Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Okky Kusuma

Mengenang Kisah Mistis di Tempat - Tempat Objek Wisata

Recommended Posts

Sekapur Sirih...

 

Semuanya berawal dari ngumpul dengan teman-teman seperjuangan di Monas tadi malam.

Bingung mau ngapain di malam Minggu, akhirnya para jomblo-jomblo hina ini memutuskan untuk menikmati lampu di Monas.

Sekitar jam 22:00 kita cabut dari Kelapa Gading menuju Monas menggunakan mobil butut yang suaranya bisa disandingkan dengan bajaj.

Dan seperti yang sudah saya duga, malam Minggu di monas cukup ramai.

Merupakan salah satu destinasi menghabiskan malam yang panjang untuk mereka yang kantongnya pas-pasan.

Ngumpul-ngumpul dengan teman sambil menikmati lampu, ditemani oleh sepiring tahu gejrot dan teh botol, adalah kegiatan yang cukup menjadi agenda di malam Minggu.

Sepiring nasi gila atau secangkir kopi panas bisa menjadi alternatif.

Duduk-duduk di pinggir trotoar atau berbaring di rerumputan sambil menikmati hembusan angin malam cukup untuk melepaskan stres setelah seharian bekerja.

 

Waktu hampir menunjukkan pukul 00:00 ketika salah satu teman mengajak untuk mendaki gunung. Setelah hampir 3 tahun tak pernah melakukannya lagi, ia rasa kembali mendaki gunung bisa menjadi ajang memutar kenangan lama ketika kita masih getol-getolnya mendaki gunung.

Ide yang cukup bagus dan kami sepakat akan melakukannya setelah Lebaran nanti.

Gunung yang menjadi target adalah gunung Salak. Kami rasa gunung itu cocok untuk tubuh kami kembali beradaptasi dengan beratnya medan pendakian. Maklum, karena faktor umur, tentunya stamina kami tak sekuat waktu kami masih muda.

 

Tiba-tiba salah satu teman saya lainnya kembali mengingatkan kami tentang salah satu peristiwa yang terjadi di gunung Salak tahun 2009 & 2010.

Dan inilah topik yang akan saya angkat di Thread ini...

 

 

And Then the Story Still Goes On...

 

Gunung Salak...

Itulah gunung yang pertama kali saya taklukan.

Saya pertama kali melakukan pandakian tahun 2000. Waktu itu saya kelas 1 SMU. Dan masih 'Green Horn' dalam soal mendaki gunung. Setelah melakukannya, saya menjadi adiksi dengan gunung. Semenjak itu sudah puluhan gunung di berbagai wilayah Indonesia yang saya daki.

 

Anyway, cerita loncat ke tahun 2009. Tepatnya bulan Februari.

Waktu itu ada 7 pendaki gunung dari Universitas Yarsi yang hilang di gunung Salak. Tim SAR regional Bogor pun dikerahkan. Sehari kemudian anggota TNI ikut membantu. Dilanjutkan bantuan dari SAR pusat 2 hari kemudian. Salah satunya adalah saya dan teman-teman saya.

Info yang telah diberikan, para pendaki yang hilang itu mendaki melalui jalur Cimelati. Salah satu rute terpendek dan tercepat untuk mencapai puncak Salak. Dengan demikian, kami asumsikan kalau mereka masih pendaki 'amatir'.

 

Untuk sekedar info...

Untuk mencapai puncak salak ada beberapa jalur yang bisa lewati.

Tentunya para pecinta alam sudah mengetahui jalur-jalur ini dan pastinya sudah hafal.

Jalur yang paling sering dilewati adalah jalur Cidahu di Sukabumi. Ini jalur favorite. Karena dari jalur ini kita bisa mencapai Kawah Ratu. Dan terdapat Wana Wisata Cangkuang yang menjadi lokasi favorite untuk berkemah dengan pemandangan air terjunnya yang indah.

Jalur lainnya dalah Girijaya. Masih di Kecamatan Cidahu. Bila melalui jalur ini kita bisa mengunjungi Curug Pilung dan Makam Pangeran Santri.

Jalur ketiga dari Pasir Sengit. Ini Jalur yang menurut ane medannya paling susah dan harus memutar untuk sampai ke puncak gunung Salak. Dari Jalur ini kita juga bisa mencapai Kawah Ratu dan 2 kawah kecil lainnya, Kawah Monyet & Kawah Anjing. Selain itu ada beberapa Curug yang dapat disinggahi, yaitu Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, Curug Seribu, dan Curug Ngumpet. Apabila musim hujan, saran saya lupakan jalur ini.

Dan yang terakhir adalah jalur Cimelati yang sudah saya sebutkan di atas. Jalur ini adalah jalur terpendek dan tercepat untuk sampai puncak Salak. Namun banyak memiliki percabangan. Apabila kita tidak hafal, kemungkinan tersesat akan lebih besar. Selain itu, karena jarang digunakan, jalur sering kali tertutup rerumputan dan dedaunan.

 

Okay, lanjut ke cerita.

Penyelusuran dilakukan mulai dari desa Kutajaya.

Dan bulan Februari tahun 2009 masih dalam musim hujan. Hujan terus turun mengguyuri kami dan kabut lebih cepat turun dan lebih tebal. jarak pandang kami jauh berkurang. Dan dengan cuaca yang tidak bersahabat cukup untuk menghalangi mobilitas kami. Akhirnya laju pencarian tersendat dari waktu estimasi.

Hari sudah gelap ketika kami sampai di pos 3. Dan Kami mendirikan tenda disana. Sebagian besar anggota TNI dan tim SAR lainnya sudah melanjutkan perjalanan hingga pos 4. Bahkan sudah ada di pos 5.

Disini keanehan mulai terjadi.

Sudah merupakan rahasia umum kalau gunung Salak adalah salah satu gunung terangker di Jawa Barat. Sudah ada puluhan pendaki yang hilang dan meninggal disini. Bahkan sejak pertama kali saya mendaki gunung ini (tahun 2000), saya sudah mengalami berbagai peristiwa misterius.

 

Berikut beberapa peristiwa misterius yang dialami saya dan teman saya.

 

1. Ketika saya hendak mengambil air di sumber air yang berasal dari pipa, saya melihat seorang wanita paruh baya berdiri disana. Menggunakan pakaian kebaya khas orang Sunda lengkap dengan kondenya. Wanita itu membelakangi saya. Berdiri tegap tak bergeming, seakan-akan hawa yang cukup dingin tak mempengaruhinya. Yang membuat suasana cukup menyeramkan adalah cara kabut menyelimutinya. Membuat saya yakin kalau makhluk yang saya tatap bukan manusia biasa.

Saya terdiam untuk beberapa saat. Dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke tenda. Sialnya ketika saya melangkah mundur, gesekan daun terdengar cukup keras akibat terseret kaki saya. Dan sepertinya wanita itu menyadari kehadiran saya. Saya dapat melihatnya ketika kepala mulai bergerak mencoba melihat kearah saya.

Saya diam terpaku dengan bulu kuduk berdiri tegak ketika melihat wanita itu menatap saya dengan senyuman datar.

Dan kepalanya melihat saya dengan memutar 180 derajat !!!!!

Akhirnya saya lari tunggang langgang.

 

2. Jam 22:00 Kami mendapat laporan dari talkie kalau pencarian dihentikan karena hari sudah malam. Selain itu kabut yang sangat tebal dan hujan yang masih terus tak henti-hentinya membuat pencarian mustahil untuk dilanjutkan. Teman saya, Wiwid namanya, tiba-tiba minta ditemenin buat BAK. Saya yang saat itu masih ketakutan akhirnya terpaksa menemaninya. Kamipun berangkat ke lokasi beberapa meter dari tenda dengan menggunakan 1 senter. Akhirnya teman saya memisahkan diri untuk BAK, meninggalkan saya sendiri.

Tiba-tiba tercium aroma ubi/singkong bakar.

Bulu kuduk saya kembali berdiri.

Bagi para pendaki gunung pasti udah tahu bila mencium bau itu bertanda apa...

Namun saya berpikir positif, saya berpikir mungkin tim lain sedang membakar ubi/singkong (which is impossible !!! soalnya hujan turun cukup deras).

