Masih seputar akomodasi unik yang bisa ditemukan di Jepang. Jika sebelumnya saya sudah membahas hotel kapsul yang menawarkan kamar tidur super imut, love hotel ala Jepang yang memiliki berbagai tema unik, hingga ryokan alias penginapan khas tradisional Jepang, maka kali ini giliran minshuku dan pensions.

Pada tulisan seputar akomodasi hemat, sudah disinggung sedikit tentang minshuku dan pensions. Kedua jenis akomodasi tersebut bisa dikategorikan dalam jenis akomodasi dengan harga menengah dan dapat menjadi alternatif akomodasi bagi wisatawan yang ingin menginap dalam suasana lain. Namun seperti apakah minshuku dan pensions itu? Mari kita lihat persamaan dan perbedaan antara kedua jenis akomodasi tersebut.

Apa itu minshuku dan pensions?

Pernah dengar istilah Bed & Breakfast atau B&B? Istilah itu merujuk pada penginapan berskala kecil yang menawarkan akomodasi dan sarapan. B&B biasanya menjadi satu dengan rumah tinggal, dikelola oleh keluarga, dan jumlah kamarnya sangat terbatas (biasanya dibawah 10 kamar).

Nah, minshuku dan pensions adalah akomodasi bertipe B&B. Mereka sama-sama dikelola oleh keluarga, dan memiliki jumlah kamar yang terbatas. Bedanya, minshuku adalah B&B bernuansa tradisional Jepang.

Jadi interior kamarnya menggunakan tatami dan memiliki suasana layaknya ryokan. Hanya saja karena skalanya kecil dan fasilitasnya terbatas, ditambah dengan pengelolaannya yang juga tradisional, maka minshuku bisa dikategorikan sebagai budget ryokan.

Lalu bagaimana dengan pensions? Penginapan ini juga bertipe B&B, sama seperti minshuku. Hanya saja jika minshuku memiliki suasana tradisional Jepang, pensions bergaya ala Barat. Jadi pernak pernik dalam pensions, seperti tipe kamar dan fasilitas lainnya tak jauh beda dengan yang bisa ditemukan dalam rumah sehari-hari.

Pensions Tengallonhat [foto: Tristanf]
Pensions Tengallonhat [foto: Tristanf]
Oyado Iseya Minshuku [foto: Macknz.smith]
Oyado Iseya Minshuku [foto: Macknz.smith]

Apa keistimewaan dari minshuku dan pensions?

Minshuku dan pensions memiliki keistimewaan yang tidak bisa ditemukan dalam hotel, atau mungkin ryokan. Karena minshuku dan pensions dikelola oleh keluarga, serta karena segala fasilitasnya (rata-rata) harus berbagi dengan anggota keluarga pengelola, maka minshuku dan pensions menawarkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga Jepang.

Para tamu dapat merasakan kehangatan dan keramahan khas keluarga Jepang, serta dapat melihat langsung sekaligus menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Keistimewaan lainnya, karena dikelola oleh keluarga, tamu di minshuku maupun pension berkesempatan untuk bertemu dengan wisatawan lain dalam suasana yang lebih santai dan hangat.

Kurang lebih seperti program WWOOF (dalam hal menawarkan kesempatan untuk berinteraksi dan merasakan kehidupan dalam keluarga Jepang), bedanya disini tamu harus membayar untuk mendapat fasilitas penginapan dan makanan serta tak perlu bekerja.

Walau sama-sama menawarkan suasana ala rumah, minshuku dan pensions tentu memiliki keistimewaan masing-masing. Minshuku menawarkan suasana kekeluargaan khas Jepang, yang didukung dengan interior ala Jepang pula. Sementara pensions lebih fleksibel dalam masalah tema. Maksudnya, beberapa pensions memiliki tema tertentu untuk menarik wisatawan, salah satu contohnya adalah tema musik. Tak sedikit pula pensions yang memiliki ruangan bergaya Jepang untuk memikat wisatawan asing.

Minshuku Sosuke [foto: Naixn]
Minshuku Sosuke [foto: Naixn]
Pensions Birao [foto: Alberth2]
Pensions Birao [foto: Alberth2]

Dimanakah lokasi minshuku dan pensions?

Minshuku maupun pensions sama-sama mudah ditemukan di berbagai tempat di kota, termasuk di pinggiran kota, di kota kecil, maupun di sekitar tempat wisata (seperti onsen, pantai, gunung, maupun tempat ski).

Apa saja fasilitas standar yang terdapat di minshuku dan pensions?

Minshuku menawarkan penginapan ala Jepang, jadi fasilitas yang biasa ditemukan di kamar minshuku tentu saja tak jauh-jauh dari nuansa tradisional Jepang. Rata-rata kamar di minshuku memiliki lantai ber-tatami, dan tamu tidur menggunakan futon (kasur khas Jepang). Fasilitas lainnya biasanya tak jauh-jauh dari televisi, dan dilengkapi dengan pendingin maupun pemanas ruangan.

Bagian dindingnya ada yang menggunakan shoji (dinding kertas) dengan pintu geser, ada juga yang menggunakan dinding bata (jadi hanya interiornya saja yang ala Jepang. Kurang lebih suasana diminshuku hampir mirip dengan ryokan, hanya ukurannya saja yang jauh lebih kecil dan (karena terbatasnya ruang) biasanya tidak dilengkapi dengan ruang duduk ala Barat. Oya, beberapa minshukujuga menyediakan yukata sebagai pakaian ganti untuk tamu.

