Sign in to follow this  
mariani

Ikan Ajaib dari Kuningan Cirebon

6 posts in this topic

Ketika di Cirebon ,kami mampir ke tempat Wisata .Cibulan namanya.Rupanya ini hanya sebuah kolam ikan,tapi bukan sembarang ikan.Ikan di sini besar2 dengan berat 5-7 kg dan panjang 60-70 cm,saya kurang pasti berapa jumlah ikan tsb,tapi menurut kuncen/juru kunci ,yang ajaib dari ikan ini mereka tidak pernah berkurang ataupun bertambah jumlahnya,dan menurut cerita rakyat setempat ikan2 ini adalah ikan jelmaan dari para tentara Zaman Kerajaan Majapahit,yang lari dari kejaran musuh.Satu lagi yang menarik,ikan2 ini diberi makan kacang.Pengunjung yang ingin memberi makan ikan2 ini tak usah kuatir banyak penjaja kacang .Ikan2 di sini termasuk jinak,kalau mau menyentuh pun diperbolehkan,bahkan anak2 pun bebas menyebur ke kolam ini.Satu lagi nih yang ajaib menurut kuncen,bila kolam dibersihkan,ikan2 pun pergi entah kemana,dan bila kolam sudah terisi air, mereka pun muncul entah darimana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

kampung mama saya itu, memang disini ikannya besar2 tidak hanya kacang juga sih disana ada anak2 kecil yang menjual ikan2 kecil untuk kita kasih ke ikan ini yang uniknya lagi nih ada beberapa anak kecil asli setempat yang berenang terus minta kita untuk melempar koin nanti mereka akan berenang dan mengambil koin2 yang kita lempar ke kolam

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow...

sunguh mistis sekali.

bisa ditambah dengan foto mas....?

tapi, ikan seperti itu pasti ada jenis dan family nya kan?

apa tidak bisa di jelaskan dengan ilmiah yah?

tapi, jujur saja. saya juga masih sangat tertarik dengan hal yang seperti itu.

selain menambah keyakinan, bahwa kita tidak sendirian, kita juga bisa tahu bahwa batas kekuasaan tuhan itu memang tidak ada batasnya,..

Share this post


Link to post
Share on other sites

uuwwaww bisa gtu ya ikan2nya 5-7 kg jenis ikannya apa neh ? bisa kali ikan bakar :P

Kalo liat jenisnya kayak ikan mas,tapi bukan,yang pasti warnanya abu2.Ngak tau juga ,ada yang berani makan atau engak,kebetulan ngak gitu tau juga soal ikan,hanya saja menurut kuncen juga jumlahnya tidak bertambah dan berkurang sejak dari pertamakali ditemukan oleh warga setempat.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By petrus.sitepu
      Pada saat anda mengunjungi sebuah kota yang belum pernah anda datangi, alangkah baiknya apabila anda mencari makanan dari kota khas tersebut. Seperti penulis lakukan ketika mendatangi kota cirebon, penulis mulai mencari makan khas dari kota Cirebon. Sebut saja tahu gejrot, nasi leko, dochang, dan tentu nasi jamblang. Pasti akan menjadi salah satu pilihan anda ketika wisata kuliner ke kota cirebon. 
      1. Dochang
      Makan asli cirebon ini merupakan perpaduan dari lontong, toge daun singkong, kerupuk yang dicampur dengan sayur oncom doge. Waktu yang tempat untuk makan docang adalah pagi hari, dan lokasi yang direkomendasi untuk makan docang di depan pasar keraton kanoman. Harga seporsi untuk docang seharga Rp 15,000.
      2 Nasi Leko
      Sego lengko merupakan sebutan untuk nasi leko oleh masyarakat cirebon. Nasi leko merupakan percampuran tempe, tahu, tauge, potongan timun yang ditaruh diatas nasi dan disiram dengan bumbu rujak dan kecap. Harga untuk satu porsi nasi leko seharga Rp 15,000.
      3. Nasi Jamblang
      Ketika makan nasi jamblangan rasanya sama ketika makan di rumah makan padang yaitu penuh dengan lauk. Satu bungkus nasi yang dibungkus dengan daun jamblang bisa menggunakan 3-4 lauk yang disediakan tentunya dengan porsi lauk yang tidak terlalu banyak. Hampir 15 lauk disediakan penjual dari tahu dan tempe bacem sampai dengan sate telor puyuh. Harga untuk satu porsi nasi jamblang dengan 2-3 jenis lauk seharga Rp 30,000 – Rp 40,000 tergatung pilihan lauk.
      Keunggulan dari nasi jamblang yaitu daun pebungkus nasinya yang menggunakan daun jamblang.
      4. Tahu Genjrot
      Tahu gejrot sendiri banyak ditemukan dikota kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta. Satu set tahu gejrot terdiri dari 2-3 tahu yang diiris sedang yang disiramkan dengan kuah yang sudah dicampur dengan bumbu antara lain cabe, bawang putih, bawang merah dan gula merah. Rasa yang ditimbulkan ketika anda memakan tahu gejrot yaitu semangat untuk mengeliligi kota cirebon. Harga untuk satu porsi tahu gejrot seharga Rp 10,000
      Jadi makanan apa yang pernah anda coba? selain tahu gejrot? Selamat menikmati wisata kuliner cirebon.
    • By petrus.sitepu
      Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman.
      Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km.
      Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang.
      Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman.
      Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000.  Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000.
      Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud)
      Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini  agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu).
      Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat.
      Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.





