Sign in to follow this  
Followers 0
etiquoe

tips Ask: Cara cepat membedakan madu asli atau palsu?

9 posts in this topic

Suka madu, karena banyak manfaatnya dan aman untuk digunakan..

Cuma masalahnya, masih sering tertipu kalo beli madu yang tanpa brand..

Salah satu cara yang saya tau untuk membedakan antara madu asli atau bukan adalah dengan menyimpan sedikit sampel madu tersebut di kulkas. Kalo beku berarti palsu. Tapi cara seperti itu kan bisa membuktikan madu asli atau enggak sesudah madunya dibeli. Kepinginnya, dari awal mau beli, kita sudah bisa mendeteksi dengan cepat kalo madu itu palsu atau enggak.

Nah, temen-temen jalan2ers di sini, ada yang punya tips masalah ini? Gimana kita bisa dengan cepat mendeteksi keaslian madu, jadi gak pas udah terlanjur dibeli dan dikonsumsi, baru ketauan kalo palsu?

Kalo ada saran atau tips, mohon di share yaaaaa

Thanks

:)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya pernah mendengar kalo tidak salah, cara tradisional untuk mengecek madu palsu itu memakai Piring yang dikasih air.

kalo air di piringnya tidak keruh, bearti itu madu asli karena kadar airnya sedikit.

nah, kalo madu palsu, lama-lama air yang di piring itu bakal menjadi keruh. karena memiliki kadar air yang sangat banyak,..

mungkin itu saja yang saya ketahui mas.

adakah kawan-kawan yang bisa menambahkan...?

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya sempat baca juga di artikel kesehatan, kalo madu palsu mudah dikerubungi semut karena mengandung sukrosa, sedangkan madu asli sukrosa sudah dipecah menjadi glukosa dan fruktosa, dan juga tidak bagus buat penderita diabetes.....makannya beli yang asli yah....

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau saya pernah mengetes madu dengan cara teteskan madu pada kertas, madu yang palsu akan terserap sama kertas karena kadar airnya yang tinggi. selamat mencoba :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo dari kekentelannya gmn? saya sih kalo milih rata2 yang kentel dan yang warnya nya pekat gitu...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya pernah mendengar kalo tidak salah, cara tradisional untuk mengecek madu palsu itu memakai Piring yang dikasih air.

kalo air di piringnya tidak keruh, bearti itu madu asli karena kadar airnya sedikit.

nah, kalo madu palsu, lama-lama air yang di piring itu bakal menjadi keruh. karena memiliki kadar air yang sangat banyak,..

mungkin itu saja yang saya ketahui mas.

adakah kawan-kawan yang bisa menambahkan...?

ok.. thanks infonya :)

saya sempat baca juga di artikel kesehatan, kalo madu palsu mudah dikerubungi semut karena mengandung sukrosa, sedangkan madu asli sukrosa sudah dipecah menjadi glukosa dan fruktosa, dan juga tidak bagus buat penderita diabetes.....makannya beli yang asli yah....

Pernah baca juga nih, tapi ada temen yang bilang, tergantung jenis madunya, ada yang dikerubungi, ada yang enggak.. rada bingung jadinya :D

btw thanks :)

kalau saya pernah mengetes madu dengan cara teteskan madu pada kertas, madu yang palsu akan terserap sama kertas karena kadar airnya yang tinggi. selamat mencoba :)

Baru denger nih, simpel juga ya. Mungkin ini alternatif lain dari mengetes pake air seperti yang disarankan Harta diatas ya.. Berkaitan dengan kadar air..

Ok ok.. ntar dipraktekin :D, thanks

kalo dari kekentelannya gmn? saya sih kalo milih rata2 yang kentel dan yang warnya nya pekat gitu...

Hehe, kadang kalo liat madunya kentel, seperti lebih meyakinkan ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

madu yang asli kalo misalnya kita ambil sesendok dan masukkan ke dalem freezer dia ga akan membeku. yang membeku itu madu palsu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

aku juga pernah denger kalau membedakan madu asli dengan yang palsu tu salah satunya dengan dibakar. Trus waktu coba beli madu dari pencari madunya langsung, iseng-iseng aku bakar. eh, ternyata bener lho, plus madu asli tu gak mudah dikerubungin semut. ini pengalamanku sih ....

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya seorang agen penjual madu asli untuk konsumsi. Namun, sebenarnya ada sedikit tambahan seperti sari kurma, dll. Mungkin mba atau mas ingin membeli.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Momod Here !!!
       
      Dikarenakan Singapura ini masih menjadi tujuan favorit wisata luar negri untuk pertama kali
      jadi pasti MRT menjadi salah satu topik utama jika berkunjung ke Singapura
       
      Nah kali ini saya mau berbagi tips dan tata cara menggunakan salah satu moda transportasi andalan Singapura tersebut
      akan saya bagi jadi beberapa bagian ya silahkan di simak 
       
      Cara Baca Map MRT
      Ok pertama kali sebelum naik MRT nya minimal kalian harus paham dengan Map MRT Singapura ini
      Sebenernya gak terlalu sulit juga, tapi bagi yang kurang sense of directon dan gak bisa baca map
      bakalan jadi rumit, ini adalah method (cara) yang biasa saya pakai biar gak bingung :

       
      Selalu cek dan aware posisi kalian berada saat itu dimana, bisa dilihat kiri kanan pasti ada pertanda nama jalan / plang toko yang ada alamatnya dll Setelah ketemu posisi kalian baru lah baca map dan perhatikan Stasiun MRT terdekat, misal kalian berada di Bugis Junction berarti lebih dekat dengan Stasiun MRT Bugis  Tentukan tujuannya misal kalian dari Bugis mau ke Marina Bay MRT Singapura ini terdiri dari beberapa Line (Jalur) Utama dibedakan dengan warna (Red, Purple, Green, Circle Line (Yellow), Downtown Line / Blue) Di line (jalur) tersebut perhatikan ujung awal dan akhir, misal Green Line awal nya adalah Pasir Ris dan akhirnya adalah Joo Koon  Nah jika kita mau ke Marina Bay dari Bugis, berarti kita akan melalui dua line (jalur) karena Marina Bay itu berada di Red Line sedangkan Bugis berada di Green Line, logikanya kita harus turun dan ganti kereta di suatu tempat kan. Nah perhatikan pada Map ada stasiun2 yang dua jalur bersebelahan seperti stasiun City Hall atau Raffless Place berikut. Disinilah kita turun dan ganti kereta ke Red Line Marina Bay.                                                 Nah hal diatas itu berlaku untuk beberapa Interchange Station (Transit Station) seperti di Tanah Merah, Dhoby Ghaut, Jurong East, Outram Park, Serangoon dll  
      Jenis Tiket MRT
      Nah setelah kita sedikit paham dengan cara baca map MRT sekarang kita coba untuk membeli tiket MRT.
      Tiket MRT ada 3 Jenis yaitu Singapore Tourist Pass, Ez-Link Card, Single Trip Ticket. Kita akan bahas satu persatu ya
       
      Singapore Tourist Pass
      Singapore Tourist Pass adalah kartu khusus bagi wisatawan untuk menggunakan semua moda transportasi umum (MRT, BUS) sesuai dengan pilihan lama kunjungan. 

       
      Cara mendapatkannya bisa mengunjungi counter Tiket MRT di beberapa daerah berikut :
      Changi Airport, Orchard, Chinatown, City Hall, Raffless Place, Ang Mo Kio, Harbor Front, Lavender, Bugis, Bayfront
       
      Harga nya dari 1 hari 10 SGD, 2 hari 16 SGD, 3 hari 20 SGD
       
      Untuk info lengkapnya bisa cek web resmi nya di sini
       
      Ez-Link Card
      Kartu Ez-Link ini berfungsi hampir sama dengan Singapore Tourist Pass dimana kalian bisa menggunakan di semua moda transportasi umum singapura. Namun beda nya menggunakan saldo (semacam pulsa) jadi kita harus isi dlo (Top Up) baru bisa di gunakan. Namun untuk kartu baru sudah terisi saldo.

       
      Cara mendapatkannya bisa mengunjungi counter Tiket MRT di semua Stasiun dan juga di 7-Eleven. Cara Top Up (Isi Saldo) juga di lakukan di sana
       
      Harga nya dari 10 SGD - 12 SGD
       
      Untuk info lengkapnya bisa cek web resmi nya di sini
       
      Single Trip Ticket
      Hampir sama dengan Ez-Link Card 
      Kartu yang ini bisa digunakan untuk beberapa kali perjalanan, total 1 kartu bisa 6 kali di Top Up. 

       
      Cara mendapatkannya bisa mengunjungi counter Tiket MRT di semua Stasiun dan juga di Ticket Vending Machine di tiap Stasiun juga

       
      Harganya tergantung jarak dari Stasiun yang akan di tempuh start dari 0.20 SGD - 10 SGD
       
      Untuk info lengkapnya bisa cek web resmi nya di sini
       
      Cara Menggunakan MRT
      Nah kali ini kita masuk ke tata cara menggunakan MRT pertama kali.
      Mungkin bagi kalian yang pernah naik Bus Transjakarta cara ini tidak akan terlalu aneh, namun bagi yang belum pernah pasti kebingungan dengan sistem nya :
       
      Ketika masuk ke Stasiun MRT ada 2 pilihan beli tiket yaitu manual dengan berbicara dengan petugas Ticket  Counter atau otomatis dengan menggunakan Ticket Vending Machine (Jika menggunakan Singapore Tourist Pass / Ez-Link Card langsung baca ke no 4) Jika kalian pilih Manual ke Ticket Counter sebutkan tujuan kalian dan berapa orang dalam bahasa English misal kalian dari Bugis mau ke Marina Bay "Marina Bay please for 1 person" maka akan diperoleh harga 1.30 SGD Jika kalian pilih Otomatis ke Ticket Vending Machine ini berupa Touch Screen, langsung sentuh layar pilihan bahasa English, lalu keluar map MRT tinggal sentuh di tulisan Marina Bay, lalu pilih jumlah orang nya, kemudian keluar nominal yang harus di bayarkan 1.30 SGD :  Jika kalian membayar dengan uang kertas 2 SGD atau 1 SGD x 2 masukkan uang kertasnya ke sini, lalu uang kembalian akan jatuh di bawah nya
      Jika kalian membayar dengan campuran uang kertas dan logam (1 SGD uang kertas dan 0.30 SGD uang logam), masukkan uang logam nya ke sini.
      Lalu Single Trip Ticket nya akan keluar dari sini
      Karena Single Trip Ticket bisa digunakan sampai 6 kali, kalian bisa Top Up lagi saldo nya dengan menaruh kartu tersebut disini, dan ulangi langkah nya dari awal
       
