fbpx
Home Guides Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Area Tokyo (Part 1)

Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Area Tokyo (Part 1)

Jepang sudah sangat dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia. Namun, dalam tulisan juga telah disebutkan jika tak ada negara yang betul-betul aman, termasuk Jepang. Bahkan di negara yang diklaim aman seperti Jepang pun, masih ada beberapa kejahatan yang menyasar para wisatawan. 2 yang paling sering terjadi adalah scamming dan chikan (pelecehan seksual di kereta/subway).

Bicara tentang keamanan di Jepang, ternyata, tak semua tempat layak mendapat predikat aman. Ada beberapa tempat yang sebaiknya dihindari oleh wisatawan jika ingin menghindari potensi terkena masalah, maupun jika ingin meminimalkan potensi berurusan dengan tindak kriminal.

Sebagian besar tempat-tempat dibawah ini identik dengan pusat hiburan malam, walau sebagian lainnya dianggap rawan karena faktor lainnya (seperti dihuni oleh banyak tunawisma). Untuk detailnya, berikut beberapa tempat di Jepang yang dianggap rawan terhadap bahaya kejahatan.

Tokyo

  • Kabukicho

Area yang terletak di Distrik Shinjuku, Tokyo, ini sudah sangat dikenal sebagai red light district-nya Tokyo. Bahkan kabarnya, Kabukicho ini merupakan red light district terbesar di Asia, bahkan di dunia! Memang di tempat ini kalian takkan menemukan suasana layaknya red light district yang ada di Belanda, yang erat kaitannya dengan prostitusi karena prostitusi di Jepang memanglah ilegal.

Namun, di distrik ini, terdapat ribuan pusat hiburan dewasa, mulai dari club, bar, karaoke, soap land, pijat, dan banyak lagi. Itu belum termasuk dengan restoran dan kafe yang jumlahnya sangatlah banyak.

Pintu gerbang Kabukicho. Foto: Rasekh Fatmi/flickr
Pintu gerbang Kabukicho. Foto: Rasekh Fatmi/flickr

Lantas apa yang membuat Kabukicho menjadi salah satu distrik berbahaya di Tokyo? Pertama, karena di distrik ini terdapat segala jenis hiburan yang bisa kalian bayangkan, yang akan menarik banyak orang aneh hingga kerumunan massa ke tempat ini.

Kedua, karena di tempat ini terdapat banyak club, bar, dan pusat hiburan malam, area ini menjadi salah satu yang rawan scamming. Banyak wisatawan yang tertipu masuk ke sebuah club/pub/bar, dan berujung dengan tagihan yang tak masuk akal.

Dan, sudah jadi rahasia umum jika mayoritas pusat hiburan tersebut dilindungi oleh kelompok yakuza tertentu. Sudah cukup sering terdengar kisah tentang wisatawan yang bermasalah dengan yakuza karena terjebak masuk dalam bar/club dan karena satu dan lain hal, tak dapat membayar tagihan.

Terakhir, area ini merupakan sebuah area yang sudah terbiasa jika ada polisi yang berpatroli dengan peralatan lengkap yang mungkin akan membuat wisatawan merasa kurang nyaman. Namun, area ini sebetulnya cukup aman dijelajahi di siang hari, dan bagi wanita, sebaiknya jangan berjalan sendirian di area ini terutama di malam hari.

Host di Kabukicho. Foto: tokyoreporter
Host di Kabukicho. Foto: tokyoreporter
  • Roppongi

Bicara tentang Roppongi, mungkin yang pertama terbayang adalah kompleks kota-dalam-kotanya yang megah seperti Roppongi Hills dan Tokyo Midtown. Namun dibalik kemegahan kompleks-kompleks tersebut, Roppongi terkenal sebagai pusat hiburan malam, khususnya bagi wisatawan asing. Di Roppongi, kalian dapat menemukan aneka club dan bar mulai dari klub privat hingga klub umum; serta pelayannya seluruhnya orang Jepang hingga warga asing.