    • By andiana
      Backpacking Bandung - Cirebon <---- Laporan singkat abis jali-jali ke Cirebon bareng anak-anak. 
      Seru, capek, kesel (ini pas ngadepin penginepan ama anak rewel ), bahagia, kenyang, sempet kepikiran males balik ke Bandung. Lhaaaa....
      Very first time ngajak anak backpacking (nyaris) ngegembel. Makan di pinggir jalan dan cari yang mursida bambang (murah banget) dong! Biasanya jalan ke mana aja ya pake bawa koper dua, tas kecil-kecilnya bisa tiga. Kan rempong. Sekarang, dengan manuver luar biasa, memaksakan diri bawa ransel satu dan tas kecil satu. udah. Ternyata masih bisa hidup! selama ini aku ngapain aja ya? Dih, ribet sendiri. Ah, ya, less is more!
      Keraton? Pastinya! Meski hanya ke dua tempat , yaitu Kanoman dan Kasepuhan. Waktunya ndak cukup untuk eksplore Kacirebonan dan Kaprabonan. inshaa Allah, next time!
      Kuliner? Oh, wajib! kurang banyak sebenernya, gak sempet makan docang, sate kalong, tahu gejrot, dan nasi lengko. Kan, sebel. 
      Next trip kudu ke arah Kuningan. Linggarjati belum dijelajahi. Trus ke Makam Syarif (SGD) juga belum. Hadeh, banyak PR nih!
    • By andiana
      Hai hai hai!
      Posting baru lagi setelah lama gak update di sini. Ceritanya sih habis jalan ke Cirebon bareng anak-anak dan sahabatku yang juga bawa anaknya.
      Jadi, ini hasil jalan, banyak makannya ya jelaslah, tujuan ke daerah itu kudu makan khas tempat tersebut. masa jauh-jauh dari Bandung ke kota lain nyarinya kiefsi? Yhaaaaa.....
      Wisata Kuliner Di Cirebon <---- silakan dibaca dan ditambahkan di kolom komentar, kalau ada kesalahan deskripsi atau pencamtuman harga makanan
      Docang itu rasanya bagaimana sih? AKU LUPA! *sedih* Tempo hari ke Cirebon gak sempet banget lah makan docang, meski udah dikasih tau, kudu diingat kembali. Yaaaaaaa.....
      Sate Kalong itu katanya enak, tapi seumur hidup belum pernah cobain dan aku gak nemu kemarin. Emangnya kudu cari di mana sik? 
      Baiklah, aku akan meneruskan jalan-jalan cari makan khas daerahnya. Ntar apdet lagiiii....
    • By Titi Setianingsih
      Selamat malam jalan2er,,,,,,,
      Kota Cirebon kini menjadi salah satu primadona pariwisata di Jawa Barat terutama sejak adanya tol Palikanci tujuan Semarang, menjadikan kota ini dijadikan sebagai tempat transit para pemudik disaat jelang lebaran. Bahkan ada juga kawan2 yang tidak pernah mudik pingin menikmati suasana bermacet2an dijalan raya, dia ikutan "mudik" ke Cirebon, nginap di hotel dan shalat Ied di Cirebon. Ini cerita kawan saya yang asli Betawi, karena orang tuanya sudah tidak ada semuanya, maka saat lebaran tidak wajib standby dirumah atau rumah mertua tapi bebas kemana mereka suka. Seru ya ?
      Nah kalau sekarang kepingin ke Cirebon tidak usah ber-macet2 ria lagi, karena transportasi kereta api sudah sangat banyak dan bagus2 walau kelas ekonomi sekalipun. Kalau yang dari Jakarta, bisa ambil yang jurusan Semarang, Solo, Kediri atau Purwokerto yang lewat Cirebon. Untuk kelas ekonomi AC paling dibawah 100rb sdh bisa duduk manis sambil ngobrol atau selfie2an di dalam kereta. xixixiixxi


      Untuk yang bawa bekal banyak juga saatnya bongkar2 bekal,,,,,ada teman kami yang bawa buah pome banyak, mari kita santap samai2,,,!
      Kurang lebih pukul 09.00 kami sampai di Stasiun Kejaksan, kami di jemput oleh teman kami yang ada di Cirebon, 2 mobil siap mengantar kami berkeliling kota Cirebon. Inilah senangnya kalau banyak teman di-mana2,,,,,
      Satu hari di Cirebon kami bisa mengunjungi tempat2 dibawah ini : 
      1. Nasi Jamblang Bu Nur
      Berhubung tadi berangkat dari Jakarta jam 06.00 sudah dipastikan sampai Cirebon sangat lapar, wisata kuliner menjadi tujuan pertama kami. Kalau ke Cirebon, sarapan pagi yang yang direkomendasikan adalah nasi Jamblang, kali ini kami pilih nasi jamblang Ibu Nur, karena lokasinya yang terdekat dengan stasiun Kejaksan. Tapi antriannya luar biasa panjangnya,,,bagai ular naga, berhubung lapar kami sabar menunggu.
       