      4.  Langsung menuju ke Ticket Gate untuk tap (sentuh) kartu nya ke salah satu slot seperti ini

       
      5. Lalu menuju ke MRT Ram dimana tempat kalian naik Kereta MRT nya, tapi perlu di perhatikan biasanya MRT Ram ini terdiri dari dua sisi bahkan ada yang bertingkat seperti di Dhoby Ghaut dan City Hall nah perhatikan baik2 petunjuk arah nya sehingga kalian tidak salah ambil MRT

       
      6. Selama di dalam MRT perhatikan dengan baik petunjuk ini dan juga suara dari pemberitahuan setiap kali berhenti di stasiun, karena itu adalah petunjuk kalian untuk dimana harus turun sesuai dengan tujuan kalian

       
      Tips :
      Selalu pergunakan Smartphone kalian dan aktifkan internet nya karena Google Maps sangat membantu Jangan ragu dan malu untuk bertanya ke siapapun yang ada  Semua kartu di atas hanya untuk 1 Orang saja, jadi TIDAK BISA 1 kartu di pakai berdua atau lebih Ok demikian lah Tata Cara Menggunakan MRT Singapura yang mungkin berguna buat kalian yang baru pertama kali menggunakan MRT. Oiya cara ini juga berguna untuk MRT di negara lain seperti Kuala Lumpur Malaysia, Bangkok Thailand, Taiwan dll. Karena prinsip nya sama saja
    • By vie asano
      Sudah ada banyak tips dan trik tentang caranya melakukan perjalanan bersama keluarga. Namun biasanya, fokus kata ‘keluarga’ disini lebih kepada ‘bagaimana caranya melakukan perjalanan bersama anak-anak’, mulai dari tips agar liburan keluarga berjalan seru (baca: Tips Agar Liburan Keluarga Berjalan Seru), tips untuk menghindari mabuk perjalanan (baca: Resiko Mabuk Perjalanan Bisa Ditekan Menggunakan Tips dan Trik Ini), tips packing untuk family trip (baca: Packing Tips for Family Trip (1) dan Packing Tips for Family Trip (2)) hingga tips jika bertemu dengan penumpang kecil di dalam pesawat (baca: Random Tips Buat Kalian yang Berencana Terbang Bareng Bayi dan Anak-anak).
      Tapi, keluarga kan nggak melulu berisi anak-anak saja. Lantas, ada nggak tips untuk melakukan trip bersama orang tua – terutama yang sudah berusia lanjut?
      Bagi sebagian traveller – khususnya traveller muda – orang tua (dalam artian ‘orang lanjut usia’, atau untuk mudahnya disebut sebagai ‘lansia’ saja) mungkin ada dalam daftar terakhir tipe partner yang akan dipilih untuk menemani acara traveling. Lansia biasanya identik dengan aktifitas rumahan, dan jarang bepergian ke tempat jauh. Apalagi jika lansia tersebut memiliki keterbatasan fisik maupun masalah kesehatan. Wah, terdengar sebuah hambatan untuk melakukan aktifitas traveling yang seru, kan?
      Tapi hey, nggak semua lansia itu suka diam di rumah, lho. Sekalipun mungkin kondisi fisik dan kesehatan nggak se-prima traveller muda, bukan berarti semua lansia hanya suka bepergian di dalam kota saja. Sebagian lansia masih memiliki semangat ala Indiana Jones dan Lara Croft untuk menaklukkan dunia mengunjungi berbagai tempat di dunia. Jadi, kenapa traveller muda harus memaksa meninggalkan lansia di rumah? Kenapa kalian nggak sesekali mencoba mengajak mereka bertualang dan bersenang-senang?

      Ilustrasi, via praktijkbuonappetito
      Namun tentu saja ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan sebelum mengajak lansia melakukan traveling bersama. Ada juga beberapa hal yang perlu kalian siapkan sejak dini untuk membantu melancarkan aktifitas bersama lansia. Singkat kata, langsung simak saja aneka tips untuk melakukan traveling bareng orang tua, kakek nenek, atau siapapun yang jauh lebih tua dari kalian. Sebelum itu, simak dulu sisi positif dan konsekuensinya bepergian bareng lansia.
      *             *             *             *             *
      Sisi Positif Bepergian Bersama Lansia
      - Pernah mendengar istilah ‘kenyang makan asam garam kehidupan’? Begitu juga yang terjadi jika bepergian bersama lansia. Sekalipun mungkin kondisi fisik mereka tidak seprima traveller muda, namun orang yang lebih tua bisa jadi mengetahui berbagai tips dan tips traveling yang belum diketahui oleh traveller muda. Dengan melakukan traveling bersama, kalian bisa belajar banyak dari orang tua tentang hal-hal diluar keseharian kalian. 
      - Jika kalian mengunjungi destinasi yang pernah dikunjungi oleh lansia bertahun silam, bisa jadi kalian akan mendengarkan kisah-kisah yang belum tentu akan kalian temukan dalam leaflet wisata. Seru kan?
      - Traveling bersama bisa menambah momen kebersamaan antara kalian dengan orang tua, apalagi kalau selama ini kalian punya banyak kesibukan sendiri dan jarang meluangkan waktu untuk kumpul-kumpul.
      Konsekuensinya:
      - Konsekuensi yang paling utama tentu saja masalah daya tahan fisik dan juga kesehatan yang berbeda dengan traveller muda (walau nggak semua orang muda punya daya tahan tubuh yang prima). Kalian harus bisa meredam egoisme untuk membuat itinerary sesuka hati.
      - Bepergian dengan lansia pun bisa berpotensi meningkatkan gesekan di antara kalian, apalagi jika selama ini kalian punya banyak cara pandang yang berbeda tentang beberapa hal. Misalnya saja, orang tua mungkin akan melotot saat melihat kalian mengenakan bikini di pantai. Atau mungkin marah-marah melihat kalian nggak tega menawar barang saat akan membeli oleh-oleh di pasar tradisional. Tapi hey, semua hal bisa dinegosiasikan kan? Jadi jangan dulu takut untuk bepergian bersama lansia ya!
      *             *             *             *             *
      Tips dan Trik Traveling Bareng Lansia
      Mari Mulai dari Itinerary, Karena Itinerary Adalah Segalanya

      Ilustrasi, via bordeauxclassictour
      - Umumnya lansia memiliki daya tahan fisik yang berbeda dengan anak muda. Karenanya, realistislah dalam menyusun itinerary. Daripada memaksakan diri mengunjungi 10 tempat dalam sehari, lebih baik kalian fokus memilih 1-2 tempat saja yang mungkin dapat meninggalkan kesan lebih dibanding tempat lainnya.
      - Kondisi setiap lansia memang bisa berbeda satu dengan lainnya. Namun, untuk menghindari lansia jadi terlalu lelah dan berpotensi menyebabkan penurunan kondisi fisik, bijaklah dalam menyusun waktu wisata. Apalagi lansia biasanya bergerak lebih lambat dari anak muda, jadi kalian betul-betul harus mempertimbangkan tempo wisata. Idealnya, kalian bisa mulai jalan-jalan beberapa saat sebelum makan siang, dan di antara makan siang hingga makan malam. 
      - Kenali dengan baik obyek wisata yang kalian pilih, apalagi jika kalian bepergian dengan lansia yang memiliki daya tahan fisik yang kurang baik. Pilihlah obyek wisata yang mudah dijangkau dengan kendaraan, atau mudah di akses dengan berjalan kaki, dan memiliki akses yang baik (jalannya tidak licin, curam, dll dsb).
      - Sedangkan jika bepergian dengan lansia yang mengalami kesulitan bergerak, nggak ada salahnya memastikan apakah kalian bisa meminjam kursi roda di obyek wisata tersebut atau tidak – kecuali jika kalian membawa kursi roda sendiri dari rumah. Begitu juga saat berada di bandara, cari tahu dimana kalian dapat meminjam kursi roda (dan bagaimana cara pengembaliannya).
      - Jangan egois! Kalian mungkin senang melakukan petualangan di alam bebas dan menantang adrenalin, seperti rafting dan bungee jumping. Tapi jika bepergian bersama lansia, pastikan kalian memilih obyek wisata yang dapat kalian nikmati bersama. Caranya, diskusikan setiap usulan itinerary yang kalian ajukan, dan jangan ragu untuk mendengarkan feedback dari mereka ya!
      - Ada baiknya pilih destinasi wisata yang nggak terlalu ramai. Lansia biasanya kurang menyukai keramaian, apalagi jika mereka memiliki kondisi fisik yang kurang baik. Selain itu, tempat ramai juga biasanya kurang nyaman karena harus berdesakan dengan banyak orang, dan lebih rentan akan pencopetan. Namun sekali lagi, konsultasikan setiap itinerary yang kalian usulkan untuk dirundingkan bersama-sama. Siapa tahu lansia yang akan kalian ajak traveling bersama malah menyukai suasana ramai seperti kota, dibanding menyepi di keheningan pegunungan.
      - Jelilah dalam menentukan waktu wisata. Pertimbangkan masalah cuaca di destinasi tujuan wisata kalian, dan hindari bepergian pada periode liburan (di daerah tersebut) untuk menghindari suasana liburan yang terlalu ramai dan malah membuat nggak nyaman. Secara umum, hindari bepergian di tengah kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu, serta hindari bepergian saat high season dan peak season.
      - Bingung menentukan destinasi yang mungkin akan disukai oleh lansia? Kalian bisa mempertimbangkan untuk memasukkan museum dan kuil-kuil dalam itinerary wisata. Tentunya, pilihlah tempat yang mudah di akses oleh lansia ya!
      - Alternatif lainnya, kalian bisa mempertimbangkan untuk mengikuti cruise singkat, asalkan lansia tidak punya mabuk laut ya.
      - Tips lainnya, kalian bisa menanyakan pada lansia, apakah ada tempat kenangan yang ingin dikunjungi di destinasi wisata atau tidak (khususnya jika mereka pernah ke tempat itu sebelumnya). Sesekali menyenangkan orang tua itu bagus lho!
      *             *             *             *             *
      Sebelum Bepergian

