Sign in to follow this  
hattamika

nguliner di makassar

11 posts in this topic

kota para daeng ini gak cuman punya cerita tentang demo mahasiswa loh. kalo sedang di makassar ayulah nikmati sedapnya makanan khas sulawesi selatan. dari makanan ringan sampai berat, makan pagi, siang, malam, bahkan tengah malam.

makanan khas ringan yang bisa dinikmati namanya cukup asing, seperti pisang eppe, rokok rokok cangkuning, panada, dan banyak lagi. untuk makanan yang lebih berat, mungkin cotto makassar juaranya.

selain cotto makassar, sebenarnya ada beberapa makanan berat yang lain yang cukup terkenal yakni pallu basa, sop saudara atau sop konro.

akan tetapi untuk benar-benar mencicipi rasanya yang lezat, usahaan memilih tempat yang benar-benar recommendable, istilahnya, ada harga.. ada rupa :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@bro albert: pas banget, kalo udah nyobain cotto maros atau coto gagak. tapi bukan gagak yang dijadiin coto ya? tepatnya di jalan gagak..

@sis deffa: sip sis, jangan lupa juga nyobain pallu basa-nya ya? btw, konser apa nih?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Cotto makassar emang terkenal bgt hehe... saya waktu tgl di batam jg maen ama org makassar dia srg nawarin itu.. kalo sering2 gawat itu kolesterol tinggi wkwwk

Share this post


Link to post
Share on other sites

first encounter sama coto tu malah waktu di jogja, dan dikenalin sama temen anak Surabaya. kalap makan ketupat sampai 4. katanya coto+ketupat segitu banyak cuman sanggup dikonsumsi laki-laki (trus saya apa doong? hehe)

yang meat lover memang inilah makanan yang top markotop, istilahnya pak bondan.. hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

jadi inget kampung halaman.

buat para pecinta culinary travelling dan kebetulan sedang berada di Makassar, nih saya kasi beberapa alamat makan-,makan enak yang ada di sana. ini gak promosi ya? cuman kebetulan udah malang melintang di bidang percotoan di makassar, saya tahu yang enak beserta alamatnya.

1. coto daeng, nah coto ini seperti franchise yang ada di kota Makassar. biasanya yang datang ke sini adalah anak muda. coto ini lumayan nyebar. salah satunya di jalan pengayoman. enaknya di sini, selian gampang dicari, juga buka 24 jam. kali aja pengen coto jam 3 pagi kan?

2. sop saudara: di jalan Pettarani ujung dekat flyover.. lumayan mahal dibanding op saudara lainnya sih. sop saudara ini terdiri dari makanan berkuah seperti soto yang dimakan dengan ikan bakar dan sambal kacang. unik bukan?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, makasar ya?banyak cerita nih kalo makasar, saya udah hampir setaun kemaren jalan ke makasar mulu kebetulan dapet tugas dinas luarnya ke makasar seringnya. dan pasti, karena hobi makan, saya pasti nyari makanan di makasar, apapun itu, saya coba, asal halal, hehe..

kalo coto, saya recommended yang di deket mesjid yusuf kalla, saya gak inget namanya

kalo sop sodara, itu yang enak di deket pelabuhan, cuma buka kadang2 sampe jam 4, setelah itu, habis

kalo konro, yang enak itu konro karebosi, yang kalo jalan dari karebosi, ke arah mesjid yusuf kalla, gak jauh belok kanan, itu mantep banget

trus masih ada palu basa, pisang eppe, dan semuanya enak.

saran saya, jangan sering2, karena pasti berurusan sama rumah sakit kalo sering2, saya termasuk salah satunya yang udah ngerasain rumah sakit karena sop sodara sama coto makasar, haha..

Share this post


Link to post
Share on other sites

makanan makassar ?? saya paling sering sih beli pisang ijo, karena rasa enak campuran bubur sumsumnya ditambah sirup merah...makin mantap...kalo lagi siang panas...makin sedep makannya, untuk coto makassar saya belum pernah sih tapi udah sering liat...kayak enak juga yah....

Share this post


Link to post
Share on other sites

jadi inget kampung halaman.

buat para pecinta culinary travelling dan kebetulan sedang berada di Makassar, nih saya kasi beberapa alamat makan-,makan enak yang ada di sana. ini gak promosi ya? cuman kebetulan udah malang melintang di bidang percotoan di makassar, saya tahu yang enak beserta alamatnya.

