Lanjut lagi tentang aneka subway di Seoul. Supaya lebih nyambung, baca dulu Never Lost in Seoul: Subway Guide (Part 1) yah. Soalnya pada tulisan ini saya ingin membahas beberapa hal yang berkaitan dengan jalur subway dan aneka tips lainnya.

Mengenal berbagai jalur subway di Seoul

Bagi yang sudah pernah bepergian ke negara dengan moda transportasi maju seperti Singapura dan Jepang mungkin takkan bingung dengan konsep subway di Seoul. Namun bagi yang baru pertama pergi ke negara dengan sistem perkeretaapian yang sangat baik, bisa jadi akan kebingungan dalam memahami konsep subway yang ada di Seoul.

Sama seperti Tokyo, subway di Seoul dikelola oleh beberapa operator antara lain Seoul Metropolitan Subway (Seoul Metro), Seoul Metropolitan Rapid Transit (SMRT), Korail (Korea National Railroad), dan Metro 9. Masing-masing operator mengelola rute yang berbeda dan ditandai dengan warna khusus, sehingga tak perlu jadi jenius untuk bisa membaca dan memahami aneka jalur subway di Seoul (kecuali dalam kondisi fisik tertentu yah).

Beberapa jalur ada yang saling berpotongan, dan wisatawan dapat berpindah jalur di tempat-tempat yang menjadi perpotongan tersebut (ditandai dengan lingkaran putih). Berikut saya lampirkan peta subway di Seoul dan bandingkan dengan jalur subway yang ada di Tokyo. Kira-kira mana yang lebih ribet?

Peta subway di Seoul [foto: Korea.net/wikimedia]
Peta subway di Seoul [foto: Korea.net/wikimedia]
Peta subway di Tokyo [foto: Comicinker/wikimedia]
Peta subway di Tokyo [foto: Comicinker/wikimedia]
 

Kembali ke jalur subway di Seoul yah. Bagi yang masih bingung, berikut detail nama jalur subway di Seoul dan keterangannya (silahkan bandingkan dengan foto diatas):

Subway Line 1, merupakan jalur subway pertama di Seoul. Jalurnya menghubungkan Stasiun Seoul dengan daerah Suwon, Cheonan, Incheon, dan daerah pinggiran Seoul.

Subway Line 2, menghubungkan Stasiun-stasiun populer seperti Hongik University, Shinchon, Jamsil, hingga Gangnam.

Subway Line 3, jalurnya membentang dari Ilsan ke sisi Selatan Seoul. Jalur ini juga melewati beberapa stasiun populer seperti Sinsa, Apgueong, Anguk, dan Jongno.

Subway Line 4, menghubungkan bagian utara dan selatan Seoul. Beberapa stasiun yang dilalui oleh jalur ini adalah Stasiun Dongdaemun, Myeongdong, dan Stasiun Seoul.

Subway Line 5, menghubungkan Gimpo Airport dan Seoul.

Subway Line 6, menghubungkan World Cup Stadium dan Itaewon.

Subway Line 7, menghubungkan Euijeongbu dan Gangnam, termasuk melewati area Cheongdam.

Subway Line 8, jalurnya melewati kawasan populer seperti Munjeong-dong, Nongsanmul Market, dan Garak Market.

Subway Line 9, jalur ini dilalui oleh kereta lokal (berhenti di setiap stasiun) dan dilalui juga oleh kereta express dari Gimpo Airport ke Gangnam.

Bundang Line, menghubungkan distrik Gangnam dengan Bundang.

Sinbundang Line, jalurnya dilalui oleh kereta tanpa masinis (kereta otomatis) dan menghubungkan Gangnam, Pangyo, dan Jeongja.

Jungang Line, menghubungkan Stasiun Yongsan (di Seoul tengah) dengan Stasiun Yongmun (di Yangpyeong-gun).

Gyeongul Line, menghubungkan Stasiun Geongdeok/Stasiun Seoul dan Stasiun Munsan.

