Sign in to follow this  
mistershim

Pasar Apung Banjarmasin

25 posts in this topic

Pasar Apung tau kan?? Dulu pertama kali saya tahu karena selalu muncul sebelum acara2 si RCTI. Pasar Apung ada di Banjarmasin. Fungsinya ya pasar. Di sini, org2 berjualan di atas perahu. Rata2 yang dijualin sih sayuran dan juga buah-buahan. Seru lihat pemandangan di sini. menarik dan juga indah pastinya.

Pasar Apung ini sekarang jadi daya tarik sendiri lho di Banjarmasin. Saat ini jadi tujuan wisata favorit karena unik dan juga masih tradisonal banget. Dulu saya belajar malah di pasar apung ini masih kepake sistem barter. Ada yang baru-baru ini pernah berkunjung? Apa masih berlaku tukar-menukar barang seperti itu?

Kalau ke Banajarmasin, jangan lupa mampir ya ke Pasar Apung ini. :)6cS0B.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

kayak pasar yang di Thailand itu ya. saya sering liat pasar seperti ini di TV tapi ga pernah kunjungi.

nggak tau ya kalo thailand,. kalo vietnam ada gan... di daerah halong bay tapi masih nyebrang lagi kalo ga salah :)

Wah. Waktu itu pernah nih

tapi ga kuat sayanya kapal nya goyang mulu mabok laut iya :D

hahah mabok laut, sama gan ane juga mabok laut.. tapi kalo dipinggir gini emang puyeng juga ya? :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

CMIIW ... di Banjarmasin ada 2 lokasi pasar terapung .

Yg lebih dekat dengan kota adalah pasar terapung Kuin , tempat bertemu sungai Kuin dengan sungai Barito .

Aktifitas pasarnya pagi-2 sekali, bisa dilanjut ke wisata pulau Kembang yang penghuni nya mayoritas kera ekor panjang.

Yg lebih jauh terkenal dengan nama Lok Baintan , menyusuri sungai Martapura arah ke hulu .

Subuh berangkat sewa perahu kelotok dari Banjarmasin , puas foto-2 aktifitas pasar di Lok Baintan jam 9'an pulang mampir sarapan Soto Banjar di pinggir sungai ... sedaaap.

Share this post


Link to post
Share on other sites

nggak tau ya kalo thailand,. kalo vietnam ada gan... di daerah halong bay tapi masih nyebrang lagi kalo ga salah :)

hahah mabok laut, sama gan ane juga mabok laut.. tapi kalo dipinggir gini emang puyeng juga ya? :)

yang bikin mabok karena kapal nya kecil :D

jadi goyang mulu

Share this post


Link to post
Share on other sites

kayak pasar yang di Thailand itu ya. saya sering liat pasar seperti ini di TV tapi ga pernah kunjungi.

Bener banget mas, thailand emang terkenal dengan beberapa pasar terapungnya, mulai dari Damnoen Saduak di distrik Damnoen Saduak sampe ke Amphawa di distrik Thonburi (saya bahas di thread ini, monggo dikunjungi).

Tapi emang masih kebayang itu gambar Pasar Apung di Banjarmasin berkat RCTI. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

sekrang rcti dah gak pake pasar apung lagi yah?

nenek2x yang ngangat jempolnya juga sudah gak jadi icon rcti lagi.

ngomong2x, kita sebagai pembeli memakai perahu juga? atau berpindah2x perahu sesuai dengan tujuan kita membelinya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah belum pernah liat secara langsung nih pasar RCTI kyk gini.. seru kali yaa...

deg2an juga mungkin karena gak kebiasa naik perahuuu...

perahunya kecil2 lagi, memanjang gituuu.. kayaknya gampang banget miring n terbalik :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

CMIIW ... di Banjarmasin ada 2 lokasi pasar terapung .

Yg lebih dekat dengan kota adalah pasar terapung Kuin , tempat bertemu sungai Kuin dengan sungai Barito .

Aktifitas pasarnya pagi-2 sekali, bisa dilanjut ke wisata pulau Kembang yang penghuni nya mayoritas kera ekor panjang.

Yg lebih jauh terkenal dengan nama Lok Baintan , menyusuri sungai Martapura arah ke hulu .

Subuh berangkat sewa perahu kelotok dari Banjarmasin , puas foto-2 aktifitas pasar di Lok Baintan jam 9'an pulang mampir sarapan Soto Banjar di pinggir sungai ... sedaaap.

@wilapri : sip bener banget harus pagi2 bener karna dr dermaga ke kuin atau ke lok baintan makan waktu sekitar sejam setengah an, tapi paling ramai di lok baintan, kalo kuin biasanya ramai hari minggu aja.

oh iya tips ya, kalo mau ke pasar apung lebih baik rame rame karna kita sistemnya sewa kelotok alias kapal air biayanya 250rb.

abis muter2 sungai enak makan soto bang amat, satenya mantebbb beda ama sate banjar lainnya.

udah gitu ada penyanyi lagu daerah lengkap pake baju adatnya

Share this post


Link to post
Share on other sites

sekrang rcti dah gak pake pasar apung lagi yah?

nenek2x yang ngangat jempolnya juga sudah gak jadi icon rcti lagi.

ngomong2x, kita sebagai pembeli memakai perahu juga? atau berpindah2x perahu sesuai dengan tujuan kita membelinya?