1. coto daeng, nah coto ini seperti franchise yang ada di kota Makassar. biasanya yang datang ke sini adalah anak muda. coto ini lumayan nyebar. salah satunya di jalan pengayoman. enaknya di sini, selian gampang dicari, juga buka 24 jam. kali aja pengen coto jam 3 pagi kan?

2. sop saudara: di jalan Pettarani ujung dekat flyover.. lumayan mahal dibanding op saudara lainnya sih. sop saudara ini terdiri dari makanan berkuah seperti soto yang dimakan dengan ikan bakar dan sambal kacang. unik bukan?

wah bole juga neh dicobain bulan depan saya kesana soal nya :D thx mas

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Burhan Abdillah Sanjaya
      Kabupaten Malang tak cuman menawarkan keindahan alam saja bagi siapa pun pengunjung datang ke sini, berbagai wisata kuliner Malang pun menarik dicoba kelezatannya. Memang sih kudapan bakso Malang mendominasi pemburu kuliner lokal maupun datang dari pengunjung datang dari luar kota. Selain bakso, Malang juga memiliki kudapan khas Jawa Timur yang wajib dicoba yakni Rawon. Bentuknya mirip seperti soto daging sapi hanya saja warna kuah dan citra rasa rawon berbeda dengan soto. Di kota Apel terbanyak sejumlah warung-warung penjual kuliner rawon, salah satunya cukup terkenal dan sudah melegenda yakni warung rawon Nguling Malang. Hal tersebut lantaran rumah makan Malang ini mampu menjaga konsistensi kenikmatan dari citra rasa ditawarkan kepada pengunjung.

      Bila kita benar-benar cermat nama rumah makan rawon Nguling Malang berasa dari daerah Nguling, Kecamatan Tongas, Kabupaten Purbalingga. Hanya saja di kota Malang, kuliner tersebut sudah lama dibuka. Lokasi warung  berada di pusat kota Malang, tepat di dekat alun-alun yakni di jalan Zainul Arifin atau kata orang Malang sebagai daerah kidul Dalem.
      Kalau dari segi citra rasa, kelezatan rawon Nguling tak perlu diragukan kembali, dapat dikatakan sebagai satu diantara kuliner rawon paling enak di kota Malang. Kuah rawon terlihat tak begitu hitam, tentu rasa kuah terasa segar tak terlalu pekat. Nah kalau dari segi tekstur daging yang digunakan dalam bahan dasar rawon, terasa begitu lembut dan tak perlu mengunyah lama ketika di dalam mulut agar bisa menikmati kelezatan diberikan.
      Pihak rumah makan menyajikan dua jenis rawon kepada pelanggan yakni rawon biasa dan rawon dengkul. Dimana kedua menu rawon tersebut merupakan juga menu favorit di sini. Nah bagi kawan mencari menu lain selain rawon, ada juga beragam kuliner khas Jawa Timur seperti nasi Pecel dan Nasi Lodeh dan lain-lain. Hal tersebut sudah cukup membuat pelanggan datang ke rumah makan kuliner Malang ini tergiur, berbagai hidangan pelengkap disajikan di meja makan bersama menu utama. Diantaranya tempe, mendol, daging empal, babat, tempa dan paru, kesemua menu pelengkap tersebut disajikan berada di satu piring tersendiri.

