• 0
Sign in to follow this  
Followers 0
saras_m3land

Jalan ke Tanjung Bira dan Tana Toraja

Question

Salam kenal semua. Saya pendatang baru :)

 

Saya pengen banget main ke Makassar untuk ke Tanjung Bira dan Tana Toraja. Lagi hunting tiket untuk 26-30 September. Ini waktu yang pas kah untuk ke sana? Karena takut cuaca lagi nggak bersahabat.

Rencananya, saya tiba di Makassar tgl 27 dini hari. Pukul 6 pagi melanjutkan perjalanan ke Tanjung Bira. Menginap sehari di sana. Tgl 28 siang kembali ke Makassar. Jalan-jalan sebentar di Makassar, kemudian lanjut perjalanan ke Tana Toraja. Rencananya sih mau jalan ke Tana Toraja malam hari, jadi bisa saving uang menginap. Sepertinya saya cuma berdua dengan teman saya.

Kira-kira, kalau saya kembali ke Jakarta tanggal 30, terlalu mepet nggak ya? 30 juga maunya flight malem ke Jakarta.

Minta saran dari teman-teman semua. Terima kasih banyak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

7 answers to this question

  • 0

tggl 28 siang kemakassar , siang jam berapa ? jalan-jalan bentar tu , maksudnya berapa lama ? rencana ddari makassar ke toraja jam brpa? sebaiknya disusun dengan baik jadawalnya ... karena yang saya tangkap sih masih ngeraba-raba waktu gitu...  dengan waktu segitu menurut saya sebaiknya pilih salah satu aja tempat yang mau di eksplore...  karena kalo ke toraja tggl segitu dan dah harus balik tggl 30 berarti mungkin yang di liat d toraja hanya ucapan selamat dtng aja .

 

sekedar info: perjalanan makassar-toraja sekitar 7-8 jam

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@_TYA_ : tanggal 28 jam 12 siang saya rencananya kembali ke Makassar. Perjalanan dari Tanjung Bira ke Makassar sekitar 4 atau 5 jam kan? Nah, ke Toraja mau ambil bus yang 21.30. Hari itu memang saya nggak ada rencana untuk mengulik Makassar. Kalau memang ada waktu sisa sebelum berangkat ke Toraja, paling buat makan dan istirahat aja sebentar. Fokus jalan kali ini memang mau ke Tanjung Bira dan Toraja aja sebenarnya. Nanti dari Toraja ke Makassar, ambil bus tanggal 29 jam 21.30 lagi. Terlalu ambisiuskah kalo untuk ngejar ke 2 tempat itu? Atau sebaiknya bermalam di Toraja?

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

perjalan makassar-toraja tu 7-8 jam kalo pake avanza gt. tp kalo bus aku g tau ya,kalo ngikut jadwal km brrti gambaran kasarnya .

 

21.30 (kalo on time) berangkat dr makassar ...

04.30 atau 05.30 (perhitungan wktu plng cpt, kalo naik avanza) nyampe toraja ....

kn g ungkin kan langsung jaalaan subuh-subuh gitu .....

07.00-20.00 jalan" ...

20.00.21.30 nungguin bus

 

berarti hitung-hitungan kasarnya , kalian explore toraja 13 jam ... , pertanyaannnya tu dsna pengen make jasa tour ato backpacking . saya rasa kalo backpacking dengan waktu segitu aja sih ga cukup... karena kan hitung nunggu angkotnnya , nanya sana-sini , dll . 13 jam di kurangin 2-3 jam tuk tanya-tanya dan nunggu angkot dr satu tmpt wisata ke tmpt wisata yg ain . berarti sisa 10 jam , 10 jam itupuun di hitung kalo jalan-jalan ke tmpt wisatanya mpe jam 8 mlm  tp kalo mpe jam 6 sore ajaa yahh berarti tmbh dikit waktunya.., kalo aku sih lebih miih nginap di toraja .... sehari. pulangnya kalo msh ada waktu bru ke tanjung bira, ke tanjung bira bisa juga kan ga nginap . waktu tu kami ke bulukumba  (tanjung bira) 3 jam-an (ga tau tu supirnya make rem apa ga :D) .... kalo pengen jalan-jalan d makassar waktu yang tepat tu jam 5 an .lliat sunset di  losari, pantai akarena .

