Sign in to follow this  
hal9000

Mengurus Visa Working Holiday Australia

49 posts in this topic

Saya mau share aja gan pengalaman mengurus sendiri visa ini, mudah2-an bisa jadi referensi yg berguna. Visa ini memperbolehkan kita untuk travelling selama 1 tahun & bekerja untuk men-support travelling kita selama di australia. Syarat dasarnya: 

  • Umur 18-30 tahun.
  • Punya ijazah setara D3/S1 atau setidak-tidaknya pernah kuliah selama 2 tahun.
  • Punya skill english level fungsional, dibuktikan dg score TOEFL/IELTS.
  • Punya dana minimal AUD $5000 yang mengendap selama 3 bulan.
  • Punya surat dukungan dari pemerintah RI.

Syarat lengkapnya bisa cek di sini:

http://www.immi.gov.au/visitors/working-holiday/462/indonesia/eligibility.htm

 

Step pertama adalah mengurus surat rekomendari dari pemerintah RI. Syaratnya hampir mirip dengan syarat visanya sendiri. Bisa cek di sini: http://www.imigrasi.go.id/index.php/en/layanan-publik/rekomendasi-work-and-holiday-visa#persyaratan

Surat ini hanya bisa didapat dari imigrasi jakarta, jadi saya yang berdomisili di daerah mau tidak mau harus ke jakarta untuk menyerahkan salinan (fotokopi) berkas dan wawancara. Sebelum ke jakarta, saya lengkapi semua salinan berkas, minta cap/stempel sana-sini (dari kampus, notaris, catatan sipil, dll.) karena syaratnya semua salinan harus disertifikasi. Setelah itu cari2 tiket promo ke jakarta :D

 

Ketika di imigrasi jakarta saya diminta menyerahkan salinan dan menunjukkan berkas aslinya, jadi jangan lupa berkas asli harus dibawa semua :D Wawancaranya sendiri tergantung pewawancaranya, kadang ditanya & diminta jawab dalam english. Yang ditanyakan umumnya apa motivasi ke aussie, apa aja rencana di aussie, bagaimana cara mengenalkan budaya indo di aussie, dll. Kelar wawancara kita diminta tunggu dalam 5 hari surat rekomendasi akan dikirim via email.

 

Step kedua setelah mendapatkan surat rekomendasi, ajukan semua berkas aplikasi ke AVAC jakarta, karena saya tidak di jakarta maka aplikasi dikirim via kurir yang ditentukan mereka. Selanjutnya AVAC akan meneruskan ke embassy aussie &  lalu dalam 1 minggu berikutnya kita akan menerima surat rujukan untuk medical checkup ke rumah sakit yg sudah ditentukan oleh embassy, umumnya cuma rontgen dada saja. Waktu itu saya rontgen di RS elizabeth semarang karena paling dekat dengan kota saya. Seminggu setelahnya, akhirnya visa saya digranted :D

 

Rincian ongkosnya:

  • Test TOEFL ITP       300rb
  • Tiket PP JOG-CGK   700rb
  • Biaya AVAC+kurir     230rb
  • Biaya visa                   3,5jt
  • Biaya checkup          240rb

                            TOTAL : 4,9 jt

 

NB:

  1. Lebih baik urus sendiri, kalo pake agen biaya akan lebih muahal dan tidak menjamin aplikasi anda akan diterima.
  2. Cek dulu kurs IDR-AUD, waktu itu saya bayar pake kartu kredit jatuhnya lebih murah karena kurs AUD sedang turun.
  3. Surat rekomendasi dari imigrasi itu gratis, jadi kalo diminta bayar oleh oknum jangan dikasih, laporkan saja ke kantornya.
  4. Kuota visa ada 1000 per tahunnya (mulai bulan juli 2012).
  5. Biaya visanya naik terus tiap tahun jadi kalo syarat berkas sudah lengkap secepatnya ajukan saja keburu biaya naik atau kurs AUD melesat lagi atau kuota habis.