@ryaryuu : tergantung mau beli apa dulu, jajan, makanan, sayur atau buah ? biasanya kalau kita naik kelotok para pedagang yang nyamperin ke sekitar kelotok. kalo yg pake perahu2 kecil kaya di RCTI itu umumnya para pedagang atau warga sekitar yang lagi belanja.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Salam kenal.. Saya mo ke banjarmasin.. Tepatnya ke jl arjuna kebun bunga banjarmasin timur..

Kalo dari bandara ke sana paling murah naik apa?? Klo bisa krm di ahmadkharis@smartfren.blackberry.com ato BB pin 313494e7 Backpacker jawa.trimakasih banyak..

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/23/2016 at 0:09 PM, sugi efendi said:

wah . selalu mengingatkan RCTI OK

tapi aku masih bingung gimana cara membeli barang nya . sementara mereka di atas perahu ?

hehehehe jadi kepo nie :tersipu

hahahaha karena saya pernah ke yang Thailand jadi agak mirip

kalo kita di sisi atau daerah daratan dia akan menghampiri sesuai yang kita tunjuk atau dia datang sendiri tar nawarin

kalo kita di atas salah satu kapal ya kita keliling menghampiri mereka 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/29/2016 at 0:15 PM, deffa said:

hahahaha karena saya pernah ke yang Thailand jadi agak mirip

kalo kita di sisi atau daerah daratan dia akan menghampiri sesuai yang kita tunjuk atau dia datang sendiri tar nawarin

kalo kita di atas salah satu kapal ya kita keliling menghampiri mereka 

oooo . jadi enak gak jalan" untuk milih tinggal nunjuk aja . gak bikin pegel

Share this post


Link to post
Share on other sites
9 minutes ago, sugi efendi said:

kalo masalah harga  sama ta mas kayak yang lain nya

nah kalo harga yang di banjarmasin kurang tau

kalo yang di thailand seh sama aja untuk makanan

kalo bahan2 lain nya bisa nawar :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
3 minutes ago, deffa said:

nah kalo harga yang di banjarmasin kurang tau

kalo yang di thailand seh sama aja untuk makanan

kalo bahan2 lain nya bisa nawar  

oalah  . ya tergantung daerah juga ya mas  

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Kaywina Suraja
      Hi.
      Salam kenal untuk teman-teman di Jalan2.com. Ini post pertama saya di Jalan2.com dan mohon feedbacknya terkait dengan post-an agar saya dapat menceritakan pengalaman traveling saya kepada teman-teman semua dengan lebih baik. Boleh dilihat juga blog saya meskipun baru 1 post di http://vakaytion-essential.blogspot.com/.
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------
      Belitung?? Yes. 
      Bulan Mei 2017, saya pergi ke Pulau Belitung for weekend getaway. Meskipun saya pergi ke Belitung sudah cukup lama di tahun 2017, saya akan tetap share tentang keindahan pulau ini. 
      Saya sudah cukup lama (dari tahun 2013) ingin pergi ke Belitung, tetapi baru tahun 2017 saya berkesempatan untuk pergi dan explore Belitung.
      So, I checked one of my travel bucket lists.
      Mengapa Belitung menjadi salah satu my travel bucket list? Banyak orang yang mengatakan bahwa di Belitung hanya berisi pantai dan tidak ada mall seperti di Jakarta. Yes! Itu benar sekali di Belitung hanya ada pantai saja dan let me tell you that having a vacation in Belitung is totally worth it! Apalagi kita sebagai orang yang tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta dan kota - kota besar lainnya di Indonesia.
      First time landing in Belitung Island, pemandangannya sangat berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta. Hamparan gunung dan pohon - pohon menyambut saya pertama kali saat landing di Bandara H.A.S Hannadjoeddin. Udaranya pun masih sejuk, tidak ada polusi, dan langitnya juga masih berwarna biru cerah serta dikelilingi oleh awan putih. Bener - bener scenery yang tidak akan didapatkan di Jakarta. 
      Sebagai orang yang baru pertama kali ke Pulau Belitung, Belitung Island is so beautiful.
      Selama 3 hari di Belitung, saya stunned dengan keindahan alamnya. 
      Pantai - pantai di Belitung yang masih bersih dengan pemandangan laut yang biru dan dihiasi dengan langit biru dan awan putih. Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas masih benar-benar terjaga dan sangat indah untuk dilihat. This makes Belitung Island become one of top diving spots in Indonesia. Batu - batu tinggi dan besar yang berada di Pantai Laskar Pelangi membuat pantai tersebut menjadi sangat indah. Dan hal yang paling berkesan adalah ketika menikmati sunset di pantai ini dengan pemandangan laut lepas dan berada di atas batu yang besar. You will never get this moment in Jakarta. 
      How do I get there?
      Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara H.A.S Hannadjoeddin, Tanjung Pandan. Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Pandan memakan waktu sekitar 45 menit. Setiap hari ada penerbangan yang menuju ke Tanjung Pandan dari pagi hari sampai sore hari dengan maskapai dosmetik. Sebaiknya mengambil penerbangan pagi hari untuk ke Belitung dan sore hari untuk balik ke tempat asal. 
      Selama di Belitung, lebih baik menyewa mobil atau mengambil local tour di sana karena sedikitnya transportasi umum. Tempat wisata di Belitung juga berjauhan sehingga membutuhkan mobil untuk pergi ke sana.
      Where do I stay?
      Selama 2 malam di Belitung, saya menginap di 2 hotel yang berbeda. Hari pertama, saya keliling daerah Belitung Timur dan menginap di Guest Hotel Belitung Timur. Hari kedua, saya pindah ke daerah Belitung Barat. Di Belitung Barat, saya menginap di Puncak Hotel.
      Dari sisi harga, hotel yang sangat inapkan di Belitung murah dan affordable. Dari sisi kenyamanan dan kebersihan, hotel ini OK untuk diinapi. 
      How much does it cost?
      Berlibur di Belitung menghabiskan uang sekitar Rp 2.500.000,- dan sudah termasuk tiket pesawat, hotel, dan makan (sarapan, lunch, dan dinner), tetapi tergantung dengan tanggal keberangkatan.
      I suggest you to take the local tour if you want to go there.
       
