Lia Cute

Kuliner Unggas di Bebek Ginyo, Tebet - Jak Sel

8 posts in this topic

Hai Jalan2ers, kali ini saya mau share salah satu tempat kuliner yang asyik di kawasan Tebet namanya Bebek Ginyo. Sudah ada yang pernah kesini blumm?? Saya meskipun rumahnya di daerah jakarta timur, tapi bela-belain ke tempat ini karena memang rasanya oke banget. Terus terang aja saya sudah beberapa kali kesini...sekarang lagi ngurangin soalnya takut kolesterol kl makan bebek trus hahaha!

Di tempat ini konsepnya kayak prasmanan gitu, jadi kita antri, ambil tempat duduk, trus kita menuju ke tempat makanannya. Disitu sudah berjejer berbagai macam masakan bebek. Ada yang masak cabe hijau, goreng biasa, dibakar, masak sambal merah, dan ada bebek kremes. Itu kalau masih lengkap yaaa...kalau kita datengnya dah kemaleman paling kita cuma bisa mili antara tiga atau dua masakan aja.

Setelah itu kita bisa ambil sambal dan sayurannya baru kembali ke tempat duduk. Tempat ini selalu rame, apalagi sering dijadiin tempat ngumpul sama orang-orang yang pulang kerja.

Tempat duduknya ada yang di luar dan ada yang di dalam, kalau saya prefernya di dalem aja, soalnya kalau di luar banyak asap knalpot, di kawasan ini sering macet soalnya banyak tempat makan dan nongkrong juga.

Kalau yang mau kesini alamatnya di jalan tebet dalam raya , yaaa, keliatan kok dari luar jalan, jadi gak bakalan nyasar :D

post-5-0-49337000-1351087504_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

keliatannya enak ya kalau tempatnya remai gitu sis? btw harganya berapaan ya? secara kalau di tebet kan harga kulinernya ada yang murah banget dan ada yang mahal banget sis hahaha...pisssssss

Share this post


Link to post
Share on other sites

keliatannya enak ya kalau tempatnya remai gitu sis? btw harganya berapaan ya? secara kalau di tebet kan harga kulinernya ada yang murah banget dan ada yang mahal banget sis hahaha...pisssssss

harganya ngga terlalu mahal kok sis, sekitar 20 ribu-40-rb per porsinya dan kita udah kenyang banget. Jangan lupa juga cobain macem2 sambel nya biar makannya tambah seru heheheh :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
:lol: sama Sis, bebek juga salah satu makanan favorit aku hampir setiap makan di luar pasti yang dicari menu makanan bebek tapi memang harus resto khusus bebek seperti ini...sudah terjamin rasanya

Share this post


Link to post
Share on other sites

:D yang gw tau bebek kaleyo Sis, enakan mana bebek kaleyo sama bebek ginyo Sis?

 

soal rasa memang beda lidah ya Sis :D

kalau menurut saya keduanya enak kok...makanya di coba Sis biar tahu rasanya :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By twindry
      yosshhh!!!  
      berhubung saya ke jakarta pengen kopdar sama teman2 yang ngak ada rencana kemanapun sewaktu lebaran nanti. adapun lokasi dan harinya sbb
      Hari / tanggal kopdar : Minggu, 25 Juni 2017
      jam / meeting point : 19:00 / Grand Indonesia (sementara meeting di GI dulu. nanti akan di tentukan kita nongkrong dimana  )
      CP : twindry WA 0812-5120-6106
       
      cc @min0ru @Yos yang udah pasti join
      @HarrisWang lu jadi ikut ngak?  
      @kyosash di jakarta juga toh? siapa lagi ya? @Vara Deliasani @Ikamarizka @mone dijakart bukan ya mereka?  @Sahat mari join wakakak. kalo @Hartono Hasian udah ngak bisa ikut  wakakakak
      @deffa ijin post ya mod
    • By Luxia
      Hi JJ-ers… Dah lama tak jumpa… Apa kabar semua?
      Aku kali ini ingin bercerita mengenai pengalaman berwisata di kota Jakarta dengan Bus Wisata 2 tingkat yang baru direlease oleh pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2015 yang lalu. Jadi, keinginan ini sebenarnya udah terpendam sekian lama tapi selalu ragu tuk merealisasikannya. Rasa Penasaranlah yang mendominasi keinginan ini, seperti apa yah kira2 rasanya naik bis wisata 2 tingkat keliling kota jakarta ini. Selama ini kan taunya adanya di luar negeri doank… Hop On Hop Off… Keinginan menjadi semakin kuat setelah peresmian RPTRA Kalijodo. Dan akhirnya aku realisasikan bareng sama beberapa teman ex Gatnas Lombok IX. Selain melepas kangen juga merealisasikan rasa penasaran ini. Bagaimana caranya dan mesti naik dari mana baru nyaman dan bisa pilih tempat duduk yang nyaman? Yuk.. keliling bareng kami…
      Bus Wisata Jakarta ini terbagi menjadi 5 tema/rute, yaitu :
      1.     Sejarah Jakarta (History of Jakarta)
      2.     Jakarta Baru (Jakarta Modern)
      3.     Pencakar Langit Jakarta (Skyscrapers)
      4.     Kesenian & Kuliner (Art & Culinary)
      5.     RPTRA Kalijodo
      Berikut rute lengkapnya :
       
