fbpx
Home Guides Inilah Mengapa Wisatawan Ke Tokyo Wajib Tahu Tentang Yamanote Line (Part 1)

Inilah Mengapa Wisatawan Ke Tokyo Wajib Tahu Tentang Yamanote Line (Part 1)

Wisatawan yang berencana untuk berwisata ke Tokyo, khususnya first time traveller, mungkin sudah pernah mendengar jika Tokyo memiliki jaringan kereta dan subway yang sangat rumit. Intinya, jika dibandingkan dengan jaringan kereta dan subway di beberapa negara lainnya, bisa jadi first time traveller akan pusing, bingung, dan “mabuk kepayang”. Sebagai contoh, coba lihat peta jalur MRT di Singapura berikut ini.

Peta MRT & LRT di Singapura [foto: via lta.gov.sg]
Peta MRT & LRT di Singapura [foto: via lta.gov.sg]
Dan bandingkan dengan peta jalur kereta di Tokyo. Ini peta jalur subway-nya saja:

Peta jalur subway di Tokyo [foto: via metro.zarohem.cz]
Peta jalur subway di Tokyo [foto: via metro.zarohem.cz]
Dan jika kedua peta (kereta dan subway) digabungkan, hasilnya menjadi seperti ini:

Peta jalur kereta dan subway di Tokyo [foto: via m1.i.pbase.com]
Peta jalur kereta dan subway di Tokyo [foto: via m1.i.pbase.com]

Pusing? Bingung? Mata mendadak berkunang-kunang? Wajar kok. Eh iya, peta di atas termasuk versi sederhana karena jalur private railway dan jalur JR semuanya diberi warna hitam (untuk membedakan dengan jalur subway). Trus adakah yang tiba-tiba jadi takut naik kereta di Tokyo dan memilih untuk naik taksi saja kemana-mana? Tenang, jangan dulu takut.

Masih ada solusi bagi wisatawan yang ingin mengetahui cara termudah untuk bepergian di Tokyo menggunakan kereta api tanpa harus berpusing ria membaca peta yang rumitnya lebih dari jaring laba-laba itu. Ladies and gentleman, let me introduce the Yamanote Line!

Apa itu Yamanote Line?

Untuk informasi awal (yang sebetulnya bisa dibaca dalam link tentang Kereta dan Subway di Tokyo), jalur-jalur kereta di Tokyo dikelola oleh beberapa perusahaan. Namanya pun beragam, seperti Ginza Line, Asakusa Subway Line, Odakyu Odawara Line, dan lain-lain.

Nama-nama tersebut tak hanya menunjukkan siapa perusahaan yang mengelola jalur itu (misalnya Odakyu Odawara Line dikelola oleh Odakyu Electric Railway dan Toei Asakusa Line dikelola oleh Toei Subway), namun juga menunjukkan sebuah rute tempuh dari titik A ke titik B (atau jalur kereta).

Nah, saking banyaknya jalur kereta di Tokyo, terkadang turis-turis jadi parno sendiri; bingung cara mencari jalur mana yang harus di ambil untuk mencapai tempat yang diinginkan. Untunglah ada jalur Yamanote Line.

Berbeda dengan jalur lain yang bergerak dari titik A ke B, jalur Yamanote Line ini merupakan sebuah loop line alias jalur berbentuk melingkar yang mengelilingi Tokyo. Point kerennya, jalur ini menghubungkan berbagai stasiun yang ada di distrik-distrik besar di Tokyo, seperti Shibuya, Shinjuku, Shinagawa, Ikebukuro, dan lain sebagainya.

Dan karena jalur ini berbentuk loop line, seandainya pun stasiun tujuan kalian terlewat, kalian tak perlu takut akan tersesat. Cukup naik kembali jalur Yamanote Line ke arah sebaliknya, maka kalian akan sampai ke stasiun yang diinginkan.