Keadaan diperparah ketika lampu senter tiba-tiba mati.

Kaki saya langsung lemes. Sepertinya apa yang saya takutkan benar-benar terjadi. Saya mencoba membaca Ayat Kursi. Tapi entah kenapa tiba-tiba otak saya blank. Saya tiba-tiba tak ingat, hanya ingat di bagian awalnya saja.

Tak lama kemudian saya merasa tengkuk saya ada yang meniup.

Terasa amat dingin seperti menusuk. Padahal saya pake jaket hoodie malam itu.

Saya tak berani melihat ke belakang sampai saya mendengar jeritan Wiwid. Kemudian anak itu lari tunggang-langgang ke arah saya. Saya pun mengejarnya dengan kalut. Sialnya, keadaan benar-benar gelap karena senter masih mati. Jadi kami cukup kesulitan menemukan tenda kami sampai akhirnya ditemukan sama teman kami.

Kata Wiwid, setelah dia selesai kencing, tiba-tiba ada kakek-kakek yang melihatnya dari jauh. Kakek itu melihatnya dengan melotot dan tatapan marah. Dan entah kenapa tiba-tiba jarak antara dia dengan kakek itu semakin mendekat sampai akhirnya kakek itu tepat berdiri dihadapannya.

 

3. Sekitar jam 23:30 kami mendapat laporan dari talkie kalau ada anggota SAR yang kesurupan. Bahkan dari tempat kami sampai terdengar suara jeritan dan makian seseorang dengan menggunakan bahasa Sunda. Tak lama kemudian terdengar suara orang ngaji.

 

4. Sekitar jam 01:00 dilaporkan dari talkie salah satu anggota TNI hilang. (ditemukan pas subuh. Menurut pengakuannya ada anak kecil yang mengajaknya main)

 

5. Dari jam 01:00 - jam 03:00, jumlah orang yang kesurupan semakin banyak. Bahkan anggota TNI ada juga yang kesurupan. Dengan berbekal senter dan obor, kami pun menjemput kiai di desa Kutajaya dan balik ke tempat orang yang kesurupan. Sepanjang perjalanan kata kiai banyak penghuni-penghuni gunung Salak yang melihati kami dengan tatapan marah.

Disini saya sempat kena tendang pas dimuka sama tentara yang kesurupan.

Sakitnya bukan main !!!!

Abis itu saya juga diancam sama yang merasuki tentara itu. Katanya kalo saya tak melepaskan pegangan saya, saya bakal diculik. (saya baru ngerti setelah diterjemahin oleh teman saya yang bisa bahasa Sunda).

Bayangin aja...

Mana ada orang yang gak dijiper setelah diancam sama makhluk halus mau diculik...

 

6. Sekitar jam 04:00. Saya kembali ke pos 3 (dari pos 4) untuk mengambil air ditemani beberapa orang tim SAR. Sepanjang perjalanan bau ubi/singkong bakar terus tercium. Salah satu tim SAR mulutnya komat-kamit baca ayat suci. Sampai akhirnya saya melihat ular raksasa berwarna putih melihat kearah kami dari atas pohon !!!!

Mungkin diameter tubuhnya sebesar tangki minyak...

Kedua kaki saya langsung lemas. Berdoa supaya saya tidak dicaplok... (maklum, masih jomblo dan belum menikah...)

Ular itu menghilang setelah kami tiba di sumber air di pos 3.

 

7. Sekitar jam 05:00, jumlah yang kesurupan semakin berkurang. Dengan terpaksa yang masih kesurupan dibawa ke desa Kutajaya (salah satunya yang tentara)

 

Akhirnya pagi mulai menjelang. Dan setelah sarapan & briefing, sekitar jam 08:00 kami kembali melakukan pencarian. Dan sekitar jam 14:00 ketujuh korban berhasil ditemukan dalam keadaan sehat walafiat. (Justru sayanya yang gak sehat walafiat gara-gara kejadian semalam...)

 

 

Last Words...

 

Demikianlah salah satu cerita dan pengalaman mistis saya...

Bila ada waktu, saya akan kembali menceritakan pengalaman mistis saya lainnya terkait tempat objek wisata.

 

Bila ada jalan2ers yang pernah mengalami kejadian mistis di tempat objek wisata, boleh donk di-share disini... Emoticon%20Senyum2.gif

 

 

 

                                                                                                                                - Okky Kusuma -

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bicara tentang kisah mistis, nyaris semua gunung punya cerita mistis sendiri yaaaa. tempat mistis lainnya adalah bumi perkemahan. kalau lagi kemah, banyak banget yang kesurupan. maklum, anak SMA kadang sulit diatur. seenaknya sendiri, mungkin itu yang bikin para penghuni alam lain marah

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bicara tentang kisah mistis, nyaris semua gunung punya cerita mistis sendiri yaaaa. tempat mistis lainnya adalah bumi perkemahan. kalau lagi kemah, banyak banget yang kesurupan. maklum, anak SMA kadang sulit diatur. seenaknya sendiri, mungkin itu yang bikin para penghuni alam lain marah

 

@Diyan Hastari.

kalo ada cerita yang menyeramkan, monggo di share bu guru...

anyway, itu di avatarnya, bu guru lagi narsis bersama makhluk mistis... Emoticon%20Ngeledek.gif

 

@Okky Kusuma

wih ngeri juga ya bro gunung salak ada mistis gtu

tapi emang di tanah indonesia ini di mana pun itu mistis emang kuat

dan bebricara soal gunung saya rasa disanalah konsentrasi mistis berlevel tinggi

 

@deffa

gak hanya di gunung Salak.

semua gunung yang sudah pernah saya daki juga ada cerita mistisnya masing2...

 

anyway, momod punya cerita menyeramkan gak yang berhubungan dengan tempat wisata ???

kalo ada mohon di share dimari, mod...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Diyan Hastari.

kalo ada cerita yang menyeramkan, monggo di share bu guru...

anyway, itu di avatarnya, bu guru lagi narsis bersama makhluk mistis... Emoticon%20Ngeledek.gif

 

 

@deffa

gak hanya di gunung Salak.

semua gunung yang sudah pernah saya daki juga ada cerita mistisnya masing2...

 

anyway, momod punya cerita menyeramkan gak yang berhubungan dengan tempat wisata ???

kalo ada mohon di share dimari, mod...

 

kwkwkkwkwkkw. ada2 aja. itu foto ma penari cakil waktu sendratari ramayana. keyeeen lo mas. dari SLB/B. Anak tunarungu. kolaborasi ma didik nini thowok.  iringannya  live. hmmmmm.. siapa dulu pelatihnya, yang jelas sich bukan aku. xixiixixixi. aku jadi perias amatir ajaaah

Share this post


Link to post
Share on other sites

kwkwkkwkwkkw. ada2 aja. itu foto ma penari cakil waktu sendratari ramayana. keyeeen lo mas. dari SLB/B. Anak tunarungu. kolaborasi ma didik nini thowok.  iringannya  live. hmmmmm.. siapa dulu pelatihnya, yang jelas sich bukan aku. xixiixixixi. aku jadi perias amatir ajaaah

 

@Diyan Hastari

mantab !!! Emoticon%20Salut2.gif

Nini Thowok salah satu seniman kebanggan bangsa Indonesia yang namanya sudah terkenal di manca negara.

 

huehehehe...

jadi selain jadi guru kerjaan sampingannya perias nih...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Diyan Hastari

mantab !!! Emoticon%20Salut2.gif

Nini Thowok salah satu seniman kebanggan bangsa Indonesia yang namanya sudah terkenal di manca negara.

 

huehehehe...

jadi selain jadi guru kerjaan sampingannya perias nih...

enggaaaak. cuman bantu2 kakakku yang seorang pelatih tari. itu, yang nglatih anak2 tunarungu kakakku. aku sih, perias amatir. cuman bagian kasih alas bedak n bedak trus bantu2 make kostum. xixixixixi.

sueeneng bisa liat nini thowok pentas secara langsung. ide2 gerakannya itu loh, fantastis..

#melenceng dari tema mistis. kwkwkkwkw....