      Ilustrasi, via weibo
      - Jika lansia yang akan kalian ajak bepergian memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan lebih dulu pada dokter apakah yang bersangkutan dapat diajak untuk bepergian selama beberapa hari (sebutkan dengan detail durasi wisata, kalau perlu jelaskan tentang destinasi yang akan dikunjungi). Jangan lupa tanyakan apa saja ‘do’s’ dan ‘don’t’ yang harus diperhatikan selama masa traveling.
      - Sedangkan jika lansia tersebut diwajibkan mengatur pola makan karena satu dan lain hal (misalnya: terkena penyakit diabetes atau darah tinggi), ada baiknya kalian berkonsultasi pada dietisian mengenai menu yang aman disantap saat traveling. Mintalah daftar pantangan makanan yang harus dihindari selama wisata.
      - Oh ya, kalian juga bisa langsung membuat janji konsultasi dengan dokter sekembalinya dari aktifitas traveling.
      - Bekali diri dengan obat-obatan, terutama obat-obatan yang dibutuhkan oleh lansia (yang memiliki kondisi kesehatan tertentu). Bawalah obat-obatan itu dalam tas yang dapat masuk kabin, supaya mudah diambil sekiranya kalian tiba-tiba memerlukannya.
      - Nggak ada salahnya juga berbekal snack, khususnya yang disukai oleh lansia.
      - Jika perlu, survey lah lebih dulu berbagai fasilitas kesehatan di sekitar lokasi wisata yang akan kalian kunjungi.
      - Untuk menghindari kondisi salah jalan yang akan membuat kalian tersesat, nggak ada salahnya membekali diri dengan peta (online maupun offline). Nggak ada salahnya juga men-download beberapa aplikasi yang mungkin akan kalian butuhkan untuk melancarkan aktifitas traveling, seperti Waze, Google Maps, dan lain-lain.
      - Jangan lupa mengurus asuransi perjalanan sebelum kalian berwisata ya!
      - Dan, pastikan kartu kredit kalian bisa digunakan selama berwisata. Sekalipun nggak semua tempat menerima kartu kredit, namun setidaknya kalian dapat merasa lebih tenang jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan biaya secepatnya.
      *             *             *             *             *
      Masalah Packing

      Ilustrasi, via tuliptel
      - Biasanya lansia lebih mudah cemas mengenai banyak hal, dan akhirnya packing lebih banyak dari seharusnya. Apalagi jika mereka termasuk jarang bepergian. Untuk menghindari hal tersebut, nggak ada salahnya kalian membantu saat packing, sehingga kalian bisa memberikan saran barang apa saja yang perlu dibawa dan apa saja yang harus ditinggal.
      - Nggak ada salahnya membawa sebuah selimut tipis, apalagi jika kalian bepergian saat cuaca kurang bersahabat.
      - Bawalah perlengkapan yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama di perjalanan. Misalnya saja, bantal leher yang dapat dipompa, penutup mata, dan penutup telinga.
      *             *             *             *             *
      Random Tips Seputar Transportasi

      Ilustrasi, via eluniversal
      - Beberapa moda transportasi biasanya menawarkan diskon khusus untuk lansia yang telah melampaui usia minimal tertentu. Nggak ada salahnya kalian mencari tahu tentang diskon khusus tersebut, namun jangan bete kalau ternyata nggak menemukan yang kalian cari ya!
      - Jika memungkinkan, pilih penerbangan non-stop (direct flight). Kalian mungkin memang akan duduk lebih lama di pesawat. Tapi jika bepergian bersama lansia, akan lebih melelahkan jika kalian harus transit beberapa kali untuk pindah penerbangan.
      - Beberapa penerbangan memberikan opsi khusus bagi lansia maupun penyandang disabilitas (biasanya saat melakukan pemesanan tiket), sehingga pihak maskapai dapat langsung membantu saat kalian boarding atau setelah di dalam pesawat. Nggak ada salahnya kalian memastikan ketersediaan opsi tersebut saat melakukan pembelian tiket pesawat.
      - Bijaklah dalam memilih jam penerbangan. Saat masih muda, kalian mungkin nggak masalah pergi menggunakan penerbangan termalam yang (biasanya) menawarkan harga tiket lebih murah. Namun penerbangan malam mungkin saja akan mengurangi kenyamanan lansia yang (mungkin saja) telah memiliki pola istirahat yang teratur.
      *             *             *             *             *
      Seputar Akomodasi

      Ilustrasi, via euroweeklynews
      - Biasanya, traveller muda (khususnya budget traveller) suka memilih penginapan yang agak jauh dari pusat keramaian karena harganya yang relatif lebih murah dibanding penginapan sejenis lainnya. Hanya saja, jika kalian berwisata bersama lansia, sebaiknya pertimbangkan memilih akomodasi yang mudah dijangkau oleh transportasi. Tujuannya agar sewaktu-waktu kalian bisa dengan mudah kembali ke penginapan.
      - Pilih akomodasi yang ramah untuk lansia. Definisi ramah disini terutama dari segi fasilitas. Misalnya saja, pilih penginapan/hotel yang memiliki lift (jika akomodasi itu lebih dari satu lantai). Lebih baik lagi jika kalian bisa memilih kamar yang dilengkapi dengan kamar mandi dalam kamar, sekalipun harganya mungkin lebih mahal dibanding kamar tanpa kamar mandi. Tips ini terutama berlaku jika kalian menginap bukan di hotel besar, atau mungkin menginap di hotel-hotel tradisional seperti ryokan (hotel tradisional Jepang).
      - Oya, pilih juga kamar yang dilengkapi dengan penyejuk udara, untuk menjamin agar lansia dapat beristirahat dengan nyaman.
      *             *             *             *             *
      Tips Random Lainnya

      Ilustrasi, via amac
      - Bepergian bersama lansia bukan berarti kalian harus bersama mereka 24/7. Agar kalian tetap bisa menikmati liburan yang kalian inginkan, nggak ada salahnya merencanakan aktifitas kecil untuk kalian nikmati sendiri. Misalnya saja, lanjut kongkow di club malam setelah selesai aktifitas wisata bersama orang tua. Atau, bisa juga kalian memiliki plan B aktifitas sendiri untuk berjaga-jaga seandainya sewaktu-waktu orang tua memutuskan untuk beristirahat di hotel saja dibanding pergi jalan-jalan.
      - Jika memungkinkan, ajak juga anggota keluarga lainnya untuk berwisata bersama. Umumnya lansia akan jauh lebih senang dan merasa lebih aman jika melakukan wisata bersama anggota keluarga lainnya.
      - Jika bepergian bersama keluarga besar, kalian nggak harus selalu pergi bersama-sama sebagai rombongan setiap saat. Seandainya di antara anggota keluarga besar memiliki beberapa ide wisata yang sulit dikompromikan (misalnya karena perbedaan selera), nggak ada salahnya sesekali membagi group menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bisa bergantian untuk menyesuaikan diri dengan itinerary yang nyaman bagi orang tua.
      - Akui saja, jika orang tua kebanyakan sensitif dengan hal-hal tertentu. Misalnya saja, dengan cara kalian berpakaian (terutama jika kalian masih sangat muda). Untuk menjaga suasana traveling tetap terasa menyenangkan, sebaiknya hindari melakukan hal-hal yang mungkin akan menjadi bahan perselisihan. Sebagai contoh, alih-alih memaksakan diri mengenakan bikini lucu yang sebetulnya sudah kalian siapkan untuk liburan, kalian bisa mengenakan one piece yang relatif lebih sopan. Kalian tetap bisa berenang, namun nggak bikin orang tua deg-degan.
      *             *             *             *             *
      Dan, Mungkin Inilah Tips Paling Ultimate yang Perlu Kalian Ketahui

      Ilustrasi, via myageingparent
      Setelah membaca uraian di atas, bisa jadi kalian mungkin malah akan berpikir kalau bepergian bareng lansia itu merepotkan. Tapi, hey, ingatlah satu hal ini.
      Lansia pun dulunya pernah muda. Begitu juga kalian, suatu saat nanti akan menjadi lansia juga (jika umur memungkinan). Jadi, jangan pernah menganggap lansia itu merepotkan, karena kelak akan tiba giliran kalian untuk merepotkan orang lain. Anggap saja traveling bersama lansia (entah itu orang tua maupun kakek-nenek) sebagai bentuk latihan kalian jika kelak diajak traveling oleh anak cucu saat usia tak lagi muda. Lagipula, traveling bareng lansia bisa menjadi kenangan indah, yang akan menjadi harta karun sampai kapanpun juga.
      Jadi, kapan kalian akan mulai mengajak orang tua atau kakek-nenek traveling bareng?
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) tanpa adanya editan selain proses resizing.
    • By vie asano
      Di era modern seperti sekarang ini, sudah banyak traveller yang berani melakukan solo traveling. Apalagi saat ini aneka moda transportasi sudah semakin mudah menjangkau berbagai pelosok dunia. Hanya saja, ada satu problem yang kerap dialami oleh para solo traveller, khususnya bagi mereka yang hobi sekali mengabadikan foto-foto narsis: “gimana caranya menghasilkan foto selfie yang keren saat solo traveling?”
      Saat kita berwisata bersama teman, kita selalu bisa meminta bantuan untuk mengambilkan foto diri yang cakep. Apalagi kalau teman tersebut sudah tahu angle terbaik yang bisa meningkatkan kekerenan kita hingga ke level maksimal. Hanya saja, problemnya akan berbeda jika kita melakukan solo traveling, karena semua hal harus dilakukan seorang diri – termasuk mengambil foto selfie. Apalagi jika kalian baru pertama kali melakukan wisata seorang diri, yang mungkin masih harus beradaptasi dengan banyak hal.
      Tapi, tenang saja. Solo traveling bukan berarti kalian nggak bisa menghasilkan foto-foto selfie yang keren kok. Simak saja beberapa tips berikut. Siapa tahu ada tips yang paling cocok untuk membantu kalian menghasilkan foto selfie keren saat solo traveling, khususnya bagi kalian solo traveller pemula.
      *             *             *             *             *
      1. Bekali Diri dengan ‘Peralatan Tempur’ yang Memadai
      A. Pakai Tongsis, Kenapa Tidak?

