Geisha dan lika-liku kehidupan serta pekerjaannya memang merupakan sebuah misteri yang selalu menarik untuk digali oleh pecinta budaya tradisional Jepang. Saya pribadi tertarik dengan kehidupan geisha dan tetek bengeknya paska membaca buku Memoirs of Geisha karya Arthur Golden, yang menceritakan tentang kehidupan geisha bernama Sayuri yang tinggal di Kyoto. Ada yang pernah baca novel tersebut, atau mungkin pernah melihat filmnya yang dibintangi oleh Zhang Zi Yi dan Michele Yeoh?

Kembali ke masalah geisha dan kehidupannya. Dalam tulisan sebelumnya yang berjudul (Tentang Geisha, Sang Penghibur Yang Profesinya Kerap Disalahpahami), jika geisha tinggal di okiya yang terdapat di hanamachi (secara literal berarti “kota bunga”) dan bekerja di ochaya(atau rumah minum teh) maupun ryoutei (atau restoran tradisional Jepang).

Dari seluruh kota di Jepang, Kyoto merupakan kota yang memiliki populasi geisha terbanyak pada saat ini. Maklum, seiring perkembangan jaman, jumlah orang yang tertarik untuk menjadi geisha semakin lama semakin sedikit, sehingga kini diperkirakan hanya sekitar ratusan geisha saja yang tinggal di Kyoto (dan semakin lama semakin berkurang).

Pertanyaannya, dimanakah letak hanamachi di Kyoto yang masih eksis sampai sekarang? Dan, dimana sajakah hanamachi yang masih ada di seluruh Jepang?

Seorang geisha di Kyoto, via blogabond.com
Seorang geisha di Kyoto, via blogabond.com

Note: Tulisan ini khusus membahas tentang hanamachi di Kyoto dan kota lain non-Tokyo.

Tentang Hanamachi

Secara mudah, hanamachi merupakan distrik tempat geisha tinggal. Aslinya, di sebuah hanamachi terdapat okiyaochayakaburenjo (tempat pertemuan geisha yang dilengkapi dengan teater dan ruang belajar seni), dan kenban (kantor tempat bisnis geisha berpusat, mulai dari negosiasi harga, merumuskan peraturan-peraturan, dan sebagainya).

Mengingat geisha tinggal dan bekerja dihanamachi, maka berkunjung ke hanamachi merupakan sebuah opsi wisata yang perlu dipertimbangkan bagi wisatawan yang tertarik untuk melihat geisha secara langsung; baik melihat pertunjukannya maupun sekedar berpapasan dengan geisha yang tengah menuju ke tempat kerjanya.

Sebagai tambahan informasi, masing-masing hanamachi memiliki lambang khusus yang akan ditampilkan sebagai ciri identitas sang geisha (contohnya: bisa ditampilkan dalam lambang di kimono) maupun di lentera yang ada di distrik tersebut.

Hanamachi di Kyoto

Sebetulnya, di Kyoto ada 6 hanamachi, yaitu Gion KobuGion Higashi, Pontocho, MiyagawachoKamishichiken, dan Shimabara. Sayangnya, hanamachi Shimabara kini telah tutup dan hanya berfungsi sebagai obyek wisata saja.

Walau begitu, dalam tulisan ini Shimabara tetap akan saya ulas untuk memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin melancong ke seluruhhanamachi (maupun bekas hanamachi) di Kyoto.

Kelima hanamachi di Kyoto yang masih eksis sampai saat ini memiliki acara pertunjukan tarian tahunan yang dapat dihadiri oleh siapa saja. Waktunya berbeda-beda bagi setiap hanamachi.

Namun, ada juga pertunjukan gabungan yang melibatkan kelima hanamachi di Kyoto yang bertajuk Kyoto gokagai godo dento geino tokubetsu koen (alias pertunjukan gabungan teater tradisional publik istimewa dari kelima distrik geisha di Kyoto), disingkat menjadi gokagai godo koen (alias penampilan publik gabungan dari kelima distrik geisha). Pertunjukan tersebut dilangsungkan pada akhir pekan terakhir di bulan Juni.