 

Pernah denger kan penari kuda lumping yang kesurupan?? Bisa makan beling gituuu. itu pasti juga ada kaitannya dengan dunia mistis yak. Kalo sampe sekarang, aku masih penasaran ma salah satu jenis tarian lengger di Wonosobo. Penari cewek bisa nari berdiri di pundak seorang cowok. Sama2 berdiri, sama2 nari. Kok enggak jatuh yaa?? heran

Share this post


Link to post
Share on other sites

Updated...

 

Okay, dari gunung Salak di Jawa Barat kita beralih ke provinsi Bali.

Kejadiannya bulan Maret 2011.

Saat itu fakultas farmasi universitas Udanaya sedang mau melakukan penelitian di desa Terunyan.

Karena saya kenal dengan salah satu panitia dan kebetulan saat itu saya lagi dinas di Bali, jadi saya diajak oleh beliau.

 

Jadilah kita berangkat menuju desa Kedisan pada hari Kamis tanggal 24 Maret 2011.

Berangkat sekitar jam 15:00 WITA dari universitas Udanaya dan sampai di desa Kedisan sekitar jam 17:00 WITA.

Karena sudah menjelang malam, maka kami merencanakan untuk menginap di Kedisan resort yang terkenal dengan restaurant apungnya.

Sore itu suasana cukup dingin dan hujan rintik2 yang semakin malam semakin deras.

 

Makan malam dilaksanakan di restaurant apung dan kami ngobrol2 sampai jam 22:00. Setelah itu, sebagian orang pamit untuk istirahat. Tinggal saya dan 2 teman lainnya. Putu (teman saya yang jadi panitia, nama lengkapnya Putu Ayu Diah Nareswari) dan Ludvig (warga negara Swedia namun cukup lama tinggal di Indonesia, nama lengkapnya Benjamin Ludvig).

 

Keanehan pertama dimulai saat kita menyisir pinggir danau Batur.

Entah kenapa tiba-tiba kami dikelilingi oleh anjing yang jumlahnya cukup banyak. Dan rata2 mereka menyalak kepada kami.

Entah apakah maksudnya ingin memperingatkan kami atau menganggap kami musuh.

Awalnya gak ada rasa curiga sama sekali sampai ada salah satu anjing berukuran cukup besar untuk ukuran anjing mendekati kami. Berbulu lebat berwarna hitam.

Pernah lihat anjing kintamani ??? Ya, seperti itulah rupanya.

Namun berbadan tinggi-besar dan anehnya warna bola matanya merah terang.

Anjing itu menyalak cukup keras kearah kami sambil menggeram-geram memperlihatkan taringnya dan air liurnya yang menetes.

Rupanya mengingatkan saya dengan anjing Cerberus yang ada di film Harry Potter.

 

Sepintas saya melihat gelagat Putu yang mulai terlihat panik & khawatir.

Iapun mengajak kami untuk kembali ke resort.

Anjing-anjing itu masih mengikuti kami sampai beberapa meter sebelum sampai resort.

Saya yakin ada yang gak beres. Dan rasa penasaran saya terjawab ketika Putu datang ke cottage saya.

Ia bilang kalo tadi dia melihat 2 bola sinar kemerahan (semacam orbs) sedang 'bertarung' di tengah2 danau Batur. Kedua bola sinar itu adalah 2 'petapa' yang sedang bertarung menguji kesaktian ilmunya masing-masing. Dan anjing-anjing itu memperingatkan kami untuk tidak mendekati danau Batur. Sedangkan anjing hitam yang berukuran besar itu adalah perwujudan 'petapa' yang menjadi semacam wasit pertarungan itu.

Ujung-ujungnya dia numpang tidur di cottage saya.

Katanya takut tidur sendiri gara2 kejadian tadi. Sayapun mengiyakannya. Dan dengan terpaksa saya tidur di sofa sedangkan dia tidur di tempat tidur yang sangat nyaman dan empuk. (poor me...)

 

Keanehan kedua kembali terjadi.

Diantara sadar gak sadar, saya melihat sosok seseorang di dalam cottage saya !!!!!!

sosok itu berukuran sedang, berdiri tepat di samping tempat tidur dan nampak sedang menatap Putu yang (mungkin) sedang tidur.

Sosok itu mengenakan pakaian khas Bali. Berambut keriting panjang yang cukup lebat sampai sebatas pinggang. Saya tidak dapat melihatnya karena sosok itu memunggungi saya.

Saya pun berusaha mengedip-ngedipkan matanya saya dan memfokuskan pandangan saya. Namun tiba-tiba sosok itu hilang.

Paginya pas sedang sarapan, Putu curhat ke saya. Katanya tadi malam dia mimpi didatangi sama Calon Arang (bagi Jalan2ers asli Bali pasti tahu siapa itu Calon Arang). Di dalam mimpi itu Calon Arang memperingati Putu untuk tidak ke Terunyan atau nasib sial akan menimpanya.

Saya pun tanya penampakan Calon Arang itu seperti apa.

Trus Putu jawab kalo Calon Arang itu wanita yang mengenakan (seringnya) pakaian adat Bali, rambutnya keriting panjang sepinggang, matanya besar dan selalu melotot seakan-akan mau keluar. Giginya bertaring panjang hingga mencuat keluar dari mulutnya. Dan lidah menjulur panjang.

Penampakannya persis seperti sosok yang saya lihat tadi malam (walau saya tak melihat bagian wajahnya)

 

Selesai sarapan kamipun mulai menyeberangi danau Batur menuju desa Terunyan.

Menyewa 2 perahu.

Disini keanehan ketiga terjadi.

Ditengah-tengah danau tiba-tiba salah satu perahu mogok. (Bukan perahu yang ditumpangi oleh saya)

Cukup lama mogoknya. Mungkin sekitar 15-20 menit.

Yang bikin merinding, tiba-tiba salah satu teman saya teriak histeris.

Katanya dia melihat ular raksasa bersisik hijau seperti naga sedang berenang melewati perahunya. Mendengar itu, kedua tukang perahu terlihat cemas dan menyarankan kami untuk kembali ke desa Kedisan. Beberapa teman lainnya menyangka kalau teman saya itu salah lihat atau halusinasi, namun dia tetep keukeuh kalo benar-benar melihatnya (Widi nama teman saya yang melihat makhluk itu).

Akhirnya setelah dicoba-coba puluhan kali, mesin perahu kembali menyala. Dan atas desakan ketua panitia (Pak Yudha), kita tetap menuju ke desa Terunyan.

Kami sampai disana sekitar 10 menit kemudian.

Menurut salah satu tukang perahu, kemungkinan ular raksasa yang dilihat Widi itu adalah perwujudan dari Basuki (Sekali lagi pasti jalan2ers regional Bali tahu apa itu Basuki). Dan penampakan Basuki berarti pertanda tidak baik.

 

Di Desa Terunyan kami melakukan penelitian 2 hari 1 malam.

Dan selama itu terus saja saya dan teman-teman saya mengalami kejadian mistis yang bikin bulu kuduk merinding (sekarang aja bulu kuduk saya merinding bila mengingat kejadian itu). Namun kata 'ketua desa'  Terunyan, kita gak boleh membicarakan apa yang terjadi pada kami di publik apabila tak mau nasib sial terjadi pada kami. Jadi untuk menghormati beliau, saya tidak bisa menceritakan lebih lanjut pengalaman mistis apa yang saya alami selama saya di desa Terunyan.

Mungkin jalan2ers regional Bali bisa menebak-nebak apa yang telah terjadi oleh saya dan teman-teman saya.

Terutama ketika tim saya melakukan penelitian di sekitar Sema Bantas

 

Demikian update-an dari saya...

Mohon ditunggu cerita-cerita saya lainnya.

Anyway, bagi Jalan2ers yang pernah mengalami hal2 mistis berkenan dengan tempat objek wisata, mohon di-share yah !!! Emoticon%20Senyum2.gif

Share this post


Link to post
Share on other sites

Updated...

 

Dari Bali beralih ke Kalimantan Barat.

Tepatnya di desa Batang Air, Kecamatan Sajingan Besar.

 

Sebagai info tambahan, Kecamatan Sajingan Besar termasuk tempat yang sangat amat jarang 'dijamah' oleh peradaban.

Di Kecamatan ini banyak tersebar desa-desa tempat suku Dayak Salako.