      Harga satu porsi rawon Nguling Malang dibandrol seharga Rp. 27.000 per porsi, sedangkan rawon saja seharga Rp. 35.000, apabila memesan rawon plus nasi pisah harganya Rp. 40.000. Nah kalau nasi pecal di warung rawon Nguling Malang terlihat segar terdapat sayuran disajikan dengan bumbu kacang agak manis apabila dibandingkan dengan citra rasa nasi pecal di warung lain, meskipun demikian rasanya sangat enak. Dalam satu porsi nasi pecal seharga Rp. 16.000 gratis peyek kacang tanah atau peyek udang. Harga es jeruk di sini cukup mahal yakni Rp. 11.000 dan es dawet Rp. 9.000, sedangkan es teh dibandrol Rp. 6.000 saja.
      SUMBER
    • By Hasan Kareem
      Adanya perpaduan dari berbagai budaya, khususnya Eropa dan Asia, membuat masakan Mediterania memiliki cita rasa yang unik. Selain kaya rempah, jenis masakan ini kerap menggunakan biji-bijian dan buah kering ke dalam setiap hidangannya, mengingat daratan Mediterania sangat kaya akan hasil bumi yang berkualitas baik.
      Salah satu negara yang tersohor akan kuliner Mediteranianya adalah Turki. Berada di perbatasan Eropa dan Asia, membuat kuliner khas Turki begitu kaya akan rasa, apalagi dengan penggunaan rempah-rempah pada setiap masakannya. Berbeda dengan masakan Timur Tengah dan India, rempah-rempah yang digunakan dalam masakan Turki tidak terlalu kuat, sehingga masih terasa ringan.
      Tak perlu jauh-jauh ke Turki untuk menikmati berbagai hidangan Mediterania yang lezat, karena sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan bernama Istanbul Turkey Restaurant & Lounge menawarkan berbagai menu masakan Turki bercita rasa autentik.
      Berlokasi di Jalan Ampera Raya, restoran ini tampak gagah dengan logo nama yang cukup besar terpampang di depan dan eksterior bangunan berwarna merah bata. Terdiri dari dua lantai, Istanbul Turkey Restaurant & Lounge menjadi restoran dengan spesialisasi masakan Turki terbesar di ibu kota yang menempati lahan seluas 1,000 meter.
      Mengusung konsep casual dining, ruangan dari restoran yang telah beroperasi sejak tahun 2013 ini terkesan luas dan rapi. Ditambah dengan ornamen dan lampu pada setiap dinding ruangannya, semakin memperkuat kesan dan suasana ala Turki. Berbeda halnya dengan lantai dua Istanbul Turkey Restaurant & Lounge yang lebih santai dibandingkan lantai bawahnya. Sesuai dengan namanya, lantai dua tersebut berfungsi sebagai lounge dan diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin merokok atau menjajal shisha.
      Menunya sendiri sangat beragam, dan terdiri dari appetizer, starter, first course, main course, hingga dessert. Tak tanggung-tanggung, koki restoran ini didatangkan langsung dari Turki. Bahkan, beberapa bumbu dan bahan yang digunakan pun diimpor dari negara asalnya untuk mempertahankan cita rasa autentik dari masakannya.
      Saya pun memesan beberapa menu andalan yang ditawarkan oleh Istanbul Turkey. Menu pertama yang saya cicipi adalah Lahmajun (Rp 48 K), yakni roti isi daging kambing pedas. 
      Hampir mirip seperti hidangan pizza khas Italia, Lahmajun terdiri dari cincangan daging kambing yang telah dibumbui dan disajikan di atas roti naan yang tipis dan renyah. Tekstur daging cincangnya begitu lembut dengan cita rasa sedikit pedas, berpadu dengan renyahnya roti membuatnya sangat pas untuk disantap sebagai starter.
      Kemudian, untuk main course, saya memilih untuk mencicipi Lamb Khabsah (Rp 140 K), yang merupakan sajian nasi khas Timur Tengah yang dimasak dengan rempah dan daging kambing muda pilihan bersama saus khas Istanbul Turkey. Porsinya cukup besar, dan bisa dinikmati untuk dua hingga tiga orang. Rasa gurih langsung menggelitik lidah saat saya mencoba nasinya. Selain itu, tercecap rasa dari bumbu rempah-rempah yang ringan dan nikmat.
      Tekstur dagingnya sendiri sangat empuk, dengan cita rasa yang gurih dan sedikit pedas dari merica dan rempah lainnya. Jenis daging yang digunakan sendiri bukanlah daging domba, melainkan daging kambing pilihan yang berkualitas tinggi. Selain itu, daging kambing tersebut juga memiliki lemak yang lebih rendah, bahkan bila dibandingkan dengan daging ayam sekalipun, sehingga lebih sehat.
      Selanjutnya,  saya juga mencoba menu spesial dari Istanbul Turkey, yakni Chicken BBQ (Rp 98 K) yang terdiri dari ayam bakar dengan bumbu spesial khas restoran Istanbul Turkey, yang disajikan bersama roti dan salad. Sajian ayam tersebut dipanggang di atas arang terlebih dahulu, lalu dimarinasi dengan bumbu yang terdiri dari bawang putih, tomat, dan rempah spesial dari Turki. Kemudian, ayam dipanggang kembali hingga matang.