Ruangan di Minshuku Sosuke [foto: lesteph]
Ruangan di Minshuku Sosuke [foto: lesteph]
Ruangan di Minshuku Sosuke [foto: naixn]
Ruangan di Minshuku Sosuke [foto: naixn]
Pensions menawarkan suasana menginap yang mudah ditemukan di rumah-rumah di Indonesia sekalipun. Kamarnya dirancang ala Barat, dan tamu tidur menggunakan kasur maupun springbed. Namun ada juga pensions yang memiliki 1-2 ruangan ber-tatami. Ada ruangan yang dilengkapi dengan televisi, ada juga yang tidak.

Ruangan ber-tatami di Pensions Birao [foto: Alberth2]
Ruangan ber-tatami di Pensions Birao [foto: Alberth2]
Western style bedroom di Lee's Pensions Osaka [foto: Yolanda Arango]
Western style bedroom di Lee’s Pensions Osaka [foto: Yolanda Arango]
Baik minshuku maupun pensions rata-rata menawarkan kamar mandi dan toilet bersama. Jarang ada yang menempatkan toilet maupun kamar mandi privat dalam kamar di minshuku maupunpensions (kalaupun ada biasanya dengan harga khusus).

Fasilitas pelengkap lainnya, seperti shampo, sabun, maupun handuk kadang disertakan juga secara cuma-cuma. Untuk tipe kamar mandi bersamanya rata-rata dibuat ala sento, yaitu pemandian umum khas Jepang.

Seputar makanan dan minuman

Minshuku maupun pensions menawarkan makanan ala rumahan. Bedanya, menu di minshuku umumnya makanan khas Jepang. Menunya tak jauh dari yang biasa ditawarkan oleh ryokan (yaitu menu kaiseki ryori), hanya saja biasanya dibuat dalam versi yang lebih sederhana.

Namun ada juga minshuku yang dapat menyajikan menu ala Barat. Sementara pensions umumnya menawarkan menu rumahan ala Barat maupun kombinasi dengan menu khas Jepang. Namun ada juga pensions yang menyajikan menu khas Cina maupun negara lainnya.

Contoh menu di minshuku Ishiyama [foto: Jetalone]
Contoh menu di minshuku Ishiyama [foto: Jetalone]
Menu di Pensions Birao [foto: Alberth2]
Menu di Pensions Birao [foto: Alberth2]

Bagaimana dari segi harga?

Untuk minshuku, rata-rata harganya berkisar ¥6000 hingga ¥8500 per-orang per-malam. Harga tersebut sudah termasuk dengan sarapan dan makan malam, namun belum termasuk pajak. Sedangkan pensions menawarkan harga antara ¥6000 hingga ¥12000 per-orang per-malam (belum termasuk pajak).

Harga rata-rata tersebut bisa berbeda di setiap kota, dan pada musim liburan (biasanya) akan dikenakan biaya tambahan. Catatan lain, disarankan membayar menggunakan uang tunai (Yen) karena di Jepang hanya hotel/penginapan ber-skala besar saja yang menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Ruang makan di minshuku Souke [foto: Naixn]
Ruang makan di minshuku Souke [foto: Naixn]
Ruang makan di Pensions Birao [foto: Alberth2]
Ruang makan di Pensions Birao [foto: Alberth2]

Prosedur reservasi, check-in, hingga check-out

Waktu check-in di minshuku biasanya dilakukan antara pukul 15.00 hingga pukul 17.00. Lebih dari pukul 17.00 maka reservasi akan dibatalkan dan (jika sudah membayar) uang muka akan hangus. Disarankan tamu datang jauh sebelum pukul 17.00 karena makan malam akan dimulai antara pukul 18.00-19.00. Waktu check-outnya sendiri kira-kira pukul 10.00. Untuk pensions, waktu check-indan check-out nya bervariasi. Prosedur reservasinya bisa dilakukan melalui situs booking hotel, maupun melalui website pribadi masing-masing minshuku/pensions.

Catatan lainnya

  • Tidak semua minshuku dan pensions memiliki pegawai untuk membantu keperluan Anda. Jadi jangan heran jika di beberapa minshuku dan pensions Anda harus membereskan kamar masing-masing.
  • Tidak semua minshuku dan pensions memiliki staff yang dapat berbahasa Inggris. Untuk menyiasatinya, bicaralah lebih pelan dan jangan ragu menggunakan bahasa tubuh.
  • Beberapa minshuku dan pensions telah menyediakan wifi secara gratis. Namun ada juga yang hanya menyediakan komputer yang dapat di akses di ruang bersama, seperti ruang duduk maupun ruang keluarga.

Setelah membandingkan antara minshuku dan pensions, menurut Anda, mana yang lebih menarik untuk dicoba saat berwisata ke Jepang?

 

Baca juga:

Siapa Bilang Akomodasi di Jepang Mahal?
Capsule Hotel, Salah Satu Akomodasi Unik di Jepang
Uniknya Love Hotel ala Jepang
From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (bagian 1bagian 2)

* Semua foto diambil dari flickr via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.

Comments

comments