fbpx
Home Guides Jalan-Jalan Ke Jepang: Tips Bahasa Jepang Untuk Turis

Jalan-Jalan Ke Jepang: Tips Bahasa Jepang Untuk Turis

Jepang termasuk salah satu negara yang cukup seksi menggoda bagi para traveller. Namun, sudah jadi rahasia umum jika nggak sedikit traveller yang ekstra deg-degan saat akan pergi ke Jepang. Kendalanya terutama terletak pada segi bahasa.

Walau Jepang sudah sangat dikenal sebagai salah satu negara termaju di dunia, sudah jadi rahasia umum jika orang Jepang, malah mungkin sebagian besar, tidak menguasai (baca: tidak dapat) bahasa Inggris.

Bahkan beberapa informasi dalam bahasa Inggris pun belum tentu ditulis dengan benar (dan akhirnya melahirkan istilah Engrish alias bahasa Inggris ala Jepang). Sedangkan nggak semua wisatawan sempat mempelajari bahasa Jepang sebelum menginjakkan kaki di negeri Sakura tersebut, bukan?

Haruskah kita belajar bahasa Jepang sebelum pergi kesana? Via youtube
Haruskah kita belajar bahasa Jepang sebelum pergi kesana? Via youtube

Mengingat bahasa Inggris masih asing bagi sebagian besar orang Jepang, nggak ada salahnya jika wisatawan mempelajari beberapa patah kata dalam bahasa Jepang sebelum pergi ke sana.

Bukan untuk menjadi mahir ber-cas cis cus, namun sekedar agar dapat bertanya jalan supaya nggak tersesat maupun untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Contohnya, untuk menanyakan apakah sebuah makanan mengandung babi, menanyakan jam operasional sebuah tempat wisata, dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah, dari sekian banyak kata dan kalimat dalam bahasa Jepang yang wajib diketahui oleh wisatawan, kata dan kalimat mana saja yang sih yang betul-betul ada di level survival phrase; alias yang sangat esensial untuk diketahui oleh wisatawan? Berikut beberapa bocoran yang dapat dicontek:

Contoh Engrish dalam sebuah papan informasi di Jepang, via shichinohe.blogspot
Contoh Engrish dalam sebuah papan informasi di Jepang, via shichinohe.blogspot

Note:

Berhubung level bahasa Jepang saya baru sampai di level “aisatsu” (perkenalan) dan “mainichi kaiwa” (daily conversation), monggo dikoreksi jika ada yang salah. Kalau mau menambahkan juga bolehh

1. Sumimasen

Artinya: maaf, permisi

Secara harfiah, sumimasen berarti maaf (versi sopan). Untuk lebih formalnya, bisa menggunakan sumimasen deshita (maaf atas apa yang telah saya lakukan). Namun pada kenyataannya, sumimasen merupakan sebuah kata sakti yang bisa diaplikasikan untuk berbagai hal.

Misalnya saja untuk meminta ijin sebelum melakukan sesuatu, memanggil orang, kata pembuka sebelum bertanya pada seseorang, hingga mengucapkan terima kasih. Dengan kata lain, jika kalian betul-betul nggak sempat untuk mempelajari bahasa Jepang, setidaknya belajarlah mengucapkan sumimasen dengan benar untuk membantu kalian beradaptasi dalam berbagai situasi.

Contoh:

Itsumo sumimasen = Maaf selama ini telah merepotkan (bisa juga diterjemahkan menjadi “terima kasih telah membantu saya”).

Sumimasen, eki wa doko desu ka? = Permisi/maaf, stasiun ada di sebelah mana?

Okurete sumimasen! = maaf terlambat.

Catatan:

Akhiran ka menandakan kalimat tanya. Untuk kalimat pernyataan, gunakan akhiran desu

 

2. Gomennasai

Artinya: maaf

Gomennasai, atau bisa disingkat menjadi gomen ne maupun gomen saja, merupakan salah satu cara lain untuk minta maaf. Biasanya gomennasai digunakan dalam situasi yang lebih santai maupun sesama teman. Berbeda dengan sumimasen yang dapat digunakan untuk pengganti kata permisi dan terima kasih (untuk beberapa situasi), gomennasai betul-betul hanya untuk meminta maaf saja.

