Sign in to follow this  
juliocesar

Pengalaman Jalan2 Waktu Sma Di Samarinda

13 posts in this topic

Jalan2ers :D

sapa aja yang udah pernah ke samarinda yaaaa???
saya dulu pernah terakhir kali bareng temen2 SMA :D

samarinda-malam.jpg

awalnya kita gak ada niatan ke samarinda, tapi gara2 udah tanggung, ya sekalian aja kita yang pada tinggal di Balikpapan naik motoran kesana smile.png
samarinda semboyannya Tepian - itu dulu lohh, mungkin 2004an gt lahhh.......

potret_01.jpg

dsana kita cuma muter2 g tau arah, sering melanggar jalan 1 arah dan akhirnya makan di pinggir sungai mahakam smile.png
rame banget disini, yang saya ingat cuma banyak penjual telur penyu... jalan2ers udah pada pernah coba belum???
yang lembek2 gmn gitu loohhhhh,,,,, tapi enak :D

2011-06-23%25252013.05.06.jpg

setelah itu perjalanan balik dari samarinda balikpapan kami tempuh +- 2.5 jam dan ada teman kami yang kecelakaan ringan... ehhhehehehe
jadi inget pengalaman2 SMA dulu. seru banget smile.png

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya tertarik dengan telur penyu nya.

selain rasanya, juga izin nya. bukanya telur penyu itu dilarang yah?

karena banyak spesies penyu yang mau punah?

bentuk telur penyu itu yang seperti gambar terkahir bukan mas?

seperti telur ayam kalo saya perhatikan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

waw samarinda belom pernah kesini seh.....cuacanya gmna ya panas atw adem2 ?

cuaca dulu sihhh waktu saya kesna yaaa panas2 gitu mod :D

saya tertarik dengan telur penyu nya.

selain rasanya, juga izin nya. bukanya telur penyu itu dilarang yah?

karena banyak spesies penyu yang mau punah?

bentuk telur penyu itu yang seperti gambar terkahir bukan mas?

seperti telur ayam kalo saya perhatikan.

ya.. yang gambar terakhir itu, mirip telur ayam emank, tapi dia lembek. aneh dehh pokoknya :D

kalo masalah izin nya saya kurang tau, saya terakhir kesana tahun 2004, kurang tau kalo sekarang boleh diperjualbelikan atau gak :D

mungkin kalo ada org samarinda di forum ini, bisa diinfokan :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

telur penyu mmmm....sudah pernah coba juga awalnya si agak gimana gitu ya...karena biasa konsumsi telur yang cangkang kulitnya agak keras pas coba makan telur dengan cangkang yang lunak tapi ternyata rasanya lumayan enak. tapi agak binggung juga, sebenarnya telur penyu itu legal atau illegal?

 

 

 

 

 

/

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, telur penyu? bukannya penyu binatang yang dilindungi ya... trus kan biasanya suka ada yang nyuri telur penyu. sayang banget tuh kalau dijual bebas kek gitu. hmm... semoga aja nggak terus berlangsung penjualan telur penyunya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By norma sofisa
      Halo Jalanerss,
      Ini lanjutan cerita saya kemarin di Polandia. Monggo disimak!
      Pernahkah kalian menginap di hostel?
      Pengalaman pertama tidur di hostel saya alami sewaktu mengunjungi Kraków.
      Sebagai traveler pemula, saya mempersilahkan Kim untuk memilih penginapan selama di Polandia. Tentu saja selanjutnya, kami akan mengecek bersama dan memutuskan apakah tempat itu cukup oke dari segi lokasi, fasilitas, dan harga.
      Hostel tersebut hanya memiliki dua atau tiga kamar yang masing - masing diisi 4 hingga 8 orang atau 2 sampai 4 tempat tidur bertingkat per kamar. Kami sampai pada pukul 11 malam dan ternyata seluruh tempat tidur terisi. Semua penghuni kamar ada yang sudah tidur dan posisi saat itu, lampu telah dimatikan. Saya dan Kim hampir tidak bisa melihat apapun karena beberapa orang keberatan jika kami harus menyalakan lampu.

      Bagian terlucu sekaligus terparah adalah sepanjang malam saya hampir tidak tidur karena masing - masing penghuni kamar (selain kami lho ya!) mulai mendengkur bersahut-sahutan hingga pagi. Menurut rencana awal kami akan menginap di hostel ini selama 2 malam, namun saat sarapan kami bertekad untuk pindah hostel. Kim menemukan sebuah hostel dengan fasilitas kamar pribadi untuk 2 orang dan dekat sekali dengan pusat kota di kawasan Old Town dengan tarif 20 Euro per malam. Saya dengan mantap mengiyakan karena lelah dengan suara orkes tenggorokan tanpa jeda sepanjang malam itu. Tak lupa kami pamit dengan penjaga hostel sebelum pergi. Agak percuma sebenarnya, karena dia tidak lancar juga berbahasa Inggris. Kelak, pengalaman hostel ini akan menjadi joke yang tidak akan tergantikan sepanjang masa antara Kim dan saya.

