vero avventuriero

Bukit Doa Tomohon - Manado

29 posts in this topic

Hai jalan2ers

Udah pada tau Manado donk???

nah mungkin ada yang belum tau, salah satu spot bagus dan religius dimanado, yaitu bukit doa yang berada tepatnya di Tomohon

Bukit-Doa-gunung.jpg

Saya akan berbagi cerita dengan teman2 dsini, tentang pengalaman saya ketempat yang satu ini

Perjalanan kita tempuh +- 1 jam menggunakan mobil dari kota manado

Perjalanan mendaki terus menerus dari Manado menuju tomohon membuat kita berada di salah satu tempat tertinggi untuk melihat kota manado :D

bukit-doa-di-tomohon-sulawesi-utara.jpg

Setelah sampai di tomohon, untuk ke bukit doa sangat dekat... mungkin sekitar 10 menit :D

Di bukit doa ini, pemandangan kita sangat bagus sekali, dan spot2 fotonya juga indah

Adakah jalan2ers yang udah pernah ke tempat ini??? Bgmn keindahannya menurut jalan2ers ???

b64d38643fccac6ab92f1c2e348a491a_amphitheater-at-bukit-doa.jpg

6440522417_6c7ae69630_z.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

tempatnya emang buat apa ya? terus rumah yang agak bundar itu tempat apa ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

tempatnya emang buat apa ya? terus rumah yang agak bundar itu tempat apa ya?

rumah yg atapnya bundar itu gereja.. kalo tempatnya buat apa, buat wisata.. meskipun bukit doa lokasinya lebih condong ke umat nasrani. namun lokasi ini dibuka untuk umum. banyak juga yg bukan umat nasrani dtg kesini soalnya pemandangannya bagus n udaranya segeeerrrr :D

banyak juga loh yg prewedding disini, soalnya dari bukit ini kelihatan 3 gunung terkenal di manado :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh gitu...bagus banget ya ada gereja di atas bukitnya. Pemandangan indah dan udara segar kayaknya lebih enak aja buat yang ke sana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

yaampun itu rumputnya hijau banget...

memang aslinya seperti itu?

apa dah terkena manipulasi foto...?

sudah lama sekali sy gak liat rumput yang hijau seperti itu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

tempatnya emang buat apa ya? terus rumah yang agak bundar itu tempat apa ya?

nah itu udah dibales ma mbak hobijalan2poto2 :D

rumah yg atapnya bundar itu gereja.. kalo tempatnya buat apa, buat wisata.. meskipun bukit doa lokasinya lebih condong ke umat nasrani. namun lokasi ini dibuka untuk umum. banyak juga yg bukan umat nasrani dtg kesini soalnya pemandangannya bagus n udaranya segeeerrrr :D

banyak juga loh yg prewedding disini, soalnya dari bukit ini kelihatan 3 gunung terkenal di manado :)

makasi eaaaaaa :D

oh gitu...bagus banget ya ada gereja di atas bukitnya. Pemandangan indah dan udara segar kayaknya lebih enak aja buat yang ke sana.

yuupppp, gunung yang terlihat itu adalah gunung lokon yang sekarang lagi erupsi itu loohhh :D

yaampun itu rumputnya hijau banget...

memang aslinya seperti itu?

apa dah terkena manipulasi foto...?

sudah lama sekali sy gak liat rumput yang hijau seperti itu.

itu tanpa manipulasi brooo.... memang mantap sekali disini, karena di dataran tinggi jadi selain udara segar, tanaman juga subur tumbuh disini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ya bagusss... jd pengen.. kira2x budgetnya brp ya klu dari tangerang ke menado?, trus disana adanya transportasi apa az?,, kira2x masyrakatnya gmn disana adakah pantangan tertentu ( misalnya yg nga boleh diucapkan atau dilakukan , secara setiap daerah py aturannya msg2 )... :D ..Tq

Share this post


Link to post
Share on other sites

makasi eaaaaaa :D

iya deeehhh

yaampun itu rumputnya hijau banget...

memang aslinya seperti itu?

apa dah terkena manipulasi foto...?

iya asli tuh rumputnyaa.. menurutku karena udaranya mendukung sihh.. lagian juga masih terjaga keasrian di daerah ini.. masih daerah pegunungan iniii

Share this post


Link to post
Share on other sites

:D pernah ke sini...sempat foto2 juga...memang bagus pemandangannya

Share this post


Link to post
Share on other sites

kebetulan saya pernah juga kesana sekitar 2 tahun yang lalu.

