Sign in to follow this  
asep2012

Pad Thai

12 posts in this topic

Pernah makan Pad Thai? kalau belum pernah lihat atau dengar, ini adalah sejenis Kwetiau Goreng dari Thailand yang didalamnya terdapat telur, bumbu cabai, toge, ayam, udang dan tahu. Lalu biasanya di beberapa restaurant ditambah dengan bahan lain seperti kacang tanah yang dihaluskan, bawang putih, jerus nipis, cuka, gula ataupun cabai tumbuk)

Kalau dilihat dari sejarahnya, Pad Thai sudah berada ratusan tahun di Thailand, pertama kali dikenalkan pada zaman Ayuthaya oleh pedagang Vietnam, lalu menjadi popular sekitar tahun 1930an karena perdana mentri waktu itu mempromosikan rasa nasionalisme dengan cara mengurangi konsumsi nasi. Perekonomian Thai waktu itu sangat tergantung dari export nasi, makanya perdana mentri berharap dapat meningkatkan export dengan mengalihkan konsumsi ke makanan ini. Setelah itu Pad Thai menjadi salah satu makanan nasional dari Thailand.

Kalau dilihat2 bener2 mirip kwetiau goreng yah, tapi saya pernah coba, disini dikasih kacang dan bumbu yang berbeda dengan kwetiau, jadi boleh dicoba kalau penasaran.

220px-Thaiexp2.JPG220px-Pad_Thai.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites

apa bedanya sama kwetiau goreng kita? hehe jangan jagan pad thai pas di artiin ke dalam bahasa indonesia artinya kwetiau goreng thailand hahaha penasaran pengen coba

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah si ibu ngeliat kurang detail. bedanya katanya diatas lebih ke bumbu, sama ada kacangnya.

terus kalau dari gambar ada cabe bubuk sih, kalau kwetiau kan biasa pake cabe cair, buka cabe bubuk

oh iya ya bener haha sorry saya baca nya gak fokus haha habis dari gambarnya mirip banget ya

Pernah makan Pad Thai? kalau belum pernah lihat atau dengar, ini adalah sejenis Kwetiau Goreng dari Thailand yang didalamnya terdapat telur, bumbu cabai, toge, ayam, udang dan tahu. Lalu biasanya di beberapa restaurant ditambah dengan bahan lain seperti kacang tanah yang dihaluskan, bawang putih, jerus nipis, cuka, gula ataupun cabai tumbuk)

Kalau dilihat dari sejarahnya, Pad Thai sudah berada ratusan tahun di Thailand, pertama kali dikenalkan pada zaman Ayuthaya oleh pedagang Vietnam, lalu menjadi popular sekitar tahun 1930an karena perdana mentri waktu itu mempromosikan rasa nasionalisme dengan cara mengurangi konsumsi nasi. Perekonomian Thai waktu itu sangat tergantung dari export nasi, makanya perdana mentri berharap dapat meningkatkan export dengan mengalihkan konsumsi ke makanan ini. Setelah itu Pad Thai menjadi salah satu makanan nasional dari Thailand.

Kalau dilihat2 bener2 mirip kwetiau goreng yah, tapi saya pernah coba, disini dikasih kacang dan bumbu yang berbeda dengan kwetiau, jadi boleh dicoba kalau penasaran.

220px-Thaiexp2.JPG220px-Pad_Thai.JPG

wah pernah coba langsung ya? kira kira kalau di bandingin enakan mana nih sama kwetiau goreng kita?

Share this post


Link to post
Share on other sites

pad thai paling enak menurut saya adanya di MBK Bangkok, yaitu di 5th Avenue food court..enak banget, gak terlalu mahal lagi apalagi ditemani sama ice thai tea + mango sticky rice..heaven..