       
      Untuk rute bertemakan Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Pencakar Langit Jakarta dan RPTRA Kalijodo, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 09.00 hingga 17.00 WIB (Senin – Sabtu) dan jam 12.00 hingga 19.00 WIB (Minggu).
      Untuk rute bertemakan kesenian & kuliner, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 17.00 hingga 23.00 WIB dan hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja.
      GRATIS LHOO...!!! 
      Bagi teman-teman yang hendak memulai perjalanan Wisata dengan Bus Gratis ini dari Balai Kota bisa menggunakan beberapa alternative kendaraan umum menuju kesana antara lain :
      1.  Busway
      ada beberapa alternatif, antara lain yaitu : 
      -       Dari Harmoni: ambil yang ke arah Blok M, turun di halte Monas, lalu tunggu Busway yang ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Harmoni: bisa langsung tunggu busway yang ke arah Pulo Gadung, turun di Halte Balai Kota.
      -       Dari Blok M: ambil yang ke arah Kota, turun di halte Monas lalu nyambung ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota.
      2.  Kereta Api (Commuter Line),
      Jurusan yang paling dekat adalah Stasiun Tanah Abang. Keluar dari Gate Out ke kanan         menuju jalan raya lalu belok kiri ke arah lampu merah… langsung aja naik ojek. Tarif ojek online dari Tanah Abang ke Balai Kota hanya Rp 10.000 – Rp 15.000 saja, tergantung armada apa yg akan dipilh.
      3.  Bis Umum,
      bisa naik yang jurusannya ke Monas, lalu turun di Monas.
       
      Dari halte Balai Kota kita berjalan mundur, akan terlihat plang IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia) tepatnya di lapangan parkir IRTI (Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir). Nah di depan IRTI ada bus-bus wisata yang sedang menunggu penumpangnya. 
      Setelah sekian bulan tidak bertemu, kangen-kangenan, ceng-cengan, akhirnya kami tetapkan hati untuk berkumpul kembali di hari Sabtu yang cerah itu. Kami ber-10 (Aku, Ibu @Titi Setianingsih, Ghea @Gayatri, Ibu Rina (FB Rina Dwi Cahyani) + Putri Sulungnya, Mak @menie + Anak Bungsunya, FB Netty Neh, Cici @eka wibisono dan Mba @Onya Deisi) berkumpul pada jam 10.00 WIB di IRTI .


      Penampakan Bus Wisata tema : Sejarah Jakarta
      Tunggu punya tunggu, belum nemu Bus Wisata yang menuju kea rah Juanda seperti rencana awal kami, akhirnya daripada buang-buang waktu, diputuskanlah naik Bus Wisata apa aja yang masih kosong. Jadilah, pilihan pertama jatuh pada Jurusan RPTRA Kalijodo. Kamipun naik Bus dan bergegas menuju ke tingkat 2. Ternyata pada hari itu ada 2 group lainnya yang sedikit mencolok seragamnya selain kami, group berbaju merah dan biru.


      Bus Wisata ini Bersih, Aman (meskipun tetap waspada ya) dan Nyaman. Ber-AC, 2 tingkat, serta supirnya membawa bisnya tidak dengan istilah “mo kejar omset” alias bus berjalan cukup baik dan tidak ngebut, statis gasnya, sehingga tidak ada tuh cerita rem mendadak atau klackson2an seperti layaknya bus-bus lainnya di Jakarta.
      Ketika berada di dalam Bus Wisata Gratis Jakarta ini harap diperhatikan beberapa aturannya ya, seperti :
      -       Dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman di dalam Bus Wisata
      -       Dilarang berdiri selama perjalanan keliling Jakarta
      -       Tidak ada istilah penumpang berdiri di dalam Bus Wisata
      -       Bagi penumpang yang terlebih dahulu datangnya silahkan langsung menuju ke tingkat 2 dan diisi penuh, sedangkan bagian bawah diprioritaskan bagi penumpang Lansia, Hamil dan            Disable.
      -       Bagi yang bawa anak kecil sebisa mungkin anaknya dipangku agar kursi nya bisa digunakan penumpang yang lainnya.
      -       Satu lagi tambahan dari aku, bagi orang tua yang membawa anak2 mohon dapat menasihati anak-anaknya apabila duduk di tingkat 2 agar duduk dengan manis. Ini pengalaman kami          kemarin, ada anak sekitar umur 6-7 tahun yang kesal dengan orang tuanya, lalu menghentak-hentakkan kakinya di lantai Bus tersebut sehingga mengganggu penumpang yang                  berada di bawah, setelah diperingatkan oleh kondektur Bus Wisata dengan Microphone (karena kondekturnya duduk di lantai 1 dekat supir), tetap saja si anak berulah dan orang                tuanyapun tidak bisa melarangnya sampai ada salah satu anggota kami yang ikutan menegur barulah orang tuanya malu dan mengingatkan anaknya. JANGAN YA..CH!!

      Bus Wisata tema RPTRA Kalijodo

      Mungkin bagi teman-teman yang sudah pernah naik Bus Wisata ini mengeluh ramai tidak bisa dapat duduk di tingkat atas, aku kasih kisi-kisinya sedikit ya. Kalau mau dapat tempat duduk nyaman dan masih banyak pilihan maka cari lah lokasi naik Busnya yang tepat, contohnya :
      1.     Kalau mau ke RPTRA Kalijodo, naiknya harus dari halte Monas (depan pagar IRTI). Bus ini hanya menurunkan penumpang di halte Kalijodo dan Monas saja. Tetapi bisa menerima penumpang (jika tempat duduknya masih tersisa) di tiap titik pemberhentian yang telah ditandai. Jika dari RPTRA Kalijodo hendak ke tempat lainnya, kita mesti kembali dulu ke Monas untuk kemudian naik Bus Wisata jurusan yang dimaksud.
      2.     Kalau mau ke Kota Tua / Batavia, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilah, Sunda Kelapa, Toko Merah, Museum Kapal, disarankan untuk naik dari halte Juanda / Istiqlal, karena disitu Bus Wisata tersebut masih kosong tempat duduknya.
      Karena tema tulisanku kali ini adalah Bagaimana caranya berwisata di Jakarta dengan Bus Wisata, maka saya singkat saja ya mengenai rute kami.
      Rute pertama adalah RPTRA Kalijodo, kurang lebih jam 10.30 WIB kami naik dari halte di depan IRTI lalu turun di RPTRA Kalijodo, perjalanan kami tempuh kurang lebih 15-30 menit saja karena Bus Wisata ini melewati jalur Tol Semanggi lalu turun di pintu tol Jelambar, sehingga cukup mempersingkat banyak waktu mengingat daerah yang dilalui dari mulai Semanggi, Slipi, Grogol dan Latumenten itu macet meskipun hari Sabtu ya.
      Setiba di RPTRA Kalijodo kami singgah untuk foto-foto sebentar karena cuaca cukup panas kamipun tidak berlama-lama di Kalijodo dan belum keliling sampai ke lokasi Skateboard. Kurang lebih 30 menit di Kalijodo, berhubung hari sudah siang, matahari sudah di atas kepala yang artinya sudah jam 12 lewat sekian dan perut kami sudah protes minta diisi, maka kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Juanda, hendak kemana kita?? KULINERAAANNN….. 