Gion

Gion, via colinelliott.net
Gion, via colinelliott.net

Gion merupakan hanamachi paling populer, paling terkenal, paling besar, dan paling ekslusif di seluruh Jepang. Gion ini juga merupakan hanamachi yang paling dikenal oleh wisatawan asing, karena nggak sedikit para businessman yang menjamu tamu-tamu asingnya dengan pertunjukan geisha di Gion.

Distrik Gion ini berlokasi di sekitar Yasaka Jinja dan sampai saat ini masih banyak machiya (townhouse ala Jepang kuno) yang masih dipertahankan hingga kini, sehingga nuansa di Gion sangat kental dengan nuansa ala kota tua Jepang. Dan, jika kalian penggemar novel/film Memoirs of Geishahanamachi di Gion ini menjadi setting lokasi dari novel/film tersebut.

Hanamachi di Gion dibagi ke dalam 2 wilayah: Gion Kobu dan Gion Higashi.

  • Gion Kobu

Merupakan hanamachi terbesar di Kyoto, sekaligus menjadi yang paling terkenal. Cakupan wilayahnya hampir mencakup seluruh Gion. Fasiitas di Gion Kobu ini juga terbilang lengkap karena disini terdapat Inoue School of Dance dan sebuah sekolah kejuruan yang disebut nyokoba.

Gion Kobu memiliki acara pertunjukan tarian tahunan, yaitu Miyako Odori, yang digelar sepanjang bulan April. Info plus lainnya, seorang geisha populer yang telah mengeluarkan autobiografi berjudul Geisha of Gion, yaitu Mineko Iwasaki (yang menjadi inspirasi novel Memoirs of Geisha), berasal dari Gion Kobu.

Geisha di Gion Kobu dalam pertunjukan Miyako Odori, via blog.johnpaulfoster.com
Geisha di Gion Kobu dalam pertunjukan Miyako Odori, via blog.johnpaulfoster.com
  • Gion Higashi

Berlokasi di sisi timur laut dari distrik Gion. Secara wilayah, Gion Higashi ini memang jauh lebih kecil dibanding Gion Kobu. Namun geisha di Gion Higashi ini dikenal sebagai pemain koto terbaik di seluruh Gion, dan di Gion Higashi ini juga terdapat fasilitas tempat latihan bagi para geishaGeisha di Gion Higashi menggelar pertunjukan tari tahunan, yaitu Gion Odori, yang digelar pada awal November.

Para geisha di Gion Higashi dalam pertunjukan Gion Odori, via goldenjipangu.com
Para geisha di Gion Higashi dalam pertunjukan Gion Odori, via goldenjipangu.com

Pontocho

Pontocho Foto : Melissa Rose Chasse via flickr
Pontocho Foto : Melissa Rose Chasse via flickr

Pontocho merupakan sebuah jalan sepanjang 600 meter di sepanjang sungai Kamo. Sama seperti Gion, kawasan Pontocho ini juga memiliki suasana ala kota tua di Kyoto, yang dipenuhi dengan rumah-rumah bergaya arsitektur tradisional Jepang dan juga memiliki beberapa ochaya dan ryoutei.

Geisha di Pontocho dikenal memiliki keahlian rata-rata yang lebih tinggi dibanding geishalainnya di Kyoto, dan mereka menggelar pertunjukan tarian tahunan bertajuk Kamogawa Odori (biasanya diselenggarakan pada bulan Mei). Sama seperti hanamachi lainnya, di Pontocho ini juga terdapat sebuah teater tempat para geisha berlatih maupun belajar seni, yaitu Pontocho Kaburenjo Theater.

Tentang distrik geisha lainnya di Kyoto dan kota lain di Jepang akan saya lanjutkan dalam tulisan selanjutnya.

***

Tentang Geisha, Sang Penghibur Yang Profesinya Kerap Disalahpahami

Mengunjungi Hanamachi Alias Distrik Geisha Di Seluruh Jepang (Part 2 END)

***

Comments

comments