Mori Tower di Roppongi Hills. Foto: lightbiased
Mori Tower di Roppongi Hills. Foto: lightbiased

Sisi gelap Roppongi adalah karena banyaknya wisatawan yang mengaku sempat tertipu saat masuk dalam bar-bar tersebut. Modusnya standar, mulai dari terpikat dengan gadis cantik maupun mabuk berat di sebuah klub dan diakhiri dengan tagihan yang membuat tercengang.

Pencurian kartu kredit pun kerap terjadi disini, sehingga pemerintah Amerika sempat mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk menjauhi Roppongi pasca serangkaian perampokan dan pembobolan kartu kredit .

Dan, pada tahun 2001, seorang wanita Inggris bernama Lucie Blackmanyang bekerja di sebuah bar di Roppongi dibunuh dan dimutilasi oleh seorang pelanggannya, dan tubuhnya baru ditemukan beberapa bulan kemudian. Namun secara keseluruhan, Roppongi menarik untuk dinikmati selama kalian tidak mencoba melakukan hal-hal gila dan berlebihan disana (seperti mabuk-mabukan maupun merayu orang asing).

Salah satu bar di Roppongi. Foto: japantimes
Salah satu bar di Roppongi. Foto: japantimes
  • Ueno

Ueno Park sudah sangat dikenal sebagai salah satu obyek wisata menarik di Tokyo. Selain karena tamannya yang luas dan asri, tanpa tiket masuk (alias gratis), juga karena di tempat ini terdapat banyak fasilitas mulai dari kuil, kampus, museum, hingga Ueno Zoo. Namun, sekedar untuk diketahui, di Ueno Park juga merupakan tempat berdirinya hunian ilegal yang dibangun oleh para tuna wisma.

Memang sih bukan berarti tuna wisma selalu identik dengan kejahatan. Namun tak ada salahnya jika wisatawan meningkatkan kewaspadaannya saat melintas di taman ini, khususnya jika berwisata saat hari menjelang malam.

Tenda tuna wisma di Ueno Park. Foto: heybrian
Tenda tuna wisma di Ueno Park. Foto: heybrian

San’ya

Nama tempat ini mungkin sudah hampir tak terdengar lagi, dan mungkin warga Tokyo sendiri kurang familiar dengan nama San’ya. Nama tersebut merujuk pada sebuah area di distrik Taito, yang lokasinya di sekitar Yoshino-dori, di sebelah selatan persimpangan Namidabashi.

Pada masa periode Edo, daerah San’ya ini merupakan tempatnya buruh kelas bawah tinggal dan akhirnya membentuk pemukiman kumuh. Saat ini nama San’ya memang sudah tidak lagi digunakan karena sudah dipecah dalam beberapa kawasan, namun hingga saat ini kabarnya masih banyak penginapan super murah berdiri di San’ya.

Jumlah penduduk setempat yang kesulitan mencari pekerjaan pun cukup banyak, sehingga mereka kerap duduk-duduk di siang hari dan minum-minum di bar murah pada malam hari. Namun secara keseluruhan San’ya ini cukup aman, selama kalian bisa membawa diri.

Penginapan murah di San'ya. Foto: Kounosu/wikimedia commons
Penginapan murah di San’ya. Foto: Kounosu/wikimedia commons
  • Kasumigaseki

Berbeda dengan tempat-tempat lainnya yang identik dengan red light district dan area kumuh, Kasumigaseki merupakan sebuah distrik dimana banyak bangunan pemerintahan (diantaranya Supreme Court, National Police Agency, Ministry of Justice, dan National Diet) berdiri disini.

Nggak heran jika area ini kerap menjadi sasaran para demonstran. Walau rata-rata demonya berlangsung damai, wisatawan pastilah ingin menghindari tempat dimana banyak polisi berjaga untuk mengawal demo, bukan?

Demo anti nuklir di Kasumigaseki. Foto: sebastienlebegue.photoshelter
Demo anti nuklir di Kasumigaseki. Foto: sebastienlebegue.photoshelter

Itu baru area di sekitar Tokyo saja. Untuk kota lainnya seperti Osaka, akan saya ulas dalam tulisan selanjutnya.

 

baca juga :

Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan (Part2 END)

Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo

Shibuya untuk Pemula, Mulai dari Patung Hachiko Hingga Tempat Dugem Populer

Comments

comments