Untuk tingkat kesekmamuran penduduk desa di Kecamatan Sajingan Besar cukup jauh di banding dengan Kecamatan Sambas.

Bahkan untuk aliran listrik belum masuk ke sebagian besar wilayah Kecamatan Sajingan Besar.

Begitu juga dengan akses jalan aspal yang hanya sampai Kecamatan Galing.

Pada umumnya, akses utama Kecamatan Sajingan Besar adalah menggunakan jalur air, yaitu sungai Bantanan dan sungai Sambas.

 

Hari hampir menjelang malam ketika rombongan saya tiba di desa Batang Air.

Rombongan saya terdiri dari 7 orang. 4 orang pendatang dari Jakarta (Termasuk saya), 2 orang utusan dari Sambas (Ibukota Kabupaten Sambas) dan 1 orang wakil dari Kaliau (Ibukota Kecamatan Sajingan Besar).

Kami menginap di rumah 'kepala desa' desa Batang Air.

Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, saya mencoba mengistirahatkan diri sampai akhirnya ketiduran.

Akhirnya saya terbangun dalam keadaan gelap gulita. satu-satunya sumber pencahayaan hanya dari lampu templok yang bertengger di salah satu dinding ruangan tempat saya tidur. Teman-teman saya lainnya sudah pada tertidur pulas di samping kiri-kanan saya.

Tiba-tiba ada rasa ingin BAK, saya pun dengan sedikit enggan berusaha membangunkan teman saya untuk menemani saya BAK. Tapi hasilnya nihil. Mereka semua sudah asik di alam mimpinya masing-masing. Mau tak mau saya harus ke toilet sendirian. Hanya dengan bekal lampu tempel saya menuju ke toilet yang berada di halaman belakang rumah. Ada sekitar 5 meter dari rumah utama, harus melewati pekarangan belakang yang notabene suasana saat itu sangat gelap dan sepi.

Entah kenapa perasaan saya mulai tak enak.

Saya pun berusaha menenangkan diri sambil berdoa.

Dengan terburu-buru saya pun BAK di toilet.

Sampai pada akhirnya saya sudah selesai BAK dan membuka pintu toilet untuk keluar.

Ada sosok wanita berpakaian putih berada tak jauh dari toilet !!!!!

Pakaian putih seperti daster dan rambut panjang yang terlihat sangat acak-acakan.

Berdiri mematung membelakangi saya.

Sayu pun hanya bisa menelan ludah dengan pasrah.

Kedua kaki langsung lemes. Seluruh tubuh rasanya kehilangan tenaga.

Saya pun mulai membaca ayat kursi.

Tak lama kemudian sosok itu menghilang. Tanpa ragu-ragu lagi, saya lari memasuki rumah.

Lari kayak orang kesurupan dengan back sound suara wanita lirih seperti mau menangis...

 

Besok paginya saya melakukan pekerjaan saya.

Pengobatan masal ke beberapa desa yang berada di pesisir sungai Bantanan.

Baru selesai sore hari sekitar pukul 16:00. Destinasi selanjutnya adalah air terjun Riam Caggat.

Salah satu objek wisata di Kecamatan Sajingan Besar.

Yah lumayan lah untuk istirahat setelah selesai seharian kerja.

Sampai sana sekitar jam 17:00 lebih. Kami pun mulai main air untuk menyegarkan diri.

Tak terasa hari mulai malam. Kami pun bergegas untuk kembali ke Desa Batang air dengan berbekal obor.

Sebelum pergi, entah kenapa ada yang membuat saya untuk melihat air terjun itu untuk terakhir kalinya.

Eh di sana saya kembali melihat sosok wanita berdaster putih, berambut berantakan, berwajah hancur, berdiri tepat di tengah-tengah air terjun, sedang dadah kepada saya...

Saya pun kembali lemes...

 

Demikian Update-an dari saya...

Untuk jalan2ers, mana nih kok belum ada yang meng-share pengalaman mistisnya ????

Share this post


Link to post
Share on other sites

belum pernah (semoga tidak) mengalami kejadian mistik sih.... mungkin mereka tahu, percuma nakut-nakutin aku. ehhh....

 

@Diyan Hastari

soalnya mereka punya peraturan yang harus ditaati, bu guru...

yaitu "sama-sama makhluk mistis gak boleh saling menakut-nakuti..."

huehehehehe... Emoticon%20Ngeledek.gif

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Diyan Hastari

soalnya mereka punya peraturan yang harus ditaati, bu guru...

yaitu "sama-sama makhluk mistis gak boleh saling menakut-nakuti..."

huehehehehe... Emoticon%20Ngeledek.gif

 

begitulah bang @Okky Kusuma. kami memang mahluk yang taat peraturan. tak seperti bangsa manusia yang membuat peraturan tuk dilanggar...

 

#nunjukin taring

Share this post


Link to post
Share on other sites

Updated...

 

Dari Kalimantan Barat beralih ke Jawa Timur.

Tepatnya di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

 

Kisah berawal dari sodara saya yang datang2 jauh dari negri Kincir Angin ke Indonesia.

Nama panggilannya Willy dan dia saat ini sedang menggeluti budaya Jawa.

Ternyata cerita-cerita tentang pewayangan Jawa cukup untuk menggelitik rasa penasarannya sehingga ia bertekad untuk mempelajari kesenian wayang Jawa. Kedatangan dia berkaitan dengan rasa penasarannya terhadap Wayang Gandrung. Pawayangan khas Kediri yang unsur budaya dan mistisnya cukup kental.

Setelah mencari info tentang pementasan wayang ini akhirnya didapatkan kalau akan diadakan pementasan wayang Gandrung di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Pementasan itu jatuh pada Sabtu malam tanggal 26 November 2011 (pas pada malam 1 suro).

Jadilah Rabu pagi kami berempat (saya, Willy, dan 2 sodara saya lainnya) menuju desa Pagung via jalan darat (menggunakan mobil). Dalam perjalanan sempat mampir Ke Yogyakarta terlebih dahulu.

Sebelum ke desa Pagung, kami ke kota Kediri dulu untuk menjemput teman saya yang asli orang Kediri (dia yang jadi tour guide-nya karena kami gak tau jalan ke desa Pagung).

Sampai di desa Pangung sekitar pukul 10:00 hari Sabtu.

Dan malamnya pun pentas wayang Gandrung dimulai (sekitar pukul 21:00).

Pementasan dilakukan cukup besar. Bahkan bupati Kediri hadir dalam acara pementasan itu bersama beberapa pejabat tinggi daerah setempat.

 

Sebelum cerita dilanjutkan, saya sedikit menjelaskan tentang wayang Gandrung.

Wayang inil lahir dari bongkahan kayu yang hanyut saat terjadi banjir besar di daerah Pagung.

Dalang yang pertama kali melakonkan wayang ini adalah Ki Demang Proyosono dan diturunkan secara garis keluarga sampai ke pak Lamidi.

Sebelum pertunjukkan,  diawali dengan dengan ritual slametan di awal dan akhir pertunjukan serta tindakan-tindakan magis terhadap Wayang Gandrung dengan kelengkapan mistiknya.

Malam sebelum pementasan, saya mendapat kabar kalau pak Lamidi melakukan semacam ritual untuk menerima wangsit lakon apa yang harus diperankan. Dan pada saat pementasan dilakukan pun saya menyaksikan pak Lamidi mengeluarkan 4 macam wayang dari kotak tua kemudian diasapi oleh dupa dan akhirnya diberikan ke Dalang (mbah Kandar).

Pementasan pun dilakukan dengan khusyuk dan khidmat.

Tak ada seorang pun yang berbicara pada saat pementasan berlangsung.

Bahkan suara anak kecil sekalipun.

 

Dan keanehan pun mulai terjadi...

1. Ketika saya mencoba untuk medokumentasikan melalui foto, saya gak pernah mendapat hasil yang memuaskan. Kalau gak blur pasti dipenuhi oleh Orbs.

2. Ketika saya mengambil gambar Pak Lamidi, hasilnya selalu tampak kabut putih yang menyelimuti tubuh pak Lamidi.

3. Yang membuat saya terkejut adalah adanya siluet kepala hewan seperti naga dengan mulut terbuka lebar di salah satu hasil gambar saya. Dan setelah itu kamera yang saya gunakan mati total. Tak bisa menyala sama sekali. Padahal saya yakin baterainya masih sekitar 80%.