 

Sekian, semoga berguna :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@hal9000

nice share mas bro

tetep agak susah ya bikin visa aussie

punya dana mengendap selama 3 bulan 5000 AUD itu loh :D

iya bang mod, negara maju banyak maunya padahal mereka masuk ke indo enak tinggal pake VOA aja :D

 

tapi sebenernya bisa diakalin kok itu AUD $5000

pinjem duit aja dari ortu/sodara trus tabungin pelan-pelan ke rekening kita

biar keliatan ada dana keluar-masuk :D 

 

Nice info :salut

semoga bermanfaat gan :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Saya mau share aja gan pengalaman mengurus sendiri visa ini, mudah2-an bisa jadi referensi yg berguna. Visa ini memperbolehkan kita untuk travelling selama 1 tahun & bekerja untuk men-support travelling kita selama di australia. Syarat dasarnya: 

  • Umur 18-30 tahun.
  • Punya ijazah setara D3/S1 atau setidak-tidaknya pernah kuliah selama 2 tahun.
  • Punya skill english level fungsional, dibuktikan dg score TOEFL/IELTS.
  • Punya dana minimal AUD $5000 yang mengendap selama 3 bulan.
  • Punya surat dukungan dari pemerintah RI.

Syarat lengkapnya bisa cek di sini:

http://www.immi.gov.au/visitors/working-holiday/462/indonesia/eligibility.htm

 

Step pertama adalah mengurus surat rekomendari dari pemerintah RI. Syaratnya hampir mirip dengan syarat visanya sendiri. Bisa cek di sini: http://www.imigrasi.go.id/index.php/en/layanan-publik/rekomendasi-work-and-holiday-visa#persyaratan

Surat ini hanya bisa didapat dari imigrasi jakarta, jadi saya yang berdomisili di daerah mau tidak mau harus ke jakarta untuk menyerahkan salinan (fotokopi) berkas dan wawancara. Sebelum ke jakarta, saya lengkapi semua salinan berkas, minta cap/stempel sana-sini (dari kampus, notaris, catatan sipil, dll.) karena syaratnya semua salinan harus disertifikasi. Setelah itu cari2 tiket promo ke jakarta :D

 

Ketika di imigrasi jakarta saya diminta menyerahkan salinan dan menunjukkan berkas aslinya, jadi jangan lupa berkas asli harus dibawa semua :D Wawancaranya sendiri tergantung pewawancaranya, kadang ditanya & diminta jawab dalam english. Yang ditanyakan umumnya apa motivasi ke aussie, apa aja rencana di aussie, bagaimana cara mengenalkan budaya indo di aussie, dll. Kelar wawancara kita diminta tunggu dalam 5 hari surat rekomendasi akan dikirim via email.

 

Step kedua setelah mendapatkan surat rekomendasi, ajukan semua berkas aplikasi ke AVAC jakarta, karena saya tidak di jakarta maka aplikasi dikirim via kurir yang ditentukan mereka. Selanjutnya AVAC akan meneruskan ke embassy aussie &  lalu dalam 1 minggu berikutnya kita akan menerima surat rujukan untuk medical checkup ke rumah sakit yg sudah ditentukan oleh embassy, umumnya cuma rontgen dada saja. Waktu itu saya rontgen di RS elizabeth semarang karena paling dekat dengan kota saya. Seminggu setelahnya, akhirnya visa saya digranted :D

 

Rincian ongkosnya:

  • Test TOEFL ITP       300rb
  • Tiket PP JOG-CGK   700rb
  • Biaya AVAC+kurir     230rb
  • Biaya visa                   3,5jt
  • Biaya checkup          240rb

                            TOTAL : 4,9 jt

 

NB:

  1. Lebih baik urus sendiri, kalo pake agen biaya akan lebih muahal dan tidak menjamin aplikasi anda akan diterima.
  2. Cek dulu kurs IDR-AUD, waktu itu saya bayar pake kartu kredit jatuhnya lebih murah karena kurs AUD sedang turun.
  3. Surat rekomendasi dari imigrasi itu gratis, jadi kalo diminta bayar oleh oknum jangan dikasih, laporkan saja ke kantornya.
  4. Kuota visa ada 1000 per tahunnya (mulai bulan juli 2012).
  5. Biaya visanya naik terus tiap tahun jadi kalo syarat berkas sudah lengkap secepatnya ajukan saja keburu biaya naik atau kurs AUD melesat lagi atau kuota habis.