      Additional
      3 hari adalah waktu yang cukup untuk berlibur dan menghabiskan waktu di Belitung. Kalian sudah banyak mengunjungi tempat wisata dan tempat - tempat yang bagus di Belitung.
      Berikut adalah itinerary selama di Belitung 3 hari 2 malam.
      Day 1 
      - Kota Gantung Belitung Timur 
      - Replika Sekolah Laskar Pelangi 
      - Museum Kata Andrea Hirata 
      - Kampoeng & Rumah Ahok 
      - Klenteng Dewi Kwan Im 
      - Pantai Burung Mandi
      Day 2 
      - Pantai Tanjung Kelayang 
      - Island hopping (Pulau Burung, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas (snorkeling spot), Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar (lihat bintang laut))
      - Pantai Laskar Pelangi/Tanjung Tinggi
      Day 3 
      - Bukit Berahu 
      - Danau Kaolin

      Replika Sekolah Laskar Pelangi
      Tempat yang pertama dikunjungi di Belitung adalah Replika Sekolah Laskar Pelangi. Lokasi replika sekolah ini berada di Belitung Timur yang berarti membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari airport menuju tempat ini. Sekolah ini memang bukan tempat syuting dari film Laskar Pelangi, tapi bolehlah untuk dikunjungi apalagi sudah jauh-jauh pergi ke Belitung.

      Museum Kata Andrea Hirata
      Next, tempat yang tidak jauh dari Replika Sekolah Laskar Pelangi adalah Museum Kata Andrea Hirata. Dari Sekolah Replika Laskar Pelangi hanya berjarak beberapa kilometer saja. If you are a big fan of Laskar Pelangi & Andrea Hirata, you should go to this museum. Karena saya bukan penggemar dari film Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, saya tidak masuk ke dalam so I can't give the review for this. Dilihat dari depannya saja, tempat ini OK untuk dikunjungi.

      Burung Mandi Beach
      Pantai Burung Mandi terletak di Belitung Timur dan suasana di pantai ini benar-benar sepi. Untuk menambah foto dan mempercantik feed instagram, kalian dapat sepuasnya berfoto-foto di tempat ini. Pantai ini juga cocok bagi kalian yang menyukai ketenangan karena pantai ini benar-benar sepi.

      Tanjung Kelayang Beach (heading to islands)
      Untuk hopping island, starting pointnya adalah Pantai Tanjung Kelayang. Dari pantai ini, saya memulai perjalanan untuk melihat keindahan pulau - pulau kecil di Belitung. For your information, perahu yang digunakan untuk hopping island adalah seperti yang ada pada foto di atas dan harga sewa perahu bervariatif. Pantai ini juga menyediakan jasa penyewaaan alat - alat snorkeling bagi kalian yang ingin snorkeling. Sebaiknya island hopping dilakukan dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

      *view from boat* Lengkuas Island
       
      Salah satu pulau yang terkenal di Belitung adalah Pulau Lengkuas yang identik dengan mercusuar. Saat pergi ke Pulau ini, mercusuarnya tidak dapat dikunjungi sehingga tidak bisa melihat pemandangan dari atas. Di pulau ini, kalian bisa foto - foto di depan mercusuar atau di batu - batu sebelum kalian bersnokeling di sekitar Pulau Lengkuas.