4. Selalu tercium bau kemenyan dan bau kembang yang sangat menyengat ketika saya mendekati ruangan yang digunakan pak Lamidi saat melakukan ritual. Bahkan kata penduduk setempat, jangan sekali-kali saya memasuki ruangan itu sampai pementasan selesai.

5. Sekitar pukul 23:00, saya mendapat kabar kalau ada 2 orang yang kesurupan saat pemetasan masih berlangsung. Lokasi kesurupan berada di salah satu warung beberapa puluh meter dari lokasi pementasan. sepasang pemuda-pemudi yang sepertinya sedang asyik berpacaran tiba-tiba kesurupan.

6. Saat saya mau BAK di toilet balai desa, saya merasa seperti ada seseorang/makhluk yang mengikuti saya. Saya gak melihat sosoknya namun saya mendengar suara langkah kaki selain suara langkah kaki saya.

7. Ketika pementasan berakhir (sekitar pukul 01:00), mobil yang digunakan untuk mengangkut peralatan wayang Gandrung tak bisa dinyalakan sama sekali. Tapi ketika peralatan itu diturunkan, mobil itu bisa kembali menyala.

 

Sekian updated-an dari saya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Updated...

 

Dari Kalimantan Barat beralih ke Jawa Timur.

Tepatnya di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

 

Kisah berawal dari sodara saya yang datang2 jauh dari negri Kincir Angin ke Indonesia.

Nama panggilannya Willy dan dia saat ini sedang menggeluti budaya Jawa.

Ternyata cerita-cerita tentang pewayangan Jawa cukup untuk menggelitik rasa penasarannya sehingga ia bertekad untuk mempelajari kesenian wayang Jawa. Kedatangan dia berkaitan dengan rasa penasarannya terhadap Wayang Gandrung. Pawayangan khas Kediri yang unsur budaya dan mistisnya cukup kental.

Setelah mencari info tentang pementasan wayang ini akhirnya didapatkan kalau akan diadakan pementasan wayang Gandrung di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Pementasan itu jatuh pada Sabtu malam tanggal 26 November 2011 (pas pada malam 1 suro).

Jadilah Rabu pagi kami berempat (saya, Willy, dan 2 sodara saya lainnya) menuju desa Pagung via jalan darat (menggunakan mobil). Dalam perjalanan sempat mampir Ke Yogyakarta terlebih dahulu.

Sebelum ke desa Pagung, kami ke kota Kediri dulu untuk menjemput teman saya yang asli orang Kediri (dia yang jadi tour guide-nya karena kami gak tau jalan ke desa Pagung).

Sampai di desa Pangung sekitar pukul 10:00 hari Sabtu.

Dan malamnya pun pentas wayang Gandrung dimulai (sekitar pukul 21:00).

Pementasan dilakukan cukup besar. Bahkan bupati Kediri hadir dalam acara pementasan itu bersama beberapa pejabat tinggi daerah setempat.

 

Sebelum cerita dilanjutkan, saya sedikit menjelaskan tentang wayang Gandrung.

Wayang inil lahir dari bongkahan kayu yang hanyut saat terjadi banjir besar di daerah Pagung.

Dalang yang pertama kali melakonkan wayang ini adalah Ki Demang Proyosono dan diturunkan secara garis keluarga sampai ke pak Lamidi.

Sebelum pertunjukkan,  diawali dengan dengan ritual slametan di awal dan akhir pertunjukan serta tindakan-tindakan magis terhadap Wayang Gandrung dengan kelengkapan mistiknya.

Malam sebelum pementasan, saya mendapat kabar kalau pak Lamidi melakukan semacam ritual untuk menerima wangsit lakon apa yang harus diperankan. Dan pada saat pementasan dilakukan pun saya menyaksikan pak Lamidi mengeluarkan 4 macam wayang dari kotak tua kemudian diasapi oleh dupa dan akhirnya diberikan ke Dalang (mbah Kandar).

Pementasan pun dilakukan dengan khusyuk dan khidmat.

Tak ada seorang pun yang berbicara pada saat pementasan berlangsung.

Bahkan suara anak kecil sekalipun.

 

Dan keanehan pun mulai terjadi...

1. Ketika saya mencoba untuk medokumentasikan melalui foto, saya gak pernah mendapat hasil yang memuaskan. Kalau gak blur pasti dipenuhi oleh Orbs.

2. Ketika saya mengambil gambar Pak Lamidi, hasilnya selalu tampak kabut putih yang menyelimuti tubuh pak Lamidi.

3. Yang membuat saya terkejut adalah adanya siluet kepala hewan seperti naga dengan mulut terbuka lebar di salah satu hasil gambar saya. Dan setelah itu kamera yang saya gunakan mati total. Tak bisa menyala sama sekali. Padahal saya yakin baterainya masih sekitar 80%.

4. Selalu tercium bau kemenyan dan bau kembang yang sangat menyengat ketika saya mendekati ruangan yang digunakan pak Lamidi saat melakukan ritual. Bahkan kata penduduk setempat, jangan sekali-kali saya memasuki ruangan itu sampai pementasan selesai.

5. Sekitar pukul 23:00, saya mendapat kabar kalau ada 2 orang yang kesurupan saat pemetasan masih berlangsung. Lokasi kesurupan berada di salah satu warung beberapa puluh meter dari lokasi pementasan. sepasang pemuda-pemudi yang sepertinya sedang asyik berpacaran tiba-tiba kesurupan.

6. Saat saya mau BAK di toilet balai desa, saya merasa seperti ada seseorang/makhluk yang mengikuti saya. Saya gak melihat sosoknya namun saya mendengar suara langkah kaki selain suara langkah kaki saya.

7. Ketika pementasan berakhir (sekitar pukul 01:00), mobil yang digunakan untuk mengangkut peralatan wayang Gandrung tak bisa dinyalakan sama sekali. Tapi ketika peralatan itu diturunkan, mobil itu bisa kembali menyala.

 

Sekian updated-an dari saya...

kalo pengalaman yang kayak gini, pernah mengalami beberapa kali. foto di tempat tertentu, yakin hasilnya bagus. besoknya dicek, hilang. heuheuheu

Share this post


Link to post
Share on other sites

kenapa mas @Okky Kusuma sering banget ngerasain kejadian mistis.. apakah 'mereka' akrab sama mas okky? heheheh  :ngeri

 

saya pernah waktu di Kuningan, Cirebon. Jadi ceritanya lagi pada nginep di villa temen. Eh malem2 saat semuanya lagi pada tidur, ada yang bolak balik dapur dan bangunin kita2. Rambutnya panjang ampe lantai nyapu2 gt...  :tercengang  :ngeri  padahal diantara temen2 gda yg rambutnya panjang kyk gt haleuhh..

 

tp klo saya yah, alhmadulillah klo soal yg gt gt emang takut banget tp termasuk cuek juga. Jd kalau ada yg udah ngerasa ada yg aneh, saya sering bilang, "ah paling perasaan aja. Udah ga usah dirasa2in"

 

Waktu camping di cidahu, kaki gunung salak, mirip kejadiannya ama mas Okky. Dingin2 gmn gt, padahal saya juga ngerasa dingin bgt tp saya bilang aja "ya namanya juga di hutan ya dingin"  :ngeledek padahal dalem ati merinding bukan kepalang ketakutan :ngeri

Share this post


Link to post
Share on other sites

kenapa mas @Okky Kusuma sering banget ngerasain kejadian mistis.. apakah 'mereka' akrab sama mas okky? heheheh  :ngeri

 

saya pernah waktu di Kuningan, Cirebon. Jadi ceritanya lagi pada nginep di villa temen. Eh malem2 saat semuanya lagi pada tidur, ada yang bolak balik dapur dan bangunin kita2. Rambutnya panjang ampe lantai nyapu2 gt...  :tercengang  :ngeri  padahal diantara temen2 gda yg rambutnya panjang kyk gt haleuhh..