      Demi seporsi nasi jamblang ini kami rela panas2an, lihatlah, nasi putih 2 bungkus, sate usus 2 tusuk, ati sapi 1 potong, jengkol 2 biji, tumis ampas kecap dan sambal. Ciri khas nasi jamblang di kasih alas daun jati, mungkin ini sebabnya yang menjadi sensasi nasi jamblang. Yang pingin mencoba nasi jamblang Ibu Nur bisa ke alamat Jl.Cangkring II no 45 Cirebon Jawa Barat.
      Minuman yang tersedia disini juga beraneka, biasanya orang akan mencari juz mangga gedong yang merupakan khas Cirebon juga. Dan ternyata juz tersebut sudah dikemas di dalam gelas plastik sehingga kita tidak perlu lama2 menunggu. Selesai sarapan pagi, kami langsung menuju Keraton Kasepuhan Cirebon.
      2. Keraton Kasepuhan Cirebon
      Memasuki Keraton Kasepuhan langsung terasa bedanya, seperti benar2 masuk kedalam keraton yang agung dengan ciri khas tembok bersusun bata merah yang alami. Keraton Kasepuhan merupakan kerajaan Islam, namun nenek moyangnya adalah Raja Pajajaran yang termashur (masih menganut Hindu), sehingga didalam museumnya dipajang foto Raja Pajajaran beserta pengikutnya yang setia, seekor harimau putih yang sakti.
       
      Di sebelah kiri terdapat bangunan yang cukup tinggi dengan tembok bata merah, yang disebut Siti Inggil  atau lemah duwur bahasa Cirebonnya yang artinya tanah yang tinggi, didirikan oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1529. Siti Inggil adalah tempat Sultan duduk mengarah ke Alun2, biasanya jika di alun2 sedang dilakukan latihan perang2an atau pemberian hukuman kepada prajurit atau warga yang melakukan kesalahan.

      Mushola ini disebut Tajug Agung, merupakan tempat ibadah dari anggota keluarga keraton. Tembok bawahnya dari kayu, terdapat juga ruangan untuk Bedug.

      Disebelah Timur Keraton terdapat Museum Kereta, didalamnya terdapat Kereta Singa Barong, yang membuat adalah cucu dari Sunan Gunung Jati. Bentuk keretanya sangat antik dan masih suka di mandikan ketika Maulid Nabi seperti halnya pusaka2 lainnya.

      Di ruangan dalam terdapat lukisan Prabu Siliwangi 3 dimensi, sehingga jika kita melihat lukisan tersebut sepertinya kita sedang berhadapan dengan lukisan tersebut, juga kemanapun kita pergi kita selalu diikuti oleh tatapan mata lukisan Prabu Siliwangi. Kabarnya, pelukisnya sangat kepingin melukis wajah Prabu Siliwangi, namun dia tidak tahu seperti apa wajah beliau, sehingga dia berpuasa beberapa lamanya hingga dikasih mimpi bertemu dengan Sang Prabu, dan jadilah lukisannya seperti ini. 

      Di ruangan dalam terlihat ada kursi yang digunakan oleh keluarga Sultan jika putra2nya tengah di sunat. Semakin ke dalam terdapat lagi barang peninggalan Sultan namun kami tidak melanjutkannya ke dalam. Kami berpindah ke Museum benda2 kuno yang ada di sebelah barat gedung utama. Sebelum ke museum benda kuno, kami sempatkan mengintip ke Bangsal Utama tempat Sultan mengadakan "jumenengan" atau pertemuan, namun kami hanya bisa mengintip karena tidak diperbolehkan masuk ke salam.

       

      Didalam museum benda2 kuno, sesuai dengan namanya, banyak sekali pusaka2 peninggalan Sultan yang masih terawat rapih dan di keramatkan, hampir di setiap sudut terdapat sesaji, sehingga kita tidak berani main2 sembarangan di dalam museum. Banyak terdapat guci2 antik juga disini, mengingat dulu ada salah satu permaisuri Sultan yang asli dari China.

      Untuk mengetahui segala macam informasi yang terkait dengan sejarah Kesultanan Kasepuhan, kita bisa bertanya ke petugas Keraton yang berbusana seperti ini. Kita hanya tinggal kasih tips seikhlasnya saja.

      3. Masjid Cipta Rasa
      Masjid ini masih berada di kompleks Kesultanan Kasepuhan Cirebon, dibangun oleh Sunan Gunung Jati dengan arsitekturnya Sunan Kalijaga. Menurut cerita guide, masjid ini dibangun dalam waktu semalam dengan melibatkan 500 orang pekerja. Bangunan masjid berdinding bata merah tanpa disemen, dan tiang2nya terbuat dari kayu yang disusun seperti knock down. Tiang yang terkenal disebut Tiang Tatal, yang artinya tiang yang terbuat dari potongan kayu2 kecil (tatal dlm bahasa Cirebonnya), yang disusun tanpa paku namun menggunakan pasak.
       
      Saat ini tiang tersebut diberi pengaman dari besi, supaya masih terlihat aslinya. Tiang ini berada di ruangan luar sebelah kiri. 
      Jika hendak masuk ke dalam masjid, kita lewat pintu samping kanan dimana terdapat air suci untuk berwudhu terlebih dahulu, airnya berada di sumur besar dan kita ambil pakai gayung. Pintu masjid sangat sempit dan rendah, jadi badan kita membungkuk dan hanya muat satu orang. Kenapa dibuat seperti ini, rupanya punya filosofi bahwa kita selayaknya menghormati rumah Allah sehingga masukpun dalam keadaan badan membungkuk. Subhanallah,,!

      Diatas tempat kami duduk, ada mic berjumlah 7, rupanya untuk adzan ber7 orang secara bersama-sama, itulah makanya disebut Adzan Pitu atau adzan tujuh. Dan biasanya pengunjung akan sangat menunggu berkumandangnya adzan 7 ini, karena memang sangat unik lain dari pada yang lain.
      4. Gua Sunyaragi.
      Sesudah dari Masjid Agung Ciptoroso kami lanjutkan perjalanan menuju Gua Sunyaragi, gua ini sebenarnya gua buatan, dibuat dengan maksud untuk tempat peristirahatan raja2 Cirebon, sehingga bentuknya dibuat seperti taman. Oleh karenanya ada juga yang menyebutnya Taman Air Sunyaragi.  Di  kompleks Gua tersebut terdapat banyak air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti patung Gajah, patung Wanita Perawan Sunti, serta patung Garuda dan Ular. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari Keraton Pakungwati, yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

      Gua Sunyaragi berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, atau tepatnya di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono. Jalan Brigjen Dharsono dahulunya merupakan danau yang ada di sekitar gua Sunyaragi, tapi karena sudah mengering maka dibuat jalan2 dan pemukiman.