      Tak heran, tekstur dagingnya begitu empuk dan rasanya sangat gurih, meresap hingga ke dalam serat daging. Berbeda dengan sajian ayam bakar pada umumnya, bumbu pada hidangan ini memiliki tekstur yang lebih licin dan tidak lengket. 
      Selain itu, berbagai hidangan dari Istanbul Turkey juga menggunakan minyak zaitun dan bunga matahari agar kualitas masakannya tetap terjaga dan lebih sehat.
    • By vie asano
      Setelah jalan-jalan mengelilingi Tokyo menggunakan berbagai sample itinerary yang telah saya bagi dalam beberapa seri tulisan sebelumnya, supaya nggak jenuh, kali ini saya ingin berbagi sesuatu yang sedap-sedap dulu deh. Ya, kulineran! Hoho.. Namun kuliner yang akan saya informasikan kali ini bukanlah kuliner ala street food maupun kuliner yang biasa dikenal oleh para pecinta kuliner Jepang seperti sushi dan ramen, namun kuliner paling top di antara jajaran kuliner Jepang lainnya yaitu kaiseki ryori. Ada yang pernah dengar kuliner itu?
      Tentang Kaiseki Ryori
      Setiap negara yang memiliki sejarah kuliner yang panjang pastilah memiliki kuliner khas yang sangat istimewa dan bisa disebut sebagai haute cuisine. Maksud dari haute cuisine disini adalah kuliner tingkat tinggi yang membutuhkan persiapan khusus dan presentasi tingkat tinggi. Nah, dalam khasanah kuliner Jepang, haute cuisine di negara Matahari Terbit itu adalah kaiseki. Ada 2 jenis kaiseki, yaitu kaiseki ryori dan cha-kaiseki (kaiseki yang dihidangkan saat upacara minum teh) namun yang akan saya bahas kali ini adalah kaiseki ryori.
      Kaiseki ryori merupakan set makanan multi menu yang sudah mulai disajikan sejak ratusan tahun silam. Berawal dari set makanan yang disajikan saat upacara minum teh, kaiseki ryori kemudian berkembang menjadi menu yang biasa disajikan di kalangan bangsawan. Uniknya, nama kaiseki ryori sendiri tidak mengandung unsur haute cuisine, karena kaiseki dalam kaiseki ryori secara literal diterjemahkan sebagai batu di dada yang diambil dari kebiasaan pendeta Zen yang selalu menggunakan batu hangat untuk membantu menahan lapar. Bukan untuk dimakan yah, namun untuk dibungkus kain dan disimpan di dekat perut. Kalau dijelaskan terlalu detail nanti malah akan pusing sendiri, jadi kita skip dulu langsung pada inti kaiseki ryori yah.
      Yang membuat kaiseki ryori istimewa
      Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, menu kaiseki ryori terdiri dari multi menu. Dalam satu kali penyajian, jumlah menu yang ditampilkan bisa mencapai 9-10 menu atau lebih. Tenang, tak perlu khawatir akan kekenyangan karena seluruh menu disajikan dalam porsi mungil, dan tentu saja dengan presentasi yang sangat baik.
      Foto 01:
      Contoh set menu kaiseki ryori [foto: 663highland/wikimedia]
      Yang membuat kaiseki ryori ini menarik, dari seluruh menu yang disajikan, tidak ada pengulangan bahan makanan maupun pengulangan teknik memasak. Jadi jika saja (misalnya) wortel sudah digunakan pada satu menu, dia tidak akan digunakan pada menu lainnya. Kecuali untuk menu ikan yang bisa menggunakan beberapa jenis ikan, sehingga tak bisa disebut sebagai pengulangan bahan makanan. Tak hanya bahan makanan yang tidak diulang, namun teknik memasaknya juga tanpa pengulangan lho. Jadi jika ada 10 masakan, ya diolah dengan 10 cara yang berbeda.
      Tambahan lainnya, kaiseki ryori sangat mengutamakan bahan-bahan lokal. Jadi sebuah menu yang sama bisa terdiri dari kombinasi bahan yang berbeda jika dibuat di dua daerah yang berjauhan maupun dibuat pada musim yang berbeda. Mayoritas bahan dalam kaiseki ryori biasanya berasal dari pasar lokal dan menonjolkan keistimewaan dari daerah tersebut. Bagi yang bingung, dalam kaiseki ryori koki memang diijinkan untuk menambahkan bahan musiman yang bisa ditemukan di daerah tersebut, dan itulah yang membuat kaiseki ryori di seluruh Jepang bisa berbeda-beda dan kaya rasa.
      Menu-menu dalam kaiseki ryori
      Biasanya, menu kaiseki ryori dibagi dalam beberapa bagian: makanan pembuka, hidangan utama, shokuji (hidangan nasi), dan makanan penutup. Berikut ini detailnya, dan contoh fotonya mengambil menu yang disediakan di Iwasaki Mansion, Tsukiji, Tokyo:
      Untuk makanan pembuka, bisa terdiri dari minuman beralkohol (biasanya ukuran kecil). Umumnya minuman beralkohol yang disajikan adalah alkohol produksi lokal maupun anggur manis. Tambahan lainnya adalah makanan pembuka ukuran kecil sebelum masuk ke makanan utama.
      Foto 02:
      Contoh menu pembuka: Steamed Tofu and Okura with sea urchin, with tiger prawn in jelly, eel sushi, steamed duck, and pike conger [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk makanan utama, bisa terdiri dari beberapa menu yang diolah dengan teknik yang berbeda-beda. Beberapa menu yang masuk dalam list makanan utama ini antara lain: suimono (sup), sashimi (daging mentah yang diiris tipis), nimono (makanan rebusan), yakimono (makanan panggang), agemono (gorengan), mushimono (kukusan), dan sunomono (makanan berbahan cuka).
      Foto 03:
      Contoh menu rebusan: Terong dalam miso dengan bayam [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 04:
      Contoh menu gorengan: deep fried matsutake mushroom, zucchini, and pine leaf [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 05:
      Contoh menu sashimi: Snapper, with lobster, tuna and squid [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 06:
      Contoh menu bakar: Grilled wakasa (rockfish), with grilled beef in miso, potato, and decorative cut ginger [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk shokuji, set-nya biasanya terdiri dari nasi, sup miso, dan tsukemono (acar). Biasanya set ini disajikan menjelang akhir acara makan, yaitu menjelang dessert.
      Foto 07:
      Contoh shokuji: Nasi dengan jahe [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk dessert, makanan penutup yang disajikan biasanya adalah buah lokal segar. Bisa juga makanan penutup tradisional khas Jepang lainnya.
      Foto 08:
      Contoh dessert di Iwasaki Mansion, Tsukiji, Tokyo: menu buah-buahan [foto: Chris 73/wikimedia]
      Oya, contoh di atas betul-betul hanya contoh kasar saja ya. Masih ada beberapa menu dengan teknik masak yang berbeda yang belum saya masukkan dalam list di atas, seperti suzakana (makanan kecil untuk membersihkan piring), shiizakana (makanan sejenit hot pot), dan lain-lain.
      Foto 09:
      Contoh side dish: Jelly fish sashimi [foto: Chris 73/wikimedia]
      Dimana bisa menemukan kaiseki ryori?
      Tertarik mencoba kaiseki ryori? Kuliner ini bisa ditemukan di berbagai restoran tradisional Jepang. Namun perlu diperhatikan, tak semua restoran tradisional menyajikan kaiseki ryori yang asli lho. Ada tips-nya untuk membedakan mana restoran yang menyajikan kaiseki ryori asli dan abal-abal. Restoran yang tutup di siang hari biasanya menyediakan kaiseki ryori yang asli. Menyajikan kaiseki ryori membutuhkan persiapan yang sangat panjang, sehingga restoran yang betul-betul asli akan tutup di siang hari karena berkonsentrasi penuh untuk menyajikan kaiseki ryori malam hari.
      Alternatif lainnya, kaiseki ryori ini bisa ditemukan di berbagai ryokan alias penginapan tradisional Jepang. Biasanya ryokan akan menyediakan set menu tersebut saat makan pagi atau malam. Karena itulah harga menginap di ryokan lebih mahal dari jenis akomodasi lainnya karena sekaligus mencakup biaya makan. Untuk informasi dan panduan tentang ryokan, bisa baca disini: From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional ala Jepang (1) dan From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional ala Jepang (2-end).
      Foto 10:
      Contoh set menu yang disajikan di sebuah ryokan [foto: Tomo/wikimedia]
      Yang perlu diperhatikan
      Kaiseki ryori itu mahal, jendral! Untuk sebuah haute cuisine, jangan heran jika harga satu set kaiseki bisa mulai dari 15000 yen hingga 40000 yen per-orang. Memang sih ada juga kaiseki yang dibandrol dengan harga yang relatif terjangkau antara 4000 yen - 8000 yen, namun tentu saja kelengkapannya akan berbeda dengan restoran kelas atas.
      Siap untuk mencoba kaiseki ryori saat wisata ke Jepang?
      ***
      *Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By vie asano
      Pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15200-wah-ternyata-negara-negara-tujuan-wisata-populer-ini-tidak-familiar-dengan-bahasa-inggris/ saya sudah menulis tentang beberapa negara yang akan mengubah cara pandang kita terhadap bahasa Inggris. Ternyata, walau bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, dan bahkan tak sedikit orang yang pede mengatakan jika hanya diperlukan bahasa Inggris untuk bisa menaklukkan semua tempat di seluruh dunia, pada kenyataannya bahasa Inggris hanya digunakan oleh 1/3 penduduk di planet Bumi ini. Itu berarti mayoritas orang tidak terlalu familiar atau bahkan tidak mengenal bahasa Inggris. Bagi wisatawan yang hobi melancong ke berbagai tempat, fakta di atas juga berarti besar kemungkinan akan terkena kendala bahasa saat akan berwisata ke negara lain. Khususnya jika wisatawan tersebut hanya menguasai bahasa Inggris saja sebagai bahasa asingnya.
       