Share this post


Link to post
Share on other sites

gw pernah cobain pad thai tapi yg versi resto di indonesia, makannya di thai resto yg ada di mol2 itu loh  :D

kl yg disitu bumbunya menurut gw kurang kerasa, ga tau deh kl yg asli thailandnya hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

gw pernah cobain pad thai tapi yg versi resto di indonesia, makannya di thai resto yg ada di mol2 itu loh  :D

kl yg disitu bumbunya menurut gw kurang kerasa, ga tau deh kl yg asli thailandnya hehehe

wahahahaha kayanya sih pasti beda ya bumbunya, mungkin kalo yang original thailand bumbunya lebih kerasa

Share this post


Link to post
Share on other sites

wahahahaha kayanya sih pasti beda ya bumbunya, mungkin kalo yang original thailand bumbunya lebih kerasa

setuju, pasti tampilannya mirip tapi rasa pasti beda jauh ya hahahaha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ini makanan aku setiap hari pas trip kemarin di Bangkok, tapi bukan makan yang di restorant. Di kawasan Khaosan Road banyak penjual Pad Thai dengan harga yang relatif murah banget, dari 25 THB yaitu Pad Thai No Egg, jadi isinya ya cuma mie/kwetiau sama sayuran aja, 30THB pake telor, dan 50 THB pake ayam dan telor. Porsinya juga banyak, dan enak juga kok walopun bukan di restorant, apalgi kalo makannya sama spring roll yang dijual 10THB 1pcs. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • Guest
      By Guest
      Hallo...Sawadee Khrup 
      Saya ingin menceritakan perjalanan saya ke 2 dalam trip ke Luar Negeri, ini kunjungan pertama saya ke bangkok. Sekian lama menanti hari ini pun tiba saat nya saya explore beberapa kota di bangkok. Trip kali ini saya sekitar 10 ( 16-25 April ) hari dengan agenda sih mau merasakan yang nama nya SONGKRAN festival, awalnya sih gak kepikiran buat songkran karena setelah lihat kalender Thailand nya acara berlangsung 12/13 - 16 april sedangkan saya baru otw ke bangkok tanggal 16 april sore hari dan sampai di bandara don mueang 16 malam. 
       
      Hari pertama 16 April 
      Gak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama, start dari jakarta ke bangkok jam 16.30 sore karena parno takut kelebihan kabin  jadi jam 12 an dah masuk ke ruang tunggu. Sempat was2 karena ada timbangan pas masuk ke bagian ruang tunggu, akhirnya ama petugas cm di angkat saja dan lolos lah akhir nya 8 Kg koper saya. Mungkin next time lbh bawa sedikit aja jadi gak parno lagi . Akhir nya saya pun ngebangke di ruang tunggu +- 4 jam, sudah di siapin sih amunisi nya mulai dari buku, games portable n Mp3 + wifi ( ini yang paling ampuh sih ).  untung aja di bandara ada wifi free dan lumayan kencang akhir nya saya pun nonton youtube acara reality show RUNNING MAN buat usir ke bosanan. Dan jam pun menunjukkan jam 4 lewat mulai pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat, it's time to fly  sambil mendengarkan lagu nya OFFICIAL AIR ASIA pitbull " Time Of Our Lives ". 
      3,5 jam di dalam pesawat dan akhir nya saya pun tiba di bandara don mueang Bangkok untuk pertama x nya, dan semua pun berjalan lancar sampai ke bagian imigrasi. Di sini semua petugas gak berpakain resmi karena masih merayakan songkran jadi bajunya warna warni semua alias cerah2 ( bebas tp sopan ). Setelah itu saya memutuskan naik TAXI saja ke daerah Khaosan Road untuk menginap semalam di sana. Taxi dari bandara ke daerah Khaosan Road +- 1 jam jadi kena agro nya 190 THB +- 70an rb lah. Sesampainya di sana saya pun cari Hotel yang dekat ama daerah kawasan sana lalu cari makan malam, jalan2 sebentar dan pulang ke hotel untuk istirahat, dan ternyata pemirsa saya gak bisa tidur karena terllau berisik nya suasana malam di sana. disko2 terus semalaman  padahal dah capek banget. Tapi pertama x sih oklah inap di sana n merasakan dunia malam nya bangkok. Istirahat karena besok pagi2 mau lanjut ke wisata Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun.
       
      Hari ke dua 17 April
      Hari ini rencana akan di lanjutkan ke Grand palace, Wat Pho n Wat Arun, ternyata jalan kaki dari hotel ke Grand palace lumayan jauh juga ya?banyak yang bilang dekat tp lumayan juga jalan + matahari begitu menyengat. Sesampainya di Grand Palace masih belum buka karena buka jam 8.30 kalau gak salah jadi cari sarapan di sevel aja yang murah meriah. Jam 8 aja di luar sudah penuh dengar para turis dari china, ada mungkin sekitar 60 an orang udah antri di depan pintu gerbang nya. Dari luar saja bangunan Grand Palace megah sekali setalah masuk ke dalam wah..wah..wah... keren banget deh karena baru pertama x nya ke sini tapi harga tiket nya OMG 500 THB / 200rb untuk foto2 aja di sana.
       