 

tp klo saya yah, alhmadulillah klo soal yg gt gt emang takut banget tp termasuk cuek juga. Jd kalau ada yg udah ngerasa ada yg aneh, saya sering bilang, "ah paling perasaan aja. Udah ga usah dirasa2in"

 

Waktu camping di cidahu, kaki gunung salak, mirip kejadiannya ama mas Okky. Dingin2 gmn gt, padahal saya juga ngerasa dingin bgt tp saya bilang aja "ya namanya juga di hutan ya dingin"  :ngeledek padahal dalem ati merinding bukan kepalang ketakutan :ngeri

 

@zeekyuryu

makasih sist atas shared ceritanya.

kalo di villa saya juga cukup banyak ceritanya.

nanti kalo ada waktu saya shared disini.

 

anyway, dulu waktu kecil emang six sense saya cukup tinggi.

namun sekarang udah jauh berkurang.

nah pernah seseorang bilang sama saya, "makhluk gaib cenderung 'tertarik' dengan orang yang memiliki six sense. soalnya mereka penasaran dengan makhluk yang bisa berinteraksi dengan dunia mereka".

Share this post


Link to post
Share on other sites

Updated...

 

Dari Jawa Timur, saya balik lagi ke Jawa Barat.

Tepatnya daerah Cisarua, Bogor.

 

Berawal dari keponakan saya yang menagih janji ke saya.

Dulu saya pernah janji ke dia (Viki namanya), kalo nilai raportnya bagus bakal saya ajak ke taman safari malam.

Akhirnya ia dapat membuktikannya dan jadilah hari Jumat sore, sepulang kerja, kita berenam berangkat menuju Cisarua.

Sampai sana sekitar jam 17:00, kami pun menginap di Royal Safari Garden Hotel. Di salah satu bungalow yang letaknya dekat dengan restoran.

 

Eh, setelah tanya ke bagian informasi ternyata Taman Safari Malam adanya cuma pas malam minggu.

Jadinya deh malam itu kami cuma muter-muter menuju puncak pas dan nongkrong di pelantaran parkir restoran Rindu Alam sambil menikmati pemandangan lampu-lampu dari kejauhan.

Kebetulan malam itu puncak sangat sepi dan kabut turunnya cukup cepat dan tebal.

Pandangan pun mulai terbatas akibat kabut. Tak lama kemudian hujan mulai turun. Tak terlalu deras memang tapi cukup untuk membuat suasana jauh tambah dingin.

Kamipun segera berteduh di Rindu Alam sambil menegak segelas STMJ yang ternyata cukup untuk menghangatkan tubuh kami semua.

Waktu semakin malam namun kabut dan hujan terus menyelimuti diluar.

Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel dikarenakan Viki sudah mengantuk.

Hanya saja rute pulang sedikit mutar ke arah Ciloto sampai ke Cipanas lalu mutar balik di pasar Cipanas baru kembali lagi ke Cisarua.

 

Keanehan terjadi ketika kami melewati Ciloto (Diantara Gadog ampe Cipanas, daerah Ciloto memang yang paling sepi), tepatnya ketika saya melewati separated way Ciloto (yang ada botol kecap raksasa), dari kejauhan saya melihat seorang nenek yang tampak menggendong seorang bayi di punggungnya dengan menggunakan kain batik (saat itu saya yang menyetir dan hanya seorang saudara saya yang masih terjaga).

Anehnya, semakin mobil kami mendekati nenek itu, nenek itu semakin membesar !!!!!

Sampai akhirnya mobil kami melewati diantara kedua kaki si nenek. Saya pun melongo ke arah atas kaca depan mobil, berusaha melihat kepala si nenek (sehingga pandangan saya gak fokus kearah depan) dan baru sadar ketika sodara saya teriak awas.

Tiba-tiba dari arah depan ada bus yang membelok dengan kecepatan tinggi.

Saya pun mengerem sekuat tenaga sampai mobil sedikit tergelincir keluar jalan.

Walau jantung saya masih berdegup cepat, saya bisa nafas lega karena kami selamat dari kecelakaan.

Beberapa saat kemudian saya kembali celingukan untuk mencari sosok nenek-nenek itu namun tidak ada.

Tampaknya makhluk itu sudah menghilang. Bulu kuduk saya pun langsung berdiri saat itu juga

Yang bikin tambah merinding, bus yang hampir menabrak kami juga menghilang.

 

Keanehan selanjutnya ketika kami melewati jembatan yang menuju vila peristirahatan bung Karno.

Tiba-tiba mobil kami mati mendadak.

Saya pun kembali merasakan firasat yang gak enak.

Dengan waswas saya dan Angga (sodara saya yang masih terjaga) segera turun dari mobil untuk meriksa mesin mobil.

Semuanya baik-baik aja. Bahkan bensin masih setengah.

Kami berdua saling menatap dalam kebisuan. Sepertinya masing-masing udah tau sebenernya apa yang sedang terjadi.

Angga pun segera mengambil pematiknya dari dalam mobil dan berusaha menyalakannya. Namun cukup susah. Ia perlu puluhan kali sampai apinya benar2 menyala. Kemudian ia menyalakan rokok dan menghisapnya 3 kali. Trus membuangnya disekitar mobil.

Saya pun kembali berusaha menghidupkan mobil. Dan setelah berusaha beberapa kali akhirnya mobil kembali nyala. Kami pun segera cabut dari sana.

Tapi keanehan belum berhenti sampai situ.

Ketika saya melirik kaca spion dalam, saya melihat ada wanita muda menggunakan gaun dan topi lebar sedang duduk di jok paling belakang !!!!! (mobil yang saya gunakan avanza).

Perawakannya persis kayak nona-nona Belanda yang suka mangkal di Kebun Raya Bogor atau SMUN 3 Bandung.

Yang bikin saya tambah merinding, wanita itu melihat ke arah saya dan tersenyum ke saya !!!!!!

Tubuh saya langsung merasa lemas.

Angga yang ngeliat perubahan mimik saya, sepertinya langsung tau apa yang terjadi.

Iapun kembali mencoba menyalakan pematik. Tapi pematik itu kembali susah menyala. Bahkan lebih susah dibanding yang pertama.

Akhirnya sosok itu menghilang ketika kami sampai di daerah Cisarua.

 

Tak lama kemudian kami tiba di bungalow dan langsung menuju ke kamar masing-masing. (Saya tidur berdua sama Angga).

Lagi enak-enaknya tidur, keanehan kembali terjadi. Di antara sadar dengan tidak sadar saya mendengar suara pancuran air dari dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur saya.

Saya melihat ke samping, Angga terlihat tertidur pulas di samping saya.

Jadi siapa yang mandi malam-malam !!!!!

Tubuh saya kembali merinding.

Dan langsung menutupi seluruh tubuh saya dengan selimut sambil berusaha untuk tidur.

Tapi sialnya saya tak bisa tidur sama sekali.

Yang ada saya malah mendengar suara pintu terbuka kemudian disusul suara tv nyala !!!!

Sampai beberapa saat kemudian suasana kembali hening.

 

Demikian Updated-an dari saya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Aduhhh baca trit mas okky berasa lg baca novel horor.. Banyak amat kjadian seremnya... Walau uda sering begitu tetep aja serem ya mas klo kejadian lagi :D

 

@zeekyuryu

huehehehehehe...

berarti saya punya bakat menulis. Emoticon%20Senyum2.gif

banyak ???

tepatnya sangat banyak !!!!

ini baru di tempat wisata, belum di tempat saya kerja (Rumah Sakit, Puskesmas, dll), belum lagi perjalanan dinas saya ke tempat2 terpencil.

pokoknya banyak banget... Emoticon%20Bingung2.gif

Share this post


Link to post
Share on other sites

tepatnya ak lupa tahun berapa

 

wkt ke bromo ....mau menuju kawahnya itu kan suka ditawarn naik kuda ya..awalnya ak ndak mau

 

ehhh tiba2 ada kuda putih nyamperin ak tuh sampe kaget...ndak lama bapk yg punya kuda datang

 

dia bilang ak disuruh naik....akhirnya walaupun agak malas ak naik juga nah

 

alhasil sampe dech....bgtu di kawah kan ak foto2 tuh...wkt itu hp blm ada kameranya jadi masih pake kamera biasa

 

nah begitu sampe rumah foto2 ak cuci di studio,anehnya di kawah yg ak foto2 itu masa ada foto kuda yg ak naiki wkt berangkat nya tadi ,plek persis

kuda itu diantara ak dan temenku...aneh bgt kan masa wkt foto ga ada kuda nya terus pas foto dicetak ada...