      Ilustrasi turis dan tongsis, via orehi.tv
      Dari seluruh ‘peralatan tempur’ untuk mengambil foto selfie, tongsis a.k.a tongkat narsis (bahasa Inggris-nya: selfie stick) masih menjadi pilihan populer bagi wisatawan, khususnya wisatawan Indonesia. Tongsis menjadi salah satu satu alat bantu paling praktis untuk mengambil foto selfie, terutama jika kalian termasuk pemalu untuk minta bantuan orang lain dalam mengambilkan foto.
      Dewasa ini, sudah banyak alternatif model tongsis yang bisa kalian gunakan, mulai dari model standar hingga tongsis dengan konsep canggih yang dilengkapi dengan kipas angin dan lampu (lihat foto dibawah). Kalian juga dapat membeli tongsis yang bisa sekalian berfungsi sebagai tripod, sehingga kalian nggak perlu repot-repot membawa tripod tambahan.

      Tongsis canggih, via petapixel
      Hanya saja, perlu diketahui kalau nggak semua tempat wisata mengijinkan penggunaan tongsis. Sebagai contoh, penggunaan tongsis dilarang di 1195 stasiun di Jepang (termasuk stasiun yang dilalui oleh shinkansen). Salah satu alasannya karena penggunaan tongsis dikhawatirkan merusak fasilitas setempat (yang memang tidak dirancang untuk ramah tongsis). Selain itu, penggunaan tongsis juga dikhawatirkan dapat mencelakakan pengguna stasiun lainnya.
      Nggak hanya di Jepang, beberapa tempat lainnya juga diketahui melarang atau membatasi penggunaan tongsis dengan berbagai alasan. Beberapa diantaranya adalah National Gallery of London, The Palace Museum (Beijing), Istana Versailles (Perancis), Colloseum (Italia), dan di beberapa tempat di Korea Selatan (terutama untuk tongsis yang tidak berlisensi).
      Jika ingin membawa tongsis sebagai ‘partner’ untuk mengambil foto selfie saat solo traveling, perhatikan beberapa tips berikut ini:
      - Perhatikan dengan seksama apakah tempat wisata yang kalian kunjungi mengijinkan penggunaan tongsis atau tidak. Jika tidak dapat menemukan tanda/informasi yang jelas, kalian dapat mengamati wisatawan lain di tempat tersebut apakah ada yang menggunakan tongsis atau tidak.
      - Untuk menghasilkan foto selfie yang keren, kreatiflah dalam penggunaan tongsis. Kalian bisa bereksperimen mengambil foto dari berbagai angle, termasuk menempatkan tongsis di pundak untuk mengambil foto dari belakang.
      +             +             +
      B. Tripod Selalu Jadi Teman Setia Untuk Mengabadikan Selfie

      Ilustrasi, via shutterstock
      Selain tongsis, tripod nggak pernah gagal menjadi teman setia bagi solo traveller yang berniat mengabadikan foto selfie. Dengan meletakkan kamera di atas tripod, kalian bisa bebas bergaya tanpa harus sibuk memegangi kamera seperti saat menggunakan tongsis. Tripod juga memungkinkan sudut pengambilan gambar yang lebih luas, karena selfie hanya bisa menangkap gambar dalam jarak dekat saja. Hanya saja, nggak semua traveller suka membawa tripod. Selain karena berat, tripod juga kerap dianggap kurang praktis karena kita harus selalu melakukan bongkar pasang setiap kali akan mengambil foto. Mungkin karena itulah penggunaan tongsis terlihat lebih populer dibanding tripod (khususnya bagi solo traveller).

      Kamera dan gorilla pod, via portative
      Untungnya, saat ini perlengkapan tripod pun sudah semakin bervariasi. Sudah makin banyak tripod yang dirancang dengan berat yang relatif ringan untuk dibawa-bawa oleh traveller wanita sekalipun. Modelnya pun beragam, mulai dari model standar hingga model yang fleksibel seperti gorilla pod. Model tas untuk membawa tripod pun semakin beragam dan makin stylish, sehingga tripod tak perlu lagi menjadi masalah untuk dibawa-bawa oleh solo traveller.

      Tongsis sekaligus tripod, via hisypix
      Alternatif lainnya, kalian bisa membeli tongsis yang dilengkapi dengan aksesoris kaki-kaki sehingga bisa berdiri layaknya tripod. Dengan demikian, kalian nggak perlu repot-repot membawa tongsis dan tripod, apalagi jika kalian berwisata tanpa membawa kamera DSLR.  
      +             +             +
      C. Bersahabatlah dengan GoPro, dan Semua Akan Baik-baik Saja.

      GoPro, via behance.net
      Bagi solo traveller yang memang hobi mengabadikan foto-foto traveling keren, termasuk foto selfie, jangan ragu berinvestasi dengan membeli GoPro. GoPro merupakan sebuah merk action camera yang dirancang untuk merekam aksi-aksi ekstrim seperti motocross, bungee jumping, skateboarding, dan lain-lain. Asyiknya, GoPro ini memiliki banyak aksesoris pendukung yang membuat GoPro ini semakin mudah dibawa kemana saja. GoPro juga bisa dihubungkan dengan smartphone, sehingga pengguna bisa mengontrol kamera dari kejauhan. Mantap nggak tuh?
      +             +             +
      D. Berinvestasilah dengan Membeli Kamera yang Bagus.

      Ilustrasi, via travelnews
      Oke, saat ini memang sudah banyak handphone yang dilengkapi kamera dengan resolusi tinggi. Namun tetap saja, nggak ada salahnya kalian berinvestasi membeli kamera yang bagus. Apalagi jika kalian memang hobi melakukan traveling dan suka mengambil foto-foto keren. Secanggih dan sekeren apapun kamera handphone, tetap saja tidak akan bisa mengalahkan kamera dengan lensa yang bagus (selama didukung dengan skill yang memadai).
      Tapi, entah apakah kalian menggunakan kamera handphone maupun kamera DSLR, yang paling penting adalah kalian memahami caranya menggunakan kamera tersebut. Bukan, maksudnya bukan sebatas mengetahui mana tombol on dan off, tapi memahami aneka fitur terbaik dari perlengkapan kalian. Percuma memiliki kamera canggih jika kalian nggak mengerti cara menggunakannya, karena pada akhirnya semua akan kembali pada keahlian masing-masing.
      *             *             *             *             *
      2. Manfaatkan Aneka Teknik Berikut Ini Untuk Mengambil Foto Selfie Keren
      A. Manfaatkan Mode Self-Timer

      Ilustrasi foto seluruh badan yang diambil oleh solo traveller, via zeitjung
      Bagi solo traveller, self-timer adalah sahabat terbaik untuk mengambil foto selfie. Entah kalian berfoto menggunakan tongsis atau tripod, atau bahkan menggunakan action camera seperti GoPro, self-timer memungkinkan kalian untuk mengambil foto seluruh badan seperti jika foto itu diambil oleh orang lain.
      Dewasa ini, hampir semua handphone dan kamera telah dilengkapi dengan self-timer. Namun kalaupun kamera kalian tidak memiliki mode itu, ada banyak aplikasi yang bisa diunduh kok. Cara untuk menggunakan self-timer pun sangat mudah. Kalian hanya perlu menempatkan kamera pada sesuatu yang stabil (seperti tripod ataupun permukaan datar), mengeset waktu, dan kemudian berlari mencapai posisi yang tertangkap kamera untuk berpose sesuai keinginan.
      +             +             +
      B. Burst Mode

      Ilustrasi, via heartmybackpack
      Jarang berhasil mengambil foto bagus dalam jepretan pertama? Manfaatkan saja fitur burst mode! Burst mode merupakan fitur di kamera yang memungkinkan kita untuk mengambil banyak foto dalam satu kesempatan. Setiap device memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menangkap banyaknya jumlah frame per-detik. Dengan mengaktifkan fitur burst mode, kalian akan memiliki banyak alternatif foto untuk dipilih.
      +             +             +
      C. Manfaatkan Screenshot Video

      Ilustrasi, via meetup
      Cara lain untuk mendapatkan foto selfie keren saat melakukan solo traveling adalah dengan merekam video; bisa video pendek maupun video panjang. Selanjutnya kalian tinggal memilih momen-momen yang kalian sukai dan lakukan screen shot. Gampang banget kan? Memang sih kualitasnya mungkin akan berbeda dengan mengambil foto menggunakan mode kamera. Tapi hey, saat ini sudah banyak software editing yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas foto, kan?
      +             +             +
      D. Minta Tolong Sama Traveller Lain Itu Nggak Dosa Kok!
      Ada kalanya kita harus minta tolong pada traveller lain maupun penduduk setempat untuk membantu mengambilkan foto selfie. Misalnya saja saat kita nggak bawa perlengkapan memadai untuk melakukan selfie (seperti tongsis dan tripod), maupun karena nggak ada bidang datar untuk meletakkan tripod. Nggak perlu malu, karena hal tersebut sudah sangat lazim dilakukan oleh wisatawan. Hanya saja, memang sih nggak ada jaminan kalau kualitas jepretan orang lain tersebut akan sesuai dengan keinginan kita. Karenanya, coba deh perhatikan beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan hasil jepretan terbaik (yang bisa kita dapat dari orang lain):
      1. Mintalah bantuan pada wisatawan lain dibanding penduduk setempat.