      Tenang, tak perlu jadi takut untuk pergi kemana-mana. Kendala bahasa saat pergi ke negara lain memanglah sesuatu yang sulit untuk dihindari. Namun, bukan berarti tak ada cara untuk mengatasi hal tersebut. Minimal untuk mengakali agar kita nggak kesulitan untuk bertanya arah saat tersesat, maupun saat meminta pertolongan. Berikut ini beberapa tips jitu untuk mengatasi faktor kendala bahasa saat berwisata.
       
      1. Menguasai beberapa kata dasar dalam bahasa setempat
       
      Bagaimanapun, saat kita berwisata ke negara lain, salah satu cara jitu untuk mengatasi kendala bahasa tentu saja adalah dengan mempelajari bahasa nasional di negara tujuan. Jika akan pergi ke Jepang, ya belajarlah bahasa Jepang. Begitu juga jika ingin pergi ke Thailand, setidaknya usahakan untuk belajar bahasa Thailand. Namun, seandainya nggak sempat untuk mengambil kursus bahasa, atau waktu wisata terlalu singkat, setidaknya sempatkan diri untuk mencari tahu bahasa lokal dari kata-kata dasar yang mungkin saja akan kalian perlukan di tempat tujuan nanti. Berikut ini beberapa kata/kalimat sederhana yang bermanfaat untuk mengatasi kendala bahasa, silahkan dicari sendiri seperti apa bunyinya dalam bahasa negara tujuan wisata kalian.
       
      -Nama saya _____________________
      -Apa Anda dapat bicara dalam bahasa Inggris?
      -Terima kasih.
      -Tolong.
      -Maaf.
      -Maaf, saya perlu bantuan.
      -Tolong bicara pelan-pelan.
      -Dimana saya bisa menemukan bus/taksi?
      -Dimana saya bisa menemukan stasiun?
      -Dimana kantor polisi?
      -Berapa harganya?
      -Saya dari Indonesia.
      -Saya tersesat.
      -Saya lapar/tidak lapar.
      -Saya haus/tidak haus.
       
      Tambahan untuk wisatawan muslim.
      -Apakah ini mengandung alkohol?
      -Apakah ini mengandung daging babi?
      -Saya tidak bisa makan babi atau alkohol.
      -Dimana saya bisa menemukan restoran halal?
       
