fbpx
Home Guides Jalan-Jalan Ke Jepang: Berburu Ninja

Jalan-Jalan Ke Jepang: Berburu Ninja

Jika menyebut kata “ninja”, apa yang akan kalian bayangkan? Sosok ninja Hattori dalam anime Ninja Hattori, sosok Naruto dan teman-temannya dalam anime Naruto, aneka film bertema ninja seperti American Ninja dan Kura-kura Ninja, atau lainnya? Apapun itu, yang pasti sosok ninja merupakan salah satu aspek dalam budaya tradisional dan sejarah Jepang yang paling misterius.

Kemisteriusan ninja membuatnya menarik untuk diadaptasi dalam berbagai budaya pop modern, yang akhirnya memunculkan rasa penasaran akan sosok ninja yang sebenarnya dan mengundang siapapun yang tertarik dengan ninja untuk datang dan berwisata ke Jepang sebagai negara tempat “kelahiran” ninja.

Anime Naruto Shippuden, contoh adaptasi sosok ninja dalam budaya pop modern, via uwants
Anime Naruto Shippuden, contoh adaptasi sosok ninja dalam budaya pop modern, via uwants

Masalahnya, nggak sedikit yang menganggap ninja hanyalah mitos belaka, dan kemampuan khusus yang dimiliki oleh seorang ninja hanyalah kreasi berlebihan dari karya sastra tempo doeloe. Padahal, ninja itu memang (pernah) ada di Jepang.

Bahkan hingga saat ini kalian masih dapat mengunjungi beberapa peninggalan yang menegaskan eksistensi ninja di Jepang. Bagi yang ingin mengenal lebih lanjut tentang ninja dan cara untuk mengunjungi berbagai peninggalan sejarah yang berhubungan dengan ninja, kenalan dulu dengan ninja di Jepang yuk!

 

Tentang ninja, ahli spionase dan senjata rahasia dari Jepang

Ninja (kanjinya bisa juga dibaca sebagai “shinobi” merupakan sebutan bagi prajurit yang memiliki keahlian “nggak biasa” dibanding prajurit pada umumnya. Seseorang baru bisa disebut sebagai ninja jika dia telah menguasai ninjutsu, yaitu strategi dan teknik bertarung yang merupakan kombinasi dari teknik mata-mata serta survival skill.

Misalnya saja, salah satu keahlian khusus yang dimiliki oleh ninja adalah mahir menggunakan berbagai senjata rahasia, ahli menyusup ke kediaman lawan, bergerak tanpa bersuara, berjalan di atas air, melakukan berbagai manipulasi visual, terbang menggunakan layang-layang, dan banyak lagi; sesuatu yang nggak dipelajari dalam ilmu bela diri biasa.

Karena keahlian utamanya adalah spionase, profesi ninja ini diselimuti dengan rahasia, serba misterius, identik dengan “trik dan jebakan”, dan itulah yang membuat dokumen yang menguliti kehidupan ninja sulit untuk ditemukan.

Ninja, via worsal
Ninja, via worsal

Sebetulnya nggak jelas sejak kapan profesi ninja ini ada. Profesi mata-mata sekaligus pembunuh di Jepang di duga sudah muncul sejak abad ke-4, walau nggak ada catatan yang pasti tentang hal tersebut.

Baru pada abad ke-10, beberapa taktik dan keahlian yang biasa digunakan oleh ninja mulai disebut dalam literatur. Profesi ninja semakin berkembang pada abad ke-11, dan pada masa tersebut reputasi klan Iga dan Koga sebagai klan ninja terbaik semakin dikenal luas.

Banyak daimyo yang lantas memanfaatkan jasa ninja dari Iga maupun Koga untuk bermacam tujuan (terutama untuk memenangkan sebuah pertempuran), terutama pada abad ke-15 dan 16 saat politik Jepang sedang tidak stabil.

Setelah periode Edo dimulai (tahun 1603), ninja dipekerjakan secara khusus oleh shogun Tokugawa untuk memata-matai para daimyo di setiap daerah. Banyak ninja terkenal yang akhirnya mengabdi pada klan Tokugawa, salah satunya adalah Hanzo Hattori (pasti pernah dengar nama itu kan?).