      Setalah puas di sana akhir nya keluar untuk menuju ke Wat Pho or Wat Arun saya lupa mana dulu an...hehehe...si Wat Pho n Wat Arun gak mahal2 tiket nya cm masih standar sesuai blog2 / artikel yang saya baca, cuma 1 aja di bangkok sunggung panas sekali ampe saya harus cari oasis AC yaitu 7-11. Ntah kenapa di bangkok AC nya itu dingin2 ya?jadi sekali masuk OMG serasa surga nya di sana...hahahaa. Udah puas buat keliling2 akhir nya saya pun pulang ke hotel buat check out dan melanjutkan naik van ke PATTAYA, dari khaosan banyak yang jual cm kayak nya mahal2 dari pada ke VIC. Monument cm karena males bawa koper lagi jadi sekalian aja di jemput di depan hotel nya. Harga nya 350 THB dan jam 12 pun di jemput ama supir, ketemu orang jakarta juga suami istri di mobil cuma beda t4 duduk nya, selama di mobil cm bisa istirahat aja dan tau2 sampai di WALKING STREET bangkok.
       
      Oh ya lupa ternyata di PATTAYA itu masih berlangsung songkran nya, yipee 13-19 April, jadi acara puncak di adakan di central Plaza mall gitu dekat Walking Street nya. Di sini lah rasa cemas,takut dan gembira nya karena pas lagi di jalan udah cakep2 di sembor air..OMG gak ke bayang rasa nya itu...hahhahaa. hari pertama n ke 2 saya gak booking hotel di agoda jadi on the spot aja, jadi sampai nya di sana saya cari lah hotel yang gak terlalu ribut karena dengar ini tempat sama kayak khaosan road. Saya lupa untuk foto nama hotel nya karena ini masuk gang jadi malam itu gak terlalu berisik. Pelayanan di hotel ini lumayan ramah dan dekat sevel dari pintu masuk nya walking street. Sampai di hotel saya istirahat bentar ampe sore dan mandi lalu jalan2 sekitaran sana aja n jadi anak MALL.
       
      Tadi nya mau sih malam nonton Alcazar Show cuma gak beli online mahal banget jadi nonton yang lokal aja deh sekitaran walking street banyak banget..hahahha . Akhir nya semalaman cm di mall aja sambil liat2 suasana baru di sana, besok pagi akan di lanjutkan ke beberapa t4 wisata di pattaya. 
       
       












    • By Ahmad Andi Affandi
      Halo Jalan2ers ...jangan bosan sama saya ya ... , Kali ini mau cari teman nonton MotoGP di Chang International Circuit Buriram Thailand
      MotoGP Thailand berlangsung dari tanggal 5-7 Oktober 2018. Rencananya saya hanya menonton Sesi Race hari Minggu nya tgl 7 Oktober 2018.
      Saat ini kebetulan baru hanya punya Ticket Early Bird Side Stand seharga 1776.1 THB. Rencana Trip dari Sabtu 6-9 Oktober 2018. Itin Sementara sudah ada.
      So buat Jalan2ers yang hobi nonton MotoGP dan ada niat nonton disana boleh kontak ya.
       
      Day 1 Jakarta – Bangkok, Sabtu, 6 Oktober’18
      11:00               Check In at Soekarno Hata Int Airport
      13:10               Take off To Bangkok Don Mueang by Thai Lion SL 119
      17.00               Landed at Bangkok Don Mueang
      23.45 – 04.35  Bangkok to Buriram by Bus Nakhon Chai Air Gold Class (VIP)
      Day 2,Minggu, 7 Oktober’ 18
       Check In & Drop Bag at Fueang Fha Palace Hotel, Buri Ram     
      240/9 Jira Rd, Nai Muang, Buri Ram, 31000 Thailand
                              Go to Buriram United International Circuit
                              MotoGP Race ( 20 laps)
      Day 3 Senin, 8 Oktober’ 18
                               Check In at QOO Hotel, 54/56 Thani road, Buriram City Center, Buriram,
      Day 4  Selasa 9 Oktober’ 18
                             To Buri Ram Airport
      07:30               Check In at Buri Ram Airport (BFV)
      09:15               Take off To Bangkok Don Mueang by Air Asia FD 3523
      10.20               Landing at Bangkok Don Mueang (DMK)
                              At Siam Bangkok
      19:05               Take off To Soekarno Hata Int Airport by Thai Lion SL 118
      22.35               Landing at Soekarno Hata Int Airport
       