      Saran saya, jika tak pede untuk mengucapkan kata-kata di atas dalam bahasa lokal, teman-teman bisa mencoba mem-print kalimat-kalimat tersebut dan tunjukkan kalimat mana yang ingin kalian ucapkan pada lawan bicara saat memerlukan sesuatu.
       
      Alternatif lainnya, coba deh usahakan membeli buku percakapan untuk wisatawan dalam bahasa negara yang dituju (lebih baik lagi jika buku tersebut dilengkapi dengan huruf asli dari bahasa tersebut). Buku-buku seperti itu biasanya memiliki banyak contoh percakapan untuk berbagai situasi. Untuk keadaan darurat, teman-teman bisa mencari kalimat yang paling cocok dengan situasi yang dihadapi dan tinggal tunjukkan saja pada lawan bicara.
       
      2. Mengukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara
       
      Jika seandainya karena satu dan lain hal teman-teman tetap ingin menggunakan bahasa Inggris, minimal coba deh ukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara. Walau tidak semua orang dapat berbahasa Inggris, biasanya selalu saja ada satu atau dua orang yang mengerti beberapa patah kata dalam bahasa Inggris. Semakin nol kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara, maka bicaralah dengan semakin lambat, jelas, dan gunakan kalimat yang pendek dan umum untuk dimengerti.
       
      Misalnya, alih-alih mengucapkan my bag is stolen and I need to find a police, akan lebih mudah dimengerti jika teman-teman mengatakan police saja. Dikombinasikan dengan bahasa tubuh, teman-teman bisa berharap lawan bicara akan mengerti maksud kalian.
       
      3. Jika sudah kepepet benar.
       
      Jangan ragu untuk menggunakan berbagai software penerjemah bahasa yang bisa diunduh di smartphone. Teman-teman bisa melihat daftar aplikasi apa saja yang dibutuhkan oleh wisatawan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/14383-inilah-aneka-aplikasi-penting-untuk-traveler/
      Atau, kalian bisa masuk ke berbagai situs web populer yang berkaitan dengan traveling dan menanyakan hal-hal yang ingin kalian tanyakan di forum tersebut. Kalian bisa juga mencari member yang merupakan penduduk lokal di forum itu (tentunya lebih baik jika dia dapat berbahasa Inggris) yang dapat membantu masalah kalian (misalnya, seputar menanyakan restoran di suatu kota maupun menanyakan tentang petunjuk arah, sehingga meminimalkan potensi untuk bertanya pada random orang di jalanan).
       
      Oya, walau dari tadi saya mengemukakan aneka tips untuk mengatasi kendala bahasa bagi wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris, bukan berarti saya mengatakan jika bahasa Inggris itu tidak penting ya. Walau pada kenyataannya 2/3 penduduk di Planet Bumi ini tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, masih banyak kegunaan lain dari bahasa ini bagi wisatawan:
      -Bahasa Inggris rata-rata diterima di berbagai bandara, hotel, dan pusat informasi wisata.
      -Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh backpacker. Jadi, dengan menguasai bahasa Inggris, setiap kali kalian bepergian ke tempat lain, selalu ada kemungkinan menemukan wisatawan lain yang juga berbahasa Inggris.
      -Tambahan lainnya, mengenal bahasa Inggris akan membantu kita meminimalkan kemungkinan terkena masalah yang tidak diharapkan. Masih ingat dengan kasus wisatawan yang tertipu saat membeli produk elektronik di Lucky Square, Singapura?
       
      Jadi, tetaplah pede sekalipun kalian hanya menguasai bahasa Inggris ya!
       
      Lalu bagaimana jika bahasa Inggris kita pun pas-pasan, alias hanya bermodalkan bahasa Indonesia saja? Tak perlu kecil hati. Kalian tetap bisa berpetualang ke negara lain dengan bermodalkan bahasa yang paling alami, yaitu bahasa tubuh. Setiap kali kalian membutuhkan bantuan dari penduduk lokal, gunakan gesture tubuh yang sopan dan jangan sungkan untuk menunjuk maupun memperagakan maksud kalian. Jangan lupa juga untuk selalu berbekal buku notes dan pulpen. Siapa tahu akan kalian perlukan untuk menggambarkan maksud pertanyaan kalian.
       
      Semoga informasinya bermanfaat!
       
      ***