      Kami harus setengah berlari ke stasiun agar tidak terlambat mengejar kereta ke Auschwitz. Saya melirik tiket saya, menurut jadwal kereta akan berangkat pada pukul 09.10 pagi. Tepat pukul 9 kami sampai ke stasiun. Cobaan kedua kembali menghampiri karena tidak terdapat papan yang memuat tulisan nomer peron. Hanya ada list kereta dengan nama tujuan dan jam keberangkatan. Herannya, kami tidak menemukan kereta yang akan diberangkatkan pada pukul 09.10 di layar. Lagi - lagi tidak ada satu pun petugas yang bisa ditanya.
      Dengan langkah tergesa-gesa, saya memutuskan untuk naik ke salah satu peron dan mengecek kereta mana yang sekiranya siap berangkat. Saya melihat ada satu kereta di peron seberang. Spontan saya berkata kepada Kim untuk menuju ke arah kereta tersebut. Kemungkinan besar ini adalah kereta kami, meskipun jam keberangkatan yang tertera tidaklah cocok. Selain itu, ada beberapa petugas di dekat kereta yang bisa ditanya, pikir saya.
      Kami pun menghampiri kereta, berusaha untuk bertanya apakah kereta ini menuju ke Auschwitz. Petugas ini, sekali lagi tidak bisa berbahasa Inggris. Kami sudah cukup putus asa, bayangan ketinggalan kereta sudah pasti menjadi kenyataan, hingga akhirnya muncul seorang petugas perempuan yang meminta kami masuk ke kereta tersebut. Kami mengikutinya dan di dalam gerbong itu ada empat orang lainnya yang telah duduk disana.
      Petugas itu berbicara dengan  salah seorang penumpang perempuan berambut pirang. Perempuan ini ternyata orang Polandia juga yang puji syukur alhamdulillah, bisa berbahasa Inggris.
      "Kereta ini tidak menuju Auschwitz. Entah bagaimana, kereta Auschwitz yang terjadwal pada pukul 09.10 itu sebenarnya tidak ada. Ada kesalahan di bagian online sepertinya."
      Kim dan saya mengerutkan kening seketika. Kalau ini terjadi di Belanda, pasti kantor NS (perusahaan kereta di Belanda) sudah pasti bakal didemo seluruh penumpang.
      "Jadi nanti kita akan diturunkan di sebuah stasiun dan kereta yang menuju Auschwitz akan menunggu kita disana.", tambahnya lagi. Sejurus kemudian, kereta pun mulai bergerak menjauhi peron. Dalam hati saya berkata, "Keren banget nih! Baru kali ini kereta yang menunggu penumpang." Langsung saya merasa seperti orang penting.
      Sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan 4 orang penumpang lainnya, yang kebetulan sama-sama terjebak kereta fiktif ke Auschwitz. Perempuan pirang tadi sebut saja Amy. Ia asli dari Polandia. Dan di sebelahnya sang pacar, sebut saja Adam, lelaki berkulit cokelat berkewarganegaraan Jerman. Dua orang lainnya, panggil saja Josh dan Tom, dua remaja dari Amerika yang sedang melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah dari mana mereka sebelumnya, keduanya membawa tas ransel besar dan papan besar seperti papan snowboarding. 
      Sepanjang perjalanan kami lebih banyak mengobrol dengan Amy dan Adam. Mereka bercerita baru saja pindah ke Singapura dikarenakan Amy mendapatkan promosi dari kantornya. Selain itu, Amy juga banyak berkisah tentang cerita -cerita perang dunia kedua, yang banyak berhubungan dengan Auschwitz.
      Kamp komsentrasi di desa Auschwitz adalah kamp konsentrasi NAZI yang terbesar saat perang dunia kedua. Saat perang dunia kedua berlangsung, NAZI melancarkan propaganda anti semit (anti yahudi) besar - besaran di hampir seluruh daratan Eropa. Tiap-tiap Yahudi diwajibkan untuk memasang simbol Bintang David di lengan mereka. Setelah itu, mereka merelokasi tempat tinggal orang Yahudi ke daerah tertentu yang dikenal dengan sebutan Ghetto. Para tentara NAZI kemudian memaksa orang Yahudi untuk keluar dari negara mereka. Dengan dalih akan dikembalikan ke negeri asal mereka, tentara NAZI memberangkatkan ribuan orang dengan puluhan kereta, tak lain dan tak bukan menuju kamp-kamp konsentrasi, salah satunya di Auschwitz. Orang - orang Yahudi tersebut tidak sadar bahwa perjalanan ini bisa jadi merupakan akhir dari kehidupan mereka. Mayoritas anak - anak, wanita, dan lansia akan langsung dibunuh secara massal di kamp ini dengan beberapa cara. Sementara pria yang masih kuat akan dijadikan budak, anak -anak kembar dan ratusan lainnya akan dijadikan kelinci percobaan para dokter NAZI. Peristiwa pemusnahan orang - orang Yahudi pada masa ini  disebut Holocaust.
      Saat mendengar cerita Amy, saya hampir menitikkan air mata. Saya tidak terlalu mengetahui detil peristiwa Holocaust. Ingatan saya kemudian terbang ke masa- masa SMP dan SMA. Buku sejarah hanya menyebutkan kata ini dalam satu kalimat. Tidak ada cerita lanjutan setelah itu. Mungkin ada alasan tertentu, mengapa topik ini tidak terlalu dimunculkan dalam buku sejarah sekolah saat itu.
      Pandangan saya kemudian kembali lagi ke pasangan di depan saya ini. Jika kami masih berada dalam masa perang, tidak mungkin seorang dari Polandia dan seorang dari Jerman bisa bersanding mesra di tempat umum begini. Saya berpikir bahwa perang tidak hanya memisahkan banyak orang namun juga mengikis rasa kemanusiaan.
      Saat sedang merenung, kereta mendadak berderit panjang sebelum berhenti. Petugas tadi datang lagi dan memberi tanda agar kami turun. Saatnya ganti kereta.
      Di peron sepi tak beratap itu seorang petugas menyambut kami. Dari bahasa tubuhnya ia menyuruh kami berlari. Saya penasaran dimana posisi kereta Auschwitz, sampai Amy menginstruksikan kami untuk melompat ke peron sebelah dan menerobos melalui pagar kawat berduri di bawahnya.
      "Oh really?!", batin saya. Saya merasa seperti preman. Terakhir saya menerobos pagar kawat itu sewaktu acara kemah SMP di belakang Candi Prambanan. Saya menoleh ke arah Kim dan kami tertawa geli.
      "Okay, everything could be happened here!", katanya sambil geleng-geleng kepala. Segala sesuatu bisa terjadi di tempat ini.
      Petugas kembali meminta kami untuk bergerak lebih cepat. Lewat Walkie Talkie miliknya, sayup sayup saya mendengar kata tourist. Mungkin ia meminta masinis kereta agar sedikit maklum karena kami ini turis.
      Setelah outbond tipis- tipis tadi, kami akhirnya naik ke kereta. Tanpa menunggu lama, kereta langsung berangkat. Menyisakan petugas yang melambaikan tangan dari jauh. Waktu perjalanan kami masih satu setengah jam lagi menuju Auschwitz.

      Perut yang kenyang setelah sebelumnya melahap beberapa potong roti membuat saya lama kelamaan mengantuk. Selesai mengobrol Kim tentang film yang menceritakan kisah seorang pianis pada masa perang dunia kedua, The Pianist, saya pun terlelap.
      Suara rem kereta yang kasar membangunkan saya. Seketika pandangan saya gelap. Apa yang terjadi dengan penerangan keretanya? Bagaimana mungkin di siang hari saya tidak bisa melihat apapun? Sedetik kemudian, saya merasakan udara dingin yang menusuk tulang, sesak, seakan tidak bisa bernapas, dan kelaparan yang amat sangat. Saya semakin panik berusaha meraba-raba sekitar. Seseorang kemudian membuka pintu dari luar. Di hadapan saya kemudian terhampar pemandangan puluhan orang, tua, muda, anak-anak yang menangis. Orang yang membuka pintu tadi berteriak dengan kencang, entah mengapa saya mengerti apa yang dikatakannya. Mereka menyuruh kami turun. Bagai berada di tengah-tengah konser musik, luapan manusia yang berebut turun keluar kereta membuat saya semakin terhimpit. Semakin sesak dan gelap. Kereta kemudian berderit panjang lagi.
      Saya terbangun. Kali ini Kim ada di samping saya, tertidur. Amy dan Adam juga tampak lelap. Dua pemuda dari Amerika terlihat meringkuk di kursi dengan sweater tebal mereka. Oh, saya kembali dari mimpi buruk! Ya, saya yakin, baru saja bermimpi tentang situasi saat orang-orang dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz kala itu.
      Jantung saya masih berdebar - debar jika mengingatnya. Mimpi tadi terasa begitu nyata. Meskipun begitu, saya mengurungkan niat untuk memberitahu Kim tentang mimpi barusan. Sambil menghela napas, saya melirik ke arah jam tangan. Kurang dari 30 menit kami akan sampai ke Auschwitz.
      Apa saja yang kami kunjungi di Aushwitz dan bagaimana kelanjutan perjalanan kami di Kraków? Sampai ketemu minggu depan ya!
      Bisa juga baca dari link berikut ini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/04/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-2/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat serta menginspirasi :)
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Setelah jantung berdebar- debar menunggu kepastian persetujuan Visa Kanada dari proses permohonan secara online hingga proses Visa-nya tertempel di paspor, yang mana semuanya, serba last minute. Bagaimana tidak? Baru applied online 2 minggu sebelum berangkat, baru dapat konfirmasi visa disetujui 5 hari sebelum berangkat, kemudian langsung proses di VFS untuk mendapatkan stempel visa, paspor  ditangan 2 hari sebelum berangkat, dan akhirnya, baru berani issued tiket 2 malam sebelum keberangkatan. Itupun, sudah minta tolong pakai banget ke pihak VFS untuk prioritaskan paspor aku, termasuk email- emailan dengan pihak kedutaan Kanada. 
      Penerbangan leg-1 dari Jakarta ke Singapore mulus seperti biasa. Tidak ada kendala apapun, kecuali si @skydworld, sepertinya sudah langganan berhadapan dengan pihak imigrasi Singapore karena single name di paspornya. Tidak butuh waktu lama juga sih, sudah bisa melenggang bebas masuk. Oh ya ada sedikit hiburan sih, kita kan pakai Batik Air, lucu saja, kita landed sempurna di Changi Airport sebelum crew pesawat kelar beres- beres. #Tidakpentingjuga.
      Penerbangan leg-2 dari Singapore ke Xiamen, sebelum melanjutkan penerbangan ke negara tujuan, Kanada. Penerbangan Singapore - Vancouver sih memang connecting flight pakai Xiamen Airline, tapi transit di Xiamen, Cina. 
      Nah, dramanya dimulai...
      Saat checked in, jantung malah dibuat berdebar, ditanya, kamu ada Visa Cina tidak ? OM2G.. Visa Cina? Kan transit doang. Terus, transitnya hanya 2 jam sahaja. Secara review, umumnya transit di Cina, tidak perlu visa, terlebih lagi, transit dengan jedah waktu sesingkat itu. 
      Tapi ini beneran!!! Kita ditanyain soal Visa Cina. Aku sendiri sih aman, kebetulan masih ada Visa Cina multiple yang seharusnya aku pakai akhir Mei kemaren, tapi tidak jadi. Ya sih si @skydworld, tidak ada persiapan sama sekali perihal Visa Cina. Dia sih sudah sempat tanya- tanya, infonya ya itu, tidak perlu Visa transit sama sekali. 
      Proses checked in hari itu termasuk lama. Cewek kece yang bertugas sampai menelepon atasannya, untuk memastikan soal ini. Dan intinya, @skydworld ikut terbang ke Xiamen dengan catatan harus tanda- tangan 1 form, semacam form, yang memberitahukan, kalau ada apa- apa saat proses lewat imigrasi di Xiamen, maskapai tersebut tidak bertanggung-jawab, ya mungkin seperti itu isinya. 