      *view from Lengkuas Island*

      Lengkuas Island

      Add caption

      Laskar Pelangi Beach / Tanjung Tinggi Beach
      Yups! Di sini tempatnya untuk kalian berfoto-foto di batu tinggi seperti di film Laskar Pelangi. Pasti banyak yang penasaran di mana dapat foto dengan batu tinggi di Belitung, jawabannya adalah di pantai Laskar Pelangi. Pantai ini adalah tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak hal yang bisa kalian lakukan di sini seperti menikmati sunset di atas batu tinggi, foto-foto di antara batu tinggi, bermain canoe, atau berenang di laut karena lautnya sangat tenang.
      Menikmati sunset di atas batu tinggi dengan laut yang tenang dan langit yang indah adalah momen yang unforgettable dan ga bisa didapatkan di Jakarta. You should go here and enjoy the sunset.

      *enjoying the scenery before sunset*

      *enjoying sunset at Laskar Pelangi Beach*

      Kaolin Lake
      Last but not least, destinasi terakhir yang gua kunjungi di Belitung adalah Danau Kaolin. Danau ini terbentuk akibat dari penambangan timah. Pemandangan ini dapat dilihat dari atas pesawat saat mau mendarat di Belitung.
      Kalau kalian ingin pergi liburan singkat dengan budget yang low, you can choose Belitung as your destination. It's totally worth it to get lost in Belitung Island. 
      Note: Photos were taken with Iphone 5s and edited with VSCO cam. 
      Please kindly subscribe my blog: http://vakaytion-essential.blogspot.com/ and follow my instagram: kaywinas for the updates.
       
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By vie asano
      Pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15200-wah-ternyata-negara-negara-tujuan-wisata-populer-ini-tidak-familiar-dengan-bahasa-inggris/ saya sudah menulis tentang beberapa negara yang akan mengubah cara pandang kita terhadap bahasa Inggris. Ternyata, walau bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, dan bahkan tak sedikit orang yang pede mengatakan jika hanya diperlukan bahasa Inggris untuk bisa menaklukkan semua tempat di seluruh dunia, pada kenyataannya bahasa Inggris hanya digunakan oleh 1/3 penduduk di planet Bumi ini. Itu berarti mayoritas orang tidak terlalu familiar atau bahkan tidak mengenal bahasa Inggris. Bagi wisatawan yang hobi melancong ke berbagai tempat, fakta di atas juga berarti besar kemungkinan akan terkena kendala bahasa saat akan berwisata ke negara lain. Khususnya jika wisatawan tersebut hanya menguasai bahasa Inggris saja sebagai bahasa asingnya.
       
      Tenang, tak perlu jadi takut untuk pergi kemana-mana. Kendala bahasa saat pergi ke negara lain memanglah sesuatu yang sulit untuk dihindari. Namun, bukan berarti tak ada cara untuk mengatasi hal tersebut. Minimal untuk mengakali agar kita nggak kesulitan untuk bertanya arah saat tersesat, maupun saat meminta pertolongan. Berikut ini beberapa tips jitu untuk mengatasi faktor kendala bahasa saat berwisata.
       
      1. Menguasai beberapa kata dasar dalam bahasa setempat
       
      Bagaimanapun, saat kita berwisata ke negara lain, salah satu cara jitu untuk mengatasi kendala bahasa tentu saja adalah dengan mempelajari bahasa nasional di negara tujuan. Jika akan pergi ke Jepang, ya belajarlah bahasa Jepang. Begitu juga jika ingin pergi ke Thailand, setidaknya usahakan untuk belajar bahasa Thailand. Namun, seandainya nggak sempat untuk mengambil kursus bahasa, atau waktu wisata terlalu singkat, setidaknya sempatkan diri untuk mencari tahu bahasa lokal dari kata-kata dasar yang mungkin saja akan kalian perlukan di tempat tujuan nanti. Berikut ini beberapa kata/kalimat sederhana yang bermanfaat untuk mengatasi kendala bahasa, silahkan dicari sendiri seperti apa bunyinya dalam bahasa negara tujuan wisata kalian.
       
      -Nama saya _____________________
      -Apa Anda dapat bicara dalam bahasa Inggris?
      -Terima kasih.
      -Tolong.
      -Maaf.
      -Maaf, saya perlu bantuan.
      -Tolong bicara pelan-pelan.
      -Dimana saya bisa menemukan bus/taksi?
      -Dimana saya bisa menemukan stasiun?
      -Dimana kantor polisi?
      -Berapa harganya?
      -Saya dari Indonesia.
      -Saya tersesat.
      -Saya lapar/tidak lapar.
      -Saya haus/tidak haus.
       
      Tambahan untuk wisatawan muslim.
      -Apakah ini mengandung alkohol?
      -Apakah ini mengandung daging babi?
      -Saya tidak bisa makan babi atau alkohol.
      -Dimana saya bisa menemukan restoran halal?
       