          
      Rombonganpun naik Bus Wisata yang tadi untuk menuju ke Monas (kebetulan kami masih dapat Bus Wisata yang sama dengan waktu kami kesini), karena memang Bus Wisata yang 1 ini tidak melayani rute lain kecuali Monas & RPTRA Kalijodo saja, jadi kita mesti balik dulu ke Balai kota, repot sih memang.. tapi yah,, sesuai kan dengan temanya, keliling Jakarta.. ya sudah lah, kembali lah kita ke Monas.


      Setibanya di halte depan IRTI, kami pun bimbang, karena Bus yang ke Juanda masih lama, akhirnya kami putuskan untuk ber-umum-ria saja ke Juanda, karena jaraknya juga gak jauh dari Monas (hanya sekitar 2.4 KM saja). Kami pun mem”belah diri” menjadi 2 grup, 1 naik bajaj dan 1 lagi naik taksi. Tarif Bajaj Rp 20.000/way (syukur kalau bisa nawar dan dapat harga Rp 15.000/way) dan Taksi Rp 16.000/way (kondisi jalan lancar).
      Setibanya di area Jl.Veteran 1 No. 10, Gambir, langsung menuju ke toko Ragusa Es Italia. Rombonganpun bergegas mencari tempat duduk didalam toko es krim Ragusa… daaan… PENUH. Seperti sudah kami duga sebelumnya karena memang favorit banget. Ya ok deh, kami pun cek toko sebelah, menu di toko sebelah ada sate ayam, asinan juhi, mie juhi, gado-gado, otak-otak dan minuman. Harga makanannya per-porsi rata-rata Rp 20.000,- saja, sedangkan minumannya berkisar antara Rp 5.000,-/botol s/d Rp 7.000,-/botol saja. Jadi lah kami duduk memesan makanan ditoko ini dan beli "takeaway" es krim Ragusanya.
      Ragusa Es Italia adalah Produk es Italia yang telah berdiri sejak tahun 1932 dan menggunakan bahan dasar susu sapi segar sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut, tidak terlalu manis dan tidak menggunakan bahan pengawet. Toko es krim Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yang meliputi coklat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin dan beberapa kombinasi es krim lainnya. Pilihan menu favorit di Ragusa ini adalah Banana Split, Spaghetti, Cassata Cisiliana dan Tutti Frutti, harga menu favoritnyapun hanya Rp 35.000,-/porsi dan cukup banyak juga kalau untuk dikonsumsi sendirian.
             
      Berikut Menu es krim yang tersedia di Ragusa:
           
      by Google
      Berikut penampakan aslinya:
           
      Banana Split                                                                                                                    Spaghetti Ice Cream
           
       
      Tutti Frutti
      Selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua/Batavia, sebelum meninggalkan lokasi, kami foto-foto dulu, sekalian perpisahan dengan Mak Menie, yang harus pulang lebih dahulu karena masih ada urusan lain. Selesai foto-foto kamipun menuju ke halte Bus Wisata, dari toko belok kiri, Jl. Veteran 1, jalan kearah luar gang belok ke kanan. Di sini ada 3 rute Bus Wisata yang berhenti mengambil penumpang, yaitu Jakarta Modern, Pencakar Langit Jakarta dan Sejarah Jakarta. Khusus untuk Sejarah Jakarta, antriannya adalah diatas trotoar, posisinya paling kanan. Jangan salah jalur ya, kalo salah jalur bisa diteriakin kondektur Bus untuk antri lagi dari belakang lho.

      Bus Wisata Pencakar Langit Jakarta
      Lama kami menunggu di halte, sempat bertanya-tanya kenapa busnya belum juga berjalan kearah kami, busnya berhenti sekitar 10 meter dari halte. Para petugas Bus mulai dari driver sampai dengan kondektur sibuk, hilir mudik, keluar masuk bus. Ada apa ya?? Oooo.. Ternyata Busnya sedang disapu dan di Pel dulu, mungkin ada penumpang sebelumnya yang sedikit kurang disiplin makan dan minum hingga menjatuhkan sesuatu yang membuat kotor Busnya…. Jadi ingat yach… Jangan abaikan larangannya. Kasian petugas-petugasnya.

      Menunggu sekitar 10-15 menitan, akhirnya bus wisatanya menghampiri kami dan penumpang mulai berjalan ke dalam bus dan bergerak menuju ke tingkat atas. Buspun jalan menuju Kota Tua dengan melewati Jalan Gajah Mada.
      Tiba di depan Museum Bank Indonesia, jam tangan menunjukan waktu sudah pukul 15.55 WIB, sudah tidak bisa masuk ke Museum Bank Indonesia lagi karena tutupnya jam 16.00 WIB, pintu pagarpun sudah ditutup rapat-rapat. Baik lah, berarti langsung saja menuju Wisata Kota Tua.
           
      Di Kota Tua, kita bisa menemukan Museum Fatahillah, Café-café yang di-design sedemikian rupa sehingga terkesan tua, meskipun menu dan merk restorannya adalah restoran masa kini, seperti Bangi Kopitiam dan lainnya. Ada Indomaretnya juga di samping Café Batavia. Pemandangan mulai menarik karena pintu bangunan masih terkesan kuno, disekitarnyapun banyak berdiri Patung-patungan Pahlawan dan Super Hero Tempo Dulu seperti Imam Bonjol, Gatot Kaca, Tentara Kompeni, Noni Belanda (yang tampangnya jauh dari orang Belanda…. Hehehe); pelukis, souvenir-souvenir, dan lainnya.