 

Sekian, semoga berguna :D

Selamat ya.....

Share this post


Link to post
Share on other sites

ane juga di daerah nih gan.. jadi total berapa kali bolak-balik ke jkt yah gan selama proses pembuatan visanya? trz waktu interview di imigrasi makan waktu berapa lama yah? bisa pulang hari apa harus nginep di jkt yah? maksudnya biar lebih ngirit mau lgsg balik ajah gitu, biar gag nginep di jkt..

oia, utk test TOEFL kan biasanya biaya lebih murah daripada test IELTS nih, ane prefer sertifikat TOEFL ajah gpp kan gan?

Share this post


Link to post
Share on other sites

ane juga di daerah nih gan.. jadi total berapa kali bolak-balik ke jkt yah gan selama proses pembuatan visanya? trz waktu interview di imigrasi makan waktu berapa lama yah? bisa pulang hari apa harus nginep di jkt yah? maksudnya biar lebih ngirit mau lgsg balik ajah gitu, biar gag nginep di jkt..

oia, utk test TOEFL kan biasanya biaya lebih murah daripada test IELTS nih, ane prefer sertifikat TOEFL ajah gpp kan gan?

 

ke jkt cuman 1x  gan waktu wawancara aja, selanjutnya apply visa via kurir.

pas itu ane cuman 10menit-an aja wawancaranya, ane juga ga pake nginep berangkat pagi siang langsung pulang. TOELF bisa minim skor 450, tapi TOEFLnya yg ITP ya jangan yg prediction.

Share this post


Link to post
Share on other sites

ke jkt cuman 1x  gan waktu wawancara aja, selanjutnya apply visa via kurir.

pas itu ane cuman 10menit-an aja wawancaranya, ane juga ga pake nginep berangkat pagi siang langsung pulang. TOELF bisa minim skor 450, tapi TOEFLnya yg ITP ya jangan yg prediction.

mungkin info dari @hal9000 ini berguna ya mas @Sod B P N

Share this post


Link to post
Share on other sites

ke jkt cuman 1x  gan waktu wawancara aja, selanjutnya apply visa via kurir.

pas itu ane cuman 10menit-an aja wawancaranya, ane juga ga pake nginep berangkat pagi siang langsung pulang. TOELF bisa minim skor 450, tapi TOEFLnya yg ITP ya jangan yg prediction.

Saya februari kemarin granted utk visa australia... dan kemarin april kita cuss ke perth.... saya ngurus visa sendiri, nga pake agen. Kalau mau tau lengkapnya, berkunjung ke blog saya ya :senyum , artikelnya di

http://namnamstory.blogspot.com/2014/02/uhuuuyone-step-closer-to-ausie-visa.html

 

Well kemarin nga ada proses wawancara resmi. Tiba-tiba aja disuatu pagi jam 07.30 suamiku baru parkir kendaraan dikantornya,langsung ditelepon oleh pihak Australia untuk konfirmasi dokumen... Thats it, hari itu juga jam 10-an visa langsung turun dan jadi deh kita jalan2 ke Perth....

Share this post


Link to post
Share on other sites

everybody. saya mau tanya nih. saya kan lulusan S2 dengan memegang ijazah dari salah satu universitas d UK dan sekarang sedang bekerja di Indonesia. kalau saya mau apply untuk work and holiday bisa gimana yah? lebi susah apa lebi gampang nih?