Foto2 nya kurang lebih ya seperti itu tapi saat itu sedang berbunga

 

bukit_kasih.jpg

 

Tomohon-flower_city_w_church_and_mt.jpg

 

kalau kesana pulangnya sekalian mampir ke restauran tepi danau tondano, udangnya uenak banget

 

crayfish2.jpg

 

nggak kerasa

mayang_crayfish.jpg

Jalan2 and kyosash like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya,. semua asli rumput hijau,,.

disana udaranya kayak di puncak ajah,.

 

kalo aku dimanado kan panas,,. tapi kalo di tomohon sejuk udaranya,. tempat wisatanya terbuka untuk umum,, dan bgus tuk foto2

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya,. semua asli rumput hijau,,.

disana udaranya kayak di puncak ajah,.

 

kalo aku dimanado kan panas,,. tapi kalo di tomohon sejuk udaranya,. tempat wisatanya terbuka untuk umum,, dan bgus tuk foto2

di tomohon sejuk yah?!  :)  , jadi pengen nih kesana ngadem sama nyicipin makanan sana :D  

Share this post


Link to post
Share on other sites

Rutenya kalo dari bandara Sam Ratulangi menuju Gunung Lokon bagaimana ya? tentunya menggunakan angkutan umum.

Rutenya kalo dari bandara

Share this post


Link to post
Share on other sites

waduuuhhh.... sempet tugas 2,5bulan di Manado ga sempet ke tempat ini..hikss..hiksss  :terharu

ini bener2 gw catet..satu saat gw main lagi ke Manado gw bakal ketempat ini ..  :backpacking

dan itu liat foto udang gede2 gitu gw jadi inget pasangan jabodetabek yg punya janji makan loobster ma gw.. @diyanamatir & @ameryudha   :ngeledek

Share this post


Link to post
Share on other sites

waduuuhhh.... sempet tugas 2,5bulan di Manado ga sempet ke tempat ini..hikss..hiksss  :terharu

ini bener2 gw catet..satu saat gw main lagi ke Manado gw bakal ketempat ini ..  :backpacking

dan itu liat foto udang gede2 gitu gw jadi inget pasangan jabodetabek yg punya janji makan loobster ma gw.. @diyanamatir & @ameryudha   :ngeledek

 

apa nihh mensen2 nama akuu.. makanya dateng aja dulu ke jakarta nanti diajak makan ke loobie lobster...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@diyanamatir

okeeeeyyyy...ntar abis dari Bali aku coba curi waktu dikit mampir ke jakarta sebelum ke gorontalo lagi.. hehe 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

sory mods gw baru nongol lagi..susah sinyal uy,,biasalah, namanya juga di hutan.. :tersipu

gw dah di Riau skarang.. :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

sory mods gw baru nongol lagi..susah sinyal uy,,biasalah, namanya juga di hutan.. :tersipu

gw dah di Riau skarang.. :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

sory mods gw baru nongol lagi..susah sinyal uy,,biasalah, namanya juga di hutan.. :tersipu