Gyeongchun Line, menghubungkan Subway Line 7 di Stasiun Sangbong dan berakhir di Stasiun Chuncheon.

 

Tambahan jalur lain yang belum termasuk dalam pengelolaan Seoul Metropolitan Subway, namun kadang sudah dicantumkan dalam peta subway:

EverLine, jalurnya berawal dari Stasiun Giheung dan berakhir di Jeondae-Everland.

U Line, menghubungkan Stasiun Balgok dan Stasiun Tapseok.

Incheon Line 1, menghubungkan Stasiun Gyeyang dan International Business Districct.

Contohnya penggunaan petanya seperti ini.

Misalnya Anda berada di Stasiun Seoul dan ingin pergi ke Cheonggu (dilalui oleh Subway Line 5 dan 6). Maka salah satu alternatif rute yang bisa diambil adalah naik Subway Line 4 dan transit di Stasiun Samgakji, lalu pindah jalur ke Subway Line 6 dan turun di Stasiun Cheonggu. Gampang kan?

Oh ya, ada tambahan informasi jika ingin melakukan transfer. Jika ingin pindah ke jalur lain yang ada di dalam stasiun yang sama, Anda tak perlu keluar melewati gerbang dan membeli tiket baru (transfernya gratis).

Namun ada beberapa Stasiun yang nggak memungkinkan untuk melakukan transfer, yaitu Stasiun Seoul (Gyeonguiseon Line dari/ke Subway Line 1, 4), Stasiun Noryangjin (Subway Line 1 dari/ke Subway Line 9), dan Stasiun Gyeyang (Incheon Subway Line dari/ke Airport Railway).

Tips dan etika yang perlu diketahui

Berikut beberapa tips yang perlu diketahui saat akan naik subway di Seoul.

  • Untuk peta, bisa membeli peta di toko buku maupun mem-print dari berbagai website. Oya, selalu pilih/print peta yang berwarna ya. Mengingat berbagai jalur subway dibedakan berdasarkan warna, akan lebih mudah memahami peta subway yang berwarna dibanding yang hitam putih.
  • Salah satu cara memastikan kita nggak tersesat saat naik subway adalah dengan memiliki peta sebagai panduan. Jadi sekalipun peta subway bisa dilihat langsung di stasiun, nggak ada salahnya berbekal peta subway yang bisa dibawa-bawa.
  • Setiap kali kereta akan berhenti maupun melewati stasiun tertentu, biasanya akan terdengar bunyi musik dan penjelasan (audio) tentang stasiun tujuan. Namun terkadang jika sedang ribet (misalnya karena kereta terlalu penuh), penjelasan tersebut kadang tak terdengar. Agar stasiun tujuan tak terlewat, setiap kali akan naik kereta, ingat baik-baik Anda harus turun di stasiun keberapa dan sesuaikan dengan bunyi musik yang terdengar.
  • Sudah jadi rahasia umum jika di mayoritas stasiun menyediakan locker sewa untuk ruang penyimpanan barang. Jadi wisatawan nggak perlu repot-repot membawa barang belanjaan karena tinggal menyewa locket untuk meletakkan barang. Namun sebagai informasi tambahan (jadi ini sebetulnya bukan tips), locker di Seoul nggak hanya tentang lemari yang bisa disewa saja lho. Di beberapa tempat, penyewaan locker sudah dilengkapi dengan fasilitas dan jasa tambahan lainnya, seperti untuk pengiriman barang ke berbagai tempat maupun stasiun lainnya. Tinggal pilih saja mana jasa yang paling sesuai untuk kebutuhan.

Sedangkan untuk etika, setelah saya lihat-lihat, ternyata tidak terlalu banyak berbeda dengan etika berkereta api di Jepang. Silahkan baca tulisan saya yang berjudul Kenali Etika Berkereta Api di Jepang berikut ini. Semoga bermanfaat.

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia

Comments

comments