          
           
      Ada sepeda Ontel juga disana, dulu waktu tahun 2013, Saya pernah bawa tamu ke sini, sewa sepeda ontelnya untuk keliling ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Kapal, Pasar Ikan dan Toko Merah, harga sewanya Rp 30.000,- /unit. Tapi sepertinya sekarang Sepeda Ontelnya sudah tidak boleh keluar dari kawasan Kota Tua deh. Tapi menariknya sepeda-sepeda itu sekarang dicat berwarna warni dan masih dapat disewakan untuk pengunjung Kota Tua dan hanya boleh berkeliling didalam saja. Sayang sekali memang, padahal kalau masih boleh berkeliling ke Pelabuhan dan lain2 jadi bisa mengenal obyek-obyek wisata yang lainnya disekitar Kota Tua. Tapi.. ya sudah lah… Kami cukup puas juga dengan pemandangan yang ada disini.

      Setelah Capek foto-foto di Kota Tua, jam sudah menunjukkan pukul 17.05, lalu kamipun beranjak keluar dari Kota Tua dan berencana ngopi-ngopi cantik dulu sebelum bubar. Tujuan kami adalah Kopi “Lau Hue” (pernah dibahas oleh Ci Eka Wibisono) tahun lalu. Sebelum Ngopi ternyata Ibu-Ibu sudah lapar perutnya dan akhirnya nongkrong dulu dipinggir jalan didepan Museum Bank Indonesia mencoba jajanan berat pake bakulan di depan gedung Museum Bank Indonesia. Ada Gado-gado, ada Kwetiau, Mie Goreng, Bihun Goreng, lengkap dengan gorengan bakwan serta sambal kacangnya.. Rame lah pokoknya itu bakul. Yang pasti semua happy meskipun rasanya so so banget banget sih katanyaaa…. (karena aku sendiri tidak mencoba).
           
      Setelah nye”nack” jajanan berat itu tadi, kami lanjutkan perjalanan menuju ke Petak 9, Glodok area dengan berjalan kaki (jaraknya kurang lebih 1,2 KM). Kebayang kan bagaimana perjuangan kami hari itu… huff… berjalan kaki kurang lebih 15-20 menit, akhirnya tiba lah di tujuan yaitu kedai “Lau Hue”. Disini kami memesan Liang Teh (Rp 9.000,-), Es Kopi (Rp 12.000,-/gelas), gorengan pisang (Rp 3.500,-/pc), Talas (Rp 6.000,-/pc) dan tapenya (Rp 3.000,-/pc). Dah kecapean jadi gak napsu makan yang berat lagi (atau Ibu-Ibu kita udah kekenyangan ya… hahaha.. kagak tau juga). Yang pasti di Kedai ini ada jual Mi kuah, bihun kuah, kwetiau dan lain-lain khas Bangka.

      Ok… Tiba lah saatnya kami harus berpisah di halte Busway Glodok. Sebagian ke Kelapa Gading, Mangga Besar, ke Gajah Mada, dan sisanya kami balik lagi ke Balai Kota dengan menumpang Busway dengan tujuan akhir Monas, Foto-foto lagi sebelum berpisah.
          
      kami minta diturunkan didepan Balaikota. Kami pun menyempatkan diri untuk masuk ke halaman Balaikota dan berfoto ria dengan background Karangan Bunga yang banyak itu... Pertemuan ini singkat memang tetapi cukup berkesan karena memang sudah pada kangen sih…
      Akhir kata, bagi teman-teman yang di luar sana, baik Jakarta maupun luar kota, jangan ragu, silahkan mencoba berkeliling Jakarta dengan Bus Wisata Jakarta Ini. Mumpung masih Gratis. Kalau udah lewat dari bulan Oktober 2017, gak tau lagi deh. Dijamin nyaman dan memuaskan.
      Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat..!!
    • By Dewi Calico
      AYAM GEPREK DEKAT KAMPUS
      안녕하세요,
      Huuwaaaa Traveler Cute menemukan kuliner enak di Bali, cocok buat para pecinta rasa pedas.
      Based olahannya adalah Ayam.
      Jadi Pedas & Ayam, pasti banyak yang suka kan????
      Dan menurutku lidah orang Indonesia itu suka pedas hahaha.
      Awalnya aku terpesona dengan kuliner ini saat ada postingan di IG dan yaa aku kepoin dong karena foto makanannya beneran meluluhkan hatiku.
      Well, lokasi di Bali dan aku sudah bertekad kalau ke Bali harus mencari makanan Ayam pedas itu.
      Finally saat aku di Bali langsung buka App Waze, yeeaahh App kesayanganku yang always help me dan setia menunjukan jalan hahaha.
      Okay chek Waze estimasi waktu sekitar 30 menitan dari Kuta.
      Dan capcuuss berangkat mengikuti petunjuk Waze.
      Aaaiihhh ternyata cukup jauh yaaa ditempuh dengan Motor dan cuaca super panas dan hanya pakai Hotpant Tanktop.
      Yaahh begitulah lalu lintas padat, dan perjuanganku cukup berat haha.
      Tarraaaa saat sampai di lokasi,
      Hmm lokasi tidak terlalu besar tapiiii rapi bersih dan good looking laaaa ibaratnya.
      Nama tempat makan ini yaaa itu tadi AYAM GEPREK DEKAT KAMPUS.
      Maybe because dekat kampus dan supaya orang mudah ingat kali yaa that's why diberi nama seperti itu.
      Saat itu aku meminta untuk dibungkus.
      Aku memilih menu dan woow harga terjangkau.
      Aku membeli Paket Ayam+Nasi+Sayur seharga 20.000 IDR.
      Dan juga Ceker mercon seharga 15.000 IDR.
      Ceker isi 5 pcs.
      Ayam paketnya unik siihh karena di Box bungkusan itu sudah bentuk ayam suwir, jadi aku gak harus ribet memilah Ayam dan tulang.
      Soal rasa yaapp eennaakkk, sedap dan aku pengen lagi.
      Sambalnya nyoosss pedasnyaaaa.
      Ceker super empuk, bumbu pas banget.
      Dan pokoknya aku suka banget pedasnyaaaa itu lhoo menggoyang lidah banget hahhahaha.
      No., Jl. Jend. Sudirman No.19A, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80113
       
      Kuliner ini pas banget untuk kalian kalian yang pengen tantangan pedas.
      Capcuuss dicoba yaaa.
      Happy Traveling.
      Salam Dewi Calico.