      Menurut keterangan guide wisata di Gua Sunyarangi, Gua Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 M oleh Pangeran Kararangen (Pangeran Kararangen adalah nama lain dari Pangeran Arya Carbon). Dilihat dari motif-motif  yang muncul,  gaya arsitektur Gua Sunyaragi terdiri dari bermacam-macam jenis diantanya  gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam, dan gaya Eropa. Dan semuanya berbaur menjadi karya seni yang indah luar biasa.

      Sebenarnya gua2 yang ada didalam juga banyak sekali, dan masing2 diberi nama sesuai dengan fungsinya, ada pula gua yang berfungsi sebagai tempat pembuatan senjata. Namun terik mentari yang amat panas ketika itu, mematahkan semangat kami untuk menyusuri seluruh gua, kami hanya berkeliling di bagian luarnya saja.  Dan memang sangat luas ternyata, kurang lebih 15 hektar.
      Hampir semua bangunan berujud seperti batu karang, namun jika kita perhatikan bentuk batu2 itupun menyerupai binatang2 tertentu seperti namanya, yaitu patung Garuda, patung Burung dll. Ada juga yang namanya Patung Batu Prawan Sunti, jika dari namanya sudah ditebak kan ? Batu Perawan,,?? Nah guide menjelaskan, katanya batu ini punya cerita mitos tersendiri, jika ada pengunjung yang belum nikah dan memegang patung ini maka diperkirakan akan tidak menikah selamanya atau jadi Perawan Seumur Hidup,,,,,wallau a'lam, ini hanya mitos ya kawans, cukup di dengarkan saja dan lebih baik mendengar apa kata guide. Letak Patung Batu Prawan Sunti  terletak di salah satu bagian Gua Peteng yang masih berada di komplek Gua Sunyaragi, tepat di depan pintu masuk gua setelah melewati kolam.

      Jika sudah puas berkeliling, maka kita akan keluar lewat pintu samping, melewati bangsal tempat belajar tari2an tradisional Cirebon.
      5. Batik Trusmi
      Panas teriknya kota Cirebon membuat kami ingin segera buru2 ngadem, kami lanjutkan perjalanan menuju batik Trusmi, terbayang setelah masuk ke dalam showroomnya akan dingin terkena AC ruangan. Yaaa,,,,,batik juga merupakan oleh2 khas Cirebon yang diburu wisatawan. Batik khas Cirebon dengan nuansa Mega Mendung, kabarnya yang menciptakan designnya adalah Sultan Cirebon yang pertama. Ketika Sultan minta dibuatkan batik oleh warganya dengan menggunakan design dari Sultan, maka batik buatan warga dari desa Trusmilah yang paling bagus, persis dengan design Sultan, sampai Sultan tidak bisa membedakannya. Itulah sampai sekarang kawasan batik Trusmi yang lebih dikenal wisatawan, karena dinilai batiknya paling bagus.

      Harganya sangat beraneka ragam, dari mulai yang murah hingga mahal bisa dipilih sesuai selera masing2. Selepas shalat dhuhur disini kami lanjutkan perjalanan ke Kasultanan Kanoman.
      6. Kasultanan Kanoman
      Menurut sejarahnya,Kasultanan Kanoman dibentuk bersamaan dengan Kasultanan Kasepuhan dengan tujuan untuk tempat tinggal Sultan Anom sebagai wakil Sultan Kasepuhan. Namun semenjak Belanda datang sepertinya Kasultanan Kanoman di-acak2 hingga muncul persengketaan di karenakan salah satu Sultannya ada yang menikah dengan None Belanda. Sehingga karenanya dalam penentuan / penetapan Sultan berikutnya diutamakan yang keturunan asli Cirebon,dan seperti biasanya sengketa harta terjadi, lalu dibagilah wilayah Kasultanan Kanoman menjadi 2. 
      Memang Sultan Anom yang sekarang juga  ganteng loh, mungkin sama dengan leluhurnya hingga None Belandapun jatuh cinta ya ??? Saking terkesima sama Pak Sultan, sampai lupa foto2 bangunan kasultanan. Ini kami berdiri di ruang tengah Kasultanan atau disebut Bangsal Jinem yaitu ruangan untuk menerima tamu, disebelahnya terdapat 2 buah kereta Kesultanan yang bentuknya seperti buraq.
       
      Kemudian kami menuju bagian belakang pendopo, disini terdapat mushola dan tempat ambil air suci, kami duduk2 di kebun halaman belakang yang nampak dingin karena banyak pepohonan rindang.
      Lebih jauh lagi ke halaman samping terlihat bekas gedung Ksatrian, yang sering dipakai untuk latihan perang2an, nampak tidak terawat, pepohonan besar tumbuh di mana2 sehingga banyak sampah daun2 kering. Mungkin untuk perawatan area ini perlu biaya banyak, karena luasnya saja kurang lebih 6 hektar.

      Dihalaman belakang terdapat sumur, pengunjung sering ditawari untuk cuci muka, katanya kita bisa awet muda jika sudah cuci muka dengan air sumur ini. Wallahu a'lam.

