Sign in to follow this  
desmaster

Guerilla Trail, Nepal

8 posts in this topic

Teman-teman jalan2ers sekalian, uda ada yang pernah ke Nepal? Negara yang memiliki lokasi sangat menarik di daerah Himalaya. Kalau pergi ke sana kita bisa liat banyak sekali pemandangan yang cantik. Di sana itu ada berbagai tempat yang menarik, Salah satunya adalah paket wisata dimana kita itu bisa menelusuri jalur yang dilewati pemberontak pada jaman dulu ketika perang saudara. Jadi dengan paket wisata ini kita bisa jalan 13 hari mengikuti jalur pemberontak itu, termasuk nanti dikasitau tuh tempat ngumpetnya pemberontak-pemberontak dulu.

Silakan diliat foto-fotonya:

12043.jpg

guerilla-trek-alonzo-lyons-Yarsagumba-caravan-540x405.jpg

hayo.. yg berjiwa petualang.. ada yg mau nyoba?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Seru banget kelihatannya....pemandangannya juga bagus sangat alami. Kalau menyimak foto-fotonya, seperti penduduk asli yang sedang bermigrasi.....hebat ya nggak memakai pakaian haking aja bisa berjalan leluasa di sana, apalagi kalau melihat baju, sepatu dan yang lebih seru lagi yang ada dipunggung mereka, asli.....mantaaap dengan kondisi naik-turun pegunungan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

jalan nya selama 13 hari? berarti kayak semacam camping gitu dong ya? ada tempat persinggahannya gak tuh? seru ya kayaknya, tapi jalan nya kayaknya terjal hehee

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah.. berarti selama 13 hari itu perjalanannya ditempuh dengan jalan kaki ya?

Jadi ikut ngerasain susahnya menempuh rute yang dilalui pemberontak jaman dulu

Tapi pastinya ada pos-pos perhentian untuk bermalam kan ya? Apa ndiriin tenda?

Petualangan banget agaknya

Share this post


Link to post
Share on other sites

mirip kaya film2 silat yah, kalau desanya dserbu, pasukan lindungin desa, terus yang lain ngungsi.

sepertinya sih jaman duu ga ada pos perhentian. tapi kalau sekarang untuk tour pasti ada donk.

kalau ga susah juga yah

Share this post


Link to post
Share on other sites

Seru banget kelihatannya....pemandangannya juga bagus sangat alami. Kalau menyimak foto-fotonya, seperti penduduk asli yang sedang bermigrasi.....hebat ya nggak memakai pakaian haking aja bisa berjalan leluasa di sana, apalagi kalau melihat baju, sepatu dan yang lebih seru lagi yang ada dipunggung mereka, asli.....mantaaap dengan kondisi naik-turun pegunungan...

iya seru banget kan? ayo-ayo mau cobain? wkwkw..

jalan nya selama 13 hari? berarti kayak semacam camping gitu dong ya? ada tempat persinggahannya gak tuh? seru ya kayaknya, tapi jalan nya kayaknya terjal hehee

yup jd rutenya kan bener-bener rute pemberontak jaman dulu. Mungkin nanti tidurnya di bekas basecamp persembunyian para pemberontak kali ya?

Wah.. berarti selama 13 hari itu perjalanannya ditempuh dengan jalan kaki ya?

Jadi ikut ngerasain susahnya menempuh rute yang dilalui pemberontak jaman dulu

Tapi pastinya ada pos-pos perhentian untuk bermalam kan ya? Apa ndiriin tenda?

Petualangan banget agaknya

iya ini ditempuh dengan jalan kaki. Kayanya emang susah kalau pakai kendaraan. Katanya ada lagi versi yg beberapa bulan juga. Jadi bisa pilih rute pendek 13hari, atau rute panjang yang beberapa bulan.

mirip kaya film2 silat yah, kalau desanya dserbu, pasukan lindungin desa, terus yang lain ngungsi.

sepertinya sih jaman duu ga ada pos perhentian. tapi kalau sekarang untuk tour pasti ada donk.

kalau ga susah juga yah

Harusnya sich ada pos perhentian, kalau engga kasian juga org-org yang ga biasa wisata nanti susah napas wkwk.

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau yang beberapa bulan jatuhnya berapa bulan tuh? wah jalan kaki 13 hari aja belum tentu sanggup malah ada yang berbulan bulan ya haha kalau kita jalan di sana bakal banyak penduduk aslinya kayak di gambar itu ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalau yang beberapa bulan jatuhnya berapa bulan tuh? wah jalan kaki 13 hari aja belum tentu sanggup malah ada yang berbulan bulan ya haha kalau kita jalan di sana bakal banyak penduduk aslinya kayak di gambar itu ya?

wah kalau beberapa bulannya sich saya kurang tau juga. Tapi kalau ga salah inget mungkin 4 bulanan kali ya. Jadi itu mah uda benar-benar bukan buat turis yang mau jalan-jalan, tapi buat yang benar-benar mau ngerasain idup di jaman pemberontakan. Penduduk asli mungkin ada juga, karena kan emang jalur itu dipakai orang juga.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By Nol Sembilan Tiga

