Sign in to follow this  
hattamika

Machu Picchu

4 posts in this topic

machu Picchu adalah bagian dari daerah pra Kolombia di abad ke lima belas.kompleks ini berada di puncah gunung 2400 meter di atas permukaan bumi. machu picu berada di Peru, amerika selatan. di dekatnya ada lembah Urubamba. yang dialiri oleh aliran sungai.

machu pichu dibangun di jaman kaisar Pachacuti yang berkuasa dari tahun 1438 hingga 1472.

bangunan ini dibangun oleh suku Inca, namun terhalang secara resmi dengan kedatangan bangsa Spanyol satu abad setelahnya. di peru, machu pichu telah menjadi atraksi utama bagi pendatang.

tempat ini juga menjadi warisan duni oleh Unesco yang dilindungi.

bisa dikatakan bahwa machu pichu adalah warisan suku inca dan saksi penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Spanyol ke daratan amerika bagian selatan..

Share this post


Link to post
Share on other sites

machu picchu emang belum gitu terjamah sama manusia sih kan dulu itu kota hilang gitu, maka nya tempatnya masih bagus banget haha cuma bener sih biaya nya pasti mahal

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Hildree Takizawa
      Terbayang tidak, ketika kamu bangun tidur, kemudian melihat dunia mengapung pada jendela kamar kamu, kira-kira bencana apa yang sedang terjadi saat itu? Banjir bandang atau badai mimpi buruk sedang menerjang rumah kamu? Atau ini hanya hari-hari yang biasa pada sebuah ranjang rumput terapung di danau Titicaca Berlokasi di ketinggian 3.812 meter di padang Peruvian, di sini terdapat 40 pulau-pulau terapung.
       
      Awalnya dibuat oleh orang-orang Uros dari Peru dari jaman Inca, pulau-pulau cantik ini digunakan untuk tempat pelarian dan berlindung dari peperangan yang tidak pernah berhenti di tanah airnya.
       
      Cara suku Uros ini bisa benar-benar membuat mereka sulit dijangkau oleh agresor, dan karena dikerjakan dengan sangat baik untuk masyarakat mereka selama berabad-abad, sepertinya tidak ada alasan untuk berpindah ke tanah daratan. Dibuat dengan tangan secara seksama, pedesaan terapung ini disusun dari lapisan-lapisan rumput ilalang tortora yang dijadikan satu dan diikatkan ke suatu struktur dasar terapung, seperti ponton.
       
      Hasilnya adalah seperti rakit raksasa, dan lebih hebatnya lagi, lapisan-lapisan rumput ilalang ini mampu menahan beban yang berat dan besar. Pulau-pulau ini sebenarnya cukup mutakhir dan bisa dipaksa diberi beban, tetapi harus diperbaiki secara berkala untuk memelihara kekuatannya. Ketika ilalang-ilalang tua mulai terlepas dari struktur dasarnya, ilalang-ilalang baru menggantikannya di permukaannya.
       
      Rumput-rumput ilalang ini diambil dengan hati-hati dari pinggiran danau Titicaca. Pulau-pulau ini ditambatkan di tempatnya dengan tali-tali yang diikatkan ke tiang-tiang kayu pada dasar danau. Hanya sedikit dari pulau-pulau itu yang mau menerima pengunjung. Bukan berarti hal tersebut mereka tidak baik, karena ada laporan yang menyebutkan tradisi hidup suku Uros ini berubah cepat karena bertambahnya interaksi mereka dengan para turis Para penghuni danau ini menganggap dirinya sebagai pelindung danau, dan konon lebih dahulu dari peradaban Inca.
       
      Menurut legenda dari generasi ke generasi, mereka bahkan sudah ada sebelum matahari, bintang, dan bulan. Tidak heran dan hal yang wajar jika mereka khawatir akan direcoki oleh orang-orang yang ingin tahu banyak tentang mereka, apalagi orang-orang yang suka membuat kerusakan di muka bumi ini.
       

    • By JUNASIKPARK
      Sumber: http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/563372_561377997216549_866583797_n.jpg
       
      Billboard ini adalah untuk Universitas Teknik dan Teknologi Peru (UTEC) di Lima, Peru. Udara di sana luar biasa lembab, dan billboard ini memanfaatkan kelembaban tersebut untuk memproduksi air minum dari udara yang tipis.
       
      Banyak orang di Lima memiliki akses yang terbatas untuk mendapatkan air minum bersih. Termasuk desa-desa sekitarnya seperti Bujama, terletak di gurun pesisir Peru, banyak orang menderita kekurangan air bersih untuk minum.
       
      Hujan di wilayah ini hampir nol, namun kelembaban atmosfer adalah sekitar 98%. Terinspirasi dari ini, UTEC membangun billboard pertama yang menghasilkan air minum dari udara. Billboard ini memiliki teknologi unik yang menangkap kelembaban udara dan mengubahnya menjadi air minum.
       
      Setiap generator menangkap kelembaban udara dan kemudian dibawa ke sebuah sistem reverse osmosis. Setiap tangki menyimpan sekitar 5,28 galon air. 5 generator ini memurnikan cairan vital dan totalnya dikumpulkan dalam 1 tangki. Billboard ini telah memproduksi sekitar 2496,42 galon air minum dalam jangka waktu 3 bulan, suatu jumlah yang sama dengan konsumsi air dari ratusan keluarga per bulan.
       
      http://youtu.be/35yeVwigQcc