via studyabroad.pk
via studyabroad.pk

Finally, seri terakhir dari tulisan tentang sekolah ke Jepang. Sebagai penutup, saya ingin berbagi informasi seputar beasiswa ke Jepang.

Pada era saya kuliah dulu, kira-kira beberapa abad yang lampau lah (lebay mode on), informasi mengenai beasiswa ke Jepang terbilang minim. Bukannya sama sekali nggak ada, tapi peredarannya hanya di kalangan terbatas saja.

Biasanya, informasi seputar beasiswa ke Jepang lebih mudah dicari jika berada di lingkungan yang dekat dengan per-Jepang-an seperti di kampus yang memiliki jurusan Bahasa Jepang, serta di tempat kursus Bahasa Jepang. Bagi mahasiswa Arsitektur yang kampusnya full berisi jurusan teknik (kecuali ada satu jurusan desain) seperti saya, informasi seputar beasiswa ke Jepang pada masa itu nyaris seperti gas H2s: baunya sih ada, tapi nyari sumbernya itu yang susah.

Nah, bagi yang sedang mencari informasi seputar beasiswa sekolah ke Jepang, bisa mengintip beberapa informasi seputar lembaga/yayasan/program yang memfasilitasi mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu ke negeri Jepang. Untuk informasi lebih lengkap, bisa klik link yang saya sertakan di setiap info.

Ritsumeikan Asia Pacific University (APU)

APU menawarkan program beasiswa tanpa ikatan apapun. Beasiswa tersebut diberikan maksimal 4 tahun, dan memiliki beberapa pilihan beasiswa: program 100% (artinya seluruh biaya ditanggung oleh universitas, tidak termasuk tiket dan biaya hidup), program 80% (artinya 80% biaya ditanggung oleh universitas), program 65%, program 50%, program 30%, dan Honor Scholarship (dengan nilai ¥600000/tahun).

Seleksi yang dilakukan meliputi seleksi nilai akademik, tulisan/essai, dan interview. Informasi lebih lengkap bisa klik link berikut ini, atau datang langsung ke APU Information Center, Summitmas Tower 1 lantai 10, Jl.Jendral Sudirman Kav 61-62 Jakarta Selatan, telp 021-2523708.

Monbukagakusho (MEXT)

Termasuk salah satu beasiswa yang paling populer di kalangan pemburu beasiswa ke Jepang. Monbukagakusho atau MEXT merupakan beasiswa dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, alias beasiswa resmi dari pemerintah Jepang.

Menariknya, sekalipun ini beasiswa dari pemerintah, para penerima beasiswa tidak ada ikatan apapun. Adapun biaya yang di cover adalah biaya studi dan biaya hidup. Informasi lebih lengkap mengenai MEXT, bisa klik link ini dan link ini. Untuk alur pendaftarannya, bisa dibaca disini.

Hitachi Scholarship

Beasiswa ini terbatas bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 (maksimal usia 30 tahun) dan/atau S3 (maksimal usia 35 tahun) dengan durasi waktu maksimal 2,5 tahun (untuk S2) dan 3,5 tahun (untuk S3). Poin keunggulan dari beasiswa ini adalah meng-cover biaya pesawat terbang, biaya hidup, uang saku, dan biaya kursus bahasa Jepang selama 6 bulan. Sayangnya beasiswa ini terbatas bagi dosen/staff fakultas dan khusus untuk universitas unggulan saja. Informasi lebih lengkap, lihat disini.

Beasiswa DIKTI

Merupakan beasiswa pascasarjana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Beasiswa ini ditujukan untuk dosen/tenaga pendidik yang berada dalam lingkup Kemdikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan). Pendaftaran dilakukan secara online disini, sedangkan untuk informasi lebih lengkap bisa klik disini.

Honjo International Scholarship Foundation (HISF)

HISF merupakan sebuah lembaga yang didirikan dengan tujuan memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi, termasuk bagi siswa asing yang tertarik untuk belajar di Jepang. Saat ini, proses seleksi untuk tahun 2014 hampir selesai dilakukan. Namun bagi yang tertarik untuk memantau periode selanjutnya, bisa bookmark informasi di halaman ini.

Beasiswa oleh JASSO

Japan Student Services Organisation atau JASSO sudah sangat dikenal sebagai salah satu institusi yang sering memberikan beasiswa pendidikan ke Jepang. Ada 2 jenis beasiswa JASSO untuk mahasiswa asing: Monbukagakusho Honors Scholarship for Privately Financed International Students, yaitu beasiswa bagi mahasiswa asing yang diterima di berbagai jenis sekolah lanjutan di Jepang (universitas, junior college, dan sebagainya); serta Studen Exchange Support Program Scholarship for Short-term Study in Japan, yang merupakan program belajar singkat di Jepang. Detail lebih lengkap bisa lihat disini.

Masih banyak lembaga/yayasan lain yang menyediakan beasiswa ke Jepang. Namun jika ditulis satu persatu, bisa-bisa tulisan ini terus menerus to be continued alias nggak ada habisnya. Jadi saya akan memberikan bocoran beberapa portal terbaik yang menyediakan informasi seputar beasiswa ke Jepang. Silahkan langsung klik link yang ada di setiap nama.

Informasi Beasiswa oleh PPI Jepang

Daftar beasiswa oleh lembaga privat di Jepang

Panduan Umum Belajar di Jepang (informasi tersedia dalam berbagai bahasa, namun paling lengkap dalam bahasa Jepang)

Japan Study Support

Sudah terbayang ingin mengajukan beasiswa apa? Selanjutnya saya ingin menyinggung sedikit mengenai sekolah yang bisa dimasuki oleh siswa asing di Jepang. Selepas SMU, setidaknya ada 5 jenis sekolah yang bisa dipilih oleh calon mahasiswa (lokal maupun asing), yaitu College of Technology (Koutou Senmongakkou), Spcialized Training College (Senshugakkou/Senmonkatei), Junior College (Tanki Daigaku), Universitas, dan Pasca Sarjana (S2 dan S3).

Itu belum termasuk dengan jenis sekolah lainnya seperti Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang. Tipe-tipe sekolah tersebut memiliki durasi pendidikan yang bervariasi, begitu juga dengan gelar yang akan di dapat setelah selesai menempuh pendidikan di sekolah tersebut mulai dari Associate Degree, Diploma, Advanced Diploma, Sarjana, Master, hingga Doktor.

Jadi jangan sembarangan mengajukan beasiswa dan asal melamar ke sekolah yang ada di Jepang. Kenali dulu kebutuhan dan keinginan Anda, dan baru sesuaikan dengan mencari sekolah dan pembimbing yang sesuai. Lalu dimana cara mencari sekolah yang tepat? Tanya mbah google ya, soalnya jumlahnya terlalu banyak untuk dibahas secara detail disini.

Semoga bermanfaat.

 

baca juga :

Belajar Ke Jepang? Ini Alasan Yang Harus Dipertimbangkan.

Kuliah Ke Jepang? Ini Tips Dan Trik-Nya

Kerja Di Jepang, Apa Sih Enaknya?

Comments

comments