      Saran saya, jika tak pede untuk mengucapkan kata-kata di atas dalam bahasa lokal, teman-teman bisa mencoba mem-print kalimat-kalimat tersebut dan tunjukkan kalimat mana yang ingin kalian ucapkan pada lawan bicara saat memerlukan sesuatu.
       
      Alternatif lainnya, coba deh usahakan membeli buku percakapan untuk wisatawan dalam bahasa negara yang dituju (lebih baik lagi jika buku tersebut dilengkapi dengan huruf asli dari bahasa tersebut). Buku-buku seperti itu biasanya memiliki banyak contoh percakapan untuk berbagai situasi. Untuk keadaan darurat, teman-teman bisa mencari kalimat yang paling cocok dengan situasi yang dihadapi dan tinggal tunjukkan saja pada lawan bicara.
       
      2. Mengukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara
       
      Jika seandainya karena satu dan lain hal teman-teman tetap ingin menggunakan bahasa Inggris, minimal coba deh ukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara. Walau tidak semua orang dapat berbahasa Inggris, biasanya selalu saja ada satu atau dua orang yang mengerti beberapa patah kata dalam bahasa Inggris. Semakin nol kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara, maka bicaralah dengan semakin lambat, jelas, dan gunakan kalimat yang pendek dan umum untuk dimengerti.
       
      Misalnya, alih-alih mengucapkan my bag is stolen and I need to find a police, akan lebih mudah dimengerti jika teman-teman mengatakan police saja. Dikombinasikan dengan bahasa tubuh, teman-teman bisa berharap lawan bicara akan mengerti maksud kalian.
       
      3. Jika sudah kepepet benar.
       
      Jangan ragu untuk menggunakan berbagai software penerjemah bahasa yang bisa diunduh di smartphone. Teman-teman bisa melihat daftar aplikasi apa saja yang dibutuhkan oleh wisatawan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/14383-inilah-aneka-aplikasi-penting-untuk-traveler/
      Atau, kalian bisa masuk ke berbagai situs web populer yang berkaitan dengan traveling dan menanyakan hal-hal yang ingin kalian tanyakan di forum tersebut. Kalian bisa juga mencari member yang merupakan penduduk lokal di forum itu (tentunya lebih baik jika dia dapat berbahasa Inggris) yang dapat membantu masalah kalian (misalnya, seputar menanyakan restoran di suatu kota maupun menanyakan tentang petunjuk arah, sehingga meminimalkan potensi untuk bertanya pada random orang di jalanan).
       
      Oya, walau dari tadi saya mengemukakan aneka tips untuk mengatasi kendala bahasa bagi wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris, bukan berarti saya mengatakan jika bahasa Inggris itu tidak penting ya. Walau pada kenyataannya 2/3 penduduk di Planet Bumi ini tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, masih banyak kegunaan lain dari bahasa ini bagi wisatawan:
      -Bahasa Inggris rata-rata diterima di berbagai bandara, hotel, dan pusat informasi wisata.
      -Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh backpacker. Jadi, dengan menguasai bahasa Inggris, setiap kali kalian bepergian ke tempat lain, selalu ada kemungkinan menemukan wisatawan lain yang juga berbahasa Inggris.
      -Tambahan lainnya, mengenal bahasa Inggris akan membantu kita meminimalkan kemungkinan terkena masalah yang tidak diharapkan. Masih ingat dengan kasus wisatawan yang tertipu saat membeli produk elektronik di Lucky Square, Singapura?
       
      Jadi, tetaplah pede sekalipun kalian hanya menguasai bahasa Inggris ya!
       
      Lalu bagaimana jika bahasa Inggris kita pun pas-pasan, alias hanya bermodalkan bahasa Indonesia saja? Tak perlu kecil hati. Kalian tetap bisa berpetualang ke negara lain dengan bermodalkan bahasa yang paling alami, yaitu bahasa tubuh. Setiap kali kalian membutuhkan bantuan dari penduduk lokal, gunakan gesture tubuh yang sopan dan jangan sungkan untuk menunjuk maupun memperagakan maksud kalian. Jangan lupa juga untuk selalu berbekal buku notes dan pulpen. Siapa tahu akan kalian perlukan untuk menggambarkan maksud pertanyaan kalian.
       
      Semoga informasinya bermanfaat!
       