       
      Sekilas Tentang Kami :
      Nol Sembilan Tiga adalah Agent Trek and Tour online yang baru di dirikan tahun 2016 oleh orang - orang yang sudah cukup lama berkecimpungan dalam dunia tour guide trekking contohnya Pendakian ke Cartenz Pyramid dan beberapa wisata petualang lokal lainnya.
      Nol Sembilan Tiga telah bekerjasama dengan Travel Agent di Nepal dalam membuka paket - paket wisata hiking, trekking, climb, traveling di seluruh Pegunungan Himalaya.
      Harga yang kami tawarkan pun relatif lebih murah di bandingkan dengan Travel Agent lokal lainnya, anda bisa bandingkan. Kenapa kami bisa lebih murah? gampang saja, karena kami tidak berurusan dengan pajak.
      Nepal adalah Negara yang pendapatannya bergantung banyak dari sektor pariwitasa, sisanya dari hasil pertanian dan peternakan yang tidak lebih dari 10%. Tentunya dengan kondisi seperti ini, pajak perusahaan Travel di sana sangat tinggi.
      kantor kami berada di Jl. Raya Kebayoran Lama No. 14c - Jakarta Selatan, jika kawan - kawan ingin mampir sekedar tanya - tanya seputar paket - paket trip yang kami adakan, kami siap memberikan informasi nya.
      OPEN TRIP
      Jadwal : 2 Mar - 17 Mar 2017
      Jadwal : 15 Apr - 30 Apr 2017
      Cost : USD 1100/person
      Day to Day Itinerary
      Day 1 : Arrival in Kathmandu
      kami akan menjemput Anda di Bandara Internasional Tribhuwan dan menuju ke Hotel dengan private transportasi. Anda bisa beristirahat atau menemui kami di kantor perwakilan kami untuk mengetahui lebih detail dari trip ini.
      Day 2 : Pre-Trip. Travel around Thamel
      sebelum berangkat ke lukla besok hari, anda dapat menikati suasana kota kathmandu, berbelanja ole2 atau dapat mengunjungi kantor Travel Agent kami di sana untuk mendapatkan informasi lebih dari trip ini. - (B)
      Day 3 : Flight from Kathmandu to Lukla, then trek to Phakding (2652m): 3-4 Hours
      Setelah sarapan pagi, kami akan menjemput anda untuk menuju bandara domestik, penerbangan ini akan memakan waktu 40menit. Kita akan di sajikan pemandangan luar biasa dari matahari terbit di pegunungan berselimut salju. Landing di bandara Tenzing-Hillary, kita akan bertemu tim porter untuk melakukan pengecekan akhir. Perjalanan ke Phakding akan memakan waktu 3 – 4 Jam. check;in Phakding dan istirahat. - (B/L/D)
      Day 4 : Trek from Phakding to Namche Bazaar (3440m): 4-5 Hours
      Pagi hari kita akan memulai perjalanan menuju namche. rute melewati hutan pinus yang indah, sungai Dudh Koshi dan pemandangan Gunung Thamserku. Setelah melewati beberapa pemukiman kita akan memasuki pintu masuk Sagarmatha National Park. Beberapa saat kemudiam pendakian mulai curam, dan untuk pertama kalinya anda akan melihat Gunung Everest dan punggung Gunung Lhotse dan Gunung Nuptse - (B/L/D)
      Day 5 : Namche: Acclimatization and Rest Day
      Namche Bazaar, adalah permukiman terbesar di wilayah Khumbu, difasilitasi dengan ATM, kafe internet, restoran, toko roti dan sebagainya. Meskipun hari ini istirahat untuk aklimatisasi, kita akan short trek dan melihat sudut pandang terdekat untuk menikmati (Thame atau Khunde) - (B/L/D)
      Day 6 : Trek from Namche to Phorse Village (3800m): 5-6 Hours
      Setelah sarapan, Trek ke Phorse dimulai. Kita akan mencapai Mugla Pass dan melihat sekilas Gunung Ama Dablam, Gunung Khumbu dan Gunung Thamserku. Kita akan melewati hutan rhododendron, pinus dan pohon oak untuk mencapai Phorse. Bermalam di Phorse - (B/L/D)
      Day 7 : Trek from Phorse Village to Dingboche (4360m): 6-7 Hours
      Perjalanan dari Phorse ke Dingboche di mulai dengan kunjungan ke Buddist Monastry di wilayah tersebut. Perjalanan dilanjutkan melalui hutan alpine ke sebuah desa besar atas di atas Pangboche dan selanjutnya melalui desa Shomare, Orsho dan Tsuro Wog. Di sini anda dapat melihat pemandangan indah pegunungan Taboche, Gunung Thamserku, Gunung Ama Dablam, Gunung Nuptse, Gunung Cholatse dan Gunung Lhotse. Perjalanan di lanjutkan dengan melalui Imja Khola dan akhirnya tiba di Dingboche. Istirahat - (B/L/D)
      Day 8 : Trek from Dingboche to Duglha (4600m): 3-4 Hours
      Untuk menuju Duglha , pendakian akan melalui lembah Khumbu Khola . dalam perjalanan anda akan melihat Phulong Karp yaitu basecamp untuk ekspedisi Everest pertama pada tahun 1953, melewati Danau Chola dan menikmati pemandangan Gunung Pumori. - (B/L/D)
      Day 9 : Trek from Duglha to Lobuche (4940m): 2-4 Hours
      Pendakian hari ini akan melalui lereng dengan batu-batu. Kita dapat meilihat koleksi batu dengan doa bendera yang digunakan sebagai kenangan untuk pendaki gunung Amerika , Scott Fischer Leader dari Mountain Madness Consultant (dalam film Everest 2015) dan Babu Chhiri Sherpa, 10 kali Everest Summitteer yg adalah orang lokal. Pemandangan indah Khumbutse, Gunung Lingtse, Gunung Pumori dan Gunung Mahalangur dapat dilihat, di sini mungkin anda akan mengalami gejala AMS. Perbanyak minum dan istriahat adalah hal yang utama di sini. Sampaikan gejala ini pada guide kami. - (B/L/D)
      Day 10 : Trek from Lobuche to Gorakshep (5150m) to Everest Base Camp (5364m), back to Gorakshep: 7-8 Hours
      Ini adalah hari yang paling penting dari rute perjalanan Everest Base Camp. Dari lobuche kita akan menuju Gorakshep utk check’in penginapan dan lanjut pendakian ke EBC. Sebenarnya Gunung Everest bukan dilihat dari sini namun Gunung Nuptse, Gunung Nuptse dan Gunung Pumori dapat dilihat dengan sangat baik di sini. Setelah melewai khumbu glacier kita akan sampai di Everest Base Camp (5364Mdpl), anda bisa beristirahat sedikit dan foto2. Setelah itu balik ke Gorakshep dan istirahat. - (B/L/D)
      Day 11 : Trek from Gorakshep to Kalapatthar (5545m) to Pheriche (4280m): 7-8 Hours
      Perjalanan dimulai pagi hari, sehingga trekker dapat menyaksikan sekilas Gunung Everest saat sunrise. Di sini anda bisa melihat view Gunung Everest terdekat. Setelah foto2. Kita akan turun ke periche. - (B/L/D)
      Day 12 : Trek from Pheriche to Namche (3440m): 6-7 Hours
      Perjalanan ke namche di butuhkan waktu 6-7jam. anda bisa mengunjugi toko outdoor tertinggi di dunia. - (B/L/D)
      Day 13 : Trek from Namche to Phakding and then to Lukla (2800m): 5-6 Hours
      Perjalanan namche ke phakding - (B/L/D)
      Day 14 : Flight back to Kathmandu
      kembali ke kathmandu dengan pesawat lokal. - (B)
      Day 15 : Extra day
      Untuk menjaga kemungkinan pesawat delay - (B)
      Day 16 : Transfer to airport, departure on your own destination
      anda akan kami antar ke bandara untuk pulang ke indonesia. - (B)
      Include
      Penjemputan Airport / Hotel
      Tiket Pesawat dari Kathmandu – Lukla – Kathmandu
      Akomodasi Hotel 3 malam di kathmandu termasuk sarapan pagi
      Makan selama Pendakian (B/L/D)
      Lodge/Guesthouse selama trekking
      Guide Lokal
      Porter (1 porter untuk 2 trekker)
      Dokumentasi
      TIMS & Permit
      Sleeping bag & Down Jacket (refundable)
      Duffel bag for trekking staf
      P3K
      Gratis T-Shirt NolSembilanTiga Adventure Tour
      Pajak Pemerintah, pajak turis, dan VAT Official expenses
      Exclude

      Tiket Pesawat Indonesia - Nepal
      Asuransi yang meliputi Emergency Rescue and Evacuation
      Nepal entry visa
      Lunch and dinner in kathmandu
      Tips untuk trekking staff dan sopir
      Conditions :

      Paspor Anda harus memiliki masa berlaku sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan saat kedatangan Anda di Kathmandu, Nepal
      Korfirmasi Pendaftaran:
      Nol Sembilan Tiga Trek and Tours
      Egen
      +62 812 96000 783 (SMS/TLP/WA)
      http://www.nolsembilantiga.com
    • By greatoutdoor

       
      ASS WRB
      NAMASTE
      Newbie beerjasama dengan operator lokal Nepal mau coba nawarin paket trekking , pendakian or naik gunung yang lain dari biasanya nih.
      lain gimana?? yakk, paket trekking or naik gunung yg eike tawarkan adalah ke NEPAL
      kenapa NEPAL???
      yakk..pasti masbro & sis uda tau bahwa NEPAL dengan bentang alamnya yang menakjubkan merupakan surganya pendaki gunung.
      disamping itu, NEPAL merupakan tempat bersemayamnya gunung-gunung keramat bagi pendaki gunung dunia seperti EVEREST, ANNAPURNA, CHO OYU, MAKALU, LHOTSE, dll
      MAHAL gak???
      yakk, pasti hal tersebut terlintas di benak bro n sis, berhubung ini diluar negeri, pasti costly.......
      cuman kalo masbro n sis bandingin harga paket yang ane tawarkan sama paket sejenis yang ditawarkan operator lain baik operator nepal maupun yg lokal indonesia, eike berani jaminn bahwa paket yang ane tawarkann JAUHHHHHH LEBIH MURAAHHHH.......
      bahkan kalo masbro n sis breakdown harga paket yg ane tawarkan, harganya hampir ga jauh beda jika masbro n sis pergi sendiri ngeteng alias backpacker-an...(silahkan dibandingkan)
      Paymentnya gimana?
      Hampir semua paket yang ane tawarkan bayarnya 90% UPON ARRIVAL/PAS HARI H NYAMPE NEPAL......jadi duit amann
       
       
      SOOO....TUNGGU APA LAGI?? BUAT MASBRO N SIS YANG PENGEN NYOBAIN TREKKING NAIK GUNUNG KE NEPAL TANPA RIBET N DENGAN HARGA YG MURAH
      BISA LANGSUNG CONTACT ANE FOR FURTHER INFO DI :
      087877782474
      or PM me. n email me (kakekoon@gmail.com)...
      or kunjungi blog ane di :
      https://outdoormaniacs.blogspot.co.id/
      Feel free to ask..
      SALAM LESTARI........
       
