Sudah baca tulisan saya tentang Capsule Hotel dan Love Hotel? Kedua hotel tersebut merupakan salah satu akomodasi unik yang bisa ditemukan di Jepang, bagian dari tulisan saya tentang akomodasi hemat di Jepang. Masih bertema akomodasi unik ala Jepang, tulisan kali ini saya dedikasikan untuk penginapan tradisional ala Jepang, yaitu ryokan.

Di antara Jalan2ers yang membaca tulisan ini, adakah yang sedang dalam rencana wisata ke Jepang? Harusnya sih ada ya, hehe.. (ayo ngacung!)  Mungkin di antara Jalan2ers yang sedang survei akomodasi pernah melihat penginapan yang menawarkan kamar bernuansa tradisional.

Bisa jadi yang Anda lihat itu adalah ryokan, atau penginapan tradisional ala Jepang. Kenapa bisa jadi? Karena sebetulnya ada tipe penginapan tradisional lainnya yang disebut minshuku, tapi mungkin akan saya bahas di lain kesempatan.

Shinchaya Ryokan [foto: NH53]
Shinchaya Ryokan [foto: NH53]
Ninomiya Ryokan [foto: Maarten1979]
Ninomiya Ryokan [foto: Maarten1979]
 

Kembali ke ryokan, penginapan tradisional ini termasuk salah satu yang banyak diminati oleh wisatawan yang suka mengeksplorasi budaya lokal. Ya, menginap di ryokan memang menawarkan pengalaman budaya yang lebih jika dibanding dengan menginap di hotel modern.

Namun ryokan “dan segala sesuatu yang menyangkut budaya lokal” terkadang bisa sangat mengintimidasi wisatawan, terutama bagi first time traveller yang tak terbiasa dengan budaya Jepang. Apa yang harus dilakukan di ruangan yang menggunakan tatami (tikar ala Jepang)? Bagaimana cara terbaik untuk menikmati suasana menginap ryokan? Dan banyak pertanyaan lain yang pastinya akan terlintas di benak wisatawan.

Untuk itulah kali ini saya ingin berbagi beberapa hal menarik seputarryokan, mulai dari sejarah, hingga bagaimana proses check-out pada ryokan. Karena banyaknya informasi seputar ryokan, saya akan membagi tulisan ini dalam 2 bagian supaya lebih mudah diikuti. Semoga bisa membantu Jalan2ers yang berminat untuk menginap di ryokan saat berwisata ke Jepang.

Informasi dasar

  • Keberadaan ryokan dipercaya mulai booming pada periode Edo, yaitu mulai abad ke-17. Saat itu banyak pedagang yang bepergian dari satu kota ke kota lain sehingga membuka peluang berkembangnya bisnis penginapan. Sebuah ryokan mudah dikenali karena tampilannya yang memiliki arsitektur khas Jepang mulai dari eksterior hingga interior.
  • Dimana bisa menemukan ryokan? Sebelumnya, ketahui dulu jika ryokan bisa dibagi dalam 2 jenis: onsen ryokan dan city ryokanOnsen ryokan merupakan penginapan tradisional yang terdapat di sekitar pemandian air panas alami, sedangkan city ryokan terdapat di kota. Jadi cara termudah menemukan ryokan adalah dengan pergi ke aneka tempat wisata pemandian air panas, atau berburu melalui berbagai situs booking hotel.
Contoh onsen ryokan: Osenkaku Ryokan [foto: Adrian F]
Contoh onsen ryokan: Osenkaku Ryokan [foto: Adrian F]
Contoh city ryokan: Taito Ryokan [foto: Romana klee]
Contoh city ryokan: Taito Ryokan [foto: Romana klee]
  • Ada beberapa perbedaan antara onsen ryokan dan city ryokan. Daya tarik utama dari onsen ryokan tentu saja adalah fasilitas pemandian air panas alami. Onsen ryokan pun biasanya juga menjual suasana menginap ala resort, cocok bagi yang menginginkan nuansa liburan tradisional ala Jepang. Tak heran jika harga per-malamnya bisa jauh lebih mahal dari city ryokan. Sedangkancity ryokan lebih menawarkan suasana menginap dalam nuansa tradisional tanpa harus jauh-jauh meninggalkan kota. Tempat ini biasanya juga memiliki pemandian air panas, namun bukan air panas yang bersumber dari alam.
  • Walau banyak wisatawan yang tertarik menginap di ryokan, tak sedikit yang menganggap jika ryokan itu mahal dan akhirnya batal melirik akomodasi ini. Padahal, sama seperti hotel dan akomodasi lainnya, harga yang ditawarkan oleh ryokan tergantung dari fasilitas dan ukuran dari ryokan tersebut. Ada yang bertipe budget ryokan, ada juga resort ryokan. Ada ryokan berukuran kecil yang dikelola oleh keluarga dan hanya memiliki beberapa kamar, ada ryokan bertipe medium, dan ada juga ryokan sekelas hotel resort dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern.Ryokan kecil biasanya menawarkan budget yang relatif lebih miring, tak sedikit yang mulai dari kisaran harga Â¥3000 per-malam. Biasanya ryokan seperti itu memiliki fasilitas dan layanan yang terbatas, seperti tidak adanya makan pagi. Tentu saja berbeda dengan ryokan sekelas resort (apalagi jika lokasinya strategis serta fasilitasnya lengkap) yang harganya bisa mencapai puluhan ribu yen untuk satu malam saja.