      Singapore - Xiamen.
      Ternyata, 
      Transit di Xiamen itu butuh visa. Kenapa ? Karena, saat transit, penumpang transit wajib keluar dari imigrasi. Di Xiamen airport, tidak ada ruang transit seperti bandara international pada umumnya. Dari Singapore, kita dikasih boardingpass Singapore ke Xiamen doang, terus kita wajib check in ulang untuk mendapatkan boardingpass dari Xiamen ke Vancouver. Walaupun, bagasi kita langsung diterbangkan dari Singapore ke Vancouver, tanpa harus ambil bagasi di Xiamen kemudian check in ulang bagasi lagi di Xiamen. Proses yang lumayan aneh, tapi nyata. Karena, tidak seperti proses pada umumnya di bandara international lainnya. Prosesnya buat ribet, rempong dan deg- deg-an juga.
      Setelah landed di Xiamen International Airport, drama lebay selanjutnya dimulai. Ketika sudah mendapat giliran menghadap petugas imigrasi, perihal Visa masuk Cina @skydworld dipertanyakan. Proses untuk mendapatkan izin masuk walaupun cuma transit doang itu terasa cukup lama. Bolak- balik dipertanyakan, bolak- balik petugasnya bertanya ke atasannya, bolak- balik cek dokumen, bolak - balik cek ini- itu, bolak - balik tanya ini-itu. Sampai pada akhirnya, @skydworld diperbolehkan masuk Cina. Hahahaha... Masuk Cina ? Padahalkan, tidak berniat masuk Cina, kan hanya mau transit doang. Kan tidak lucu, gara- gara tidak ada Visa Cina, terus dideportasi, nah, bagaimana, liburan Kanada yang sudah didepan mata? 
      Aku sendiri, sempat dikasih pilihan, Visa Cina yang ada mau dipakai atau tidak ? Lah, dikasih pilihan, ya sudah, aku bilang saja, aku tidak mau pakai. Aku bilang, bulan depan, aku punya rencana jalan- jalan ke Cina lagi. Prosesnya lebih cepat dibanding @skydworld. 
      Pada intinya, kami masuk Cina ketika transit di Xiamen, kami dikasih Visa, semacam Visa On Arrival gitu, tapi tidak perlu bayar. Oh ya, menurut @skydworld, pihak imigrasi saat itu juga ada cek daftar manifest nama- nama penumpang transit dari Xiamen Airline. 

      On board, Xiamen Airline, Singapore - Xiamen.
      Kesimpulannya, kalau kamu transit di Xiamen, pastikan punya Visa Cina terlebih dahulu. Atau mau pakai gaya koboi, ya kayak kita, masa bodo saja. Pura- pura tidak paham soal diperlukannya Visa transit. Tapi kalau kamu transitnya cuma 2 jam ya, kalau lebih, aku kurang paham juga. Mungkin, memang wajib punya Visa dan tidak bisa mengandalkan Visa On Arrival seperti yang kami dapatkan. 
      Ini sesuai dengan pengalaman dan bukan berarti berlaku disemua bandara di Cina. Untuk itu, kamu perlu cek sendiri informasinya. Karena ada teman yang pernah transit di Guang Zhou, katanya tidak perlu visa sama sekali, karena tidak keluar dari imigrasi. 
      Walaupun begitu, walaupun deg- deg-an, prosesnya santai dan tidak mencekam kok. Soalnya, sudah pasti, nama kamu pasti muncul didaftar manisfest penumpang airline bersangkutan sebagai penumpang transit. 
      Dan untuk alasan apapun, selalu cek informasi terbaru terkait proses transit di satu negara tertentu, terutama di bandara tertentu. Kebijakan setiap tempat bisa berbeda dan bisa diperbaharui senantiasa. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
       
      soon...
       
    • By Cayadi Budidarma
      LANJUTAN DARI PART 1 
       
      TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE
      MIDAGAHARA


       
      Setelah puas main 1 jam di MIDAGAHARA kami berangkat menuju MURODO dengan HIGHLAND BUS lagi .
      Masih belum memperlihatkan keindahan sesungguhnya , selama perjalanan menuju MURODO makin membuat mata kami benar2 damai dengan pemandangan di dalam bus. SNOW WALL makin meninggi...salju makin banyak sekali, tak terasa kami sampai di MURODO station dan kami diperbolehkan turun di station nya. Beberapa saat kami mau tiba, sudah tampak sedikit orang ( hehheeh sombong sekali ya pamer keadaan sepi di sana  ) lagi berfoto-foto dan berjalan sepanjang SNOW WALL . Ingin rasanya ikut bersama-sama mereka. Namun bus turun pada tempat yang disediakan . Tidak bisa seperti di sini ..tinggal stoopp BANG !!! Turun di pinggir / tengah jalan hahaha.... Masuk ke station tak sabar langsung mencari arah menuju SNOW WALK ....dan bergegaslah kami menuju SNOW WALK untuk melihat SNOW WALL yang menurut mereka hanya satu-satunya di dunia ???  Entah ...

       
       
       
      Namun FYI , snow wall ini hanya ada kira-kira bulan FEBUARI sd akhir JUNI , coba kalian cek di website lebih lanjut . SEBELUM FEB mungkin jalur SNOW WALK ini tidak dibuka karena terlalu extrem cuacanya dan badai salju . Jika kita perginya akhir JUni , SNOW WALL ini sudah mencair dan kita hanya bisa melihat pemandangan hijau-hijau saja. Jadi harus benar-benar di cek SNOW WALL kapan dibuka sebelum mengatur perjalanan ke sini. Karena menurut saya SNOW WALL inilah yang paling AMAZING dalam trip ini.
      KUROBE ALPINE route mungkin buka dari awal tahun sampai akhir NOVEMBER , namun  SNOW WALL ini hanya beberapa bulan saja adanya. So jangan salah waktu pergi ke sini.
      Di sini juga ada dibuat tempat seluncuran es..dimana anak-anak saya sangat gembira memakai papan luncur yang tidak banyak disediakan , namun sekali lagi karena pengunjung saat itu sedikit kami sangat puas memakai dan bermain seluncur es ini. Bahkan saya juga sangat-sangat tergoda untuk bermain 3x seluncur di sini.
      Lama kami bermain disini , dan juga lunch sekalian di MURODO ini. Tidak banyak makanan di MURODO station , hanya makanan yang berat yaitu RAMEN yang dibeli vouchernya melalui vending machine seperti banyak beredar di JAPAN. Namun kehangatan kuah RAMEN dapat membuat kami nyaman dan bermain keluar snow wall dan bermain seluncuran lagi  
      Oh ya...jangan lupa cobain bakpao yang dijual di dalam MURODO station...enak banget !!!
      Setelah puas bermain seluncuran , dan anak-anak saya sampai sepatu basah...( so jangan lupa bawa kaos kaki dan baju cadangan kalo mau main seluncuran ) ..KAMI LUPA BAWA !!! HAIIZZZ, so dalam perjalanan setelahnya di DAIKANBO kami jemur KAOS KAKI DAN SEPATU !!! 