       
       
      PROMO & NEWS
       

       
       
      GREATTT NEWSS...!!!!!!!!
      SATU-SATUNYA DI INDONESIA
      BEKERJASAMA DENGAN NEPALTOURISM [dot] COM
      TERSEDIA PAKET MENDAKI GUNUNG EVEREST (Highest Mountain in The World) & AMA DABLAM (one of the most difficult mountain to climb)
      HANYA UNTUK SERIOUS & EXPERIENCED CLIMBER
      WANNA KNOW MORE!???.....JUST CONTACT ME....087877782474
       
       
    • By itajunita
      Backpacker ke Nepal bulan Oktober atau november, bulan tsb adalah waktu terbaik untuk visit nepal. trip sekitar 8hari jika memungkinkan dari nepal ke india juga by pesawat karna saya baca review trip orang2 serem ke india naik jeep/bus gitu apalagi kalau cewe sendirian kan jadi serem juga.
    • By vie asano
      Di setiap negara, pasti ada saja sebuah jalan yang memiliki pemandangan eksotis dan indah, maupun unik, yang akhirnya populer sebagai sebuah destinasi wisata. Begitu juga dengan Jepang. Negara ini juga memiliki beberapa jalan setapak yang fenomenal dan akhirnya populer hingga ke manca negara. Dimanasajakah aneka jalan tersebut? Berikut daftarnya:
       
      1. Menelusuri lorong Sakura di Philosopher's Path di Kyoto
       
       
       
       
       
       
      Philosopher's path, Kyoto. Foto:
      blog.viajeglobal  
       
      Jalan ini merupakan salah satu jalan yang paling fenomenal di Kyoto, bersama dengan Arashiyama Bamboo Forest yang ada di point nomor 2. Philosopher’s Path (atau Tetsugaku-no-michi) ini merupakan sebutan untuk sebuah jalan setapak yang menyusuri kanal Danau Biwa. Nama tempat ini konon diambil dari Kitaro Nishida, seorang profesor di Universitas Kyoto yang konon suka berjalan-jalan melalui jalan setapak ini sambil memikirkan berbagai hal secara mendalam. Tapi, bukan faktor sejarahnya yang membuat jalan ini terkenal. Philosopher’s Path ini ditumbuhi oleh pohon Sakura di sepanjang sisinya, sehingga saat musim semi tiba dan bunga Sakura bermekaran, kalian akan seperti tengah menembus lorong Sakura. Namun diluar musim semi pun tempat ini masih tetap menyajikan pesona lain yang tak kalah indahnya. Dan bagian yang paling asyik, adalah karena Philosopher’s Path ini menghubungkan beberapa obyek wisata ternama di Kyoto, mulai dari Ginkaku-ji Temple (baca disini: Ginkaku-ji Temple part 1, Ginkaku-ji Temple part 2), Eikando Temple (baca disini: Eikan-do Temple part 1, Eikan-do Temple part 2), dan Nanzenji Temple (baca disini: Nanzen-ji Temple part 1, Nanzen-ji Temple part 2).
       
      2. Mendengar gemerisik nyanyian bambu di Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto
       
       
       
       
       
       
      Arashiyama Bamboo Forest. Foto:
      smilepost  
       
      Jalan ini tak hanya populer di Kyoto, namun juga menarik perhatian wisatawan manca negara. Itu karena hutan bambu yang kerap disebut juga dengan sebutan Sagano Bambo Forest dan Arashiyama-Sagano Bamboo Path ini juga kerap dijadikan wallpaper desktop. Jika kalian berwisata ke Kyoto, jalan ini jelas menjadi salah satu jalan yang wajib untuk dikunjungi, baik dengan berjalan kaki maupun sambil naik jinrikisha (alias becak Jepang).
       
      3. Melintasi lorong penuh warna di Wisteria Flower Tunnel, Kitakyushu
       
      Mungkin kalian pernah melihat lorong bunga ini di berbagai website, namun tak sedikit yang hanya memuat fotonya tanpa menuliskan keterangan tentang lokasi dari lorong bunga ini. Tempat ini berlokasi di Kawachi Fuji Garden, di kota Kitakyushu, Fukuoka. Jaraknya kira-kira 6 jam perjalanan dari Tokyo (menurut Google Maps) menggunakan shinkansen. Di taman tersebut terdapat lebih dari 150 tanaman wisteria yang terdiri dari 20 jenis. Lorong ini paling keren dikunjungi pada akhir April hingga pertengahan Mei. Pada saat itu, kalian akan dapat melihat bunga Wisteria yang beraneka warna, mulai dari warna ungu, merah muda, putih, biru, dan banyak lagi.
       
       
       
       
       
       
      Wisteria tunnel yang penuh warna. Foto:
      coca  
       
      4. Menikmati keindahan pesona jalanan di Hitachi Seaside Park di semua musim
       
       
       
       
       
       
      Berjalan di tengah birunya lautan bunga baby-blue di Hitachi Seaside Park. Foto:
      girlschannel  
       
      Saya pernah mendapat order istimewa dari seorang klien yang minta dibuatkan itinerary ke Hitachi Seaside Park. Padahal rangkaian itinerary dari klien berkisar di Osaka, Kyoto, dan Tokyo, yang berarti prefektur Ibaraki (tempat Hitachi Seaside Park berada) tidak termasuk dalam daftar wisata. Namun klien tersebut sengaja bela-belain pergi ke Ibaraki yang berjarak kira-kira 1,5 jam dari Tokyo. Hasilnya? Semua puas dan merekomendasikan tempat ini untuk dikunjungi oleh siapa saja.
       
      Hitachi Seaside Park ini memang keren. Taman publik seluas 190 hektar ini dipenuhi dengan beragam bunga yang mekar sepanjang tahun. Salah satu pemandangan ikonik dari taman ini adalah pemandangan ladang bunga baby-blue (nemophilas), hamparan bunga tulip, dan semak-semak yang berubah warna menjadi merah tua.
       
      5. Indah dan menakjubkan! Lorong torii di Fushimi Inari Taisha, Kyoto
       
       
       
       
       
       
      Dua gadis ber-kimono menyusuri senbon torii di Fushimi Inari Taisha. Foto:
      kay  
       
      Satu lagi jalan ikonik yang berlokasi di Kyoto dan kerap dijadikan wallpaper desktop. Jika kalian pernah melihat film Memoirs of Geisha yang booming beberapa tahun silam, kalian mungkin mengingat adegan saat sang tokoh utama berlari melintasi lorong yang dibentuk oleh torii (=gerbang kuil) berwarna merah. Tempat tersebut betul-betul ada (disebut sebagai senbon torii), dan berlokasi di Fushimi Inari Taisha. Kuil ini dapat dikunjungi secara cuma-cuma lho. Jadi bagi yang ingin mencoba merasakan sensasi berjalan menembus ratusan (bahkan ribuan) torii, berkunjunglah ke kuil Fushimi Inari Taisha saat berada di Kyoto.
       