Reservasi dan check-in

  • Ada 2 cara untuk melakukan reservasi ryokan: melalui situs booking hotel maupun melalui website dari ryokan tersebut (catatan: ryokan besar biasanya sudah memiliki website pribadi). Jika ingin praktis, pertimbangkan untuk melakukan reservasi via situs booking hotel. Masalahnya, tidak semua ryokan terdaftar dalam situs semacam itu, jadi mau tak mau Anda harus bookinglangsung di website ryokan yang diinginkan. Sayangnya website milik ryokan biasanya memiliki 2 kendala utama: (1) Jarang ada website ryokan yang dilengkapi dengan bahasa Inggris, dan (2) tak semua ryokan memiliki staff yang dapat berbahasa Inggris untuk menjawab berbagai pertanyaan Anda. Ini berdasarkan pengalaman suami saat beberapa kali melakukan booking kamarryokan yang kadang-kadang (terpaksa) berakhir dengan percakapan dalam bahasa Jepang.
  • Waktu check-in tiap ryokan bervariasi, namun biasanya antara pukul 14.00 atau pukul 15.00 waktu setempat. Prosedur check-in nya juga bervariasi. Ada yang mengikuti aturan hotel pada umumnya (wisatawan melakukan check-in di bagian resepsionis maupun di bagian lobby lounge), ada juga yang proses check-in nya dilakukan di dalam kamar (jadi tamu akan langsung diantarkan ke dalam kamar). Jika tak yakin mana proses check-in yang berlaku di ryokan pilihan Anda, ikuti saja penerima tamu yang selalu siap menyambut tamu yang baru datang.
  • Apa saja yang akan di dapat sewaktu check-in? Layaknya akomodasi lainnya, tamu akan mendapat penjelasan seputar fasilitas dalam ryokan tersebut, jam makan pagi, dan jam makan malam. Yaps, nggak salah baca kok. Beberapa ryokan memang sekaligus menyediakan makan pagi dan makan malam, kecuali untuk budget ryokan. Anda juga akan diminta untuk menunjukkan identitas diri, seperti passport.

Yang perlu diperhatikan saat baru masuk ke dalam ryokan:

  1. Saat baru tiba di ryokan, tamu akan disambut oleh seorang staff. Tugas staff tersebut antara lain membuat tamu merasa nyaman, dan juga mengarahkan tamu untuk melakukan prosescheck-in.
  2. Setelah melewati pintu utama, biasanya tamu akan diterima di sebuah area yang berlantai batu atau keramik, yang tingginya sedikit dibawah lantai utama. Disinilah tempatnya tamu melepaskan sepatunya dan ditukar dengan sandal hotel. Ada dua alternatif kemungkinan, antara (1) tamu melepas sepatunya dan meletakkannya ke dalam rak sepatu sambil menukar dengan selop, atau (2) tamu melepas sepatu dan staff akan mengambilkan selop serta meletakkan sepatu Anda pada rak sepatu.  
Area penerima pada ryokan [foto: Debs]
Area penerima pada ryokan [foto: Debs]
Area penerima pada ryokan [foto: m-louic]
Area penerima pada ryokan [foto: m-louic]
Area penerima pada ryokan [foto: chacrebleu]
Area penerima pada ryokan [foto: chacrebleu]
 

Bagi yang ingin tahu tentang tipikal kamar dalam ryokan dan serba-serbi lainnya, tunggu tulisan berikutnya ya..

* Seluruh gambar diambil dari flickr, via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari gambar aslinya.

 

From A To Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (Part 2 END)

Comments

comments