      Kami di Kasultanan Kanoman hanya sebentar, sesudah ngobrol2 dengan Pak Sultan kami pamitan, karena terikat sama waktu keberangkatan kereta api. Pak Sultan ada di tengah berkemeja hitam.
      7. Pasar Kanoman
      Ini merupakan pasar besar di Kota Cirebon sesudah pasar pagi, posisiya di Jl Kanoman depan Kasultanan Kanoman. Banyak makanan khas Cirebon tersedia disini, namun satu yang bikin kami penasaran adalah mangga gedhong gincunya, karena kata teman saya di pasar kanoman ini harganya relatif lebih murah. Selisihnya bisa separoh harga jika dibandingkan dengan harga di pusat oleh2 Cirebon, tentunya jika kita bisa menawarnya. Mangga ini memang luar biasa manisnya,,,,pastikan jangan hanya bawa sekilo pulangnya ya,,,,,
       
      8. Empal Gentong 
      Sebelum meninggalkan Cirebon, jangan lupa tambah energi dulu supaya perjalanan jadi tambah semangat, kami sempatkan untuk makan sore terlebih dahulu. Ya kami memang seperti maraton di Cirebon ini, one day trip yang luar biasa padatnya, wisata budaya plus wisata kuliner sekaligus.  Kami pilih empal gentong Krucuk yang di Jl Slamet Riyadi no 1 Cirebon. Biasanya kita ditanya mau pakai bumbu apa, ada yang biasa dan ada yang asam, kata orang lebih enak yang asam.

      Tapi semua tergantung selera kita masing2, apapun bumbunya bagi saya enak dua2nya, apalagi jika dimakan panas2, plus cabai kering yang super pedas akan makin menambah nafsu makan kita. Mau makin lengkap bisa ditambah kerupuk kulit khas Cirebon / kerupuk rambak. 
      Jika kita merasa orang top, bolehlah pasang foto disini atau coret2an tangan plus tanda tangan,,,
      9. Toko DAUD, Sentra Oleh2 Khas Cirebon
      Nah kalau tidak mau pusing milih2 oleh2 khas Cirebon ya kesini saja, alamatnya di Jl Sukalila Utara No 4D Kejaksan Cirebon. Segala macam makanan ada, saya hanya beli tape ketan yang dikemas dalam ember dengan sirup Campolai, keduanya merupakan makanan dan minuman kesukaan suami saya. Sirup Campolai dengan berbagai rasa, khusus rasa pisang bisa dibuat untuk campuran bikin palubutung (makanan khas Sulsel).
      Tapi jangan khawatir, Cirebon  dikenal sebagai Kota Udang, segala makanan dari hewan laut ada disini. Dan kenapa teman saya bawa kesini, karena ternyata tokonya luas dan bersih, lay outnya manis dalam arti tidak membosankan. Kita bisa ber-lama2 disini dengan suatu konsekuensi kocek akan banyak melayang tentunya.

      Ketika dirasa sudah cukup berat bawaan kami, menyerahlah kami semua, dengan buru2 kami meninggalkan Cirebon untuk menuju Jakarta kembali. Terima kasih kawan yang di Cirebon, terima kasih pak Sultan,,,,,sehari bersama kalian sungguh membahagiakan,,,,sampai ketemu di lain waktu.
       
      Salam Jalan2 Indonesia,,,,!!!
    • By Mery
      bermodal info dr group dan forum.. kami tertarik jalan singkat ke Cirebon..
      another sweet escape with husband...
       
      Tol PP Jkt - Crb via Cipali 237rb 
       
      Masuk Gua Sunyaragi 10rb/org + Parkir 5rb
      Keraton Kasepuhan 20rb/org + Parkir 10rb
      Keraton Kanoman - Free
      Grage Sangkan Spa Hotwater - 20rb/org untuk berendam air panas
      Batik Trusmi - Parkir 5rb
       
      Kuliner : Nasi Jamblang Mang Dul, Empal Gentong Krucuk, Kerupuk Mares ( Kerupuk Melarat ), Mie Yamien Murni, Docang, Mie Koclok, Tahu Gejrot
       
      Oleh2 : Manisan Shinta, Telor Asin, Batik Mega Mendung, Ketan Uli Serundeng Ny. Lan, kerupuk Mares, Mangga Gedong Gincu
       
      Bermodal aplikasi waze kita keliling ngebolang di Cirebon bawa mbl sendiri....
      Gua Sunyaragi : Jl Brigjen Darsono, Kel Sunyaragi
      Keraton Kasepuhan : Jl. Jagasatru ( dekat Jl. Lemah Wungkuk ) 
      Keraton Kanoman : Jl Winaon, Kampung Kanoman, Kel. Lemah Wungkuk
      Empal Gentong Mang Darma ( Krucuk ) : Jl Slamet Riyadi No. 1, Krucuk
      Nasi Lengko H.Barno : Sebelah Nasi Jamblang Mang Dul 
      Nasi Jamblang Mang Dul : Jl. Dr. Cipto Mangunkusomo No.4
      Toko Daud ( Toko Oleh2 Cirebon ) : Jl Sukalila Utara No. 4D, Kejaksan
      Kuliner Docang : Jl. Siliwangi – Dekat Stasiun Kejaksan ( Buka jam 12 Malam ) 
      Mi Koclok Jatimerta Si Kembar : Jl. Kartini 
      Toko Manisan Shinta (telp. 0231-206980) Jl. Lemahwungkuk, 200 meter dari Pasar Kanoman – Depan Toko Shinta ada Tahu Gejrot, Mie Yamien Murni dan Oleh2 Telor Asin 
      Batik Trusmi : Kulon Trusmi – Jl. Raya Plered ( kluar dr Tol Cipali - Palimanan - Jl. Raya Plered. Di kiri jalan ada gapura besar tulisan batik trusmi ) 
      Grage Sangkan Spa : Jl. Raya Sangkanhurip No.1 Kuningan ( Sekitar 45 menit dr pusat cirebon ) ini ud mau ke arah Kuningan... mungkin next trip kami lanjut ke Kuningan hehehe...
       
       
      Gua Sunyaragi 
       

       

       

       

       
      Gerbang Gapura yang ada di salah satu sudut Gua Sunyaragi... ckup sempit tp untung suami sy msh muat lewat situ 

       
      Keraton Kasepuhan 
       

       
      Gapura keraton kasepuhan 
       

       
      Kereta Singa Barong yang cukup terkenal di kesultanan Cirebon 
       

       
      sedangkan ini pedati kereta kesultanan.. cukup besar.. ntah kira2 butuh brp byk kuda untuk narik pedatinya
       

       
      Sumur Agung. salah satu sumur yang terdapat di dalam kompleks Keraton. dimana sumur ini dipakai sbg tempat dikumpulkannya sumber mata air dr 7 sumur yang ada di komplek keraton.. biasanya dilakukan saat bulan maulud / 1 suro... byk yg dtg untuk sekedar cuci muka, mandi, dan minum. airnya bs dibawa pulang untuk diminum tp tdk boleh dimasak kata sang pawang krn nanti khasiatnya berubah... sy sendiri coba buat basuh muka.. konon katanya bs bikin wajah awet muda.. selain krn cuaca sgt panassss lumayan ademmm stlh cuci muka dg air sumur ini... 
       

       
      ini Gapura Keraton yg sudah dipugar.. nampak tegak lurus

       
      sedangkan ini penampakan gapura keraton yang blm dipugar..masih asli dr jaman kesultanan dahulu kala.. nampak agak miring 
       

       
      Keraton kanoman... lbh kecil dr kompleks keraton kasepuhan.. agak sdikit berantakan 


      mungkin next trip bisa balik Cirebon lagi untuk keliling lbh lanjut krn msh byk tempat yg blm smpet dikunjungi.. krn keterbatasan wkt libur  dan kami blm smpet makan docang krn bukanya jam 12 malem.. 
       
      sekian ngebolang kali ini.. 
       
    • By HarrisWang
      Saking suntuknya dengan urusan pekerjaan di kantor, pada hari Kamis tgl 3 desember 2015 yang lalu, saya tiba tiba nyeletuk ke teman teman team saya “ besok ke Cirebon yuk”.
       
      Dan tanpa saya duga sebelumnya, 5 orang langsung mengiyakan. Ternyata memang kami sedang butuh piknik karena sudah keseringan pulang malam dan mabok dengan invoice dan Debit Note lol. Dan mohon dipahami nantinya bahwa rangkaian perjalanan ini sama sekali tidak direncanakan, tidak punya itinerary dan tidak memperkirakan estimasi budget yang akan dikelurkan.
       
       
       
       
      Jadilah perburuan tiket dimulai, jengg jenggg…. Ternyata tiket ke Cirebon yang kelas executive sudah pada habis untuk keberangkatan hari Jumat tgl 4 desember 2015. Sempat kepikiran untuk batal sajalah, tapi berhubung muka 5 orang lainnya sudah seperti kehausan akan liburan, jadilah kami mulai melirik tiket kereta ekonomi.
       
       
       
      Yep, kami sepakat untuk berangkat naik ekonomi saja dengan hanya bermodal tiket 140k untuk pulang pergi dengan keberangkatan dari stasiun Pasar Senen – Stasiun Sirebon Prujakan. Kereta keberangkatan kami adalah Kertajaya Tambahan, entah kenapa ada nama “tambahan” di belakangnya, mungkin dia bukan kereta regular yang setiap hari dijadwalkan, tapi kereta khusus yang dijalankan karena tingginya permintaan tiket pada waktu waktu tertentu? Saya kurang paham juga. Yang pasti kondisi stasiun Kereta Api Pasar Senen sangat crowded banget di hari keberangkatan kami. Kereta dijadwalkan berangkat jam 11PM dan kami sudah berkumpul sejak pukul 9.30PM, dan untuk cari duduk saja sangat sulit, karena banyak calon penumpang yang sampai duduk di lapangan terbuka karena tidak kebagian duduk di bagian gedung stasiun.
       
       
       
      Jam 11.15 PM tepat, kereta mulai beranjak dari Stasiun Pasar Senen, untuk keretanya sendiri tidak usah saya jelaskan, karena memang standard kereta ekonomi sudah lebih baik dibanding sebelum sebelumnya, pembagian dan penomoran kursi sudah jelas dan tidak ada lagi pedagang pedagang asongan yang berkeliaran, pun para penumpang terlihat lebih rapi dan tidak terlihat ada membawa bagasi yang berlebihan. Memang butuh perjuangan untuk dapat tidur atau untuk bersantai di dalam kabin kelas ekonomi, itulah sebabnya kami sama sekali tidak ada tidur, dan kebanyakan mengobrol dan atau menonton atau makan. Dan kebetulan penumpang yang ada di depan saya pindah entah kemana, dan tidak kembali lagi sehingga saya bisa angkat kaki dengan mempertimbangkan kondisi sekitar.
       
       
       
      Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 3 jam, ditambah kami sebelumnya masih menyelesaikan pekerjaan di kantor, tapi tidak menyurutkan semangat untuk piknik ceria hari itu. Semua terlihat berbinar binar dan penuh harap akan suatu liburan yang menyenangkan #lebay
       
       
       
      Okay, Jam 2.20 AM subuh di Cirebon kami tiba dengan tak kurang suatu apapun, dan setelah keluar dari rangkaian gerbong, kami sempat kebingungan apakah harus cari hotel atau mau tidur di stasiun. Hompimpa alaihum gambreng, kita sepakat untuk menunggu di stasiun saja sampai fajar menyingsing. Karena kami sudah sempat memesan mobil untuk digunakan disana (dicari sebelum perjalanan ke stasiun malam sebelumnya dengan mendadak dan tanpa nego harga dsb). Rencananya sang sopir akan menjemput kami di stasiun jam 6 pagi.
       
       
       
      Kondisi stasiun setelah ketibaan kami sangat sepi, tidak ada kereta yang lalu lalang dan tidak ada aktifitas yang berarti yang dilakukan oleh para pekerja di stasiun. Kami rebahan di ruang tunggu stasiun dengan 5 orang penumpang lainnya yang entah dari mana dan mau kemana. Suasana ruang tunggu sangat pengap, sumpek dan banyak nyamuk. Niat hati mau istirahat malah jadi santapan om nyamuk.
       
      Saking sudah tidak tahan, kami putuskan untuk keluar stasiun dan ternyata di lokasi lobby keberangkatan suasananya lebih nyaman, lebih bersih, lebih terbuka dan banyak orang juga termasuk para penjaja makanan kue subuh. Bisa bebas rebahan dengan nyaman dan tidak terganggu dengan si om nyamuk. BTW dari Jakarta sebelumnya kami sempat mempersiapakn berbagai macam makanan ringan tapi tak lebih dari separoh yang kemakan, sisanya kebawa pulang lagi sampai ke Jakarta lol.
       
       
       
      Jadi kalau teman teman lain kali seperti kami, lebih baik keluar dari pintu kedatangan dan beristirahat di sekitaran pintu keberangkatan, ada juga vending machine buat beli minum jika dibutuhkan. Pasti aman karena ada beberapa petugas juga yang berjaga walaupun kadang mereka terlihat terkantuk kantuk diatas meja kerjanya.
       
       
       
      Jam setangah 6 saya sempatkan makan indomie rebus pakai telor di warung depan stasiun, lumayan lah, udah lama juga ngga makan indomie rebus pakai telor, harganya 9k.
       
       
       
      Tepat jam 6AM, sopir kami sudah menunggu di depan stasiun dan petualangan tanpa persiapan pun kami mulai
       
       
       
      Tujuan utama kami yang pertama adalah nasi Jamblang bu Nur, namun mengingat waktu masih terlalu pagi, kami memutuskan untuk pergi main ke pantai sebentar (sesuai nasehat dari pak Sopir). Jadilah kami tiba di pantai yang saya lupa namanya apa. Pantainya kurang terawat dan sepanjang pinggir pantai hanya ada warung warung tempat menjual jajanan dan makanan makanan, dan juga semacam teras kayu untuk para alayers foto foto. Dan kami sempatkan juga untuk ambil beberapa foto tersebut.
       
       
       
      Dengan bantuan pak Sopir yang baik hati, kami mendapatkan harga special untuk menyewa perahu sekedar berkeliling di seputaran laut, dan biayanya cukup murah, hanya 50k untuk kami ber 6 (dari harga awal 20k per orang). Lumayan lah keliling keliling laut, dan melihat pemandangan dan disapu oleh semilir angin laut yang masih segar di pagi hari. Puas berkeliling keliling, kami mendarat kembali dan tidak lupa membayar si bapak sopir kapalnya. BTW di sepanjang pinggiran pantainya, ada banyak kapal kapal kayu raksasa yang berlabuh, dan kapal kapal militer semacam kapal patroli air yang boleh juga dijadikan sebagi objek foto foto.
       
       

       
       
       
       
      Kemudian kami melanjutkan perjalanan  untuk sarapan di Nasi Jamblang bu Nur yang berada di Jalan Cangkring, lokasi tepatnya saya kurang paham, karna tau tau nyampai aja diantarkan oleh si pak sopir. Resto nya sudah cukup ramai walaupun baru pagi dan modelnya adalah prasamanan. Setelah memilih makanan, jangan lupa untuk membayar ya. Pilihan saya adalah Nasi nya 2, telur bulat 1, pepes ayam, sambal dan air mineral dengan total biaya 20k. Teman teman saya sangat menikmati makanan terutama cumi nya, dan rata rata harganya juga sekitar segitu.
       
       

       
       
       
       
      Selesai sarapan, kami sebenarnya ingin menikmati sop duren yang harusnya berada di depan warung nasi jamblang bu Nur tersebut, tapi entah kenapa hari itu tidak terlihat tukang sop durennya. Either karena belum waktunya buka atau memang sudah tidak ada. Karena pernah dengar dari teman, harusnya persis di depannya ada tukang sop duren tersebut.
       
       
       
      Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju keraton Kesepuhan, tapi sayang, ternyata karena sedang ada perayaan 1 suro atau semacam itu (mohon maaf saya kurang paham beginian), jadi kami tidak di izinkan masuk dan mau tidak mau kami harus meneruskan perjalanan ke tempat lainnya.
       