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

apaaaaa????!!!..km nyuruh aku jd TKI disana mod?? :P

jangan salah. jadi tki di sini makmur loh, gaji minim 17 dollar sejam. ga pake disiksa hehehe :)

everybody. saya mau tanya nih. saya kan lulusan S2 dengan memegang ijazah dari salah satu universitas d UK dan sekarang sedang bekerja di Indonesia. kalau saya mau apply untuk work and holiday bisa gimana yah? lebi susah apa lebi gampang nih?

lebih gampang. krn ga perlu tes toefl/ielts lagi. kan lulusan uk :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Gabriella Vania Wijaya
      2 hari lagi bakalan traveling ke Taiwan hehe
      karena punya stock visa yang lumayan jadi bisa digunakan untuk buat visa taiwan gratis. bikinnya cuma 5 menit aja hahaha
      buat step2nya bahasa inggris bisa cek di http://bit.ly/hasslefree-taiwanvisa
      program ini khusus untuk penduduk Indonesia, Vietnam, Laos, Myanmar, Cambodia dan India aja.
      we are so lucky guys buat included juga, karena lumayan loh harga single entry nya >< lebih mahal dari pada visa Jepang ....
      so gampang sih buatnya, yang penting punya visa/ resident permit yang expirednya tidak lebih dari 10 tahun dari tanggal kedatangan di Taiwan dari negara Eropa, Jepang, Australia, New  Zealand, UK &USA.
      langsung aja ke website https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/
      setelah pilih bahasa, mereka akan menjelaskan alur dari pembuatan visa, lalu ada penjelasan term and condition dan juga persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat visa ini.
      Selanjutnya tinggal isi aja deh data2 yang mereka tanyakan :)
      yang terpenting kalian sudah punya tiket pulang pergi, tempat penginapan dan juga visa yang kalian gunakan untuk mendaftar.
      simple banget, cuma 5 menit and its free!
        Selamat mencobaaaa   
    • By Ahook_
      Tanggal 18 April 2018.
      Drama penggantian paspor baru benar- benar berakhir begitu dikasih senyum manis sama petugas imigrasi Belanda. Hati langsung plong. Kenapa? Permasalahannya dimulai dari paspor yang masa berlakunya baru akan habis 2 tahun lagi, tapi halaman kosongnya sisa 1. Kemudian, tahun ini, berancana ke Cina lagi, daripada visa ditolak, karena tidak ada halaman untuk tempelan kertas visa, akupun memutuskan untuk perpanjang paspor saja. Hitung- hitung, aku sekalian tambah nama keluarga, yang mana, selama ini, paspor yang ada, cuma single name. 
      Okey, buat kamu punya single name dipaspor seperti aku, apalagi yang namanya umum dan banyak orang punya nama yang sama, harusnya punya pengalaman bagaimana harus menghadapi bawelnya petugas imigrasi dari beberapa negara. Jika tidak pernah, syukurlah.. Kalau pernah, berarti kamu akan mengerti. 
      Tidak menakutkan sih. Bukan juga sampai ditahan seperti apa. Mereka cuma memastikan nama kamu doang sesuai dengan data diri kamu. Pasalnya, banyaknya nama yang sama, mungkin buat mereka kesulitan, yang mana ya yang kamu? Atau dengan alasan lainnya, seperti kena random check, ketatnya imigrasi dan sebagainya. 
      Yang pasti, karena memang berencana mau perpanjang paspor. Aku mengambil kesempatan ini untuk menambah nama keluargaku. Aku tidak mengurusnya sendiri. Aku pakai jasa travel agent. Cukup mahal. Sama seperti paspor sebelumnya, paspor baru ini aku applied yang epassport. Dengan kondisi,  belum pernah ada penambahan nama keluarga di halaman endorsment. 
      Jadi, yang pertama dikerjakan adalah, daftarkan dulu nama keluarga dihalaman endorsment. Proses ini, katanya memakan waktu sekitar 3 hari. Setelah BAP kelar atau dihalaman endorsment sudah tertera nama kamu beserta nama keluarga kamu, selanjutnya, baru bisa proses pengajuan pembuatan paspor. Karena aku mau, dipaspor baru, halaman depan sudah langsung tercetak nama keluargaku. Jika tidak demikian, aku harus menunggu sampai kamu mengganti paspor baru lagi, nama keluarga baru bisa muncul dihalaman depan. 
      Maksudnya begini, nama di paspor yang masih berlaku Andy. Ingin menambahkan nama keluarga Lau. Jadi Andy Lau. Harus buat BAP dihalaman endorsment terlebih dahulu. Dihalaman 4 tersebut akan tertulis Andy Lau, sedangkan dihalaman depan, tetap Andy. Saat penggantian paspor, Andy Lau akan secara otomatis dipindahkan ke halaman depan.  Jika tidak urus halaman endorsment, maka, saat pengurusan perpanjangan paspor, Andy Lau cuma muncul di halaman 4 dan baru akan muncul di halaman depan, saat penggantian paspor berikutnya lagi. 
      Proses pengurusan paspor, aku butuh 20 hari. Dari urus BAP halaman 4, tunggu jadwal foto sampai paspor diterima. Itupun drama yang tidak terhindarkan saat proses pengambilan foto. Petugas imigrasinya bilang paspor aku tetap 1 suku kata saja seperti paspor lama. Baru bisa pindahkan nama dengan nama keluarga di paspor berikutnya. Aku ngotot dong, aku kan sudah buat BAP, halaman endorsment sudah jelas, sudah tertera ada nama keluarga. Bolak- balik keluar masuk kantor. Aku tetap ngotot dan sampai akhirnya, aku pulang. Kalau tidak, masa aku nginap? 
      Sampai pada akhirnya, setelah 20 hari paspor ditangan juga.
      Tapi drama selanjutnya dimulai, dengan paspor baru, yang sudah ada nama keluarga, berarti wajib merubah tiket- tiket yang sudah dibeli sebelumnya pakai paspor lama. Airasia, gampang banget, mau langsung ke kantornya, email atau via call center, urusan beres. Aku sih langsung ke kantornya, seketika itu, tiket- tiketku, berubah sesuai dengan identitas di paspor baru tanpa ada pertanyaan, tanpa biaya.