      Terima Kasih 
      Andy WA : 08111698889

    • By deffa

      Hola Deffa Here!
      Wow, udah bulan April lagi, bagi kalian yang belum tahu, bulan April adalah salah satu bulan festival di Thailand, karena terdapat salah satu festival terbesar di Thailand bernama Songkran Festival. Songkran Festival merupakan perayaan Tahun Baru Thailand, yang biasanya berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 13-15 April setiap tahun.
      Biasanya ketika Songkran ini di isi dengan perang air atau bermain air di jalanan. Bisa dengan pistol air atau balon yang di isi air dan di lemparkan ke siapa saja yang lewat dan gak boleh marah ya, karena makna nya adalah air sebagai sumber kemakmuran. Songkran Festival ini dirayakan bersamaan hampir diseluruh Thailand. Beberapa kota favorit untuk Songkran adalah Bangkok, Pattaya, Phuket dan Koh Samui.
      Nah, bagi kalian yang mungkin baru pertama kali mengikuti Songkran ada beberapa tips yang perlu kalian tahu, sebagai berikut:
      01. Bersiap Untuk Basah!
      Bayangkan saja, kalian terjun ke area perang air, ya jelas kan basah. Pakailah baju yang cepat menyerap air. Kalau punya, pakailah Wet Suit untuk berenang, agar gak masuk angin. 
      02. Jangan Salah Kostum!
      Setahu saya, belum pernah ada yang mengikuti Songkran menggunakan Formal Attire seperti Dress dan Jas. Jadi, jangan sampai salah kostum ya. Lebih baik menggunakan Kaos dan Celana Pendek baik pria dan wanita, bisa juga menggunakan celana jeans panjang. Biasanya penduduk lokal menggunakan baju Hawaiian Style yang bercorak warna-warni, mungkin kalian juga bisa memakai nya, banyak di jual kok.
      03. Jangan Lupa Waterproof Bag!
      Jika kalian akan membawa barang-barang seperti Handphone, Dompet atau Passport, maka harus punya Waterproof Bag. Karena, sudah jelas kalian tidak akan mau barang-barang tersebut basah dan berakibat rusak (handphone terutama). Tapi, di sarankan tidak perlu membawa Passport, cukup tinggalkan di tas dalam Hotel saja.
      04. Kacamata Renang Juga Perlu Loh
      Percaya deh, kacamata renang sangat berguna sekali ketika Songkran. Karena, kebiasaan para peserta Songkran itu menembak kan air nya ke muka, jadi terkadang bisa kena mata juga. Walaupun, mungkin tidak berbahaya tapi bisa sedikit mengganggu penglihatan, jadi ya kacamata renang ini sangat berguna.
      05. Jangan Mudah Tersinggung Ya
      Anggap lah ini permainan, jangan mudah tersinggung jika kalian tiba-tiba di tembak di muka atau di lemparin balon air dari rombongan yang menggunakan mobil. Karena, itulah esensi dari festival ini, kalian harusnya juga menembak kan air ke setiap orang yang ditemui jadi jangan bengong aja ya. 
      06. Beli lah Pistol Air Yang Besar
      Ya, kalian tetap harus membeli pistol air nya karena tidak ada penyewaan untuk Pistol Air. Biasanya harganya dari 150-800 baht. Biar tambah seru beli yang Super Soaker (paling besar), agar lebih berasa Songkran-nya.
      07. Jangan Beli Air!
      Maksudnya, air untuk refill pistol nya ya bukan untuk air minum (kalau air minum kalian tetap harus beli). Pemerintah setempat biasanya sudah menempatkan di beberapa titik Tanki Air khusus untuk me-refill Pistol Air kalian. Karena, memang ada beberapa warga yang membuka stand untuk me-refill pistol air dan itu bayar.
      08. Bertemanlah Dengan Warga Lokal!
      Ya paling asik kan kalau berkunjung ke negara lain bisa dapat teman baru, apalagi warga setempat. Nah, ketika Songkran ini, berteman dengan warga lokal bisa banyak untungnya seperti cari jalan pintas untuk menyerang kerumunan dari belakang, cari tempat refill pistol air yang terdekat dan juga cari makanan murah saat lagi perang air ini. Warga Thailand cukup open minded loh, apalagi pada waktu festival ini mereka akan sangat suka di sapa dan berkenalan dengan wisatawan.
      Demikian lah 8 Tips untuk mengikuti Songkran Festival yang akan berlangsung di tanggal 13-15 April nanti. Jika kalian belum mendapatkan penginapan untuk Songkran-an di Bangkok, coba cek artikel di bawah ini ada beberapa referensi yang bagus, apalagi untuk backpackers:

      Ini Dia Aneka Hotel di Bangkok yang Bakalan Bikin Backpackers dan Instagrammer Happy Berat!
       
      Bagi kalian yang akan bersiap kesana, have fun and "gun" ya.  
    • By Pingkan
      Tiket yang sudah setahun lalu dibeli akhirnya akan digunakan juga..
      Segala persiapan untuk mengunjungi wilayah di sekitar Andaman sudah disusun dari 3 bulan sebelum keberangkatan.
      Dan sayangnya, perjalanan kali ini harus dilakukan sendiri. Hwiih.. My dream 2 years ago became true, being a solo traveller.
       
      Oke ini adalah gambaran perjalanan saya untuk solo trip kali ini, 
      1. Kamis, 05 May 2016 : Bandung - Kuala Lumpur (Batal)
      2. Kamis, 05 May 2016 : Kuala Lumpur - Langkawi (Batal)
      3. Sabtu, 07 May 2016 : Langkawi - Penang (Batal)
      4. Sabtu, 07 May 2016 : Penang - Kuala Lumpur (Batal)
      5. Sabtu, 07 May 2016 : Jakarta - Kuala Lumpur
      6. Sabtu, 07 May 2016 : Kuala Lumpur - Phuket
      7. Selasa, 10 May 2016 : Phuket - Kuala Lumpur
      8. Rabu, 11 May 2016 : Kuala Lumpur - Jakarta
      Hmm... Banyak yang tiket untuk perjalanan kali ini, ini semua karena promo air asia. Dan karena awalnya kami hanya berencana berkunjung ke Langkawi & KL, tapi di tengah perjalanan muncullah ide untuk melanjutkan tiket ke Phuket. Tapiiiii... berhubung bertepatan dengan libur panjang dan saya harus berusaha dari Jakarta ke Bandung dengan kondisi tol yang stuck, maka perjalanan ke Langkawi sukses batal. Tapi saya tetap melanjutkan perjalanan ke Phuket & Kuala Lumpur dengan membeli tiket yang baru.
      1. Kamis, 05 May 2016 .. Bandung - Kuala Lumpur - Langkawi
      Yaaa.. karena missed dengan jadwal booking travel dari Jakarta - Bandung, akhirnya saya dapat travel pk 04.45, yang ternyata baru jalan pk 05.00. Tepat di KM 4 mobil kami terhenti lumayan lama karena ada truck isi bawaannya terhambur di jalanan. Dan keadaan tidak berakhir bahkan sampai kami sampai di sekitaran wilayah Karawang, dan itu artinya pesawat yang harusnya saya tumpangi sudah take off ke Kuala Lumpur. 7 Jam dalam perjalanan Jakarta - Bandung benar-benar menjadi percuma, karena saya pun tidak bisa pindah flight, karena seluruh jadwal penerbangan penuh sampai dengan hari Jumat sore. Akhirnya saya kembali ke Jakarta dengan hati yang sangat kecewa.
      2. Sabtu, 07 May 2016 .. Jakarta - Kuala Lumpur - Phuket
      Akhirnya saya membeli tiket baru dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, karena tiket Kuala Lumpur - Phuket sudah saya siapkan. Perjalanan kali ini berlangsung tanpa halangan. Dan akhirnya sukses mendarat di KLIA (Lion Air), lalu saya naik KL Express ke KLIA 2 (Air Asia) dan sorenya sampai di Phuket Int Airport. Dari Airport saya akan menuju ke daerah Patong dimana saya sudah memesan hotel di daerah sana. Tidak perlu khawatir bagi para solo traveler, dari airport ada mini van yang isinya kurang lebih 10 org untuk menuju ke area Patong, cukup membayar 180Bath (Flat rate), ditengah jalan kami berhenti di kantor operator bus untuk ditanyai mengenai tujuan kita, agar sie driver dapat langsung menghantar kita menuju ke tempat tujuan. Perjalanan cukup jauh dari airport ke daerah Patong, sekitar 1.5 jam kemudian saya sudah tiba di jalan hotel saya. Saya menginap di Casa Jip Hotel, tempatnya sangat bersih, ruangan luas, dekat dengan Jungceylon Mall. Dan malam ini saya habiskan untuk berjalan disekitaran hotel, melihat Bangla Road yang suasananya seperti di Bali, dengan berbagai bar dan kafe full dengan musik hingar bingar dan juga atraksi-atraksi dewasa. Jangan khawatir apabila kita belum memesan paket trip, sepanjang jalan terdapat berbagai macam toko yang menawarkan paket-paket trip. Dan karena saya besok akan menyebrang ke Phi Phi Island, maka saya mencari informasi mengenai ferry dan jasa penjemputan van, yang pada akhirnya dapat dengan harga 700 Bath (masi agak mahal..!). Malam semakin larut dan saya berusaha mencari Banzaan Market, yang setelah saya bolak - balik ternyata letaknya tepaaaaaat dibelakang Jungceylon Mall (fiiiuh...!!!). Malam itu saya menikmati manggo sticky rice (50 Bath) dan Pad Thai (30 Bath) plus coconut ice cream (60 Bath). Pulang dengan perut super kenyang, waktu nya untuk beres-beres dan beristirahat.
       