      *** 
    • By vie asano
      Dari sekian banyak tahapan persiapan yang harus dilakukan sebelum kita pergi berwisata, mungkin salah satu yang paling njelimet, paling ribet, dan paling menyebalkan untuk dilakukan, adalah berkemas alias packing. Terkadang, saking ribetnya dalam memilih dan memilah barang apa saja yang harus dibawa, urusan packing ini bisa menghabiskan waktu hingga berhari-hari dan menguras tenaga hingga air mata, khususnya jika setelah melalui serangkaian proses packing yang melelahkan, eh ternyata ada saja barang penting yang tertinggal.
      Ada banyak tips mengenai packing yang tersebar di internet. Ada yang berfokus tentang teknik dan tips untuk packing yang lebih ringan, ada yang berbagi tips seputar barang yang harus dibawa, tips packing untuk family trip (yang pernah saya bagikan juga disini: Packing Tips for Family Trip (1), dan Packing Tips for Family Trip (2)), dan banyak lagi. Saya sendiri pernah membuat thread bertema packing yang berfokus tentang tips untuk packing yang lebih ringan dan praktis, yang bisa dibaca disini: Tips dan Trick Packing Lebih Ringan dan Praktis Untuk Traveling. Nah, kali ini saya ingin fokus berbagi tips seputar menyeleksi pakaian yang harus dibawa saat wisata.
      Pakaian merupakan salah satu hal yang paling esensial untuk dibawa saat berwisata, dan juga menjadi item yang paling bikin ribet saat packing. Apalagi jika teman-teman termasuk doyan berganti-ganti gaya, bisa jadi menyeleksi pakaian yang akan dibawa untuk traveling akan jauh lebih ribet dibanding memilih pacar (ada nggak sih yang kayak begitu? Haha..). Namun berikut ini ada beberapa tips yang diharapkan dapat membantu menyeleksi item pakaian apa saja yang sebaiknya dibawa dalam sebuah perjalanan wisata. Daftarnya kira-kira sebagai berikut:
      - Pilih 2-3 warna baju dan minimal 1 warna gelap (coklat atau hitam) sehingga bisa di mix dan match dengan mudah. Untuk wanita, bisa juga dengan membawa sebuah dress/mini dress berwarna gelap yang mudah dipadupadankan dengan pakaian berwarna lain. Untuk variasi tampilan, alih-alih membawa baju dalam jumlah yang lebih banyak, lebih baik membawa beberapa aksesoris untuk di mix and match dengan beberapa baju.
       

       
      Foto 02:
      Pakaian berwarna gelap mudah dipadupadankan dengan pakaian berwarna lain maupun dengan bermacam aksesoris [foto: SUMBER]
       
      - Supaya barang bawaan lebih ringan, sebisa mungkin kurangi membawa pakaian berbahan kaos. Sebagai gantinya, pilih pakaian yang menggunakan bahan sintetik lebih baik lagi jika anti kusut- yang lebih ringan. Pilih juga pakaian dengan bahan yang ringan dan mudah kering, dan jika memungkinkan, pakaian yang saat basah pun tidak akan terlalu berat.
      - Pertimbangkan untuk membawa kain sarung maupun kain pantai setidaknya 1 pcs. Kain sarung bisa sangat multifungsi lho. Dia bisa dijadikan handuk pantai, rok, selimut cadangan, alas tempat duduk, dan banyak kegunaan lainnya. Bagian yang paling menarik, karena kain sarung mudah dicuci dan cepat kering.
      - Untuk sepatu, hindari membawa sepatu berhak tinggi seperti stilleto, kecuali jika kalian memang punya rencana menghadiri sebuah acara yang formal. Sebaiknya, pilih sepatu yang netral yang dapat digunakan untuk berbagai kesempatan (santai-semi formal), dan sebuah sepatu/alas kaki untuk acara yang betul-betul santai.
      - Kalian suka mengenakan jeans? Kalau begitu, bawa saja! Hanya, karena jeans memiliki bobot yang cukup berat, cepat bau, dan sulit kering saat dicuci, batasi hanya membawa 1 jeans saja untuk packing yang lebih ringan.
      - Kemanapun destinasi wisata kalian (pantai, gunung, kota, dan sebagainya), pertimbangkan untuk membawa scarf minimal 1. Scarf juga multifungsi lho. Scarf bisa digunakan untuk memberikan aksen pada pakaian traveling, terutama jika kalian sedikit membawa baju untuk pergi. Scarf juga bisa dijadikan bantal untuk tidur, sedikit memberikan kehangatan saat cuaca dingin, dan banyak fungsi lainnya dari scarf.
      - Seorang travel blogger pernah berbagi sebuah tips untuk menyeleksi pakaian yang harus dibawa saat traveling. Jejerkan semua pakaian yang ingin kalian bawa, dan buang setengahnya! Kecuali untuk pakaian dalam, kalian bisa membawa sedikit lebih banyak dari yang dibutuhkan.
      - Pilih baju yang bisa digunakan untuk beberapa kesempatan sekaligus. Misalnya, celana panjang yang bisa dijadikan celana pendek, gaun one-shouldered yang bisa dijadikan halter dress hingga strapless dress, serta pakaian yang bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan seperti cuaca dingin dan hangat maupun siang dan malam, dan sejenisnya.
      - Daripada membawa mantel atau jaket tebal, sebaiknya pilih pakaian yang bisa dikenakan secara berlapis-lapis untuk mengurangi rasa dingin dan juga agar tetap tampil modis saat berwisata. Misalnya saja, kombinasi antara kaos tanpa lengan, ditambah dengan kaos lengan panjang, dan sebuah outer tipis, akan terlihat jauh lebih modis dibanding mengenakan sebuah jaket tebal; dan tentunya juga lebih ringan. Untuk inspirasi pakaian berlayer, fashion ala Jepang dan Korea bisa menjadi sebuah sumber inspirasi yang bagus.
      -Jika kalian bepergian dalam waktu yang pendek, bawa pakaian lama kalian (termasuk pakaian dalam), terutama pakaian yang sudah lama ingin kalian singkirkan dari lemari, dan buang setelah digunakan. Selain dapat mengurangi isi dalam tas setelah pulang bepergian (yang biasanya akan penuh dengan oleh-oleh), hitung-hitung kalian membersihkan koleksi pakaian lama yang karena satu dan lain hal belum sempat disingkirkan dari lemari.
      - Sebuah tips untuk menyeleksi pakaian yang akan dikenakan, adalah dengan mempertimbangkan ke-6 poin ini: kualitas, bahan yang mudah berkerut/tidak, ketebalan, transparansi, berat, dan tekstur. Idealnya, pakaian yang dipilih adalah yang tidak mudah berkerut, ringan, tidak menghabiskan banyak tempat, dan mudah dipadupadankan. Pertimbangkan juga masalah budaya dan tradisi tempat yang akan dikunjungi, serta cuaca setempat, untuk membantu teman-teman dalam memilih pakaian yang tepat untuk dibawa.
      - Berapa lama pun durasi wisata kalian, berkemaslah maksimal untuk 7 hari traveling. Jadi, sekalipun teman-teman berwisata dalam waktu 7 hari maupun 3 bulan, tetap berkemaslah dengan mempertimbangkan durasi maksimal wisata untuk 7 hari saja.
      - Dan, inilah tips terakhir. Jika kalian termasuk kerap bepergian secara rutin, ada baiknya menyiapkan satu tas khusus yang sudah berisi baju dan keperluan traveling lainnya sehingga teman-teman tak perlu lagi repot-repot menyeleksi pakaian setiap kali akan berwisata.
       