gw dah di Riau skarang.. :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • Satu Putaran di Danau Tondano
      By jajaq
      Setelah hampir 2 tahun bermukim di Manado, kurang afdol kalau belum pernah tawaf 1 putaran di danau terbesar di pulau nyiur melambai ini. Danau Tondano yang besar tak hanya indah, namun juga menjadi sumber mata pencaharian penduduk di desa-desa pinggir danau Tondano. Airnya untuk pengairan, lalu nelayan mencari ikan, karamba-karamba untuk budidaya ikan air tawar ada disini.
         Gereja     Bungalow  Mengelilingi danau Tondano memerlukan waktu kurang lebih satu jam, belum termasuk singgah untuk makan jagung bakar dan sate kolombi (sejenis moluska yang hidup di sawah) di Boulevard Tondano atau di restoran yang ada di pinggir danau.
      Udara sejuk, langit biru, keramahan penduduk melengkapi perjalanan di atas roda dua.
      Sebelumnya saya hanya mengagumi 2 macam tenggelamnya matahari, tenggelamnya matahari di antara langit dan air laut, matahari yang hilang diantara hiruk pikuk ibukota. Sekarang bertambah satu lagi, matahari yang tenggelam pelan dibalik bukit, sisa sinarnya berpendar melewati awan dan memantul di atas air danau.
      ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Sedikit informasi, untuk makan di Boulevard Tondano tidak mahal. Harga standar makanan di Manado, untuk cemilan dan minum tidak akan menghabiskan lebih dari Rp. 50.000,-/ 2 orang. Jangan takut bertanya tentang harga ke penjualnya. Sedangkan untuk makan siang di restoran yang ada di pinggir danau Tondano, cukup siapkan uang sekitar Rp. 100.000,- untuk dua orang, harga sudah ada di menu.
       Karamba Ikan   Sate Kolombi (sejenis moluska) di Boulevard Tondano    Senja di Tondano    Pencari ikan    
        Senja di Desa Eris    
        masih ambil dari blog saya di http://jejalanjajan.com/satu-putaran-di-danau-tondano/
    • Untung Ada KFC di Kawanua
      By Alfa Dolfin
      Kebetulan dalam tubuh ku mengalir darah Kawanua. Aku lebih suka memakai sebuatan Kawanua ketimbang Manado. Lebih mengeskpresikan sikap persahabatan, keterbukaan, senang berkawan. Tidak murni sich karena aku kelahiran Jakarta. Ortu ku, dua-dua-nyua, juga bukan dari sana. Opa ku baik dari mama n papa berasal dari bumi Kawanua mesi sejak aku lahir mereka sudah tiada. 
      Setelah berkali-kali menolak akhirnya suatu saat mendapat kesempatan pertama kali menginjak tanah leluhur. Bukan Family Visit merupakan Dive Trip. Maksudnya trip ke Manado untuk diving, nyelam, di Bunaken. Tentu tidak selalu plesiran di bawah air. Wisata atas airnya ternyata juga menarik. Problem terjadi saat harus berurusan dengan panganan, alias ransum tuk masuk ke perut. 
      Tuk urusan perut memang dari keluarga kami masih bisa di hitung pake jari menikmati masakan Kawanua. Doeloe mama ku pernah sekali masak bubur Manado. Cuma akhirnya kapok ngga mau masak lagi setelah mendapat jawaban, ngga enak.... Wah kebangetan ya aku bilang gitu. Lah mama waktu itu nanya, enak ngga bubur manado bikinannya...? sebelum jawab, aku tanya balik, "mama mau dapat jawaban jujur atau bohong?". Ya jujur dong, kata mama. Maka aku pun tanpa ragu menjawab : ngga enak ma. Singkatnya, aku sangat asing dengan masakan Kawanua. Tahunya bubur Manado dan es kacang merah. Lainnya...ah lebih baik aku ngga tahu menahu dech. Aneh-aneh...ngeri...apalagi aku penyayang doggy. Infonya disana daging doggy cukup familiar....ooooo my GOD.... hewan setia begitu di jadikan panganan...no...no.... Kebetulan aku juga tidak suka ikan. Ikan apa saja baik air tawar atau laut. Alergi berat. Sejak jaman SD. Makanya udah tuer gini ngga pinter-pinter karena bilang dibilang ngga pernah makan ikan. Padahal di Kawanua terkenal ikan Tude yang rasanya gileeeee nikmatnya. Kata yang sudah pernah lho...
      Pertanyaan sejak pertama kali tiba di sana, mau makan apa...? Karena waktu itu pergi rame-rame, ber-10, mereka pilih masakan khas setempat. wah gawat nich pasti aku cuma manyun aja. Karena ngga jamin ada es kacang merah. Benar saja. Mampir di salah satu resto dekat danau Tondano ya akhirnya aku cuma menjadi penonton setia. Saat rekan-rekan asyik menyantap aku cuma minum softdrink....n ngemil "Djarum Super". Maap ya kawan-kawan...aku smokers. Rekan-rekan membujuk ku tuk ikut menyantap, namun tetap saja aku ngga bergeming. Rasa lapar pun hilang.... Lalu makan apa? masa ngga makan selama di Manado...?
      Waktunya balik ke hotel di Tasir Ria, pinggiran kota Manado. Kami sempat melewati kota Manado. Sebenarnya selama perjalanan perut lapar...tapi ya karena ngga ada yang bisa dinikmati, ya terpaksa manyun. "stop...stop pak....", pinta ku spontan ke driver mobil yang kami sewa begitu melihat plan sebuah resto yang terkenal. eee loe mau kemana...?, tanya rekan-rekan ku heran. "sory ya sekarang giliran gw makan. Kalian khan udah tadi.... udah bernyanyi nich perut...":, sahut ku. Spontan teman-teman teriak....huuuuu......Loe aneh ya. Jauh-jauh ke sini malah cari KFC (maksudnya Kentucky Fried Chicken). Masih mimpi ada di jakarta ya...?"berisik loe yeee....gantian sekarang loe nonton gw makan...", sahut ku ngga mau kalah. Ya...lega aku berjumpa resto KFC. Akhirnya ada juga yang bisa aku makan disini..... Jadilah KFC menjadi makanan penyelamat ku di bumi Kawanua pertama kali. Bukan promosi lho....
       