      Luxemburg City, negara mungil yang kece banget.
      Pernah beli tiket via Expedia. Haduh, yang ini, minta ampun, berminggu- minggu. Dari email yang tidak ada responnya sama sekali, telepon ke kantornya, di oper ke maskapai terkait. Dari maskapai minta harus urus ke Expedia, karena penggantian nama, penambahan nama harus ke tempat kamu beli tiketnya.  Email lagi, telepon lagi. Berkali- kali sampai akhirnya, ada email masuk, setelah sekian lama menunggunya. 
      Katanya dalam email itu, aku diminta tunggu, mereka akan konfirmasi dulu ke pihak maskapai, apakah bisa penambahan nama atau tidak? Oh ya, saat aku email ke pihak Expedia, aku lampirkan  paspor lama, paspor baru dan halaman endorsment. Proses menunggu keputusan ini saja butuh 2 minggu. Memang, setelah ada responded dari pihak Expedia, aku akui, pelayanan mereka bagus.
      Setiap 2 hari sekali telepon, kalaupun tidak, mereka email, hanya untuk memberitahu kalau masih menunggu kabar dari pihak maskapai. Dan entah sudah berapa banyak biaya pulsa yang aku habiskan, hahahaha.. jelas, aku tidak tunggu diam saja, aku telepon balik ke kantornya yang ternyata berpusat di Amerika sana, terus di email, minta telepon ke pihak kantor cabang di Malaysia. Mungkin, kasus ini ditangani langsung dari kantor pusat, pihak Malaysia cuma hah, heh, tambah kesel. Terus telepon balik lagi ke kantor pusat, email lagi. Hati ini sungguh, lelah. 
      Keputusannya, tiketku bisa diganti sesuai dengan permintaan karena penambahan nama keluarga. Ada biaya perubahan nama di tiket, dengan kode booking yang tetap sama. Katanya, ini adalah aturan pihak maskapai. Pihak Expedia tidak menarik satu sen pun. Ya sudahlah... Yang penting, satu urusan kelar.

