Matsuri? Apa sih itu?

Jalan2ers yang suka dengan berbagai hal berbau “Jepang“, mulai dari wisata hingga budayanya mungkin pernah mendengar istilah matsuri. Secara mudah, matsuri adalah sebutan untuk sebuah festival yang biasanya di sponsori oleh sebuah (atau lebih) kuil.

Awalnya perayaan ini memiliki makna “memanggil Dewa” dan dilakukan oleh kuil Shinto. Namun belakangan istilah matsuri akhirnya mengalami perluasan makna. Beberapa festival modern pun menggunakan istilah matsuri di belakang nama acaranya, dan akhirnya istilah matsuri identik dengan beragam jenis festival.

Jepang memiliki matsuri yang tak terhitung jumlahnya. Ada matsuri berskala besar yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru Jepang (dan juga luar negeri), ada juga matsuri yang sifatnya lokal dan dilakukan dalam sebuah kuil kecil. Tanggal pelaksanaannya pun sangat beragam, sehingga bisa dibilang hampir setiap bulan (pada bulan tertentu bisa setiap minggu) ada saja matsuri yang digelar di seluruh Jepang.

Aneka matsuri tersebut jelas menjadi daya tarik wisata tersendiri yang sayang untuk dilewatkan. Karena walau telah saya sebutkan disini bahwa matsuri juga cukup sering digelar di Indonesia, menikmati matsuri yang asli jelas menawarkan sebuah pengalaman wisata yang tak biasa.

Nah, bagi Jalan2ers yang tertarik untuk berburu matsuri saat berwisata ke Jepang, saya merangkum beberapa tips untuk menikmati matsuri. Jangan sampai setelah susah payah datang kematsuri, ternyata hanya menjumpai sisa-sisa acara saja. Berikut beberapa tips untuk menikmati aneka matsuri di Jepang.

Cari tahu matsuri apa yang akan dikunjungi

Sebelum berkunjung ke matsuri, tentunya wajib cari tahu dulu dong matsuri apa yang kira-kira bisa dikunjungi di waktu wisata Anda. Cara mencari tahunya? Manfaatkan fasilitas search engine.

Bisa juga dengan masuk ke aneka website yang menawarkan informasi seputar wisata Jepang. Jangan hanya berhenti di satu website saja sampai betul-betul menemukan matsuri pada waktu yang dimaksud. Setelah menemukan matsuri yang dimaksud, baru lakukan langkah berikutnya.

Cari latar belakang sejarah matsuri tersebut

Setiap matsuri pasti punya latar belakang sejarah masing-masing karena tak mungkin sebuah matsuri tiba-tiba muncul begitu saja. Aneka latar belakang itulah yang membuat tiap matsuri memiliki keunikan masing-masing. Misalnya saja Gion Matsuri di Kyoto yang awalnya berasal dari upacara penyucian dari wabah yang dipercaya terjadi karena murka dewa.

Sedangkan Kanda Matsuri di Tokyo awalnya bertujuan untuk merayakan momen kemenangan Tokugawa Ieyasu pada Perang Sekigahara yang menjadi awal masuknya beliau ke kota Edo (nama lama Tokyo). Dengan mengenal latar belakang matsuri yang akan dihadiri, Anda akan bisa lebih mengerti untuk apa matsuri tersebut dilangsungkan dan akhirnya jadi menikmati acara secara keseluruhan.

Gion Matsuri [foto: Stéfan, via community commons]
Gion Matsuri [foto: Stéfan, via community commons]

Cari informasi waktu berlangsungnya acara tersebut

Waktu pelaksanaan tiap matsuri berbeda-beda. Ada yang seharian penuh, ada yang hingga berhari-hari, ada juga yang sampai sebulan penuh seperti Gion Matsuri. Jadi jangan lupa untuk mencari tahu durasi pelaksanaan matsuri yang akan dihadiri, dan cari tahu juga kapan puncak keramaian matsuri tersebut.

Yang tak kalah penting, cari tahu kapan jam mulai dan jam berakhirmatsuri di setiap harinya. Pertimbangkan dengan situasi dan kondisi Anda, apakah ingin datang dari awal atau sekedar “setor muka” di acara matsuri alias datang dan pergi kapan saja.

Cari tahu highlight dari acara tersebut

Apa sih highlight atau fokus utama dari tiap matsuri? Itu salah satu hal yang harus diketahui dengan pasti oleh wisatawan. Biasanya sih highlight matsuri adalah pada parade mikoshi mengelilingi rute tertentu. Itu jika matsuri yang akan dihadiri merupakan matsuri khas Shinto.

Namun ada juga matsuri Shinto yang highlight utamanya adalah parade aneka kereta seperti pada Gion Matsuri, atau parade kostum seperti pada Kyoto Jidai Matsuri, Tokyo Jidai Matsuri, dan Ako Gishi Sai Festival. Ada juga matsuri yang highlight utamanya adalah tari-tarian, seperti Asakusa Samba Carnivaldan Harajuku Genki Matsuri Super Yosakoi.

Festival lain, seperti Sumida Hanabi Matsuri, fokus utamanya adalah pada festival kembang api yang memiliki aneka bentuk dan warna. Ada jugamatsuri yang memiliki parade mikoshi yang bentuknya, ehm, tidak biasa, seperti Kanamara Matsuri (bisa klik link dan lihat foto-fotonya untuk tahu mikoshi apa yang dimaksud ).

Intinya, dengan mengenali apa highlight utama dari matsuri tersebut Anda akan tahu apa yang tak boleh dilewatkan dari festival tersebut. Oya, untuk event yang berlangsung selama berhari-hari, biasanya ada event-event kecil yang juga menarik untuk dihadiri seandainya tak bisa menikmati highlight acara (contohnya pada event Aoi Matsuri).

Jidai Matsuri [foto: GonzaloMMD]
Jidai Matsuri [foto: GonzaloMMD]

Cari informasi seputar highlight tersebut

Sudah tahu highlight acara tersebut? Pastinya Anda tak ingin ketinggalan melihat daya tarik utama matsuri yang akan dihadiri kan? Jika ya, saatnya cari informasi detail seputar highlight tersebut. Yang paling utama sih cari tahu kapan fokus utama itu dimulai, dan rute yang akan dilalui.

Jangan lupa untuk datang beberapa jam sebelum acara dimulai. Bisa juga dengan melakukan survey sebelum acara untuk menentukan spot terbaik untuk melihat highlight acara. Tak ingin repot? Beberapa acara besar seperti Gion Matsuri dan Kyoto Jidai Matsuri menyediakan tempat duduk di spot-spot strategis.

Dengan sedikit biaya tambahan dan juga usaha untuk melakukan reservasi, Anda tak perlu repot-repot melakukan survey maupun datang berjam-jam sebelumnya untuk berebut tempat dengan orang lain.

Aoi Matsuri [foto: MShades]
Aoi Matsuri [foto: MShades]

Enjoy the food!

Setelah menikmati highlight acara, apa lagi yang harus dilakukan? Saatnya melakukan wisata kuliner! Acara matsuri selalu dipenuhi oleh aneka stand yang menjual beragam panganan khas matsuri.

Jangan lewatkan juga kesempatan menjajal berbagai stand permainan ala matsuri. Jika perlu, Anda juga bisa berburu aneka pernak pernik khas matsuri tersebut. Intinya sih, setelah selesai menikmati acara utama, saatnya bersenang-senang di matsuri!

Comments

comments