fbpx
Home Guides Jalan-jalan ke Izu Oshima, Pulaunya Sadako Yamamura

Jalan-jalan ke Izu Oshima, Pulaunya Sadako Yamamura

Saat membaca judul tulisan ini, mungkin ada yang bertanya-tanya. Sadako Yamamura? Siapa tuh? Artis Jepang kah? Politisi? Atlet? Atau siapa?

Kalau kalian masih bertanya-tanya siapa itu Sadako Yamamura, berarti kalian bukan penggemar film ber-genre horor. Sadako Yamamura, atau lebih populer dengan sebutan Sadako saja, adalah nama tokoh hantu dalam trilogy Ring (1998), Ring 2 (1998), dan Ring 0: Birthday (2000); yang gaungnya masih terasa hingga saat ini.

Lupa dengan Sadako? Itu lho, sosok hantu yang populer karena keluar dari televisi. Masih belum ada bayangan? Coba lihat foto berikut ini:

Sadako saat keluar dari televisi, via techwireasia
Sadako saat keluar dari televisi, via techwireasia

Nah, sudah ingat? Sudah tahu siapa itu Sadako Yamamura? Kalau sudah, kita akan flashback sedikit cerita di film Ring (1998). Kalian yang pernah melihat film tersebut pasti tahu ceritanya. Ada sebuah video terkutuk, dan siapapun yang melihatnya akan mati dalam waktu 7 hari.

Sepasang mantan suami-istri kemudian menyelidiki video tersebut, dan menemukan jika dialek dalam video itu berasal dari daerah Izu Oshima. Mereka berdua kemudian sengaja pergi ke Izu Oshima dengan harapan dapat mematahkan kutukan tersebut, dan berujung dengan ditemukannya sebuah sumur tempat mayat Sadako terpendam.

Ngomong-ngomong, Izu Oshima yang menjadi setting dalam cerita tersebut bukan sebuah tempat fiktif. Pulau itu benar-benar nyata, dan masih masuk dalam wilayah Tokyo loh! Pulau ini juga populer dikunjungi sebagai side trip dari Ibu Kota Jepang tersebut. Penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang Izu Oshima? Simak detailnya berikut ini:

*             *             *             *             *

Informasi Dasar

Izu Oshima, via jnto.go.jp
Izu Oshima, via jnto.go.jp

Izu Oshima, atau biasa disebut sebagai Oshima saja, adalah nama salah satu pulau yang ada di Kepulauan Izu. Tepatnya, Oshima adalah pulau terbesar yang ada di kepulauan tersebut. Ngomong-ngomong, Kepulauan Izu itu termasuk dalam wilayah Oshima, sub-prefektur dari Tokyo Metropolitan Government.

Dengan kata lain, Oshima ini masih masuk dalam wilayah Tokyo (lihat bagian selanjutnya untuk detail tentang Kepulauan Izu), namun memiliki atmosfir yang lebih ke arah pulau tropis dibanding Tokyo (walau iklim di pulau ini tidak sepanas Okinawa).

Posisi Oshima terhadap Tokyo dan Shizuoka (capture Google Maps)
Posisi Oshima terhadap Tokyo dan Shizuoka (capture Google Maps)

Tak hanya menjadi pulau terbesar di Kepulauan Izu, Oshima juga jaraknya paling dekat dari Tokyo (kira-kira 108 kilometer). Untuk mencapai pulau ini, kalian hanya memerlukan waktu kira-kira 1 jam 45 menitan saja. Nggak heran kalau Oshima ini menjadi salah satu destinasi side-trip populer dari Tokyo dan Shizuoka, karena pulau ini pun lokasinya cukup dekat dan cukup mudah di akses dari Shizuoka.

Izu Oshima, via Taiyofj/flickr/creative commons
Izu Oshima, via Taiyofj/flickr/creative commons

Ngomong-ngomong, Oshima ini tak hanya populer dijadikan sebagai lokasi shooting untuk film Ring saja lho. Pulau ini menjadi lokasi ‘pemakaman’ Godzilla dalam film The Return of Godzilla (1984), dan tampil juga dalam beberapa film Godzilla lainnya seperti The Return of Godzilla (1989) dan Godzilla vs. Biollante. Sedangkan jika kalian pernah bersentuhan dengan waralaba Pokemon, baik dalam game maupun animePulau Cinnabar dalam waralaba tersebut terinspirasi dari Oshima.

