskan liburan di suatu pulau mungil yang cantik, sejuk, dan kaya wisata alam? Jika ya, Pulau Selimpai bisa menjadi salah satu tujuan Anda. Sejak dulu, Pulau Selimpai memang menjadi andalan tujuan wisata di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pulau yang letaknya terpisah dari daratan Kabupaten Sambas ini berbatasan dengan Laut Natuna di sisi selatan hingga ke bagian barat, sedangkan sisi utaranya berbatasan dengan Sungai Merabau. Kesan pertama yang sering timbul manakala menapak di pulau ini adalah keberadaan beraneka pemandangan: hutan pinus, pantai elok, laut biru, hingga sungai yang indah. Dari kejauhan, pengunjung juga akan melihat penampakan Tanjung Datuk, kawasan berbatasan Malaysia. Yang paling memukau dari pulau ini adalah keberadaan hutan pinusnya. Jejeran pepohonan menjulang tinggi ini berderet rapi secara alami seakan ditata secara sengaja. 
 
Tak hanya dibuat berdecak kagum akan keindahan pulaunya, pengunjung juga akan terbuai oleh keelokan Pantai Selimpai di pulau ini. Tepatnya, Pantai Selimpai berlokasi di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pantai yang terletak sekitar 7 km dari ibukota kecamatan ini memiliki luas 200 ha. Selain berbentuk memanjang, pantai ini juga diselimuti oleh pasir putih landai dan jejeran pohon pinus yang rapi menjulang. Hmm, apa saja sih keunggulan pantai ini?
 
Awal menapak di Pulau Selimpai, pengunjung akan dibuat terpana oleh keelokan pantainya yang eksotis. Apalagi, jika pada saat yang sama matahari mulai tenggelam. Ya, tak dapat dipungkiri, Pantai Selimpai adalah salah satu pantai terbaik untuk menikmati pesona sunrise dan sunset. Baik di tepi pantai atau di sela-sela rerimbunan pinus, jika fajar atau senja menjelang, cahaya matahari berlatar langit biru akan berpendar dengan indahnya. Bahkan, meskipun matahari berada tepat di atas kepala, yang terasa hanya hangatnya karena panasnya terhalang oleh pepohonan pinus yang memanjang apik.
 
Jika pantai-pantai lain didominasi oleh jejeran pohon kelapa atau rerimbunan bakau, Pantai Selimpai dihiasi oleh hutan pinus yang sangat indah. Penutup tanah di hutan ini adalah rumput hijau yang tumbuh merata. Tak hanya itu, di lahan berpasir ini juga banyak ditemukan rerumputan rimbun setinggi mata kaki. Hijau dan cantik, bukan? Sambil menyisir pantai, pengunjung akan dihibur oleh paduan kicau burung yang bersahutan dan deburan ombak yang sesekali memecah pantai. Sungguh, siapapun yang berada di sini akan merasakan kedamaian yang kental. Apalagi, pantai dan pulau ini benar-benar masih sangat alami, jauh dari hingar-bingar nuansa kota atau pernak-pernik sentuhan modern. Ya, meski memiliki pasir sebersih Kuta, pengunjung tak akan menemukan bangunan mewah semacam vila, hotel, atau restoran di sini.
 
Selain hutan pinus, hal lain yang menjadi daya tarik pulau ini adalah pantainya yang menjadi tempat persinggahan penyu, seperti penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu lekang. Lahan berpasir ini ternyata juga menjadi tempat penyu bertelur, lho! Usut punya usut, ternyata Pulau Selimpai memang menjadi lokasi penangkaran penyu yang dilindungi agar tidak punah. Penyu-penyu ini naik ke pantai pada malam hari untuk bertelur. Di antara sekian penyu ini, penyu yang paling banyak bertelur adalah penyu sisik, yaitu sekitar 65–125 butir setiap kali naik ke pantai. Penyu hijau rata-rata hanya bertelur sembilan butir, sementara penyu lainnya kisaran puluhan butir. Nah, jika Anda tertarik menyaksikan hewan langka ini, silakan menginap di Pulau Selimpai. 
 
Sayangnya, Pulau Selimpai masih belum memiliki tempat penginapan khusus bagi pengunjung. Karena itu, jika berminat, Anda bisa mendirikan tenda di antara jajaran pohon pinus ini. Selain lebih ‘mendekat ke alam’, tenda-tenda ini akan membuat suasana alami pulau lebih terasa. Nah, jangan lupa mengajak teman-teman Anda. Hmm, serunya bermalam di pulau mungil sambil memetik gitar, membakar jagung, dan bercengkrama dengan sahabat.
 
Nah, sudah memantapkan tujuan? Jika ya, silakan langkahkan kaki menuju pulau berjarak tempuh sekitar 7 km dari ibukota Kecamatan Paloh dan 80 km dari ibukota Kabupaten Sambas ini. Caranya, Anda dapat menggunakan sepeda motor atau mobil hingga di Dusun Setinggak lalu menyeberangi Sungai Paloh dengan kapal motor selama 20 menit menuju Pantai Selimpai. Biayanya sekitar Rp 10.000,00 pergi-pulang pada hari biasa. Harga tiket? Tenang saja, selalu gratis bagi Anda yang ingin mengetahui Indonesia lebih mendalam. 
 

2.jpg

 

s3020168-innalillhai-wa-innailaihi-raaji

 

DERMAGA%2BPULAU%2BSELIMPAI.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this