Jalur Yamanote Line, ditandai dengan warna hijau muda [foto: via bp.blogspot.com]
Jalur Yamanote Line, ditandai dengan warna hijau muda [foto: via bp.blogspot.com]

Lebih jauh tentang Yamanote Line

Jalur loop line ini dikelola oleh East Japan Railway Company (JR East), yang berarti jalur ini di cover oleh JR Pass, sebuah kartu terusan yang paling lazim dimiliki oleh wisatawan asing. Yamanote Line ini termasuk salah satu jalur kereta terpenting di Tokyo karena -seperti yang sudah saya singgung di atas- menghubungkan berbagai stasiun besar yang ada di distrik-distrik sibuk di Tokyo.

Panjangnya kira-kira 34,5 kilometer dan beroperasi antara pukul 04.26 hingga pukul 01.18 keesokan harinya. Adapun nama “yamanote” sendiri konon diambil dari kata “yama” yang berarti “gunung” dan “te” yang berarti “tangan” sehingga kira-kira bisa diartikan sebagai “tangan gunung” alias di kaki gunung.

Keuntungan mengenal jalur Yamanote Line

Keuntungan pertama tentu saja terletak pada jalurnya yang berbentuk loop line. Jika wisatawan bingung menentukan rute mana yang harus diambil untuk bepergian dari titik A ke titik B, terlebih jika titik A dan titik B itu letaknya saling berjauhan dan membutuhkan transit berkali-kali, maka salah satu cara termudah adalah dengan memanfaatkan jalur Yamanote Line.

Caranya, wisatawan tinggal naik saja kereta yang berhenti di salah satu stasiun yang disinggahi oleh Yamanote Line. Selanjutnya, tinggal naik Yamanote Line dan turun di stasiun terdekat dengan titik tujuan dan dilanjutkan dengan naik kereta/jalan kaki ke tempat tujuan.

Contohnya sebagai berikut (lihat peta):

Peta jalur kereta di Central Tokyo saja [foto: via japankonichiwa.files.wordpress.com]
Peta jalur kereta di Central Tokyo saja [foto: via japankonichiwa.files.wordpress.com]

Misalnya saja kalian ingin pergi dari Akihabara menuju ke Harajuku. Jika melihat peta di atas, jalurnya sangat ribet dan penuh dengan warna-warni cerita yang dapat membuat stress dan sakit perut. Jika tak ingin repot, kalian tinggal naik saja Yamanote Line (garis berwarna hijau muda yang membentuk loop line).

Cukup dengan sekali naik (tanpa harus transit) kalian sudah sampai di Stasiun Harajuku. Atau jika ingin pergi dari Ginza ke Shibuya, cukup naik Tokyo Metro Marunouchi Line dan turun di Stasiun Tokyo, lalu disambung dengan naik Yamanote Line ke Stasiun Shibuya. Jauh lebih mudah dibanding melihat berbagai jalur yang saling berpotongan dan ribet.

Keuntungan kedua, jalur Yamanote Line beroperasi hingga pukul 01.18 dini hari. Itu berarti jalur ini menjadi salah satu jalur yang berhenti beroperasi paling akhir di setiap harinya. Ya, jalur kereta di Tokyo memang tidak beroperasi 24 jam (rata-rata berhenti ketika tengah malam).

Dengan beroperasinya jalur Yamanote Line hingga lewat tengah malam, setidaknya wisatawan yang datang kemalaman ke Tokyo (karena pesawat mendarat malam atau baru bepergian dari luar Tokyo) masih dapat mengakses Yamanote Line dan turun di stasiun kereta yang terdekat dengan tujuan.

Ada kelebihan, ada juga kekurangan dari Yamanote Line. Namun akan saya simpan untuk tulisan selanjutnya. Plus saya juga akan menjelaskan stasiun mana saja yang menjadi pemberhentian dari jalur ini dan daya tarik apa yang ada di sekitar stasiun-stasiun tersebut. Ditunggu yah!

***

Inilah Mengapa Wisatawan Ke Tokyo Wajib Tahu Tentang Yamanote Line (Part 2 END)

***

Comments

comments