Contoh:

Hontou ni gomennasai! = betul-betul minta maaf!

 

3. Arigatou

Artinya: terima kasih

Untuk mengucapkan terima kasih pada seseorang (misalnya saja jika ada yang telah membantu menunjukkan jalan maupun memberikan sesuatu), gunakan kata arigatou yang berarti terima kasih atau arigatou gozaimasu untuk versi yang lebih sopan.

Untuk kesan lebih funky dan santai, kalian dapat mengucapkandoumo saja, maupun mengucapkan sankyu yang merupakan pelafalan bahasa Jepang untuk kata thank you. Adapun balasan untuk kata arigatou maupunsankyu adalah dou itashimashite maupun kochirakoso (kurang lebih berarti sama-sama), atau untuk mudahnya, jawab saja hai yang bisa diterjemahkan menjadi ya

Contoh:

Oishii keiki wo arigatou! = terima kasih untuk cake yang lezat ini!

Tetsudatte kurete arigatou = terima kasih telah membantu (saya).

Catatan:

Oishii berarti lezat, sedangkan keiki merupakan pelafalan Jepang untuk kata cake dalam bahasa Inggris.

Tetsudatte berasal dari tetsudau yang artinya menolong. Namun kata ini maknanya bisa sedikit berbeda tergantung kalimatnya.

 

4. Wakarimasen

Artinya: tidak mengerti

Kadang kita perlu menjelaskan jika kita nggak bisa berbahasa Jepang, sehingga lawan bicara (yang menggunakan bahasa Jepang) dapat berbicara secara lebih lambat. Atau, terkadang kita perlu juga menunjukkan jika kita nggak mengerti tentang suatu hal. Untuk momen-momen tersebut, gunakan katawakarimasen yang berarti (saya) tidak mengerti. Bentuk positif dari wakarimasen adalah wakaru (mengerti).

Contoh:

Sumimasen, watashi wa nihongo ga wakarimasen = maaf, saya tidak mengerti bahasa Jepang (nihongo = bahasa Jepang).

Nihongo ga wakarimasen = (saya) tidak mengerti bahasa Jepang.

Anata no itta koto ga wakarimasen = (saya) tidak mengerti apa yang anda katakan.

Eigo ga wakarimasu ka? = (apakah anda) mengerti bahasa Inggris?

5. Shirimasen

Artinya = tidak tahu

Jika wakarimasen berarti tidak mengerti, maka shirimasen berarti tidak tahu. Gunakan kata ini jika kalian harus menjelaskan jika kalian tidak mengetahui sesuatu hal maupun untuk menanyakan apakah lawan bicara mengetahui apa yang kita tanyakan. Bentuk positif dari shirimasen adalah shirimasu yang artinya tahu.

Contoh:

Halal resutoran o shirimasu ka? = (apakah anda) tahu restoran halal?

Halal resutoran o shirimasen = (saya) tidak tahu restoran halal.

 

6. Eigo

Artinya: Inggris

Kadang kita perlu memastikan apakah lawan bicara kita mengerti bahasa Inggris atau tidak. Kalian dapat menggunakan kata eigo yang berarti Inggris untuk ditanyakan pada lawan bicara. Biasanya, model pertanyaannya kira-kira seperti berikut:

Contoh:

Anata wa eigo ga hanasemasu ka? = Apakah anda dapat berbahasa Inggris?

Catatan:

Hanasemasuka merupakan bentuk tanya dari kata hanase yang artinya dapat bicara. Untuk jawaban yang negatif, biasanya lawan bicara akan mulai dengan kata iie yang artinya tidak dan ada kata hanasemasen (tidak dapat bicara).

 

7. Ikura

Artinya: berapa, berapa banyak

Akui saja, saat kita berwisata ke tempat manapun pasti akan sulit lepas dari aktifitas belanja. Begitu juga saat berwisata ke Jepang. Untuk menanyakan berapa harga sebuah barang, maupun menanyakan berapa jumlah yang harus kita bayar, katakan saja ikura yang artinya berapa (untuk harga).

Contoh:

Kore wa ikura desu ka? = ini berapa (harganya)?

Zenbu de ikura desu ka? = berapa (harga) semuanya?

 

8. Itsu

Artinya: kapan

Yang namanya perjalanan wisata pasti akan ada saatnya menanyakan waktu pada orang lain. Misalnya, untuk menanyakan jam keberangkatan kereta/bus maupun menanyakan jam operasional sebuah tempat wisata. Karenanya, kata itsu termasuk salah satu kata yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berwisata ke Jepang.

Contoh:

Chikatetsu ga itsu desu ka? = subway-nya kapan (datang)?

9. Nani

Artinya: apa

Kata ini termasuk salah satu kata yang wajib diketahui oleh wisatawan. Nani maupun nan berarti apa. Setiap kali kalian bingung akan sesuatu, gunakannani untuk menyatakan kebingungan maupun untuk bertanya sesuatu.

Contoh:

Nani? = apa?

Nani ga arimasu ka? = ada apa?

Nan ji desu ka? = jam berapa?

Catatan:

ji berarti waktu. Nan ji berarti jam berapa.

 

Untuk kalimat, berikut beberapa kalimat sederhana yang mungkin dapat membantu kalian selama berada di Jepang.

  • Watashi wa ________ desu = Saya adalah _________

Keterangan: Bagian kosong bisa di isi dengan nama orang, asal negara, dan sebagainya.

Contoh:

Watashi wa Vie desu = saya adalah vie

 

  • Kamus singkat (bisa dimasukkan dalam bagian yang kosong):

Indonesia-jin = orang Indonesia

Nihon-jin = orang Jepang

Igirisu-jin = orang Inggris

Furansu-jin = orang Jepang

 

  • _______ wa doko desu ka? = Dimanakah _______ [nama tempat]?

Keterangan: gunakan kalimat ini untuk bertanya lokasi sebuah tempat.

Contoh:

Akihabara wa doko desu ka? = Dimanakah Akihabara?

 

Kamus singkat:

Hakubutsukan = museum
Doubutsuen = kebun binatang
Eki = stasiun
Suupaa = supermarket
Konbini = convenience store
Toire = toilet
Hoteru = hotel
Resutoran = restoran
Keitsatsu = polisi
Koban = pos polisi
Byoin = rumah sakit
Kuukou = bandara
Uchi = rumah

 

  • _________ wa nan desu ka? = Apakah ___________ itu?

Keterangan: gunakan kalimat ini untuk menanyakan suatu barang, perihal, maupun minta kejelasan informasi.

Contoh:

Kore wa nan desu ka? = apa itu?

Ai wa nan desu ka? = apakah cinta itu? (uhuy!)

 

  • ________ onegai shimasu! = Tolong/mohon __________

Keterangan: kata onegai shimasu sebetulnya agak sulit diterjemahkan secara harfiah. Shimasu kurang lebih berarti melakukan, dan onegai berasal dari katanegau yang artinya kira-kira sesuatu. Jadi onegai shimasu bisa diterjemahkan sebagai permintaan/permohonan untuk melakukan sesuatu (untuk kita).

Contoh:

Tasukete onegai shimasu! = (saya mohon) tolong saya!

Yukkuri hanashite onegai shimasu! = tolong bicara lebih perlahan! (kata favorit saya kalau sudah nggak ngerti dengan kata-kata lawan bicara)

 

  • ________ ga taberarenai = (Saya) tidak dapat makan __________

Keterangan: Traveler muslim, maupun mereka yang punya alergi terhadap beberapa jenis makanan, kerap harus menjelaskan situasi khusus yang mereka alami. Taberarenai adalah bentuk tidak dapat (melakukan) _______ dari kata dasar taberu yang artiny makan. Gunakan kata-kata di bawah ini untuk melengkapi kalimat di atas.

Contoh:

Buta niku ga taberarenai = (saya) tidak dapat makan daging babi.

Kamus singkat:

Sushi = sushi
Niku = daging sapi
Buta niku = daging babi
Pooku = daging babi (pork)
Niwa tori = ayam
Sakana = ikan
Piinatsu = kacang
Yasai = sayuran

 

  • ______ ga nomimasen = (saya) tidak minum _______ (isi dengan nama minuman)”

Contoh:

Biiru ga nomimasen = saya tidak minum bir

Kamus singkat:

Biiru = bir
Sake = sake (minuman beralkohol yang terbuat dari beras). “sake” juga merupakan kata umum untuk “minuman beralkohol” dalam bahasa Jepang.
Gyunyu= susu sapi
Mizu = air

 

Kosa kata singkat

Berikut beberapa kata lain yang mungkin kalian gunakan saat berwisata ke Jepang.

Transportasi

Kereta = densha
Subway = chikatetsu
Bus = basu (pelafalan Jepang untuk “bus”)
Tiket = kippu
Taxi = takushi (pelafalan Jepang untuk “Taxi”)
Stasiun = eki

Arah dan jarak

Kanan = migi
Kiri = hidari
Lurus/terus = massugu
Depan = mae
Belakang = ushiro
Utara = kita
Selatan = minami
Barat = nishi
Timur = higashi
Jauh = tooi
Dekat = chikai

Ekspresi dan salam

Selamat pagi = ohayou gozaimasu atau cukup ohayou saja
Selamat siang = konnichiwa. Kata ini juga bisa menjadi pengganti salam seperti halo.
Selamat malam = konbanwa
Lapar = hara hetta, secara harfiah berarti perut kosong. Untuk lebih singkat, bisa gunakan kata “peko-peko”(tiruan suara perut kosong dalam bahasa Jepang)
Kenyang = ippai
Tidak apa-apa = daijoubu

Jika ada situasi darurat

Hentikan! = yamete! (gunakan jika ada yang mencari masalah dengan kalian dan kalian ingin dia berhenti melakukan itu)
Jangan! = dame!
Bahaya = abunai
Pelecehan di kereta = chikan! (jika ada yang melecehkan kalian di kereta, teriakkan “chikan” untuk mendapat perhatian dari pengguna kereta lainnya)
Tunggu! = chotto!
Tunggu dulu! = chotto matte kudasai

Tips:

  • Pelafalan dalam bahasa Jepang nggak terlalu jauh beda dengan pengucapan dalam Bahasa Indonesia, jadi ucapkan kata-kata/kalimat berikut sesuai dengan apa yang kalian baca (tidak dilafalkan seperti kata dalam bahasa Inggris).

Contoh: arigatou (terima kasih) dibaca a-ri-ga-to, bukan ah-ree-gah-towhChikatetsu (subway) dibaca chi-ka-tet-su, bukan chi-kah-tet-suhSashimi dibacasa-shi-mi, bukan sah-shee-meeDare dibaca da-re, bukan der.

  • Huruf di akhir kata biasa dibaca ng. Jadi jika menyebut sumimasen atau gomen, ucapkan sebagai sumimaseng dan gomeng (walau kadang-kadang ada juga yang lebih suka menyebut sumimasen dan gomen
  • Bunyi su di akhir kalimat biasanya dibunyikan sebagai s saja. Misalnya: desu dibaca des, dan onegai shimasu dibaca onegai shimas.
  • Masih bingung dengan cara pengucapan dalam bahasa Jepang, atau kesulitan menghapal kata dan kalimat di atas? Santai saja. Orang asing akan selalu dimaklumi jika tidak mengerti maupun kurang paham bahasa Jepang. Ucapkan saja sumimasen dan wakarimasen, dan kalian akan baik-baik saja!

 

Silahkan jika ada yang mau menambahkan maupun mengoreksi. Semoga bermanfaat!

 

baca juga :

Punya Rencana Traveling ke Jepang? Catat Aneka Safety Tips Berikut Ini!

Panduan Seputar Makanan Halal Di Jepang

Waktu Terbaik Untuk Wisata Ke Jepang, Kapan Saja?

Comments

comments