*             *             *             *             *

Sekilas Tentang Kepulauan Izu

Kepulauan Izu, via tdk/wikimedia commons
Kepulauan Izu, via tdk/wikimedia commons

Kepulauan Izu merupakan sebutan untuk kumpulan pulau vulkanik yang terletak di sisi tenggara Tokyo, yang jaraknya bervariasi antara 108 kilometer hingga 354 kilometer dari Tokyo.

Biasanya, Kepulauan Izu ini disebut sebagai Izu Shichito (atau “Izu Seven”) karena ada 7 pulau utama yang ada di kepulauan tersebut, yaitu Izu Oshima, ToshimaNiijimaShikinejimaKozushimaMiyakejimaMikurajimaHachijojima, dan Aogashima. Namun pada kenyataannya, jumlah pulau di Kepulauan Izu ini ada lusinan, dan 9 diantaranya kini tak berpenghuni.

Aogashima, via thieunien
Aogashima, via thieunien

Sama seperti posisi Kepulauan Seribu bagi wilayah Jakarta, Kepulauan Izu ini juga populer sebagai destinasi wisata dari Tokyo. Izu Oshima tentu saja menjadi pulau yang paling populer untuk dikunjungi karena jaraknya cukup dekat dari Tokyo.

Namun sebetulnya, masing-masing pulau yang termasuk Izu Seven memiliki karakteristik unik tersendiri, dan menawarkan aktifitas wisata yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Mikurajima terkenal sebagai salah satu destinasi populer untuk berenang bersama lumba-lumba. Aogashima memiliki 2 gunung berapi, dan Shikinejima terkenal akan onsen-nya.

*             *             *             *             *

Daya Tarik Oshima

Oshima, via find-travel.jp
Oshima, via find-travel.jp

Sebagai pulau terbesar di Kepulauan Izu (luasnya mencapai 91,06 kilometer persegi) sekaligus yang paling dekat dengan Tokyo, Oshima memiliki beberapa obyek wisata populer.

Salah satu yang paling populer adalah Gunung Mihara (atau Mihara-san), sebuah gunung berapi setinggi 758 meter yang pernah beberapa kali mengeluarkan letusan dahsyat pada Periode Nara (tahun 710-794). Letusan terakhir tercatat pada tahun 1990, yang berarti gunung ini masih cukup aktif.

Gunung Mihara dilihat dari atas, via Japan Coast Guard/wikimedia commons
Gunung Mihara dilihat dari atas, via Japan Coast Guard/wikimedia commons

Gunung Mihara ini cukup menarik perhatian wisatawan yang hobi hiking maupun sekedar suka menikmati suasana alam. Terdapat beberapa hiking trail menuju ke puncak, dan umumnya wisatawan membutuhkan waktu 45-60 menit hingga ke puncak.

Bagian yang paling keren, di puncak gunung tersebut ada kaldera yang sangat besar (diameter 300 meter dan kedalaman 200 meter) yang dikelilingi oleh jalan setapak. Sehingga, dari puncak Gunung Mihara ini pengunjung dapat menikmati 2 view spektakuler dalam satu waktu: pemandangan ke arah kaldera, dan pemandangan di sekitar Oshima.

Oshima Onsen Hotel, via travel.yahoo.co.jp
Oshima Onsen Hotel, via travel.yahoo.co.jp

Keberadaan gunung vulkanis di Oshima memberikan sebuah keuntungan tersendiri. Salah satunya, pulau ini jadi kaya akan sumber air panas alami. Tak sulit menemukan berbagai onsen di pulau ini. Bahkan ada juga onsen yang menawarkan pemandian terbuka dengan view langsung ke arah laut, lho.

Pantai Hinode-hama, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
Pantai Hinode-hama, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons

Selain itu, Oshima memiliki beberapa pantai populer; sesuatu yang bakalan susah kalian temukan di Tokyo. Pantai terbesar di pulau ini adalah Kobo-hama, yang di sekitarnya banyak terdapat bar dan restoran yang kerap menampilkan hiburan musik nan meriah.

Pantai lainnya adalah Noda-hama yang memiliki atmosfir lebih tenang dan ideal untuk melakukan aktifitas diving. Sedangkan jika berlibur bersama anak-anak dan keluarga, pantai Hinode-hama bisa menjadi tujuan favorit karena memiliki ombak yang tenang dan populasi ikan warna-warni.