      Bisa bersantai tenang sarapan di salah satu sudut kota Brussels, Belgium.
      Terkait VISA....
      Erhmmm...buat jantungan. Visa yang ditangan yang masih berlaku adalah Australia dan Schengen. Terus bagaimana? Okey... tarik nafas... hembuskan pelan- pelan... Setiap urusan, dikerjakan, pasti beres. Ikutin saja aturannya. 
      Untuk Visa Australia, seorang teman, sebut saja namanya Cindy, punya pengalaman yang hampir sama. Kalau dia, ganti paspor baru, nama tetap sama, tapi nomor paspor berbeda. Jadi, untuk Visa Australia, wajib lapor ke mereka. Begitu aturan tertulis yang aku baca. Berbekal arahan dari Cindy, terus petunjuk dari website resminya. Aku isi form permohonan perubahan/ penambahan nama keluarga di Visa. Aku sih pakai download, kemudian tulis tangan. Isi saja sesuai dengan petunjuknya. Gampang banget. Lengkapi dengan data- data yang diminta, upload terus email. Aku sendiri, kurang dari 24 jam ( hitungan aku ), sudah dapat email balasan beserta Visa perubahan sesuai dengan data baru yang aku submit. Bisa klik link disini untuk permintaan perubahan nama.
      Untuk Visa Schengen, aku dag- dig-dugnya entah sudah seperti apa. Hahaha.. Tanya pengalaman teman- teman yang sudah bolak- balik Eropa, macam pulang kampung saja, dia bilang tidak akan ada masalah. Tidak perlu apply visa baru. Tidak perlu lapor. Visanya masih berlaku kok, yang penting, masa berlaku visa yang ada masih ada. 
      Okey, begini, Visa Schengen yang masih berlaku dan tertempel di paspor lama adalah single name dengan nomor paspor lama. Sedangkan, paspor baru, sudah ada nama keluarga, yang mana, di Visa Schengen tidak ada nama keluarga. Ini yang buat aku jantungan. 
      Kenapa repot? Ya, tunggu saja, masa berlakunya habis. Buat baru... Pasalnya, lagi ingin keliling Eropa selagi Visa Schengen masih valid. Sayang dong. 
      Sangking repotnya, aku datangi kantor Kedutaan Perancis. Mereka bilang, tidak ada masalah. Kamu boleh saja traveling ke Eropa. Tapi, ini versi Perancis, karena setiap negara punya kebijakan masing- masing. Ada baiknya kamu tanya ke negara yang mau kamu datangi. Begitu kalimat tambahannya. Kan buat bingung kan ya. Dia bilang, asal bawa paspor baru dan paspor lama yang ada Visa Schengen-nya. 
      Kemudian pindah ke Kedutaan Belanda. Aku tidak tahu aturannya, ternyata harus buat janji dulu. Aku pulang tanpa hasil apapun.

      Grand Palace, Brussels, Belgium.
      Daripada repot, aku email Kedutaan Belanda, Italia, Hungaria dan Jerman. Sistem kerja yang sangat cepat. Malah, aku langsung ditelepon dari Jerman. Petugasnya bilang, harusnya tidak akan ada masalah. Asal bawa kedua paspor. Tapi, nah ini-nih.. ada tapinya, terkadang kita tidak tahu, oknum di lapangan. Mungkin saja, kamu bisa tidak diizinkan masuk. Kalau kamu tetap mau, silahkan saja. 
      Sedangkan yang dari Belanda dan Italy membalas emailku dengan kalimat yang buat hati senang. Aku bisa keliling Eropa dengan menggunakan kedua paspor itu. Itulah, kenapa aku terbang ke Eropa, memilih masuk dari Belanda dan keluar dari Italy. Aku sudah ada jaminan dari email itu. Aku print out buktinya dong. Hahahaha...
      Aku juga baca review dan pembahasan dari para traveler yang terangkum di google. Baca dari forum yang ada dengan kasus yang hampir sama. Mereka, rata- rata bilang, tidak ada masalah. Ini adalah hal yang wajar. Karena, bagaimana seorang perempuang kemudian menikah terus pakai nama keluarga suaminya. Dan berbagai contoh kasus lainnya. 
      Walaupun begitu, benar adanya kata pihak Jerman, bisa saja oknum di lapangan, mungkin kurang peka terhadap kasus beginian. Akhirnya jadi bermasalahan.

