Sign in to follow this  
Jalan2

Gede banget... Harus kemana dulu ?

11 posts in this topic

China kan besar banget nih, harus kemana dulu yah ? kalo keliling China mah sebulan jg gak cukup... saya kira2 pengen 4-5 hari , selaen Beijing / Shangai, ada tempat lain yg musti di kunjungin dulu ?

Bagi tips2 yah :)

Share2 foto jg kalo ada

thanks

rudy

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ke Guilin dong. Kan itu katanya the most beautiful place in China. kayak paradise buat backpackers. Guilin termasuk kota turis jadi pasti enak deh buat para backpackers karena pasti ada penginapan murah. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kayanya Macau wajib dikunjungi. Macau tuh kaya pulau-pulau gitu , ada Taipa dan Coloane. Di Taipa ada tempat namanya The Venetian, sejenis resort dan paling besar di Macau, ada kasino nya kalo di singapur kaya MBS . Katanya Macau juga paling mantap makanannya, salah satu yang terkenal O santos dengan african chicken sama kari2 gitu. terus kalo makanan khas nya ada Margaret Cake and Nata, pokonya jual Egg Cake.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ke Guilin dong. Kan itu katanya the most beautiful place in China. kayak paradise buat backpackers. Guilin termasuk kota turis jadi pasti enak deh buat para backpackers karena pasti ada penginapan murah. :D

Kayanya Macau wajib dikunjungi. Macau tuh kaya pulau-pulau gitu , ada Taipa dan Coloane. Di Taipa ada tempat namanya The Venetian, sejenis resort dan paling besar di Macau, ada kasino nya kalo di singapur kaya MBS . Katanya Macau juga paling mantap makanannya, salah satu yang terkenal O santos dengan african chicken sama kari2 gitu. terus kalo makanan khas nya ada Margaret Cake and Nata, pokonya jual Egg Cake.

Iya tuh 2 2 nya bagus, satu alam 1 kota casino hmmm... saya jg pengen ke Shanghai, soalnya dulu cuma sempet 2 hari aja.. belom sempat kemana2. Dan itu pun dah 10 taon + llalu, jadi skrg pasti beda bgt hehe.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tergantung minat wisata seperti apa dulu ke China. The Triangle : HongKong Shenzhen Macau "lebih kepada" peradaban modern. Letaknya berdekatan dan tidak perlu visa. Kalau China daratan : Beijing lebih kepada peradaban kuno. Shanghai kota perdagangan. Perlu visa untuk ke China daratan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kayanya mah langsung ke ujung utara dulu deh Biar nga Kaget dan perbedaannya lebih dari yang biasanya kita kunjungi * Beijing -shanghai - Hangzhou-Shuzhou  /  * Beijing  -Xian- Hua shan  / * Guangzhou Shenzhen Guilin  Yangshuo .....baru deh nembus ke yang lebih kuno *kunming shilin stone flores lijiang Yulong snow Mauntain / *Anhui tunxi Ancient City-huang shan / *Hunan Hubei  Zhangjiajie-Thianmenshan phenghuang Ancient City / *Tibetan Chengdu Shzechuan Jiuzhaigou Huangloong dan Masih Banyak lainnya mungkin Nga bakal kekeliling 1 tahun  Pa Rudy

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya @Deffa Baru triagle HO SHe Ma aja  Harus 1 minggu Contoh Guanzhou Shanghai 1000 an KM Lanjut Ke Beijing 900 Km an Shanghai Tunxi 450 km an Biejing Xian 1500 Km an  Jadi kelompok destinasi diatas tersebut rata2 2 minngu Durasinga  .Ini hanya sebagian kecilnya Hayo mau semuanya sekali jadi #biardapatmeinienya nano nano mending Bertahap hehehe