Layer dinding vulkanis, via Stanislam Raczynski/wikimedia commons
Layer dinding vulkanis, via Stanislam Raczynski/wikimedia commons

Oshima juga memiliki lanskap yang sangat menarik. Di beberapa bagian pulau ini kalian dapat melihat dinding tebing bebatuan vulkanis. Pengunjung dapat melihat layer sedimen vulkanis yang membentuk pola-pola menarik, dan semua itu dapat diamati secara kasat mata tanpa menggunakan alat bantu apapun. Percayalah, kalian nggak akan bisa melihat hal-hal seperti itu di Tokyo maupun kota besar lainnya di Jepang.

Izu Oshima Museum of Volcanoes, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
Izu Oshima Museum of Volcanoes, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons

Ngomong-ngomong, Oshima ini juga memiliki beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Yang pertama adalah Izu Oshima Museum of Volcanoes. Museum ini menampilkan berbagai informasi tentang gunung berapi dari berbagai negara.

Museum lainnya yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah Odoriko no Sato Museum, sebuah museum tentang profesi gadis penari yang aktif di wilayah Izu pada tahun 1900-an.

Motomachi dilihat dari Gunung Mihara, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
Motomachi dilihat dari Gunung Mihara, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons

Kota terbesar sekaligus menjadi pusat pemerintahan di Oshima adalah Motomachi (atau biasa disebut Oshima Town). Di Motomachi inilah terdapat fasilitas publik seperti sekolah, kantor pos, ATM, beberapa pantai berpasir hitam, hingga pusat informasi wisata. Kota Motomachi ini memiliki atmosfir yang tenang layaknya sebuah kota kecil, sehingga cukup menarik juga untuk dijelajahi sambil bersepeda santai.

Peta Oshima, via tokaikisen
Peta Oshima, via tokaikisen

Motomachi ini memiliki 6 desa/kota kecil: Okada, Senzu, Sashikiji, Motomura, Nomashi, dan Habuminato. Okada menjadi salah satu desa yang penting untuk mengakses Oshima, karena di desa tersebut terdapat pelabuhan utama di Oshima. Namun Habuminato (atau Habu) disebut-sebut sebagai salah satu desa yang paling menarik untuk dikunjungi. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya.

*             *             *             *             *

Yang Harus Dilakukan Disana

  • Mendaki Gunung Mihara

Wisatawan dan Gunung Mihara, via Donners/wikimedia commons
Wisatawan dan Gunung Mihara, via Donners/wikimedia commons

Sebagai daya tarik utama dari Oshima, mendaki Gunung Mihara jelas menjadi sebuah aktifitas yang wajib dilakukan selama mengunjungi pulau ini. Jalur pendakiannya cukup landai, sehingga pemula pun takkan mengalami kesulitan berarti untuk mencapai puncak Gunung Mihara.

  • Berendam di Onsen

Hamano-yu, via jnto.go.jp
Hamano-yu, via jnto.go.jp

Oshima memiliki banyak onsen. Namun jika kalian membutuhkan rekomendasi onsen untuk dikunjungi selama berada di pulau tersebut, kalian bisa mulai dengan main ke Hamano-yu.

Onsen ini lokasinya menit jalan kaki dari pelabuhan Motomachi, dan menawarkan pemandian terbuka ke arah lautan lepas. Biaya masuk ke onsen ini hanya JPY400 saja, dan kalian bisa berendam hingga pukul 19.00.

Miharayama Onsen, via odigo
Miharayama Onsen, via odigo

Onsen lainnya yang menarik untuk dicoba adalah Gojinka Onsen yang memiliki kolam berendam sepanjang 25 meter. Onsen ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kafe, sauna, jacuzzi, dan lain-lain.

Alternatif lainnya, kalian bisa mampir ke Miharayama Onsen yang menjadi bagian dari fasilitas Oshima Onsen Hotel. Kolam terbuka (rotenburo) di onsen ini menampilkan view ke Gunung Mihara saat cuaca cerah.

  • Bersepeda dan Eksplorasi Oshima

Bersepeda di Oshima, via Yobito Kayanuma/wikimedia commons
Bersepeda di Oshima, via Yobito Kayanuma/wikimedia commons

Oshima dikelilingi oleh jalan yang kondisinya cukup baik. Kalian bisa mengelilingi pulau ini sambil menikmati momen-momen bersepeda di jalur-jalur tepi laut. Jangan lupa untuk menjelajah Sunset Palm Line, sebuah jalur sepeda yang ada di sisi utara Motomachi. Dari jalur tersebut kalian nggak hanya bisa menikmati suasana laut, namun juga view ke arah Shizuoka dan Gunung Fuji (saat hari cerah).