 

kalo tiba di makassar  dini hari truss dapet mobil /bus ke toraja siang  ato sore.. waktu luangnya itu pake ke air terjun bantimurung aja .. jarak antara sudiang ( bandara) - maros (bantimurung) deket aja(sewa ojek juga bisa) tp kalo taksi aku ga tau bayar brpa coz ga prnh naik taksi sudiang-maros ...

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

 

Salam kenal semua. Saya pendatang baru :)

 

Saya pengen banget main ke Makassar untuk ke Tanjung Bira dan Tana Toraja. Lagi hunting tiket untuk 26-30 September. Ini waktu yang pas kah untuk ke sana? Karena takut cuaca lagi nggak bersahabat.

Rencananya, saya tiba di Makassar tgl 27 dini hari. Pukul 6 pagi melanjutkan perjalanan ke Tanjung Bira. Menginap sehari di sana. Tgl 28 siang kembali ke Makassar. Jalan-jalan sebentar di Makassar, kemudian lanjut perjalanan ke Tana Toraja. Rencananya sih mau jalan ke Tana Toraja malam hari, jadi bisa saving uang menginap. Sepertinya saya cuma berdua dengan teman saya.

Kira-kira, kalau saya kembali ke Jakarta tanggal 30, terlalu mepet nggak ya? 30 juga maunya flight malem ke Jakarta.

Minta saran dari teman-teman semua. Terima kasih banyak :)

 

Mending nginep di Tana Toraja , mengingat perjalanan dr makasar nya makan waktu dan di tanjung bira nya pp aja bisa kok

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

 

Salam kenal semua. Saya pendatang baru :)

 

Saya pengen banget main ke Makassar untuk ke Tanjung Bira dan Tana Toraja. Lagi hunting tiket untuk 26-30 September. Ini waktu yang pas kah untuk ke sana? Karena takut cuaca lagi nggak bersahabat.

Rencananya, saya tiba di Makassar tgl 27 dini hari. Pukul 6 pagi melanjutkan perjalanan ke Tanjung Bira. Menginap sehari di sana. Tgl 28 siang kembali ke Makassar. Jalan-jalan sebentar di Makassar, kemudian lanjut perjalanan ke Tana Toraja. Rencananya sih mau jalan ke Tana Toraja malam hari, jadi bisa saving uang menginap. Sepertinya saya cuma berdua dengan teman saya.

Kira-kira, kalau saya kembali ke Jakarta tanggal 30, terlalu mepet nggak ya? 30 juga maunya flight malem ke Jakarta.

Minta saran dari teman-teman semua. Terima kasih banyak :)

 

Untuk trip tersebut sesuai dengan pangalaman dilapangan berikut detail interfal waktu yang pas

 

Tgl 27 Bandara-Bira ---------- tiba pkl 06.00-06.30 pg tiba pkl 11.30 -11.30 siang (estimasi waktu perjalanan 4.5-5 jam )

 

Tgl 28 Bira Makassar -

 

Tgl 28 Makassar - tana toraja start jam 9.00 malam tiba jam 7 pagi ....(CHEK IN HOTEL)  Istiaraahat ..............(tour di objek wisata terdekat /LEMO/KETE KESU

 

Tgl 29 Full day Tour toraja (pesta adat suku tana toraja) objek2 wisata ....

 

Tgl 29 Start jam 09.00 malam tiba pkl 07.00 pagi

 

 

demikian estimasi waktu perjalanan sesuai dengan yang selama ini trip yang telah kami jalani

 

informasi HARGA RENTAL MOBIL, ENTRANCE FEE,PENGINAPAN, REQUEST ITINERARY 

c/p 085342633633 atau email sulawesirentcar@gmail.com

FACEBOOK : https://www.facebook.com/rental.makassar

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • 6 Lokasi Istimewa Untuk Menikmati Cahaya Senja Dari Bumi Sulawesi
      By Tarmizi Arl
      Pulau Sulawesi atau biasa dikenal juga dengan sebutan Celebes, merupakan salah satu dari lima pulau besar Indonesia. Pulau yang memiliki bentukan unik ini terkenal dengan kehidupan baharinya, bahkan mereka dengan bangga mentakbirkan diri sebagai keturunan dari para pelaut ulung.
      Sulawesi juga kaya akan pesona alam, hasil bumi, dan budaya yang beragam. Keterkaitan semuanya menghasilkan kearifan lokal yang unik dan menarik. Kekhasan itulah yang akhirnya membuat banyak wisatawan datang ke pulau ini.
      Tak kalah khasnya dengan kekayaan alam dan budaya, penghujung haripun memberikan kesan yang unik pula. Di setiap sisi pulau nampaknya selalu saja menghadirkan pengalaman yang indah bagi pecinta sunset. Pesona cahaya senja dari Bumi Sulawesi tersebut menjadi atraksi yang menarik untuk disaksikan oleh para pelancong, seperti beberapa spot pilihan yang akan diulas berikut ini
       
      1. Bunaken Tak Hanya Taman Lautnya ! Nikmati Senjanya, Maka Hidup Serasa di Surga

      Bicara tentang wisata di Manado, maka yang terpintas dari sebagian besar kita pasti tentang Bunaken. Taman Laut yang terkenal karena keindahan bawah lautnya tersebut memang sudah mendunia. Taman Laut atau Taman Nasional Bunaken sendiri terdiri dari beberapa gugusan pulau yaitu Pulau Bunaken, Pulau Mentehage, Pulau Nani, Pulau Siladen, dan Pulau Manado Tua. Pulau Manado Tua sendiri berada di sisi ter-Barat dari Taman Nasional Bunaken yang artinya akan memberikan latar siluet ketika kita berada di sisi pulau lainnya seperti dari Pulau Bunaken.
      Menjadikan indah jika memandang sunset berhadapan dengan Pulau Manado Tua ialah karena di pulau ini terdapat gunung setinggi 655 mdpl. Gunung tersebut ialah gunung berapi. Namun jangan disangka jika gunung apinya berada di atas permukaan laut yang nampak, karena justru gunung apinya berada di bawah laut dengan kedalaman sekitar 50 meter. Dengan kata lain, dataran sesungguhnya dari pulau ini berada di bawah permukaan laut.
      Terlepas dari semua fenomena alam yang mencengangkan tersebut, fenomena secara visual juga menjadi daya pikat ketika senja tiba. Dari Pulau Bunaken, ketika kita memandang ke ufuk Barat maka mentari seolah bersiap bersembunyi dibalik gunung di Pulau Manado Tua tersebut. Semburat jingga khas senja juga nampak menambah dramatisasi alami yang dihadirkan, ditambah lagi cahaya dari pantulan air laut juga menambah pesona Bunaken Kala Senja.
       
      2. Benteng Otanaha Gorontalo, Sejarah dan Senja yang Kaya Cerita

      Jika kalian berkesempatan mengunjungi Provinsi Gorontalo, maka jangan sampai melewatkan menyambangi benteng bernama Otanaha. Benteng yang berada di atas bukit tersebut menjadi salah satu objek wisata andalan dari Gorontalo terkhusus penduduk Kota Gorontalonya sendiri.
      Benteng peninggalan Portugis yang dibangun tahun 1522 tersebut memiliki cerita sejarahnya sendiri dengan berbagai versi. Hal ini karena memang belum ada hasil penelitian yang pasti akan kisah sejarahnya. Namun begitu, keberadaan benteng dapat dipastikan sebagai bentuk pertahanan kerajaan Gorontalo yang artinya juga bentuk kegagahan kerajaan pada masanya.
      Terlepas dari cerita yang melatari keberadaan benteng, kekayaan visual yang dimiliki kawasan benteng juga tak kalah menariknya. Memang waktu terbaik untuk datang ke Benteng yang berada tidak jauh dari Danau Limboto tersebut ialah saat sore hari. Hal ini tidak lain karena suasana senja yang indah. Karena berada di atas bukit, tentu pemandangan sunset menjadi sangat leluasa di lihat mata, apalagi bangunan tua benteng dapat menjadi siluet yang akan memperkaya hasil foto kalian.
      Apabila tertarik untuk datang ke Benteng Otonaha, kalian bisa langsung menuju Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, sekitar 30 menit berkendara dari Pusat kota Gorontalo. Sebelum masuk dan naik ke Benteng, kalian harus membayar tiket seharga Rp 5 ribu saja. Siapkan juga fisik kalian karena harus mendaki tangga sebanyak 351 anak tangga dengan kemiringan sekitar 60 derajat.
       
      3. Lupakan Derita yang Ada ! Karena Kepualaun Togean Hanya Menyediakan Ruang Bahagia

      Kepulauan Togean di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan Taman Nasional. Pulau utamanya ialah Pulau Togean dan ulau Batudaka yang berposisi berdampingan. Kepulauan yang masuk wilayah Teluk Tomini ini memiliki sejuta keindahan bahari, bahkan sering disebut sebagai raja ampatnya Sulawesi.
      Pesona yang dimiliki Kepulauan Togean memang tak sekedar diucapan saja, karena keindahannya mampu menyentuh setiap indera. Kekayaan terumbu karang dan biota laut yang dimiliki tercatat sebagai salah satu ekosistem terumbu karang penting dari ‘coral triangle’ yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang, dan Australia.
      Keindahan bawah laut Kepulauan Togean juga berbanding lurus dengan keindahan alam sekitarnya. Panorama yang dihadirkan akan membuat siapa saja melupakan kepenatan dan langsung merasakan kebahagian. Apalagi saat sore tiba, memandang ufuk barat dari salah satu pulau yang ada, akan memberikan gambaran dahsyat akan keanggunan alam. Dari setiap pulau, akan menghadirkan kesan yang berbeda-beda pula.
      Untuk datang ke Kepulauan Togean, pelancong harus menempuh jarak 375 km atau sekitar 10 jam dari Kota Palu. Rutenya ialah dari Palu menuju Ampana baik dengan kendaraan pribadi, travel, atau bisa juga menggunakan Bus umum. Kemudian barulah melanjutkan perjalanan dengan Kapal atau Fery yang tersedia setiap hari Senin, Rabu, Sabtu (kapal) dan Senin, Kamis, Minggu (ferry) pukul 10 pagi. Pelayaran ini berlangsung sekitar 4-5 jam.
       
      4. Jangan Palingkan Mata dari Ufuk Barat Pantai Lakeba Kala Senja

      Mendengar kata Pantai Lakeba mungkin sebagian besar kita belum mengetahuinya, tapi jika disebut Kota Bau Bau apalagi Pulau Buton, pasti sebagian besar tahu. Pulau yang terkenal dengan produksi aspalnya tersebut menjadi salah satu pulau wisata yang cukup populer di Sulawesi Tenggara selain Kepulauan Wakatobi.
      Pantai Lakeba sendiri berada di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Selain pantainya yang berpasir putih, air lautnya juga amat sangat jernih. Cukup beberapa meter dari bibir pantai, kejernihan air akan membuat ekosistem di bawah laut nampak begitu nyata. Jangan lewatkan untuk berenang atau sekedar bermain air karena tentu akan sangat menggoda melihat kejernihan airnya.
      Selain faktor keindahan alam yang sudah ada, daya tarik lain dari pantai ini ialah suasana senja dengan sunsetnya yang terkenal sangat indah. Tak salah jika banyak pelancong yang sengaja datang hanya untuk menikmati nuansa senjanya. Dari pantai ini, nampak cahaya jingga memantul dari kejernihan air.
      Terdapat pula jembatan yang menjadi spot terbaik menikmati suasana senja, baik dari atasnya maupun menjadikannya latar untuk berfoto. Jembatan inilah yang cukup populer oleh wisatawan karena akan memberikan kesan berbeda pada hasil foto.
      Selain itu, di kawasan pantai juga banyak restoran dan cafe sehingga membuat pengunjung semakin nyaman. Jika tidak ingin menikmati langsung semburat cahaya dari atas pasir pantai, bersantai di restoran juga sering dijadikan pilihan.
       
      5. Ketika Mentari Bersembunyi di Barisan Batu Karst, Siapa yang Tak Terpesona !

      Jika membahas kawasan karst terbesar di Indonesia, maka nama Maros di Sulawesi Selatan tak bisa terbantahkan lagi. Di sana terdapat gugusan pegunungan karst atau kapur yang tidak hanya luas tetapi eksotis secara visual. Seperti Rammang-Rammang berikut, salah satu lokasi perbukitan karst paling terkenal di Maros.
      Beralamat persis di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, sekitar 40 km dari ibukota provinsi di Makassar, Rammang-Rammang sudah sangat populer sebagai lokasi wisata. Di sini pegunungan karst nampak dramatis dengan kolaborasi bersama lahan pertanian dan perairan. Di lokasi tersebut juga terdapat beberapa objek wisata yaitu Hutan batu Kapur, Telaga Bidadarim Gua Bulu Barakka< Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, dan Sungai Pute.
      Keindahan panorama nan artistik tersebut akan semakin manis ketika sore menjelang. Nampak mentari mulai meluncur perlahan menuju balik pegunungan batu karst. Semburat cahaya terkadang melewati celah-celah antar batu sehingga memberikan kesan yang dramatis. Apalagi jika kalian pecinta fotografi, maka dijamin tak akan merasa puas karena semakin difoto maka semakin menarik saja.
      Jika ingin memiliki nuansa yang tak biasa, kalian bisa menyewa perahu dan mengarungi sungai. Melihat senja dari atas perahu tentu akan memberikan kesan berbeda.
       
      6. Pantai Losari? Mainstream Sih, Tapi Rela Datang Lagi !

      Siapa tak kenal Pantai Losari. Pantai di Kota Makassar tersebut memang sudah terkenal seantero negeri. Belum ke Makassar jika belum ke Losari, begitulah kira-kira ungkapan yang sering diucapkan.
      Pantai di pesisir Barat Makassar ini sangat populer dijadikan pilihan oleh warga kota sekaligus wisatawan untuk menghabiskan waktu sore hingga malam. Tak berlebihan memang, karena disini lah lokasi untuk melihat sunset yang sempurna menghiasi langit Makassar. Pemandangannya yang luas dan berhadapan langsung lautan menjadikan sinar mentari menjadi tak terhalang.
      Pengunjung pantai tak berpasir ini menyukai untuk sekedar duduk-duduk santai menghadap ufuk barat. Aktivitas lain yang bisa dilakukan ialah bersepeda, nongkrong di cafe atau warung tenda, hingga menyewa kapal yang akan membawa keliling kawasan sekitar.
      Daya tarik lain yang menjadikan Pantai Losari ini nampak memukau kala senja ialah Signage raksasa bertuliskan Pantai Losari. Siluet yang disajikan oleh tulisan serta latar  mentari bersinar jingga menjadikan nuansanya berbeda. Tak hanya signage bertuliskan Pantai Losari, terdapat juga signage lain bertuliskan City of Makassar dan 4 suku yang ada di Sulawesi Selatan. Terdapat juga patung-patung seperti patung kapal pinisi dan lainnya. Kesemuanya menjadikan Pantai Losari memiliki alterantif pemandangan yang beragam.
      Selepas terpukau dengan suasana senja di Pantai Losari, pengunjung juga bisa puas berwisata kuliner. Bagaimana tidak, di sepanjang jalan terdapat jejeran toko, cafe, restoran, hingga gerobak makanan. Jangan lewatkan mencicipi pisang epe dan es palu butung yang memang terkenal di Makassar. Ada banyak pilihan yang kesemuanya siap memanjakan. Mata termanjakan, Lidah pun termanjakan. Inilah yang membuat siapa saja mau lagi dan lagi untuk datang kesana meskipun tampak menjadi tujuan mainstream wisatawan.
      Jika kalian tertarik datang, bukanlah hal sulit untuk menuju Pantai Losari ini karena memang sangat strategis. Jika dari bandara, apabila hendak menggunakan angkutan umum kalian bisa langsung naik damri ke kawasan jalan Somba Opu. Dari sana cukup berjalan kaki saja menuju Pantai Losari.
    • [PAKET WISATA] Explire Tana Toraja - Tanjung Bira (13-17 Agustus 2016)
      By Berangan Trip Organizer
      Tana Toraja adalah tanah dimana mereka yang mati sangat diagung-agungkan. Budaya pesta pemakaman yang berbiaya miliaran, serta kuburan-kuburan di goa dan di atas tebing, menarik minat banyak wisatawan lokal dan mancanegara.  Sedangkan Tanjung Bira sangat menawan dengan lautnya yang biru dan pasir pantainya yang sehalus bedak.     Date : 13 – 17 Agustus 2016 Itinerary :   Hari 1 : MAKASSAR – RAMMANG-RAMMANG – TORAJA (L, D) Peserta dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 09.00, kemudian melakukan perjalanan dengan mobil menuju Rammang-Rammang yang merupakan gugusan karst terbesar ketiga di dunia. Kita akan menyusuri sungai dengan perahu untuk menjelajah kompleks karst ini. Setelah itu, kita kembali melakukan perjalanan menuju Toraja. Malam hari tiba di Toraja, lalu menuju hotel untuk beristirahat.   Hari 2 : TORAJA (B, L, D) Setelah makan pagi di hotel, kita akan mengunjungi objek-objek wisata di Toraja, seperti Lemo (kuburan gantung), Londa (kuburan dalam goa), dan Kete Kesu (kompleks rumah adat Toraja). Kita juga akan melihat upacara pemakaman adat Toraja jika kebetulan ada acara di hari tersebut. Sore hari kembali ke hotel.   Hari 3 : TORAJA – TANJUNG BIRA (B, L, D) Setelah makan pagi di hotel, kita kembali melakukan perjalanan dengan mobil menuju Makassar. Di perjalanan kita akan mampir di Enrekang untuk menikmati keindahan Gunung Nona. Sore hari tiba di Tanjung Bira, lalu menuju hotel untuk beristirahat.   Hari 4 : PULAU LIUKANG LOE – PULAU KAMBING (B, L, D) Snorkeling dan island hopping ke Pulau Liukang Loe dan Pulau Kambing. Menikmati sore hari di Pantai Bara.   Hari 5 : TANJUNG BIRA – MAKASSAR (B, L) Setelah makan pagi di hotel, check-out dan melakukan perjalanan kembali ke Makassar. Dalam perjalanan kita akan singgah di Tana Beru, yaitu sentra pembuatan kapal phinisi. Sore hari tiba di Makassar, lalu menuju Pantai Losari dan toko oleh-oleh khas Makassar. Setelah itu diantar hingga bandara, dan trip berakhir (ambil flight pukul 20.00).   (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)   Price : Rp 2,750,000/pax   Quota : min. 10 pax   Include : Mobil AC + driver + BBM Tiket masuk objek wisata Perahu tour Rammang-Rammang Speed boat untuk island hopping 2N Hotel Toraja (non-AC) 2N Hotel Tanjung Bira (AC) Makan 13x Alat snorkeling Guide / Tour leader Exclude : Tiket pesawat   Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 1.500.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :   Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907
      Pin BB : 5368F674   Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675
      Pin BB : 5C661E17   Email : marketing@berangan.com
      Facebook :Berangan Trip Organizer
      Twitter :@berangan_trip Instagram : @berangan_trip Website : www.berangan.com
    • [PAKET WISATA] Explore Tana Toraja (15-17 Juli 2016)
      By Berangan Trip Organizer
      Tana Toraja adalah tanah dimana mereka yang mati sangat diagung-agungkan. Budaya pesta pemakaman yang berbiaya miliaran, serta kuburan-kuburan di goa dan di atas tebing, menarik minat banyak wisatawan lokal dan mancanegara.  Keunikan budaya Toraja pun dilatarbelakangi dengan keindahan alamnya yang berupa persawahan dan perbukitan hijau.     Date : 15 – 17 Juli 2016 Itinerary :   Hari 1 : MAKASSAR – RAMMANG-RAMMANG – TORAJA (L, D)
      Peserta dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 09.00, kemudian melakukan perjalanan dengan mobil menuju Rammang-Rammang yang merupakan gugusan karst terbesar ketiga di dunia. Kita akan menyusuri sungai dengan perahu untuk menjelajah kompleks karst ini. Setelah itu, kita kembali melakukan perjalanan menuju Tana Toraja. Malam hari tiba di Toraja, lalu menuju hotel untuk beristirahat.   Hari 2 : TORAJA (B, L, D)
      Setelah makan pagi di hotel, kita akan mengunjungi objek-objek wisata di Toraja, seperti Lemo (kuburan gantung), Londa (kuburan dalam goa), dan Kete Kesu (kompleks rumah adat Toraja). Kita juga akan melihat upacara pemakaman adat Toraja jika kebetulan ada acara di hari tersebut. Sore hari kembali ke hotel.   Hari 3 : TORAJA – MAKASSAR (B, L)
      Setelah makan pagi di hotel, kita kembali melakukan perjalanan dengan mobil menuju Makassar. Di perjalanan kita akan mampir di Enrekang untuk menikmati keindahan Gunung Nona. Tiba di Makassar sekitar pukul 17.00, dan trip berakhir (ambil flight pukul 20.00).   (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)   Price : Rp 1,450,000/pax   Quota : min. 10 pax   Include : Mobil AC + driver + BBM Tiket masuk objek wisata Perahu tour Rammang – Rammang 2N Hotel Toraja (1 kamar 2 orang) Makan 7x Guide lokal Tour leader Exclude : Tiket pesawat   Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 750.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :   Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907
      Pin BB : 5368F674   Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675
      Pin BB : 75A0A51D   Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip Instagram : @berangan_trip Website : www.berangan.com  
    • Tana Toraja - Toraya
      By Dezi Kurniawan
      Nah kali ini saya akan bercerita tentang kota di kaki gunung-Sulawesi Selatan yaitu Tana Toraja/Toraya. mungkin tidak asing lagi untuk kalian karena daerah yang satu ini sering sekali masuk TV Nasional, Makale dan Rantepao dihuni oleh Suku Toraja mempertahankan gaya hidup yang khas Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias di Sumatra Utara. Daerah ini merupakan salah satu obyek wisata yang sangat menarik dan tidak boleh kamu lewatkan, bisa dibilang wisata uji mental apa lagi perginya pas malam hari.
      Berikut ini adalah daftar beberapa tempat yang fardu a'in kamu kunjungi di Toraja :

      I. Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat unik. Tongkonan tersebut  didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat, hapir mirip sama rumah adat batak di bagian atapnya.

      II. Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, kebayangkan seremnya.

      III. Batu Tumonga kamu dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2 – 3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan rantepao dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sensean dengan ketinggai 1300 Meter dari permukaan laut.

      IV.  Kamu dapat melihat mayat yang disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual yang disebut Lomo, bagi yang tidak kuat silahkan laibaikan tanga ke camera, hehehe.
       
      V. Tradisi pemakaman yang sangat sangat unik.
       
      Berada di Toraja/Toraya tidak membuat kamu bosan dan betah berlama lama, makan makanan khas, pemandangan alam yang indah, sejuk, gadis gadis yang cantik ramah dan tidak sombong daaannn yang tak terlupakan adalah kopitoraja.
       
      Nah, Kapan Kalian Kesini ?
       
       



    • [PASTI BERANGKAT] Tana Toraja - Tanjung Bira (09-13 Maret 2016)
      By Berangan Trip Organizer
      Tana Toraja adalah tanah dimana mereka yang mati sangat diagung-agungkan. Budaya pesta pemakaman yang berbiaya miliaran, serta kuburan-kuburan di goa dan di atas tebing, menarik minat banyak wisatawan lokal dan mancanegara.  Sedangkan Tanjung Bira sangat menawan dengan lautnya yang biru dan pasir pantainya yang sehalus bedak.
       

      Date :
      9 – 13 Maret 2016 Itinerary :
      Hari 1 : MAKASSAR – RAMMANG-RAMMANG – TORAJA (L, D)
      Peserta dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 09.00, kemudian melakukan perjalanan dengan mobil menuju Rammang-Rammang yang merupakan gugusan karst terbesar ketiga di dunia. Kita akan menyusuri sungai dengan perahu untuk menjelajah kompleks karst ini. Setelah itu, kita kembali melakukan perjalanan menuju Toraja. Malam hari tiba di Toraja, lalu menuju hotel untuk beristirahat.
      Hari 2 : TORAJA (B, L, D)
      Setelah makan pagi di hotel, kita akan mengunjungi objek-objek wisata di Toraja, seperti Lemo (kuburan gantung), Londa (kuburan dalam goa), dan Kete Kesu (kompleks rumah adat Toraja). Kita juga akan melihat upacara pemakaman adat Toraja jika kebetulan ada acara di hari tersebut. Sore hari kembali ke hotel.
      Hari 3 : TORAJA – TANJUNG BIRA (B, L, D)
      Setelah makan pagi di hotel, kita kembali melakukan perjalanan dengan mobil menuju Makassar. Di perjalanan kita akan mampir di Enrekang untuk menikmati keindahan Gunung Nona. Sore hari tiba di Tanjung Bira, lalu menuju hotel untuk beristirahat.
      Hari 4 : PULAU LIUKANG LOE – PULAU KAMBING (B, L, D)
      Snorkeling dan island hopping ke Pulau Liukang Loe dan Pulau Kambing. Menikmati sore hari di Pantai Bara.
      Hari 5 : TANJUNG BIRA – MAKASSAR (B, L)
      Setelah makan pagi di hotel, check-out dan melakukan perjalanan kembali ke Makassar. Dalam perjalanan kita akan singgah di Tana Beru, yaitu sentra pembuatan kapal phinisi. Sore hari tiba di Makassar, lalu menuju Pantai Losari dan toko oleh-oleh khas Makassar. Setelah itu diantar hingga bandara, dan trip berakhir (ambil flight pukul 20.00).
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Price : Rp 2,750,000/pax
      Quota : min. 10 pax
      Include :
      Mobil AC + driver + BBM Tiket masuk objek wisata Perahu tour Rammang-Rammang Speed boat untuk island hopping 2N Hotel Toraja (1 kamar 2 orang) 2N Hotel Tanjung Bira (1 kamar 2 orang) Makan 13x Guide lokal Tour leader Exclude : Tiket pesawat
      Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 1.500.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907
      Pin BB : 5368F674
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
    • [PAKET WISATA] Tana Toraja - Tanjung Bira (09-13 Maret 2016)
      By Berangan Trip Organizer
      Tana Toraja adalah tanah dimana mereka yang mati sangat diagung-agungkan. Budaya pesta pemakaman yang berbiaya miliaran, serta kuburan-kuburan di goa dan di atas tebing, menarik minat banyak wisatawan lokal dan mancanegara.  Sedangkan Tanjung Bira sangat menawan dengan lautnya yang biru dan pasir pantainya yang sehalus bedak.

      Date :
      9 – 13 Maret 2016 13 – 17 Agustus 2016 Itinerary :
      Hari 1 : MAKASSAR – RAMMANG-RAMMANG – TORAJA (L, D)
      Peserta dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 09.00, kemudian melakukan perjalanan dengan mobil menuju Rammang-Rammang yang merupakan gugusan karst terbesar ketiga di dunia. Kita akan menyusuri sungai dengan perahu untuk menjelajah kompleks karst ini. Setelah itu, kita kembali melakukan perjalanan menuju Toraja. Malam hari tiba di Toraja, lalu menuju hotel untuk beristirahat.
      Hari 2 : TORAJA (B, L, D)
      Setelah makan pagi di hotel, kita akan mengunjungi objek-objek wisata di Toraja, seperti Lemo (kuburan gantung), Londa (kuburan dalam goa), dan Kete Kesu (kompleks rumah adat Toraja). Kita juga akan melihat upacara pemakaman adat Toraja jika kebetulan ada acara di hari tersebut. Sore hari kembali ke hotel.
      Hari 3 : TORAJA – TANJUNG BIRA (B, L, D)
      Setelah makan pagi di hotel, kita kembali melakukan perjalanan dengan mobil menuju Makassar. Di perjalanan kita akan mampir di Enrekang untuk menikmati keindahan Gunung Nona. Sore hari tiba di Tanjung Bira, lalu menuju hotel untuk beristirahat.
      Hari 4 : PULAU LIUKANG LOE – PULAU KAMBING (B, L, D)
      Snorkeling dan island hopping ke Pulau Liukang Loe dan Pulau Kambing. Menikmati sore hari di Pantai Bara.
      Hari 5 : TANJUNG BIRA – MAKASSAR (B, L)
      Setelah makan pagi di hotel, check-out dan melakukan perjalanan kembali ke Makassar. Dalam perjalanan kita akan singgah di Tana Beru, yaitu sentra pembuatan kapal phinisi. Sore hari tiba di Makassar, lalu menuju Pantai Losari dan toko oleh-oleh khas Makassar. Setelah itu diantar hingga bandara, dan trip berakhir (ambil flight pukul 20.00).
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Price : Rp 2,750,000/pax
      Quota : min. 10 pax
      Include :
      Mobil AC + driver + BBM Tiket masuk objek wisata Perahu tour Rammang-Rammang Speed boat untuk island hopping 2N Hotel Toraja (1 kamar 2 orang) 2N Hotel Tanjung Bira (1 kamar 2 orang) Makan 13x Guide lokal Tour leader Exclude : Tiket pesawat
      Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp. 1.500.000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907
      Pin BB : 5368F674
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
    • Ada Kampung Bali di Ujung Sulawesi
      By jajaq
      Beberapa tahun lalu, saat saya masih dinas di Manado, saya sempat mengunjungi tempat ini.
      Walau tujuannya bukan untuk jalan-jalan, namun desa Werdhi Agung sungguh menarik untuk ditengok. Tak hanya menengok kultur yang masih kental, namun juga menggali sejarah dan asal usul dari adanya kampung Bali ini.   Tulisan ini saya copy dari blog saya http://jejalanjajan.com/ada-kampung-bali-di-ujung-sulawesi/ ------------------------------------------------------------------------------------------------------   Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.   Pedande   Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.       Pura Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.    
      Sembahyang  
      Warga  
      Iringan Jenazah  
         
      Sesajen