      Ilustrasi, via pinger
      Biasanya sesama wisatawan lebih mudah dimintai tolong untuk mengambilkan foto selfie dibanding minta tolong pada penduduk setempat. Selain itu, wisatawan biasanya juga lebih terbiasa menggunakan perlengkapan memotret dan lebih tahu angle terbaik untuk menghasilkan sebuah foto yang keren. Tentu saja nggak semua wisatawan seperti itu ya!
      2. Minta tolong pada wisatawan yang membawa kamera DSLR

      Ilustrasi, via edunova
      Jika kalian menggunakan kamera DSLR dan menginginkan hasil jepretan terbaik, kalian bisa mencari wisatawan lain yang juga membawa kamera DSLR untuk dimintai tolong mengambilkan foto selfie. Mereka yang memiliki DSLR jelas lebih terbiasa menggunakan kamera jenis tersebut, dan kemungkinan besar akan memperlakukan kamera kalian dengan hati-hati layaknya kamera sendiri.
      3. Minta mereka untuk mengambil setidaknya 3 foto selfie kita

      Ilustrasi, via cepamagz
      Lho, kok 3 foto?
      Penjelasan singkatnya kira-kira seperti ini. Pada jepretan pertama, orang baru akan beradaptasi dengan kamera kita. Ada kemungkinan dia akan mengambil foto agak nge-blur. Pada jepretan kedua, mungkin saja kitanya yang nggak siap untuk berpose. Baru pada jepretan ketiga, baik si pengambil foto maupun kita biasanya sudah siap 100%, sehingga hasil fotonya sesuai seperti yang diharapkan.
      4. Jangan ragu menjelaskan konsep foto yang kalian inginkan

      Ilustrasi, via storm
      Berencana untuk mengunggah selfie tersebut ke Instagram maupun album digital kalian? Jangan ragu untuk menjelaskan konsep foto yang kalian inginkan saat minta tolong pada traveller lain, supaya hasil fotonya sesuai dengan feed yang kalian inginkan. Kalau perlu, settingkan kamera dan atur pada posisi yang diinginkan, sehingga traveller lain hanya tinggal memencet tombol saja. Tapi tentu saja kalian juga harus berbesar hati seandainya traveller tersebut tetap tak bisa menghasilkan foto seperti yang diinginkan ya!
      5. Kalau perlu, tawarkan untuk ganti mengambilkan foto selfie

      Ilustrasi, via shutterstock
      Ini sih tips standar untuk mencairkan suasana saat meminta bantuan dari traveller lain. Jika perlu, tawarkan bantuan untuk mengambilkan foto bagi mereka – khususnya jika kalian bertemu dengan solo traveller lainnya. Dengan begitu, sesama solo traveller bisa saling membantu untuk mengambil foto selfie masing-masing.
      6. Jangan ragu minta tolong pada traveller lainnya

      Ilustrasi, via shutterstock
      Merasa kurang puas dengan hasil jepretan dari orang yang kita mintai tolong? Jangan ragu dan malu untuk minta tolong pada traveller lainnya lagi. Siapa tahu kalian lebih beruntung menemukan traveller lain yang lebih mahir mengambil foto dibanding orang sebelumnya.
      *             *             *             *             *
      3. Random Tips Lainnya:
      A. Kenali Angle Terbaik Kalian

      Ilustrasi, via expressvpn
      Ini salah satu tips paling penting saat mengambil foto selfie, dan bisa diterapkan dalam berbagai kondisi selain saat solo traveling saja. Dengan mengenali angle mana yang paling cocok untuk kalian, maka kalian nggak perlu mengambil foto hingga ribuan kali (lebay mode on) hanya untuk menemukan pose terbaik untuk kalian.
      Jangan malas juga mengeksplorasi angle. Kadang foto terbaik kalian dapatkan dari angle yang tak terduga. Misalnya saja dengan mengarahkan kamera sedikit ke atas, atau malah ke bawah.
      +             +             +
      B. Cari Tahu Konsep Foto yang Kalian Inginkan

      Ilustrasi, via jdandj
      Traveller (termasuk solo traveller) biasanya suka mengunggah aneka foto travelingnya di berbagai kanal media sosial miliknya, entah itu Facebook, Flickr, maupun Instagram. Supaya foto-foto kalian lebih dari sekedar foto traveling biasa, ada baiknya kalian mencari tahu feed seperti apa yang kalian inginkan. Apakah kalian menginginkan foto-foto bernuansa dinamis? Ataukah kalian menginginkan foto dengan konsep tenang dan anggun?
      Cari tahu style yang kalian inginkan dan kalian sukai, dan belajarlah mengambil foto sesuai style yang diinginkan dan disukai tersebut. Daripada menjepretkan kamera secara random dan menghasilkan ratusan foto yang bisa ditemukan di berbagai brosur wisata, lebih baik kalian menghasilkan lebih sedikit foto namun menampilkan keunikan dan ciri khas kalian sendiri.
      Tips:
      Jika belum menemukan gaya foto yang sesuai dengan keinginan, kalian dapat melihat-lihat pinterest untuk menemukan inspirasi yang bisa dicontek.
      +             +             +
      C. Jangan Malu!

      Bebaskan ekspresimu, via notey
      Salah satu penyakit klasik yang kerap menghampiri solo traveller saat akan mengambil foto selfie adalah bersikap malu-malu di depan kamera. Alhasil foto yang dihasilkan sebatas foto-foto standar yang nggak ada bedanya dengan foto di studio dengan latar belakang pemandangan buatan.
      Padahal, hey, untuk apa malu? Kalian mungkin akan terlihat aneh jika bergaya sendirian di depan tripod, atau mengeluarkan ekspresi yang aneh-aneh saat memegang tongsis. Tapi, jika itu bisa membantu menghasilkan foto traveling yang tak terlupakan, semua usaha dan rasa malu itu akan sebanding dengan hasilnya kan?
      Ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu menekan rasa malu saat mengambil foto selfie kala solo traveling:
      - Lakukan hal-hal yang bisa membuat kalian rileks saat di depan kamera, entah itu tertawa, menari, atau bahkan melompat-lompat. Jangan takut terlihat aneh. Takutlah jika kalian melewatkan kesempatan untuk mengambil pose keren di tempat yang belum tentu akan dikunjungi lagi.
      - Saat memutuskan untuk mengambil foto selfie dengan gaya yang unik, abaikan pandangan aneh dari orang-orang di sekitar kalian. Toh belum tentu kalian akan bertemu lagi dengan mereka, kan?
      - Ingatlah kalau mengambil foto traveling lebih dari sekedar memotret pemandangan saja. Hey, setiap orang bisa mengambil foto dari Google dan mengaku kalau mereka pergi ke tempat itu. Karena itulah penting bagi kalian untuk sesekali melakukan selfie, sebagai bukti otentik kalau kalian memang pergi mengunjungi tempat tersebut. Agar foto selfie-nya berbeda dengan foto yang dilakukan di studio berlatar pemandangan palsu, jangan segan memasukkan kepribadian kalian. Mau bergaya gokil? Serius? Lakukan saja apapun yang kalian mau, dan jangan malu-malu!
      *             *             *             *             *
      Note:
      Saya baru tahu kalau mbak Hasdevi Agrippina Dradjat pernah membuat tulisan dengan tema sejenis. Mampir juga kesini ya: Dengan Cara-cara Ini, Kamu Tidak Perlu Khawatir Tidak Akan Mendapatkan Foto Traveling Kece Saat Traveling Sendirian
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Tips Traveling Untuk Introvert, satu kata disini yang harus di cermati adalah Introvert, pasti kalian pernah mendengarnya atau mungkin kalian sedang mengalami nya, atau mungkin juga kalian menyangkal tidak mengalami nya padahal sedang terjadi pada diri kalian.
      Memang dengan ada nya kemajuan jaman dengan teknologi dan sosialitas yang berkembang, juga makin membuat daya pikir dan daya sosialisasi seseorang menjadi maju dan bahkan juga ada yang mengalami kemunduran. Hal ini memang berkaitan dengan berbagai faktor terutama Lingkungan dan juga Kepribadian.
      Introvert atau Introversion menurut Dokter Psikologi dari Swiss Carl Jung adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berfikir dari pada beraktifitas. Mereka juga lebih suka dengan kesunyian daripada di tempat yang banyak orang lain.
      Ada pun ciri-ciri Introvert menurut Dokter Carl Jung tersebut sebagai berikut :
      Senang Menyendiri Pemikir Pemalu Pendiam Lebih senang bekerja sendiri Berinteraksi secara langsung (One by One) Susah bergaul Senang berimajinasi Lebih suka mendengarkan dan memperhatikan Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan Pada realita nya, hal ini sering terjadi dengan masyarakat pada umum nya, bahkan orang dewasa yang tadi nya dia tidak Introvert, ketika masuk dunia kerja menjadi Introvert dikarenakan lingkungan nya membuat dia untuk selalu Fokus terhadap Pekerjaan nya. Maka dari itu banyak sekarang pekerja kantoran juga tidak sadar jika diri nya sudah masuk kategori Introvert.
      Namun pada dasar nya seorang Introvert itu juga bisa kok untuk Traveling, walaupun cara mereka traveling di sesuaikan dengan kepribadian nya, misalkan memilih destinasi yang tidak ramai, atau pun melakukan perjalanan sendirian atau juga dengan tidak banyak orang. 
      Adapun beberapa cara Traveling yang bisa di lakukan seorang Introvert adalah sebagai berikut :
      01. Riset : Salah satu keuntungan dari Introvert, mereka adalah pemikir dan perencana yang sangat baik. Karena mereka selalu Fokus dengan suatu pekerjaan, jadi Riset adalah salah satu keunggulan mereka. Karena mereka tahu jika spesifikasi untuk kepribadiannya itu khusus, jadi riset yang di sesuaikan dari Destinasi, Itinerary, Biaya dan Keperluan lainnya, akan sangat detil.
      02. Partner Yang Cocok : Memang seorang Introvert ini akan agak sulit untuk mendapatkan teman untuk sharing yang cocok, tapi tidak demikian untuk teman traveling yang cocok. Karena dengan mereka Introvert, bisa membaca dengan tepat, kriteria teman seperjalanan yang cocok dengan diri nya itu seperti apa, misal dia perlu teman yang gak banyak ngobrol tapi tahu yang di perlukan untuk rute yang di tuju, atau juga teman yang mengerti kondisi Introvert nya jadi bisa beradaptasi dan tidak memaksa.
      03. Smartphone : Dikarenakan seorang introvert ini asik dengan dunia nya sendiri, smartphone adalah salah satu teman terbaik bagi mereka. Karena disini mereka bisa kembali ke dunia mereka yang tenang tanpa ada keraguan, dan disini dia bisa mencurahkan semua pengalaman dan cerita dari traveling nya via internet (forum). Terkadang seorang introvert ini mempunyai sebuah tulisan Cerita Perjalanan yang sangat bagus dan detil loh, karena Risetnya juga yang mendalam
      04. Akomodasi Private : Untuk hal akomodasi ini, memang seorang Introvert cenderung memilih hal yang bersifat private atau bisa di bilang hanya mereka seorang. Misal dari pemilihan tempat duduk di kereta ataupun pemilihan penginapan yang Kamar Private. Karena ketenangan dan privasi tetap menjadi nilai penting bagi mereka. Jadi hendak nya jika kalian jalan bersama seorang Introvert, untuk menghormati pilihan nya dan jangan di paksa. Karena kemungkinan mereka akan mau gabung tapi dengan tidak enak hati
      05. Cobalah Bercerita : Hal ini mungkin adalah hal paling sulit bagi seorang Introvert, karena inti dari Introvert itu ya tidak mau (bisa) untuk sharing dengan yang lain. Tapi untuk hal traveling apalagi jika jalan dengan beberapa orang. Seorang Introvert hendak nya bisa sadar jika dia seorang Introvert dan mau untuk memberi tahu teman nya, sedikit kepribadian dia tersebut, agar teman nya bisa untuk beradaptasi. Hal ini bukan sesuatu aib atau kejelekkan tapi untuk memberikan ruang kebersamaan yang lebih baik dan saling menghormati

       
      Dari sedemikian cara traveling bagi Introvert ini masih banyak tips lain yang bisa dicoba. Pertanyaan nya adalah apakah kalian sadar jika termasuk seorang yang Introvert ?
       
