fbpx
Home Guides Mengunjungi Nara, Ibu Kota Pertama Jepang

Mengunjungi Nara, Ibu Kota Pertama Jepang

Jika ditanya “kota manakah yang menjadi ibu kota negara Jepang”, sudah pasti jawabannya adalah Tokyo. Jika pertanyaannya dirubah menjadi “sebelum Tokyo, ibu kota Jepang ada di kota mana”, yang merasa kenal dengan sejarah Jepang mungkin sudah tahu jika jawabannya adalah Kyoto. Namun sebetulnya, masih ada lagi kota yang pernah menjadi ibu kota negara Jepang sebelum era pemerintahan di Kyoto dimulai lho. Dimanakah kota itu?

Menurut beberapa literatur, kota Nara dipercaya sebagai ibu kota permanen Jepang yang pertama. Kota yang sekarang menjadi ibu kota prefektur Nara ini semula dikenal dengan nama Heijo, dan pusat pemerintahan Jepang berada disini kira-kira tahun 710. Sebetulnya sebelum berada di Nara, ibu kota Jepang sempat berpindah-pindah (temporer). Baru di Nara pusat pemerintahan bertahan selama 74 tahun, sebelum pindah ke Nagaoka (784-794) dan akhirnya ke Kyoto.

Jika dilihat sekilas, peran Nara sebagai ibukota Jepang terasa sangat singkat ya, hanya kira-kira selama 74 tahun saja. Padahal sebetulnya tak sesingkat itu lho, karena negara Jepang kuno dipercaya sudah terbentuk sejak abad ke-3. Pusat pemerintahannya pun tak jauh-jauh dari kota Nara alias masih berada di wilayah prefektur Nara, sehingga tak heran jika jejak pemerintahan Jepang di masa lalu masih banyak terdapat disini.

Jadi jika Kyoto sangat dikenal sebagai kota yang populer dengan wisata bersejarahnya, maka Nara pun menawarkan suasana yang tak jauh berbeda. Wajar saja karena hingga saat ini berbagai peninggalan arsitektur kuno Jepang masih berdiri tegak dan terawat dengan baik dan beberapa diantaranya telah diakui oleh UNESCO. Lokasinya yang hanya berjarak kurang dari 1 jam jika diakses dari Kyoto dan Osaka pun membuat kota Nara ideal untuk dikunjungi oleh wisatawan yang mengunjungi kedua kota tersebut.

Sebagai ibu kota Jepang kuno, ada banyak obyek wisata bersejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi, termasuk kuil dan reruntuhan. Namun yang paling banyak direkomendasikan tentulah obyek wisata yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia dan dimasukkan dalam Historic Monuments of Ancient Nara.

Ada 8 kuil dan reruntuhan yang masuk dalam daftar tersebut, yaitu Todai-jiSaidai-jiKofuku-jiKasuga TaishaGango-jiYakushi-jiToshodai-ji, dan lokasi Istana Heijo. Obyek-obyek wisata tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya saja kuil Todai-ji yang menjadi salah satu tempat wajib dikunjungi di Nara.

Kuil ini dulunya berperan sebagai pusatnya kuil Budha di Jepang. Tak heran jika di kuil ini unsur kemegahannya masih sangat terasa. Terdapat beberapa spot menarik untuk dilihat-lihat, seperti patung perunggu Budha Vairocana terbesar di dunia (setinggi 15 meter), hall utama yang sempat dinobatkan menjadi bangunan kayu terbesar di dunia, dan juga rusa jinak dari Nara Park yang kerap datang untuk meminta cemilan.

Kuil Todai-ji [foto: Fredrik Rubensson]
Kuil Todai-ji [foto: Fredrik Rubensson]
Patung Budha di Kuil Todai-ji [foto: VivaoPictures]
Patung Budha di Kuil Todai-ji [foto: VivaoPictures]
 

Lain halnya dengan kuil Kofuku-ji. Kuil Budha yang satu ini populer karena dulunya berperan menjadi kuil untuk keluarga Fujiwara, klan yang paling berpengaruh di era Nara dan Heian. Itulah mengapa beberapa bagian dari kuil ini, seperti pagoda 5 tingkat dan pagoda 3 tingkat-nya masih dianggap sebagai simbol kota Nara.

Sedangkan kuil Yakushi-ji terkenal karena faktor sejarahnya. Dulu Kaisar Tenmu membangun kuil ini untuk menyembuhkan permaisuri yang sakit. Salah satu kuil tertua di Jepang ini juga populer karena memiliki denah yang simetris. Dari 3 contoh tersebut sudah bisa dilihat bahwa masing-masing kuil memiliki sejarah dan daya tariknya tersendiri, bukan?