      cheers
      Note : Karena kami menginap di Tasik Ria, yang infonya punya bule Prancis, menu burger menjadi pilihan utama. Kemudian, visit selanjutnya aku mengakali mencari resto atau warung orang Jawa, yang berharap lebih cocok di lidah. Tercatat 5x kali aku ke bumi Kawanua, namun sama sekali tidak pernah mengunjungi family disana. Ya karena aku memang tidak kenal...selain itu menghindari risiko di suguhi panganan yang "macem-macem". 
       
    • Menjelang Landing di Manado
      By Alfa Dolfin
      Salah aktivitas yang aku suka saat bepergian naik pesawat bukan melirik pramugari yang cakep-cakep... Ngga kog. Moto, tepatnya. Lebih tepatnya lagi moto view. Momen landing, take off, biasanya momen bagus untuk ambil gambar. Salah satu yang momen yang bagus saat jelang landing di Manado. Selama kita duduk di seat kiri n tidak terhalang pesawat, akan mendapat suguhan...:

      Ini labh Gunung Manado Tua yang tampil cantik dan megah, serta pulau Bunaken di sebelah kanan yang terkenal keindahan bawah lautnya.

      Momen yang cepat berlalu, segera aku shoot pulau Bunaken, latar belakangnya kalau tidak salah Pulau Nain.

      Setelah itu kita akan segera landing di Bandara Sam Ratulangi. Di kalangan pilot, landing disini termasuk sulit dan berisiko. 
      salam
       
    • Memories In The Bitung City Part 1
      By Carol Laurent
      Halloo semua..
      mau cerita-cerita sedikit nih tentang kota Bitung kota kelahiran aku...
       
      Kota Bitung adalah salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, terletak kurang lebih 45 km dari pusat kota Manado, kota Bitung adalah kota kecil yang memiliki pesona wisata yang tidak kalah menarik, karena letak kota Bitung ada di kaki Gunung Duasudara dan memiliki pesisir pantai yang indah sebagai potensi wisata.
       

       
      Di Bitung terdapat pelabuhan laut yang cukup besar untuk kapal Pelni maupun khusus kapal niaga, just info saat ini Pelabuhan Bitung dijadikan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau free trade zone (FTZ) kawasan Asia Pasifik.
       



       
      2. Pantai Tanjung Merah
          Pantai ini jg menjadi kawasan wisata yang cukup ramai

       
      Btw postingnya ini dulu yah, coz pake comp di kantor dan udah jam pulang mau cabuttt dl heheheh....
       
      masih ada beberapa pantai dan tempat yang lain yang lain sih yang mau aku share
       
      Semoga bermanfaat...
       
       
       
       
       
       

    • Snorkeling Di Bunaken
      By thoxy
      Hallo sobat jalan2, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pertamaku snorkeling di Bunaken. Pengalaman pertama di Bunaken? yaa. Sebagai orang Manado, aib banget dah rasanya yaa kalau udah tuir begini belom pernah menginjakkan kaki (bukan nginjak2 karang lho yaa) di salah satu taman laut terkenal di dunia yang letaknya di kampung halaman sendiri. hehe...
      mohon maaf sebelumnya, postingan ini sedikit repost atau diringkas dari blog-ku di sini (part I) dan di sini (part II)
       
      Bunaken, 26 Desember 2014
      Entah sudah berapa banyak ulasan tentang Bunaken. Aku lihat di group ini juga sudah ada beberapa. Nah, ini  kutambah satu lagi nih.
       