       
       
      MENUJU DAIKANBO dengan tunnel bus menembus gunung selama 10 menit juga cukup membuat kita merasa wah...Konon seluruh track transportasi di sini merupakan projek tersulit yang JAPAN pernah buat . Mereka sebenarnya buat semua jalur transportasi ini untuk mengangkut pekerja dan material untuk membangun KUROBE DAM di next station sesudah KUROBEDAIRA ini. Setelah DAM jadi , mereka memanfaatkan jalur ini untuk pariwisata ...CLEVER ! 
       
      ***** BARU SADAR , kayanya foto-foto yang posisi berdiri tidak bisa diupload ya , ADMIN ??....;) 

       

       


       

       
      MURODO _ DAIKANBO ( TUNNEL BUS ) 
       
      Masuk tunnel pakai bus cuma 10 menit, sampai di DAIKANBO station, lalu kami ke,luar sebentar ke taman kecil yang view nya juga indah , sambil anak-anak bersantai jemur kaos kaki dan sepatu yang basah karena main seluncuran es. Enak juga nongkrong di taman tersebut sambil ngopi KAPAL API ...halah....
      Namun sinar matahari cukup terik walaupun udara dingin, yang membuat kulit kami terbakar ...( so jangan lupa bawa sun block )...dan kami tak bawa !!! HAIZZ
       



      Sesudah kaos kaki cukup kering :) kami lanjut naik ropeway turun ke kurobedaira - lanjut dengan kurobe cable car ke KUROBEKO. Waktu kira-kira sudah jam 14 an saat itu . Saya tidak perhatikan persis.
       

       
       
      Tiba di KUROBEKO, dalam hati saya sudah selesai lah journey ini...namun ternyata setelah keluar terowongan...OALAAAA...view dari KUROBEKO jalan kaki sampai KUROBE DAM tak kalah membuat saya bersemangat kembali .....AMAZING melihat DAM besar ini ....sebelahnya air yang begitu banyak dan luas, namun sebelahnya terlihat sungai kering . Menurut info di web, akhir tahun sekitar Oktober / November saat tertentu kita bisa menyaksikan atraksi bendungan ini dibuka dan melihat air super dahsyat dialirkan ke bagian sebelah nya .
      Disediakan beberapa tempat untuk observasi , bisa juga kita naik tangga untuk mendaki ke puncak bendungan ini . Biasa nya mereka observasi aliran air bendungan waktu dibuka dari tempat ini.
      Jadi kalau kita ke kurobe alpine route ini hanya 1x, kita tidak bisa melihat semua atraksi yang disediakan. Kita harus memilih mau liat snow wall atau lihat air bendungan saat dibuka. Atau pergi 2x....hahhaha. Hajar !!!
      Di sini sebelum masuk terowongan untuk kembali dari Kurobedam ke Ogizawa ada tempat2 duduk menghadap view danau nya...Indah sekali , namun saat itu masih kadang terik kadang adem...saya memutuskan untuk duduk-duduk sambil makan ice cream matcha yang lezat , dan nongkrong-nongkrong saja di kurobe dam ini . Sangat nyaman dan pengalaman yang tidak pernah saya alami sebelumnya ..nongkrong dengan view sebagus ini. Inilah enaknya back packer ( tidak ikut travel , yang dikejar-kejar waktu ..hehhehe..)

      Saking enaknya nongkrong , tak terasa hari sudah sore ...saya putuskan semua ada akhirnya , dan relakan pemandangan ini . 
       


      Kami menuju terowongan yang sangat dingin dan angin kencang selama terowongan menuju transportasi Kanden Tunnel Bus menuju OGIZAWA...BRRRRRRR...dingin loh daripada di luar nya.
      Sekitar 15 menit kami sampai di OGIZAWA ...lalu mencoba mencari loket bus menuju NAGANO.
      And....di sinilah ketegangan terjadi !!! Waktu di kurobe Dam saya masih melihat banyak turis berkeliaran , jadi saya merasa aman .....Nah waktu sampai di OGIZAWA loket bus ...nah loh...kok gerombolan pada ngumpul menuju parkiran bus ya .... WALAH mereka ternyata semua rombongan travel yang sudah ada bus tersedia !! Buru-buru saya menuju loket bus , dimana sang nenek juga tidak bisa bahasa Inggris begitu juga dengan sang sopir....DEJAVU !! Saya merasa hal ini pernah terjadi di kehidupan saya sebelumnya ....serius.
      Saya coba tanya dengan sopir ....NAGANO ???? Dia jawab geleng-geleng NO !! Shinano Omachi ..
      Waktu sudah menunjukan jam 1700 . Saya lihat map ..benar kok Shinano Imachi , tapi saya juga sadar mungkin tujuan akhir nya hanya SHINANO OMACHI , bukan ke NAGANO.
      Sang nenek penjaga loket juga berusaha menjelaskan lewat gambar schedule di papan...sambil menunjuk tulisan NAGANO jam 1805 kalau tidak salah. 
      Ok, saya langsung beli tiket last bus jam 1805 menuju NAGANO di tangan dengan OPTION TICKET , jadi free.
      Sambil menunggu ada 1 tempat duduk yang juga nyaman ..jadi saya beli kopi dari vending machine di sana untuk menurunkan tensi stress saya ....
      Bayangkan cuma ada 2 orang wanita dan 1 orang pria dan tak lama ada keluarga Indonesia juga kira-kira 6 orang yang juga kebingungan ...dan saya langsung menenangkan mereka masih ada bus terakhir ke NAGANO hahhaha , kami semua menunggu bus yang sama ke NAGANO, matahari sudah semakin hilang sinarnya. Sang penjaga loket sudah tutup jendela dan pintu dan ikut bus terakhir ke SHINANO OMACHI jam 1740 an . Tinggal kami sekeluarga dan 9 orang lainnya. Akhirnya datanglah bus terakhir ...dan saya tanyakan NAGANO ?? Yes..kata sopirnya ..langsung tanpa banyak cincong lagi kami naik ....FIUHHHHH..selamat !! 
      Bus ke NAGANO memakan waktu 1 jam 40 menit an , jadi reservasi tiket shinkansen kami dari NAGANO menuju TOYAMA sudah hangus ! Karena kami book nya jam 18 an . 
      Dalam hati saya untung pakai JR pass...kalau tidak hilang deh YEN dengan percuma . Dalam perjalanan menuju NAGANO, bus juga berhenti2 termasuk di Shinano Omachi . Dari sini lanjut duur langsung menujuu NAGANO . Waktu semakin malam  dan gelap , namun kami sempat melihat pemandangan2 juga pedesaan sepanjang perjalanan ke NAGANO station ini . Cukup puas dan menegangkan saat2 akhir. Bayangkan kalau saya nongkrong lebih lama lagi di Kurobe DAM , apakah saya bisa jadi nginep KEMPING di OGIZAWA daerah pegunungan ? Ataukah saya mengiba-ngiba pada rombongan travel untuk nebeng bus mereka ?? belum tentu mereka ke NAGANO ..hehheheheh.
      Untung Tuhan masih melindungi kami sekeluarga ...;) Tapi saya rasa kalau seandainya kita terlalu lama di Kurobe Dam , mungkin akan diiingatkan petugas di atas kali ya..... TAPI walau saya pergi lagi next trip ke sini , saya ga mau nekat lagi ....
      Bagi teman-teman saya anjurkan dari pagi berangkat ke tateyama kurobe alpine route ini, karena menurut saya 1 hari saja masih tidak cukup melihat pengalaman saya hampir ketinggalan bus terakhir menuju NAGANO. 
      Sesampainya di NAGANO station langsung saya menuju tiket office shinkansen untuk reservasi jadwal tercepat menuju TOYAMA, akhirnya dapat dan kami pulang ke TOYAMA dengan selamat. Thanks GOD
       