    • By eka wibisono
      Hai teman-teman KJJI penggemar kopi, kebetulan beberapa minggu lalu, aku dan teman2 kulineran  di daerah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.  Setelah makan siang dan jalan2 di PIK Avenue, beberapa temanku yg memang maniak kopi ngajakin  ke tempat ngopi yg nyaman dan tentunya kopinya pasti enak juga.
      Namanya UPO Coffee ("UPO")  dan berlokasi di Ruko Cordoba, Blok H No. 79, Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
       
      UPO buka hari Senin s/d Jumat jam 09.00 – 19.00 WIB. Hari Sabtu & Minggu: jam 09.00 s/d 24.00 WIB dan hari libur besar pun buka lho. Tempatnya mungil dan terselip diantara ruko-ruko tp sore itu banyak jg pengunjungnya. Untung deh kami dapat tempat di lantai 2. Walaupun tempatnya mungil, tp nyaman lho untuk kongkow2 dgn teman2, ngelamun2 doang, ngopi sambil kerja ok jg, pokoke  suasananya asik lah.

       
      Untuk teman2 yg gak doyan kopi, jgn kawatir ada kok pilihan minuman lainnya seperti teh,coklat dll.
      Ini dia menu-menunya:

      Untuk harga, mulai dari Rp. 8 ribu s/d Rp. 85 ribu. Hmm.. aku rasa masih wajar kok sebanding lah dng kenyamanan tempat dan rasa minuman yg dijual.
      Nah pastinya kami semua pingin cobain minuman yg spesial dr UPO ini.. Ini lah pesenan kami semua:
      1. Mocha Master: Minuman kopi ini unik lho, Kenapa unik? Krn kita sendiri yg meracik kopinya  sesuai dgn selera kita dan tidak disajikan dgn es batu seperti tempat lain Liat nih tampilannya.
       
       

      Hehehe... pasti bingung kan liat tabung-tabung yg disodorin ke muka kita, serasa mo praktek di laboratorium gt.
      Untuk Mocha Master, kita akan dikasih cairan Susu murni tawar, coklat, kopi espresso dan cold brew (kopi yg didinginkan selama 12 jam (kata waiternya lho)) dan ini dia yg nambah uniknya, kalo biasanya kopi disajikan dgn es batu, nah Mocha Master disajikan dgn ice cube stainless steel. Sempet gak percaya lho, tp emang bener ice cubenya  terbuat dr stainless steel yg udah didinginkan sama dgn dinginnya es batu, dan udh pasti gak bakal mencair. Jgn kawatir,  ice cube stainless steel dijamin kok hygienis.
      2. Upo spesial Black Sesame Latte terdiri dari: Susu murni tawar, cairan black sesame (wijen hitam) dan bola es rasa wijen hitam.
      Minuman ini menurut aku unik jg ya krn jarang kan wijen hitam dibuat utk campuran minuman. Rasanya..hehehe susah utk mendeskripsikannya. Kalo teman2 mau tau rasanya, sebaiknya dateng langsung deh ke UPO.
       
       

      3. Upo spesial Taro Latte terdiri dari: Susu murni tawar, cairan Taro (talas ungu) & bola es rasa taro.

       
      4. Upo spesial Green Tea Latte: Susu murni tawar, cairan green tea & bola es rasa green tea.

       
      5. 
      Peach Ice Tea: Teh rasa peach & bola es rasa peach.
       
       

      Jd dari semua minuman yg kami pesan, menurut aku sih yg harus dicoba yaitu Mocha Master dan Upo Spesial Black Sesame Latte. Rata-rata minumannya minim rasa manis ya, jd utk penggemar minuman manis bisa minta tambahan gula cair.
       
       
      Oh iya, kalo teman2 ingin cari snack pendamping minuman, UPO jg menyediakan aneka cake dan pastries.  Kalo gak selera dng kue2 yg ditawarkan, jgn  kawatir boleh kok kita bawa snack dr luar. Seperti yg aku & teman2 lakukan, kita beli aja deh pisang goreng , tempe & tahu goreng  di Prima Rasa Pisang Goreng Pontianak yg terletak di bagian depan ruko Cordoba. Lebih cocok sih sbg snack pendamping minuman kita.
       
       

      Jadi teman2 kalo ingin cari tempat nongkrong di daerah PIK, jangan lupa mampir ke UPO. Recommended lah!
    • By Florencia Maria
      Hai saya cari teman untuk berangkat ke Belgia, tiket sekitar 8-10 juta, start dari Jakarta tanggal 7 juli- 15 Agustus (Summer). Belum tau lanjut kemana kemungkinan tidak Polandia, Jerman, Belanda,Perancis& Italy karena baru selesai trip kesana, khusus yang domisili Surabaya bisa urus visa barengan :D.
      kl berminat join bisa email saya yah florenciamaria24@gmail.com. Itinerary menyusul rencana negara setelah explore Belgia adalah Luxembourg, Slovenia, Monaco dan Austria (Liechtenstein) 
       
