Sign in to follow this  
Followers 0

Kaldera Vulkanik; Kawah Ijen

8 posts in this topic

Posted

Wisata kawah atau kaldera vulkanik belum menjadi primadona pariwisata di Indonesia. Medan yang berat dan sulit terkadang menjadi pertimbangan bagi wisatawan yang hendak berkunjung. Belum lagi kawah gunung berapi yang masih aktif kadang mengeluarkan aktivitas vulkanik. Pariwisata minat khusus ini bukan menjadi tempat wisata keluarga. Kondisi alam, terutama gunung berapi yang masih aktif memerlukan kewaspadaan tingkat keamanan. Jalur yang berat juga tidak diperuntukkan bagi anak di bawah umur. Meski begitu, tidak semua wisata kawah berbahaya. Beberapa ada yang aman bahkan dapat dikunjungi anak kecil untuk wisata keluarga.

 

post-11-0-84522300-1372610247_thumb.jpg

 

Salah satu andalan pariwisata kawah vulkanik di Jawa Timur selain gunung Bromo adalah kawah Ijen. Kawah Ijen merupakan kawah dari gunung Ijen, sebuah gunung berapi yang masih aktif. Kawah Ijen berbentuk danau yang mengandung belerang dengan derajat keasaman yang tinggi. Danau kawah Ijen merupakan danau kawah asam terbesar di dunia. Bagi masyarakat awam, danau kawah ini kurang populer dibanding kawah gunung Bromo.

 

Kawah Ijen termasuk dalam kawasan Cagar Alam Taman Wisata Ijen. Cagar alam ini terbentang dalam dua wilayah: wilayah Bondowoso dan Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Untuk mencapai kawah Ijen terdapat dua rute yang dapat dilewati. Rute pertama melewati desa Banyusari , Kecamatan Licin, Banyuwangi kemudian menuju ke pintu masuk Cagar Alam Taman Wisata Ijen di Paltuding. Rute kedua adalah melewati Kabupaten Bondowoso lewat desa Sempol menuju Paltuding. Rute ini lebih lama, namun memiliki kelebihan, yaitu keindahan pemandangan melewati perkebunan kopi dan hutan pinus alami. Dari pintu masuk di Paltuding, pendakian dimulai dengan berjalan kaki yang berjarak sekitar tiga kilometer menuju puncak Ijen dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam berjalan kaki melewati jalan berpasir.

 

post-11-0-57144900-1372610253_thumb.jpg

 

Keindahan kawah Ijen dari puncak gunung sungguh mempesona. Kawah asam berbelerang tinggi itu memiliki warna hijau tosca yang terang. Waktu terbaik untuk mendaki pada pagi hari mulai pukul empat pagi. Saat matahari terbit, kilauan cahaya yang memantul di pegunungan dan kaldera sangat memukau. Jangan lupa untuk segera mengabadikan momen berharga ini kemudian menikmati sepuasnya. Agar lebih nyaman, saat mengunjungi kawah Ijen sebaiknya dilakukan saat musim kering, sekitar bulan Juli sampai September. Saat musim penghujan, kondisi medan sangat licin sehingga membahayakan bagi para pengunjung.

 

Perlengkapan yang wajib dibawa saat mengunjungi kawah Ijen harus anda persiapkan dengan baik. Jaket tebal, syal leher, sepatu, kaus tangan, topi dan masker. Kadar belerang yang tinggi dan berasap berbahaya bagi paru-paru bila terhirup. Gunakanlah masker untuk pencegahan. Bawa juga senter jika anda hendak melakukan pendakian pada malam hari atau subuh. Jangan lupa juga untuk mengontak guide sebelum anda melakukan pendakian.

 

post-11-0-30892100-1372610265_thumb.jpg

 

Kawah Ijen menjadi sorotan akhir-akhir ini setelah sebuah televisi swasta nasional menayangkan mengenai realita kehidupan penambang belerang tradisional  yang sangat memprihatinkan. Kondisi  alam yang berat, dengan asap pekat belerang yang beracun, menambang dengan peralatan seadanya yang sederhana. Setelah mendapat bongkahan-bongkahan belerang padat, penambang mengangkut belerang dengan pikulan yang besar. Dengan berat sekitar delapan puluh kilogram, penambang memikul bongkahan belerang melewati jalan terjal yang sulit dan jauh menuju ke penampungan. Ironisnya, pekerjaan berat tersebut hanya dihargai kurang dari tiga ratus rupiah per kilonya. Resiko kerja yang teramat besar dan mengganggu kesehatan seakan tiada artinya. Belum lagi pengepul yang menjual bongkahan belerang dengan harga tinggi. Sangat kontras dengan kerja keras para penambang tradisonal.  Kondisi yang sangat memprihatinkan bagi para penambang tradisional.

