fbpx
Home Guides From A To Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (Part 2...

From A To Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (Part 2 END)

From A To Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (Part 1)

 

Sudah tahu cara untuk menemukan ryokan? Sudah tahu apa saja yang harus dilakukan sewaktu check-in di ryokan? Kalau belum, baca dulu disini karena pada tulisan kali ini saya akan berbagi informasi seputar tipikal ruangan dalam ryokan, makanan, kegiatan yang bisa dilakukan di ryokan, dan sebagainya.

Tipikal kamar dalam ryokan

  • Seperti halnya hotel, ukuran dan fasilitas kamar pada ryokan berbeda-beda tergantung jenis dan harganya. Rata-rata bisa dihuni minimal oleh 2 orang, walau ada juga yang bisa ditempati oleh rombongan.
Kamar di Ryokan Yarimikan [foto: Edward Dalmulder]
Kamar di Ryokan Yarimikan [foto: Edward Dalmulder]
Tipikal kamar ryokan [foto: Taylorandayumi]
Tipikal kamar ryokan [foto: Taylorandayumi]
  • Untuk desainnya, kamar pada ryokan memiliki desain yang khas antara lain lantai beralaskan tatami (tikar Jepang), memiliki pintu geser dan dinding berlapis kertas khusus (shoji). Jika ukuran kamar cukup luas, biasanya juga dilengkapi dengan tokonoma (spot untuk memasang puisi maupun lukisan gantung), dan ruang duduk ala barat yang ditempatkan di sudut terpisah.
Tatami [foto: Vera46]
Tatami [foto: Vera46]
Tokonoma [foto: IK's World Trip]
Tokonoma [foto: IK’s World Trip]
Shoji [foto: Debs]
Shoji [foto: Debs]
Ruang duduk bergaya Barat [foto: Andresito10]
Ruang duduk bergaya Barat [foto: Andresito10]
Ruang duduk bergaya Barat [foto: moon angel]
Ruang duduk bergaya Barat [foto: moon angel]
 

Saat baru masuk kamar, biasanya ada meja dan kursi duduk yang diletakkan di tengah ruangan. Lalu dimana tempat tidurnya? Tempat tidur di ryokan tidak menggunakan kasur ala Barat, melainkan menggunakan futon (kasur lipat ala Jepang). Jika tidak digunakan, futon dilipat dan disimpan dalam lemari dan baru dibuka saat mau tidur.

Futon dilipat dan disimpan dalam lemari [foto: variationblogr]
Futon dilipat dan disimpan dalam lemari [foto: variationblogr]
Futon yang telah digelar [foto: Melanie-m]
Futon yang telah digelar [foto: Melanie-m]
  • Adapun fasilitas yang biasa ditemukan dalam kamar ryokan antara lain televisi dan perlengkapan mandi seperti handuk, shampo, serta sabun. Untuk tipe budget ryokan, kamar mandi biasanya menggunakan kamar mandi maupun toilet bersama, sementara ryokan tipe menengah hingga besar memiliki kamar mandi, toilet, dan bahkan tempat berendam pribadi. Toilet-nya sendiri banyak yang sudah dirancang bergaya Barat.