      Lumayan bisa ke Belgia PP 6.9 silahkan cek tiketnya pakai Thai Airways :)
    • By vie asano
      Biasanya, liburan ke Jakarta identik dengan wisata mall, wisata sejarah, hingga kawasan Ancol dan Dunia Fantasi-nya. Tapi sebetulnya, masih ada pariwisata lain di Jakarta yang layak banget untuk kalian lirik, yaitu wisata Kepulauan Seribu-nya.
      Popularitas Kepulauan Seribu sebagai salah satu primadona pariwisata DKI Jakarta memang sudah sangat tersohor di level domestik. Dewasa ini, makin banyak juga tour dan travel yang menawarkan program wisata ke berbagai pulau di Kepulauan Seribu, sehingga wisatawan punya banyak opsi paket untuk dipilih. Namun, jika kalian berencana melakukan wisata mandiri tanpa menggunakan jasa tour dan travel, atau mungkin kalian baru akan menjelajah Kepulauan Seribu, simak yuk aneka trivia fakta tentang Kepulauan Seribu berikut ini.
      *             *             *             *             *
      Informasi Dasar

      Gerbang Selamat Datang di Pulau Pramuka, via kotawisataindonesia
      Kepulauan Seribu adalah satu-satunya kabupaten administrasi yang termasuk dalam wilayah DKI Jakarta. Semula Kepulauan Seribu menjadi bagian dari Jakarta Utara, namun kini berdiri terpisah sebagai kabupaten dengan pusat pemerintahan di Pulau Pramuka. Seluruh Kepulauan Seribu ini kemudian dibagi menjadi 2 kecamatan: Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Masing-masing kecamatan kemudian dibagi lagi menjadi tiga kelurahan.
      Sesuai dengan namanya, Kepulauan Seribu ini memiliki wilayah berbentuk kepulauan. Totalnya terdapat 342 pulau yang ada di kepulauan ini (termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang). Tidak ada informasi lebih lanjut apakah 342 pulau itu termasuk dengan pulau-pulau yang sudah tenggelam atau tidak.
      Namun, versi lain menyebut kalau jumlah pulau di Kepulauan Seribu tersebut hanya berkisar 110 pulau saja, yang membentang sepanjang 45 kilometer. Yang pasti, dari ratusan pulau tersebut, hanya 36 pulau saja yang dapat digunakan untuk rekreasi (23 diantaranya dimiliki oleh privat dan tidak dibuka untuk umum, sedangkan 2 pulau dijadikan taman sejarah). Sementara sisanya adalah pulau-pulau yang dihuni oleh perkampungan nelayan, maupun pulau tak berpenghuni.
      *             *             *             *             *
      Posisi dan Peta Kepulauan Seribu
      Kepulauan Seribu terletak di sisi utara DKI Jakarta, mulai dari Teluk Jakarta hingga terus ke arah Utara sejauh 45 kilometer. Jika dilihat di peta, lokasi Kepulauan Seribu ini terletak di antara 06°00’40” dan 05°54’40” Lintang Selatan dan 106°40’45” dan 109°01’19” Bujur Timur. Secara mudah, seperti inilah posisi Kepulauan Seribu terhadap DKI Jakarta, beserta beberapa nama pulaunya.

      Peta Kepulauan Seribu, via nengsary.wordpress
      *             *             *             *             *
      Daya Tarik Kepulauan Seribu
      Kepulauan Seribu memang sudah sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata di Jakarta. Tapi, jika kalian masih bingung apa yang membuat Kepulauan Seribu terasa begitu seksi menggoda, kurang lebih seperti inilah daya tarik Kepulauan Seribu.

      Salah satu pulau di Kepulauan Seribu, via arraziibrahim
      1. Kepulauan Seribu Memiliki Alam yang Indah
      Ya, umumnya pulau-pulau di Kepulauan Seribu memang memiliki pesona alam yang indah. Pantai berpasir bersih, laut yang biru, dan tentu saja vegetasinya yang cukup terjaga. Semakin utara, maka kalian akan semakin mendapatkan suasana alam bawah laut yang masih sangat alami, laut yang makin bersih, dan pantai yang indah.
      2. Keberadaan Aneka Resort-nya yang Nggak Kalah dengan Bali
      Sebagian pulau di Kepulauan Seribu memang sudah dikembangkan menjadi pulau-pulau resort. Aneka resort tersebut cukup populer dijadikan tempat liburan singkat bagi penduduk Jakarta yang ingin kabur sejenak dari padatnya ibu kota Indonesia tersebut. Selain itu, aneka resort tersebut juga populer sebagai destinasi bulan madu bagi pasangan yang berada di Jakarta dan sekitarnya, yang menginginkan destinasi bulan madu yang nggak terlalu jauh.
      3. Alam Bawah Lautnya yang Indah
      Oke, mungkin keindahan alam bawah laut di Kepulauan Seribu masih kalah populer dibanding Gili Trawangan dan Bunaken. Pun pesonanya masih kalah jauh dibandingkan dengan Wakatobi dan Raja Ampat. Tapi di Kepulauan Seribu terdapat beberapa spot yang lumayan populer sebagai spot diving dan snorkeling karena memiliki pesona alam bawah laut yang cukup menarik. Jika budget wisata kalian belum cukup untuk pergi ke Raja Ampat, setidaknya kalian bisa mencoba main dulu ke Kepulauan Seribu (terutama jika domisili kalian di sekitar Jakarta).
      4. Kepulauan Seribu Juga Populer Akan Konservasi Alam-nya
      Beberapa pulau di Kepulauan Seribu telah ditetapkan sebagai pulau-pulau konservasi, entah konservasi flora, fauna, maupun konservasi alam lautnya. Beberapa fauna yang dilindungi di kawasan Kepulauan Seribu antara lain penyu sisik dan penyu hijau.
      5. Wisata Sejarah
      Kepulauan Seribu memiliki beberapa pulau yang difungsikan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai historis yang tinggi. Beberapa pulau yang lokasinya lebih dekat ke Jakarta memang memiliki beberapa peninggalan bersejarah, seperti reruntuhan benteng, sisa reruntuhan rumah sakit yang dulu digunakan untuk karantina haji, dan beberapa makam kuno.
      6. Beragamnya Aktifitas yang Bisa Dilakukan di Kepulauan Seribu
      Mungkin sebetulnya inilah daya tarik utama dari Kepulauan Seribu. Kalian memiliki banyak sekali opsi aktifitas wisata yang bisa dilakukan disana, mulai dari melakukan berbagai aktifitas olah raga air seperti snorkeling dan diving, bersantai di pantai, mengunjungi berbagai pulau sekaligus (island hopping) karena banyak pulau yang lokasinya berdekatan, hingga menikmati sunrise dan sunset.
      Beberapa pulau juga dapat dijelajahi sambil naik sepeda, dan menawarkan fasilitas tambahan seperti museum, reruntuhan bangunan bersejarah, melihat-lihat berbagai tempat penangkaran satwa langka, hingga akuarium bawah laut (hanya ada di Pulau Putri saja). Kalian juga bisa melakukan aktifitas outdoor seperti camping lho. Nah, banyak kan yang bisa kalian lakukan di Kepulauan Seribu?
      7. Jaraknya Cukup Dekat dan Mudah Dijangkau dari Jakarta
      Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, tentu saja ini adalah daya tarik terbaik dari Kepulauan Seribu. Jaraknya memang cukup dekat dari Jakarta, dan relatif mudah dijangkau. Pokoknya, bagi penduduk Jakarta, Kepulauan Seribu ini asyik banget disambangi saat lelah dengan hiruk pikuk perkotaan, namun tak memiliki terlalu banyak waktu untuk liburan ke tempat yang jauh seperti Bali dan Raja Ampat.
      *             *             *             *             *
      Pulau yang Bisa Dikunjungi Oleh Wisatawan
      Dari ratusan pulau di Kepulauan Seribu, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Sebagian lainnya sudah dimiliki oleh privat dan tertutup untuk umum. Dari sekian banyak pulau tersebut, berikut ini beberapa pulau yang wajib masuk dalam daftar kunjungan kalian selama berada disana dan apa daya tariknya untuk wisatawan:
      1. Pulau Pramuka