      6. Hanyut dalam keheningan mistis di Kumano Kodo, Kumano
       
       
       
       
       
       
      Kumano Kodo. Foto:
      cnn  
       
      Jalan setapak yang satu ini sebetulnya merupakan suatu rangkaian jalan di rute ziarah yang terdapat di wilayah Kansai. Jalan di Kumano Kodo ini menghubungkan beberapa wilayah suci di Kii Peninsula, antara lain Kumano Sanzan (yang terdiri dari Hongu Taisha, Hayatama Taisha, dan Nachi Taisha), dengan Gunung Koya (atau Koya-san) dan Gunung Omine. Jadi jangan heran jika rute ini banyak menembus hutan, dan memiliki atmosfir yang sangat tenang dan mistis. Sayangnya beberapa rute kini sudah tersentuh modernisasi. Jadi jika kalian berencana untuk hiking dan menikmati kesunyian di jalur ini, jangan lupa untuk meneliti lebih lanjut rute mana saja yang cukup mudah untuk dilalui dan masih terjaga suasananya.
       
       
       
       
       
       
      Magose pass di Kumano Kodo. Foto:
      pref.mie.lg  
       
      7. Cape Kamui dan jalan yang berujung di lautan
       
       
       
       
       
       
      Cape Kamui. Foto:
      663Highland/commons.wikimedia  
       
      Hokkaido yang berada di sisi utara Jepang boleh saja terkenal sebagai negeri salju (baca disini: ). Namun pulau sekaligus prefektur di Jepang ini juga memiliki beberapa tempat yang menawarkan pemandangan yang eksotis, dengan jalan setapak yang melalui tempat-tempat eksotis tersebut. Salah satunya adalah Cape Kamui yang terletak di Shakotan Peninsula, sebelah barat Hokkaido. Untuk mencapai tempat ini, kalian hanya dapat menggunakan mobil maupun bus. Namun setelah tiba disana, kalian pasti akan melupakan segala lelah di perjalanan karena keindahan pemandangan disekitarnya, yang bisa kalian lihat dalam foto di atas. Jika berminat datang ke tempat ini, salah satu waktu terbaik adalah di musim panas, yaitu saat rumput mulai menghijau dan laut terlihat begitu biru.
       
      Dari sekian banyak jalan di atas, mana yang paling indah menurut kalian? Dan mana yang paling ingin kalian lalui?
    • By Hasdevi
                Ho Chi Minh City adalah sebuah kota di negara Vietnam yang terkenal dengan kebudayaan dan keindahannya. Kota metropolitan ini dulunya bernama Saigon, dan saat ini telah menjadi kota terbesar di Vietnam.
       
                Ho Chi Minh City dan sekitarnya dihuni oleh sekitar 9 juta penduduk menjadikan kota ini sebagai kota terpadat di Vietnam. Meski demikian, tentu saja kota ini juga menarik untuk dijelajahi.
       
                Sebelum menginjakkan kaki di kota Ho Chi Minh, jangan lupa untuk menukarkan rupiahmu menjadi Vietnam Dong. Saat artikel ini dibuat, Rp 1.000,00 sama dengan 1.600 VND. Namun demikian, nilai tukar tersebut masih bersifat fluktuatif, jadi untuk keamanan jangan lupa menukarkan uangmu dengan VND ya.
       
                Jadi, apakah kamu sudah siap menjelajahi Ho Chi Minh City? Nah, kali ini kita akan membahas itinerary perjalanan wisata ke Ho Chi Minh City selama 3 hari 2 malam.
       
      Transportasi Menuju Ho Chi Minh City
       

      Memasuki Ho Chi Minh City via Tan Son Nhat Airport via http://www.vietnamonline.com/js/ckfinder/userfiles/images/Tan%20Son%20Nhat%20International%20Airport.png
       
                Cara terbaik untuk mengunjungi Ho Chi Minh City adalah dengan menggunakan pesawat terbang. Saat ini, telah terdapat sejumlah maskapai penerbangan yang akan mengantarkanmu menuju Tan Son Nhat International Airport dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
       
                Lama waktu perjalanan yang akan kamu tempuh untuk mencapai ke bandara ini adalah sekitar 3 jam 5 menit. Nah saat ini, baik international airlines maupun low cost airlines telah siap sedia untuk mengantarkanmu ke sana. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 850.000,00 hingga Rp 1.600.000,00 per sekali jalan.
       
                Tan Son Nhat International Airport adalah bandara terbesar di Vietnam. Bandara ini terletak sekitar 6 km dari pusat kota Vietnam. Setelah mencapai bandara ini, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan menggunakan taksi menuju pusat kota Vietnam.
       
                Lama perjalanan dengan menggunakan taksi adalah sekitar 6 menit. Biaya yang kamu keluarkan pada perjalanan dengan menggunakan taksi ini adalah sekitar 117.000 VND hingga 133.000 VND.
       
      Memilih Penginapan di Ho Chi Minh City
       

      Memilih Penginapan di Daerah District 1 Ho Chi Minh City via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/81/Saigon_skyline.png
       
                Setelah selesai mengurus masalah transportasi, sekarang waktunya kamu untuk mulai mencari penginapan terbaik untuk liburanmu di Ho Chi Minh City. Salah satu trik untuk mencari penginapan adalah mencari daerah yang nyaman dan dekat dengan pusat kota sehingga memudahkan mobilitasmu selama berwisata di sana.
       
                Nah, berdasarkan rekomendasi para wisatawan atau orang lokal yang sering berkunjung ke Ho Chi Minh City, kawasan terbaik untuk calon penginapanmu di Ho Chi Minh City adalah District 1. Tempat ini dekat kemana-mana, serta mudah dijangkau jika kamu ingin mengunjungi berbagai tempat wisata di Ho Chi Minh City.
       
                Ketika memilih penginapan di District 1, kamu dapat memilih untuk menginap di hostel, guest house atau hotel. Tentunya, semua pilihan ada padamu tergantung waktu traveling, partner serta budget-mu.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hostel, kamu bisa mendapatkan single bed in 10 dormitory room dengan harga sekitar 108.000 VND per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah free wifi, AC, shared toilet dan shared bathroom.
       
                Jika kamu ingin menginap di guest house, kamu bisa mendapatkan kamar berjenis single room dengan harga sekitar 278.000 VND. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah AC, toilet, shower, TV, wake up service serta free wifi.
       
                Jika kamu ingin menginap di hotel, kamu bisa mendapatkan kamar berjenis standard double room dengan harga sekitar 320.000 VND. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah AC, TV kabel, shower, toilet, toiletteries, minibar serta free wifi.
       
                Jangan lupa pastikan untuk selalu mencatat nama dan alamat penginapanmu. Selain itu, pastikan juga kamu mengetahui dengan detail fasilitas yang tersedia di penginapanmu untuk mendapatkan liburan yang lebih menyenangkan.
       
      Hari Pertama
      Mari Menjelajahi Ho Chi Minh City dengan Melakukan Kegiatan City Tour. Waktunya untuk Mengeksplor Vietnam Lebih Dekat.
       
       
      Awali Perjalananmu di Ho Chi Minh City dengan Mengunjungi Ho Chi Minh City Museum (War Remnants Museum) via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f3/Ho_Chi_Minh_City_Museum.jpg/1280px-Ho_Chi_Minh_City_Museum.jpg
       
                Awali perjalanan wisatamu di Ho Chi Minh City dengan mengunjungi War Remnants Museum. Untuk mencapai tempat ini dari District 1, kamu cukup berjalan kaki sekitar 15 menit.
       
                Peperangan di Vietnam adalah satu hal yang tidak dapat dilupakan. Untuk itu, museum ini dibangun untuk mengingatkan kita betapa buruknya efek yang terjadi dari peperangan. Peperangan di Vietnam telah memakan banyak korban—dan sebaiknya tidak terjadi lagi.
       