      3. Minggu, 08 May 2016 .. Phuket - Phi Phi Island
      Jam 7.15 saya sudah duduk manis di hotel bersama dengan 3 orang turis lainnya menunggu van yang akan menjemput kami menuju Rassada Pier. 5 Menit kemudian akhirnya kami dijemput dan dengan segera kami menuju Rassada Pier yang letaknya lumayan jauh kurang lebih 1 jam perjalanan dari area Patong. Kami naik Ferry yang cukup besar dan penuh dengan pengunjung hari itu. Sekitar 2 jam kemudian akhirnya kami sampai di Tonsai Pier, sebelum memasuki area pulau kami harus membayar retribusi sebesar 20 Bath. Selama di Phi Phi Island saya akan tinggal di Phi Phi Cozy Seafront. Hotel yang saya pilih sangat susah dicari, karena ternyata letaknya di balik Tonsai Pier dan letaknya sudah diujung pulau. Dengan backpack 65 lt yang saya bawa, perjalanan mencari dan kesasar amat sangat membuat stress. Dan sayangnya semenjak saya datang sampai check out, saya tidak pernah terhubung dengan wifi. Yaaah.. walaupun pemandangan dari sekitaran hotel sangat bagus, tapi untuk letak dan fasilitas, saya rasa ada banyak tempat di sekitaran Phi Phi yang bisa menawarkan dengan harga yang lumayan. Jangan khawatir apabila kita datang tanpa memiliki hotel, disana banyak sekali pilihan untuk berbagai pilihan fasilitas dan area.
      Setelah saya meletakkan seluruh barang-barang bawaan, waktunya untuk mencari paket tour untuk mengunjungi Maya Bay. Jangan juga khawatir, di Phi Phi Island ini ada banyak sekali operator tour, tempat makan, gift shop dan mini market. Akhirnya saya mengambil paket tour seharga 300 Bath untuk half day trip yang dimulai dari Pk 14.00 - 18.30. Bersamaan dengan turis lainnya kami mengunjungi Maya Bay yang untuk masuk kedalamnya kami harus membayar 200 Bath (tidak termasuk harga paket), lalu mengunjungi monkey bay, pirates bay dan menikmati sunset. Malam nya saya menghabiskan waktu berjalan di sekitaran Loh Dalum By menikmati sunset yang baru indah-indahnya sekitar pk 18.30, lalu mencari makan malam di restoran yang memiliki wifi sambil memesan chicken fried rice dan Thai tea (-/+ 175 Bath). Kalau kita makan di restoran yang tidak memiliki wifi, makanan nya jauh lebih murah kurang lebih sekitar 60 Bath dengan harga juice buah segar -/+ 40 Bath. Malam belum selesai ternyata di pulau ini, hiruk pikuk dentuman suara dan tawa dari para turis masi mewarnai malam di sekitaran Loh Dalum Bay yang memiliki banyak kafe-kafe.
       