      Pulau Pramuka, via kotawisataindonesia
      Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sehingga fasilitas yang ada disana terbilang cukup lengkap. Di pulau ini pun terdapat banyak homestay bagi wisatawan yang ingin menjelajah beberapa pulau sekaligus, dan lokasi pulaunya pun strategis untuk dijadikan basecamp penjelajahan Kepulauan Seribu. Selain itu, Pulau Pramuka menawarkan wisata edukasi karena disana terdapat tempat pelestarian Penyu Sisik yang termasuk jenis penyu langka.
      2. Pulau Tidung Besar dan Kecil

      Jembatan cinta di Pulau Tidung, via hotel.jalan2.com
      Dari seluruh pulau wisata di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung termasuk salah satu destinasi paling populer. Pulau yang terdiri dari Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini memiliki sebuah jembatan sepanjang 800 meter yang disebut-sebut sebagai Jembatan Cinta. Wisatawan bisa berjalan-jalan melintasi jembatan ini, atau melakukan uji nyali dengan melompat dari sana dan terjun langsung ke laut.
      3. Pulau Semak Daun

      Pulau Semak Daun, via okopi247.wordpress
      Sebetulnya, Pulau Semak Daun ini merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu. Tapi jika kalian menyukai pantai berpasir putih dan alam bawah laut yang indah, pulau ini layak banget untuk kalian lirik. Hanya saja, jika ingin bermalam disini, jangan lupa untuk membawa tenda sendiri ya!
      4. Pulau Bira

      Pulau Bira, via pikavia
      Pulau Bira ini sebetulnya jaraknya cukup jauh dari Jakarta, dan kalian harus transit dulu ke Pulau Pramuka sebelum bisa melanjutkan perjalanan kesini. Tapi pulau ini memiliki pantai yang indah, dan suasana alam yang masih sangat terjaga. Asyik banget untuk melakukan berbagai aktifitas seperti diving dan snorkeling, atau sekedar duduk-duduk untuk menikmati sunset.
      5. Pulau Pari

      Pulau Pari, via katalogwisata
      Salah satu pulau yang populer disambangi oleh mereka yang memang mengejar sunset. Selain itu, Pulau Pari memiliki pantai yang bersih, terumbu karang yang indah, dan tempat budidaya hutan mangrove.
      6. Pulau Harapan

      Pulau Harapan, via yuuma7
      Laut di sekitar Pulau Harapan memiliki banyak terumbu karang yang kondisinya cukup terjaga, sehingga lumayan menarik minat wisatawan yang hobi diving untuk mengunjungi pulau ini. Selain itu, di Pulau Harapan terdapat jembatan kayu yang populer digunakan oleh para wisatawan sebagai tempat untuk duduk santai dan menikmati pemandangan ke arah lautan lepas. Psst, di pulau ini pun terdapat penangkaran Elang Bondol (salah satu jenis elang yang langka) lho.
      7. Pulau Bidadari

      Pulau Bidadari, via infojakarta
      Salah satu pulau resort yang posisinya paling dekat dengan Jakarta. Di pulau ini terdapat beberapa reruntuhan bangunan peninggalan jaman penjajahan dulu, dan aneka cottage yang berdiri di atas laut. Untuk mencapai pulau ini kalian hanya memerlukan waktu 30-45 menit saja dari pantai Marina, Ancol, mengunakan kapal motor.
      8. Pulau Ayer

      Pulau Ayer, via crayonstoconcepts
      Sama seperti Pulau Bidadari, Pulau Ayer ini juga merupakan pulau resort yang jaraknya cukup dekat dengan Jakarta. Di pulau ini pun terdapat cottage-cottage yang dibangun di atas laut.
      9. Pulau Putri

      Akuarium bawah laut di Pulau Putri, via wisatapulauseribu
      Pulau Putri ini menawarkan aktifitas wisata yang berbeda dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Disini terdapat akuarium bawah laut, perahu dengan bagian bawah terbuat dari kaca, serta sunset cruise bagi kalian yang ingin menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Selain itu, di pulau ini pun ada cottage bagi kalian yang ingin bermalam di Pulau Putri.
      10. Pulau Kotok

      Pulau Kotok, via gembolransel
      Pulau Kotok ini memiliki vegetasi yang masih relatif asli, karena karena di pulau ini nggak ada fasilitas permainan laut seperti di pulau lainnya. Selain itu, Pulau Kotok memiliki panorama bawah laut yang menggoda para penyelam untuk datang dan menyelam disana.
      11. Pulau Pantara

      Pulau Pantara, via pulaupantara
      Termasuk salah satu pulau terjauh di Kepulauan Seribu. Namun jangan salah, fasilitas disana cukup lengkap lho. Di pulau tersebut ada cottage, restoran, kolam renang, dan berbagai fasilitas olah raga. Dengan kata lain, Pulau Macan ini memang dirancang untuk kalian yang ingin berlibur dan menginap disana.
      12. Pulau Sepa

      Pulau Sepa, via infojakarta
      Pulau Sepa memiliki alam bawah laut yang cukup cantik, dan asyik banget untuk melakukan snorkeling dan diving. Jaraknya pun nggak terlalu jauh dari Dermaga Marina Ancol, yaitu kira-kira 90 menitan saja menggunakan speed boat.
      13. Pulau Macan

      Pulau Macan, via tandapagar
      Salah satu pulau resort di Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat bermacam fasilitas, mulai dari aneka cottage, pulau terpisah dengan pantai berpasir putih, toko souvenir, dan banyak lagi.
      14. Pulau Untung Jawa

      Pulau Untung Jawa, via kepulauanseribuu.blogspot
      Pulau ini lokasinya nggak jauh dari Ancol, dan termasuk salah satu pulau berpenghuni yang menawarkan banyak pilihan akomodasi bagi wisatawan. Di pulau ini kalian dapat melakukan berbagai aktifitas, mulai dari bersepeda, hingga melakukan aneka olah raga air seperti diving, snorkeling, banana boat, dan lain-lain.
      15. Pulau Lancang

      Pulau Lancang, via sarihusada
      Pulau ini mungkin nggak sepopuler Pulau Tidung. Tapi pulau ini cukup menarik juga untuk dikunjungi lho, karena disini kalian dapat melakukan berbagai aktifitas mulai dari memancing hingga diving. Oya, di pulau ini pun terdapat beberapa pilihan akomodasi.
      16. Pulau Onrust

      Museum Pulau Onrust, via checkinjakarta
      Pulau Onrust dikenal sebagai salah satu pulau cagar budaya di Kepulauan Seribu. Di pulau ini memang terdapat beberapa peninggalan bersejarah, dan sebuah Museum Pulau Onrust. Jika kalian suka wisata arkeologi, masukkan Pulau Onrust dalam daftar kunjungan kalian ke Kepulauan Seribu.
      17. Pulau Kelor

      Pulau Kelor, via pixoto
      Sama seperti Pulau Onrust, Pulau Kelor ini juga populer sebagai tempat untuk melakukan wisata arkeologi. Di pulau ini terdapat Benteng Martelo yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Memang sih saat ini benteng tersebut hanya tersisa puing-puingnya saja. Tapi tetap saja suasananya cukup seksi untuk diabadikan oleh kamera kalian.
      18. Pulau Air

      Pulau Air, via blog.widayatour 
      Salah satu pulau yang populer untuk melakukan kemping. Hanya saja karena di pulau ini tidak ada fasilitas MCK maupun fasilitas air bersih, disarankan untuk menginap tidak lebih dari 2 hari.
      19. Pulau Papatheo/Petondan Kecil

      Pulau Papatheo, via fitriesimprit/instagram
      Pulau seluas 8 hektar dan berjarak kira-kira 108 kilometer dari Ancol ini populer di kalangan para penyelam. Di pulau ini terdapat spot yang berisi bangkai kapal sepanjang 100 meter, yang akhirnya menjadi ciri khas dari pulau Papa Theo dibanding pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu.
      *             *             *             *             *
      Akses
      Untuk mencapai Kepulauan Seribu, cara yang paling populer adalah dengan menggunakan perahu. Tersedia 2 opsi perahu: kapal tradisional dan kapal cepat/speed boat.
      Menggunakan Kapal Tradisional
      Jika ingin menggunakan kapal tradisional, kalian dapat berangkat dari Peabuhan Muara Baru, Muara Angke, dan Tanjung Pasir. Biaya tiketnya bervariasi, mulai dari IDR40000/orang hingga IDR86000/orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu), tergantung pulau yang menjadi tujuannya (Pulau Pramuka/Panggang, Pulau Tidung, Pulau Kelapa/Harapan, Pulau Pari). Namun biasanya ada juga kapal nelayan yang bisa di sewa (harga sewa bervariasi), sehingga lebih praktis jika kalian berangkat bersama rombongan.
      Adapun jadwal keberangkatan setiap harinya biasanya dimulai pada pukul 07.00-07.30, kecuali jika kapal telah penuh sebelum itu. Jadi, sangat disarankan untuk datang jauh sebelum waktu keberangkatan sesuai jadwal.
      Menggunakan Kapal Cepat (Speedboat)
      Jika ingin menggunakan kapal cepat, kalian bisa berangkat dari Dermaga Marina Ancol menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Biayanya berkisar antara IDR40000-50000/orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Biasanya tiket akan dijual mulai pukul 06.30-07.30, sementara kapal akan berangkat antara pukul 08.00-09.00.
      Selain menggunakan kapal tradisional dan kapal cepat, wisatawan juga bisa berangkat menggunakan pesawat kecil dan mendarat di bandara perintis yang ada Pulau Panjang. Tapi opsi ini termasuk jarang digunakan oleh wisatawan.
      *             *             *             *             *
      Disclaimer:
      Foto diambil dari sumber yang berbeda-beda (cek caption) tanpa adanya editan tambahan lain selain proses resizing.