@ts..termasuk mistik ga nie ceritanya...ndak bisa tulis cerpen jadi begini nie... :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Updated...

 

Malam nanti teman ngajakin nonton film Samudra Hotel yang diperankan oleh Shandy Aulia & Danny Sumargo.

Film yang mengisahkan tentang Nyi Roro Kidul.

Akibatnya, memory tentang pengalaman mistis yang berhubungan dengan Nyi Roro Kidul kembali teringat oleh saya. Pengalaman itu saya alami cukup lama. Sekitar tahun 2007. Namun ingatannya cukup melekat di otak saya walau gak terlalu mendetail.

Okay, inilah kisah saya...

 

Semuanya berawal dari ajakan om saya yang ngajakin saya untuk menemaninya untuk melihat perayaan Labuh Saji yang diadakan setiap tanggal 6 April oleh penduduk lokal Pelabuhan Ratu. Khususnya nelayan. Perayaan tersebut bertujuan untuk menghormati leluhur mereka, yaitu Raden Kumbang Agus Setra (sang ayah) dan Nyi Putri Mayangsagara (sang anak perempuan).

Jadilah saya berangkat hari Kamis pagi (5 April) menuju Pelabuhan Ratu bersama om saya. (Hanya berdua).

Karena perayaan ini ada hubungannya dengan Legenda Nyi Roro Kidul, maka om saya berencana untuk menginap di Hotel Samudra Beach. Rencananya beliau mau nyekar dulu ke kamar 308. Jadilah tujuan pertama kami setelah nyampe Pelabuhan Ratu adalah Hotel Samudra Beach. Dan ternyata om saya menginap disana, di kamar 307 !!!

Waduh...

Perasaan saya mulai gak enak.

Kami pun diantar ke kamar kami dengan Pak Acil (beliau juru kunci kamar 308)

Om saya sudah cukup akrab dengan beliau karena sering mengunjungi kamar 308.

Tak perlu waktu lama sampai akhirnya saya istirahat di kamar saya (307) sedangkan om saya nyekar ke kamar 308.

Semuanya berjalan baik-baik aja sampai malam hari menjelang.

Inilah kejadian-kejadian mistis yang saya alami sampai pagi menjelang...

 

1. Malam hari kami berdua makan malam di pelantaran belakang hotel sambil menikmati angin laut. Cukup telat juga kami makan malam. Kalau gak salah ingat sekitar jam 21:00 (untung last order jam 22:00).

Saya duduk menghadap kearah hotel. Dari sini saya bisa melihat beranda kamar 308 (satu2nya beranda yang ada payungnya).

Dan disana saya melihat sosok wanita berambut hitam panjang menggunakan kebaya warna hijau !!!!!

Sekilas sosoknya hampir sama seperti lukisan Nyi Roro Kidul.

Wanita itu hanya diam mematung menatap ke arah laut.

Kedatangan pramusaji yang mengantarkan makanan kami, mengalihkan perhatian saya ke sosok itu.

Dan setelah saya mencoba kembali melihat, sosok itu udah hilang.

 

2. Om saya seorang claustrophobia (takut akan tempat2 yang sempit), jadi beliau gak pernah mau naik lift. Jadinya kita pas mau balik ke kamar menggunakan tangga.

Okay...

menurut saya, suasana di Hotel Samudra Beach agak sedikit menyeramkan (yang pernah menginap disana pasti ngerti maksud saya).

Mungkin karena termasuk hotel tua kali yah...

Tapi entah kenapa malam itu saya merasa suasananya agak berbeda dari yang lainnya. Begitu sepi (mungkin karena hari biasa jadi tamu yang nginap hanya 1-2). Ditambah pancaran sinar lampu yang cukup temaram dan redup menambah kesan horor.

Lampu-lampu yang disematkan di beberapa sisi tak cukup untuk menyinari tangga itu secara keseluruhan.

Dan sepertinya malam itu hanya kami berdua yang berjalan sehingga langkah kaki kami cukup menggema.

Tiba-tiba saya mendengar langkah kaki diluar langkah kaki kami !!!!

Sayapun berhenti untuk memastikan, dan benar ada suara langkah kaki yang berasal dari atas !!!

Saya berusaha untuk berpikir positif, siapa tahu itu langkah kaki milik OB, atau pengunjung lainnya.

Sayangnya itu gak didukung sama om saya...

Ketika saya menatapnya tiba-tiba ekspresinya mengeras. Seakan-akan beliau mengkhawatirkan sesuatu. Iapun menatap saya dan mengajak saya bergegas untuk ke kamar. Kamipun melanjutkan perjalanan dengan sedikit mempercepat langkah.

Suara langkah kaki itu tetap terdengar...

Seakan-akan mengikuti kami...

Kami pun berhasil sampai ke koridor.

Tetap dengan keremangannya sehingga masih tampak horor.

Sebagai gambaran, koridor itu berbentuk seperti huruf T, kami berjalan di sisi bawah dari huruf T.

Dan tiba-tiba...

Sosok wanita itu kembali muncul !!!!!!!

Dia berjalan dari sisi kanan menuju sisi kiri dengan begitu cepat. Seakan-akan melayang. Begitu cepat sampai sampai saya gak tahu apakah om saya juga melihatnya. Yang pasti bulu kuduk saya udah berdiri tegak. Saya gak tau apakah itu real apa bukan. Bukan keadaan yang dapat berpikir dengan jernih ketika terdengar suara langkah kaki misterius ditambah penampakan sebuah sosok.

 

3. Saya terbangun malam2 untuk pipis. Waktu sekitar pukul 03:00.

Keadaan kamar gelap gulita. satu-satunya penerangan berasal dari kamar mandi namun pintu menghalanginya.

Tiba-tiba saya secara sama-samar mendengar suara wanita sedang bersenandung !!!!!!!!

Dan asalnya berasal dari beranda luar kamar !!!!!

Bulu kuduk saya kembali merinding.

Mulai baca-baca ayat kursi.

Tapi suara itu gak ilang-ilang sampai om saya bangun trus beliau mengambil air putih lalu membaca-baca sesuatu. Meneguknya dan menyemrotnya ke arah beranda.

Ajaib !!!!

Suara senandungnya hilang...

Trus om saya bilang kalo fenomena ini sering terjadi bila menjelang perayaan Labuh Saji.

Beliau udah tanya ke Pak Acil dan katanya emang begitu. Tapi anehnya, banyak orang yang penasaran.

 

Sekian dari Updated-an saya...

Share this post


Link to post
Share on other sites
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ameryudha
      Kamu nyebut air minum kemasan itu apa ? Aqua ? Lah , emang di kamus Aqua itu sinonim nya air minum kemasan gitu ? coba liat kamus besar bahasa Indonesia.
       
      Oke TS mau kasih contoh lain deh …
       
      (Percakapan ini terjadi saat orang berada di restaurant)
      Pelayan :  “minumnya apa mas ?â€
      Kamu :†Aqua aja…â€
      (kemudian pelayan pergi, selang berapa lama dia dating membawa air minum kemasan tapi mereknya bukan aqua melainkan ades dengna tutup botol warna hijaunya…..yang terjadi adalah kamu tetep minum, padahal kamu jelas-jelas pesennya air minum merek aqua…)
       
      Ko bisa gitu ya ?
       
      Sebenarnya, Aqua itu apa sih ?
       
      Perlu diketahui bahwa AQUA ITU ADALAH SEBUAH MEREK AIR MINUM DALAM KEMASAN dimana  telah 40 tahun ada di  Indonesia  (sejak tahun 1973 ).Oh iya, selain di Indonesia, Aqua juga terdapat di  Malay, Sing, dan Brunei
       
      Penjualan Aqua sendiri hingga saat ini konon masih terbesar di Indonesia, dan merupakan brand dengan equity terkuat ( yaeyalah , wong kamu aja nyebut air minum make ngaran Aqua).  Saat ini Aqua itu sudah merupakan generalisasi dari air minum dalam kemasan.
       
      Terusin dong ceritaan nya, kayanya menarik deh…. Eh pabriknya dimana ?
       Saat ini, terdapat 14 pabrik yang memproduksi Aqua dengan kepemilikan berbeda-beda (3 pabrik dimiliki oleh PT Tirta Investama, 10 pabrik dimiliki oleh PT Aqua Golden Mississippi, dan pabrik di Brastagi, Sumatera Utara dimiliki oleh PT Tirta Sibayakindo).
       
      Terus yang punya Aqua itu siapa sih ?
       
      Sejak tahun 1998, Aqua sudah dimiliki oleh perusahaan multinasional dalam bidang makanan dan minuman asal Perancis , Grup Danone , hasil dari penggabungan PT Aqua Golden Mississippi dengan Danone.
       
      Tapi…..
      Aqua Group didirikan oleh Tirto Utomo , Beliau ini adalah orang Wonosobo , dulunya beliau ini bekerja di Wonosobo, kemudian kerja di Petronas lalu dia mendirikan usaha air minum dalam kemasan ini.  
       
      Apa sih yang menyebabkan Aqua Oke banget di bisnis air minum ini ?
      Tirto berjasa besar atas perkembangan bisnis atau usaha AMDK di Indonesia, karena sebagai seorang Pioneer maka Almarhum berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis AMDK di Indonesia.
       
      Aqua untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk Air mineral di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh faktor Aqua sebagai produk air mineral yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar.
       
      Cara pemasarannya gimana sih supaya dia bisa gitu ? Kali mau diikutin …
      Kamu tau ga sih kalo metode promosi aqua itu hebat banget kaarena media yang digunakan bener- bener efektif, seperti iklan di media elektronik dan cetak, selain itu juga aqua banyak banget mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas.
       
      Buat distribusinya sendiri grup distribusi Aqua memiliki jaringan distribusi air mineral yang terluas di Indonesia, ga percaya ? Aqua itu sampe bisa menembus  sudut kepualuan ( temen TS yang di Papua aja tau merek Aqua), mereka punya gudang banyak, karena jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran.
       
       
      Ga cukup sampe situ, gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin.
       
      Jadi, Kesimpulannya apa TS ?
      Kesimpulannya adalah…. Ya kamu sampe saat ini masih manggil nama air minum itu Aqua, ga heran mereka makin terkenal. Jadi buat kamu yang punya usaha air gallon, berhenti deh tuh nyebut air gallon pake nama Aqua, bilang aja air minum biasa.
       
      Contoh lain yang menarik…
      Di Jambi kendaraan bermotor itu disebut “Hondaâ€
      Di Jawa Barat pompa air itu disebut “ Sanyoâ€
      Semua celana yang kamu pake disebut “ Levisâ€
      Roll- On yang kamu pake disebut “ Rexonaâ€
      Pasta gigi disebut “ Odol†atau “ Pepsodentâ€
    • By ameryudha
      Gan, ane baca-baca nih di berbagai webiste mengenai uang $1 yang sekarang ini dipandang sebelah mata oleh para turis, terus ane lihat tentang survey Lonelyplanet.com,  $1 dapat apa sih di berbagai belahan dunia, unik2 jawabannya, ini dia  :
      •    Chester, Inggris: US$1 (63 pence) bisa dapat setengah loaf roti, di Filipina bisa dapat permen satu kantong
      •    Di Wina, Austria : bisa dapat satu roll Roti gulung
      •     Tenerife, Pulau Kanari : secangkir kopi di Santa Cruz dan setengah cangkir di daerah pariwisata
      •    South India:  nasi yang bisa refill sepuasnya, curd, papad, serta 1 buah daun pisang mannis.
      •     Cebu, Filipina : bisa dapat refleksi setengah jam
      •     Nepal: Momo 10 biji( makanan khas sana), serta satu cangkir coke
      •     Kroasia : satu scoop eskrim
      •      London: 750mL susu, setengah liter bbm, roko 2 batang, 3 apple, satu kaleng coke .
      •     Denmark: Agan-agan paling dapat seliter susu,  satu buah roti di toko India, sebuah prangko
      •    Budapest : 1 skup es krim, 4 buah apel kecil, 1 buah burger di McD
      •    Canada:  tidak dapat apa-apa.  
      •    Seoul: satu pak masker untuk kecantikan   
      •    Los Angeles: satu jam parker   
      •    Australia:  Sebuah nomor Lotere  

      Kalo di Indonesia , $1 dapat apa, artinya Rp.9000 kita bisa beli apa ? Makan satu piring, 2 keping DVD, pulsa Rp.10.000, bensin 2 liter, coca cola 2 kaleng, susu 1 liter, roti tawar 1 pak, nasi goring 1 porsi, apa lagi ??
      tapi sebenarnya $1 dapat apa itu adalah ukuran negara tersebut mahal apa tidak, enak apa tidak untuk jalan2, bener ga ? kan kalo kita orang indo, terus ke US  di Indo dapat apa harga segitu di US cuma dapat apa, pastinya kita anggap mahal bukan ??
      semoga bisa jadi pengetahuan yang bermanfaat
       
    • By redocean
      Cinta Indonesia? Tau ga dari mana asalnya kata INDONESIA itu sendiri?
       
      Nah, semalem abis ngikutin kultwit traveller kaskus... dan ternyata, baru tau kalo nama INDONESIA memang punya sejarah yang cukup panjang. Di sini,, saya mau kasih sedikti aja saat pertama kali ide kata INDONESIA muncul.
       
      Jadi dulu, nama Indonesia sebenarnya Indu-Nesian. Indu diambil dari kata Hindu dan nesian diambil dari nesos, bahasa Yunani yang artinya pulau. Nama tersebut adalah nama yang sempat terpikirkan oleh George Samuel Windsor Earl yang menulis Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia. Dia ingin mendeskripsikan wilayah INDONESIA saat itu dengan definisi secara etnografinya.
       
      Tapi ternyata, Earl sendiri ga setuju dengan kata yang dia pikirkan. Dia ingin, wilayah kita ini diberi definisi, "The Brown Race of Indian Archipelago". Dan kata Indu-Nesian terlalu mudah. Sampai akhirnya di ingin menggunakan "Malayunesians"
       
      James Richardson Logan pengelola Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), menolak istilah Malayunesians. Dlm JIAEA Vol IV, hal 252-347,Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Ia menulis perlunya nama bg kepulauan. Logan menilai, Indunesian lebih tepat untuk menggambarkan wilayah kita ini secara geograifis ketimbang etnografis.
       
      Akhirnya, logan mengambil kembali kata Indunesian yang dibuat Earl sebelumnya. Ia menggantu "u" dengan "o" untuk kemudian memudahkan pelafalan.
       
      "I prefer the purely geographical term INDONESIA, which is merely a shorter synonym for the Indian islands or the Indian Archipelago" _Logan_
       
      nah, selengkapnya lagi, perkembangan Kata INDONESIA hingga saat proklamasi, silakan klik http://chirpstory.com/li/46351
    • By zeekyuryu
      Jalan2 ke tempat yang belum pernah kita kunjungi pasti harus punya persiapan. Persiapan bukan hanya materi, tapi juga perencanaan mau apa dan bagaimana kita di tempat baru tersebut.

      Saya punya cerita dari seorang kawan. cerita tentang orang yang backpackeran "ngandelin" banget kenalannya di australia. Nah, si kenalannya ini rupanya ga berkenan ama tingkan si backpacker. Pasalnya, mereka hanya sekadar kenal (mungkin kayak kita di forum) ini. Tapi pas di sana, dia bener2 minta dibantuin banget. Bawa uang pas-pasan, sarapan, tempat tinggal dsb minta numpang, dia ga tau harus kmn ga ada planning dan ga ada rencana apa-apa. Minta dianterin kemana2 . pokoknya nyusahin! Parahnya lagi, dia bawa temennya juga.

      buat masukan aja, minta dibantuin ama dibantuin sukarela beda ya... klo pun minta bantuan, ya harus ada etikanya. Backpackingan bukan berarti tanpa planning, tanpa modal. Modal tipis tapi target jelas dan rencana matang. sbg org yg lbh sering backpackingan, saya kecewa denger cerita nyata ini ..
×
×
  • Create New...