 

Terlepas dari kisah sedih kehidupan para penambang tradisionalnya, kawah Ijen merupakan destinasi wisata yang cantik. Kawah berwarna hijau tosca ini seakan ramah dan bersahabat, padahal jika sedikit saja terkena airnya, jari-jari tangan bisa langsung larut. Ini juga merupakan resiko yang harus dihadapi para penambang tradisional, menghadapi kekuatan alam yang dahsyat.

 

Untuk memasuki objek wisata ini harga tiket masuknya sangatlah murah. Untuk wisatawan domestik, dikenakan tarif dua ribu rupiah per orang tiap kali masuk. Khusus untuk wisatawan manca negara, dikenakan tarif masuk sebesar lima belas ribu rupiah per orang. Sangat terjangkau bukan? Jika ingin menginap, tersedia beberapa penginapan yang bisa anda pilih. Di ujung pos Paltuding, terdapat penginapan sederhana yang dikelola departemen kehutanan dengan harga sewa mulai seratus ribu rupiah per malam hingga lima ratus ribu rupiah untuk tiga kamar dalam villa.

Yulius Indra likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

top :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

Ada yang mau mudik ke Banyuwangi atau Bondowoso? Ayo kalau ada info baru tentang kawah yang satu ini, share dooooooonk ..... :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

yang saya tau kalau ke kawah ijen itu jangan mengganggu atau jaga jarak dengan para penambang, kenapa? karena kalau ketabrak itu sakit  :ngakak

selain ketabrak sakit, total beban yang mereka angkat sekitar 70-80 kg dengan berjalan selama kurang lebih 2,5 jam. terus kasian juga kalau sampai belerang yang mereka bawa itu jatuh dan pecah, karena berpengaruh dengan harga yang mereka terima  :cintaindo

menurut kabar dari temen yang asli banyuwangi, katanya letter S dijalur perjalanan naik ke pemberhentian mobil sudah dirombak sehingga cukup memudahkan para pengunjung untuk datang kesana. soalnya saya kesana dulu susah banget (iyalah, masak naik gunung pake pick up dengan penumpang 10 orang)  :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

@rhiennee iya, mbak mas. Hhahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Posted

Tempat ini sangat menarik dan termasuk tujuan favorit setelah Bromo. Wisatawan eropa banyak yang berkunjung kesini khususnya dari Perancis. Fenomena "Blue Fire" dan kawahnya yang sunggu memikat mereka. Biasanya musim turis di bulan2 Juli - September. Penginapan terdekat musti di booking jauh2 hari jika masih pingin dapat tempat, karena hanya ada 2 penginapan yang terdekat dari Kawah Ijen, dan keduanya milik PT Perkebunan. Selain itu Anda bisa menginap di Bondowoso atau Banyuwangi, sekitar 1,5 -2 jam dari Pos Paltuding (awal pendakian). Tapi kalau Anda mau mendirikan tenda juga bisa di deket Pos Paltuding. 

 

Sebenarnya di Pos Paltuding itu juga ada beberapa tempat yang bisa dipake beristirahat, cuma sayang sejak hampir setahun ini, semua toilet di tempat tersebut tidak bisa digunakan dikarenakan pompa untuk mensupply air tidak berfungsi (rusak) dan belum diperbaiki/diganti sampe sekarang. (Terakhir kesana tgl 31 Agustus). Jadi kalau Anda mau buang air kecil bisa ditahan dulu..hehehehe... Mungkin kalau cowok gak masalah kali ya, cuma kalau cewek mungkin ada sebagian yang gak bisa. Tapi jangan khawatir, Anda bisa mensiasati dengan menggunakan toilet pemilik warung di sekitar pos, dengan syarat membeli 1-2 botol air mineral ke mereka untuk menyiram/bawa air sendiri... :D 

 

Ada yang minat mau kesana?.. kereeen lho viewnya

 

Rencana 12-15 Oktober ini saya mau kesana lagi bersama dg teman2, ada yang mau gabung?.  :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0