                Museum ini memiliki banyak cara untuk menginformasikan peperangan secara lebih atraktif pada pengunjungnya. Kamu dapat melihat ada artefak, fotografi serta display yang menjelaskan tentang peperangan hebat yang terjadi di Vietnam.
       
                Museum ini buka setiap hari dari pukul 8 am hingga 5 pm. Biaya masuk yang dikenakan untuk memasuki museum ini adalah sekitar 15.000 VND. Museum ini terletak di dekat Gia Long Palace.
       

      Mengunjungi Reunification Palace via http://www.vietnamspirittravel.vn/guide/reunification_palace.JPG
       
                Setelah puas menjelajahi The War Remnants Museum, kamu dapat mengunjungi Reunification Palace. Untuk mencapai Reunification Palace dari War Remnants Museum, kamu cukup berjalan kaki selama sekitar 9 menit.
       
                Reunification Palace dibangun untuk memperingati kemerdekaan Vietnam setelah Prancis pergi meninggalkan Vietnam. Bangunan ini pertama-tama diberi nama Independence Palace, namun setelah direnovasi pada tahun 1970, bangunan ini berganti nama menjadi Reunification Palace.
       
                Reunification Palace buka setiap hari dari pukul 7.30 am hingga 11.30 am selanjutnya dibuka dari pukul 1 pm hingga 5 pm.  Biaya yang kamu keluarkan untuk memasuki Reunification Palace adalah sekitar 20.000 VND.
       
                Di tempat ini, kamu dapat melihat berbagai pameran tentang kesejarahan Vietnam, termasuk ketika perang terjadi. Nah, kamu tidak perlu khawatir karena terdapat guide yang pandai berbahasa Inggris yang akan dengan senang hati mengantarkanmu menjelajahi Reunification Palace.
       

      Mengunjungi Thien Hau Pagoda via http://static.panoramio.com/photos/large/11999710.jpg
                Setelah puas mengunjungi Reunification Palace, kamu dapat mengunjungi Thien Hau Pagoda. Untuk mencapai tempati ini dari Reunification Palace, kamu dapat menggunakan taksi selama sekitar 5 menit dengan biaya sekitar 100.000 VND.
       
                Tidak ada biaya masuk yang dikenakan jika kamu ingin mengunjungi Thien Hau Pagoda alias gratis. Pagoda ini merupakan pagoda yang didedikasikan untuk dewi laut, dewi Thien Hau. Tempat ini merupakan salah satu spot terbaik untuk mengambil foto.
       
                Tempat ini seringkali dikunjungi oleh wisatawan. Jadi, jangan lupa persiapkan kameramu dan meluangkan waktumu untuk mengunjungi Thien Hau Pagoda pada kesempatan liburanmu di Ho Chi Minh selanjutnya.
       

      Mengunjungi Minh Phung Night Market via http://www.welcomevietnamtours.com/upload/image/20120624/20120624215220_40561.jpg
       
                Beberapa wisatawan tentu akan memilih untuk mengunjungi Ben Thanh Market, namun untuk pengalaman yang berbeda kamu dapat mengunjungi Minh Phung Night Market. Minh Phung Night Market adalah salah satu tempat terbaik untuk menawar barang, serta kamu dapat merasakan rasanya menjadi warga lokal Ho Chi Minh di sini.
       
                Untuk mencapai Minh Phung Night Market dari Thien Hau Pagoda, kamu dapat menggunakan taksi selama 4 menit. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 72.000 VND hingga 83.000 VND.
       
                Minh Phung Night Market yang berlokasi di daerah District 6 ini buka setiap hari dari pukul 2 pm hingga tengah malam. Kamu dapat menemukan berbagai barang seperti aksesoris, tas, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga dengan harga yang terjangkau.
       
                Selain itu, tempat ini juga adalah tempat yang baik untuk berwisata kuliner dan menikmati makanan tradisional khas Ho Chi Minh City. Nah, selain mendapatkan harga yang terjangkau, kamu juga dapat menawar barang di pasar ini. Menyenangkan, bukan?
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalananmu untuk Mengelilingi Ho Chi Minh City. Kamu Dapat Mempelajari Sejarah Ho Chi Minh City di Hari Keduamu Ini.
       

      Mengunjungi Cu Chi Tunnels
       
                Untuk perjalanan di hari kedua yang lebih menyenangkan, kamu dapat mencoba untuk mengunjungi Cu Chi Tunnels. Jika kamu menaiki taksi, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar 665.000 VND hingga 780.000 VND.
       
                Akan lebih terjangkau jika kamu menyewa mobil dan menyetir sendiri. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu menyetir sendiri adalah sekitar 82.000 VND hingga 117.000 VND.
       
                Kamu juga dapat menaiki bus 13 yang berangkat dari BEN CV 23/9 Station, kamu bisa mendapatkannya di Cach Mang thang Tam. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 7.000 VND dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam.
       
                Cu Chi Tunnels terletak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Ho Chi Minh. Di tempat ini terdapat simulasi tempat tinggal ketika masa peperangan di Ho Chi Minh dulu.
       
                Rumah tinggal ketika masa peperangan dulu adalah di bawah tanah, dan di tempat ini kamu dapat menemukan simulasi rumah tinggal bawah tanah dulu. Kamu juga dapat merasakan sensasi masuk ke dalam terowongan bawah tanah yang hanya seluas badan orang dewasa.
       
                Cu Chi Tunnels buka setiap hari dari pukul 9 am hingga 5 pm. Biaya yang dikenakan untuk perjalanan ini adalah sekitar 75.000 VND.
       

      Serunya Menjelajahi Mekong Delta via http://sinhcafetravel.com/demo/images/2014/07/mekong-delta-tour_sinhcafe-travel.jpg
       
                Setelah puas menjelajahi Cu Chi Tunnels, kamu wajib mencoba untuk menjelajahi Mekong Delta. Untuk mencapai sungai ini dari Cu Chi Tunnels, pertama-tama kamu dapat menaiki taksi menuju Ho Chi Minh Mien Tay selama 45 menit dengan harga sekitar 680.000 VND.
       
                Selanjutnya, dari Ho Chi Minh Mien Tay, kamu dapat menaiki bus Thanh Boui menuju Can Tho selama sekitar 130.000 VND hingga 170.000 VND selama sekitar 1 jam 30 menit. Bus ini berangkat setiap jam sehingga kamu tidak perlu khawatir akan ketinggalan bus.
       
                Selanjutnya, setibanya di Can Tho, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan menaiki taksi selama sekitar 10 menit untuk menuju ke Mekong Delta. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 140.000 VND hingga 160.000 VND.
       
                Di tempat ini, kamu dapat melihat dimana sungai Mekong menjadi salah satu mata pencaharian utama warga lokal daerah ini. Sungai dimanfaatkan sebagai wisata—dimana kamu dapat mencoba mengelilingi sungai dengan menggunakan perahu yang didayung langsung oleh warga lokal.
       
                Ketika menjelajahi sungai dengan perahu, kamu dapat melihat tanaman-tanaman tropis yang tumbuh di sekitar sungai. Pemandangan ini begitu indah dan menawan. Kamu bahkan dapat menanyakan hal apa pun tentang Mekong Delta dan Ho Chi Minh City pada warga lokal.
       
                Tidak jarang, perempuanlah yang mendayung perahu-perahu ini. Jangan lupa untuk mengabadikan momen ini dengan video kameramu atau kameramu.
       
                Begitu selesai menjelajahi Mekong Delta, jangan lupa luangkan waktumu untuk mencicipi kuliner khas Mekong Delta. Terdapat banyak restoran yang dapat kamu singgahi di sini, nah selain itu jangan lupa membeli coconut candy sebagai oleh-oleh.
       
