Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

  • ×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By pindo713
      Hii...salam kenal.
      Barang kali ada yg minat untuk trip bareng, saya punya rencana bulan feb 2020 ke Peru via Los Angeles.
      Untuk tiket saya sudah beli LA-Lima return tgl 7-18 feb 2020 by Interjet dapet promo. Jkt-LA belum beli nunggu promoan. Minat bisa email pindonugroho@gmaip.com atau WA 081271417007. Terima kasih
    • By pindo713
      Hii...salam kenal
      Saya ada rencana ke Peru feb 2020 via Los Angeles. Untuk tiket ke Peru sudah beli LA-Lima return tgl 7-18 feb 2020. Barangkali ada yg minat?
      Untuk di Peru yg jelas rencana ke Machupichu, Rainbow mountain, Huacachina desert. Itin lebih detail bisa kita diskusikan nanti.
      Kenapa via LA, karena tiket pesawat jatuhnya lebih murah ketimbang via eropa. Visa US akan saya apply setelah dapet tiket Jkt-LA. Minat bisa tanya2 saya by email; pindonugroho@gmail.com
      Salam, terima kasih.
    • By Hildree Takizawa
      Terbayang tidak, ketika kamu bangun tidur, kemudian melihat dunia mengapung pada jendela kamar kamu, kira-kira bencana apa yang sedang terjadi saat itu? Banjir bandang atau badai mimpi buruk sedang menerjang rumah kamu? Atau ini hanya hari-hari yang biasa pada sebuah ranjang rumput terapung di danau Titicaca Berlokasi di ketinggian 3.812 meter di padang Peruvian, di sini terdapat 40 pulau-pulau terapung.
       
      Awalnya dibuat oleh orang-orang Uros dari Peru dari jaman Inca, pulau-pulau cantik ini digunakan untuk tempat pelarian dan berlindung dari peperangan yang tidak pernah berhenti di tanah airnya.
       
      Cara suku Uros ini bisa benar-benar membuat mereka sulit dijangkau oleh agresor, dan karena dikerjakan dengan sangat baik untuk masyarakat mereka selama berabad-abad, sepertinya tidak ada alasan untuk berpindah ke tanah daratan. Dibuat dengan tangan secara seksama, pedesaan terapung ini disusun dari lapisan-lapisan rumput ilalang tortora yang dijadikan satu dan diikatkan ke suatu struktur dasar terapung, seperti ponton.
       
      Hasilnya adalah seperti rakit raksasa, dan lebih hebatnya lagi, lapisan-lapisan rumput ilalang ini mampu menahan beban yang berat dan besar. Pulau-pulau ini sebenarnya cukup mutakhir dan bisa dipaksa diberi beban, tetapi harus diperbaiki secara berkala untuk memelihara kekuatannya. Ketika ilalang-ilalang tua mulai terlepas dari struktur dasarnya, ilalang-ilalang baru menggantikannya di permukaannya.
       
      Rumput-rumput ilalang ini diambil dengan hati-hati dari pinggiran danau Titicaca. Pulau-pulau ini ditambatkan di tempatnya dengan tali-tali yang diikatkan ke tiang-tiang kayu pada dasar danau. Hanya sedikit dari pulau-pulau itu yang mau menerima pengunjung. Bukan berarti hal tersebut mereka tidak baik, karena ada laporan yang menyebutkan tradisi hidup suku Uros ini berubah cepat karena bertambahnya interaksi mereka dengan para turis Para penghuni danau ini menganggap dirinya sebagai pelindung danau, dan konon lebih dahulu dari peradaban Inca.
       
      Menurut legenda dari generasi ke generasi, mereka bahkan sudah ada sebelum matahari, bintang, dan bulan. Tidak heran dan hal yang wajar jika mereka khawatir akan direcoki oleh orang-orang yang ingin tahu banyak tentang mereka, apalagi orang-orang yang suka membuat kerusakan di muka bumi ini.
       

    • By JUNASIKPARK
      Sumber: http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/563372_561377997216549_866583797_n.jpg
       
      Billboard ini adalah untuk Universitas Teknik dan Teknologi Peru (UTEC) di Lima, Peru. Udara di sana luar biasa lembab, dan billboard ini memanfaatkan kelembaban tersebut untuk memproduksi air minum dari udara yang tipis.
       
      Banyak orang di Lima memiliki akses yang terbatas untuk mendapatkan air minum bersih. Termasuk desa-desa sekitarnya seperti Bujama, terletak di gurun pesisir Peru, banyak orang menderita kekurangan air bersih untuk minum.
       
      Hujan di wilayah ini hampir nol, namun kelembaban atmosfer adalah sekitar 98%. Terinspirasi dari ini, UTEC membangun billboard pertama yang menghasilkan air minum dari udara. Billboard ini memiliki teknologi unik yang menangkap kelembaban udara dan mengubahnya menjadi air minum.
       
      Setiap generator menangkap kelembaban udara dan kemudian dibawa ke sebuah sistem reverse osmosis. Setiap tangki menyimpan sekitar 5,28 galon air. 5 generator ini memurnikan cairan vital dan totalnya dikumpulkan dalam 1 tangki. Billboard ini telah memproduksi sekitar 2496,42 galon air minum dalam jangka waktu 3 bulan, suatu jumlah yang sama dengan konsumsi air dari ratusan keluarga per bulan.
       
      http://youtu.be/35yeVwigQcc
×
×
  • Create New...