Pagoda Kofuku-ji [foto: Yukiko Matsuoka],
Pagoda Kofuku-ji [foto: Yukiko Matsuoka],
Octagonal Hall di Kofuku-ji [foto: Andrea Schaffer]
Octagonal Hall di Kofuku-ji [foto: Andrea Schaffer]
 

Dari sekian obyek yang termasuk dalam daftar Historic Monuments of Ancient Nara, kuil Kasuga Taisha merupakan satu-satunya kuil Shinto yang ada dalam daftar tersebut. Kasuga Taisha disebut-sebut sebagai kuil Shinto paling populer di Nara. Dulunya kuil ini juga berfungsi sebagai kuil untuk klan Fujiwara, sama seperti kuil Tofuku-ji.

Ada beberapa hal yang membuat kuil ini terasa berbeda dibanding kuil lain dalam daftar Historic Monuments of Ancient Nara. Selain memiliki lentera yang jumlahnya ratusan, arsitektur khas Jepang kuno masih cukup terasa disini. Bandingkan dengan kuil lain yang dipengaruhi budaya Cina.

Kasuga Taisha [foto: DoNotLick]
Kasuga Taisha [foto: DoNotLick]
Lentera di Kasuga Taisha [foto: Olivier Lejade]
Lentera di Kasuga Taisha [foto: Olivier Lejade]
 

Diluar obyek-obyek wisata tersebut, masih banyak tempat menarik lain yang terdiri dari museum, taman, maupun wisata alam lainnya. Nara Park termasuk salah satu diantaranya. Taman luas yang letaknya tak jauh dari kuil Todai-ji, Kasuga Taisha, Kofuku-ji, dan museum kebanggaan kota Nara yaitu Nara National Museum ini memiliki ribuan rusa yang berkeliaran secara bebas.

Rusa-rusa ini dipercaya sebagai pesuruh dewa sehingga keberadaannya sangat dilindungi. Taman lain yang juga menarik adalah Isuien Garden dan Yoshikien Garden. Kedua taman bergaya Jepang tersebut sama-sama berlokasi di pusat kota Nara dan mudah dijangkau dari tempat wisata lainnya.

Sedangkan jika ingin merasakan suasana ala kota tua seperti yang bisa ditemukan di Kyoto, mampir saja ke Naramachi. Kawasan ini dulunya menjadi distrik pedagang di Nara. Beragam rumah khas pedagang terdapat disini dan masih terawat dengan baik. Saat ini tak hanya bangunan kuno saja yang mengisi distrik ini, karena telah terdapat butik, toko, kafe, restoran, maupun museum berada di wilayah ini.

Nara Park [foto: David McKelvey]
Nara Park [foto: David McKelvey]
Naramachi [foto: Rockriver]
Naramachi [foto: Rockriver]
 

Tertarik untuk berwisata ke Nara? Salah satu momen terbaik untuk berkunjung ke kota tua ini adalah pada musim semi. Pada tanggal 1-14 Maret, di kuil Todai-ji dilangsungkan perayaan meriah yang disebut Omizutori. Saat Omizutori, kuil ini akan menyalakan beragam obor berukuran besar diikuti beberapa ritual khas yang akan menarik perhatian wisatawan.

Alasan lain kenapa musim semi menjadi musim terbaik untuk berkunjung ke Nara, adalah karena traveller juga bisa mampir ke kota Yoshino yang terdapat di Prefektur Nara. Di kota tersebut terdapat Gunung Yoshino (Yoshinoyama) yang dikenal sebagai tempat paling populer untuk melihat mekarnya bunga Sakura di seluruh Jepang.

Masih ada lagi sih event menarik di Nara, yaitu perayaan Wakakusa Yamayaki yang dilangsungkan setiap Sabtu ke-4 di bulan Januari. Khusus untuk event tersebut, kuil Todai-ji, Kofuku-ji, dan Kasuga Taisha akan dilibatkan. Acaranya sendiri adalah membakar gunung Wakakusayama! Peristiwa terbakarnya gunung ini dapat dilihat dari berbagai penjuru kota Nara, dan menjadi salah satu event yang banyak menarik perhatian wisatawan asing.

 

* Semua foto diambil creative commons. Credit nama berdasarkan userrname. Tidak ada materi foto yang dirubah dari aslinya.

 

baca juga :

Aneka Obyek Wisata Gratisan Di Kyoto : Sightseeing Spot

Sepenggal Pesona Kyoto yang Akan Terlihat Keren di Instagram-mu

Comments

comments