                Ya, kelapa memang merupakan hasil utama dari Mekong Delta. Kelapa juga dijadikan sebagai bahan baku sabun, permen dan lain-lain. Sehingga, pastikan kamu membeli coconut candy untuk oleh-oleh ya.
       

      Mengunjungi Ben Thanh Market via http://www.12fly.com.my/travel/12fly-travel-15-random-thing-to-do-in-ho-chi-min-city/
       
                Menjelang malam, jangan lupa sisihkan waktumu untuk mengunjungi Ben Thanh Market. Untuk mencapai Ben Thanh Market dari Mekong Delta, kamu dapat menaiki taksi selama 10 menit untuk mencapai Can Tho. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 140.000 VND hingga 160.000 VND.
       
                Selanjutnya, perjalanan dapat kamu lanjutkan dengan menaiki bus dari Can Tho menuju Ho Chi Minh Mien Tay selama sekitar 1 jam 30 menit. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar 130.000 VND hingga 170.000 VND.
       
                Setelah sampai di Ho Chi Minh Mien Tay, kamu dapat melanjutkan perjalananmu menuju ke Ben Thanh Market selama sekitar 13 menit. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar 230.000 VND hingga 270.000 VND.
       
                Ben Thanh Market adalah sebuah pasar yang terletak di pusat Kota Ho Chi Minh City. Ben Thanh Market adalah sebuah pasar yang terkenal dimana kamu dapat membeli souvenir, kerajinan tangan dan lain-lain dengan harga yang terjangkau.
       
                Ketika kamu mengunjungi Ben Thanh Market, jangan lupa untuk membeli kerajinan pop up card. Biasanya pop up card ini ditawarkan oleh para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya. Beberapa bangunan yang dijadikan pop up antara lain Ben Thanh Market, Cathedral bahkan hingga menara Eiffel.
       
                Ketika mengunjungi Ben Thanh Market, pastikan kamu menawar agar tidak rugi. Selain itu, gunakan pakaian yang tidak begitu mencolok agar kamu juga dapat mendapatkan harga yang terbaik.
       
                Ben Thanh Market buka setiap hari dari pukul 7 pm hingga tengah malam. Selain berbelanja, kamu juga dapat mencoba banyak kuliner lokal di sini. Yang paling penting, jangan lupa untuk mencoba kopi asli khas Ho Chi Minh City dan rasakan nikmatnya menjadi warga lokal di sini.
       
      Hari Ketiga
      Sebelum Kembali Pulang Ke Tanah Air, Kamu Dapat Mencoba Mencicipi Kuliner Asli Ho Chi Minh City.
       

      Mencicipi Kuliner Lokal Khas Ho Chi Minh City via http://www.12fly.com.my/travel/12fly-travel-15-random-thing-to-do-in-ho-chi-min-city/
       
                Sebelum kembali pulang ke tanah air, kamu wajib untuk mencoba kuliner asli khas Ho Chi Minh City. Percaya atau tidak, Ho Chi Minh memiliki salah satu kopi terbaik di dunia yang wajib untuk kamu coba.
       
                Vietnamese Coffee adalah kopi asli Vietnam yang tidak mahal dan hampir dapat kamu temui di setiap sudut kota Ho Chi Minh. Jika kamu ingin mencicipi rasa yang original, kamu dapat mencoba ca phe da. Ca phe da adalah kopi hitam dengan es yang beraroma kuat dan manis.
       
                Untuk alternatif lain, kamu dapat mencoba untuk mencicipi makanan pinggir jalan yang sering kali dijajakan para pedagang di sekitar pinggir jalan. Harga yang ditawarkan pun relatif murah, sekitar 63.000 VND.
       
                Beberapa rekomendasi makanan yang dapat kamu coba antara lain Gordon Ramsay's favourite dishes, Vietnamese sticky chicken wings atau pho beef noodle soup. Jadi, pastikan kamu mencobanya ya.
       
                Itulah dia itinerary perjalanan wisata ke Ho Chi Minh City selama 3 hari dua malam yang dapat kamu coba. Jadi, jangan lupa untuk meluangkan waktu liburanmu dan menjelajahi Ho Chi Minh City pada kesempatan liburanmu selanjutnya ya.
    • By Hasdevi
                Kota Palembang adalah kota terbesar kedua di Pulau Sumatera, setelah Medan. Kota ini pernah dijadikan pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya sebelum berpindah ke Jambi. Nah, itulah sebabnya kota ini juga termasuk dalam kota tertua di Indonesia.
       
                Menjelajahi Palembang tentu dapat kamu masukkan ke dalam daftar liburanmu selanjutnya. Kota yang terkenal dengan Sungai Musi-nya ini rupanya memiliki banyak destinasi wisata yang dapat kamu sambangi loh. Kali ini kita akan membahas itinerary menjelajahi berbagai destinasi wisata di Palembang selama 3 hari 2 malam.
       
      Transportasi Menuju Palembang
       
                Nah, sebelum menentukan destinasi wisata mana saja yang dapat kamu kunjungi di Palembang, sebaiknya kamu menentukan dulu transportasi apa yang akan kamu gunakan. Tentunya, ada banyak transportasi yang dapat kamu gunakan menuju Palembang.
       

      Mencapai Palembang dengan Bus AKAP via https://geographyphenomenone.files.wordpress.com/2009/12/img_0446.jpg
       
                Pilihan pertama, kamu dapat menggunakan bus. Saat ini sudah tersedia berbagai Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di banyak kota, terutama dari Jakarta. Bus ini berangkat dari terminal Pinang Ranti, Kampung Rambutan, Lebak Bulus, Tanjung Priok, Pulo Gadung, Rawamangun, Grogol dan Kalideres.
       
                Misalnya kamu ingin menaiki bus AKAP dari Terminal Lebak Bulus, maka jam berangkat adalah sekitar pukul 14.00 WIB. Jika jalanan lancar, perkiraan sampai di Palembang adalah pukul 06.00 WIB keesokan harinya. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 170.000,00.
       
                Nah, jika kamu berminat untuk menaiki bus VIP biaya yang dikenakan adalah sekitar Rp 220.000,00 dengan fasilitas bus untuk 40 orang. Selain itu, ada juga bus eksekutif dengan harga sekitar Rp 280.000,00 untuk 30 orang. Lama perjalanannya adalah sekitar 9 jam.
       

      Menaiki Kapal Dari Pelabuhan Merak via http://korantangerang.com/wp-content/uploads/2013/07/kapalroro1jpg.jpg
       
                Pilihan kedua, kamu dapat menaiki kapal laut. Sebelumnya, kamu harus menaiki transportasi menuju ke Pelabuhan Merak dari pusat Kota Jakarta.
       
                Kamu dapat menaiki bus dari Terminal Kampung Rambutan menuju Pelabuhan Merak dengan biaya sekitar Rp 30.000,00. Nah, bus ini beroperasi dari pukul 05.00 WIB hingga 17.30 WIB sehingga kamu tidak perlu takut akan ketinggalan karena bus ini berangkat setiap 30 menit. Lama perjalanan yang akan kamu tempuh adalah sekitar 4 jam.
       
                Selanjutnya, kamu dapat menaiki kapal feri yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni di Lampung. Harga tiket untuk menggunakan kapal laut adalah sekitar Rp 15.000,00. Lama perjalanan adalah sekitar 4 hingga 5 jam.
       
                Setelah sampai di Lampung, kamu dapat menaiki kereta api dari Stasiun Kotabumi di Lampung menuju Stasiun Kertapati di Palembang. Kereta ini berangkat pukul 22.36 WIB dan tiba di Palembang pukul 04.53 WIB. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 75.000,00 hingga Rp 125.000,00.
       