      Kira-kira ada yang mau menambahkan? Yuk, bagi-bagi tipsnya dong..
       
       
    • By vie asano
      Saya pernah menulis dalam thread
      bahwa salah satu mitos yang kerap menghampiri wisatawan adalah mitos tentang bahasa Inggris. Ada sebuah kepercayaan (dan memang sejak dari masa sekolah kita selalu diajarkan untuk percaya) jika bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang bisa diterima dimanapun. Karenanya, yang paling penting itu belajar bahasa Inggris. Belajar bahasa lain itu nggak penting-penting amat, karena cukup dengan menguasai bahasa Inggris kalian bisa pergi kemanapun dan diterima dimanapun.
       
      Well, faktanya, tahukah teman-teman jika di Planet Bumi ini bahasa Inggris hanya digunakan oleh kira-kira 1,8 milyar orang saja, yang berarti kira-kira hanya digunakan oleh 1/3 populasi manusia. Itu berarti 2/3 nya tidak mengerti bahasa Inggris dan tentu saja itu jumlah yang cukup banyak. Tak percaya?
       

       
      Foto 01:
      Gambar peta dunia negara yang menggunakan bahasa Inggris. Warna biru tua menggambarkan negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, dan warna biru muda menggambarkan negara dimana bahasa Inggris jadi bahasa resmi namun bukan bahasa utama [foto: Shardz/wikimedia]
       

       
      Foto 02:
      Peta penyebaran jumlah pengguna bahasa Inggris dalam berbagai negara. Warna hijau tua menggambarkan 80-100% dan secara bertahap gradasi menuju hijau muda menunjukkan prosentase jumlah pengguna 60-80%, 40-60%, 20-40%, dan warna hijau paling muda 0-20% [foto: Wikipedia]
       
      Nah, bagi yang masih belum percaya jika bahasa Inggris tidak seinternasional yang dibayangkan, yuk mari mengintip beberapa negara berikut yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya, dan malahan tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris. Namun uniknya, negara-negara berikut termasuk populer sebagai negara tujuan wisata. Berikut daftarnya.
       
      Indonesia
       
      Saya akan mulai dari negara kita tercinta terlebih dulu. Sebagai negara yang memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa Inggris memang tidak digunakan secara luas disini. Sekalipun dewasa ini pelajaran Bahasa Inggris sudah mulai diberikan sejak usia Sekolah Dasar (dan bahkan sejak pra-sekolah), tetap saja akan sulit menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, khususnya jika melancong ke daerah yang jauh dari pusat keramaian dan juga bukan di pusat kota besar. Pengecualian jika kalian pergi ke daerah wisata populer seperti Bali yang memang kebanyakan penduduknya (yang hidup dari pariwisata) menguasai beberapa bahasa sekaligus. Walau begitu, siapa yang bisa menyangkal jika Indonesia memang memiliki segudang obyek wisata menarik yang terus saja mengundang wisatawan asing untuk datang kemari.
       