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Just now, ko Acong said:

iya @Deffa Baru triagle HO SHe Ma aja  Harus 1 minggu Contoh Guanzhou Shanghai 1000 an KM Lanjut Ke Beijing 900 Km an Shanghai Tunxi 450 km an Biejing Xian 1500 Km an  Jadi kelompok destinasi diatas tersebut rata2 2 minngu Durasinga  .Ini hanya sebagian kecilnya Hayo mau semuanya sekali jadi #biardapatmeinienya nano nano mending Bertahap hehehe

 

wah saya pass deh ko gak kuat cuti nya hahah :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By vie asano

      Kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tips berkemas untuk wisata keluarga.
      Tips berkemas secara umum, termasuk untuk orang tua
      - Berapa idealnya jumlah baju yang harus dibawa? Teorinya, siapkan 1 baju kasual/hari + 1 baju pergi/hari + 1 baju tidur/hari. Namun jika malas membawa banyak baju dan waktu pergi lebih dari 5 hari, bawalah baju untuk 2-3 hari saja. Resikonya, harus mau repot nyuci dan nyetrika di tengah waktu wisata. Saya pribadi sih lebih suka mengandalkan laundri kiloan yang bisa selesai dalam 1-2 hari. Cukup bayar sedikit, baju sudah bersih+wangi+rapi di setrika tanpa harus jadi Cinderella. Tips tambahan untuk poin ini: sebaiknya pilih baju yang berbahan cepat kering.
      - Untuk baju anak-anak, teori di atas belum tentu berlaku. Sebaiknya, perhatikan kebiasaan dari anak Anda karena tiap anak bisa berbeda-beda. Contohnya, anak sulung saya (usia hampir 5 tahun) dulu cukup sering masuk angin hingga muntah-muntah di waktu malam. Resikonya, saya harus bawa ekstra 1-2 potong baju tidur untuk cadangan (untuk baju harian tidak masalah). Saat usianya lebih dari 4 tahun, saya harus bawa ekstra celana (untuk jaga-jaga jika mengompol). Sedangkan si bungsu (4,5 bulan) termasuk jarang muntah di malam hari. Namun karena gampang berkeringat, baju harian dan baju perginya harus lebih banyak dari baju tidur.
      - Cek lagi itinerary wisata. Destinasi wisata menentukan item tambahan yang harus dibawa. Jika berencana pergi ke daerah pantai atau ada rencana berenang, jangan lupa menyiapkan perlengkapan seperti baju renang, sun block, topi pantai, maupun kaca mata hitam. Sebaliknya, jika pergi ke gunung, bawalah jaket dan selimut ekstra.
      - Pisahkan pakaian anak-anak dan pakaian orang tua agar lebih mudah diambil jika sewaktu-waktu harus ganti baju. Malas bawa banyak koper? Jika si kecil sudah berusia minimal sekolah dasar, tak masalah jika dia diminta untuk membawa tas punggungnya sendiri (bisa menggunakan tas sekolah).
      - Agar lebih hemat ruang, jelilah dalam menyusun barang dalam koper. Saya biasanya mengemas pakaian dalam bentuk gulungan kecil, dan biasanya ruang yang tersisa jauh lebih banyak dibanding menumpuk pakaian.
      - Sebaiknya, barang yang kira-kira akan sering digunakan (seperti peralatan elektronik, dompet, tisu, dan sebagainya) jangan ditempatkan dalam koper. Tempatkan dalam tas terpisah yang bisa ditenteng, sehingga mudah untuk diambil sewaktu-waktu.
      - Berencana untuk wisata selama beberapa hari ke kota lain, namun ada beberapa barang berukuran besar (seperti kereta dorong bayi) yang sulit dibawa di mobil atau kendaraan umum? Pertimbangkan untuk memaketkan barang-barang itu ke kota tujuan. Memang sih pasti ada ongkos ekstra yang harus dikeluarkan, tapi jauh lebih praktis dibanding membawa gunungan barang di atas mobil.