      Sudut kota Brussels, Belgium.
      Dan akupun, deg- deg- an saat antri imigrasi saat mendarat di Belanda 3 jam lalu. Semakin mendekat ke meja petugas, deg- deg- an makin kencang. Aku bawa print-an , bukti email tadi, tiket pulang, siapkan jawaban yang mungkin ditanya.
      TERUS......
      Ketika tiba giliranku... 
      Aku cuma ditanya, mau ngapain disini? Berapa hari? Sendiri? Total berapa lama di Eropa? Sudah.. itu saja. Dengan senyum manis, dia stempel pasporku, ceklek... yihaa... Kekhawatiranku yang berlebihan itu langsung sirna.... Plong... 
      Sekarang, duduk manis di Starbucks bandara Schipol, sambil menahan kantuk, aku buat artikel ini. Setelah terbang dari Kuala Lumpur dan ngemper semalaman di Dubai. Akupun, benar- benar plong...
      Karena itu, soal dokumen, surat- surat, akte- akte, persiapkanlah dengan baik, untuk segala kemungkinan. Sehingga tidak perlu repot- repot konfirmasi sana- sini. Buat pusing, khawatir, deg- deg-an. Dari awal, sebisa mungkin, tidak ada perubahan apapun. Kita, yang sudah terlanjur dari orangtua kita, ya sudah. Tapi untuk anak- anakmu, persiapkan dengan baik. Karena kita tidak pernah apa yang akan terjadi

      Frankfurt, Germany.
      Ya intinya, khawatir berlebihan saja sih...  Lagian, ada kan sudah data biometrik untuk Visa Schengen.   Karena beginilah hidup, kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kan tidak lucu, sudah mendarat di Belanda, terus tidak masuk karena masalah nama paspor berbeda dengan Visa yang ada, terus dipulangkan. Lebih baik pastikan dulu, kalau memang tidak bisa, ya lebih baik tidak berangkat. Capek, naik pesawatnya...
       
      Artikel ini di publish di Frankfurt, Germany. 
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
    • By Gulali56
      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By Angela Regina Shinta
      Hallo, saya newbie di sini. 
      Transit di Hong Kong dan keluar bandara apakah perlu visa sekarang? Terima kasih
    • By Devi Santi Maharani
      Halo. Perkenalkan saya Devi
      Mau tanya info karna saya belum sempat utk tanya2 travel dan belum pernah ke luar negeri sama sekali
      Saya ingin beli tiket pesawat utk ortu saya dari Ecuador ke Indonesia. Tepatnya dari bandara Mariscal Sucre di Quito ke bandara Juanda di Surabaya.
      Ortu saya ini udah lama banget belum pulang ke indo jadi maunya saya pesankan dari Indonesia, ortu saya tinggal print tiketnya.
      Pertanyaan saya ada beberapa:
      Utk pembelian tiket lebih baik lewat suatu aplikasi/website spt Kiwi.com atau wego.co.id, atau saya memakai suatu jasa travel? Mungkin bisa sekalian rekom pakai aplikasi atau jasa travel yg mana? Saya sudah sempat search penerbangannya, dan ortu saya lebih memilih penerbangan yg transit beberapa kali tapi harganya lbh murah. Ini ada transit melalui US atau Eropa. Saran dari beberapa temen sih lewat eropa saja supaya gak ribet visa. Nah saya ini kan dari 0 gak ngerti apa2. mungkin ada yg bisa jelaskan kalo transit di Eropa spt lewat London dan Madrid, apa perlu visa transit, dan bagaimana ya proses visanya itu? Mohon bantuannya yg sudah pernah ke luar negeri, karna saya sendiri bingung gimana. hehe. takutnya saya sudah bayar sekian belas juta tapi ada kendala2 faktor x yg saya kurang paham
      Terima Kasih
    • By mone
      Annyeonghaseyo...
       