Tentang sarapan dan/atau Makan Malam

  • Mayoritas ryokan menyediakan sarapan dan juga makan malam. Sarapan maupun makan malam tersebut biasanya dilakukan bersama-sama, namun bisa juga dilakukan dalam kamar masing-masing. Jadi saat baru melakukan check-in, jangan lupa pastikan jam sarapan serta jam makan malam di ryokan tersebut.  
Contoh ilustrasi setting meja saat sarapan dan makan malam [foto: Esme_vos]
Contoh ilustrasi setting meja saat sarapan dan makan malam [foto: Esme_vos]
Contoh ilustrasi setting meja saat sarapan dan makan malam [foto: marek.krzystkiewicz]
Contoh ilustrasi setting meja saat sarapan dan makan malam [foto: marek.krzystkiewicz]
Contoh ilustrasi setting meja saat sarapan dan makan malam [foto: Stanchow]
Contoh ilustrasi setting meja saat sarapan dan makan malam [foto: Stanchow]
  • Menu yang disajikan saat makan pagi maupun makan malam biasanya adalah masakan tradisional yang disebut kaiseki ryori. Istilah tersebut merujuk pada multi-course haute cuisine ala Jepang. Jadi tamu akan disajikan beragam jenis makanan, mulai dari starter hingga desert, sehingga dalam satu meja bisa terdapat banyak piring makanan. Seperti apa wujud kaiseki ryoritersebut? Contohnya bisa dilihat pada foto berikut ini.
Contoh menu kaiseki ryori pada ryokan [foto: Jeffk]
Contoh menu kaiseki ryori pada ryokan [foto: Jeffk]
Contoh menu kaiseki ryori pada ryokan [foto: Stanchow]
Contoh menu kaiseki ryori pada ryokan [foto: Stanchow]
  • Minuman alkohol biasanya tidak termasuk dalam daftar menu makanan/minuman yang telah disiapkan oleh ryokan, namun bisa dipesan dan ditagihkan dalam tagihan terpisah.
  • Tak suka dengan masakan tradisional Jepang? Pada beberapa ryokan tersedia juga opsi menu masakan ala Barat. Jika menu makanan betul-betul menjadi masalah bagi Anda, tersedianya opsi menu ala Barat bisa menjadi salah satu pertimbangan saat memilih ryokan. Anda juga disarankan berkonsultasi dengan ryokan jika memiliki alergi makanan tertentu, sedang dalam masa diet, atau tidak dapat mengkonsumsi bahan makanan tertentu.

Aktifitas

  • Takut mati gaya jika menginap di ryokan? Sebetulnya tak perlu khawatir karena banyak kok aktifitas yang bisa dilakukan di ryokan. Jika menginap di onsen ryokan, aktifitas utamanya tentulah berendam air panas alami. Ryokan tipe menengah ke atas biasanya menyediakan fasilitas berendam privat di dalam ruangan, baik di ruangan tertutup maupun semi terbuka. Sedangkan budgetonsen ryokan biasanya menyediakan pemandian air panas yang dapat dinikmati bersama tamu lain (onsen). City ryokan juga memiliki fasilitas sejenis. Bedanya, sumber air panasnya bukan air panas alam melainkan air biasa yang dipanaskan. Untuk tipe tempat berendamnya, tergantung dari tipe ryokan tersebut. Ada yang privat dalam kamar, ada juga yang berbentuk pemandian umum (sento). Untuk melihat tata cara mandi di sento (dan juga onsen). 
Privat onsen semi terbuka [foto: Vera46]
Privat onsen semi terbuka [foto: Vera46]
Ruang berendam pribadi [foto: JoshBerglund19]
Ruang berendam pribadi [foto: JoshBerglund19]
Pemandian umum di ryokan [foto: Dlisbona]
Pemandian umum di ryokan [foto: Dlisbona]
  • Aktifitas lain yang menarik dilakukan di ryokan, adalah menikmati taman bergaya Jepang. Rata-rata ryokan dilengkapi dengan taman bergaya Jepang, baik berukuran kecil maupun besar. Taman bergaya Jepang ini memiliki banyak elemen menarik yang jarang ditemukan pada taman biasa, dan juga dirancang dengan filosofi tertentu sehingga menarik untuk diamati. Untuk taman yang ukurannya cukup luas, biasanya dilengkapi dengan jalan setapak mengelilingi taman dan boleh di akses oleh tamu. Seru loh berjalan-jalan di taman bergaya Jepang, apalagi jika menggunakan yukata (kimono tipis) dan geta (sandal kayu ala Jepang), karena banyak tamu lain yang juga suka melakukan hal itu sehingga menciptakan atmosfir yang menyenangkan.
Taman bergaya Jepang [foto: ThisParticularGreg]
Taman bergaya Jepang [foto: ThisParticularGreg]
Taman bergaya Jepang [foto: Yuya Sekiguchi]
Taman bergaya Jepang [foto: Yuya Sekiguchi]
  • Untuk ryokan yang agak besar, biasanya telah dilengkapi dengan fasilitas hiburan untuk para tamu, yang paling standar adalah tersedianya aneka permainan tradisional. Sedangkan untukryokan besar, biasanya memiliki fasilitas tambahan seperti restoran, karaoke, bar, toko, hingga ruang permainan.
  • Seperti yang sudah disebut di bagian sebelumnya, onsen ryokan biasanya terletak di area rekreasi. Jadi jika menginap di onsen ryokan, Anda bisa juga berkeliling di area sekitar ryokan dan menikmati suasana sekitar. Tak jarang tersedia rikisha, atau becak ala Jepang, yang siap mengantar wisatawan berkeliling.
Rikisha [foto: IK's World Trip]
Rikisha [foto: IK’s World Trip]