 

Ciri khas dan keahlian dari ninja

Ada beberapa perbedaan interpretasi ninja dalam berbagai literatur dan adaptasi modern dengan kenyataannya. Misalnya saja, dalam hal kostum. Saat ini ninja kerap digambarkan mengenakan kostum serba hitam dengan wajah yang nyaris tertutup.

Pada kenyataannya, karena sifat profesinya yang memang serba rahasia, nggak ada bukti khusus maupun dokumentasi resmi jika ninja memiliki kostum serba hitam seperti yang dikenal saat ini. Justru kostum ninja asli diduga mirip dengan kostum samurai (sehingga tidak mencolok) yang dimodifikasi untuk memudahkan pergerakan.

Dan, saat sedang menjalankan misi, seorang ninja tidak akan mengenakan pakaian ketat berwarna hitam yang akan terlihat mencolok di tengah cahaya bulan. Ninja asli akan mengenakan pakaian ketat berwarna biru laut gelap yang dianggap lebih adaptif secara visual terhadap berbagai situasi dan kondisi di lapangan.

Beberapa gadis mencoba berkostum ala ninja di sebuah tempat wisata, via selasar
Beberapa gadis mencoba berkostum ala ninja di sebuah tempat wisata, via selasar

Begitu juga dalam hal senjata. Ninja kerap digambarkan membawa shuriken, yaitu senjata rahasia berbentuk bintang yang dapat dilontarkan kapanpun diinginkan. Namun konon ninja asli nggak selalu membawa shuriken karena akan membuat identitas mereka sebagai ninja terbongkar jika ada pemeriksaan saat mereka tengah menjadi mata-mata.

Ninja asli akan membawa senjata yang mirip dengan benda-benda yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya seperti kama atau sabit rumput (jika diberi tambahan tali dapat digunakan sebagai alat pemanjat dinding), ashikaga atau sepatu berkait khusus untuk menginjak permukaan licin di sawah (yang bisa dimanfaatkan untuk memanjat dinding maupun memberikan tendangan khusus), dan banyak lagi.

Tentu saja ada senjata yang memang betul-betul digunakan dalam pertarungan seperti katana (pedang panjang), shurikenkunai (pisau berbentuk ujung mata tombak), dan sebagainya.

Sebagian kecil ragam senjata yang biasa digunakan oleh ninja, via Julio Ponce/pinterest
Sebagian kecil ragam senjata yang biasa digunakan oleh ninja, via Julio Ponce/pinterest

 

Menelusuri jejak ninja di era modern

Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para penggemar ninja adalah: Apakah saat ini ninja itu masih ada? Kalau ada, dimana bisa melihat mereka secara langsung?

Untuk menjawab apakah ninja masih ada atau tidak, mari kembali ke masa beberapa ratus tahun silam. Saat politik Jepang semakin stabil, perlahan tapi pasti profesi ninja pun semakin menghilang. Saat ini ninja diduga telah punah, walau sebetulnya hal ini nggak bisa dipastikan dengan akurat.

Ingat, ninja adalah seorang mata-mata dan juga pembunuh gelap profesional, sehingga jati diri mereka yang sebenarnya sangatlah rahasia (dan pada kenyataannya, sampai saat ini masih ada yang mengaku dirinya sebagai ninja maupun ninja terakhir di Jepang).

Namun, kalian bisa mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu eksistensi profesi ninja yang tersebar di berbagai tempat di Jepang. Minimal, kalian bisa mengunjungi berbagai tempat di Jepang yang menjual “ninja” sebagai daya tarik utamanya. Berikut beberapa diantaranya:

1. Kota Iga Ueno, prefektur Mie

  • Iga Ninja Museum alias Ninja Museum of Iga-ryu.

Ninja Museum of Iga-ryu, via Hide-sp/wikipedia
Ninja Museum of Iga-ryu, via Hide-sp/wikipedia

Klan Iga, bersama dengan klan Koga, dikenal sebagai klan ninja terkuat dan paling terkenal di seantero Jepang. Dan, eksistensi klan Iga ini bukan omong kosong belaka karena pada kenyataannya kota Iga ini memang betul-betul ada. Namun sejak tahun 2004 kota ini kerap disebut sebagai Iga Ueno karena dibentuk dari penggabungan wilayah Iga, kota Ueno, dan beberapa desa lainnya.

Saat ini, Iga Ueno terkenal akan atraksi bertema ninja-nya. Obyek wisata yang paling terkenal di kota ini adalah Iga Ninja Museum atau Ninja Museum of Iga-ryu; sebuah museum kecil yang menarik karena sarat akan informasi tentang kehidupan ninja yang sesungguhnya, khususnya ninja dari klan Iga.

Di museum ini terdapat Iga-ryu Ninja House, alias rumah ala ninja. Dari luar rumah tersebut terlihat seperti rumah biasa, padahal di bagian dalamnya terdapat banyak pintu pintu tersembunyi, rute rahasia untuk melarikan diri, dinding putar, tempat untuk menyimpan senjata, hingga perangkap dan jebakan untuk lawan.

Seorang kunoichi (ninja perempuan) menunjukkan tempat penyimpanan senjata rahasia di Iga-ryu Ninja House, via 222
Seorang kunoichi (ninja perempuan) menunjukkan tempat penyimpanan senjata rahasia di Iga-ryu Ninja House, via 222

Selain itu, di museum ini pun pengunjung dapat melihat berbagai senjata yang dimiliki oleh ninja, bermacam kode rahasia, pengenalan kehidupan ninja, hingga melihat berbagai pertunjukan dan demonstrasi penggunaan senjata ninja. Dan untuk menutup waktu kunjungan, terdapat berbagai pernak-pernik original yang dijual di toko souvenir.

Ninja show, via arabnews
Ninja show, via arabnews

Point plus dari museum ini:

Lokasinya berdekatan dengan obyek wisata lain di Iga Ueno, yaitu Ueno Castle dan Danjiri Museum. Di Danjiri Museum wisatawan juga dapat menyewa kostum ninja untuk digunakan saat berjalan-jalan mengelilingi kota.

Detail teknis:

Alamat: 117-13-1 Ueno Marunouchi, Iga-shi, Mie-ken
Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 29 Desember-1 Januari.
Harga tiket: 756 yen (dewasa), 432 yen (anak-anak). Ada diskon khusus untuk group yang lebih dari 30 orang, dan ada tiket khusus bagi yang ingin melihat pertunjukan ninja.
Google maps: < klik >
Akses:
klik > 5-10 menit jalan kaki dari Stasiun Uenoshi.
klik > untuk akses dari Tokyo.
klik > untuk akses dari Kyoto.

2. Kota Koka, Prefektur Shiga

  • Ninja Village

Menjadi ninja di Ninja Village, via go.biwako/flickr
Menjadi ninja di Ninja Village, via go.biwako/flickr

Selain klan Iga, klan Koka (atau Koga) juga terkenal akan atraksi bertema ninja-nya. Itu karena Iga dan Koga sama-sama memiliki reputasi sebagai klan ninja terkuat di masa lalu. Walau atraksi ninja di Koga ini belum dimaksimalkan seperti yang dilakukan oleh kota Iga, ada beberapa spot bertema ninja yang bisa ditemukan di kota ini. Salah satunya adalah Koka Ninja Village (alias Koka Sato Ninjutsumura).

Sesuai dengan namanya, Ninja Village merupakan sebuah atraksi bertema ninja yang dirancang dengan konsep desa ninja. Desa ini lokasinya cukup terpencil (kalian harus jalan kaki 30 menitan dari stasiun terdekat untuk mencapai desa ini), namun cukup menarik karena di tempat ini banyak terdapat atraksi yang akan membuat kalian semakin mengenal kehidupan ninja.

Ada museum yang menampilkan berbagai manual dan peralatan yang dulu pernah digunakan oleh ninja Koga, rumah yang dilengkapi dengan berbagai jebakan dan pintu tersembunyi, atraksi melempar shuriken, bahkan pengunjung bisa menjajal berjalan di atas air seperti yang biasa dilakukan oleh ninja sejati. Tentunya dengan bantuan peralatan khusus sehingga kalian nggak akan tercebur dan basah.

Mencoba berjalan di atas air layaknya ninja sejati, via go.biwako/flickr
Mencoba berjalan di atas air layaknya ninja sejati, via go.biwako/flickr

Point plus dari tempat ini:

Ada banyak pilihan atraksi yang bisa dilakukan oleh pengunjung, sehingga berkunjung ke tempat ini nggak akan membosankan.

Detail teknis:

Alamat: 394 Kokacho Oki, Koka, Prefektur Shiga 520-3405
Jam operasional: 10.00-16.00 (hari kerja), 09.00-17.00 (akhir pekan dan musim liburan). Tutup setiap hari Senin, atau hari berikutnya jika Senin bertepatan dengan hari libur nasional).
Harga tiket: 1030 yen*
Google maps: < klik >
Akses:
klik > 30 menit jalan kaki dari Stasiun Koka, atau naik shuttle bus gratis menuju Ninja Village. Jika nggak ada shuttle bus, bisa menghubungi 0748-88-5000 untuk minta disediakan bus.
klik > akses dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Koka, tinggal dilanjutkan dengan naik shuttle bus menuju Ninja Village.
klik > akses dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Koka.

  • Ninja Mansion

Ninja Mansion, via higorono.blogspot
Ninja Mansion, via higorono.blogspot

Satu lagi atraksi menarik bertema ninja yang bisa ditemukan di Koka ini adalah Ninja Mansion, atau Ninjutsu Yashiki. Tempat ini merupakan sebuah hunian yang dulunya dimiliki oleh Mochizuki Izumonokami yang berasal dari keluarga ninja Koga terkenal dibanding keluarga ninja Koga lainnya, dan usia bangunannya telah mencapai 300 tahunan.

Dan, seperti yang bisa kalian harapkan dari rumah seorang ninja, mansion ini pun dipenuhi dengan berbagai perlengkapan menarik seperti aneka pintu rahasia, jalur tersembunyi, hingga aneka ragam jebakan. Wisatawan juga bisa mencoba melempar shuriken di jalur khusus yang telah disediakan.

Point plus dari tempat ini:

Walau tempatnya relatif terpencil dan kalian harus berjalan kaki cukup jauh dari stasiun terdekat, namun suasana khas ala kota kecil yang bisa kalian lihat saat menuju ke mansion ini cukup menarik untuk diamati. Tambahan lainnya, tempat ini menyediakan pamflet dalam bahasa Inggris.

Detail teknis:

Alamat: 2331 Konancho Ryuboshi, Koka, Prefektur Shiga 520-3311
Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 27 Desember-1 Januari.
Harga tiket: 600 yen*
Google maps: < klik >
Akses:
klik > 20 menitan jalan kaki dari Stasiun Konan (via JR Kosatsu Line).
klik > akses dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Konan.

 

3. Kota Nagano, Prefektur Nagano

Selain kota Iga Ueno dan Koka, kota Nagano dikenal sebagai salah satu kota yang punya kaitan erat dengan dunia ninja. Dulu, sebuah sekolah ninja bernamaTogakure Ninja School pernah terdapat di kota ini (didirikan oleh prajurit yang belajar ilmu ninja dari klan Iga), sehingga nggak heran jika aura per-ninja-an masih cukup terasa disini. Setidaknya ada 2 tempat bernuansa ninja yang bisa dikunjungi di Nagano, yaitu Togakure Ninpo Museum dan Kids Ninja Village.

  • Togakure Ninpo Museum

Dulu, di akhir abad ke-12 seorang samurai bernama Nishina Daisuke mempelajari ninjutsu dari klan Iga paska kekalahannya dalam sebuah perang. Dia lantas memadukan ilmu ninjutsu ala klan Iga dengan ilmu beladiri dari Cina dan Tibet, dan akhirnya melahirkan ilmu ninjutsu ala Togakure. Ninjutsu Togakure ini lantas menjadi salah satu aliran ninjutsu yang cukup terkenal, dan sebuah sekolah ninja didirikan untuk mengajarkan aliran ninjutsu Togakure yang disebut Togakure School of Ninpo.

Togakure Ninpo Museum, via minkara.carview
Togakure Ninpo Museum, via minkara.carview

Saat ini Togakure School of Ninpo memang sudah nggak ada. Untuk mengenang sejarah ninja di kota Nagano yang usianya mencapai 800 tahun, didirikanlah Museum of Togakure School of Ninpo a.k.a Togakure Ninpo Museum.

Museum ini terdiri dari beberapa bangunan, yang mana salah satunya merupakan sebuah rumah ninja. Dari luar, rumah ninja ini terlihat seperti rumah biasa. Namun saat masuk ke bagian dalamnya, ternyata jalurnya rumit dan banyak pintu tersembunyi.

Salah satu jalan rahasia di rumah ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp
Salah satu jalan rahasia di rumah ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp

Selain punya sebuah rumah ninja, museum ini juga dilengkapi dengan bermacam display yang berkaitan dengan ninja Togakure, seperti aneka foto maupun perlengkapan khas ninja.

Display di museum ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp
Display di museum ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp

Point menarik dari tempat ini:

Museum ini berada dalam satu kompleks dengan Museum of Tagushi Folklore, sebuah museum yang menampilkan bermacam peralatan dan perlengkapan yang biasa digunakan oleh penduduk setempat di masa lalu.

Tambahan lainnya, museum ini paling keren dikunjungi saat musim panas. Lokasinya yang ada di gunung akan memberikan sedikit kesejukan di tengah teriknya musim panas di Jepang.

Detail teknis:

Alamat: 3688-12, Togakushi, Nagano City
Jam operasional: 09.00-17.00, penjualan tiket hingga pukul 16.30.
Harga tiket: 500 yen*
Google maps: < klik >
Akses: naik bus no 70 atau 71 dari Stasiun Nagano yang menuju ke Togakushi (waktu tempuh kira-kira 65 menit).
klik > 1,5 jam dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Nagano, via shinkansen.

***

  • Kids Ninja Village

Anak-anak mencoba jadi ninja di Kids Ninja Village, via 4travel
Anak-anak mencoba jadi ninja di Kids Ninja Village, via 4travel

Jika Togakure Ninpo Museum menyasar pengunjung dari kalangan dewasa, maka anak-anak bisa mengunjungi Kids Ninja Village (alias Chibiko Ninja Mura). Tempat ini merupakan sebuah theme park bertema ninja yang dirancang untuk anak-anak, walau ada juga beberapa atraksi yang cocok untuk orang dewasa. Di theme park ini terdapat aneka atraksi ketangkasan ala ninja, mansion dengan ilusi optik, dan banyak lagi.

Detail teknis:

Alamat: 3193, Togakushi, Nagano City 381-4101
Jam operasional: 09.00-17.00, penjualan tiket hingga pukul 16.30.
Harga tiket: 500 yen* (tiket masuk saja), 300 yen*/atraksi yang ingin diikuti, 800 yen* (sewa kostum ninja).
Google maps: < klik >
Akses: naik bus no 70 atau 71 dari Stasiun Nagano yang menuju ke Togakushi (waktu tempuh kira-kira 65 menit).
klik > 1,5 jam dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Nagano, via shinkansen.

***

4. Tokyo

Tokyo selalu menjadi kota favorit bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang. Sayangnya, Tokyo relatif jauh dari Iga Ueno, Koka, maupun Nagano. Tokyo juga nggak memiliki budaya dan tradisi ninja layaknya ketiga kota tersebut.

Walau begitu, bukan berarti kalian nggak bisa merasakan pengalaman ber-ninja saat berada di Tokyo lho. Coba deh mampir ke dua tempat berikut ini, mudah-mudahan ini bisa menghibur rasa penasaran kalian akan ninja di Jepang.

  • Sainenji Temple/makam Hanzo Hattori

Ninja merupakan sosok yang penuh misteri karena tugas utamanya berkaitan dengan mata-mata. Namun, siapa sih yang nggak kenal dengan sosok Hanzo Hattori? Ninja yang satu ini bisa jadi merupakan salah satu ninja yang paling dikenal sepanjang masa dan paling sering diadaptasi dalam berbagai karya modern. Ninja sekaligus samurai yang juga dikenal dengan nama Hattori Masanari kerap digambarkan sebagai ahli strategi yang luar biasa dan sangat mahir menggunakan tombak.

Ngomong-ngomong, karakter Hanzo Hattori ini bukan karakter fiktif lho. Ninja yang berasal dari klan Iga ini betul-betul nyata, dan bahkan makamnya bisa kalian kunjungi di Tokyo. Cobalah untuk berkunjung ke kuil Sainenji (kini bernama kuil Anyoin) yang terletak di daerah Shinjuku.

Kuil yang didirikan oleh Hanzo Hattori setelah dia mengundurkan diri dari dunia pertempuran dan menjadi pendeta Buddha ini menyimpan salah satu bukti eksistensi ninja ternama itu, yaitu tombak yang dulunya digunakan oleh Hattori (berukuran 2,58 meter dan berat 7,5 kg). Di kuil ini pun terdapat makam dari Hanzo Hattori, dan makam dari Nobuyasu (menantu Oda Nobunaga) yang dibuat oleh Hattori.

Makam Hanzo Hattori, via gabuchan.wordpress
Makam Hanzo Hattori, via gabuchan.wordpress

Tips:

Jika ingin melihat tombak Hattori, datanglah di siang hari. Tombak ini hanya dapat dilihat jika sedang tidak ada upacara Buddha, maupun jika pendeta di kuil ini sedang nggak sibuk.

Detail teknis:

Alamat: 2-chome 9-Wakaba, Shinjuku-ku, Tokyo 160-0011
Jam operasional: 24 jam
Harga tiket: free
Google maps: < klik >
Akses: klik > 8 menit jalan kaki dari Stasiun Yotsuya.

***

  • Ninja Restaurant Akasaka

Seorang waitress berkostum ninja tengah menyiapkan sebuah menu di restoran Ninja Akasaka, via twistedsifter
Seorang waitress berkostum ninja tengah menyiapkan sebuah menu di restoran Ninja Akasaka, via twistedsifter

Oke, tempat ini mungkin nggak menawarkan pengalaman ala ninja yang sesungguhnya karena Ninja Akasaka ini hanyalah sebuah restoran yang mengadopsi tema ninja dan kehidupannya.

Namun setidaknya di tempat ini kalian dapat bersantai menikmati aneka makanan dan minuman yang telah dipesan sambil menikmati suasana ala desa ninja yang dirancang dengan cukup cermat, dengan pelayan berbaju ninja yang kerap muncul tiba-tiba dari balik pintu rahasia. Asyiknya, di sela-sela menikmati hidangan, kalian akan dihibur oleh “ninja” yang mahir memainkan aneka trik sulap.

Detail teknis:

Alamat: Akasaka Tokyu Plaza 1st floor, 2-14-3 Nagatacho, Chiyoda, Tokyo 100-0014
Jam operasional: 17.00-01.00 (Senin-Sabtu), 17.00-23.00 (Minggu)
Google maps: < klik >
Akses: klik > 4 menit jalan kaki dari Stasiun Akasakamitsuke.

***

5. Lainnya

Sebetulnya masih banyak kota lain yang juga memiliki budaya ninja yang masih eksis hingga saat ini. Misalnya saja di Kyoto ada Toei Eigamura yang memiliki atraksi bertema ninja serta menyewakan kostum ninja yang dapat digunakan saat mengelilingi theme park tersebut.

Kemudian ada Nijo Jinya, sebuah bekas pengingapan yang sudah berdiri sejak Periode Edo (1603-1868) yang dilengkapi dengan berbagai pintu rahasia dan jebakan seperti rumah ninja. Intinya, nggak usah berkecil hati jika kalian tertarik dengan ninja namun nggak sempat berwisata ke Iga Ueno, Koka, Nagano, maupun Tokyo, karena siapa tahu di kota tujuan wisata kalian pun ada obyek wisata maupun atraksi bertema ninja yang bisa kalian kunjungi.

Comments

comments