      Long time no see / Urinmaniya / Lama tidak berjumpa. Maklumlah sibuk gak jelas. 
      Kali ini iseng2 mau kasih tau beberapa cara dan syarat mendapatkan visa korea selatan atau lebih tepatnya visa multiple korea selatan.
      #efek baru approved multiple visa korea selatan
      #gak sombong cuma pamer
      #padahal pernah ditolak

       
      Jadi begini, minggu lalu baru aja approved visa korea yang multiple. Sebener'y sich agak iseng gtu apply visa ini. Belum tau kapan mau kesana, planning sich tiap bulan bahkan tiap minggu. Tapi apa daya dana tidak mencukupi jadi harus banyak2 menabung dulu biar bisa nongkrong d Starbucks Korea sambil makan sate ayam.
      Syarat visa Multiple Korea Selatan yang saya kumpulkan dan berikan ke pihak kedubes:
      -> Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan ketika berangkat (copy semua halaman paspor yang sudah tertera cap imigrasi dari negara lain).
      -> Formulir visa korea yang sudah diisi lengkap dan pas foto yang ditempel di formulir visa.
      -> SPT Tahunan (surat keterangan tidak memiliki SPT).
      -> Surat Referensi Bank dan Rekening koran 3 bulan terakhir.
      -> Bookingan tiket pesawat dan reservasi hotel (tidak wajib, tapi bisa menggunakan travel agent untuk minta booking).
      -> Itinerary selama di korea.
      -> Fotocopy KTP.
      -> Fotocopy Kartu Keluarga.
      -> Fotocopy Akte Kelahiran.
      -> Fotocopy NPWP.
       
      *Untuk apply multiple visa minimal sudah pernah ke korea sebanyak 4x (empat kali) dalam 2 tahun. Tapi ketika saya ajukan sudah 5 kali namun dalam 3 tahun dan tidak masalah.
      *Sebelum apply multiple, konfirmasikan dulu ke petugas loket karena petugas loket akan mengkonfirmasikan ke konsular untuk persetujuan apakah bisa apply multiple
      *Biaya visa multiple adalah sebesar Rp. 1.224.000 bayar dimuka dan ketika ditolak tidak dikembalikan
      *waktu pengambilan visa adalah 1x24 jam atau keesokan hari'y setelah apply.
      *bagi yang pertama kali akan apply visa korea selatan dianjurkan tidak sendirian atau minimal sudah mempunyai visa negara lain contoh jepang. meskipun tetap saja banyak yang di approved juga bepergian sendirian.
       
      Seperti'y itu saja sich. Seakan begitu mudah namun bagi saya yang pernah ditolak visa korea tetap saja ada keraguan meskipun kemungkinan approved multiple lebih besar. Selamat berlibur ke korea yakh. Kalo udah dapet multiple bisa tiap saat d korea. Sekarang fokus ngumpulin uang dulu yang banyak buat ke rusia. Eh salah korea ding.
      Kalo ada yang mau sharing pengalam buat visa korea juga silahkan.
       

    • By deffa
      Hola Deffa Here!!!
      Karena Januari 2018 nanti saya dan istri memutuskan untuk kembali mengunjungi Jepang, maka dari sekarang sudah membuat Itinerary nya. Karena cukup lama juga 12 hari dan mencakup beberapa daerah seperti: Osaka, Kyoto, Kobe, Takayama, Shirakawago, Tokyo, Yokohama, Chiba, dll.
      Jadi saya mau membagikan ke teman-teman semua Itinerary yang sudah kami bikin, dengan harapan semoga bisa berguna juga sebagai Referensi kalian. 
      Jika ada saran tambahan Destinasi dan Informasi berguna lainnya silahkan di Komentar ya. Thx u

      Jika ada yang mau versi PDF nya boleh silahkan ke Blog saya di 
      12 Days Itinerary in Japan: Kansai to Kanto
      Btw kali ini selain jalan berdua dengan istri saya juga membawa Bodyguard yaitu om @betmen hahahahah
      colek @twindry @Sahat @betmen @Dewi Julianti @Vernal Avianza @Yos