Rasanya, wisatawan ke Jepang sudah sangat paham jika shinkansen merupakan moda transportasi darat tercepat di Jepang yang sangat efektif untuk berpindah dari satu kota ke kota lain. Namun jika kalian menginginkan petualangan wisata yang lebih, naiklah kereta malam alias kereta tidur.

Serba-serbi tentang kereta malam di Jepang sudah saya ulas dalam tulisan Kereta Malam, Kombinasi Antara Sensasi Dan Petualangan Wisata Di Jepang (Part 1). Untuk sesi ini, kenalan yuk dengan berbagai rute kereta malam yang masih eksis bertahan hingga kini.

Rute Kereta Malam yang Masih Bertahan Hingga Kini dan Apa yang Membuat Mereka Menarik.

Saat ini, jumlah dan rute kereta malam yang beroperasi semakin menyusut. Bagi kalian yang ingin mencoba naik kereta malam, berikut ini rute yang masih ada dan perkiraan harganya.

Tokyo – Sapporo

  • Cassiopeia, Kereta Malam Paling Populer dan Paling Mewah di Jepang

Cassiopeia. Foto: via otenko.com
Cassiopeia. Foto: via otenko.com

Detail rute: Ueno – Omiya – Utsunomiya – Fukushima – Sendai – Hakodate – Sapporo
Durasi waktu: 17 jam
Frekuensi keberangkatan: 3-4 kereta per-minggu
Harga tiket: [private compartment] 26,500 yen* (tanpa JR Pass), 23,500 yen* (dengan JR Pass). Untuk private suite, harganya bisa mencapai 51,000 yen*.

Suite lounge di Cassiopeia. Foto: via bp.blogspot.com
Suite lounge di Cassiopeia. Foto: via bp.blogspot.com

Cassiopeia merupakan kereta malam paling populer dan juga paling mewah di Jepang. Kereta ini nggak menawarkan pilihan jenis akomodasi lain selain private compartments. Cassiopeia akan menggeliat meninggalkan Tokyo di sore hari, dan kemudian bergerak menuju ke sisi utara kota Sapporo.

Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan di sekitar pacific coast, dan merasakan sensasi menembus terowongan bawah laut terpanjang di dunia. Dan, saat naik kereta ini, jangan lupa mengunjungi lounge-nya yang keren punya.

 

Lounge Cassiopeia. Foto: via Chanbjai.wordpress.com
Lounge Cassiopeia. Foto: via Chanbjai.wordpress.com

Tambahan informasi: Kereta Cassiopeia ini akan berhenti beroperasi pada musim semi 2016 sebagai dampak dibukanya jalur Hokkaido Shinkansen.

  • Hokutosei, Kereta Malam yang Akan Berhenti Beroperasi Tahun 2015 Ini

Hokutosei. Foto: via tiewyeepoon.com
Hokutosei. Foto: via tiewyeepoon.com

Detail rute: Ueno – Omiya – Utsunomiya – Fukushima – Sendai – Hakodate – Sapporo
Durasi waktu: 17 jam
Frekuensi keberangkatan: 1 kereta per-hari
Harga tiket:
[shared compartment] 28,000 yen* (tanpa JR Pass), 16,500 yen* (dengan JR Pass). [private compartment] 28,000 yen* (tanpa JR Pass), 16,500 yen* (dengan JR Pass).

Bergerak di jalur yang sama dengan Cassiopeia, kereta Hokutosei ini menawarkan pilihan tipe kompartemen yang lebih beragam. Ada private compartment (terdiri dari tipe royal dan twin deluxe) dan shared compartment (terdiri dari tipe duet, solo, dan 2 tingkat).

Kereta ini juga dilengkapi dengan kereta makan yang menyediakan menu sarapan, makan malam, dan pub time. Sayangnya layanan kereta ini akan dihentikan bertahap mulai tanggal 14 Maret 2015 sebelum betul-betul berakhir pada bulan Agustus 2015.

Hokutosei. Foto: via tokyotravelpal.com
Hokutosei. Foto: via tokyotravelpal.com

Tokyo – Takamatsu

  • Sunrise Seto, Kereta dengan Kompartemen Karpet

Sunrise seto. Foto: ktori.cocolog-nifty.com
Sunrise seto. Foto: ktori.cocolog-nifty.com

Detail rute: Tokyo – Osaka – Himeji – Okayama – Takamatsu
Durasi waktu: 10 jam
Frekuensi keberangkatan: 1 kereta per-hari
Harga tiket:
[nobinobi seat] 14,500 yen* (tanpa JR Pass), gratis (dengan JR Pass). [private compartment] 21,000 yen* (tanpa JR Pass), 9,500 yen* (dengan JR Pass).

Salah satu ciri khas dari kereta ini adalah adanya kompartemen beralaskan karpet (dianggap setara dengan tempat duduk biasa) bernama nobinobi. Kereta ini cukup populer karena pengguna JR Pass nggak perlu membayar ekstra jika memilih kompartemen karpet.