      Siapa yang tidak kenal dengan Taman Nasional Bunaken? ayo tunjuk tangan??? kebangetan dah kalo belom pernah denger. Namanya sudah mendunia. Taman Nasional yang terletak di teluk Manado, Sulawesi Utara ini terdiri dari Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Montehage, Pulau Siladen, Pulau Nain dan Tanjung Pisok. Terletak di Segi Tiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), menjadikannya rumah bagi ratusan spesies terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Makanya nggak heran lah kalo pesona taman lautnya itu menjadi magnet bagi para penyelam dari berbagai penjuru dunia. Jangankan para penyelam, yang nggak bisa nyelampun penasaran dengan keindahannya. Tidak hanya taman lautnya lho sobat, daratannya pun punya berbagai kekayaan ekosistem lainnya, seperti rusa, kuskus - bukan nama forum itu lho yaa - burung laut, kepiting dan hutan mangrove. Terdaftar sebagai Taman Laut pada tahun 1991, menjadikannya pula sebagai salah satu taman laut pertama di Indonesia. Kemudian terdaftar di UNESCO pada tahun 2005.
       

      Peta sebagian Sulawesi Utara, Bunaken di sebelah kiri atas (sumber: dephut.go.id)
       
      Nggak sulit kog kalau mau ke Bunaken. Dari pusat kota Manado, hanya berjarak beberapa menit saja ke Pelabuhan Calaca, sebuah pelabuhan kecil dimana terdapat banyak boat yang siap membawa anda ke Bunaken. Berhati-hati dalam memilih atau me-nego boat adalah suatu keharusan. Jangan sampe bernasib sama seperti kami kemaren. Panjang ceritanya, nggak usah ku posting di sini kali yaaa... nanti lah di sesi tanya jawab kalo penasaran. hehehe....

      Pelabuhan Calaca, Manado di sore hari
       
      Rata-rata harga sewa per boat Rp. 750.000,- sehari (PP). Biasanya tukang perahu akan membuka dengan harga lebih dar Rp. 800.000,-. Tinggal ditawar saja. Bisa juga menyewa perahu Katamaran, yang ada kacanya di bagian bawah buat liat-liat karang. Mungkin akan lebih mahal. Jangan lupa pastikan tersedia life jacket.
       
      Perjalanan yang ditempuh hampir satu jam. Sebaiknya datengnya pagi. BIar adem. Manado itu fanass.. hehe..
       
      Hampir tiba di pulau Bunaken, kami kemudian beralih sejenak dari speedboat ke kapal katamaran. Ini optional. Buat sobat yang takut nyebur, ya pake ginian. Tapi kalau niatnya mau snorkeling,  sesi ini di-skip saja lah. toh pemandangan langsung di bawah laut nanti lebih paknyuuuss... lakinya maknyuusss... hehe...

      ini nih yang namanya katamaran

      nah, itu lagi pada liatin kaca..

      nih view-nya.
       
      Kurang lengkap rasanya kalau tidak menginjakkan kaki di pulau Bunakennya. BIaya masuk Taman Laut Bunaken Rp. 7.500,- untuk wisatawan domestik dan Rp. 200.000,- untuk wisatawan asing atau apabila sobat ada yang merasa bule'. hehe... Di sini bisa menyewa perlengkapan snorkeling (wetsuit, snorkel, mask, fins) Rp. 150.00,-, kamera underwater Rp. 300.000,-, guide Rp. 150.000,- (optional), dan perlengkapan selam menyelam (gak sempat nanya). Mahal? menurutku sih iya. Apalagi setelah melihat kondisi fins-nya. Makanya aku bawa sendiri perlengkapannya.

      Pantai Bunaken
       
      Ada juga yang jualan cinderamata dan kaos khas Bunaken. Buat sobat yang mahir malang melintang dalam dunia tawar menawar, jurus anda tidak akan berlaku banget di sini. Yah, sukur2 dikasih korting Rp. 5000,-. Pendirian para penjualnya susah untuk digoyahkan... hehe...
       
      Nggak usah sesi mandi2 di sini kali yaa.. Pantainya sih menurutku biasa aja. Airnya juga agak kabur. Oh, ya. Yang terpenting dari semua aktifitas di pulau ini adalah sesi foto di icon pulaunya. Itu tuh, yang biasanya dilakukan orang-orang kebanyakan kalau dateng ke sini.

      narsis di sini wajib sob. hehehe.. Nyesel banget kemaren kaos Jalan2.com ketinggalan di rumah, padahal udah niat mau dipake foto di sini... hehe....
       
