• 0
Sign in to follow this  
Sinichi Kudo

Tradisi Cuci Parigi di Pulau Banda

Question

Tentu bukanlah sebuah berita yang asing bahwa sebagian besar penduduk Indonesia masih percaya hal hal bersifat magis serta menjunjung tinggi tradisi nenek moyang yang bernuansa mitologi legendaris. Hampir seluruh suku yang ada di Indonesia memiliki tradisi khas yang terkadang cenderung magis dengan gaya mereka masing masing serta bumbu mitos dan mistis di baliknya. Memang, keberadaan tradisi spiritual magis tersebut nyatanya sudah mendarah daging dari kehidupan masyarakat Indonesia. 
 
parigi.jpg
 
Setiap tradisi adat yang ada pun memiliki fungsi dan manfaatnya dan salah satunya  sebagai pengikat masyarakat suatu suku, daerah atau wilayah, tidak hanya yang dari satu generasi saja, tetapi sudah mencakup beberapa generasi yang bertahan puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Salah satu tradisi magis di Indonesia yang perlu ada dan menarik untuk ditonton adalah tradisi Cuci Parigi di Kepulauan Banda, Maluku.
 
Cuci Parigi adalah tradisi mensucikan atau mencuci sumur (parigi) yang bernuansa magis namun  demikian memiliki nilai budaya yang patut dilestarikan. Cuci parigi dikenal masyarakat dunia sebagai sebagai Rofaerwar. Bagi masyarakat asli Kepulauan Banda, Cuci Parigi merupakan tradisi terpenting dan besar sehingga meski mereka berada di perantauan, banyak dari mereka memilih pulang dari perantauan hanya untuk mengikuti rangkaian tradisi magis ini.  Mereka bahkan berbondong bondong menyewa kapal untuk mengantar ke kampung halaman. Di samping menarik perhatian masyarakat kepualauan Banda dari perantauan, perhelatan tradisi ini juga melibatkan masyarakat di Maluku dan Sulawesi.
 
detik_sumur_tua.jpg?w=600
 
Ritual utama cuci parig ini adalah membersihkan dua sumur kembar yang berusia ratusan tahun yang berlokasi di Desa Lonthoir, Banda Neira, Maluku. Menurut penduduk setempat, Desa  Lonthoir merupakan desa tertua di Kepulauan Banda. Lokasi sumur kembar ini terletak  di atas bukit kurang lebih sekitar 300 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman sekitar empat meter. Secara akal sehat, letak sumur ini yang berada di ketinggian sebenarnya mustahil menjadi sumur dan terdapat sumber air yang melimpah, namun inilah keajaiban dan magis yang ada. Selain itu, sumur kembar itu tidak kering saat musim kemarau. 
 
Diantara dua sumur yang berdampingan ini, hanya salah satunya dikeramatkan dan yang lainnya berfungsi layaknya sumur biasa untuk mengambil air. Sumur ini dianggap keramat karena dahulu menjadi saksi sebagai tempat pembantaian warga Kepulauan Banda oleh penjajah Belanda.
 
 
Ritual cuci parigi ini dimulai dengan mengajak seluruh pengunjung yang datang untuk menuju Sumur Kembar. Lalu,  mereka akan memotong sebuah kain yang diberi nama Kain Gajah dengan panjang kurang lebih seratus meter dan lebar satu meter. Kemudian, mereka memasukkan kain tersebut ke dalam sumur yang bertujuan untuk mengeringkan air di dalam sumur. 
 
Memang terdengar aneh bahkan hampir mustahil yang namanya sumur bisa kering hanya dengan kain saja. Namun,  dan inilah letak keajaiban dan kemagisan ritual Cuci Parigi. Rahasianya, benar benar rahasia mengapa ini bisa terjadi dan hanya pemuka adat yang mengetahui bagaimana Kain Gajah sakti tersebut bekerja mengeringkan air sumur.
 
Setelah sumur dianggap sudah kering serta mata air sumur ini sudah tidak mengalir lagi, Kain Gajah akan ditarik keluar disertai iringan lagu lagu daerah khas Banda yang syairnya tersirat mantra magis. Setelah ditarik maka kain tersebut akan dipotong oleh para gadis desa yang kemudian diarak menuju pantai.
 
Sayangnya, ritual ini jarang dilakukan. Cuci Parigi hanya dihelat satu kali dalam lima tahun, terkadang juga disesuaikan dengan kepentingan adat, biasanya  berlangsung antara bulan Agustus sampai November.  Kemagisan cuci parigi senantiasa menarik perhatian wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Cuci Parigi. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

9 answers to this question

  • 0

Saya sudah dua tahun bekerja di Ambon tapi belum sempat ke Banda, karena kesulitan menyesuaikan jadwal kapal dan jadwal saya. Kalau naik pesawat ke sana pun masih kurang jelas informasinya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this