Nobinobi seat. Foto: jprail.com
Nobinobi seat. Foto: jprail.com

Tokyo – Izumo

  • Sunrise Izumo, “kembaran” Sunrise Seto yang Melaju Sedikit Lebih Jauh
Sunrise Izumo. Foto: via Mitsuki-2368/wikimedia commons.org
Sunrise Izumo. Foto: via Mitsuki-2368/wikimedia commons.org

Detail rute: Tokyo – Osaka – Himeji – Okayama – Matsue – Izumoshi
Durasi waktu: 12 jam
Frekuensi keberangkatan: 1 kereta per-hari
Harga tiket:
[nobinobi seat] 15,000 yen* (tanpa JR Pass), gratis (dengan JR Pass). [private compartment] 21,500 yen* (tanpa JR Pass), 9,500 yen* (dengan JR Pass).

Sebagian jalur Sunrise Izumo mirip dengan Sunrise Seto, sehingga kedua kereta tersebut dapat melaju berdampingan antara Tokyo hingga Okayama. Sama seperti Sunrise Seto, Sunrise Izumo ini juga dilengkapi dengan nobinobi seat dan sangat populer.

Osaka – Sapporo

  • Twilight Express, Kereta Mewah yang Melaju di Rute Terpanjang

Twilight Express. Foto: via plarailtrains.wordpress.com
Twilight Express. Foto: via plarailtrains.wordpress.com

Detail rute: Osaka – Kyoto – Kanazawa – Nagaoka – Sapporo
Durasi waktu: 22 jam
Frekuensi keberangkatan: 4-7 kereta per-minggu
Harga tiket:
[shared compartment] 26,500 yen* (tanpa JR Pass), 9,500 yen* (dengan JR Pass). [private compartment] 28,500 yen* (tanpa JR Pass), 11,500 yen* (dengan JR Pass).

Twilight Express termasuk kereta malam yang mewah, dan menjadi kereta yang melaju dengan waktu tempuh terpanjang. Kereta ini memiliki suite yang mewah, restoran, serta suite istimewa di bagian belakang kereta dengan jendela besar. Sayangnya layanan Twilight Express ini akan dihentikan mulai Februari 2015.

Suite mewah di Twilight Express. Foto: via wikimedia commons.org
Suite mewah di Twilight Express. Foto: via wikimedia commons.org

Sapporo – Aomori

  • Hamanasu, Kereta Malam dengan Rute Terpendek

Detail rute: Sapporo – Hakodate – Aomori
Durasi waktu: 8 jam
Frekuensi keberangkatan: 1 kereta per-hari
Harga tiket:
[nobinobi seat] 9,000 yen* (tanpa JR Pass), gratis (dengan JR Pass). [shared compartment] 16,000 yen* (tanpa JR Pass), 8,000 yen* (dengan JR Pass).

Kereta malam ini juga memiliki nobinobi seat, alias kompartemen dengan karpet. Rutenya terbilang pendek jika dibanding kereta lainnya.

Nobinobi seat di Hamanasu. Foto: via japanrail.pixnet
Nobinobi seat di Hamanasu. Foto: via japanrail.pixnet

Masa Depan Kereta Malam, Cerah atau Suram?

Sayangnya, mulai tahun 2015 ini beberapa kereta malam takkan beroperasi lagi, seperti Twilight Express, Hokutosei, dan Cassiopeia. Namun sebagai gantinya, kini muncul beberapa kereta malam sekaligus kereta wisata nan mewah. Contoh yang sudah beroperasi adalah Cruise Train “Seven Star”, yang mengelilingi rute populer di Kyushu.

Kereta ini dirancang dengan interior yang super mewah layaknya hotel, dengan lama perjalanan mulai 2-4 hari. Tapi, ada harga ada kualitas. Biaya perjalanan menggunakan kereta ini dibandrol mulai dari 180,000 yen* hingga 400,000 yen* lho! Walau begitu, kereta ini laris manis sehingga agak sulit untuk di booking.

Seven Star. Foto: via unpiedjaponais.wordpress.com
Seven Star. Foto: via unpiedjaponais.wordpress.com
Lounge. Foto: via traveltips-tripideas
Lounge. Foto: via traveltips-tripideas

Jepang pun tengah mempersiapkan cruise train lainnya yang dikelola oleh JR East. Kereta ini akan mulai beroperasi pada musim semi tahun 2017. Dan, jika melihat desain interior serta fasilitas yang ada di kereta ini, kalian bisa memastikan jika kereta ini jelas bukan jenis wisata untuk rakyat jelata.

Interior cruise train yang akan diluncurkan tahun 2017 oleh JR East. Foto: via huffingtonpost
Interior cruise train yang akan diluncurkan tahun 2017 oleh JR East. Foto: via huffingtonpost

JR West juga akan merilis cruise train pada musim semi tahun 2017. Kabarnya, kereta ini akan dilengkapi dengan balkon privat dan bathtubb untuk tipe kompartemen mewahnya.

Mengingat cruise train tampaknya bersiap menggantikan peran kereta malam (dan harga tiketnya jelas bukan untuk semua orang), nggak ada salahnya jika kalian mencoba naik kereta malam mumpung layanan tersebut belum dihentikan seutuhnya. Tentunya jika budget wisata memadai. Atau, mulailah menabung dari sekarang jika kalian ingin menjajal cruise train di Jepang.

Semoga bermanfaat!

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.

Comments

comments