      Dari sekian banyak spot snorkeling atau diving di seputaran perairan Taman Laut Bunaken, kami dikasih 2 spot saja. Pantai Barat dan Timur. Oh, ya. Jangan lupa pada saat tawar menawar, pastikan juga spot-spotnya. Kadang hanya dikasih satu spot saja, padahal bisa 2 spot.
       
      Sorkeling di Pantai Barat Bunaken.
      Di sini karangnya sudah banyak yang rusak. Tapi ikan-ikannya banyaaakk bangeuuuuddhh... Easy going bin friendly lagi ikan2nya tuh. BIsa diajak ramah-tamah. hehe... di sini visibilitinya sangat bagus. Airnya sangat jernih. Tidak salah memang di beberapa artikel ada yang menyebutkan kalau taman laut Bunaken ini merupakan salah satu taman laut dengan visibility terbaik di dunia. Buat yang baru belajar atau belom lancar snorkeling, tempat ini bisa menjadi pilihan karena area dangkalnya lumayan luas. Tapi hati-hati kalau sudah mendekati bagian jurangnya. Kalo gak bisa berenang, gak pake pelampung trus panik yaa bahaya. Tapi justru di jurang inilah daya tariknya menurutku. Coba deh freediving di situ, pasti seru. Buat sobat yang suka wall diving, di sinilah tempatnya.

      siap2 mau turun snorkeling. tampak perbatasan antara sisi dangkal dan jurangnya yang dalam.

      tuh, ikannya lagi ramah tamah... hehe

      tuh, jurangnya.. hehe

      yang suka wall diving??

      freediving ke bawah seru juga lho

      Karena pengetahuanku yang masih kurang tentang perikanan dan kelautan, jadi nggak bisa menceritakan lebih lanjut spesies apa yang ada di foto itu. Nggak tahu sob, cuman asal jepret aja. hehe.... Pokoknya begitu kira-kira sedikit penampakannya.
       
      Oh, yaa. Menurutku, waktu yang tepat mengunjungi spot ini adalah saat cuaca cerah di jam siang, saat matahari mulai bergeser ke Barat. Cahaya sepertinya akan maksimal di sini.
       
      setelah belum puas dengan spot di Pantai Barat ini, kami beralih ke pantai Timur yang katanya lebih bagus terumbu karangnya. yuuukkk sob...
       
       
      Sorkeling di Pantai Timur Bunaken.
      Langsung saja yaa ke penampakan permukaan laut di Pantai Timur Bunaken.

      kalau diliperhatikan dari atas, di sini airnya kelihatan lebih hijau dari pantai barat tadi. Hal ini menyiratkan bahwa sepertinya keadaan terumbu karang bawah laut di spot ini lebih sehat dan lebih bagus dari spot pertama. Oke, mari kita buktikan....

      eh, beneran... di sini lebih rimbun. Karang-karangnya sehat wal afiat adanya. Banyak soft coralnya juga yang menari-nari dihempas arus laut yang untungnya tidak deras. hehe... mari kita explore lebih jauh lagi sob.

      aaaakkk... kaget juga ketemu sama ular laut ini. Baru kali ini aku melihat dari dekat, ternyata bentuknya kayak ular di darat. Tapi lebih pintar berenangnya. Untunglah ular laut ini katanya tidak agresif. Makanya dia cuek aja waktu aku coba ambil fotonya ini. Meski begitu, aku tetap nggak berani donk yaa deket2. Bisa-nya lebih mematikan dari cobra lho...
       
      oke, mari kita lanjutkan ke pemandangan yang lain. hehe...

       
      Nah, gimana? Terumbu karangnya bagus2 nggak? Ikannya di sini banyak banget. Sama seperti spot pertama tadi, di sini ikan-ikannya juga ramah-ramah dan suka dekat-dekat dengan manusia. Jangan lupa biskuitnya. Meski tidak dikasih biskuit, mereka pasti mendekat. Jangan biarkan mereka kecewa. Kalau dikasih makan, mereka lebih senang lagi. Jangan lupa pembungkus makanannya dibawah pulang yaa. hehe... Ikannya kurang banyak ya? nih kutambahin lagi...


      w
      wooyyyy... bisa geser nggak sih nih ikan2? aku lagi foto terumbu karangnya malah mereka menghalangi di depan.   heheheheheh
       
      Oke sobat jalan2, demikian sedikit catatanku waktu liburan sehari di Bunaken akhir tahun kemaren. Mohon maaf kalo kurang berkenan. Foto2 di atas itu mah nggak terlalu bagus, nggak  seberapa dibanding kalo sobat liat langsung, beeuuuhhhhh.. ajeeeebbb banget dah...
       