      Mencapai Palembang dengan Pesawat via http://www.teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2014/02/6.-Kenaikan-Harga-Tiket-Pesawat-Ekonomi-Mulai-Berlaku-Hari-ini-2.jpg
       
                Pilihan ketiga yang juga termasuk cara yang paling praktis menuju Palembang adalah dengan menaiki pesawat terbang. Terdapat tiga maskapai yang melayani penerbangan rute Jakarta-Palembang setiap harinya.
       
                Kamu dapat memilih maskapai penerbangan yang sesuai dengan waktu, partner traveling serta budget-mu. Kisaran harga yang ditawarkan jika kamu ingin menaiki pesawat adalah sekitar Rp 390.000,00 hingga Rp 500.000,00 namun harga ini cenderung fluktuatif. Lama perjalanan dengan menggunakan pesawat adalah sekitar 1 jam.
       
      Memilih Penginapan di Palembang
       
                Setelah urusan transportasi beres, maka selanjutnya kamu harus menentukan penginapanmu selama di Palembang. Kami menyarankanmu untuk memilih penginapan di pusat Kota Palembang agar kamu dapat menjangkau berbagai tempat di Palembang secara lebih mudah.
       
                Dengan budget sekitar Rp 200.000,00 hingga Rp 400.000,00 per malam kamu dapat menemukan penginapan yang sudah cukup sesuai. Kamu dapat memilih penginapan di sekitar Jalan Ilir Timur.
       
                Dengan budget sekian, kamu sudah mendapatkan kamar dengan fasilitas seperti wifi gratis, AC, bar mini, meja tulis, TV, toilet di dalam kamar, dan termasuk makan pagi. Tentunya lokasi di sekitar Jalan Ilir Timur yang dekat kota akan semakin memudahkanmu untuk mencapai berbagai destinasi wisata di Kota Palembang.
       
                Nah, sedikit tips untukmu dalam memilih penginapan. Kota Palembang memiliki suhu yang panas sehingga sebaiknya menggunakan AC atau fan juga masuk dalam pertimbanganmu.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalanan Wisatamu di Palembang dengan Mencoba Aktivitas City Tour.
       

      Berwisata di Taman Wisata Alam Punti Kayu via http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/06/Taman-Hutan-Wisata-Punti-Kayu.jpg
       
                Hutan wisata alam Punti Kayu adalah hutan wisata satu-satunya yang terletak di Palembang. Hutan wisata ini terletak sekitar 7 km dari pusat Kota Palembang.
       
                Untuk mencapai hutan Punti Kayu dari penginapan di sekitar Ilir Timur, kamu dapat menggunakan taksi dengan harga sekitar Rp 27.000,00 hingga Rp 32.000,00. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 4 menit.
       
                Selain menggunakan taksi, kamu dapat menggunakan angkutan umum Trans Musi dari halte Masjid Agung dan turun di halte Punti Kayu. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 4.000,00 namun kamu mendapatkan fasilitas AC.
       
                Hutan wisata alam Punti Kayu dibuka setiap hari dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Harga tiket masuk untuk memasuki kawasan ini adalah sekitar Rp 5.000,00. Dengan luas sekitar 50 hektar menjadikan hutan wisata ini sebagai hutan pinus kota terbesar di Indonesia.
       
                Di tempat ini terdapat kebun binatang dan penangkaran buaya. Aktivitas yang dapat kamu lakukan di hutan wisata alam ini adalah berenang, bermain perahu, berpiknik, melihat atraksi gajah dan menunggang kuda.
       
                Waktu terbaik untuk mengunjungi hutan wisata alam ini adalah di waktu akhir pekan atau hari libur. Karena pada waktu-waktu tersebut terdapat banyak aktivitas yang dapat kamu coba di tempat ini.
       

      Lanjutkan Perjalananmu dengan Mengunjungi Museum Balaputera Dewa via http://4.bp.blogspot.com/-ZeL_tz4Cplo/T-kN_59lUZI/AAAAAAAAAHc/K92i8vgSh60/s1600/4.JPG
       
                Setelah puas mengelilingi hutan wisata, kamu dapat melanjutkan perjalananmu ke Museum Balaputera Dewa. Museum Balaputera Dewa adalah museum nasional di Kota Palembang.
       
                Museum ini memiliki koleksi yang lengkap dari zaman prasejarah hingga revolusi Indonesia. Selain itu, penataannya juga tergolong rapi dan teratur sehingga dapat memudahkanmu menjelajahi museum.
       
                Untuk mencapai museum Balaputera Dewa dari pusat kota Palembang, kamu dapat menaiki Trans Musi dari halte Ampera dengan rute Ampera-Alang Alang Lebar. Selanjutnya kamu dapat menaiki ojek atau berjalan kaki menuju tempat ini.
       
                Harga tiket masuk ke Museum Balaputera Dewa adalah sekitar Rp 2.000,00. Pada bagian awal kamu akan melihat ada arca megalitikum di sekitar kolam kecil sehingga memperindah pemandangan di museum ini.
       
                Museum ini terdiri dari beberapa bagian. Galeri Melaka terdiri dari peninggalan serta cerita budaya di Malaka atau Selatan Malaysia. Sementara itu, Galeri 1 terdiri dari peninggalan zaman prasejarah.
       
                Galeri Pameran 2 terdiri dari pameran peninggalan zaman kerajaan Sriwijaya. Peninggalan itu berupa arca-arca, senjata serta naskah-naskah yang dipakai ketika Sriwijaya masih berjaya. Sementara Galeri Pameran 3 terdiri dari koleksi kerajinan khas Sumatera Selatan.
       

      Mengunjungi Benteng Kuto Besak via http://blog.binadarma.ac.id/palembang/wp-content/uploads/2010/07/DSC_0156.jpg
       
                Nah, selanjutnya kamu dapat mencoba untuk mengunjungi Benteng Kuto Besak. Benteng ini merupakan benteng kebanggaan masyarakat Palembang karena merupakan satu-satunya benteng yang terbuat dari batu sebagai saksi perlawanan terhadap bangsa asing.
       
                Untuk mencapai Benteng Kuto Besak, kamu dapat menggunakan Trans Musi yang berhenti di depan benteng ini. Jika kamu menggunakan taksi dari Museum Balaputera Dewa, maka tarif yang dikenakan adalah sekitar Rp 55.000,00.
       
                Benteng ini merupakan bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Benteng ini mempunyai ukuran panjang 188,75 meter, lebar 183,75 meter dan tinggi 9,99 meter serta tebal 1,99 meter. Di dalam benteng ini ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya.
       
                Waktu terbaik untuk mengunjungi Benteng Kuto Besak adalah di sore hari sambil menikmati sunset. Pada waktu tersebut, banyak orang yang datang untuk berfoto dan memancing.
       
                Untuk masalah kuliner, kamu dapat menikmati banyak kuliner di depan Benteng Kuto Besak. Kamu dapat menikmati pempek dengan harga terjangkau di depan benteng ini. Selain itu, kamu juga dapat menikmati kemplang, nasi goreng, gado-gado, tekwan atau model di tempat ini.
       
      Hari Kedua
      Mari Melanjutkan Perjalananmu dengan Mengeksplorasi Keindahan Kota Palembang.
       

      Menjelajahi Taman Purbakala Bukit Siguntang via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cc/Bukit_Seguntang_Tombs.jpg
       
                Awali perjalanan hari keduamu di Palembang dengan mengunjungi Taman Purbakala Bukit Siguntang di perbukitan sebelah barat Kota Palembang. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan dan makam-makam kuno Kerajaan Sriwijaya.
       
                Kawasan Taman Purbakala Bukit Siguntang ini merupakan situs arkeologi yang memiliki panorama asri yang hijau dengan suasana yang tenang. Di tempat ini terdapat menara pandang dan gedung untuk menyimpan benda bersejarah.
       