    • By Tan Jaya
      Kebanyakan orang pasti ingin mempunyai berat badan ideal, salah satunya karena faktor kesehatan dan faktor penampilan. Baik pria maupun perempuan yang memiliki berat badan kurang ideal dan amat kurus, tidak ada salahnya untuk mencoba cara-cara menggemukan badan. Berikut ini kami berikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menaikkan berat badan dalam waktu relatif singkat.

       
      Cara Menambah Berat Badan (melalui cara yang tradisional)
      Atur jadwal menaikkan berat badan yang cocok lalu dikerjakan dengan kontinyu. Selain itu, lalukan 7 cara berikut ini.
      1. Jangan Meniggali Sarapan
      Makan pagi akan menaikkan kalori tubuh sehingga kamu ready untuk menjalankan kegiatan dan meningkatkan fokus. Sehubungan dengan program meningkatkan berat badan, pertimbangkan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak nutrisi dan protein, misalnya roti, buah segar atau susu, telur, buah-buahan serta sayuran. Minum suplemen seperti madu penggemuk badan kalau itu termasuk dalam rencana kamu.
      2. Cemilan Sehat
      Makan 3x sehari itu harus, akan tetapi tidak lupa untuk menyisipkan 2x snack di antaranya. Bukan snack asal-asal, tetapi cemilan sehat yang pada dasarnya bertujuan untuk menaikkan berat tubuh secara alami. obat gemuk yang aman Ngemil akan menambah energi ekstra untuk tubuh. Pastikan untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan ringan seperti keju, cereal yang diperkaya nutrisi, yogurt, biskuit gandum, atau roti. 
      3. Ekstra lemak
      Lemak memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi. Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak tidak sehat, gantikan dengan jenis lemak tak jenuh, seperti yang bisa didapat dari makanan seperti minyak olive, minyak kelapa, alpukat, kacang-kacangan dan tentunya ikan yang kaya lemak dan omega-3 seperti salmon atau tuna.
      4. Minuman berkalori
      Tambahkan lebih banyak kalori tubuh melalui minuman-minuman berkalori tinggi. Bukan dengan minuman bersoda atau jus buah yang mengandung pemanis buatan, melainkan dengan minuman seperti susu segar murni, jus buah 100%, minuman yang mengandung madu, termasuk juga minuman suplemen/multivitamin.
      5. Perbanyak Makan
      Tentunya cara yang pertama dan paling penting adalah memperbanyak makan, tetapi yang patut diperhatikan adalah untuk tidak makan sembarangan. Makanan yang dimakan seharusnya makanan yang sehat dan junk food sangat tidak dibolehkan. Anda menginginkan berat tubuh Anda meningkat, bukan malah menambah penyakit dalam tubuh Anda. Perbanyaklah memakan makanan yang mengandung protein dan karbohidrat.
      6. Minum Ginseng
      Ginseng Kianpi Pil atau yang juga dikenal dengan nama kianpi pil merupakan suplemen herbal yang memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan Anda sehingga dengan tidak langsung dapat meningkatkan berat badan Anda secara alami. Dengan meminum ginseng kianpi pil secara rutin dan sesuai aturan, dapat dipastikan berat tubuh Anda akan cepat naik dalam waktu sangat singkat.
      7. Perbanyak Minum Air
      Air adalah komponen utama dalam tubuh seseorang, yang mana biasanya mencapai 65% berat badan manusia. Oleh sebab itu, semua organ tubuh manusia amat membutuhkan air putih supaya bisa berfungsi dengan maksimal.
      Metabolisme tubuh yang lancar dapat membuat berat tubuh manusia menjadi ideal dan bisa menaikkan berat badan jika berada di bawah berat ideal. Cobalah untuk memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari dengan rutin. Selain dapat meningkatkan berat badan, metabolisme yang lancar juga dapat meningkatkan massa tubuh (air akan disalurkan ke seluruh tubuh, jaringan otot yang sehat mengandung air hingga 75%).
      8. Mengatur Waktu Tidur
      Cara menggemukkan badan dalam waktu satu minggu yang selanjutnya adalah dengan mengatur waktu tidur Anda tiap harinya. Kebanyakan begadang dapat menghambat peningkatan berat badan. Jika bukan untuk mengerjakan hal yang sangat penting, hindarilah tidur sampai larut malam, atau kerjakanlah kegiatan tersebut keesokan harinya. Coba untuk mengatur jadwal keseharian dengan lebih baik sehingga ada waktu untuk tidur lebih awal. Jika Anda mempunyai gangguan tidur, tidak bisa cepat tidur atau bahkan menjurus ke insomnia, seharusnya segera diobati karena hal itu dapat sangat menghabiskan energi.
      9. Makan Secara Teratur
      Anda dianjurkan menambah porsi makan untuk meningkatkan berat badan secara cepat, namun hal tersebut tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan dan wajib dilakukan dengan teratur. Sarapan pagi, makan siang, dan makan sore tidak boleh terlewatkan. Bahkan Anda dianjurkan makan hingga empat kali dalam sehari sebab ini adalah program untuk menaikkan berat badan.
      10. Mengunyah Makanan Sampai Halus
      Selain jadwal makan teratur, ada hal lain lagi yang harus diperhatikan, yaitu mengunyah makanan sampai halus. Mungkin hal ini terasa sangat membosankan dan terlihat sepele, tapi sebenarnya amat penting. Mengerjakan hal ini dapat cukup menolong mempercepat proses peningkatan berat tubuh Anda. Hal itu disebabkan makanan yang dikunyah hingga halus dapat lebih mudah dicerna oleh perut dan nutrisinya segera diserap tubuh, apalagi jika Anda mengonsumsi makanan yang keras dan berserat seperti daging.
      11. Membiasakan Mempunyai Pola Hidup Sehat
      Hal terakhir yang sebaiknya dilakukan adalah membiasakan mempunyai pola hidup yang lebih sehat. Coba untuk mengoreksi diri apakah selama ini pola hidup Anda udah sehat atau malah berantakan. Apabila benar-benar mau menggemukan badan, maka coba untuk menghentikan semua kebiasaan jelek Anda seperti merokok dan minum miras. Kemudian imbangilah dengan berolahraga secara rutin supaya kesehatan badan Anda dapat terjaga dengan baik.
    • By vie asano
      Apa kalian punya fobia terbang? Tenang, kalian nggak sendirian kok. Percaya deh, banyak kok orang yang punya fobia terbang. Bahkan, nggak sedikit, lho, para petualang yang sudah menjelajah berbagai negara, tapi ternyata punya fobia terbang. Aneh, tapi nyata.
      Tapi, serius lho. Ternyata banyak juga traveller – salah satunya adalah teman saya sendiri – yang sudah malang melintang menjelajah berbagai belahan dunia, namun masih belum bisa lepas dari masalah fobia terbang. Padahal, mereka pastinya harus menggunakan pesawat untuk mencapai berbagai negara tersebut karena – mau nggak mau – pesawat memang masih menjadi transportasi paling praktis untuk menghubungkan berbagai negara. Tapi rata-rata traveller tersebut memiliki tips dan triknya sendiri untuk menaklukkan fobia terbangnya.
      Pertanyaannya, gimana sih caranya mengatasi fobia terbang? Gimana caranya supaya kita bisa duduk santai di atas pesawat sampai ke tempat tujuan, tanpa harus merasa paranoid akan berbagai hal? Yuk, simak beberapa tips berikut ini yang disarikan dari berbagai sumber – termasuk tips dari traveller profesional dan juga tenaga medis.
      *             *             *             *             *
      Sekilas Tentang Fobia Terbang

      Ilustrasi, via intercambitas
      Fobia terbang, atau kerap disebut sebagai aviophobia (kadang-kadang ada juga yang menyebutnya ‘aerophobia’) merupakan sebuah fobia/ketakutan yang berhubungan dengan aktifitas terbang – entah itu di dalam pesawat terbang, helikopter, maupun obyek terbang lainnya. Penyebabnya bisa sangat kompleks. Ada yang disebabkan karena ketakutan kalau pesawat akan jatuh, ketakutan akan terjadi tindak pembajakan pesawat/terorisme, takut kalau pesawat akan gagal landing/take off, hingga ketakutan yang dipengaruhi oleh fobia lain seperti claustrophobia (takut akan tempat tertutup) dan acrophobia (takut akan ketinggian).
      Oh ya, fobia terbang bisa juga disebabkan karena ketakutan akan mengalami mabuk perjalanan (motion sickness). Jadi, jangan dulu merasa dramatis kalau punya fobia terbang, karena penyebabnya ternyata banyak sekali.
      Dari sekian jenis fobia, fobia terbang termasuk salah satu fobia yang sulit dihindari. Hal tersebut terutama karena sampai saat ini pesawat masih menjadi moda transportasi paling praktis, terutama untuk bepergian ke negara lain yang jaraknya cukup jauh. Beberapa profesi (maupun hobi) bahkan menuntut seseorang untuk rutin terbang, terlepas dari orang tersebut punya fobia terbang ataupun tidak.
      Namun, walau nggak bisa dihindari, fobia terbang bisa jadi termasuk salah satu fobia yang selalu sukses bikin penumpang lain sebal. Hal tersebut karena terkadang para pengidap fobia terbang kerap mengeluarkan respon emosi yang berlebihan, seperti menjerit berlebihan, menangis, bahkan membuat kehebohan lain. Jadi, walau kalian tak perlu merasa malu kalau memiliki fobia terbang, tak ada salahnya belajar mengendalikan fobia tersebut agar masih dalam batas wajar.
      *             *             *             *             *
      Fakta Penerbangan