      - Ingat selalu bahwa keselamatan anak itu nomor 1. Jadi jika membawa balita bepergian, sebaiknya siapkan beberapa perlengkapan pengaman ekstra yang biasa ada di rumah, seperti penutup stop kontak dan pelindung ujung meja.
      Daftar perlengkapan P3K yang wajib dibawa jika wisata bersama anak-anak.
      - Plester. Ingat, anak-anak mudah terluka. Jadi sediakan selalu plester di tas yang terpisah dari koper.
      - Kompres instan dan obat demam untuk anak. Kita tak pernah tahu kapan bayi atau anak-anak akan terkena demam, kan?
      - Obat penahan rasa sakit.
      - Obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang sering dialami, seperti obat maag, obat sakit kepala, dan sebagainya.
      Daftar perlengkapan elektronik yang wajib disiapkan
      - Jika tetap harus bekerja selama liburan, jangan lupa membawa laptop dan charger-nya.
      - Handphone dan charger-nya.
      - Stop kontak multi.
      - Hairdryer ukuran travel (jaga-jaga jika hotel tidak memiliki hairdryer).
      - Kipas angin mini. Jangan salah, ini penting lho jika akan berwisata ke daerah yang cukup panas. Minimal bermanfaat saat mengalami perjalanan outdoor, terutama karena bayi dan anak-anak biasanya gampang merasa kegerahan.
      - Jika perlu, bawa juga aneka permainan elektronik. Namun sebaiknya gunakan hanya saat keadaan darurat saja (seperti saat anak merasa ekstra bosan), karena esensi dari wisata keluarga kan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bukannya malah sibuk dengan mainan masing-masing).
      Daftar toiletries yang wajib disiapkan (untuk dewasa). Untuk bayi dan anak-anak, silahkan susun daftar dari artikel sebelumnya.
      - Perlengkapan mandi: sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci muka. Semuanya dalam ukuran travel. Saran saya, jika memang hobi bepergian, sebaiknya siapkan satu kantong khusus untuk peralatan mandi ukuran travel. Jadi nggak perlu repot mengemas alat mandi saat akan bepergian.
      - Perlengkapan make up, mulai dari bedak hingga parfum.
      - Perawatan badan, seperti body lotion (ukuran kecil). Jika berencana pergi ke pantai (atau minimal akan berenang di tempat wisata), bawa juga krim setelah berjemur.
      Last but not least
      - Aneka dokumen penting yang berhubungan dengan perjalanan, seperti passport (jika pergi ke luar negeri), kartu identitas, bukti booking hotel, tiket, kartu kredit, kartu ATM, peta daerah setempat.
      - Daftar alamat hotel (terutama jika menginap lebih di 1 tempat). Sebaiknya dicatat dalam buku catatan, dan lengkapi dengan petunjuk arah. Oya, jangan lupa juga membuat copy informasi nomor kontak Anda untuk diselipkan di baju anak-anak setiap kali akan bepergian, untuk berjaga-jaga seandainya anak terpisah dari orang tua.
      - Laundry bag. Kalau nggak punya, kantong kresek juga cukup. Biasanya saya menyiapkan 2 jenis kantong plastik: untuk baju kotor, dan untuk sampah selama menginap di tempat wisata (jika menginap bukan di hotel dan tidak tersedia tempat sampah). Untuk jumlahnya, tergantung dari durasi waktu pergi itu sendiri.
      ***
      Kira-kira itulah barang-barang yang harus dibawa saat akan berwisata bersama keluarga. Saya sengaja tidak menulis tentang tips berkemas untuk remaja, karena remaja (seharusnya) sudah bisa berkemas sendiri. Remaja juga lebih fleksibel mengenai tempat wisata dan sudah tahu bagaimana cara terbaik untuk menghindari kebosanan saat di perjalanan.
      Jika ada yang ingin menambahkan, monggo tinggalkan jejak di bagian komentar. Semoga infonya bermanfaat.
    • By vie asano