      Masih pengen kembali ke sini. Masih pengen banget menjelajahi spot-spot yang lain. Semoga suatu saat nanti kita bisa sama2 bareng liburan di sini. Thankss udah membaca
      regards,
      Thox
    • Salam Kenal Dari Manado
      By patiukan
      Salam kenal buat semua member di grup ini dari warga Manado, terima kasih sudah diijinkan bergabung di forum jalan2.... 
    • Pulutan Desa Keramik Di Manado
      By Hildree Takizawa
      Workshopnya Bapak Stevi
       
      Tiap Kali Kita dengar kata Manado, pasti yang terlintas pertama kali di otak kita itu pasti " bunaken". Benar sekali manado terkenal dengan wisata laut dan bawah laut nya yang indah,bukit doa,bukit kasih,dan wisata Tomohon juga Wisata Religi nya.Kali ini Gue mau bikin sesuatu yang beda dan yang tak banyak di ketahui orang luar kecuali Masyarakat manado sendiri.
       
       
      Jika kita Ke arah selatan dari Kota Manado dengan menempuh jarak sekitar 40 km, kita akan menjumpai sebuah desa wisata yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pengrajin keramik. Secara administrasi, desa yang lebih dikenal dengan nama Desa Pulutan ini berlokasi di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

       
      Bapak Stevi, salah satu pengrajin keramik Desa Pulutan yang ditemui, mengungkapkan, membuat keramik harus dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah dengan mengambil tanah di kebun. Tanah yang diambil biasanya adalah tanah liat. Selain banyak dijumpai, tanah jenis ini sangat kuat dan cocok untuk menjadi bahan baku pembuatan keramik.

      Tanah yang sudah diambil dan dikumpulkan belum bisa langsung digunakan sebagai bahan baku pembuatan keramik, mengingat tanah tersebut harus melewati tahap penggilingan. Setelah digiling, tanah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah (karung) untuk kemudian diambil sedikit demi sedikit dalam proses pembuatan keramik.
       
      “Bentuk kerajinan keramik yang ada di Desa Pulutan bermacam-macam, seperti pot bunga, pajangan keramik, wadah, dan lain-lain,†jelas Bapak Stevi. Uniknya Desa Pulutan juga melayani pembuatan bentuk dan motif keramik sesuai dengan keinginan atau pesanan konsumen.

       
       

      Dalam sehari, rata-rata para pengrajin keramik Desa Pulutan bisa menghasilkan sekitar 50 keramik ukuran kecil atau 10 keramik ukuran sedang. Sedangkan keramik dalam ukuran besar bisa menghabiskan waktu pembuatan lebih dari satu hari. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, disesuaikan dengan ukuran dan kerumitan yang ada pada motif keramik. Keramik ukuran kecil dibanderol dengan harga Rp 150.000, dan keramik yang paling mahal harganya bisa mencapai lebih dari Rp.2.500.000.
       
      Hasil keramik Desa Pulutan biasa dijual ke pasar-pasar sekitar Sulawesi Selatan dan Gorontalo melalui para pengepul. Namun bagi pengrajin keramik yang sudah memiliki pelanggan tetap, biasanya merekalah yang datang langsung untuk memesan keramik sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

      Keberadaan desa pengrajin keramik Pulutan, tidak lepas dari peran serta Pemerintah Daerah yang kerap mengadakan berbagai pelatihan dan kerjasama dengan berbagai pengrajin keramik se-nusantara. Meski demikian, Bapak Stevi mengakui kurangnya perhatian Pemerintah Daerah dalam mempromosikan Desa Pulutan sebagai desa wisata penghasil keramik unggulan, sehingga desa ini masih belum banyak dikenal oleh  masyarakat dan turis yang berkunjung ke Sulawesi Utara.
       
      Melihat karya nya dan macam kerajinan yang di hasil kan.sempat mikir kalo sebenarnya dirumah juga gue punya pot bunga kaya gini..jadi mikir jangan-jangan di buat dari sini juga (haiiz jauh banget gue beli pot kembang kesini).
       

      Bapak Stevi in Action
       
           
       

      ini sering banget liat di resto sbg air mancur mini