Check-out

  • Waktu check-out setiap ryokan bervariasi, namun rata-rata antara pukul 10.00-11.00 waktu setempat. Check-out biasanya dilakukan di area lobby atau pada resepsionis.
  • Sangat disarankan membawa uang tunai sebagai alat pembayaran. Sebetulnya banyak ryokan yang sudah menerima pembayaran dengan kartu kredit, namun untuk ryokan tipe kecil biasanya hanya menerima uang tunai.

Lain-lain

  • Mayoritas ryokan menyediakan yukata sebagai pakaian ganti untuk tamu. Sebetulnya Anda boleh saja menggunakan pakaian biasa, namun untuk lebih menikmati suasana, tak ada salahnya mencoba mengenakan yukata. Jadi jika ingin menginap di ryokan, pelajari dulu cara untuk mengenakan yukata.
Yukata [foto: Adrian F]
Yukata [foto: Adrian F]
Yukata [foto: nicwn]
Yukata [foto: nicwn]
  • Saat check-in, sudah disebutkan jika Anda harus melepas sepatu saat masuk ke dalam ryokan dan menukarnya dengan selop. Nah, selop itulah yang akan menjadi pengganti alas kaki jika ingin berkeliling ryokan.
  • Ryokan yang dikelola secara tradisional biasanya menerapkan konsep personal service. Jadi akan ada 1 petugas khusus yang siap melayani keperluan Anda, mulai dari menyiapkan makanan, membereskan ruangan, membantu menggelar futon, hingga mengantar Anda saat check-out. Namun saat ini banyak juga ryokan yang mendistribusikan pembagian tugasnya pada beberapa orang.
  • Ingin memberikan tip? Walau pemberian tip sebetulnya tak perlu dilakukan (karena sudah termasuk dalam service charge), kadang-kadang ada juga tamu yang ingin memberikan tip. Agar lebih sopan, berikan tip dengan cara melipat uang dan menyelipkannya dalam lipatan kertas atau masukkan dalam amplop. Tip bisa diberikan pada saat check-in (terutama jika Anda langsung dilayani oleh staff yang bertugas memberikan personal service). Sedangkan jika menginap pada ryokan kecil, bisa juga mengganti uang tip dengan oleh-oleh yang bisa dinikmati oleh seluruh pegawai ryokan.

Sekian serba-serbi seputar ryokan, semoga bermanfaat..

Untuk tulisan seputar akomodasi, bisa baca ini:

Siapa Bilang Akomodasi di Jepang Mahal?
Capsule Hotel, Salah Satu Akomodasi Unik ala Jepang
Uniknya Love Hotel ala Jepang
From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Jepang (Part 1)

* Semua foto diambil dari flickr via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.

Comments

comments