                Kawasan ini terletak di kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Bukit ini berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat daya pusat kota Palembang, dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum menuju jurusan Bukit Besar.
       
                Kawasan Taman Purbakala ini buka setiap hari. Jika kamu ingin memasuki kawasan ini, kamu cukup merogoh kocekmu sebesar sekitar Rp 5.000,00.
       

      Mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat via http://3.bp.blogspot.com/-Yd_KQoF6vCY/U_s1-AsYwBI/AAAAAAAAGXE/1IztQsPzoqw/s1600/monpera1.jpg
       
                Selanjutnya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu menuju ke Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Monumen ini terletak tidak jauh dari jembatan Ampera yang merupakan pusat kota Palembang.
       
                Untuk mencapai Monpera, kamu dapat menggunakan Trans Musi jurusan Ampera-Alang-Alang Lebar dengan biaya sekitar Rp 4.000,00. Kemudian, kamu harus berjalan sedikit untuk sampai tepat di depan Monpera.
       
                Monpera merupakan saksi bisu perjuangan masyarakat Palembang dalam pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang. Perang tersebut terjadi pada tanggal 1 Januari 1947 untuk melawan penjajahan Belanda. Untuk mengenang jasa para pahlawan, dibangunlah monumen ini.
       
                Harga tiket masuk untuk memasuki bagian taman di Monpera adalah Rp 1.000,00 dan jika kamu ingin masuk ke dalam gedung di Monpera, kamu harus membayar lagi Rp 2.000,00. Monpera buka setiap hari Selasa hingga Jumat pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB, dan hari Sabtu Minggu pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB.
       
                Di lantai pertama, kamu dapat melihat potret perjuangan rakyat Sumatera Selatan untuk memperoleh kemerdekaan. Di lantai kedua, kamu dapat melihat koleksi mata uang dari zaman VOC hingga kemerdekaan. Sementara di lantai tiga, kamu dapat melihat perjuangan pahlawan AK. Gani, drg. M. Isa dan H. Abdulrozak.
       
                Lantai keempat berisi piagam penghargaan perjuangan zaman penjajahan. Sementara lantai kelima berisi tentang perjuangan para pahlawan dan lantai keenam berisi foto-foto peperangan dan beberapa kejadian penting saat perang.
       

      Mengunjungi Stadion Gelora Sriwijaya via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c4/Gelora_Sriwijaya_Stadium_Tribune.jpg
       
                Setelah puas mengelilingi Monpera, selanjutnya kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk mengunjungi Stadion Gelora Sriwijaya. Stadion ini merupakan stadion multifungsi terbesar ketiga di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Utama Palaran.
       
                Stadion dengan luas 40 hektar ini terletak di Jalan HA Bastari, Jakabaring, Palembang. Stadion ini berjarak sekitar 7 km dari pusat kota Palembang dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit perjalanan.
       
                Stadion ini dapat memuat sekitar 36.000 hingga 40.000 orang. Fasilitas yang tersedia di stadion ini antara lain kolam renang, fasilitas senam, hingga landas pacu balap sepeda. Bentuk stadion ini mengadopsi bentuk perahu, sebagai simbol dari Kerajaan Sriwijaya.
       
                Stadion ini rupanya telah memiliki banyak prestasi. Pada tahun 2004, stadion ini dipercaya menjadi tuan rumah PON XVI. Selanjutnya, pada tahun 2007 stadion ini juga menjadi tuan rumah Piala Asia mendampingi Gelora Bung Karno. Pada tahun 2011, stadion ini menjadi tuan rumah perhelatan Sea Games 2011 ketika Palembang menjadi tuan rumah.
       
                Pada akhir pekan dan sore hari, stadion ini biasanya dipenuhi pengunjung yang ingin berolahraga. Selain itu, taman di depan stadion yang teduh juga seringkali dimanfaatkan untuk bersantai. Bagaimana? Kamu tertarik untuk mencoba olahraga di stadion ini?
       

      Bersantai di Taman Wisata Kambang Iwak Besak via https://palembangterkini.files.wordpress.com/2011/06/kambang-iwak.jpg
       
                Setelah puas berkunjung ke Stadion Gelora Sriwijaya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu melihat taman yang indah di Taman Wisata Kambang Iwak Besak. Taman ini berlokasi di Talang Semut, Bukit Kecil, Palembang.
       
                Untuk mencapai Taman Wisata Kambang Iwak Besak, kamu dapat menaiki Trans Musi dengan rute Sako-PIM atau Plaju-PS. Mall. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 4.000,00.
       
                Taman Wisata Kambang Iwak Besak adalah salah satu taman peninggalan kompeni Belanda. Taman ini adalah taman yang tepat jika kamu ingin jogging karena terdapat jogging track dengan panjang sekitar 815 meter mengelilingi kolam di taman ini.
       
                Di sekitar taman ini terdapat banyak café dan restoran yang dapat kamu singgahi untuk dicicipi kulinernya atau sekadar bersantai. Selain itu juga terdapat fasilitas free wifi yang dapat kamu kenali dari tempat duduk besar dan melingkar berwarna hijau.
       
                Taman ini dinobatkan sebagai Taman Kota Terbaik di Indonesia pada tahun 2008 dan 2010 oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Dengan luas sekitar 5 hektar, taman ini memang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Palembang.
       

      Mengunjungi Icon Kota Palembang, Jembatan Ampera via http://tipswisata.web.id/wp-content/uploads/2015/02/Jembatan-Ampera.jpg
       
                Perjalananmu di Palembang akan terasa semakin lengkap jika kamu mengunjungi jembatan terbesar di Indonesia yang juga merupakan icon kota Palembang ini. Ya, jembatan tersebut adalah jembatan Ampera.
       
               Jembatan ini dulunya bernama Jembatan Bung Karno, namun karena terjadinya pergolakan politik di Indonesia, jembatan ini pun berubah nama menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Jembatan ini membentang di atas Sungai Musi yang indah.
       
                Waktu terbaik mengunjungi Jembatan Ampera adalah di malam hari. Karena pada waktu tersebut, kamu akan melihat ada banyak sinar lampu yang bertebaran dan sangat terang memancar ke semua arah. Teknik penyinaran di jembatan ini dirancang sedemikian rupa sehingga membuat jembatan ini menjadi semakin megah.
       
                Selain itu, kamu juga dapat menikmati berbagai kuliner khas Sumatera Selatan di dekat Jembatan Ampera. Kuliner tersebut misalnya pempek, mie celor, tekwan dan lain-lain. Waktu malammu akan semakin lebih indah jika kamu menghabiskannya di Jembatan Ampera, bukan?
       
      Hari Ketiga
      Sebelum Kembali Pulang, Jangan Lupa Sisihkan Waktumu Untuk Membeli Oleh-Oleh Khas Palembang.
       

      Berbelanja Oleh-Oleh di Pasar Cinde via https://farm6.staticflickr.com/5083/5326090035_7c2ac2d41d_z.jpg
       
                Sebelum pulang, jangan lupa luangkan waktumu untuk berbelanja oleh-oleh. Nah salah satunya, kamu dapat berbelanja di Pasar Cinde. Pasar ini menjual berbagai oleh-oleh khas Palembang dengan harga yang terjangkau.
       
                Di pasar ini kamu dapat membeli pempek, dan berbagai makanan tradisional lain khas Palembang. Nah, waktu terbaik untuk mengunjungi pasar ini adalah di pagi hari ketika masih belum begitu ramai. Setelah puas berbelanja, baru kamu dapat kembali pulang.
       
                Itulah dia itinerary menjelajahi berbagai destinasi wisata budaya di Palembang selama tiga hari dua malam. Palembang terkenal dengan wisata budayanya sehingga menarik untuk kamu kunjungi. Jadi, jangan lupa untuk mempersiapkan liburanmu selanjutnya dan pergi menjelajahi Palembang.