  • Wisata Kuliner

Bekko Sushi, via tokyoislands.jp
Bekko Sushi, via tokyoislands.jp

Oshima memiliki beberapa kuliner khas yang bakalan sulit kalian temukan di kota lainnya di Jepang. Kalaupun ada, rasanya takkan seenak jika disantap di Oshima. Salah satu kuliner yang wajib dicicipi saat berada di Oshima adalah Bekko, yaitu irisan ikan segar yang di-marinated dalam chili pepper soy sauce sehingga warnanya berubah menjadi kemerahan.

Kuliner lain yang wajib dicoba di Oshima adalah Camellia fondue, yaitu aneka makanan (biasanya seafood) dan tumbuhan yang di goreng deep fry dalam minyak Camelia. Kalian juga wajib mencicipi milk rice crackers yang dibuat dengan menggunakan susu produksi asli Oshima. Panganan ini dijual di berbagai toko souvenir, dan menjadi oleh-oleh khas dari Oshima.

Ashitaba tempura, via tokyobling.wordpress
Ashitaba tempura, via tokyobling.wordpress

Sebagai penutup, kalian juga disarankan mencicipi Ashitaba, sejenis tumbuhan yang tumbuh di Izu dan biasa digunakan dalam berbagai kuliner lokal – mulai dari salad hingga teh. Ashitaba ini mengandung banyak vitamin dan mineral, sehingga punya banyak manfaat kesehatan.

Oya, jika menyukai minuman beralkohol, sempatkan untuk mencicipi Gojinka, sejenis whiski khas Oshima.

  • Melakukan Berbagai Olah Raga Air

Wisatawan beraktifitas di pantai Oshima, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
Wisatawan beraktifitas di pantai Oshima, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons

Yes, kalian bisa melakukan berbagai aktifitas olah raga air di Oshima, mulai dari diving, scuba diving, memancing, dan lain-lain. Untuk lebih detailnya, bisa menghubungi pusat informasi wisata setempat.

  • Mengunjungi Habuminato

Suasana di Habuminato, via tokyoislands.jp
Suasana di Habuminato, via tokyoislands.jp

Habuminato, atau Habu, merupakan sebuah desa nelayan yang memiliki lanskap menarik. Desa ini memiliki suasana seperti kota tua, sehingga sangat menarik untuk diabadikan oleh kamera.

Kalian juga dapat berjalan-jalan ke pelabuhan Habu, melihat aktifitas nelayan di desa ini, dan mengunjungi observation deck. Dari observation deck ini kalian dapat menikmati view indah ke arah Habu dan laut.

  • Melihat Bunga Camelia

Izu Oshima Camelia Festival, via amu-zen.com
Izu Oshima Camelia Festival, via amu-zen.com

Oshima memang terkenal akan bunga Camelia-nya. Di kota ini terdapat banyak sekali varian bunga Camelia yang mungkin sulit kalian temukan di daerah lain.

Bunga-bunga ini bermekaran pada bulan Januari-Maret, dan pada musim itu biasanya digelar berbagai festival bunga. Adapun salah satu spot populer untuk menikmati bunga Camelia adalah Oshima Park.

  • Main ke Pulau Lain

Pantai di Shikinejima, via sumally
Pantai di Shikinejima, via sumally

Kepulauan Izu terdiri dari banyak pulau. Mumpung lagi ada di Oshima, jangan ragu untuk sekalian main ke pulau lainnya. Banyak lho pulau menarik lainnya yang menawarkan surga liburan tersendiri bagi kalian.

*             *             *             *             *

Cara Mengakses Oshima

  • Menuju Oshima

Ada 2 cara untuk mencapai Oshima, yaitu dengan menggunakan jalur udara dan jalur air. Jika menggunakan jalur udara, kalian bisa naik penerbangan lokal dari Haneda International Airport (Tokyo) dan Chofu Airport (Tokyo) menuju Oshima Airport (Motomachi).

Terdapat beberapa penerbangan dalam sehari, dengan durasi penerbangan 25-35 menit. Biayanya cukup bervariasi, namun bisa berada di kisaran JPY11800 untuk sekali jalan.

Oshima Airport, via Hyougushi/Hideyuki Kamon from Takarazuka, Hyogo, Japan/wikimedia commons
Oshima Airport, via Hyougushi/Hideyuki Kamon from Takarazuka, Hyogo, Japan/wikimedia commons

Sedangkan jika melalui jalur air, Oshima bisa dijangkau dengan menggunakan kapal feri dan high speed ferry. Jika menggunakan feri biasa, kalian harus menempuh durasi perjalanan 5-7 jam dari Takeshiba Ferry Terminal (Tokyo) menuju Oshima.

Perjalanan menuju Oshima (menggunakan feri biasa) dilakukan pada malam hari, sehingga wisatawan bisa memanfaatkan perjalanan tersebut untuk menghemat biaya akomodasi. Sedangkan perjalanan kembali ke Tokyo biasanya dilakukan di siang hari. Oya, harga tiket untuk kelas termurahnya kira-kira JPY4500.

High speed ferry di Takeshiba Pier, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons
High speed ferry di Takeshiba Pier, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons

Ingin lebih cepat menjangkau Oshima? Kalian bisa naik feri cepat dari Takeshiba Ferry Terminal (Tokyo) ke Oshima. Durasi perjalanan berkisar antara 1 jam 45 menit hingga 2 jam, dengan biaya kira-kira JPY7500 (sekali jalan). Feri cepat ini juga berangkat dari kota Atami di Shizuoka (durasi perjalanan 5 menit). Harga tiketnya kita-kita JPY5700 sekali jalan.

Sebagai tambahan informasi, di Oshima ini terdapat dua pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama menuju Oshima: Pelabuhan Motomachi dan Pelabuhan Okata. Kedua pelabuhan ini digunakan bergantian, tergantung kondisi cuaca dan kondisi laut.

Sehingga, bisa jadi pelabuhan tempat kalian masuk ke pulau ini akan berbeda dengan tempat kalian pulang. Supaya lebih jelas, pastikan dimana kalian akan berlabuh dan dari mana kalian harus naik perahu jika ingin pulang dari Oshima (bisa ditanyakan di pusat informasi wisata setempat).

  • Orientasi di Oshima

Bus di Oshima, via Cassiopeia Sweet/wikimedia commons
Bus di Oshima, via Cassiopeia Sweet/wikimedia commons

Oshima mungkin menjadi salah satu tempat dimana JR Pass tidak bisa digunakan. Maklum, di pulau ini tidak ada jaringan kereta api sih. Transportasi publik yang cukup menjangkau berbagai sudut pulau adalah bus, kecuali pada bagian pesisir timur.

Wisatawan lebih disarankan menyewa mobil agar lebih bebas menjelajah Oshima, atau menyewa sepeda di sekitar Pelabuhan Motomachi maupun Pelabuhan Okata.

*             *             *             *             *

Tips dan Informasi Penting

  • Berencana untuk main-main ke Izu Oshima? Jangan lupa catat beberapa pusat informasi turis berikut ini. Siapa tahu bermanfaat untuk membantu kalian selama berada di pulau tersebut.
    1.    Oshima Town Office Tourism Section, telp: 04992-2-1446
    2.    Oshima Tourist Association, telp: 04992-2-2177
    3.    Tokyo Islands Tourist Federation, telp: 03-3436-6955
  • Tips lainnya, berhati-hatilah dengan ular beracun yang mungkin akan kalian temukan saat mendaki gunung, maupun saat melintasi jalur-jalur jalan yang dekat dengan hutan.
  • Oshima memiliki sistem penanggulangan bencana yang sangat baik. Jika kalian mendengar bunyi sirine, jangan hanya diam saja. Segeralah bertanya tindakan apa yang harus diambil, atau lihat, amati, dan tiru respon penduduk setempat.

*             *             *             *             *

Note: Foto diambil dari mesin pencari (via creative commons dan google). Sumber foto dapat dilihat pada caption masing-masing. Tidak ada editan tambahan selain proses resizing.

 

baca juga :

Punya Rencana Traveling ke Jepang? Catat Aneka Safety Tips Berikut Ini!

Serba-serbi Pulau Shikoku, Mulai dari Tips dan Trik, Hingga Bocoran Obyek Wisata Favorit

25 Tempat di Indonesia yang Akan Memuaskan Hasrat Menapaki Luar Negeri

Comments

comments