      Judulnya boleh bahasa Inggris. Tapi kalem, isinya tetap dalam bahasa Indonesia kok. Pemilihan judul di atas hanya supaya catchy aja karena ada rima antara tips dan trips. Nggak penting? Biarin. Yang penting kan isi tulisannya (ngeles.com).
      Jadi, pada tulisan sebelumnya saya sudah mengulas tentang aneka tips umum agar liburan bersama keluarga bisa berjalan seru. Setidaknya bisa meminimalisir munculnya berbagai hal yang membuat liburan seru menjadi suram. Untuk melengkapi tips tersebut, kali ini saya ingin berbagi tips untuk salah satu aspek penting dalam liburan, yaitu tips berkemas untuk liburan keluarga.
      Saya rasa, setiap keluarga yang memiliki anak-anak pastilah pernah mengalami ribetnya berkemas saat akan pergi liburan, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Yang pernah mengalami pusingnya berkemas, ngacung! (dan saya pun ngacung duluan). Ya, sudah jadi rahasia umum jika orang tua akan menjadi pihak yang paling pusing, mulai dari menyiapkan keperluan si kecil (dan tetek bengeknya yang daftarnya bisa lebih panjang dari daftar belanja bulanan), menyiapkan keperluan pribadi dan pasangan, menyiapkan berbagai pernak-pernik lainnya (seperti dokumen penting maupun P3K), dan lain sebagainya. Bagian yang paling menyebalkan adalah jika ternyata tetap saja ada barang yang ketinggalan (dan baru mengetahuinya setelah sampai di tempat tujuan). Wah, bisa-bisa mood liburan langsung turun ke titik nol.
      Bagi yang selalu merasa ribet berkemas saat akan liburan keluarga, saya ingin berbagi sedikit tips. Berhubung mayoritas dari pengalaman pribadi, silahkan jika ingin menambahkan tips-tips lain yang mungkin belum disebut disini. Because sharing is caring, right? Dan voila, inilah tips berkemas untuk liburan keluarga:
      Tips packing untuk keperluan bayi
      - Suka bingung apa saja perlengkapan si kecil yang harus dibawa? Berikut beberapa item yang selalu masuk dalam list saya:
      Tisu basah. Pilih ukuran travel yang mudah dibuka-tutup. Sebaiknya pilih juga yang mengandung formula anti bakteri. Bedak bayi. Agar lebih praktis, biasanya saya membawa botol bedak ukuran kecil+puff+plastik (nggak perlu repot bawa kotak bedak). Sabun dan shampo. Khusus untuk travelling, saya lebih suka menggunakan sabun sekaligus shampo (2 in 1) dalam ukuran kecil. Minyak telon. Untuk perlindungan ekstra, pilih yang sekaligus anti nyamuk. Perlengkapan lainnya: baby cream, washlap, hair lotion, parfum, dsb. Semuanya dalam ukuran kecil. - Untuk popok, jika daerah tujuan wisata kemungkinan memiliki mini market maupun supermarket, sebaiknya jangan terlalu banyak membawa popok bayi (dalam hal ini maksudnya pospak, alias popok sekali pakai). Dari pada berbekal pospak sekarung, lebih baik bawa pospak untuk 1-2 hari dan membeli sisanya di kota tujuan. Kecuali jika si bayi seperti bayi saya yang hanya bisa menggunakan merk tertentu yang sulit dicari di mini market. Apa boleh buat, terpaksa harus bawa pospak ekstra jika perginya ke daerah yang melipir sedikit dari kota. Cara menghitung kebutuhan pospak cukup mudah. Kalikan saja rata-rata pemakaian pospak dalam 1 hari x durasi waktu wisata.
      - Jika si kecil masih harus mandi di bak mandi (misalnya karena belum bisa duduk), sebaiknya bawa bak mandi untuk bepergian (berbentuk pelampung yang bisa dikempeskan). Tapi pernah juga sih saya memanfaatkan wastafel hotel karena lupa membawa bak mandi (dan lebih praktis karena nggak perlu repot-repot merebus air hangat karena tinggal buka keran saja).
      - Si kecil minum susu formula? Jangan lupa bawa susu formula, botol, termos ukuran kecil, dan perlengkapan untuk mencuci (sikat+sabun cuci). Jika sudah di tahap makan makanan tambahan, bawalah juga alat-alat untuk menyiapkan makanan tersebut (piring bayi, sendok makan, atau saringan buah).
      - Perlengkapan bayi lainnya yang tidak boleh lupa dibawa: selimut bayi, handuk, topi bayi, slabber, perlak ukuran kecil, dan nursing cover (untuk menutupi jika si kecil perlu ASI di tempat umum).
      - Jika bepergian menggunakan mobil, jangan lupa membawa perlengkapan pelengkap lainnya seperti car seat.
      Tips packing untuk keperluan anak-anak (mulai 2 tahun-usia SD)
      - Untuk perlengkapan anak-anak, biasanya inilah yang tak pernah lupa saya bawa:
      Tisu basah (ukuran travel) dan hand sanitizer. Benda ini biasanya saya pisahkan dalam tas kecil terpisah agar lebih mudah diambil, mengingat anak-anak suka sekali memegang bermacam benda. Perlengkapan mandi: shampo+sabun (2 in 1, supaya praktis), sikat gigi+pasta gigi. Perlengkapan lainnya: bedak, parfum anak, minyak kayu putih, lip balm, krim anti nyamuk, sisir. Untuk detail seputar perlengkapan P3K, saya masukkan dalam daftar item P3K untuk keluarga. - Salah satu kendala terbesar saat bepergian membawa anak-anak adalah masa-masa di perjalanan. Mengingat anak kecil cepat merasa bosan, bawa barang-barang yang bisa menyibukkannya selama di perjalanan seperti perangkat pemutar musik portable, DVD portable, dan perlengkapan elektronik lainnya seperti Ipad. Jangan lupa juga membawa snack dan minuman kesukaan si kecil sebagai teman di perjalanan.
      - Agar si kecil tak cepat bosan saat di tempat tujuan wisata, bawa juga beberapa benda kesukaannya seperti buku cerita, buku mewarnai, maupun mainan favoritnya. Board game (ular tangga, monopoli, dan sebagainya) bisa jadi pilihan menarik dibanding membawa alat permainan elektronik, karena melibatkan partisipasi dari anggota keluarga lainnya. Tips tambahan, jika rencana wisatanya lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, bawa juga perlengkapan penunjang aktifitas outdoor seperti google.
      - Nah, ini yang kadang-kadang saya suka lupa. Selain membawa sepatu pergi, jangan lupa bawa juga sandal rumah. Walau di hotel disediakan sandal, tapi ukurannya terlalu besar untuk kaki si kecil; sedangkan si kecil pastilah suka jika diajak untuk mengelilingi hotel (misalnya ke lobby maupun ke kolam renang). Kenapa nggak pakai sepatu saja? Simple, karena sandal jauh lebih praktis dibanding pakai sepatu.
      Wah, ternyata tips-nya sedikit lebih banyak dari yang saya duga. Supaya nggak pusing, tips packing untuk family trips lainnya (termasuk tips dalam menentukan jumlah baju yang harus dibawa dan alat P3K yang harus disiapkan) dilanjutkan dalam tulisan berikutnya. Mudah-mudahan bisa sekaligus dilengkapi dengan list barang lain yang harus dibawa.
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Tips Menulis Itinerary Untuk Syarat Apply Visa Jepang, karena baru-baru ini saya teringat akan sebuah pertanyaan di Facebook saya. Waktu itu seperti ini :
      A : Kang Deffa, nanya itu kalau Itinerary untuk Apply Visa Jepang nya di tulis lengkap gak ya ? 
      B : Gak perlu kok, yang penting inti nya saja
      A : Terus kan saya malam pertama nginap di Bandara Haneda, itu ditulis juga di bagian Tempat Tinggal ?
      B : Ya, di tulis saja tidak jadi masalah kok itu, asalkan di Malam berikut nya di tulis penginapan Fix dan alamat yang lengkap nya
      A : Ok, kang Hatur Nuhun
      B : Sami2
      Ya sedikit perbincangan tersebut membuat saya tercetus ide untuk menulis Panduan Menulis Itinerary untuk Apply Visa Jepang ini. Karena pasti bagi yang pertama kali ke Jepang masih agak bingung ya. Saya juga mengalami hal itu kok dulu pas pertama kali apply visa jepang, jadi sudah selayak nya saya bagikan tips-tips nya
      Tapi sebelum nya kalian harus tahu dulu syarat untuk Apply Visa Jepang ya.
      Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri    
      Paspor maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang) Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu) Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket.
      Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).
      Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Pemohon adalah karyawan BUMN. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang. Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah. Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. *Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
      *Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali.
      *Biaya Pembuatan Visa :
      Single Entry = Rp. 330.000 Multiple Entry = Rp. 660.000 Info Lengkap kunjungi Website Embassy Jepang berikut KLIK
      Panduan Penulisan Itinerary Pada Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang
      Di syarat Dokumen yang harus di siapkan di atas pada point no. 6 terdapat syarat "Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)"
      Ini berarti kita harus menuliskan semua rute wisata yang akan kita tempuh selama kunjungan kita di Jepang, lengkap beserta Alamat tempat kita Tinggal atau Menginap. Contoh Formulir nya yang telah di download dari link di atas adalah berupa File Microsoft Word seperti ini