      Ilustrasi, via tourpluscyprus
      Dari sekian banyak alasan di atas, ketakutan kalau pesawat akan mengalami kecelakaan udara bisa jadi merupakan pemicu utama munculnya fobia terbang. Siapa sih yang suka membayangkan jatuh bebas dari ketinggian sekian puluh ribu kaki di atas permukaan tanah? Apalagi karena kita nggak memiliki kendali atas peristiwa tersebut, dan juga nggak langsung memiliki kendali untuk menyelamatkan diri.
      Kita juga nggak tahu seperti apa kemampuan pilot dan co-pilot dalam menangani situasi darurat, serta apakah pilot tersebut dalam kondisi terbaiknya saat menerbangkan pesawat atau tidak – mengacu pada terjadinya beberapa kecelakaan yang disebabkan karena faktor pilot. Salah satu contohnya adalah kecelakaan pesawat Airbus A320-211 milik GermanWings yang menewaskan 150 orang tahun 2015 silam. Kecelakaan tersebut diduga dilakukan oleh pilot Andreas Lubitz, yang ternyata memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.
      Ketakutan kalau pesawat akan jatuh itu sangat wajar kok. Tapi, untuk meminimalkan rasa takut kalau pesawat akan jatuh, mari kita lihat dulu beberapa fakta penerbangan berikut ini:
      1. Saya ingin mengutip sedikit fakta dari sebuah artikel lama yang saya tulis tahun 2014 (baca disini: [Penting] Tips Untuk Mempertinggi Potensi Selamat dari Kecelakaan Pesawat Terbang. Walau kita seringkali mendengar berita tentang pesawat jatuh, secara statistik rasio kecelakaan pesawat ternyata jauh lebih kecil dibanding moda transportasi darat. Berdasarkan laporan kecelakaan pesawat antara tahun 1980-2000, tingkat survival rate dari kecelakaan pesawat berkisar antara 76,6% hingga 95,7%. Cukup tinggi kan?
      2. Akhir-akhir ini tingkat kecelakaan pesawat sudah relatif jauh lebih berkurang dibanding 50 tahun silam. Bahkan menurut laporan dari AirlineRatings.com, tahun 2015 termasuk salah satu tahun yang relatif aman dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan di tahun 2016, jumlah kecelakaan pesawat yang terjadi selama 10 tahun terakhir sudah jauh berkurang dibanding 10 tahun sebelumnya – masih menurut AirlineRatings.com (dikutip dari berita CNN). Dengan kata lain, secara statistik terbang dengan pesawat sudah semakin aman.
      3. Saat ini sudah semakin banyak informasi mengenai maskapai mana yang memiliki tingkat prosentase keamanan terbaik. Walaupun masalah keselamatan penerbangan itu diluar kuasa manusia, setidaknya kalian dapat memilih maskapai dengan reputasi keamanan yang baik untuk memberikan sugesti rasa aman dan bisa menekan resiko munculnya fobia terbang.
      Sebagai contekan, berikut ini daftar 20 maskapai penerbangan teraman + 10 maskapai low cost teraman di dunia sepanjang tahun 2016 versi AirlineRatings.com. Daftar peringkat ini disusun (berdasarkan alfabet – kecuali untuk nomor 1) setelah memonitor ratusan laporan penerbangan pada tahun sebelumnya.
      1. Qantas
      2. Air New Zealand
      3. Alaska Airlines
      4. All Nippon Airlines (ANA)
      5. American Airlines
      6. Cathar Pacific Airways
      7. Emirates
      8. Etihad Airways
      9. EVA Air
      10. Finnair
      11. Hawaiian Airlines
      12. Japan Airlines
      13. KLM
      14. Lufthansa
      15. Scandinavian Airline System (SAS)
      16. Singapore Airlines
      17. Swiss
      18. United Airlines
      19. Virgin Atlantic
      20. Virgin Australia
      Sedangkan untuk 10 budget airlines teraman di dunia tahun 2016, bocorannya sebagai berikut (disusun berdasarkan alfabet):
      1. Aer Lingus
      2. Flybe
      3. HK Express
      4. Jetblue
      5. Jetstar Australia
      6. Thomas Cook
      7. TUI Fly
      8. Virgin America
      9. Volaris
      10. Westjet
      Lantas bagaimana dengan tingkat keamanan penerbangan maskapai di Indonesia?
      Masih menurut website AirlinesRatings.com (seperti dikutip dari thejakartapost.com), maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia, ternyata hanya mendapat 3 bintang saja – sementara maskapai negara lain bisa mendapat 4-7 bintang. Untuk low cost carrier pun rata-rata maskapai kita (seperti Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, dan Wings Air) hanya mendapatkan penilaian 1 bintang saja (dan termasuk salah satu yang terburuk di dunia).
      Walau begitu, jangan dulu merasa paranoid. Menurut versi World Airlines Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax tahun ini, Garuda Indonesia masih masuk dalam peringkat 20 besar (ada di posisi 11). Hasil berbeda mungkin akan didapat dari survei lainnya. Dengan kata lain, jangan sampai daftar peringkat ini menjadi harga mati untuk menjatuhkan pilihan pada sebuah maskapai.
      *             *             *             *             *
      Tips Mengatasi Fobia Terbang

      Ilustrasi, via kokpit.aero
      Berikut ini beberapa tips untuk yang mungkin bisa membantu mengatasi fobia terbang:
      Sebelum pergi
      1. Kenali dulu apa yang menjadi sumber fobia terbang kalian. Apakah kalian takut terbang karena takut jatuh? Atau karena faktor fobia lainnya – seperti claustrophobia dan acrophobia? Dengan mengenali sumber ketakutan tersebut, kalian akan lebih fokus mencari solusinya. Misalnya saja, jika ketakutan terbang itu karena dipengaruhi oleh faktor claustrophobia dan acrophobia, kalian dapat menyiasatinya dengan memilih tempat duduk di dekat lorong, karena duduk dekat orang lain dapat mengurangi rasa takut dan cemas. Sedangkan jika ketakutan kalian karena faktor lainnya, seperti takut berlebih akan turbulensi, kalian dapat melihat tips di bagian ‘saat di pesawat’.
      2. Jangan pernah terlalu kepo dengan berbagai kecelakaan yang pernah terjadi. Kalian boleh-boleh saja mencari informasi tips untuk menyelamatkan diri seandainya terjadi kecelakaan. Tapi hindari mencari-cari informasi tentang kecelakaan pesawat, apalagi sampai melihat foto-foto korban kecelakaan, dll dsb. Hal-hal seperti itu bisa memicu rasa panik saat berada di dalam pesawat.
      3. Sebelum memulai perjalanan, kalian bisa mencoba melakukan visualisasi rangkaian perjalanan yang akan dilakukan, mulai dari datang ke airport, hingga saatnya terbang. Diharapkan dengan sering-sering melatih visualisasi tersebut, otak akan terbiasa dengan situasi saat terbang dan akan semakin jarang mengirimkan sinyal ketakutan pada tubuh.
      4. Sebelum masuk pesawat, nggak ada salahnya menjelaskan perasaan takut kalian pada kru yang bertugas. Kru profesional biasanya sudah terlatih untuk menghadapi penumpang yang takut terbang. Namun jika kalian sudah memiliki tips dan trik sendiri untuk mengatasi fobia terbang, nggak ada salahnya meminta kru yang bertugas untuk membantu melakukan aneka tips dan trik tersebut. Misalnya saja, kalian bisa minta tolong untuk rutin diingatkan kalau kondisi penerbangan baik-baik saja, minta tolong diingatkan untuk melakukan berbagai teknik pernafasan seandainya tiba-tiba terserang panic attack, dan lain-lain.
      5. Kenali kondisi fisik dan psikis diri sendiri. Seandainya fobia terbang kalian sudah terlalu parah, jangan memaksakan untuk terbang dalam jangka waktu lama. Kalian bisa memilih beberapa penerbangan singkat (transit beberapa kali), dan pilihlah pesawat berbadan besar yang relatif lebih tahan terhadap turbulensi.
      6. Atau, jika fobia terbang kalian betul-betul sulit dikendalikan, nggak ada salahnya mencari kelas atau terapi khusus untuk mengatasi fobia tersebut. Kalian bisa datang ke psikolog, psikiater, atau mencari kelas-kelas terapi lainnya yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal kalian.
      Saat di pesawat
      1. Biasanya, turbulensi menjadi penyebab fobia terbesar saat berada dalam pesawat. Ya, turbulance memang kadang terasa mengerikan. Tapi tahukah kalian, bahwa turbulance bagi pesawat terbang tak ada bedanya seperti keberadaan polisi tidur bagi kendaraan bermotor. Salah satu tips terbaik untuk menghadapi turbulensi, adalah dengan membiarkan tubuh berayun mengikuti gerak pesawat (jangan melawan) dan sebisa mungkin bersikap santailah.
      2. Alternatif lainnya, kalian bisa mengambil penerbangan yang – lagi-lagi – secara statistik relatif aman dari turbulensi. Penerbangan pagi biasanya lebih jarang terkena turbulensi, walau harga tiketnya (umumnya) lebih mahal dari penerbangan malam.
      3. Kalian juga dapat menyiasati masalah turbulensi dengan memilih tempat duduk yang tepat. Biasanya, kursi di bagian belakang pesawat akan terkena efek turbulensi lebih parah dibanding bagian lain dari pesawat. Sedangkan kursi terdepan kabin biasanya lebih minim terkena efek turbulensi.
      4. Selama di pesawat, sibukkan diri dengan melakukan aktifitas yang kalian suka agar perhatian tak hanya fokus dengan masalah penerbangan. Kalian bisa menonton film, membaca buku, main puzzle, atau mendengarkan lagu. Lebih baik jika kalian mendengarkan lagu-lagu tenang yang akan membuat perasaan jadi lebih relaks.
      5. Sering-seringlah melatih pernafasan saat berada di pesawat. Bernafas dengan tenang dan teratur dapat membantu membuat tubuh jadi lebih relaks dan mengurangi rasa takut.
      6. Hindari meminum minuman berkafein tinggi seperti kopi, atau minuman seperti soda. Minuman-minuman tersebut dapat merangsang seseorang untuk bersikap berlebihan dan terlalu bersemangat. Sebaliknya, nggak ada salahnya banyak-banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kekurangan cairan tubuh dapat mebuat tubuh jadi lebih tegang dan lebih mudah terserang panik.
      7. Jika kalian boleh minum minuman beralkohol, menyecap 1-2 gelas wine dapat membantu membuat tubuh jadi sedikit lebih relaks. Tapi, jangan berlebihan! Minum sampai mabuk malah dapat membuat kalian bereaksi berlebihan dan malah mengganggu penumpang lainnya. Selain itu, membiasakan diri untuk minum beralkohol setiap kali terbang dapat menjebak kalian dalam pola hidup tak sehat, karena dosis alkohol harus selalu ditambah setiap kali terbang (agar efeknya terasa).
      8. Jika tidak bisa/tidak boleh minum minuman beralkohol, beberapa traveller menyarankan untuk minum obat anti mabuk untuk meminimalkan potensi terkena mabuk perjalanan.
      9. Selama di penerbangan, fokuslah pada pikiran-pikiran positif. Misalnya, usahakan untuk terus membayangkan tentang destinasi yang akan dituju, dan jangan pikirkan hal-hal buruk selama di perjalanan.
      10. Untuk alternatif lainnya, kalian dapat mencoba teknik pelepasan hormon oksitosin untuk mengatasi fobia terbang. Secara mudah, hormon oksitosin – atau biasa dikenal sebagai ‘hormon cinta’ – merupakan sebuah hormon yang dapat memberikan rasa percaya dan nyaman dalam diri seseorang. Saat hormon oksitosin berhasil dikeluarkan, perasaan stress akan bisa ditekan, dan akhirnya membuat otak berhenti mengirimkan sinyal-sinyal fobia terbang.  
      Lantas bagaimana caranya melepaskan hormon oksitosin? Caranya bisa berbeda bagi wanita dan pria. Bagi wanita, kalian dapat mengingat momen-momen bahagia seperti saat melihat bayi yang baru dilahirkan, saat menyusui, maupun saat tengah bersama pasangan. Sedangkan bagi pria, bisa dengan mengingat momen puncak dalam sebuah hubungan intim.
      Cara lainnya, kalian (khususnya solo traveller) dapat mencoba memulai percakapan dengan penumpang lain yang duduk di dekat kalian. Setelah obrolan nyambung dan merasa terhubung dengan orang itu, kalian akan merasa lebih tenang dan relaks – pertanda hormon oksitosin telah keluar.
      *             *             *             *             *
      Kenapa Kalian Harus Terbang Minimal Sekali dalam Seumur Hidup