       


    • By Cayadi Budidarma
      Hi...ini sekilas perjalanan saya dan keluarga selama 13 hari di Jepang. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akan berkunjung ke sana .
      Bagi saya ini perjalanan kedua ke Jepang sejak 2016 lalu. Semua perjalanan saya , saya beranikan diri untuk backpacker bersama keluarga dengan bantuan info-info dari googling dan terutama forum di jalan2.com ini. Jadi saya merasa ada kewajiban khusus untukk share pengalaman saya backpacker bersama keluarga di forum ini untuk membantu teman-teman lain juga untuk memberanikan diri melalukan perjalanan tanpa tour/travel ke Jepang. Semoga bermanfaat !
      Persiapan
      Tentunya hal pertama yang saya lakukan adalah hunting tiket pesawat . Setelah berminggu-minggu terus buka web airlines, dan pergi ke berbagai macam travel fair. Akhirnya saya membeli tiket pesawat di TRAVEL juga ...hahaha. Saat itu ada travel fair yang berlangsung di JCC , namun karena saya enggan untuk kesana antri dari subuh2 ( menurut cerita kebanyakan orang ) untuk dapat tiket promo , so saya mencoba telpon salah satu travel di Jakarta , dan ternyata jawabannya " Promo di sana berlaku juga kok di kantor kami Pak ! What....????!! kabar gembira pertama datang ! Namun saya masih ragu karena harga tiket masih diluar budget Hari itu juga setelah makan siang di kantor , masuklah sms dari salah satu CC mengenai promo cash back untuk travel fair JCC yang sedang berlangsung ......what ??? Ini pertanda nih dalam hati saya hahahaha...saya berpikir , "Ok..jika cash back ini berlaku juga di kantor travel tsb , akan saya selon aja beli . Lalu saya langsung telpon lagi ke travel tsb , dan ternyata jawabannya " Ya Pak..berlaku juga kok promo CC itu ...".....Kabar gembira kedua Tanpa pikir panjang langsung saya book , dan sore itu juga saya tebus tiketnya ke kantor travel tsb yang tak jauh dari kantor saya. Akhirnya saya dapatkan tiket GARUDA INDONESIA , airlines kebanggaan Indonesia di tangan , dan dengan hati yang gembira saya kabarkan berita baik ini ke keluarga saya ..HEHEHE. Dalam pikiran saya untung juga saya tidak pergi ke travel fair , sudah jauh tempatnya , antri dari subuh, dan juga bayar lagi masuknya , nah ini tanpa antri dan mudah bisa mendapatkan promo yang sama di kantor travel tersebut . Ini menjadi pengalaman bagi saya dan saya juga bagikan ke teman-teman untuk selalu mengecek promo yang berlaku di kantor travel yang berpartisipasi di fair tersebut . 
      BTW, tiket sudah saya dapatkan kira-kira 8 bulan sebelum hari H tanggal 4 Juni 2018. Dalam rentang waktu tersebut , saya mengurus VISA JAPAN , booking hotel-hotel di AGODA dan membaca-baca google serta forum ini untuk tempat wisata di sana yang bagus-bagus serta menyusun itinerary kami . Awalnya Alpine route tidak ada di itinerary kami. Cuma Tokyo - Osaka- Kyoto - Tokyo. Namun dengan semangat membaca pengalaman2 teman-teman dan hasil googling japan-guide , serta tripadvisor , selang beberapa bulan sebelum hari H , saya menemukan Tateyama Kurobe Alpine Route yang menurut saya sangat amazing ( hanya satu-satu nya snow wall di dunia ..katanya loh ; )
      Langsung saya obrak abrik itinerary kami , saya bertekad wajib untuk ke sana ! Dan mencari tahu bagaimana, berapa harga tiketnya dan sebagainya ), bahkan saya harus meng cancel beberapa malam hotel di agoda untuk mengganti hotel baru di TOYAMA demi ke Alpine route ini.
      Singkat kata jadi lah itinerary saya seperti di judul saya di atas . Sisa beberapa bulan saya terus menggali info dan menyusun rincian ititenary yang lebih akurat , serta membeli online berbagai macam tiket yang bias dibeli secara online seperti Universal Studios beserta Express Pass 7 nya , Tiket Disneyland , dan tentunya JR PASS 14 days. Untuk tiket Alpine route , saya email ke CS pengelola web Tateyama Kurobe Alpine Route dan mereka jawab tanggal itu tidak begitu ramai, dan saya tidak perlu booking , tinggal langsung saya beli di tiket-tiket counter yang sesuai web mereka. Lagipula tiket terusan (option ticket)  9000 YEN, dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - TOYAMA , tidak ada bisa dibeli secara online.
      So , ya sudah....saya percaya dengan jawaban orang Jepang itu . Oh ya...perjalanan kali ini saya tidak sewa WIFI JEPANG , namun langsung beli paket roaming 1 BULAN 5GB , karena saya memakai TEL*****L.
      Internet wajib selama perjalanan di Jepang , karena kita butuh HYPERDIA dan GOODLE MAPS.
      Hari demi hari persiapan akhir , sampailah pada tanggal 4 JUNI .
       
      DAY 1 Penerbangan JAKARTA - HANEDA
      Tak banyak cerita menarik di sini , karena berangkat dari Jakarta jam 23:40 dan tiba di Haneda pagi sekitar jam 7.
      Hanya sebelum itu memang tersiar kabar santer bahwa pilot GARUDA akan melakukan demo mogok kerja . Haizzz ini yang bikin deg-deg an hari-hari sebelumnya. Yah..semoga mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka tanpa mogok kerja deh ya.. karena ini menyangkut nama baik perusahaan dan Negara kita juga . Kalau mereka mogok , maka mereka pilot sendiri yang rugi kan kalau semua sudah tidak percaya GARUDA INDONESIA lagi. Loh..jadi curcol
      Anyway , pelayanan GA sangat baik di pesawat , pesawat juga bagus , dan flight ON TIME Maju terus Garuda Indonesia !
       
      DAY 2 TOKYO
      Sesampainya di HANEDA AIRPORT , kami langsung menukarkan JR PASS kami di bandara ( Kantor JR EAST HANEDA ) , serta tak lupa membeli tiket OPTION ( terusan ) Tateyama Kurobe Alpine Route seharga Y9000 untuk dewasa , dana anak2  Y4500. Tak lupa juga untuk melengkapi perjalanan kami , saya juga membeli PASMO CARD untuk saya beserta istri serta kedua anak saya . PASMO CARD mungkin sudah banyak yang tahu , jadi saya tak uraikan lebih lanjut.
      Namun JR pass dan PASMO ini menurut saya sudah cukup untuk melakukan perjalanan seantero JAPAN , tidak usah membeli kartu2 pass yang lain yang banyak macamnya di berbagai kota di JAPAN.
      Dengan bermodal JR PASS, kami dapat naik TOKYO MONORAIL menuju HAMAMATSUCHO secara free, dan lanjut dari sana memakai JR line menuju AKIHABARA dan sambung lagi ke daerah KAMEIDO dimana hotel kami berada. ( MY STAYS KAMEIDO )
      Dari Kameido Station ke hotel tersebut sekitar 15 menit jalan kaki , agak jauh memang buat geret2 koper sambal pakai backpack 60 liter hahhaha...namun semua perjalanan dari Haneda menuju Kameido station free dicover JR PASS. Itu kelebihannya bagi yang bisa memanfaatkan jalur JR.
      Tentunya kami tidak bisa check in , karena jam check in jam 15, so kami titip semua bagasi kami ke front desk , dan langsung menuju ROPONGGI dan malamnya ke daerah GINZA.
      2 Tahun lalu kami sudah menjelajah hampir semua TOKYO district dan FUJI HAKONE , jadi kali ini Tokyo tidak banyak yang kami rencanakan untuk kunjungi .Hanya ROPONGGI dan GINZA ini yang kami belum pernah , jadi kami memutuskan ke sana.
      ROPONGGI HILLS tak banyak yang menarik sih menurut saya , hanya untuk shopping dan melihat LABA-LABA besar di Roponggi Hills dan stasiun TV ASAHI .
      Sesudah dari GINZA, kami juga sempat pergi dan masuk ke salah satu bagian taman dari Tokyo Imperial Palace untuk sekedar menikmati dan menghabiskan waktu sore, yang mana ternyata sangat luas dan melelahkan karena ternyata kami tidak bisa melihat Imperial Palace nya sama sekali dari taman tersebut , ( kemungkinan saya salah masuk bagian dari salah satu taman istana kali ya .....) 



       





      Lelah mengitari taman, kami pulang ke hotel .
       
      DAY 2  TOKYO - TOYAMA 
      Malam sebelumnya , saya sudah reservasi ticket shinkansen TOKYO - TOYAMA , tentunya memakai JR PASS, untuk kereta sekitar jam 9 an. Namun hari kedua ini berhubung masih semangat ternyata saya dan keluarga bangun pagi sekitar jam 6 . Karena memang sengaja tidak pesan breakfast di hotel , biar cepat dan langsung kami check out sekitar jam 7 an dan membeli sarapan di luar . Sesampainya di Tokyo station , berhubung jam keberangkatan masih lama , maka saya masuk lagi ke kantor ticket shinkansen dan memajukan jam keberangkatan kami , dan ternyata memang diperbolehkan . Jadi kami berangkat ke TOYAMA lebih pagi 1 jam an. 
      Untung bagi kami , karena bisa sampai TOYAMA lebih pagi, daripada menunggu di stasiun kereta TOKYO
      Sesampainya di TOYAMA , seperti biasa kami mencari lokasi hotel kami ( APA VILLA HOTEL TOYAMA ) melalui googlemaps, dan ternyata cuma perlu 5 menit jalan dari Toyama Station. Titip koper lagi di front desk , dan langsung mencari maps kota TOYAMA dan kami langsung jalan kaki untuk explore kota TOYAMA tersebut .
      Tempat yang kami kunjungi pertama adalah TOYAMA castle dimana kami bisa masuk melihat2 ke dalam castle dan naik ke puncak castle nya . Castle ini sudah dijadikan museum dan tentunya untuk masuk harus membeli tiket.  Cukup menarik di dalamnya walaupun kecil . Pulang dari sana kami berjalan kaki melewati beberapa shrines ( kuil ) kecil sepanjang perjalanan.
      Sebenarnya kami rencanakan untuk sewa sepeda dimana banyak tempat penyewaan sepeda di TOYAMA . Selagi bingung melihat2 mesin nya dan cara menyewa sepeda , tiba2 ada seorang bapak2 ramah berkata dalam Bahasa Inggris ke saya , singkatnya " Sepertinya kamu butuh suatu kartu untuk dapat meminjam sepeda yang terparkir ini , memang kelihatannya sederhana tapi system nya yang agak sulit untuk penyewaan sepeda di TOYAMA ini " . Ternyata Bapak ini obrol punya obrol juga penduduk TOYAMA dan dia juga tidak tahu bagaimana system sewa sepeda nya untuk turis ....HAHAHA...tapi minimal bapak ini sudah ramah sekali mencoba membantu saya yang sedang mencoba pakai kartu pasmo untuk membuka kunci sepeda . WKKWKWK.....Akhirnya saya menyerah dan selama di TOYAMA menggunakan kedua kaki untuk menjelajah . 
      Makan malam kami masuk ke dalam suatu plaza , dimana beruntungnya sedang ada seorang "MAIKO" ( entah benar MAIKO atau GEIHA istilahnya ) ramah yang mau kami ajak berfoto .  
      Sesudah itu kami langsung pulang karena mau mempersiapkan fisik untuk besok kami menjelajah KUROBE ALPINE route yang mana merupakan tujuan utama kami ke JEPANG ini.




       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      DAY 3   TOYAMA - TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE - NAGANO - TOYAMA
       
      Bangun pagi dengan semangat 2018, sekitar jam 5.30 , karena ini lah tujuan utama travelling kami kali ini. Untuk keberangkatan pertama dari station DENTETSU TOYAMA ( letaknya pas disebelah nya station TOYAMA , yang merupakan station pemberhentian shinkansen dari tokyo station) kalau saya tidak salah ingat sejak jam 6 pagi sudah ada . Namun setelah berberes , bangunin anak-anak yang agak susah  dan beli sarapan seadanya dulu di LAWSON dan sejenisnya yang banyak berterbaran di pelosok Jepang , maka kami sampai di station Dentetsu Toyama sekitar jam 6.30. Kami tukarkan voucher Tateyama Kurobe Options yang dibeli di kantor JR EAST HANEDA dengan tiket aslinya , dan langsung kami disuruh antri untuk naik kereta dari DENTETSU TOYAMA menuju TATEYAMA station menggunakan kereta CHIHO RAILWAYS. Tepat jam 7 pagi , kereta berangkat.
      BTW, saya anjurkan sepagi mungkin kalian berangkat dari DENTETSU TOYAMA , karena Alpine route ini really amazing dan seharian pun kita akan merasa kurang waktunya. Di akhir FR cerita ini , kalian akan tau kenapa saya bilang 1 harian pun akan kurang  ...Oh ya sehari sebelumnya juga saya sudah reservasi tiket shinkansen dari NAGANO kembali menuju TOYAMA sekitar jam 1800.
      Berikut jalur TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE ( untuk lebih jelas nya kita dapat mengakses web resmi dari Alpine route ini, karena banyak alternatif yang sesuai waktu dan itinerary kita ) https://www.alpen-route.com/en/
       Namun saya mengambil jalur sesuai tiket option route 9000 YEN adults ini, yaitu dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - NAGANO . Bisa juga tiket ini digunakan terbalik jalurnya NAGANO _ ALPINE ROUTE - TOYAMA. Namun karena sesudahnya saya ingin ke KYOTO , maka saya pilih base di TOYAMA.
      MOhon diperhatikan tiket ini hanya one way , jadi tidak bisa kembali melalui jalur yang sama menuju tempat asal. Ada juga pilihan round way TOYAMA - MURODO - KUROBEDAIRA ( KUROBE DAM ) - TOYAMA. Semua bisa kalian lihat di web resminya. Namun saya sih anjurkan ambil yang one way dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri , lalu kembali menggunakan shinkansen untuk balik ke TOYAMA atau NAGANO.

      Berikut pemandangan selama perjalanan dari dentetsu toyama ke tateyama, menggunakan TOYAMA CHIHO RAILWAY. Banyak anak-anak sekolah juga yang sedang berangkat ke sekolah saat itu yang jadi pemandangan yang menarik . Ternyata sekolah di Jepang masuknya agak siang ya..mungkin sekitar jam 8 atau 830 , karena mereka masih terlihat santai sekitar jam 730 an. Saya juga merasa masuk sekolah di Indonesia rasanya terlalu pagi jam 650 , sehingga banyak anak-anak masih mengantuk di  jam pertama pelajaran sehingga tidak efektif . IMHO .


       
       

       
      Sepanjang perjalanan disuguhi view semacam ini ...oh indahnya hidup . Mungkin bagi anak-anak sekolah di sana naik kereta dengan pemandangan seperti ini sudah biasa dan melihat saya norak berfoto-foto ...hahhaha. Namun beruntung mereka memiliki kota/ kampung halaman seindah dan sesegar udara di sini. Setelah melewati beberapa station kecil yang sudah tampak tua( tidak seperti station-station yang kita lihat selama perjalanan shinkansen maupun di tokyo ), 1 jam tepat ( di Jepang semua serba on time pas-pas-pas waktunya ) maka kami sampai di TATEYAMA station .
       
      TATEYAMA STATION - BIJODAIRA( menggunakan TATEYAMA CABLE CAR )===> mohon maaf banyak picture saya ga bisa berhasil UPLOAD ( UPLOAD FAILED ) jadi mungkin ada gambar yang penting untuk menggambarkan arah namun tidak bisa diupload , entah kenapa ...maklum agak GAPTEK nih saya...

       
      Cable car ini juga memasuki terowongan, dan lama perjalanan 7 menit kami sampai di BIJODAIRA station . Dari station sana sebenarnya saya baca di maps kita bisa menelusuri pohon pinus , dulu sebelum menuju MIDAGAHARA. Namun saya tanya ke petugas dimana track ke hutan pinus , beliau menjawab tutup dengan menyilangkan tangan di depan dada nya, dan berkata sedang tidak aman track ke hutan pinus. Saya sih percaya dengan tingkat keamanan di Jepang. Apa yang mereka bilang tidak aman pasti tidak aman , kita jangan nekat wkwkkwkw. 
      Dari station Bijodaira ada 2 jalur antrian ....jangan sampai salah ! Saya hampir mengantri di antrian yang langsung ke MURODO !!! Haizzz karena mengikuti gerombolan orang terbanyak  dan ternyata mereka gerombolan tour dari HONGKONG jadi mungkin mereka terkejar waktu jadi langsung ke MURODO. Untungnya saya berbekal map di atas , jadi tahu tujuan selanjutnya jadi langsung pindah antrian yang paling kiri ( kalau ga salah tulisannya STOP OVER )...nah ini yang transit dulu di MIDAGAHARA. Beruntungnya saya sadar kesalahan fatal ini, karena jika saya langsung ke MURODO , saya tidak diperbolehkan balik lagi ke MIDAGAHARA . Setelah liat-liat toko souvenir sebentar , kami disuruh masuk ke BUS TATEYAMA HIGHLAND BUS menuju MIDAGAHARA. 

       
       
       
       
      BUS dari BIJODAIRA ke MIDAGAHARA hanya beberapa orang saja didalamnya, serasa bus privat ( paling 10 orang hehhehe), jadi kami bebas memilih seat yang paling nyaman dan bagus untuk melihat pemandangan . Kemungkinan karena kami pergi ke sana bukan saat weekend dan high season , jadi selama perjalanan Alpine route ini kami sangat puas dan nyaman karena tidak banyak orang ... NAMUN ada kekurangannya juga tidak banyak orang ini....cerita agak membuat ciut hati menyusul hehhehe.
      Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau dan puncak gunung yang ada es nya ..benar-benar seperti di ALPINE SWISS ;). Bus pakai penjelasan dari TV memakai bahasa inggris juga , dan berhenti di beberapa titik yang dianggap bagus, seperti air terjun dan 1 pohon yang dianggap penting ( saya lupa namanya ) . Perjalanan sekitar 30 menit tak terasa karena disuguhi pemandangan sebagus ini . Tibalah kami di MIDAGAHARA 1930m. Turun dari bus.......lebih AMAZING lagi view nya...dan lagi kami bisa bersentuhan langsung dengan salju yang banyak , dan bisa menginjakan kaki di atas salju dan bermain-main . VIEW nya TOP ! Di sana ada 1 station kecil dengan petugas yang menanyakan jam berapa kami mau berangkat ke MURODO , dan kami bilang 1 jam lagi ..lalu di catat oleh petugas tersebut. 1 JAM puas kami bermain salju dan foto-foto , karena memang lokasi tidak begitu luas untuk di explor karena ada pembatas tali dimana kami tidak boleh over pass.
      Setelah 1 jam berangkatlah bus
      TATEYAMA HIGHLAND BUS kami langsung menuju MURODO ( entah kenapa tidak berhenti di TENGUDAIRA sesuai map ). Namun selama perjalanan menuju MURODO kami pikir sebelumnya akan sama view nya dengan sebelumnya, namun SALAH BESAR !!! Makin ke MURODO , es bertambah banyak , view makin indah ! Dan mulai tampak SNOW WALL pendek , dan semakin menuju murodo SNOW WALL bertambah tinggi ...AMAZING !!!
       
      MAAF KUOTA UPLOAD PICTURES NYA HABIS ...HHAHAHHAA...lanjut ke topic lanjutan di lapak yang lain ! ya.... SPOILER DIKIT...

       
       
      IMG_4498.AAE



    • By Diana Megawati
      Hollaaaaa Jalan Jalaners,
      It's very looonggg time after my last post topic hehhee... Gw mau cerita nih, mau denger ? 
      Salah satu what to do list gw di tahun 2018 adalah gw mau mengunjungi negara sakura, Jepang dan Solo trip.
      Yap Jepang dan solo trip, why Japan ? why solo trip ? Jepang adalah negara yang sangat familiar sama gw, dari kecil gw paling suka nonton kartun Jepang, salah satu pilihan jurusan waktu kuliah adalah sastra Jepang, ehh udah kerja pun pernah dapat bos Jepang, dan yang tak kalah penting gw sangat tertarik dengan sejarah, makanan dan segala keunikannya. And  why SoloTrip ? Karena jujur gw pengen menikmati trip ini dengan segala cara yang gw mau (semau mau gw) #halaaahh... Dan karena Jepang itu luas, kali ini pilihan liburan gw jatuh ke daerah Kansai- Kyoto, Osaka, Kobe, Nara. So, tujuan kali ini adalah Airport Kansai Osaka atau KIX dengan periode 1-7 Juni 2018.
      Lets start !
      #1 Perburuan utama gw adalah ? YAP ! TIKET MURAH.
      Perburuan dimulai dengan membuka banyak tab di google (hahaha..) untuk membandingkan mana yang lebih worth it. Ada berbagai pilihan Airlines yang waktu itu berlomba-lomba memberikan harga promo, antara lain Air Asia, Philippines Airline, JAL, ANA dan Malaysia Airlines. Pengen murah ? Air Asia tapi tidak termasuk bagasi -fyi bagasi CGK-OSAKA-CGK sekitar 670.000 one way (SKIP), Philipines Airline ? lama transit & sampai Osaka malam hari (SKIP), JAL & ANA transit pindah bandara - CGK Narita, Haneda Osaka  no no no (SKIP) and finally pilihan gw jatuh ke Malaysia Airlines seharga 4,666 transit 2 jam di Kuala Lumpur, termasuk bagasi 30 kg, meals dan sampai Osaka jam 05.30 jadi akan lebih sedikit waktu terbuang dan lebih banyak waktu buat jalan-jalan. YES !
      #2 Bikin itinerary, iniiiii yang bikin pusinggg 7 keliling haha.. secara yaa nanti gw bakal sendirian di negeri orang, ga ngerti bahasanya kecuali arigatou dan sumimasen jadi ya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Perlu berhari hari untuk memahami jalur transportasi termasuk kereta dan bus #sigh. Rencananya gw akan berkunjung ke Kyoto, Osaka, Nara dan Kobe, jadi itinerary awal gw bikin segala macam tempat yang mau gw datangi, untuk tempat wisata sendiri gw banyak-banyakin browsing mengenai tempat wisata di daerah Kansai dan transportasi menuju kesana. Salah satu website andalan gw https://infojepang.net, disini banyak banget informasi yang bisa kamu cari mengenai keseluruhan yang ada di Jepang. 
      #3 Persiapan, yang utama adalah persiapan mental hihi.. karena gw bakal sendiri disana dan dilarang frustasi atau stress secara namanya liburan harus happyyyyy.. untuk baju gw cuma bawa kaos dan celana simple yang ga ribet karena sedang musim panas di Jepang jadi ga perlu bawa jaket tebal. Lalu colokan/universal adaptor, ga mau sampai kehabisan baterai handphone khaaannn saayy... Untuk hotel gw memutuskan akan stay di 2 tempat aja untuk meminimalisir keribetan pindah pindah barang dll. 
      Karena tujuan pertama adalah Kyoto, gw menginap di Backpackers Hostel K's House Kyoto, 〒600-8142 Kyoto Prefecture, Kyoto, Shimogyo Ward (by google). Letaknya tidak jauh dari Shichijo Station sekitar 3 menit dan 10 menit dari Kyoto Station by walking distance. Rate-nya 487.499 by Traveloka untuk 2 malam yang artinya semalam sekitar 243.749,5, muuraaahhhh kan Gw ambil yang dorm 4 beds, shared bathroom & only female. So far, kamarnya oke bangeeeet bersih, rapi, dan didepan hostel ada cafe yang menyediakan menu sarapan 500 Yen per orang. I have no complain about it at all.

      Hotel kedua yang menjadi pilihan adalah Capsule Hotel Astil Dotonbori, 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 2 Chome−2−2 (by google). Letaknya ngga jauh dari Stasiun Namba sekitar 3 mins by walking distance dan pas dipusat kota Dotonbori. Gw sangat sangat merekomendasikan hotel kapsul ini karena pelayanan yang luar biasa, toiletries semua tersedia sampai catokan, piyama, sandals. Setiap hari mereka memberikan semacam complimentary berupa roti sosis, mineral water, orange juice dan pilih salah satu antara masker/penutup mata/sandal sekali pake. Rate-nya 961.948 by Traveloka untuk 3 malah yang artinya per malam sekitar 320.650. Sangat sangaaaattt worth it. Satu lagi, receptionistnya bisa bahasa Inggris, Korea dan China juga jadi jangan ragu untuk bertanya bila mengalami kesulitan.

      Selama di Jepang gw mengandalkan kartu sakti yang bernama ICOCA (seperti flazz atau emoney kalau di Jakarta) untuk naik kereta dan bus di Kansai jadi gw ngga perlu ribet beli tiket setiap berpergian menggunakan kereta atau bus dan juga beli Kintetsu pass 1 day untuk berkeliling Nara karena harganya lebih murah apabila dibandingkan menggunakan ICOCA. Ada hal yang harus dipelajari mengenai penggunaan ICOCA dan train pass (Kintetsu, Kansai pass, JR pass, dll) biar ga rugi dan penggunaannya bisa maksimal, nah hal ini bisa kamu cari di internet mengenai berbedaan pass pass yang lain karena kalau gw jelasin disini bisa panjang lebaaaaarrr boookkkk.. intinya lo harus banyak banyak cari tau mengenai transportasi di Jepang biar ga bingung hehehe....
      Oiya satu lagi yang ngga boleh ketinggalan, yaituu WIFI ! Gw lebih milih sewa wifi daripada beli kartu Jepang atau membuka data internasional karena lebih gampang dan ga rempong kalo nantinya ada masalah dengan akses internet. Gw sewa WIFI Router di Java Mifi by Traveloka seharga 59.000/hari dan bisa pick up di Bandara sebelum keberangkatan janjian dengan kurirnya. Internetnya lancaaarrr jayaaaa, pernah ada masalah waktu pertama kali nyampe Jepang mengenai koneksi dan itu sekitar pukul 06.00 waktu Jepang yang berarti di Jakarta pukul 04.00 pagiii dan adminnya jawabnya cepeettt, voilaaa 10 menit selesai masalahnya internet kembali lancar sampai gw balik lagi ke Jakarta. Thumbsss up !
      #4 THE DAY ! YIPPIE HOORAAAYYY....
      Start from Jakarta at 15.45 di Terminal 3 keberangkatan internasional by Malaysia Airlines (MAS) menuju Kuala Lumpur, transit sekitar 2, 5 jam dan tepat pukul 22.10 lanjut menuju Osaka. 
      Gw sempat menikmati detik - detik sunrise selama di penerbangan, that was beautiful !  serasa terbang diatas kembang gula bewarna pink  
      Selamaaaaaattttttt Pagiiiii Osakaaaa..
      Tiba di Kansai Airport, ambil bagasi lalu celingak celinguk.. pas di imigrasi ditanyain sama mbak mbak petugas di Kansai, ditanyain mau ngapain di Jepang ya gw jawab aja liburan, alone ? YES ! eh shock dia kwkkww.. gw bilang tenang gw udah ada tiket balik ke Jakarta, ga mungkin jadi gembel di Jepang. Then, gw langsung menuju JR Ticket Office caranya ikutin aja arahan menuju Railways dari terminal kedatangan. Kantornya beroperasi mulai jam 06.00, gw beli ICOCA seharga 2000 yen (isinya 1500 yen, deposit 500 yen) dan Haruka one way dari Kansai menuju Kyoto (destinasi pertama) seharga 1600 yen. ICOCA ini bisa digunakan di hampir semua railways di daerah Kansai. Belinya barengan ya antara ICOCA & Haruka biar dapat diskon Haruka. Check here for further information https://www.westjr.co.jp/global/en/ticket/icoca-haruka/. So pengeluaran pertama di Jepang senilai 3.600 Yen untuk modal selama 6 hari di Jepang.

      Perjalanan dari Kansai ke Kyoto memakan waktu sekitar 86 menit, kereta di Jepang itu sangat sangat bisa diandalkan karena ketepatan waktunya jadi ngga perlu kuatir ketinggalan atau menunggu lama. Kalian bisa dapatkan informasi mengenai jadwal kereta, line kereta dan harganya di http://hyperdia.com (don't forget to bookmark this web). Sesampainya di Kyoto Station, alamaaaak ramai sekaliii.. gw sempet diem bentar memperhatikan orang orang lalu lalang memahami keadaan, liat plang plang informasi dan mulai jalan pelan pelan singgah dulu di family mart karena hausss banget, beli mineral water seharga 110 yen (14.520 kurs 132) mehongg yeee.. dari sini gw mulai membiasakan mahalnya hidup di Jepang hahaha... Setelah masa observasi singkat usai, gw jalan kearah keluar stasiun untuk mencari coin locker.
      Gw berencana menitipkan koper gw di loker stasiun untuk mempersingkat waktu dibanding gw harus ke hotel dan titip disana. Hampir di setiap stasiun di Jepang terdapat loker penyimpanan dengan harga bervariasi mengikuti besarnya loker, mulai dari 300 yen/hari untuk loker kecil 500 yen/hari untuk loker sedang dan 800 yen/hari untuk loker yang besar. Karena semua disini serba otomatis atau do it by yourself yaa cukup tekan menu English di setiap mesin untuk tahu cara menggunakannya. Hari itu gw sewa yang 500 yen/hari mengingat koper gw yang ngga terlalu gede. Caranya? gampang banget.. pilih loker yang lampunya hijau, buka lalu masukkan koper tekan lock --> pada screen monitor tekan tanda "masukkan bagasi", pastikan nomer loker sudah benar --> bayar bisa by ICOCA/uang koin --> keluar receipt DONE ! FYI, Kalau bayar menggunakan ICOCA bisa buang receipt karena bisa mengeluarkan bagasi cukup dengan tap kembali kartu ICOCA, namun bila pembayaran menggunakan koin, simpan receipt karena nantinya untuk mengeluarkan bagasi perlu scan barcode yang ada di receipt.
       Tujuan pertama gw, cari KOPI ! ada salah satu cafe di Kyoto yang udah gw incer lewat instagramnya "Kurasu.Kyoto". Cafe ini terletak ngga jauh dari Stasiun Kyoto, cukup berjalan kaki dengan bantuan google maps, maklum setelah perjalanan panjang dengan istirahat yang minimalis gw butuh kopi untuk men-charge tubuh gw agar bugar kembali hahaha... Mocha Coffee - 550 Yen, powerbooster pagi itu, dan honestly I have to say, Its coffee is so so  (got it?) I think, this is the best morning coffee in my entire life #lebaaayyyy.. but yes, You have to try Kurasu coffee once you visit Kyoto.

       
      ------------------------------------------------------------------------------------------ eh udah jam 02.00, Lanjut besok ya------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.