      01. Tulis tanggal dari awal mendarat (menginjakkan kaki) di Bandara (wilayah Jepang) lainnya
      02. Untuk bagian Tempat yang akan di kunjungi cukup Tulis Inti nya Saja misal : Tokyo : Tokyo Disneyland, Tokyo Tower.
      03. Untuk bagian Tempat Menginap, tulis lah nama Penginapan sesuai dengan Bukti Booking penginapan tersebut beserta Alamat Lengkap.
      04. Jika selama beberapa hari menginap di Penginapan yang sama, di hari berikut nya cukup tulis nama Penginapan nya saja
      05. Jika malam pertama Menginap di Bandara. Tulis Bandara tempat Menginap. Misal : Haneda Airport atau Kansai International Airport
      06. Di bagian akhir paling bawah, isi lengkap Tanggal dan Tanda Tangan Pemohon Visa
      07. Saran walaupun kalian mengisi Itinerary nya hanya Garis Besar saja, namun untuk Tempat Menginap WAJIB SESUAI dengan Bukti Booking yang diserahkan untuk Apply Visa. Note: AirBNB sekarang sudah resmi di perbolehkan di Jepang, jadi kalian boleh menyertakan booking AirBNB sebagai syarat apply visa.
      08. Jangan Dummy Booking Tiket Pesawat! Bukti Booking Tiket Pesawat Jangan Dummy Booking, karena beberapa waktu lalu, ada kasus Apply Visa Jepang dengan mengajukan syarat Bukti Pembelian Tiket Pesawat dengan Dummy Booking. Visa nya Approved. Namun ketika di imigrasi Jepang. Bermasalah, karena Bukti Booking yang diserahkan ke Embassy Jepang ketika Apply Visa, berbeda dengan Tiket yang mereka pegang (Dummy Booking menggunakan Garuda, Tiket asli menggunakan Air Asia). Akhirnya mereka di DEPORTASI.
       