       
       
      Jadi lah kami meneruskan perjalanan ke Taman Air Gua & Panggung Sunyaragi Keraton Kesepuhan. Dengan tiket masuk 10k per orang, dan tips buat pemandu 20k, kami dibawa berkeliling dengan mendapatkan detail sejarah dari Gua tersebut dan bebas foto foto sepuasnya. Namun saya kurang menyimak sih sebenarnya, yang saya dapatkan hanya ada gua yang pada zaman dahulu, kalau kita masuk ke dalam gua tersebut, bisa “bepergian” ke China dan ke Mekkah. Agak seram juga sih, takutnya tiba tiba ada di Beijing dalam sekejap kan bingung buat pulangnya ntar. Kita dibawa masuk menyusuri gua gua, yang lebih tepatnya sih kayak bekas benteng yang saling terhubung dengan satu sisi dengan sisi lainnya dihubungkan oleh semacam gua tadi. Ada juga pohon klengkeng yang sudah berumur ribuan tahun, ada batu nya yang berbentuk gajah dan burung garuda. Macam macam yang bisa kita temukan khususnya apabila menyimak apa yang disampaikan oleh si bapak pemandu tadi. Karena sudah cukup siang dan panas, kami memutuskan untuk meninggalkan lokasi tersebut.
       
       
       

       
       
      Kami melanjutkan perjalanan ke pusat batik Trusmi Cirebon, untuk sekedar berbelanja oleh oleh dan atau mencari batik tentunya. Batik Trusmi terletak di Jalan Trusmi Kulon, Cirebon. Lokasinya lumayan bagus dan ada banyak pilihan batik dan oleh oleh. Bahkan di dalam gedung yang sama ada wahana permainan buat anak anak juga yang mungkin disediakan buat anak anak yang orang tuanya sibuk berbelanja sampai lupa anak *ehh.
       
      Tapi sayang, seharusnya kami bisa melihat para pengrajin batik di depan toko tersebut, tapi pas hari itu sedang tidak ada, lagi lagi apakah karena memang sedang libur atau sudah tidak ada, entahlah. Belanjaan pribadi saya hanya 1 buah batik seharga 135k, Tape Ketan 1 ember 65k, Tape Ketan kotak 20k yang matangnya nanti 3 hari kemudian, dan makanan ringan semacam nasi kering seharga 20k. Beberapa teman juga berbelanja hal yang sama dengan saya sih.
       
       
       
      Karena sudah cukup siang dan cuacanya cukup panas, kami sepakat untuk cari tempat nongkrong untuk rehat sejenak, pengen rebahan karena malam sebelumnya belum pada tidur dengan benar, dan ujung ujungnya masuk ke Starbuck. Yep, sopir kami mengantarkan ke Cirebon Super Block, semacam kawasan bisnis terpadu yang memiliki sebuah mall dan di dalamnya terdapat berbagai macam pusat perbelanjaan. Karena niatan awalnya buat istirahat, ya saya dan 3 orang lainnya hanya duduk saja di starbuck tentunya setelah memesan Caramel Coffe Jelly Grande 53k kesukaan saya. Sementara beberapa cewe yang lainnya, seperti biasanya tetap mengelilingi mall dan pulang pulang membawa berbagai macam barang belanjaan. Haduh, memang cewe dimana saja sama aja, ga bisa liat ada tulisan SALE sedikit.
       
       
       
      Setelah dirasa tenaga sudah cukup pulih, kami segera melanjutkan perjalanan untuk makan siang (yang sudah kesorean) ke Rumah Makan Klapa Manis. Tempat ini saya yang rekomendasikan karena kalau tidak salah pernah baca ada review dari forum ini juga. RM nya terletak di jalan Raya Cirebon Kuningan, posisinya berada di sisi pegunungan sehingga view yang kita dapat dari restorannya adalah landscape dari kota Cirebon secara keseluruhan. Memang seharusnya datang kesini semestinya jam sore atau malam hari, sehingga pemandangan lampu lampu kota Cirebon akan lebih menarik dan lebih romantic. Namun mengingat waktu yang ada, siang pun tidak masalah, karena toh kami kereta jam 5.30 PM sudah harus kembali ke Jakarta.
       
       
       
      Restorannya suasananya sangat enak, view nya bagus, makananannya enak dan guess what? Untuk makan ber 7, kami hanya perlu merogoh kocek 266k dengan menu yang sudah lumayan komplit, ada ikan gurame bakar madu, udang goreng tepung, cumi, plecing kang kung, toge goring, sambal mangga, ikan asin jambal dan berbagai jenis minuman termasuk minuman saya es gunung Ciremei. Khusus untuk restorannya akan saya review di thread berikutnya.
       
       

       
       
       
       
      Selesai makan dan foto foto sampai ke bawah bagian restoran (Fyi, resto nya terdiri dari 4 lantai dengan pilihan indoor dan semi outdoor), kami turun gunung dan langsung menuju Empal Gentong Krucuk untuk membeli empal sebagai oleh oleh buat yang di Jakarta. Jangan lupa untuk bungkus 18k, suruh dipisahkan antara kuahnya dan makanan utamanya. Setelah selesai semua, kami langsung buru buru balik ke Stasiun dan kami sempatkan untuk mandi di stasiun sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tenang, karena ada banyak pilihan kamar mandi yang memang sepertinya di design untuk bisa digunakan mandi oleh para pengunjung stasiun. Tepat jam 5.38PM kami kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta Tawang Jaya.
       
       

       
       
       
       
      Begitulah rangkaian perjalanan 1 hari kami ke Cirebon yang tanpa itinerary dan tanpa ada perencanaan awal sama sekali, semoga bermanfaat