       
      Foto 03:
      Pantai Dreamland, Bali [foto: Krismartin/wikimedia]
       
      Jepang
       
      Saat pertama mendengar jika Jepang merupakan negara yang tidak familiar dengan bahasa Inggris, saya sempat tak percaya. Masa iya negara semodern dan juga salah satu negara termaju di dunia ini nggak familiar dengan bahasa Inggris? Pada kenyataannya memang demikian. Orang Jepang, walau rata-rata akan dengan senang hati membantu wisatawan yang membutuhkan bantuan, mayoritas tidak menguasai bahasa Inggris (dan bahkan menghindar jika ditanya dalam bahasa Inggris). Yang semakin membuat wisatawan kesulitan, adalah karena Jepang memiliki bahasa nasional dan juga huruf tradisional yang khas (yaitu hiragana, katakana, kanji). Untungnya dewasa ini beberapa petunjuk jalan maupun informasi publik sudah dilengkapi dengan bahasa Inggris, sehingga wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris nggak akan terlalu buta arah saat berwisata ke Jepang.
       

       
      Foto 04:
      Gunung Fuji di Jepang [foto: Midori/wikimedia]
       
      Thailand
       
      Thailand juga termasuk salah satu surga wisata di dunia. Seorang blogger traveling bahkan pernah mengatakan, Coba kalian pejamkan mata dan membayangkan tentang surga. Siapa tahu yang kalian bayangkan adalah Thailand, untuk menggambarkan betapa indahnya negara Thailand. Namun, walau di pusat kota dan di berbagai hotel bahasa Inggris cukup bisa diterima, lain halnya jika berwisata ke daerah pinggiran dimana penduduk lokalnya rata-rata tidak menguasai bahasa Inggris. Yang lebih mantap, adalah karena harga untuk turis dan penduduk lokal dibuat berbeda, dimana harga untuk penduduk lokal ditulis dalam bahasa Thai, sementara warga asing biasanya mendapat harga yang lebih mahal.
       

       
      Foto 05:
      Maya Beach, Thailand [foto: Diego Delso/wikimedia]
       
      Vietnam
       
      Vietnam juga termasuk salah satu negara populer untuk wisata yang tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris. Di pusat informasi wisata, mungkin ada beberapa yang bisa menguasai sedikit bahasa Inggris. Namun diluar itu, khususnya di daerah pinggiran, akan sangat jarang menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris.
       

       
      Foto 06:
      Lanskap Tam Coc, Vietnam [foto: [Tycho], http://shansov.net/wikimedia]
       
      Cina (kecuali Hong Kong dan Macau)
       
      Sudah jadi rahasia umum jika penduduk Cina (kecuali Hong Kong dan Macau yang memang rata-rata fasih berbahasa Inggris) rata-rata tidak menguasai bahasa Inggris. Bahkan di kota-kota besar seperti Tibet, Yunnan, dan Xian, bahasa Inggris kurang familiar disana (dan bagian yang paling menyulitkan adalah karena bahasa Cina ditulis dalam huruf Cina yang sulit dibaca oleh orang asing!). Namun bukan tak mungkin kalian akan menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris 1-2 patah kata jika berwisata ke kota besar, walaupun tetap saja jangan berharap lebih jika berwisata ke daerah pinggiran.
       

       
      Foto 07:
      Air terjun Jiulong di Yunnan, Cina [foto: Zhangmoon618/wikimedia]
       
      Eropa
       
      Eropa termasuk salah satu destinasi wisata populer, khususnya bagi yang mencari wisata romantis seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu. Namun ternyata sebagian negara di Eropa memiliki bahasa masing-masing dan ada juga yang tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, terutama di wilayah Eropa Barat seperti Rusia dan Prancis. Di beberapa negara, bahasa yang lebih familiar digunakan antara lain bahasa Prancis, Jerman, maupun Spanyol. Namun tak perlu khawatir karena kalian masih akan cukup mudah menemukan mereka yang dapat berbahasa Inggris di wilayah Eropa barat (terutama karena orang-orang di wilayah tersebut masih mau berusaha untuk bicara dalam bahasa Inggris sekalipun mereka tidak terlalu bisa).
       
      Itu baru sebagian negara populer saja yang saya sebut disini. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan daftar negara tujuan wisata populer yang kurang familiar dengan bahasa Inggris? Namun, walau banyak negara kurang familiar dengan bahasa Inggris, jangan takut untuk pergi berwisata ke negara-negara tersebut. Masih banyak kok tips dan trik untuk mengatasi halangan bahasa, yang kapan-kapan akan saya tulis dalam kesempatan terpisah.
       
      ***
       
      *Foto-foto, kecuali foto 01 dan 02, diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.