      Contoh Penulisan Itinerary Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang

       
      Demikianlah semoga berguna untuk teman-teman sekalian, walaupun sepele tapi kadang bikin bingung dan bertanya-tanya. Silahkan di share jika berkenan  
       
    • By vie asano
      Apa moda transportasi paling murah di Jepang?
      Wisatawan asing yang belum pernah pergi ke Jepang pun mungkin sudah tahu jika jawabannya adalah kereta api. Tak hanya murah, kereta api juga menjadi moda transportasi paling praktis karena jaringannya telah menjangkau berbagai sudut kota dan menghubungkan berbagai kota di seluruh Jepang. Tak heran jika kereta api menjadi moda yang paling banyak digunakan baik oleh warga Jepang dan juga wisatawan asing.
      Bicara tentang kereta api di Jepang, selalu ada banyak hal yang bisa dibahas. Mulai dari hal-hal teknis seperti jalurnya yang rumit (konon jaringan kereta api di Tokyo termasuk yang terumit di dunia), cara pembelian tiket, dan banyak lagi. Biasanya, wisatawan yang baru pertama pergi ke Jepang yang paling banyak mencari informasi seputar hal-hal teknis. Maklum, perbedaan sistem pastilah akan membuat wisatawan asing sedikit bingung dan mungkin juga terkena culture shock melihat bagaimana kereta api menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang Jepang. Namun diluar hal-hal teknis tersebut, sebetulnya ada hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui oleh pengguna kereta api, yaitu etika dalam berkereta api.
      (1) Kereta di Jepang [foto: Tiseb], (2) Tipikal interior kereta di Jepang [foto: Hitachiota]
      Seberapa penting sih mengetahui etika berkereta api di Jepang? Penting banget. Saking pentingnya, beberapa common sense pun seringkali ditempel dalam bentuk poster himbauan yang mudah ditemukan di berbagai sudut stasiun maupun di dalam kereta. Wajar saja, mengingat kereta api merupakan moda transportasi favorit, masalah kenyamanan bersama merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi. Lalu apa yang akan di dapat jika melanggar aturan maupun etika tersebut? Memang sih di Jepang tak ada sanksi maupun denda yang akan dikenakan. Paling-paling Anda akan dipelototi maupun ditegur oleh penumpang lainnya. Namun jika ingin sama-sama nyaman dalam menggunakan kereta api, tak ada salahnya kan mengetahui apa sih yang boleh dan tak boleh dilakukan di kereta api di Jepang?
      (3)(4) Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
      Bagi traveller yang ingin tahu tentang etika berkereta api di Jepang, berikut sebagian etika yang diambil dari berbagai poster di stasiun maupun kereta. Sebagian besar sebetulnya termasuk common sense yang juga berlaku di Indonesia. Bagi yang ingin mengetahui hal-hal teknis seputar kereta api, sebagian bisa dibaca disini ya.. (1) (2) (3)
      Umum
      -Ini aturan paling dasar yang wajib dipatuhi oleh semua pengguna moda transportasi masal baik di Jepang maupun di Indonesia: antrilah sebelum masuk ke dalam kereta api. Konsep antri di stasiun kereta Jepang terbilang baik karena memiliki garis antrian yang jelas. Nekat menyerobot? Siap-siap di tegur oleh penumpang lain ya!
      -Dahulukan kenyamanan bersama. Jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu orang lain (baik di dalam kereta maupun di area stasiun), seperti makan makanan yang beraroma menyengat, bergerombol di area pintu kereta dan menghalangi penumpang lain, mengayunkan payung seperti bermain golf, maupun tidur bersandar di bahu orang lain.
      -Jika membawa anak-anak, pastikan anak Anda tidak melakukan aktifitas yang mengganggu orang lain seperti: berisik, menangis, menaikkan kaki ke kursi, menyalakan mainan yang berbunyi kencang, tidak membiarkan anaknya berkeliaran dalam kereta, dan sebagainya.