      Ilustrasi, via adcomunicazione
      Jika data statistik maupun tips-tips di atas belum cukup untuk membuat kalian tenang, mari simak beberapa alasan kenapa kalian harus mencoba terbang minimal sekali dalam seumur hidup. Siapa tahu di antara alasan-alasan berikut ini ada yang mampu membuat fobia terbang kalian menjadi lebih bisa dikendalikan.
      1. Suka atau tidak, untuk bepergian ke beberapa tempat di dunia, pesawat masih menjadi moda transportasi tercepat, terbaik, dan – berdasarkan statistik – termasuk salah satu moda transportasi teraman di dunia. Jadi, sekalipun kalian benci terbang, ingatlah kalau mau-tak-mau kalian memang acap kali HARUS terbang. Daripada terus-terusan merasa takut, lebih baik jika kalian fokus mencari solusi untuk mengatasi ketakutan tersebut.
      2. Ingatlah bahwa terbang menjadi salah satu cara untuk mengagumi ciptaan-Nya dari ketinggian. Diharapkan dengan mengingat hal tersebut, kalian akan fokus pada hal-hal positif dan akhirnya melupakan ketakutan untuk terbang.  
      3. Tambahan lainnya, ada hikmah positif dari fobia terbang lho. Secara sengaja ataupun tidak, kalian jadi akan lebih banyak berdoa dan akhirnya menyerahkan segalanya kepada-Nya. Jadi, fobia terbang nggak melulu berisi hal-hal negatif kan?
      Semoga tipsnya bermanfaat!
      *             *             *             *             *
      Baca tulisan lainnya yang berhubungan dengan penerbangan:
      [Penting] Tips untuk Mempertinggi Potensi Selamat dari Kecelakaan Pesawat Terbang 
      Random Tips Buat Kalian yang Berencana Terbang Bareng Bayi dan Anak-anak
    • By Vara Deliasani
      Ceritanya beberapa hari yang lalu terjadi kebodohan dalam reservasi hotel. Seharusnya booking hotel buat Desember di sebelah shin-osaka station (karena niatnya mau beli paketan tiket Haruka+ICOCA), tapi malah kebooking buat November. Untung masih bisa di cancel. Tapi ternyata pas booking ulang buat Desember hotelnya udah penuh. Terpaksa deh nyari alternatif lain.  
      Akhirnya dapet di Osaka Hana tapi stasuin terdekatnya adalah Namba, mulai lah gw bingung... soalnya selama ini risetnya paketan diskonan tiket Kansai Airport ke Shin-Osaka. Bisa sih dari Shin-Osaka ke Namba tapi rugi waktu. Browsing sana sini.. nanya ke @deffa dan beberapa teman yang lain akhirnya nemu paket diskonan yang lumayan. Berikut beberapa pass yang bisa dipake untuk menghemat biaya dari Kansai Airport ke Namba :
      Yokoso Osaka Ticket Kanku-Webtoku Ticket Osaka City Subway to Kansai int'l Airport  
      Tapi sebelum ngebahas tiket diskonan ini mungkin gw bahas dulu kereta dan tiket reguler dari Kansai Airport ("KIX") ke Namba St. Terdapat 2 jenis kereta yang melayani rute ini, yaitu:
      Nankai Airport Express
      920 yen, 45 menit ke Namba. Berangkat tiap 15 menit. Alternatif kereta yang lebih murah jika dibandingkan dengan Nankai Rapid. Nankai Sirport Express ini berenti dibanyak stasiun dan cukup padat pada saat rush hour.
      Nankai "Rap:t"

      umber : http://www.howto-osaka.com/
      1430 yen, 34 -39 menit ke Namba. Brangkat setiap 30 menit. Keretanya ada 2 jenis, Nankai Rapit Alpha dan Nankai Rapit Beta, beta agak lebih lama dikit karena ada tambahan 2 stasiun pemberhentian. Semua seatnya reserved yaaa.
       
      Oke sekarang kita bahas tiket diskonan yang tersedia, ada beberapa pass yang bisa dibeli.. ada yang bisa dibeli online, ada juga yg hanya bisa dibeli di vending machine. Tinggal pilih deh yang sesuai kebutuhan. Berikut penjelasannya:
      Yokoso Osaka Ticket

      Sumber : http://www.howto-osaka.com/
      Tiket ini berlaku untuk Rapit Train. Harga tiketnya 1.500 Yen (Reguler seat). Sekilas memang terlihat lebih mahal dari beli satuan, tapi kalo beli Yokoso ini dapetnya 2 tiket sekaligus loh jadi lebih hemat..

      Sumber : http://www.howto-osaka.com/
      1 tiket dipake untuk dari airport ke Namba dan 1 tiket lagi bisa dipake buat naik subway, bus dan tram sepuasnya selama 1 hari (bisa dipake pada besok harinya). Tiketnya juga bisa dipake buat dapet diskonan tiket masuk di 32 tempat wisata di Osaka, antara lain  Osaka Castle, Tsutenkaku Tower, Osaka Water Bus, Umeda Sky Building (Floating Garden Observatory), Santa Maria (Bay Cruise) and banyal lagi. Harga normalnya sekitar 2000an Yen.. Jadi jauh lebih hemat kan kalo pake tiket ini...
      Gw sendiri rencananya akan pake Yokoso Osaka Ticket, hari pertama nyampe pake tiket airport -  namba. unlimited passnya baru akan digunakan besok harinya.
      Untuk Yokoso belinya harus online sebelum tiba di Jepang, bisa dibeli sebulan sebelum hari tiket yang akan dipilih. Berikut terlampir link pembelian tiket http://www1.nanka-e-tabi.com/NEREN/ItemDetail.aspx?tc=IB4AOSYOKOSO&sk=1
      Nanti bukti pemesanan dituker deh pas sampe KIX.
       
      Kanku-Webtoku Ticket

      Sumber : http://www.howto-osaka.com/
      Kalau ini tiket diskonan buat naik Rapit train.. Seperti dibahas di atas kalau beli satuan harganya 1.430 Yen, nah kalau pake ticket ini cuma bayar 1.130 Yen. Bedanya dengan Yokoso, Kanku Webtoku ini hanya mengcover perjalanan dari KIX ke Namba St.. dan ga bisa dipake buat dapet diskonan tiket masuk ke tempat wisata. 
      Tapi yaa lumayanlah yaa.. dari pada beli satuan di stasiun. Beli juga online, bisa cek disini http://www1.nanka-e-tabi.com/NEREN/ItemDetail.aspx?tc=IB4AOSKIXWTT&sk=1
      Nanti bukti pemesanan dituker deh pas sampe KIX.
       
      Osaka City Subway to Kansai int'l Airport
      Nah kalo yang ini harganya 1.000 Yen, bisa dipake untuk naik Nankai Airpot Express dari KIX ke Namba atau bisa dipake lanjut searah ke salah satu stasiun subway (ga bisa dipake buat naik Rapit Train yaaa). Jadi contohnya stasiun terdekat dari hotel adalah Shinsaibashi maka tiket ini bisa dipake untuk dari KIX - Namba lalu nyambung dari pakai subway dari Namba ke Shinsaibashi.
      Tiketnya bisa dibeli di vending machine di airport.
       
      Sebernarnya masih banyak jenis tiket diskonan lainnya, tapi harus dibeli di agen2 diluar Jepang.. dan belum tersedia di Indonesia 
      Btw semua harga diatas berlakunya sampai Maret 2017 yaa.. 
       
      Jadi ga bingung lagi kan kalo mendarat di Kansai dan harus menuju Namba.. Untuk tiket diskonan dari Kansai ke Shin-Osaka dan Osaka Umeda nanti ya dibahas berikutnya. Untuk Tokyo juga ada paketan tiket diskonan sejenis, kalo ga salah namanya Welcome Tokyo Ticket. Bulan depan @twindry akan gunakan di Tokyo.
      *Ketjup Manjaaaahh*
      Selamat Berlibur!!