      4. Senin, 09 May 2016 .. Phi Phi Island - Patong 
      Bangun pagi-pagi sekitaran jam 7 pagi, saya memutuskan untuk mengunjungi Phi Phi View Point yang ternyata perlu usaha yang luar biasa karena harus menaiki tangga hampir 3 KM untuk sampai ke titik teratas, sebaiknya beli minum untuk bekal di perjalanan. Walaupun tidak perlu khawatir karena di atas akan ada warung yang menawarkan banyak pilihan makanan dan minuman. Owya, sebaiknya mengunjungi Phi Phi View Point ini pagi-pagi, karena masi sangat sepi. Jadi kita punya kesempatan seluas-luasnya untuk berselfie ria. Siangnya, saya memutuskan kembali ke area Patong, dengan ferry dari Tonsai Pier. Sesampainya di Rassada Pier sudah ada supr-supir van yang membawa nama hotel, dan karena saya memesan untuk antar - jemput maka saya tinggal menghampiri supirnya dan melihat nama saya di list mereka. Maka akhirnya saya kembali ke Patong dan tinggal di Red Planet Hotel, kali ini hotel yang saya pesan terletak sebelum Jungceylon Mall, tapi dekat dengan Patong Beach. Setelah meletakkan barang-barang, saya dengan sesegera mungkin menuju pantai. Karena saat itu sudah pukul 6 sore, artinya saya hanya memiliki 30 menit untuk menikmati sunset di Patong. Pantai Patong ini panjaaaang sekali, dan berpasir putih. Banyak hal yang bisa dilakukan disekitar sini, water sport, berenang di laut atau hanya seperti saya menikmati hilir mudik orang sambil menikmati hangatnya matahari yang akan tenggelam.
      Malamnya kembali ke area Jungceylon Mall untuk mencari informasi mengenai bus untuk ke airport, tapi akhirnya harus pulang dengan tangan kosong, karena tidak ada satu pun orang yang mengerti tentang ini. Yah walaupun katanya ada bus di sekitar belakang jungceylon, ato bahkan ticket counter di depan sbux jungceylon. Yah intinya saya tidak ketemu itu semua. 
      5. Selasa, 10 May 2016 .. Phuket - Kuala Lumpur
      Pagi-pagi kembali saya bangun untuk ke pantai, menikmati indah dan bersihnya pantai Patong. Pagi ini sekitaran pantai banyak diisi dengan aktivitas orang untuk berolahraga. Tidak lama menghabiskan waktu di sekitaran sini, akhirnya saya kembali ke hotel dan berkemas. Sambil coba bertanya ke teman-teman yang baru saja pulang dari Phuket, diusulkan untuk menuju ke Phuket Town, dengan menaiki Songteuw dari depan Patong Beach. Sampai jam 11 kurang bus yang saya tunggu tidak kunjung datang, akhirnya saya mencoba bertanya pada supir taxi meter, yang akhirnya disepakati 450 Bath untuk menuju ke airport. Kurang lebih 1 jam-an saya sampai di Phuket Int Airport, disebelah bangunan yang saya masuki sepertinya sedang bersiap gedung airport yang baru, yang lebih megah dari bangunan yang ada sekarang. Yah saya rasa sudah sepantasnya mereka berbenah, karena ada banyak sekali turis dari mancanegara yang berkunjung ke daerah itu.
      Perjalanan hampir 2 jam dengan Air Asia akhirnya menghantar saya untuk bisa sampai ke Kuala Lumpur. Saya memutuskan untuk naik sky bus dari KLIA 2 ke KL Sentral, sambil menuju ke level 1 saya menuju ticket counter dan membayar 11 RMY. Dan kali ini saya akan menginap di sekitaran Bukit Bintang, Hotel Melange adalah hotel pilihan saya yang letaknya sangat dekat dengan pusat makanan malam JL. Alor. Naik monorail saya harus menuju area yang berbeda dengan area KTM, wlpn masi di sekitaran Nu Sentral Mall, saya harus membayara 2.60 RMY untuk menuju ke stasiun Air Asia Bukit Bintang.
      Setelah meletakkan barang bawaan saya, saya langsung berkeliling ke sekitaran Bukit Bintang melihat-lihat area mall, seperti Sungei Wang, Lot 10, Fahrenheit dan Pavilion. Lalu saya menuju ke Suria KLCC untuk melihat twin tower. Akses ke Twin Tower bisa melalui jembatan di dalam mall Pavilion, jembatan khusus ini cukuuuuuup panjang, saya butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Suria KLCC. Malam itu menikmati pertunjukan air mancur yang warna-warni dan tentunya sang Twin Tower yang berdiri tegak.
      6. Rabu, 11 May 2016 - Kuala Lumpur - Jakarta
      Hari terakhir saya bersolo traveling, dan karena sudah melalui perjalanan yang cukup melelahkan. Hari ini sebelum saya kembali ke Indonesia, saya memutuskan hanya akan mengunjungi Batu Cave. Dari KL Sentral saya terlebih dahulu menitipkan barang saya di loker yang letaknya ada di bagian pojok, dengan deretan-deretan loker berbagai ukuran, akhirnya saya memasukkan backpack 65 lt saya ke loker dengan membayar 20 RMY. Lalu membeli tiket KTM sebesar 3 RMY untuk menuju Batu Caves.
      Batu Cave adalah stasiun terkahir, jadi jangan khawatir kita akan kelewatan stasiun. Setelah turun, maka kita akan menemui area yang luas yang berisikan kuil-kuil. Dan tentunya beratus anak tangga yang perlu dinaiki untuk menuju kuil teratas. 
      Akhirnya setelah puas explore Batu Cave maka saya kembali ke KL Sentral dan dengan sky bus akhirnya saya kembali ke airport untuk menunggu penerbangan saya kembali ke Indonesia.
       
      Sekalipun banyak hal yang perlu diperhatiakn, tapi ternyata bersolo trip itu cukup membuat ketagihan. Walaupun tetap harus memperhatikan daerah yang kita kunjungi. Esp kalau anda adalah seorang perempuan.
       
       
      I'm not lucky, coz I'm blessed
      -Pingkan-
      IG @lets.go.again_pink
       
       
       






       
       

       
    • By Parkdaeok

      Entah apa yg membuat kami betah dan lengket dengan kasur.
      Morning call kami hiraukan...
      Sampai jam 7 kami terburu2 mandi dan sarapan.
      Masih dengan makanan ala westren campur ala2 thailand.
      Sebelum chek out saya sempatkan foto di depan hotel dengan baju yg kemarin saya beli di wat arun
       
      Kali ini kami akan kemana ya ???
      Lets see...

      Pattaya beach..
      Ini tempat yg indah banget, sayang nya karena kita harus mengejar waktu untuk kembali ke bangkok lagi. Kita hanya singgah sebentar untuk foto2.
       
      Entah apa yg membuat kami betah dan lengket dengan kasur.
      Morning call kami hiraukan...
      Sampai jam 7 kami terburu2 mandi dan sarapan.
      Masih dengan makanan ala westren campur ala2 thailand.
      Sebelum chek out saya sempatkan foto di depan hotel dengan baju yg kemarin saya beli di wat arun
       
      Kali ini kami akan kemana ya ???
      Lets see...
      Pattaya beach..
      Ini tempat yg indah banget, sayang nya karena kita harus mengejar waktu untuk kembali ke bangkok lagi. Kita hanya singgah sebentar untuk foto2.
      BeautyPlus_video_20160416092124.mp4

    • By Parkdaeok
      Hai...
      Welcome to pattaya.
      Jam 15.00 kami sampai di pattaya, udara panas membuat kami tertidur di mobil ber ac.
      Kita sampai di peternakan madu thepprasit.

      Disini kami ajarkan mengenal lebah dan madu yg dihasilkan nya, selain senang2 kami juga di edukasi mengenal madu asli dan palsu loh.
      Di tempat ini kalian juga bisa beli madu.
      Ok banget deh tempat ini.

      Lalu... kemana kita akan pergi ???
      Coba tebak...

      Taaaaaaaadddddaaaa.....
      Shopping again..
      Kesukaan kami perempuan keceh...
      Ini adalah pattaya floating market, memang pasar ini bukan asli pasar apung. Pasar ini buatan, kios2 di bangun di atas danau buatan supaya memudahkan pengunjung.
      Yg menyedihkan disini, aku kena semprot air dalam festival songkran.