      -Jangan berdandan dalam kereta. Maksud dari berdandan disini bukan sekedar memakai bedak dan menggunakan lipstik, tapi berdandan lengkap mulai dai menggunakan foundation hingga blush on (biasanya dilakukan oleh gadis-gadis muda yang terlambat bangun). Hindari juga aktifitas yang mungkin mengganggu orang lain, seperti membersihkan cat kuku dengan cairan pembersih.
      -Jangan membuang sampah sembarangan di dalam kereta.
      -Dilarang merokok selama perjalanan.
      -Sakit batuk atau pilek? Gunakan masker agar virus tak menyebar pada orang lain.
      -Jangan menerobos kereta yang akan berangkat (biasanya dilakukan oleh karyawan yang terlambat mengejar kereta pagi).
      (5) Antrian sebelum naik kereta [foto: ShunEndoPhotos], (6) Tidur di bahu penumpang lain [foto: MShades]
      Seputar penggunaan alat elektronik dan masalah suara
      -Jangan menerima maupun mengangkat telepon di dalam kereta. Browsing maupun membuka email masih dimaklumi.
      -Sebaiknya ubah telepon ke silent mode sebelum masuk ke dalam kereta. Lebih baik lagi jika dimatikan, karena khawatir akan mengganggu penumpang lain yang mungkin saja menggunakan alat pacu jantung.
      -Boleh-boleh saja menggunakan earphone dan mendengarkan musik dalam kereta. Namun pastikan suara musik tidak bocor atau siap-siap diomeli pengguna kereta lainnya. Yaa, minimal dipelototi atau sekedar ditegur.
      -Jangan bicara dengan suara terlalu keras. Jika hendak mengobrol, lakukan dengan suara sepelan mungkin.
      Suasana di dalam kereta api yang relatif tenang 
      Tentang tempat duduk
      -Kereta di Jepang biasanya memiliki 2 jenis tempat duduk: tempat duduk biasa dan priority seat. Priority seat ditujukan untuk orang-orang berikut ini: ibu hamil, orang yang membawa anak kecil, penyandang cacat, orang sakit, dan orang tua. Jadi jangan duduk di priority seat kecuali terpaksa, dan dahulukan tempat duduk untuk mereka yang membutuhkan sekalipun tidak duduk di priority seat.
      -Di kereta, jangan membuka kaki terlalu lebar karena bisa mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
      -Duduklah di tempat duduk yang telah disediakan. Jangan duduk di lantai. Himbauan ini muncul karena banyaknya anak muda yang sengaja santai duduk di lantai kereta.
      -Jika bermaksud membaca koran dalam kereta, jangan membuka koran terlalu lebar.
      -Jangan menghabiskan area kursi penumpang untuk tidur. Biasanya ini dilakukan oleh penumpang yang pulang terlalu larut, atau bahkan sedang mabuk.
      Priority seat [foto: Ffg]
      Masalah barang bawaan
      -Jika membawa barang bawaan, letakkan di atas rak yang tersedia sekalipun Anda berdiri sepanjang perjalanan. Dengan meletakkan barang bawaan di rak, akan tersedia tempat yang lebih luas untuk pengunjung lain.
      -Seandainya barang terlalu besar untuk dinaikkan ke rak, setidaknya usahakan agar posisi barang bawaan tidak menghalangi pergerakan orang lain (terutama ke arah pintu keluar).
      Tak sulit kan mengingat do dan don't dalam berkereta api di Jepang? Gunakan saja insting Anda. Selama tidak melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu orang lain, biasanya semuanya akan baik-baik saja. Oya, sebetulnya masih ada lagi etika lainnya, yaitu jangan menggoda maupun memandangi orang lain terlalu lama. Dan bagi penumpang pria, hati-hati dengan tangan Anda. Jangan sampai menyentuh apalagi memegang bagian tubuh penumpang lain (khususnya wanita). Salah-salah Anda akan dianggap melakukan chikan, atau pelecehan seksual. Bagi traveller wanita yang merasa dilecehkan, Anda bisa berteriak chikan untuk menarik perhatian orang lain, atau mengadukannya pada petugas. Bisa juga menghindari chikan dengan naik gerbong khusus wanita yang hanya berlaku pada jam tertentu.
      Gerbong khusus wanita [foto: Chris_eden]
    • By Gulali56

      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh.