fbpx
Home Guides Jalan-Jalan Ke Tokyo: Shinjuku Gyoen National Garden

Jalan-Jalan Ke Tokyo: Shinjuku Gyoen National Garden

Di musim apapun, kota Tokyo selalu menjadi salah satu kota favorit bagi wisatawan asing. Begitu juga saat musim semi tiba, karena di Tokyo terdapat banyak spot menarik untuk melakukan hanami (aktifitas menikmati mekarnya bunga Sakura di musim semi).

Mengingat beberapa Jalan2ers yang akan pergi wisata ke Jepang pada musim semi ini juga memasukkan Tokyo sebagai salah satu destinasi wisatanya, saya ingin merekomendasikan sebuah taman yang wajib dikunjungi oleh mereka yang tertarik untuk melakukan hanami di Tokyo, yaitu Shinjuku Gyoen National Garden.

Shinjuku Gyoen, oasis di jantung kota Tokyo

Shinjuku Gyoen National Park, via japantimes
Shinjuku Gyoen National Park, via japantimes

Tokyo punya banyak taman yang tersebar di berbagai distrik. Ada beberapa taman yang akhirnya lebih dari sekedar paru-paru kota karena populer di kalangan wisatawan asing seperti Ueno ParkYoyogi Park, maupun Koishikawa Korakuen.

Dari sekian banyak taman populer yang ada di Tokyo, konon salah satu taman terbesar sekaligus taman terpopuler adalah Shinjuku Gyoen National Garden yang terletak di distrik Shinjuku, tempatnya gedung-gedung kantor pemerintah kota Tokyo berada.

Sejarah Shinjuku Gyoen National Garden, atau biasa disingkat menjadi Shinjuku Gyoen saja, sudah dimulai sejak periode Edo (1603-1867) karena taman ini dulunya merupakan tempat tinggal seorang daimyo bernama Naito. Sejak periode Edo berakhir, taman ini sempat dijadikan sebagai taman botani, kemudian menjadi taman kerajaan (selesai direnovasi tahun 1906), dan dijadikan taman nasional yang dibuka untuk umum paska Perang Dunia II hingga saat ini.

 

Kenapa harus berkunjung ke Shinjuku Gyoen?

Daya tarik utama dari Shinjuku Gyoen ini terletak dari faktor lokasinya yang hanya beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun JR Shinjuku. Distrik Shinjuku merupakan distrik terpadat dan teramai di Tokyo karena disinilah pusat pemerintahan dan pusat area komersial kota Tokyo berada, sehingga otomatis Stasiun JR Shinjuku menjadi salah satu stasiun tersibuk di Tokyo (dan menjadi salah satu yang tersibuk di dunia). Dengan kata lain, Shinjuku Gyoen ini ideal dikunjungi oleh kalian yang berencana mengunjungi Shinjuku.

South Exit di Stasiun JR Shinjuku, via panoramio
South Exit di Stasiun JR Shinjuku, via panoramio

Daya tarik kedua terletak pada kekayaan skyline yang ada di sekitar taman. Ingat, taman ini berada di tengah-tengah distrik Shinjuku yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Kalian dapat menikmati gedung-gedung tinggi yang menyembul diantara pepohonan.

Bagian menariknya, karena taman ini sangat luas, kalian tetap akan dapat menemukan spot sepi dan tenang untuk sekedar meluruskan kaki dan menikmati secuil ketenangan di tengah padatnya distrik Shinjuku, sehingga nggak salah jika Shinjuku Gyoen ini disebut sebagai oasis di tengah kota.

Gedung pencakar langit dilihat dari Shinjuku Gyoen, via yokotatravel
Gedung pencakar langit dilihat dari Shinjuku Gyoen, via yokotatravel

Terakhir, jika kalian berwisata ke Tokyo saat musim semi, Shinjuku Gyoen ini memiliki 1500 batang pohon Ceri yang akan mekar mulai dari akhir Maret (untuk jenis shidare atau weeping cherry), awal April (untuk jenis somei atau Tokyo cherry), dan akhir April (untuk jenis Kanzan Cherry).

Dan, jika kalian berkunjung di musim gugur, taman ini memiliki 20000 batang pohon yang daunnya akan berubah warna saat musim gugur tiba; membuat taman ini menjadi salah satu spot hanami terbaik di Tokyo dan juga tempat untuk menikmati perubahan warna daun (momijigari) di musim gugur.

Pohon Sakura di Shinjuku Gyoen, via Kakidai/wikipedia
Pohon Sakura di Shinjuku Gyoen, via Kakidai/wikipedia 

 

Yang bisa kalian temukan di Shinjuku Gyoen

Salah satu hal yang membuat taman ini istimewa terletak pada konsep dari Shinjuku Gyoen itu sendiri dan juga ukuran tamannya yang sangat luas. Dengan total luas lahan 58,3 hektar dan panjang keliling taman 3,5 km, taman ini menampilkan 3 gaya taman yang berbeda: taman bergaya Prancis formal (French Formal Garden), taman bergaya lanskap Inggris (English Landscape Garden), dan taman bergaya tradisional Jepang (Japanese Traditional Garden).

Ketiga taman tersebut memiliki ciri khas masing-masing sehingga cukup dengan mengunjungi ketiga taman tersebut kalian akan merasa telah mengunjungi taman di tiga negara yang berbeda.

Peta Shinjuku Gyoen, via paradiseintheworld
Peta Shinjuku Gyoen, via paradiseintheworld

Mari kenalan dengan taman bergaya Prancis, yaitu French Formal Garden. Taman ini merupakan sebuah taman indah yang dirancang dengan gaya seperti taman pada istana-istana di Prancis.

Ciri utamanya adalah bentuknya yang simetris, dengan semak-semak dan rumpun mawar di beberapa bagiannya. Kalian dapat berjalan-jalan di jalan setapak yang dibuat mengelilingi taman yang ukurannya cukup luas, yaitu memiliki panjang mencapai 800 kaki dan lebar 500 kaki. Jika ingin mengunjungi taman Prancis ini, waktu berkunjung terbaik adalah pada bulan Mei dan Oktober, yaitu saat bunga-bunga Mawar tengah bermekaran.

Taman mawar di French Formal Garden Shinjuku Gyoen, via 4.5g/panoramio
Taman mawar di French Formal Garden Shinjuku Gyoen, via 4.5g/panoramio

Di sekitar taman Prancis ini terdapat beberapa spot yang menarik, salah satunya adalah danau Shimono-Ike (danau bawah) dan danau Nakano-Ike (danau tengah). Nggak jauh dari kedua danau tersebut, terdapat bukit Maple dan bukit Azalea. Salah satu aktifitas terbaik yang bisa kalian lakukan di area ini adalah dengan berjalan-jalan menyusuri jalan setapak yang mengelilingi kedua bukit tersebut sambil menikmati suasana yang sejuk segar.

Dan, nggak jauh dari kedua bukit tersebut, terdapat area yang ditumbuhi dengan pohon Cheri yang akan berbunga Sakura saat musim semi tiba. Dan, jika kalian lelah berjalan-jalan di area taman ini, terdapat 2 rest house yang dilengkapi dengan tempat duduk dan (minimal) vending machine. Lumayan untuk mengisi tenaga sebelum lanjut menjelajah area taman.

Sakura di Shinjuku Gyoen, via youtube
Sakura di Shinjuku Gyoen, via youtube

Sedangkan English Landscape Garden posisinya nggak begitu jauh dari taman Prancis. Namun, taman yang satu ini mungkin akan membuat kalian bingung. Alih-alih dirancang dengan desain khusus seperti taman Prancis, taman ini tidak mencirikan sesuatu yang bergaya Inggris.

Bentuknya saja berupa tanah lapang yang ditumbuhi dengan rerumputan, sehingga sangat menyenangkan untuk duduk maupun tiduran di atas rumput di taman ini sambil menikmati suasana langit Tokyo.

English Landscape Garden, via ekayasolutions.blogspot
English Landscape Garden, via ekayasolutions.blogspot

English Landscape Garden boleh saja hanya berbentuk lapangan rumput super luas. Namun bukan berarti taman ini garing lho. Di pinggir taman terdapat banyak pohon Cheri, sehingga taman ini juga populer dikunjungi oleh mereka yang berminat melakukan hanami di musim semi. Dan, di sekitar taman ini juga terdapat beberapa fasilitas lain.

Salah satunya adalah danau Tamamo yang dilengkapi dengan sebuah rest house didekatnya. Namun, bisa jadi salah satu bintang di sekitar English Landscape Garden ini adalah sebuah rumah kaca yang dirancang dengan bentuk artistik. Rumah kaca ini memiliki banyak koleksi tanaman tropis dan sub-tropis, dan dikenakan biaya tambahan jika kalian ingin masuk ke sini.

Rumah kaca, via thomasgittel.wordpress
Rumah kaca, via thomasgittel.wordpress

Taman lainnya, Japanese Traditional Garden, merupakan salah satu elemen tertua di Shinjuku Gyoen. Jika ditambah dengan luas hutan Hahato-kono-mori (hutan ibu dan anak) yang ada di dekat taman Jepang ini, maka zona ini cukup luas untuk kalian jelajahi.

Semua elemen yang bisa ditemukan dalam sebuah taman bergaya Jepang bisa ditemukan disini, seperti hutan, danau, bukit buatan, pulau buatan dan jembatan. Rumah minum teh, rest house untuk melepas lelah setelah mengelilingi taman, serta restoran pun dapat ditemukan di taman ini.

Japanese Traditional Garden, via CarstenOtto/wikimedia commons
Japanese Traditional Garden, via CarstenOtto/wikimedia commons

Highlight dari taman bergaya Jepang ini adalah danau Kamino-ike. Danau terbesar di area Japanese Traditional Garden ini dikelilingi oleh pohon Sakura, dan pohon-pohon lain yang daunnya akan berubah warna saat musim gugur tiba. Terdapat sebuah jembatan yang membelah danau, serta pulau buatan yang sayangnya nggak bisa di akses oleh pengunjung.

Kaminoke-ike, via galahotels.wordpress
Kaminoke-ike, via galahotels.wordpress

Highlight lainnya adalah adanya sebuah paviliun bernama Kyu Goryo tei atau Taiwan Pavillion. Paviliun ini sengaja dibangun untuk kepentingan pernikahan Kaisar Showa pada tahun 1927, dan merupakan hadiah dari komunitas Jepang yang berada di Taiwan. Paviliun ini pun menjadi saksi sejarah jika pada masa tersebut Taiwan menjadi koloni negara Jepang.

Taiwan Pavillion, via wanderluzz.logspot
Taiwan Pavillion, via wanderluzz.logspot

Catatan sebelum mengunjungi Shinjuku Gyoen

Untuk ukuran sebuah taman, Shinjuku Gyoen terbilang luas. Ketiga taman yang ada di dalam taman ini pun letaknya berada di sisi yang berbeda-beda. Jadi, persiapkan kondisi fisik dan kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki bagi yang ingin menjelajah seluruh isi taman.

Mengingat taman ini merupakan salah satu taman publik terpopuler di Tokyo, pada musim tertentu taman ini bisa sangat dipenuhi oleh pengunjung. Karenanya, untuk menjaga kenyamanan bersama, pengelola taman memberlakukan beberapa aturan dan larangan bagi pengunjung sebagai berikut:

  • Membawa hewan peliharaan.
  • Membawa benda-benda yang berpotensi mengganggu orang lain, seperti sepeda, troli, sepatu roda, menggelar kemah maupun membawa payung lebar.
  • Melakukan hal-hal yang akan mengganggu orang lain, seperti main lompat tali, main bola, main layang-layang, mengedarkan sumbangan, bermain musik, dan sebagainya.
  • Melakukan hal-hal yang berpotensi merusak taman, seperti buang sampah sembarangan, memetik tanaman, memanjat pohon, mengambil hewan yang ada di taman, berenang di danau, dan sejenisnya.
  • Dan dilarang keras membawa minuman beralkohol maupun merokok di luar area yang telah ditentukan.

 

Akses menuju Shinjuku Gyoen

Taman ini memiliki 3 pintu gerbang: gerbang Sendagayagerbang Okido, dan gerbang Shinjuku. Ketiga pintu gerbang ini terletak di sisi taman yang berbeda, dan ketiganya lebih dekat dengan 1-2 jenis taman yang ada di Shinjuku Gyoen.

Ketiganya juga dapat di akses dari stasiun yang berbeda-beda, sehingga ada baiknya kalian merencanakan terlebih dulu titik penjelajahan awal di taman ini untuk menentukan sebaiknya kalian turun di stasiun mana.

Sebagai contoh, jika kalian masuk dari gerbang Sendagaya, kalian akan lebih dekat ke French Formal Garden. Gerbang Sendagaya ini berjarak 5 menit jalan kaki dari Stasiun Sendagaya (via JR Soubu Line) [lihat google maps] atau 5 menit jalan kaki dari A5 Exit di Stasiun Kokuritsu Kyougijyou-mae (via Toei Oedo Line (subway) [lihat google maps].

Sendagaya Gate, via hot-cat.asablo
Sendagaya Gate, via hot-cat.asablo

Gerbang Okido lebih dekat dengan English Landscape Garden, danau Tamamo, dan rumah kaca. Untuk mencapai Gerbang Okido, kalian dapat berjalan kaki selama 5 menit dari “Exhit2” di Stasiun Shinjuku Gyoen Mae, via Marunouchi Subway Line [lihat google maps].

Okido Gate, via thejapantraveldigest
Okido Gate, via thejapantraveldigest

Sedangkan Gerbang Shinjuku lebih dekat dengan Japanese Traditional Garden, pusat informasi, dan galeri seni. Ada beberapa alternatif cara untuk mencapai gerbang ini:

  • 10 menit jalan kaki dari “south exit” di Stasiun Shinjuku, via JR Line, Keio Line, dan Odakyu Line [lihat google maps].
  • 15 menit jalan kaki dari Stasiun Seibu Shinjuku, via Seibu Shinjuku Line [lihat google maps].
  • 5 menit jalan kaki dari “Exhit1” di Stasiun Shinjuku gyoen mae, via Marunouchi Subway Line [lihat google maps].
  • 5 menit jalan kaki dari “C1 & C5 Exit” di Stasiun Shinjuku 3 chome, via Toei Shinjuku Subway Line [lihat google maps].
Shinjuku Gate, via wanderluzz.blogspot
Shinjuku Gate, via wanderluzz.blogspot

Detail lainnya

Nama: Shinjuku Gyoen National Garden
Alamat: 11 Naito-cho, Shinjuku-ku, Tokyo 160-0014
Telp: +81-(0)3-3350-0151, +81=(0)3-3350-1372 (fax)
Jam operasional:
[taman] 09.00-16.30. Penjualan tiket terakhir pukul 16.00.
[rumah kaca] 09.30-16.00. Penjualan tiket terakhir pukul 16.00.
[restoran] 09.00-16.00.
[pusat informasi] 09.00-16.30.
Taman tutup setiap hari Senin, atau Selasa jika Senin adalah hari libur nasional; serta pada tanggal 29 Desember-3 Januari.

Harga tiket: 200 yen* (dewasa), 50 yen* (pelajar SD dan SMP), bayi dan anak-anak gratis.

 

baca juga :

Shibuya untuk Pemula, Mulai dari Patung Hachiko Hingga Tempat Dugem Populer

Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo

Comments

comments